Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

 

MENERAPKAN BASIS DATA

TIK.PR02.021.01

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………….. …….. 1

BAB I 3

PENGANTAR. 3

1.1       Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2       Penjelasan Modul 3

1.2.1        Desain Modul 4

1.2.2        Isi Modul 4

1.2.3        Pelaksanaan Modul 5

1.1 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.2 Pengertian-Pengertian / Istilah. 6

BAB II 8

STANDAR KOMPETENSI 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 9

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 10

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 11

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

BAB III 13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1       Strategi Pelatihan. 13

3.2       Metode Pelatihan. 14

BAB IV. 15

MATERI UNIT KOMPETENSI 15

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3 Sekilas Tentang File-based system . 16

4.4 DBMS (Database Management System) 16

4.5 Sekilas Tentang Pemodelan Data. 20

4.7 Normalisasi 31

4.8 Entity Relatinship Diagram (ERD)………………………..………………………………. 35

4.9 Faktor Kesuksesan Rancangan Database ………………………………………………. 43

4.10 Kamus Data ……………………..……………………………………………………………….43

4.11 Implementasi dengan Tools.……….…………………………………………………….  44

4.12 Mekanisme Backup dan Restore Database ……………………..……… …………… 52

4.13 Monitor dan Tunning Sistem Operasional …………..…………………………………  54

BAB V. 55

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI 55

5.1 Sumber Daya Manusia. 55

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 56

5.3       Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 57

DAFTAR PUSTAKA. 58

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1    Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2    Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3    Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.1 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.2 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR02.021.01     Menerapkan basis data

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara merancang dan menerapkan basis data.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.PR02.021.01

Judul Unit      : Menerapkan basis data

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan dalam penerapan terhadap konsep basis data pada suatu bidang pekerjaan. Pemrograman perlu mengetahui konsep dan penerapan basis data, sebelum membuat program basis data.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01      Menggunakan basis data. 1.1   Pengelolaan data dapat dijelaskan dan diaplikasikan berdasarkan perancangan.

 

1.2.   Basis data diaplikasikan sesuai dengan perancangan.

 

1.3.   Sistem DBMS diaplikasikan.

 

02      Menerapkan teknik pemodelan. 2.1   Pemodelan data sudah diidentifikasi sesuai kebutuhan.

 

2.2.   Pemodelan data dianalisa sesuai dengan kebutuhan.

 

2.3. Data diidentifikasi sampai dengan kamus data. Diagram data menunjukkan relasi dari setiap data yang ada.

 

2.4.   Pemodelan data disiapkan sehingga tool-tools yang akan digunakan untuk mengimplementasikan pemodelan tersebut.

 

03      Mengintegrasikan konsep pemodelan data dengan tool- tools. 3.1   Kebutuhan komputer disesuaikan dengan platform basis data.

 

3.2.   Platform diidentifikasi atas dasar kapasitas dan kemampuan komputer dengan cakupan pada perkembangan teknologi, bisnis dan kemampuan penyampaian informasi.

 

3.3.   Kebutuhan backup dan restore tersedia dalam DBMS.

 

3.4.   Akses basis data dapat dikendalikan dan dimonitor menggunakan tool-tools yang spesifik.

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Mengidentifikasi basis data dan penerapannya bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

2.3.5 Panduan Penilaian

 

  1. 1.                   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini.

 

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Pengoperasian software aplikasi basis data.

1.1.2  On site training sesuai dengan perangkat lunak bahasa pemrograman basis data yang digunakan.

1.1.3  Konsep basis data.

1.1.4  Konsep DBMS

 

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1    Pengetahuan menyeluruh sektor industri.

1.2.2    Pemahaman dokumen secara akurat.

1.2.3    Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat.

 

2.       Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya. Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1   Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali

untuk  menentukan konsistensi kemampuan).

2.2   Studi kasus.

2.3   Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4   Menanyakan secara lisan/interview.

2.5   Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6   Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7   Bukti penilaian

 

 

 

3.       Aspek penting penilaian

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus

mempertimbangkan:

3.1    Mengidentifikasi konsep basis data.

3.2   Kemampuan mengidentifikasi teknik pemodelan data dan tools yang    dipersiapkan.

3.3   Mengintegrasikan konsep pemodelan dengan tools.

 

4.        Kaitan dengan unit-unit lainnya

 

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1       TIK.PR02.021.01 Menerapkan basis data

 

4.2         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bisa terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

            Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

3

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan bagaimana merancang dan menggunakan basis data.
  • Siswa dapat menerapkan teknik pemodelan.
  • Siswa dapat mengintegrasikan konsep pemodelan data dengan tools.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan DBMS (Database Management System).
  • Siswa mampu melakukan perancangan basis data.
  • Siswa mampu mengidentifikasi kebutuhan yang akan digunakan untuk pemodelan data.
  • Siswa mampu membuat diagram dan kamus data.
  • Siswa mengetahui dan mampu mengidentifikasi tools yang sesuai untuk mengimplementasikan pemodelan.
  • Siswa mampu mengimplementasikan pemodelan data dengan tools yang digunakan.
  • Siswa dapat mengidentifikasi kebutuhan komputer yang sesuai dengan platform basis data.
  • Siswa mampu melakukan backup dan restore  pada aplikasi basis data.

 

 

 

 

 

 

 

     4.3 Sekilas Tentang File-based system.

File-based system adalah kumpulan program-program aplikasi yang menyediakan layanan untuk end Users. Setiap program mendefinisikan dan mengatur datanya masing-masing. Adapun keterbatasan dari File-based system adalah :

  1. Data terpisah-pisah dan terisolasi

-          Setiap program mengatur datanya masing-masing

-          User dari program yang satu tidak dapat menggunakan data/program yang lain

  1. Duplikasi data

-          Data yang sama terdapat pada program yang berbeda

-          Pemborosan ruang penyimpanan dan kemungkinan terjadi format yang berbeda untuk data yang sama

  1. Ketergantungan data
  2. Ketidaksesuaian format file

-          Program ditulis dalam bahasa yang berbeda sehingga tidak mudah untuk mengakses data yang satu dengan yang lainnya

  1. Program aplikasi dengan query/pengembangan terbatas

-          Program dibuat untuk mendukung fungsi-fungsi tertentu

-          Kebutuhan baru yang muncul, memerlukan program baru pula

 

4.4 DBMS (Database Management System)

Setelah sebelumnya kita mengetahui tentang File-based system, selanjutnya kita akan membahas mengenai Database Management System (DBMS). Sebelumnya akan diberikan sedikit penjelasan tentang Database (basis data).

Database adalah kumpulan rlasi Logical dari data yang dapat digunakan bersama dan dibuat untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sedangkan DBMS adalah sistem software yang memungkinkan User untuk mendefinisikan, membuat, dan memelihara Database serta menyediakan kontrol akses untuk Database ini. Adapun komponen-komponen DBMS adalah

  1. Data

-          Data pada sebuah sistem Database baik itu single-User system maupun multi-User system harus terintegrasi dan dapat digunakan bersama.

  1. Hardware

-          Penyimpanan secondary (magnetic disk, CD), device controller, I/O Channels, dan lainnya.

-          Hardware processor dan main memory, digunakan untuk mendukung saat ekseskusi system software Database.

  1. Software

-          DBMS, sistem operasi, network software (jika diperlukan) dan program aplikasi pendukung lainnya.

  1. Users

-          Application Programmers, bertanggung jawab membuat aplikasi Database dengan menggunakan bahasa pemrograman yang ada.

-          End Users, siapapun yang berinteraksi dengan sistem secara online.

-          Data Administrator, bertanggung jawab membuat keputusan strategis dan kebijakan mengenai data yang ada.

-          Database Administrator, bertanggung jawab atas keseluruhan kontrol sistem pada level teknis.

 

Keuntungan DBMS.

    • Penggunaaan data bersama
    • Mengurangi kerangkapan data
    • Menghindari ketidakkonsistenan data
    • Integritas data terpelihara
    • Keamanan terjamin
    • Kebutuhan User yang kompleks dapat teratasi
    • Pelaksanaan standarisasi
    • Meningkatkan produktivitas
    • Layanan backup semakin baik

 

Kerugian DBMS.

  • Rumit
  • Memerlukan tempat penyimpanan dan memory yang besar
  • Biaya mahal

 

Pemilihan DBMS

Pemilihan DBMS yang sesuai akan mendukung Database application.

Perancangan Logical Database design yang dilakukan sebelumnya menyediakan informasi yang cukup berharga dalam menentukan system requirements.

Langkah utama dalam pemilihan DBMS:

–        Definisikan waktu untuk melakukan studi referensi

–        Catat dua atau tiga produk yang akan dievalusi untuk digunakan

–        Evaluasi produk tersebut

–        Rekomendasikan produk yang dipilih dan buat report yang mendukungnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fitur-Fitur Evaluasi DBMS

 

 

 

4.5 Sekilas Tentang Pemodelan Data

Data model adalah kumpulan konsep-konsep yang terintegrasi untuk menggambarkan data, hubungan antar data, dan batasan-batasan data pada suatu organisasi. Data model digunakan untuk merepresentasikan data ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dipahami serta menetapkan konsistensi dalam memandang, mengorganisir, menginterpretasikan dan memperlakukan basis data.

     Tujuan utama data modelling :

–        Memahami maksud dari data;

–        Memudahkan komunikasi untuk memahami kebutuhan informasi.

 

Membuat data model membutuhkan jawaban dan pertanyaan tentang entities, Relationships, dan  Attributes.

 

            4.6 Database Application Lifecycle.

Database application lifecycle merupakan komponen mendasar suatu sistem informasi, dimana pengembangan/pemakaiannya harus dilihat dari perspektif yang lebih luas berdasarkan kebutuhan organisasi.

Database application lifecycle terdiri dari :

  1. Perencanaan Database.
  2. Definisi Sistem.
  3. Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan.
  4. Perancangan Database.
  5. Perancangan Aplikasi.
  6. Prototyping (optional).
  7. Implementasi.
  8. 8.    Data Conversion and Loading.
  9. 9.    Testing.

10. Operational Maintenance.

 

4.6.1 Perencanaan Database

Merupakan aktivitas manajemen yang memungkinkan tahapan dari Database application lifecycle direalisasikan se-efektif dan se-efisien mungkin. Perencanaan Database harus trerintegrasi dengan keseluruhan strategi sistem informasi dari organisasi. Terdapat 3 hal pokok yang berkaitan dengan strategi sistem informasi yaitu :

  • Identifikasi rencana dan sasaran dari enterprise termasuk mengenai sistem informasi yang dibutuhkan
  • Evaluasi sistem informasi yang ada untuk menetapkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki
  • Penaksiran kesempatan IT yang mungkin memberikan keuntungan kompetitif

 

Metodologi dalam perencanaan Database :

  • Mendefinisikan tujuan utama dari aplikasi Database
  • Mengidentifikasi tugas khusus yang harus didukung oleh Database
  • Bagaimana data akan dikumpulkan
  • Bagaiamana menspesifikasikan format/bentuk data
  • Dokumentasi penting apa yang diperlukan
  • Bagaimana desain dan implementasi harus dilakukan

 

4.6.2 Definisi Sistem

Yaitu menjelaskan batasan-batasan dan cakupan dari aplikasi Database dan sudut pandang (User view) yang utama.

 

4.6.3 Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Database

          Suatu proses pengumpulan dan analisa informasi mengenai bagian organisasi yang didukung oleh aplikasi Database, dan menggunakan informasi tersebut untuk identifikasi kebutuhan User akan sistem yang baru. Informasi dikumpulkan untuk setiap User view utama meliputi :

  1. Deskripsi data yang digunakan  / dihasilkan
  2. Detail mengenai bagaiamana data digunakan/dihasilkan
  3. Beberapa kebutuhan tambahan untuk aplikasi Database yang baru

 

Informasi dianalisa untuk identifikasi kebutuhan agar disertakan dalam aplikasi Database yang baru. Aktifitas penting lainnya adalah menentukan bagaimana mengatur aplikasi Database dengan multiple uer view (Manajer, Supervisor, dll), yaitu :

  • Pendekatan Terpusat

Kebutuhan untuk setiap User view digabungkan menjadi sekumpulan kebutuhan. Sebuah global data model dibuat berdasarkan penggabungan kebutuhan (dimana merepresentasikan seluruh User view)

  • Pendekatan Integrasi View

Kebutuhan untuk setiap User view digunakan untuk membangun model data terpisah untuk merepresentasikan User view tersebut. Hasil dari model data tersebut nantinya digabungkan dalam tahapan desain Database.

  • Kombinasi Keduanya

Multiple User View

 

Gambar Multiple User View

 

Fact Finding Techniques.

Penting untuk mendapatkan fakta (fact) yang diperlukan untuk membuat/membangun Database application yang diperlukan. Fakta (fact) didapatkan menggunakan fact-finding techniques. Proses formal yang digunakan pada teknik tersebut meliputi interview dan questionnaire untuk mengumpulkan fakta (fact) mengenai sistem, requirements, dan preferences.

Fact-finding digunakan pada seluruh Database application lifecycle. Terutama pada tahap awal Database planning, system definition, dan requirements collection serta tahap analysis. Memungkinkan developer belajar mengenai terminology, masalah (problem), (kesempatan) opportunities, Constraints, requirements, dan prioritas organization dan Users sistem.

Database developer menggunakan beberapa teknik fact-finding dalam mengerjakan suatu proyek Database, yang terdiri dari :

  • Examining documentation

Digunakan untuk :

ü  Memperoleh beberapa pengertian akan kebutuhan Database yang dibuat;

ü  Mengidentifikasi bagian dari organisasi yang terkait dengan suatu masalah;

ü  Memahami sistem yang ada saat ini.

 

  • Interviewing

Umumnya digunakan dan berguna pada fact-finding technique.

Memungkinkan mengumpulkan informasi dari tiap individu secara langsung. Memperoleh, memeriksa, menjelaskan fakta, menimbulkan semangat keterlibatan end-User, identifikasi kebutuhan, mengumpulkan ide dan opini end-User.

 

Dua tipe interview : Tidak terstruktur dan terstruktur.

Open-ended questions memungkinkan pihak yang diinterview memberikan tanggapan yang sesuai dari pertanyaan yang diajukan.

Closed-ended questions membatasi jawaban dengan pilihan tertentu atau berupa jawaban singkat dengan tanggapan langsung.

 

  • Observing Organization in Operation

Teknik yang efektif untuk memahami sistem. Mungkin untuk dilakukan oleh orang yang terlibat langsung atau mengamati untuk mempelajari suatu sistem. Berguna saat data yang valid dikumpulkan melalui pertanyaan atau saat aspek yang rumit dari suatu sistem dicegah User untuk diterangkan dengan jelas.

 

  • Research

Berguna untuk menyelidiki aplikasi dan masalahnya. Menggunakan computer trade journals, buku referensi dan internet (termasuk User groups dan bulletin boards).Menyediakan informasi  bagaimana orang/pihak lain mengatasi masalah yang samadan apakah ada paket software yang tersedia untuk mengatasi keseluruhan atau sebagian masalah tersebut.

 

 

  • Questionnaires

Melakukan survei dengan menggunakan questionnaires – dokumen khusus untuk megumpulkan fakta dari sejumlah orang dengan menetapkan pengendalian atas jawaban mereka. Dua tipe pertanyaan, free-format dan fixed-format.

 

          Contoh Kasus : The Dream House Case Study

¨      Overview

- Dreamhouse adalah perusahaan property  management, sebagai perantara antara owner dan client

- Tiap branch memiliki staff, termasuk Manager dan Assistant

- Tiap branch menawarkan property untuk disewa

- Property yang mau disewakan diregister dahulu

- Client yang akan menyewa property diregister dahulu

- Client yang sudah diregister akan mendapatkan report mingguan berupa daftar property yang dapat disewa

- Client boleh meminta untuk melihat property yang akan disewa

- Client memutuskan menyewa property yang diinginkan dan staff memproses transaksinya

¨      Database Planning

-          Memelihara data yang digunakan dan digunakan untuk menunjang bisnis penyewaan property bagi client dan owner dan memudahkan koordinasi dan berbagi informasi antar cabang.

-          Memelihara data Branch, Staff, Property fo rent,Property owner, Client, Property viewing, Lease dan Newspaper advert

-          Melakukan pencarian data Branch, Staff, Property fo rent, Property owner, Client, Property viewing, Lease dan Newspaper advert

-          Menelusuri data Property for rent, Client yang akan menyewa dan Lease

-          Membuat laporan dari data Branch, Staff, Property fo rent, Property owner,Client, Property viewing, Lease dan Newspaper advert

¨      System Definition

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

          Mengidentifikasi Multiple User View

-          Manager, Supervisor, Assistant

¨      Requirement Collection and Analysis

Mengumpulkan informasi User view

- Tipe data apa yang diperlukan

- Apa yang akan dilakukan terhadap data tersebut

Mengumpulkan informasi system requirement

- Transaksi apa yang rutin dilakukan

- Transaksi apa yang penting dalam bisnis tersebut

- Kapan terjadinya transaksi dengan frekwensi rendah, sedang dan tinggi

- Tipe sekuriti apa yang digunakan untuk mengamankan aplikasi

¨      System Specification

Feature apa saja yang diperlukan dalam aplikasi

¨      System Requirements

- Database size

- Database rate of growth

- Tipe dan jumlah record

- Networking and shared access search

- Performance, Security, Back up & Recovery, Legal issue

¨      Database Design

-          Conceptual Design

Entity, Relationship, Attribute, Domain, Primary Key, Foreign Key

-          Logical Design

Validasi Relationship menggunakan normalisasi, Integrity constraint

-          Physical Design

Analisa transaksi, file organization, indexes, disk space requirement, security

 

 

 

4.6.4 Perancangan Database

Merupakan suatu proses pembuatan sebuah desain Database yang akan mendukung tujuan dan operasi suatu enterprise. Tujuan utamanya adalah :

  • Merepresentasikan data dan Relationship antar data yang dibutuhkan oleh seluruh area aplikasi utama dan User group
  • Menyediakan model data yang mendukung segala transaksi yang diperlukan pada data
  • Menspesifikasikan desain minimal yang secara tepat disusun untuk memenuhi kebutuhan performa yang ditetapkan pada sistem

Pendekatan dalam perancangan Database :

  • Top-Down

Dimulai dengan membuat data model. Pendekatan Top-down dapat diilustrasikan menggunakan Entity-Relationship (ER) model, dimulai dengan mengidentifikasikan entity dan Relationship antar entity organisasi. Pendekatan ini sesuai bagi Database yang kompleks.

  • Bottom-Up

Dimulai dari level dasar Attribute (properti entity dan Relationship), menganalisa hubungan antar Attribute, mengelompokannya dalam suatu relasi yang menggambarkan tipe entity dan relasi antara entity. Pendekatan ini sesuai bagi Database dengan jumlah Attribute yang sedikit.

  • Inside Out

Berhubungan dengan pendekatan bottom-up tetapi sedikit berbeda dengan identifikasi awal entitas utama dan kemudian menyebar ke entitas, Relationship dan atribut terkait lainnya yang lebih dulu diidentifikasi.

  • Mixed

Menggunakan pendekatan top-down dan bottom-up.

 

 

Tiga tipe Database desain :

  1. 1.                                                           Conseptual Database design

mendeskripsikan data apa yang disimpan dalam Database dan relasi antar data

  1. 2.                                                           Logical Database design

bagaimana data disimpan dalam Database (struktur data, organisasi file)

  1. 3.                                                           Physical Database design

Proses menghasilkan deskripsi untuk disimpan dalam secondary storage.

 

          4.6.5 Merancang Aplikasi

Desain interface User dan program aplikasi yang menggunakan dan memproses Database. Fungsi dari aplikasi ini adalah untuk memanggil data untuk ditampilkan di layar, menghasilkan suatu laporan, menambah, menghapus atau memodifikasi data yang sudah ada di dalam basis data.

 

          4.6.6 Prototyping

Membuat model kerja suatu aplikasi Database. Tujuan utama dari pembuatan prototyping adalah :

  • Mengidentifikasi feature dari sistem yang berjalan dengan baik atau tidak
  • Memberikan perbaikan atau penambahan feature baru
  • Klarifikasi kebutuhan User
  • Evaluasi feasibilitas (kemungkinan yang akan terjadi) dari desain sistem khusus

 

Terdapat 2 strategi prototyping yang digunakan saat ini yaitu :

  1. Requirements prototyping,menggunakan prototype untuk menentukan kebutuhan dari aplikasi Database yang diinginkan dan ketika kebutuhan itu terpenuhi maka protoytype akan dibuang.
  2. 5.   Evolutionary prototyping, digunakan untuk tujuan yang sama. Perbedaannya prototype tidak dibuang tetapi dengan pengembangan kelanjutan menjadi apliakasi Database yang digunakan.

 

          4.6.7 Implementasi

                   Merupakan realisasi fisik dari Database dan rancangan aplikasi.

                  

          4.6.8 Data Conversion and Loading

          Pemindahan data yang ada ke dalam Database baru dan mengkonversikan aplikasi yang ada agar dapat digunakan pada Database yang baru. Tahapan itu dibutuhkan ketika sistem Database baru menggantikan sistem yang lama. DBMS biasanya memiliki utilitas yang memanggil ulang file yang sudah ada ke dalam Database baru.

 

          4.6.9 Testing

          Suatu proses eksekusi program aplikasi dengan tujuan untuk menemukan kesalahan. Dengan menggunakan strategi tes yang direncanakan dan data yang sesungguhnya. Pengujian hanya akan terlihat jika terjadi kesalahan software. Mendemonstrasikan Database dan program aplikasi terlihat berjalan seperti yang diharapkan.

 

          4.6.10 Operational Maintenance

          Suatu proses pengawasan dan pemeliharaan sistem setelah instalasi meliputi :

  • Pengawasan performa sistem
  • Pemeliharaan dan pembaruan aplikasi Database (jika dibutuhkan)
  • Penggabungan kebutuhan baru ke dalam aplikasi Database

 

          4.7 Normalisasi

Adalah suatu teknik untuk menghasilkan sekumpulan relasi dengan sifat-sifat (properties) yang diinginkan, memenuhi kebutuhan data pada enterprise. Bentuk normal yang biasa digunakan adalah 1NF (First Normal Form), 2NF (Second Normal Form) dan 3NF (Third Normal Form). Akan tetapi bentuk normal tidak hanya sebatas sampai 3NF saja. Normalisasi digunakan sebagai langkah awal dalam perancangan Database.

          4.7.1 UNF

Merupakan suatu tabel yang berisikan satu atau lebih groups yang berulang. Membuat tabel UNF yaitu dengan memindahkan data dari sumber informasi (Form) ke dalam format tabel.

 

4.7.2 1NF

Merupakan sebuah relasi dimana setiap irisan antara baris dan kolom berisikan satu dan hanya satu nilai. Langkah-langkah UNF ke 1NF :

  • Tunjuk satu atau sekumpulan atribut sebagai kunci (primary Key) untuk tabel UNF
  • Identifikasikan groups yang berulang dalam tabel UNF yang berulang untuk kunci atribut.
  • Hapus group yang berulang dengan cara :
  1. Masukkan data yang semestinya ke dalam kolom yang kosong pada baris yang berisikan data yang berulang.
  2. Menggantikan data yang ada dengan copy dari kunci atribut yang sesungguhnya ke dalam relasi terpisah

 

4.7.3 2NF

          Merupakan sebuah relasi dalam 1NF dan setiap atribut non primary Key bersifat fully functionally dependent pada primary Key. Langkah-langkah 1NF ke 2NF :

  • Identifikasikan primary Key untuk relasi 1NF
  • Identifikasikan functional dependencies salam relasi
  • Jika terdapat partial dependencies terhadap primary Key, maka hapus dengan menempatkannya dalam relasi yang baru bersama dengan salinan determinannya

 

4.7.4 3NF

Sebuah relasi dalam 1Nf dan 2NF dan dimana tidak terdapat atribut non-primary-Key atribut yang bersifat transitif dependent pada primary Key. Langkah-langkah 2NF ke 3NF :

  • Identifikasikan primary Key pada relasi 2NF
  • Identifikasikan functional dependencies dalam relasi
  • Jika terdapat transitif dependencies terhadap primary Key, hapus dengan menempatkannya dalam relasi yang baru bersama dengan salinan determinannya

 

Contoh Normalisasi.

YEL-YEL Fitness & Café adalah sebuah fitness center yang cukup ternama di wilayah Jakarta. Fitness center ini  memiliki banyak instruktur terlatih dan peralatan fitness yang sangat lengkap. Selain itu, YEL-YEL Fitness & Café juga menyediakan sebuah Café yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat maupun tempat bersantai yang menjual berbagai makanan dan minuman. Fungsi bisnis yang terdapat pada YEL-YEL Fitness & Café mencakup: Transaksi Pendaftaran Member, Transaksi Pembelian Peralatan Fitness, Transaksi Penjualan pada Café dan Transaksi Pembelian Bahan Baku Café.

 

Proses Pendaftaran Member

Untuk menikmati fasilitas yang disediakan oleh YEL-YEL Fitness & Café, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan registrasi member, dengan mengisi form registrasi member. Pada saat registrasi, calon member dapat memilih jenis member yang diinginkan. Jenis member yang tersedia terdiri dari VIP member dan Reguler member. VIP member memiliki iuran bulanan sebesar Rp. 500.000,- dan diskon sebesar 15%. Sedangkan Reguler member memiliki iuran bulanan sebesar Rp. 300.000,- dan diskon sebesar 10%. Calon member juga dapat memilih instruktur yang mereka inginkan untuk membimbingnya dalam latihan. Biaya pendaftaran sebesar Rp.50.000,-. Pendaftaran dan pembayaran iuran dapat dilakukan pada bagian kasir.

          Form

            Soal.

Buatlah 1NF, 2NF dan 3NF!

 

          Jawab :

          UNF

TrPendaftaran = noPendaftaran + tanggal + biaya + namaMember + jenisKelamin + alamat + noTelp + namaJenisMember + iuranPerBulan + namaInstruktur + namaBagian + namaKaryawan

1NF

TrPendaftaran = @noPendaftaran + tanggal + kodeMember + namaMember + jenisKelamin + alamat + noTelp +kodeJenisMember + namaJenisMember + iuranPerBulan + namaInstruktur + kodeBagian + namaBagian + kodeKaryawan + namaKaryawan

2NF

TrPendaftaran = @noPendaftaran + tanggal + kodeMember + namaMember + jenisKelamin + alamat + noTelp +kodeJenisMember + namaJenisMember + iuranPerBulan + namaInstruktur + kodeBagian + namaBagian + kodeKaryawan + namaKaryawan

3NF

TrPendaftaran = @noPendaftaran + tanggal + kodeMember + kodeKaryawan

MsMember = @kodeMember + namaMember + jenisKelamin + alamat + noTelp + kodeJenisMember + kodeInstruktur

MsJenisMember = @kodeJenisMember + namaJenisMember + iuranPerBulan

MsInstruktur = @kodeInstruktur + namaInstruktur

MsKaryawan = @kodeKaryawan + namaKaryawan + kodeBagian

MsBagian = @kodeBagian + namaBagian

4.8 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Types :

  • Entity type

Group objects yang memiliki properti yang sama, mengidentifikasikan enterprises sebagai independent existence.

Tiap entity diidentifikasikan dengan nama dan propertinya

  • Entity occurrence

Mengidentifikasikan secara unik object dari tipe entity.

 

Nama entity berupa singular noun, sedangkan nama Relationship berupa verb dan sebaiknya unik.

 

Relationship Types :

  • Relationship type

Kumpulan dari suatu hubungan yang memiliki arti diantara tipe-tipe entity.

  • Relationship occurrence

Mengidentifikasikan secara unik suatu hubungan, yang melibatkan tiap tipe entity yang berpartisipasi

 

 

Attributes.

              Adalah property dari entity.

  • Attribute Domain

Kumpulan nilai yang diizinkan bagi satu atau beberapa Attribute.

Misal : room number (rooms) yang merupakan Attribute entity PropertyForRent dapat diisi dengan nilai integer antara 1 dan 15

  • Simple Attribute

Attribute yang terdiri atas single component dengan independent existence.

Misal : Attribute position dan salary pada entity Staff

  • Composite Attribute

Attribute yang terdiri atas multiple components, masing-masing dengan independent existence.

Misal : Attribute address pada entity Branch

(163 Main St, Glasgow, G11 9QX)

(street, city, postcode)

  • Single-valued Attribute

                     Attribute yang menampung single value untuk tiap tipe entity.

misal : entity Branch mempunyai single value untuk Attribute branchNo (misal : B003)

  • Multi-valued Attribute

                     Attribute yang menampung multiple values untuk tiap tipe entity.

misal : entity Branch mempunyai multiple value untuk                                     Attribute telNo (misal : branchNo B003 memiliki telpNo                                                     0141-339-2578 dan 0141-339-4439)

  • Derived Attribute

Attribute yang menggambarkan suatu nilai yang berasal dari nilai Attribute yang terkait, atau kumpulan Attribute (tidak memiliki arti penting dalam satu tipe entity yang sama).

misal : Attribute deposit pada entity Lease, nilai Attribute tersebut merupakan perkalian dua dari nilai Attribute rent pada entity                                                                PropertyForRent).

 

Keys

     Candidate Key

Kumpulan Attributes yang secara unik mengidentifikasikan tiap tipe entity. occurrence of an entity type.

Primary Key

Candidate Key yang dipilih untuk mengidentifikasi tiap tipe entity secara unik.

Composite Key

                     Candidate Key yang terdiri dari 2 atau lebih Attribute.

 

              Structural Constraints.

Tipe utama constraint dalam Relationships disebut multiplicity. Multiplicity – jumlah (atau range) kejadian yang mungkin dari tipe entity yang terkait dengan satu kejadian dari  serangkaian tipe entity pada suatu Relationship tertentu. Menggambarkan kebijaksanaan (business rules) yang dibuat oleh User atau company.

Degree Relationship yang umum adalah binary. Binary Relationships secara umum terdiri atas :

u        one-to-one (1:1)

u        one-to-many (1:*)

u        many-to-many (*:*)

 

 

 

Multiplicity disusun atas 2 tipe peembatasan Relationships:

  • Cardinality

Mendeskripsikan jumlah maksimum dari Relationship yang mungkin bagi entity yang berpatisipasi dalam suatu tipe Relationship.

  • Participation

Memastikan apakah semua atau hanya beberapa entity yang berpartisipasi dalam suatu relasi.

 

             

              Rancangan Database Conceptual

Proses konstruksi model informasi dengan menggunakan sumber dari perusahaan secara independen.

 

Gambar Contoh Rancangan Database Conceptual

 

              Rancangan Database  Logical.

Proses konstruksi model informasi dengan menggunakan  spasifik model basis data perusahaan ( relasional), tapi tidak tergantung kebutuhan DBMS dan pertimbangan  physical.

 

 

Gambar Contoh Rancangan Database Logical

 

 

4.9 Faktor Kesuksesan Rancangan Database.

  • Kemungkinan bekerja secara interactively dengan Users.
  • Kelengkapan mengikuti seluruh proses metodologi pembangunan model data.
  • Kelengkapan penggunaan pendekatan data-driven.
  • Pertimbangan Sturktur perusahaan dan kendala integrity kedalam model data.
  • Pengkombinasian conceptualization, normalization, dan teknik validasi transaksi kedalam metodologi pemodelan data.

 

4.10 Kamus Data

Membangun kamus data :

  • Identifikasi tipe entity

Mengidentifikasi  tipe entity yang terutama dibutuhkan oleh view.

  • Identifikasi tipe Relationship

Mengidentifikasi hubungan penting yang terjadi antara entiti yang telah diidentifikasi.

  • Mengidentifikasi dan menggabungkan Attributes pada tiap entity atau relasi

Mengidentifikasi dan menggabungkan Attributes yang dibutuhkan entity atau relasi, dan mendokumenkan setiap Attribute secara details.

  • Menentukan domain Attribute

Menentukan domains Attributes dalam model konseptual lokal dan mendokumentasikan secara detai setiap  domain.

 

Contoh Kamus Data Relationship Yang Mendeskripsikan Relatioship

 

 

 

Contoh Kamus Data Entity Yang Mendeskripsikan Entity

 

 

Contoh Kamus Data Attribute Yang Mendeskripsikan Attribute

 

 

4.11 Implementasi Dengan Tools

Berikut ini adalah langkah-langkah mengimplementasikan perancangan data model ke dalam tools (Microsoft SQL Server 2000):

  1. Nyalakan Service Manager pada Microsoft SQL Server 2000.
  1. Bukalah program Enterprise Manager pada Microsoft SQL Server 2000

 

 

 

 

 

  1. Bikin Database baru dengan cara klik kanan tulisan Database pada  Enterprise Manager kemudian pilih New Database.

 

  1. Isikan nama Database pada field ‘Name’ kemudian klik OK

 

 

 

  1. Explore Database Anda kemudian klik kanan nama Database yang telah Anda buat sebelumnya. Kemudian pilih New -> Table.

 

  1. Isi nama kolom, tipe data, dan panjang karakter yang diijinkan. Kolom diisi berdasarkan dari rancangan Database yang telah Anda buat.

 

  1. Jika telah diisi semua, maka klik tanda silang di pojok kanan atas (kedua dari atas), maka akan muncul warning, klik Yes.

 

  1. Beri nama tabel kemudian klik OK.

 

  1. Ulangi langkah 5 sampai 8 sampai Anda memasukkan semua tabel dalam Database rancangan Anda (yang terdapat pada ERD Anda).
  2. Setelah selesai semua, klik kanan nama Database Anda dan pilih New -> Database Diagram

 

  1. Klik Next.

 

  1. Pilih tabel-tabel yang akan Anda bikin relasi. Klik Add. Jika sudah, klik Next kemudian Finish maka layar akan tampil seperti berikut.

 

  1. Jika sudah terhubung, klik tanda silang di sebelah kanan atas (kedua dari atas). Kemudian akan muncul warning “Do You Want To Save changes to diagram ‘Diagram 1’?”. Klik Yes dan berikan nama Database Diagram kemudian klik OK.

 

  1. Jika Anda ingin mengisi tabel-tabel, explore Database Anda, klik tables kemudian kilk kanan nama tabel yang akan Anda isi, pilih Open Table dan Return all rows.

 

  1. Isikan data-data pada kolom yang tersedia.

 

 

4.12 Mekanisme Backup dan Restore Database.

         

          4.12.1 Backup Database

          Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan pada backup Database :

  1. Buka Enterprise Manager. Kemudian klik kanan Database-> All Tasks > Backup Database.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pilih Database yang akan Anda backup kemudian klik Add dan tentukan lokasi tempat penyimpanan. Jika sudah, klik Ok,kemudian OK. Jika sukses, akan muncul tulisan sepert berikut ini.

 

4.12.2 Restore Database

          Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan pada restore Database :

  1. Buka Enterprise Manager. Kemudian klik kanan Database-> All Tasks > Restore Database.
  2. Tentukan nama Database yang akan direstore. Pilih From device, Select Device, kemudian Add. Pilih lokasi Database yang pernah Anda backup. Klik OK. Jika berhasil, akan muncul dialog box seperti berikut.

 

 

 

4.13 Monitor dan Tunning Sistem Operasional

          Memonitor sistem operasional dan meningkatkan unjuk kerja sistem pada keputusan perancangan atau direfleksikan pada perubahan kebutuhan. Tidak semua DBMS menyediakan fitur-fitur untuk memonitor dan tunning Database. Salah satu DBMS yang menyediakan fitur tersebut adalah Oracle. Berikut ini adalah keuntungan-keuntungan dari tunning Database :

  • Dapat menghindari penambahan hardware yang tidak dibutuhkan.
  • Dapat menurunkan kebutuhan konfigurasi hardware, sehingga membuat biaya lebih rendah dan memudahkan perawatan.
  • Menghasilkan sistem dengan response time yang cepat dan lebih baik throughputnya membuat User lebih produktif.
  • Dengan response time yang cepat membuat moral staf lebih tinggi (senang).
  • Dengan response time yang cepat membuat kustomer puas atas pelayanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menerapkan Basis Data
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR02.021.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menerapkan basis data

TIK.PR02.021.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.

- Sistem operasi Windows XP

- Keyboard dan mouse

- RAM dan harddisk dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

- Aplikasi Basis Data (Microsoft SQL Server 2000).

 

-Buku informasi merancang dan menerapkan basis data.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Connolly, Thomas and Carolyn Begg, Database System : A Practical Approach to Design, Implementation, and Management, Third Edition, 2002.

www.binusmaya.binus.ac.id

www.ilmukomputer.com

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: