Advertisement
loading...

 

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

Menanamkan Kode Program Ke Sistem Embeded

TIK.PR06.004.01

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan


DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI. 2

 

BAB I  PENGANTAR. 4

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2 Penjelasan Modul 4

1.2.1. Desain Modul 4

1.2.2. Isi Modul 5

1.2.3. Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 6

1.4   Pengertian-pengertian Istilah. 6

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1   Peta Paket Pelatihan. 8

2.2   Pengertian Unit Standar Kompetensi 8

2.3   Unit Kompetensi yang Dipelajari 9

 

BAB III  STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 14

3.1   Strategi Pelatihan. 14

3.2   Metode Pelatihan. 15

 

BAB IV  MATERI UNIT KOMPETENSI MENANAMKAN KODE PROGRAM KE SISTEM EMBEDED  16

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 16

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 16

4.3 Uraian singkat tentang  Sistem Embeded. 16

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini 17

4.4.1 RAM (Random Access Memory) 17

4.4.2 Bahasa Asembly. 23

4.5. Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi 28

4.5.1. Mempersiapkan pemrogram RAM. 28

4.5.2. Melakukan pemrograman pada RAM. 30

4.5.3. Melepas RAM  Programming. 40

 

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

 KOMPETENSI. 41

5.1   Sumber Daya Manusia. 41

5.2   Sumber-sumber Perpustakaan. 41

5.3   Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan. 42

 

DAFTAR PUSTAKA. 44

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

          1.2.1. Desain Modul

                   Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

          1.2.2. Isi Modul

 

a.       Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

b.       Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

c.       Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

          1.2.3. Pelaksanaan Modul

 

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

 

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama

 

1.4     Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Unit ini didukung oleh pengetahuan dan  keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan :

  1. TIK.PR02.006.01 Menulis program lanjut.
  2. TIK.PR02.012.01 Mengkompilasi dan menjalankan sebuah aplikasi.
  3. TIK.PR02.016.01 Membuat paket software aplikasi.
  4. TIK.PR02.030.01 Menjelaskan sistem mikroprosesor.
  5. TIK.PR06.003,01 Menjelaskan sistem peripheral.
  6. TIK.PR02.031.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman level mesin

 

Unit ini mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan pengembangan aplikasi real time dan embeded.

 

Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Unit ini memberikan informasi yang diperlukan untuk menanamkan atau memasukkan kode program yang telah dibuat ke dalam RAM (memori) pada sistem embeded. Materi yang akan dibahas meliputi cara mempersiapkan peralatan, hingga pelaksanaan penanaman kode program ke dalam RAM atau mikroprosesor tersebut.

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tiga sampai tujuh hari. Pelatihan ini dijutukan bagi semua user terutama yang tugasnya berkaitan dengan programming, seperti operator, programmer, staff support, dan staff admin.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3     Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

          2.3.1 Judul Unit Kompetensi

                   Menanamkan Kode Program Ke Sistem Embeded

 

          2.3.2  Kode Unit Kompetensi

                    TIK.PR06.004.01

 

          2.3.3  Deskripsi Unit     

Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk menanamkan atau memasukkan kode program yang telah dibuat ke dalam RAM (memori) pada sistem embeded. Kompetensi yang perlu dikuasai meliputi mempersiapkan peralatan, hingga pelaksanaan penanaman kode program ke dalam RAM atau mikroprosesor tersebut.

 

2.3.4 Elemen Kompetensi

 

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan pemrogram RAM 1.1       RAM atau memori mikroprosesor dimasukkan pada tempat yang telah ditentukan di board pemrogram RAM. Pemrogram RAM merupakan board yang berisi slot atau dudukan untuk menempatkan RAM atau memori mikroprosesor yang akan diisi kode program.

1.2       Pemrogram RAM diinstalasi pada sistem computer. Semua hubungan (jalur) antara pemrogram RAM dan sistem komputer dipasang dan diberi daya (power supply).

02     Melakukan pemrograman pada RAM 2.1        Sistem computer dan pemrogram RAM dinyalakan dan siap digunakan. Tampilan dan menu sudah menunjukkan sistem operasi computer siap digunakan.

2.2    Aplikasi untuk menanamkan kode program ke pemrogram RAM dijalankan. Tampilan dan menu sudah tersedia dan siap untuk digunakan.

2.3    Kode  program  yang  akan  ditanamkan diambil dari file (disk) melalui menu aplikasi pemrogram RAM.    Aplikasi telah menampilkan atau mengenali kode program.

2.4    Menu / proses  penanaman   kode   program  ke dalam pemrogram RAM dijalankan. Kode program dikompilasi dan di burning ke dalam pemrogram RAM.

2.5    Hasil proses penanaman kode program diamati. Jika terjadi kesalahan proses atau kegagalan proses akan ditampilkan pada tampilan monitor.

 

03     Melepas RAM programming 3.1     Sistem komputer dimatikan. Dan    hubungan dengan power supply diputus.

 

3.2     Hubungan    pemrogram   RAM  dan sistem komputer dilepas. Dan tidak ada arus listrik yang mengalir..

 

3.3     RAM  atau   memori  dilepas   dari   pemrogram RAM. RAM atau memori mikroprosesor telah terisi kode program.

 

3.4      Peralatan  disimpan kembali. RAM atau memori mikroprosesor disimpan.

 

Tabel 1Elemen Kompetensi

 

          2.3.5  Batasan Variabel

 

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  2. Menanamkan kode program ke sistem embeded ini dapat bersifat internal dan eksteranal, dan terbatas pada bidang :
      • Teknologi informasi dan komunikasi.
      • Teknologi sistem kendali dan sistem instrumentasi.

 

 

          2.3.6  Panduan Penilaian

 

Panduan penilaian terdiri dari :

                   1.     Pengetahuan dan Ketrampilan Penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini  :

 

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Memahami pemrograman paralel.

1.1.2  Memahami sistem mikroprosesor.

1.1.3  Memahami sistem peripheral.

1.1.4  Mengoperasikan bahasa pemrograman level mesin.

1.1.5  Mengoperasikan bahasa pemrograman terstruktur.

 

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1  Teknik-teknik bertanya dan mendengarkan dengan aktif.

1.2.2  Keterampilan dasar memecahkan masalah yang dapat dipredikasi

1.2.3  Keterampilan bernegosiasi dengan anggota tim, diterapkan pada masalah-masalah  yang dapat diprediksi

1.2.4  Keterampilan dasar melayani klien untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan

1.2.5  Menemukan maksud permintaan dan pertanyaan klien dengan jelas dan tepat

1.2.6  Komunikasi non verbal secara jelas dan

1.2.7  Keterampilan membaca dokumen-dokumen di tempat kerja

 

 

2.     Konteks Penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.     Aspek Penting Penilaian :

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1 Kemampuan untuk mempersiapkan dan memasang peralatan pemrogram RAM.

3.2 Kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi pemrogram RAM.

 

4.     Kaitan Dengan Unit-Unit Lain :

4.1 Unit ini didukung oleh pengetahuan dan  keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan :

4.1.1    TIK.PR02.006.01 Menulis program lanjut.

4.1.2    TIK.PR02.012.01 Mengkompilasi dan menjalankan sebuah aplikasi.

4.1.3    TIK.PR02.016.01 Membuat paket software aplikasi.

4.1.4    TIK.PR02.030.01 Menjelaskan sistem mikroprosesor.

4.1.5    TIK.PR06.003,01 Menjelaskan sistem peripheral.

4.1.6    TIK.PR02.031.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman level mesin

4.2 Unit ini mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan pengembangan aplikasi real time dan embeded.

4.3 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

          2.3.7  Kompetensi Kunci

 

No Kompetensi Kunci Dalam Unit ini Tingkat
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2
2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2
4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2
5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 1
6 Memecahkan masalah 2
7 Menggunakan teknologi 2

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

 

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

          Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

          Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

          Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

          Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

          Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

3.2     Metode Pelatihan

 

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

          Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

          Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

          Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topic tertentu.

 

 

 

 

 

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MENANAMKAN KODE PROGRAM KE SISTEM EMBEDED

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mengetahui pengertian dari Sistem Embedded
  • Siswa mengenal Jenis-Jenis Memori
  • Siswa mengerti tentang bahasa assembly  yang akan digunakan untuk membuat kode program.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat memasang memori RAM pada slot yang ada pada board sistem dengan benar.
  • Siswa mengerti cara melepaskan memori RAM dari slot pada board
  • Siswa mengerti instruksi-instruksi set yang ada dalam arsitektur pengontrol mikro.
  • Siswa dapat membedakan jenis-jenis memori RAM
  • Siswa dapat menambahkan fungsionalitas dari suatu sistem embedded
  • Siswa dapat menanamkan kode program ke dalam memori RAM yang nantinya akan di pasangkan pada sistem embedded.

 

4.3 Uraian singkat tentang  Sistem Embeded

          Embedded system adalah sistem komputer yang dirancang khusus untuk tujuan tertentu demi meningkatkan fungsi suatu mesin. Sesuai artinya, “embedded” yang berarti “mencocokkan”, maka bagian yag dicocokan meliputi peranti keras dan bagian mekanis lain. Hal ini berlawanan dengan sistem umum seperti yang kita kenal dapa Personal Computer (PC) yang bisa menjalankan banyak perintah sekaligus tergantung pada pemrogramannya.

          Embedded system ini didedikasikan untuk perintah spesifik, seperti rancangan desain untuk mengoptimasi mesin, pengurangan ukuran dan biaya produk, atau meningkatkan performa kerja.

Sesungguhnya banyak produk massal yang merupakan hasil dari embedded system. Sebut saja MP3 Player, hingga peranti instalasi skala besar seperti lampu lalu lintas. Bahkan juga sistem pengontrol pembangkit listrik nuklir.

 

Embedded system adalah sistem dengan ciri-ciri sebagai berikut :

 

  1. Mempunyai computing power. Dengan kata lain dilengkapi dengan sebuah processor
  2. Bekerja di lingkungan luar ruangan IT. Jadi kemungkinan besar tidak dilengkapi dengan AC dan menghadapi gangguan dari luar seperti getaran dan debu.
  3. Memiliki tugas yang spesifik. Beda dengan PC atau Server yang relatif lebih multi purpose

 

Embedded system biasanya di gunakan untuk aplikasi-aplikasi misalkan :

 

  1. Pengontrolan Pabrik.
  2. Komputer transaksi di Jalan Toll.
  3. Telemetri di tempat-tempat yang remote seperti misalkan pengamat ketinggian air di bendungan.
  4. Peralatan Smart Electronic yang terpasang di dalam mobil

 

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini

          4.4.1  RAM (Random Access Memory)

Berbicara mengenai memori, sering terjadi penyempitan persepsi dan pengertian mengenai komponen ini. Ada pengertian pada beberapa orang bahwa memori itu adalah ‘komponen’ yang berbentuk segi empat dengan beberapa pin dibawahnya. Komponen ini disebut memory module. Padahal, memori itu adalah suatu penamaan konsep yang bisa menyimpan data dan program. Kemudian ditambah dengan kata internal, yang maksudnya adalah terpasang langsung pada motherboard. Dengan demikian, pengertian memory internal sesungguhnya itu dapat berupa :

  • First-Level (L1) Cache,
  • Second-Level (L2) Cache,
  • Memory Module,

Akan tetapi, ada juga pengelompokan internal memori seperti:

  • RAM (Random Access Memory), dan
  • ROM (Read Only Memory).

Berikut ini penjelasan untuk masing-masing pengertian.

4.4.1.1. First-Level (L1) Cache

Memori yang bernama L1 Cache ini adalah memori yang terletak paling dekat dengan prosesor (lebih spesifik lagi: dekat dengan blok CU [Control Unit]). Penempatan Cache di prosesor dikembangkan sejak PC i486. Memori di tingkat ini memiliki kapasitas yang paling kecil (hanya 16KB), tetapi memiliki kecepatan akses dalam hitungan nanodetik (sepermilyar detik). Data yang berada di memori ini adalah data yang paling penting dan paling sering diakses. Biasanya data di sini adalah data yang telah diatur melalui OS (Operating System) menjadi Prioritas Tertinggi (High Priority).

4.4.1.2. Second-Level (L2) Cache

Memori L2 Cache ini terletak terletak di MotherBoard (lebih spesifik lagi: modulCOAST : Cache On A STick. Bentuk khusus dari L2 yang mirip seperti Memory Module yang dapat diganti-ganti tergantung motherboardnya). Akan tetapi ada juga yang terintegrasi langsung dengan MotherBoard, atau juga ada yang terintergrasi dengan Processor Module. Di L2 Cache ini, kapasitasnya lebih besar dari pada L1 Cache. Ukurannya berkisar antara 256KB—2MB. Biasanya, L2 Cache yang besar diperlukan di MotherBoard untuk Server. Kecepatan akses sekitar 10ns.

4.4.1.3. Memory Module

Memory Module ini memiliki kapasitas yang berkisar antara 4MB—512MB. Kecepatan aksesnya ada yang berbeda-beda. Ada yang berkecepatan 80ns, 60ns, 66MHz (=15ns), 100MHz(=10ns), dan sekarang ini telah dikembangkan PC133MHz (=7,5ns).

Mengenai Memory Module ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

4.4.1.3.1. SIMM (Single In-Line Memory Module)

Single pada SIMM ini dimaksudkan dalam penomoran pin. Pada penampakan fisiknya, pin dan pin yang berada tepat dibaliknya memilki nomor yang sama. Artinya kedua pin itu sekuens proses yang sama. SIMM pertama kali dibuat dalam modul 8 bit. Hal ini dimaksudkan untuk penyelarasan lebar data dari processor itu sendiri. SIMM generasi pertama ini diperuntukkan PC generasi sebelum 80286. Sebagai catatan, Processor generasi 8086 dan teman-temannya, hanya memiliki lebar data untuk floating point (representasi internal dari sebuah processor yang menganggap semua bilangan yang diterima oleh bagian input ALU dan/atau CU menjadi bilangan biner tak bertanda [unsigned binary representation]. Bila bilangan yang diubah ke biner memiliki lebih dari 8 digit bilangan, maka perhitungan akan dilakukan dengan 8 digit terkahir dan terus dilakukan berulang-ulang hingga perhitungan sesuai dengan bilangan semula) sebesar 8 bit. Perkembangan processor juga turut mendorong perkembangan SIMM. Pada processor 32 bit (generasi Pentium), ketergantungan pada L2-Cache sangat tinggi. Tentunya membutuhkan memori 32 bit juga agar tidak terjadi bottle-neck. Pada modul 32 bit ini biasanya ditemukan 2,4,atau 8 chip di salah satu sisinya (dari penampakan fisik SIMM). Jadi dalam 1 keping memori modul yang terdiri dari 8 chip, akan bernilai 32MB. Perhitungannya seperti berikut. 8 chip X [32bit/sel X 524288 sel] / 8 bit/MB = 32MB. SIMM ini dapat digabungkan dengan sesama SIMM sendiri. Meskipun kecepatan akses data yang berbeda dan/atau merek yang berbeda pula. Akan tetapi, SIMM tidak bisa digabungkan dengan DIMM. Hal ini karena akan terjadi “kebingungan” MotherBoard untuk menginisialisasi akses ke memori mana.

 

SIMM juga dikelompokkan berdasarkan jumlah pin.

  • 30 pins
    • pertama kali dibuat dalam modul 8 FPM (Fast Page Mode) yang memiliki kecepatan 80ns
    • maksimal Bandwidth (lebar jalur data) : 176MB/sec.
    • 72 pins
      • FPM yang berkecepatan 70ns
      • EDO (Extended Data Output) yang berkecepatan 60ns, maksimal Bandwidth: 264 MB/sec

 

4.4.1.3.2 DIMM (Dual In-Line Memory Module)

Dual berarti kedua sisi dari penampakan fisik ini menunjukkan bahwa dua buah sisi menjalankan sekuens proses masing-masing, namun masih mendukung satu proses utama yang sama. Meskipun processor 64-bit masih terlalu jarang untuk kalangan PC, memori telah mengembangkan “jalan”nya terlebih dahulu. DIMM sekarang ini telah memiliki lebar data 64 bit.Pembagian untuk DIMM akan dijelaskan pada bagian RAM.

 

                    4.4.1.4. Soket Memori

Tipe soket yang ada umumnya adalah SIMM dan DIMM. Soket SIMM memiliki 30 atau 72 pin sedangkan soket DIMM. Soket SIMM mendukung memori jenis FPM (Fast Page Mode) dan EDO (Extended Data Out), sedangkan soket DIMM 168 pin mendukung SDRAM (Synchronous Dynamic RAM). Chipset buatan Intel yang mendukung SDRAM adalah 430VX, 430TX, 440LX, 440BX, dan 440GX. SDRAM membutuhkan tegangan 3,3 volt untuk bekerja, pada motherboard terdapat jumper untuk memilih tegangan DIMM, jika kita memasang SDRAM pada DIMM pastikan tegangan 3,3 volt yang kita pilih.

Soket SIMM (Kiri), Soket DIMM (Kanan)

 

4.4.1.5. Kecepatan RAM

Kecepatan RAM diukur dalam ns (nano seconds). Makin kecil ns semakin cepat RAM . Dulu kecepatan RAM sekitar 120, 100 dan 80 ns. Sekarang sekitar 15, 10, sampai 8 ns. Kecepatan RAM sangat berkaitan erat dengan system bus , apakah system bus kita efektif untuk menggunakan RAM yang cepat. Berikut ini tabel yang menggambarkan hubungan clock speed dalam system bus dengan kecepatan RAM yang diperlukan.

Clock speed

Time per clock tick

20 MHz

50 ns

25 MHz

40 ns

33 MHz

30 ns

50 MHz

20 ns

66 MHz

15 ns

100 MHz

10 ns

133 MHz

6 ns

Kecepatan RAM

 

Selain itu, berdasarkan bahan dasar pembuatan, RAM dikelompokkan dalam dua bagian utama, yaitu (a) Static RAM, dan (b) Dynamic RAM. Berikut ini penjelasannya.

4.4.1.6. Static RAM

Secara internal, setiap sel yang menyimpan n bit data memiliki 4n buah transistor yang menyusun beberapa buah rangkaian Flip-Flop. Dengan karakteristik rangkaian Flip-Flop ini, data yang disimpan hanyalah berupa Hidup (High state) atau Mati (Low state) yang ditentukan oleh keadaan suatu transistor. Kecepatannya dibandingkan dengan Dynamic RAM tentu saja lebih tinggi karena tidak diperlukan sinyal refresh untuk mempertahankan isi memory.

4.4.1.7 Dynamic RAM

Secara internal, setiap sel yang menyimpan 1 bit data memiliki 1 buah Transistor dan 1 buah Kondensator. Kondensator ini yang menjaga tegangan agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh karena penjagaan arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang disebut refreshing) maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak daripada kinerja Static RAM.

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, modul memori berkembangberiring-iringan dengan perkembangan processor. Jenis DRAM ini jugamengalami perkembangan.

Perkembangan Jenis DRAM

  • Synchronous DRAM (SDRAM) adalah salah satu contohnya. Dalam SDRAM ini (yang biasanya dikenal sebagai SIMM SDRAM) hanyalah memperbaiki kecepatan akses data yang tersimpan. Dengan proses sinkronisasi kecepatan modul ini dengan Frekuensi Sistem Bus pada prosesor diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya. Modul EDO RAM dapat bawa ke kecepatan tertingginya di FSB maksimum 75MHz, sedangkan SDRAM dapat dibawa ke kecepatan 100MHz pada sistem yang sama. SDRAM ini juga dikembangkan lebih jauh.
    • PC100 RAM

SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 100MHz

  • PC133 RAM

SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 133MHz

  • ECC RAM (Error Checking and Correction RAM)

SDRAM yang dikembangkan untuk kebutuhan server yang memilikikinerja yang berat. Jenis SDRAM ini dapat mencari kerusakan datapada sel memori yang bersangkutan dan langsung dapatmemperbaikinya. Akan tetapi, batasan dari SDRAM jenis ini adalah,sel data yang dapat diperbaiki hanya satu buah sel saja dalam satu waktu pemrosesan data.

  • Burst EDO RAM (BEDO RAM) adalah jenis EDO yang memilikikemampuan Bursting. Kinerja yang telah digenjot bisa 100% lebih tinggi dari FPM, 33% dari EDO RAM. Semula dikembangkan untuk menggantikan SDRAM, tetapi karena prosesnya yang asinkron, dan hanya terbatas sampai 66MHz, praktis BEDO RAM ditinggalkan.
  • Rambus DRAM (RDRAM) dikembangkan oleh RAMBUS, Inc., Pengembangan ini menjadi polemik karena Intel berusaha memperkenalkan PC133MHz. RDRAM ini memiliki jalur data yang sempit (8 bit) tapi kinerjanya tidak dapat diungguli oleh DRAM jenis lain yang jalur datanya lebih lebar dari RDRAM yaitu 16 bit atau bahkan 32 bit. Hal ini karena RDRAM ini memiliki Memory Controller yang dipercanggih. Tentunya hanya motherboard yang mendukung RAMBUS saja yang bisa memakai DRAM ini, seperti MotherBoard untuk AMD K7 Athlon. Akan tetapi, RAM jenis ini dipakai oleh 3dfx, Inc., untuk mempercepat proses penggambaran objek 3 dimensi yang penuh oleh poligon. Contoh produk yang memakainya adalah 3dfx seri Voodoo4.
  • SyncLink DRAM (SLDRAM) dibuat karena untuk memakai RDRAM ini harus membayar royalti kepada RAMBUS Inc., Hal ini dirasakan sangat mahal bagi pengembang motherboard. Dengan Kecepatan 200MHz, dan bandwith maksimum 1600MB/sec cukup untuk mengkanvaskan perkembangan RAMBUS DRAM.
  • Double Data Rate RAM (DDRAM) dikembangkan karena kebutuhan transmisi data sangat tinggi. Teknologi ini dikembangkan berdasarkan transmisi data ke dan dari terminal lain melalui sinyal tact.
  • Serial Presence Detect (PSD) adalah perkembangan dari DIMM yang menyertakan sebuah chip EPROM yang dapat menyimpan informasi tentang modul ini. Chip kecil yang memiliki 8 pin ini bertindak sebagai SPD yang sedemikian rupa sehingga BIOS dapat membaca seluruh informasi yang tersimpan didalamnya dan dapat menyetarakan FSB dengan waktu kerja untuk performa CPU-RAM yang sempurna.

          4.4.2  Bahasa Asembly

Secara fisik, kerja dari sebuah mikrokontroler dapat dijelaskan sebagai siklus pembacaan instruksi yang tersimpan di dalam memori. Mikrokontroler menentukan alamat dari memori program yang akan dibaca, dan melakukan proses baca data di memori. Data yang dibaca diinterprestasikan sebagai instruksi. Alamat instruksi disimpan oleh mikrokontroler di register, yang dikenal sebagai program counter. Instruksi ini misalnya program aritmatika yang melibatkan 2 register. Sarana yang ada dalam program assembly sangat minim, tidak seperti dalam bahasa pemrograman tingkat atas (high level language programming) semuanya sudah siap pakai. Penulis program assembly harus menentukan segalanya, menentukan letak program yang ditulisnya dalam memori-program, membuat data konstan dan tablel konstan dalam memori-program, membuat variabel yang dipakai kerja dalam memori-data dan lain sebagainya.

4.4.2.1. Program sumber assembly
Program-sumber assembly (assembly source program) merupakan kumpulan dari baris-baris perintah yang ditulis dengan program penyunting-teks (text editor) sederhana, misalnya program EDIT.COM dalam DOS, atau program NOTEPAD dalam Windows atau MIDE-51. Kumpulan baris-printah tersebut biasanya disimpan ke dalam file dengan nama ekstensi *.ASM dan lain sebagainya, tergantung pada program Assembler yang akan dipakai untuk mengolah program-sumber assembly tersebut.
Setiap baris-perintah merupakan sebuah perintah yang utuh, artinya sebuah perintah tidak mungkin dipecah menjadi lebih dari satu baris. Satu baris perintah bisa terdiri atas 4 bagian, bagian pertama dikenali sebagai label atau sering juga disebut sebagai symbol, bagian kedua dikenali sebagai kode operasi, bagian ketiga adalah operand dan bagian terakhir adalah komentar.
Antara bagian-bagian tersebut dipisahkan dengan sebuah spasi atau tabulator.
4.4.2.1.1     Bagian label
Label dipakai untuk memberi nama pada sebuah baris-perintah, agar bisa mudah menyebitnya dalam penulisan program. Label bisa ditulis apa saja asalkan diawali dengan huruf, biasa panjangnya tidak lebih dari 16 huruf. Huruf-huruf berikutnya boleh merupakan angka atau tanda titik dan tanda garis bawah. Kalau sebuah baris-perintah tidak memiliki bagian label, maka bagian ini boleh tidak ditulis namun spasi atau tabulator sebagai pemisah antara label dan bagian berikutnya mutlak tetap harus ditulis.
Dalam sebuah program sumber bisa terdapat banyak sekali label, tapi tidak boleh ada label yang kembar.
Sering sebuah baris-perintah hanya terdiri dari bagian label saja, baris demikian itu memang tidak bisa dikatakan sebagai baris-perintah yang sesungguhnya, tapi hanya sekedar memberi nama pada baris bersangkutan.
Bagian label sering disebut juga sebagai bagian symbol, hal ini terjadi kalau label tersebut tidak dipakai untuk menandai bagian program, melainkan dipakai untuk menandai bagian data.

4.4.2.1.2     Bagian kode operasi
Kode operasi (operation code atau sering disingkat sebagai OpCode) merupakan bagian perintah yang harus dikerjakan. Dalam hal ini dikenal dua macam kode operasi, yang pertama adalah kode-operasi untuk mengatur kerja mikroprosesor / mikrokontroler. Jenis kedua dipakai untuk mengatur kerja program assembler, sering dinamakan sebagai assembler directive.
Kode-operasi ditulis dalam bentuk mnemonic, yakni bentuk singkatan-singkatan yang relatip mudah diingat, misalnya adalah MOV, ACALL, RET dan lain sebagainya. Kode-operasi ini ditentukan oleh pabrik pembuat mikroprosesor/mikrokontroler, dengan demikian setiap prosesor mempunyai kode-operasi yang berlainan.
Kode-operasi berbentuk mnemonic tidak dikenal mikroprosesor/mikrokontroler, agar program yang ditulis dengan kode mnemonic bisa dipakai untuk mengendalikan prosesor, program semacam itu diterjemahkan menjadi program yang dibentuk dari kode-operasi kode-biner, yang dikenali oleh mikroprosesor/mikrokontroler.
Tugas penerjemahan tersebut dilakukan oleh program yang dinamakan sebagai Program Assembler.  Di luar kode-operasi yang ditentukan pabrik pembuat mikroprosesor/mikrokontroler, ada pula kode-operasi untuk mengatur kerja dari program assembler, misalnya dipakai untuk menentukan letak program dalam memori (ORG), dipakai untuk membentuk variabel (DS), membentuk tabel dan data konstan (DB, DW) dan lain sebagainya.

4.4.2.1.3     Bagian operand
Operand merupakan pelengkap bagian kode operasi, namun tidak semua kode operasi memerlukan operand, dengan demikian bisa terjadi sebuah baris perintah hanya terdiri dari kode operasi tanpa operand. Sebaliknya ada pula kode operasi yang perlu lebih dari satu operand, dalam hal ini antara operand satu dengan yang lain dipisahkan dengan tanda koma.
Bentuk operand sangat bervariasi, bisa berupa kode-kode yang dipakai untuk menyatakan Register dalam prosesor, bisa berupa nomor-memori (alamat memori) yang dinyatakan dengan bilangan atau pun nama label, bisa berupa data yang siap di-operasi-kan. Semuanya disesuaikan dengan keperluan dari kode-operasi.
Untuk membedakan operand yang berupa nomor-memori atau operand yang berupa data yang siap di-operasi-kan, dipakai tanda-tanda khusus atau cara penulisan yang berlainan.
Di samping itu operand bisa berupa persamaan matematis sederhana atau persamaan Boolean, dalam hal semacam ini program Assembler akan menghitung nilai dari persamaan-persamaan dalam operand, selanjutnya merubah hasil perhitungan tersebut ke kode biner yang dimengerti oleh prosesor. Jadi perhitungan di dalam operand dilakukan oleh program assembler bukan oleh prosesor!

4.4.2.1.4.    Bagian komentar
Bagian komentar merupakan catatan-catatan penulis program, bagian ini meskipun tidak mutlak diperlukan tapi sangat membantu masalah dokumentasi. Membaca komentar-komentar pada setiap baris-perintah, dengan mudah bisa dimengerti maksud tujuan baris bersangkutan, hal ini sangat membantu orang lain yang membaca program.
Pemisah bagian komentar dengan bagian sebelumnya adalah tanda spasi atau tabulator, meskipun demikian huruf pertama dari komentar sering-sering berupa tanda titik-koma, merupakan tanda pemisah khusus untuk komentar.
Untuk keperluan dokumentasi yang intensip, sering-sering sebuah baris yang merupakan komentar saja, dalam hal ini huruf pertama dari baris bersangkutan adalah tanda titik-koma.
AT89S51 memiliki sekumpulan instruksi yang sangat lengkap. Instruksi MOV untuk byte dikelompokkan sesuai dengan mode pengalamatan (addressing modes). Mode pengalamatan menjelaskan bagaimana operand dioperasikan. Berikut penjelasan dari berbagai mode pengalamatan. Bentuk program assembly yang umum ialah sebagai berikut :

Label/Simbol Opcode Operand Komentar
  Org 0H  
Start:

Kiri:

Delay:
Del1:
Del2:

Mov
Mov
Mov
Call
RL
DEC
CJNE
Sjmp
mov
mov
djnz
djnz
ret
end
A, #11111110b
R0, #7
P0, A
Delay
A
R0
R0, #0, Kiri
Start
R1, #255
R2, #255
R2, del2
R1, del1
; Isi Akumulator
; Isi R0 dengan 7
; Copy A ke P0
; Panggil Delay

 

Isi memori ialah bilangan heksadesimal yang dikenal oleh mikrokontroler kita, yang merupakan representasi dari bahasa assembly yang telah kita buat. Mnemonic atau opcode ialah kode yang akan melakukan aksi terhadap operand . Operand ialah data yang diproses oleh opcode. Sebuah opcode bisa membutuhkan 1 ,2 atau lebih operand, kadang juga tidak perlu operand. Sedangkan komentar dapat kita berikan dengan menggunakan tanda titik koma (;). Berikut contoh jumlah operand yang berbeda beda dalam suatu assembly.

CJNE R5,#22H, aksi ;dibutuhkan 3 buah operand
MOVX @DPTR, A ;dibutuhkan 2 buah operand
RL A ;1 buah operand
NOP ; tidak memerlukan operand

Program yang telah selesai kita buat dapat disimpan dengan ekstension .asm. Lalu kita dapat membuat program objek dengan ekstension HEX dengan menggunakan compiler MIDE-51, yang dijelaskan sebagai berikut:

 

4.4.2.2. Assembly Listing

Program-sumber assembly di atas, setelah selesai ditulis diserahkan ke program Assembler untuk diterjemahkan. Setiap prosesor mempunyai program assembler tersendiri, bahkan satu macam prosesor bisa memiliki beberapa macam program Assembler buatan pabrik perangkat lunak yang berlainan.
Hasil utama pengolahan program Assembler adalah program-obyek. Program-obyek ini bisa berupa sebuah file tersendiri, berisikan kode-kode yang siap dikirimkan ke memori-program mikroprosesor/mikrokontroler, tapi ada juga program-obyek yang disisipkan pada program-sumber assembly seperti terlihat dalam Assembly Listing di Gambar 2.
Bagian kanan Gambar 2 merupakan program-sumber Assembly karya asli penulis program, setelah diterjemahkan oleh program Assembler kode-kode yang dihasilkan berikut dengan nomor-nomor memori tempat penyimpanan kode-kode tadi, disisipkan pada bagian kiri setiap baris perintah, sehingga bentuk program ini tidak lagi dikatakan sebagai program-sumber assembly tapi dikatakan sebagai Assembly Listing.
Membaca Assembly Listing bisa memberikan gambaran yang lebih jelas bagi program yang ditulis, bagi pemula Assembly Listing memberi pengertian yang lebih mendalam tentang isi memori-program, sehingga bisa lebih dibayangkan bagaimana kerja dari sebuah program.

Line  Addr   Code                Source

1:                                        Org 0H

2:     0000   74 FE      Start:    Mov A,#11111110b

3:     0002   78 07                   Mov R0,#7

4:     0004   F5 80       Kiri:      Mov P0,A

5:     0006   12 00 1C              Call Delay

6:     0009   23                        RL A

7:     000A  18                        DEC  R0

8:     000B  B8 00 F6              CJNE R0,#0,Kiri

9:     000E  78 07                   Mov R0,#7

10:   0010   F5 80        Kanan: Mov P0,A

11:   0012   12 00 1C               Call Delay

12:   0015   03                        RR A

13:   0016   18                        DEC R0

14:   0017   B8 00 F6              CJNE R0,#0,Kanan

15:   001A   80 E4                  Sjmp Start

16: ;

17:   001C 79 FF       Delay:   mov R1,#255

18:   001E 7A FF      Del1:     mov R2,#255

19:   0020 DA FE      Del2:     djnz R2,del2

20:   0022 D9 FA                   djnz R1,del1

21:   0024 22                         ret

22:                                        end

 

4.5. Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi

          4.5.1. Mempersiapkan pemrogram RAM

4.5.1.1. Pengetahuan Kerja

                  

                   Tips Memasang SIMM

  1. Berapa jumlah soket SIMM (berwarna putih dengan kunci kaki dari logam berwarna perak) yang belum terisi. Hal ini mempengaruhi jumlah Memory Bank yang ada, serta tata cara pengisiannya. (untuk beberapa MotherBoard yang “kuno”).
Bank 1 Bank 2 Total RAM
16MB + 16MB - 32MB
16MB + 16MB 32MB + 32MB 96MB
32MB + 32MB 32MB + 32MB 128MB

 

  1. Jenis SIMM yang akan dipasang (socket SIMM hanya mendukung jenis FPM dan EDO).

Keberadaan socket DIMM (berwarna gelap dengan kunci kaki dari plastic berwarna putih). Jika ada socket DIMM lebih baik “buang” SIMM dan gantilah dengan DIMM, karena kinerja DIMM lebih baik dari SIMM. Bila tidak di”buang”, maka akan terjadi bottle-neck kinerja memori, walaupun MotherBoard tidak menunjukkan gejala suatu kesalahan.

 

 

 

 

4.5.1.2. Keterampilan Kerja

                   Langkah memasang SIMM :

  1. Tentukan pin 1 pada memori dan pin 1 pada soket SIMM dan pasangkan.
  2. Masukkan memori dari salah satu sisi soket dengan posisi miring lalu dorong memori sehingga terpasang tegak dan terkunci.

Langkah memasang DIMM :

Menekan memori ke arah bawah sampai pengunci terpasang pada memori

4.5.1.3. Sikap Kerja

          Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempersiapkan peralatan untuk memasang RAM adalah sebagai berikut:

1. Siapkan memori RAM

2. Siapkan mikroprosesor atau mikrokontroler yang akan digunakan (contoh : mikrokontrolerPIC16F84)

3. Siapkan  Resistor R1 10K

4. Siapkan Resistor R2 4K7

5. Siapkan  Resistor R3 4K7

6. Siapkan Dioda 1N4148

7. Siapkan  Kapasitor 100uF 16V

8. Siapkan  Soket DIP 18 pin

9. Siapkan  DB9 Female 9 pin

10. Siapkan PCB Lubang IC

 

Hubungkan semua bagian menjadi sebuah rangkaian seperti yang tampak pada gambar 4.5.1.3.2. Semua rangkaian di pasang pada papan PCB berlubang yang mudah untuk diinstalasikan.

Gambar 4.5.1.3.1 Papan PCB (Mempersiapkan pemrogram RAM )

Gambar 4.5.1.3  Rangkaian Programmer PIC16F84 (mempersiapkan pemrogram RAM)

 

          4.5.2. Melakukan pemrograman pada RAM

4.5.2.1 Pengetahuan Kerja

          Setelah perangkat keras kita buat, maka kini saatnya berkenalan dengan perangkat lunak. Adapun perangkat lunak untuk mempelajari mikrokontroler diperlukan beberapa jenis diantaranya adalah :
a. Editor Teks
b. Compiler
c. Programmer
Adapun urutan kerja ( flowchart ) untuk menggunakan mikrokontroler adalah sebagai berikut.

 

Gambar 4.5.2.1.1 Urutan Pemrograman RAM (Melakukan pemrograman pada RAM)

Editor teks adalah sebuah program yang digunakan untuk menuliskan teks ( karakter ascii ) pada komputer. Program ini contohnya adalah Notepad atau Q-Edit. Dan masih banyak lagi, adapula editor teks yang telah terintegrasi dengan program kompilasi. Sebagai contoh adalah microPascal merupakan program yang didalamnya terdapat editor teks dan kompiler pascal.

Yang dimaksud dengan Kompiler adalah sebuah program yang dapat menerjemahkan kata-kata ( program ) menjadi kode-kode biner / hexa yang nantinya akan dimasukkan kedalam mikrokontroler. Contoh program kompiler adalah mikroPascal atau MPASM.

Untuk tahap awal, siswa akan belajar memprogam menggunakan bahasa assembly dengan maksud bahwa siswa akan menjadi lebih tahu sampai kedetail hardware mikrokontroler. Selanjutnya siswa dapat mempelajari bahasa pemrograman yang lainnya.

Mikrokontroler merupakan sebuah IC ( Integrated Circuit ) yang digunakan untuk mengontrol peralatan tertentu. Sebagai contoh mesin fax atau mesin fotocopy dikontrol menggunakan mikrokontroler. Sehingga secara sederhana mikrokontroler merupakan sebuah komputer dalam bentuk IC.
Hal ini tidak lain karena didalam mikrokontroler telah terkandung bagian-bagian penyusun sebuah komputer. Didalam sebuah mikrokontroler terdapat :

a. CPU ( Central Processing Unit ) disinilah tempat ‘otak’ mikrokontroler diletakkan. CPU dapat melakukan operasi aritmatika dan logika.

b. Read Only Memory ( ROM ) yang berupa Flash Memori, karena itulah ada huruf ‘F’ pada PIC16F84. Memori ini tempat program disimpan. Isi memori ini tidak terhapus walaupun arus listrik diputuskan.

c. RAM ( Random Access Memory ) yang berupa Statik RAM merupakan memori untuk menyimpan data sementara. Isi memori RAM dapat hilang jika arus listrik diputuskan.

d. I/O ( Input / Output ) bagian ini adalah bagian mikrokontroler yang dapat berhubungan dengan dunia luar. Umumnya port input juga dapat dipakai sebagai port output.

e. Modul Timer ( Modul Pewaktuan ). Tidak tiap mikrokontroler dilengkapi dengan modul timer ini. Dengan adanya modul ini, maka dapat dibuat pewaktuan yang lebih akurat.

Adapun secara blok diagram, maka mikrokontroler PIC16F84 dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar  4.5.2.1.2 Blok Diagram mikrokontroler (Melakukan pemrograman pada RAM)

Pada gambar diatas terlihat bahwa untuk berhubugan dengan dunia luar maka digunakan modul I/O. Jika pada komputer ( PC ) alat masukan biasanya adalah keyboard dan mouse, sedangkan alat keluaran adalah monitor ( layar komputer ) dan printer, maka secara umum bagi mikrokontroler alat masukan berupa switch atau sensor dan alat keluaran berupa LED, LCD, relay , Buzzer, Speaker dan lain-lain.
Sebagai contoh sebuah mikrokontroler dipakai untuk mengontrol sebuah mobile robot. Maka sebagai masukannya adalah sensor ( foto sensor ) dan sebagai outputnya adalah motor servo.

 
Gambar Pemakaian mikrokontroler untuk kontrol robot

Diagram diatas memberikan sebuah contoh pemakaian mikrokontroler untuk mengontrol sebuah mobile robot. Perhatikan arah panah pada kotak “mikrokontroler”. Panah masuk berarti dia sebagai port masukan ( Input ) dan panah keluar berarti dia sebagai port keluaran ( Output ).

 

4.5.2.2 Keterampilan Kerja
Untuk dapat bekerja dengan baik, maka perlu adanya persiapan pada mikrokontroler. Jadi chip mikrokontroler tidak bisa langsung dipakai. Karena memori Flash-nya ( ROM ) masih kosong. Oleh karena itu tahapan-tahapan berikut ini harus diberikan terlebih dahulu agar mikrokontroler dapat bekerja dengan baik.

1. Persiapan Catu Daya
Persiapkan catu daya yang teregulasi dengan baik. Gunakan IC regulator standard 7805 agar diperoleh output tegangan sebesar +5V. Sedangkan untuk inputnya dapat menggunakan adaptor listrik ( +9V ) atau lebih praktis lagi menggunakan baterai kotak 9V.

2. Persiapkan Sumber Detak
Sumber detak ( clock ) wajib bagi mikrokontroler ( mikrokontroler tanpa internal clock ). Pada pelatihan ini akan dipakai sumber detak menggunakan Resonator supaya praktis. Sumber detak lain tentu juga dapat dipakai. Resontor ini memiliki 3 kaki adapun hubungan ketiga kaki tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar Hubungan Resonator – Mikrokontroler

3. Persiapan Program
Terakhir adalah mempersiapkan program yang akan diberikan kepada mikrokontroler. Program ini akan memberitahukan kepada mikrokontroler hal-hal yang harus dilakukan olehnya. Program yang diberikan kepada mikrokontroler harus berformat hexa (nama file.hex ). File ini adalah hasil kompilasi dari file sebelumnya ( *.asm atau *.ppas ). File *.asm harus dikompilasi menggunakan MPASM sedangkan file *.ppas harus dikompilasi menggunakan mikroPascal.

 

Setelah bagian hardware selesai dipersiapkan, maka untuk selanjutnya kita dapat mempersiapkan bagian software. Untuk memprogram sebuah mikrokontroler dapat digunakan beragam bahasa pemrograman. Kita dapat menggunakan bahasa assembly, bahasa Basic, Bahasa Pascal maupun bahasa C.
Sebagai tahap permulaan, maka akan diperkenalkan bahasa assembly untuk memprogram mikrokontroler PIC16F84. Memprogram dengan bahasa assembly memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah bahwa kita harus mengenal hardware mikrokontroler yang akan diprogram, selain itu juga hasil program kompilasi file-nya sangat kecil.
Untuk mempersiapkan pemrograman mikrokontroler ini maka harus disediakan 2 jenis software yaitu Q-Edit dan MPASM. Masing-masing software tersebut tidak memerlukan instalasi, jadi dapat di copy-paste saja.

Sebelum lebih dalam berkenalan dengan software Q-Edit ( editor teks ) dan MPASM ( Kompiler assembly ) maka akan diperkenalkan terlebih dahulu port-port pada mikrokontroler PIC16F84. Hal ini karena secara umum port pada mikrokontroler tersebut adalah sangat berguna untuk berhubungan dengan dunia / alat luar. Sebagai contoh jika kita hendak membuat LED berjalan, maka akan dipakai port keluaran dll.
Pada mikrokontroler PIC16F84 terdapat 2 buah port I/O yang diberi nama Port A dan Port B. Port A hanya memiliki 5 jalur saja yang masing-masing diberi nama RA0 ..RA4 sedangkan Port B memiliki 8 jalur yang masing-masing diberi nama RB0 ..RB7. Jadi total terdapat 13 jalur I/O pada mikrokontroler PIC16F84.

Setelah dibahas port pada mikrokontroler PIC16F84, selanjutnya kita akan kembali untuk membahasa persiapan untuk membuat program bagi mikrokontroler PIC16F84. Bahasa assembly untuk tiap mikrokontroler biasanya berbeda, kecuali untuk mikrokontroler turunan. Bahasa assembly mikrokontroler PIC16F84 dengan bahasa assembly mikrokontroler MCS-51 ( Intel ) jelas sangat berbeda. Namun bahasa assembly mikrokontroler MCS-51 dengan AT89C atau AT89S dari Atmel adalah sama karena mikrokontroler dari Atmel turunan dari mikrokontroler buatan Intel.
Secara umum ada 3 format instruksi untuk mikrokontroler PIC16F84 yaitu :

a. Format untuk instruksi berorientasi byte
Bentuk dari format ini adalah sebagai berikut.
Opcode d f(file#)
Dimana : d = 0 untuk tujuan register W
d = 1 untuk tujuan register f
f = alamat register file ( 7-bit )

b. Format untuk instruksi berorientasi bit
Bentuk dari format ini adalah sebagai berikut.
Opcode b(Bit#) f(file#)
Dimana : b = 3 bit alamat bit
f = alamat register file ( 7-bit )

c. Format untuk instruksi literal dan operasi kontrol
Bentuk dari format ini adalah sebagai berikut.
Opcode k (LITERAL)
Dimana : k = 8-bit nilai langsung

Secara umum, sebuah program untuk mikrokontroler PIC16F84 terdiri dari :
; Bagian keterangan untuk menjelaskan nama program
; dan kegunaan program. Juga nama programmernya jika diperlukan
;——————————————————————————————-
nama prosesor yang digunakan ( dalam hal ini 16f84 )
include file ( jika ada file tambahan yang diperlukan )
Bagian Ekuivalen ( misalnya porta equ 0×05 )
;———————————————————————-
Origin ( awal mulai program diletakkan , mis org 0×00 )
;isi program

Agar lebih mudah memberikan gambaran antara rancangan alat dengan program yang harus diberikan, maka berikut adalah sebuah contoh untuk membuat sebuah LED yang terhubung dengan jalur RA0 menyala. Adapun gambar rangkaian adalah sebagai berikut.

Gambar Rangkaian untuk menyalakan sebuah LED

Setelah rangkaian diatas dibuat pada breadboard, maka selanjutnya adalah membuat program yang akan dimasukkan kedalam mikrokontroler. Adapun program tersebut adalah sebagai berikut.

;Program untuk membuat sebuah LED pada RA0 menyala
;Nama File : LEDRA0.asm
;Oleh : ( nama anak didik )
;————————————————
processor 16f84

status equ 0×03
porta equ 0×05
trisa equ 0×85
rp0 equ 0×05
;———————————————————-
org 0×00

inisialisasi
bsf status,rp0 ; ke halaman 1
clrf trisa ; porta dijadikan port keluaran
bcf status,rp0 ; ke halaman 0

led_nyala
bsf porta,0 ; nyalakan led pada RA0

loop
goto loop
end ; akhir program

;———————————————————-

Program diatas ditulis pada Q-Edit atau pada Notepad dan setelah selesai ditulis disimpan dengan nama file LEDRA0.asm. Ekstensi .asm akan menunjukkan bahwa file tersebut adalah file bahasa assembly. Menggunakan Notepad adalah sangat mudah, namun menggunakan Q-Edit belum semua orang tahu. Oleh karena itu berikut akan diberikan keterangan cara menggunakan Q-Edit.
Pertama double-klik pada program Q-Edit sehingga program tersebut terbuka. Setelah itu masukkan nama file dan folder yang hendak dibuat, contoh c:\LEDRA0.asm seperti pada gambar berikut. Dan setelah itu tekan ENTER.

Gambar Memasukkan folder dan nama file pada Q-Edit

Tuliskan program LEDRA0.asm pada editor teks Q-Edit seperti terlihat pada gambar.

Gambar Menuliskan program pada Q-Edit

Untuk menampilkan menu dilakukan dengan menekan tombol ESC. Untuk menyimpan program yang telah dibuat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Tekan ESC , Pilih File (enter ) pilih Save (enter ). Untuk keluara dari Q-Edit dilakukan dengan cara tekan ESC kemudian pilih QUIT , Quit All Files ( enter ).
Proses diatas adalah proses untuk mendapatkan file assembler ( nama file .asm ). File ini belum bisa dimasukkan kedalam mikrokontroler PIC16F84. Agar bisa dimasukkan kedalam mikrokontroler PIC16F84 ( download ) maka file tersebut perlu dikompilasi terlebih dahulu menggunakan MPASM. Adapun prosesnya adalah sebagai berikut.
Buka program MPASM dan isikan file yang hendak dikompilasi, misalnya c:\LEDRA0.asm. Atau lebih praktis dengan cara menekan tombol Browse dan cari file yang akan dikompilasi.

Gambar Proses kompilasi menggunakan MPASM

Yang perlu diperhatikan disini adalah tipe prosesor yang dipakai, harus dipilih 16F84, karena jika dipilih prosesor lain maka tidak akan bekerja normal untuk mikrokontroler PIC16F84.
Proses selanjutnya tinggal tekan tombol “ASSEMBLE” dan apabila tidak ada kesalahan akan segera dihasilkan file c:\LEDRA0.hex.

Setelah proses yang panjang ini dilewati, maka kita telah mendapatkan file c:\LEDRA0.hex yang berisi kode-kode untuk mikrokontroler PIC16F84 agar menyalakan LED yang terhubung dengan pena RA0. Adapun ‘isi’ dari file c:\LEDRA0.hex adalah.

:0A00000083168501831205140428FD
:00000001FF
Angka-angka diatas akan memberitahukan mikrokontroler untuk menyalakan LED yang dipasang pada jalur RA0. Proses terakhir adalah memasukkan file hex diatas kedalam mikrokontroler PIC16F84.
Pasangkan mikrokontroler PIC16F84 kedalam alat Programmer ( gambar 1 dan 2 ). Hati-hati jangan sampai t erbalik kaki-kakinya. Jika terbalik ada kemungkinan PIC akan menjadi rusak. Alat programmer dapat segera dihubungkan dengan serial port pada komputer anda ( pilih yang 9 pin ). Jika pada komputer anda serial port tidak ada yang menggunakan 9 pin tetapi 25 pin, maka dapat diakali dengan cara membelikan konverter serial port dari 25 pin ke 9 pin yang banyak dijual dipasaran.
Setelah itu barulah dibuka program PICPROG seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Gambar Program untuk mendownload ke mikrokontroler PIC16F84

Tekan tombol open dan carilah file c:\LEDRA0.hex. Setelah itu atur Osilator pada “XT” dan beri tanda centang pada “Power Up Timer” ( lihat gambar 20 ). Setelah file c:\LEDRA0.asm dibuka, maka tampilan gambar akan berubah.

Terakhir tekan tombol Program ( “Gambar Halilintar” ) pada PICPROG, maka file c:\LEDRA0.hex akan segera dimasukkan kedalam mikrokontroler PIC16F84.

          4.5.3. Melepas RAM  Programming

             

              Langkah melepas SIMM :

Tekan pengunci di pinggir soket ke arah luar.  Dorong memori dan lepaskan

Langkah melepas DIMM :

Membuka pengunci ke arah luar dan mengangkat memori.

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1     Sumber Daya Manusia

 

          Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

          Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

          Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2     Sumber-sumber Perpustakaan

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahaan / buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.
  6. Dengan melakukan browsing untuk mencari bahan-bahan pelatihan di Internet.
  7. Referensi dari daftar pustaka

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Sumber-sumber bacaan yang dapat digunakan :

 

Judul

Pengarang

Penerbit

 

 

:

:

:

 

 

Belajar MIKROKONTROLER

Moh. Ibnu Malik, ST

PT.Gava Media Yogyakarta

 

 

Judul

Pengarang

Penerbit

 

 

:

:

:

 

BEREKSPERIMEN DENGAN MIKROKONTROLER 8031

Moh. Ibnu Malik, ST & Anistardi

PT.Elex Media Komputindo

 

 

Judul

Pengarang

Penerbit

 

 

:

:

:

 

 

Membuat Robot dengan Mikrokontroler PIC16F84.

Moh.  Ibnu Malik, ST

PT.Gava Media Yogyakarta

 

 

Judul

Pengarang

Penerbit

 

 

:

:

:

 

 

Mikroprosesor Intel Jilid I

Barry B. Brey

Prentice Hall

 

 

 

 

5.3        Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menanamkan Kode Program Ke Sistem Embedded
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR06.004.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menanamkan Kode Program Ke Sistem Embedded

TIK.PR06.004.01

  • Komputer (CPU, monitor, keyboard, mouse) dengan Windows
  • Mother Board
  • Memori RAM (SDRAM, DDRAM, dll)
  • Mikrokontroler PIC16F84
  • Resistor R1 10K
  • Resistor R2 4K7
  • Resistor R3 4K7
  • Dioda 1N4148
  • Kapasitor 100uF 16V
  • Soket DIP 18 pin
  • DB9 Female 9 pin
  • PCB Lubang IC

  • Buku Informasi tentang Menanamkan Kode Program Ke Sistem Embedded
  • Buku Kerja
  • Buku Penilaian
  • Referensi dari Daftar Pustaka

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Website

 

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: