Menu

Memperbaiki System Jaringan Komputer TIK.CS02.053.01

Feb
10
2015
by : 3. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MEMPERBAIKI

SYSTEM JARINGAN KOMPUTER

TIK.CS02.053.01

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Halaman

DAFTAR ISI                                                                                                     1

 

BAB I       PENGANTAR                                                                                     4

1.1   Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi                                 4

1.2   Penjelasan Modul                                                                        4

1.2.1  Desain Modul                                                                    5

1.2.2  Isi Modul                                                                          5

1.2.3  Pelaksanaan Modul                                                            6

1.3   Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)                                           6

1.4   Pengertian Istilah-istilah                                                             7

 

BAB II     STANDAR KOMPETENSI                                                                     9

2.1   Peta Paket Pelatihan                                                                   9

2.2   Pengertian Unit Standar                                                             9

2.3   Unit Kompetensi Yang Dipelajari                                                10

2.3.1  Kode dan Judul Unit                                                        10

2.3.2  Deskripsi Unit                                                                10

2.3.3  Elemen Kompetensi                                                        10

2.3.4  Batasan Variabel                                                             11

2.3.5  Panduan Penilaian                                                          12

2.3.6  Kompetensi Kunci                                                           14

 

BAB III    STRATEGI DAN METODE PELATIHAN                                                16

3.1   Strategi Pelatihan                                                                    16

3.2   Metode Pelatihan                                                                     17

 

BAB IV     MATERI UNIT KOMPETENSI                                                             18

4.1   Tujuan Instruksional Umum                                                       18

4.2   Tujuan Instruksional Khusus                                                      18

4.3   Sekilas Tentang System Jaringan Komputer                                  18

4.4   Mempersiapkan Perbaikan System Jaringan Komputer                  20

4.4.1  Memeriksa Spesifikasi Hardware Terpasang                       21

4.4.2  Mempersiapkan Peralatan Bantu Kerja Untuk Perbaikan       26

4.4.3  Memeriksa Status / History / Log – Sheet                          27

4.4.4  Mempersiapkan Prosedur Dan Metoda Yang  Digunakan      27

4.4.5  Mengidentifikasi Dan Diagnosis Permasalahan Yang Ada     32

4.5   Memperbaiki Konektifitas Jaringan Pada Komputer                       32

4.5.1  Instalasi Kartu Jaringan                                                    33

4.5.1.1 Panduan Memasang Kartu Jaringan                        33

4.5.1.2 Menghubungkan Komputer Dengan Kartu jaringan  33

4.5.2  Konfigurasi Jaringan Pada Windows                                  36

4.5.2.1 Setting windows Untuk kartu jaringan                   36

4.5.2.2 Instalasi Protokol Jaringan                                    37

4.5.2.3 Konfigurasi Protokol Jaringan TCP / IP                  38

4.5.2.4 Mengecek Hasil Konfigurasi Jaringan                      39

4.6   Memeriksa Hasil Perbaikan                                                        40

4.6.1  Memeriksa Kebersihan Semua Bagian / Peripheral               40

4.6.2  Melakukan Pengujian Semua Bagian / Peripheral                 41

4.6.3  Mencatat Dan Mengidentifikasi Kondisi Abnomal                42

BAB V      SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                         KOMPETENSI 44

5.1   Sumber Daya Manusia                                                               44

5.2   Literatur                                                                                  45

5.3   Daftar Peralatan Dan Bahan Yang Digunakan                               46

DAFTAR PUSTAKA                                                                                         47

BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1  Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

  1. Buku Informasi

Buku informasi merupakan sumber materi pelatihan bagi pelatih maupun peserta pelatihan.

  1. Buku Kerja

Buku kerja digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Konvensional maupun Pelatihan Individual/Mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

-      Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami materi/informasi yang disajikan.

-      Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memantau pencapaian ketrampilan peserta pelatihan.

-      Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

  1. Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

-      Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.

-      Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.

-      Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.

-      Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.

-      Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.

-      Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

Pengakuan Kompetensi Terkini dikenal juga dengan RCC (Recognition of Current Competency). Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama, atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama, atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4     Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain :

  1. Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta ketrampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

  1. Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

  1. Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

 

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil dsn memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit,

elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

  1. Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

  1. Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian/uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1        Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.049.01     Melakukan Instalasi Jaringan Komputer
  2. TIK.CS02.050.01     Melakukan Instalasi Operating System Jaringan
  3. TIK.CS02.051.01     Melakukan Konfigurasi System Jaringan Komputer
  4. TIK.CS02.053.01     Memperbaiki System Jaringan Komputer

 

2.2        Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana memperbaiki system jaringan komputer untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada pelatihan mengenai instalasi dan konfigurasi system jaringan komputer sebelumnya.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan pengelolaan, pemeliharaan dan perbaikan system jaringan komputer seperti IT Administrator, Teknisi Perakitan Komputer, Teknisi Perawatan Komputer, Teknisi Perbaikan Komputer dan IT Support.

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3        Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1   Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.053.01

Judul Unit     : Memperbaiki System Jaringan Komputer

2.3.2   Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan system jaringan. Setting koneksi jaringan disini terbatas pada komputer dan fungsionalitas koneksi jaringan komputer lain, jadi tidak termasuk kondisi performansi dan perbaikan pada system jaringan komputer keseluruhan atau media jaringan diluar komputer seperti Hub.

 

 

 

 

 

 

 

2.3.3   Elemen Kompetensi

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01  Mempersiapkan perbaikan system jaringan komputer 1.1      Spesifikasi hardware terpasang diperiksa.

 

1.2      Pelaratan bantu kerja untuk perbaikan disiapkan.

 

1.3      Pemeriksaan status/ history / log – sheet hasil perbaikan yang terakhir dilakukan (jika ada).

 

1.4      Prosedur dan metoda yang akan digunakan disiapkan.

 

1.5      Identifikasi dan diagnosis permasalahan yang ada disiapkan.

02  Memperbaiki konektifitas jaringan pada komputer 2.1      Perbaikan, penggantian komponen dan setting ulang konektifitas jaringan pada komputer meliputti:

  1. Interface jaringan dan aksesorisnya diperiksa secara fisik maupun fungsionalis menggunakan cara / metoda dan peralatan sesuai instruction manual agar interface jaringan dan aksesorisnya tersebut berada dalam kondisi yang seharusnya.
  2. Card interface jaringan yang tidak berfungsi atau rusak diganti dan dilakukan setting ulang pada sistem komputer sesuai dengan instruction manual.
  3. Card interface jaringan yang diperbaiki diperiksa fungsionalitasnya, dan dilakukan tindakan korektif agar komponen tersebut berada kondisi dan berfungsi sebagimana yang seharusnya.

 

 

 

 

03  Memeriksa hasil perbaikan 3.1  Semua bagian/komponen peripheral diperiksa  kembali kebersihannya.

 

3.2      Semua bagian/komponen peripheral dirakit dan dilakukan pengujian.

 

3.3      Peripheral dapat digunakan sesuai dengan   pengoperasian dan diidentifikasi tidak ada error.

 

3.4      Penyebab dan kondisi yang abnomal diidentifikasi dan dicatat.

 

3.5      Dilakukan tindakan korektif untuk mengatasi kondisi yang abnomal.

 

 

2.3.4   Batasan Variabel

Batasan variabel unit kompetensi ini adalah sebagai berikut:

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1 Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2 Perangkat peripheral komputer.

2.3 Jumlah atau besar sistem.

2.4 Beban kerja tiap perangkat.

2.5 OS yang digunakan.

2.6 Tools yang digunakan.

  1. Rincian biaya meliputti:

3.1 Waktu pelaksanaan.

3.2 Peralatan.

3.3 Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan.

3.4 Penyediaan barang yang dapat dikosumsi.

 

 

  1. Kemungkinan – kemungkinan itu meliputti:

4.1 Kesulitan teknis.

4.2 Pertimbangan hubungan industri.

4.3 Sakit / kecelakaan / kejadian – kejadian.

4.4 Hal – hal lain yang terkait dengan sektor.

  1. Tenaga kerja yang relevan meliputti:

5.1 Teknisi Perakitan Komputer.

5.2 Teknisi Perawatan Komputer.

5.3 Teknisi Perbaikan Komputer.

2.3.5   Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut  ini :

1.1     Pengetahuan dasar yang dibutuhkan :

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputti koordinasi, layanan konsumen, negosiasi, laporan tertulis.

1.1.2    Konsultasi, meliputti konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3    Manajemen Proyek.

1.2  Keterampilan dasar

1.2.1 Kemampuan menyeluruh sektor industri.

1.2.2 Kemampuan menangani dokumen secara akurat.

1.2.3 Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat.

  1. Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. pernilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1 Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih   sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2 Studi kasus.

2.3 Contoh – contoh kerja atau kegiatan – kegiatan simulasi kerja.

2.4 Menanyakan secara lisan / interview.

2.5 Proyek/laporan/ buku catatan kemajuan.

2.6 laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7 Bukti penilaian.

  1. Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor – sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai.

Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel – variabel, yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih.

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2     Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

 

 

  1. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung didukung oleh pengetahuan dan ketrampilan dengan:

4.1.1 TIK.CS02.049.01 Melakukan instalasi jaringan komputer.

4.1.2 TIK.CS02.050.01 Melakukan instalasi OS jaringan.

4.1.3 TIK.CS02.051.01 Melakukan konfigurasi sistem jaringan                                                                                                          komputer.

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.6   Kompetensi Kunci

NO.

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

3

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

 

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

4.1        Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan konsep system jaringan komputer
  • Siswa dapat mendeteksi masalah – masalah system jaringan komputer dan memperbaikinya

 

4.2        Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan system jaringan komputer
  • Siswa dapat menspesifikasikan hardware yang terpasang pada system jaringan komputer
  • Siswa dapat mengerti dan mengidentifikasi tipe kabel yang digunakan
  • Siswa mengerti prosedur dan metoda yang akan digunakan
  • Siswa dapat mengidentifikasi dan mendiagnosis permasalahan yang ada
  • Siswa mengerti bagaimana melakukan perbaikan, penggantian komponen dan setting ulang konektifitas jaringan pada komputer
  • Siswa dapat mengerti dan memeriksa serta menguji semua bagian/komponen peripheral system jaringan komputer
  • Siswa dapat mencatat dan mengidentifikasi penyebab kondisi yang abnomal
  • Siswa dapat membuat dokumentasi log – sheet
    • Siswa dapat mengelola dan maintenance system jaringan komputer dengan baik dan benar

 

 

 

 

4.3        Sekilas Tentang System Jaringan Komputer

Sebelum membahas tentang bagaimana melakukan perbaikan system jaringan komputer, terlebih dahulu diketahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan system jaringan komputer.

System jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau peripheral yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah system jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu :

  1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

  1. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

 

 

  1. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin – mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

  1. 4.    Internet

Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kompatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

  1. Jaringan Tanpa Kabel

Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak biasa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

Dalam unit ini peserta kompetensi akan mempelajari tentang Local Area Network (LAN) yang memiliki lingkup yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan MAN, WAN, Internet, Jaringan tanpa kabel.

 

4.4        Mempersiapkan Perbaikan System Jaringan Komputer

          Sebelum Anda mulai melakukan perbaikan system jaringan komputer, kita harus terlebih dahulu memahami peta / map jaringan, dikarenakan peta / map / jaringan dilengkapi dengan alamat IP, jenis servis yang dibuat setiap server, sampai komputer – komputer dekstop yang ada disetiap unitnya.

Setelah kita memahami peta / map jaringan yang akan kita perbaiki, kita akan dapat memeriksa spesifikasi hardware yang terpasang, mempersiapkan peralatan bantu kerja untuk perbaikan, memeriksa status / history / log – sheet hasil perbaikan yang terakhir dilakukan, mempersiapkan prosedur dan metoda yang akan digunakan, mengidentifikasi dan diagnosis permasalahan yang ada disiapkan.

4.4.1  Memeriksa Spesifikasi Hardware  Yang Terpasang

Hal pertama yang dilakukan dalam perbaikan system jaringan komputer yaitu memeriksa spesifikasi hardware yang terpasang. Hardware yang terpasang dalam sebuah jaringan komputer yaitu: Komputer, Card Network, Hub, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi jaringan seperti: Printer, CDROM, Scanner, Bridges, Router dan lainnya yang dibutuhkan untuk process transformasi data didalam jaringan.

  1. File Servers

Sebuah file server merupakan jantungnya kebayakan Jaringan, merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, harddisk yang memiliki kapasitas besar, dengan kartu jaringan yang cepat. Sistem operasi jaringan tersimpan disini, juga termasuk didalamnya beberapa aplikasi dan data yang dibutuhkan untuk jaringan. Sebuah file server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara node / komponen dalam suatu jaringan. Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu node, ke node yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain terlihat bahwa tugas file server sangat kompleks, dia juga harus menyimpan informasi dan membaginya secara cepat. Sehingga minimal sebuah file server mempunyai beberpa karakter seperti tersebut di bawah ini :

      • Processor minimal 166 megahertz atau processor yang lebih cepat lagi (Pentium Pro, Pentium II, PowerPC).
      • Sebuah Harddisk yang cepat dan berkapasitas besar atau kurang lebih 10 GB
      • Sebuah RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks).
      • Sebuah tape untuk back up data (contohnya . DAT, JAZ, Zip, atau CDRW)
      • Mempunyai banyak port network
      • Kartu jaringan yang cepat dan Reliabilitas
      • Kurang lebih 32 MB memori
  1. Network Interface Cards (NIC)

Kartu Jaringan (NIC) merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antara komputer, kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal, yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Beberapa komputer seperti komputer MAC, menggunakan sebuah kotak khusus yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputernya. Pada komputer notebook ada slot untuk kartu jaringan yang biasa disebut PCMCIA slot. Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah : kartu jaringan Ethernet, LocalTalk konektor, dan kartu jaringan Token Ring. Yang saat ini populer digunakan adalah Ethernet, lalu diikuti oleh Token Ring, dan LocalTalk.

  1. a.    Ethernet Card

Kartu jaringan Ethernet biasanya dibeli terpisah dengan komputer, kecuali seperti komputer Macintosh yang sudah mengikutkan kartu jaringan Ethernet  didalamnya. kartu Jaringan ethernet umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel Koaksial ataupun kabel twisted pair, jika didesain untuk kabel koaksial konektorya adalah BNC, dan apabila didesain untuk kabel twisted pair maka akan punya konektor RJ-45. Beberapa kartu jaringan ethernet kadang juga punya konektor AUI. Semua itu di koneksikan dengan koaksial, twisted pair,ataupun dengan kabel fiber optik.

  1. b.    LocalTalk Konektor

LocalTalk adalah kartu jaringan buat komputer macintosh, ini menggunakan sebuah kotak adapter khusus dan kabel yang terpasang ke Port untuk printer. Kekurangan dari LocalTalk dibandingkan Ethernet adalah kecepatan laju transfer datanya, Ethernet Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perudahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan – jaringan komputer yang terhubungan dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.asanya dapat sampai 10 Mbps, sedangkan LocalTalk hanya dapat beroperasi pada kecepatan 230 Kbps atau setara dengan 0.23 Mps

  1. c.    Token Ring Card

Kartu jaringan Token Ring terlihat hampir sama dengan Kartu jaringan Ethernet. Satu perbedaannya adalah tipe konektor di belakang kartu jaringannya, Token Ring umumnya mempunyai tipe konektor 9 Pin DIN yang menyambung Kartu jaringan ke Kabel Network.

  1. Hub / Konsentrator

Sebuah Konsentrator / Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi Bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub. Hub mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju. Ciri-ciri yang dimiliki Konsentrator adalah :

  • Biasanya terdiri dari 8, 12, atau 24 port RJ-45
  • Digunakan pada topologi Bintang/Star
  • Biasanya di jual dengan aplikasi khusus yaitu aplikasi yang mengatur manjemen port tersebut.
  • Biasanya disebut hub.
  • Biasanya di pasang pada rak khusus, yang didalamnya ada Bridges, router.
  1. Repeaters

Contoh yang paling mudah adalah pada sebuah LAN menggunakan topologi Bintang dengan menggunakan kabel unshielded twisted pair. Dimana diketahui panjang maksimal untuk sebuah kabel unshileded twisted pair adalah 100 meter, maka untuk menguatkan sinyal dari kabel tersebut dipasanglah sebuah repeater pada jaringan tersebut.

  1. Bridges / Jembatan

Adalah sebuah perangkat yang membagi satu buah jaringan kedalam dua buah jaringan, ini digunakan untuk mendapatkan jaringan yang efisien, dimana kadang pertumbuhan network sangat cepat makanya di perlukan jembatan untuk itu. Kebanyakan Bridges dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada jaringan yang lain di sebelahnya pula. Diibaratkan bahwa Bridges ini seperti polisi lalu lintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur. Bridges juga dapat di gunakan untuk mengkoneksi diantara network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.

  1. Routers

Sebuah Router mengartikan informasi dari satu jaringan ke jaringan yang lain, dia hampir sama dengan Bridge namun agak pintar sedikit, router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal. Sementara Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, router mengetahui alamat komputerr, bridges dan router lainnya. router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih.

Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router. Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan Internet. ini juga berarti mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet.

Ini berarti Router itu :

  • Mengatur jalur sinyal secara effisien
  • Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
  • Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan (star)

 

4.4.2  Mempersiapkan Peralatan Bantu Kerja Untuk Perbaikan

Peralatan bantu kerja yang perlu disiapkan dalam melakukan perbaikan system jaringan komputer meliputti : alat ukur pengecek kondisi kabel data antar titik berjarak dekat maupun titik berjarak jauh lintas geografis, Crimping Tool, Cable Tester yang  digunakan untuk menguji UTP yang telah Anda buat, Anda tinggal memasukan kedua ujung kabel  ke alat tersebut dan apabila ada lampu yang tidak menyala maka Anda kurang kencang memasukan kabel ke dalam konektor RJ-45. Apabila itu terjadi maka Anda perlu membuat UTP lagi di ujung kabel yang tidak menyala lampunya tersebut.   Selain yang diatas, ada beberapa tool-tool yang sering digunakan untuk membantu Anda melakukan troubleshooting awal (pertolongan pertama) pada jalur koneksi ke server database atau komputer lainnya dalam jaringan:

  1. Winipcfg (WIN98), digunakan untuk menampilkan informasi driver kartu jaringan, alamat IP komputer, alamat IP gateway, dan alamat IP DNS. Alamat IP gateway menunjukkan zona jaringan yang Anda tempati, sehingga lingkup permasalahan bias lebih difokuskan pada zona yang dimaksud.
  2. Ping alamat_IP, digunakan untuk menampilkan informasi status koneksi dari komputer Anda ke alamat IP yang dituju pada parameter alamat_IP. Bila alamat IP ini diisi oleh alamat IP komputer Anda maka tool ini dapat digunakan untuk memastikan apakah kartu jaringan Anda telah berfungsi normal atau tidak.
  3. Tracert alamat_IP, digunakan untuk menampilkan informasi status router yang menjadi jembatan sepanjang jalur transmisi data dari zona (dimana komputer Anda berada) ke alamat IP yang ditunjuk pada parameter di atas. Bisa jadi, Anda tidak melewati router dikarenakan komputer yang Anda hubungi terletak pada zona jaringan yang sama.

 

4.4.3 Memeriksa Status / History / Log – Sheet

Agar waktu yang digunakan untuk perbaikan system jaringan tidak terlalu lama sehingga terjadi efesiensi waktu. Anda perlu memeriksa dan memperlajari status / history / log – sheet system jaringan yang akan Anda perbaiki terlebih dahulu dikarenakan log-sheet berfungsi sebagai catatan kebutuhan, kejadian dan prosedur yang terjadi dalam jaringan, biasanya berbentuk form yang diisi oleh user ataupun siapa saja yang berkaitan dengan kejadian yang terjadi. akan tetapi kadang – kadang log – sheet sering diabaikan dan tidak dibuat oleh admin karena admin merasa dirinya serba dapat dan mampu menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi dalam system jaringan komputer.

 

 

4.4.4  Mempersiapkan Prosedur Dan Metoda Yang Digunakan

          Dalam mempersiapkan prosedur dan metoda yang akan digunakan dalam memperbaiki system jaringan komputer dapat berjalan secara efektif dan efisien sebaiknya kita memahami topologi dan system operasi jaringan yang digunakan oleh jaringan yang akan kita perbaiki. Prosedur dan metoda yang akan digunakan dalam memperbaiki system jaringan sering diabaikan dan tidak disiapkan karena admin merasa dirinya serba dapat dan mampu menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi dalam system jaringan komputer, akan tetapi pesepsi ini tidak benar.

Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan computer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, dan  star. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

  1. Topologi BUS

Keuntungannya:

• Hemat kabel

• Layout kabel sederhana

• Mudah dikembangkan

Kerugiannya:

• Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil

• Kepadatan lalu lintas

• Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.

• Diperlukan repeater untuk jarak jauh

  1. Topologi Token Ring

Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan computer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.

 

 

 

Keuntungannya:

• Hemat Kabel

Kerugiannya:

• Peka kesalahan

• Pengembangan jaringan lebih kaku

  1. 3.    Topologi Star

Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.

 

Keuntungannya:

• Paling fleksibel

• Kontrol terpusat

• Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan

• Kemudahaan pengelolaan jaringan

Kerugiannya:

• Boros kabel

• Perlu penanganan khusus

• Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

Dua tipe utama dari sistem operasi jaringan adalah:

  1. Peer – to – Peer

Sistem operasi jaringan model peer to peer memungkinkan seorang user membagi sumber dayanya yang ada di komputernya baik itu file data, printer dan lain-lain dan mengakses sumber daya yang terdapat pada komputer lain. Namun model ini tidak mempunyai sebuah file server atau sumber daya yang terpusat. dalam model jaringan peer to peer ini , seluruh komputer adalah sama, mereka mempunyai kemampuan yang sama untuk memakai sumber daya yang tersedia di jaringan, model inni di desain untuk jaringan berskala kecil dan menengah. AppleShare dan  Windows for Workgroups adalah salah satu contoh dari sistem operasi jaringan model peer to peer

Gambar jaringan model Peer to Peer

Keuntungan Model jaringan Peer to Peer :

  1. Tidak terlalu mahal, karena tidak membutuhkan dedicated server
  2. mudah dalam instalasi programnya, hanya tinggal mengatur untuk operasi model peer to peer

Kekurangan Model jaringan Peer to Peer :

  1. Tidak terpusat, terutama untuk penyimpanan data dan aplikasi
  2. Tidak aman, karena tidak menyediakan fasilitas untuk itu.
  3. Client / Servers

Sistem operasi jaringan Client Server memungkinkan jaringan untuk mensentarlisai fungsi dan aplikasi kepada satu atau dua dedicated file server. File server menjadi jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan untuk mengakses sumber daya, dan menyediakan keamanan. Workstation yang berdiri sendiri dapat mengambil sumber daya yang ada pada file server. Sistem operasi jaringan ini, menyediakan mekanisme untuk mengintegarsikan   seluruh komponen yang ada di jaringan dan memungkinkan banyak pengguna secara bersama-sama memakai sumberdaya pada file server. Linux, Novel Netware, dan Windows NT adalah salah satu contoh model sistem operasi jaringan Client-server

Keuntungan Model jaringan Client Sever :

  1. Terpusat  – sumber daya dan keamanan data dikontrol melalui server
  2. Skalabilitas
  3. Fleksibel – Teknologi baru dengan mudah terintegerasi kedalam sistem
  4. Keseluruhan komponen (client/network/server) dapat bekerja bersama

Kekurangan Model jaringan Client Sever :

  1. Mahal – membutuhkan investasi untuk dedicated server
  2. Perbaikan – Jaringan besar membutuhkan seorang staff untuk mengatur agar sistem berjalan secara efisien
  3. Berketergantungan – Ketika server jatuh, mengakibatkan keseluruhan operasi pada network akan jatuh pula

 

4.4.5  Mengidentifikasi Dan Diagnosis Permasalahan Yang Ada

          Permasalahan yang sering terjadi dalam system jaringan komputer yaitu konetor tidak terhubung dengan sempurna dengan kartu jaringan, kabel jaringan rusak, peralatan hub mati, tidak terkoneksi ke server, komputer client tidak dapat mengakses internet, komputer client tidak dapat menggunakan printer yang ada di server, driver kartu jaringan tidak berfungsi dengan baik, konflik alamat IP dan masih banyak lagi.

4.5        Memperbaiki Konektifitas Jaringan Pada Komputer

          Perbaikan, penggantian komponen dan setting ulang konektifitas jaringan pada komputer meliputti: NIC dan aksesorisnya diperiksa secara fisik maupun fungsionalis menggunakan cara / metoda dan peralatan sesuai instruction manual agar interface jaringan dan aksesorisnya tersebut berada dalam kondisi yang seharusnya, NIC yang tidak berfungsi atau rusak diganti dan dilakukan setting ulang pada sistem komputer sesuai dengan instruction manual, NIC yang diperbaiki diperiksa fungsionalitasnya, dan dilakukan tindakan korektif agar komponen tersebut berada kondisi dan berfungsi sebagimana yang seharusnya.

4.5.1  Instalasi Kartu Jaringan

          4.5.1.1 Panduan Memasang Kartu jaringan

Kartu jaringan dipasang pada slot dalam CPU yang masih kosong sesuai dengan arsitektur yang tersedia. Bila Anda menggunakan kartu jaringan PCI, maka Anda harus meletakkannya pada slot PCI. Hal ini cukup mudah, karena umumnya dalam computer hanya tersedia dua macam slot, yaitu tipe ISA dan tipe PCI. Untuk komputer-komputer baru, slot ISA mulai dihilangkan sehingga Anda harus menyediakan kartu jaringan dengan arsitektur yang sama. Gambar dibawah ini menunjukkan dua tipe slot komputer sesuai dengan arsitektur kartu jaringan yang akan digunakan.

Slot PCI                          Slot ISA

Gambar  Slot komputer untuk arsitektur PCI dan ISA.

Setelah Anda meletakkan kartu jaringan pada slot yang bersesuaian, pastikan kartu jaringan terpasang sempurna (bagian kartu jaringan yang berwarna emas tertutupi oleh slot komputer). Anda dapat menggunakan mur untuk memastikan kartu jaringan tidak longgar atau berubah posisinya.

          4.5.1.2 Menghubungkan Komputer dengan Kartu Jaringan

Pada bagian ini, komputer yang telah terpasang kartu jaringan siap berintegrasi dengan jaringan komputer lokal yang ada. Untuk menghubungkan komputer tersebut dengan jaringan komputer lainnya, media yang digunakan adalah kabel jaringan. Bergantung pada tipe konektor yang terdapat dalam kartu jaringan, maka kabel jaringan yang digunakan juga beraneka ragam dengan fitur-fitur yang menyesuaikan dengan bagaimana proses transfer data dilakukan.

Untuk setiap komputer klien yang akan terhubung dengan jaringan local lainnya, kabel yang dapat digunakan ada dua macam yaitu kabel coaxial dan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Sedangkan konektor yang menghubungkan kabel tersebut dengan kartu jaringan juga ada dua macam sesuai jenis kabel, yaitu konektor BNC untuk kabel coaxial dan konektor RJ-45 untuk kabel UTP.

Yang patut Anda perhatikan, untuk setiap kabel serta konektor yang Anda pilihharus disesuaikan dengan model jaringan komputer lokal yang ada di tempat Anda. Lebih jelasnya. Pada intinya, Anda harus melakukan survey atas model jaringan komputer lokal yang berlaku untuk dapat menentukan kartu jaringan yang mendukung konektor dan kabel jaringan yang akan dihubungkan. Untuk beberapa kartu jaringan, mempunyai dua slot yang masing-masing untuk konektor kabel coaxial dan konektor kabel UTP. Model kartu jaringan ini memiliki dua jalur kecepatan transmisi data yang dapat dipilih yaitu 10MBps dan 100 MBps).

Pelatihan:

Instalasi kartu jaringan yang terhubung jaringan

  1. Matikan komputer berikut daya yang menyertainya.
  2. Buka penutup CPU.
  3. Siapkan kartu jaringan dengan arsitektur PCI untuk dipasang pada slot yang berada di motherboard. Pastikan ada satu atau lebih slot PCI yang kosong.
  4. Hadapkan bagian konektor (tempat terkoneksinya kabel jaringan) pada bagian belakang CPU.
  5. Tekan kartu jaringan secara perlahan hingga semua bagian emas yang meliputi bagian bawahnya masuk seluruhnya ke dalam slot PCI.
  6. Mur bagian pengaman kartu jaringan pada bodi CPU sehingga kartu tersebut tidak akan mudah bergoyang.
  7. Pasang kembali penutup CPU.
  8. Hubungkan kabel jaringan komputer yang tersedia melalui konektor yang terdapat pada kartu jaringan. Dalam hal ini kabel jaringan yang digunakan adalah tipe UTP sehingga Anda harus memastikan konektor RJ-45 telah terpasang sempurna pada soket kartu jaringan.
  9. Nyalakan komputer. Pastikan bahwa lampu indikator yang terletak pada kartu jaringan berkedap-kedip (umumnya ada dua lampu indikator yagn terletak di bagian atas soket).

 

Studi Kasus:

  1. Konektor tidak terhubung sempurna dengan kartu jaringan.

       Solusi: Kemungkinan permasalahan terletak pada pemasangan konektor RJ – 45 maupun konektor BNC tidak benar. Khususnya untuk konektor RJ-45, Anda harus memastikan bagian pengait pada konektor telah terkunci pada soket (ditandai dengan bunyi “klik“). Bila konektor RJ-45 rusak karena pemakaian atau sebab lain, Anda bisa meminta pihak administrator jaringan untuk menggantinya dengan konektor yang baru karena konektor RJ-45 hanya bisa sekali pakai. Tidak seperti konektor coaxial yang mudah diperbaiki seperti halnya steker listrik.

  1. Kabel jaringan rusak.

Solusi: Di banyak kasus, kabel jaringan terkelupas atau putus karena dimakan tikus. Oleh karena itu, kabel jaringan ditata sedemikian rupa dalam ruangan yang meminimalkan kerusakan karena hama tikus atau hewan pengerat lainnya. Bila ini yang terjadi, mintalah pihak administrator jaringan untuk menggantinya dengan kabel jaringan yang baru.

  1. Peralatan hub mati.

Hub merupakan komponen penting dalam jaringan komputer yang menggunakan topologi Token Ring (biasa dikenal dengan Ring saja) dengan kabel jaringan tipe UTP. Hub menjadi pusat pembagi koneksi data di antara komputer-komputer yang terhubung padanya. Setiap komputer yang terkoneksi dalam jaringan lokal yang lainnya yang menggunakan media kabel UTP, pasti menggunakan hub dengan maksimal jumlah komputer yang dapat terhubung sama dengan jumlah soket yang terdapat pada hub. Permasalahan yang mungkin timbul yaitu peralatan hub mati karena listrik padam atau catu daya hub tidak terhubung. Jangan pernah mematikan hub, biarkan hub tersebut menyala karena untuk itulah peralatan tersebut dirancang.

 

4.5.2  Konfigurasi Jaringan Pada Windows

          4.5.2.1 Setting Windows Untuk Kartu Jaringan

Instalasi driver kartu jaringan, dapat dilakukan otomatis oleh Windows untuk kartu jaringan dengan jenis PnP (Plug and Play). Kartu jaringan jenis ini memiliki chip yang file driver-nya telah terdaftar dalam library Windows. Daftar driver tersebut dapat Anda lihat saat menjalankan prosedur instalasi kartu jaringan secara manual. Namun demikian, lebih dianjurkan menggunakan file driver yang disertakan saat Anda membeli kartu jaringan karena lebih bisa mewakili fitur-fitur yang terdapat dalam kartu tersebut. Ini juga akan menjamin kartu jaringan Anda bisa berfungsi dengan baik dan maksimal. Yang patut Anda perhatikan, kartu jaringan yang terpasang tidak mengalami konflik interrupt dan I/O dengan komponen yang lain. Hal ini akan berakibat kartu jaringan tidak berfungsi optimal dan besar kemungkinan kinerja komponen yang lain juga akan terganggu. Untuk melihat apakah hasil instalasi kartu jaringan tidak mengalami konflik dengan kartu yang lain, Anda dapat menuju ke panel Device Manager dalam menu System Properties (Setting - Control Panel System).

 

 

 

 

 

          4.5.2.2 Instalasi Protokol Jaringan

Protokol jaringan merupakan gerbang yang menjembatani komunikasi data antar komputer dalam suatu jaringan komputer. Dalam satu komputer, dapat menjalankan banyak protokol jaringan sesuai dengan topologi jaringan, sistem operasi serta jenis komputer yang digunakan. Untuk sistem operasi Windows, Anda akan menemui beberapa protokol berikut yang banyak digunakan:

  1. NETBIOS Enhanced User Interface (NetBEUI), merupakan protokol yang digunakan untuk arsitektur jaringan komputer (LAN) sederhana dalam satu subnet yang bekerjaberdasarkan penyiaran (broadcast base). Protokol ini dibutuhkan bila Anda ingin berbagi file dan printer dengan komputer yang lain.
  2. Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX), merupakan protokol yang digunakan dalam jaringan komputer untuk produk server berbasis Novell NetWare. IPX/SPX tidak direkomendasikan untuk penggunaan sistem non- NetWare, karena IPX/SPX tidak universal seperti halnya protokol TCP/IP.
  3. Microsoft Data-link Control (DLC), merupakan protokol yang dibuat oleh Microsoft untuk komputer-komputer kelas mainframe dari produk IBM seperti AS/400.
  4. Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), merupakan protokol yang digunakan dalam menangani transmisi paket data antar subnet bahkan lingkup jaringan komputer yang sangat luas seperti internet. Protokol ini dapat melacak paket data yang hilang dan meminta sumber untuk melakukan pengiriman ulang. TCP/IP adalah protokol yang harus ada dalam komputer Anda, karena transmisi data dari dan ke server hanya melibatkan protokol TCP/IP.
  5. Fast Infrared Protocol, merupakan protokol yang digunakan secara wireless (tanpa kabel) dalam mendukung tramsmisi data untuk jarak dekat melalui media infra merah IrDA (infrared Data Association). Protokol ini menjadi media komunikasi antara komputer dengan peralatan seperti kamera, keyboard, mouse, printer, maupun Personal Digital Assistant (PDA).
  6. Asynchronous Transfer Mode (ATM), merupakan protokol yang digunakan untuk melayani kecepatan transmisi data yang tinggi, misalnya sebagai protokol transmisi untuk data-data dalam bentuk suara dan video yang berlangsung secara real-time.

Bila Anda menggunakan Windows 98, Anda dapat menambah protokol jaringan melalui Setting Control Panel Network. Kotak dialog Network ini akan melayani pengolahan kartu jaringan (adapter) yang terpasang pada komputer, protokol jaringan untuk setiap adapter, tipe klien komputer dalam sistem jaringan berbasis Windows, serta batasan akses untuk berbagi file dan printer.

          4.5.2.3 Konfigurasi Protokol Jaringan TCP / IP

Setiap komputer yang terhubung dengan jaringan komputer harus menggunakan protokol jaringan TCP/IP untuk dapat berkomunikasi dengan komputer lain yang berada pada subnet yang berbeda (misal dengan computer server). Komputer yang menggunakan protocol TCP/IP mempunyai alamat IP yang berbeda dengan komputer yang lain dalam satu jaringan komputer intranet. Ibarat alamat rumah, alamat IP menunjukkan lokasi dimana rumah Anda berada. Komputer yang memakai alamat IP dari komputer yang lain akan mengalami kegagalan dalam melakukan komunikasi data dalam jaringan komputer. Untuk beberapa zona jaringan, telah dilengkapi dengan server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yang memungkinkan setiap komputer sebagai klien DHCP yang memperoleh alamat IP otomatis dari server DHCP. Sehingga Anda tidak perlu repot melakukan konfigurasi manual pada protokol TCP/IP.

Selain alamat IP untuk komputer yang akan digunakan, Anda juga harus memasukkan data alamat IP untuk gateway dan DNS (Domain Name System). Gateway merupakan peralatan (bisa juga komputer) yang digunakan sebagai jembatan (router) yang menghubungkan zona jaringan di tempat Anda dengan zona lain. Sedangkan DNS merupakan sistem yang diterapkan pada suatu komputer server untuk memetakan alamat IP dalam bentuk nama yang lebih mudah dimengerti. Dengan terhubung ke server DNS, Anda memperoleh jaminan melakukan browsing internet melalui komputer Anda sendiri.

          4.5.2.4 Mengecek Hasil Konfigurasi Jaringan

Windows telah menyediakan tool berupa perintah (command) untuk membantu proses tes koneksi dari komputer Anda dengan komputer-komputer lain yang terhubung dalam jaringan. Melalui program tes ini, Anda akan memperoleh informasi

mengenai:

  1. Kondisi fisik kartu jaringan Anda, apakah masih layak pakai atau tidak.
  2. Konfigurasi kartu jaringan yang Anda gunakan, termasuk alamat IP komputer Anda untuk mengetahui zona jaringan yang ditempati.
  3. c.    Jalur koneksi dari komputer Anda ke komputer server database.
  4. Lokasi router yang dilewati sepanjang aliran data dari komputer Anda ke server database. Router merupakan peralatan (bisa berupa komputer) yang bertugas sebagai jembatan antara zona jaringan (subnet) yang satu dengan zona yang lain. Sehingga komputer yang terletak di zona yang berbeda dapat saling berkomunikasi.

 

4.6        Memeriksa Hasil Perbaikan

Hal selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah memeriksa hasil perbaikan yang telah kita lakukan meliputti memeriksa kebersihan semua bagian / komponen peripheral, melakukan pengujian semua bagian / komponen peripheral yang dirakit untuk mengetahui apakah peripheral dapat digunakan sesuai dengan pengoperasian, bila ternyata masih terjadi kondisi abnomal sebaiknya penyebab dan kondisi abnomal dicatat , diidentifikasi dan dilakukan tindakan korektif untuk mengatasinya.

4.6.1 Memeriksa Kebersihan Semua Bagian / Peripheral

Setelah kita selesai melakukan perbaikan system jaringan sesuai dengan diagnosis permasalahan yang telah kita buat, hal selanjutnya yang harus kita lakukan adalah memeriksa kebersihan router, hub, kabel UTP, konektor RJ – 45. Hal ini perlu dilakukan agar system jaringan dapat berfungsi secara efektif. Selain itu kita juga harus memperhatikan kebersihan lokasi perbaikan dengan membersihkan debu – debu yang ada pada semua bagian / komponen peripheral yanga terpasang dan membersihkan potongan – potongan kabel bila terjadi perbaikan kabel.

 

          4.6.2 Melakukan Pengujian Semua Bagian / Peripheral

Setelah kita selesai memeriksa kebersihan semua bagian / komponen peripheral, langkah selanjutnya melakukan pengujian semua bagian / komponen peripheral seperti mengecek permasangan konektor kabel, mengecek hub, mengecek NIC, mengecek hubungan ke server, melakukan routing koneksi ke server.

Untuk menguji UTP yang telah anda buat, aanda dapat menggunakan cable tester dengan cara memasukan kedua ujung kabel  ke alat tersebut dan apabila ada lampu yang tidak menyala maka Anda kurang kencang memasukan kabel ke dalam konektor RJ-45. Apabila itu terjadi maka anda perlu membuat UTP lagi di ujung kabel yang tidak menyala lampunya tersebut.

Untuk mendeteksi apabila ada kesalahan atau tidak pada Hub atau Switch sangat mudah. Apabila Anda telah mengetahui bahwa UTP yang telah Anda buat telah berfungsi dengan baik, setelah dilakukan uji dengan cable tester. Tetapi Anda menemukan setelah memasukan kedua ujung UTP ke masing-masing port yang terdapat pada NIC dan HUB/Switch dan Anda menemukan lampu pada Hub tidak menyala sedangkan pada NIC menyala. Maka Anda perlu mempertanyakan kualitas Hub/Switch yang anda miliki. Dan Anda perlu mengganti Hub/Switch yang rusak tersebut dengan yang baru.

Untuk mengetahui apakah kartu jaringan atau NIC yang telah kita pasang telah terdeteksi oleh Windows, ikuti langkah berikut:

  1. Klik kanan pada My Computer
  2. Pilih Properties
  3. Pilih Tab Hardware
  4. Klik pada Device Manager
  5. Klik Network Adapters, di sana anda akan menemukan kartu NIC yang telah terinstal.
  6. Lalu Anda klik kanan pada NIC yang telah terinstal itu dan pilih properties.
  7. Lalu pada device status akan terlihat informasi yang menunjukan status dari NIC tersebut.

Untuk mngecek hubungan ke server, ikuti langkah – langkah sebagai berikut:

  1. Lakukan prosedur cek koneksi ke server pusat yang berada pada alamat IP . Anda bisa menggunakan perintah ping yang dijalankan melalui Command Prompt atau langsung dari kolom Run.
  2. Bila pada layar komputer, Anda menerima keluaran Request timed out (lebih dikenal dengan RTO) atau Destination Unreachable maka koneksi jaringan ke alamat IP tersebut gagal. Cobalah dengan alamat IP dari komputer yang berada pada hub yang sama dengan komputer Anda. Bila masih gagal, maka bisa disimpulkan telah terjadi kerusakan sepanjang jalur koneksi dari komputer Anda ke hub termasuk peralatan yang terkait (komputer dan hub).

Untuk melakukan routing koneksi ke server, ikuti langkah –langkah berikut ini:

  1. Gunakan perintah tracert melalui Command Prompt atau dengan kolom Run untuk mengecek penjejakan koneksi (trace routing) dari komputer Anda ke server database dengan alamat IP.
  2. Bila pada layar komputer, Anda menerima keluaran Request timed out maka koneksi jaringan ke alamat IP tersebut terputus pada router dengan alamat IP terakhir yang masih bisa diakses. Untuk mengecek proses routing dalam satu zona jaringan, Anda bisa memulai routing pada komputer dengan hub yang sama.

 

          4.6.3 Mencatat Dan Mengidentifikasi Kondisi Abnomal

Setelah anda melakukan pengujian terhadap semua bagian / komponen peripheral yang ada pada system jaringan komputer dan menemukan kondisi yang abnomal sebaiknya anda jangan panik, mulailah memahami dan mengidentifikasi kondisi abnomal yang terjadi kemudian catatlah kondisi abnomal tersebut dan ciri – ciri permasalahannya secara lengakap kedalam log – sheet yang telah ada, kemudian perlajari log – sheet yang ada sebelumnya untuk mencari tindakan – tindakan korektif untuk menangani kondisi abnomal tersebut, setelah itu buatlah metoda dan prosedur untuk menangani kondisi abnomal tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK

 PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1        Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.
  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.

 

 

  1. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  2. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.
  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2        Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, video, dan sebagainya.

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3     Daftar Peralatan Dan Bahan Yang Digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memperbaiki System Jaringan Komputer
    1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.053.01

 

NO.

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Melakukan Perbaikan System Jaringan Komputer

TIK.CS02.053.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows XP / Windows 98 dan Windows Server 2000

- Keyboard dan mouse

-NIC, Modem, Hub/Switch, kabel Lan, Crimping Tool, Cable Tester.

- Driver untuk NIC dan Modem

 

- CD installer driver NIC dan Modem

- Buku informasi atau manual installation NIC dan Modem

- Buku informasi tentang jaringan komputer

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

artikel lainnya Memperbaiki System Jaringan Komputer TIK.CS02.053.01

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Wednesday 18 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI       MENJUAL PRODUK DAN JASA…

Friday 2 January 2015 | blog

                                                 SOAL  PRAKTEK MENGELOLA ADMINSITRASI KAS KECIL  (AK-JS-009A) Pada Tanggal  1 Juli 2006 Direktur  PT. Makmur…

Tuesday 6 January 2015 | blog

    MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SUB SEKTOR OPERATOR KOMPUTER  …

Thursday 3 January 2013 | blog

sebagai alat untuk mengambil gambar sesuai dengan karakteristik mata manusia tersebut diatas mengalami kendala, yakni bahwa…