Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

Advertisement

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MENENTUKAN RUANG

LINGKUP KEGIATAN PERAWATAN

TIK.CS02.030.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi 2

 

BAB I PENGANTAR. 4

1.1   Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 4

1.2   Penjelasan Modul 4

1.2.1  Desain Modul 4

1.2.2  Isi Modul 5

1.2.3  Pelaksanaan Modul 5

1.3   Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 6

1.4   Pengertian-Pengertian / Istilah. 6

 

BAB II STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1   Peta Paket Pelatihan. 8

2.2   Pengertian Unit Standar Kompetensi 8

2.3   Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4  Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 10

2.3.6  Kompetensi Kunci 12

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1   Strategi Pelatihan. 13

3.2   Metode Pelatihan. 14

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

4.1   Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2   Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3   Membuat daftar peralatan yang perlu dilakukan perawatan. 16

4.3.1 Peralatan yang terpasang dalam suatu sistem diidentifikasi dan didaftar berdasarkan spesifikasi, kemampuan kerja. 16

4.3.2 Dikoordinasikan beban kerja tiap peralatan berdasarkan penggunaan dan kemungkinan resiko yang muncul tiap terjadi kerusakan peralatan. 27

4.3.3  Didaftar peralatan yang memerlukan perawatan untuk memperkecil resiko. 31

4.4   Membagi daftar peralatan berdasarkan software atau hardware. 33

4.4.1 Tiap peralatan dibagi dalam berdasarkan perangkat hardware atau software  33

4.4.2 Dibuat daftar kebutuhan perawatan peralatan berdasarkan hardware atau software  34

4.5   Membuat daftar prioritas peralatan yang harus dilakukan perawatan. 34

4.5.1 Dibuat daftar prioritas peralatan yang memerlukan perawatan segera. 35

4.5.2 Dikoordinasikan dengan user untuk menentukan prioritas perawatan. 35

4.6   Membuat rencana kegiatan perawatan. 36

4.6.1 Diidentifikasikan kebutuhan perawatan setiap perangkat 36

4.6.2 Jadwal dibuat berdasarkan peralatan dan SDM. 37

4.6.3  Dokumentasi jadwal kegiatan dibuat 38

 

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI  40

5.1   Sumber Daya Manusia. 40

5.2. Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 41

5.3   Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 41

 

DAFTAR PUSTAKA. 42

 


BAB I

PENGANTAR

 

 

 

1.1  Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2  Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1  Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2  Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3  Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.029.01     Menganalisa Kebutuhan Perawatan

 

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara menentukan kegiatan perawatan.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit                 :        TIK.CS02.030.01

Judul Unit                 :        Menetukan Ruang Lingkup Kegiatan Perawatan

 

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini mendeskripsikan ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menentukan pelaksanaan perawatan komputer dan perangkat penunjang.

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Membuat daftar peralatan yang perlu dilakukan perawatan 1.1   Peralatan yang terpasang dalam suatu sistem diidentifikasi dan didaftar berdasarkan spesifikasi, kemampuan kerja

 

1.2   Dikoordinasikan beban kerja tiap peralatan berdasarkan penggunaan dan kemungkinan resiko yang muncul tiap terjadi kerusakan peralatan

 

1.3   Didaftar peralatan yang memerlukan perawatan untuk memperkecil resiko

 

02     Membagi daftar peralatan berdasarkan software atau hardware 2.1   Tiap peralatan dibagi dalam berdasarkan perangkat hardware atau software

 

2.2   Dibuat daftar kebutuhan perawatan peralatan berdasarkan hardware atau software

 

03     Membuat daftar prioritas peralatan yang harus dilakukan perawatan 3.1   Dibuat daftar prioritas peralatan yang memerlukan perawatan segera

 

3.2   Dikoordinasikan dengan user untuk menentukan prioritas perawatan

 

04     Membuat rencana kegiatan perawatan 4.1   Diidentifikasikan kebutuhan perawatan setiap perangkat.

 

4.2   Jadwal dibuat berdasarkan peralatan dan SDM

 

4.3   Dokumentasi jadwal kegiatan dibuat

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.4  Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup :

2.1   Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2   Perangkat peripheral computer.

2.3   Jumlah atau besar system.

2.4   Beban kerja tiap perangkat.

2.5   OS yang digunakan

2.6   Tools yang digunakan.

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1   Waktu pelaksanaan

3.2   Peralatan

3.3   Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan

3.4   Penyedian barang yang dapat dikonsumsi

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1   Kesulitan teknis

4.2   Pertimbangan hubungan industri.

4.3   Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian

4.4   Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1   Teknisi Perakitan Komputer.

5.2   Teknisi Perawatan Komputer.

5.3   Teknisi Perbaikan Komputer.

 

 

2.3.5 Panduan Penilaian

1.  Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut :

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3  Pengamatan.

1.1.4  Manajemen projek.

 

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1   Pengetahuan menyeluruh sektor industri

1.2.2   Pemahaman dokumen secara akurat

1.2.3   Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

 

2.  Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

 

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1   Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2   Studi kasus.

2.3   Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4   Menanyakan secara lesan/interview.

2.5   Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6   Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7   Bukti penilaian

 

 

3.  Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel, yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih.

 

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1 Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2  Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

 

4.1.1  TIK.CS02.029.01  Menganalisa Kebutuhan Perawatan

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6  Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3
2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 3
3 Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 3
4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3
5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2
6 Memecahkan masalah 2
7 Menggunakan teknologi 2

Tabel 2 Kompetensi Kunci


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 


3.2     Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat mengetahui pentingnya jadwal perawatan peralatan.
  • Siswa dapat membuat jadwal kegiatan perawatan peralatan.

 

 

 

 

4.2  Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui peralatan yang memerlukan perawatan sesuai denga spesifikasi dan kemampuan kerja peralatan.
  • Siswa dapat mengetahui resiko yang diakibatkan dari kerusakan peralatan.
  • Siswa dapat membagi dan membuat daftar perawatan peralatan berdasarkan hardware atau software.
  • Siswa dapat mengetahui dan membuat daftar prioritas perawatan peralatan.
  • Siswa dapat mengetahui kebutuhan perawatan tiap peralatan.
  • Siswa dapat membuat jadwal kegiatan perawatan peralatan.
  • Siswa dapat memaintain perawatan melalui log sheet / laporan perawatan peralatan.

 

 

4.3  Membuat daftar peralatan yang perlu dilakukan perawatan

Perawatan pada peralatan komputer sangat perlu dilakukan dalam penggunaan komputer. Perawatan yang dilakukan akan menentukan performansi dan usia dari sebuah komputer. Sebagai technical support, harus mengetahui pengetahuan peralatan yang harus dilakukan peralatan dan bagaimana cara melakukan perawatan pada peralatan tersebut. Walaupun beberapa peralatan komputer (internal seperti motherboard, hard disk, dsb) terdapat didalam casing komputer, namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga.

 

Sebelum melakukan perawatan, Anda harus mengetahui peralatan manakah yang harus dilakukan perawatan, dan buatlah daftar peralatan yang perlu dikakukan perawatan pada sebuah kertas. Daftar peralatan yang telah dibuat tersebut dapat digunakan untuk melihat atau men-checklist peralatan manakah yang telah atau yang belum dirawat. Beberapa peralatan digunakan untuk membersihkan kotoran dalam melakukan perawatan adalah:

  • Penyedot debu
  • Kain kering atau tissue
  • Cairan pembersih
  • Disk Cleaner / CD Cleaner
  • Obeng, Tang dan Kuas.

 

 

4.3.1 Peralatan yang terpasang dalam suatu sistem diidentifikasi dan didaftar berdasarkan spesifikasi, kemampuan kerja

Berikut beberapa peralatan yang terpasang pada suatu PC yang meliputi piranti internal (1-9) dan piranti eksternal (10-14):

 

  1. 1.   Casing

Casing atau biasanya disebut sebagai box komputer. Casing digunakan untuk menyimpan piranti lain yang digunakan agar komputer dapat digunakan. Peralatan seperti motherboard, power supply, hard disk, dsb, tidak dapat digunakan atau berfungsi dengan baik apabila tidak ditempatkan pada satu tempat yang sesuai. Casing diibaratkan sebagai suatu bangunan atau rumah dari sebuah komputer. Maka dari itu dibutuhkan casing sebagai tempat untuk meletakkan piranti komputer agar dapat berfungsi dengan baik.

 

Pada casing umumnya terdapat power supply, fan, LED indikator dan tombol-tombol power dan reset. Casing yang digunakan mempunyai kemampuan kerja yang berbeda-beda, selain sebagai tempat yang dapat menampung piranti, casing juga harus dapat menjaga suhu komputer. Dengan cooling system yang baik yang akan menghasilkan perputaran udara yang baik sehingga komputer dapat tetap terjaga suhunya dan terawat. Maka dari itu, pada casing sangat perlu diperhatikan fan yang digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1        Casing Komputer

 

 

  1. 2.   Motherboard

Motherboard atau biasanya disebut juga mainboard merupakan tempat kumpulan atau rangkaian komponen elektronik utama dari suatu komputer. Motherboard sangat penting perannya karena piranti-piranti seperti prosesor, memory, hard disk, dsb dihubungkan pada motherboard. Motherboard-lah bertugas untuk menghubungkan antara piranti yang satu dengan yang lain. Motherboard yang beredar di pasaran berbagai macam yang menawarkan fitur yang sangat beragam mulai dari soundcard onboard, LAN onboard, VGA onboard dan masih banyak fitur yang lain.

 

Perlu diperhatikan semakin banyak fitur yang terdapat dalam  motherboard maka semakin banyak suhu panas yang dihasilkan oleh motherboard. Kemampuan kerja pada motherboard adalah tergantung dengan suhu motherboard, dimana hal tersebut harus sesuai dengan penggunaan casing. Sirkulasi udara pada sistem sangat mempengaruhi kinerja motherboard.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2        Motherboard

 

 

  1. 3.   CPU (Central Processing Unit)

Prosesor adalah satu kesatuan dengan CPU yang dapat diibaratkan sebagai otak sebuah komputer. CPU memiliki dua bagian fungsi operasional yaitu Aritmetical Logical Unit (ALU) untuk mengolah data dan Control Unit (CU) untuk mengontrol kerja komputer.

 

Pada pembahasan ini, tidak akan dijelaskan mengenai ALU dan CU, melainkan lebih pada prosesor itu sendiri. Kecepatan dan kecerdasan komputer dalam mengolah data dan mengontrol kerja sangat bergantung pada kecepatan prosesor (dalam Hz). Prosesor merupakan suatu Chip, yang seluruh instruksi yang dilakukan akan diproses oleh prosesor.

 

Perlu diperhatikan semakin cepat suatu prosesor (semakin besar Hz pada prosesor) maka semakin banyak pula panas yang dihasilkan oleh prosesor tersebut. Prosesor merupakan piranti yang terpanas pada suatu komputer, maka dari itu harus sangat diperhatikan suhu pada sebuah casing, karena sirkulasi udara yang buruk pada sistem sangat mempengaruhi kinerja komputer. Untuk itu, umumnya pada sebuah prosesor disertakan juga heatsink, dan fan khusus untuk menjaga suhu prosesor dan kestabilan sistem.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3        Heatsink + Fan (kiri) dan Prosesor (kanan)

 

 

  1. 4.   RAM (Random Access Memory)

RAM merupakan komponen primer dalam sebuah komputer. RAM bertindak sebagai media penyimpan sementara pada sistem. Sesuai dengan namanya, RAM diakses secara acak / random sehingga dapat ditulis, dipindahkan, atau dihapus. Kapasitas RAM yang digunakan akan mempengaruhi kinerja suatu komputer. Semakin besar kapasitas RAM yang digunakan maka pengolahan dan perpindahan data menjadi semakin cepat dan dapat menjaga kestabilan program yang dijalankan.

 

RAM yang beredar dipasaran pun bermacam macam jenisnya diantaranya adalah sebagai berikut EDO RAM, SDRAM, DDR, bahkan kini pada motherboard yang beredar saat ini sudah dapat menggunakan DDR2. Jenis-jenis tersebut mempunyai bentuk fisik yang berbeda-beda dan kecepatan yang berbeda-beda pula. Kinerja pada RAM bergantung pada besarnya memory RAM tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4        RAM (Random Access Memory)

 

 

  1. 5.   VGA / Display Adapter

VGA card atau sering disebut display adapter merupakan piranti komputer yang digunakan untuk mengolah grafik untuk ditampilkan ke dalam layar monitor. Kapasitas VGA yang digunakan akan mempengaruhi kualitas gambar atau grafik dan kecepatan pengolahan grafik pada suatu komputer. Kecepatan VGA yang beredar saat ini telah mencapai 1024 Mb / 512 Mb yang dapat memberikan kualitas dan kecepatan pengolahan grafik yang sangat baik pada saat ini.

 

VGA card merupakan komponen kedua yang terpanas pada sebuah komputer setelah prosesor. Suhu panas yang berlebihan atau sirkulasi udara yang tidak baik akan mempengaruhi kinerja VGA, sehingga untuk menanggulangi panas yang dihasilkan, pada umumnya VGA card juga memiliki heatsink dan fan, namun dengan ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan heatsink dan fan pada prosesor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 5        VGA Card nVidia

 

 

  1. 6.   HDD (Hard Disk Drive)

Hard disk merupakan tempat penyimpanan data pada sebuah komputer. Sistem operasi, program-program beserta seluruh data tersimpan dalam hard disk. Sama seperti piranti lainnya, hard disk juga merupakan piranti yang tidak rentan pada suhu yang panas.

 

Kemampuan kerja sebuah hard disk dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu dari faktor hardware dan dari faktor software. Tanpa adanya kipas tambahan pada hard disk terutama yang memiliki kecepatan 7200 rpm keatas, dapat mempengaruhi kinerja hard disk. Selain itu, data-data yang telah tersimpan pada hard disk pun sangat mempengaruhi kinerja sebuah hard disk. Sehingga hard disk perlu diperhatikan dari dua sisi, hardware dan software.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 6        Hard Disk

 

 

  1. 7.   Disk Drive

Floopy drive merupakan piranti komputer yang digunakan untuk penggerak disket (floopy) sebagai media penyimpan data. Kemampuan kerja floopy drive sangat berpengaruh pada debu atau kotoran yang terbawa oleh disket. Debu atau kotoran tersebut dapat menganggu fungsionalitas floopy drive, akibatnya floopy drive kotor adalah disket  tidak dapat dibaca dan terjadinya error. Floopy drive saat ini sudah jarang sekali digunakan, karena kapasitas yang ditawarkan sangat kecil yakni 1,44 MB.

 

CD-ROM, DVD-ROM, CD-RW dan DVD-RW merupakan piranti yang umum digunakan saat ini untuk membaca dan menulis data ke disk (CD / DVD). Optical drive ini merupakan piranti yang sangat murah dibandingkan dengan data yang dapat disimpannya terutama untuk DVD karena bisa mencapai 6 GB. Kemampuan kerja pada optical drive terletak pada lensa (optik) pada drive tersebut, yang dapat dibersihkan dengan CD-Cleaner.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7        Floopy Drive (kiri) dan Optical Drive (kanan)

 

  1. 8.   Expansion card

Expansion card merupakan piranti tambahan (expansion) yang dapat dipasang pada komputer. Expansion card dapat berbagai macam jenis dan fungsinya. Contoh expansion card adalah seperti card LAN, soundcard, tv tunner, VGA card dan masih banyak lagi. Sedangkan menurut jenisnya terdiri dari PCI, ISA, dan AGP.

 

Kemampuan kerja pada expansion card, terletak pada konektor atau kaki-kakinya (yang berwarna emas) yang biasanya dipengaruhi karena kotoran debu atau akibat korosi bekas sentuhan tangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8        Expansion Modem Card (kiri) dan Expansion VGA Card  (kanan)

 

 

  1. 9.   Power Supply

Power supply diibaratkan sebagai jantung sebuah komputer, karena semua sumber daya listrik dari komponen komputer disediakan oleh power supply. Power supply digunakan untuk mengubah arus AC menjadi arus DC untuk didistribusikan ke berbagai macam komponen pada komputer seperti motherboard, hard disk, fan, disk drive dan sebagainya. Daya power supply berkisar 150W sampai 500W namun yang umumnya digunakan adalah 350W tergantung dari banyaknya piranti yang digunakan pada satu unit PC.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 9        Power Supply

 

  1. 10.            Monitor

Monitor merupakan piranti tampilan keluaran (output device) yang digunakan untuk menampilkan teks atau gambar ke layar sehingga user dapat mengoperasikan komputer. Segala proses yang dilakukan dan dikerjakan oleh komputer dapat ditampilkan pada layar monitor. Resolusi  sebuah monitor sangat berkaitan dengan VGA Card yang digunakan, sehingga untuk kualitas tampilan pada layar monitor harus disesuaikan dengan VGA Card yang digunakan.

 

Kemampuan kerja suatu monitor bergantung pada lamanya pemakaian monitor, penggunaan alat-alat elektronik, dan debu atau kotoran yang menempel pada monitor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 10      Monitor

 

  1. 11.    Keyboard

Merupakan piranti input standar (input device) yang diperlukan dalam setiap penggunaan komputer. Piranti ini tidak mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan keyboard pada PC hanya pada konektor yang digunakan. Dimulai dengan keyboard XT, keyboard PS/2, keyboard USB dan saat ini beredar dipasaran adalah keyboard wireless.

 

Keyboard digunakan untuk memberikan input yang berupa ASCII code yang dapat dikenal oleh komputer. Kinerja suatu keyboard adalah bergantung pada kemahiran penggunaan keyboard dan debu atau kotoran yang menempel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 11      Keyboard

 

 

  1. 12.            Mouse

Mouse merupakan piranti input standar kedua (input device) setelah keyboard yang diperlukan dalam setiap penggunaan komputer. Piranti ini juga tidak mengalami perkembangan yang pesat. Sama seperti perkembangan keyboard, perkembangan mouse pada PC juga hanya pada konektor yang digunakan. Dimulai dengan mouse XT, mouse PS/2, mouse USB dan mouse wireless. Mouse terbagi menjadi 2 jenis, yaitu mouse scroll dan mouse optik.

 

Mouse digunakan untuk menggerakkan pointer pada layar dan dapat memberikan perintah untuk memasuki suatu folder, melakukan perintah-perintah singkat, menjalankan program, dan sebagainya. Penggunaan mouse harus didukung oleh OS yang digunakan. Kinerja mouse adalah bergantung pada kemahiran user dalam penggunaan mouse dan debu atau kotoran yang menempel (pada mouse scroll maupun optik).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 12      Mouse

 

  1. 13.    Printer

Printer merupakan piranti output pilihan (output device) yang diperlukan bagi user yang memerlukan hasil pekerjaan atau pemrosesan yang dilakukan pada komputer dapat dilihat atau dijadikan dalam suatu bentuk fisik.

 

Piranti ini umumnya digunakan untuk mencetak hasil pekerjaan yang berupa laporan, tugas, jurnal dan lain sebagainya. Namun printer juga dapat digunakan untuk mencetak grafik, hasil pemrosesan gambar, hingga mencetak foto dengan kualitas yang sama dengan atau bahkan jauh lebih baik daripada mesin pencetak foto. Kinerja printer adalah bergantung pada kemahiran user dalam penggunaan printer, refill cartridge (tinta), debu atau kotoran yang menempel dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 13      Printer

 

  1. 14.            Peripheral lainnya

Beberapa piranti lainnya yang diperlukan dalam penggunaan suatu komputer adalah seperti speaker, scanner, modem eksternal, proyektor, Wi-Fi, dan sebagainya. Penggunaan piranti-piranti tambahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan user karena pada umumnya piranti-piranti ini hanya digunakan oleh kalangan sendiri atau kalangan-kalangan tertentu seperti pebisnis, gamer, dan lain lain.

 

Pada umumnya kinerja piranti-piranti ini adalah bergantung pada kemahiran penggunaan user dalam menggunakan piranti tersebut. Kotoran dan debu tetap menjadi masalah umum yang harus diperhatikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 14      Projector

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 15      Scanner

 

Sehingga dengan demikian, dapat dikatakan bahwa segala sesuatu yang merupakan komponen-komponen sebuah PC baik piranti utama (motherboard, hard disk, memory, dan sebagainya), piranti pendukung (monitor, keyboard, mouse, dan sebagainya) hingga piranti tambahan (speaker, scanner, projector, dan sebagainya) seluruhnya termasuk pada daftar peralatan yang perlu dilakukan perawatan.

 

 

4.3.2 Dikoordinasikan beban kerja tiap peralatan berdasarkan penggunaan dan kemungkinan resiko yang muncul tiap terjadi kerusakan peralatan

Sebagai technical support, Anda harus mengetahui beban kerja tiap peralatan komputer, dan kemungkinan resiko yang muncul apabila terjadi kerusakan peralatan yang disebabkan karena kurangnya perawatan.

 

Peralatan

Beban Kerja

Resiko

Casing
  • Tiap penggunaan komputer

 

  • Pengaturan suhu casing

 

  • Pengoperasian fan
  • Beresiko kecil pada casing (tidak menyebabkan kerusakan pada casing) namun beresiko sangat besar pada piranti-piranti yang terletak didalam casing apabila yang rusak adalah fan dan kabel switch.
 

  • Suhu yang tidak stabil (panas) yang disebabkan casing yang kecil, pengkabelan yang berantakan, atau fan yang tidak berfungsi, dan debu atau kotoran yang disebabkan oleh fan pada casing maupun kotoran binatang

 

  • Menyebabkan kerusakan piranti lainnya

 

Motherboard
  • Tiap pengoperasian komputer

 

  • Tiap operasi yang dilakukan user yang menghubungkan suatu piranti dengan yang lain (hard disk ke drive optik, dsb)

 

  • Tiap operasi yang dilakukan oleh prosesor

 

  • Beresiko sangat besar pada pengoperasian komputer

 

  • Suhu yang tidak stabil (panas) yang disebabkan pengkabelan yang berantakan, debu atau kotoran yang menempel

 

  • Gagal pengecekan piranti yang menyebabkan gagal booting

 

  • Kerusakan pada motherboard

 

CPU
  • Tiap pengoperasian komputer

 

  • Tiap instruksi yang diberikan oleh user

 

  • Prosesor bekerja setiap saat (kurang dari per sekian milisekon tergantung kecepatan prosesor)

 

  • Bergantung pada fan

 

  • Beresiko sangat besar pada pengoperasian komputer

 

  • Suhu yang tidak stabil (panas) yang disebabkan fan yang berdebu atau penghantaran panas yang tidak baik

 

  • Gagal booting

 

  • Kerusakan pada prosesor
RAM
  • Tiap pengoperasian komputer

 

  • Tiap instruksi yang diberikan oleh user

 

  • Tiap mengakses, menulis, memperbanyak, menghapus, mengirim instruksi maupun data

 

  • Beresiko sangat besar pada pengoperasian komputer

 

  • Gagal booting

 

  • Performansi pada kecepatan memori yang menurun akibat korosi, suhu panas atau debu yang menempel

 

  • Kerusakan pada RAM

 

VGA Card
  • Tiap pengoperasian komputer

 

  • Tiap instruksi yang diberikan oleh user yang diproses kemudian menjadi grafik yang ditampilkan pada layar monitor

 

  • Beresiko sangat besar pada pengoperasian komputer

 

  • Booting dilakukan namun tampilan pada monitor berbintik-bintik, atau bahkan tidak ada tampilan pada monitor

 

  • Performansi pada kecepatan VGA dalam merefresh menurun akibat korosi, suhu panas atau debu yang menempel

 

  • Kerusakan pada VGA Card

 

 

Hard disk
  • Tiap pengoperasian komputer

 

  • Tiap instruksi yang diberikan oleh user yang memerlukan pemrosesan data yang berasal dari hard disk

 

  • Tiap mengakses, menulis, memperbanyak, menghapus, mengirim instruksi maupun data yang berasal atau menuju hard disk

 

  • Beresiko sangat besar pada pengoperasian komputer

 

  • Booting OS tidak dapat dilakukan

 

  • Kerusakan data yang tersimpan pada hard disk

 

  • Kerusakan hard disk

 

 

Disk drive
  • Tiap penggunaan disk drive

 

  • Tiap instruksi yang diberikan oleh user yang memerlukan pemrosesan data pada disk drive

 

  • Tiap menulis, memperbanyak, menghapus, mengirim instruksi maupun data yang berasal atau menuju disk drive

 

  • Beresiko besar pada pengoperasian disk drive

 

  • Disk drive tidak dapat membaca dari sumber atau melakukan penulisan dan sebagainya

 

  • Menyebabkan kerusakan data yang tersimpan dan disk itu sendiri

 

 

Expansion Card
  • Tiap penggunaan expansion card

 

  • Tiap instruksi yang diberikan oleh user dalam penggunaan expansion card

 

  • Beresiko besar pada pengoperasian expansion card

 

  • Performansi pada expansion card yang menurun akibat korosi, suhu panas atau debu yang menempel

 

  • Kerusakan pada Expansion card

 

Power Supply
  • Tiap pengoperasian komputer

 

  • Memberikan tegangan listrik pada seluruh komponen komputer

 

  • Beresiko sangat besar pada pengoperasian komputer

 

  • Penurunan tegangan akibat suhu yang disebabkan fan yang berdebu atau tegangan listrik AC yang tidak stabil

 

  • Kerusakan pada power supply dan piranti komputer yang terpasang pada sistem

 

Monitor
  • Tiap penggunaan monitor

 

  • Beresiko besar pada penggunaan monitor

 

  • Tampilan monitor yang rusak, berbintik, bergaris, berkedip yang disebabkan debu yang menempel pada monitor, penggunaan alat elektronik di sekitar monitor

 

  • Kerusakan pada monitor

 

Keyboard
  • Tiap penggunaan keyboard oleh user  dalam memberikan instruksi (input)

 

  • Beresiko besar pada penggunaan keyboard

 

  • Keyboard tidak terdeteksi, kerusakan pada tombol keyboard
Mouse
  • Tiap penggunaan mouse oleh user  dalam memberikan instruksi (input)

 

  • Beresiko besar pada penggunaan mouse

 

  • Mouse tidak terdeteksi, pergerakan mouse yang tidak lancar, kerusakan pada tombol mouse, pointer mouse yang loncat-loncat

 

Printer
  • Tiap penggunaan printer oleh user  

 

  • Beresiko besar pada printer

 

  • Printer tidak terdeteksi, tidak dapat mencetak, gagal menarik kertas, penarikan kertas macet, pencetakan yang tidak bagus

 

Tabel 3            Daftar  Peralatan Dengan Beban kerja dan Resiko yang Diakibatkan

 

4.3.3  Didaftar peralatan yang memerlukan perawatan untuk memperkecil resiko

Setelah mengetahui beban kerja tiap peralatan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah Anda harus membuat daftar peralatan yang perawatan untuk memperkecil resiko yang akan diakibatkan. Resiko utama yang harus diperhatikan adalah resiko pada pengoperasian komputer yang berhubungan dengan piranti internal PC. Berikut daftar peralatan yang memerlukan perawatan untuk memperkecil resiko tersebut.

 

Peralatan

Perincian yang Harus Diperhatikan

Casing
  • Fan pada casing
  • Cooling system casing
  • Pengkabelan dalam casing
  • Debu dalam casing

 

Motherboard
  • Kotoran binatang
  • CPU socket
  • Memory socket
  • Floopy drive connector
  • IDE connector
  • SATA connector (tergantung motherboard)
  • PCI dan AGP slot
  • System panel connector
  • Debu pada motherboard
CPU
  • Pin pada CPU
  • Heatsink
  • Fan pada Heatsink
  • Krim Silicon Grease

 

RAM
  • Konektor RAM
  • Debu pada RAM

 

VGA Card
  • Konektor VGA card
  • Mini heatsink VGA card
  • Mini fan VGA card
  • Debu pada VGA card, fan dan heatsink

 

Hard disk
  • Konektor IDE hard disk
  • Jumper hard disk
  • Debu pada hard disk

 

Disk drive
  • Konektor IDE disk drive
  • Jumper disk drive
  • Debu didalam maupun diluar disk drive

 

Expansion Card
  • Konektor Expansion Card
  • Debu pada Expansion Card

 

Power Supply
  • Pelistrikan dari arus AC (gunakan stabilizer)
  • Fan pada power supply
  • Kondisi kabel power
  • Pengkabelan power supply
  • Debu dalam power supply dan fan

 

Monitor
  • Pelistrikan (gunakan stabilizer) (bila digunakan dari arus AC)
  • Alat-alat elektronik seperti handphone, speaker yang terlalu berdekatan
  • Kabel yang terpasang pada CPU
  • Debu pada monitor

 

Keyboard
  • Konektor yang terpasang pada CPU
  • Debu pada tombol keyboard

 

Mouse
  • Konektor yang terpasang pada CPU
  • Debu atau kotoran pada mouse
Printer
  • Konektor yang terpasang pada CPU
  • Cartridge (box tinta)
  • Debu atau kotoran pada printer

 

Tabel 4            Daftar Peralatan dan Perincian Untuk Memperkecil Resiko

 

 

4.4 Membagi daftar peralatan berdasarkan software atau hardware

Daftar dari seluruh peralatan tersebut dibagi berdasarkan software dan hardware. Dilakukan pembagian kegiatan perawatan peralatan manakah yang dilakukan berdasarkan software dan hardware. Sehingga dengan demikian dari daftar tersebut dapat dilakukan trace list peralatan manakah yang perlu dipantau pada hardware dan software.

 

 

4.4.1 Tiap peralatan dibagi dalam berdasarkan perangkat hardware atau software

Yang dimaksud hardware disini adalah perawatan yang dapat dilakukan secara hardware, demikian juga software. Perawatan secara software adalah tergantung pada peralatan yang digunakan, yang pada umumnya beberapa piranti disertakan software pendukung yang berguna untuk melakukan pemantauan piranti keras (hardware) melalui piranti lunak (software).

 

Maka dari itu Anda harus mengetahui piranti manakah yang dilakukan perawatan secara hardware, dan piranti manakah yang dilakukan perawatan secara software, serta piranti manakah yang dilakukan perawatan secara hardware dan software. Sehingga dengan mengetahui pembagian tersebut, perawatan dapat dilakukan secara optimal.

 

 

4.4.2 Dibuat daftar kebutuhan perawatan peralatan berdasarkan hardware atau software

Berikut daftar kebutuhan perawatan peralatan yang dapat dilakukan secara hardware saja dan yang secara hardware dan software.

 

Peralatan

Hardware

Software

Casing

X

Motherboard

CPU

X

RAM

X

VGA Card

Hard disk

Disk drive

Expansion Card

Power Supply

X

Monitor

Keyboard

X

Mouse

X

Printer

Tabel 5            Daftar PerawatanPeralatan yang Dapat Dilakukan Secara Hardware dan / atau secara Software

 

 

4.5 Membuat daftar prioritas peralatan yang harus dilakukan perawatan

Peralatan-peralatan yang perlu dilakukan perawatan telah diketahui, maka langkah selanjutnya perlu dilakukan pembuatan daftar prioritas peralatan yang harus dilakukan perawatan. Maksud dari prioritas peralatan yang harus dilakukan perawatan adalah untuk menjaga agar komputer tetap dapat beroperasi, beberapa piranti yang telah dijabarkan pada 4.3.1 dan 4.3.2 yang sangat mempengaruhi sebuah komputer dapat beroperasi atau tidak. Selain itu daftar prioritas ini pun dapat mengurangi kerugian yang disebabkan oleh kurangnya perawatan pada piranti tersebut, karena piranti-piranti tersebutlah yang berperan penting terhadap berjalan tidaknya sistem tersebut.

 

 

4.5.1 Dibuat daftar prioritas peralatan yang memerlukan perawatan segera

 

Prioritas Peralatan yang harus dirawat

Perincian yang Harus Diperhatikan

Casing Cooling system casing

 

Motherboard
  • CPU socket
  • Memory socket
  • Floopy drive connector
  • IDE connector
  • SATA connector (tergantung motherboard)
  • PCI dan AGP slot
  • System panel connector

 

CPU
  • Cooling system CPU

 

RAM
  • Konektor RAM

 

VGA Card
  • Cooling system VGA Card
  • Konektor VGA card

 

Hard disk
  • Cooling system hard disk

 

Power Supply
  • Pelistrikan dari arus AC (gunakan stabilizer, bila perlu gunakan UPS)
  • Cooling system power supply

 

            Tabel 6            Daftar Prioritas Perawatan Peralatan

 

 

4.5.2 Dikoordinasikan dengan user untuk menentukan prioritas perawatan

Melalui daftar prioritas peralatan yang memerlukan perawatan yang dimiliki, Anda dapat melakukan koordinasi dengan user mengenai peralatan manakah yang perlu diperhatikan segera. Untuk mengkoordinasi prioritas peralatan yang dilakukan perawatan dapat disesuaikan dengan usia piranti, seringnya penggunaan piranti, kebiasaan user, dan sebagainya. Melalui informasi dari user tersebutlah, Anda dapat mengetahui prioritas perawatan peralatan yang perlu dilakukan.

 

 

4.6 Membuat rencana kegiatan perawatan

Kegiatan perawatan haruslah dibuat perencanaan, hal ini dimaksudkan agar perawatan dapat dilakukan dengan jadwal tertentu. Perencanaan perawatan yang dimaksudkan adalah perawatan berkala yang tidak perlu dilakukan setiap hari. Perencanaan kegiatan perawatan tersebut sangat penting, karena selain tetap menjaga sistem dapat beroperasi dan stabil, hal tersebut juga berguna untuk memantau tiap peralatan dan menjaga usia dari peralatan tersebut.

 

 

4.6.1 Diidentifikasikan kebutuhan perawatan setiap perangkat

1. Casing

  • Penjagaan cooling system pada casing (sebaiknya menggunakan minimal 4 buah fan)
  • Pengkabelan casing agar tidak menghambat perputaran udara pada casing
  • Kebersihan fan pada casing agar dapat berputar dengan normal dan tidak terhambat oleh debu
  • Kebersihan ventilasi casing dari debu, karena debu yang dihasilkan oleh fan berkumpul pada ventilasi ini.
  • Tertutupnya casing untuk terhindar dari binatang yang masuk ke dalam casing

 

2. Motherboard

  • Penjagaan cooling system pada motherboard
  • Kebersihan motherboard dari debu yang dapat menyebabkan kerusakan pada board
  • Kebersihan slot, socket, dan konektor pada motherboard
  • Software    : – Melakukan update BIOS

- Update Chipset dan driver lainnya

 

3. CPU

  • Penjagaan cooling system pada prosesor
  • Kebersihan heatsink dan kipas yang sangat mempengaruhi cooling system prosesor
  • Penggunaan krim silicon grease antara prosesor dengan heatsink

 

4. RAM

  • Kebersihan board dari debu
  • Kebersihan pada konektor RAM

 

5. VGA Card

  • Penjagaan cooling system pada VGA card
  • Kebersihan heatsink dan kipas yang terpasang pada VGA card
  • Software : – Melakukan update driver VGA

 

6. Hard disk

  • Penjagaan cooling system pada Hard disk dengan memberdayakan fan yang dipasang pada depan hard disk (pada casing yang memiliki 4 buah fan telah termasuk fan pendinginan hard disk)
  • Software : – Melakukan defragment hard disk

 

7. Disk drive

  • Kebersihan internal pada disk drive (dapat menggunakan disk cleaner)
  • Kebersihan eksternal pada disk drive
  • Software : – Melakukan update driver Disk drive

 

8. Expansion Card

  • Kebersihan board dari debu
  • Kebersihan pada konektor Expansion Card
  • Software : – Melakukan update driver Expansion Card

 

9. Power Supply

  • Penjagaan cooling system pada box power supply
  • Kebersihan fan dan board dalam box power supply
  • Penggunaan listrik AC melalui stabilizer
  • Bila perlu digunakan UPS

 

10.       Monitor

  • Kebersihan layar monitor
  • Mengurangi penggunaan alat elektronik lainnya yang terlalu berdekatan dengan monitor
  • Software : – Melakukan update driver monitor

 

11.       Keyboard dab mouse

  • Kebersihan keyboard dan mouse

 

12. Printer

  • Kebersihan internal printer yang biasanya diakibatkan tinta yang tumpah
  • Software : – Melakukan update driver printer

 

 

4.6.2 Jadwal dibuat berdasarkan peralatan dan SDM

Kemudian pembuatan jadwal perawatan yang dilakukan disesuaikan dengan peralatan yang tersedia dan sumber daya manusia yang dapat melakukan perawatan. Jadwal yang dibuat dapat bersifat mingguan, bulanan, atau tahunan tergantung pada kebutuhan perawatan peralatan tersebut. Jadwal inilah yang menentukan apakah peralatan tersebut dapat terawat dengan baik atau tidak.

 

 

Jadwal Keterangan Kegiatan
Mingguan
  • Melakukan scan disk untuk memeriksa kondisi hard disk, pada kondisi ini, bisa dilakukan pada saat booting OS
  • Melakukan defragmentasi pada disk
  • Buatlah laporan mingguan (weekly report) mengenai perawatan yang dilakukan

 

4 Bulanan

 

  • Bersihkan Keyboard dan Mouse dari debu
  • Bersihkan Layar Monitor
  • Bersihkan Peripheral dari debu
  • Bersihkan motherboard dari debu (kalau mau mudah pakai Vacuum)
  • Bersihkan konektor RAM, VGA Card, Expansion card dengan penghapus karet
  • Bersihkan hard disk, disk drive, board VGA, board RAM, board Expansion card dari debu dengan menggunakan kuas.
  • Bersihkan fan-fan pada power supply VGA, casing, prosesor serta heatsink VGA dan heatsing prosesor dari debu, bila perlu dengan menggunakan kain basah
  • Gunakan silicon grease untuk memasangkan heatsink pada prosesor
  • Buat laporan bulanan (dokumentasi perubahan sistem dan konfigurasi)

 

Tahunan

 

  • Update driver hardware
  • Lakukan analisa dari kegiatan rutin untuk melakukan improvement untuk meningkatkan efektifitas kerja end user
  • Buat laporan tahunan

 

Tabel 7            Jadwal Kegiatan Perawatan Peralatan

 

 

4.6.3  Dokumentasi jadwal kegiatan dibuat

Berikut bentuk laporan mengenai perawatan peralatan yang dilakukan :

 

No

Tanggal

Komponen PC

Perawatan yang dilakukan

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

8

       

Tabel 8            Bentuk Laporan (Log Sheet) Kegiatan Perawatan Peralatan


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

 

 

5.1  Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan             :        Menentukan Ruang Lingkup Kegiatan

Perawatan

 

  1. Kode Program Pelatihan         :        TIK.CS02.030.01

 

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menentukan Ruang Lingkup Kegiatan Perawatan

TIK.CS02.030.01

- 1 unit PC

- Peralatan pembersihan

- Kertas dan alat tulis

 

 

- CD driver masing-masing komponen

- Buku informasi tentang maintainance masing-masing peralatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anonim, (2007), Tips Tips Mempercepat Proses Komputer Kita | IlmuKomputer.com | Free eBook and Tutorial |

http://ilmukomputer.com/2007/06/06/tips-tips-mempercepat-proses-computer-kita/

 

Anonim, (2007), 26 Tips to Keep Your Computer Up and Functioning,

http://www.lifehack.org/articles/lifehack/26-tips-to-keep-your-computer-up-and-functioning.html

 

Anonim, (2007), Modul Digital : Hardware – SMK Negeri 1 Batang,

http://124.81.184.82/utama/index.php?menu=modul_hardware

 

Tutang dan Prana, A.A. (1997). Merakit Komputer Sendiri. PT. Cipta Adi Pustaka, Bogor.

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: