Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mengelola Bahan Pelatihan PLK.MP01.006.01

Dec
10
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

 

MENGELOLA

BAHAN PELATIHAN

PLK.MP01.006.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————   1

 

DAFTAR ISI ———————————————————————————–   2

 

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-   3

 

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————   3
  2. Unit Kompetensi Prasyarat ————————————————–   6
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) —————————–   7

 

BAB II   MATERI PELATIHAN —————————————————————  11

 

  1. Latar Belakang —————————————————————-  11
  2. Tujuan ————————————————————————-  11
  3. Ruang Lingkup —————————————————————-  11
  4. Pengertian-Pengertian ——————————————————-  12
    1. Diagram Alir Unjuk Kerja —————————————————-  14
    2. Materi Pelatihan Mengelola Bahan Pelatihan ——————————  15
      1. Membuat Daftar Kebutuhan Pelatihan ———————————  15
      2. Menyiapkan Bahan Untuk Pelatihan———————————— 21
      3. Melayani Penggunaan Bahan Dalam Proses Pelatihan —————  23
      4. Membuat Laporan Penggunaan Bahan Pelatihan———————- 27

 

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–  32

 

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ———————————————-  32

 

  1. Daftar Pustaka ———————————————————–  32
  1. Buku Referensi ———————————————————–  32

.

  1. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan —————————————–  32

 


BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

 

  1. A.           STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

 

KODE UNIT : PLK.MP01.008.01
JUDUL UNIT : Mengelola Bahan Pelatihan
DESKRIPSI UNIT : Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam mengelola bahan pelatihan

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

  1. Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan
1.1. Bahan pelatihan teori dan praktik diidentifikasi sesuai dengan buku kerja.

1.2. Daftar kebutuhan bahan pelatihan dibuat sesuai dengan buku kerja.

1.3. Kebutuhan bahan pelatihan diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku

  1. Menyiapkan bahan untuk pelatihan
2.1.  Bahan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan

2.2.  Bahan pelatihan teori dan praktik disiapkan sesuai kebutuhan

  1. Melayani penggunaan bahan dalam proses pelatihan
3.1. Bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan diverifikasi sesuai dengan kemajuan pembelajaran

3.2. Bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan didistribusikan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

  1. Membuat laporan penggunaan bahan latihan
4.1. Data pemakaian bahan pelatihan dikumpulkan

4.2. Penggunaan bahan pelatihan dilaporkan meliputi bahan habis pakai, bahan sisa dan barang jadi

 

 

 

 

 

 

BATASAN VARIABEL

1.  Konteks variabel

Unit ini berlaku untuk membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan, menyiapkan bahan untuk pelatihan, melayani penggunaan bahan dalam proses pelatihan, membuat laporan penggunaan bahan latihan  yang digunakan mengelola bahan pelatihan pada bidang metodologi pelatihan.

 

2. Perlengkapan (alat dan bahan) untuk mengelola bahan pelatihan mencakup:

2.1.    Formulir daftar kebutuhan bahan

2.2.    Buku daftar bahan

2.3.    Formulir penerimaan bahan

2.4.    Formulir permintaan bahan

2.5.    Formulir laporan penggunaan bahan

2.6.    Buku literatur/ referensi

2.7.    Alat tulis kantor

 

  1. Tugas pekerjaan untuk mengelola bahan pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan meliputi :

3.1     Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan sesuai dengan buku kerja.

3.2     Mengajukan kebutuhan bahan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku

3.3     Menyiapkan bahan pelatihan teori dan praktik sesuai kebutuhan

3.4     Mendistribusikan bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

3.5     Mengumpulkan data pemakaian bahan pelatihan

3.6     Membuat laporan penggunaan bahan pelatihan meliputi bahan habis pakai, bahan sisa dan barang jadi.

 

  1. Peraturan untuk mengelola bahan pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan adalah :

4.1     Pedoman Pengelolaan Bahan Pelatihan

4.2     Buku Administrasi Latihan Pengelolaan Gudang

 

 

PANDUAN PENILAIAN :

 

  1. Penjelasan prosedur penilaian:

Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait:

1.1. PLK.MP02.003.01   Merancang Strategi dan Penilaian Pembelajaran

1.2.  PLK.MP02.010.01   Memfasilitasi Proses Pembelajaran

 

  1. Kondisi Penilaian:

2.1.    Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan, menyiapkan bahan untuk pelatihan, melayani penggunaan bahan dalam proses pelatihan, membuat laporan penggunaan bahan latihan  yang digunakan untuk mengelola bahan pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan.

2.2.    Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/ praktik;

2.3.    Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan atau di tempat kerja.

 

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

3.1     Identifikasi bahan pelatihan teori dan praktik sesuai dengan buku kerja.

3.2     Verifikasi bahan pelatihan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan

3.3     Verifikasi bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

 

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

4.1     Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan sesuai dengan buku kerja.

4.2     Mengajukan kebutuhan bahan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku

4.3     Menyiapkan bahan pelatihan teori dan praktik sesuai kebutuhan

4.4     Mendistribusikan bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

4.5     Mengumpulkan data pemakaian bahan pelatihan

4.6     Membuat Laporan penggunaan bahan pelatihan meliputi bahan habis pakai, bahan sisa dan barang jadi.

 

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

5.1     Perbedaan persepsi.

5.2     Tingkat ketelitian yang bervariasi.

 

 

KOMPETENSI KUNCI

 

No

Kompetensi Kunci dalam Unit Ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

1

2

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

1

3

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

2

4

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.  UNIT KOMPETENSI PRASYARAT

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Mengelola Bahan Pelatihan peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

- Tidak ada.

 

 

 

 

C. SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

Unit Kompetensi : Mengelola Bahan Pelatihan
Kode Unit Kompetensi : PLK.MP01.008.01
Perkiraan Waktu Pelatihan : 20 jampel @ 45 menit

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

PERKIRAAN

WAKTU PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

1. Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan

 

1.1  Bahan pelatihan teori dan praktik diidentifikasi sesuai dengan buku kerja

 

1.2  Daftar kebutuhan bahan pelatihan  dibuat sesuai dengan buku kerja

 

 

 

 

1.3  Kebutuhan bahan pelatihan diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku

 

 

 

 

– Dapat menjelaskan cara mengidentifikasi bahan pelatihan teori dan praktik

– Mampu mengidentifikasi bahan pelatihan teori dan praktik

– Harus teliti, cermat, dan taat asas.

– Dapat menjelaskan cara membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan

– Mampu membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan

– Harus teliti, cermat dan taat asas

– Dapat menjelaskan prosedur mengajukan kebutuhan bahan pelatihan

– Mampu mengajukan kebutuhan bahan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku

– Harus taat asas

– Cara mengidentifikasi bahan pelatihan teori dan praktik

 

 

 

 

 

 

 

Cara membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

Prosedur mengajukan kebutuhan bahan pelatihan

– mengidentifikasi bahan pelatihan teori dan praktik

 

 

 

 

Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan

 

 

 

Mengajukan kebutuhan bahan pelatihan sesuai dengan prosedur yang berlaku

– Teliti

– Cermat

– Taat asas

 

 

 

 

 

 

Taat asas

 

 

 

 

– Teliti

– Cermat

Taat asas

 

 

 

 

 

 

 

 

2

4

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

PERKIRAAN

WAKTU PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

2. Menyiapkan bahan untuk pelatihan 2.1  Bahan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan

 

 

 

 

2.2  Bahan pelatihan teori dan praktik disiapkan sesuai kebutuhan

– Dapat menjelaskan cara menverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan

– Mampu menverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan

– Harus teliti, cermat, dan taat asas

– Dapat menjelaskan pedoman menyiapkan bahan pelatihan teori dan praktik sesuai dengan kebutuhan

– Mampu menyiapkan bahan pelatihan teori dan praktik sesuai dengan kebutuhan

– Harus teliti, cermat, dan taat asas.

– Cara menverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pedoman menyiapkan bahan pelatihan teori dan praktik sesuai dengan kebutuhan

– Menverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan

 

 

 

 

 

Menyiapkan bahan pelatihan teori dan praktik sesuai dengan kebutuhan

– Teliti

– Cermat

– Taat asas

 

 

 

 

 

 

 

 

– Teliti

– Cermat

Taat asas

 

 

 

1

3

 

 

 

 

 

 

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

PERKIRAAN

WAKTU PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

    – – – –

3. Melayani penggunaan bahan dalam proses pelatihan 3.1  Bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan diverifikasi sesuai dengan kemajuan pembelajaran – Dapat menjelaskan cara memverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

– Mampu memverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

– Harus teliti, cermat, dan taat asas

– Cara memverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran – Memverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran – Teliti

– Cermat

– Taat asas

1

3

  3.2  Bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan didistribusikan sesuai dengan kemajuan pembelajaran – Dapat menjelaskan cara mendistribusikan bahan pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

– Mampu mendistribusikan bahan pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

– Harus teliti, cermat, dan taat asas

– Cara mendistribusikan bahan pelatihan – Mendistribusikan bahan pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran – Teliti

– Cermat

– Taat asas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

PERKIRAAN

WAKTU PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

4. Membuat laporan penggunaan bahan latihan 4.1  Data pemakaian bahan pelatihan dikumpulkan – Dapat menjelaskan cara mengumpulkan data pemakaian bahan pelatihan

– Mampu mengumpulkan data pemakaian bahan pelatihan

– Harus teliti dan cermat

– Cara mengumpulkan data pemakaian bahan pelatihan – Mengumpulkan data pemakaian bahan pelatihan – Teliti

– Cermat

 

2

4

  4.2  Penggunaan bahan pelatihan dilaporkan meliputi bahan habis pakai, bahan sisa dan barang jadi – Dapat menjelaskan cara cara menyusun laporan bahan pelatihan

– Mampu menyusun laporan bahan pelatihan

– Harus teliti, cermat, dan taat asas

– Cara menyusun laporan bahan pelatihan – Menyusun laporan bahan pelatihan meliputi bahan habis pakai, bahan sisa, dan barang jadi hasil pelatihan – Teliti

– Cermat

– Taat asas

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

MATERI PELATIHAN

MENGELOLA BAHAN PELATIHAN

 

 

  1. A.           Latar Belakang

 

Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. Untuk mengukur kompetensi kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam pelatihan, maka diperlukan proses pelatihan yang disesuaikan dengan standar kompetensi kerja yang ditetapkan. Proses pelatihan harus didukung oleh fasilitas pelatihan di antaranya bahan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan.

Mengelola bahan pelatihan merupakan pemenuhan kebutuhan yang hendak di capai oleh proses pelatihan. Pengelolaan bahan pelatihan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses pelatihan.

 

  1. B.           Tujuan

Tujuan dari buku informasi ”mengelola bahan pelatihan” adalah untuk memberikan informasi bagi  pengguna modul dalam    membuat daftar kebutuhan bahan, menyiapkan bahan,  melayani penggunaan bahan dan  membuat laporan penggunaan bahan pelatihan.

 

  1. C.           Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan mengelola bahan pelatihan  dalam unit kompetensi ini meliputi kegiatan mengidentifikasi bahan pelatihan teori dan praktik, membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan, mengajukan kebutuhan bahan pelatihan,  memverifikasi bahan pelatihan, mendistribusikan bahan pelatihan, mengumpulkan data pemakaian bahan yang mendorong terjadinya kesesuaian antara bahan pelatihan yang dibutuihkan dengan standar yang hendak dicapai pada proses pelatihan kerja.

 

  1. D.           Pengertian Istilah

 

1.  Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

2.  Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

3.  Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

4.  Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

5.   Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

 

 

6.   Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

7.   Mengidentifikasi

Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas orang, benda   dan sebagainya

 

8.   Kebutuhan bahan pelatihan

Kebutuhan bahan pelatihan adalah  bahan pelatihan yang dibutuhakan guna melaksanakan pelatihan dalam unit kompetensi tertentu.

 

9.   Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/ pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.

 

10.  Lembaga Diklat Profesi (LPK)

Lembaga Diklat Profesi yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.

 

11.  Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah angkatan kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti pelatihan tertentu dengan program pelatihan berbasis kompetensi.

 

 

 

12.  Instruktur

Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK atau di tempat kerja selama proses pelatihan.

 

 E.  Diagram Alir Unjuk Kerja

 

 

 

MEMBUAT DAFTAR KEBUTUHAN PELATIHAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

             

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F.       Materi Pelatihan  Mengelola Bahan Pelatihan

1.  Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan

Pengetahuan yang diperlukan dalam Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan

a. Mengidentifikasi bahan pelatihan teori dan praktik

Sebelum melakukan kegiatan pelatihan maka kebutuhan bahan pelatihan harus sudah dipersiapakan terlebih dahulu sesuai dengan unit kompetensi yang akan dilaksanakan dengan mengacu pada kebutuhan bahan pelatihan maka bahan pelatihan yang sudah dipersiapkan dilakukan identifikasi, hal yang harus diidentifikasi, sebagai berikut :

1)   Bahan Pelatihan

Yang dimaksud dengan bahan pelatihan di sini adalah semua bahan yang langsung digunakan oleh peserta dalam melaksanakan latihan, bahan pelatihan yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan bahan teori dan bahan praktik, daftar kebutuhan bahan latihan diajukan oleh kejuruan masing-masing melalui ketua jurusan yang bekerjasama dengan instruktur. Selanjutnya proses pengadaan dilaksanakan oleh panitia pengadaan bahan latihan dan kemudian disimpan di gudang LPK. Bahan pelatihan yang ada di gudang telah siap di bon/diambil sebagai bahan untuk melaksanakan latihan di kejuruan masing-masing.

 

2)   Membuat daftar kebutuhan pelatihan

Untuk membuat daftar kebutuhan bahan latihan secara lengkap harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Berdasarkan tugas pekerjaan yang akan dikerjakan

Di dalam setiap buku kerja tercantum kegiatan yang akan dilaksanakan  sesuai dengan unit kompetensinya, bahan yang akan digunakan disusun sesuai dengan tugas pekerjaan yang akan dikerjakan.

Selanjutnya dibuat daftar rekapitulasi bahan latihan secara lengkap, terinci dan jelas. Pencatatatan kebutuhan bahan ini dengan menggunakan format yang berlaku.

 

  1. Tambahan Bahan Untuk Menanggulangi Kegagalan Kerja

Bahan latihan yang diperlukan adalah sejumlah bahan yang diharapkan seluruh peserta latihan dapat melakukan latihan hingga mencapai kualifikasi yang diinginkan atau dengan kata lain peserta latihan betul-betul mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. Dalam latihan harus terjadi pengulangan pekerjaan hingga peserta tidak merasa canggung untuk melakukannya. Dengan demikian kadang-kadang kabutuhan bahan latihan tidak cukup. Untuk itu perlu dibuat lebih banyak dari yang tercantum di dalam buku kerja. Banyaknya penambahan ini diperkirakan sebesar 10 %.

 

c.Format Daftar Kebutuhan Bahan Latihan

Format daftar kebutuhan bahan pelatihan terdiri atas beberapa kolom yang memuat :

  • Kejuruan diisi sesuai dengan jurusan/departemen pada LPK
  • Sub kejuruan diisi sesuai dengan bagian dari jurusan/departemen
  • Group diisi sesuai dengan angkatan/kelas
  • No. Diisi sesuai nomor urut  barang
  • Nama barang diisi sesuai dengan nama bahan yang akan digunakan untuk menyelesaikan tugas pekerjaan.
    • Spesifikasi diisi tipe/ukuran bahan yang akan digunakan.
    • Satuan diisi sesuai dengan jenis barang (rol,meter,liter,Kg,dan lain-lain)
      • Jumlah diisi sesuai dengan banyaknya barang yang dibutuhkan
      • Keterangan diisi jika barang yang dibutuhkan memerlukan penjelasan

 

 

Format Daftar Kebutuhan Bahan Latihan

 

KOP INSTANSI

 

Daftar Kebutuhan Bahan Latihan

Kejuruan : ………………………………… Group  :…………………………..
Sub Kejuruan : …………………………………  

 

No

Nama Barang

Spesifikasi

Satuan

Jumlah

Keterangan

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

………….., ………………2009

Ketua Jurusan,

……………………………..

NIP. ………………………

 

 

 

 

 

3)      Kebutuhan bahan pelatihan diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku

  1. Permintaan bahan pelatihan

Setelah daftar kebutuhan bahan tersusun sesuai dengan tugas pekerjaan,maka selanjutnya daftar kebutuhan bahan pelatihan tersebut diproses pengadaannya oleh panitia pengadaan bahan pelatihan.

1).    Instruktur membuat kebutuhan bahan pelatihan yang disesuaikan dengan unit kompetensi yang akan dilaksanakan

2).    Ketua jurusan menghimpun kebutuhan bahan pelatihan yang dibuat oleh instruktur dan mengajukan kepada panitia pengadaan bahan pelatihan

3).    Panitia pengadaan menyediakan kebutuhan bahan pelatihan sesuai dengan ketentuan pengadaan bahan pelatihan yang berlaku dan menyimpan bahan pelatihanyang telah tersedia di gudang LPK

 

  1. Pengambilan Bahan Pelatihan

untuk pengambilan bahan latihan di sini menggunakan format khusus. Pengajuan pengambilan bahan latihan disesuaikan dengan jenis, waktu penggunaan dan jumlah. Dengan demikian bahan yang akan diambil adalah bahan yang akan segera dipergunakan oleh peserta latihan dan bukan bahan latihan yang masih lama pemakaiannya. Hal ini untuk menghindari kerusakan bahan dan kesulitan penyimpanannya.

Adapun prosedur pengambilan bahan latihan dari gudang adalah sebagai berikut :

1)      Instruktur mengisi blanko/buku bon sesuai kebutuhan berdasarkan pengajuan yang telah dibuat lebih dulu.

2)      Penandatanganan buku bon adalah ketua jurusan dari kursus yang bersangkutan. Setelah itu buku bon dibawa ke bendaharawan material untuk mengecek apakah bahan-bahan yang bersangkutan sudah ada semua di gudang.

3)      Setelah diteliti, buku bon diajukan ke kepala LPK untuk disetujui. Kepala berhak untuk mengatur atau mengubah melihat kondisi/kebutuahn yang ada.

4)      Setelah disetujui oleh kepala LPK, buku bon dibawa ke gudang.

5)      Petugas gudang mengeluarkan barang sesuai dengan buku bon. Jumlah dan macam barang diteliti bersama antara petugas gudang dan instruktur/petugas penerima barang.

6)      Instruktur/petugas penerima barang harus berbeda dengan pengebon barang.

7)      Barang dibawa ke bengkel/lokasi latihan, instruktur wajib mengatur pemakaian bahan latihan dan membuat catatan pemakaian sehari-hari

Catatan  :  Pengajuan bahan dapat dilakukan sekaligus atau bertahap sesuai dengan kebijakan yang berlaku di LPK setempat melihat kondisi yang ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Format Pengambilan  Bahan Latihan

 

KOP INSTANSI

 

Buku  Bon

Kejuruan : ……………………………… Mulai Tanggal : ……………………..
Sub Kejuruan : ……………………………… s/d Tanggal    : ……………………..

 

No

Nama Barang

Spesifikasi/Merk/ Type/Ukuran

Satuan

Jumlah

Keterangan

   

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 

Petugas Gudang

………………………….

NIP. ……………………..

 

Menyetujui

Kepala BLK/Ka.Bag TU

………………………….

NIP. ……………………..

 

Penerima

………………………….

NIP. ……………………..

……….., …………2009

Pemohon

………………………….

NIP. ……………………..

 

 

 

 

 

 

Keterampilan yang dilakukan waktu membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan, yaitu:

  • Mengidentifikasi bahan pelatihan teori dan praktik
  • Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan
  • Prosedur Pengajuan Bahan Pelatihan

 

Sikap Kerja yang harus dilakukan waktu membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan

Waktu melakukan kegiatan membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan harus cermat, teliti, tekun, dan taat asas dan memastikan daftar kebutuhan bahan pelatihan sudah sesuai dengan tugas pekerjaan.

 

2.  Menyiapkan Bahan Untuk Pelatihan

Pengetahuan Yang Diperlukan Dalam Menyiapkan Bahan Untuk Pelatihan

a.  Bahan pelatihan diverifikasi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan

Bahan pelatihan yang telah disiapkan oleh panitia pengadaan agar tidak menimbulkan masalah dan dapat dimanfaatkan dengan baik maka perlu diverifikasi agar spesifikasi yang dibutuhkan tersedia.

 

1).    Memverifikasi Bahan Pelatihan

Memverifikasi bahan pelatihan adalah pencatatan dan pengecekan semua bahan latihan sesuai dengan jenis, spesifikasi dan jumlah yang telah ditetapkan.

Hal yang tercakup dalam laporan verifikasi  bahan latihan meliputi :

  1. Nama Bahan, nama yang digunakan harus sesuai dengan terminology dalam bahasa Indonesia dan bilamana perlu dilengkapi dengan nama dalambahasa inggeris
  2. Merk/tipe/ukuran, seperti yang tercantumdalam Spesifikasi
    1. Jenis Bahan, bahan yang habis dipakai (consumable materials) dan bahan yang tidak habis dipakai (non consumable materials)
    2.  Jumlah, banyaknya bahan setiap jenis
    3. Penggunaan, kapan harus ada, bagaimana penyimpanan dan pendistribusian pemakaiannya.

 

2).    Bahan pelatihan teori dan praktik disiapkan sesuai kebutuhan

Penyiapan bahan pelatihan dimulai dari  pencatatan bahan latihan sejak bahan keluar dari gudang sampai dengan selesai digunakan oleh peserta pelatihan.  Penyiapan bahan pelatihan  yang baik akan membantu petugas dalam pertanggung jawaban. Pergantian petugas akan mempermudah menyerahkan tugas dan pertanggungjawaban kepada petugas  lain. Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh  antara lain :

  • Bilamana ada bahan latihan yang hampir habis akan segera diketahui.
  • Dengan pencatatan yang baik diketahui pula kapan dibutuhkan suatu   bahan, berapa banyak dan sebagainya. Dengan cara seperti ini dapat membuat perencanaan latihan yang lebih efektif.

Pedoman  menyiapkan bahan pelatihan adalah :

  1. Memeriksa kembali apakah bahan yang diterima di bengkel/workshop sesuai dengan daftar yang ada.
  2. Menyimpan bahan ditempat yang baik dan aman, jangan dicampur aduk sehingga menyulitkan dalam penggunaannya.
  3. Mengatur penggunaan/pendistribusian bahan untuk praktik sesuai dengan kurikulum, silabus (buku kerja) dan isi pelajaran. Hindari kemungkinan terjadinya pemborosan bahan latihan.
  4. Lakukan pencatatan setiap pemakaian bahan, ikutkan peserta pelatihan menandatangani catatan pemakaian bahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterampilan yang dilakukan waktu menyiapkan bahan untuk pelatihan perlu memperhatikan hal-hal apa yang harus dilakukan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu menyiapkan bahan untuk pelatihan, yaitu:

  • Memverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan
  • Menyiapkan bahan  pelatihan teori dan praktik sesuai dengan kebutuhan

 

Sikap Kerja yang harus dilakukan waktu menyiapkan bahan untuk pelatihan

Waktu melakukan kegiatan membuat menyiapkan bahan untuk pelatihan harus cermat, teliti, tekun, dan taat asas dan memastikan daftar kebutuhan bahan pelatihan sudah sesuai dengan buku kerja

 

3.  Melayani penggunaan bahan dalam proses pelatihan

Dalam melayani  kebutuhan bahan pelatihan  perlu memperhatikan faktor fungsional, bahwa bahan pelatihan yang akan digunakan harus yang benar-benar berfungsi dan bermanfaat keberadaannya, faktor fungsional ini meliputi bentuk, ukuran, tipe, spesifikasi  dengan kata lain bahan pelatihan tersebut menunjang pelaksanaan pelatihan

 

Pengetahuan Yang Diperlukan Dalam Melayani Penggunaan  Bahan Untuk Pelatihan

a. Bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan diverifikasi sesuai dengan kemajuan pembelajaran.

Penggunaan/pemakaian bahan pelatihan dan pencatatannya, disesuaikan dengan kemajuan pembelajaran pada setiap unit kompetensi, sehingga ada hubungan antara bahan yang digunakan dengan pencapaian kompetensi. Penggunaan bahan pelatihan yang efektif harus proporsional antara jumlah bahan yang dipakai dengan capaian kompetensi.

Penggunaan bahan pelatihan mengacu pada  kurikulum, silabus dan isi pelajaran praktik yang dilaksanakan. Untuk jenis kejuruan yang bersifat menghasilkan produk, seperti kejuruan bangunan, menjahit, las, dan membubut lebih mudah memperkirakan dan mengatur setiap bahan praktik yang digunakan per peserta. Sedangkan untuk kejuruan yang melakukan service/repair seperti kejuruan otomotif, radio/TV relatif sulit diperkirakan, karena kerusakan komponen sulit diprediksi.

 

b. Bahan pelatihan yang dibutuhkan peserta pelatihan didistribusikan sesuai dengan kemajuan pembelajaran

Untuk memudahkan pengontrolan pemakaian bahan, ada 3 cara yang dapat digunakan :

1).    System Kontrol Tertutup (Closed Control System)

Semua bahan dan peralatan latihan diletakkan di tempat yang tertutup dan terkunci. Bila dibutuhkan bahan tersebut, dapat menggunakan formulir pengeluaran/pemakaian bahan dan peralatan sesuai kebutuhan.

Keuntungan system ini :

  • Stock barang terkontrol penuh
  •  Pemakaian hemat dan terencana

Kerugian :

  •  Bila jumlah peserta besar, akan merepotkan
  •  Waktu latihan banyak tersita, karena instruktur sibuk melayani bahan dan peserta pelatihan menunggu.

 

2).    Sistem Kontrol Terbuka (Opened Control System)

Dalam system ini peserta dapat mengambil bahan kapan saja yang dibutuhkan selama waktu latihan, tanpa harus minta ijin lebih dulu.

Peserta melayani dirinya masing-masing.

Keuntungan :

  • Jika petugas juga sebagai instruktur masih dapat mengerahkan seluruh waktu dan perhatiannya untuk mengajar.

Kerugiannya :

  • Kemungkinan pemakaian bahan akan lebih boros
  • Bila tidak ditanamkan kesadaran perlunya penghematan bahan dan kurang pengawasan, memungkinkan terjadinya salah penggunaan bahan oleh peserta pelatihan.

 

3).    Sistem Control Terbuka Tertutup Terawasi (Supervised Closed Opened Control System)

System ini merupakan kombinasi yang menguntungkan baik bagi instruktur maupun peserta pelatihan. Peserta membuat sendiri daftar kebutuhan bahan praktiknya yang disetujui instruktur dan pengawas, kemudian dilanjutkan untuk pengambilan bahan ke gudang. Dengan system ini instruktur dapat menghemat waktu, peserta juga dapat berpraktik dengan lancar dan tidak boros.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterampilan yang dilakukan waktu melayani penggunaan bahan pelatihan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu melayani penggunaan bahan pelatihan, yaitu:

  • Memverifikasi bahan pelatihan sesuai dengan kemajuan pembelajaran
  • Mendistribusikan bahan sesuai dengan kemajuan pembelajaran.

 

Sikap Kerja yang harus dilakukan waktu melayani penggunaan bahan pelatihan.

Waktu melakukan kegiatan melayani penggunaan bahan pelatihan

harus cermat, teliti, tekun, dan taat asas.

 

 

 

 

 

 

 

4.  Membuat Laporan Penggunaan Bahan Pelatihan

Setelah berakhir pelaksanaan pelatihan maka perlu dilakukan laporan penggunaan bahan pelatihan

 

Pengetahuan yang diperlukan dalam Membuat laporan penggunaan bahan pelatihan

a.  Data pemakaian bahan pelatihan dikumpulkan

Pencatatan pemakaian bahan pelatihan harus diperlakukan. Dalam hal ini petugas  harus melakukan pencatatan pemakaian bahan pelatihan secara berkala. Karena belum ada petunjuk yang pasti sedangkan pencatatan harus dilakukan, maka petugas dapat melakukan dengan metode 2 macam pencatatan :

1).    Pencatatan pada copy daftar bon, dapat dilakukan pada kolom keterangan dengan huruf yang kecil. Kapan bahan dipakai (tanggalnya)  dan jumlah pemakaian bahan pelatihan. Misal, pada jurusan otomotif dengan materi pelatihan kelistrikan mendapatkan  6 rol/gulung kabel instalasi kelistrikan, diterima tanggal 5 Juli.  Pada tanggal 15 Juli dipakai 3 rol/gulung kabel instalasi kelistrikan, tanggal 25 Juli dipakai 2 rol/gulung kabel instalasi kelistrikan, dan seterusnya.

 

2).     Pencatatan pada blanko khusus dilakukan secara mingguan.

Sebagai contoh : Minggu pertama menggunakan

  • Kertas HVS 2 rim
  • Cartridge printer computer
  • Spidol 1 pak.

Untuk pendataan yang baik, kedua sistem di atas dapat dipakai secara bersamaan.

 

 

 

 

 

b.  Penggunaan  bahan pelatihan dilaporkan meliputi bahan habis pakai, bahan sisa dan barang jadi

1).  Pelaporan bahan habis pakai

2).  Pelaporan bahan sisa

3).  Pelaporan barang jadi

 

c.  Penyimpanan Bahan Pelatihan

Dalam penyimpanan bahan latihan, mengingat : kondisi, jenis kejuruan, system administrasi maupun keadaan geografis serta iklim sangat mempengaruhi perawatan penyimpanan bahan latihan, untuk itu perlu diperhatikan hal-halberikut ini :

1).    Tempat Penyimpanan

Tempat penyimpanan bahan latihan harus memenuhi beberapa persyaratan :

 

  1. a.  Keamanan (security), jangan sampai bahan mudah hilang. Agar alat/bahan kecil tidak terselip diantara barang-barang besar, pisahkan penyimpanannya. Juga bahan-bahan cairan seperti cat, air accu, minyak cat dan sebagainya.

 

  1. b.  Keselamatan Kerja (Safety)

Penyimpanan barang harus memperhatikan factor-faktor yang mempengaruhi keselamatan kerja sebagai berikut :

  • Barang yang berat, jangan diletakkan di tempat yang tinggi.
  • Barang yang mudah terbakar, atur penempatananya.
  • Benda-benda yang runcing/tajam, ditata khusus
  • Bahan-bahan kimia

 

 

 

 

 

  1. Perlindungan (Protection)

Menyimpan barang jangan sampai terkena panas, lembab, sinar matahari langsung dan sebagainya. Misalnya: elektroda las tidak boleh kena lembab dan sebagainya. Juga barang elektronik akan rusak bila kena debu atau temeratur yang tidak stabil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KOP INSTANSI

 

DAFTAR PEMAKAIAN BAHAN

Kejuruan : ……………………………… Group : ……………………..
Sub Kejuruan : ………………………………  

 

NO

NAMA BARANG/

SPESIFIKASI

DITERIMA

DIKELUARKAN

SISA

KET
TANGGAL JUMLAH

TANGGAL

JMLH

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

 

 

………….., ………………2009

iNSTRUKTUR,

……………………………..

NIP. ………………………

 

 

 

Keterampilan Yang Dilakukan Waktu Membuat Laporan Penggunaan Bahan Pelatihan

Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu membuat laporan penggunaan bahan pelatihan, yaitu:

  • Mengumpulkan data pemakaian bahan pelatihan
  • Menyusun laporan bahan pelatihan meliputi bahan habis,bahan sisa, dan barang jadi hasil pelatihan
  • Penyimpanan bahan pelatihan

 

Sikap Kerja yang harus dilakukan waktu Membuat Laporan Penggunaan Bahan Pelatihan

waktu melakukan kegiatan membuat laporan penggunaan bahan pelatihan

harus cermat, teliti, tekun, dan taat asas.

 

 

 


BAB III SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

  1. A.           SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

  1. 1.   Daftar Pustaka
    1. Departemen Tenaga Kerja RI,Metodologi Latihan Kerja, Program Pelatihan, Jakarta 1991
    2. Oemar Hamalik, Prof.Dr., Sistem dan Pengembangan Kurikulum Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan, Bandung, Trigenda Karya, 1993
    3.                , Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, Bandung, Remaja Rosda Karya, 2007

 

  1. 2.   Buku Referensi
    1. Dirjen Bina Lattas, Program Diklat Dasar Instruktur Bidang Metodologi Pelatihan, Jakarta 2007
    2.   Dirjen Bina Lattas, Modul Mengelola Bahan Pelatihan, Jakarta 2006
    3.   Departemen Keuangan RI, Pokok-pokok kebijakan pengadaan barang/jasa, Jakarta 2004

 

 

 

 

  1. B.           DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN           

 

Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

Laptop  
Infocus  
Lesserpointer  
Kalkulator  
Printer  
Hechmachine ( stapler/penjepit) 24 dan 10  
Pelubang kertas  
Penjepit kertas ukuran kecil dan sedang  
Standar chart dan kelengkapannya  

 

 

 

 

Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

Modul Pelatihan ( buku informasi,buku kerja,buku penilaian  
Program Pelatihan  
Kertas bergaris  
Kertas HVS A4  
SpidolWhiteboard  
Spido lmaker  
CD R/W  
Tinta printer  
ATK siswa  


 

TIM PENYUSUN

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

Testimoni

artikel lainnya Mengelola Bahan Pelatihan PLK.MP01.006.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Thursday 19 June 2014 | blog

Prof.DR. Nani Tuloli, dkk. 2003. Dialog buday, wahana Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Bangsa. Jakarta: CV. Mitra…

Saturday 17 January 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR OPERATOR KOMPUTER     MELAKUKAN KONVERSI DATA DARI…

Tuesday 11 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA PERUSAHAAN BIDANG JASA ADMINISTRASI PERKANTORAN     MELAKUKAN…

Thursday 27 November 2014 | blog

1.  Jelaskan yang dimaksud dengan sikap yang nampak dari seseorang ! Sikap yang nampak dari seseorang…