Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menerapkan Aspek Kode Etik Dan Haki Di Bidang TIK TIK.OP01.002.01

Jan
03
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR OPERATOR KOMPUTER

 

 

MENERAPKAN ASPEK KODE ETIK DAN HAKI DI BIDANG TIK

TIK.OP01.002.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

 

DAFTAR ISI. 2

BAB I.. 3

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2 Penjelasan Modul 3

1.2.1 Desain Modul 3

1.2.2 Isi Modul 4

1.2.3 Pelaksanaan Modul 4

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4 Pengertian Istilah-istilah. 5

BAB II. . 7

2.1 Peta Paket Pelatihan. 7

2.2 Pengertian Unit Standar 7

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 8

2.3.2 Kode Unit Kompetensi 8

2.3.3 Deskripsi Unit 8

2.3.4 Elemen Kompetensi 8

2.3.5 Batasan Variabel 8

2.3.6 Panduan Penilaian. 9

2.3.7 Kompetensi Kunci 9

BAB III. 10

3.1 Strategi Pelatihan. 10

3.2 Metode Pelatihan. 10

BAB IV. . 12

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 12

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 12

4.3 Uraian Singkat Tentang Mengidentifikasi Aspek Kode Etik dan HAKI di Bidang TIK  12

4.4 Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini 13

4.5 Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi 13

4.5.1 Mengidentifikasi kode etik yang berlaku di dunia TIK. 13

4.5.2 Mengidentifikasi Hal-Hal yang Berkaitan dengan HKI di Dunia TIK. 18

BAB V. . 30

5.1 Sumber Daya Manusia. 30

5.2 Literatur 31

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan. 31

DAFTAR PUSTAKA. 32

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain:

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi

  1. TIK.OP01.002.01 Mengidentifikasi Aspek Kode Etik dan HKI di Bidang TIK

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan:

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari mengenai pemahaman kode etik dan hak atas kekayaan intelektual untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada etika profesi di dunia TI.

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

Judul Unit     : Mengidentifikasi Aspek Kode Etik dan HKI di bidang TIK

2.3.2 Kode Unit Kompetensi

Kode Unit     : TIK.OP01.002.01

2.3.3 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan pemahaman akan kode etik dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) yang berlaku di dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

2.3.4  Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01 Mengidentifikasi kode etik yang berlaku di dunia TIK 1.1     Norma yang berlaku di dunia TIK dapat diidentifikasi

 

1.2     Aspek legal atas dokumen elektronik hasil kaya orang lain dapat dipahami

 

02 Mengidentifikasi hak-hal yang berkaitan dengan HKI di dunia TIK 2.1  Copyright piranti lunak dan isu hukum berkaitan dengan menggandakan dan membagi file dapat dipahami

 

2.2  Akibat yang dapat terjadi jika bertukar file pada suatu jaringan internet dapat dipahami

 

2.3  Istilah-istilah shareware, freeware dan user license dapat dikenal dan dipahami

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.5 Batasan Variabel

1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi

2. Unit ini terbatas pada etika yang berlaku di dunia TIK baik di area lokal maupun internet

 

2.3.6 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari:

1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut ini:

1.1            Etika umum tentang TIK dan penggunaan internet

1.2            HKI

 

2.  Konteks penilaian

Dalam penilaian unit ini harus mencakup uji keterampilan baik secara langsung ataupun melalui simulasi. Unit ini harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan penunjang dalam pengoperasian aplikasi klien email

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1     Pengetahuan etika dunia TIK

3.2     Pengetahuan HKI dan implementasinya di dunia TIK

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

Unit ini tidak di dukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang lain.

 

2.3.7 Kompetensi Kunci

 

 NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan konsep tentang hak atas kekayaan intelektual (HKI)
  • Siswa dapat menjelaskan dasar hukum perlindungan atas HKI

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual
  • Siswa dapat memahami kode etik yang berlaku di profesi dunia TI
  • Siswa memahami mengapa sebuah kode etik sangat dibutuhkan dalam profesi
  • Siswa dapat menggolongkan norma apa saja yang berlaku di dunia TIK
  • Siswa dapat menjelaskan mengenai aspek legal hak cipta
  • Siswa dapat menjelaskan mengenai aspek legal hak paten
  • Siswa dapat memahami pengertian shareware, freeware

 

4.3 Uraian Singkat Tentang Mengidentifikasi Aspek Kode Etik dan HAKI di Bidang TIK

 

Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control“, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri. Mengapa suatu kode etik atas profesi tertentu diperlukan?

 

Dalam pengambilan keputusan etis, banyak faktor yang terlibat, seperti kebebasan, suara hati, realitas manusia, kewajiban, peraturan, manfaat bagi sebagian besar orang, kitab suci, dan situasi. Karena banyaknya jawaban, sering orang bingung mana yang benar. Ada jawaban yang bertentangan dengan jawaban lain. Lalu jawaban mana yang harus dituruti?

 

Disini diharapkan peran kritis etika dalam memeriksa pandangan-pandangan moral yang berlaku, termasuk mempertanyakannya. Dengan demikian, etika seperti sebuah peta perjalanan yang menolong orang menemukan orientasi di mana ia sekarang berada dan ke mana ia harus melangkah lewat keputusan yang akan diambilnya.

 

Etika tidak berurusan dengan sembarang keputusan tetapi keputusan yang terkait diri seorang sebagai makhluk bermoral. Etika berurusan dengan norma moral. Pelaksanaan norma itu membuat seseorang dinilai bermoral atau tidak.

4.4 Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini

Beberapa pengertian yang mungkin digunakan dalam unit kompetensi ini yaitu :

  1. Norma adalah nilai-nilai yang diterima oleh suatu kelompok.
  2. Etika adalah prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai acuan dalam bersikap profesional baik dalam kerja maupun keseharian.
  3. Privasi adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka.
  4. Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu.

4.5 Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi

4.5.1 Mengidentifikasi kode etik yang berlaku di dunia TIK

 

1)   Pengetahuan Kerja

 

Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak merusak etika profesi. Ada 3 hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi, yaitu:

 

  1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Yang dimaksudkan adalah bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dia lakukan.

 

  1. Kode etik profesi merupakan sarana control social bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan, dimana etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar dapat turut memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja.

 

  1. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Maksudnya adalah bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di instansi atau perusahaan lain.

 

Tanggung jawab profesi yang lebih spesifik mencakup tentang:

  • Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja professional.
  • Menjaga kompetensi sebagai professional
  • Mengetahui dan menghormati adanya hukumyang berhubungan dengan kerja yang professional

 

  • Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung jawab.

 

Pengaturan etika dalam dunia IT bertujuan untuk:

  • Mendukung persatuan dan kesatuan bangsa serta mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia.

 

  • Mendukung perkembangan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional

 

  • Mendukung efektivitas komunikasi dengan memanfaatkan secara optimal TI untuk tercapainya keadilan dan kepastian hokum

 

  • Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pribadi untuk mengembangkan pemikiran dan kemampuannya dibidang TI secara bertanggung jawab dalam rangka menghadapi perkembangan TI dunia.

 

2)   Keterampilan Kerja

 

Norma yang Berlaku di Dunia TIK Dapat Diidentifikasi

Dalam lingkup TI, kode etik profesi memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang professional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.

 

Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan  dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi.

 

Tujuan utama dari kode etik adalah memberi pelayanan khusus dalam masyarakat tanpa mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok.

 

Kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah:

 

  • Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk

 

  • Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung masalah suku, agama dan ras (sara), termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pengdiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/ institusi lain.

 

  • Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.

 

  • Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak di bawah umur.

 

  • Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pembajakan.

 

  • Bila hendak menggunakan script, tulisan atau hasil karya orang lain, cantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta dan cantumkan pernyataan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan atas ditampilkannya hasil karya tersebut.

 

  • Tidak berusaha melakukan serangan teknis terhadap produk, sumber daya dan peralatan yang dimiliki oleh orang lain.

 

  • Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala muatan/ isi situsnya.

 

Karakteristik aktivitas di internet, antara lain:

  1. Bersifat lintas batas, sehingga tidak lagi tunduk pada batas-batas territorial.

 

  1. Sistem hukum tradisional (the existing law) yang justru bertumpu pada batasan-batasan territorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab persoalan-persoalan hukum yang muncul akibat aktivitas internet.

 

Ruang lingkup pelanggaran TI di Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Memanfaatkan TI dengan melawan hukum seperti menyakiti, melukai atau menghilangkan harta benda bahkan nyawa orang lain.

 

  1. Melakukan intersepsi (mencegah/ menahan) terhadap lalu lintas komunikasi data

 

  1. Tindakan dengan sengaja merusak atau mengganggu data yang tersimpan dalam alat penyimpanan data elektronik yang tersusun sebagai bagian dari system computer

 

  1. Tindakan dengan sengaja menghilangkan bukti-bukti elektronik yang dapat dijadikan alat bukti sah dipengadilan yang terdapat pada suatu sistem informasi atau sistem komputer

 

  1. Tindakan dengan sengaja merusak atau menggangu sistem informasi, sistem komputer, jaringan komputer, dan internet

 

  1. Tindakan memanfaatkan TI untuk menipu, menghasut, memfitnah, menjatuhkan nama baik seseorang atau organisasi

 

  1. Tindakan memanfaatkan TI untuk menyebarluaskan gambar, tulisan, atau kombinasi dari keduanya yang mengandung sifat-sifat pornografi

 

  1. Tindakan memanfaatkan TI untuk membantu terjadinya percobaan atau persekongkolan yang menjurus pada kejahatan

 

  1. Setiap badan hukum penyelenggaraan jasa akses internet atau penyelenggaraan layanan TI, baik untuk keperluan komersial maupun keperluan internal perusahaan, dengan sengaja  tidak menyimpan atau tidak dapat menyediakan catatan transaksi elektronik sedikitnya untuk jangka waktu 2 tahun

 

Pelanggaran hukum dalam dunia internet diatur dalam hukum dunia maya atau cyberlaw. Cyberlaw adalah aspek hukum yang ruang lingkupnya meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan perorangan atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat “online” dan memasuki dunia cyber atau maya.

 

Negara yang telah maju didalam penggunaan internet sebagai alat untuk memfasilitasi setiap aspek kehidupan mereka, perkembangan hukum dunia maya sudah sangat maju.

 

Sebagai implikasi dari perkembangan aspek hukum ini, Amerika Serikat merupakan Negara yang telah memiliki banyak perangkat hukum yang mengatur dan menentukan perkembangan cyberlaw.

 

Di Indonesia telah terdapat dua buah rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur tentang cyberlaw. Yang pertama adalah “RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi” (PTI), dan satunya lagi adalah “RUU Transaksi Elektronik”.

 

Aspek Legal Atas Dokumen elektronik Hasil Karya Orang Lain Dapat Dipahami

Aspek legal atau pendekatan hukum atas hasil cipta dokumen elektronik diatur dalam cyber law atau hukum cyber. Istilah lain yang digunakan adalah hukum TI (Law of IT), hukum dunia maya (Virtual World Law) dan hukum mayantara.

 

Kegiatan cyber meskipun bersifat virtual, akan tetapi dapat dikategorikan sebagai tindakan dan perbuatan hukum yang nyata. Secara yuridis untuk ruang cyber tidak sama dengan ukuran dan kualifikasi hukum tradisional.

 

Kegiatan cyber adalah kegiatan virtual yang berdampak sangat nyata meskipun alat buktinya bersifat elektronik. Dengan demikian subjek pelakunya harus dikualifikasikan pula sebagai orang yang telah melakukan perbuatan hukum secara nyata.

 

Kejahatan dalam bidang TI secara umum terdiri dari 2 kelompok, yaitu:

  1. Kejahatan biasa yang menggunakan TI sebagai alat bantu

Pencurian uang atau pembelian barang menggunakan kartu kredit curian melalui media internet dapat menelpon korban di wilayah hukum negara lain, dimana hal ini adalah suatu hal yang jarang terjadi dalam kejahatan konvensional.

 

  1. Kejahatan muncul setelah adanya internet, di mana yang menjadi objek atau korban adalah sistem komputer

Contoh kejahatan dalam kelompok ini adalah perusak situs internet, pengiriman virus atau program-program komputer yang bertujuan merusak sistem kerja komputer tujuan.

 

Ada 3 yurisdiksi hukum international yang mengatur hukum dunia maya, yaitu:

  1. Yurisdiksi menetapkan undang-undang (The jurisdiction of prescribe)
  2. Yurisdiksi penegakan hukum (The jurisdiction to enforce)
  3. Yurisdiksi menuntut (the jurisdiction to adjudicate)

 

Asas yurisdiksi hukum international adalah:

  • Subjective territoriality
  • Objective territoriality
  • Nationality
  • Passive nationality
  • Protective principle
  • Universality

 

3)   Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang perlu diketahui yang berkaitan dengan elemen kompetensi ini, yaitu :

  1. Memahami tentang norma-norma yang berlaku.
  2. Mempelajari tentang aspek legal yang berkaitan dengan karya dokumen elektronik orang lain.

 

4.5.2 Mengidentifikasi Hal-Hal yang Berkaitan dengan HKI di Dunia TIK

 

1)   Pengetahuan Kerja

 

Ruang lingkup cyberlaw, berkaitan dengan aspek hukum :

  • e-commerce
  • Trademark/ domain
  • Pencemaran nama baik (defamation)
  • Pengaturan isi (content regulation)
  • Penyelesaian perselisihan (dispel settlement)
  • Privacy dan keamanan di internet

 

Privasi adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka.

 

Privasi kadang dihubungkan dengan anonimitas walaupun anonimitas terutama lebih dihargai oleh orang yang dikenal publik. Privasi dapat dianggap sebagai suatu aspek dari keamanan.

 

Hak pelanggaran privasi oleh pemerintah, perusahaan, atau individual menjadi bagian di dalam hukum di banyak negara, dan konstitusi atau hukum privasi. Hampir semua negara memiliki hukum yang dengan berbagai cara, membatasi privasi, sebagai contoh, aturan pajak umumnya mengharuskan pemberian informasi mengenai pendapatan.

 

Pada beberapa negara, privasi individu dapat bertentangan dengan aturan kebebasan berbicara, dan beberapa aturan hukum mengharuskan pemaparan informasi publik yang dapat dianggap pribadi di negara atau budaya lain.

 

Privasi dapat secara sukarela dikorbankan, umumnya demi keuntungan tertentu, dengan risiko hanya menghasilkan sedikit keuntungan dan dapat disertai bahaya tertentu atau bahkan kerugian.

 

Contohnya adalah pengorbanan privasi untuk mengikut suatu undian atau kompetisi; seseorang memberikan detil personalnya (sering untuk kepentingan periklanan) untuk mendapatkan kesempatan memenangkan suatu hadiah. Contoh lainnya adalah jika informasi yang secara sukarela diberikan tersebut dicuri atau disalahgunakan seperti pada pencurian identitas.

 

Hak cipta (copyright)

Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”.

 

Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

 

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

 

Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum, konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud atau terwakili di dalam ciptaan tersebut.

 

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” (pasal 1 butir 1).

 

2)   Keterampilan Kerja

 

Copyright Piranti Lunak dan Isu Hukum Berkaitan dengan Menggandakan dan Membagi File Dapat Dipahami

Dalam yurisdiksi tertentu, agar suatu ciptaan mendapatkan hak cipta pada saat diciptakan, ciptaan tersebut harus memuat suatu “pemberitahuan hak cipta” (copyright notice).

 

Pemberitahuan atau pesan tersebut terdiri atas sebuah huruf c di dalam lingkaran (yaitu lambang hak cipta, ©), atau kata “copyright“, yang diikuti dengan tahun hak cipta dan nama pemegang hak cipta.

 

Jika ciptaan tersebut telah dimodifikasi (misalnya dengan terbitnya edisi baru) dan hak ciptanya didaftarkan ulang, akan tertulis beberapa angka tahun. Bentuk pesan lain diperbolehkan bagi jenis ciptaan tertentu. Pemberitahuan hak cipta tersebut bertujuan untuk memberi tahu (calon) pengguna ciptaan bahwa ciptaan tersebut berhak cipta.

 

Hak cipta berlaku dalam jangka waktu berbeda-beda dalam yurisdiksi yang berbeda untuk jenis ciptaan yang berbeda. Masa berlaku tersebut juga dapat bergantung pada apakah ciptaan tersebut diterbitkan atau tidak diterbitkan. Di Amerika Serikat misalnya, masa berlaku hak cipta semua buku dan ciptaan lain yang diterbitkan sebelum tahun 1923 telah kadaluwarsa.

 

Di kebanyakan negara di dunia, jangka waktu berlakunya hak cipta biasanya sepanjang hidup penciptanya ditambah 50 tahun, atau sepanjang hidup penciptanya ditambah 70 tahun. Secara umum, hak cipta tepat mulai habis masa berlakunya pada akhir tahun bersangkutan, dan bukan pada tanggal meninggalnya pencipta.

 

Penegakan hukum atas hak cipta biasanya dilakukan oleh pemegang hak cipta dalam hukum perdata, namun ada pula sisi hukum pidana. Sanksi pidana secara umum dikenakan kepada aktivitas pemalsuan yang serius, namun kini semakin lazim pada perkara-perkara lain.

 

Sanksi pidana atas pelanggaran hak cipta di Indonesia secara umum diancam hukuman penjara paling singkat satu bulan dan paling lama tujuh tahun yang dapat disertai maupun tidak disertai denda sejumlah paling sedikit satu juta rupiah dan paling banyak lima milyar rupiah, sementara ciptaan atau barang yang merupakan hasil tindak pidana hak cipta serta alat-alat yang digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut dirampas oleh Negara untuk dimusnahkan (UU 19/2002 bab XIII).

 

Jika anda atau perusahaan anda melanggar hak cipta pihak lain, anda dapat dikenakan baik tuntutan pidana maupun gugatan perdata. Jika anda atau perusahaan anda melanggar hak cipta pihak lain, yaitu dengan sengaja dan tanpa hak memproduksi, meniru/menyalin, menerbitkan/ menyiarkan, memperdagangkan/mengedarkan atau menjual karya-karya hak cipta pihak lain atau barang-barang hasil pelanggaran hak cipta (produk produk bajakan) maka anda telah melakukan tindak pidana yang dikenakan sanksi-sanksi pidana sebagai:

 

KETENTUAN PIDANA

Pasal  72

(1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan  pidana  penjara  masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah),  atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud  pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(3)Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(4)Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(5)Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 19, Pasal 20, atau Pasal 49 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

(6)Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24 atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

(7) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh  juta rupiah).

(8) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).

(9) Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 28  dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

 

Di samping itu, anda dan/atau perusahaan anda juga dapat dikenakan gugatan perdata dari pemegang/pemilik hak cipta itu, yang dapat menuntut ganti rugi dan/atau memohon pengadilan untuk menyita produk-produk bajakan tersebut dan memerintahkan anda atau perusahaan anda menghentikan pelanggaran pelanggaran itu.

 

Secara khusus, Pasal-pasal Undang-undang No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta) yang berhubungan dengan hak cipta program-program komputer adalah:

  •   Pasal 12 ayat (1) huruf a, tentang ciptaan yang dilindungi termasuk program komputer

 

  • Pasal 12 ayat (1) huruf l, tentang ciptaan yang dilindungi termasuk database dan hasil pengalih wujudan

 

  • Pasal 15 huruf g, tentang pembuatan salinan cadangan program komputer

 

  • Pasal 30 ayat (1), tentang masa berlakunya suatu hak cipta atas program komputer

 

  • Pasal 72 ayat (3), tentang sanksi pidana pelanggaran hak cipta program komputer

 

 

Tetapi pada dasarnya, pasal-pasal dari suatu aturan atau undang-undang saling berkaitan, sehingga tidak hanya pasal-pasal tersebut diatas saja yang berkaitan dengan program computer.

 

Para pemakai peranti lunak bajakan secara bisnis bisa disebut sebagai pelanggar berat HaKI, bahkan sampai tingkat Warnet. Banyak sekali perusahaan besar yang bekerja di atas platform peranti lunak bajakan. Karena untuk keperluan bisnis, tidak masuk akal rasanya bila sebuah perusahaan yang dapat menghasilkan uang, bekerja dengan menggunakan peranti lunak yang dibeli atau didapat secara tidak sah.

 

Beberapa upaya untuk membuat perusahaan yang belum menghargai HaKI agar mau mulai menghargai HaKI adalah melakukan program pembelian angsuran. Program ini telah diterapkan oleh Microsoft Indonesia mulai tahun 2002.

 

Jadi, bila sebuah perusahaan harus memiliki 100 lisensi dan tidak sanggup membeli sekaligus secara tunai, perusahaan diberi kesempatan untuk membeli dengan program angsuran.

 

Kritikan-kritikan terhadap hak cipta secara umum dapat dibedakan menjadi dua sisi, yaitu sisi yang berpendapat bahwa konsep hak cipta tidak pernah menguntungkan maryarakat serta selalu memperkaya beberapa pihak dengan mengorbankan kreativitas, dan sisi yang berpendapat bahwa konsep hak cipta sekarang harus diperbaiki agar sesuai dengan kondisi sekarang, yaitu adanya masyarakat informasi baru.

 

Keberhasilan proyek perangkat lunak bebas seperti Linux, Mozilla Firefox, dan Server HTTP Apache telah menunjukkan bahwa ciptaan bermutu dapat dibuat tanpa adanya sistem sewa bersifat monopoli berlandaskan hak cipta.

 

Produk-produk tersebut menggunakan hak cipta untuk memperkuat persyaratan lisensinya, yang dirancang untuk memastikan kebebasan ciptaan dan tidak menerapkan hak eksklusif yang bermotif uang; lisensi semacam itu disebut copyleft atau lisensi perangkat lunak bebas.

 

Yang penting harus ditimbulkan kesadaran untuk menghargai hak cipta atau karya orang lain

 

Aspek keamanan informasi adalah aspek-aspek yang dilingkupi dan melingkupi keamanan informasi dalam sebuah sistem informasi.

 

Aspek-aspek yang terkait adalah:

  • Privasi

Menjaga kerahasiaan informasi dari semua pihak, kecuali yang memiliki kewenangan

 

  • Integritas

Meyakinkan bahwa data tidak mengalami perubahan oleh yang tidak berhak atau oleh suatu hal yang lain yang tidak diketahui (misalnya buruknya tranmisi data).

 

  • Otentikasi/identifikasi

Pengecekan terhadap identitas suatu entitas, bisa berupa orang, kartu kredit atau mesin

 

  • Tanda tangan

Mengesahkan suatu informasi menjadi satu kesatuan di bawah suatu otoritas.

 

  • Otorisasi

Pemberian hak/kewenangan kepada entitas lain di dalam sistem

 

  • Validasi

Pengecekan suatu keabsahan suatu otorisasi

 

  • Kontrol akses

Pembatasan akses terhadap entitas di dalam sistem

 

  • Sertifikasi

Pengesahan/pemberi kuasa suatu informasi kepada entitas yang terpercaya

 

  • Pencatatan waktu

Mencatat waktu pembuatan atau keberadaan suatu informasi di dalam sistem

 

  • Persaksian

Memverifikasi pembuatan atau keberadaan suatu informasi di dalam sistem bukan oleh pembuatnya

  • Tanda terima

Pemberitahuan bahwa informasi telah di terima

 

  • Konfirmasi

Pemberitahuan bahwa suatu layanan informasi telah tersedia

 

  • Kepemilikan

Menyediakan suatu entitas dengan sah untuk menggunakan atau mengirimkan kepada pihak lain

 

  • Anatomitas

Menyamarkan identitas dari entitas terkait dalam suatu proses transaksi

 

  • Nirpenyangkalan

Mencegah penyangkalan dari suatu entitas atas kesepakatan atau perbuatan yang sudah dibuat

 

  • Penarikan

Penarikan kembali suatu sertifikat atau otoritas

 

Akibat yang Terjadi Jika Bertukar File Pada suatu Jaringan Internet Dapat Dipahami

Saat anda melakukan pertukaran file di internet, anda harus memahami konsekuensi bahwa data tersebut telah dipublikasikan secara luas. Konsekuensi dari pertukaran data dapat berupa:

  • Penjiplakan data (biasanya terjadi pada data-data ilmiah, kode kunci, resep, dll)

 

  • Pencurian data (terutama data-data yang berhubungan dengan keuangan, seperti nomor kartu kredit, nomor rekening)

 

  • Kemungkinan terserang virus ketika mengirimkan atau mendownload suatu file di internet

 

  • Pembajakan atas suatu karya cipta.

 

 

Suatu tindakan pembajakan perangkat lunak terjadi apabila dipenuhi unsur-unsur berikut:

  • Melakukan perbanyakan perangkat lunak (menggandakan atau menyalin program komputer dalam bentuk source code atau pun program aplikasinya)

 

  • Perbanyakan perangkat lunak dilakukan dengan sengaja dan tanpa hak (artinya tidak memiliki hak ciptan atau lisensi hak cipta untuk menggunakan atau memperbanyak perangkat lunak)
  • Perbanyakan perangkat lunak dilakukan untuk kepentingan komersial (kepentingan komersial diterjemahkan secara praktek adalah perangkat lunak tersebut digunakan untuk kepentingan komersial, di perjual belikan, disewakan atau cara-cara lain yang menguntungkan pelaku perbanyakan secara komersial)

 

 

Istilah-Istilah Shareware, Freeware dan User License Dapat Dikenali dan Dipahami

 

Shareware

Shareware adalah salah satu metode pemasaran perangkat lunak (software) komersial dimana perangkat lunak didistribusikan secara gratis. Kebanyakan perangkat lunak shareware didistribusikan melalui internet dan dapat diambil (di-download) secara gratis atau melalui majalah-majalah komputer.

 

Istilah lainnya untuk shareware adalah trialware, demoware yang pada intinya “coba dulu sebelum membeli”.

 

Fitur-fitur perangkat lunak shareware belum tentu mencerminkan keseluruhan fitur yang didapat ketika pengguna sudah membeli perangkat lunak tersebut, tetapi beberapa shareware membuka semua fitur tanpa terkecuali.

 

Umumnya perangkat lunak shareware hanya bisa dijalankan dalam periode waktu tertentu saja atau dibatasi dari jumlah penggunaannya. Setelah periode tertentu atau mencapai jumlah pemakaian tertentu, perangkat lunak akan terkunci.

 

Apabila pengguna merasa cocok, untuk dapat terus menggunakan, ia harus membeli untuk memperoleh kunci pembuka atau perangkat lunak versi non-shareware-nya.

 

Apabila menggunakan kunci pembuka, pengguna memasukkan kunci tersebut di perangkat lunak shareware. Apabila kunci tersebut valid, perangkat lunak yang tadinya terkunci akan terbuka untuk penggunaan seterusnya tanpa batasan.

 

Freeware            

Freeware adalah perangkat lunak komputer yang sudah di-register hak cipta yang gratis digunakan tanpa batasan waktu, berbeda dengan shareware yang mewajibkan penggunanya membayar (misalnya setelah jangka waktu percobaan tertentu atau untuk memperoleh fungsi tambahan).

 

Para pengembang freeware seringkali membuat freeware “untuk disumbangkan kepada komunitas”, namun juga tetap ingin mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembangan selanjutnya.

 

Kadang jika para programer memutuskan untuk berhenti mengembangkan sebuah produk freeware, mereka akan memberikan kode sumbernya kepada programer lain atau mengedarkan kode sumber tersebut kepada umum sebagai perangkat lunak bebas.

 

Free Software

Free Software adalah istilah yang mengacu kepada perangkat lunak yang bebas untuk digunakan, dipelajari dan diubah serta dapat disalin dengan atau tanpa modifikasi, atau dengan beberapa keharusan untuk memastikan bahwa kebebasan yang sama tetap dapat dinikmati oleh pengguna-pengguna berikutnya.

 

Bebas di sini juga berarti dalam menggunakan, mempelajari, mengubah, menyalin atau menjual sebuah perangkat lunak, seseorang tidak perlu meminta ijin dari siapa pun.

 

Dengan konsep kebebasan ini, setiap orang bebas untuk menjual perangkat lunak bebas, menggunakannya secara komersial dan mengambil untung dari distribusi dan modifikasi kode sumbernya. Walaupun demikian setiap orang yang memiliki salinan dari sebuah perangkat lunak bebas dapat pula menyebarluaskan perangkat lunak bebas tersebut secara gratis.

 

Model bisnis dari perangkat lunak bebas biasanya terletak pada nilai tambah seperti dukungan, pelatihan, customisasi, integrasi atau sertifikasi.

 

Perangkat lunak bebas (free software) jangan disalah artikan dengan perangkat lunak gratis (freeware) yaitu perangkat lunak yang digunakan secara gratis.

 

Perangkat lunak gratis dapat berupa perangkat lunak bebas atau perangkat lunak tak bebas. Sejak akhir tahun 1990-an, beberapa alternatif istilah untuk perangkat lunak bebas digulirkan seperti “perangkat lunak sumber terbuka” (open-source software), “software libre“, “FLOSS”, dan “FOSS”.

 

Beberapa contoh Free Software:

  • Sistem operasi : GNU/ Linux, BSD, Darwin, Open Solaris
  • Kompilator GCC, GDB Debugger, dan C Libraries
  • Apache HTTP server, dan Samba file server
  • RDBMS : MySQL, dan PostgreSQL
  • Bahasa pemrograman : Perl, PHP. Phyton, Ruby, dan TCL
  • GUI : X Window system, GNOME, KDE, dan Xfce
  • Paket perkantoran open office.org, Mozilla, penjelajah web Firefox

 

Perangkat lunak bebas memainkan sejumlah peranan dalam pengembangan Internet, WWW dan infrastruktur dari perusahaan-perusahaan berbasis internet (perusahaan dot-com).

 

Perangkat lunak bebas menyebabkan pengguna-pengguna dapat bekerja sama dalam memperbaiki dan memajukan program yang mereka gunakan sehingga menjadikan perangkat lunak bebas sebagai barang publik dan bukannya barang pribadi.

 

Dalam model bisnis perangkat lunak bebas, pembuat dapat mengenakan biaya untuk distribusi dan menawarkan dukungan berbayar serta kustomisasi perangkat lunak. Perangkat Lunak tak bebas (proprietary software) menggunakan model bisnis yang berbeda, di mana pengguna harus membayar lisensi sebelum dapat menggunakan perangkat lunak.

 

Terkadang beberapa jenis dukungan purna jual termasuk dalam lisensi perangkat lunak tak bebas tersebut, tetapi tidak banyak perangkat lunak berbayar mengenakan biaya tambahan untuk dukungan

 

Perangkat lunak bebas pada umumnya tersedia secara gratis atau dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan harga perangkat lunak tak bebas. Dengan perangkat lunak bebas, pebisnis dapat menyesuaikan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan dengan mengubah perangkat lunak.

 

Perangkat lunak bebas pada umumnya tidak memiliki garansi dan tidak mengenakan kewajiban legal kepada siapa pun. Walaupun demikian, garansi terkadang dibuat antara dua belah pihak tergantung perangkat lunak dan penggunaannya berdasarkan persetujuan terpisah dari lisensi perangkat lunak bebas yang bersangkutan.

 

Banyak pihak memperdebatkan segi keamanan dari perangkat lunak bebas yang dianggap lebih rentan dari perangkat lunak berbayar.

 

Pihak pengguna perangkat lunak bebas mengklaim angka celah keamanan perangkat lunak bebas yang lebih banyak dibandingkan celah keamanan yang ditemukan pada perangkat lunak berbayar disebabkan karena kode sumber perangkat lunak bebas dapat diakses siapa pun termasuk pihak-pihak yang menggunakannya secara ilegal.

 

Mereka juga mengklaim walaupun perangkat lunak berbayar tidak mempublikasikan celah keamanan, tetapi celah tersebut ada dan kemungkinan diketahui oleh para hacker.

 

Di segi lain, ketersediaan kode sumber dari perangkat lunak bebas menyebabkan banyak pengguna dapat menganalisa kode sumber tersebut dan menjadikan tingkat kemungkinan tinggi bagi seseorang untuk menemukan suatu celah dan membuat perbaikannya.

 

Kode sumber terbuka merupakan keharusan dalam perangkat lunak bebas. Ada beberapa kontroversi yang disebabkan oleh beberapa bagian dari perangkat lunak bebas yang bertentangan dengan semangat kode sumber terbuka.

 

Adware

Adware adalah istilah TI yang mengacu kepada sebuah jenis perangkat lunak mencurigakan (malicious software/ malware) yang menginstalasikan dirinya sendiri tanpa sepengetahuan pengguna dan menampilkan iklan-iklan ketika pengguna berselancar di Internet.

 

Adware adalah salah satu jenis perangkat lunak yang bersifat “stealth” (tidak terlihat) dan seringnya terinstalasi ke dalam sistem ketika pengguna men-download perangkat lunak freeware atau shareware dari Internet.

 

Ada banyak adware yang beredar di Internet, dan beberapa adware tersebut memantau kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, dan mengirimkan informasi ini kepada perusahaan marketing sehingga mereka mengirimkan iklan kepada pengguna yang bersangkutan.

 

Beberapa perangkat lunak komersial juga mengandung komponen adware yang kadang disebutkan dalam End User License Agreement (EULA) atau tidak. Contohnya adalah web browser Microsoft Internet Explorer 6.0 yang merangkul Alexa.com.

 

Kebanyakan program antivirus tidak didesain untuk mendeteksi keberadaan adware, karena tujuan awal dari adware adalah bukan untuk merusak sistem secara agresif (seperti halnya virus komputer, worm atau Trojan Horse), tapi untuk mendukung pengembangan perangkat lunak freeware atau shareware yang berangkutan.

 

Beberapa adware juga dapat diklasifikasikan sebagai Trojan oleh beberapa vendor Antivirus, karena selain memantau kebiasaan pengguna dalam berselancar di Internet, mereka juga dapat mencuri data pengguna. Contohnya adalah VX2 dan WNAD.EXE.

 

Untuk mendeteksi keberadaan adware (dan tentu saja untuk meningkatkan privasi), beberapa utilitas pun beredar di Internet, seperti halnya Ad-ware dari Lavasoft atau Spybot Search and destroy yang dapat mendeteksi serta membuang adware serta perangkat spyware lainnya.

 

Selain utilitas yang dapat di-download tersebut, ada juga beberapa situs web yang menyediakan layanan untuk mencari adware di dalam sistem, seperti halnya SypChecker.com dan Tom-Cat.com

3)   Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang berkaitan dengan elemen kompetensi ini, yaitu :

  1. 1.    Mempelajari tentang isu hukum yang berkaitan dengan penggandaan file.
  2. 2.    Memahami tentang aturan pertukaran file melalui jaringan internet.
  3. 3.    Memahami istilah-istilah yang berkaitan dengan lisensi dalam bidang TI.

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK

PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan      :   Mengidentifikasi Aspek Kode Etik dan HKI di Bidang TIK
    1. Kode Program Pelatihan  :   TIK.OP01.002.01

 

NO.

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETE-RANGAN

1.

Mengidentifikasi Aspek Kode Etik dan HKI di Bidang TIK

TIK.OP01.002.01

Buku pengetahuan tentang etika dan buku UU sebagai dasar hukum Buku UU perlindungan hak cipta Aplikasi tambahan (buku UU) bersifat opsional.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Menerapkan Aspek Kode Etik Dan Haki Di Bidang TIK TIK.OP01.002.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Wednesday 10 December 2014 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA            …

Friday 10 July 2015 | blog

KEGIATAN BELAJAR 1 2.1. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan untuk dapat :…

Tuesday 13 November 2012 | blog

V.    BAB V : Manajemen Hubungan Umum   1. Fasilitas Gedung A. Semua gedung dan fasilitasnya…

Friday 14 October 2011 | blog

SILABUS MATA PELAJARAN EKONOMI (PEMINATAN) Satuan Pendidikan : SMA / MA Kelas : X (SEPULUH) Kompetensi…