Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

 

MENERAPKAN PENGELOLAAN KUALITAS DASAR

TIK.PR01.009.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

 

DAFTAR ISI. 2

BAB I. 4

PENGANTAR. 4

1.1      Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2      Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3      Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4      Pengertian Istilah-Istilah. 6

BAB II. 8

STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1      Peta Paket Pelatihan. 8

2.2      Pengertian Unit Standar 8

2.3      Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 9

2.3.3 Deskripsi Unit : 9

2.3.4 Elemen Kompetensi 9

2.3.5 Batasan Variabel 10

2.3.6 Panduan Penilaian. 10

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

BAB III. 13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1      Strategi Pelatihan. 13

3.2      Metode Pelatihan. 14

BAB IV. 15

MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

4.1      Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2      Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3      Uraian Singkat Materi : 15

4.4      Informasi masing-masing elemen kompetensi 17

4.4.1 Kontribusi pada perencanaan kualitas 17

4.4.2 Kontribusi untuk mengimplementasikan jaminan kualitas proyek. 20

4.4.3 Kontribusi untuk proses yang berkesinambungan. 30

BAB V. 32

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN  KOMPETENSI  32

5.1 Sumber Daya Manusia. 32

5.2 Literatur 33

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 34

DAFTAR PUSTAKA. 35

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-  Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

 

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian Istilah-Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang

dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR01.009.01     Menerapkan Pengelolaan Kualitas Dasar

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana menerapkan pengelolaan kualitas dari dasar.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

MENERAPKAN PENGELOLAAN KUALITAS DASAR.

 

2.3.2 Kode Unit Kompetensi :

TIK.PR01.009.01

2.3.3 Deskripsi Unit :

Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk mempersiapkan, merencanakan, mengorganisasi, dan melengkapi pekerjaan  individu dan perlengkapan kerja.

2.3.4 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01 Kontribusi pada perencanaan kualitas 1.1      Kontribusi dalam proses tim dibuat untuk menetapkan durasi dan usaha kerja, rangklaian dan ketergantungan pada tugas untuk memenuhi sasaran proyek.

 

1.2      Tool-tool dan teknik penjadwalan proyek digunakan menetapkan dan memadukan jadwal, mengalokasikan simber dan kebutuhan keuangan dalam rencana pengelolaan.

 

1.3      Kontribusi dibuat agar penjadwalan dari klien dan stakeholder   lainnya dapat dilaksanakan.

 

02 Kontribusi untuk mengimplementasikan      jaminan kualitas proyek 2.1  Mekanisme digunakan untuk mengukur, mencatat dan melaporkan kemajuan aktifitas sehubungan dengan penjadwalan dan perencanaan.

 

2.2  Variasi diantara kemajuan aktual dan perencanaan dicatat dan dilaporkan pada otoritas proyek yang lebih tinggi untuk remidial.

 

2.3  Kontribusi untuk menganalisis pilihan dan meramalkan pengaruh pada perubahan penjadwalan yang dibuat.

 

2.4     Perubahan pada jadwal yang          disetujui diperbaharui seperti yang     telah diatur untuk mengakomodasi perubahan situasi selama siklus     hidup proyek.

 

 

 

03 Kontribusi untuk proses yang berkesinambungan 3.1   Hasil proyek ditinjau keefektifan dan pendekatan pengelolaan waktu.

3.2     Hal-hal penjadwalan dan pengelolaan waktu beserta responnya dilaporkan kepada otoritas proyek yang lebih tinggi untuk aplikasi di dalam pengembangan proyek yang akan datang.

 

 

2.3.5  Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sector teknologi informasi dan komunikasi

2.  Komunikasi ditempat kerja bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi

 

2.3.6 Panduan Penilaian

 

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

 

1.1     Pengetahuan dasar:

1.1.1        Prinsip-prinsip pengelolaan proyek dan aplikasinya

1.1.2        Kebijakan organisasi, petunjuk dan pengelolaan waktu

1.1.3        Hubungan antar waktu, biaya, dan sumber pada  pengaturan kerangka kerja proyek

1.1.4     Pengelolaan dari responsibilitas untuk pengelolaan waktu

1.1.5             Pengembangan jadwal proyek

1.1.6             Digunakan jadwal sebagai mekanisme kontrol

1.1.7             Pengelolaan waktu yang tepat dan metodologi estimasi, teknik-teknik, tool-tool, batas-batas dan kapabilitasnya, aplikasi dan hasil

1.1.8     Perbedaan didalam konten kerja, resiko, proses-proses, tool-tool dan teknik yang diterapkan pada berbagai tahapan dari siklus hidup proyek.

 

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1  Mempelajari bahan-bahan dari proyek sebelumnya untuk merencanakan proyek yang baru.

1.2.2  Analisis pengelolaan waktu, ramalan dan perkiraan

1.2.3  Struktur laporan kerja proyek.

1.2.4  Jadwal aktivitas-aktivitas utama proyek

1.2.5  Jadwal proyek.

1.2.6  Aplikasi dan modifikasi untuk mekanisme peninjauan dan pelaporan

1.2.7  Aplikasi dari kemajuan actual untuk perencanaan

1.2.8  Catatan dari tindakan yang dikoreksi didalam jadwal proyek

 

2.  Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara teori

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

3.1   Kemampuan di dalam pengembangan penjadwalan proyek untuk memenuhi sasaran proyek.

3.2     Kemampuan menggunakan mekanisme untunk mengukur, mencatat dan membuat laporan kemajuan menggunakan tool-tool spesifik

 

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang lain:

  1. TIK.PR01.003.01 Merencanakan dan Mengorganisasikan Kerja individu
  2. Mengopreasikan software aplikasi spesifik

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias      terhadap sector tertentu. Batasan variable akan membantu dalam hal ini. Untuk sector tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sector tersebut.

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2     Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MENERAPKAN PENGELOLAAN KUALITAS DASAR

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu memahami pengelolaan kualitas terutama dalam pengembangan suatu proyek.

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu menerapkan pengelolaan kualitas secara baik dan benar.
  • Siswa mampu menerapkan pengelolaan waktu dengan baik.
  • Siswa mengerti analisis pengelolaan waktu.

 

4.3     Uraian Singkat Materi :

 

Menerapkan Pengelolaan Kualitas Dasar

 

Kualitas adalah tingkat kepuasaan yang dihasilkan oleh sasuatu baik berupa barang maupun jasa. Kualitas juga merupakan salah satu faktor penting bagi keberhasilan dari suatu proyek dimana kualitas disini meliputi kapabilitas, biaya , dan waktu. Pengelolaan kualitas ini sangat mempengaruhi siklus hidup dari proyek itu sendiri dimana pengelolaan kualitas ini menggunakan standar objektif untuk kepuasan dari pelanggan itu sendiri.

 

Berikut ini beberapa defini tentang kualitas:

–        Konsisten terhadap suatu nilai target tertentu

–        Kesesuaian terhadap kebutuhan pelanggan

–        Pemenuhan suatu kebutuhan atau produksi terhadap batas-batas spesifikasi

 

Definisi kualitas menurut Garvin:

  • Definisi Transcendent (kualitas relatif):

–        Kualitas adalah sesuatu yang secara umum telah diakui, yang berhubungan dengan perbandingan fitur (features) dan karakteristik produk-produk

  • Definisi Berbasiskan Produk:

–        Kualitas adalah ketepatan dan keterukuran variabel.  Perbedaan dalam kualitas mencerminkan perbedaan kuantitas beberapa atribut produk

  • Definisi Berbasiskan Pengguna :

–        Kesesuaian terhadap kegunaan yang diinginkan

  • Definisi Berbasiskan Manufactur :

–        Kesesuaian terhadap spesifikasi

  • Definisi Berbasiskan Nilai :

–        Definisi kualitas dikaitkan dengan biaya dan harga.  Suatu produk dikatakan berkualitas adalah produk tersebut menyediakan kinerja tertentu pada tingkat harga yang dapat diterima atau sesuai dengan biaya yang dikeluarkan

 

Dalam kualitas sebuah produk Garvin menetapkan 8 jenis kualitas yang terdapat dalam produk tersebut yang meliputi:

  • Unjuk Kerja (performance)
  • Features (keistimewaan spesial/fitur)
  • Keterandalan (reliability)
  • Kesesuaian (conformance)
  • Usia pakai (durability)
  • Kemampulayanan (Serviceability)
  • Keindahan (Aesthetics)
  • Kualitas yang dirasakan (perceived quality)

 

Sedangkan dalam kualitas jasa ( menggunakan waktu) terdapat juga 8 dimensi dalam mengelola kualitas tersebut yaitu:

–        Waktu (time)

–        Ketepatan waktu (timeliness)

–        Kelengkapan (completeness)

–        Keramahan/kesopanan (courtesy)

–        Ketaat-azasan (consistency)

–        Keterjangkauan & Kenyamanan (Accessibilty & convenience)

–        Ketelitian/kesaksamaan (accuracy)

–        Kecepat-tanggapan (responsiveness)

 

Dimensi-dimensi tersebutlah yang menjadi pertimbangan dalam mengelola hasil kualitas yang ingin dicapai. Dimensi tersebut juga merupakan hal penting untuk terus dilakukan pengembangan kualitas secara terus menerus (continue quality improvement).

 

Dalam mengelola kualitas dari suatu proyek perlu adanya jaminan kualitas itu sendiri yang didapat dari hasil aktivitas kerja, standar kualitas yang telah ditetapkan dan dokumentasi hasil kerja untuk melihat apakah standar kualitas sudah terpenuhi.

Selain itu sebelum mengelola kualitas yang akan dipakai, harus dilakukan perencanaa kualitas terlebih dahulu untuk menentukan persyaratan kualitas yang dipakai, mengeidentifikasi dan memfasilitasi hasil kualitas yang akan dijalankan.

Setelah standar dan pelaksanaan  hasil kualitas dijalankan sebaiknya diadakan perencanaan yang berkesinambungan untuk menghindari perubahan yang terjadi dikemudian hari serta mengatasi masalah yang mungkin terjadi didalam menjalankan proyek yang berhubungan dengan kualitas baik biaya dan waktu.

 

 

Untuk menentukan menetapkan kualitas yang akan dipakai serta menjamin hasil dari kualitas tersebut dilakukan langkah-langkah berikut:

 

1. Quality Planning atau perencanaan mutu yaitu dokumen yang berisikan pelaksanaan mutu tertentu, sumber daya dan urutan kegiatan yang terkait dengan produk, jasa dan kontrak atau proyek khusus.

 

2. Pengendalian Kualitas adalah penerapan teknik-teknik dan aktivitas operasional untuk memenuhi persyaratan kualitas yang telah dispesifikasikan.

 

3. Perbaikan kualitas adalah tindakan-tindakan yang diambil untuk meningkatkan nilai kepercayaan dan kualitas kepada pelanggan melalui peningkatan efektivitas dan efisiensi dari proses dan aktivitas melalui struktur organisasi.

Dalam hal perbaikan kualitas dilakukan hanya jika terjadi penurunan atau perubahan tingkat kualitas yang terjadi dalam proyek tersebut. Contoh perbaikan kualitas antara lain dengan mengubah sistem kerja dlam proyek dan juga bisa merubah siklus hidup proyek yang menyebabkan penurunan kualitas dari pryoek itu sendiri.

 

4.4     Informasi masing-masing elemen kompetensi

4.4.1 Kontribusi pada perencanaan kualitas

 

1)  Pengetahuan kerja

 

Kualitas merupakan salah satu faktor penting bagi sebuah proyek dan dalam melakukan perencanaan yang berhubungan dengan kualitas baik itu kualitas biaya, kualitas barang yang dihasilkan maupun kualitas waktu. Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut:

-      identifikasi kebutuhan dan kepuasan pelanggan maupun stakeholder

-      tetapkan tanggung jawab atas kualitas yang akan dicapai

-      kembangakan proses perencanaan kualitas menjadi kegiatan operasional yang          sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan

 

2) Ketrampilan kerja

 

Kontribusi didalam tim untuk mengidentifikasi kualitas stakeholder, tujuan standar dan tingkat untuk memfasilitasi hasil kualitas dilaksanakan.

 

Salah satu hal yang harus dilakukan dalam melakukan perencanaan kualitas yaitu identifikasi dari tingkat kualitas yang akan ditetapkan dan untuk itu perlu adanya data tentang kebutuhan dan tingkat kepuasan dari pelanggan maupun stakeholder. Selain itu juga tujuan dari dilakukannya perencanaan kualitas ini adalah untuk mendapatkan hasil dari proyek secara baik dan juga sesuai dengan keinginan staleholder dan membuat seuatu proyek berjalan dengan baik.

 

Adapun dari kualitas yang ingin dicapai memiliki tingkatan sebagai berikut:

-      Tingkat rendah: dalam hal ini yang diutamakan adalah hanya terpenuhinya standar minimum dari kualitas yang dibuat. Hal ini dilakukajn untuk mendapatkan hasil yang cepat namun cukup riskan jika tidak dilakukan perbaikan kualitas selanjutnya.

-      Tingkat sedang: dalam hal ini standar yang dipakai cukup memenuhi kualitas yang akan dicapai dan hal ini berguna jika ingin menjalankan uatu proyek untuk jangka waktu yang cukup lama walau target yang ingin dicapai tidak terlalu besar, namun hal ini bisa membuat kualitas yang terdapat dalam proyek tersebut stabil.

-      Tingkat tinggi: dalam hal ini yang diutamakan adlah standar maksimum dari kualitas yang akan dicapai dan kurang mempertimbangakan hasil yang akan didpat dari proyek tersebut. Tingkat ini dipakai jika akan menjalankan sebuha proyek yang memang mengutamakan kualitas sehingga tujuannya untuk menarik minat konsumen terlebih dahulu bukan untuk mendapatkan hasil dari proyek yang sebesar-besarnya.

 

Setelah dilakukan identifikasi maka yang harus dilakukan adalah menetapkan tujuan dari hasil kualitas sesuai tingkatan yang ingin dicapai dimana tujuan ini menjadi tujuan standar dalam menetapkan hasil kualitas dari suatu proyek.

 

Selain itu juga harus dibentuk sebuah tim yang akan mengendalikan proses dari kualitas yang telah dihasilkan untuk menjaga bahwa hasil yang didapat tetap sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Tim ini minimal terdiri dari seorang kepala pengawas dengan beberapa anggotanya yang bertugas:

  1. melakukan pengawasan terhadap kualitas hasil yang didapat
  2. melaporkan jika terjadi perubahan kualitas
  3. melakukan tindakan perbaikan jika diperlukan untuk menjaga kualitas yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan

 

Untuk tetap menjaga kualitas yang dihasilkan maka harus ada fasilitas penunjang yang akan membantu tim pengawas untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Fasilitas yang digunakan memiliki tingkatan-tingkantan sebagai bentuk standar kualitas yang akan dicapai. Adapun tingkatan-tingkatannya sebagai berikut:

  1. kualitas sedang yaitu peralatan yang dipakai merupakan peralatan standar dalam pencatatan dari kualitas yang dihasilkan seperti komputer untuk memonitor hasil yang telah dicapai, jadwal pengecekan dan laporan pengawasan yang akan dilaporkan kepada atasan.
  2. kualitas tinggi yaitu peralatan yang dipakai merupakan peralatan yang benar-benar ditambahkan untuk menjaga kualitas tetap tinggi seperti komputer dan software pengatur otomatis, jadwal pengecekan, laporan hasil pengecekan serta tim khusu yang memang dibentuk untuk terus menjaga dan memperbaharui hasil kualitas yang didapat. Untuk hal ini biasa dilakukjan untuk proyek dalam skala besar karena memakan biaya yang cukup besar.

 

 

Kontribusi untuk persyaratan kualitas didalam perencanaan proyek dan proses-prosesnya dibuat.

 

Dalam menentukan kualitas yang akan dicapai pasti ada persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kualitas itu dipakai dalam suatu proyek. Syarat kualitas itu antara lain adalah penetapan standar dari kualitas yang akan dipakai, jenis kualitas yang ditetapkan ( waktu, biaya dan kapabilitas) dan tingkat kualitas yang diterapkan.

 

Dan untuk melakukan perencanaan tersebut hal-hal yang harus dilakukan antara lain adalah:

  1. Merencanakan proyek-proyek sistem
    Tahapan proses perencanaan sistem yaitu :
    Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
  • Mengidentifikasi proyek-proyek sistem untuk kualitas yang akan dicapai
  • Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem dari kulaitas yang akan dicapai
  • Menetapkan kendala proyek-proyek sistem (mis. Batasan biaya, waktu,
  • umur ekonomis, peraturan yang berlaku)
  • Menetukan prioritas proyek-proyek sistem
  • Membuat laporan perencanaan sistem
  • Meminta persetujuan manajemen (atasan atau pimpinan proyek)

 

  1. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
    Persiapan ini meliputi :
  • Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan
    yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan))
  • Mengumumkan proyek pengembangan sistem

 

  1. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan
    Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling layak untuk dikembangkan.

Tahapan yang dilakukan yaitu :
Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem

  • Melakukan studi kelayakan
  • Menilai kelayakan proyek sistem
  • Membuat usulan proyek sistem untuk perbaikan kualitas (jika diperlukan)
  • Meminta persetujuan manajemen

 

Setelah hal-hal tersebut dilakukan maka yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan akan kualitas yang ingin dicapai. Dalam melakukan perencanaan yang terlibat bukan hanya tim pengawas namun juga semua orang yang terlibat dalam peroyek tersebut untuk mendapat hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan baik dari stakeholder maupun tim pengawas itu sendiri.

 

Tujuan dari proses perencanaan didalam menjalakan proyek adalah selain mendapat kualitas yang sesuai juga untuk menciptakan gambaran terhadap hasil yang didapat dari peroyek tersebut sebab kualitas bukan dinilai dari hasil tetapi dari kepuasan pelanggan yang menggunakannya. Syarat yang dibuat sebelum menetapkan perencanaan bertujuan untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang harus diambil saat melakukan proses perencanaan ( perencanaan kualitas).

 

Untuk perencanaan kualitas yang berhubungan dengan biaya maka hal yang paling penting adalah menetapkan alokasi biaya yang dipakai, efektifitas dan efisiensi biaya yang digunakan, total biaya yang dikeluarkan baik untuk mengahsilkan barang sesuai kualitas maupun untuk menjaga kualitas barang itu sendiri serta adanya pembukuan yang jelas tentang biaya yang telah terpakai ataupun biaya yang masuk.

 

Sedangkan untuk perencanaan yang berhubungan dengan waktu hal-hal yang harus diperhatikan adalah efektifitas dari waktu yang dipakai, prediksi waktu yang terapakai,dan penjadwalan yang akan dibuat.

 

Untuk perencanaan yang berhubungan dengan kualtas barang yang akan dibuat maka hal-hal yang harus diperhatikan antara lain tingkatan kualitas yang akan dicapai, cara mempertahankan kualitas(pengelolaan kualitas barang itu sendiri) dan pengelolaan waktu dan biaya yang tepat untuk mencapai kualitas barang itu sendiri.

 

Dengan kata lain dalam menetapkan perencanaan kualitas harus diperhatikan dimensi-dimensi yang terkandung didalamnya agar penetapan perencanaantersebut sesuai dan tidak banyak mengalami kendala.

 

3) Sikap kerja

  1. membentuk tim yang sesuai
  2. melakukan proses perencanaan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
  3. menghasilkan rencana yang sesuai dengan dimensi-dimensi yang dipertimbangkan didalamnya.

 

 

4.4.2 Kontribusi untuk mengimplementasikan jaminan kualitas proyek

 

1)  Pengetahuan kerja

 

Didalam menetapkan kualitas dalam suatu proyek perlu adanya jaminan dari kualitas itu sendiri untuk menjaga kualitas dari hasil yang telah didapat dari proyek itu sendiri. Jaminan kualitas ini biasanya berupa data perkembangan tentang kualitas yang telah dicapai dan dari data tersebut diambil tindak lanjut sebagai bentuk jaminan dari pengelolaan kualitas untuk teruas dilakukannya pengembangan kualitas secara terus menerus.

 

2) Ketrampilan kerja

 

Pekerjaan sesuai dengan standar kualitas yang disepakati dan panduan untuk menjamin hasil kualitas proyek dipenuhi.

 

Sebelum menjalankan rencana kualitas yang telah dibuat maka harus dilakukan pemilihan bidang kerja yang sesuai dengan bagian yang akan ditangani dilapangan seperti untuk pengelolaan kualitas produk perlu adanya tim pengawas yang terus menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan. Selain itu juga tim tersebut tidak hanya menjaga tertapi juga memprtahankan dimensi yang mempengaruhi kulaitas dari produk tersebut seperti durability, serviceability dan feature (tampilan dari produk).

 

Untuk pengelolaan kualitas dalam bidang waktu maka harus dibentuk tim yang bertugas mencatat dan mengelola data yang didapat tentang penggunaan waktu dan mencari solusi untuk meningkatkan kualitas dari waktu yang telah dipakai selama ini. Tim tersebut juga melakukan perbaikan sesuai dengan dimensi yang berhubungan seiring dengan berjalannya proyek tersebut agar kualitas dari waktu tersebut semakin baik (dalam hal ini waktu yang dimaksud bersifat efisien dan efektif).

 

Dan dalam kualitas biaya, hal ini merupakan salah satu hal yang terpenting dalam menjalankan suatu proyek disamping kualitas waktu karena jika tidak didapat pengelolaan kualitas biaya ( biaya yang efektif dan terkendali ) yang baik maka akan terjadi banyak kerugian dalam menjalankan proyek seperti kemunduran penyelesaian proyek, mundurnya kualitas hasil yang didapat dari proyek tersebut dan terjadi keterlambatan dalam pengerjaan proyek (proyek tidak optimal bukan proyek tertunda). Untuk itu maka dalam pengelolaan kualitas biaya ini biasa dipakai tim manajemen yang bisa mengatur dan mengelola aliran biaya dalam proyek tersebut dan juga tim ini haru benar-benar bertanggung jawab penuh agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan kualitas biaya ini.

 

Tim-tim diatas selain melakukan tugas masing-masing juga harus menyiapkan laporan dari kegiatan mereka untuk ditindak lanjuti oleh atasn dan bisa ditangani jika terdapat kendala dari hasil yang telah dicapai. Namun dalam melakukan tugas dari masing-masing tim, mereka harus memiliki panduan sesuai dengan kebutuhan mereka dan peralatan yang mereka butuhkan seperti bagan-bagan yang akan mempermudah mereka melakukan pengawasan.

 

Rekaman dan dokumentasi sesuai dengan rangkaian prosedur untuk memfasilitasi pengelolaan kualitas dan untuk menyediakan trail audit  dijaga.

 

Dalam menerapkan pengelolaan kualitas perlu adanya peralatan yang dibutuhkan utnuk mengawasi kualitas yang didapat. Peralatan yang dipakai teradat 7 jenis yang dikelompokan dalam “The Seven Tools of Quality”  yang berfungsi utnuk mengatur pengelolaan dari kualitas yang tealh ditetapkan.

 

Adapun ketujuh peralatan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  • Bagan Aliran (Flow Chart)
  • Run Chart
  • Bagan Kendali Proses (Process Control Chart)
  • Lembar Pemeriksaan (Check Sheets)
  • Diagram Pareto
  • Diagram Sebab & Akibat (Cause-and-Effect Diagram)
  • Diagram Pencar (Scatter Diagram)

 

Diagram alir atau flowchart adalah diagram yang menjelaskan proses kerja yang dilakukan dalam hal ini kerjanya adalah tentang pengelolaan kualitas dan pengembangannya. Manfaat dari adanya diagram alir atau flowchart adalah

  • Untuk memahami proses yang dikerjakan
  • Mengidentifikasi perbaikan yang mungkin dapat dilakukan
  • Membantu pekerja untuk mengetahui, dimana posisi mereka di dalam proses
  • Membangkitkan dukungan melalui partisipasi

 

 

 

Gambar 1 contoh flowchart perakitan sepeda motor

 

Run chart atau peta proses adalah peta yang menggambarkan adanya keragaman didalam suatu waktu. Keragaman adalah pola acak yang selalu terdapat dalam suatu proses. Keragaman ini bisa dikurangi tetapi tidak bisa dihilangkan karena hal ini juga merupakan salah satu fenomena alami yang selalu terjadi. Run chart juga memperlihatkan pola dan pergeseran suatu karakteristik yang di plot. Tetapi pola dan pergeseran tersebut bukan merupakan suatu bukti statistik bahwa sesuatu telah terjadi, melainkan semata-mata merupakan keragaman acak .

 

Run chart terdapat 2 jenis yaitu satu yang menggambarkan adanya perbaikan dalam proses dan yang lain menggambarkan adanya masalah dalam prosesnya.

 

 

 

 

          Gambar 2 contoh run chart yang menandakan adanya perbaikan

 

 

 

          Gambar 3 contoh run chart yang menggambarkan adanya masalah

 

Proses control chart  adalah peta yang dikembangakan oleh Shewhart yang menjelaskan tentang Menyediakan suatu deteksi dini terhadap ketaknormalan proses, Membedakan suatu kondisi pengecualian dari kondisi rutin, Memperlihatkan keragaman tak normal vs. keragaman acak, dan Membantu operator dalam menentukan kapan suatu perbaikan/koreksi (adjustment) diperlukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4 contoh proses control chart

 

 

Hal-hal yang mendasari peta proses kendali ini adalah:

  • Keragaman adalah suatu kenyataan yang tak dapat dihindari dalam hidup ini
  • Keragaman normal semestinya ditanggapi dengan reaksi yang wajar
  • Apa Keragaman “Normal” itu?
  • Bagan kendali didasari atas sebaran sampling

 

 

Check sheet adalah alat yang dipakai untuk mengumpulkan data. Data yang dikumpulkan harus data yang otentik karena dari data ini akan diambil langkah selanjutnya dari pengelolaan kualitas tersebut. Check shhet biasa dipakai untuk menganalisa data dan kemudian dilakukan pengecekan trhadap data sebelum diambil tindakan berikutnya. Gambar berikut ini menunjukan check sheet pada proses pemeriksaan secara bertingkat pada pembuatan suatu gedung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  No. bagian X-1011 No. bagian X-2011 No. bagian X-3011 No. bagian X-4011 No. bagian X-5011
 
Contoh 1000 samb. solder
Patri dingin ||||     ||||  
Tanpa patri di lubang ||||   || ||  
Patri berbutir-butir |||| |   |||  
Lubang tidak berlapis ||||     |||  
Penutup tidak terpasang dengan benar ||||   |||| ||||  
Alas lepas |        

Gambar 7 contoh check sheet

 

 

Diagram pareto adalah diagram yang digunakan untuk memisahkan “bagian penting yang sedikit (vital few)” dari “bagian tak penting yang banyak (trivial many)”. Berikut langkah-langkah dalam membuat diagram pareto:

  • Tetapkan klasifikasi data
  • Tentukan kerangka  waktu
  • Kumpulkan data
  • Rangking penyebab-penyebab (causes)
  • Bangun Tabel
  • Gambarkan Histogram

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyebab Frekuensi Komulatif
Kesalahan Ketik 81 81
Kesalahan Hitung 27 108
Rekening Keliru 22 130
Alamat Keliru 13 143
Lainnya 6 149

 

Gambar 5 contoh diagram pareto pada proses “Billiong error”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 6 contoh diagram pareto dalam bentuk histogram

 

Diagram sebab akibat adalah diagram mejelaskan semua kemungkinan yang akan terajdi dalam suatu proses. Diagram ini diciptakan oleh Kaoru Ishikawa tahun 1943. tujuan dari diagram ini adalah mendapatkan hubungan antara suatu akibat dengan penyebabnya. Diagram ini juga disebut sebagai diagram tulang ikan karena bentuknya mirip seperti tulang ikan.

 

Skrup Ulir mudah slip

Mesin

Pekerja

Material

Metode

Processing

Effect

Penyebab potensial

 

 

Gambar 8 contoh diagram sebab akibat

 

Adapun manfaat dan kelemahan dari diagram sebab akibat ini adalah :

  • Manfaat:

–        Mengorganisasikan dan menghubungkan faktor-faktor

–        Sebagai sarana untuk urun pendapat (brainstorming)

–        Melibatkan setiap orang yang terkait

  • Kekurangan:

–        Bisa sangat kompleks

–        Memerlukan dedikasi dan kesabaran

–        Bisa jadi sulit dalam memfasilitasinya

 

 

Diagram pencar(scatter chart) adalah diagram yang menjelaskan tentang pola penyebaran dari 2 variabel yang terdapat dalam suatu proyek(data yang digunakan). Berikut adalah prosedur dalam pembuatan diagram pencar ini:

  • Hipotesiskan hubungan yang akan dipelajari
  • Tentukan ukuran sampel yang tepat
  • Penyebab diperagakan sebagai X dan hasil sebagai Y
  • Tentukan nilai Max dan Min tiap sumbu
  • Plot data pada bagan

 

 

 

 

Gambar 9 contoh diagram pencar

 

Diagram pencar mempunyai pola-pola yang memiliki arti yang berbeda yang menunjukan hubungn dari variabel yang bersangkutan. Disini terdapat 6 pola yang sering muncul saat melakukan plot pada bagan yaitu:

 

 

 

Masing-masing gambar mewakili hubungan yang terajadi antara variabel yang diperhitungkan dan menunjukan bagaimana hubungan itu sendiri akan berjalan.

 

 

Hasil aktivitas proyek dan unjuk kerja produk untuk menetapkan kualitas standar yang harus dipenuhi didokumentasikan dan dievaluasi.

 

Setelah ditetapkannya jadwal proyek serta standar kualitas yang ingin dicapai maka yang harus dilakukan adalah manjalankan jadwal yang telah dibuat tersebut. Namun selain itu harus juga dilakukan pembuatan dokumentasi hasil kerja sesuai dengan apa yang telah dilakukan utnuk dianalisa dan dilakukan pengembangan lanjut (jika diperlukan).

 

Dalam membuat dokumentasi tersebut bisa dipakai bebrapa alat dari 7 alat tersebut diantaranya check sheet, dan diagram pareto yang menunjukan perkembangan yang terjadi dalam pengerjaan proyek tersebut. Data yang telah didapat sebelum didokumentasikan harus dianalisa terlebih dahulu utnuk memastikan bahwa data tersebut benar-benar akurat dan tidak terajdi kesalahan dalam pendokumentasian. Dan dalam pendokumentasian ini data yang biasa digunakan berupa data statistik yang bisa mempermudah untuk dilakukan evaluasi dikemudian hari.

 

Hal-hal yang harus didokumentasikan selama pengerjaan proyek dan mengelola kualitas dari proyek adalah data perkembangan pekerja, data alokasi waktu yang telah terpakai, alokasi biaya yang telah terpakai sampai saat pendokumentasian ini dibuat, dan juga data dari produk yang telah dihasilkan. Dari semua itu hal yang cukup penting untuk didokumentasikan dan dilakukan evaluasi adalah tingkatan kualitas dari masing-masing hal yang akan didokumentasikan karena jika terjadi perubahan dalam kualitas yang bersangkutan maka bisa terjadi perubahan didlam proyek yang sedang berjalan tersebut. Perugbahan yang terjadi bisa berdampak baik maupun buruk bagi proyek yang sedang berjalan tersebut.

 

Setelah selesai dilakukannya pendokumentasian maka hal yang aharus dilakukan adalah evaluasi dari dokumentasi yang telah dilakukan sebagai bentuk menjaga ataupun mengelolaan dari hasli yang telah didapat tertuama kualtias yang telah dicapai. Dan dari dokumentasi tersebut juga bisa dilakukan improvement atau pengembangan dari apa yang telah didapat.

 

Evaluasi yang dilakukan bukan semata mata hanya untuk dlakukan improvement atau pengembangan tetapi juga untuk melihat perkembangan yang telah terjadi sehingga langkha berikutnya bisa diambil dan membuat proyek tersebut menjadi lebih baik lagi terutama dalam hal kualitas baik produk, biaya dan waktu.

 

Hasil kualitas didokumentasikan dan dilaporkan kepada penguasa proyek agar diambil suatu tindakan.

 

Hal yang harus diperhatikan dalam membuat laporan sebelum diserahkan kepada penguasa proyek(atasan yang lebih tinggi) adalah struktur dari laporan tersebut dan isi dari laporan tersebut apakah sudah sesuai dan benar.

Sebuah laporan harus mengandung hal-hal berikut agar laporan tersebut lebih mudah dipahami oleh atasan:

  1. judul laporan yang sesuai
  2. pengetikan laporan yang sesuai format standar
  3. isi materi disusun secara runtut
  4. isi materi sesuai dengan apa yang ingin dilaporkan
  5. laporan disusun dan dijilid dengan baik

 

Jika telah melakukan hal-hal tersebut baru laporan tersebut bisa diserahkan kepada atasan dan menunggu tindakan atau kepututsan yan gakan diambil oleh atasan tersebut.

 

Penguasa proyek akan mengevaluasi dari laporan yang telah dibuat dan dilakukan perundingan(jika dalam tim) untuk diambil langkah berikutnya. Langkah-langkah yang biasa diambil antar lain melakukan pengembangan dari kualitas yang telah didapat, melakukan perubahan penjadwalan utnuk mendapat hasil yang lebih baik  dan mengurangi masalah yang terjadi selama pengerjaan proyek tesebut.

 

 

3) Sikap kerja

  1. mampu menganalisis peralatan yang digunakan dengan benar
  2. mampu membuat bagan yang sesuai dengan kebutuhan
  3. mampu menjelaskan bagan yang telah dibuat

 

 

4.4.3 Kontribusi untuk proses yang berkesinambungan.

 

1) Pengetahuan kerja

 

Didalam mengelola suatu proyek perlu adanya pengembangan dan pengawasan yang terus berkesinambungan. Hal ini tidak hanya pada proses yang ada tetapi juga pada kualitas yang dihasilkan karena setiap penge,mbangan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatakan kemampuan kerja dalam proyek trsebut baik kemapuan dalam menghasilkan produk ataupun meningkatkan kualtias dari produk yang dihasilkan.

 

Pengembangan yang terus berkesinambungan dikenal denga continue improvement yang merupakan faktor penting didalam mengelolaa suatu proyek terutama dalam hal kualitas yang terdapat didalamnya. Pengembangan ini meliputi pengembangan kualitas, pengembangan hasil yang didapat dan juga pengembangan pola kerja baik dalam segi waktu dan biaya.

 

 

2) Ketrampilan kerja

 

Sarana untuk meninjau hasil proyek untuk menentukan keefektifan aktivitas pengelolaan kualitas disediakan

 

Sarana yang biasa digunakan dalam meninjau hasil proyek antara lain adalah laporan dari data yang ada yang berupa check sheet, bagan-bagan dan laporan perhitungan lain sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

 

Sarana tersebut digunakan selain untuk mengawasi hasil dari pengleolaan yang telah dilakukan juga bertujuan untuk melihat sejauh mana perencanaan yang telah dibuat berjalan apakah efektif atau tidak.

 

Laporan yang diserahkan biasa disediakan oleh masing-masing tim pengawas yang telah dibentuk saat melakukan perencanaan pada awal proyek. Tim tersebut harus menyediakan laporan perkembangan yang ada bukan hanya laporan terakhir karena laporan tersebut menjadi pertimbangan bagaimana proyek tersebut telah berjalan. Laporan tersebut juga harus disusun sesuai dengan format yang ada agar lebih mudah dilakukan pengecekan dari laporan yang telah dibuat.

 

Hasil dari laporan tersebut akan digunakan untuk melakukan peningkatan-peningkatan yang akan dijalankan dalam proyek. Peningkatan tersebut bertujuan untuk menciptakan hasil yang lebih baik lagi. Salah satu peningkatan yang mungkin adalah melakukan perubahan penjadwalan kerja, menentukan alokasi dana yang lebih efektif dan masih banyak lagi yang bisa ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dilapangan.

 

Hal-hal pengelolaan kualitas dan respon-responnya didokumentasikan dan dilaporkan kepada penguasa proyek untuk aplikasi pada proyek yang akan datang.

 

Setelah laporan diserahkan kepada penguasa proyek maka laporan tersebut harus dievaluasi dan diambil tindakan atas laporan tersebut. Tindakan yang bisa diambil antar lain adalah mempertahankan pola yang sudah ada sesuai laporan. Hal ini bisa dilakukan jika penguasa proyek cukup puas dengan apa yang telah didapat selama ini. Kedua  penguasa proyek dapat merubah pola yan gsudah ada jika dianggap dalam proyek terjadi kemunduran baik kualitas maupun hasil yang didapat. Ketiga adalah penguasa proyek dapat menjadikan laporan tersebut sebagai pertimbangan jika penguasa proyek akan mengerjakan proyek yang baru sehingg proyek yang baru tidak terlalu mengalami kendala dalam proses perencanaannya.

 

Aplikasi yang dapat diterapkan antara lain :

    1. prosedur pencatatan berdasarkan 7 alat kualitas
    2. pola kerja yang telah ada diterapkan pada proyek yang berikutnya
    3. pembentukan tim yang sesuai bidangnya
    4. proses pelaporan yang benar

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN  KOMPETENSI

 

5.1     Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

5.2     Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, videp, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menerapkan Pengelolaan Kualitas Dasar
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR01.009.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menerapkan Pengelolaan Kualitas Dasar

TIK.PR01.009.01

           -         -

 

-

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Buku manual:
    • Turner,Wyne C (1987). Introduction to Industrial and Systems Engineering. Paramount Communications Company. New jersey. ISBN 0134877893

 

 

 

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: