Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menerapkan Proses-Proses Pengelolaan Resiko TIK.PR01.013.01

Jun
08
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

 

MENERAPKAN PROSES-PROSES PENGELOLAAN RESIKO

TIK.PR01.013.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 


DAFTAR ISI

 

 

 

 

DAFTAR ISI. 2

 

BAB I. 3

Konsep Penilaian. 3

1.1      Bagaimana Pelatih Menilai 3

1.2      Tipe Penilaian. 3

 

BAB II. 8

PELAKSANAAN PENILAIAN. 8

 

LEMBAR PENILAIAN. 15

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

Konsep Penilaian

 

1.1     Bagaimana Pelatih Menilai

Dalam sitem pelatihan berbasis kompetensi kerja, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan anda, unjuk kerja aktivitas  tugas-tugas / keterampilan anda dan sikap kerja anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan, apakahg anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Pada pelatihan berbasiskan kompetensi kerja , pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah ” Penilaian berdasarkan kriteria / Criterion – Referenced Asessment ” .  Pendekatan ini mengukur unjuk kerja anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Penilaian formatif :

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar / berlatih anda. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

 

Penilaian Sumatif.

Penilaian juga  dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah anda telah mencapai hasil dari program belajar dan berlatih ( contohnya pencapaian kompetensi dalam unit komptensi ). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

 

 

1.2     Tipe Penilaian

1.2.1   Tes  Tertulis. ( Knowledge ).

 

Dalam tes tertulis, akan menilai pengetahuan anda dan pemahaman konsep serta prisip yang merupakan dasar  unjuk kerja dalam melakukan  tugas pekerjaan anda yang dijelaskan dalam  pengetahuan (knowledge) pada kriteria unjuk kerja.

 

Tes tertulis biasanya berupa seri-seri pertanyaan pilihan ganda dan/ atau beberapa bentuk tes obyektif lainnya, yaitu dimana setiap pertanyaan tertulis memiliki satu jawaban yang benar.

Penilaian tes obyektif tertulis pada  umumnya   mempunyai   kisi-kisi   dengan 3 (tiga) tingkatan  kesulitan,  yaitu :

 

1). Soal Mudah.

Adalah  menghafal tanpa mengerti apa maksudnya, menyebutkan bagian-bagian   suatu   alat,    benda,     nama mesin,   memberi nama,   memberi nomor, menjodohkan informasi faktual dengan kejadian.

 

2). Soal  Sedang

Adalah  mampu mengenal dan mengerti fungsi  sesuatu / poses   sesuatu, membandingkan,   memberikan,   membedakan,   menemukan   keuntungan   dan kerugian serta memberi fisualisasi fungsi / proses.

 

3). Soal  Sulit :

Adalah  merupakan  problem solving,   menganalisis   kesalahan   dan  kerusakan, mencari pemecahan,   meramalkan   kondisi   yang   tidak menguntungkan, mencari penyebab,   menggunakan   pertimbangan   dan    mengevaluasi. Rentangan  nilai tes tertulis, yaitu  0  -  1,   artinya  nilai setiap  soal tertulis yang   dinyatakan   benar   (kompeten)   mempunyai   nilai   1  (satu),   dan   yang dinyatakan    salah  (belum kompeten)  mempunyai nilai 0 (nol).

 

1.2.2. Tes  Unjuk  Kerja  (praktek keterampilan / keahlian).

 

Dalam tes unjuk kerja , akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan tugas pekerjaan  dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam keterampilan  (skill) pada kriteria unjuk kerja. Oleh sebab itu, anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap  unjuk kerja  anda.

 

Penilaian biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen kompetensi sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi anda, dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika anda dinyatak kompeten, dan merencanakan pelatihan ulang jika anda belum dinyatakan kompeten pada kesempatan pertama ini.

 

Daftar Cek Unjuk Kerja, berisi :

1). Masing-masing elemen kompetensi dengan  sebaran  kriteria  unjuk  kerja harus kompeten.

2). Setiap tugas yang sedang dilaksanakan, penilai  akan mengisi daftar cek analisis elemen kompetensi yang telah disiapkan untuk menentukan kompetensi kerja anda dan umpan balik unjuk kerja anda. untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja  dinyatakan benar mempunyai

3). Untuk memberi cacatan bagi diri anda dan penilai  anda.

4). Ketika tugas dari setiap indikator kerja tidak dilaksanakan sesuai standar kriteria keterampilan / kehlian secara  benar, maka  rencana pelatihan kerja ulang  akan dibicarakan antara anda dengan penilai.

 

Untuk setiap  soal / perintah   untuk melakukan unjuk kerja   mempunyai rentang nilai 0 (nol)  -  1 (satu). Bila anda melaukan untuk kerja  dinyatakan   benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan bila dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

 

1.2.3. Tes Sikap  Kerja  ( Attitude ).

 

Dalam   tes   sikap kerja ,   akan   menilai   kompetensi   anda   dalam menampilkan sikap kerja dari   elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam sikap (attitude)  pada kriteria unjuk kerja. Penilaian sikap kerja dapat dlakukan dalam waktu relatif pendek (efektif) berdasarkan atas instruksi sikap  kerja yang harus anda lakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

 

Sikap kerja merupakan unsur kompetensi kerja yang agak sulit menilainya,   namun demikian perlu  dimulai  dari sekarang,   karena kita harus mengacu    pada   Standar Kompetensi  Kerja  Nasional  Indonesia (SKKNI)   yang telah ditetapkan,  yaitu kemampuan seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian dan sikap kerja sesuai pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

Penilaian sikap kerja, dilakukan selain melalui pemahaman sikap kerja secara tertulis , kemampuan aspek sikap ditujukan untuk meningkatkan kinerja seseorang (anda) dimasa mendatang dalam arti yang sebenarnya, dan tidak dianggap lagi sudah menyatu dengan keterampilan /  keahlian.

Anda terampil atau memiliki keahlian yang bagus,  tetapi sikap  kerja anda tidak kompeten, ini ada sesuatu  yang salah pada diri anda, termasuk penilai anda juga punya andil atas kesalahan penilaian kompetensi terhadap diri anda.

 

Penilaian sikap kerja.

Dilakukan untuk kurun waktu yang tidak terlalu panjang terhadap kriteria attitude / sikap perilaku yang mudah diamati seperti pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas atau perintah sikap dari kriteria unjuk kerja pada elemen kompetensi,  adalah  sebagai  berikut :

 

1). Pengamatan sikap kerja.

 

a.   Untuk Jaminan Keselamatan  ( Saffety Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Keselamatan. Benar Salah Keterangan

1.

Penggunaan pakaian kerja.      

2.

Kerapihan dan kebersihan tempat kerja      

3.

Penataan alat-alat kerja.      

4.

Penataan bahan-bahan kerja.      

5.

Tertib sesuai aturan / prosedur/ standar.      

6.

Ketepatan waktu kerja.      

7.

Sopan, ramah, lembut dan sabar.      

8.

Teliti, cermat, hati-hati.      

9.

Obyektif, akurat.      

10.

Bakat, minat dan temperamen kerka.      

 

 

b.  Untuk Jaminan Kualitas.  ( Quality Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Kualitas. Benar Salah Keterangan

1.

Penerimaan / kesadaran/ kemauan..      

2.

Partisipasi/ kepatuhan, ikut secara aktif.      

3.

Penilaian / penentuan sikap.      

4.

Organisasi / bertanggung jawab.      

5.

Pembentukan pola /disiplin pribadi.      

 

Rentang nilai sikap dengan pengamatan langsung untuk memenuhi jaminan keamanan ( saffety insurance ) dan jaminan kualitas ( quality insurance ), yaitu :  0 (nol) – 1 (satu). Pada setiap soal sikap kerja yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

2). Wawancara dan /atau Tes  Tertulis Sikap Kerja.

 

Wawancara dan / atau Tes tertulis tentang pemahaman atau pengetahuan  materi sikap kerja untuk jaminan keselamatan dan jaminan kualitas (Saffety and Quality Insurance) dalam aktivitas tugas pekerjaan / perintah elemen kompetensi sesuai kriteria unjuk kerja setiap unit kompetensi, agar kinerja seseorang (anda) meningkat  lebih baik lagi.

 

Wawancara atau tes tertulis dapat  dalam satu  atau beberapa bentuk tes obyektif materi sikap kerja, mempunyai rentang nilai 0 (nol) – 1 (satu).

 

Setiap   soal   pertanyaan   yang   dinyatakan  benar   (kompeten)   mempunyai nilai  1 (satu)   dan   yang   dinyatakan   salah   (belum kompeten)     mempunyai nilai  0 (nol).

 

Hasil nilai sikap kerja dapat  diperoleh dengan kombinasi pengamatan sikap kerja berdasarkan atas instruksi sikap kerja   dengan tes tertulis, yaitu :

 

 

  • Nilai akhir sikap kerja  =  Nilai pengamatan benar  + Nilai  tertulis benar

2.

1  +   1

=     ———–      =     1  (satu) /   atau kompeten.

2.

  • Atau nilai akhir sikap kerja tertulis  benar = 1 (satu) / atau kompeten

 

  • Atau nilai akhir hasil pengamatan sikap kerja  benar  = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

2.1        KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  )

 

Soal

Nomor

Kunci  Jawaban  Tugas  tertulis.

Keterangan  Nilai

a

b

c

d

Benar

Salah

1.

X

   

2.

X

   

3.

X

   

4.

X

   

5.

X

   

6.

X

   

7.

X

   

8.

X

   

9.

X

   

10.

X

   

11.

X

   

12.

X

   

13.

X

   

14.

X

   

15.

X

   

16.

X

   

17.

X

   

18.

X

   

19.

X

   

20.

X

   

21

X

   

22

X

   

23

X

   

24

X

   

25

X

   

 

 

2.2        KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  )

 

  1. 1.                                                           Tugas 1                :    Menjelaskan model framework manajemen resiko IT

     Waktu                  :    5 menit.

 

  1. 2.   Standard Kriteria :    Terinci dengan benar

 

  1. 3.                                                           Instruksi Kerja     :   Sebutkan dan jelaskan model framework manajemen  resiko IT! (KUK 3.2)
  1. Jawaban Tugas 1 :

Model framework manajemen resiko IT:

  1. Identifikasi Resiko. Proses identifikasi resiko (gambar 4.3) terdiri dari sumber resiko, kejadian (event) yang dapat menyebabkan resiko dan dampak yang dihasilkan jika resiko itu terjadi (effect). Sumber resiko dan kelemahan (vulnerability) ini akan menjadi sumber

ancaman (threat source).

 

(Gambar 4.3 Identifikasi Resiko)

Sumbsiko

2. Analisa Resiko. Setelah sumber dan kejadian yang menyebabkan resiko teridentifikasi, maka dilakukan analisa resiko yaitu menilai level resiko dan membuat ranking resiko dengan mempertimbangkan faktor kecenderungan (likelihood) dan besarnya dampak resiko (impact). Pendekatan analisa resiko dapat secara kualitatif atau kuantitatif. Level kecenderungan dan dampak dapat dikategorikan sesuai variasi yang ada, misalnya menjadi high, medium dan low.

3. Respon Resiko. Berdasarkan hasil analisa resiko, maka dilakukan perencanaan aksi yang ingin dilakukan terhadap resiko. Apakah akan menghilangkan resiko (risk retention), mengurangi resiko (risk reduction) hingga mencapai tingkat yang dapat diterima (acceptable level), mencegah resiko (risk avoidance) atau mentransfer resiko (risk transfer). Hasil perencanaan ini kemudian diimplementasikan oleh personil yang ditunjuk berdasarkan prioritas resiko, jadwal, budget dan kontrol yang telah ditetapkan.

4. Evaluasi Resiko. Proses ini berfungsi untuk mengetahui apakah implementasi kontrol terhadap resiko sudah sesuai, dan apakah masih ada sisa resiko (risk residual) atau ada resiko baru.

 

 

1. Tugas 2                       :  Mengawasi resiko yang mungkin muncul

Waktu                       : 5  menit.

 

2. Standar Kriteria        : Terinci dengan benar

 

3. Instruksi Kerja              : Terdapat dua pendekatan untuk mengawasi resiko yang mungkin muncul. Sebutkan dan jelaskan (KUK  4.2)

 

4. Jawaban Tugas 3      : 

Dua pendekatan untuk mengawasi resiko yang mungkin muncul

  1. a.   Pendekatan secara fisik, dapat dilakukan melalui :

o   Menghindari resiko. Cara yang paling jelas dan mudah adalah menghindari resiko. Contohnya  kita dapat menghindari kemungkinan resiko luka atau kematian akibat kecelakaan pesawat terbang dengan cara menghindari naik pesawat terbang, atau kita dapa menghindari resiko rugi pada bursa saham dengan tidak membeli saham.  Seringkali menghindari resiko bukan cara yang efektif.

o   Mengontrol resiko. Kita dapat mengontrol resiko dengan cara pencegahan. Contohnya, untuk mencegah kemungkinan kehilangan mobil kita dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti pemasangan kunci ekstra, alarm mobil.

 

  • Menerima resiko. Menerima resiko berarti menerima semua tanggung jawab finansial pada resiko tersebut.

o   mentransfer resiko. Resiko yang telah diidentifikasi akan muncul. Ketika seseorang mentransfer atau mengalihkan resiko ke pihak lain, orang itu mengalihkan tanggung jawab finansialnya untuk suatu resiko kepada pihak lain dengan membayar jasa tersebut. Contoh cara yang paling umum untuk individual , keluarga dan bisnis untuk metode ini biasanya dengan membeli asuransi.

 

b.  Pendekatan secara financial/Pembiayaan risiko :

Pada tahap ini, dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu

manajer risiko dapat melakukan : retensi risiko sebagian atau

seluruhnya, dengan menyisihkan dan mencadangkan dana

untuk pembiayaannya; atau melakukan transfer risiko baik

melalui Asuransi atau Non Asuransi.

  • Retensi Resiko:

- Resiko-resiko dengan tingkat risiko rendah dan apabila terjadi tidak membawa pengaruh keuangan pada perusahaan.

- Resiko-resiko yang dapat diawasi secara penuh oleh manajemen.

 

  • Transfer Resiko :

- Resiko murni / partikular –> keperusahaan Asuransi

- Resiko spekulatip / fundamental –> kelembaga Non Asurans

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3   Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik)

 

TUGAS – TUGAS YANG DITAMPILKAN

KOMPETEN

BELUM

KOMPETEN

TANGGAL

1 Mengerti tentang resiko dan cara pengelolaan resiko      
2 Mengetahui faktor-faktor resiko yang mendorong terjadinya resiko      
3 Mengerti pengaruh lingkungan dan perubahan terhadap timbulnya resiko      
4 Memahami Tahap-tahap implementasi

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


2.4 Check List Teori dan Praktek

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani

 

No.

Uraian   Materi  Check  List.

Penge-

tahuan

Keterampilan

Sikap

Kerja.

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

1.

2.

3.

4.

5.

 

 

1. Mengidentifikasi Faktor-Faktor Resiko

 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

2.

Apakah peserta pelatihan dapat mengindentifikasikan faktor-faktor resiko dengan tepat?

   

2. Mengimplementasikan Rencana Pengelolaan Resiko

3.

Apakah semua petunjuk kerja diikuti?

4. Apakah peserta pelatihan dapat mengimplementasi rencana pengelolaan resiko?

  3. Memonitor, Memperbaharui dan Profil Pelaporan Resiko           

5.

Apakah semua petunjuk kerja diikuti?  

6.

Apakah peserta pelatihan dapat membuat dan merancang pelaporan resiko dengan baik?  

 

4. Memonitor,memperbaharui dan profil pelaporan resiko

7.

Apakah peserta pelatihan mengetahui cara membuat laporan resiko?  

8.

Apakah peserta pelatihan mampu memperbarui laporan resiko?  

Jakarta,  ……………2007

Peserta  pelatihan,                                          Penilai,

 

(………………………)                                    (…………………..)

 

 

2.5   LEMBAR  HASIL  PENILAIAN

 

- Unit Kompetensi           :  Menerapkan Proses-Proses Pengelolaan Resiko

 

- Kode Unit Kompetensi   :  TIK.PR01.013.01

 

 

- Nama Peserta Pelatihan :   ……………………………………………………

 

- Nama Pelatih                :   …………………………………………………….

 

 

- Kompetensi yang dicapai:   Kompeten  :                   /  Belum Kompeten  :

 

-          Umpan Balik Untuk Peserta Pelatihan :

 

 

 

 

 

 

Tanda  tangan peserta   :

 

 

Peserta sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alas an-alasan pengambilan keputusan  dari penilai.

 

Tanda tangan Penilai :

 

 

Tanggal :

 

Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasa n pengambilan keputusan tersebut.

 

Tanda tangan Peserta Pelatihan :

 

 

Tanggal :

 

Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan :

A. Data Buku  Manual :

 

  1. Manajemen Resiko

Iban Sofyan, CV. Graha Ilmu.

 

  1. Manajemen Resiko

Rajagrafindo Persada, Januari 2007.

 

  1. Manajemen Risiko Bisnis: Pendekatan Finansial dan Nonfinansial

Husein Umar, Januari 1998

 

B. Data Buku Pendukung Teori.

-           Lihat pada Modul Buku Informasi Menerapkan Proses-Proses Pengelolaan Resiko

 

C. Website yang Dapat Dikunjungi.

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN

 

Tanggal : ……………………………….

 

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

 

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

 

Testimoni

artikel lainnya Menerapkan Proses-Proses Pengelolaan Resiko TIK.PR01.013.01

Wednesday 14 January 2015 | blog

Sukoharjo, 07 April 2013 Kpada Yth : Kepala Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota Sukoharjo Cq. Panitia Rekruitmen Penerimaan…

Friday 12 June 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI             MELAKUKAN…

Thursday 9 July 2015 | blog

KEGIATAN BELAJAR 2 3.1. TUJUAN PEMELAJARAN 3.1.1. Memahami konsep dasar pengoperasian software presentasi (Microsoft PowerPoint); 3.1.2.…

Tuesday 11 November 2014 | blog

Anindita Prabaswari Jl. Seruni Raya 44E Pasar Minggu • Jakarta Selatan Email:aprabaswari@gmail.com HP 081112131415 20 Januari…