Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mengembangkan User Interface TIK.PR02.007.01

Apr
28
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

 

MENGEMBANGKAN USER INTERFACE   

TIK.PR02.007.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………….1

 

BAB I. 3

PENGANTAR. 3

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2 Penjelasan Modul 3

1.2.1 Desain Modul 3

1.2.2 Isi Modul 4

1.2.3 Pelaksanaan Modul 4

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

 

BAB II. 7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1 Peta Paket Pelatihan. 7

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 8

2.3.2 Deskripsi Unit 8

2.3.3 Elemen Kompetensi 8

2.3.4 Batasan Variabel 9

2.3.5 Panduan Penilaian. 9

 

BAB III. 11

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 11

3.1 Strategi Pelatihan. 11

3.2 Metode Pelatihan. 12

 

BAB IV. 13

MATERI UNIT KOMPETENSI. 13

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 13

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 13

4.4 Implementasi Rancangan User Interface. 22

4.4.1 Menu Program yang Sesuai 22

4.4.2 Penempatan User-Interface Dialog. 24

4.4.3 Pengaturan Komponen User-Interface. 25

4.4.4 Model dari Komponen User Interface. 25

4.5 Menguji User-Interface. 28

4.5.1 Kompilasi Kode Program.. 28

4.5.2 Menu Dialog Dijalankan. 28

4.5.3 User Interface Dijalankan. 28

4.5.4 Catatan Pengujian. 28

 

BAB V. 31

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  31

5.1 Sumber Daya Manusia. 31

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi) 32

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 33

 

DAFTAR PUSTAKA. 34

 

 

 

//HALAMAN 25 – MASIH OUT OF CONTENT – PENJELASAN ADA DI HALAMAN TERSEBUT

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-    Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-    Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-    Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-    Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR02.007.01     Mengembangkan User Interface   

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara membuat program untuk membangkitkan data dasar.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para programmer, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit                : TIK.PR02.007.01

Judul Unit                 : Mengembangkan User Interface  

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   mengembangkan User Interface yang ada dalam program aplikasi. Dalam membuat rancangan User Interface, diperlukan rancangan tampilan, alur, dan data yang mengalir. Selain itu dijelaskan prinsip-prinsip tampilan yang sesuai dengan estetika dan implementasi dari User-interface  yang dikembangkan.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01  Menerapkan hasil rancangan User Interface    1.1   Bentuk rancangan User Interface   , alur   proses,data/table dipahami

1.2         Struktur menu dan User Interface    dialog diaplikasikan

1.3   Komponen User Interface    dialog di        identifikasikan

1.3         Sekuensial dari akses komponen User Interface    dialog diaplikasikan

 

02 Mengimplementasikan rancangan User Interface    2.1   Menu program sesuai dengan rancangan   Program  di implementasikan

2.2     Penempatan User Interface    dialog diatur sesuai sekuensial dari alur proses di implementasikan

2.3     Setting aktif – pasif komponen User Interface    dialog sesuai dengan urutan alur proses

2.4     Penentuan atau bentuk style dari komponen User Interface    sesuai dengan kebutuhan pengguna

03 Menguji User Interface    3.1   Kode program dikompilasi dan dijalankan

3.2     Menu dialog dijalankan dan diuji sesuai dengan spesufikasi program

3.3     User Interface    dialog dijalankan dan diuji sesuai dengan spesifikasi program

3.4     Hasil pengujian direkam ke dalam catatan pengujian

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk sektor pemrograman database.

2. Membuat program untuk membangkitkan data sederhana bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari:

1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini:

1.1     Mengoperasikan bahasa pemrograman

1.2   Menulis program

1.3   Melakukan pengujian unit

 

2. Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau tempat lain secara teori dan praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1   Kemampuan untuk mengimplementasikan komponen User Interface   

3.2   Kemampuan untuk mengimplementasikan setting aktif-pasif dan urutan akses komponen User Interface   

 

4. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini juga mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan bidang pemrograman

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu           dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi           harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian           konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sekor tertentu. Batasan variable akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

  Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1 Mengumpulkan, mengorganisisir, dan menganalisa informasi

1

2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4 Bekerja dengan mengunakan orang lain dan kelompok

2

5 Menggunakan ide-ide dan teknik informatika

2

6 Memecahkan masalah

2

7 Menggunakan teknologi

1

Tabel 2 Kompetensi kunci

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan langkah dan panduan dalam perancanagan dan pengemabangan User Interface   .
  • Siswa mampu membuat program aplikasi yang menerapkan prinsip ser interface .
  • Siswa mampu mengimplementasikan User Interface    yang dibuat.

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui apa alasan dibuatnya User Interface   .
  • Siswa dapat mengetahui cara perancanagn User Interface   
  • Siswa dapat membuat statechart.
  • Siswa dapat memberikan contoh tools yang dapat dipakai untuk merancang User Interface.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Hasil rancangan User Interface   

Membangun dan merancang User Interface melibatkan metode yang sederhana dan cepat untuk memenuhi kebutuhan klien. Kemudian, mereka memerlukan metode yang tepat untuk mengerjakan detail yang dibutuhkan pelanggan, untuk bekerja sama dengan rekan khusus, dan untuk memberitahukannya kepada perancang.

 

Seperti membangun bangunan, perancang usert-interface yang sukses mengetahui bahwa penting untuk menyelesaikan dan melengkapi rancangan sebelum mereka mulai membangunnya, walaupun mereka mengetahui bahwa akan ada banyak perubahan yang perlu dilakukan selama proses konstruksi. Untuk sebuah proyek yang besar, banyak perancang mungkin lebih dibutuhkan. Ukuran dan kepentingan dari setiap proyek akan menentukan tingkat usaha dan peserta proyek.

 

4.3.1 Rancangan, Alur, Data

Metode spesifikasi

Aset pertama dalam membuat rancangan adalah sebuah notasi yang baik untuk merekam dan mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan alternatif. Bahasa standar untuk spesifikasi dalam beberapa bidang adalah bahasa alami perancang, seperti Bahasa Inggris, dan sebuiah sketsa atau papan. Tapi spesifikasi bahasa natural cenderung panjang, samar-samar, dan kurang jelas, dan maka itu seringkali sulit untuk membktikan ketepatan. Kekonsistenan, atau kelengkapan. Bahasa formal dan non formal telah membuktikan nilainya pada banyak bidang, seperti matematika, fisika, rancangan sirkuit, dan musik. Bahasa formal memiliki sebuah tata bahasa yang spesifik, dan prosedu-prosedur yang efektif ada untuk menentukan apakah sebuah kata cocok untuk tata bahasa dari sebuah bahasa.

 

Tata bahasa untuk sebuah bahasa perintah efektif, tapi untuk Graphical User Interface (GUI), jumlah sintak-nya kecil. Dalam GUI, sebuah tata bahasa mungkin digunakan untuk mendeskripsikan urutan aktivitas, tapi tata bahasa ini cenderung pendek, membuat diagram transaksi dan spesifikasi grafis semakin ditonjolkan.

 

4.3.2 Struktur, Menu, dan Dialog

Struktur pohon populer, dan maka itu menspesifikasikan pohon menu dengan menggambar sebuah pohon secara sederhana dan menunjukan tampilan menu perlu mendapatkan perhatian. Metode yang lebih umum dari diagram transisi memiliki aplikasi yang lebih luas dalam perancangan User Interface. Peningkatan seperti state chart memiliki fitur yang ditujukan untuk kebutuhan dari system interaktif. Pendekatan-pendekatan baru seperti user action notation (UAN) sangat berguna dalam membuat karakter dari sifat user dan beberapa aspek dari respon sistem.

 

Menu Single

Dalam beberapa situasi, sebuah menu tunggal cocok untuk melaksanakan sebuah tugas. Menu tunggal memiliki satu atau beberapa item atau memungkinkan pemilihan yang lebih dari satu.

 

 

Menu Tunggal

 

 

Linear Sequence

 

 

Struktur Pohon

 

 

Jaringan Acyclic

 

Jaringan Cyclic

 

Tata Bahasa

Dalam pemrograman computer, Backus-Naur form (BNF) seringkali digunakan untuk mendeskripsikan bahasa pemrograman. Komponen tingkat tinggi dideskripsikan oleh nonterminal, dan kata-kata spesifik adalah terminal. Mari kita beri contoh sebuah buku telepon. Nonterminal mendeskripsikan nama orang dan sebuah nomor telepon. Nama terdiri dari karakter. Nomor telepon memiliki tiga komponen: sebuah kode area, sebuah exchange, dan sebuah nomor lokal.

 

<Telephone book entry> ::=<Name> <Telephone number>

<Name> ::= <Last Name>, <First Name>

<Last name> ::= <string>

<First Name> ::- <string>

<string> ::= <character> | <character> <string>

<character> ::=

A|B|C|D|E|F|G|H|I|J|K|L|M|N|O|P|Q|R|S|T|U|V|W|X|Y|Z

<Telephone Number> ::=(<area code>)   <exchange>-<local number>

<area code> ::=<digit> <digit> <digit>

<exchange> ::= <digit> <digit> <digit>

<local number> ::= <digit> <digit> <digit> <digit>

<digit> ::= 0|1|2|3|4|5|6|7|8|9

 

Sebelah kiri dari garis spesifikasi adalah nonterminal yang didefinisikan oleh sebelah kanan. Garis lurus mengindikasikan alternatif untuk nonterminal dan terminal. Contoh hasilnya adalah:

 

WASHINGTON, GEORGE (301)555-1234

BEEF, STU (726)768-7878

A, Z (999)111-1111

 

Notasi BNF digunakan dengan luas, walaupun tidak lengkap dan harus dilengkapi oleh teknik untuk menspesifikasikan kode area atau nama yang mungkin. Keuntungannya adalah beberapa aspek tata bahasa dan kata-kata dalam bahasanya dapat dituliskan dengan jelas dan tepat. Di sisi lain, tata bahasa sulit diikuti karena mereka terus berkembang dan membuat pusing pemakai.

 

Pohon Pemilihan Menu dan Kotak Dialog

Untuk banyak aplikasi sebuah pemilihan menu adalah sebuah model pemilihan yang sangat baik karena strukturnya yang sederhana yang memandu perancang dan pemakai. Metode spesifikasi meliputi peralatan online untuk membantu dalam konstruksi dari pohon menu dan peralatan menggambar yang sederhana yang memungkinkan perancang dan pemakai untuk melihat keseluruhan pohon dalam satu waktu.

 

Pohon menu kuat sebagai sebuah peralatan spesifikasi karena mereka menampilkan kepada user, manajer, dan orang yang akan mengimplementasikannya, dan orang lainnya cakupan dari sistem     secara lengkap dan detail. Seperti sebuah peta, sebuah pohon menu menunjukan hubungan tingkat tinggi dan detail dari tingkat rendah. Dengan sebuah sistem     yang besar, pohon menu harus disandarkan pada sebuah landasan yang besar, tapi penting untuk dapat melihat keseluruhan struktur dalam suatu waktu untuk memeriksa konsistensi, kelengkapan, dan pengurangan dai redundansi dan hal yang kurang jelas.

 

Alasan serupa berlaku untuk mengaplikasikan kotak dialog. Mencetak kotak dialog dan menampilkan hubungan di antaranya sangat berguna untuk mendapatkan sebuah gambaran dari keseluruhan system untuk mengecek kekonsistenan dan kelengkapan.

 

4.3.3 Komponen user-interface

User-action notation (UAN)

Pendekatan tata bahasa dan diagram untuk spesifikasi cocok untuk menu, perintah, atau pengisian formulir, tapi semua itu tidak cocok untuk interface  manipulasi langsung, karena semua itu tidak dapat mencakupi variasi aktivitas dan timbale balik visual yang disediakan system. Sebagai tambahan, interface  manipulasi langsung sangat bergantung pada konteks untuk menentukan arti dari sebuah masukan. Sebagai contoh, sebuah penekanan pada mouse dapat berarti pemilihan sebuah file, membuka sebuah window, atau memulai sebuah aplikasi, tergantung di mana kursor berada ketika penekanan diaplikasikan. Dengan konteks yang sama, sulit untuk mengkarakterisasikan hasil dari pemindahan ikon, karena hal ini tergantung dari apa yang dipindahkan.

 

UAN memiliki symbol yang spesifik untuk interface untuk aktivitas-aktivitas, dan untuk konkurensi dan timbal balik. Simbol-simbol ini dipilih untuk merepresentasikan aktivitas-aktivitas. UAN tidak dapat menspesifikasikan dengan baik grafik yang lengkap, seperti menggambarkan programm atau animasi, hubungan antara tugas, dan interupsi dari behaviour. Tapi bagaimanapun, UAN adalah sebuah pendekatan tingkat tinggi dan kuat untuk menspesifikasikan behaviour sistem dan mendeskripsikan aktivitas-aktivitas pemakai.

 

4.3.4 Sekuensial User-Interface

Diagram Transisi

Pohon menu tidak lengkap karena mereka tidak menampilkan struktur keseluruhan dari aktivitas-aktivitas yang mengkin dilakukan oleh pemakai, seperti cara kembali ke menu sebelumnya, lompat ke menu untuk memulainya, atau penanganan kesalahan atau tampilan bantuan. Bagaimanapun, menambahkan semua transisi ini akan mengacaukan struktur pembersihan dari sebuah pohon menu. Untuk beberapa aspek dari proses perancangan, spesifikasi- spesifikasi yang lebih tepat dari setiap transisi yang mungkin ada. Juga untuk model interaksi nonmenu, ada sekumpulan status yang memungkinkan dan transisi yang dimungkinkan di antara status yang tidak dapat membentuk struktur pohon. Untuk hal-hal tersebut dan keadaan lainnya, notasi perancangan yang lebih umum dikenal sebagai diagram transisi sangat dibutuhkan.

 

Biasanya, sebuah diagram transisi memiliki sekumpulan nodes yang merepresentasikan status sistem dan sekumpulan hubungan antara nodes  yang merepresentasikan transisi yang mungkin. Setiap hubungan diberi label dengan aktivitas user yang memilih hubungan tersebut dan respon computer yang mungkin ada. Diagram transisi yang sederhana dalam Gambar 1 merepresentasikan sejumlah system pemilihan menu untuk tampilan sebuah restoran yang menunjukan apa yang terjadi ketika pemakai memilih sejumlah pilihan:

  1. Menambah sebuah restoran ke daftar.
  2. Menyediakan sebuah tampilan dari sebuah restoran.
  3. Membaca sebuah tampilan.
  4. Memperoleh bantuan
  5. Keluar, atau karakter lainnya (pesan kesalahan).

 

 

Gambar 1 Contoh diagram transisi

 

Gambar 2 menunjukan bentuk teksnya.

Gambar 2 Contoh bentuk teks dari diagram transisi

 

Gambar 3 menunjukan bentuk lain dari diagram transisi yang menampilkan frekuensi di antara hubungannya.

Gambar 3 Contoh bentuk lain dari diagram transisi

 

Banyak bentuk dari diagram transisi yang telah dibuat dengan notasi-notasi khusus untuk dapat menyesuaikan dengan daerah aplikasi, seperti control penerbangan atau pemrosesan kata. Alat untuk menciptakan dan me-maintain diagram transisi, diagram alur data, dan tampilan grafis lainnya adalah bagian dari lingkungan Computer-Assisted Software  Engineering (CASE), seperti Software  Through Pictures (Interactive Development Environments, Inc., http://www.ide.com). Dalam kebanyakan sistem, diagram dibuat oleh aktivitas manipulasi langsung, tapi perancang dapat memperoleh sebuah keluaran tekstual dari diagram transisi juga.

 

Sayangnya, diagram transisi tidak sesuai dengan system yang semakin berkembang, dan terlalu banyak transisi yang dapat menyebabkan tampilan yang rumit. Peningkatannya dapat dilakukan dengan menggantikan sebuah node dari transisi status dengan sebuah tampilan cetakan untuk memberikan tampilan bahwa ada perpindahan melalui tampilan dan kotak dialog. Penjelasan semacam ini berguna dalam perancangan dan pelatihan.

 

Perancangan untuk interface dengan ratusan kotak dialog, atau website dengan ratusan tampilan, lebih mudah untuk dipelajari ketika digunakan.

 

Statecharts

Walaupun diagram transisi efektif untuk alur atau aksi dan untuk menelusuri jejak dari status, semua itu dapat dengan cepat menjadi luas dan memusingkan. Modularitas memungkinkan jika nodes ada bersama subgraph, tapi strategi ini bekerja dengan baik hanya secara berurutan. Diagram transisi juga menjadi memusingkan ketika setiap node harus menunjukan hubungan ke sebuah status bantuan, melompat ke status sebelumnya, dan sebuah status keluar. Konkurensi dan sinkronisasi kurang dapat direpresentasikan oleh diagram transisi, walaupun beberapa variasi seperti petri-nets dapat membantu. Alternative yang dapat mengatasi masalah ini adalah statecharts, yang memiliki beberapa kebaikan untuk menspesifikasikan interface . Karena sebuah fitur pengelompokan ditawarkan melalui lingkaran yang bersarang, transisi yang berulang dapat difaktorkan ke luar lingkaran. Penambahan lainnya dalam statecharts – seperti konkurensi, kejadian dari eksternal, dan aksi dari pemakai—direpresentasikan di dalam Statemaster, yang merupakan sebuah peralatan User Interface berdasarkan statecharts. Statecharts juga dapat diperluas dengan alur data dan spesifikasi batasan.

 

4.4 Implementasi Rancangan User Interface

4.4.1 Menu Program yang Sesuai

Interface -Building Tools

Metode-metode spesifikasi penting untuk perancangan komponen dari sebuah system seperti bahasa perintah dan urutan pemasukan data. Diagram transisi yang dicetak merupakan gambaran yang sangat baik untuk menggambarkan sistemnya. Semua itu memungkinkan pemakai arsitek, perancang, manajer, dan pemakai untuk berdiskusi dan menyiapkan pekerjaan yang sedang ada di hadapan. Rancangan yang berbasiskan kertas merupakan cara yang baik untuk memulai, tapi spesifikasi yang mendetail dari User Interface yang lengkap memerlukan peralatan software .

 

Mengimplementasi user interface adalah dengan program aplikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi. Implementasi dari user interface dapat menggunakan software program aplikasi yang memiliki library yang dapat mengimplementasi user interface. Library masing-masing program berbeda tapi memiliki fungsi untuk mengimplementasi user interface.

 

Menu program yang telah dibuat dalam rancangan user interface seperti yang dibuat dalam CASE Tools harus sesuai dengan kenyataan perancangan dalam program aplikasi yang akan dikembangkan.

 

Gambar 4 Komponen User Interface

 

Gambar di atas merupakan contoh komponen yang dapat dimasukkan dalam user interface. Dari komponen-komponen tersebut dapat dihasilkan tampilan user interface yang sesuai dengan kebutuhan tampilan informasi. Biasanya, komponen-komponen tersebut terdapat dalam user interface diagram yang terdapat dalam CASE Tool.

Panduan pemilihan Menu

 

 

 

 

 

4.4.2 Penempatan User-Interface Dialog

Urutan sekuensial dari dialog user interface dibuat dalam bentuk user interface diagram. Berikut adalah contoh dari sequence diagram dari autentifikasi halaman web.

 

Sebuah diagram sekuens menunjukkan sebuah garis paralel, proses atau objek yang berbeda yang ada secara simultan dan pesan yang ditunjukkan di antara proses atau objek-objek tersebut, dengan urutan tertentu. Diagram sekuens memungkinkan spesifikasi dari skenario sistem dalam urutan tertentu. Diagram sekuens melibatkan user interface dalam sistem yang terkomputerisasi.

 

 

 

Diagram sekuens berguna untuk mendeskripsikan alur dari aktivitas user interface dan mendeskripsikan tanggung jawab dari setiap menu user interface. Jika terdapat kekeliruan dalam aktivitas menu user interface, dapat dilihat dari diagram sekuens yang telah dibuat melalui analisa tentang proses bisnis.

 

 

4.4.3 Pengaturan Komponen User-Interface

Komponen user interface diatur agar sesuai dengan rancangan diagram user interface yang telah dibuat. Komponen user interface yang dibuat  dapat berupa check box, combo box, text box, Label, dan lain-lain. Komponen yang ditampilkan haruslah sesuai dengan prinsip perancangan user interface yang baik, yang user-friendly.

 

4.4.4 Model dari Komponen User Interface   

Tujuan utama dari menu, pengisian formulir adalah untuk menciptakan sebuah organisasi yang relevan dengan tugas-tugasnya.

 

Untuk menu komputer, kategori-kategorinya harus terpadu dan unik sehingga pemakai akan percaya diri dalam membuat pilihan mereka.

 

Gambar 4 Sebuah contoh user-interface

 

Panduan perancangan Formulir perancangan

 

 

 

Panduan kotak dialog

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Panduan bahasa perintah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.5 Menguji User-Interface

User-interface yang telah selesai dilengkapi di dalam bahasa pemrograman perlu diuji.

 

4.5.1 Kompilasi Kode Program

Program yang telah selesai beserta dengan User-Interface yang telah dikembangkan harus dikompilasi untuk memeriksa jika terdapat kesalahan pada program aplikasi yang dikembangkan.

 

Kompilasi dari setiap program aplikasi berbeda-beda. Ada yang membutuhkan compiler khusus untuk dapat mengkompilasi program yang dihasilkan, dan ada juga yang tidak perlu.

 

4.5.2 Menu Dialog Dijalankan

Menu dialog yang telah dibuat dalam program aplikasi dapat dijalankan sesuai dengan prosedur pengujian program. Prosedurnya dapat dilihat dalam statechart ataupun flowchart.

 

4.5.3 User Interface Dijalankan

User-interface yang telah lengkap beserta coding  yang ada dalam program aplikasi dijalankan. Selama masa pengujian, program yang dijalankan membutuhkan pencataan hasil dari pengujian program yang selanjutnya akan dicatat dalam dokumentasi pengujian.

 

4.5.4 Catatan Pengujian

Catatan pengujian merupakan dokumentasi dari proses pengujian.

Dokumentasi

Semua pemakai dari sistem komputer memerlukan pelatihan. Banyak pemakai belajar dari orang lain yang mengenal sistem, tapi materi pelatihan dibutuhkan. Manual yang dicetak tradisional efektif dan harus dipersiapkan dengan baik. Bantuan online dan tutorial yang menggunakan sistem interaktif yang sama untuk menyediakan pelatihan, referensi, dan pengingat tentang fitur tertentu dan sintak menjadi komponen yang sangat dibutuhkan dari kebanyakan sistem.

 

Mempelajari apapun merupakan tantangan. Walaupun tantangan memuaskan, ketika tiba saat untuk mempelajari sistem komputer, banyak orang yang merasa cemas, frustasi, dan kecewa. Kebanyakan kesulitan-kesulitan tersebut dating dari rancangan yang tidak sesuai, tampilan, atau instruksi yang membawa keadaan yang salah, atau dari ketidakmampuan pemakai untuk mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya.

 

Walaupun meningkatkan perhatian dalam meningkatkan rancangan user-interface, kompleksitas dari sistem online meningkat. Akan selalu ada kebutuhan untuk materi tambahan, dalam bentuk cetakan maupun dalam bentuk online.

 

Beberapa bentuk dari user manual yang dicetak adalah:

  • Catatan langkah awal

yang digunakan untuk user dlaam memulai langkah awal mencoba fitur.

 

  • Tutorial pengenalan

untuk menjelaskan fitur umum.

 

  • Tutorial menyeluruh

yang meliputi tugas-tugas umum dan lanjut.

 

  • Kartu referensi cepat

dengan sebuah presentasi sintak yang jelas.

 

  • Manual Konversi

yang mengajarkan ditu-fitur dari sistem yang ada sekarang kepada pemakai yang memiliki pengetahuan tentang sistem lainnya.

 

  • Manual referensi yang mendetail

dengan semua fitur yang mencakupinya.

 

Ada juga sejumlah materi online:

  • Online User manual

Konversi sederhana user manual ke bentuk elektronik  lebih sulit diserap dan   dibaca.

 

  • Online Help Facility

Bentuk yang paling umum dari bantuan online adalah sebuah daftar judul artikel dan sebuah index yang mengacu pada artikel.

 

  • Online Tutorial

Pendekatan inofatif ini menggunakan media elektronik untuk mengajarkan pemakai dengan menunjukan simulasi dari sistem yang berjalan, dengan menampilkan animasi atraktif, dan dengan mengikat pemakai di dalam sesi interaktif.

 

  • Online Demonstration

Pemakai potensial yang menginginkan sebuah ulasan dari perangkat lunak mendapatkan keuntungan dari demonstrasi online yang memberikan mereka panduan mengenai perangkat lunak.

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi)

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Mengembangkan User Interface
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR02.007.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Mengembangkan User Interface

TIK.PR02.007.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

 

- Buku informasi tentang User-Interface.

-Software Perancangan program aplikasi.

-software pengembangan aplikasi.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Shneiderman Ben. (2002). Designing the User Interface, 3rd Ed.., Addison Wesley.

 

 

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Mengembangkan User Interface TIK.PR02.007.01

Sunday 5 July 2015 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA         MEMIMPIN KEGIATAN…

Tuesday 3 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI     MENGINSTALASI…

Sunday 18 October 2015 | blog

SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Nama Sekolah : SMA WARGA Surakarta Mata Pelajaran : TIK Kelas/Semester…

Monday 1 June 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI            …