Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

MEMPERBAIKI MOUSE

TIK.CS03.009.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI  2

BAB I  4

PENGANTAR  4

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2     Penjelasan Modul 4

1.2.1   Desain Modul 4

1.2.2   Isi Modul 5

1.2.3   Pelaksanaan Modul 5

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4     Pengertian Istilah-istilah  6

BAB II  8

STANDAR KOMPETENSI  8

2.1     Peta Paket Pelatihan  8

2.2     Pengertian Unit Standar 8

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 9

2.3.2  Kode Unit Kompetensi 9

2.3.3   Deskripsi Unit 9

2.3.4 Elemen Kompetensi 9

2.3.5 Batasan Variabel 10

2.3.6 Panduan Penilaian  11

2.3.7 Kompetensi Kunci 13

BAB III  14

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN  14

3.1     Strategi Pelatihan  14

3.2     Metode Pelatihan  15

BAB IV  16

MATERI UNTI KOMPETENSI  16

MEMPERBAIKI MOUSE  16

4.1     Tujuan Instruksional Umum   16

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 16

4.3     Uraian Singkat Materi : 17

4.4     Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi ini : 22

4.5     Informasi masing-masing elemen kompetensi 22

4.5.1  Mempersiapkan perbaikan  22

4.5.2   Identifikasi Kerusakan  24

4.5.3   Melakukan Perbaikan Mouse  26

4.5.4   Menguji hasil perbaikan. 30

BAB V  32

SUMBER- SUMBER YANG DIPERLUKAN  32

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI  32

5.1     Sumber Daya Manusia  32

5.2     Literatur 33

5.3    Daftar Peralatan dan Bahan  34

DAFTAR PUSTAKA  35

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1      Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1   Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2   Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3   Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4     Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain :

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta ketrampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS03.009.01     Memperbaiki Mouse

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari tentang bagaimana caranya dalam memperbaiki mouse pada komputer.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan persiapan identifikasi, mengidentifikasi dan memeriksa identifikasi dari perangkat penyusun komputer.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

Judul Unit     : Memperbaiki Mouse

2.3.2 Kode Unit Kompetensi

Kode Unit     : TIK.CS03.009.01

2.3.3  Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan memperbaiki mouse yang terdiri dari persiapan perawatan, perawatan dan memeriksa dan menguji hasil perawatan. Unit kompetensi ini diperlukan untuk menjaga agar mouse terjaga dari kebersihan dan tidak mudah rusak.

2.3.4 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01      Mempersiapkan perbaikan 1.1   Peralatan bantu kerja perbaikan disiapkan.

 

1.2   Mouse yang akan diperbaiki disiapkan beserta buku manual.

 

1.3   Bahan dan peralatan pembersih disiapkan.

 

1.4.    Cadangan bagian mouse disiapkan.

 

02      Identifikasi Kerusakan 2.1    Buku manual tentang mouse dibaca.

 

2.2   Tutup bola mouse dibuka.

 

2.3   Kerusakan pada mouse diidentifikasi satu persatu mulai dari konektor mouse, silinder roller, optocoupler, phototransistor dan chip controller menggunakan peralatan bantu kerja.

 

2.4.    Hasil identifikasi kerusakan dicatat.

 

03      Melakukan perbaikan mouse 3.1    Bola mouse dikeluarkan.

 

3.2   Semua bagian mouse dibersihkan dari debu maupun kotoran yang menempel pada bagian tersebut.

 

3.3   Bagian mouse yang mengalami kerusakan diganti dengan yang baru kecuali jika tidak mungkin untuk diganti maka lebih baik diganti yang baru.

 

3.4   Semua bagian dipasang kembali.

 

04      Menguji hasil perbaikan 4.1  Mouse dihubungkan pada komputer kemudian komputer dinyalakan.

 

4.2   Mouse digerak – gerakkan sehingga tampak pada monitor gerakan dari kursor mouse serta tombol diidentifikasi tidak ada error.

 

4.3   Sekrup mouse dipasang dan diidentifikasi dapat berfungsi dengan baik.

 

 

 

2.3.5 Batasan Variabel

Batasan variabel unit kompetensi ini adalah sebagai berikut:

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1         Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2         Perangkat peripheral komputer.

2.3         Jumlah atau besar sistem.

2.4         Beban kerja tiap perangkat.

2.5         OS yang digunakan.

2.6         Tools yang digunakan.

3.    Rincian biaya meliputi:

3.1     Waktu pelaksanaan.

3.2     Peralatan.

3.2     Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan.

3.4     Penyedian barang yang dapat dikonsumsi.

4.    Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1     Kesulitan teknis.

4.2     Pertimbangan hubungan industri.

4.3     Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4     Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.    Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer.

5.2     Teknisi Perawatan Komputer.

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer.

 

2.3.6 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1     Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis .

1.1.2     Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1    Menggunakan alat ukur listrik.

1.2.2    Instalasi sistem operasi.

 

 

  1. 2.   Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1         Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2         Studi kasus.

2.3         Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4         Menanyakan secara lisan/interview.

2.5         Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6         Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7         Bukti penilaian.

 

  1. 3.   Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih. Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1          Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2          Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

  1. 4.   Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1         Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1            TIK.CS03.008.01  Memperbaiki Keyboard.

4.2         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.7 Kompetensi Kunci

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1     Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2     Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk datang bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNTI KOMPETENSI

MEMPERBAIKI MOUSE

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan tentang kegunaan mouse
  • Siswa dapat  memperbaiki mouse jika rusak.

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat menjelaskan persiapan dalam memperbaiki mouse.
  • Siswa dapat menyiapkan peralatan untuk perbaikan mouse.
  • Siswa dapat mengidentifikasi kerusakan pada mouse.
  • Siswa dapat menguji mouse yang telah diperbaiki.

 

 

4.3     Uraian Singkat Materi :

Memperbaiki Mouse

 

Sebelum dibahas mengenai tentang hal-hal yang diperlukan dalam perbaikan mouse, ada baiknya jika mengenal sekilas mengenai sejarah dari mouse itu sendiri dan berbagai jenis mouse dalam perkembangannya. Mouse, atau yang dalam bahasa Indonesianya disebut tetikus, sering kita gunakan sehari-hari. Ternyata, banyak perkembangan mouse dari awal mulanya dibuat hingga mouse canggih yangsangat populer saat ini. Mouse pertama ditemukan oleh Douglas Engelbart dari Stanford Research Institute pada tahun 1963. Mouse adalah satu dari beberapa alat penunjuk (pointing device) yang dikembangkan untuk oN Line System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse, yang pada mulanya disebut “bug”, juga dikembangkan beberapa alat pendeteksi gerakan tubuh yang lain, misalnya alat yang diletakkan di kepala untuk mendeteksi gerakan dagu. Karena kenyamanan dan kepraktisannya, mouse-lah yang dipilih.

 

Gambar 1 : Mouse pertama buatan Engelbard

 

Gambar 2 : Mouse pertama buatan Engelbard

Mouse pertama berukuran besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus untuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbart kemudian mematenkannya pada 17 November 1970, dengan nama Penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y Position Indicator For A Display System). Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart bermaksud pengguna memakai mouse dengan satu tangan secara terus-menerus, sementara tangan lainnya mengoperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.

 

Mouse Bola

 

Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970. Ia menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi olehroda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipeTrackball, yaitu jenis mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari, yang populer antara tahun 1980 sampai 1990. Xerox PARC juga mempopulerkan penggunaan keyboard QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutuhkan saja. Mouse saat ini mengikuti desain École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) yang diinspirasikan oleh Professor Jean-Daniel Nicoud.

 

 

Gambar 3 : Beberapa paten desain mouse (dari kiri ke kanan): Buatan mouse buatan Engelbard, mouse bola dengan 4 roller oleh Rider, dan mouse bola dengan 2 roller dan sebuah pegas oleh Opocentsky (seperti pada mouse bola saat ini).

 

 

Mouse Optikal

 

Selain mouse bola, saat ini banyak digunakan mouse optikal. Mouse optikal lebih unggul dari mouse bola karena lebih akurat dan perawatannya lebih mudah dibandingkan mouse bola. Mouse optikal tidak perlu dibersihkan, berbeda dengan mouse bola yang harus sering dibersihkan karena banyak debu yang menempel pada bolanya. Mouse optikal pertama dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (light emitting diode) dan photo dioda untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal pertama hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris-garis biru–abu-abu.

 

Mouse optikal saat ini dapat digunakan hampir di semua permukaan padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya. Mouse optikal saat ini bekerja dengan menggunakan sensor optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu frame gambar selama mouse bergerak. Perubahan dari frame-frame gambar tersebut diterjemahkan oleh chip khusus menjadi posisi X dan Y yang kemudian dikirim ke komputer.

 

Gambar 4: Mouse Optikal

 

Mouse Laser

 

Mouse laser pertama kali diperkenalkan oleh Logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerja sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama Logitech MX 1000. Logitech mengklaim bahwa mouse laser memilki tingkat akurasi 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Dasar kerja mouse optikal dan mouse laser hampir sama, perbedaannya hanya penggunaan laser kecil sebagai pengganti LED digunakan oleh mouse optikal.

 

Saat ini mouse laser belum banyak digunakan, mungkin karena harganya yang masih mahal.

 

Gambar 5: Mouse Laser Wireless Logitech MX-1000

 

Dari semua perkembangan mouse, yang tidak banyak berubah adalah jumlah tombolnya. Semua mouse memiliki tombol antara satu sampai tiga buah. Mouse pertama memiliki satu tombol. Kebanyakan mouse saat ini, yang didesain untuk Microsoft Windows, memiliki dua tombol. Beberapa mouse modern juga memiliki sebuah Wheel untuk mempermudah scrolling. Sementara itu, Apple memperkenalkan mouse satu tombol, yang tidak berubah hingga kini.

 

Gambar 6: Mouse satu tombol Apple: Apple Macintosh Plus mouse tahun 1986 (atas) dan mouse terbaru Apple yang artistik (bawah)

 

Gambar 7: Mouse wireless dua tombol

 

 

Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, yaitu menggunakan teknologi wireless seperti Infra Red, gelombang radio ataupun Bluetooth. Mouse wireless yang populer saat ini menggunakan gelombang radio ataupun Bluetooth. Sedangkan mouse yang menggunakan Infra Red kurang begitu populer karena jarak jangkauannya yang terbatas, selain itu juga kurang praktis karena antara mouse dan penerimanya tidak boleh terhalang.

4.4     Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi ini :

 

Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

 

a. Mouse, adalah : sebuah perangkat kecil dengan sebuah bola berlapis karet yang digerakan dengan tangan di atas permukaan datar dan menghasilkan sinyal untuk mengendalikan posisi dari sebuah kursor atau penunjuk (pointer) pada sebuah tampilan/layar komputer.

b.  Mouse pad, adalah suatu alas berbentuk persegi sebagai tempat menggerakkan mouse sehingga gerakan mouse lebih lancar dan tidak tersendat-sendat.

c.  Infra red, adalah teknologi wireless (tanpa kabel) yang dapat menghubungkan perangkat terhadap pengendalinya dengan memancarkan gelombang sinyal merah dan diterima oleh pengendalinya.

d.  Bluetooth, adalah spesifikasi teknis untuk hubungan tanpa kabel dengan jarak ketentukan tertentu seperti antar telepon selular, laptop, komputer menggunakan spektrum frekuensi tanpa lisensi 2.4 GHz.

 

4.5     Informasi masing-masing elemen kompetensi

4.5.1 Mempersiapkan perbaikan

 

1)  Pengetahuan kerja

 

Setelah mengetahui tentang mouse, beberapa hal yang diperlukan untuk memulai persiapan perbaikan harus diketahui supaya menghindari kesalahan di langkah berikutnya. Dengan mengikuti persiapan perbaikan maka perbaikan dapat lebih terarah dan terkendali sesuai dengan tahapan yang diperlukan dalam mempersiapkan perbaikan mouse.

 

Biasanya tahapan persiapan ini mencakup juga peralatan yang digunakan untuk memperbaiki mouse dan cadangan bagian mouse untuk mengganti bagian mouse yang diketahui rusak.

 

2) Ketrampilan kerja

 

Pada bagian ini akan dijelaskan ketrampilan kerja yang diperlukan ketika mempersiapkan perbaikan. Ketrampilan kerja yang berkaitan dengan elemen kompentensi mempersiapkan perbaikan akan dijelaskan lebih rinci dengan merujuk ke tiap KUKnya (Kriteria Unjuk Kerja).

 

Peralatan bantu kerja perbaikan disiapkan

  • Menyiapkan perangkat yang mungkin digunakan dalam perbaikan mouse.
  • Perangkat dapat berupa obeng, kikir kuku, pensil dengan penghapus karet atau juga alat lain yang dapat membantu dalam perbaikan boleh disiapkan.

 

Gambar 8 : Peralatan seperti obeng dan yang lainnya diletakkan dekat mouse (Elemen Kompetensi 1: Mempersiapkan perbaikan)

 

 

Mouse yang akan diperbaiki disiapkan beserta buku manual

  • Setelah alat disiapkan, letakkan mouse yang akan diperbaiki di dekat Anda.
  • Siapkan juga buku manual yang berfungsi memandu perbaikan mouse sehingga tidak terjadi kesalahan fatal. Buku manual biasanya tersedia dengan kotak dalam pembelian mouse.

 

Bahan dan peralatan pembersih disiapkan

  • Biasanya Q Tips (alat pembersih telinga) dan alkohol sudah dapat digunakan untuk membersihkan mouse.
  • Semua bahan dan alat pembersih disiapkan dan diletakkan di dekat mouse sehingga lebih mudah dijangkau ketika pembersihan mouse dilakukan.

 

Cadangan bagian mouse disiapkan

  • Supaya dapat menggantikan bagian mouse yang sudah rusak, maka perlu disediakan cadangan bagian mouse.
  • Sebelum memulai perbaikan sebaiknya cadangan bagian mouse diletakkan di sekitar sehingga mudah dijangkau dan tidak perlu mencari-cari lagi.
  • Cadangan bagian mouse yang dapat disiapkan yaitu tutup pada bagian klik mouse, bola roller pada mouse yang memakai roller ball, juga sekrup untuk mencegah jika ada sekrup pada mouse yang hilang.

 

Gambar 9 : Menyiapkan cadangan bagian mouse (Elemen Kompetensi 1: Mempersiapkan perbaikan)

 

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang diperlukan berkaitan dengan elemen kompetensi ini yaitu :

  1. Melakukan persiapan sebelum memulai perbaikan.
  2. Mempersiapkan mouse yang akan diperbaiki beserta buku manualnya.
  3. Menyediakan alat dan bahan pembersih mouse.
  4. Menyediakan cadangan bagian mouse.

 

 

        Identifikasi Kerusakan

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Motherboard adalah komponen terbesar dalam PC dan CPU (Central Processing Unit) adalah otaknya. Tetapi ketika perangkat input bermasalah, PC ditutup untuk beberapa saat. Namun ketika mouse komputer yang mengalami masalah, jangan panik terlalu cepat seperti ketika tidak dapat mengakses hard drive.

 

Ketika kegagalan perangkat input terjadi, masalah dapat terjadi pada hardware, mouse, atau sistem operasi. Beberapa masalah yang mungkin terjadi yaitu :

  • Tidak ada gerakan mouse

Jika mouse tidak terlihat melakukan pergerakan pada layar, perlu diperhatikan hubungan mouse dengan komputer apakah sudah terhubung / terpasang dengan benar. Jika sudah, silakan melihat apakah konektor atau pin mungkin saja telah rusak atau bengkok. Konektor mouse biasanya berwarna hijau. Jika mouse menggunakan USB (Universal Serial Bus Connector), periksa apakah konektor tidak rusak atau pastikan sudah terpasang dengan benar.

 

  • Mouse berhenti ketika beroperasi

Ketika mouse berhenti dalam proses penggunaan komputer, segera save hasil kerja secepatnya. Tekan tombol Alt untuk mengakses program yang sedang dijalankan dan save segera hasil kerja. Periksa apakah mouse tidak longgar atau masih terpasang dengan benar. Jika sudah silakan periksa komponen mouse untuk melihat apakah ada kerusakan. Buka penutup dan trackball dalam mouse. Bersihkan trackball dengan cairan lembut dan yakinkan bahwa semua noda dihilangkan. Bersihkan tempat trackball di mouse dengan kapas dan masukkan kembali kemudian tutup dengan penutup. Hubungkan kembali mouse ke sistem unit dan nyalakan kemudian coba mengklik mouse. Jika gagal, silakan memeriksa driver mouse untuk melihat apakah sudah ter-instal dengan benar.

 

  • Mouse tidak bertindak sesuai yang diinginkan

Hal ini dapat terjadi karena komputer terinfeksi dengan virus. Silakan gunakan antivirus untuk meng-scan sistem untuk memeriksa adanya virus. Sebuah driver yang terkorupsi dapat juga menyebabkan mouse tidak bekerja dengan benar. Silakan periksa dengan masuk ke Control panel dan membuka System folder. Pilih tab device driver dan gunakan tombol panah bawah untuk turun ke bagian mouse. Lihat apakah sudah terinstal driver dari mouse. Jika terlihat icon kuning, maka mouse bermasalah. Hal ini dapat diperbaiki dengan menginstall ulang driver. Pertama uninstall driver mouse dari Windows dan kemudian reboot PC. Mouse yang tidak beroperasi dengan benar juga dapat disebabkan karena ada perangkat lain yang di-install ke dalam sistem. Hal ini terjadi karena mouse dan perangkat baru mengalami konflik karena menggunakan alamat yang sama. Lepaskan perangkat baru dan uninstall software yang baru dimasukkan. Lihatlah apakah mouse sudah beroperasi dengan benar.

Langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah dengan memasang mouse ke komputer lain untuk memeriksa apakah memang mouse yang bermasalah. Jika mouse bekerja pada sistem lain, maka masalah yang terjadi adalah pada PC dan bukan pada mouse.

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Pada bagian ini akan dijelaskan ketrampilan kerja yang mendukung identifikasi kerusakan pada mouse.

 

Buku manual tentang mouse dibaca

  • Sebelum mouse dibuka dan perbaikan dimulai, ada baiknya jika buku manual tentang mouse dibaca terlebih dahulu.
  • Dengan membaca buku manual, maka perbaikan akan lebih terpandu sehingga kesalahan dapat dihindari.
  • Buku manual tentang mouse tersedia dalam kotak pembelian mouse.
  • Jika tidak tersedia, maka manual mouse dapat dibaca di referensi daftar pustaka yang diberikan di akhir buku informasi.

 

Tutup bola mouse dibuka

  • Untuk membuka tutup bola mouse, pertama lepaskan mouse dari komputer. Balikkan mouse dan lihat pada panah yang ada pada tutup bola mouse. Ikuti arah panah untuk membuka tutup bola mouse.

 

Gambar 10 : Mouse dibalikkan dan penutup bola mouse dibuka (Elemen Kompetensi 2)

 

 

 

Kerusakan pada mouse diidentifikasi satu persatu mulai dari konektor mouse, silinder roller, optocoupler, phototransistor dan chip controller menggunakan peralatan bantu kerja

  • Beberapa gejala mouse yang rusak dapat dibaca di bagian pengetahuan kerja terkait dengan elemen kompetensi ini.
  • Hal pertama yang diperiksa biasanya adalah kabel mouse dan konektor mouse apakah sudah terhubung dengan benar pada komputer.
  • Selanjutnya akan diperiksa silinder roller (bola mouse) apakah dapat berjalan dengan benar. Kemudian bagian dalam komponen mouse seperti optocoupler, phototransistor dengan chip controller diperiksa dengan menggunakan alat seperti obeng untuk membuka mouse. Perhatikan dengan seksama apakah sudah terpasang dengan benar atau ada kerusakan yang terjadi.

 

Hasil identifikasi kerusakan dicatat

  • Untuk mengingat kerusakan apa saja yang terjadi, ada baiknya jika setelah pemeriksaan, hasil identifikasi kerusakan dicatat pada sebuah catatan.
  • Catatan ini sebagai panduan sehingga difokuskan ke bagian mana mouse harus diperiksa dan diperbaiki.

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang berkaitan dengan unit kompetensi ini yaitu :

  1. Membaca buku manual mouse.
  2. Membuka penutup bola mouse.
  3. Memeriksa konektor mouse, silinder roller, optocoupler, phototransistor dan chipcontroller.
  4. Mencatat hasil identifikasi pada catatan.

 

        Melakukan Perbaikan Mouse

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Untuk memperbaiki mouse yang menggunakan bola hanya diperlukan sedikit langkah dan langkah-langkah ini termasuk mudah dipraktekkan. Langkah pertama yaitu membalikkan mouse sehingga bola mouse menghadap ke atas. Komputer tidak perlu dimatikan. Buka penutup bola dengan mengikuti arah panah pada penutup bola mouse.

 

Langkah kedua yaitu mengeluarkan bola dari tempatnya. Setelah penutup bola dibuka, bola mouse dikeluarkan. Bola tersebut biasanya seperti bola karet. Dapat terlihat 3 buah roller yang di dalamnya. Bersihkan dengan pensil yang memiliki penghapus di atasnya. Pastikan putar roller sepenuhnya sehingga dapat dibersihkan semuanya.

 

Gambar 11 : Mouse dibalikkan, penutup bola mouse dibuka dan bersihkan dengan pensil penghapus (Elemen Kompetensi 3)

 

Setelah itu, tiup kotorannya keluar, masukkan kembali bola mouse dan tutup dengan penutupnya. Mouse akan bekerja kembali seperti baru dan panah mouse di layar komputer akan bekerja sebagaimana mestinya.

 

Untuk mouse optikal, langkah pertama yaitu dengan membuka sekrup pada belakang mouse dengan obeng bunga.

 

Gambar 12 : Melepaskan sekrup dengan obeng bunga (Elemen Kompetensi 3)

 

Langkah kedua adalah melepaskan penutup klik mouse di atas. Lakukan dengan tekanan lembut dan gerakan hati-hati. Mulai dari belakang dan goyang sedikit sampai penutup atas lepas. Penutup atas ditutup dengan erat tapi dapat dibuka namun hati-hati supaya tidak merusaknya.

 

Gambar 13 : Membuka penutup atas (Elemen Kompetensi 3)

 

Langkah ketiga adalah melepaskan tombol klik yang terbuat dari plastik. Biasanya berada dibawah dari penutup klik atas. Dorong dengan ibu jari dan lepaskan lewat jari yang lain. Dapat terlihat pada gambar dibawah.

 

Gambar 14 : Melepaskan tombol klik (Elemen Kompetensi 3)

Gambar 15 : Melepaskan komponen mouse dan diperiksa (Elemen Kompetensi 3)

 

Langkah terakhir yaitu memeriksa semua komponen mouse optikal. Berhati-hatilah agar tidak membuat roda scroll menjadi longgar karena akan susah untuk terpasang kembali.  Setelah semua prosedur di atas dilakukan pasang kembali dengan hati-hati. Diharapkan dengan mengikuti langkah di atas mouse optikal dapat berfungsi kembali dengan sempurna.

 

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Pada bagian ini akan dijelaskan ketrampilan kerja yang mendukung pekerjaan dalam memperbaiki mouse.

 

Bola mouse dikeluarkan

  • Pertama ikuti petunjuk di buku manual untuk melepaskan bola mouse secara benar.
  • Jika dilakukan dengan benar maka kerusakan akan dapat dihindari.

 

Semua bagian mouse dibersihkan dari debu maupun kotoran yang menempel pada bagian tersebut

  • Setelah mengeluarkan bola mouse, bersihkan dengan bahan pembersih sesuai dengan petunjuk yang ada.
  • Setelah itu periksa apakah rusak. Jika tidak maka dipasangkan kembali.

 

Bagian mouse yang mengalami kerusakan diganti dengan yang baru kecuali jika tidak mungkin untuk diganti maka lebih baik diganti yang baru

  • Periksa apakah mouse mengalami kerusakan yang lain.
  • Jika ada komponen yang rusak sebaiknya ganti dengan cadangan bagian mouse yang telah disediakan.

 

Semua bagian dipasang kembali

  • Perhatikan apakah sudah tidak ada bagian yang rusak. Jika tidak ada maka sebaiknya dipasang kembali. Baca kembali buku manual untuk memastikan pemasangan dengan benar.

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang terkait dengan elemen kompentensi ini yaitu :

  1. Melepaskan bola pada mouse dengan benar.
  2. Membersihkan semua bagian mouse dengan pembersih.
  3. Menggantikan bagian mouse yang rusak.
  4. Memasang kembali mouse dengan benar.

 

        Menguji hasil perbaikan.

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Setelah melakukan semua langkah-langkah mulai dari persiapan perbaikan, identifikasi kerusakan mouse dan perbaikan itu sendiri, maka diperlukan tahap pengujian untuk memastikan apakah mouse telah benar-benar bekerja dengan benar.  Biasanya dimulai dari pemeriksaan pemasangan mouse pada komputer apakah sudah terpasang dengan erat dan benar. Setelah itu periksa driver yang ter-instal pada sistem apakah sudah benar. Kemudian dicoba dengan mengklik mouse dan menggerak-gerakkan mouse dengan cepat. Jika pergerakan panah atau kursor terlihat cepat dan tidak terlalu berbayang maka dapat diasumsikan perbaikan mouse berhasil dan mouse telah bekerja dengan benar.

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Beberapa ketrampilan kerja yang diperlukan berkaitan dengan elemen kompetensi ini dapat dijabarkan sesuai dengan KUKnya.

 

Mouse dihubungkan pada komputer kemudian komputer dinyalakan

  • Mouse dipasang kembali sesuai dengan konektornya. Konektornya biasanya berwarna hijau.
  • Nyalakan kembali komputer untuk mencoba kembali mouse.

 

Mouse digerak – gerakkan sehingga tampak pada monitor gerakan dari kursor mouse serta tombol diidentifikasi tidak ada error

  • Setelah terpasang kembali dan dinyalakan sesuai dengan instruksi maka uji coba segera dilakukan.
  • Mouse digerak-gerakkan dengan cepat sehingga dapat terlihat gerakan kursor di layar.
  • Setelah tidak ada error maka lanjut ke tahap berikut.

 

Sekrup mouse dipasang dan diidentifikasi dapat berfungsi dengan baik

  • Jika mouse belum dipasang sekrup maka sekrup segera dipasang.
  • Karena sudah melewati uji coba dan tidak ada error yang muncul maka dapat diidentifikasikan bahwa mouse sudah dapat berfungsi dengan baik.

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang diperlukan untuk tahap melakukan uji coba pada mouse dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Memasang mouse pada PC dan menyalakan kembali komputer.

2. Menggerakkan mouse untuk menguji pergerakan di layar komputer.

3. Memasang sekrup kembali kemudian mengidentifikasi bahwa mouse sudah dapat berfungsi dengan baik.

BAB V

SUMBER- SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2     Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, video, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memperbaiki Mouse
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS03.009.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

Memperbaiki Mouse

TIK.CS03.009.01

-     Peralatan tulis

-     Komputer untuk mengakses informasi di website

-     Perangkat komputer berupa 1 unit PC (Personal Computer) dengan CD Drive dan Floppy Disk, mouse dan keyboard

-     Mouse yang bermasalah

-     Obeng

 

-     Buku manual atau buku informasi

-     Buku kerja

-     Buku Penilaian

-     CD Driver Mouse untuk instalasi ulang

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: