Advertisement
loading...

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN

 

 

MENGEVALUASI

HASIL PROGRAM PELATIHAN

PLK.MP02.013.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 

KATA PENGANTAR

 

Dalam rangka mewujudkan pelatihan kerja yang efektif dan efesien dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja diperlukan suatu sistem pelatihan yang sama. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional yang mengamanatkan bahwa pelatihan kerja berbasis kompetensi.

Dalam rangka menerapkan pelatihan berbasis kompetensi tersebut diperlukan adanya standar kompetensi kerja sebagai acuan yang diuraikan lebih rinci ke dalam program, kurikulum dan silabus serta modul pelatihan.

Untuk memenuhi salah satu komponen dalam proses pelatihan tersebut maka disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi Mengevaluasi Hasil Program Pelatihan yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial, Budaya dan Perorangan Sub Sektor jasa Kegiatan Lainnya Bidang Jasa Lainnya Sub Bidang Metodologi Pelatihan Kerja yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. Nomor KEP.140/MEN/VI/2008.

Modul pelatihan berbasis kompetensi ini, terdiri dari 3 buku yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian. Ketiga buku tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh, dimana buku yang satu dengan yang lainnya saling mengisi dan melengkapi, sehingga dapat digunakan untuk membantu pelatih dan peserta pelatihan untuk saling berinteraksi.

Demikian modul pelatihan berbasis kompetensi ini kami susun, semoga bermanfaat untuk menunjang proses pelaksanaan pelatihan di lembaga pelatihan kerja.

 

Jakarta,     Desember 2009


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————   1

 

DAFTAR ISI ———————————————————————————–   2

 

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-   3

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————-   3
  2. Unit Kompetensi Prasyarat —————————————————-   5
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ——————————-   6

 

BAB II   MENGEVALUASI HASIL PROGRAM PELATIHAN ——————————–  9

  1. Latar Belakang ——————————————————————  9
  2. Tujuan —————————————————————————  9
  3. Ruang Lingkup ——————————————————————  9
  4. Pengertian Istilah ————————————————————–  9
  5. Diagram Alir Mengevaluasi Hasil Program Pelatihan ———————–  12
  6. Mengevaluasi hasil program pelatihan —————————————  12
    1. Mengevaluasi manfaat program pelatihan———————— 12
    2.  Mengevaluasi dampak program pelatihan———————— 48

 

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ————————————————  60

1. Daftar Pustaka —————————————————————  60

2. Buku Referensi —————————————————————  60

  1. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ——————————————  60
  2. Daftar Peralatan/Mesin————————————————— 60
  3. Daftar Bahan————————————————————— 60

 

 

 


BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  1. STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI)

 

  1. KODE UNIT
: PLK.MP02.013.01
  1. JUDUL UNIT
: Mengevaluasi Hasil Program Pelatihan
  1. DESKRIPSI UNIT
: Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam Mengevaluasi hasil program pelatihan

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

1.     Mengevaluasi manfaat program pelatihan

 

1.1    Manfaat program pelatihan diidentifikasi

1.2    Parameter manfaat program pelatihan ditetapkan

1.3    Manfaat program pelatihan dievaluasi sesuai dengan parameter.

1.4    Perubahan perilaku kerja purna pelatihan dievaluasi.

2.     Mengevaluasi dampak program pelatihan

2.1    Dampak program pelatihan diidentifikasi

2.2    Parameter dampak program pelatihan ditetapkan

2.3    Dampak yang lebih luas dari purna pelatihan yang dicapai dievaluasi.

 

BATASAN VARIABEL

1.  Konteks variabel :

Unit ini berlaku untuk mengevaluasi manfaat dari program pelatihan dan mengevaluasi dampak dari program pelatihan yang digunakan mengevaluasi hasil program pelatihan pada bidang metodologi pelatihan.

 

2.     Perlengkapan (alat dan bahan) untuk Mengevaluasi hasil program pelatihan mencakup :

2.1.   Instrumen evaluasi program

2.2.   Instrumen pengolah data

2.3.   Buku literatur/ referensi

2.6.   Alat tulis kantor

 

 

  1. Tugas pekerjaan untuk mengevaluasi hasil program pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan meliputi :

3.1     Menetapkan parameter manfaat program pelatihan.

3.2     Memonitor manfaat program pelatihan sesuai dengan parameter.

3.3     Mengevaluasi perubahan perilaku kerja mantan peserta.

3.4     Menetapkan parameter dampak program pelatihan.

3.5     Mengevaluasi dampak dan pengaruh yang lebih luas dari mantan peserta yang dicapai dari pelatihan.

  1. Peraturan untuk Mengevaluasi hasil program pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan adalah :

4.1     Pedoman penilaian program pelatihan

4.2     Pedoman pelatihan berbasis kompetensi

 

PANDUAN PENILAIAN :

 

  1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1.1. PLK.MP02.011.01      Memvalidasi rancangan program pelatihan.

1.2.  PLK.MP02.012.01      Mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan.

 

  1. Kondisi Penilaian :

2.1     Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan Mengevaluasi manfaat dari program pelatihan dan Mengevaluasi dampak dari program pelatihan yang digunakan untuk Mengevaluasi hasil program pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan.

2.2     Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/ praktik.

2.3     Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan/atau di tempat kerja.

 

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

3.1     Identifikasi manfaat program pelatihan.

3.2     Identifikasi dampak program pelatihan.

3.3     Teori evaluasi.

3.4     Dasar-dasar statistik.

 

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

4.1     Menetapkan parameter manfaat program pelatihan.

4.2     Memonitor manfaat program pelatihan sesuai dengan parameter.

4.3     Mengevaluasi perubahan perilaku kerja mantan peserta.

4.4     Menetapkan parameter dampak program pelatihan.

4.5     Mengevaluasi dampak dan pengaruh yang lebih luas dari mantan peserta yang dicapai dari pelatihan.

 

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

5.1   Perbedaan persepsi.

5.2   Tingkat ketelitian yang bervariasi.

5.3   Kemampuan memilih alat ukur evaluasi dan pengolahan data.

KOMPETENSI KUNCI

 

No Kompetensi Kunci dalam Unit ini Tingkat
1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

1

2 Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

3

3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

3

4 Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

3

5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

3

6 Memecahkan masalah

3

7 Menggunakan teknologi

3

 

 

  1. UNIT KOMPETENSI PRASYARAT

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Melakukan Mengevaluasi Hasil  Program Pelatihan di Daerah ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

1.1. PLK.MP02.011.01       Memvalidasi rancangan program pelatihan.

1.2.  PLK.MP02.012.01       Mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan.

 

 

 

 

  1. C.    SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  Unit Kompetensi : Mengevaluasi Hasil Program Pelatihan
  Kode Unit Kompetensi : PLK.MP02.013.01
  Perkiraan Waktu Pelatihan : 20 jampel @ 45 menit

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

JAM PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

  1. Mengevaluasi manfaat program pelatihan
1.1  Manfaat program pelatihan diidentifikasi – Dapat menjelaskan manfaat program pelatihan

– Mampu Mengidentifikasi manfaat program pelatihan

– Harus cermat, teliti, dan taat asas

– Manfaat program pelatihan – Mengidentifikasi manfaat program pelatihan – Cermat

– Teliti

– Taat asas

2

8

  1.2  Parameter manfaat program pelatihan ditetapkan – Dapat menjelaskan parameter manfaat program pelatihan

– Mampu menetapkan parameter manfaat program pelatihan

– Harus cermat, teliti, berpikir evaluatif, dan taat asas

– Parameter manfaat program pelatihan – Menetapkan parameter manfaat program pelatihan – Cermat

– Teliti,

– Berpikir evaluatif

– Taat asas

   
  1.3  Manfaat program pelatihan dievaluasi sesuai dengan parameter – Dapat menjelaskan cara membuat instrumen evaluasi manfaat program pelatihan

– Dapat menjelaskan pedoman mengevaluasi manfaat program pelatihan sesuai dengan parameter

– Cara membuat instrumen evaluasi manfaat program pelatihan

– Pedoman mengevaluasi manfaat program pelatihan sesuai dengan parameter

– Membuat instrumen evaluasi manfaat program pelatihan

– Mengevaluasi manfaat program pelatihan sesuai dengan parameter

– Cermat

– Teliti

– Taat asas

   

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

JAM PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

    – Mampu membuat instrumen evaluasi manfaat program pelatihan

– Mampu mengevaluasi manfaat program pelatihan sesuai dengan parameter

– Harus cermat, teliti, dan taat asas

         
  1.4  Perubahan perilaku kerja purnapelatihan dievaluasi – Dapat menjelaskan pedoman mengevaluasi perubahan perilaku kerja purna pelatihan

– Dapat menjelaskan dasar statistik yang digunakan dalam mengevaluasi perubahan perilaku kerja purna pelatihan

– Mampu mengevaluasi perubahan perilaku kerja purna pelatihan

– Harus cermat, teliti, berpikir evaluatif, dan taat asas

– Pedoman mengevaluasi perubahan perilaku kerja purna pelatihan

– Dasar-dasar statistik

– Mengevaluasi perubahan prilaku kerja peserta pelatihan – Cermat

– Teliti,

– Berpikir evaluatif

– Taat asas

   
  1. Mengevaluasi dampak program pelatihan
2.1  Dampak program pelatihan diidentifikasi – Dapat menjelaskan pedoman mengidentifikasi dampak program pelatihan

– Mampu mengidentifikasi dampak program pelatihan

– Harus cermat, teliti, dan taat asas

– Pedoman mengidentifikasi dampak program pelatihan

 

– Mengidentifikasi dampak program pelatihan – Cermat

– Teliti

– Taat asas

2

8

  2.2  Parameter dampak program pelatihan ditetapkan – Dapat menjelaskan parameter dampak program pelatihan

– Mampu menetapkan parameter dampak program pelatihan

– Harus cermat, teliti, berpikir evaluatif, dan taat asas

– Parameter dampak program pelatihan – Menetapkan parameter dampak program pelatihan – Cermat

– Teliti,

– Berpikir evaluatif

– Taat asas

   
  2.3  Dampak yang lebih luas dari purna pelatihan yang dicapai dievaluasi – Dapat menjelaskan pedoman mengevaluasi  dampak yang lebih luas dari purnapelatihan yang dicapai

– Mampu mengevaluasi dampak yang lebih luas dari purnapelatihan yang dicapai

– Harus cermat, teliti, berpikir evaluatif, dan taat asas

– Pedoman mengevaluasi dampak yang lebih luas dari purnapelatihan yang dicapai – Mengevaluasi dampak yang lebih luas dari purnapelatihan yang dicapai – Cermat

– Teliti,

– Berpikir evaluatif

– Taat asas

   

 

 

BAB II

MENGEVALUASI HASIL PROGRAM PELATIHAN

 

 

 

  1. A.      Latar Belakang

 

Program pelatihan merupakan salah satu dari unsur sumber daya pelatihan yang akan berpengaruh terhadap unsur unsur lainnya. Oleh sebab itu keberhasilan dalam pelaksanaan program pelatihan dapat dilihat pada evaluasi hasil program pelatihan.

Evaluasi hasil program pelatihan akan melihat keberhasilan tujuan program, manfaat dan dampak positif daripada program pelatihan itu sendiri. Dengan demikian maka evaluasi hasil program pelatihandapat dipengaruhi oleh parameter-parameter dalam mengukur dan menilai setiap unsur sumber daya pelatihan untuk mendukung keberhasilan proses dan hasil pelaksanaan program pelatih.

 

  1. B.      Tujuan

Adapun tujuan mengevaluasi hasil program pelatihan adalah untuk :

  1. Menentukan manfaat program pelatihan.
  2. Menetapkan gambaran hasil atau dampak program pelatihan.

 

  1. Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan dalam mengevaluasi hasil program pelatihan dalam unit kompetensi ini meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dalam mengevaluasi manfaat program pelatihan dan dampak program pelatihan. Kemudian melaporkan hasil dari proses evaluasi.

 

  1. Pengertian-pengertian
  2. Kebutuhan pelatihan adalah kesenjangan antara kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatu jabatan dengan kompetensi yang dimiliki calon peserta pelatihan.

 

 

  1. Program Pelatihan adalah suatu rumusan tertulis yang memuat secara sistematis tentang pemaketan unit-unit kompetensi sesuai dengan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi.
  2. Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.
  3. Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu di mana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.
  4. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut di tempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

  1. Standar Kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri atas judul unit, deskripsi unit, elemen.
  2. Menganalisis adalah menyelidiki dengan menguraikan bagian-bagiannya.
  3. Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas orang, benda, dsb.
  4. Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.
  5. Pelatihan Kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/ pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.
  6. Pelatihan Berbasis Kompetensi yang selanjutnya disebut PBK adalah proses pelatihan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan pelatihan yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja.
  7. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.
  8. Peserta Pelatihan adalah angkatan kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti pelatihan tertentu dengan program pelatihan berbasis kompetensi.
  9. Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK atau di tempat kerja selama proses pelatihan.
  10. Present Performance atau kompetensi saat ini adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki tenaga kerja saat ini.
  11. Formasi Lapangan Pekerjaan adalah kesempatan/lowongan pekerjaan yang tersedia pada lapangan pekerjaan.
  12. Mengevaluasi adalah Suatu pengumpulan dan penafsiran informasi yang berkesinambungan dalam proses pelatihan agar dapat diambil suatu keputusan
  13. Parameter adalah nilai yang mengikuti sebagai acuan. Keterangan atau informasi yang dapat menjelaskan batas-batas atau bagian-bagian tertentu dari suatu sistem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Diagram Alir Mengevaluasi Hasil Program Pelatihan

 

 

  1.  Mengevaluasi Hasil  Program Pelatihan

1. Mengevaluasi manfaat program pelatihan

a. Pengetahuan

Evaluasi hasil program pelatihan dapat berfungsi :

  • Sebagai pedoman bagi penyelenggara pelatihan untuk melakukan seluruh kegiatan pelatihan termasuk untuk menyeleksi calon peserta pelatihan, tempat OJT, dsb.
  • Sebagai pedoman bagi instruktur untuk menyusun isi materi pelatihan (modul pelatihan) dalam rangka mencapai tujuan pelatihan yang diperoleh dari hasil analisis kebutuhan pelatihan.
  • Sebagai pedoman untuk menentukan kompeten atau belum kompetennya peserta pelatihan untuk mencapai tujuan pelatihan yang merupakan pemenuhan kualifikasi jabatan yang akan/sedang dipangkunya.

 

 

 

 

 

 

 

Dari diagram diatas dapat tergambar bahwa dalam mengevaluasi hasil program pelatihan dimulai dari kebutuhan pelatihan sampai dengan manfaat dan dampak dari program pelatihan yang telah dilaksanakan

1)  Manfaat program pelatihan

Secara spesifik manfaat program pelatihan, yaitu:

∞     Keuntungan produk, seperti peningkatan kuantitas dan kualitas lulusan.

∞     Keuntungan proses, seperti peningkatan produktivitas atau efisiensi, peningkatan interaksi edukasi.

∞     Keuntungan bagi kesehatan lembaga, seperti reduksi pengulangan pelatihan, ketidakhadiran, pemogokan, dsb.

∞     Keuntungan bagi keselamatan kerja, seperti terhindar dari kecelakaan kerja, keamanan lingkungan,dsb.

∞     Keuntungan bagi peningkatan kesejahteraan hidup lulusan, seperti peningkatan pendapatan, dsb.

∞     Keuntungan bagi pembelajaran orang lain, seperti penularan pengalaman belajar lulusan kepada orang lain.

∞     Keuntungan bagi pembangunan masyarakat, seperti partisipasi lulusan dalam kegiatan sosial.

∞     Keuntungan bagi penyelenggara program, seperti pengakuan, daya dukung, tim pelaksana, dan hubungan interpersonal.

 

Untuk memperoleh manfaat program pelatihan maka perlu dilakukan identifikasi manfaat program pelatihan, yaitu:

Pedoman mengidentifkasi manfaat  program pelatihan terhadap pelaksanaan pelatihan

- Apakah alat/peralatan dan bahan pelatihan yang disediakan berdasarkan data yang diperoleh dari program pelatihan ada masalah (cocok atau kurang/beda).

- Apakah peserta pelatihan kemampuan awalnya sudah sesuai dengan pelatihan yang diseleksi berdasarkan persyaratan peserta yang tercantum dalam program pelatihan.

- Apakah anggaran yang disusun berdasarkan data yang tercantum dalam program pelatihan sudah sesuai, tidak mengalami kekurangan atau kelebihan.

- Apakah jumlah personel yang disiapkan berdasarkan data yang tercantum dalam program pelatihan sudah memadai, kualitatif maupun kuantitatif.

- Apakah waktu pelaksanaan pelatihan yang digunakan sudah sesuai dengan waktu yang tercantum dalam program pelatihan, tidak kurang dan tidak lebih.

Pedoman mengidentifikasi manfaat  program pelatihan terhadap penyusunan materi modul  pelatihan.

- Apakah modul pelatihan sudah memenuhi kebutuhan pelatihan yang disusun berdasarkan materi pelatihan yang tercantum dalam program pelatihan.

Pedoman mengidentifikasi manfaat program pelatihan terhadap kualitas lulusan atau penentuan kompeten/belum kompeten peserta pelatihan.

-  Apakah penentuan kompeten/belum kompeten peserta pelatihan dapat dilakukan berdasarkan indikator unjuk kerja yang tercantum dalam program pelatihan.

2)   Parameter manfaat program pelatihan

Parameter manfaat program pelatihan pada umumnya terdiri dari

a)  Manfaat  program pelatihan terhadap penyelenggaraan pelatihan

  • Sararana dan Fasilitas
  • persyaratan peserta
  • anggaran yang disusun
  • pengakuan, daya dukung, tim pelaksana, dan hubungan interpersonal.
  • kecelakaan kerja, keamanan lingkungan
  • Proses pembelajaran

b)  Manfaat  program pelatihan terhadap penyusunan materi modul  pelatihan.

  • modul pelatihan sesuai  unit kompetensi yang tercantum dalam program pelatihan
  • peningkatan produk
  • peningkatan sarana dan fasilitas
  • peningkatan SDM

c)  Manfaat program pelatihan terhadap kualitas dan kuantitas lulusan

  • penentuan kompeten/belum kompeten peserta pelatihan
  • peningkatan produktivitas atau efisiensi, peningkatan interaksi edukasi.
  • peningkatan pendapatan atau kesejahteraan
  • penularan pengalaman belajar lulusan kepada orang lain

 

Parameter Manfaat hasil program pelatihan secara garis besar terbagi kedalam 3 aspek yaitu :

Pertama : Parameter aspek penyelenggaraan meliputi;

  • Kelengkapan sarana dan fasilitas dengan indikator kesesuaian kondisi ruangan baik kelas atau bengkel, kelengkapan mesin dan peralatan termasuk perlengkapan K-3 dengan materi pembelajaran, rasio sarana dan fasilitas dengan jumlah peserta
  • Proses pembelajaran/metodelogi dengan indikator sebagai berikut :

ü Kesesuaian/ketepatan urutan penyampaian materi pembelajaran

ü Ketepatan penggunaan strategi pembelajaran dan penilaian (kesesuaian tujuan, materi, metode, media dan sistem penilaian)

ü Daya serap peserta pelatihan terhadap materi pembelajaran

ü Telaksananya tugas-tugas dan pemecahan masalah yang sesuai dengan materi pembelajaran

ü Penggunaan alat dan materi evaluasi yang sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran

  • Ketepatan persyaratan peserta dengan indikator pendidikan formal, pelatihan dan pengalaman kerja yang menunjang program pelatihan
  •   Kesesuaian/ketepatan jadwal pembelajaran dengan indikator kesesuaian dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan teori, praktek dan OJT serta efesiensi penyelenggaraan
  •   Mekanisme kerja internal dengan indikator pengakuan daya dukung tim pelaksana kerjasama individu dan kelompok serta hubungan interpersonal
  • Kondisi Keselamatan dan kesehatan kerja derngan indikator kondisi keamanan menurunya kecelakaan kerja dan kebersihan lingkungan kerja
  • Pemasaran program latihan dengan indikator terselenggaranya sosialisasi program pelatihan, terwujutnya kesepakatan kerja sama kelembagaan dan peningkatan kerjasama kelembagaan
  • Kualifikasi instruktur dengan indikator kesesuaian bidang keahlian dengan materi pembelajaran, kemampuan komunikasi dan keterampilan dalam mengikutsertakan peserta pelatihan untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran

 

Kedua : Parameter aspek materi pelatihan meliputi :

  • Kesesuaian standar/unit unit kompetensi dan modul PBM dengan indikator kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, kesesuaian materi dengan topik/judul pokok bahasan, dan kesesuaian materi dengan alat evaluasi
  • Peningkatan program pelatihan dengan indikator kesesuaian program pelatihan dengan hasil analisis kebutuhan pelatihan, kesesuaian tujuan pelatihan dengan kebutuhan pelatihan, dan kesesuaian unit-unit kompetensi dalam kurikulum dengan tujuan pelatihan dan pencapaian indikator unjuk kerja (kesesuaian pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja dengan setiap kriteria unjuk kerja)
  • Peningkatan anggaran dengan indikator bertambahnya sumber-sumber pendanaan untuk peyelenggaraan program pelatihan dan efisiensi  penggunaan anggaran

 

Ketiga : Parameter aspek produk meliputi;

  • Pengembangan/peningkatan kualitas penyelenggara dengan indikator peningkatan kualitas pengelolaan pelatihan, peningkatan kualifikasi instruktur dan staff pelaksana
  • Peningkatan kompetensi peserta pelatihan dengan indikator peningkatan kualitas sikap, keterampilan, dan pengetahuan
  • Kebijakan baru dengan indikator peningkatan kualitas peraturan/tatatertib tentang penyelenggaraan program pelatihan dan kebijakan dalam anggaran

 

 


 

3)   Cara membuat instrumen evaluasi manfaat program pelatihan

a) Pengertian evaluasi

  • Suatu pengumpulan dan penafsiran informasi yang berkesinambungan dalam proses pelatihan agar dapat diambil suatu keputusan
  • Proses mengukur dan menilai/membanding-kan hasil terukur dengan patokan/standar yang ditetapkan sebelumnya agar dapat diambil suatu keputusan
  • Proses pengumpulan bukti kompetensi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan
  • Evaluasi adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang telah disepakati dan dapat dipertanggung-jawabkan

 

b) Alat Evaluasi

 

 

c). Kuosioner

Kuesioner atau angket adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi daftar pertanyaan atau pernyataan yang disusun secara khusus dan digunakan untuk menggali dan menghimpun keterangan/informasi sebagaimana dibutuhkan dan cocok untuk dianalisis.

Responden berusaha untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan yang terdapat dalam angket dan mengisi pernyataan itu secara tertulis, serta mengembalikan kuesioner yang telah diisi jawabannya kepada surveiyor/evaluator.

 

Pertanyaan   atau  pernyataan  dalam  kuesioner

pada umumnya berisi:

a). fakta-fakta yang diketahui atau dialami responden. (data pribadi, pengetahuan responden tentang benda dan peristiwa di luar dirinya).

b). Sikap, pendapat, aspirasi atau tanggapan responden terhadap sesuatu yang diajukan kepadanya yang memerlukan keterlibatan perasaan, pikiran, dan sikap responden. (sikap terhadap manfaat, proses, dan dampak suatu program pelatihan bagi lulusan dan masyarakat).

 

 

-       DARI SEGI CARA MENJAWAB:

  • QUESTIONNAIRE TERTUTUP

          Kuesioner tertutup terdiri atas stem yang jawabannya telah disediakan sebagai pilihan jawaban pada setiap pertanyaan/pernyataan.

          Responden dapat memilih alternatif jawaban sesuai dengan pendapat dan kehendaknya.

  Kelemahan jenis kuesioner tertutup adalah bahwa pilihan jawaban dapat membatasi kebebasan responden.


    Contoh:

                  Usia Anda saat ini:

21 –  30 tahun  
31 –  40 tahun Ö
41 –  50 tahun  

 

  • QUESTIONNAIRE TERBUKA

Kuesioner terbuka terdiri atas pertanyaan atau pernyataan yang memberi kebebasan kepada responden untuk mengemukakan berbagai alternatif jawaban menurut pikiran dan cara responden dalam mengemukan jawabannya masing-masing.

Kelemahan kuesioner jenis ini adalah bahwa jawaban bisa saja terjadi menyimpang/bias dari tujuan yang dikehendaki surveiyor/evaluator.

  Contoh:

  Bagaimana usaha Anda sebagai tutor apabila motivasi warga belajar menurun?

  Jawaban/tanggapan Anda:

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

  • QUESTIONNAIRE GABUNGAN TERBUKA DAN TERTUTUP

Kuesioner gabungan ini terdiri atas pertanyaan atau pernyataan yang mengkombinasikan jawaban-jawaban yang telah disediakan dan harus dipilih, serta jawaban bebas.

Contoh:

Bagaimana pendapat anda terhadap penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi?

Setuju

Kurang setuju

Sangat setuju

       Alasan Anda:

        …………………………………………………………………….

        …………………………………………………………………..

 

 

 

Ditinjau dari respondennya questionaire terdiri dari :

1). QUESTIONNAIRE LANGSUNG

Diisi langsung oleh yang dimintai jawaban tentang dirinya

2). QUESTIONNAIRE TIDAK LANGSUNG

Kuesioner yang diisi oleh pihak lain. Misalnya, menanyakan data tentang karyawan kepada atasannya/supervisornya.

Cara membuat angket :

1). Kuesioner hendaknya memiliki pengantar, petunjuk mengisi jawaban, stem dan opsi.

Pengantar, memuat informasi bagi responden tentang maksud dan tujuan penyebaran kuesioner agar memotivasi responden melibatkan diri untuk menjawab pertanyaan/pernyataan. Dalam pengantar juga mengung-kapkan pengakuan dan penghargaan kepada responden karena telah bersedia mengisi kuesioner tersebut.

Petunjuk mengisi jawaban, memuat penjelasan tentang cara menjawab setiap pertanyaan.

2). Ciri-ciri kuesioner yang baik:

(a). Stem ditulis  dengan menggunakan kata-kata, istilah, atau kalimat  yang  jelas, tegas, sederhana, sopan, dan mudah dimengerti oleh responden.

(b). Setiap stem dikemukan secara khusus, mengandung satu pengertian sehingga tidak rancu bagi responden.

(c). Setiap pertanyaan/pernyataan tidak mengandung unsur sugesti sehingga responden seakan-akan merasa diarahkan untuk memilih suatu jawaban tertentu.

(d). Opsi  dikemukakan   dengan   tegas,   mengandung  daya pembeda yang jelas antara satu pilihan yang satu dengan pilihan yang lainnya, setiap pilihan jawaban berdekatan atau serumpun dan homogen.

  (e). Format dan isi kuesioner menarik perhatian responden.

EVALUASI AKHIR PELATIHAN  
MATERI PELATIHAN                :    
NAMA INSTRUKTUR                 :    
TANGGAL                                :    
Agar penyelenggaraan pelatihan selalu menghasilkan luaran yang berkualitas sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan, maka kami selalu melakukan evaluasi penyelenggaraan pelatihan melalui penyampaian lembar kuesioner ini. Untuk itu kami mengharapkan bantuan Anda untuk berpartisipasi dalam peningkatan kualitas ini. Dengan rendah hati kami sampaikan terima kasih atas kesediaan Anda mengisi kuesioner ini

PETUNJUK PENGISIAN

 
Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan yang berkaitan dengan kualitas proses belajar-mengajar selama training. Bacalah setiap pernyataan, dan berikanlah pendapat anda dengan cara melingkari angka yang anda anggap sesuai dengan penilaian anda.  Penilaian mencakup dua hal: yang anda harapkan (harapan), serta yang anda rasakan (kinerja) kualitas proses belajar-mengajar selama training.  
PENJELASAN SKALA  
1 : Sangat tidak setuju 2 : Tidak Setuju 3 : Netral 4 : Setuju 5 : Sangat Setuju

 

 
No Pernyataan
HARAPAN
1 2 3 4 5
         
         

 

KINERJA
1 2 3 4 5
         
         

 

 
1. Pelatihan ini relevan dengan pekerjaan saya

 

dst

 

Berikan nilai bobot pada masing-masing atribut dibawah ini. Semakin penting aspek dalam mempengaruhi tingkat kepuasan anda, semakin besar nilai persentasi yang anda berikan.  Total nilai untuk seluruh attribut tersebut adalah 100.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Daftar cek

Adalah deretan pernyataan yang responden/obyek yang dinilai tinggal membubuhkan tanda cek (Ö ) sesuai dengan kehendaknya.

 

  1. Wawancara

Pertanyaan yang diajukan kepada responden dengan jalan tanya-jawab.

Macam wawancara:

  1. Wawancara Terbatas, responden/obyek evaluasi tidak diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
  2. Wawancara Bebas, responden mempunyai kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya.
  3. Wawancara Terpimpin, pertanyaan sudah disusun terlebih dahulu, responden tinggal menjawab dengan memilih jawaban yang sudah dipersiapkan.

F  PETUGAS WAWANCARA

Petugas wawancara harus memiliki kemampuan teknik pengolahan data dengan menggunakan dasar-dasar statistik, teknik wawancara, di samping pengetahuan tentang substansial materi wawancara.

F  PERSIAPAN SURVEI/WAWANCARA

  • Hubungi responden 1 atau 2 hari sebelumnya agar siap
  • Siapkan alat bantu survei/wawancara, a.l. lembar isian/kuesiner, check-list, pedoman wawancara, dll.
    • Pahami maksud dan tujuan wawancara,.

Pedoman melakukan wawancara :

  1. Kenalkan diri anda sebelumnya kepada responden dan jelaskan maksud dan tujuan kunjungan anda;
  2. Yakinkan responden bahwa informasi yang diberikan akan bersifat konfiderasi, yang diambil hanya angka dan bukan nama;

 

  1. Laksanakan wawancara secara biasa dan jangan diperlihatkan tanda setuju atau tidak setuju dengan jawaban yang diberikan responden;
  2. Ajukan semua pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner/pedoman wawancara dan jangan mengajukan pertanyaan yang tidak ada kaitan dengan responden;
  3. Usahakan agar  wawancara dapat terlaksana dalam waktu yang singkat dan jawaban yang lengkap dengan suasana yang akrab serta usahakan adanya kemungkinan untuk pertemuan lanjutan;
  4. Ajukan semua pertanyaan dengan cermat agar responden memahami kata/istilah yang digunakan sehingga maksud pertanyaan dapat diterima sesuai dengan yang dimaksudkan.

Skala pengukuran

  1. SKALA LIKERT

Digunakan untuk mengukur pendapat, persepsi, dan sikap.Variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Indikator variabel dijadikan titik tolak penyusunan item instrumen. Skala Likert mempunyai gradasi sangat positif sampai sangat negatif.   

 

Contoh :

Misalkan populasi responden ada 30 orang

Jumlah skor ideal/skor tertinggi 5 X 30 = 150 (SS) ;

Jumlah skor terendah 1 X 30 = 30   (STS)

 

2. SKALA GUTTMAN

Digunakan untuk memperoleh jawaban/pendapat yang tegas terhadap suatu persoalan.

Misalnya:

Ya – Tidak

Benar – Salah

Pernah – Tidak Pernah

Setuju – Tidak Setuju

Contoh:

Bagaimana pendapat Anda dengan diberlakukannya pelatihan berbasis kompetensi?

q Setuju

q Tidak Setuju

Pernahkah Anda mengalami pelatihan berbasis kompetensi ini di lembaga diklat lain?

q Pernah

q Belum Pernah

 

 

 

 

 

  1. d.      Observasi

Observasi atau pengamatan adalah teknik evaluasi yang digunakan dengan mengkaji suatu gejala/peristiwa melalui upaya mengamati dan mencatat data secata sistematis.

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak menggunakan perkataan atau tidak disertai dengan komunikasi lisan.

Observasi umumnya menggunakan penglihatan, tetapi dapat pula melibatkan indera lainnya seperti pendengaran, sentuhan atau rabaan, serta penciuman.

Observasi dapat dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan teknik pengumpulan data lainnya, misalnya observasi bersamaan dengan wawancara.

Dilihat dari jenisnya, ada dua macam:

  1. Observasi Partisipatif

Observasi yang dilakukan oleh pengamat (observer) dengan melibatkan dirinya dalam kegiatan yang sedang dilakukan atau peristiwa yang sedang dialami oleh orang lain, namun orang lain itu tidak mengetahui bahwa dia atau mereka sedang diobservasi.

  1. Observai non-partisipatif

Observasi  dilakukan oleh pengamat yang tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang tengah dilakukan oleh orang lain. Ia tidak berpura-pura sebagai anggota kelompok yang sedang diamati.

Dilihat dari sifatnya, ada dua macam:

  1. Observasi Insidental (kebetulan)

Observasi yang dilakukan terhadap obyek yang terjadi secara kebetulan, tidak direncanakan.

contoh:

Mengamati seorang pemuda yang sedang menolong seorang pejalan kaki yang sedang terkena musibah tertabrak mobil.

  1. Observai Sistematis

Observasi dilakukan secara terencana, kegiatan berstruktur, pokok-pokok yang akan diamati tersusun dengan baik, tahapan kegiatannya tersusun secara rinci, dan alat-alat pencatat data disiapkan terlebih dahulu. (cek-list, rating scale, denah, kamera foto, handycam, tape recorder, dsb.)

 

Keuntungan observasi:

  1. Dilakukan tanpa harus berbicara
  2. Hasilnya akan obyektif karena berada di lingkungan ilmiah
  3. Analisis data dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam rentang waktu tertentu

 

 

 

Kerugian observasi:

  1. Kelemahan dalam pengontrolan variabel luar yang mungkin mempengaruhi data yang terhimpun melalui observasi.
  2. Kesulitan membuat kuantitatifikasi data karena pengukuran dilakukan berdasarkan persepsi evaluator terhadap data yang bukan kuantitatif.
  3. Sampel terlalu kecil sehingga sulit menarik generalisasi.
  4. Tidak mudah untuk memperoleh ijin untuk observasi.
  5. Sulit mengobservasi data yang mengandung isu yang sensitif dan dalam menjaga kerahasiaan nama orang-orang yang diobservasi.

Langkah-langkah melakukan observasi:

  1. Menetapkan tujuan observasi
  2. Menentukan subyek atau kelompok yang akan diobservasi
  3. Mendapatkan ijin atau persetujuan untuk melakukan observasi
  4. Memperoleh penerimaan baik dari subyek
  5. Melakukan observasi terhadap subyek dan merekam catatan-catatan lapangan dalam kurun waktu tertentu
  6. Menyelesaikan peristiwa kritis seperti meluruskan kekeliruan subyek yang memandang evaluator sebagai mata-mata
  7. Mengakhir kegiatan observasi
  8. Menganalisis data
  9. Melakukan pelaporan yang mencakup penyusunan laporan dan penyerahannya kepada pihak-pihak terkait.

4). Pedoman mengevaluasi manfaat program pelatihan sesuai dengan parameter

a). Bentuk Evaluasi Training
Model ROTI (Return On Training Investment) yang dikembangkan oleh Jack Phillips merupakan level evaluasi terakhir untuk melihat cost-benefit setelah pelatihan dilaksanakan. Kegunaan model ini agar pihak manajemen perusahaan melihat pelatihan bukan sesuatu yang mahal dan hanya merugikan pihak keuangan, akan tetapi pelatihan merupakan suatu investasi. Sehingga dapat dilihat dengan menggunakan hitungan yang akurat keuntungan yang dapat diperoleh setelah melaksanakan pelatihan, dan hal ini tentunya dapat memberikan gambaran lebih luas, apabila ternyata dari hasil yang diperoleh ditemukan bahwa pelatihan tersebut tidak memberikan keuntungan baik bagi peserta maupun bagi perusahaan.

Dapat disimpulkan bahwa model evaluasi ini merupakan tambahan dari model evaluasi Kirkpatrick yaitu adanya level ROTI (Return On Training Investment), pada level ini ingin melihat keberhasilan dari suatu program pelatihan dengan melihat dari Cost- Benefit-nya, sehingga memerlukan data yang tidak sedikit dan harus akurat untuk menunjang hasil dari evaluasi pelatihan yang valid.

Penerapan model evaluasi empat level dari Kirkpatrick dalam pelatihan dapat diuraikan dengan persyaratan yang diperlukan sebagai berikut.

Level 1: Reaksi
Evaluasi reaksi ini sama halnya dengan mengukur tingkat kepuasan peserta pelatihan. Komponen-komponen yang termasuk dalam level reaksi ini merupakan acuan untuk dijadikan ukuran. Komponen-komponen tersebut indikatornya adalah:
1. Instruktur/ pelatih. Dalam komponen ini terdapat hal yang lebih spesifik lagi yang dapat diukur, disebut juga dengan indikator. Indikator-indikatornya adalah kesesuaian keahlian pelatih dengan bidang materi, kemampuan komunikasi dan keterampilan pelatih dalam mengikutsertakan peserta pelatihan untuk berpartisipasi.
2. Fasilitas pelatihan. Dalam komponen ini, yang termasuk dalam indikator-indikatornya adalah ruang kelas, pengaturan suhu di dalam ruangan dan bahan dan alat yang digunakan.
3. Jadwal pelatihan. Yang termasuk indikator-indikator dalam komponen ini adalah ketepatan waktu dan kesesuaian waktu dengan peserta pelatihan, atasan para peserta dan kondisi belajar.
4. Media pelatihan. Dalam komponen ini, indikator-indikatornya adalah kesesuaian media dengan bidang materi yang akan diajarkan yang mampu berkomunikasi dengan peserta dan menyokong instruktur/ pelatihan dalam memberikan materi pelatihan.
5. Materi Pelatihan. Yang termasuk indikator dalam komponen ini adalah kesesuaian materi dengan tujuan pelatihan, kesesuaian materi dengan topik pelatihan yang diselenggarakan.
6. Konsumsi selama pelatihan berlangsung. Yang termasuk indikator di dalamnya adalah jumlah dan kualitas dari makanan tersebut.
7. Pemberian latihan atau tugas. Indikatornya adalah peserta diberikan soal.
8. Studi kasus. Indikatornya adalah memberikan kasus kepada peserta untuk dipecahkan.
9. Handouts. Dalam komponen ini indikatornya adalah berapa jumlah handouts yang diperoleh, apakah membantu atau tidak.

Level 2: Pembelajaran
Pada level evaluasi ini untuk mengetahui sejauh mana daya serap peserta program pelatihan pada materi pelatihan yang telah diberikan, dan juga dapat mengetahui dampak dari program pelatihan yang diikuti para peserta dalam hal peningkatan knowledge, skill dan attitude mengenai suatu hal yang dipelajari dalam pelatihan.

Pandangan yang sama menurut Kirkpatrick, bahwa evaluasi pembelajaran ini untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh dari materi pelatihan. Oleh karena itu diperlukan tes guna utnuk mengetahui kesungguhan apakah para peserta megikuti dan memperhatikan materi pelatihan yang diberikan. Dan biasanya data evaluasi diperoleh dengan membandingkan hasil dari pengukuran sebelum pelatihan atau tes awal (pre-test) dan sesudah pelatihan atau tes akhir (post-test) dari setiap peserta. Pertanyaan-pertanyaan disusun sedemikian rupa sehingga mencakup semua isi materi dari pelatihan.

Level 3: Perilaku
Pada level ini, diharapkan setelah mengikuti pelatihan terjadi perubahan tingkah laku peserta (karyawan) dalam melakukan pekerjaan. Dan juga untuk mengetahui apakah pengetahuan, keahlian dan sikap yang baru sebagai dampak dari program pelatihan, benar-benar dimanfaatkan dan diaplikasikan di dalam perilaku kerja sehari-hari dan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja/ kompetensi di unit kerjanya masing-masing.

Level 4: Hasil
Mengukur hasil dari training terhadap keuntungan perusahaan (profitability), produktifitas, kualitas kerja, penjualan, turnover dan pengeluaran (expenses), hanya sekitar 7% organisasi yang menerapkan cara ini. Reaksi, didefinisikan sebagai bagaimana tanggapan peserta terhadap program training tersebut. Pembelajaran, suatu tingkatan dimana peserta secara tertulis diuji untuk dapat mengetahui sejauh mana materi training telah diterima oleh mereka. Perilaku, ditujukan untuk mengukur perubahan sikap kerja dalam kegiatan sehari-hari. Hasil digunakan untuk mengetahui seberapa besar program pelatihan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

Hasil akhir tersebut meliputi, peningkatan hasil produksi dan kualitas, penurunan harga, peningkatan penjualan. Tujuan dari pengumpulan informasi pada level ini adalah untuk menguji dampak pelatihan terhadap kelompok kerja atau organisasi secara keseluruhan. Sasaran pelaksanaan program pelatihan adalah hasil yang nyata yang akan disumbangkan kepada perusahaan sebagai pihak yang berkepentingan. Walaupun tidak memberikan hasil yang nyata bagi perusahan dalam jangka pendek, bukan berarti program pelatihan tersebut tidak berhasil. Ada kemungkinan berbagai faktor yang mempengaruhi hal tersebut, dan sesungguhnya hal tersebut dapat dengan segera diketahui penyebabnya, sehingga dapat pula sesegera mungkin diperbaiki.

b) Pedoman/Cara Mengevaluasi Manfaat Program Pelatihan

  • Penetapan  Tujuan

Tujuan evaluasi manfaat program pelatihan adalah untuk memperoleh informasi tentang manfaat dari proses dan hasil pelaksanaan program pelatihan sebagai indicator  manfaat/keberhasilan program pelatihan itu sendiri.

  • Gambaran Hasil yang dicapai agar ditemukan nilai manfaat hasil program pelatihan baik kelemahan maupun kelebihan sehingga dapat dipergunakan sebagai standard program pelatihan meliputi kepesertaan, isi program, sarana dan pasilitas serta kondisi pelaksanaan dan pengembangan lebih lanjut.
  • Penentuan pertanyaan yang di harapkan berkaitan dengan parameter-parameter pada aspek penyelenggaraan, materi pelatihan dan produk dari hasil pelaksanaan program pelatihan.
  • Metoda yang digunakan kualitatif dan atau kuantitatif yang obyeknya : penyelenggara, instruktur, peserta, dokumen administrasi bengkel.

 

  • Pemilihan Staff/Tim validasi

(1)   Internal : Personil bidang Penyelenggaraan dan Instruktur

(2)   External : Pengguna dan Profesi

  • Pengumpulan data

Memilih Metoda Pengumpulan Data

Langkah berikutnya adalah memilih metoda untuk memperoleh data yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat :

ü  Metoda Kuantitatif, mengukur jumlah dan statistik dari informasi yang diharapkan, dan pengumpulan datanya dilakukan dengan ditabulasi, test, daftar check dan sebagainya.

 

Dapat dilakukan dengan cara :

 

Himpunan rekaman (record)

 

: Dari rekaman yang telah dihimpun dapat dikumpulkan beberapa informasi, misalnya jumlah peserta yang keluar sebelum pelatihan berakhir, jumlah peserta yang mendapat pekerjaan dan sebagainya.
Kuesioner (questionaires) : Merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang dibagikan kepada peserta untuk diisi tanpa membubuhkan nama peserta tersebut. Dari informasi yang terkumpul dapat diolah dan diarsipkan.
Dengan Test : Test dapat dikembangkan dan dibuat standar, biasanya mengukur tingkatan kecerdasan, kepribadian, bakat, kompetensi yang telah dimiliki, dan lain-lain.

Dengan test dapat diketahui potensi serta kemajuan peserta dalam pelatihan. Dalam memilih test yang akan digunakan, harus dipertimbangkan populasi pesertanya.

Daftar Check

(check list)

: Dengan daftar check banyak hal yang dapat dikumpulkan dan dilakukan dengan cepat. Cara ini bermanfaat untuk mengevaluasi atau memonitor kegiatan yang telah dijadwalkan secara teratur.

 

ü  Metoda Kuantitatif, mengukur sejauh mana manfaat fasilitas pelatihan, proses pembelajaran, dan isi kurikulum serta bagaimana sikap dan perilaku dan pendapat peserta terhadap pelatihan yang diikutinya.

Pengumpulaan data kuantitatif dapat dilakukan dengan cara :

 

 

Observasi (langsung) : Dengan cara ini dapat secara langsung diketahui sikap, tempramen serta keadaan yang sebenarnya berlangsung selama proses pelatihan, baik dari pihak peserta, instruktur maupun fasilitasyang digunakan. Namun harus diusahakan agar pelaksanaan obeservasi (langsung) ini tidak mengganggu proses pelatihan.
Wawancara (interview) : Cara ini dilakukan dengan cara tatap muka serta tanya jawab secara lisan dari wawancra terhadap perorangan maupun kelompok kecil. Dalam hal ini pewancara sudah siap dengan pertanyaan yang telah disesuaiakan dengan jenis inforamasi yang akan dihimpun.

Cara ini akan lebih efektif terhadap peserta yang mempunyai kesulitan dalam hal menulis dan membaca dan dapat diperoleh informasi yang lebih akurat.

Himpunan rekaman (record) : Dari beberapa himpunan rekaman dapat dilihat adanya kejadian-kejadian serta kegiatan program pelatihan misalnya dari dokumen instruktur, hasil evaluasi kemajuan peserta, laporan-laporan, minutes of meeting, rencana pembelajaran, kurikulum serta dokumen lain yang bersifat kualitatif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh alat pengumpul data :

 

ANGKET KEPUASAN PESERTA PELATIHAN

Dalam rangka pelaksanaan evaluasi manfaat dari hasil program pelatihan sesuai dengan bidang kejuruan yang diikiuti, maka dengan ini kami mohon kesediaan anda untuk dapat  membantu tim evaluasi dengan kesungguhan dan ketulusan hati serta berdasarkan pertimbangan yang matang mengisi lembar isian di bawah ini. Atas partisipasi dan kerjasamanya, pihak penyelenggara pelatihan kerja mengucapkan terima kasih.

NAMA

:

 

NIP

:

…………………………………………………………………………………..

KEJURUAN

:

…………………………………………………………………………………..

UNIT KERJA

:

…………………………………………………………………………………..

     
     Jawablah dengan menggunakan tanda Ö  pada kotak pilihan jawaban dengan   ketentuan:

5      = Sangat Memuaskan

4      = Memuaskan

3      = Cukup Memuaskan

2      = Tidak Memuaskan

1      = Sangat Tidak Memuaskan

  1. Parameter aspek penyelenggaraan

 

  1. Parameter kelengkapan sarana dan fasilitas peatihan

 

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Kondisi ruang kelas sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran

2.

Kondisi ruang praktek /bengkel sesuai dengan standar workshop sehingga proses pelatihan aman dan lancar

                       

3.

Kondisi mesin dan perlengkapannya sesuai dengan standard an kebutuhan program pelatihan

                       

4.

Kondisi peralatan dan bahan sesuai dengan standard an kebutuhan program pelatihan

5.

Kondisi peralatan dan perlengkapan K-3 sesuai dengan standard ruang kelas dan praktek / bengkel dan kebutuhan peserta mpelatihan

6.

Rasio fasilitas dan bahan pelatihan dengan jumlah peserta memadai

 

  1. Parameter proses pembelajaran/metodologi

 

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Keseuaian / ketepatan urutan penyampaian materi pembelajaran dengan materi unit-unit kompetensi

2.

Kesesuaian penggunaan strategi pembelajaran dan penilaian dengan pencapaian tujuan program pelatihan

3.

Daya serap peserta pelatihan terhadap materi pembelajaran

4.

Terlaksananya keberhasilan tugas-tugas dan pemecahan masalah sesuai dengan materi pembelajaran

5.

Penggunaan alata dan materi evaluasi sesuai dengan tujuan pembelajaran

 

 

 

  1. Parameter kesesuaian persyaratan peserta pelatihan

 

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Pemenuhan syarat tingkat pendidikan formal

2.

Pemenuhan syarat tingkat pendidikan non formal/pelatihan kerja

3.

Pemenuhan syarat bukti pengalaman kerja

4.

Pemenuhan syarat batas usia

5.

Pemenuhan syarat fisik/kesehatan

6.

Pemenuhan syarat system rekrutmen seleksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Parameter jadwal pelatihan

 

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Kesesuaian/ ketepatan waktu proses pembelajaran. Teori dengan waktu yang tercantum dalam silabus program pelatihan

2.

Kesesuaian/ ketepatan waktu proses pembelajaran. Praktek dengan waktu yang tercantum dalam silabus program pelatihan

3.

Kesesuaian/ ketepatan waktu proses pembelajaran. OJT dengan waktu yang tercantum dalam silabus program pelatihan

4.

Kesesuaian/ ketepatan waktu proses pembelajaran. Unit-unit kompetensi dalam kurikulum program pelatihan

5.

Kesesuaian/ketepatan jangka waktu pelaksanaan program dengan jangka waktu yang tercantun dalam program pelatihan

6.

Pencapaian tingkat efisiensi penyelenggaraan program pelatihan

 

  1. Parameter mekanisme kerja internal lembaga pelatihan kerja

 

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Tingkat pengakuan masyarakat dan pengguna terhadap penyelenggaraan pelatihan

2.

Daya dukung tim pelaksana terhadap proses penyelenggaraan pelatihan

3.

Kerjasama individu dengan individu lain dalam proses penyelenggaraan pelatihan

4.

Kerjasama individu dengan kelompok dalam proses penyelenggaraan pelatihan

5.

Kerjasama kelompok dengan kelompok lain dalam proses penyelenggaraan pelatihan

6.

Tingkat hubungan interpersonal dalam proses penyelenggaraan pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Parameter kondisi K-3

 

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Kondisi keamanan dan kenyamanan kerja dalam proses pembelajaran

2.

Menurunnya kecelakaan kerja dalam proses pembelajaran

3.

Penyediaan perlengkapan dan bahan k-3 dalam proses pelaksanaan pelatihan

4.

Penggunaan peralatan/perlengkapan K-3 untuk sarana dan fasilitas dalam proses pembelajaran

5.

Penggunaan perlengkapan dan bahan k-3 juntuk instruktur dan peserta dalam proses dalam proses pembelajaran

 

F     PEMBOBOTAN

Berikan pembobotan terhadap dimensi di bawah ini dilihat dari tingkat kepentingan menurut persepsi Anda secara persentase.

 

NO

VARIABEL

BESARNYA BOBOT

1.

Program pelatihan

………………….%

2.

Fasilitas pelatihan

………………….%

3.

Fasilitas pendukung

………………….%

4.

Kinerja management

………………….%

5.

Kinerja Instruktur

………………….%

JUMLAH

100%

 

1.)           Pengolahan data

Setelah kuesioner dibagikan dan diisi oleh responden, maka jawaban responden kita tabulasikan untuk masing-masing indikator/pertanyaan/pernyataan dalam setiap variabel, baik untuk jawaban yang diharapkan maupun jawaban aktual. Contoh di bawah adalah hasil tabulasi dari jawaban responden dalam kelompok variabel program pelatihan, baik jawaban yang diharapkan maupun aktualnya, untuk mendapatkan kepuasan rata-rata tiap variabelnya

 

Kinerja Program yang diharapkan

Kinerja Program aktual

 

Demikian juga dilakukan hal yang sama untuk variabel-variabel lainnya, seperti fasilitas pelatihan, fasilitas pendukung, kinerja management dan kinerja instruktur.

Selanjutnya tabulasikan bobot untuk masing-masing variabel, dan dibuat rata-ratanya.

Misal, setelah ditabulasi dan dirata-ratakan, didapat pembobotan seperti di bawah ini.

 

NO

VARIABEL

BESARNYA BOBOT

1.

Program pelatihan

13,4 %

2.

Fasilitas pelatihan

11,7 %

3.

Fasilitas pendukung

12,9 %

4.

Kinerja management

29,5 %

5.

Kinerja Instruktur

32,5 %

JUMLAH

100%

 

Misal, dari hasil tabulasi semua variabel dan bobotnya diperoleh data awal seperti di bawah ini

 

 

 

 

Variabel

Bobot

Rata-rata diharapkan

Rata-rata aktual

Score diharapkan

Score   aktual

Prog. pelatihan

0,134

4,545

2,988

0,609

0.400

Fasilitas Pel.

0,117

4,237

4,119

0,496

0,482

Fas. pendukung

0,129

4,675

3,451

0,603

0,445

Management

0,295

4,652

3,331

1,372

0,983

Instruktur

0,325

4,833

3,112

1,571

 

1,011

 

Jumlah bobot seluruh variabel = 1

Score diharapkan = rata-rata diharapkan x bobot

Score aktual        = rata-rata aktual X bobot

 

 

Analisis gap

Gap adalah selisih antara score yang diharapkan dengan score aktual. Makin besar selisih antara keduanya berarti diperlukan usaha yang lebih keras lagi harus dilakukan untuk indikator atau variabel tersebut

Variabel

Score diharapkan

Score   aktual

Gap

Prog. pelatihan

0,609

0,400

0,209

Fasilitas Pelatihan

0,496

0,482

0,014

Fasilitas pendukung

0,603

0,445

0,158

Management

1,372

0,983

0,389

Instruktur

1,571

1,011

0,560

 

 

Kemudian masing masing dijumlahkan dan dirata-ratakan seperti contoh di bawah ini

Variabel

Score diharapkan

Score   aktual

Gap

Prog. pelatihan

0,609

0,400

0,209

Fasilitas Pel.

0,496

0,482

0,014

Fas. pendukung

0,603

0,445

0,158

Management

1,372

0,983

0,389

Instruktur

1,571

1,011

0,560

 

 

0,930

0,664

 

 

Score rata-rata aktual

Indeks Kepuasan Total = ——————————-

Score rata-rata diharapkan

 

0,664

Indeks Kepuasan Total = ———– X 100 %  = 71,4 %

0,930

 

 

Variabel

Bobot

Indeks kepuasan tiap variabel

Dlm %

Prog. pelatihan

0,134

0,66

66%

Fasilitas Pel.

0,117

0,97

97%

Fas. pendukung

0,129

0,74

74%

Management

0,295

0,72

72%

Instruktur

0,325

0,643

64%

Score aktual dibagi score diharapkan

 

 

 

 

 

Selanjutnya, dibuat matriks kepuasan strategisnya seperti contoh di bawah ini

 

Variabel

Bobot

Indeks kepuasan tiap variabel

Dlm %

Prog. pelatihan

0,134

0,66

66%

Fasilitas Pel.

0,117

0,97

97%

Fas. pendukung

0,129

0,74

74%

Management

0,295

0,72

72%

Instruktur

0,325

0,643

64%

Sumbu horisontal

Sumbu vertikal

 

 

 

 

 

 

 

Matriks kepuasan strategis

 

 

 

 

 

 

Fasilitas  
 

 

 

 

 

     
 

 

 

 

 

 

Fas. pendukung

 

 

Management

 
 

 

 

 

 

Program    

Instruktur

 

Jika masing-masing koordinat titik yang dibentuk dari bobot harapan/ kepentingan dan indeks kepuasan untuk setiap variabel berada pada kuadran I, II, III atau kuadran IV, maka kesimpulannya dapat dilihat pada matriks di bawah ini :

 

 

 

 

 

REDUCE FOCUS

Fasilitas

MAINTAIN

 

 

 

 

 

     
 

 

 

IMPROVE

 

 

 

Fas. pendukung

PRIORITY TO IMPROVE

 

Management

 
 

 

 

 

 

Program    

Instruktur

 

 

 

 

 

  • Pengolahan data analisis pada :

(1)   Rekapitulasi

(2)   Tabulasi

(3)   Interprestasi data dan konklusi/kesimpulan

(4)   Penyajian Data

 

  • Penyusunan Laporan

 

5)   Pedoman Mengevaluasi Perubahan perilaku kerja purna  pelatihan

- Mengevaluasi perilaku lulusan

Mengevaluasi perilaku lulusan sebaiknya dilakukan setelah sekitar 6-12 bulan sejak menyelesaikan pelatihan dan sudah melaksanakan tugas kembali.

Tujuan evaluasi ini adalah untuk:

  • Mengetahui aplikasi hasil pelatihan oleh lulusan di tempat kerjanya dan masalah- masalah yang timbul atau dihadapinya waktu melaksanakan tugas.
  • Mengetahui sejauh mana ketepatan program pelatihan terhadap kebutuhan pelatihan dalam memenuhi kualifikasi jabatan.
  • Mengetahui komitmen manajemen memberikan kesempatan lulusan mengaplikasikan hasil pelatihannya.

Oleh sebab itu, sebaiknya evaluasi dilakukan terhadap kinerja lulusan sebelum menempuh pelatihan dan sesudahnya. Dengan demikian, akan diketahui perubahannya.

 

LEMBAR MENGEVALUASI LULUSAN


Nama Lulusan yang dievaluasi : ……………………
Tanggal                                           : ……………………

 

KINERJA SEBELUM

PELATIHAN

UNSUR YANG DIEVALUASI KINERJA SETELAH

PELATIHAN

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
          Sikap kerja memastikan SOP          
          Taat azas mengikuti prosedur kerja          
          Penggunaan alat/mesin          
          Penggunaan bahan          
          Produk yang dihasilkan          
          Waktu kerja yang digunakan          
          Indeks prestasi kerja          

Keterangan :

1  = Peserta tidak memiliki kecakapan dalam melaksanakan tugasnya

2  = Peserta memiliki kecakapan terbatas dalam melaksanakan tugasnya

3  = Peserta memiliki cukup kecakapan dalam melaksanakan tugasnya

4 = Peserta memiliki kecakapan yang baik dalam melaksanakan tugasnya

5 = Peserta memiliki kecakapan yang sangat baik dalam melaksanakan tugasnya

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR ISIAN LULUSAN


Nama Lulusan : ……………………
Tanggal            : ……………………

KINERJA SEBELUM

PELATIHAN

MATERI YANG DIEVALUASI KINERJA SETELAH

PELATIHAN

1 2 3 4 1 2 3 4
        Unit kompetensi 1        
        Unit kompetensi 2        
        Unit kompetensi 3        
        Unit kompetensi 4        
        Unit kompetensi 5        
        Unit kompetensi 6        
        Unit kompetensi…dst        

KETERANGAN :

1 = Tidak dapat digunakan pada waktu melaksanakan tugas

2  = Dapat digunakan sebagian dalam melaksanakan tugas

3  = Dapat digunakan semua dalam melaksanakan tugas, tetapi masih perlu bimbingan

4  = Dapat digunakan semua dalam melaksanakan tugas tanpa bimbingan]

 

6)   Dasar-dasar statistik manfaat program pelatihan sesuai dengan parameter

Statistik adalah kata yang luar biasa karena memiliki dua makna. Keduanya (secara khusus) didasarkan pada data numerik yang mendiskripsikan beberapa fenomena, dan sebagai ilmu pengetahuan dalam mengumpulkan dan menganalisis data.

Statistik memiliki derita yang panjang dari tekanan yang buruk dalam dua hal. Satu dapat membelokkan fakta untuk menggugat setiap tujuan. Yang kedua adalah bahwa hal ini adalah hal yang membosankan.

Hal ini memiliki dua konsekuensi. Yang pertama bahwa reputasi dari statistik sebagai sesuatu yang membosankan sekarang secara lengkap telah meluas dari sasarannya.

Konsekuensi kedua dari perkembangan komputer adalah bahwa, pada bagian terkecil pada level awal, kita tidak bisa meninggalkan aljabar dan aritmatik pada metode-metode statistik.

Seorang ahli statistik memiliki bagian yang terbaik pada penelitian-penelitian ilmiah.

Aturan dari seorang ahli statistik adalah menentukan bagaimana cara mengumpulkan data (pada desain eksperimental dan sampel).

 

Pengelompokan Statistika

Statistika Deskriptif: statistika yang menggunakan data pada suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan mengenai kelompok itu saja

ü  Ukuran Lokasi: mode, mean, median, dll

ü  Ukuran Variabilitas: varians, deviasi standar, range, dll

ü  Ukuran Bentuk: skewness, kurtosis, plot boks

ü  Statistika Inferensi (Statistika Induksi): statistika yang menggunakan data dari suatu sampel untuk menarikkesimpulan mengenai

 

Pengelompokan Statistika lainnya

Statistika Parametrik:

ü  Menggunakan asumsi mengenai populasi

ü  Membutuhkan pengukuran kuantitatif dengan level data interval atau rasio

Statistika Nonparametrik (distribution-free statistics for use with nominal / ordinal data):

ü  Menggunakan lebih sedikit asumsi mengenai populasi (atau bahkan tidak ada sama sekali)

ü  Membutuhkan data dengan level serendah rendahnya Ordinal

 

Istilah-istilah Dasar

ü  Populasi: sekumpulan orang atau objek yang sedang diteliti

ü  Sensus: pengumpulan data pada seluruh populasi

ü  Sampel: sebagian dari populasi yang, apabila diambil dengan benar, merupakan representasi dari populasi

ü  Parameter: ukuran deskriptif dari populasi

ü  Statistik: ukuran deskriptif dari sampel

 

Jenis Data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Distribusi Frekuensi

Testimoni

Filed under : blog, tags: