Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menerapkan Prosedur Kesehatan, Keselamatan Dan Keamanan Kerja (K3) TIK.JK01.006.01

Feb
21
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MENERAPKAN PROSEDUR KESEHATAN, KESELAMATAN

DAN KEAMANAN KERJA (K3)

TIK.JK01.006.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………. 2

­

BAB I    KONSEP PENILAIAN…………………………………………………………………… 3

 

1.1.           Bagaimana Instruktur akan Menilai ……………………………………… 3

 

1.2.           Tipe Penilaian ……………………………………………………………….. 3

 

BAB II   PELAKSANAAN PENILAIAN ………………………………………………………….. 5

 

2.1.           Kunci Jawaban Tugas-tugas Teori ……………………………………….. 7

 

2.2.           Kunci Jawaban Unjuk Kerja (Praktek) …………………………………… 11

 

2.3.           Daftar Check Unjuk Kerja………………………………………………….. 11

2.4.           Check List Teori dan Praktek………………………………………………. 12

 

LEMBAR PENILAIAN……………………………………………………………………………… 13­

 

Buku-buku Referensi untuk bahan pelatihan yang telah direkomendasikan……………. 14

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

KONSEP PENILAIAN

 

1.1.          Bagaimana Instruktur akan Menilai

 

Dalam sistem berdasarkan Kompetensi, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan, pemahaman dan unjuk kerja tugas-tugas Anda dan sikap Anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan apakah Anda telah mencapai kompetensi sesuai dengan standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Pada pelatihan berdasarkan kompetensi, pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah “Penilaian berdasarkan criteria/Criterion-Referenced Assessment”. Pendekatan ini mengukur unjuk kerja Anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

 

Penilaian juga dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah Anda telah mencapai hasil program belajar (contohnya pencapaian kompetensi dalam Unit). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

 

Penilaian dapat dilaksanakan di industri (ditempat kerja) atau dilembaga pelatihan (diluar tempat kerja). Jika memungkinkan, sebaiknya penilaian dilaksanakan ditempat kerja sehingga penilai dapat mengamati Anda melakukan kegiatan normal ditempat kerja.

1.2.          Tipe Penilaian  

 

Test Tertulis

Test tertulis akan menilai pengetahuan Anda dan pemahaman konsep dan prinsip yang merupakan dasar unjuk kerja tugas-tugas Anda. Test tertulis biasanya berupa seri pertanyaan pilihan ganda atau beberapa bentuk test tertulis objectif lainnya, yaitu tes dimana setiap pertanyaan memiliki satu jawaban benar.

 

Test Unjuk Kerja

Test unjuk kerja akan menilai kompetensi Anda dalam menampilkan tugas-tugas elemen terhadap standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja. Oleh sebab itu Anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman Anda terhadap unjuk kerja tugas-tugas.

 

Penilai biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi Anda dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama.

 


BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

2.1        Kunci Jawaban Tugas-tugas Teori

 

  1. K3 merupakan perkembangan dari…. ( KUK 2.2 )

b. OSH

 

  1. Salah satu tujuan awal dibentuknya standard keselamatan dan kesehatan di tempat kerja adalah…. ( KUK 1.2 )
    1. b.   Moral

 

  1. Beberapa jenis resiko yang bisa dimiliki oleh pekerja di tempat kerja, kecuali…. ( KUK 1.2 )
    1. a.   Agama

 

  1. Perjanjian resmi yang memuat tentang K3 dan ditandatangani oleh President Richard M. Nixon adalah…. ( KUK 1.1 )
    1. c.    OSHA

 

  1. Beberapa jenis ilmu yang dipelajari dan dipakai dalam penerapan K3, kecuali… ( KUK 1.2 )

e. Agama

 

  1. Berikut ini merupakan Undang-undang yang memuat tentang Keselamatan Kerja…… ( KUK 1.1 )

d. UU No.1 Thn 1970

 

 

  1. Yang mempengaruhi Anthropometri antara lain, kecuali…. ( KUK 3.1 )

b. Pekerjaan

 

  1. Beberapa faktor yang dapat mendukung K3, kecuali… ( KUK 1.2 )

c. Penetapan insentif kerja

 

10. Beberapa keterbatasan manusia yang menghambat tingkat produktifitasan di tempat kerja, kecuali……. ( KUK 1.3 )

d. Gaji

 

  1. 11.  Beberapa faktor umum yang menghambat tingkat produktifitasan di tempat kerja, kecuali…… ( KUK 1.2 )
    1. d.   Perbaharuan mesin dan peralatan

 

  1. 12.  Beberapa resiko umum yang terdapat di tempat kerja, kecuali…. ( KUK 1.3 )

e. Minuman

 

  1. 13.  Contoh penyakit yang dapat muncul karena tempat kerja yang tidak memenuhi persyaratan ergonamis….. ( KUK 1.3 )
    1. a.   Ganglion

 

  1. 14.  Di bawah ini merupakan temperatur yang baik di tempat kerja, kecuali… ( KUK 1.3 )

e. 30° C

 

  1. 15.  Pensosialisasian tentang pentingnya K3 di perusahaan dapat dilakukan dengan cara, kecuali…. ( KUK 2.4 )

d. Membayar orang

 

 

 

  1. 16.  Berikut adalah perencanaan yang dapat dilakukan untuk mendukung K3 di tempat kerja, kecuali…… ( KUK 2.4 )

e. Penaikan gaji dan tunjangan karyawan

 

  1. 17.  Ilmu yang mempelajari pengukuran tubuh manusia….. ( KUK 3.1 )
    1. a.   Antropometri

 

  1. 18.  Menurut ketentuan, syarat perusahaan harus memiliki bagian khusus untuk mengurusi K3 adalah memiliki jumlah pegawai sebanyak … ( KUK1.1 )

c. 100

 

  1. 19.  Perusahaan dapat mengurangi perilaku berbahaya yang biasa dilakukan dengan cara, kecuali….. ( KUK 1.3 )

b. Mengganti manager

 

 

  1. 20.  Berikut ini adalah cara mendokumentasi pengamatan K3 di lapangan, kecuali …  ( KUK 3.3 )

e. Membersihkan

 

21. Contoh parameter untuk mengukur kwalitas udara, kecuali… ( KUK 3.1 )

  1. a.   Volume

 

22. Di bawah ini merupakan contoh zat kimia berbahaya yang mungkin terkandung di udara dan dilarang…. ( KUK 3. 1 )

  1. e.   Aseton

 

  1. 23.  Berikut merupakan posisi kerja yang tidak ergonamis, kecuali…. ( KUK 3.1 )
    1. f.     Kaki menyentuh lantai

 

 

 

  1. 24.  Anthroponmetri dapat digunakan sebagai dasar, kecuali… ( KUK 3.1 )

b. Perhitungan tunjangan

 

  1. 25.  Berikut merupakan jenis-jenis kelelahan yang terdapat pada manusia, kecuali… ( KUK 3.1 )

c. Kelelahan materi

 

  1. 26.  Berikut merupakan beberapa faktor ergonomis yang perlu diperhatikan di tempat kerja, kecuali…  ( KUK 3.1 )

c. Gerakan

 

 

2.2        Kunci Jawaban Unjuk Kerja (Praktek)       

 

  1. Sebutkan definisi dari Kesehatan, keselamatan dan keamanan di tempat kerja dan latar belakangnya! ( KUK 1 )

Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) merupakan bagian dari ilmu Kesehatan Masyarakat. Keilmuan K3 merupakan perpaduan dari multidisiplin ilmu antara ilmu-ilmu kesehatan, ilmu perilaku, ilmu alam, teknologi dan lain-lain baik yang bersifat kajian maupun ilmu terapan dengan maksud menciptakan kondisi sehat dan selamat bagi pekerja, tempat kerja, maupun lingkungan sekitarnya, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

 

Latar belakang dari diterapkannya Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja ( K3 ) adalah dari standarisasi yang telah diterapkan di dunia kerja internasional.

 

 

 

 

Semakin berkembangnya dunia industri di dunia, telah mendorong para pekerja untuk bekerja lebih giat sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun hal itu tidak jarang menyebabkan pekerja menjadi cidera. Cidera yang terjadi di lapangan sangat beragam, dari cidera otot sampai yang menghasilkan korban jiwa. Dengan terganggunya perkembangan manusia sebagai salah satu modal utama pembangunan, maka negara-negara berkembang pada saat itu mulai peduli tentang kesehatan, keselamatan dan keamanan pekerja di negaranya tersebut.

 

Prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja berawal dari OSH ( Occupational Safety and Health ) yaitu: sebuah ilmu disiplin yang peduli dan melindungi keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan orang yang bekerja di tempat kerja.

 

  1. Isi dari Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan di tempat kerja adalah ! ( KUK 1 )

 

  • Pembebanan dan pengangkutan material yang minimal
  • Mempunyai ruang gerak yang aman dan tidak licin
  • Mempunyai ruang yang cukup luas untuk peletakan antar mesin dan peralatan
  • Tersedianya fasilitas untuk efakuasi di lapangan verja
  • Tersedianya ruangan yang terisolasi khusus untuk pengerjaan proses yang berbahaya
  • Tersedianya peralatan pencegah kebakaran disetiap mesin dan peralatan.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Sebutkan definisi dari Ergonamis, tujuannya dan aspeknya! ( KUK 3 )
  • Ergonomi berasal dari bahasa Latin, yaitu ”ergo” yang artinya kerja dan ”nomos” yang artinya hukum alam, dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikology, engineering, manajemen dan design.
  • Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tubuh manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan dengan memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem dengan baik, dengan demikian manusia dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman, aman, dan efektif sehingga mencapai produktifitas yang optimal.

 

Tujuan dari ergonomi adalah untuk memaksimalkan perancangan terhadap produk, alat dan ruangan dalam kaitannya dengan anthropometri secara integral, sehingga mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh dalam menghadapi permasalahan-permasalahan interaksi manusia dengan technology dan produk-produknya, sehingga dimungkinkan rancangan sistem manusia ( technology ) dapat menjadi optimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terdapat beberapa aspek dari ergonomis yang harus dipertimbangkan, antara lain adalah:

  • Sikap dan posisi kerja

Beberapa jenis pekerjaan akan memerlukan sikap dan posisi tertentu yang terkadang-kadang cenderung tidak mengenakkan dan kadang-kadang juga harus berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Hal ini menyebabkan pekerja cepat lelah, membuat banyak kesalahan atau menderita cacat tubuh. Untuk menghindari hal tersebut di atas terdapat beberapa pertimbangan ergonomis, seperti:

  • Mengurangi keharusan operator untuk bekerja dengan sikap dan posisi membungkuk dengan frekuensi yang sering atau jangka waktu lama.
  • Operator seharusnya menggunakan jarak jangkauan normal.
    • Operator tidak seharusnya duduk atau berdiri pada saat bekerja untuk waktu yang lama dengan kepala, leher, dada atau kaki berada dalam sikap atau posisi miring.
    • Operator tidak seharusnya bekerja dalam frekuensi atau periode waktu yang lama dengan tangan atau lengan berada dalam posisi di atas level siku yang normal.
  • Anthropometri dan dimensi ruang kerja
    • Persyaratan ergonomis mensyaratkan agar supaya peralatan dan fasilitas kerja sesuai dengan orang yang menggunakan khususnya menyangkut dimensi ukuran tubuh. Dalam menentukan ukuran maksimum atau minimum

 

 

 

 

 

 

  1. Sebutkan faktor umum yang dapat mengurangi tingkat produktifitasan karyawan di tempat kerja dan bagaimana cara mengatasinya! ( KUK 1 )

atas beberapa faktor umum:

  • Kejadian yang tidak terduga
  • Kondisi kerja rawan kecelakaan
    • o Pengoperasian peralatan yang sudah cacat
    • o Kurangnya peralatan keselamatan
    • o Pekerjaan yang berbahaya
    • o Jadwal pekerjaan yang terlalu padat
    • Kebiasaan perilaku karyawan yang dapat menimbulkan kecelakaan atau penyakit
  • Faktor keterbatasan manusia:
  • o Penglihatan
  • o Usia
  • o Persepsi
  • o Kemampuan motorik

 

Tingkat produktif di sebuat perusahaan dapat terus dipelihara dengan beberapa cara, yaitu:

  • Memperbaiki kondisi kerja menjadi sebuah kondisi yang ergonamis
    • Mengurangi perilaku berbahaya karyawan dengan seleksi dan penempatan kerja secara hati-hati
  • Mengurangi perilaku berbahaya melalui:
  • Penempelan poster dan propoganda lain
  • Pemberian pelatihan
  • Komitmen manajemen puncak
  • Pemberian prioritas pada keselamatan
  • Penyusunan kebijakan menyangkut keselamatan kerja
  • Penempatan sasaran pengurangan biaya secara jelas
  • Penyelenggaraan inspeksi
  • Pemantauan load kerja dan tingkat stress karyawan
  1. Sebutkan aktivitas utama dalam mengevaluasi bahaya di tempat kerja! ( KUK 2 )

Aktivitas utama dalam mengevaluasi bahaya di tempat kerja adalah :

A.    Pengamatan di lokasi kepada proses produksi dan cara kerja

B.    Wawancara dengan perkerja dan supervisor

C.    Survai terhadap lingkungan kerja, peralatan, dan pekerja

D.    Penelaahan terdahap dokumen yang diperlukan dari perusahaan

E.    Pengukuran dan monitor terhadap efek bahaya bagi pekerja

F.     Pembandingan dari hasil monitor terhadap peraturan yang ada

dan/atau merekomendasikan petunjuk mengenai batas-batas

yang harus diikuti untuk meningkatkan keselamatan kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


2.3  DAFTAR CEK UNTUK KERJA ( PRAKTIK )

TUGAS – TUGAS YANG DITAMPILKAN

KOMPETEN

BELUM

KOMPETEN

TANGGAL

1 Pengamatan lokasi  

Mengetahui perundang-undangan K3

     
Mengetahui Prosedur K3
Membandingkan dengan kondisi lapangan
2 Wawancara  

Mengetahui informasi-informasi kesehatan

     
Mengetahui pendokumentasian yang baik
Membuat laporan

 

 

 

 

TUGAS – TUGAS YANG DITAMPILKAN

KOMPETEN

BELUM

KOMPETEN

TANGGAL

3 Survei  

 

     
Mengetahui informasi-informasi kesehatan

 

Mengetahui pendokumentasian yang baik

Membuat laporan

4 Penelaahan Mengetahui informasi-informasi kesehatan

 

     
Mengetahui syarat-syarat ergonamis
5 Pembanding Memberikan saran-saran yang berguna      


2.4 CHECK LIST TEORI DAN PRAKTEK

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani

 

Penguasaan Bahan

Ya

Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?  
Apakah peserta mengetahui definisi K3 ?  
Apakah peserta mengetahui mengapa K3 harus diterapkan?  
Apakah peserta mengetahui tentang Ergonomi?  
Apakah peserta dapat melakukan evaluasi tempat kerja sesuai dengan prosedur K3 ?  

 

 


LEMBAR PENILAIAN

 

Tanggal : ……………………………….

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

………………………………………………………………………………………………………………………………….

Testimoni

artikel lainnya Menerapkan Prosedur Kesehatan, Keselamatan Dan Keamanan Kerja (K3) TIK.JK01.006.01

Monday 20 February 2012 | blog

Memulai suatu kerja adalah sangat mudah sebab banyak penawaran fasilitas yang akan membantu kelancaran kerja kita…

Sunday 11 October 2015 | blog

Quotation by fax pt. Tecma mitratama advertindo fax. 62.271 - 625647 q / no : 0063/tec/m7/med/iii/06…

Saturday 4 July 2015 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN     MENGEVALUASI HASIL PROGRAM PELATIHAN PLK.MP02.013.01…

Saturday 14 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR MULTIMEDIA     MENGIDENTIFIKASI KOMPONEN MULTIMEDIA TIK.MM01.005.01  …