Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

MENERAPKAN DASAR VALIDASI

UNJUK KERJA SITUS WEB

TIK.PR04.006.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I  PENGANTAR  3

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2 Penjelasan Modul 3

1.2.1 Desain Modul 3

1.2.2 Isi Modul 4

1.2.3 Pelaksanaan Modul 4

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4 Pengertian Istilah-istilah. 5

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI  7

2.1 Peta Paket Pelatihan. 7

2.2 Pengertian Unit Standar 7

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1         Kode dan Judul Unit 8

2.3.2         Deskripsi Unit 8

2.3.3         Elemen Kompetensi 8

2.3.4         Batasan Variabel 9

2.3.5         Panduan Penilaian. 9

2.3.6         Kompetensi Kunci 11

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1 Strategi Pelatihan. 12

3.2 Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV  MATERI UNIT KOMPETENSI   14

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3  Persiapan Pembuatan Situs Web Melalui Kriteria Unjuk Kerja. 15

4.3.1         Tujuan Pembuatan Situs Web. 16

4.3.2         Menentukan Siapa Pengunjung Situs Web. 16

4.3.3         Analisa Kebutuhan dan Spesifikasi Situs Web. 17

4.4  Metodologi Pembuatan Situs Web. 18

4.5  Dokumentasi Unjuk Kerja Situs Web. 22

4.5.1   Dokumentasi Spesifikasi Situs Web. 22

4.5.2   Dokumentasi Fungsi Unjuk Kerja Situs Web. 23

4.6  Standar Unjuk Kerja Situs Web. 26

4.7  Validasi Unjuk Kerja Situs Web. 28

4.8  Metodologi Pengembangan Situs Web. 31

4.9  Finalisasi Unjuk Kerja Situs Web. 33

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI  36

5.1 Sumber Daya Manusia. 36

5.2 Sumber-Sumber Kepustakaan. 37

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan. 38

 

DAFTAR PUSTAKA. 39

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain:

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. Menjelaskan protocol internet.
    1. TIK.PR01.002.01      Menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.
    2. TIK.PR02.026.01       Menjelaskan koneksi internet.
    3. TIK.PR02.024.01       Membuat dokumen dengan HTML sesuai spesifikasi.
    4. TIK.PR04.001.01       Menerapkan keamanan web dinamis.

 

Unit ini juga mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan web.

  1. Perancangan web.
  2. Pemrograman web.

 

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan:

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana mendesain dan mengimplementasikan unjuk kerja situs web dan membandingkan dengan spesifikasi perancangan awal untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada pelatihan unit-unit kompetensi terkait sebelumnya.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1      Kode dan Judul Unit

Kode Unit   :  TIK.PR04.006.01

Judul Unit   :  Menerapkan Dasar Validasi Unjuk Kerja Situs Web

 

 

2.3.2      Deskripsi Unit

Unit ini menguraikan kompetensi yang diperlukan pada prosedur-prosedur disain dan implementasi yang mengukur unjuk kerja situs web dan membandingkan dengan spesifikasi perancangan awal.

 

 

2.3.3      Elemen Kompetensi

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kriteria unjuk kerja (KUK) untuk masing-masing elemen:

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01   Menetapkan kriteria unjuk kerja

 

1.1      Spesifikasi situs web ditinjau untuk menentukan fungsi-fungsi unjuk kerja yang akan divalidasi.

 

1.2      Fungsi-fungsi unjuk kerja yang akan divalidasi didokumentasikan.

 

1.3      Metodologi pengukuran dialokasikan untuk setiap fungsi unjuk kerja untuk divalidasi.

 

1.4      Setiap ukuran memiliki sebuah metodologi yang tepat yang telah diterapkan dan didokumentasikan.

 

1.5      Standar unjuk kerja telah disiapkan dan disetujui dalam bisnis (site owner) dan jika memungkinkan oleh pengguna.

 

02   Validasi unjuk kerja 2.1    Setiap fungsi unjuk kerja telah diuji dan hasilnya didokumentasikan sesuai standar dokumentasi.

 

2.2    Hasil dari pengujian fungsi unjuk kerja dibandingkan dengan standar yang berlaku.

 

2.3    Fungsi-fungsi unjuk kerja akan berakhir sesuai standar, atau defisiensi didokumentasikan.

 

2.4    Fungsi yang tidak memenuhi standar unjuk kerja yang tepat didesain kembali, dan dikembangkan agar memenuhi standar unjuk kerja.

 

03    Mengakhiri unjuk kerja 3.1    Standar unjuk kerja yang terbaru divalidasi, didokumentasikan sebagai karakteristik situs unjuk kerja baru, diperlukan sebagai standar untuk mendesain ulang dan memperbaharui.

 

3.2    Pemilihan metrik, metodologi dan fungsi tes metodologi didokumentasikan agar dapat digunakan pada saat unjuk kerja didesain ulang atau untuk peningkatan situs.

 

3.3    Unjuk kerja situs web akan diakhiri sebagai persyaratan untuk pertemuan bisnis.

 

 

 

2.3.4      Batasan Variabel

Batasan variabel unit kompetensi ini adalah sebagai berikut:

  1.                                  1.   Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2.                                  2.   Menerapkan dasar validasi unjuk kerja situs web, bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

 

2.3.5      Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.    Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk dapat mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1         Pengetahuan dasar.

1.1.1     Arsitektur web.

1.1.2     Karakteristik lingkungan teknis dan spesifikasi perancangan.

1.1.3         Menyeleksi standar baku dan pengembangannya.

1.1.4         HTML dan standar-standarnya.

1.1.5         Hak cipta dan properti intelektual.

 

1.2     Keterampilan dasar.

1.2.1     Desain tes teknis.

1.2.2         Tes implementasi.

1.2.3         Tes evaluasi.

1.2.4         Standar-standar baku dokumentasi.

 

 

2.  Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1         Kemampuan menguji fungsi unjuk kerja dengan membandingkan dengan standar yang berlaku.

3.2         Kemampuan dokumentasi unjuk kerja.

 

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1         Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan dasar-dasar teknologi informasi.

4.1.1       Menjelaskan protocol internet.

4.1.2       TIK.PR01.002.01 Menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.

4.1.3       TIK.PR02.026.01   Menjelaskan koneksi internet.

4.1.4       TIK.PR02.024.01   Membuat dokumen dengan HTML sesuai spesifikasi.

4.1.5       TIK.PR04.001.01   Menerapkan keamanan web dinamis.

 

4.2         Unit ini juga mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan web.

4.2.1       Perancangan web.

4.2.2       Pemrograman web.

 

4.3         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6      Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mengetahui persiapan pembuatan situs web melalui kriteria unjuk kerja.
  • Siswa mengetahui cara melakukan dokumentasi unjuk kerja situs web.
  • Siswa mengetahui metodologi pembuatan dan pengembangan situs web.
  • Siswa mengetahui tahap-tahap dalam melakukan finalisasi unjuk kerja situs web.

 

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mampu membuat kriteria unjuk kerja situs web yang baik.
  • Siswa mampu menganalisa kebutuhan dan spesifikasi situs web.
  • Siswa mampu mendokumentasikan spesifikasi situs web.
  • Siswa mampu mendokumentasikan fungsi-fungsi unjuk kerja situs web.
  • Siswa mampu menggunakan metodologi pembuatan situs web.
  • Siswa mampu menggunakan metodologi pengembangan situs web.
  • Siswa mampu melakukan finalisasi unjuk kerja situs web.

 

4.3  Persiapan Pembuatan Situs Web Melalui Kriteria Unjuk Kerja

Dalam pembuatan situs web yang bagus tidak hanya datang dari desainer grafik yang berpengalaman atau diprogram oleh programmer yang amat ahli didalam dunia HTML. Desain yang bagus dapat berupa grafik, tata letak dan interaktif yang amat sederhana. Ingatlah bahwa tiap situs web yang dibuat harus memiliki informasi yang dibutuhkan oleh pemakai, dan kemudahan pengaksesannya adalah puncak tertinggi. Situs web dapat dikatakan gagal apabila pemakai tidak dapat mengakses situs web tersebut, tidak dapat melihat grafik atau tidak mengerti bagaimana bernavigasi untuk mengakses informasi dalam situs itu.

 

Antarmuka (interface) pemakai adalah kriteria unjuk kerja yang sangat penting pada desain situs web. Banyak desainer telah belajar mati-matian dan ingin mengekspresikan pelajaran mereka dalam dunia online, beberapa memasang gambar yang indah tanpa mempertimbangkan apakah pemasangannya akan membingungkan pemakai. Gambar mungkin tidak akan membawa informasi yang tersedia dari situs, atau bahkan terlalu kompleks bagi pemula untuk menterjemahkan apa yang harus dilakukan untuk berkomunikasi dan dimana mereka harus mengklik agar dapat menjalankan suatu aksi.

 

Grafik yang bagus dapat membuat pengunjung betah untuk terus mengunjungi situs web, tetapi pemakaian grafik yang pintar adalah yang biasa saja dimana akan membawa nilai lebih bagi pemakai. Dalam kasus ini, akan lebih baik jika kita menggunakan beberapa macam warna hanya untuk menandai hal penting saja daripada menggunakan banyak warna pada teks, seperti merah untuk semua hyperlink dan hitam untuk semua warna yang bukan hyperlink.

 

Tetap konsisten mengelompokkan pertolongan untuk pemakai dengan mengingat apa tujuan anda dengan menggunakan beberapa gambar, gaya teks dan elemen desain itulah cara yang mereka selalu tahu bahwa dengan melihat elemen ini akan mengizinkan mereka menyelesaikan semua kebutuhan mereka.

 

Situs web yang tidak membutuhkan pemakaian desain grafik agresif harus bagus desainnya. Situs web yang hebat dapat menghilangkan grafik. Pertimbangkan versi hanya teks dari Yahoo!. Kenyataannya di sana tidak berisi grafik sama sekali, tetapi tidak mengurangi kemampuan anda menuju tujuan anda. Ini terjadi karena antarmuka pemakai telah dipikirkan dengan baik, dengan bantuan banyak umpan balik selama jangka waktu beberapa bulan. Ini sangat jelas dan eksplisit dalam komunikasi bagi pemakai, bahwa informasi yang mereka butuhkan ada pada situs web ini.

 

Dalam mempersiapkan pembuatan situs web, diperlukan beberapa pemahaman mengenai konsep dari pembuatan situs web tersebut melalui beberapa kriteria yang harus dirumuskan terlebih dahulu. Kriteria itu antara lain adalah menentukan tujuan pembuatan situs web, menentukan siapa pengunjung situs web dan menganalisa kebutuhan dan spesifikasi situs web.

4.3.1       Tujuan Pembuatan Situs Web

Ketika kita mebuat suatu situs web, ada tujuan yang ingin diperoleh dari pembuatan situs web tersebut yang harus dirumuskan pada awal pembuatan situs web. Tujuan paling utama adalah untuk menjawab pertanyaan kenapa klien memerlukan situs web tersebut, apakah situs web tersebut nantinya akan mampu untuk membantu klien dalam kegiatan bisnisnya, atau nantinya situs web tersebut akan mampu memberikan suatu informasi yang berguna bagi klien dalam mengambil keputusan bisnis dan yang paling penting adalah situs web tersebut harus mengizinkan pemakai mendapat informasi yang berguna. Oleh karena itu, antarmuka (interface) pemakai menjadi suatu hal yang amat perlu di pertimbangkan. Setelah mengerjakan navigasi, kita dapat mengenalkan elemen desain lain untuk menghias situs web. Pada titik ini, elemen visual dan navigasi dapat dijadikan satu, dan keduanya dapat bersinergi dalam mencapai desain final melalui validasi yang baik. Setelah kriteria ini dirumuskan maka kita perlu merumuskan kriteria berikutnya.

 

4.3.2      Menentukan Siapa Pengunjung Situs Web

Kriteria berikutnya adalah menentukan siapa target utama yang akan menjadi pengunjung situs web. Dalam hal ini, kita perlu melakukan suatu perencanaan mengenai konsep dari situs web. Misalnya saja kita akan membuat suatu situs web yang berhubungan dengan kegiatan bisnis seperti pemasaran produk, maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu karakteristik dari pengunjung situs web tersebut. Apakah target utama pengunjung situs web tersebut adalah orang-orang dari kalangan bisnis, kalangan masyarakat umum dengan tingkat pendapatan menengah ke atas atau anak-anak dan sebagainya. Setelah kita mengetahui siapa pengunjung situs web, maka konsep situs tersebut haruslah sesuai dengan karakteristik pengunjung. Misalnya situs web untuk kalangan masyarakat umum yang berusia 20 tahun ke atas, maka diperlukan konsep desain situs web yang bersifat umum yang sederhana namun disukai oleh masyarakat umumnya dan dapat digunakan dengan mudah dan isi dari situs web  tersebut haruslah sesuai dengan masyarakat berusia 20 tahun ke atas serta ada suatu informasi yang memberitahukan bahwa situs web tersebut hanya boleh diakses oleh masyarakat berusia 20 tahun ke atas.

 

Suatu kesalahan dalam merancang situs web adalah apabila kita menggunakan konsep yang tidak sesuai dengan pengunjung yang kita harapkan menjadi target utama, misalnya kita menggunakan desain situs web dengan warna yang agak norak dan terlalu banyak warna yang berbeda untuk suatu situs web yang ditujukan kepada orang-orang dari kalangan bisnis. Hal ini kemudian akan memunculkan suatu kesan yang kurang baik dan serius dari perusahaan pembuat situs web yang menargetkan orang-orang dari kalangan bisnis tersebut menjadi pengunjung situs web tersebut.

 

 

4.3.3      Analisa Kebutuhan dan Spesifikasi Situs Web

Setelah konsep situs web diperoleh, maka perlu dilakukan analisa terhadap kebutuhan pembuatan situs web tersebut beserta dengan spesifikasinya. Proses analisa tersebut dapat kita lakukan dengan cara:

n  Memilih jenis situs web yang akan dibangun berdasarkan jenis isi dan keinginan klien.

n  Memilih basis data server.

n  Membuat skema basis data.

n  Menentukan kebutuhan dari sistem yang digunakan pengguna.

n  Menentukan kebutuhan isi situs web.

n  Menentukan kebutuhan fungsional situs web.

n  Menentukan kebutuhan sistem situs web.

 

Dalam memilih jenis situs web, kita perlu menentukan situs web yang akan dibuat tersebut bersifat statis atau dinamis.

 

Situs web statis adalah situs web yang dalam menampilkan informasinya tidak memisahkan antara isi dan presentasi atau secara singkat isinya tetap. Sedangkan Situs web dinamis adalah situs web yang dalam menampilkan informasinya memisahkan antara isi dan presentasi, dan isinya bersifat dinamis atau dapat diubah setiap saat tanpa mengubah seluruh dokumen HTML. Tentunya dari masing-masing sifat situs web tersebut pasti memiliki suatu kelebihan tersendiri yang dapat kita tentukan mana yang sesuai untuk kita terapkan pada situs web yang akan kita buat.

 

Adapun kelebihan dari situs web statis antara lain:

n  Dapat melakukan hosting situs web dimanapun dan biaya hosting-nya lebih murah daripada hosting web dinamis.

n  Pada bagian layout dan desain, web statis lebih fleksibel dan dapat dibuat dengan gaya yang lebih stylist, dan lebih mudah untuk mengganti dari halaman ke halaman.

n  Tidak memerlukan basis data untuk menyimpan data seperti pada web dinamis yang bekerja dengan melakukan penyimpanan data pada suatu basis data.

 

 

Sementara itu kelebihan dari situs web dinamis antara lain:

n  Biaya pemeliharaan lebih murah daripada membayar untuk memprogram ulang setiap kali dibutuhkan adanya perubahan situs web.

n  Dapat di-update setiap saat dari komputer manapun yang terkoneksi dengan internet.

n  Dapat dilakukan pencarian data dengan mudah

n  Dapat digunakan untuk basis data yang multiguna.

 

4.4  Metodologi Pembuatan Situs Web

Situs web merupakan kumpulan halaman web yang berhubungan dan saling terkait. Keterhubungan ini mempengaruhi keputusan para perancang web dalam menangani setiap elemen web dan proses-prosesnya. Kelebihan dari metodologi pembuatan situs web ini adalah kemampuan setiap elemen dalam menutupi kelemahan elemen yang lain. Contohnya, jika pada tahap mendesain, desainer menghasilkan karya yang buruk, tetapi mungkin saja pada tahap implementasi proses ini bisa jauh lebih baik. Seperti sebuah pernyataan objektif yang baik dapat memperbaiki sebuah pernyataan usulan yang buruk.

 

 

Gambar Metodologi Pembuatan Situs Web

 

 

Elemen dari metodologi pembuatan situs web adalah sebagai berikut:

  1. a.   Proposal

Berisi tentang informasi yang jelas tentang alasan dan ruang lingkup dari eksistensi web. Selama melakukan pembuatan situs web, Dia harus mempunyai sebuah usulan yang dikemukakan secara singkat dan jelas. Pernyataan ini dapat bersifat menyeluruh, misalnya “Untuk membuat eksisnya perusahaan di cyberspace,” atau mungkin bisa lebih spesifik seperti “Menyediakan informasi tentang saluran modem baru yang dimiliki perusahaan.”

Proposal bersifat dinamis, yaitu sebuah organisasi memulai sebuah web untuk “memulai keberadaannya di cyberspace” untuk tujuan yang lebih spesifik, perusahaan mungkin menginginkan untuk membuat web melayani pengguna yang lain. Sebuah pernyataan yang dikemukakan secara singkat dan jelas bagaimanapun dapat berperan sebagai petunjuk untuk proses pembuatan situs web dan pengembangannya.

 

  1. b.   Informasi Audience

Pengetahuan tentang target audience web sama baiknya dengan pengguna yang aktual yang menggunakan informasi. Informasi-informasi ini termasuk latar belakang pengguna, minat, dan semua perincian yang membantu untuk mempertajam informasi untuk dicocokkan dengan kebutuhan audience. Seluruh informasi ini tidak dapat dilengkapi selama proses pembuatan situs web dilakukan dan pembangunan sekumpulan informasi membutuhkan waktu lebih banyak. Informasi dari audience bisa saja menjadi sangat berguna dan akurat pada satu waktu. Kemudian hal tersebut dapat saja menjadi tidak berguna pada saat audience yang berbeda memulai untuk mengakses situs web.

 

  1. c.    Informasi Domain

Kumpulan pengetahuan dan informasi tentang subjek domain yang ada di cover web, yaitu informasi yang disediakan untuk audience web dan informasi yang dibutuhkan oleh desainer web. Misalkan sebuah situs web menawarkan modem, informasi domain yang penting seperti penggunaan, mekanik, prinsip dan spesifikasi modem. Walaupun tidak semua informasi ini penting dibuat untuk pengguna web, pengetahuan domain penting untuk dimiliki oleh desainer web. Sering, pengetahuan tentang domain ini membuat pelengkap yang baik untuk informasi yang ditawarkan di dalam web. Sebuah manufaktur modem dengan jenis modem yang baik, sehingga membuat pembeli berminat untuk mengunjungi situs web tersebut.

 

  1. d.   Pernyataan Objektif

Setelah membuat proposal dalam mendefinisikan tujuan spesifik yang harus disampaikan oleh situs web. Sebuah pernyataan objektif yang berdasarkan pada proposal digunakan pada paragraf pendahuluan seperti, “menyediakan informasi tentang saluran modem baru yang dimiliki perusahaan,” termasuk sebuah pernyataan tentang modem yang ditawarkan oleh perusahaan dan jenis informasi yang harus diberikan (gambar, harga, skema dan seterusnya). Seperti informasi untuk pengguna dan proposal, pernyataan objektif adalah dinamis, dan bisa saja menjadi penting dikemudian hari dalam pengembangan web untuk mendefinisikan pernyataan-pernyataan lain.

Jadi, pernyataan objektif berubah sebagaimana usulan situs web berubah, informasi tentang audience juga berubah. Audience mencari modem tiba-tiba saja dapat menjadi sangat memperhatikan tampilan tombol dari piranti tersebut. Dalam hal ini, sebuah objek dapat dibuat dengan memasukkan gambar modem pada web itu sendiri.

 

  1. e.   Spesifikasi Web

Adalah gambaran secara rinci dari batasan dan elemen yang akan ditampilkan di situs web. Daftar pernyataan yang spesifik dari informasi apa yang akan ditampilkan sebaik batasan-batasan pada tampilan. Sebagai contoh, bagian dari spesifikasi tersebut dapat dinyatakan dengan gambar dari modem yang harus ditempatkan pada halaman hypertext yang sama sebagai sebuah link dengan form pemesanan. Spesifikasi tersebut, bersamaan dengan elemen lain pada situs web, dapat senantiasa berubah secara konstan.

 

  1. f.     Tampilan Web

Adalah informasi yang akan dikirimkan kepada pengguna. Tampilan tersebut adalah hasil dari rancangan dan proses implementasi pembangunan situs web. Dalam proses ini, pilihan yang kreatif yang dibuat diantara rancangan dan teknik tampilan untuk mendapatkan spesifikasi web yaitu pertimbangan untuk efisiensi, ektetika, dan pengenalan web. Daftar elemen yang menyangkut dalam metode perancangan situs web menunjukkan bahwa terdapat banyak interaksi dan hubungan. Pada kenyataannya, elemen–elemen ini bergantung pada informasi terbaik yang dapat digunakan dengan elemen lain agar dapat berhasil. Seorang desainer web, sebagai contoh, membutuhkan pengetahuan apakah objeknya untuk menjual modem atau untuk memberikan pendidikan kepada orang-orang tentang modem ketika merancang sebuah situs web.

 

 

Ada enam proses dari metodologi pembuatan situs web, yaitu:

  1. 1.    Perencanaan

Adalah proses memilih dari banyak kesempatan bersaing untuk berkomunikasi sehingga seluruh tujuan web dapat dicapai. Tujuan-tujuan ini adalah termasuk antisipasi dan memutuskan target untuk audience, tujuan dan sasaran dari informasi. Perencanaan juga dilakukan untuk informasi domain melewati sebuah proses pendefinisian, spesifikasi informasi pendukung yang harus dikumpulkan, bagaimana informasi dikumpulkan dan bagaimana informasi tersebut di-update.

Seorang desainer web memenuhi lebih dulu keahlian yang dibutuhkan spesifikasi situs web, sama baiknya dengan keahlian yang dibutuhkan untuk membangun bagian khusus situs web. Jika spesifikasi perancangan menggunakan form antar muka (sebuah keistimewaan yang didukung dengan HTML), sebagai contoh, seorang desainer web harus mengidentifikasi hal yang dibutuhkan agar yang mengimplementasikan web mempunyai keahlian ini.

Desainer web juga harus mengetahui lebih dulu sumber lain yang dibutuhkan untuk mendukung operasi dan pengembangan web. Jika seorang audience mengakses statistik, maka akan segera dikumpulkan seluruh data dan informasi yang berhubungan dengan perusahaan sehingga situs web tersebut harus mampu mendapatkan dan meng-install program statistik situs web.

 

  1. 2.    Analisis

Proses mengumpulkan dan membandingkan informasi tentang situs web dan pengoperasiannya dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas situs web secara keseluruhan. Sebuah operasi yang penting adalah saat seorang analis web memeriksa informasi yang telah dikumpulkan tentang audience untuk relevansinya dengan elemen lain atau proses dalam pengembangan situs web.

Informasi tentang tingkat minat pengguna dapat menjadi dampak yang harus diperhatikan dan harus disediakan untuk audience sebagai keterangan produk atau topik. Analisa dari desainer web, seperti isi dari situs web kompetitor, harus dipertimbangkan. Seorang analis mempunyai banyak alternatif dan mengumpulkan informasi untuk membantu proses perencanaan, perancangan, implementasi dan pengembangan.

 

  1. 3.   Perancangan

Sebuah proses yang dilakukan oleh desainer web, mengerjakan spesifikasi situs web, membuat keputusan tentang bagaimana komponen situs web diaktualisasikan. Proses ini menyangkut tujuan situs web tersebut, audience, objek, dan informasi domain. Perancang yang baik tahu bagaimana mendapatkan efek yang dibutuhkan oleh spesifikasi tersebut dengan cara yang paling fleksibel, efisien dan elegan. Dikarenakan hal tersebut cukup sulit pada proses yang lain dan elemen-elemen yang ada di dalam pengembangan situs web, bagaimanapun, proses perancangan tidaklah menjadi lebih penting daripada yang lain, tetapi persyaratan tersebut menjadi dasar dalam kemungkinan-kemungkinan implementasi sama baiknya dengan mengetahui seberapa penting akibat dari struktur situs web untuk audience.

 

  1. 4.   Implementasi

Proses dibangunnya situs web menggunakan Hyper Text Markup Language (HTML), sehingga proses implementasi mungkin lebih mirip dengan pengembangan software sebab menggunakan sintaks yang spesifik untuk pengkodean struktur situs web dalam sebuah bahasa formasi dalam file komputer. Walaupun banyak tools yang dapat digunakan untuk membantu pembangunan dokumen HTML, dasar-dasar HTML sama baiknya dengan bagaimana sebuah rancangan diimplementasikan ke dalam HTML dapat memperkaya pengalaman implementator web.

 

  1. 5.    Promosi

Proses mengendalikan semua masalah promosi pada situs web. Termasuk di dalamnya bagaimana situs web ini dikenal eksis oleh komunitas online melewati publisitas, sebaik bisnis atau hubungan informasi lain dengan situs web yang lain. Promosi menyangkut strategi pemasaran tertentu atau membuat model bisnis.

 

  1. 6.    Inovasi

Proses pengembangan dan perbaikan secara terus menerus. Termasuk mengikuti perkembangan teknologi untuk inovasi-inovasi baru yang mungkin cocok untuk pengembangan situs web, sama baiknya dengan kreativitas, atau cara yang unik untuk memperbaiki elemen-elemen situs web, atau mengikat audience dengan keberhasilan situs web. Inovasi juga menyangkut mencari improvisasi yang bisa digunakan secara terus menerus, dan kualitas situs web dan harapan pengguna.

 

 

4.5  Dokumentasi Unjuk Kerja Situs Web

Spesifikasi unjuk kerja dari situs web yang telah kita tentukan tersebut tentunya perlu didokumentasikan untuk dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan situs web agar dapat berjalan dengan baik dan dapat langsung dilakukan koreksi terhadap kesalahan yang ada.

 

 

4.5.1    Dokumentasi Spesifikasi Situs Web

Dokumentasi untuk spesifikasi unjuk kerja situs web meliputi:

  1. 1.   Tujuan Situs Web

Misalnya:

Tujuan dari pembuatan situs web PT XYZ:

-    Meningkatkan pelayanan bagi para pelanggannya, khususnya  pemesanan produk secara online.

-    Menyebarkan informasi mengenai PT XYZ menggunakan media internet agar mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

-    Memfasilitasi umpan balik (feedback) dari para pelanggan PT XYZ dengan cara yang lebih mudah.

  1. 2.   Jenis Informasi

Misalnya:

Informasi yang disediakan pada situs web PT XYZ antara lain:

-      Informasi produk-produk lama dan baru yang ditawarkan kepada pelanggan.

-      Informasi mengenai tata cara pemesanan produk secara online.

-      Informasi mengenai portfolio PT XYZ.

 

  1. 3.   Isi Basis Data

Misalnya:

Isi basis data situs web PT XYZ:

-      Data produk

-      Data pemesanan produk

-      Data pelanggan

-      Data umpan balik (feedback).

 

  1. 4.   Sasaran Pengunjung

Misalnya:

Sasaran pengunjung situs web PT XYZ adalah masyarakat umum khususnya yang menggunakan produk yang sejenis dengan produk yang ditawarkan oleh PT XYZ, dengan harapan masyarakat mengetahui tentang produk yang ditawarkan oleh PT XYZ dan mau membeli produk tersebut serta memberikan umpan balik bagi PT XYZ untuk mendukung proses pengembangan produk.

 

 

  1. 5.   Struktur Situs Web

Misalnya:

Struktur situs web PT XYZ:

-      Home

-      Tentang PT XYZ

-      Produk

-      Pemesanan Produk

-      Hubungi PT XYZ (untuk keperluan umpan balik).

 

6.  Jenis Situs Web

Jenis situs web yang akan dipakai pada situs web PT XYZ adalah situs web dinamis karena:

-    Memiliki biaya pemeliharaan yang relatif murah sehingga menguntungkan bagi PT XYZ.

-    Informasi terbaru dapat di-update setiap saat.

 

Oleh karena itu, diperlukan bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk membuat suatu web dinamis. Dalam hal ini akan digunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data SQL Server 2000 yang memiliki kapasitas penyimpanan data yang besar.

 

 

4.5.2    Dokumentasi Fungsi Unjuk Kerja Situs Web

Fungsi unjuk kerja situs web dapat dilihat melalui eksekusi kode-kode program yang telah didokumentasikan. Karena program yang telah selesai dibuat belum tentu dapat langsung sempurna, sesuai dengan yang diperlukan oleh penggunanya. Maka perlu:

-      Pengembangan untuk dapat memenuhi keperluan penggunanya.

-      Perbaikan pada program jika ternyata pada saat digunakan ditemukan kesalahan.

 

Dokumentasi juga berguna untuk menginformasikan tentang proses yang ada dalam program, sehingga jika ada pertanyaan tentang program yang dibuat memiliki kemampuan apa saja, kita dapat mengetahui atau menjelaskan berdasarkan dokumentasi.

 

Dokumentasi program sangat diperlukan oleh pemilik aplikasi, jika ingin mengembangkan aplikasinya bukan oleh pengembang yang sama. Pengembang lain yang diserahi tugas untuk mengembangkan aplikasi dapat dengan cepat mempelajari dari dokumentasi tersebut.

 

Macam dokumentasi program ada tiga, yaitu:

-      Dokumentasi spesifikasi program

-      Dokumentasi teknis program

-      Dokumentasi penggunaan program

 

 

Dokumentasi Spesifikasi Program

Dokumentasi spesifikasi program seharusnya sudah ada sebelum program dibuat. Dibuat oleh perancang aplikasi (sering kali dibuat oleh analis sistem). Berdasarkan dokumentasi inilah program dibuat.

 

Dokumentasi spesifikasi program ini dibuat untuk memberikan panduan tentang logika program yang harus dibuat. Harus ada proses apa saja, bagaimana aliran prosesnya. Pemrogram dapat melakukan coding dengan lebih mudah.

 

Akan tetapi, sering terjadi, dokumentasi spesifikasi program tidak dibuatkan oleh perancang aplikasinya. Perancang aplikasi hanya menjelaskan tentang program, spesifikasi program yang ada adalah spesifikasi secara lisan. Akibatnya adalah seringkali program tidak sesuai dengan yang diinginkan, karena pemrogram bekerja dengan mengandalkan ingatannya, bukan berdasarkan panduan dokumen spesifikasi.

 

Ketiadaan dokumentasi bisa menyebabkan komunikasi antara perancang aplikasi dan pemrogram menjadi tidak baik, karena bisa jadi akan ada perselisihan akibat ketidakjelasan akan apa yang dikerjakannya.

 

Dokumentasi spesifikasi program harus ada, walaupun secara global. Setidaknya ada informasi tentang poin-poin yang harus ada dalam program, kemudian bagaimana urutan prosesnya.

 

Dokumentasi spesifikasi program menjadi pegangan bersama antara perancang, pemrogram, dan penguji. Untuk memastikan bahwa program yang dibuat sudah sesuai dokumentasi.

 

Dokumentasi Kode Program

Dokumentasi kode program, merupakan dokumentasi yang harus ada dalam program, untuk memberikan penjelasan kepada setiap baris atau pun blok perintah dalam program.

 

Dokumentasi program diperlukan bagi programmer itu sendiri, untuk dapat menelusuri logika program. Karena biasanya, pemrogram akan lupa akan alur programnya sendiri. Apalagi jika sudah lama sudah ditinggalkan, karena mengerjakan pekerjaan lain. Pada saat harus memperbaiki atau menyempurnakan, programmer sering harus mempelajari terlebih dahulu alur programnya sendiri, baru kemudian baru bisa melakukan modifikasi sesuai dengan yang diinginkan.

 

Dari sisi lain, dokumentasi juga diperlukan untuk memudahkan untuk memvalidasi apakah program yang telah dikembangkan, sudah sesuai dengan yang dispesifikasikan atau belum. Proses validasi ini akan dilakukan oleh tim penguji (validator).

 

Dokumentasi kode program merupakan pelengkap dokumentasi spesifikasi, karena menjelaskan bagaimana dari spesifikasi diterjemahkan ke dalam program.

 

Jika dokumentasi spesifikasi tidak ada maka dokumentasi kode program akan menjadi dokumentasi yang sangat berharga, karena bukan menjadi dokumen pelengkap tetapi menjadi dokumentasi utama.

 

Dokumentasi dalam kode program umumnya dilakukan dengan menuliskan baris-baris komentar dalam kode sumber programnya. Isi dari dokumentasi kode program, setidaknya terdiri atas:

-      Langkah-langkah dalam program untuk menyelesaikan masalah

-      Komentar dituliskan pada setiap awal modul atau fungsi,

-      Jika mungkin komentar ditulis pada setiap blok program, jika tidak maka ditulis pada blok-blok yang penting saja. Lebih baik lagi jika setiap baris ada komentarnya.

-      Informasi tentang siapa yang membuat, kapan pertamakali dibuat, kapan terakhir diperbaiki, jika mungkin informasi perubahan dari waktu ke waktu

 

Cara menuliskan komentar harus mengikut kepada cara penulisan yang baku. Jika menggunakan bahasa pemrograman Java, maka dapat menggunakan format yang telah ditetapkan oleh javadoc.

 

 

 

Dokumentasi Penggunaan Program

Dokumentasi penggunaan program sangat diperlukan untuk dapat memberitahu kepada pengguna bagaimana cara menggunakan program yang telah dibuat. Jika tidak dibuatkan cara menggunakan programnya, dikhawatirkan program menjadi tidak dapat dipakai, apalagi jika programnya kurang interaktif.

 

Banyak program yang dibuat, cara pemakaiannya sesuai dengan alur logika pemrogramnya. Bukan berdasarkan alur logika pengguna program. Karenanya harus dibuatkan dokumentasi cara menggunakan program, agar pengguna tahu bagaimana cara menggunakan dengan benar.

 

 

4.6  Standar Unjuk Kerja Situs Web

Sebuah situs web pasti memiliki suatu standar unjuk kerja yang harus disetujui oleh pemilik situs web dan bahkan juga oleh pengguna situs web tersebut. Standar unjuk kerja ini memerlukan suatu dokumentasi yang berisi standar-standar apa saja yang dipakai dalam proses pembuatan situs web tersebut yang meliputi:

  1. 1.   Perancangan Basis Data

Misalnya:

Basis data yang digunakan pada situs web PT XYZ adalah SQL Server 2000 karena basis data ini mampu menampung data dalam jumlah yang cukup besar.

Perincian basis data adalah sebagai berikut:

 

  • Data Produk

Produk

-Id_Produk

-Nama_Produk

-Qty

-Harga_Satuan

 

  • Data Pemesanan Produk

Pemesanan

-Id_Pemesanan

-Id_Pelanggan

-Produk_yang_Dipesan

-Qty_Produk_yang_Dipesan

-Sub_Total

-Total

 

 

 

 

  • Data Pelanggan

Pelanggan

-Id_Pelanggan

-Nama_Pelanggan

-No_Identitas

-Alamat

-No_Telpon

-E_Mail

 

  • Data Umpan Balik (feedback)

Umpan_Balik

-Id_Feedback

-Id_Pelanggan

-Komentar

 

  1. 2.   Perancangan Situs Web

Misalnya:

Perancangan situs web PT XYZ menggunakan engine PHP dengan editor Macromedia Dreamweaver yang dilakukan dengan membangun beberapa halaman, di mana pada setiap halaman terdapat banner logo PT XYZ dan menu-menu navigasi yang telah divalidasi. Setiap halaman berisikan informasi dan fungsi yang berbeda yang disesuaikan dengan nama halaman tersebut.

 

  • Halaman Home

Berisikan cuplikan informasi dari halaman lain yang ada pada situs web PT XYZ dan login untuk pendaftaran pelanggan.

 

  • Halaman Tentang PT XYZ

Berisikan informasi mengenai PT XYZ, khususnya portfolio.

 

  • Halaman Produk

Berisikan informasi mengenai produk-produk yang ditawarkan oleh PT XYZ beserta dengan gambar dan spesifikasinya.

 

  • Halaman Pemesanan Produk

Berisikan informasi mengenai tata cara pemesanan produk secara online dan form pemesanan produk yang dapat langsung diisi oleh pelanggan yang ingin memesan produk dengan terlebih dahulu melakukan login. Pelanggan yang baru mendaftar harus mendaftar terlebih dahulu untuk dapat melakukan pemesanan produk.

 

  • Halaman Hubungi PT XYZ

Berisikan mengenai form yang dapat diisi oleh pelanggan untuk memberikan saran, kritik atau komentarnya yang ditujukan untuk PT XYZ.

 

 

4.7  Validasi Unjuk Kerja Situs Web

Setelah kita mengalokasikan suatu metodologi untuk membuat situs web dan mendokumentasikan fungsi-fungsi unjuk kerja yang akan digunakan, maka kita perlu melakukan suatu pengujian terhadap fungsi-fungsi unjuk kerja tersebut. Proses pengujian fungsi unjuk kerja ini dilakukan dengan cara membandingkan antara dokumentasi yang telah dibuat dengan situs web yang telah dibuat sesuai dengan metodologi. Setiap fungsi unjuk kerja diuji dan hasilnya juga didokumentasikan untuk memudahkan dalam perbaikan situs web apabila ditemukan adanya suatu defisiensi. Hasil pengujian fungsi unjuk kerja dapat dilakukan seperti berikut: (Dalam hal ini kita memakai contoh PT XYZ seperti yang telah disebutkan dalam dokumentasi spesifikasi situs web di atas)

 

No.

Hal yang Diuji

Hasil Pengujian

Keterangan

1. Tujuan Situs Web PT XYZ Meningkatkan pelayanan bagi para pelanggannya, khususnya pemesanan produk secara online OK Fungsi pemesanan produk secara online dapat dijalankan dengan baik
Menyebarkan informasi mengenai PT XYZ menggunakan media internet agar mudah dijangkau oleh masyarakat luas OK Informasi mengenai PT XYZ dapat ditampilkan dengan jelas pada situs web
Memfasilitasi umpan balik (feedback) dari para pelanggan PT XYZ dengan cara yang lebih mudah OK Fungsi pengiriman umpan balik (feedback) dapat dijalankan dengan baik melalui menu Hubungi PT XYZ
2. Jenis Informasi Informasi produk-produk lama dan baru yang ditawarkan kepada pelanggan

 

OK Informasi tersedia pada situs web
Informasi mengenai tata cara pemesanan produk secara online OK Informasi tersedia pada situs web
Informasi mengenai portfolio PT XYZ OK Informasi tersedia pada situs web
3. Isi Basis Data Data produk OK Data tertampung dengan baik
Data pemesanan produk OK Data tertampung dengan baik
Data pelanggan OK Data tertampung dengan baik
Data umpan balik (feedback) OK Data tertampung dengan baik
4. Sasaran Pengujung   OK Desain dan navigasi situs web dapat diterima oleh masyarakat umum
5. Struktur Situs Web Home OK Halaman dapat ditampilkan dengan baik
Tentang PT XYZ OK Halaman dapat ditampilkan dengan baik
Produk OK Halaman dapat ditampilkan dengan baik
Pemesanan Produk Belum Sempurna Halaman dapat ditampilkan dengan baik namun terjadi kesalahan validasi, yaitu nama pelanggan bisa dimasukkan dengan angka dan validasi e-mail yang kurang tepat
Hubungi PT XYZ OK Halaman dapat ditampilkan dan bekerja dengan baik

 

 

 

6. Jenis Situs Web Dinamis OK Jenis situs web mendukung tujuan PT XYZ

 

Dari dokumentasi hasil pengujian fungsi unjuk kerja di atas, kita dapat mengetahui bahwa terdapat fungsi unjuk kerja yang belum dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Dokumentasi mengenai defisiensi dari situs web yang kita buat ini kemudian akan digunakan oleh desainer dan programmer web sebagai bahan evaluasi untuk melakukan kegiatan pengembangan situs web sesuai dengan metodologi pengembangan pembuatan situs web.

4.8  Metodologi Pengembangan Situs Web

Situs web yang dibangun terkadang memerlukan peningkatan dan pengembangan secara terus menerus misalnya mengenai isi dan fungsi-fungsi unjuk kerja situs web yang dibutuhkan, sehingga situs web tersebut perlu didesain ulang untuk melengkapi kekurangan tersebut. Ada beberapa metodologi yang bisa dipakai untuk pengembangan situs web antara lain:

  1. 1.   Web Rapid Application Development (Web RAD)

Adalah proses pengembangan pembuatan situs web dimana desainer tidak memerlukan banyak diskusi dengan pihak klien sehubungan dengan desain situs  web yang ditampilkan.

Metode ini dapat mempercepat proses pengembangan pembuatan situs web, tapi mengakibatkan banyak kekurangan yang terjadi.

Metode ini tidak disarankan untuk pembuatan situs web berskala besar.

 

  1. 2.       Waterfall Model

Adalah proses pengembangan pembuatan situs web secara terstruktur dan berurutan dimulai dari penentuan masalah, analisa kebutuhan, perancangan implementasi, integrasi, uji coba sistem, penempatan situs web dan pemeliharaan.

Tahap-tahap dalam model ini saling berkaitan dan apabila terjadi kesalahan pada satu tahap maka dapat dilakukan pengecekan dan perbaikan pada tahap sebelumnya.

Metode ini cocok untuk pembuatan situs web berskala besar dan biasanya paling banyak dipakai.

 

 

Gambar Waterfall Model

 

Tahap-tahap pada Waterfall Model:

Penentuan Masalah

Pada tahap ini dilakukan diskusi antara pihak pengembang dan klien mengenai masalah dari situs web yang telah ada berdasarkan masukan dari klien. Masalah ini kemudian dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan pebuatan situs web.

 

Analisa Kebutuhan

Pada tahap ini dilakukan analisa kebutuhan dan spesifikasi lengkap tentang isi, jenis script yang digunakan, menentukan web statis atau dinamis, penggunaan multimedia dan kebutuhan-kebutuhan lainnya berdasarkan masalah yang telah ditemukan sebelumnya. Pada tahap ini harus menerangkan sejelas-jelasnya tentang spesifikasi situs web yang akan dikembangkan.

 

Perancangan

Pada tahap ini kelompok desainer web dan kelompok programmer web berkolaborasi dalam menentukan rancangan situs web sesuai dengan spesifikasi yang diberikan. Kelompok desainer web membuat rancangan tampilan visual sedangkan web programmer menentukan rancangan program yang dibutuhkan dalam pembuatan fasilitas-fasilitas yang ada pada situs web.

 

Implementasi

Pada tahap ini dilakukan proses implementasi terhadap seluruh situs web sesuai dengan tugas masing-masing kelompok. Pada tahap ini dilakukan proses uji coba masing-masing unit, sehingga dapat diketahui bagian mana yang masih harus diperbaiki.

 

Integrasi

Adalah tahapan yang dilakukan penggabungan dari semua komponen penyusun situs web, sehingga menjadi situs web yang solid dan sesuai dengan spesifikasi yang ada.

 

Uji Coba Sistem

Pada tahap ini dilakukan proses uji coba terhadap sistem yang dibangun termasuk di dalamnya sistem navigasi, fasilitas situs web seperti buku tamu, counter, login pengguna dan fasilitas lainnya diuji kinerjanya, sehingga dapat diketahui bagian-bagian mana yang belum berfungsi dengan baik.

 

Penempatan dan Pemeliharaan Situs Web

Pada tahap ini situs web siap untuk dipublikasikan di internet. Pada proses ini selain pemeliharaan hosting yang baik juga perlu diperhitungkan pemeliharaan situs web tersebut. Seperti isinya perlu diganti atau diperbaiki yang pada dasarnya adalah menjadi tugas web administrator.

 

  1. 3.       Modified Waterfall Model

Pada dasarnya metode ini adalah pengyempurnaan dari metode air terjun (waterfall mode). Hal ini disebabkan karena adanya kelemahan yang sangat mendasar dari waterfall model. Yaitu pada tahap penentuan masalah dan analisa kebutuhan menjadi tulang punggung keberhasilan proyek pembuatan situs web.

 

 

4.9  Finalisasi Unjuk Kerja Situs Web

Tahap finalisasi merupakan tahap akhir dalam pembuatan situs web. Tahap finalisasi biasanya merupakan beberapa tahap akhir dari metodologi pembuatan situs web. Yang termasuk dalam tahap finalisasi antara lain:

  1. 1.   Perancangan (Desain)

Tahapan dalam desain:

Desain visual

Tahap dimana desainer web menentukan tampilan halaman web, seperti letak banner, navigasi, logo untuk situs web.

 

Desain teknologi

Tahap dimana dilakukan pendefinisian prosedur-prosedur yang diperlukan dan antar muka antara prosedur tersebut (bila situs web bersifat dinamis).

 

Desain struktur informasi

Desainer web menentukan bagaimana isi situs (informasi) bisa dicocokkan dengan halaman pada situs web. Dijelaskan secara singkat bagaimana sumber informasi pada isi situs dipecah-pecah sesuai dengan struktur dari situs web dan dihubungkan dengan link-link.

 

Pembuatan storyboarding

Digunakan untuk mengemukakan bagaimana layout dan navigasi situs web yang berguna agar klien dapat mengetahui bagaimana situs web yang dibangun bekerja. Bila klien sudah setuju, maka dapat dilanjutkan dengan proses pembuatan prototipe.

 

Pembuatan prototipe

Pada tahap ini dibuat beberapa desain halaman depan situs web. Hal ini dilakukan karena seluruh desain halam situs web akan mengacu pada desain halaman depan ini.

 

  1. 2.   Implementasi

Pada tahap ini tugas desainer web antara lain:

n  Membuat image-image pada halaman situs web.

n  Menata ulang letak banner, link dan animasi sesuai masukan dari klien terhadap prototipe yang dibuat.

n  Mengatur isi situs web pada setiap halaman sesuai pembagian kategori isi.

n  Membangun situs web mulai halaman depan sampai halaman akhir dengan aplikasi editor web sesuai dengan struktur web yang dipilih.

n  Melakukan uji coba setiap halaman situs web yang akan dibangun untuk menekan tingkat kesalahan situs web secara keseluruhan.

n  Selalu memperhatikan prinsip-prinsip desain situs web.

 

Sementara itu tugas dari programmer web:

n  Menggunakan bahasa pemrograman yang telah disepakati pada tahap analisis kebutuhan sistem.

n  Membagi tugas pemrograman dengan memecah-mecah setiap unit pemrograman yang besar menjadi unit yang kebih kecil.

n  Melakukan pengkodean terhadap setiap unit-unit kecil tersebut.

n  Pada pembuatan fasilitas yang berhubungan dengan database, web programmer mebuat script untuk mengakses basis data sesuai dengan MDL (Model Data Logika)yanag telah dibuat selanjutnya mengimplementasikan dalam pemrograman.

n  Melakukan uji coba kinerja program pada setiap unit pemrograman, sehingga kinerja web programmer lebih efektif dan efisien.

 

  1. 3.   Integrasi Sistem

Desainer web menggabungkan semua halaman situs web, memastikan tidak ada kesalahan link (broken link) dan membuang semua tag-tag HTML yang tidak berguna yang biasanya dibuat oleh program aplikasi editor web.

Sedangkan programmer web menggabungkan unit-unit pemrograman dan memastikan tidak ada kesalahan dalam pemrograman (error free).

Dan selanjutnya Desainer web dan programmer web menggabungkan semua komponen-komponen situs web (image, isi, link, animasi, buku tamu, login pengguna, dan lain-lain) dan melakukan uji coba terhadap kinerja situs web secara keseluruhan.

 

  1. 4.   Penempatan Situs Web

Hal-hal yang perlu dilakukan pada tahap ini antara lain:

-      Memastikan tidak ada masalah pada situs web yang dibangun.

-      Memiliki web hosting.

-      Mendaftar ke ISP (Internet Service Provider).

-      Meng-upload file-file ke server.

 

  1. 5.   Pemeliharaan Situs Web

Setelah situs web di-hosting, maka situs web sudah dapat diakses. Situs web tersebut harus selalu dikontrol dan sesekali perlu diadakan maintenance (pemeliharaan) terhadap situs web tersebut. Hal-hal yang dapat dilakukan pada saat maintenace situs web antara lain:

-      Update isi, keterangan, artikel, dan lain-lain.

-      Update basis data.

-      Mengganti image, gambar dan elemen grafis lainnya.

-      Menambahkan atau mengurangi halaman,

-      Manupilasi image dan penambahan image berdasarkan usulan klien.

-      Newsletter dan pemeliharaan daftar e-mail.

-      Update keranjang belanja (Shopping Chart).

-      Pembuatan dokumen pdf dan uploading.

-      Mendesain ulang (bila diperlukan).

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

 

 

5.2 Sumber-Sumber Kepustakaan

 

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan      :   Menerapkan Dasar Validasi Unjuk Kerja Situs Web
    1. Kode Program Pelatihan  :   TIK.PR04.006.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menerapkan Dasar Validasi Unjuk Kerja Situs Web

TIK.PR04.006.01

Satu unit komputer dengan spesifikasi standar    

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Website

 

 

Testimoni

Filed under : blog,