Menu

Menerapkan Pengelolaan Kualitas Dasar TIK.PR01.009.01

Apr
21
2015
by : 3. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

MENERAPKAN PENGELOLAAN KUALITAS DASAR

TIK.PR01.009.01

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI. 2

BAB.  I. 3

1.1      Bagaimana  Pelatih  Menilai 3

1.2      Tipe  Penilaian. 3

1.2.1       Tes  Tertulis. ( Knowledge ). 3

1.2.2       Tes  Unjuk  Kerja  (praktek keterampilan / keahlian). 4

1.2.3       Tes Sikap  Kerja  ( Attitude ). 5

BAB II. 8

PELAKSANAAN PENILAIAN. 8

2.1      KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  ) 8

2.2      KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  ) 9

2.3      KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  ) 18

2.4      CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA. 19

LEMBAR PENILAIAN. 22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB.  I

KONSEP   PENILAIAN

 

 

1.1        Bagaimana  Pelatih  Menilai

 

Dalam sitem pelatihan berbasis kompetensi kerja, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan anda, unjuk kerja aktivitas  tugas-tugas / keterampilan anda dan sikap kerja anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan, apakahg anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Pada pelatihan berbasiskan kompetensi kerja , pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah ” Penilaian berdasarkan kriteria / Criterion – Referenced Asessment ” .  Pendekatan ini mengukur unjuk kerja anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Penilaian formatif :

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar / berlatih anda. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

 

Penilaian Sumatif.

Penilaian juga  dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah anda telah mencapai hasil dari program belajar dan berlatih ( contohnya pencapaian kompetensi dalam unit komptensi ). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

 

 

1.2        Tipe  Penilaian.

1.2.1           Tes  Tertulis. ( Knowledge ).

 

Dalam tes tertulis, akan menilai pengetahuan anda dan pemahaman konsep serta prisip yang merupakan dasar  unjuk kerja dalam melakukan  tugas pekerjaan anda yang dijelaskan dalam  pengetahuan (knowledge) pada kriteria unjuk kerja.

 

Tes tertulis biasanya berupa seri-seri pertanyaan pilihan ganda dan/ atau beberapa bentuk tes obyektif lainnya, yaitu dimana setiap pertanyaan tertulis memiliki satu jawaban yang benar.

Penilaian tes obyektif tertulis pada  umumnya   mempunyai   kisi-kisi   dengan 3 (tiga) tingkatan  kesulitan,  yaitu :

 

1). Soal Mudah.

Adalah  menghafal tanpa mengerti apa maksudnya, menyebutkan bagian-bagian   suatu   alat,    benda,     nama mesin,   memberi nama,   memberi nomor, menjodohkan informasi faktual dengan kejadian.

 

2). Soal  Sedang

Adalah  mampu mengenal dan mengerti fungsi  sesuatu / poses   sesuatu, membandingkan,   memberikan,   membedakan,   menemukan   keuntungan   dan kerugian serta memberi fisualisasi fungsi / proses.

 

3). Soal  Sulit :

Adalah  merupakan  problem solving,   menganalisis   kesalahan   dan  kerusakan, mencari pemecahan,   meramalkan   kondisi   yang   tidak menguntungkan, mencari penyebab,   menggunakan   pertimbangan   dan    mengevaluasi. Rentangan  nilai tes tertulis, yaitu  0  -  1,   artinya  nilai setiap  soal tertulis yang   dinyatakan   benar   (kompeten)   mempunyai   nilai   1  (satu),   dan   yang dinyatakan    salah  (belum kompeten)  mempunyai nilai 0 (nol).

 

1.2.2           Tes  Unjuk  Kerja  (praktek keterampilan / keahlian).

 

Dalam tes unjuk kerja , akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan tugas pekerjaan  dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam keterampilan  (skill) pada kriteria unjuk kerja. Oleh sebab itu, anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap  unjuk kerja  anda.

 

Penilaian biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen kompetensi sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi anda, dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika anda dinyatak kompeten, dan merencanakan pelatihan ulang jika anda belum dinyatakan kompeten pada kesempatan pertama ini.

 

 

Daftar Cek Unjuk Kerja, berisi :

1). Masing-masing elemen kompetensi dengan  sebaran  kriteria  unjuk  kerja harus kompeten.

2). Setiap tugas yang sedang dilaksanakan, penilai  akan mengisi daftar cek analisis elemen kompetensi yang telah disiapkan untuk menentukan kompetensi kerja anda dan umpan balik unjuk kerja anda. untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja  dinyatakan benar mempunyai

3). Untuk memberi cacatan bagi diri anda dan penilai  anda.

4). Ketika tugas dari setiap indikator kerja tidak dilaksanakan sesuai standar kriteria keterampilan / kehlian secara  benar, maka  rencana pelatihan kerja ulang  akan dibicarakan antara anda dengan penilai.

 

Untuk setiap  soal / perintah   untuk melakukan unjuk kerja   mempunyai rentang nilai 0 (nol)  -  1 (satu). Bila anda melaukan untuk kerja  dinyatakan   benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan bila dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

 

1.2.3           Tes Sikap  Kerja  ( Attitude ).

 

Dalam   tes   sikap kerja ,   akan   menilai   kompetensi   anda   dalam menampilkan sikap kerja dari   elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam sikap (attitude)  pada kriteria unjuk kerja. Penilaian sikap kerja dapat dlakukan dalam waktu relatif pendek (efektif) berdasarkan atas instruksi sikap  kerja yang harus anda lakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

 

Sikap kerja merupakan unsur kompetensi kerja yang agak sulit menilainya,   namun demikian perlu  dimulai  dari sekarang,   karena kita harus mengacu    pada   Standar Kompetensi  Kerja  Nasional  Indonesia (SKKNI)   yang telah ditetapkan,  yaitu kemampuan seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian dan sikap kerja sesuai pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

 

Penilaian sikap kerja, dilakukan selain melalui pemahaman sikap kerja secara tertulis , kemampuan aspek sikap ditujukan untuk meningkatkan kinerja seseorang (anda) dimasa mendatang dalam arti yang sebenarnya, dan tidak dianggap lagi sudah menyatu dengan keterampilan /  keahlian.

Anda terampil atau memiliki keahlian yang bagus,  tetapi sikap  kerja anda tidak kompeten, ini ada sesuatu  yang salah pada diri anda, termasuk penilai anda juga punya andil atas kesalahan penilaian kompetensi terhadap diri anda.

 

Penilaian sikap kerja.

 

Dilakukan untuk kurun waktu yang tidak terlalu panjang terhadap kriteria attitude / sikap perilaku yang mudah diamati seperti pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas atau perintah sikap dari kriteria unjuk kerja pada elemen kompetensi,  adalah  sebagai  berikut :

 

1). Pengamatan sikap kerja.

 

a.   Untuk Jaminan Keselamatan  ( Saffety Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Keselamatan. Benar Salah Keterangan

1.

Penggunaan pakaian kerja.      

2.

Kerapihan dan kebersihan tempat kerja      

3.

Penataan alat-alat kerja.      

4.

Penataan bahan-bahan kerja.      

5.

Tertib sesuai aturan / prosedur/ standar.      

6.

Ketepatan waktu kerja.      

7.

Sopan, ramah, lembut dan saabar.      

8.

Teliti, cermat, hati-hati.      

9.

Obyektif, akurat.      

10.

Bakat, minat dan temperamen kerka.      

 

 

b.  Untuk Jaminan Kualitas.  ( Quality Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Kualitas. Benar Salah Keterangan

1.

Penerimaan / kesadaran/ kemauan..      

2.

Partisipasi/ kepatuhan, ikut secara aktif.      

3.

Penilaian / penentuan sikap.      

4.

Organisasi / bertanggung jawab.      

5.

Pembentukan pola /disiplin pribadi.      

 

Rentang nilai sikap dengan pengamatan langsung untuk memenuhi jaminan keamanan ( saffety insurance ) dan jaminan kualitas ( quality insurance ), yaitu :  0 (nol) – 1 (satu). Pada setiap soal sikap kerja yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

2). Wawancara dan /atau Tes  Tertulis Sikap Kerja.

 

Wawancara dan / atau Tes tertulis tentang pemahaman atau pengetahuan  materi sikap kerja untuk jaminan keselamatan dan jaminan kualitas (Saffety and Quality Insurance) dalam aktivitas tugas pekerjaan / perintah elemen kompetensi sesuai kriteria unjuk kerja setiap unit kompetensi, agar kinerja seseorang (anda) meningkat  lebih baik lagi.

 

Wawancara atau tes tertulis dapat  dalam satu  atau beberapa bentuk tes obyektif materi sikap kerja, mempunyai rentang nilai 0 (nol) – 1 (satu).

 

Setiap   soal   pertanyaan   yang   dinyatakan  benar   (kompeten)   mempunyai nilai  1 (satu)   dan   yang   dinyatakan   salah   (belum kompeten)     mempunyai nilai  0 (nol).

 

Hasil nilai sikap kerja dapat  diperoleh dengan kombinasi pengamatan sikap kerja berdasarkan atas instruksi sikap kerja   dengan tes tertulis, yaitu :

 

 

  • Nilai akhir sikap kerja  =  Nilai pengamatan benar  + Nilai  tertulis benar

2.

1  +   1

=     ———–      =     1  (satu) /   atau kompeten.

2.

  • Atau nilai akhir sikap kerja tertulis  benar = 1 (satu) / atau kompeten

 

  • Atau nilai akhir hasil pengamatan sikap kerja  benar  = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

 

2.1        KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  )

 

Soal

Nomor

Kunci  Jawaban  Tugas  tertulis.

Keterangan  Nilai

a

b

c

d

Benar

Salah

1.

X

   

2.

X

   

3.

X

   

4.

X

   

5.

X

   

6.

X

   

7.

X

   

8.

X

   

9.

X

   

10.

X

   

11.

X

   

12.

X

   

13.

X

   

14.

X

   

15.

X

   

16.

X

   

17.

X

   

18.

X

   

19.

X

   

20.

X

   

21

X

   

22

X

   

23

X

   

24

X

   

25

X

   

 

 


2.2        KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  )

 

1.  TUGAS 1 :  menjelaskan hal yang dilakukan untuk menjamin hasil kualitas

     Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Point-point inti terjawab dengan benar  

3. Instruksi Kerja     :

Sebutkan dan jelaskan hal yang dilakukan untuk menetapkan dan menjamin hasil kualitas sebuah proyek. (KUK 1.1)

 

4.Jawaban Tugas 1   : 

  1. Merencanakan proyek-proyek sistem
    Tahapan proses perencanaan sistem yaitu :
    Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
    Mengidentifikasi proyek-proyek sistem untuk kualitas yang akan dicapai
    Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem dari kulaitas yang akan dicapai
    Menetapkan kendala proyek-proyek sistem (mis. Batasan biaya, waktu,
    umur ekonomis, peraturan yang berlaku)
    Menetukan prioritas proyek-proyek sistem
    Membuat laporan perencanaan sistem
    Meminta persetujuan manajemen (atasan atau pimpinan proyek)

 

  1. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
    Persiapan ini meliputi :
    Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan
    yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan)
    Mengumumkan proyek pengembangan sistem

 

  1. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan
    Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling layak untuk dikembangkan.

Tahapan yang dilakukan yaitu :
Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem
Melakukan studi kelayakan
Menilai kelayakan proyek sistem
Membuat usulan proyek sistem untuk perbaikan kualitas (jika diperlukan)
Meminta persetujuan manajemen

 

 

1. TUGAS 2.  : menjelaskan dan menerangkan 7 peralatan kualitas

      Waktu  :  14.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

7 peralatan dijelaskan dengan benar dan terperinci(point inti saja)

 

3.  Instruksi Sikap Kerja :

Sebutkan dan jelaskan 7 peralatan kualitas yang sering dipakai dalam mengelola kualitas dalam suatu proyek (KUK2.2)

 

 

4. Jawaban Tugas 2  : 

Adapun ketujuh peralatan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  • Bagan Aliran (Flow Chart)
  • Run Chart
  • Bagan Kendali Proses (Process Control Chart)
  • Lembar Pemeriksaan (Check Sheets)
  • Diagram Pareto
  • Diagram Sebab & Akibat (Cause-and-Effect Diagram)
  • Diagram Pencar (Scatter Diagram)

 

Diagram alir atau flowchart adalah diagram yang menjelaskan proses kerja yang dilakukan dalam hal ini kerjanya adalah tentang pengelolaan kualitas dan pengembangannya. Manfaat dari adanya diagtram alir atau flowchart adalah

 

  • Untuk memahami proses yang dikerjakan
  • Mengidentifikasi perbaikan yang mungkin dapat dilakukan
  • Membantu pekerja untuk mengetahui, dimana posisi mereka di dalam proses
  • Membangkitkan dukungan melalui partisipasi

 

 

 

Gambar1 contoh flowchart perakitan sepeda motor

 

 

Run chart atau peta proses adalah peta yang menggambarkan adanya keragaman didalam suatu waktu. Keragaman adalah pola acak yang selalu terdapat dalam suatu proses. Keragaman ini bisa dikurangi tetapi tidak bisa dihilangkan karena hal ini juga merupakan salah satu fenomena alami yang selalu terjadi. Run chart juga memperlihatkan pola dan pergeseran suatu karakteristik yang di plot. Tetapi pola dan pergeseran tersebut bukan merupakan suatu bukti statistik bahwa sesuatu telah terjadi, melainkan semata-mata merupakan keragaman acak .

 

Run chart terdapat 2 jenis yaitu satu yang menggambarkan adanya perbaikan dalam proses dan yang lain menggambarkan adanya masalah dalam prosesnya.

 

 

 

 

          Gambar2 contoh run chart yang menandakan adanya perbaikan

 

 

 

          Gambar3 contoh run chart yang menggambarkan adanya masalah

 

Proses control chart  adalah peta yang dikembangakan oleh Shewhart yang menjelaskan tentang Menyediakan suatu deteksi dini terhadap ketaknormalan proses, Membedakan suatu kondisi pengecualian dari kondisi rutin, Memperlihatkan keragaman tak normal vs. keragaman acak, dan Membantu operator dalam menentukan kapan suatu perbaikan/koreksi (adjustment) diperlukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                             Gambar4 contoh proses control chart

 

Hal-hal yang mendasari peta proses kendali ini adalah:

  • Keragaman adalah suatu kenyataan yang tak dapat dihindari dalam hidup ini
  • Keragaman normal semestinya ditanggapi dengan reaksi yang wajar
  • Apa Keragaman “Normal” itu?
  • Bagan kendali didasari atas sebaran sampling

 

Check sheet adalah alat yang dipakai untuk mengumpulkan data. Data yang dikumpulkan harus data yang otentik karena dari data ini akan diambil langkah selanjutnya dari pengelolaan kualitas tersebut. Check shhet biasa dipakai untuk menganalisa data dan kemudian dilakukan pengecekan trhadap data sebelum diambil tindakan berikutnya. Gambar berikut ini menunjukan check sheet pada proses pemeriksaan secara bertingkat pada pembuatan suatu gedung.


 

  No. bagian X-1011 No. bagian X-2011 No. bagian X-3011 No. bagian X-4011 No. bagian X-5011
 
Contoh 1000 samb. solder
Patri dingin ||||     ||||  
Tanpa patri di lubang ||||   || ||  
Patri berbutir-butir |||| |   |||  
Lubang tidak berlapis ||||     |||  
Penutup tidak terpasang dengan benar ||||   |||| ||||  
Alas lepas |        

Gambar 7 contoh check sheet

 

 

Diagram pareto adalah diagram yang digunakan untuk memisahkan “bagian penting yang sedikit (vital few)” dari “bagian tak penting yang banyak (trivial many)”. Berikut langkah-langkah dalam membuat diagram pareto:

 

  • Tetapkan klasifikasi data
  • Tentukan kerangka  waktu
  • Kumpulkan data
  • Rangking penyebab-penyebab (causes)
  • Bangun Tabel
  • Gambarkan Histogram

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyebab Frekuensi Komulatif
Kesalahan Ketik 81 81
Kesalahan Hitung 27 108
Rekening Keliru 22 130
Alamat Keliru 13 143
Lainnya 6 149

 

 Gambar 5 contoh diagram pareto pada proses “Billiong error”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar6 contoh diagram pareto dalam bentuk histogram

 

Diagram sebab akibat adalah diagram mejelaskan semua kemungkinan yang akan terajdi dalam suatu proses. Diagram ini diciptakan oleh Kaoru Ishikawa tahun 1943. tujuan dari diagram ini adalah mendapatkan hubungan antara suatu akibat dengan penyebabnya. Diagram ini juga disebut sebagai diagram tulang ikan karena bentuknya mirip seperti tulang ikan.

 

Skrup Ulir mudah slip

Mesin

Pekerja

Material

Metode

Processing

Effect

Penyebab potensial

 

 

Gambar 8 contoh diagram sebab akibat

 

Adapun manfaat dan kelemahan dari diagram sebab akibat ini adalah

  • Manfaat:

–        Mengorganisasikan dan menghubungkan faktor-faktor

–        Sebagai sarana untuk urun pendapat (brainstorming)

–        Melibatkan setiap orang yang terkait

  • Kekurangan:

–        Bisa sangat kompleks

–        Memerlukan dedikasi dan kesabaran

–        Bisa jadi sulit dalam memfasilitasinya

 

 

Diagram pencar(scatter chart) adalah diagram yang menjelaskan tentang pola penyebaran dari 2 variabel yang terdapat dalam suatu proyek(data yang digunakan). Berikut adalah prosedur dalam pembuatan diagram pencar ini:

 

  • Hipotesiskan hubungan yang akan dipelajari
  • Tentukan ukuran sampel yang tepat
  • Penyebab diperagakan sebagai X dan hasil sebagai Y
  • Tentukan nilai Max dan Min tiap sumbu
  • Plot data pada bagan

 

 

 

 

Gambar9 contoh diagram pencar

 

Diagram pencar mempunyai pola-pola yang memiliki arti yang berbeda yang menunjukan hubungn dari variabel yang bersangkutan. Disini terdapat 6 pola yang sering muncul saat melakukan plot pada bagan yaitu:

 

 

Masing-masing gambar mewakili hubungan yang terajadi antara variabel yang diperhitungkan dan menunjukan bagaimana hubungan itu sendiri akan berjalan.

 

1. TUGAS 3.  : menjelaskan dimensi yang mempengaruhi kualitas dari suatu produk dan jasa

      Waktu  :  6.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

    Point-point inti terjawab dengan benar

 

3.  Instruksi Sikap Kerja :

Sebutkan dimensi yang terdapat dalam suatu produk dan jasa (KUK1.1)

 

4. Jawaban Tugas 3  : 

 

Dalam kualitas sebuah produk Garvin menetapkan 8 jenis kualitas yang terdapat dalam produk tersebut yang meliputi:

 

  • Unjuk Kerja (performance)
  • Features (keistimewaan spesial/fitur)
  • Keterandalan (reliability)
  • Kesesuaian (conformance)
  • Usia pakai (durability)
  • Kemampulayanan (Serviceability)
  • Keindahan (Aesthetics)
  • Kualitas yang dirasakan (perceived quality)

 

Sedangkan dalam kualitas jasa ( menggunakan waktu) terdapat juga 8 dimensi dalam mengelola kualitas tersebut yaitu:

–        Waktu (time)

–        Ketepatan waktu (timeliness)

–        Kelengkapan (completeness)

–        Keramahan/kesopanan (courtesy)

–        Ketaat-azasan (consistency)

–        Keterjangkauan & Kenyamanan (Accessibilty & convenience)

–        Ketelitian/kesaksamaan (accuracy)

–        Kecepat-tanggapan (responsiveness)

 

 

 

2.3     KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  )

 

1. TUGAS 1.  : (soalnya ditulis)

      Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Hasil cetakan benar dan baik

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Mencetak hasil laporan kerja yang sudah diperiksa

 

4. Jawaban Tugas 2  :  Cetakan sesuai dengan format yang benar

 

 

 

1. TUGAS 2.  : (soalnya ditulis)

      Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria :  Hasil jilid baik dan benar

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : menjilid hasil laporan yang sudah dicetak

 

4. Jawaban Tugas 2  :  hasil jilid rapi dan baik

 

 

1. TUGAS 3.  :

      Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Hasil dokumentasi sesuai dengan kondisi proyek

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Membuat dokumentasi yang sesuai dengan kondisi proyek

 

4. Jawaban Tugas 3  :  hasil pendokumentasian baik dan sesuai dengan kebutuhan dan fakta yang ada

 

 

2.4     CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani

 

No.

Uraian   Materi  Check  List.

Penge-

tahuan

Keterampilan

Sikap

Kerja.

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

1.

2.

3.

4.

5.

 

1. Kontribusi pada perencanaan kualitas
 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

2.

Apakah peserta pelatihan dapat melakukan perencanaa dengan baik?

3.

Apakah peserta pelatihan dapat membentuk tim yang sesuai dengan bidang yang akan dikelola?

4.

Apakah peserta pelatihan mengerti peranan tim dalam suatu proyek?

2. Kontribusi untuk mengimplementasikan jaminan kualitas proyek

5.

 Apakah peserta pelatihan memahami peralatan yang akan dipakaiyang dipakai?

6. Apakah peserta pelatihan dapat menggunakan peralatan dan pembagian kerja dengan baik?

 

 

3. Kontribusi untuk proses yang berkesinambungan

7.

Apakh peserta pelatihan bisa membuat laporan dengan baik?

8. Apakh peserta pelatihan dapat mengevaluasi hasil laporan dan menerapkannya pada aplikasi berikutnya?  

   

Jakarta,  ……………2007

Peserta  pelatihan,                                          Penilai,

 

(………………………)                                    (…………………..)

 

 

2.5   LEMBAR  HASIL  PENILAIAN

 

- Unit Kompetensi           :  MENERAPKAN PENGELOLAAN KUALITAS DASAR

 

- Kode Unit Kompetensi   :   TIK.PR01.009.01

 

 

- Nama Peserta Pelatihan :   ……………………………………………………

 

- Nama Pelatih                :   …………………………………………………….

 

 

- Kompetensi yang dicapai         :   Kompeten  :                   /  Belum Kompeten  :

 

-          Umpan Balik Untuk Peserta Pelatihan :

 

 

 

 

 

 

Tanda  tangan peserta   :

 

 

Peserta sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alas an-alasan pengambilan keputusan  dari penilai.

 

Tanda tangan Penilai :

 

 

Tanggal :

 

Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasa n pengambilan keputusan tersebut.

 

Tanda tangan Peserta Pelatihan :

 

 

Tanggal :

 

Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan :

 

  1. A.   Data Buku  Manual :

 

- Lihat pada Modul Buku Informasi Menerapkan Pengelolaan Kualitas Dasar

 

  1. B.   Data Buku Pendukung Teori.

- Turner,Wyne C (1987). Introduction to Industrial and Systems Engineering. Paramount Communications Company. New jersey. ISBN 0134877893

 

 

  1. C.   Website Yang Dapat Dikunjungi.

 

 

 

 

 

 


LEMBAR PENILAIAN

 

Tanggal : ……………………………….

 

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

 

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

 

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

artikel lainnya Menerapkan Pengelolaan Kualitas Dasar TIK.PR01.009.01

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Thursday 26 June 2014 | blog

Semua orang di.Petualangan menantimu. Lain Membuat sebagian besar dari anda akhir pekan di minggu dan anda…

Tuesday 28 July 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT   MEMASANG PERLENGKAPAN KOMPUTER…

Sunday 18 October 2015 | blog

SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Nama Sekolah : SMA WARGA Surakarta Mata Pelajaran : ESTETIKA /…

Tuesday 22 October 2013 | blog

KETERANGAN PROMO PAMERAN   Dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Kepada Pelanggan, Indokabana Mencoba Mendekatkan Diri Dengan Mengikuti…