Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR MULTIMEDIA

 

 

 

 

MENGAJUKAN COPYRIGHT

TIK.MM01.002.1

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi                                                                                                       1

BAB I. 3

PENGANTAR. 3

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2 Penjelasan Modul 3

1.2.1 Desain Modul 3

1.2.2 Isi Modul 4

1.2.3 Pelaksanaan Modul 4

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4 Pengertian Istilah-Istilah. 5

BAB II. 7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1 Peta Paket Pelatihan. 7

2.2 Pengertian Unit Standar 7

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 8

2.3.3 Deskripsi Unit : 8

2.3.4 Elemen Kompetensi 8

2.3.5Batasan Variabel 10

2.3.6 Panduan Penilaian. 11

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

BAB III. 13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1 Strategi Pelatihan. 13

3.2 Metode Pelatihan. 14

BAB IV. 15

MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3 Uraian Singkat Materi : 15

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini : 16

4.5 Informasi masing-masing elemen kompetensi 16

4.5.1 Memastikan bahwa proteksi hak cipta pada kreatifitas kerja atau kemampuan adalah sesuai secara lokal atau internasional 16

4.5.2  Memberikan copyright  untuk kreatifitas kerja atau para pelaku kerja. 18

4.5.3  Hak lisensi atas karya kreatif dan kemampuan. 19

4.5.4 Memenuhi semua syarat persetujuan copyright 46

BAB V. 48

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN. 48

KOMPETENSI. 48

5.1 Sumber Daya Manusia. 48

5.2 Literatur 49

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 50

DAFTAR PUSTAKA. 51

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-  Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

 

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian Istilah-Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang

dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

  1. Unit ini berdiri sendri tidak ada kaitannya dengan pengetahuan dan

keterampilan dalam unit kompetensi yang lain

  1. Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini

perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum,

institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan

serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor

tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor

tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi

kebutuhan sektor tersebut.

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari pemrograman data deskripsi lanjut untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada pelatihan mengenai pemrograman data deskripsi dasar sebelumnya.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

MENGAJUKAN COPYRIGHT

 

2.3.2 Kode Unit Kompetensi :

TIK.MM01.002.01

2.3.3 Deskripsi Unit :

Unit ini mendeskripsikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melindungi kreatifitas kerja dan penampilan oleh pengguna yang tidak berhak.

2.3.4 Elemen Kompetensi

ELEMEN KOMPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA
01  Memastikan bahwa proteksi hak cipta pada kreatifitas kerja atau kemampuan adalah sesuai secara lokal atau internasional 1.1     Semua prosedur yang diperlukan untuk memastikan bahwa materi yang dibuat dilindungi hukum secara lokal dan internasional terhadap tindakan pelanggaran hukum baik pekerjaan reproduksi keseluhan produk maupun sebagian yang tidak memiliki hak cipta dilakukan.

 

1.2     Semua prosedur yang diperlukan untuk memastikan bahwa pekerjaan dilindungi hukum secara lokal dan internasional terhadap peniruan kerja baik lewat media cetak, tayangan langsung atau pada media lainnya dilakukan.

 

1.3     Riset dan berupaya mendapatkan kekuatan hukum yang terpercaya bahwa hal artis/ hak kepemilikan copyright dilindungi.

02 Memberikan copyright   untuk kreatifitas kerja atau para pelaku kerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

03      Hak lisensi atas karya kreatif dan kemampuan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

04 Memenuhi semua syarat persetujuan copyright

2.1     Stategi perencanaan negosiasi kesepakatan atas kinerja/kemampuan dengan memahami perbedaan antara pemberian copyright dan lisensi dikembangkan.

 

2.2     Copyright diberikan bagi komposer dan/pelaku kerja di mana mereka para artis mengetahui semua implikasinya.

 

2.3     Semua pihak baik artis maupun penerbit dipastikan dan disetujui boleh mengontrol penggunaan dan eksploitas kerja atas dasar pemberian copyright.

 

2.4     Dipastikan bahwa syarat-syarat pemberian copyright ditulis secara cermat dalam suatu kontrak formal yang berbadan hukum yang diperlukan, kemudian dimengerti dan ditanda tangani oleh semua pihak yang terkait.

 

 

3.1     Wilayah kerja dipastikan dan disetujui,di mana hak lisensi boleh dijalankan oleh semua pihak yang terkait.

3.2     Jangka waktu lisensi dipastikan dan disetujui dengan semua pihak yang terkait.

3.3     Persyaratan eksplotasi kerja/lisensi dipastikan dan disetujui dengan semua pihak terkait.

3.4     Dipastikan bahwa kontrol kerja kreatif,termasuk pada tingkat apa dan bagaimana pekerjaan dibuat ulang,dikonfirmasi dan disetujui oleh semua pihak yang terkait.

3.5     Negosiasi pembayaran apakah berupa pembayaran langsung,royaty, atau kombinasi keduanya,sesuai dengan konteks kesepakatan.

3.6     Konfirmasi dan persetujuan tanggung jawab penegakan hukum atas pelanggaran copyright.

3.7     Semua syarat kesepakatan dipastikan telah ditulis dengan akurat, dikonfirmasi dan ditandatangani oleh semua pihak yang terkait.

 

 

4.1         Dokumen-dokumen yang terkait dengan persetujuan copyright dijaga agar aman dan dapat diambil dengan mudah bila diperlukan

4.2         Semua tanggung jawab dijalankan untuk memastikan terpenuhinya persyaratan persetujuan copyright pada saat diperlukan.

 

 

2.3.5  Batasan Variabel

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Pihak terkait mencakup:
  • Para artis
  • Industri dan para manajer artis
  • Para agen
  • Pihak penegak hukum
  1. Copyright dapat ditetapkan untuk :
  • Musik yang disajikan dalam segala media dan format
  • Karya seni
  • Fotografi
  • Flyer
  • Cover rekaman
  • Bahan asli
  • Pertunjukan
  • Naskah
  • Film scores
  1. Copyright boleh melibatkan:
  • Kepemilikan bahan
  • Jenis lisensi atau penunjukan
  • Jangka waktu pengontrolan setelah masa berlakunya habis
  • Pemicu perubahan versi
  • Pemicu yang tidak mengubah versi
  • Ide/Alur Cerita (Storyboard)
  1. Tenaga kerja yang relevan meliputi :
  • Tenggang waktu di mana bahan boleh dieksploitasi
  1. Wilayah mencakup :
  • Daerah di mana hak lisensi dapat atau tidak dapat dijalankan
  1. Lisensi berlaku untuk penggunaan karya :
  • Pertunjukan kemampuan
  • Film/video
  • Multimedia
  • Periklanan
  • Penyiaran
  • Ide/Tema Film/Bahan Produk

 

2.3.6 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang ini yang mencakup :

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1    Keabsahan copyright.

1.1.2    Perbedaan antara hak pelaku kerja,hak mekanis dan sinkronisasi.

1.1.3    Perbedaan antara copyright untuk komposisi,rekaman suara dan edisi penerbitan.

1.2     Keterampilan mengkonversi data antar aplikasi.

1.2.1    Prosedur yang diperlukan untuk pembuktian kepemilikan karya komposisi.

1.2.2    Perbedaan antara penugasan dan pemberian lisensi copyright.

1.2.3    Komunikasi untuk mencapai konsensus.

1.2.4    Komunikasi untuk mencapai persetujuan pengeluaran.

 

2.   Konteks penilaian

Penilaian di luar kerja harus dilakukan dalam lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati tempat kerja. Penilaian dapat diberikan pada pekerjaan, di luar pekerjaan atau gabungan keduanya. Tetapi penilaian unit ini akan paling efektif dilakukan pada pekerjaan karena persyaratan lingkungan tempat kerja tertentu.

 

Penilaian dapat menggabungkan serangkaian metode-metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung utama, dan mungkin meliputi :

  • Studi kasus dan skenario sebagai dasar diskusi penerbitan copyright
  • Contoh kerja atau kegiatan di tempat kerja yang disimulasikan
  • Simulasi latihan menyelesaikan masalah
  • Pertanyaan lisan atas penerbitan copyright
  • Proyek/laporan/buku catatan kemajuan
  • Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya
  • Contoh otentik kerja yang terkait dengan penanganan copyright

 

 

 

3.   Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

3.1     Kemampuan melakukan riset langsung dan/atau mencari bantuan yang sesuai ketika diperlukan untuk menangani copyright.

3.2     Menegerti peran organisasi yang sesuai dengan hukum dan bisnis copyright.

 

  1. 4.     Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1         Unit ini berdiri sendiri tidak ada kaitannya dengan pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang lain.

4.2         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6 Memecahkan masalah

2

7 Menggunakan teknologi

1

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MENGAJUKAN COPYRIGHT

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menjelaskan tentang copywright

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti cara mengajukan copywright
  • Siswa mampu mengikuti tahap-tahap pengajuan copywright

 

4.3 Uraian Singkat Materi :

 

Mengajukan Copyright

Sebelum memulai topik Mengajukan Copyright ini sudah seharusnya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan copyright. Copyright adalah sebuah hukum dari United States yang melindungi kerja pengarang, artis, komposer, dan lainnya dari penggunaan tanpa ijin. Dan diajukan menurut langkah-langkah yang perlu dilakukan yang dapat kita pelajari di bawah ini.

 

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini :

 

Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

 

a. Copyright adalah sebuah hukum dari United States yang melindungi kerja pengarang, artis, komposer, dan lainnya dari penggunaan tanpa ijin.

b. Attribution adalah anda seharusnya selalu diberi penghargaan atau perlengkapan untuk orang yang membuat karya seperti fotografi, rekaman suara, gambar bergerak, atau dokumen.

c. Copyleft adalah lisensi untuk memastikan kebebasan ciptaan.

d. Nonkomersial (noncommercial, “nc”): Mengizinkan orang lain menyalin, mendistribusikan, menampilkan, serta membuat karya turunan berdasarkan suatu karya hanya untuk tujuan nonkomersial.

e. Tanpa karya turunan (no derivative works, noderivs, “nd”): Mengizinkan orang lain menyalin, mendistribusikan, dan menampilkan hanya salinan sama persis (verbatim) suatu karya, bukan karya turunan yang berdasarkan karya tersebut.

f. Pembagian serupa (share-alike, “sa”): Mengizinkan orang lain untuk mendistribusikan suatu karya turunan hanya di bawah suatu lisensi yang identik dengan lisensi yang diberikan pada karya aslinya.

g. Hak Cipta adalah hak yang melekat pada penciptanya dan bersifat eksklusif.

 

4.5 Informasi masing-masing elemen kompetensi

 

4.5.1 Memastikan bahwa proteksi hak cipta pada kreatifitas kerja atau kemampuan adalah sesuai secara lokal atau internasional

 

1)  Pengetahuan kerja

- Pengetahuan yang diperlukan untuk memastikan bahwa proteksi hak cipta pada kreatifitas kerja atau kemampuan adalah sesuai secara lokal atau internasional.

Sejarah hak cipta

Konsep hak cipta di Indonesia merupakan terjemahan dari konsep copyright dalam bahasa Inggris (secara harafiah artinya “hak salin”). Copyright ini diciptakan sejalan dengan penemuan mesin cetak. Sebelum penemuan mesin ini oleh Gutenberg, proses untuk membuat salinan dari sebuah karya tulisan memerlukan tenaga dan biaya yang hampir sama dengan proses pembuatan karya aslinya. Sehingga, kemungkinan besar para penerbitlah, bukan para pengarang, yang pertama kali meminta perlindungan hukum terhadap karya cetak yang dapat disalin.

Awalnya, hak monopoli tersebut diberikan langsung kepada penerbit untuk menjual karya cetak. Baru ketika peraturan hukum tentang copyright mulai diundangkan pada tahun 1710 dengan Statute of Anne di Inggris, hak tersebut diberikan ke pengarang, bukan penerbit. Peraturan tersebut juga mencakup perlindungan kepada konsumen yang menjamin bahwa penerbit tidak dapat mengatur penggunaan karya cetak tersebut setelah transaksi jual beli berlangsung. Selain itu, peraturan tersebut juga mengatur masa berlaku hak eksklusif bagi pemegang copyright, yaitu selama 28 tahun, yang kemudian setelah itu karya tersebut menjadi milik umum.

Berne Convention for the Protection of Artistic and Literary Works (“Konvensi Bern tentang Perlindungan Karya Seni dan Sastra” atau “Konvensi Bern“) pada tahun 1886 adalah yang pertama kali mengatur masalah copyright antara negara-negara berdaulat. Dalam konvensi ini, copyright diberikan secara otomatis kepada karya cipta, dan pengarang tidak harus mendaftarkan karyanya untuk mendapatkan copyright. Segera setelah sebuah karya dicetak atau disimpan dalam satu media, si pengarang otomatis mendapatkan hak eksklusif copyright terhadap karya tersebut dan juga terhadap karya derivatifnya, hingga si pengarang secara eksplisit menyatakan sebaliknya atau hingga masa berlaku copyright tersebut selesai.

Sejarah hak cipta di Indonesia

Pada tahun 1958, Perdana Menteri Djuanda menyatakan Indonesia keluar dari Konvensi Bern agar para intelektual Indonesia bisa memanfaatkan hasil karya, cipta, dan karsa bangsa asing tanpa harus membayar royalti.

Pada tahun 1982, Pemerintah Indonesia mencabut pengaturan tentang hak cipta berdasarkan Auteurswet 1912 Staatsblad Nomor 600 tahun 1912 dan menetapkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta, yang merupakan undang-undang hak cipta yang pertama di Indonesia. Undang-undang tersebut kemudian diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987, Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997, dan pada akhirnya dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 yang kini berlaku.

Perubahan undang-undang tersebut juga tak lepas dari peran Indonesia dalam pergaulan antarnegara. Pada tahun 1994, pemerintah meratifikasi pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization – WTO), yang mencakup pula Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual PropertyrightsTRIPs (“Persetujuan tentang Aspek-aspek Dagang Hak Kekayaan Intelektual”). Ratifikasi tersebut diwujudkan dalam bentuk Undang-undang Nomor 7 Tahun 1994. Pada tahun 1997, pemerintah meratifikasi kembali Konvensi Bern melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1997 dan juga meratifikasi World Intellectual Property Organization Copyrights Treaty (“Perjanjian Hak Cipta WIPO”) melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 1997.

Sebelum memulai topik Mengajukan Copyright ini sudah seharusnya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan copyright. Copyright adalah sebuah hukum dari United States yang melindungi kerja pengarang, artis, komposer, dan lainnya dari penggunaan tanpa ijin.

 

Lambang hak cipta

 

2) Ketrampilan kerja

- Memberikan perlindungan terhadap karya dari pengarang sehingga pengarang merasa karyanya lebih dihargai.

- Memberikan copyright terhadap karya milik pengarang sebagai hak paten karya tersebut.

- Memenuhi semua syarat persetujuan copyright untuk memenuhi proteksi karya.

- Memiliki daya kontrol yang baik dalam proteksi karya

 

3) Sikap kerja

- Menanyakan mengenai prosedur copyright.

- Memenuhi persyaratan untuk pembuatan copyright

- Memberikan jasa karya sesuai dengan perjanjian.

- Mengontrol kepastian mengenai proteksi karya

 

 

4.5.2  Memberikan copyright  untuk kreatifitas kerja atau para pelaku kerja

 

1)  Pengetahuan kerja

- Pengetahuan mengenai pemberikan copyright   untuk kreatifitas kerja atau para pelaku kerja.

 

Pemakaian yang wajar memperkenankan Anda untuk menggunakan dalam jumlah material yang memiliki copyright untuk penggunaan educational Anda. Anggap material yang Anda ingin gunakan di dalam laporan Anda. Apakah hal tersebut memenuhi hal-hal seperti di bahwah ini :

  • Apakah ini memiliki tujuan edukasi yang nonprofit?
  • Apa jenis material yang Anda ingin gunakan?
  • Apakah Anda menggunakan hanya dalam porsi kecil?
  • Akankah penggunaan Anda dicabut oleh pengarang dari pembuatan uang?

 

Apabila kita mendapatkan fotografi yang baik dari website Smithsonian , kita dapat  menggunakannya dalam report kita. Smithsonian memberikan ijin kepada para siswa untuk menggunakan fotografi mereka untuk laporan sekolah. Banyak material yang dalam daerah publik dalam website pemerintah. Baca dengan yakin mengenai statment pemerintah tersebut.

 

Banyak lagu atau video yang dapat digunakan adalah porsi kerja. Untuk media bergerak contohnya, Anda dapat menggunakan 10% atau sampai 1000 kata. Untuk music, lirik dan sebagainya Anda dapat menggunakan sampai 10%nya tapi tidak lebih dari 30 detik dari karya individu.

 

Attribution adalah anda seharusnya selalu diberi penghargaan atau perlengkapan untuk orang yang membuat karya seperti fotografi, rekaman suara, gambar bergerak, atau dokumen.

 

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi [p]encipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” (pasal 1 butir 1).

 

 

2) Ketrampilan kerja

- Memberikan copyright yang sesuai untuk tiap kreastifitas kerja atau kepada para pengarangnya.

- Mengecek apakah karya memenuhi persyaratan untuk diberi copyright.

- Memberikan copyright yang sesuai dan dengan fee yang berlaku saat itu.

 

3) Sikap kerja

- Memberi atau mencari informasi yang tepat untuk memberi copyright untuk kreatifitas kerja.

- Menjawab pertanyaan dan konfirmasi mengenai dengan jelas dan baik sehingga pengarang mengerti benar dengan perjanjian sebelum dan saat terjadinya diberikannya copyright itu sendiri.

- Memberikan pelayanan kerja seprofesional mungkin.

 

 

4.5.3  Hak lisensi atas karya kreatif dan kemampuan

 

1)  Pengetahuan kerja

- Pengetahuan mengenai hak lisensi atas karya kreatif dan kemampuan.

 

Tindakan copyright biasanya memberikan pemiliknya hak eksklusif untuk melakukan dan untuk mengesahkan lainnya untuk hal-hal berikut :

  • Untuk memproduksi kembali copy atau piring rekaman  suatu pekerjaan
  • Untuk mempersiapkan karangan karya yang asli berdasarkan pada karya tersebut
  • Untuk mendistribusikan kopian-kopian atau piring rekaman dari karya untuk umum untuk dijual atau transfer lainnya dari pemilik, atau untuk disewakan, dikontrakkan, atau dipinjamkan
  • Untuk menunjukkan karya kepada publik, dalam hal karya sastra, musikal, dramatik, dan koreografi, pantomim, dan gambar bergerak dan karya audiovisual lainnya.
  • Dalam hal rekaman suara, untuk mempertunjukkan pekerjaan kepada publik dengan maksud transmisi digital audio

 

Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum, konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud atau terwakili di dalam ciptaan tersebut. Sebagai contoh, hak cipta yang berkaitan dengan tokoh kartun Miki Tikus melarang pihak yang tidak berhak menyebarkan salinan kartun tersebut atau menciptakan karya yang meniru tokoh tikus tertentu ciptaan Walt Disney tersebut, namun tidak melarang penciptaan atau karya seni lain mengenai tokoh tikus secara umum.

 

Apakah publik memiliki hukum untuk menggunakan musik dan seni? Jawabannya adalah ya. Dalam fakta hukum copyright berusaha untuk menyeimbangkan hak artis dan lainnya dengan hak publik. Baiknya penggunaan perlindungan hak public untuk membatasi penggunaan barang-barang yang telah diberikan copyright. Sehingga hal ini membuat orang yang ingin memakai lebih berhati-hati dalam menggunakan karya orang lain dan bagi pencipta karya tersebut termotivasi untuk membuat karya karena karyanya dihargai dengan copyright tersebut. Sedangkan untuk karya-karya yang tidak dicopyright adalah daerah publik dan mungkin dapat digunakan tabpa ijin. Namun , Anda harus tetap memberikan penghargaan untuk sumber tersebut.

 

 

2) Ketrampilan kerja

- Memberikan keterangan terhadap klien mengenai kerja sama pemakaian karya yang bersangkutan.

- Karya dari pengarang memiliki hak lisensi dari karya-karyanya untuk salah satu hak paten dan proteksi.

 

3) Sikap kerja

- Menjawab pertanyaan klien dengan aktif.

- Menjawab pertanyaan dan konfirmasi klien dengan jelas dan baik sehingga klien mengerti benar dengan perjanjian sebelum dan saat terjadinya kerja sama.

- Memberikan pelayanan kerja seprofesional mungkin.

 

 

 

 

4.5.4  Memenuhi semua syarat persetujuan copyright

Penanda hak cipta

Dalam yurisdiksi tertentu, agar suatu ciptaan seperti buku atau film mendapatkan hak cipta pada saat diciptakan, ciptaan tersebut harus memuat suatu “pemberitahuan hak cipta” (copyright notice). Pemberitahuan atau pesan tersebut terdiri atas sebuah huruf c di dalam lingkaran (yaitu lambang hak cipta, ©), atau kata “copyright“, yang diikuti dengan tahun hak cipta dan nama pemegang hak cipta. Jika ciptaan tersebut telah dimodifikasi (misalnya dengan terbitnya edisi baru) dan hak ciptanya didaftarkan ulang, akan tertulis beberapa angka tahun. Bentuk pesan lain diperbolehkan bagi jenis ciptaan tertentu. Pemberitahuan hak cipta tersebut bertujuan untuk memberi tahu (calon) pengguna ciptaan bahwa ciptaan tersebut berhak cipta.

Pada perkembangannya, persyaratan tersebut kini umumnya tidak diwajibkan lagi, terutama bagi negara-negara anggota Konvensi Bern. Dengan perkecualian pada sejumlah kecil negara tertentu, persyaratan tersebut kini secara umum bersifat manasuka kecuali bagi ciptaan yang diciptakan sebelum negara bersangkutan menjadi anggota Konvensi Bern.

Lambang © merupakan lambang Unicode 00A9 dalam heksadesimal, dan dapat diketikkan dalam (X)HTML sebagai ©, ©, atau ©

 

 

 

Gambar : Hak cipta gambar potret “penduduk asli Bengkulu” yang diterbitkan pada tahun 1810 ini sudah habis masa berlakunya

 

Jangka waktu perlindungan hak cipta

Hak cipta berlaku dalam jangka waktu berbeda-beda dalam yurisdiksi yang berbeda untuk jenis ciptaan yang berbeda. Masa berlaku tersebut juga dapat bergantung pada apakah ciptaan tersebut diterbitkan atau tidak diterbitkan. Di Amerika Serikat misalnya, masa berlaku hak cipta semua buku dan ciptaan lain yang diterbitkan sebelum tahun 1923 telah kadaluwarsa. Di kebanyakan negara di dunia, jangka waktu berlakunya hak cipta biasanya sepanjang hidup penciptanya ditambah 50 tahun, atau sepanjang hidup penciptanya ditambah 70 tahun. Secara umum, hak cipta tepat mulai habis masa berlakunya pada akhir tahun bersangkutan, dan bukan pada tanggal meninggalnya pencipta.

Di Indonesia, jangka waktu perlindungan hak cipta secara umum adalah sepanjang hidup penciptanya ditambah 50 tahun atau 50 tahun setelah pertama kali diumumkan atau dipublikasikan atau dibuat, kecuali 20 tahun setelah pertama kali disiarkan untuk karya siaran, atau tanpa batas waktu untuk hak moral pencantuman nama pencipta pada ciptaan dan untuk hak cipta yang dipegang oleh Negara atas folklor dan hasil kebudayaan rakyat yang menjadi milik bersama (UU 19/2002 bab III dan pasal 50).

Penegakan hukum atas hak cipta

Penegakan hukum atas hak cipta biasanya dilakukan oleh pemegang hak cipta dalam hukum perdata, namun ada pula sisi hukum pidana. Sanksi pidana secara umum dikenakan kepada aktivitas pemalsuan yang serius, namun kini semakin lazim pada perkara-perkara lain.

Sanksi pidana atas pelanggaran hak cipta di Indonesia secara umum diancam hukuman penjara paling singkat satu bulan dan paling lama tujuh tahun yang dapat disertai maupun tidak disertai denda sejumlah paling sedikit satu juta rupiah dan paling banyak lima miliar rupiah, sementara ciptaan atau barang yang merupakan hasil tindak pidana hak cipta serta alat-alat yang digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut dirampas oleh Negara untuk dimusnahkan (UU 19/2002 bab XIII).

 

Pemusnahan cakram padat (CD) bajakan di Brasil

 

Perkecualian dan batasan hak cipta

Perkecualian hak cipta dalam hal ini berarti tidak berlakunya hak eksklusif yang diatur dalam hukum tentang hak cipta. Contoh perkecualian hak cipta adalah doktrin fair use atau fair dealing yang diterapkan pada beberapa negara yang memungkinkan perbanyakan ciptaan tanpa dianggap melanggar hak cipta.

Dalam Undang-undang Hak Cipta yang berlaku di Indonesia, beberapa hal diatur sebagai dianggap tidak melanggar hak cipta (pasal 14–18). Pemakaian ciptaan tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta apabila sumbernya disebut atau dicantumkan dengan jelas dan hal itu dilakukan terbatas untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial termasuk untuk kegiatan sosial, misalnya, kegiatan dalam lingkup pendidikan dan ilmu pengetahuan, kegiatan penelitian dan pengembangan, dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari penciptanya. Kepentingan yang wajar dalam hal ini adalah “kepentingan yang didasarkan pada keseimbangan dalam menikmati manfaat ekonomi atas suatu ciptaan”. Termasuk dalam pengertian ini adalah pengambilan ciptaan untuk pertunjukan atau pementasan yang tidak dikenakan bayaran. Khusus untuk pengutipan karya tulis, penyebutan atau pencantuman sumber ciptaan yang dikutip harus dilakukan secara lengkap. Artinya, dengan mencantumkan sekurang-kurangnya nama pencipta, judul atau nama ciptaan, dan nama penerbit jika ada. Selain itu, seorang pemilik (bukan pemegang hak cipta) program komputer dibolehkan membuat salinan atas program komputer yang dimilikinya, untuk dijadikan cadangan semata-mata untuk digunakan sendiri.

Selain itu, Undang-undang Hak Cipta juga mengatur hak pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan atau mewajibkan pihak tertentu memperbanyak ciptaan berhak cipta demi kepentingan umum atau kepentingan nasional (pasal 16 dan 18), ataupun melarang penyebaran ciptaan “yang apabila diumumkan dapat merendahkan nilai-nilai keagamaan, ataupun menimbulkan masalah kesukuan atau ras, dapat menimbulkan gangguan atau bahaya terhadap pertahanan keamanan negara, bertentangan dengan norma kesusilaan umum yang berlaku dalam masyarakat, dan ketertiban umum” (pasal 17)[2].

Menurut UU No.19 Tahun 2002 pasal 13, tidak ada hak cipta atas hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara, peraturan perundang-undangan, pidato kenegaraan atau pidato pejabat Pemerintah, putusan pengadilan atau penetapan hakim, ataupun keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya (misalnya keputusan-keputusan yang memutuskan suatu sengketa). Di Amerika Serikat, semua dokumen pemerintah, tidak peduli tanggalnya, berada dalam domain umum, yaitu tidak berhak cipta.

Pasal 14 Undang-undang Hak Cipta mengatur bahwa penggunaan atau perbanyakan lambang Negara dan lagu kebangsaan menurut sifatnya yang asli tidaklah melanggar hak cipta. Demikian pula halnya dengan pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, lembaga penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.

 

Hak cipta foto umumnya dipegang fotografer, namun foto potret seseorang (atau beberapa orang) dilarang disebarluaskan bila bertentangan dengan kepentingan yang wajar dari orang yang dipotret. UU Hak Cipta Indonesia secara khusus mengatur hak cipta atas potret dalam pasal 19–23

Pendaftaran hak cipta di Indonesia

 

Di Indonesia, pendaftaran ciptaan bukan merupakan suatu keharusan bagi pencipta atau pemegang hak cipta, dan timbulnya perlindungan suatu ciptaan dimulai sejak ciptaan itu ada atau terwujud dan bukan karena pendaftaran. Namun demikian, surat pendaftaran ciptaan dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadap ciptaan. Sesuai yang diatur pada bab IV Undang-undang Hak Cipta, pendaftaran hak cipta diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI), yang kini berada di bawah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pencipta atau pemilik hak cipta dapat mendaftarkan langsung ciptaannya maupun melalui konsultan HKI. Permohonan pendaftaran hak cipta dikenakan biaya (UU 19/2002 pasal 37 ayat 2). Penjelasan prosedur dan formulir pendaftaran hak cipta dapat diperoleh di kantor maupun situs web Ditjen HKI. “Daftar Umum Ciptaan” yang mencatat ciptaan-ciptaan terdaftar dikelola oleh Ditjen HKI dan dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dikenai biaya.

 

Kritik atas konsep hak cipta

Kritikan-kritikan terhadap hak cipta secara umum dapat dibedakan menjadi dua sisi, yaitu sisi yang berpendapat bahwa konsep hak cipta tidak pernah menguntungkan masyarakat serta selalu memperkaya beberapa pihak dengan mengorbankan kreativitas, dan sisi yang berpendapat bahwa konsep hak cipta sekarang harus diperbaiki agar sesuai dengan kondisi sekarang, yaitu adanya masyarakat informasi baru.

Keberhasilan proyek perangkat lunak bebas seperti Linux, Mozilla Firefox, dan Server HTTP Apache telah menunjukkan bahwa ciptaan bermutu dapat dibuat tanpa adanya sistem sewa bersifat monopoli berlandaskan hak cipta. Produk-produk tersebut menggunakan hak cipta untuk memperkuat persyaratan lisensinya, yang dirancang untuk memastikan kebebasan ciptaan dan tidak menerapkan hak eksklusif yang bermotif uang; lisensi semacam itu disebut copyleft atau lisensi perangkat lunak bebas.

 

Gambar Copyleft, lisensi untuk memastikan kebebasan ciptaan.

 

Definisi lain yang terkait adalah Hak Paten, yaitu hak eksklusif atas ekspresi di dalam Hak Cipta di atas dalam kaitannya dengan perdagangan. Regulasi di Amerika Hak Cipta diberikan seumur hidup pencipta ditambah 50 tahun setelah pencipta meninggal dunia, sedangkan paten berlaku 20 tahun. Saya tidak tahu hukum di Indonesia apakah sama atau tidak. Hak Cipta direpresentasikan dalam tulisan dengan simbol © (copyright) sedangkan Hak Paten disimbolkan dengan ™ (trademark).

 

Hukum Hak Cipta bertujuan melindungi hak pembuat dalam mendistribusikan, menjual atau membuat turunan dari karya tersebut. Perlindungan yang didapatkan oleh pembuat (author) adalah perlindungan terhadap penjiplakan (plagiat) oleh orang lain. Hak Cipta sering diasosiasikan sebagai jual-beli lisensi, namun distribusi Hak Cipta tersebut tidak hanya dalam konteks jual-beli, sebab bisa saja sang pembuat karya membuat pernyataan bahwa hasil karyanya bebas dipakai dan didistribusikan (tanpa jual-beli), seperti yang kita kenal dalam dunia Open Source, originalitas karya tetap dimiliki oleh pembuat, namun distribusi dan redistribusi mengacu pada aturan Open Source.

 

Masalah penjiplakan atau pembajakan memang tak pernah selesai, menjadi sangat rumit ketika semuanya berkaitan dengan uang atau meja hijau. Contoh kecil adalah misalnya jika saya menyanyikan lagu yang diciptakan oleh Chrisye di sebuah panggung dan penonton membayar saya, saya bisa dikatakan menjiplak dan mengambil untung. Kondisi ini jelas terjadi di mana-mana, banyak grup musik yang meniti karir dari pub ke pub menarik uang dengan menjiplak karya orang lain. Bahkan jika penampilan karya dalam bentuk gubahan, tetap dikatakan menjiplak karena itu bersifat karya turunan.

Anda sendiri pun termasuk dalam rantai pembajakan, misalnya men-download musik-musik dalam format mp3 atau mengubah format CD Audio ke dalam mp3 dan memberikannya kepada orang lain. Dalam kasus ini saya tidak menjiplak, tapi lebih kepada ‘konsumen para pembajak’. Tugas pemerintahlah melalui hukum mengurangi rantai pembajakan ini, dan jelas bisa dikurangi jika yang dibasmi adalah mata rantai yang lebih tinggi (pengedar, terutama dalam volume yang besar), bukan pengguna akhir.

Mungkin picik saya berkata seperti itu, tapi itu saya alami dalam hal lain, misalnya membeli buku, saya tidak membajak karena nyaris tidak ada rantai pembajakan buku yang saya konsumsi. Sewaktu kuliah dulu pengajar mewajibkan membaca text-book berbahasa Inggris dan sangat mahal, sedangkan di perpustakaan kampus hanya ada dalam itungan jumlah jari dalam satu tangan, tentunya sangat repot saya baca karena laku keras dipinjam oleh mahasiswa, akhirnya buku tersebut difotokopi ramai-ramai. Buku lain yang mudah didapat tanpa membajak tentunya saya beli. Saya salah tapi tak bisa menyalahkan diri sendiri.

Kesadaran hukum kita mengenai hak atas kekayaan intelektual masih cukup rendah. Hal ini dengan mudah terlihat dari banyaknya orang yang menjual CD/DVD film atau lagu bajakan, dan betapa mudahnya orang bertukar MP3.

Hak cipta (biasanya) adalah milik dari pembuat karya cipta (tapi bisa dialihtangankan). Ketika orang membeli sebuah buku, software atau karya lain yang dilindungi hak cipta, maka yang dibeli bukan hak ciptanya, hanya hak untuk menggunakan karya cipta tersebut (Anda diberi lisensi). Jika Anda membeli sebuah buku, Anda tidak diperkenankan untuk membuat salinan buku tersebut lalu menjualnya.

 

Benda gratis pun dilindungi hak cipta. Jika Anda menemukan ada sebuah buku tergeletak di jalan, atau seseorang membagikan buku promosi gratis, yang diberikan ke Anda bukan hak ciptanya, hanya hak untuk memiliki buku tersebut. Anda tetap tidak boleh menggandakan buku tersebut lalu menjualnya.

 

Hak cipta otomatis dijamin ketika suatu karya diumumkan. Jadi tulisan saya ini juga dilindungi oleh hak cipta. Hak cipta boleh didaftarkan (tapi tidak wajib) agar memudahkan ketika terjadi perkara yang melibatkan pengadilan.

 

Masa berlaku hak cipta dibatasi, dan ketika sudah lewat masa tertentu, karya tersebut menjadi milik publik (public domain). Anda boleh melakukan apa saja terhadap karya public domain (menyalinnya, membuatnya jadi film, dll).

Paten melindungi ide untuk suatu ciptaan. Contoh, jika saya memiliki ide jemuran otomatis yang bisa menarik pakaian jika hujan, maka saya bisa mempatenkan ide itu, dan orang lain tidak boleh membuat benda yang sesuai dengan deskripsi idesaya tanpa seijin saya. Paten hanya melindungi ide sesuai dengan yang dideskripsikan, misalnya jika saya menuliskan idenya “jemuran ditarik ketika sensor mendeteksi adanya air”, maka jika ada orang yang memiliki ide lain “jemuran ditarik ketika pembantu berteriak ‘hujaannnn’”, maka paten saya tidak berlaku untuk orang itu.

 

Paten software belum ada di Indonesia. Di satu sisi itu bagus, karena kita bisa memakai aneka teknologi dari Amerika, Jepang, dan negara lain dengan “gratis” (misalnya kompresi MP3). Di sisi lain itu juga jelek, karena jika Anda ikut lomba inovasi software atau lomba lain yg membuat Anda memberikan ide software Anda ke publik, maka ide itu tidak dilindungi. Orang lain boleh membuat software yang idenya sama dengan yang Anda buat, asalkan tidak menyalin langsung kode milik Anda.

 

Kita bisa memberikan hak kepada orang lain sesuai dengan perjanjian yang kita buat. Ijin yang diberikan untuk menggunakan suatu paten atau karya yang dilindungi hak cipta disebut dengan lisensi. Misalnya jika saya punya buku yang bagus, dan ada yang ingin memfilmkan buku itu, maka saya bisa memberikan lisensi kepada seseorang untuk memfilmkan buku itu. Lisensi umumnya diberikan dalam bentuk perjanjian tertulis.

Sekarang ada yang namanya software open source. Dan masih banyak yang belum mengerti mengenai apa itu software open source, hubungannya dengan hak cipta, dan masalah lisensi open source itu sendiri. Saya akan menjelaskan konsep open source ini sebagai berikut:

  1. Setiap program yang ditulis yang sourcenya diterbitkan otomatis dilindungi hak cipta. Jadi Anda tidak boleh sembarangan menyalin source code orang lain, meski itu tersedia gratis di sebuah situs (ingat analogi buku gratis yang ditemukan di jalan).
  2. Pemilik hak cipta software bisa memberikan lisensi untuk menggunakan karya ciptanya. Lisensi ini bisa saja bersifat formal (dengan tanda tangan, saksi, dsb), atau informal (berupa sebuah file yang menjelaskan lisensinya, atau hak apa saja yang diberikan untuk Anda). Jika Anda tidak mentaati perjanjian formal, Anda bisa dituntut secara hukum. Jika Anda tidak mentaati perjanjian informal, Anda tetap bisa dituntut dengan hukum hak cipta.
  3. Program open source adalah program yang dilindungi hak cipta, dengan suatu lisensi informal yang memenuhi syarat tertentu (Silakan baca http://www.opensource.org). Jika Anda memakai suatu software open source dan mentaati lisensinya, maka Anda tidak akan dituntut, jika Anda tidak mentaati, maka pemilik hak cipta bisa menuntut sesuai dengan hukum hak cipta (dalam kasus ini, seolah-olah lisensei tersebut tidak pernah ada, dan Anda melanggar hukum hak cipta).

Lisensi Creative Commons adalah beberapa lisensi hak cipta yang diterbitkan pada 16 Desember 2002 oleh Creative Commons, suatu perusahaan nirlaba Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 2001. Banyak di antara lisensi-lisensi tersebut, terutama lisensi original, yang memberikan “hak dasar”, seperti hak untuk mendistribusikan karya berhak cipta tanpa perubahan, tanpa biaya apapun. Beberapa lisensi yang lebih baru tidak memberikan hak tersebut. Lisensi Creative Commons saat ini tersedia dalam 34 yurisdiksi yang berbeda di seluruh dunia, dengan sembilan lainnya dalam tahap pengembangan.

Semua lisensi original memberikan “hak dasar”. Detil masing-masing lisensi ini bergantung pada versi, dan terdiri dari pilihan empat kondisi:

  1. Atribusi (attribution, “by”): Mengizinkan orang lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, serta membuat karya turunan berdasarkan suatu karya hanya jika orang tersebut memberikan penghargaan pada pencipta atau pemberi lisensi dengan cara yang disebutkan dalam lisensi.
  2. Nonkomersial (noncommercial, “nc”): Mengizinkan orang lain menyalin, mendistribusikan, menampilkan, serta membuat karya turunan berdasarkan suatu karya hanya untuk tujuan nonkomersial.
  3. Tanpa karya turunan (no derivative works, noderivs, “nd”): Mengizinkan orang lain menyalin, mendistribusikan, dan menampilkan hanya salinan sama persis (verbatim) suatu karya, bukan karya turunan yang berdasarkan karya tersebut.
  4. Pembagian serupa (share-alike, “sa”): Mengizinkan orang lain untuk mendistribusikan suatu karya turunan hanya di bawah suatu lisensi yang identik dengan lisensi yang diberikan pada karya aslinya. (Lihat pula copyleft.)

Penggabungan dan pencocokan kondisi-kondisi tersebut menghasilkan enam belas kemungkinan kombinasi, dengan sebelas di antaranya adalah lisensi Creative Commons yang valid. Dari lima kombinasi yang tak valid, empat di antaranya mencakup baik klausa “nd” maupun “sa” yang saling eksklusif satu dengan yang lain; dan satunya lagi tidak mencakup satu pun klausa, yang berarti melepas hak suatu karya dalam domain publik. Lima di antara sebelas lisensi valid yang tak mencakup unsur Atribusi sudah (hampir) tak digunakan karena 98% pemberi lisensi meminta Atribusi, tapi masih dapat dilihat di situs web. Ada enam lisensi yang umumnya dipergunakan:

  1. Atribusi saja (by)
  2. Atribusi + Nonkomersial (by-nc)
  3. Atribusi + Tanpa karya turunan (by-nd)
  4. Atribusi + Pembagian serupa (by-sa)
  5. Atribusi + Nonkomersial + Tanpa karya turunan (by-nc-nd)
  6. Atribusi + Nonkomersial + Pembagian serupa(by-nc-sa)

 

Berkaitan dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta), seorang pencipta lagu memiliki hak eksklusif untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya ataupun memberikan ijin kepada pihak lain untuk melakukan hal tersebut. Itu berarti bahwa orang lain atau pihak lain yang memiliki keinginan untuk menggunakan karya cipta (lagu) milik orang lain, maka ia harus terlebih dahulu meminta ijin dari si pencipta lagu atau orang yang memegang hak cipta atas lagu tersebut. Sehubungan dengan hak eksklusif yang dimiliki oleh pemegang hak cipta lagu sebagaimana dijelaskan diatas, maka pemegang hak cipta dapat saja memberikan ijin kepada pihak lain untuk menggunakan lagu ciptaannya tersebut, pemberian ijin tersebut biasanya disebut sebagai pemberian lisensi yang ketentuannya diatur dalam Pasal 45-47 UU Hak Cipta. Bersamaan  dengan pemberian lisensi tersebut, biasanya diikuti oleh pembayaran royalti kepada pemegang hak cipta lagu tersebut. Royalti itu sendiri dapat diartikan sebagai  kompensasi bagi penggunaan sebuah ciptaan termasuk karya cipta lagu.

 

Sebagai seseorang yang menggunakan karya cipta lagu milik orang lain maka siapapun termasuk anda berkewajiban untuk terlebih dahulu meminta izin dari si pemegang hak cipta lagu tersebut. Berkaitan dengan penggunaan karya cipta, pemegang hak cipta tidak memiliki kemampuan untuk memonitor setiap penggunaan karya ciptanya oleh pihak lain. Pemegang Hak Cipta tersebut tidak bisa setiap waktu mengontrol setiap stasiun televisi, radio, restoran  untuk mengetahui berapa banyak karya cipta lagunya telah diperdengarkan ditempat tersebut. Oleh karena itu, untuk menciptakan kemudahan baik bagi si pemegang hak cipta untuk memonitor penggunaan karya ciptanya dan bagi si pemakai maka si pencipta/pemegang Hak Cipta dapat saja menunjuk kuasa (baik seseorang ataupun lembaga) yang bertugas mengurus hal-hal tersebut. Dalam prakteknya di beberapa negara, pengurusan lisensi atau pengumpulan royalti dilakukan melalui suatu lembaga manajemen kolektif.

 

Di Indonesia, salah satu lembaga manajemen kolektif adalah Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI). Institusi ini adalah fasilitator yang sangat penting bagi pencipta maupun pengguna karya cipta/pemakai, karena institusi ini menjembatani hubungan antara pemegang hak cipta dengan pemakai dan akan memastikan bahwa si pemegang hak cipta atau pencipta menerima pembayaran atas penggunaan karya mereka. Institusi ini bertindak atas nama para anggotanya untuk menegosiasikan royalti dan syarat-syarat penggunaan karya cipta tersebut kepada pemakai, mengeluarkan lisensi untuk pemakai, mengumpulkan dan mendistribusikan royalti. Pemakai yang antara lain adalah stasiun televisi, radio, restoran, cafe, hotel, pusat perbelanjaan, diskotik, theater, karaoke dan tempat-tempat lainnya yang memutarkan dan memperdengarkan lagu/musik untuk kepentingan komersial berkewajiban untuk membayar royalti karena lagu/musik adalah karya intelektual dari seseorang, dimana pembayaran royalti tersebut di Indonesia dapat dilakukan melalui KCI. Perlu di ingat bahwa royalti yang anda bayarkan tidak akan masuk kedalam institusi KCI melainkan akan didistribusikan oleh KCI kepada para pencipta lagu yang karyanya telah digunakan. Untuk mempermudahnya, pemakai dapat pula memiliki lisensi dari KCI ini sehingga pemakai dapat menggunakan jutaan karya cipta musik untuk kepentingannya dimana sebagai konsekwensinya adalah membayar royalti kepada KCI atas lisensi tersebut.

 

Sehubungan dengan lisensi tersebut, perlu diperhatikan beberapa hal penting bahwa lisensi tersebut sesuai dengan sifatnya merupakan suatu perjanjian yang pada dasarnya harus disepakati oleh kedua belah pihak tanpa paksaan. Sebagai suatu perjanjian, baik anda yang merupakan pengguna/ pemakai karya cipta musik maupun Pencipta/Pemegang Hak Cipta/ KCI (sebagai kuasa) yang merupakan para pihak dalam perjanjian pada dasarnya dapat melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan dalam perjanjian. Dalam negosiasi tersebut dapat dibahas hal-hal yang juga menyangkut kepentingan anda sebagai pemakai, diantaranya mengenai ruang lingkup pemanfaatan karya cipta tersebut apakah akan digunakan untuk kepentingan sendiri atau untuk komersial. Dimana apabila suatu karya cipta digunakan untuk kepentingan sendiri tidak ada kewajiban untuk membayar royalti. Negosiasi tersebut juga dapat dilakukan terhadap besarnya royalti yang harus dibayarkan oleh anda sebagai pengguna dan sistem pembayaran royalti tersebut sesuai dengan kapasitas anda dalam melakukan pembayaran tersebut. Untuk lebih mengetahui keberadaan dan fungsi dari institusi KCI ini anda dapat mengakses informasinya melalui www.kci.or.id

 

Perlindungan copyright hidup dari waktu karya tersebut dibuat dalam bentuk yang tetap. Copyright dalam karya pengarang segera menjadi properti pengarang yang bekerja dalam karyanya. Hanya pengarang yang dapat mengambil hak setelah pengarang dapat mengklaim copyright secara benar.

 

Apa saja yang tidak dilindungi oleh copyright? Beberapa kategori dari material di bawah ini biasanya tidak memnuhi syarat untuk mendapat perlindungan hukum copyright. Ini termasuk beberapa di bawah ini :

  • Pekerjaan yang tidak memiliki ekspresi nyata yang tetap (contohnya , karya koreografi yang tidak terrekam, atau pidato improvisasi  atau pertunjukan yang tidak tertulis atau terdokumentasi.
  • Judul, nama, frase pendek, slogan; simbol yang terkenal atau desain; variasi ornamen tipografi belaka, surat, atau pewarnaan; daftar dari kandungan atau konten.
  • Ide, prosedur, metode, sistem, proses, konsep, prinsip, penemuan, atau nasihat, untuk membedakan dari deskripsi, keterangan, atau ilustrasi.
  • Karya yang mengandung segala informasi yang properti umum dan tidak mengandung kepengarangan original (untuk contoh : kalender standar, grafik tinggi dan berat, pita pengukur dan penggaris, dan daftar atau tabel yang berasal dari dokumen umum atau sumber umum lainnya).
  • Hasil rapat terbuka lembaga-lembaga negara
  • Peraturan perundang-undangan
  • Pidato kenegaraan atau pidato pejabat pemerintah
  • Putusan pengadilan atau penetapan hakim
  • Keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya

“Hak cipta adalah hak eksklusif  bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundangan-undangan yang berlaku.”

Mengapa perlindungan hak cipta diperlukan ?

Perlindungan diperlukan untuk  mencegah peniruan dan penyebarluasan tanpa hak oleh pihak lain. Disamping itu, hak cipta juga pengakuan terhadap status authorship  yang  mampu mengangkat nilai dari suatu karya sehingga dapat  meningkatkan daya kompetisi atas suatu  karya.

Berdasarkan ketentuan undang-undang, hak cipta memberikan  kepada perlindungan yang luas terhadap hak-hak pencipta, yaitu hak ekonomi (economic right) yang meliputi :

·       Hak untuk mereproduksi karyanya

·       Hak untuk mendistribusikannya

·       Hak untuk menampilkan karyanya di depan publik

·       Hak untuk membuat karya turunan dari karya asli maupun hak secara moral (moral right)  yang meliputi :

·     Hak untuk diakui sebagai Pencipta

·     Hak untuk menggugat yang tanpa persetujuannya telah meniadakan nama pencipta, mencantumkan nama pencipta, ataupun mengubah isi ciptaan.

Jangka waktu perlindungan hak cipta relatif  lebih panjang dibandingkan jenis HKI yang lain, yaitu berlaku selama hidup pencipta ditambah 50 (lima puluh) tahun setelah pencipta meninggal dunia. Bukankah itu merupakan waktu yang cukup panjang untuk menikmati nilai komersial hasil karya anda? Bahkan anak cucu anda pun dapat menikmati warisan hasil karya tersebut.

 

 

 

Bagaimana Saya Memperoleh Hak Cipta ?

Hak Cipta merupakan hak yang melekat pada penciptanya dan bersifat eksklusif. Oleh karena itu, hak cipta lahir secara otomatis tanpa harus melalui pendaftaran.  Pasal 35 UU Hak Cipta menyatakan bahwa ketentuan tentang pendaftaran tidak merupakan kewajiban untuk mendapatkan hak cipta.  Hak Cipta  mencakup karya yang telah diterbitkan maupun yang belum diterbitkan. Pendaftaran dilakukan sebagai tindakan administratif  yang hanya berfungsi sebagai bukti pendukung.

 

Pengecualian terhadap Pelanggaran Hak Cipta

Undang-undang menyatakan bahwa dengan syarat sumbernya harus dicantumkan atau  disebutkan, maka tidak dianggap pelanggaran hak cipta :

  • Untuk keperluan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik
  • Untuk keperluan pembelaan di dalam dan di luar pengadilan
  • Untuk ceramah
  • Untuk non komersial/keperluan sendiri

 

Bagaimana mencantumkan  tanda/peringatan hak cipta?

Dengan alasan untuk tujuan pembuktian atas tuntutan pelanggaran, sangat disarankan kepada penulis untuk menuliskan peringatan hak cipta atas semua karya yang dimaksudkan untuk publikasi. Peringatan tersebut meliputi nama pemilik hak cipta, tahun dipublikasikan pertama, baik dengan simbol © atau kata “hak cipta”. Contoh :

Hak Cipta © Pusat Inovasi LIPI 2003

Pendaftaran hak cipta di LIPI melalui Pusat Inovasi selaku kuasa LIPI untuk pengelolaan HKI di LIPI. Permohonan pendaftaran Hak Cipta ditujukan ke Ditjen Hak Cipta, Departemen Kehakiman dan HAM RI, melalui prosedur sebagai berikut :

  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Melampirkan contoh ciptaan
  • Melampirkan bukti kewarganegaraan penciptaan atau pemegang hak cipta (fotokopi Kartu Tanda Pengenal pencipta/para pencipta)
  • Melampirkan bukti badan hukum bila pemohon adalah badan hukum (fotokopi Keppres, untuk LIPI disiapkan oleh Pusat Inovasi)
  • Melampirkan surat kuasa bila melalui kuasa bila melalui kuasa (untuk LIPI disiapkan oleh Pusat Inovasi)
  • Membayar biaya permohonan

Disamping melindungi hak-hak Pencipta, hak cipta juga melindungi hak-hak pihak pihak lain yang terkait dengan ciptaan atau hasil karya tersebut. Hak ini dikenal dengan istilah hak terkait atau dalam Bahasa Inggrisnya disebut neighbouring right. Hak terkait pada prinsipnya adalah hak  yang dimiliki oleh pihak lain karena kontribusinya terhadap tujuan dari suatu ciptaan atau hasil karya.  Hak terkait ini biasanya dimiliki oleh :

  • Pelaku
  • Produser Rekaman Suara
  • Lembaga Penyiaran

Lama Perlindungan Hak Cipta

Jangka waktu perlindungan hak cipta relatif  lebih panjang dibandingkan jenis HKI yang lain, yaitu berlaku selama hidup pencipta ditambah 50 (lima puluh) tahun setelah pencipta meninggal dunia. Bukankah itu merupakan waktu yang cukup panjang untuk menikmati nilai komersial hasil karya anda? Bahkan anak cucu anda pun dapat menikmati warisan hasil karya tersebut.

 

Ciptaan Apa Saja yang Dilindungi dengan Hak Cipta?

  • Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain

  • Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu

 

  • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan

 

  • Lagu atau musik dengan atau tanpa teks; Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim

 

 

 

 

 

  • Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis,gambar

 

 

  • Seni ukir

 

 

  • Seni kaligrafi

 

 

  • Seni pahat

 

 

  • Seni patung

 

 

  • Kolase

 

 

  • Seni terapan

 

 

  • Arsitektur

 

 

  • Peta

 

 

 

 

 

 

  • Seni batik

 

 

  • Fotografi

 

 

  • Terjemahan

 

  • Tafsir

 

 

  • Saduran

 

 

  • Bunga rampai

 

 

 

 

 

  • Database

 

Apa saja yang tidak ada hak ciptanya?

  • Hasil rapat terbuka lembaga-lembaga negara
  • Peraturan perundang-undangan
  • Pidato kenegaraan atau pidato pejabat pemerintah
  • Putusan pengadilan atau penetapan hakim; atau
  • Keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya

 

4.5.4 Memenuhi semua syarat persetujuan copyright

 

1)  Pengetahuan kerja

- Pengetahuan mengenai pemenuhan semua syarat persetujuan copyright.

 

2) Ketrampilan kerja

- Memenuhi semua syarat persetujuan copyright untuk memenuhi proteksi karya.

- Penjelasan syarat persetujuan copyright dengan jelas,baik,dan benar.

- Membuat daftar syarat persetujuan copyright dalam surat perjanjian sebagai bukti.

 

3) Sikap kerja

- Memberikan keterangan yang jelas mengenai seluruh syarat-syarat yang diperlukan.

- Mengecek secara teliti apakah seluruh syarat telah dipenuhi sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui.

- Memberikan pelayanan kerja seprofesional mungkin.

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

5.2 Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, videp, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan      :   Mengajukan Copyright
    1. Kode Program Pelatihan  :   TIK.MM01.002.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memastikan bahwa

proteksi hak cipta pada

kreatifitas kerja atau

kemampuan adalah

sesuai secara local atau

internasional

 

TIK.MM01.002.01

Satu unit komputer dengan spesifikasi standar Satu paket aplikasi perkantoran Microsoft Office Aplikasi tambahan bersifat opsional.

 

 

 

 

 

Aplikasi tambahan lainnya seperti Photoshop, dll

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Website

  • http://www.wikipedia.org
  • http://yulian.firdaus.or.id/2005/03/06/hak-cipta-dan-hak-paten/
  • http://www.copyright.gov/

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: