Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mempergunakan Piranti Lunak Anti Virus TIK.OP02.014.01

Apr
13
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MEMPERGUNAKAN PIRANTI LUNAK ANTI VIRUS

TIK.OP02.014.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I PENGANTAR. 2

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 2

1.2 Penjelasan Modul 2

1.2.1 Desain Modul 2

1.2.2 Isi Modul 3

1.2.3 Pelaksanaan Modul 3

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 4

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah. 4

 

BAB II STANDAR KOMPETENSI. 6

2.1 Peta Paket Pelatihan. 6

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 6

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 6

2.3.1 Kode dan Judul Unit 7

2.3.2 Deskripsi Unit 7

2.3.3 Elemen Kompetensi 7

2.3.4 Batasan  Variabel 8

2.3.5 Panduan Penilaian. 8

2.3.6 Kompetensi Kunci 9

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 10

3.1 Strategi Pelatihan. 10

3.2 Metode Pelatihan. 11

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI. 12

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 12

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 12

4.3 Pengertian Virus 13

4.4 Jenis – Jenis Virus Secara Umum.. 15

4.5 Menyalakan Komputer 18

4.6 Pra Installasi 19

4.7 Installasi Perangkat Lunak Anti-Virus 19

4.8 Mengoperasikan Piranti Lunak Anti Virus 25

4.9 Melakukan Pencegahan. 29

4.9 Jika PC Kita Terinfeksi Virus 32

 

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 35

5.1 Sumber Daya Manusia. 35

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi) 36

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 37

 

DAFTAR PUSTAKA. 38

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2 Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-  Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.OP02.001.01  Mengoperasikan komputer personal yang berdiri sendiri (PC stand alone)
  2. TIK.OP02.009.01  Mengoperasikan PC yang terhubung pada jaringan komputer lokal

 

Modul ini juga mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan pengoperasian piranti lunak aplikasi.

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara mempergunakan piranti lunak anti virus dengan tujuan untuk dapat melindungi komputer dari berbagai jenis virus.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para operator, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.OP02.012.01

Judul Unit      : Mempergunakan Piranti Lunak Anti Virus

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   mempergunakan piranti lunak anti virus. Penggunaan piranti lunak anti virus yang dibahas dalam unit ini berkaitan dengan penggunaan piranti lunak anti virus umum digunakan dengan tujuan agar dapat melIndungi komputer dari berbagai jenis virus standar yang dapat menyebar di komputer kita. Unit ini juga menjelaskan tentang jenis – jenis virus komputer dan cara penyebarannya.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01    Mengidentifikasi jenis virus.

 

1.1      Jenis virus yang umumnya tersebar menyerang computer dapat diidentifikasi.

 

1.2      Piranti lunak antivirus dapat dipilih/ditentukan sesuai dengan virus yang tersebar.

 

02   Mempersiapkan Piranti lunak anti virus dijalankan. 2.1      Piranti lunak pengolah kata telah terinstalasi dan dapat berjalan normal.

 

2.2      Petunjuk penggunaan (user manual) piranti lunak anti virus sudah disediakan dan dipahami.

 

2.3      Perangkat komputer sudah dinyalakan.

 

2.4      Piranti lunak anti virus dijalankan.

 

03    Mengoperasikan piranti lunak anti virus 3.1    Drive yang akan discan dapat ditentukan.

 

3.2      Proses scanning virus dapat dilakukan.

 

3.3      Tindakan yang akan dilakukan pada file yang terinfeksi dapat ditentukan.

 

04    Melakukan pencegahan

 

4.1      Proses scanning virus dilakukan secara periodik.

 

4.2      Proses penjagaan otomatis dari anti virus dijalankan untuk mencegah virus masuk.

 

4.3      Updating piranti lunak anti virus dilakukan untuk menambah data virus yang bisa ditanggulangi.

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.4 Batasan  Variabel

  1. Unit ini berlaku untuk sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi bidang operator.
  2. Pengoperasian piranti lunak anti virus ini terbatas pada:

2.1     Kondisi kerja normal dengan perangkat PC standar.

2.2     Sistem operasi berbasis Graphic User Interface (GUI).

2.3     Piranti lunak anti virus sudah terinstalasi.

2.4     Komputer terinfeksi virus yang dapat dibersihkan dengan anti virus yang tersedia.

   

2.3.5 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari:

1. Pengetahuan dan Ketrampilan Penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang:

1.1   Pengetahuan jenis-jenis virus.

1.2   Kemampuan menentukan langkah yang tepat untuk membersihkan komputer dari virus.

2. Konteks Penilaian

Dalam penilaian unit ini harus mencakup uji keterampilan baik secara langsung ataupun melalui simulasi. Unit ini harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan penunjang.

 

3. Aspek Penting Penilaian

3.1   Pengetahuan tentang jenis-jenis virus.

3.2   Kemampuan mengoperasikan aplikasi anti virus.

3.3   Kemampuan memilih jenis anti virus yang sesuai dengan kebutuhan.

 

4. Kaitan Dengan Unit-Unit Lain

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan pengoperasian PC baik yang berdiri sendiri maupun dalam jaringan, sistem operasi dan piranti lunak aplikasi lainnya.

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

No

Kompetensi Kunci Dalam Unit ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

 Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menjelaskan piranti lunak anti virus.
  • Siswa mampu membuat menggunakan piranti lunak anti virus.

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui piranti lunak anti virus.
  • Siswa dapat mengidentifikasi jenis – jenis virus komputer dan bagaimana penyebarannya
  • Siswa dapat menentukan piranti lunak anti virus yang sesuai untuk penanggulangan virus komputer.

 

 

4.3 Pengertian Virus

“A program that can infect other programs by modifying them to include slighty altered copy of itself. A virus can spread throughout a computer sytem or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows “ (Fred Cohen).

Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya, yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah   terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm". Pembahasan worm akan dibahas didepan setelah pembahasan mengenai virus ini.

 

Kriteria Virus

Suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah benar-benar virus apabila minimal memiliki 5 kriteria:
   1. Kemampuan suatu virus untuk mendapatkan informasi
   2. Kemampuannya untuk memeriksa suatu program
   3. Kemampuannya untuk menggandakan diri dan menularkan
   4. Kemampuannya melakukan manipulasi
   5. Kemampuannya untuk menyembunyikan diri.

Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.

1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi
Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory, untuk apa? Agar dia dapat mengenali program program apa saja yang akan dia tulari, misalnya virus makro yang akan menginfeksi semua file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari.Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi atau bahkan program virus ini dieksekusi.

Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya di RAM (biasanya), sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus.

2. Kemampuan memeriksa suatu program
Suatu virus juga harus bisa untuk memeriksa suatu program  yang akan ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file / program.

Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki atau memberi tanda pada file atau program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut. Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang telah terinfeksi.

3. Kemampuan untuk menggandakan diri
Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon   korbannya (baik file atau program), maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya. Jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari dengan cara menuliskan byte pengenal pada program atau  file tersebut, dan seterusnya mengcopykan atau menulis kode objek virus di atas file atau program yang diinfeksi.

Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari atau menggandakan dirinya adalah:
a. File atau program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya, kemudian diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)

b.  Program virus yang sudah di eksekusi / load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program yang ada.

4. Kemampuan mengadakan manipulasi
Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file/program. Isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang teringan sampai pengrusakan.

Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya! Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga memiliki kemampuan   yang sama dengan  yang dimiliki sistem operasi.

Misalnya:
a.  Membuat gambar atau pesan pada monitor
b.  Mengganti atau mengubah-ngubah label dari tiap file, direktori, atau label dari drive di pc
c.  Memanipulasi program atau file yang ditulari
d.  Merusak program atau file
e.  Mengacaukan kerja printer, dsb

5. Kemampuan Menyembunyikan diri
Kemampuan Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.

Langkah - langkah yang biasa dilakukan adalah:

-    Program asli / virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.

-    Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri

-    Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak berubah ukurannya

-     Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file, dan lain-lainnya            

4.4 Jenis – Jenis Virus Secara Umum

Saat ini banyak jenis variasi virus yang beredar, kebanyakan diantaranya dapat dikelompokkan menjadi enam kategori umum, dimana tiap jenis sedikit berbeda cara kerjanya:

 

1. Virus boot-sector:

Memasukkan dirinya ke dalam boot-sector--sebuah area pada hard drive (atau jenis disk lainnya) yang akan diakses pertama kali saat PC dinyalakan. Virus jenis ini dapat menghalangi PC Kita untuk melakukan booting dari hard disk.

Contoh virus:
  • Varian virus wyx

Ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy;

Panjang: 520 bytes;

Karakteristik: memory resident dan terenkripsi.

 

  • Varian V-sign :

Menginfeksi: Master Boot Record;

Panjang: 520 bytes;

Karakteristik: menetap di memory (memory resident), terenkripsi, dan polymorphic).

 

  • Stoned.june4th/ bloody:

Menginfeksi: Master Boot Record dan floopy;

Panjang: 520 bytes;

Karakteristik: menetap di memory (memory resident), terenkripsi dan menampilkan pesan “Bloody!june 4th 1989” setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali.

 

2. Virus file:

Jenis virus ini menginfeksi sebuah aplikasi. Virus ini melakukan eksekusi untuk menyebarkan dirinya pada aplikasi dan dokumen yang terkait dengannya saat file yang terinfeksi dibuka atau dijalankan.

 

3. Virus makro:

Ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman makro yang disederhanakan, dan menginfeksi aplikasi Microsoft Office, seperti Word dan Excel, dan saat ini diperkirakan 75 persen dari jenis virus ini telah tersebar di dunia.

 

Sebuah dokumen yang terinfeksi oleh virus makro secara umum akan memodifikasi perintah yang telah ada dan banyak digunakan (seperti perintah “Save”) untuk memicu penyebaran dirinya saat perintah tersebut dijalankan.

 

Contoh virus:
  • Varian W97M, misal W97M.Panther. Panjang 1234 bytes, akan menginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka

 

  • WM.Twno.A;TW. Panjang 41984 bytes, akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya berekstensi *.dot dan *.doc.

 

4. Virus multipartite:

Menginfeksi baik file dan boot-sector–sebuah penjahat berkedok yang dapat menginfeksikan sistem kita terus menerus sebelum ditangkap oleh scanner antivirus.

 

5. Virus polymorphic:

Akan mengubah kode dirinya saat dilewatkan pada mesin yang berbeda. Secara teoritis virus jenis ini lebih susah untuk dapat dideteksi oleh scanner antivirus, tetapi dalam kenyataannya virus jenis ini tidak ditulis dengan baik, sehingga mudah untuk diketahui keberadaannya.

 

Contoh virus:

  • Necropolis A/B,

Menginfeksi file *.exe dan *.com;

Panjang file 1963 bytes;

Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tersembunyi, terinkripsi dan struktur dapat berubah – ubah.

 

  • Nightfall,

Menginfeksi file *.exe;

Panjang file 4554 bytes;

Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tersembunyi, memiliki pemicu, terinkripsi dan struktur dapat berubah-ubah.

 

6. Virus stealth:

Menyembunyikan dirinya dengan membuat file yang terinfeksi tampak tidak terinfeksi, tetapi virus jenis ini jarang mampu menghadapi scanner antivirus terbaru.

 

Contoh virus:

  • Yankee.XPEH.4928,

Menginfeksi file *.exe dan *.com;

Panjang file 4298 bytes;

Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tersembunyi, memiliki pemicu.

 

  • WXYC (termasuk kategori boot record dan juga kategori stealth),

Menginfeksi floppy dan motherboot record;

Panjang 520 bytes;

Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tersembunyi.

 

  • Vinem(s):

Menginfeksi file file *.exe, *.sys, *.com;

Panjang file 3275 bytes;

Karakteristik: menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.

 

WORM

Suatu program yang didesain menyerupai virus dan mampu menduplikasi diri sendiri dari satu PC ke PC yang lain, dimana worm tersebut sedemikian automatisnya sehingga mampu mengambil alih kontrol pada feature2 yang ada didalam PC dengan cara bergerak dalam file atau informasi. Sekali terdapat worm di didalam sistem kita, dia akan menjelajah sendiri.

 

Bahaya terbesarnya adalah kemampuannya untuk menduplikasikan diri dalam volume yang besar. Sebagai contoh worm dapat mengirimkan copy dari diri sendiri kepada masing-masing orang yang terdapat dalam email address book kita, dan PC mereka akan melakukan hal yang sama. Penyebab dari itu semua berujung pada traffic network yang berat yang mengakibatkan network bisnis dan internet menurun secara keseluruhan

 

 

TROJAN

Suatu PC program yang kelihatannya seperti software biasa namun disatu sisi program tersebut dapat melumpuhkan security dalam suatu program yang lain sehingga menyebabkan kerugian bahkan kerusakan yang besar. Biasanya trojan disebut pula Spy Ware. Trojan biasanya terdapat didalam email dalam bentuk attachment yang mengklaim diri sebagai security update tapi berubah menjadi virus yang dapat merusak program. Trojan menyebar pada saat kita membuka suatu program karena biasanya program tersebut berasal dari sumber terpercaya. Trojan juga terdapat didalam software yang biasa kita download secara free.

 

4.5 Menyalakan Komputer

Komputer adalah sebuah alat elektronik untuk menyimpan maupun memproses informasi. Komputer dapat memanipulasi data berdasarkan sederetan perintah yang mana membuatnya menjadi suatu contoh yang sangat tepat sebagai sistem untuk memproses data.

 

Sebagaimana kita tahu bahwa komputer adalah sebuah alat elektronik, maka kita perlu tahu bagaimana cara mengoperasikannya.

 

Pertama-tama langkah yang perlu dilakukan untuk menyalakan komputer adalah dengan memastikan bahwa komputer tersambung dengan kabel-kabel yang sesuai dan power menyala pada plug socket (perlu diingat untuk tidak memasang kabel jika power menyala). Komputer perlu tersambung ke aliran listrik dari jaringan PLN atau alat-alat bantu seperti UPS(Uninterruptible Power Supply), AVR(Advanced Virtual RISC), soft start atau lainnya.

 

Perangkat bantu seperti UPS (Uninterruptible Power Supply) mempunyai baterai yang akan menyimpan aliran listrik untuk beberapa waktu apabila terjadi putus aliran listrik. Alat ini memungkinkan user untuk melakukan shut down pada komputernya semestinya dan menyimpan data-data penting sebelum pemutusan aliran listrik dari sumbernya. Apabila komputer tersambung pada alat-alat bantu seperti ini, maka kita haruis memsatikan bahwa alat-alat bantu ini memiliki ketersediaan aliran listrik.

 

Apabila sudah dipastikan bahwa komputer telah tersambung pada aliran listrik, langkah berikutnya adalah menekan tombol power yang terletak didepan casing komputer. Hal ini cukup dilakukan sekali, tekan dengan seksama, kemudian lepaskan. Biasanya tombol power tersebut adalah tombol yang ukurannya lebih besar dari tombol lainnya.

 

Setelah tombol power ditekan kita perlu menunggu beberapa saat supaya komputer menyala dan menloading piranti lunak (Operating System) atu dikenal dengan istilah boot up. Prosedur ini juga menentukan alat-alat periperal apa yang terhubung ke komputer. Ada beberapa warna lampu yang dapat dijadikan indikator.

-   Warna Hijau menandakan bahwa power menyala dan peralatan tersebut bekerja dengan baik.

 

-   Warna oranye menandakan bahwa peralatan tersebut berada pada kadaan low-power atau sleep mode. Peralatan tersebut masih menyala tetapi tidak bekerja.

 

4.6 Pra Installasi

Sebelum kita menginstall antivirus yang akan digunakan, kita sebaiknya menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Peralatan tersebut adalah :

  • CD / Media installasi antivirus
  • License Serial Number
  • Buku manual antivirus
  • Report sheet beserta alat tulis

 

Pastikan bahwa komputer telah memenuhi persyaratan minimum yang telah diperlukan dan tidak terinstall antivirus lainnya. Apabila di komputer yang akan diinstall terdapat antivirus lain, terlebih dahulu anda membersihkan atau menghilangkan program antivirus tersebut kemudian restart komputer anda. Setelah semua persyaratan dan kondisi telah dipenuhi, anda kini telah siap untuk melakukan installasi. Jangan lupa untuk mencatat kondisi yang terjadi pada saat installasi di report sheet.

4.7 Installasi Perangkat Lunak Anti-Virus

Media installasi dapat berupa apa saja, baik melalui internet ataupun kepingan CD. Media yang sering digunakan untuk sumber installasi adalah CD dan DVD. Langkah-langkah pada setiap antivirus hampir sama, hanya kadang-kadang terjadi perbedaan urutan. Pada kali ini kita akan menggunakan CD AVG antivirus sebagai contoh.

Berikut langkah-langkah installasi :

 

  1. Masukan CD ke dalam komputer, biasanya secara otomatis akan muncul “Welcome Dialog” atau dialog pembuka dari software antivirus tersebut. Bila tidak muncul apa-apa, maka buka CD tersebut melalui “window explorer” kemudian cari file dengan nama “setup” dan biasanya file ini berekstensi “exe” yang menandakan merupakan file yang executable atau dapat dijalankan. Pada dialog pembuka ini biasanya akan dijelaskan program yang diinstal, peringatan dan penggunaan bahasa.

 

 

  1. Setelah kita next akan muncul layar Lincense Agreement. Di sini kita sebaiknya membaca perjanjian penggunaan program. Apabila anda setuju maka akan menuju ke proses installasi selanjutanya, tetapi apabila anda tidak setuju, maka installasi program akan terhenti.

 

 

 

  1. Bila setuju tekan Accept dan akan muncul layar yang menunjukan paket installasi. Di avg ini ada paket standar dan custom yang dimana kita dapat memilih komponen yang akan diinstall. Pada antivirus yang lain kadang juga disertakan beberapa paket seperti paket minimum, standard, complete, dan custom.

 

 

 

Pada kali ini kita pilih yang paket standar yang merupakan paket yang dianjurkan dari pihak produser. Anda boleh memilih custom, apabila anda sudah berpengalaman.

 

  1. Setelah kita tekan next, maka akan muncul lembar data pengguna. Biasannya berisi nama dan organisasi pengguna. Pada AVG antivirus pada halaman ini juga digunakan untuk mengisi license / serial number. Pada beberapa antivirus lain pengisian serial number / license terpisah dari halaman data pengguna.

 

 

  1. Selanjutnya kita akan masuk ke bagian letak program setelah di install, biasanya program akan diletak kan di drive yang sama dengan sistem operasi, pada folder program files ( khusus windows ). Apabila anda ingin meletakan di tempat lain, maka tekan browse dan sistem navigasi folder tree akan membantu anda dalam memposisikan program.

 

 

 

  1. Setelah itu anda akan dihadapkan dengan sebuah tree dari komponen yang akan diinstall. Sebaiknya anda tidak mengubah apapun pada tahap ini, kecuali memang anda sudah ahli atau menginginkan komponen ditambah atau dikurang. Pada beberapa antivirus, tahapan ini kadang-kadang tidak ada.

 

 

 

  1. Selanjutnya kita akan dihadapkan pilihan untuk konfigurasi email scanning. Pilih yang bagian atas apabila anda menggunakan email client Microsoft Outlook saja. Kalau anda memiliki email client yang lain dan ingin terproteksi oleh AVG antivirus, maka sebaiknya anda memilih advanced configuration. Dan memilih plugin yang tersedia, atapun memilih email client yang belum disediakan oleh pihak antivirus. Tidak semua antivirus memiliki fasilitas email scaner, tetapi antivirus yang diproduksi oleh perusahaan terkenal biasanya memiliki fitur ini.

 

 

 

  1. Setelah konfigurasi email scaner dan menekan next, akan muncul ringkasan installasi. Mohon cek kembali apakah ada yang berbeda dari data ringkasan dengan yang anda pilih. Bila belum sesuai keinginan anda dapat menekan tombol “back” untuk kembali ke langkah-langkah sebelumnya.

 

 

  1. Bila memang sudah betul tekan tombol Finish dan installasi akan dijalankan. Pada saat ini akan muncul telah berjalan berapa persen pada progress bar. Dan setelah selesai 100% maka akan muncul tanda bahwa installasi telah berhasil. Biasanya setelah selesai installasi, anda akan diminta untuk restart komputer anda.

 

 

 

 

4.8 Mengoperasikan Piranti Lunak Anti Virus

Selanjutnya untuk melakukan scan / pendeteksian virus pada komputer anda. Pada AVG control Center, anda dapat menekan tombol test center, lalu akan muncul window seperti berikut:

Gambar 2.2

Pada window diatas terdapat tiga tombol utama, yaitu sebagai berikut:

  1. Scan Computer: Pilihlah tombol ini apabila anda ingin men-scan seluruh isi komputer. Artinya, seluruh drive yang ada dikomputer tersebut akan di-scan terhadap kemungkinan terdapatnya virus di salah satu file.

 

  1. Scan selected area: Pilihlah tombol ini apabila anda ingin men-scan area tertentu pada komputer. Misalnya saja, anda bisa men-scan floopy disk, folder tertentu pada harrdisk, atau drive tertentu pada harddisk. Anda juga dapat men-scan CD yang anda masukkan ke dalam CD/DVD ROM atau USB flash disk yang anda colokkan ke komputer.

 

  1. Check for updates: Pilihlan tombol ini, jika anda ingin mengecek bilamana ada update terbaru yang sudah beredar. Agar anda dapat memanfaatkan fasilitas ini, koneksikan komputer tersebut ke jaringan internet. Dengan demikian, AVG free akan melakukan update secara otomatis tanpa harus menyita perhatian anda.

 

Selanjutnya, untuk men-scan komputer kita, mana yang dipilh apa Scan komputer atau Scan selected area?

Pada dasarnya, kedua tombol ini berfungsi sama, hanya saja berbeda pada jangkauannya, yang satu bersifat global, yaitu Scan Computer, sedangkan yang satunya lagi bersifat Lokasi atau selektif.

 

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat anda jadikan landasan ketika anda mau scan komputer anda:

  1. Scan Komputer :

-          Anda baru pertama kali menggunakan AVG anti virus.

-          Anda sudah lama tidak men-scan komputer dari ancaman virus dan ingin men-scan secara total komputer.

-          Anda menyadari keberadaan virus di dalam komputer, namun tidak tahu secara tepat file apa atau dimana file yang dinfeksi oleh virus tersebut.

-          Virus yang terdeteksi menyerang komputer anda sudah menjalar atau menyebar di seluruh drive sehingga harus dituntaskan secara total.

-          Anda tidak tahu harus menghapus virus dari mana.

 

  1. Scan Selected Area :

-          Anda tahu persis file yang terjangkit virus atau file yang mengandung virus ada di folder atau drive tertentu.

-          Anda ingin men-scan media yang anda masukkan ke dalam komputer, seperti CD//DVD, USB Flash Disk, hard disk eksternal, dan lain sebagainya.

-          Virus tersebut belum menjalar secara total di dalam komputer sehingga bisa dicegah secara local.

 

Apabila, ternyata komputer terkena virus, kita dapat mengkonfigurasikan tindakan apa yang akan kita lakukan ketika virus ditemukan, yaitu:

  1. Mempberbaiki.
  2. Mengkarantina (menempatkan pada satu tempat tertentu yang aman, sehingga virus tersebut tidak dapat menyebar lagi).
  3. Menghapus

 

Apa yang sebaiknya kita lakukan, ketika AVG Anti virus mendeteksi adanya anti virus? Ketika AVG Antivirus mendeteksi adanya virus di komputer anda, direkomendasikan agar anda mencoba untuk menghealing (memperbaiki) obyek yang terinfeksi pada kesempatan pertama. Ketika AVG tidak dapat menyembuhkan virusnya, (hal ini bisa terjadi oleh karena beberapa alasan), misalnya: adanya distorsi terhadap file asli yang disebabkan oleh virus.). Jika hal ini terjadi, maka disarankan untuk memindahkan virus tersebut ke Virus Vault (tempat karantina). Sedangkan pilihan terakhir adalah menghapus obyek tersebut, yang mana akan menghapus virus yang menginfeksinya juga.

 

Kenapa tidak semua virus dapat disembuhkan?

Karena untuk memperbaiki, sebuah file harus dapat dikembalikan ke kondisinya semula. Oleh karena itu, tidak semua file dapat disembuhkan. Alasannya, karena beberapa virus tidak menginfeksi file tersbut, melainkan menulis ulang file tersebut, atau dia mengkopi dirinya sendiri. Jika ini terjadi, hampir tidak mungkin untuk mengembalikan file asli tersebut.

 

Untuk kasus ini, kemungkinan pilihan yang dapat kita lakukan adalah dengan memindahkan file yang terinfeksi virus tersebut dari hard disk anda, dan jika memungkin melakuan restore file asli dari file back-up anda.

 

Apa yang harus anda lakukan untuk virus yang belum dikenal?

Ketika AVG menyatakan bahwa tersebut dicurigai atau telah diinfeksi oleh virus yang belum dikenal, maka anda dapat mengemail file terinfeksi tersebut ke Grisoft (virus@grisoft.com). Kita juga dapat melakukan hal lainya yaitu melalui Virus Vault. Gunakan alamat diatas untuk mengirimkan file yang kamu curigai terinfeksi virus, walaupun AVG tidak mendeteksi sebagai virus. Untuk lebih jelasnya, kita dapat melihat FAQ(Frequently Ask Question) pada website grisoft(www.grisoft.com).

 

Virus Vault

Setiap obyek yang dideteksi sebagai virus, sebaiknya kita pindahkan ke virus vault. Dalam Virus Vault kita dapat mengeksplore obyek, menghapus, dan merestore atau mengembalikan obyek tersebut jika sudah berhasil disembuhkan. Atau kita juga dapat mengirimkan obyek itu untuk dianalisa lebih jauh oleh AVG.

 

Virus Vault memberi pilihan untuk mereview obyek yang terdeteksi sebagai dicurigai atau sudah diinfeksi, dan menyedikan informasi terhadap obyek tersebut, seperti:

  1. Obyek Status -> apakah infected atau telah diperbaiki.
  2. Tipe Obyek -> Obyek atau back up
  3. Nama virus
  4. Lokasi asli obyek
  5. Tanggal dan waktu obyek tersebut dideteksi.
  6. Nama File
  7. Dan Ukuran file.

 

Menghapus Virus apabila ditemukan

Berikut Proses scanning komputer ketika terdapat virus yang ditemukan:

Gambar 2.11

Apabila proses scanning telah selesai dan ternyata ditemukan virus, maka secara otomatis melakukan perbaikan (healing) terhadap file tersebut.

Berikut adalah setelah hasil scaning setelah selesai dan ternyata virus ditemukan:

Gambar 2.12

 

Biasanya proses healing ini berlangsung lancar dan file yang terinfeksi akan terbebas dari virus. Tetapi bisa juga, proses healing in tidak berjalan seperti seharusnya alias gagal. Maka AVG akan menampilkan pesan berapa file yang gagal untuk disembuhkan.

 

Berikut window yang akan muncul setelah AVG melakuan proses healing:

Gambar 2.13

  Jika virus tersebut ternyata tidak dapat disembuhkan AVG tidak mengizinkan anda langsung menghapus file tersebut. Tetapi anda harus memindahkan file tersebut ke Karantina atau lebih dikenal sebagai Virus Vault di AVG.

 

 

4.9 Melakukan Pencegahan

Bagaimana PC Kita Dapat Terkena Virus?

PC Kita dapat terinfeksi virus pada saat:

  • Kita menyalin ataupun mendownload sebuah file yang terinfeksi virus ke  dalam PC kita maupun melalui floppy disk yang sering dipinjam-pinjamkankan.

 

  • Kita menerima email dari internet yang terdapat attachment didalamnya yang terinfeksi virus, karena dengan meningkatnya pemakai internet, maka trend penyebaran virus adalah melalui attachment email.

 

  • Kita membuka file/aplikasi, file/aplikasi tersebut error, dimana selain error file/aplikasi tersebut tidak jalan dan tidak dapat dibuka.

 

  • PC kita pada saat hendak dihidupkan dengan tiba-tiba men”shut down” dengan sendirinya

 

  • Kita banyak mendapat file-file yang tidak kita kenal

 

  • Jaringan LAN ataupun jaringan WAN di kantor kita tiba-tiba menjadi lambat sehingga memakan waktu yang cukup lama.

 

  • Ada beberapa file di dalam PC kita yang hilang dan hard disk mendadak menjadi penuh serta performansinya menjadi lambat (memorinya)

Langkah-Langkah Pencegahan:

  • Menggunakan internet firewall

 

  • Mengup-date PC secara reguler sangat penting. Menurut para periset dari PC Economics memperkirakan bahwa 30 persen dari usaha kecil sangat rentan terhadap bahaya virus dan itu dikarenakan mereka tidak mengupdate software antivirus mereka secara teratur atau mereka tidak menginstalasikannya secara benar.

 

  • Menginstall software anti virus yang terpercaya, cara menginstallnya dapat kita lakukan dengan membuka file *.exe software tersebut dan memilih direktori drive yang hendak di install (browse). Membaca petunjuk penggunaan software anti virus yang ada bila terdapat fitur khusus pada software tersebut.

 

  • Selalu meng-update software scanning anti virus dan selalu mendownload updatenya secara teratur. Saat ini sudah banyak PC yang dijual dipasaran sekaligus berikut software antivirus yang terinstal, namun kita juga dapat membeli software antivirus dan menginstalnya sendiri juga selalu meng update software antivirus tsb. Vendor software antivirus besar, seperti Mc Afee, Symantec, Network Associates, PC Associates, dan Kapersky Lab, menyediakan layanan update reguler (sebagai catatan PC Associates InoculateIT merupakan software antivirus yang gratis). Beberapa vendor juga menawarkan layanan update reguler melalui situs Web perusahaan mereka.

 

  • Melakukan scanning secara periodik, sebaiknya dilakukan dalam setiap 1 minggu untuk mencegah penginfeksian lebih lanjut.

 

  • Menyalakan layanan auto-protect suatu software anti virus, agar sewaktu ada virus yang hendak masuk akan terdeteksi secara otomatis (tidak selalu terdeteksi).

 

Pastikan anda sudah menginstal AVG Anti virus pada komputer anda dengan benar. Selanjutnya, ketika virus ditemukan pada komputer, kita dapat membasminya dengan AVG dengan langkah-langkah berikut:

  1. Jalankan Program AVG Antivirus, bisa melalui Start-Program >> File-AVGControlCenter.
  2. Kemudian akan muncul window AVG Anti Virus seperti berikut :

Gambar 2.1

Pada gambar diatas kita dapat melihat komponen-komponen atau feature yang terdapat pada AVG, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. 1.   Anti Virus: Berisi database virus-virus yang bisa dikenali dan dibasmi menggunakan AVG. Pada tampilan diatas Icon disebelah Anti virus tersebut adalah icon cheklist dengan warna hijau, itu artinya, database update virus definition pada komputer anda sudah yang terbaru/udapte, tetapi jika berubah menjadi berwarna merah, berarti update virus anda sudah basi atau out of date.

 

  1. Scheduller: berfungsi untuk mengatur pemindaian (scan) isi komputer anda terhadap virus-virus secara otomatis berdasarkan pada jadwal tertentu. Jadi secara periodek AVG akan mendeteksi keberadaan virus secara otomatis tanpa harus kita lakukan secara manual. Fasilitas ini harus diaktifkan dulu sebelum dapat bekerja dengan baik.

 

  1. Resident Sheild: Berfungsi untuk men-scan secara otomatis apabila anda memasukkan disket ke dalam floopy disk atau ada file executable (.exe) atau dokumen yang masuk kedalam komputer anda.

 

  1. Virus Vault: merupakan tempat untuk menampung file-file yang sudah terinfeksi virus. Setiap file yang terinfeksi akan ditampung dalam sebuah tempat yang disebut Qurantine atau karantina. Dan tempat tersebut merupakan daerah yang aman dan tidak akan membuat virus tersebut menular ke tempat lain.

 

  1. Update Manager: Jika anda ingin meng-update AVG sercara otomatis, maka anda harus memanfaatkan komponen yang satu ini. Syaratnya, anda harus terhubung dengan jaringan internet. Aturlah period waktu update secara otomatis ini saja.

 

  1. Shell Ekstension: Apabila anda ingin agar AVG muncul di dalam Windows explore ketika anda mengklik kanan tombol mouse di atas sebuah file, maka gunakan fasilitas ini. Shell extension menjamin anda dapat mengscan secara cepat sebuah file langsung mengunakan windows explorer.

 

  1. E-mail Scanner: Gunakan fasilitas E-mail Scanner agar AVG dapat men-scan email yang masuk terhadap adanya penyusupan virus. Seperti kita ketahui, virus seringkali masuk menyusup via e-mail lewat file attachment yang menyatu dengan email tersebut. Sering attachment itu berisi virus-virus yang langsung masuk ke komputer apabila anda membukanya.

 

 

4.9 Jika PC Kita Terinfeksi Virus

Penggunaan software anti virus yang tepat untuk suatu jenis virus juga diperlukan, dapat dilihat dari contoh software anti virus berikut:

 

Memperkenalkan Layanan MessageLabs dan SkyScan AV

Tentang MessageLabs

MessageLabs adalah sebuah penyedia layanan keamanan e-mail dari tingkat Internet yang terkemuka. Melalui Layanan portfolio SkyScan, pelanggan MessageLabs dilindungi dari ancaman-ancaman e-mail yang mengandung virus, surat yang tidak dikehendaki (spam), isi yang sangat sensitif dan penuh dendam dan pornography (porn), jauh sebelum email tersebut datang ke dalam mailbox.

Merupakan bagian dari Star Technology Group, MessageLabs didirikan pada Januari 2002 dan mempekerjakan 350 karyawan dengan kantor-kantor di Amerika, Inggris dan HongKong. MessageLabs melindungi lebih dari 900.000 pemakai diseluruh dunia dan telah berkembang dalam sejarah rata-rata melebihi 10% perbulan (200% setiap tahunnya).

 

Gambaran tentang Layanan SkyScan AV

SkyScan AV berbasis Internet, mengendalikan penyampaian layanan anti-virus melalui jaringan dari “menara pengontrol” yang terletak pada titik utama pertukaran diseluruh dunia. Tidak seperti metode in-house, SkyScan AV menggabungkan kemampuan membaca dari tiga anti-virus scanner (McAfee, F-Secure dan V-find) dengan heuristic dan rules-based scanner yang dimiliki secara eksklusif oleh MessageLabs yang disebut Skeptic. Menggunakan intelegensia buatan untuk melihat pola-pola dan karakteristik yang tidak biasa didalam e-mail, Skeptic mendeteksi penjangkitan virus baru sebelum signature diciptakan atau di upload dalam software tradisional. Skeptic bekerja secara simultan pengenalan karakter virus yang diperoleh dari e-mail melalui jaringan MessageLabs setiap hari. Penandaan download dilakukan oleh SkyScan AV setiap 10 menit sehingga selalu up to date dan update otomatis dapat dilakukan disemua jaringan.

Lalu lintas e-mail dipantau selama 24 jam sehari, 365 hari dalam setahun dari pusat operasi global MessageLabs’ Co. di Inggris. Interface manajemen online/insight menyediakan serangkaian perangkat dan informasi. Pelaporan Insight disediakan secara berjenjang dan detail untuk menyediakan data statistik tentang aktivitas virus dan pemakaian e-mail, dan untuk menginformasikan kepada senior management dan membantu staff IT untuk meningkatkan keamanan sistem. Layanan ini sangat sederhana untuk dilakukan dan aktivasinya memakan waktu tidak lebih dari beberapa jam. Pengaruh untuk staff IT juga sangat minimal. Pengguna tidak akan melihat penurunan performa rata-rata e-mail yang digunakan hanya memerlukan 1,2 detik untuk di proses.

 

Langkah – langkah berikut juga dapat kita lakukan:

  • Langkah pertama:

Deteksi dan tentukan darimana asal dan lokasi virus tersebut. Misalnya disket, email dan sebagainya.

 

Jika virus datang dari disket (external device), sebaiknya disket yang terinfeksi tidak lagi digunakan.

 

Jika berasal dari email cobalah untuk membuat rule dengan memblok mail yang memiliki subject.

 

Jika PC kita terhubung ke internet, baik melalui jaringan LAN maupun dengan akses dial up, sedapat mungkin putuskan hubungan tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar virus tidak menginfeksi PC lain melalui jaringan.

 

  • Langkah kedua

Identifikasi pesan error (kesalahan) yang timbul misalnya file corrupt atau terhapus. Hasil identifikasi ini bisa digunakan sebagai acuan jika kita akan mencari ke situs tertentu untuk mendapatkan antivirusnya.

 

  • Langkah ketiga:

Scan dengan antivirus yang telah terpasang. Jika PC telah terinfeksi cobalah up date antivirus, jika virus teryata memblok akses untuk update, gunakanlah PC lain dan segera scan hardisk kita di PC tersebut. Pilih Scan Computer pada opsi software anti virus yang tersedia untuk melakukan scanning ke seluruh drive di komputer, atau pilih Scan Selected Area / Drive (C: / D: / A: / F: / G:) jika hanya ingin melakukan scanning ke satu area drive. Tunggulah hingga proses scanning selesai. Jika sudah selesai dan ternyata terdapat virus yang terdeteksi, segera ambil tindakan yang tepat seperti langsung menghapus file virus tersebut.

 

  • Langkah terakhir:

Jika tetap tidak bisa dibersihkan, usahakan selamatkan file yang belum terinfeksi dan segera format ulang.

 

Jalan terbaik untuk melindungi PC kita dari virus adalah jika kita memiliki koneksi ke Internet, jangan membuka attachment e-mail dari orang yang tidak dikenal dan hindari mendownload dari sumber yang tidak jelas. Jangan men-double-click isi mailbox kita. Dan bila kita mendapat sebuah attachment file yang tidak diminta, tanyakan pada si pengirim tentang isi attachment dan bagaimana cara menggunakannya tersebut sebelum dibuka.

 

Catatan: Tidak ada satupun program yang dapat menyediakan 100%           perlindungan Terhadap Virus. Bahkan software anti virus terbaikpun tidak bisa secara efektif menyediakan 100% perlindungan melawan segala tipe virus. Beberapa pelanggan telah menanggapi dengan menggunakan sebuah gabungan dari solusi anti-virus gateway-based dan desktop-based dari vendor yang berbeda-beda untuk meningkatkan perlindungan. Walaupun secara teori hal ini meningkatkan level proteksi, batasan penerapan dari downloading dan update file virus yang sering sama dengan meningkatkan biaya yang berhubungan dengan memiliki dua solusi anti-virus membuat pendekatan ini kurang menarik bagi orang maupun perusahaan.

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi)

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Mempergunakan Piranti Lunak Anti Virus

 

  1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR.02.024.01

 

NO UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN KETERANGAN
1. Mempergunakan Piranti Lunak Anti Virus TIK.OP02.014.01 -  Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

 

- PC dengan sistem operasi Windows XP

 

- Keyboard dan mouse

 

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

- Windows Notepad

 

- Komputer yang tersambung dengan Internet untuk update rutin Anti Virus.

 

-  CD / Installer Software Anti Virus

 

-  Buku panduan penggunaan software Anti Virus.

 

-  Buku informasi tentang jenis–jenis virus dan cara penanggulangannya.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Mempergunakan Piranti Lunak Anti Virus TIK.OP02.014.01

Monday 20 April 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI           MENERAPKAN…

Sunday 14 December 2014 | blog

SILABUS MATA PELAJARAN EKONOMI (PEMINATAN) Satuan Pendidikan  :  SMA / MA Kelas                       :  X (SEPULUH) Kompetensi…

Wednesday 29 April 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI           MENJELASKAN…

Tuesday 19 August 2014 | blog

1) Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. • Unsur-unsur tersebut…