Advertisement
loading...

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

 

MEMVALIDASI

PROGRAM PELATIHAN

PLK.MP02.004.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 

KATA PENGANTAR

 

Dalam rangka mewujudkan pelatihan kerja yang efektif dan efesien dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja diperlukan suatu sistem pelatihan yang sama. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional yang mengamanatkan bahwa pelatihan kerja berbasis kompetensi.

Dalam rangka menerapkan pelatihan berbasis kompetensi tersebut diperlukan adanya standar kompetensi kerja sebagai acuan yang diuraikan lebih rinci ke dalam program, kurikulum dan silabus serta modul pelatihan.

Untuk memenuhi salah satu komponen dalam proses pelatihan tersebut maka disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi “Memvalidasi Program Pelatihan” yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial, Budaya dan Perorangan Sub Sektor jasa Kegiatan Lainnya Bidang Jasa Lainnya Sub Bidang Metodologi Pelatihan Kerja yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. Nomor KEP.140/MEN/VI/2008.

Modul pelatihan berbasis kompetensi ini, terdiri dari 3 buku yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian. Ketiga buku tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh, dimana buku yang satu dengan yang lainnya saling mengisi dan melengkapi, sehingga dapat digunakan untuk membantu pelatih dan peserta pelatihan untuk saling berinteraksi.

Demikian modul pelatihan berbasis kompetensi ini kami susun, semoga bermanfaat untuk menunjang proses pelaksanaan pelatihan di lembaga pelatihan kerja.

 

Jakarta,     Desember 2009

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————  1

 

DAFTAR ISI ———————————————————————————–  2

 

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————  3

 

  1. Standar Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia  (SKKNI) —-  3
  2. Unit Kompetensi Prasyarat ————————————————  5
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) —————————  6

 

 

BAB II   MEMVALIDASI PROGRAM PELATIHAN——————————————- 10

 

  1. Latar Belakang —————————————————————- 10
  2. Tujuan ————————————————————————- 10
  3. Ruang Lingkup —————————————————————- 10
  4. Pengertian Istilah ———————————————————— 11
  5. Diagram Alir Memvalidasi Program Pelatihan—————————— 12
  6. Memvalidasi Program pelatihan——————————————— 12
    1. Memvalidasi relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran ————————————— 12
    2. Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan (tujuan, persyaratan peserta dan instruktur, kurikulum, strategi pembelajaran, strategi penilaian) —————————————————————– 23
    3. Memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran—————————————————————————– 26
    4. Penyusunan laporan validasi program pelatihan————————– 29

 

 

BAB III SUMBER-SUMBER LAIN YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI         32

 

A.Sumber-sumber Perpustakaan ————————————————– 32

  1. Daftar Pustaka
    1. Buku Referensi

B. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ——————————————— 32

  1. Daftar Peralatan dan Mesin
  2. Daftar Kebutuhan Bahan Pelatihan

 

 

 

 

 


BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

 

A. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

 

1. KODE UNIT : PLK.MP02.004.01
2. JUDUL UNIT : Memvalidasi Program Pelatihan
3. DESKRIPSI UNIT : Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam Memvalidasi Program Pelatihan

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

1.  Memvalidasi relevansi muatan yang termasuk dalam program pelaihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran

 

1.1     Relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran dikaji

1.2     Relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran divalidasi

2.  Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan (tujuan, persyaratan peserta dan instruktur, kurikulum, strategi pembelajaran, strategi penilaian)

 

2.1.   Hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dicermati

2.2.   Hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dikaji tingkat keterkaitannya

2.3.   Hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan divalidasi

3.  Memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran 3.1.   Kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran (sarana dan bahan pelatihan) dikaji

3.2.   Kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran (sarana dan bahan pelatihan) divalidasi

 

 

 

 

 

BATASAN VARIABEL

1.   Konteks variabel :

Unit ini berlaku untuk memvalidasi relevansi muatan yang termasuk dalam program pelaihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran, Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan (tujuan, persyaratan peserta dan instruktur, kurikulum, strategi pembelajaran, strategi penilaian), dan memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran yang akan digunakan, serta merancang penilaian formatif dan sumatif yang digunakan yang digunakan untuk memvalidasi program pelatihan pada bidang metodologi pelatihan.

 

  1. Perlengkapan untuk memvalidasi program pelatihan mencakup :

2.1     Form validasi

2.2     Hasil analisis kebutuhan pelatihan

2.3     Buku referensi/literatur

2.4     Alat tulis kantor

 

  1. Tugas pekerjaan untuk memvalidasi program pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan meliputi :

3.1     Memvalidasi relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran.

3.2     Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan.

3.3     Memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran (sarana dan bahan pelatihan).

 

  1. Peraturan untuk memvalidasi program pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan adalah :

4.1     Pedoman validasi program pelatihan.

4.2     Pedoman penyusunan program pelatihan berbasis kompetensi.

 

 

PANDUAN PENILAIAN

 

  1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1.1     PLK.MP01.003.01  Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi.

1.2     PLK.MP02.001.01 Memilih sumber daya pelatihan untuk penyusunan program pelatihan.

 

  1. Kondisi Penilaian :

2.1     Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan memvalidasi relevansi muatan yang termasuk dalam program pelaihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran, memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan (tujuan, persyaratan peserta dan instruktur, kurikulum, strategi pembelajaran, strategi penilaian), dan memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran yang akan digunakan, serta merancang penilaian formatif dan sumatif yang digunakan untuk memvalidasi program pelatihan sebagai bagian dari program pelatihan.

2.2     Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktik.

2.3     Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan atau di tempat kerja.

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

3.1     Relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran dikaji.

3.2     Hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dicermati.

3.3     Hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dikaji tingkat keterkaitannya

3.4     Kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran (sarana dan bahan pelatihan) dikaji.

 

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

4.1     Memvalidasi relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran.

4.2     Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan.

4.3     Memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran (sarana dan bahan pelatihan).

 

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

5.1     Perbedaan persepsi.

5.2     SDP yang variatif.

5.3     Program pelatihan yang standar.

5.4     instrumen validasi harus valid dan reliable.

 

KOMPETENSI KUNCI

 

No.

Kompetensi Kunci dalam Unit Ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

2

2

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

2

3

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

2

4

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

  1. B.  Unit Kompetensi Prasyarat

 

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Memvalidasi Program Pelatihan ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

PLK.MP01.003.01 :  Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi.

PLK.MP02.001.01 : Memilih sumber daya pelatihan untuk penyusunan program.

 

  1. C.  SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  1. 1.    
Unit Kompetensi : Memvalidasi Program Pelatihan
  Kode Unit Kompetensi : PLK.MP02.004.01
  Perkiraan Waktu Pelatihan : 25 jampel @ 45 menit

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

PERKIRAAN

WAKTU PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

  1. Memvalidasi relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran
1.1  Relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran dikaji – Dapat menjelaskan cara mengkaji relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan unutk pencapaian tujuan pembelajaran

– Mampu mengkaji relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan unutk pencapaian tujuan pembelajaran

– Harus cermat, teliti, obyektif, dan taat asas

 

– Cara mengkaji relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan unutk pencapaian tujuan pembelajaran – Mengkaji relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan unutk pencapaian tujuan pembelajaran – Cermat

– Teliti

– Obyektif

– Taat asas

2

6

  2.1  Relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran divalidasi
  • Dapat menjelaskan pedoman memvalidasi relevansi materi pelatihan terhadap tujuan pembelajaran
  • Mampu memvalidasi relevansi materi pelatihan terhadap tujuan pembelajaran
  • Harus cermat, teliti, obyektif, dan taat asas
  • Pedoman memvalidasi relevansi materi pelatihan terhadap tujuan pembelajaran
  • Memvalidasi relevansi materi pelatihan terhadap tujuan pembelajaran
– Cermat

– Teliti

– Obyektif

– Taat asas

   
  1. Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan (tujuan, persyaratan peserta dan instruktur, kurikulum, strategi pembelajaran, strategi penilaian)
2.1  Hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dicermati – Dapat menjelaskan cara mencermati hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan

– Mampu mencermati hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan

– Harus cermat, teliti, obyektif, dan taat asas

– Cara mencermati hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan – Mencermati hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan – Cermat

– Teliti

– Obyektif

– Taat asas

2

6

2.2  Hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dikaji tingkat keterkaitannya –   Dapat menjelaskan cara mengkaji hubungan tingkat keterkaitan antar komponen program pelatihan

–   Mampu mengkaji hubungan tingkat keterkaitan antar komponen program pelatihan

–   Harus berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif, cermat, teliti, obyektif, serta taat asas

 

 

 

 

 

 

–   Cara mengkaji hubungan tingkat keterkaitan antar komponen program pelatihan –   Mengkaji hubungan tingkat ketgerkaitan antar komponen program pelatihan – Berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif

– Cermat

– Teliti

– Obyektif

– Taat asas

  2.3  Hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan divalidasi –   Dapat menjelaskan pedoman memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan

–   Mampu memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan

–   Harus berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif, cermat, teliti, obyektif, serta taat asas

 

–   Pedoman memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan –   Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan – Berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif

– Cermat

– Teliti

– Obyektif

– Taat asas

  1. Memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran
3.1  Kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran (sarana dan bahan pelatiha) dikaji –   Dapat menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis metode dan media pembelajaran

–   Dapat menjelaskan cara mengkaji kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

–   Mampu mengkaji kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

–   Harus berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif, cermat, teliti, obyektif, serta taat asas

– Jenis-jenis metoda pembelajaran

– Jenis-jenis media pembelajaran

– Cara mengkaji kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

–   Mengkaji kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran – Berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif

– Cermat

– Teliti

– Obyektif

– Taat asas

3

6

  3.2  Kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran (sarana dan bahan pelatihan) divalidasi –   Dapat menjelaskan pedoman memvalidasi keseuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

–   Mampu memvalidasi keseuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

–   Harus berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif, cermat, teliti, obyektif, serta taat asas

 

– Pedoman memvalidasi keseuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran –   Memvalidasi keseuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran – Berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif

– Cermat

– Teliti

– Obyektif

– Taat asas

 

 

 

 

BAB II

MEMVALIDASI PROGRAM PELATIHAN

 

 

  1. A.   Latar Belakang

Program pelatihan merupakan salah satu unsur Sumber Daya Pelatihan yang menjadi kunci dalam merencanakan dan melaksanakan/menyelenggarakan pelatihan kerja karena Imflementasi program pelatihan  dalam proses pelatihan kerja akan menentukan kebutuhan untuk penyedian sarana dan prasarana, penyiapan sumber daya manusia  menetapkan sistem dengan metoda pelatihan serta penyediaan sumber dana pelatihan.

Dalam implemntasikan Program Pelatihan akan menemukan kendala/masalah baik dalam perencanaan/penyiapan pelaksanaan  dalam memenuhi

tuntutan pelatihan dan kebutuhan program pelatihan. Validasi program pelatihan dilakukan dalam rangka mendapatkan program pelatihan yang valid, yang akan meningkatkan pencapaian proses dan hasil pelatihan.

 

Temuan-temuan yang telah dirumuskan kedalam laporan evaluasi proses dan hasil pelaksanaan program pelatihan dapat digunakan sebagai alat validasi.

Memvalidasi program pelatihan merupakan proses membandingkan antara program pelatihan yang telah tersusun (rancangan program pelatihan) dengan proses dan hasil pelaksanaan program pelatihan itu sendiri.

Memvalidasi program pelatihan berkaitan dengan pengkajian terhadap beberapa komponen didalam susunan/struktur program pelatihan. Oleh sebab itu diperlukan team work/personil yang dapat mewakili profesi dibidang sumber daya pelatihan untuk dapat memenuhi kriteria dalam pembentukan team validasi program pelatihan. Dengan demikian memvalidasi program pelatihan sangat diperlukan dalam menvalidasi program pelatihan yang standart dan berlaku umum yang disahkan oleh penjabat yang berwenang.

 

  1. B.   Tujuan

Tujuan mempelajari memvalidasi program pelatihan adalah untuk memperoleh gambaran tentang cara memvalidasi program pelatihan melalui penjabaran kegiatan memvalidasi relevansi, hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dan kesesuaian metode dengan media pembelajaran.

 

  1. C.   Ruang Lingkup

Ruang Lingkup  kegiatan memvalidasi program pelatihan meliputi :

  1. Memvalidasi relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran
  2. Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan (tujuan, persyaratan peserta dan instruktur, kurikulum, strategi pembelajaran, strategi penilaian)
  3. Memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran
  4. Menyusun laporan hasil validasi program pelatihan

 

 

  1. D.   Pengertian Istilah

 

  1. Program pelatihan adalah suatu rumusan tertulis yang memuat tentang pemaketan unit-unit kompetensi sesuai dengan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi.
  2. Tujuan pelatihan adalah pencapaian sejumlah kompetensi yang dipelajari selama proses pelatihan kerja.
  3. Kurikulum adalah sejumlah unit kompetensi yang dipaketkan terdiri dari kompetensi umum, kompetensi inti dan kompetensi khusus sebagai materi pelatihan yang dipelajari oleh peserta pelatihan dalam suatu proses pelatihan.
  4. Silabus adalah uraian pokok tentang elemen kompetensi, kode unit, kriteria unjuk kerja, materi pelatihan tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja serta jam pelatihan yang harus disampaikan oleh pelatih kepada peserta pelatihan dalam proses pelatihan.
  5. Peserta Pelatihan adalah tenaga kerja yang memenuhi persyaratan teknis dan administrasi serta tercatat di lembaga pelatihan kerja untuk mengikuti pelatihan.
  6. Instruktur adalah pegawai negri sipil yang berkompeten untuk melaksanakan kegiatan pelatihan kepada peserta selama proses pelatihan.
  7. Fasilitas Pelatihan adalah seluruh unsur pendukung pelatihan, peralatan dan material maupun bahan pelatihan yang diperlukan dalam proses pelatihan baik langsung ataupun tidak langsung.
  8. Metoda Pelatihan adalah tata cara dalam proses penyampaian materi pembelajaran selama pelatihan berlangsung.
  9. Jangka Waktu Pelatihan adalah waktu/lamanya proses pelatihan untuk pencapaian tujuan pelatihan yang disusun secara sistematis dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.
  10. Identifikasi adalah menentukan/menetapkan bukti-bukti suatu identitas komponen-komponen isi/muatan yang terkandung dalam program pelatihan.
  11. Kajian adalah menentukan, meneliti hasil identivikasi komponen-komponen yang terkandung dalam program pelatihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  12. Memvalidasi adalah mensahihkan/menjadikan dapat diterima karena dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/kesempurnaannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. E.   Diagram Alir Memvalidasi Program Pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.  Memvalidasi Program Pelatihan

 

  1. 1.  Memvalidasi Relevansi Muatan yang Termasuk Dalam Program Pelatihan Untuk Pencapaian Tujuan Pembelajaran

 

  1. a.  Pengetahuan

 

1)   Cara mengkaji relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran

 

a) Teknik Validasi Program Latihan

Untuk memvalidasi (mensahihkan) hubungan antara kurikulum (termasuk segala aspek yang terkandung di dalamnya) dengan pencapaian tujuan dalam kerangka program pelatihan, dapat dilakukan dengan teknik validasi, antara lain:

 

b)  Validitas Ramalan (Predictive validity):

Validitas ramalan (predictive validity) artinya ketepatan atau kejituan untuk meramalkan atau memprediksi hubungan antara  kurikulum (termasuk segala aspek yang terkandung di dalamnya) dengan hasil yang akan dicapai dalam program pelatihan.  Misalnya suatu kurikulum mempunyai validitas ramalan yang tinggi, jika dengan kurikulum tersebut dapat diramalkan akan tercapainya tujuan pelatihan. Cara yang dipergunakan untuk menilai tinggi rendahnya validitas ramalan ini adalah dengan jalan mencari korelasi antara kurikulum dengan tujuan pelatihan di dalam suatu program pelatihan. Apabila koefisien korelasi yang diperoleh cukup tinggi, maka validitas ramalan antara  kurikulum dengan   pencapaian tujuan pelatihan di kemudian hari cukup tinggi, sebaliknya apabila koefisien korelasinya rendah, maka berarti pula validitas ramalannya rendah.

 

c)  Validitas Bandingan (Concurent Validity):

Validitas bandingan artinya ketepatan atau kejituan antara kurikulum, dalam hal ini setelah diterjemahkan kedalam kegiatan-kegiatan pelatihan, dengan tujuan yang telah ditetapkan.  Perbedaan antara validitas ramalan dengan validitas bandingan adalah dari segi waktunya.

Validitas ramalan melihat hubungannya dengan masa yang akan datang, sedangkan validitas bandingan melihat hubungannya dengan masa sekarang.  Seperti yang dijelaskan oleh Wrightstone bahwa: “ The difference between concurent validity and the predictive validity is solely a matter of time.  Predictive validity  requires correspondence  with the future criterion  where as concurent validity  requires correspondence with the criterion at the time of ………”  (Wrightstone, 1961, hal. 44 )

 

d)  Validitas Isi (Content Validity):

Validitas isi artinya kejituan atau ketepatan hubungan antara materi yang ada dalam kurikulum dengan pencapaian tujuan pelatihan suatu program pelatihan. Suatu kurikulum dikatakan valid, apabila materi yang terkandung di dalamnya, yang kemudian diterjemahkan ke dalam kegiatan- kegiatan pelatihan, betul-betul merupakan bahan-bahan yang representative untuk mencapai tujuan pelatihan.  Untuk menilai apakah suatu kurikulum mempunyai validitas isi atau tidak, dapat kita lakukan dengan cara membandingkan materi dalam kurikulum tersebut dengan analisis rasional  yang kita lakukan tehadap materi atau bahan-bahan yang seharusnya dipergunakan untuk mencapai tujuan pelatihan. Apabila materi yang terkandung di dalam kurikulum tersebut telah cocok dengan analisis rasional yang kita lakukan,  berarti kurikulum tersebut mempunyai validitas isi terhadap pencapaian tujuan pelatihan, sebaliknya  apabila materi yang terkandung di dalam kurikulum tersebut menyimpang dari analisis rasional kita,  berarti kurikulum tersebut tidak valid, ditinjau dari validitas isinya terhadap pencapaian tujuan pelatihan.

 

e)    Kelayakan Kurikulum

Dalam menentukan tingkat kelayakan suatu kurikulum didasarkan atas dua faktor, yakni :

 

(1).   Faktor manusia

Faktor ini mencakup seluruh personil yang terlibat dalam kegiatan yang berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum dan silabus. Mereka mempunyai peran masing-masing dalam proses pelatihan.

Instruktur mempunyai peranan yang besar sesuai dengan fungsi dan profesinya dalam menentukan tingkat keberhasilan pelatihan. Instruktur mampu melaksanakan pelatihan dengan kurikulum yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan pelatihan.

Peserta pelatihan harus mengikuti program pelatihan dari awal sampai akhir, yang antara lain meliputi teori, praktik, penelitian di laboratorium maupun On The Job Training sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

Kepala lembaga diklat atau pimpinan institusi beserta seluruh staf yang membantu penyelenggaraan program pelatihan mempunyai pengaruh besar dalam pelaksanaan kurikulum. Persyaratan kompetensi dalam bidang-bidang administrasi, edukatif, pengembangan kurikulum adalah mutlak diperlukan berkenaan dengan tugas-tugas yang termaktub dalam kurikulum.

Pengalaman, tingkat pendidikan dan kompetensi mereka perlu dijadikan pertimbangan dalam menentukan kelayakan kurikulum suatu program pelatihan.

 

(2).   Faktor Material

Faktor ini juga cukup dominan, karena dalam program pelatihan kerja, pelaksanaannya lebih diarahkan kepada kegiatan praktik yang berkaitan dengan material, baik yang berkaitan dengan bangunan fisik, maupun bahan serta mesin dan peralatan  serta sarana dan prasarana lainnya.

 

-   Ruang teori dengan segala kelengkapannya

Papan tulis, meja dan kursi belajar serta alat-alat audio visual untuk pelatihan adalah perlengkapan yang dipergunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pelatihan sesuai dengan kurikulum dan silabus untuk mencapai tujuan pelatihan. Selain harus memenuhi semua persyaratan juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai.

 

-   Bahan Pelatihan

Proses pelatihan yang berfokus pada kompetensi kerja praktik pada umumnya harus didukung dengan bahan-bahan yang cukup banyak, baik dari segi jumlah, jenis maupun spesifikasinya.  Bahan-bahan pelatihan ini juga merupakan faktor yang penting dalam mendukung keberhasilan program pelatihan sehingga harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi kelayakan kurikulum.

 

-   Mesin-mesin dan Peralatan

Mesin-mesin dan peralatan adalah sarana yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan suatu proses pelatihan.  Dalam sistem manajemen mutu penyedia jasa pelayanan pelatihan harus secara periodik mengkalibrasi mesin dan peralatannya serta memelihara dengan baik dan terencana agar selalu dalam kondisi/keadaan standard.

 

f)   Program Pelatihan

Program pelatihan yang telah disusun sebelum menjadi pedoman penyelenggaraan pelatihan diberbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), perlu dicermati dan dikaji serta divalidasi relevansinya.

Program pelatihan yang akan divalidasi disusun berdasarkan Pedoman Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi yang dikeluarkan oleh Ditjen Binalattas Depnakertrans.

 

Program pelatihan tersebut memuat komponen-komponen sebagai berikut :

 

a)  Nama Program Pelatihan

b)  Kode Program Pelatihan

c)   Jenjang Program Pelatihan

d)  Tujuan Program Pelatihan

e)  Unit-unit kompetensi yang hendak dicapai

f)   Perkiraan waktu pelatihan (jangka waktu pelatihan)

g)  Persyaratan Peserta

h)  Kurikulum Pelatihan

i)    Silabus Pelatihan

j)   Evaluasi Program Pelatihan

k)  OJT

l)    Daftar Kebutuhan Alat dan Bahan

 

2)   Pedoman memvalidasi relevansi materi pelatihan terhadap tujuan pembelajaran

 

Cara Memvalidasi Relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk pencapaian tujuan pembelajaran dapat di uraikan sebagai berikut

RELEVANSI/

KOHESI

TUJUAN PELATIHAN

UNIT

KOMPETENSI

NAMA

PELATIHAN

SKEMA KAJIAN RELEVANSI KURIKULUM DAN SILABUS DENGAN TUJUAN PELATIH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari skema diatas dapat disimpulkan mengkaji relevansi muatan materi program pelatihan terhadap tujuan pelatihan pada dasarnya adalah mengkaji materi unit-unit kompetensi yang tercantum dalam kurikulum dan materi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang tercantum dalam silabus terhadap KUK dikaitkan dengan tujuan pelatihan yang tertuang dalam program pelatihan.

Validasi relevansi muatan program pelatihan diperlukan dalam rangka mengetahui efektivitas, efisiensi, dan relevansinya dalam pencapaian tujuan pembelajaran, dengan cara membandingkan antara muatan program pelatihan  dengan tujuan pembelajaran.

Validasi relefansi muatan materi program pelatihan mempunyai kaitan yang erat dengan penilaian komponen-komponen program pelatihan yang merupakan pendukung program pelatihan tersebut.

Dalam melakukan validasi relevansi muatan materi program pelatihan maka teknik validasi yang digunakan adalah validitas bandingan (concurrent validity) dan validitas isi (content validity).

(1).    Cara mengkaji relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan untuk mencapai tujuan pelatihan

(a) Cara mengkaji kurikulum tehadap tujuan pelatihan

Pengkajian kurikulum tehadap tujuan pelatihan dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang unit-unit kompetensi, kode unit, jumlah jam per unit dikaitkan dengan tujuan pelatihan untuk melihat relevansi.

Langkah-langkah pengkajian relevansi muatan program pelatihan adalah:

-       Pengamatan dan penelitian terhadap tujuan pelatihan

-       Pengamatan dan penelitian terhadap unit-unit kompetensi termasuk jam pelatihan dalam format kurikulum

-       Tuliskan kembali tujuan pelatihan dan unit-unit kompetensi kedalam format kajian kurikulum

-       Membandingkan tujuan pelatihan dengan unit kompetensi apakah relevan atau tidak relevan

-       Tuliskan tanggapan jika tidak relevan atau ada penambahan

Contoh Kurikulum Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

NO

UNIT KOMPETENSI

KODE UNIT

JAM PELATIHAN

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN

JUMLAH

I.

KELOMPOK UNIT KOMPETENSI DASAR/ GENERAL

   

  1.1      Melakukan komunikasi kerja timbal balik

LOG.00.01.001.01

4

4

8

  1.2      Menerapkan pronsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerj

LOG.00.01.002.01

4

4

8

 

1.3      Menerapkan prosedur-prosedur mutu

1.4      Merencanakan tugas rutin

LOG.00.01.003.01

LOG.00.01.004.01

4

4

4

4

8

8

 

Jumlah I

16

16

32

II

KELOMPOK UNIT KOMPETENSI INTI/ CORE

2.1.       Menerapkan sistem mutu

2.2.       Mengukur dengan menggunakan alat ukur

2.3.       Melakukan perhitungan dasar

2.4.       Menulis laporan

2.5.       Membuat rencana kegiatan yang lengkap

LOG.00.02.001.01

LOG.00.02.005.01

LOG.00.02.007.01

LOG.00.02.009.01

LOG.00.02.006.01

12

12

12

12

12

12

12

12

12

12

24

24

24

24

24

 

Jumlah II

72

72

144

III.

KELOMPOK UNIT KOMPETENSI SPESIALISASI/SPESIALIST

3.1      Melakukan pemeliharaan mesin dan peralatan

3.2      Bekerja dengan mesin umum

3.3      Membaca gambar teknik

3.4      Menggunakan perkakas tangan

3.5      Melakukan pekerjaan dengan mesin bubut

3.6      Melakukan pekerjaan dengan mesin frais

 

LOG.00.07.001.01

LOG.00.07.005.01

LOG.00.09.002.01

LOG.00.18.001.01

LOG.00.07.006.01

LOG.00.07.007.01

24

48

24

12

24

24

24

48

24

12

24

24

48

96

48

24

48

48

 

Jumlah III

156

156

312

IV.

EVALUASI PROGRAM LATIHAN  

 

4.1         Evaluasi pelaksanaan pelatihan  

8

16

24

 

Jumlah IV

8

16

8

V

PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT)

 

5.1         Melakukan pekerjaan produksi

-

162

178

340

 

                                                                           Jumlah V

162

178

340

Jumlah I s/d V

 

414

438

852

 

 

 

 

 

Cara mengkaji kurikulum program pelatihan berbasis kompetensi menggunakan Form berikut :

 

Tabel : Kajian Kurikulum Terhadap Tujuan Pelatihan

 

NO

KURIKULUM

TUJUAN PELATIHAN

HASIL KAJIAN

TANGGAPAN

UK

JAMPEL

Relevan

Tidak

Relevan

1

2

3

4

5

6

7

1

           

2

           

3

           

4

           

Ket :

Kolom 1                 : diisi nomer urut

Kolom 2                 : diisi materi pelatihan UK yang tercantum dalam kurikulum

Kolom 3                 : diisi JAMPEL yang tercantum dalam kurikulum

Kolom 4                 : diisi tujuan pelatihan yang diambil dari ProgLat

Kolom 5 & 6            : diisi (√) relevan/tidak relevan antara kurikulum dengan tujuan pelatihan (kolom 2,3, & 4)

Kolom 7                 : diisi dengan tanggapan untuk yang tidak relevan bagaimana seharusnya materi pelatihan (kurikulum) disesuaikan dengan tujuan pelatihan

 

(2).    Mengkaji Silabus Pelatihan

Pengkajian terhadap silabus pelatihan dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang penjabaran unit kompetensi ke dalam elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja yang selanjutnya akan dituangkan kedalam materi pelatihan dan waktu/jam pelatihan dari masing-masing materi yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja.

Elemen kompetensi dan KUK mengacu sepenuhnya kepada standar kompetensi. Sedangkan yang perlu dikaji adalah yang terkait dengan kedalaman dan keluasan, ketepatan/kesesuaian Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap, maupun waktu yang dibutuhkan untuk mencapai KUK cara pengkajian silabus melalui pengamatan dan penelitian terhadap hubungan pelatihan yang teleh disusun dan dilaksanakan dalam penyelenggaraan pelatihan kerja

 

Contoh silabus program pelatihan berbasis kompetensi

 

Unit Kompetensi                        :     Melakukan prosedur mutu

Kode unit                                   :     LOG.0001.001.003.01

Durasi Pembelajaran                   :     8 jam @45 menit

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

JAM PELATIHAN

PENGE-

TAHUAN

KETERAM-PILAN

SIKAP

KERJA

PENGE-TAHUAN

KETERAM-PILAN

1.  Bertanggung jawab terhadap kualitas diri

 

 

 

 

 

 

 

2.  Menerapkan prosedur standar kualitas pekerjaan sendiri di tempat kerja

 

1.1  Konsep penyediaan produk atau jasa untuk memenuhi persyaratan konsumen (internal dan eksternal) dimengerti dan diterapkan.

1.2. Bertanggung jawab terhadap kualitas sendiri sebagai konsep praktis misalnya ”tepat waktu”

 

 

2.1.  Prosedur sistem kualitas diikuti

 

2.2.  Kesesuaian terhadap spesifikasi dijamin.

 

Defenisi mutu, Elemen-elemen mutu, Sistem mutu, Kepemimpinan mutu dan Peningkatan kualitas

 

Filosofi Just in Time (JIT)

 

 

 

Penerapan management mutu

 

 

 

Spesifikasi dan instruksi kerja

Memahami dan menerapkan konsep penyediaan produk dan jasa

 

Bekerja sesuai dengan standar

 

 

Menerapkan prosedur sistem mutu

 

 

Menjamin kesesuaian dengan spesifikasi

Fokus pada pelanggan

 

 

 

 

Fokus pada pelanggan

 

 

 

Fokus pada pelanggan

 

 

Fokus pada pelanggan

 

2 JP

 

2 JP

2 JP

 

2 JP

Langkah-langkah dalam pengkajian silabus adalah ;

 

-       Pengamatan dan penelitian terhadap kriteria unjuk kerja

-       Pengamatan dan penelitian terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap

-       Tuliskan kembali KUK, pengetahuan, keterampilan dan sikap

-       Membandingkan KUK terhadap materi pelatihan

-       Tuliskan tanggapan jika tidak relevan atau ada penambahan

Tabel : Kajian Silabus Terhadap Kriteria Unjuk Kerja

 

NO

SILABUS

KUK

HASIL KAJIAN

TANGGAPAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Tepat

Belum Tepat

1

2

3

4

5

6

7

8

1

             

2

             

3

             

4

             

Ket :

Kolom 1                         : diisi nomer urut

Kolom 2,3, & 4               : diisi Sikap,Keterampilan,Pengetahuan yang diambil dari silabus

Kolom 5                         : diisi KUK  dari silabus dalam program pelatihan

Kolom 6 & 7                   : diisi (√) tepat/belum tepat antara materi pelatihan dengan kolom (2,3,4,5)

Kolom 8                         : diisi dari kolom hasil validasi yang seharusnya sesuai dengan KUK

 

Tabel : VALIDASI SILABUS

 

NO

KUK

TANGGAPAN

RUMUSAN KAJIAN

HASIL KAJIAN SILABUS

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

1

2

3

4

5

6

7

1

           

2

           

3

           

4

           

Ket :

Kolom 1                         : diisi nomer urut

Kolom 2                         : diisi Kriteria Unjuk Kerja

Kolom 3                         : diisi Tanggapan

Kolom 4                         : diisi Rumusan Kajian

Kolom 5,6,7                   : diisi Hasil kajian silabus Sikap,Keterampilan,Pengetahuan yang diambil dari silabus

 

(3).    Cara Memvalidasi Relevansi Muatan Program Latihan Untuk Pencapaian Tujuan Pembelajaran

Tabel : VALIDASI KURIKULUM

 

NO

HASIL KAJIAN KURIKULUM

TUJUAN PELATIHAN

REKOMENDASI

UK

JAMPEL

1

2

3

4

5

1

       

2

       

3

       

4

       

 

 

 

Ket :

Kolom 1                         : diisi nomer urut

Kolom 2,& 3                   : diisi Hasil kajian kurikulum

Kolom 4                         : diisi tujuan pelatihan dalam program pelatihan

Kolom 5                         : diisi rekomendasi hasil validasi kurikulum

 

Tabel : VALIDASI SILABUS TERHADAP KUK

 

NO

HASIL KAJIAN SILABUS

KRITERIA UNJUK KERJA

REKOMENDASI

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

1

2

3

4

5

6

1

         

2

         

3

         

4

         

Ket :

Kolom 1                         : diisi nomer urut

Kolom 2                         : diisi hasil kajian silabus pengetahuan

Kolom 3                         : diisi hasil kajian silabus keterampilan

Kolom 4                         : diisi hasil kajian silabus sikap

Kolom 5                         : diisi criteria unjuk kerja

Kolom 6                         : diisi rekomendasi hasil validasi

 

  1. b.  Keterampilan

1)   Mengkaji relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan unutk pencapaian tujuan pembelajaran

Tabel : Kajian Kurikulum Terhadap Tujuan Pelatihan

 

NO

KURIKULUM

TUJUAN PELATIHAN

HASIL KAJIAN

TANGGAPAN

UK

JAMPEL

Relevan

Tidak

Relevan

1

2

3

4

5

6

7

1

           

2

           

3

           

4

           

Ket :

Kolom 1                 : diisi nomer urut

Kolom 2                 : diisi materi pelatihan UK yang tercantum dalam kurikulum

Kolom 3                 : diisi JAMPEL yang tercantum dalam kurikulum

Kolom 4                 : diisi tujuan pelatihan yang diambil dari ProgLat

Kolom 5 & 6            : diisi (√) relevan/tidak relevan antara kurikulum dengan tujuan pelatihan (kolom 2,3, & 4)

Kolom 7                 : diisi dengan tanggapan untuk yang tidak relevan bagaimana seharusnya materi pelatihan (kurikulum) disesuaikan dengan tujuan pelatihan

 

Tabel : Hasil Kajian Kurikulum Terhadap Tujuan Pelatihan

 

NO

TUJUAN PELATIHAN

TANGGAPAN

RUMUSAN KAJIAN

HASIL KAJIAN KURIKULUM

UNIT-UNIT KOMPETENSI

JAM PELAJARAN

1

2

3

4

5

6

 

 

 

 

 

         

 

Ket :

Kolom 1                 : diisi nomer urut

Kolom 2                 : diisi tujuan pelatihan

Kolom 3                 : diisi tanggapan

Kolom 4                 : diisi rumusan kajian

Kolom 5                 : diisi unit-unit kompetensi hasil kajian kurikulum

Kolom 6                 : diisi jam pelajaran

 

Tabel : Kajian Silabus Terhadap Kriteria Unjuk Kerja

 

NO

SILABUS

KUK

HASIL KAJIAN

TANGGAPAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Tepat

Belum Tepat

1

2

3

4

5

6

7

8

1

             

2

             

3

             

4

             

Ket :

Kolom 1                         : diisi nomer urut

Kolom 2,3, & 4               : diisi Sikap,Keterampilan,Pengetahuan yang diambil dari silabus

Kolom 5                         : diisi KUK  dari silabus dalam program pelatihan

Kolom 6 & 7                   : diisi (√) tepat/belum tepat antara materi pelatihan dengan kolom (2,3,4,5)

Kolom 8                         : diisi dari kolom hasil validasi yang seharusnya sesuai dengan KUK

 

2)    Memvalidasi relevansi materi pelatihan terhadap tujuan pembelajaran

 

Tabel : VALIDASI KURIKULUM

 

NO

HASIL KAJIAN KURIKULUM

TUJUAN PELATIHAN

REKOMENDASI

UK

JAMPEL

1

2

3

4

5

1

       

2

       

3

       

4

       

Ket :

Kolom 1                         : diisi nomer urut

Kolom 2,& 3                   : diisi Hasil kajian kurikulum

Kolom 4                         : diisi tujuan pelatihan dalam program pelatihan

Kolom 5                         : diisi rekomendasi hasil validasi kurikulum

 

Tabel : VALIDASI SILABUS TERHADAP KUK

 

NO

HASIL KAJIAN SILABUS

KRITERIA UNJUK KERJA

REKOMENDASI

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

1

2

3

4

5

6

1

         

2

         

3

         

4

         

Ket :

Kolom 1                         : diisi nomer urut

Kolom 2                         : diisi hasil kajian silabus pengetahuan

Kolom 3                         : diisi hasil kajian silabus keterampilan

Kolom 4                         : diisi hasil kajian silabus sikap

Kolom 5                         : diisi criteria unjuk kerja

Kolom 6                         : diisi rekomendasi hasil validasi

 

Tabel : VALIDASI SILABUS

 

NO

KUK

TANGGAPAN

RUMUSAN KAJIAN

HASIL KAJIAN SILABUS

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

1

2

3

4

5

6

7

1

           

2

           

3

           

4

           

 

 

 

Ket :

Kolom 1                         : diisi nomer urut

Kolom 2                         : diisi Kriteria Unjuk Kerja

Kolom 3                         : diisi Tanggapan

Kolom 4                         : diisi Rumusan Kajian

Kolom 5,6,7                   : diisi Hasil kajian silabus Sikap,Keterampilan,Pengetahuan yang diambil dari silabus

  1. c.  Sikap

1)   Mengkaji relevansi muatan yang termasuk dalam program pelatihan unutk pencapaian tujuan pembelajaran harus dilakukan secara cermat dan teliti

 

2)   Memvalidasi relevansi materi pelatihan terhadap tujuan pembelajaran harus dilakukan secara obyektif dan taat azas.

 

2. Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan (tujuan, persyaratan peserta dan instruktur, kurikulum, strategi pembelajaran, strategi penilaian)

 

a. Pengetahuan

 

1)   Cara mencermati hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan

1)   Strategi pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu proses terjadinya inter aksi antara peserta pelatihan dan instruktur dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang berlangsung dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu pula

Strategi pembelajaran adalah pola umum untuk mewujudkan proses belajar mengajar atau prosedur dan metode yang ditempuh oleh instruktur untuk memberikan kemudahan bagi peserta pelatihan dalam melakukan kegiatan belajar secara aktif daloam rangka menjapai tujuan pembelajaran.

Strategi pembelajaran adalah suatu sistem yang terdiri dari 5 variabel yaitu tujuan, materi, metode, peserta, media, alat dan bahan pelatihan

Sebagai pengembangan strategi penggunaan metode lain meliputi

a)  Praktik

b)  Sintetik, mengembangkan perilaku kreatif

c)  Yurisprudential, membantu memiliki pendirian yang mantap masalah sosial politik

d)  Diskoveri-inkuiri, menitik beratkan pada belajar individual

e)  Modifikasi tingkah laku, mengubah tingkah laku

f)   Paket kegiatan belajar, berasaskan akuntabilitas kesadaran siswa belajar individual dan menyediakan pariasi-pariasi, visual cara belajar dan waktu belajar

g)  Pembelajaran kelompok kecil sistem balajar siswa terbimbing/MES

h)  Pembelajaran berprogram, belajar sendiri – program telah disiapkan

i)   Pelatihan dalam industri/OJT

j)   Pengajaran dengan contoh (demonstrasi)

k)  Simulasi Off the job training

Cara mencermati Hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan

Analisis rasional dalam mengidentifikasi hubungan keterkaitan antar komponen pelatihan dimaksudkan untuk menghubungkan/mengkaitkan komponen-komponen seperti diagram dibawah ini :

 

 

 

Kualifikasi instruktur sesuai dengan materi tang tertuang dalam kurikulum dan silabus sangat menentukan pencapaian tujuan pelatihan baik kualifikasi teknis langsung maupun metodologi.

 

a)  Tujuan Pelatihan

Tujuan pelatihan diidentifikasi apakah mengacu kepada judul program dan materi/kurikulum dan silabus.

 

b)  Persyaratan peserta.

Persyaratan peserta diidentifikasi baik persyaratan administratif, fisik dan kompetensi teknis apakah persyaratan tersebut sesuai dengan kurikulum dan silabus sehingga mencapai tujuan pelatihan.

 

c)  instruktur

 

d)  Kurikulum dan silabus

Kurikulum dan silabus diidentifikasi baik secara materi/unit-unit kompetensi dan uraian silabusnya dari elemen kompetensi, KUK yang selanjutnya dijabarkan dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk memenuhi pencapaian tujuan program pelatihan.

 

e)  Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran diidentifikasi apakah penyampaian materi/kurikulum dan silabus dituangkan kedalam pokok bahasan/sesi/pertemuan :

 

  • Apakah setiap sesi menggunakan berbagai metoda pembelajaran yang tepat ?
  • Apakah setiap metoda menggunakan media pembelajaran yang tepat ?
    • Apakah setiap peserta telah mendapatkan materi pembelajaran yang memadai

 

 

f)   Strategi Penilaian

Strategi penilaian diidentifikasi apakah menggunakan :

  • Prinsip-prinsip penilaian
  • Bentuk dan jenis test
  • Sifat test lisan, tertulis atau tindakan
  • Pedoman penilaian atau skoring dan pembobotan.
  • Sifat penilaian formatif dan sumatif.

 

g)        Peralatan, Mesin dan bahan Pelatihan

Peralatan, mesin dan bahan Pelatihan diidentifikasi apakah sesuai dengan program pelatihan meliputi :

  • Macam, jenis dan spesifikasi peralatan
  • Macam, jenis dan spesifikasi mesin dan perlengkapannya
  • Bahan pelatihan untuk teori maupun praktek

 

 

2)   Cara mengkaji hubungan tingkat keterkaitan antar komponen program pelatihan

 

Langkah-langkah mengkaji keterkaitan antar komponen program pelatihan (tujuan, persyaratan  peserta dan instruktur kurikulum dan silabus, strategi pembelajaran, strategi penilaian dan peralatan)

 

1)   Pengkajian hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan

Pengkajian hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dimaksudkan untuk menyusun hasil identifikasi komponen program pelatihan kedalam rumusan kajian. Cara mengkaji hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan melalui penelitian isi pernyataan hasil tanggapan dari hasil identifikasi.

 

Untuk memperoleh gambaran sejauh mana keterkaitan antar komponen program pelatihan, maka dapat menggunakan form berikut

 

Format Identifikasi Hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan

 

Form 2.1 Identifikasi Hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan

No

Komponen

Komponen

Hasil

Usulan Perbaikan

S

TS

1.

 

 

 

 

2.

Tujuan Pelatihan

 

 

 

 

Persyaratan peserta

-       Persyaratan Peserta

-       Kursil

 

 

 

-       Kursil

-

Usulan Sesuai Dengan Standard

Hubungan Antar Komponen

 

 

Form Kajian Hubungan Keterkaitan

No

 

Komponen

 

Usulan Perbaikan/ hasil Identifikasi

Rumusan Kajian

Hasil Kajian

1.

 

 

2.

 

 

3.

 

 

4.

Keterkaitan Antara Tujuan Pelatihan dan

Persyaratan Peserta

Keterkaitan antara tujuan pelatihan dan instruktur

Keterkaitan Antara Tujuan Pelatihan dan

Kursil

Keterkaitan Antara Persyaratan peserta dengan Kursil

Sesuai Dengan Standard -       Aktivitas

-       Kondisi

-       Standard

Perbaikan

Lanjutkan

Dibatalkan

 

 

 

 

3)   Pedoman memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan

 

Validasi Hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan.

Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan dimaksudkan untuk menyimpulkan hasil identifikasi yang dirumuskan kedalam kajian hubungan keterkaitan yang selanjutnya hasil kajian tersebut divalidasi atau disusun rumusan validasi dan rekomendasi apakah program pelatihan tersebut dapat diimplementasikan langsung atau ada beberapa perubahan/penambahan dengan melakukan revisi sebelum implementasi.

Form Validasi Hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan (Tujuan, Persyaratan Peserta, Kurikulum Dan Silabus, Strategi Pembelajaran, Strategi Penilaian Dan Peralatan)

 

No

Komponen

Hasil Kajian

Rumusan Validasi

Rekomendasi

1

2

3

4

5

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Tujuan Pelatihan

Persyaratan peserta

Kurikulum & silabus

instruktur

Strategi Pembelajaran

Strategi Penilaian

Peralatan dan Mesin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara pengisian form validasi :

Kolom  1  :    Berisi Nomor urut

Kolom  2  :    Berisi komponen program pelatihan

Kolom  3  :    Berisi Hasil Kajian

Kolom  4  :    Berisi rumusan validasi terhapa komponen program pelatihan

Kolom  5  :    Berisi rekomendasi.

 

 

b. keterampilan

 

1)   Mencermati/ mengidentifikasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan

 

 

Format Identifikasi Hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan

 

Form 2.1 Identifikasi Hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan

No

Komponen

Komponen

Hasil

Usulan Perbaikan

S

TS

1.

 

 

 

 

2.

 

 

 

3.

Tujuan Pelatihan

 

 

 

 

Persyaratan peserta

 

 

Instruktur

-       Persyaratan Peserta

-       Kursil

 

 

-       Instruktur

-       Kursil

 

 

-    Materi pembelajaran

-

Usulan Sesuai Dengan Standard

Hubungan Antar Komponen

 

2)    Mengkaji hubungan tingkat keterkaitan antar komponen program pelatihan

 

Form Kajian Hubungan Keterkaitan

No

 

Komponen

 

Usulan Perbaikan/ hasil Identifikasi

Rumusan Kajian

Hasil Kajian

1.

 

 

2.

 

3.

 

 

4.

Keterkaitan Antara Tujuan Pelatihan dan

Persyaratan Peserta

Tujuan di identifikasi

 

Keterkaitan Antara Tujuan Pelatihan dan

Kursil

Keterkaitan Antara Persyaratan peserta dengan Kursil

Sesuai Dengan Standard -       Aktivitas

-       Kondisi

-       Standard

Perbaikan

Lanjutkan

Dibatalkan

 

 

 

 

3)   Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan

 

Form Validasi Hubungan Keterkaitan Antar Komponen Program Pelatihan (Tujuan, Persyaratan Peserta, Kurikulum Dan Silabus, Strategi Pembelajaran, Strategi Penilaian Dan Peralatan)

No

Komponen

Hasil Kajian

Rumusan Validasi

Rekomendasi

1

2

3

4

5

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Tujuan Pelatihan

Instruktur

Persyaratan peserta

Kurikulum & silabus

Strategi Pembelajaran

Strategi Penilaian

Peralatan dan Mesin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara pengisian form validasi :

Kolom  1  :    Berisi Nomor urut

Kolom  2  :    Berisi komponen program pelatihan

Kolom  3  :    Berisi Hasil Kajian

Kolom  4  :    Berisi rumusan validasi terhapa komponen program pelatihan

Kolom  5  :    Berisi rekomendasi.

 

 

 

c. sikap

1)   Mencermati hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan harus dilakukan secara cermat dan teliti

2)   Mengkaji hubungan tingkat ketgerkaitan antar komponen program pelatihan harus dilakukan secara obyektif

3)   Memvalidasi hubungan keterkaitan antar komponen program pelatihan harus dilakukan dengan berfikir analitis, sintesis dan evaluatif.

 

3. Memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

a.Pengetahuan

1)   Jenis-jenis metoda pembelajaran

a)    Metoda pembelajaran

Terdapat berbagai macam/jenis metoda pelatihan yang dapat digunakan instruktur pelatihan untuk melakukan transfer pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja kepada peserta pelatihan, namun secara garis besar dapat dikelompokkan dan 2 (dua) kelompok sebagai berikut:

Berpusat pada instruktur diantaranya:

  • Ceramah
  • Shop talk
  • Demonstrasi

Berpusat pada peserta diantaranya :

ü  Tanya jawab

ü  Praktik

ü  Diskusi/role playing

ü  Drilling

b) Kreteria Pemilihan Metode Pembelajaran

Berdasarkan data faktor-faktor yang menentukan dalam pemilihan metode maupun dapat dilihat dibawah ini :

-  Tujuan Pembelajaran

-  Materi Pembelajaran

-  Kurikulum dan Silabus

-  Jumlah Peserta dan Luas Ruangan

-  Kemampuan Peserta

-  Fasilitas

-  Waktu Pembelajaran

-  Panca indera

2)   Jenis-jenis media pembelajaran

Media instruksional merupakan Alat Bantu yang berupa Audio, Visual ataupun Multi media yang banyak digunakan sebagai sarana didalam pertemuan atau pengajaran/pelatihan yang menggunakan ceramah untuk menyampaikan pesan atau pelajaran.

Alat Bantu seperti ini di lingkungkan pendidikan dan pelatihan sering disebut sebagai AVA atau Audio Visual Aid. Menurut Leslie J.Briggs dalam bukunya the Physical mean of conveying instructional content, dinyatakan bahwa Media Instruksional merupakan sarana yang dipakai untuk menyampaikan informasi pemelajaran.

Dalam Buku Alat Peraga Pelatihan (ML.2), yang disusun oleh Drs. Nahesson N. Tarigan dan kawan-kawan (Depnaker RI, 1987) dijelaskan bahwa secara umum alat peraga pemelajaran dapat dibedakan dalam berbagai macam seperti berikut :

  1. Bahan cetakan
  2. Papan display
  3. Peta dan chart
  4. Gambar mati yang diproyeksikan
  5. Gambar hidup yang diproyeksikan
  6. f.      Tiga dimensi
  7. Suara yang direkam
  8.  Multi media meliputi:

Yaitu alat bantu pelatihan yang berbasis komputer (computerized) bahkan ada yang dapat digunakan secara interaktif, diantaranya :

  • Alat bantu presentasi (Power point)
  • CAI (computer Aided Instruction)
  • Wahana tiruan (Simulator )
  • Wahana Maya (Virtual Aided)

 

KRETERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Berdasarkan data faktor-faktor yang menentukan dalam pemilihan  media dapat dilihat dibawah ini :

– Tujuan Pembelajaran

– Materi Pembelajaran

– Kurikulum dan Silabus

– Kemampuan Peserta

– Fasilitas

– Waktu Pembelajaran

– Panca indera

– Kemampuan Instruktur

– Administrasi

– Ekonomi

 

Penyusunan alat validasi

 

a)  Penetapan  Tujuan

Tujuan evaluasi program latihan adalah untuk memperoleh informasi proses       dan hasil pelaksanaan program pelatihan sebagai alat validasi program pelatihan itu sendiri.

b)  Gambaran Hasil yang dicapai agar ditemukan isi muatan program pelatihan baik kelemahan maupun kelebihan sehingga dapat dipergunakan untuk perbaikan program pelatihan menjadi standard pelatihan meliputi kepesertaan, isi program, pasilitas dan kondisi pelaksanaan

c)  Penentuan pertanyaan yang di harapkan :

(2)   Relevansi muatan untuk pencapaian tujuan pelatihan

(3)   Hubungan keterkaitan antar komponen program latihan

(4)   kesesuaian metode dengan media

d)  Metoda yang digunakan

(1)   Kualitatif

(2)   Kuantitatif (Obyek : Penyelenggara, Instruktur, peserta, dokumen administrasi bengkel)

e)  Pemilihan Staff/Tim validasi

(1)   Internal : Personil bidang Penyelenggaraan dan Instruktur

(2)   External : Pengguna dan Profesi

 

f)   Pengumpulan data

 

NO

INFORMASI YANG DIBUTUHKAN

PERTANYAAN

KETERANGAN

Kualitatif

Kuantitatif

 

 

 

 

       

 

g)  Pengolahan data analisis pada :

(1)   Rekapitulasi

(2)   Tabulasi

(3)   Interprestasi data

(4)   Penyajian Data :

-       Relevansi muatan untuk pencapaian tujuan pelatihan

-       Hubungan keterkaitan antar komponen program

-       Hubungan keterkaitan antar Metode dengan Media

-       Kesimpulan Saran dan Rekomondasi

 

h)  Penyusunan Laporan

 

3)   Cara mengkaji kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

 

Dalam memvalidasi kesesuaian metode dan media pembelajaran dilakukan tahapan pengkajian dan validasi.

 

1)  Pengkajian Kesesuaian Antara Metode Pembelajaran Dengan Media Pembelajaran

Pengkajian kesesuaian antara metode dan media pembelajaran dimaksudkan untuk meneliti apakah metode yang dipilih sesuai dengan media yang digunakan. Cara memperoleh kesesuai antara metode dengan media pembelajaran dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor dalam pemilihan metode maupun faktor-faktor dalam pemilihan media pembelajaran.

Setiap metode pembelajaran yang dipilih mengandung konsekuensi terhadap pemilihan media pembelajaran.

 

Pengkajian kesesuaian metode dengan media pembelajaran harus meninjau kembali kajian strategi pembelajaran yang telah diuraikan sebelumnya (diatas).

 

Untuk mengkaji kesesuaian antara metode dengan media pembelajaran menggunakan form berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel kajian metode pembelajaran :

No

Materi/Kurikulum dan Silabus

Metode

kriteria

Hasil kajian

Tanggapan

S

TS

1

2

3

4

5

6

7

 

 

 

           

 

Cara pengisian form Kajian:

Kolom      1   :     Berisi Nomor urut

Kolom      2   :     Berisi materi/kurikulum dan silabus

Kolom      3   :     Berisi Metode Pembelajaran

Kolom      4   :     Berisi kriteria

Kolom      5   :     √ sesuai

Kolom      6  :     √ tidak sesuai

Kolom      7  :     Berisi tanggapan hasil kajian

 

 

Tabel kajian media pembelajaran

 

No

Materi/Kurikulum dan Silabus

media

kriteria

Hasil kajian

Tanggapan

S

TS

1

2

3

4

5

6

7

 

 

 

           

 

Cara pengisian form Kajian:

Kolom      1   :     Berisi Nomor urut

Kolom      2   :     Berisi materi/kurikulum dan silabus

Kolom      3   :     Berisi Media Pembelajaran

Kolom      4   :     Berisi kriteria

Kolom      5   :     √ sesuai

Kolom      6  :       √ tidak sesuai

Kolom      7  :       Berisi tanggapan hasil kajian

 

 

Form hasil Kajian Kesesuaian Antara Metode Dengan Media Pembelajaran

 

No

Metode

Media

Rumusan hasl kajian

rekomondasi

1

2

3

4

5

 

 

 

       

 

Validasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah hasil kajian yang telah dilakukan sebelumnya valid atau tidak.

Tanggapan-tanggapan dari form kajian kesesuaian antara metode dengan media pembelajaran diatas dituangkan kedalam form validasi untuk dilakukan analisis rasional terhadap kesesuaian antara metode dengan media pembelajaran.

 

Tabel : validasi kesesuaian metode dengan media pembelajaran

 

No

Hasil kajian

Analisis

Rekomendasi

Kurikulum dan silabus

metode

media

1

2

3

4

5

6

 

 

 

         

 

Cara pengisian form validasi :

Kolom    1  :     Berisi Nomor urut

Kolom    2  :     Kurikulum dan silabus

Kolom    3  :     hasil kajian metode

Kolom    4  :     hasil kajian media

Kolom    5  :     Berisi Analisis kajian dari tanggapan yang telah dilakukan

Kolom    6  :     Berisi Rekomendasi dari hasil analisis yang telah dilakukan

 

4)   Pedoman memvalidasi keseuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

Cara memvalidasi kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran dapat dilihat pada diagram alir dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                               

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Metode dan media pembelajaran berkaitan dengan materi atau kurikulum silabus dan tujuan pelatihan, kesesuaian metode dan media pembelajaran tergantung dari materi pembelajaran untuk mencapai setiap KUK pada unit-unit kompetensi dalam kurikulum untuk mencapai tujuan pelatihan.

 

 

b. Keterampilan

1)   Mengkaji kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

 

Tabel kajian metode pembelajaran :

No

Materi/Kurikulum dan Silabus

Metode

kriteria

Hasil kajian

Tanggapan

S

TS

1

2

3

4

5

6

7

 

 

 

           

 

Cara pengisian form Kajian:

Kolom  1  :    Berisi Nomor urut

Kolom  2  :    Berisi materi/kurikulum dan silabus

Kolom  3  :    Berisi Metode Pembelajaran

Kolom  4  :    Berisi kriteria

Kolom  5  :    √ sesuai

Kolom  6       :    √ tidak sesuai

Kolom 7  :    Berisi tanggapan hasil kajian

 

 

 

 

 

 

Tabel kajian media pembelajaran

 

No

Materi/Kurikulum dan Silabus

media

kriteria

Hasil kajian

Tanggapan

S

TS

1

2

3

4

5

6

7

 

 

 

           

Cara pengisian form Kajian:

Kolom      1   :     Berisi Nomor urut

Kolom      2   :     Berisi materi/kurikulum dan silabus

Kolom      3   :     Berisi Media Pembelajaran

Kolom      4   :     Berisi kriteria

Kolom      5   :     √ sesuai

Kolom      6   :     √ tidak sesuai

Kolom      7   :     Berisi tanggapan hasil kajian

 

Form hasil Kajian Kesesuaian Antara Metode Dengan Media Pembelajaran

 

No

Metode

Media

Rumusan hasil kajian

rekomondasi

1

2

3

4

5

 

 

 

       

 

2)    Memvalidasi keseuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran

 

Tabel : validasi kesesuaian metode dengan media pembelajaran

 

No

Hasil kajian

Analisis

Rekomendasi

Kurikulum dan silabus

metode

media

1

2

3

4

5

6

 

 

 

         

 

Cara pengisian form validasi :

Kolom    1  :     Berisi Nomor urut

Kolom    2  :     Kurikulum dan silabus

Kolom    3  :     hasil kajian metode

Kolom    4  :     hasil kajian media

Kolom    5  :     Berisi Analisis kajian dari tanggapan yang telah dilakukan

Kolom    6  :     Berisi Rekomendasi dari hasil analisis yang telah dilakukan

 

 

c. Sikap

 

1)   Mengkaji kesesuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran harus dilakukan secara cermat dan teliti

2)   Memvalidasi keseuaian antara metode pembelajaran dengan media pembelajaran harus dilakukan secara obyektif dan taat asas

 

 

 

 

 

 

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

 

  1. A.                                                                                                        Sumber-sumber perpustakaan

 

  1. 1.             Daftar Pustaka

Prof. Nana Saudih Sukmadinata, Pengembangan kurikulum, pengarang : PT. Remaja Rosdakarya Bandung.

Modul Pedagogi Pelatihan, pengarang : Puslatker.

 

  1. 2.             Buku Referensi

Buku pedoman penyusunan program pelatihan berbasis kompetensi. DEPNAKERTRANS RI

 

 

  1. B.                                                                                                        DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN           

 

  1. Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

1.1 Laptop Untuk di ruang teori
2 Peralatan game (meteran kayu lipat, bangku kecil, pentagon) Untuk setiap peserta

 

  1. Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

1

-    Buku Kerja Setiap peserta

2

-    Balon Setiap peserta

3

-    Isolasi kertas besar Setiap peserta

4

-    Spidol besar Setiap peserta

5

-    Modul (buku informasi, buku penilaian) Setiap peserta

6

-    Materi test Setiap peserta

7

-    Kertas HVS A4 Setiap peserta

 

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK