Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

Advertisement

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

 

MEMPERBAIKI KEYBOARD

TIK.CS03.008.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

 

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I  PENGANTAR   3

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4     Pengertian Istilah-Istilah. 5

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI   7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1   Kode dan Judul Unit 8

2.3.2   Deskripsi Unit 8

2.3.3   Elemen Kompetensi 8

2.3.4   Batasan Variabel 9

2.3.5   Panduan Penilaian. 10

2.3.6   Kompetensi Kunci 11

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN   12

3.1     Strategi Pelatihan. 12

3.2     Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV  MATERI UNIT KOMPETENSI   14

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3     Sekilas Tentang Keyboard. 15

4.4     Mempersiapkan Perbaikan. 15

4.4.1   Mempersiapkan Alat-Alat 15

4.4.2   Mempersiapkan Keyboard. 19

4.4.3   Mempersiapkan Komponen Pengganti Keyboard. 19

4.5     Mengidentifikasi Kerusakan. 20

4.5.1   Membaca Buku Manual Tentang Keyboard. 21

4.5.2   Membuka Tutup Keyboard. 21

4.5.3   Mengidentifikasi Kerusakan Keyboard. 21

4.5.4   Mencatat Hasil Identifikasi 21

 

 

 

4.6     Melakukan Perbaikan. 21

4.6.1   Membersihkan Komponen dan Perangkat Keyboard. 22

4.6.2   Mengganti Komponen Yang Rusak. 24

4.6.3   Memasang Kembali Komponen. 25

4.7     Menguji Hasil Perbaikan. 26

4.7.1   Menghubungkan Konektor Dengan Komputer 26

4.7.2   Menguji Hasil Perbaikan Dengan Microsoft Word. 27

4.7.3   Memasang Casing Keyboard. 27

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI   28

5.1     Sumber Daya Manusia. 28

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 29

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 29

 

DAFTAR PUSTAKA. 30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1      Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2      Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3      Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian Istilah-Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. a.    TIK.CS03.008.01 Memperbaiki Keyboard

b.    TIK.CS03.009.01 Memperbaiki Mouse

 

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara Memperbaiki keyboard. Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan tingkat kompetensi Anda sesuai dengan tingkat yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan alat-alat apa saja yang dibutuhkan untuk memperbaiki keyboard.
  2. Memahami bagaimana cara merawat CPU yang benar.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1      Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS03.008.01

Judul Unit     : Memperbaiki Keyboard

 

 

2.3.2      Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan memperbaiki keyboard yang terdiri dari persiapan perawatan, perawataan dan memeriksa dan menguji hasil perawatan. Unit kompetensi ini diperlukan untuk memperbaiki keyboard dan menjaga kebersihan dari mouse.

 

 

2.3.3      Elemen Kompetensi

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kriteria unjuk kerja (KUK) untuk masing-masing elemen:

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan perbaikan 1.1  Peralatan bantu kerja perbaikan disiapkan.

1.2  Keyboard yang akan diperbaiki disiapkan beserta buku manual.

1.3  Komponen – komponen pengganti keyboard (kabel konektor, kabel data, fuse, dll) disiapkan.

02     Mengidentifikasi Kerusakan 2.1  Buku manual tentang keyboard dibaca.

2.2  Tutup keyboard dibuka.

2.3  Kerusakan pada keyboard diidentifikasi satu persatu mulai dari konektor keyboard, kabel data, IC dan fuse menggunakan peralatan bantu kerja.

2.4  Hasil identifikasi kerusakan dicatat.

 

 

 

 

03     Melakukan perbaikan keyboard 3.1   Semua komponen atau perangkat keyboard dibersihkan dari debu maupun kotoran menggunakan kuas yang lembut atau vaccum cleaner.

3.2  Komponen yang mengalami kerusakan diganti dengan komponen yang baru kecuali jika yang mengalami kerusakan adalah IC lebih baik diganti dengan keyboard yang baru.

3.3  Semua komponen atau perangkat komponen keyboard dipasang kembali.

04     Menguji hasil perbaikan 4.1   Konektor keyboard dihubungkan pada komputer kemudian komputer dinyalakan.

4.2  Aplikasi untuk word dibuka dan tombol – tombol keyboard ditekan dan diidentifikasi dapat berfungsi dengan baik.

4.3  Sekrup keyboard dipasang dan keyboard diidentifikasi dapat berfungsi dengan baik.

 

 

2.3.4      Batasan Variabel

1.   Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1    Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2    Perangkat peripheral komputer.

2.3    Jumlah atau besar sistem.

2.4    Beban kerja tiap perangkat.

2.5    OS yang digunakan.

2.6    Tools yang digunakan.

3.   Rincian biaya meliputi:

3.1     Waktu pelaksanaan.

3.2     Peralatan.

3.3     Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan.

3.4     Penyediaan barang yang dapat dikonsumsi.

4.   Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1     Kesulitan teknis.

4.2     Pertimbangan hubungan industri.

4.3     Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4     Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.   Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer.

5.2     Teknisi Perawatan Komputer.

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer.

 

 

2.3.5      Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2    Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3    Manajemen projek.

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1    Pengetahuan menyeluruh sektor industri.

1.2.2    Pemahaman dokumen secara akurat.

1.2.3    Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat.

 

 

  1. 2.     Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lesan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

 

  1. 3.     Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada konteks yang dipilih. Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

 

 

 

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2   Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

 

  1. 4.     Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

4.1.1    TIK.CS03.009.01    Memperbaiki Mouse

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6      Kompetensi Kunci

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

3

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2     Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan alat-alat apa saja yang dibutuhkan persiapan perbaikan keyboard.
  • Siswa dapat mengidentifikasikan kerusakan yang terjadi pada keyboard.
  • Siswa dapat melakukan perbaikan pada keyboard.
  • Siswa mampu menguji hasil perbaikan keyboard.

 

 

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui Peralatan yang dibutuhkan untuk perbaikan keyboard.
  • Siswa dapat mengetahui komponen-komponen pengganti keyboard apa saja yang perlu disiapkan.
  • Siswa dapat mengetahui cara membuka tutup keyboard.
  • Siswa dapat mengidentifikasikan kerusakan pada keyboard satu persatu.
  • Siswa dapat mampu mencatat hasil perbaikan pada keyboard.
  • Siswa mampu membersihkan komponen keyboard dari debu dan kotoran.
  • Siswa mampu mengganti komponen yang rusak.
  • Siswa mampu memasang dan menghubungkan keyboard dengan komputer.
  • Siswa mampu menguji coba hasil perbaikan

 

 

4.3    Sekilas Tentang Keyboard

Bila mendengar kata “keyboard” maka pikiran kita tidak lepas dari adanya sebuah komputer, karena keyboard merupakan sebuah papan yang terdiri dari tombol-tombol untuk mengetikkan kalimat dan simbol-simbol khusus lainnya pada komputer. Keyboard dalam bahasa Indonesia artinya papan tombol jari atau papan tuts. Pada keyboard  terdapat tombol-tombol huruf A – Z, a – z, angka 0 – 9, tombol dan karakter khusus seperti : ` ~ @ # $ % ^ & * ( ) _ – +

= < > / , . ? : ; “ ‘ \ | serta tombol-tombol khusus lainnya yang jumlah seluruhnya adalah 104 tuts. Keyboard juga memiliki masalah seperti halnya pada perangkat komputer lainnya, salah satu masalah yang dihadapai oleh keyboard yaitu tampilan keyboard error. Maka dari itu sebelum kita melakukan perbaikan, ada baiknya jika kita mempersiapkan peralatannya terlebih dahulu.

 

 

4.4     Mempersiapkan Perbaikan

4.4.1      Mempersiapkan Alat-Alat

Alat-alat bantu yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  1. Obeng

 

 

 

Anda hanya butuh satu obeng kecil dengan kepala yang berbentuk positif, digunakan untuk membuka tutup pada casing keyboard.

 

  1. Solder

 

 

 

Solder dapat berfungsi untuk memanaskan timah yang digunakan sebagai perekat komponen keyboard.

 

  1. Wadah komponen

Wadah kecil lebih disukai yang berpenutup, karena penting untuk menyimpan komponen yang berbentuk kecil agar tidak mudah hilang.

 

  1. Tang berujung runcing

Tang kecil berujung runcing berguna untuk merenggut bagian-bagian dan menekuk.

 

 

 

  1. Kuas

Kuas berguna untuk membersihkan debu-debu yang menempel, pilih kuas yang tidak terlalu besar, ingat jangan gunakan kuas bekas ngecat,karena bisa menyebabkan lecet pada komponen komputer lain.

 

  1. Buku-buku manual keyboard.

Buku-buku manual keyboard  ini diperlukan sebagai panduan memasang kembali kabel-kabel dan cara sebagai petunjuk cara instalasi yang benar, sifatnya mutlak harus ada bagi mereka yang tidak terbiasa membongkar pasang komputernya, sebab anda akan kesulitan tanpa panduan dari buku manual tersebut.

 

  1. AVO meter

AVO meter sangat penting fungsinya dalam setiap pekerjaan elektronika karena dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat, Tetapi sebelum mempergunakannya, para pemakai harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis AVO meter dan bagaimana cara menggunakannya agar tidak terjadi salah pakai dan akan merusakkan AVO meter tersebut. Berfungsi untuk mengetahui komponen apa atau disebelah mana yang mengalami kerusakan.

  1. Jenis AVO meter

Berdasarkan prinsip kerjanya ada dua jenis AVO meter  yaitu :

  • AVO meter Analog / Moving coil
  • AVO meter Digital

Kedua jenis ini tentu saja berbeda satu dengan lainnya, tetapi ada beberapa kesamaan dalam hal operasionalnya, misal sumber tenaga yang dibutuhkan berupa baterai DC dan probe/kabel penyidik warna merah dan hitam.

  1. Bagian-bagian AVO meter Analog

 

 

 

AVO meter analog terdiri dari beberapa bagian :

  1. Jarum penunjuk skala dan cermin

Jarum dipasang pada kumparan penggerak (moving coil) sehingga dapat bergerak-gerak berdasarkan arus yang masuk kedalam moving coil.

 

 

Jarum berfungsi untuk menunjukkan besaran arus, tegangan dan Resistensi yang terukur dimana akan bergerak dan berhenti pada skala yang sesuai dengan besaran yang diukur. Cermin pemantul pada papan skala yang digunakan sebagai panduan untuk ketepatan membaca, yaitu pembacaan skala dilakukan dengan cara tegak lurus dimana bayangan jarum pada cermin harus satu garis dengan jarum penunjuk, maksudnya agar tidak terjadi penyimpangan dalam membaca

 

  1. Papan skala dengan batas ukur 5, 15, 50 dan 150 Volt AC (˜) dan DC (=)

 

 

 

  1. Selector Switch (saklar pemilih) digunakan untuk menentukan batas ukur apakah :1.5, 5, 10, 50, 150, 500 serta digunakan utnuk memilih fungsi pengukuran, apakah ingin mengukur Arus (A) ataukah Tegangan AC(V˜), tegangan DC (V=), ataukah akan memiliki Resistensi

 

 

 

  1. Jack kabel penyidik (probe), terdiri dari warna merah untuk polaritas Positif dan hitam untuk polaritas Negatif.

 

 

 

 

 

Pada AVO meter digital, hasil pengukuran dapat terbaca langsung berupa angka-angka (digit), sedangkan AVO meter analog  tampilannya menggunakan pergerakan jarum untuk menunjukkan skala. Sehingga untuk memperoleh hasil ukur, harus dibaca berdasarkan range atau divisi. AVO meter analog  lebih umum digunakan karena harganya lebih murah dari pada jenis AVO meter digital. Namun ada juga mereka yang memilih AVO meter analog karena kegemaran belaka.

 

 

 

Mengukur Resistansi

Gunanya mengukur resistansi adalah untuk mengetahui kondisi suatu komponen dalam keadaan rusak atau baik, serta untuk menentukan berapakah besar nilai Resistansinya.

Misalkan sebuah resistor mempunyai kode warna : coklat, hitam, merah dan toleransi emas artinya resistor tersebut mempunyai nilai resistansi sebesar 1000 ohm dengan toleransi 5%, maksudnya resistor tersebut masih dikatakan baik bila setelah diukur nilainya masih diantara +/- 5% dari 1000 ohm, atau antara 950 sampai 1050 ohm

Cara mengukurnya sebagai berikut :

-   Atur selector switch pada posisi ohm

-   Pilih batas ukur (range) apakah : x1, x10, x100, atau x1000 (sesuaikan dengan nilai resistor)

-   Terlebih dahulu, hubung singkat kabel penyidik agar jarum meter bergerak kearah kekanan dan dapat diatur supaya menunjukkan pada skala maksimum dengan memutar tombol Zero Adjust, maksudnya agar pembacaan meter dapat / sesuai dengan skala dan range yang dipakai.

-   Mulailah mengukur resistor dengan menghubungkan kabel penyidik pada ke dua kaki resistor secara pararel, dengan mengabaikan warna kabel..

-   Baca papan skala sesuai dimana jarum meter berhenti, dan kalikan pembacaan dengan batas ukur. Misalnya jarum menunjukkan pada skala 10 dan batas ukur menggunakan x 100, maka nilai resistor tersebut adalam 1000 ohm.

 

 

4.4.2      Mempersiapkan Keyboard

Keyboard yang akan diperbaiki harus dipersipakan lebih dahulu, dan sebaiknya kita mempersiapkan juga buku manual tentang keyboard yang berguna sebagai panduan untuk memasang kembali komponen-komponennya.

 

 

4.4.3      Mempersiapkan Komponen Pengganti Keyboard

Agar tidak memakan waktu, sebaiknya sebelum kita melakukan perbaikan ada baiknya jika kita mempersipakan komponen-komponen yang diperlukan sebelumnya,komponen yang perlu disiapkan antara lain adalah:

  1. Kabel Konektor

Tipe PS/2

 

Keterangan :

1. KBD Clock

2. GND

3. KBD Data

4. N/C

5. +5V (VCC)

6. N/C

 

 

Tipe AT

 

Keterangan :

1.KBD Clock

2.KBD Data

3.N/C

4.GND

5.+5V (VCC)

 

 

  1. Kabel Data

 

 

 

 

  1. Fuse

 

 

 

  1. IC

 

 

 

 

4.5     Mengidentifikasi Kerusakan

Sebelum melakukan perbaikan, kita harus mengidentifikasikan kerusakanya terlebih dahulu, agar mudah dan tepat dalam memperbaiki kerusakannya.

 

 

4.5.1      Membaca Buku Manual Tentang Keyboard

Buku manual sangat diperlukan bagi mereka yang belum berpengalaman terhadap langkah-langkah perbaikan komputer agar tidak terjadi kesalahan dalam memasang komponen-komponennya.

 

 

4.5.2      Membuka Tutup Keyboard

Tutup keyboard dapat dibuka dengan menggunakan obeng kecil dengan kepala positif, karena akan memudahkan untuk memutar skrup yang terdapat pada casing.

 

 

4.5.3      Mengidentifikasi Kerusakan Keyboard

Cara yang mudah untuk mengidentifikasi kerusakan yaitu dengan merasakan sendiri dan melihat sendiri keadaan dari keyboard kita, contohnya jika keyboard  terasa keras untuk dipakai, satu huruf tak berfungsi, boot keyboard error dan masih banyak yang lainnya, namun ada cara lain untuk mengidentifikasikan kerusakan, yaitu dengan menggunankan AVO meter, karena AVO meter dapat membantu user alam mengidentifikasikan bagian mana yang mengalami kerusakan.

 

 

4.5.4      Mencatat Hasil Identifikasi

Setelah kita mengidentifikasikan kerusakan, maka sebaiknya kita mencatat kerusakan tersebut agar tidak lupa. Kerusakan dapat dicatat di sebuah buku tulis, yang dapat mempermudah kita untuk memulai perbaikan, dan kerusakan apa yang pertama harus diperbaiki.

 

 

4.6     Melakukan Perbaikan

Masalah yang biasanya dihadapi oleh keyboard antara lain:

  1. Tampilan Keyboard ERROR

Dapat disebabkan karena Connector  keyboard renggang, Terdapat pada kabel data keyboard  tersebut putus, Terjadi kerusakan pada IC  yang terdapat pada Keyboard.

  1. Tombol Keyboard  Tidak Berfungsi

Dapat disebabkan karena Connector keyboard  renggang, Terdapat pada kabel data keyboard tersebut putus, Terjadi kerusakan pada IC  yang terdapat pada Keyboard, Kemungkinan terakhir bahwa Skring yang ada pada keyboard putus.

  1. Beberapa Tombol Tidak Berfungsi

Dapat disebabkan karena Terdapat bagian jalur PCB yang kotor, Ada jalur yang putus.

  1. Tombol keyboard  keras

Dapat disebabkan karena banyaknya debu yang menempel pada keyboard.

  1. boot” keyboard error

Dapat disebabkan karena suis error, dan kabel connector rusak

  1.     Satu huruf tak berfungsi/timbul banyak.

Dapat disebabkan karena ada komponen dalam keyboard  rusak, dan banyak debu yang menempel pada keyboard.

  1. Dan keyboard mengeluarkan kata mapupun huruf yang aneh.

Dapat disebabkan karena ada kerusakan pada BIOS CHIP.

4.6.1      Membersihkan Komponen dan Perangkat Keyboard

Masalah keyboard  banyak di sebabkan karena banyak debu yang menempel di keyboard maupun pada komponennya. Cara perbaikannya yaitu dengan cara membersihkan debu dengan :

  1. Cotton bud

 

 

 

Digunakan untuk membersihkan debu di sela-sela bagian dalam maupun luar keyboard yang sulit dibersihkan dengan menggunakan kain lap.

 

  1. vaccum cleaner

Digunakan untuk menyedot debu yang ada di dalam keyboard, namun kita tidak boleh menggunakan vaccum cleaner dengan suhu yang terlalu panas karena bisa menyebabkan kerusakan pada komponen.

 

  1. Kuas halus

 

 

 

Berguna untuk membersihkan debu di bagian dalam maupun luar keyboard,. Pilihlah kuas yang halus Jangan menggunakan kuas yang kasar dan besar, karena bisa menyebabkan kerusakan pada komponen keyboard  yang lainnya. Untuk membersihkan debu dengan kuas user dapat menggunakan kuas make up, karena kuas make up memiliki tekstur yang halus dan lembut.

 

  1. Spray

 

 

 

Untuk menyemprot debu yang sulit dibersihkan atau debu yang sudah menempel dalam pada keyboard.

 

  1. Dishwasher

Keyboard dapat dibersihkan dengan menggunakan dishwasher (mesin pencuci piring), namun sebelumnya keyboard harus di bongkar terlebih dahulu.

Komponen pelapis keyboard tidak akan rusak bila dicuci, karena pada Umumnya keyboard dilengkapi dengan pelapis silikon sehingga saat ditekan, tombol kembali ke posisi semula. Pelapis ini dapat dicuci. Demikian juga dengan tombol multimedia yang berada di bagian atas keyboard. Selain itu, keyboard juga dilengkapi dengan 3 foil sebagai kontak keyboard. Foil tidak boleh dimasukkan ke dalam mesin cuci. Apabila perlu, bersihkan saja dengan tisu basah.

 

 

 

Masukkan kerangka keyboard dan tombol ke dalam mesin cuci. Masukkan juga pelapis silikon keyboard. Cuci dengan suhu maksimal 40 derajat Celcius. Setelah dibersihkan, coba dahulu tombol-tombolnya. Jika tombol terasa keras saat ditekan, oleskan tombol dengan gemuk silikon. Demikian juga dengan metal holder pada tombol multifungsi. Setelah dipasang semuanya, kini keyboard  bisa berfungsi seperi sediakala.

 

Selain menggunakan alat ataupun cara diatas user juga dapat membersihkan keyboard dengan cara:

  1. Melepas setiap tuts pada keyboard, dengan alat obeng ataupun sendok mulailah untuk mencongkel semua tuts-tuts yang ada pada keyboard.

 

 

 

  1. Setelah tuts sudah terlepas semua, maka bersihkanlah wadah tuts dengan menggunakan kuas atau sikat gigi.
  2. Lalu bersihkanlah tuts keyboard yang kotor dengan menggunakan baskom. Isilah baskom tersebut dengan air dan shampoo maupun deterjen, masukannlah tuts keyboard kedalam wadah tersebut sambil disikat dengan menggunakan sikat gigi.
  3. Lalu bilaslah tuts-tuts tersebut dengan menggunakan air bersih.
  4. Setelah itu, jemurlah tuts beserta papan keyboard dibawah sinar matahari, biarkan selama satu sampai dua jam.
  5. Jika telah kering, maka pasanglah kembali tuts-tuts tersebut ke papan keyboard dengan cara menekan tuts ke papan sampai berbunyi ”klop” maka tuts sudah terpasang.

 

 

4.6.2      Mengganti Komponen Yang Rusak

Kerusakan pada keyboard yang mengharuskan user untuk mengganti komponen antara lain adalah Tampilan Keyboard ERROR, Tombol Keyboard tidak Berfungsi, “boot” keyboard error, dan lain-lain, dan cara untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengganti komponen yang sudah rusak. Seperti tampilan keyboard error yang disebabkan oleh kabel data

 

Keyboard putus maupun terjadi kerusakan pada IC, maka kita harus mengganti kabel data dengan kabel yang baru dan mengganti IC yang rusak dengan yang baru, namun untuk masalah IC jika rusak lebih baik untuk segera saja membeli keyboard yang baru, karena harga IC lebih mahal dari dapa harga keyboard yang baru.

 

 

4.6.3      Memasang Kembali Komponen

Pemasangan komponen dapat dilakukan dengan menggunakan:

  1. Solder

 

 

 

Untuk memanaskan timah yang akan digunakan sebagai perekat komponen pada papan komponen ( PCB ).

Hal hal yang perlu diperhatikan saat melaksanakan penyolderan :

  1. Panas solder sesuai dengan bidang yang akan disolder
  2. Tinol sesuai dengan kapasitas sambungan yang diharapkan
  3. Kebersihan ujung solder/terlapis timah/ingat bantal setan
  4. Kebersihan bagian/area yang akan disolder
  5. Penempatan titik sentuh panas pada area yang harus disentuh
  6. Perhatikan waktu tempel baut solder terhadap komponen yang disolder/ ingat komponen semikonduktor

 

  1. Timah

 

 

 

Berfungsi sebagai lem atau perekat untuk komponen yang akan dipasang.

 

  1. Alat penyedot timah

 

 

 

Untuk menyedot kelebihan timah pada saat pemasangan komponen maupun menyedot timah yang salah pada saat pemasangan komponen.

 

  1. Spon pembersih mata solder

 

 

 

Digunakan untuk membersihkan mata solder, agar komponen-komponen dapat terpasang dengan rapih.

 

  1. Cutter

 

 

 

Sebagai pemotong kaki komponen.

 

 

4.7     Menguji Hasil Perbaikan

Setelah melakukan perbaikan, user harus menguji hasil perbaikannya apakah sudah benar atau belum.

 

 

4.7.1      Menghubungkan Konektor Dengan Komputer

Hubungkan kabel konektor PS/2  dengan komputer, bila keyboard  tidak mau berfungsi, kemungkinan keyboard  belum terpasang dengan baik, atau kabel konektor  kendor.

 

 

4.7.2      Menguji Hasil Perbaikan Dengan Microsoft Word

Setelah perbaikan selesai dilakuakn, hal selanjutnya yang harus dilakukan yaitu menguji hasil perbaikan dengan menyambungkan keyboard  ke PC, bila keyboard  tidak berfungsi kemungkinan kabel kurang terpasang dengan sempurna. Setelah itu cobalah untuk menekan tombol keyboard, apakah masih keras atau tidak. Dan yang terakhir yaitu dengan membuka microsoft word, lalu cobalah untuk mengetik apakah keyboard  sudah berfungsi dengan baik atau belum.

 

 

4.7.3      Memasang Casing Keyboard

Setelah menguji hasil perbaikan, dan yakin bahwa keyboard  telah berfungsi dengan baik, maka pasanglah kembali casing keyboard dengan memasang kembali baut maupun skrup pada tempatnya masing-masing dengan menggunakan obeng.

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

 

 

 

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memperbaiki Keyboard
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS03.008.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memperbaiki Keyboard

TIK.CS03.008.01

- Keyboard

- Solder

- Obeng

- Tang

- Kuas

- Cutter

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Website

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: