Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MEMPERBAIKI HARDDISK YANG BAD SECTOR

TIK.CS02.038.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 1

BAB I. 3

PENGANTAR. 3

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1      Desain Modul 3

1.2.2      Isi Modul 3

1.2.3      Pelaksanaan Modul 4

1.3    Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 4

1.4     Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

BAB II. 7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1    Peta Paket Pelatihan. 7

2.2    Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3    Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 8

2.3.2 Kode Unit Kompetensi 8

2.3.3 Deskripsi Unit 8

2.3.4 Elemen Kompetensi 8

2.3.5 Batasan Variabel 9

2.3.5 Panduan Penilaian. 10

2.3.6 Kompetensi Kunci 11

BAB III. 12

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1     Strategi Pelatihan. 12

3.2     Metode Pelatihan. 12

BAB IV. 14

MATERI UNIT KOMPETENSI. 14

4.1    Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2    Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3     Uraian Singkat Materi 14

4.4     Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini : 14

4.5     Informasi masing-masing elemen kompetensi: 15

4.5.1 Mendiagnosa kerusakan hard disk bad sector 15

4.5.2 Memperbaiki kerusakan hard disk bad sector 26

4.5.3 Menguji perbaikan hard disk bad sector 34

4.5.4 Membuat laporan perbaikan hard disk bad sector 40

BAB V. 43

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  43

5.1    Sumber Daya Manusia. 43

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 44

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 44

DAFTAR PUSTAKA. 46

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

 

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

 

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2        Penjelasan Modul

 

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang desain modul, isi modul, dan pelaksanaan modul.

1.2.1   Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

1.2.2    Isi Modul

Bagian Isi Modul ini menerangkan tentang Buku Informasi, Buku Kerja, dan Buku Penilaian.

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan. Buku ini digunakan sebagai panduan untuk peserta pelatihan.

 

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada buku kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada buku kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3    Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan buku informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan buku kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan buku informasi  sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada buku kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan buku informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku kerja.
  • Memberikan jawaban pada buku kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada buku kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4     Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang

dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.038.01         Memperbaiki Hard Disk yang Bad Sector

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana caranya memperbaiki sebuah hard disk yang memiliki bad sector.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

Judul Unit     : Memperbaiki Hard Disk Yang Bad Sector

2.3.2 Kode Unit Kompetensi

Kode Unit     : TIK.CS02.038.01

2.3.3 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   memperbaiki Hard Disk Yang Bad Sector, yang terdiri dari komponen, mendiagnosa kerusakan hard disk bad sector, memperbaiki kerusakan hard disk bad sector, menguji perbaikan hard disk bad sector, dan membuat laporan perbaikan.

2.3.4 Elemen Kompetensi

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mendiagnosa kerusakan hard disk bad sector 1.1. Data rusak yang menempati bad sector dapat diidentifikasi.

 

1.2. Indikator computer sering hang akibat kerusakan hard disk bad sector pada awal-awal track diidentifikasi.

 

1.3. Bad Sector pada hard disk dapat diperiksa dan diidentifikasi secara software.

 

02     Memperbaiki kerusakan hard disk bad sector 2.1. Low Level Format(LLF) pada hard disk bad sector dilakukan agar harddisk bersih dan berada pada kondisi seperti awal dipakai.

 

2.2. Partisi hard disk dengan satu partisi dilakukan.

 

2.3. Periksa bad sector dengan format/c untuk mencatat posisi bad sector.

 

2.4. Partisi ulang sesuai dengan prosentase bad sector pada hard disk dilakukan.

 

2.5. Posisi bad sector pada hard disk dilakukan partisi kembali sesuai dengan catatan kerusakan yang terjadi.

 

2.6. Perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector dapat dilakukan secara software seperti HDD Regenerator, Norton Utility (software utility) dll.

 

03     Menguji perbaikan hard disk bad sector 3.1. Pastikan terlebih dahulu kondisi platter hard disk yang rusak menjadi bersih seperti saat pertama digunakan.

 

3.2. Pastikan partisi hard disk dengan satu partisi berhasil dengan baik.

 

3.3. Pemetaan hard disk yang bad sector dapat diidentifikasi dengan baik.

 

3.4. Data dapat disimpan dalam hard disk dengan baik.

 

3.5. Komputer tidak sering terjadi hang dapat diidentifikasi.

 

04     Membuat laporan perbaikan hard disk bad sector 4.1. Catat penyebab kerusakan hard disk bad sector.

 

4.2. Catat hasil perbaikan kerusakan hard disk bad sector.

 

Tabel 1Elemen Kompetensi

2.3.5 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

 

1.       Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.       Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1           Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2           Perangkat peripheral komputer.

2.3           Jumlah atau besar sistem.

2.4           Beban kerja tiap perangkat.

2.5           OS yang digunakan.

2.6           Tools yang digunakan.

3.       Rincian biaya meliputi:

3.1            Waktu pelaksanaan.

3.2            Peralatan.

3.3            Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan.

3.4            Penyediaan barang yang dapat dikonsumsi.

4.       Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1            Kesulitan teknis.

4.2            Pertimbangan hubungan industri.

4.3            Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4            Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.       Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1         Teknisi Perakitan Komputer.

5.2         Teknisi Perawatan Komputer.

5.3         Teknisi Perbaikan Komputer.

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

 

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan  tertulis.

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja  manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3            Manajemen projek.

 

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1   Kemampuan  menyeluruh sektor industri

1.2.2   Kemampuan menangani  dokumen secara akurat

1.2.3   Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

  1. 2.           Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1   Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali   untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2   Studi kasus.

2.3   Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4   Menanyakan secara lisan/interview.

2.5   Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6   Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7   Bukti penilaian.

 

3.       Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai.

Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih.

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1 Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan  baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2  Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1  TIK.CS02.039.01        Mendiagnosa dan Memperbaiki Kegagalan Operasi Hard Disk.

4.1.2  TIK.CS02.041.01        Mengembalikan File pada Hard Disk yang Terhapus atau Data Hilang.

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

          Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

Tabel 2 Kompetensi Kunci


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu mendiagnosa kerusakan hard diskyang bad sector.
  • Siswa dapat memperbaiki kerusakan hard disk bad sector.
  • Siswa dapat menguji perbaikan hard disk bad sector.
  • Siswa dapat membuat laporan perbaikan.
  • Siswa dapat mengenal bagaimana harddisk yang mengalami bad sector.
  • Siswa dapat mengidentifikasi penyebab bad sector pada hard disk komputer.
  • Siswa dapat memperbaiki kerusakan hard disk yang bad sector.
  • Siswa dapat menguji hasil perbaikan hard disk bad sector.
  • Siswa dapat membuat laporan perbaikan.

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

4.3    Uraian Singkat Materi

Memperbaiki Hard Disk yang Bad Sector

 

Buku Informasi Memperbaiki Hard Disk yang Bad Sector secara umum membahas tentang bagaimana memperbaiki hard disk yang bad sector. Secara detail buku informasi ini membahas tentang mengidentifikasi data rusak yang menempati bad sector, mengidentifikasi Indikator computer sering hang akibat kerusakan hard disk bad sector pada awal-awal track, mengidentifikasi dan memeriksa bad sector pada hard disk secara software. Selain itu dibahas juga tentang melakukan Low Level Format(LLF) pada hard disk bad sector agar harddisk bersih dan berada pada kondisi seperti awal dipakai, melakukan partisi hard disk dengan satu partisi dilakukan, mencatat posisi bad sector periksa bad sector dengan format/c, melakukan partisi ulang sesuai dengan prosentase bad sector pada hard disk, melakukan kembali partisi posisi bad sector pada hard disk sesuai dengan catatan kerusakan yang terjadi, melakukan perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector secara software seperti HDD Regenerator, Norton Utility (software utility) dll. Buku informasi ini juga membahas tentang memastikan terlebih dahulu kondisi platter hard disk yang rusak menjadi bersih seperti saat pertama, memastikan bahwa partisi hard disk dengan satu partisi berhasil dengan baik, mengidentifikasi pemetaan hard disk yang bad sector dapat dengan baik, Menyimpan data dalam hard disk dengan baik, mengidentifikasi komputer agar tidak sering terjadi hang. Dan yang terakhir buku informasi ini akan memberi gambaran bagaimana mencatat penyebab kerusakan dan hasil perbaikan hard disk bad sector.

4.4    Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini :

  1. Harddisk              :

media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar

  1. Head baca/tulis     :perantara antara media fisik dengan data elektronik

 

4.5    Informasi masing-masing elemen kompetensi:

4.5.1 Mendiagnosa kerusakan hard disk bad sector

1)           Pengetahuan Kerja

Bagian ini menjelaskan tentang semua elemen kompetensi tentang migrasi ke teknologi baru.

Mendiagnosa kerusakan hard disk bad sector

Kerusakan pada hard disk dapat disebabkan oleh banyak hal. Jadi sebelum kita mengambil langkah untuk memperbaiki suatu hard disk, kita harus terlebih dahulu mendiagnosa penyebab sebenarnya kerusakan pada hard disk dan seberapa besar kerusakan hard disk tersebut.

Sekilas Tentang Hard Disk

Dalam bab ini akan dibahas tentang apa itu sebenarnya hard disk, bagaimana cara kerja hard disk, sejarah hard disk, dan trend perkembangan hard disk.

 

Pengertian Hard Disk

 

Cakera keras (hard disk) merujuk kepada komponen yang digunakan bagi menyimpan data, yang terpasang di dalam komputer dan dapat menyimpan data dengan lebih banyak berbanding dengan penyimpan data yang lain seperti cakera liut, cakera mini, CD-ROM, atau pita. Harddisk ini merupakan media penyimpanan yang sangat penting pada computer, tapi sayangnya umur pemakaiannya terbatas. Selain itu pada hard disk sering ditemukan kesalahan adanya bad sector. Bad sector sebenarnya adalah sector pada harddisk yang tidak dapat digunakan dengan sempurna, baik untuk proses read maupun write.

Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi.  Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa.        Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut. Gambar hard disk dari luarnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

 

 

Gambar Hard Disk

 

Sedangkan gambar di bawah ini adalah struktur hard disk bagian dalam.

 

 

Cara Kerja Hard Disk

Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan. Head inilah yang selanjutnya bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency. Tracks adalah bagian dari sepanjanjang keliling lingkaran dari luar sampai ke dalam.Sedangkan sector adalah bagian dari tracks.Sectors memiliki jumlah bytes yang sudah diatur.  Ada ribuan sector dalam HD.

1 sectors normalnya menyimpan 512 byte informasi

Proses baca tulis dilakukan oleh lengan hd dengan media Fisik magnetik Head hardisk melakukan konversi bits ke pulse magnetik dan menyimpannya ke dalam platters, dan mengembalikan data jika proses pembacaan dilakukan Hard disk memiliki “Hard platter” yang berfungsi untuk menyimpan medan magnet.Pada dasarnya cara kerja hard disk adalah dengan menggunakan teknik perekaman medan magnet. Cara kerja teknik magnet tersebut memanfaatkan Iron oxide (FeO) atau karat dari besi, Ferric oxide (Fe2O3) atau oxida lain dari besi. 2 oxida tersebut adalah zat yang bersifat ferromagnetic , yaitu jika didekatkan ke medan magnet maka akan ditarik secara permanen oleh zat tersebut.

Saat sebuah sistem operasi mengirimkan data kepada hard drive untuk direkam, drive tersebut memproses data tersebut menggunakan sebuah formula matematikal yang kompleks yang menambahkan sebuah bit ekstra pada data tersebut.Bit tersebut tidak memakan tempat: Di kemudian hari, saat data diambil, bit ekstra tersebut memungkinkan drive untuk mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan acak yang disebabkan oleh variasi dari medan magnet di dalam drive tersebut. Kemudian, drive tersebut menggerakkan head melalui track yang sesuai dari platter tersebut. Waktu untuk menggerakkan head tersebut dinamakan “seek time”. Saat berada di atas track yang benar, drive menunggu sampai platter berputar hingga sector yang diinginkan berada di bawah head. Jumlah waktu tersebut dinamakan “drive latency”. Semakin pendek waktu `seek` dan `latency`, semakin cepat drive tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Saat komponen elektronik drive menentukan bahwa sebuah head berada di atas sector yang tepat untuk menulis data, drive mengirimkan pulsa elektrik pada head tersebut. Pulsa tersebut menghasilkan sebuah medan magnetik yang mengubah permukaan magnetik pada platter. Variasi yang terekam tersebut sekarang mewakili sebuah data. Membaca data memerlukan beberapa proses perekaman. Drive memposisikan bagian pembaca dari head di atas track yang sesuai, dan kemudian menunggu sector yang tepat untuk berputar di atasnya. Saat spektrum magnetik tertentu yang mewakili data Anda pada sector dan track yang tepat berada tepat di atas head pembaca, komponen elektronik drive mendeteksi perubahan kecil pada medan magnetik dan mengubahnya menjadi bit. Saat drive tersebut selesai mengecek error pada bit dan membetulkannya jika perlu, ia kemudian mengirimkan data tersebut pada sistem operasi.

 

Sejarah Hard Disk

 

Penemuan hard disk merupakan sejarah yang besar dan penting dalam dunia perkembangan komputer. Karena seperti yang diutarakan sebelumnya hard disk merupakan media penyimpanan yang sangat penting pada komputer. Sejarah munculnya hard  disk dapat dilihat dari proses di bawah ini:

  • berawal pada tahun 1950 Engineering Research Associates of Minneapolis membina sebuah unit storan magnetic komersial untuk tentera laut Amerika Syarikat, iaitu ERA 110. ERA 110 boleh menyimpan satu juta bit data dan menerima sebuah perkataan dalam 5 ribu saat.
  • Pada tahun 1956 IBM mengasaskan sebuah sistem storan disk komputer, iaitu 305 RAMAC (Random Access Method of Accounting and Control). SIstem ini boleh menyimpan 5 Megabytes.
  • Pada tahun 1961 IBM telah mengasaskan hard disk pertama dan pada tahun 1963 mereka telah memperkenalkan storan disk mudah alih.
  • Pada tahun 1970, floppy disk 8 inci telah diperkenalkan oleh IBM.
  • Pada tahun 1973, IBM mengeluarkan hard disk model 3340 Winchester, permulaan kepada rekabentuk hard disk masa kini. 3340 Winchester boleh mempunyai kapasiti 30 MB.
  • Pada tahun 1980, Seagate Technology memperkenalkan hard disk pertama untuk mikrokomputer, iaitu ST506. Hard disk ini bersaiz 5 1/4″. Pada tahun 1981, Sony mengeluarkan Floppy Disk 3 1/2″ yang pertama.
  • Pada tahun 1988, Conner memperkenalkan hard disk pertama yang mempunyai ketinggian 3 1/2″. Pada tahun yang sama, PrairieTek mengeluarkan hard disk 2 1/2″.
  • Pada tahun 1997 Seagate memperkenalkan hard disk 7200 RPM, iaitu Ultra ATA untuk komputer desktop dan pada tahun yang sama memperkenalkan hard disk 15000 RPM, Cheetah X15. Pengeluaran Hard Disk seterusnya adalah seperti berikut:

* 1994 DMA, Mode 2 at 16.6 MB/s

* 1997 Ultra ATA/33 at 33.3 MB/s

* 1999 Ultra ATA/66 at 66.6 MB/s
Hard disk merupakan suatu hardware yang digunakan pada sistem komputer untuk menyimpan data. Tidak seperti floppy disk drive dan CD-ROM, hard disk memainkan peranan penting sebagai unit storan bagi sistem operasi(OS) kompuer masakini, seperti Windows XP dan Linux. Selain itu, hard disk juga berperanan besar sebagai unit storan data utama sistem komputer peribadi. Apa yang anda dapat lihat di skrin anda sekarang, iaitu pelayar internet dan warna serta grafik – semua ini bergantung pada hard disk; hard disk menyimpan perisian pelayar internet anda, pada hard disk juga tersimpan perisian utiliti bagi menjalankan paparan di skrin anda dengan bantuan graphic card ,CPU dan banyak lagi hardware lain. Dalam banyak-banyak hardware komputer, hard disk merupakan hardware yang paling sensitif pada gegaran dan magnet. Pada hard disk juga terdapat liang (sebesar diameter lubang skru) pengudaraan aliran haba keluar. Sekiranya liang ini ditutup (selalunya akibat kecuaian pekedai yang menampal pelekat waranty pada liang ini), maka hard disk berisiko untuk rosak akibat aliran haba yang menjadi kurang mantap. Hard disk juga tidak seharusnya terlalu ketatpada ATX Casing.
Hard disk pada sistem komputer peribadi biasanya terdiri dari tiga jenis antaramuka berlainan, iaitu ATA/PATA, SATA, SCSI, USB dan Firewire/IEEE1394 Hard disk ATA (Adavanced Technology Attachment) Antaramuka ATA juga dikenali dengan nama PATA, IDE, E-IDE, ATAPI atau UDMA, merupakan antaramuka paling popular bagi hard disk dan optical device (CD-ROM, DVD-ROM dan sebagainya). Hard disk ATA disambungkan ke IDE controller pada motherboard, dengan kabel riben IDE (atau dikenali juga sebagai kabel IDE ).

Berikut merupakan sambungan yang terdapat pada hard disk ATA.

Power Connector : Di mana kabel kuasa molex dari Power Supply Unit disambungkan.
Jumpers: Slot konfigurasi jumper untuk penetapan kedudukan hard disk pada sistem komputer sama ada Primary Master, Primary Slave, Secondary Master atau Secondary Slave.
IDE Connector: Di mana kabel IDE disambungkan.

Hard Disk SATA (Serial –ATA)

Hard disk yang mempunyai antaramuka SATA semakin popular masakini. Dengan penyambungan ke bus komputer secara selari, ia mempunyai prestasi yang lebih pantas berbanding dengan hard disk antaramuka ATA. Tidak seperti hard disk ATA, hard disk SATA mempunyai kelebihan untuk ‘hot swapped’ iaitu, dipasang secara terus ke sistem komputer yang sedang beroperasi tanpa perlu dihidupkan semula/reboot. Selain itu, ia menggunakan kabel sambungan khas (kabel penyambung SATA 7-pin) ke SATA contoller di motherboard dan kabel bekalan kuasa Power Supply Unit 15-pin SATA. Hard disk SATA juga tidak menggunakan konsep perkongsian BUS seperti ATA, iaitu Primary Master, Primary Slave, Secondary Master atau Secondary Slave.

External Hard Disk ( USB/ Firewire)

Hard disk dengan antaramuka ATA dan SATA boleh disambung melalui antaramuka lain, iaitu USB atau Firewire. Sambungan ini dapat dibuat dengan menggunakan casing khas dengan sumber bekalan kuasa soket dinding. Ia juga mempunyai kelebihan ‘hot swapped’.4.4 Data rusak yang menempati bad sector dapat diidentifikasi.

 

Trend Perkembangan HardDisk

Trend perkembangan harddisk dapat kita amati dari beberapa karakteristik berikut :

a. Kerapatan Data/Teknologi Bahan

Merupakan ukuran teknologi bahan yang digunakan seberapa besar bit data yang mampu disimpan dalam satu satuan persegi. Dalam hal kerapatan data dari awal sampai sekarang terjadi evolusi yang sangat kontras. Pada awal perkembangannya kerapannya sekitar 0.004 Gbits/in2 tetapi pada tahun 1999 labortorium IBM sudah ada sekitar 35.3 Gbits/in2. Tetapi menurut www.bizspaceinfotech.com akan diperkenalkan apa yang dinamakan TerraBit density. Harddisk pada awal perkembangannya, bahan yang digunakan sebagai media penyimpan adalah iron oxide. Tetapi sekarang banyak digunakan media thin film. Media ini merupakan media yang lebih banyak menyimpan data dari pada iron oxide pada luasan yang sama dan juga sifatnya yang lebih awet.

b. Struktur head baca/tulis

Head baca/tulis merupakan perantara antara media fisik dengan data elektronik. Lewat head ini data ditulis ke medium fisik atau dibaca dari medium fisik. Head akan mengubah data bit menjadi pulsa magnetik dan menuliskannya ke medium fisik. Pada proses pembacaan data prosesnya merupakan kebalikannya.

Proses baca tulis data merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu mekanismenya juga perlu diperhatikan. Dalam pendahuluan sebelumnya terdapat perbedaan letak fisik head dalam operasinya. Dulu head bersentuhan fisik dengan metal penyimpan. Kini antara head dan metal penyimpan sudah diberi jarak. Bila head bersentuhan dengan metal penyimpan, hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen fisik, head yang aus, tentu saja panas akibat gesekan. Apalagi teknologi sekarang kecepatan putar harddisk sudah sangat cepat. Selain itu teknologi head harddiskpun juga mengalami evolusi.  Evolusi head baca/tulis harddisk : Ferrite head, Metal-In-Gap (MIG) head, Thin Film (TF) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, Giant Magnetoresistive (GMR) Heads dan sekarang yang digunakan adalah Colossal Magnetoresistive (CMR) Heads. Ferrite head, merupakan teknologi head yang paling kuno, terbuat dari inti besi yang berbentuk huruf U dan dibungkus oleh lilitan elektromagnetis. Teknologi ini diimplementasikan pada pertengahan tahun 1980 pada harddisk Seagate ST-251. Kebanyakan terdapat pada harddisk yang ukurannya kurang dari 50MB. Metal-In-Gap (MIG), merupakan penyempurnaan dari head Ferrite. Biasanya digunakan pada harddisk yang ukurannya 50MB sampai dengan 100MB. Thin Film (TF) heads, berbeda jauh dengan jenis head sebelumnya. Head ini dibuat dengan proses photolothografi seperti yang digunakan pada pembuatan prosessor.  (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, head ini digunakan untuk membaca saja. Untuk penulisannya digunakan head jenis Thin Film. Diimplementasikan pada harddisk ukuran 1GB sampai dengan 30GB. Giant Magnetoresistive (GMR) Heads, merupakan penemuan dari peneliti Eropa Peter Gruenberg and Albert Fert. Digunakan pada harddisk ukuran besar seperti 75GB dan kerapatan tinggi sekitar 10 Gbits/in2 sampai dengan 15 Gbits/in2.

Karena teknologi Giant Magnetoresistive (GMR) mulai ditarik dari pasaran, sebagai penggantinya adalah Colossal Magnetoresistive (CMR).

c. Kecepatan Putar Disk

Kecepatan putar pada jaman awal sekitar 3600RPM. Dengan semakin berkembangnya teknologi, kecepatan putar ditingkatkan menjadi 4500RPM dan 5400RPM. Karena kebutuhan media penyimpan yang mempunyai kemampuan tinggi dibuatlah dengan kecepatan 7200RPM yang digunakan pada harddisk SCSI.

 

d. Kapasitas

Kapasitas harddisk pada saat ini sudah mencapai orde ratusan GB. Hal ini dikarenakan teknologi bahan yang semakin baik, kerapatan data yang semakin tinggi. Teknologi dari Western Digital saat ini telah mampu membuat harddisk 200GB dengan kecepatan 7200RPM. Sedangkan Maxtor dengan Maxtor MaxLine II-nya yaitu harddisk berukuran 300GB dengan kecepatan 5400RPM. Beriringan dengan transisi ke ukuran harddisk yang lebih kecil dan kapasitas yang semakin besar terjadi penurunan dramatik dalam harga per megabyte penyimpanan, membuat hardisk kapasitas besar tercapai harganya oleh para pemakai komputer biasa. Pada tiap piringan penyimpan terdapat satu head. Untuk menjangkau tengah pinggir piringan digunakan sliders sebagai perantaranya.

e. Teknologi Harddisk Masa Depan

Harddisk dimasa mendatang salah satunya dititik beratkan pada kecepatan akses dan kapasitasnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mereduksi komponen mekanis dari fisik harddisknya. Komponen mekanis yang tidak mampu bekerja pada frekuensi tinggi digeser dengan komponen yang bersifat elektris yang mampu bekerja dalam orde MHz bahkan GHz.

Dapat dilihat saat ini sudah dirilis berbagai macam media penyimpan elektronis dalam bentuk kecil. Misalnya USB Drive dan MultiMedia Card. Bila nantinya teknologi ini diterapkan dan dapat harganya terjangkau, kemampuan komputer dari sisi kecepatan akses baca/tulis media penyimpan akan meningkat pesat. Otomatis kemampuan PC Server untuk melayani request dari client akan meningkat.

 

Sebelum melakukan langkah perbaikan terhadap bad sector pada hard disk, kita harus terlebih dahulu mengetahui penyebab dari bad sector tersebut dan seberapa besar kerusakan yang terjadi. Bad sector dapat disebabkan oleh beberapa hal,yaitu:

 

  • Harddisk dan Catuan Listrik

 

Memastikan PC mendapatkan pasokan daya yang stabil dan terbebas dari gangguan lonjakan (surge) selalu kami sarankan, untuk mendapatkan kinerja yang maksimal dan stabil. Hal ini juga penting untuk harddisk. Beberapa mitos di antaranya memang benar dapat merusak harddisk. Selengkapnya dapat dilihat pada uraian berikut.

 

  • Harddisk dan PSU

 

Turunnya tegangan dari catuan daya ataupun ketidakstabilan catuan daya adalah salah satu yang menyebabkan bad sector pada harddisk. Terutama power supply yang tidak memiliki daya output yang memadai. Jika pernyataan spesifik seperti ini, yaitu menimbulkan bad sector pada harddisk, maka mitos ini sama sekali tidak benar. Untuk harddisk, head actuator sama sekali tidak bersentuhan secara fisik dengan platter harddisk, dalam keadaan operasional normal. Bahkan sekalipun harddisk akan kehilangan catuan daya, tidak akan merusak platter maupun head actuator, dan tidak menimbulkan bad sector. Yang perlu diperhatikan adalah, meskipun catuan daya yang tidak stabil tidak akan secara spesifik menjadi penyebab timbulnya bad sec-tor, namun masih ada risiko lainnya.

Gangguan catuan daya dapat merusak circuit board juga merusak motor pemutar spindle pada harddisk. Dua bagian harddisk inilah yang lebih tepatnya akan mengalami dampak negatif dari ketidakstabilan listrik ataupun buruknya kualitas keluaran listrik dari power supply. Bahkan pada kondisi ekstrem terburuk, malfunction pada power supply yang kurang berkualitas dapat secara instan mematikan harddisk dan tidak bisa berfungsi sama sekali. Katakanlah ketika terjadi lonjakan listrik (surge) tanpa dapat difi lter oleh power supply.

 

  • Putaran Harddisk dan Catuan Daya

 

Masih seputar harddisk dan catuan daya listrik, namun sedikit lebih spesifi k. Mungkin juga terjadi hanya sebatas putaran harddisk menjadi tidak stabil. Terdengar bunyi percepatan perputaran harddisk (spin-up), namun harddisk tidak mendapat catuan daya yang memadai, dan gagal melakukan spin-up dengan sempurna. Spin-down terjadi bukan karena perintah harddisk, tapi lebih dikarenakan catuan daya yang tidak memadai. Gejalanya adalah spin-up dan spin-down dalam jeda waktu atau pola tertentu, tanpa aktivitas pada operating system, atau bahkan terjadi saat PC baru melakukan proses boot. Sebenarnya dalam kondisi normal, proses spin-up dan spin-down hanya akan dilakukan harddisk saat melakukan proses kalibrasi ulang. Salah satu penyebab kalibrasi ulang adalah ketika terjadi perubahan temperatur, yang menyebabkan ukuran data dan posisi data pada harddisk juga akan berubah. Penyebab kalibrasi yang lain adalah ketika data pada platter tidak dapat terbaca dengan sempurna. Hal yang serupa juga terjadi pada optical disc drive, dengan suara kebisingan yang lebih terdengar. Jika hal ini dirasakan sering terjadi pada harddisk Anda, ini termasuk salah satu pertanda awal harddisk tidak dalam keadaan prima.

 

  • Aliran Listrik dan Harddisk

 

Tiba-tiba listrik padam mendadak, tanpa UPS maka PC desktop akan tidak berdaya dan serta merta langsung ikut mati. Beberapa berpendapat listrik yang mati mendadak, atau dalam hal ini jika PC dimatikan secara paksa (mencabut kabel power, mematikan switch power pada PSU) dapat menyebabkan timbulnya bad sector pada harddisk. Saran ini benar untuk harddisk zaman dulu sekali. Ketika head harddisk masih disarankan untuk diposisikan dalam kondisi park saat PC dimatikan. Tetapi tidak untuk harddisk terkini, produksi pada kurun waktu dekade ini. Head actuator pada harddisk terkini digerakan dengan voice coil actuaor. Secara otomatis, head actuator akan secara otomatis memposisikan diri seketika ke posisi aman jika catuan daya ke harddisk terputus. Jadi untuk harddisk dengan voice coil actuator, risiko untuk hal ini sangat minim. Berbeda dengan harddisk zaman dulu yang masih digerakkan dengan stepper motor yang masih tergantung pada fungsi mekanis. Catuan daya ke harddisk yang terputus secara mendadak dapat saja membuat head terhenti di posisi yang tidak aman. Itu sebabnya harddisk terdahulu diposisikan dalam kondisi park.

 

  • ·         Perputaran Platter Harddisk

 

Platter harddisk hanya akan berputar (spin up) pada saat proses read atau write data, dan akan melakukan spin-down saat idle. Pendapat ini tidak sepenuhnya tepat. Harddisk tetap berputar meskipun dalam keadaan idle. Kecuali penggunanya mengaktifkan set spindown time untuk waktu idle harddisk (atau pada Windows power management disebut turn off harddisk). Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah lebih baik untuk mengaktifkan spin down ini? Jawabannya adalah tidak, terutama untuk yang membutuhkan kinerja tercepat. Biasanya hardisk melakukan spin-up saat boot PC. Proses spin-up ini membutuhkan waktu dan relative membuat komponen dalam harddisk banyak beraktivitas. Setelah spin-up, praktis harddisk hanya perlu mempertahankan kecepatan putar platter. Jika harddisk sudah melakukan spin-down, akan memerlukan waktu lagi untuk mempersiapkan harddisk agar siap menerima data. Harddisk perlu melakukan spin-up kembali, dan mencapai kecepatan putar optimal, sebelum siap melakukan proses read/write. Maka dari itu, jika menginginkan kinerja tercepat dari harddisk kami menyarankan untuk tidak mengaktifkan spin-down. Namun, mengaktifkan spin-down juga memiliki keuntungan tersendiri. Harddisk akan mengurangi konsumsi dayanya, ini juga akan memberikan dampak positif dari penurunan panas yang dihasilkan saat beroperasi. Dan sedikit banyak dapat mempengaruhi daya tahan harddisk itu sendiri. Jadi sekiranya Anda menginginkan kedua hal tersebut, perhatikan gaya penggunaan PC, dan tentukan waktu jeda untuk spin-down yang ideal.

 

  • ·         Posisi Harddisk

 

Jenis PC case yang beragam terkadang juga memberikan konsekuensi peletakan harddisk yang beragam. Ada yang menyediakan tempat untuk harddisk secara horizontal, ada yang hanya menyediakan letak harddisk secara vertikal.

 

Harddisk Posisi Horizontal

 

Ada yang berpendapat, menempatkan harddisk secara vertikal untuk penggunaan dalam jangka waktu lama akan merusak harddisk. Sangat disarankan harddisk digunakan dalam kondisi horizontal. Pendapat tersebut sama sekali tidak benar. Harddisk terkini dapat dioperasikan, baik dalam posisi horizontal, vertikal, bahkan terbalik sekalipun. Dan sama sekali tidak akan mempengaruhi umur harddisk. Yang jangan dilakukan adalah hal ini, jika lubang breathing hole harddisk tidak mendapatkan akses pertukaran udara yang memadai. Dalam posisi apapun, ini  akan memperpendek umur harddisk.

 

  • Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
  • Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
  • Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
  • Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.

 

Kondisi kerusakan bad sector pada hard disk dibedakan oleh 3 keadaan, yaitu:

1. Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama hard disk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
2. Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan hard disk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin di-low level.
3. Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan yang terjadi terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi hard disk disimpan). Kondisi ini adalah kondisi dimana hard disk  tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

Membicarakan keadaan hard disk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.

 

Data rusak yang menempati bad sector dapat diidentifikasi

Alasan mengapa bad sector adalah kerusakan komputer yang kritikal, adalah karena bad sector bisa menyebabkan bahwa data yang kita miliki tidak bisa lagi kembali karena tidak bisa dibaca dari hard disk. Oleh karena itu apabila hard disk komputer Anda sudah menunjukkan tanda-tanda adanya bad sector, hal pertama yang harus Anda lakukakan secepatnya adalah mengidentifikasi data-data yang menempati drive tersebut. Apabila Anda sudah dapat mengidentifikasi data yang terdapat pada hard disk yang bad sector Anda akan dapat meakukan tindakan penyelamatan terhadap data. Setelah Anda sudah mengidentifikasi data, Anda sebaiknya langsung mem-back-up data tersebut untuk menghindari bahwa Anda benar-benar kehilangan data tersebut. Kalau Anda sudah mem-back up data, maka data boleh benar-benar dihapus dari hard disk, terutama data yang sudah rusak. Selain itu Anda juga harus menghindari penyimpanan data baru ke dalamnya, apalagi data yang penting sampai hard disk bad sector diperbaiki. Kalau memang komputer Anda sudah sering hang dan pada komputer Anda terdapat data yang sangat penting, apalagi yang berhubungan dengan data karyawan, maka sebaiknya Anda konsultasi pada spesialis data recovery untuk melakukan tindakan penyelamatan terhadap data Anda.

Selain untuk tindakan penyelamatan data, data rusak yang menempati hard disk bad sector perlu diidentifikasi secepatnya, di-back up jikalau memungkinkan dan sebaiknya dihapus, karena data yang rusak yang menempati drive tersebut dapat semakin memperburuk keadaan bad sector suatu hard disk.

Indikator computer sering hang akibat kerusakan hard disk bad sector pada awal-awal track diidentifikasi

Bad Sector pada hard disk dapat diidentifikasi dengan adanya frekuensi hang yang sering pada komputer. Hang pada komputer ini berbeda-beda start awalnya, yaitu hang terjadi pada saat reboot komputer, dan setelah reboot komputer langsung hang. Selain itu hang bisa juga terjadi pada saat melakukan transfer data dari satu drive ke drive lain. Contoh, transfer file dari drive D ke drive C, abis 5% tiba-tiba saja komputer langsung hang.

Hal yang paling tidak menyenangkan adalah ketika anda sedang asyik bekerja dengan komputer Anda, dan tiba-tiba Anda tidak bisa melakukan apa-apa pada komputer Anda, berarti Anda harus mewaspadai adanya gejala Bad Sector. Walaupun tidak pada semua kasus hang pada komputer itu disebabkan oleh adanya Bad Sector. Jadi Anda harus mengidentifikasi hard disk Anda dengan segera sebelum hard disk Anda semakin parah.

Bad Sector pada hard disk dapat diperiksa dan diidentifikasi secara software.

Bad Sector pada hard disk bukan merupakan suatu hal yang baru bagi Harddisk, tetapi sudah menjadi hal yang biasa. Jadi apabila hard disk Anda mengalami bad sector, jangan panik, karena sudah banyak software-software yang beredar untuk memeriksa dan mengidentifikasi bad sector. Software-software ini sangat mudah didapatkan karena bisa di-download secara gratis dari internet, walaupun ada beberapa software yang harus beli. Sebenarnya bad sector pada hard disk dapat dikenali dengan gejala-gejala yang mudah dilihat, yaitu:

  1. Anda akan mengalami kesulitan untuk meng-copy data dari disk komputer Anda.
  2. System operasi akan tidak stabil atau komputer tidak dapat boot pada Windows secara bersamaan.
  3. Ketika Anda sedang bekerja pada komputer, tiba-tiba komputer Anda hang, tidak dapat melakukan apa-apa.
  4. Pada saat komputer Anda boot, tiba-tiba saja komputer Anda kembali lagi ke kondisi pada saat komputer pertama kali komputer dinyalakan. Hal ini bisa terjadi secara berulang-ulang.

Jika Anda belum mempunyai atau mendapatkan salah satu software untuk mengidentifikasi bahwa hard disk Anda terkena bad sector, maka langkah yang paling cepat untuk menyelamatkan hard disk Anda yang bad sector adalah  dengan menggunakan ScanDisk. ScanDisk ini akan dijelaskan lebih jauh lagi pada bab-bab selanjutnya. Karena beberapa software yang berguna untuk mengidentifikasi bad sector pada hard disk itu, juga berfungsi untuk memperbaiki hard disk yang bad sector tersebut. Seperti HDD Regenerator.

 

2) Ketrampilan Kerja

Data rusak yang menempati bad sector dapat diidentifikasi

 

  • Mengumpulkan informasi mengenai data rusak yang menempati bad sector.
  • Mencari referensi tentang data rusak yang menempati bad sector.

 

Indikator computer sering hang akibat kerusakan hard disk bad sector pada awal-awal track diidentifikasi

 

  • Mengumpulkan informasi mengenai indikator computer sering hang akibat kerusakan hard disk bad sector pada awal-awal track.
  • Mengidentifikasi computer sering hang dengan menggunakan informasi yang diperoleh.

 

Bad Sector pada hard disk dapat diperiksa dan diidentifikasi secara software.

 

  • Mengumpulkan informasi mengenai pemeriksaan bad Sector pada hard disk dengan menggunakan software.
  • Mencari referensi tentang software untuk memeriksa bad sector pada hard disk.

 

3) Sikap Kerja

Sikap kerja ditunjukkan pada saat praktek di lingkungan kerja.

1. Menggunakan berbagai berbagai pengetahuan data rusak yang menempati bad sector dan indikator computer sering hang akibat kerusakan hard disk bad sector pada awal-awal track.

2. Software yang berguna untuk memeriksa bad sector pada hard disk dapat digunakan.

 

4.5.2 Memperbaiki kerusakan hard disk bad sector

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Dalam bagian ini akan dibahas tentang Low Level Format(LLF) pada hard disk bad sector dilakukan agar harddisk bersih dan berada pada kondisi seperti awal dipakai,  partisi hard disk dengan satu partisi dilakukan, periksa bad sector dengan format/c untuk mencatat posisi bad sector, partisi ulang sesuai dengan prosentase bad sector pada hard disk dilakukan, posisi bad sector pada hard disk dilakukan partisi kembali sesuai dengan catatan kerusakan yang terjadi, dan perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector dapat dilakukan secara software seperti HDD Regenerator, Norton Utility (software utility) dll.

Low Level Format(LLF)

Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya menggunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utility file seperti hddutil.exe (dari Maxtor – MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.

Low level formatting akan memindahkan bad sector itu ke tempat lain yang kosong dengan algoritma sector sparing atau forwarding. Sector sparing dijalankan dengan ECC mendeteksi bad sector dan melaporkannya ke OS, sehingga saat sistem dijalankan sekali lagi, controller akan menggantikan bad sector tersebut dengan sektor kosong. Algoritma lain yang sering digunakan adalah sector slipping. Ketika sebuah bad sector terdeteksi, sistem akan meng-copy semua isi sektor ke sektor selanjutnya secara bertahap satu – satu sampai ditemukan sektor kosong. Misal bad sector di sektor 7, maka isinya akan dipindahkan ke sektor 8, isi sektor 8 dipindahakan ke 9 dan seterusnya.

Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.

Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.

Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk

Partisi hard disk dengan satu partisi dilakukan

Pada Windows partisi hard disk dengan satu partisi saja dapat dilakukan dengan menggunakan program FDISK, baik untuk partisi primary atau extended. Seperti yang dijelaskan sebelumnya partisi berarti membagi hard drive ke dalam beberapa segment yang dapat digunakan (logical drive). Partisi merupakan blok-blok yang bersebelahan dalam drive yang diperlakukan sebagai sebuah disk yang bebas. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting). Sebelum melakukan partisi Anda harus memperhatikan space yang ada pada hard disk.

Dalam melakukan partisi pada sistem operasi Windows, satu hal yang harus diperhatikan dalam melakukan partisi ini adalah drive harddisk eksternal tidak dapat bekerja dengan tipe disk dinamic. Jangan meng-upgrade harddisk eksternal ke tipe disk dinamic, tetapi selalu gunakan tipe disk basic.

 

Periksa bad sector dengan format/c untuk mencatat posisi bad sector.

Memformat harddisk dipercaya dapat memperpendek umur harddisk. Hal ini sama sekali tidak benar. Memformat harddisk bukan merupakan aktivitas dengan beban kerja terberat yang ditangani harddisk. Bahkan beban kerja harddisk dalam proses format harddisk, masih jauh lebih ringan, dibandingkan saat operating system Windows mulai mengakses virtual memory. Beberapa pembenaran logis untuk mitos ini dengan pernyataan bahwa pergerakan head dalam proses formatting lebih aktif dan rumit dibanding proses nonformat. Malah sebaliknya, pada kenyataannya proses format melakukan pergerakan secara berurut, dari sector 500, 501, dan seterusnya. Bahkan, dikarenakan head read/write harddisk sama sekali tidak bersentuhan dengan platter secara fisik, jadi tidak ada gesekan tambahan sama sekali. Bahkan perbandingan ekstremnya, memformat setiap hari bahkan setiap jam sekalipun tidak membuat harddisk Anda cepat rusak. Atau setidaknya tidak akan lebih cepat rusak dibandingkan pemakaian normal sehari-hari.

Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.

 

Gambar proses format pada hard disk

 

Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program

 

FORMAT :       Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan
Baik                         0-20% 20%
Bad sector                21% Dibuang
Baik                         22-89% 67%
Bad sector                91% Dibuang
Baik                         91-100% 9%

Partisi ulang sesuai dengan prosentase bad sector pada hard disk dilakukan.

Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.

 

Gambar tampilan partisi pada hard disk

Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.

 

Gambar tampilan partisi pada hard disk

Posisi bad sector pada hard disk dilakukan partisi kembali sesuai dengan catatan kerusakan yang terjadi.

Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi menggunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.

Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.

 

Gambar penghapusan partisi pada hard disk

Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.

 

Gambar penghapusan partisi pada hard disk

Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.

Perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector dapat dilakukan dengan Software

Bad sector tersebut merupakan permukaan disk yang berisi data tetapi tidak bisa dibaca oleh komputer. Jika hard disk komputer kita terkena bad sector, itu bukan hal yang sepele, karena terkait dengan data, apalagi data tersebut merupakan data yang sangat penting.

 

Perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector dapat dilakukan dengan menggunakan software. Pada saat sekarang ini software-software tersebut sudah mudah ditemukan, karena banyak yang bisa di-download lewat internet baik itu secara gratis maupun dengan cara membeli. Beberapa software tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

  1. HDD Regenerator

Sofware ini mempunyai kemampuan untuk:

  • mendeteksi bad sector secara fisikal pada permukaan drive hard disk.
  • Me-recover bad sector secara fisikal (magneti errors) pada permukaan hard disk.
  • Membuat bootable regenerating diskette untuk memulai proses regenerasi under DOS (opsi ini didukung oleh Windows 95/98/ME/NT4/2000/XP/2003). Disket dapat digunakan jika tidak dapat memulai proses regenerasi under Windows atau jika komputer tidak dapat boot pada Windows.
  • Memulai proses regenerasi secara langsung under Windows (the option is supported by Windows 95/98/ME)

 

HDD Regenerator merupakan software yang semata-mata digunakan untuk mendeteksi bad sector fisikal. Software ini cara kerjanya mengabaikan atau tidak tergantung dengan jenis file system. Jadi software ini dapat digunakan pada file system FAT, NTFS dan jenis file system yang lainnya, dan juga dengan unformatted atau unpartitioned disks. Selama regenerasi oleh software ini, struktur disk tidak berubah data yang ada tidak kena efek.

 

HDD Regenerator tidak mengubah struktur logical suatu drive hard disk. Oleh karena itu file system mungkin berisi logical bad sector yang sudah ada sebelumnya, dan peralatan perbaikan hard disk lainnya seperti Scandisk akan mendeteksi bad sector dalam hard disk pada waktu yang sama segera sesudah hard disk diregenerasi dengan sukses oleh HDD Regenerator. Untuk menghilangkan non existent bad sector dari file table, partisi ulang hard disk atau dengan menggunakan software PowerQuest PartitionMagic.

 

Satu hal yang harus diingat pada software HDD Regenerator adalah software ini fungsinya bukan untuk menyembunyikan bad sector tetapi menyimpannya. HDD Regenerator sudah mempunyai banyak versi, seperti HDD Regenerator 1.42.  dan HDD Regenerator 1.51.

 

  1. Norton Utility

 

Norton Utility mempunyai jenis-jenis yang begitu banyak dan kegunaan yang begitu banyak. Berbicara dengan Norton Utility pada umumnya orang-orang akan berikiran tentang utility untuk mendeteksi dan membersihkan virus dari komputer. Tetapi Norton Utility juga mempunyai versi atau jenis yang berguna untuk menangani masalah hard disk yang terkena bad sector.

Penghapusan file-file yang tidak perlu adalah hal yang sering kita lakukan untuk merapikan folder-folder pada computer kita. Tetapi perlu diketahui sebenarnya, semakin banyak Anda menghapus dan menambah file, hard disk Anda akan semakin terfragmentasi. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, hal-hal buruk bisa saja terjadi pada harddisk tersebut. Harddisk akan mulai berjalan dengan lamban, dan pada saatnya meskipun waktunya relatif cukup lama dan bahkan harddisk tersebut bisa merusak dirinya sendiri dan terjadi bad sector. Untuk mencegah hal tersebut sebenarnya hanya dibutuhkan langkah-langkah sederhana. Untuk para pengguna Macintosh tentu saja harus membeli program-program tertentu untuk mengoptimalkan kinerja seperti Norton Utilities dan lain-lain, sedangkan pemilik PC bisa mendapatkan program utility tersebut secara gratis dari sistem operasi Windows. Memang programprogram tersebut bukan merupakan aplikasi-aplikasi yang khusus seperti halnya Norton Utilities,
tetapi program ini cukup untuk mengoptimalkan secara standar. Scandisk memeriksa harddisk dan mencari kemungkinan adanya error, dan biasanya membetulkannya secara otomatis. Memang kadang-kadang, sebuah program tidak terhapus sepenuhnya dan Scandisk cukup pintar untuk menolong Anda mengembalikan bit-bit yang hilang pada harddisk yang mungkin tidak bisa Anda gunakan sambil membetulkan error-error yang lain. Berbeda haklnya dengan aplikasi khusus seperti Norton Utilities yang sudah mempunyai kerja yang optimal. Pada Norton Utilities, program yang berguna untuk merapikan harddisk adalah SpeedDisk, sedangkan program yang berguna untuk memeriksa atau memperbaiki error adalah Norton Disk Doctor. Bahkan Norton Disk Doctor ini mampu mencegah bertambahnya bad sector pada harddisk Anda.

 

  1. Flobo HDD Bad Sector

Software ini memperbaiki hard disk bad sector yang diregenerasi oleh permukaan HDD. Flobo HDD Bad Sector bukan sebuah CHKDSK atau ScanDisk seperti utilitas. Software ini tidak merujuk pada bad sector dalam file system dan menyembunyikannya. Tetapi meregenerasi permukaan magnetic.

 

Gambar tampilan Flobo untuk HDD Bad Sector

 

2) Ketrampilan Kerja

Low Level Format(LLF)

 

  • Mengumpulkan informasi mengenai Low Level Format(LLF).
  • Mencari referensi tentang Low Level Format(LLF).

Partisi hard disk dengan satu partisi dilakukan

  • Mengumpulkan informasi mengenai partisi hard disk dengan satu partisi.
  • Melakukan partisi hard disk dengan satu partisi.

 

Bad Sector pada hard disk dapat diperiksa dan diidentifikasi secara software.

 

  • Mengumpulkan informasi mengenai software untuk memeriksa dan mengidentifikasi bad sector pada hard disk.
  • memeriksa dan mengidentifikasi bad sector pada hard disk dengan informasi software yang diperoleh.

 

Posisi bad sector pada hard disk dilakukan partisi kembali sesuai dengan catatan kerusakan yang terjadi.

  • Mengumpulkan informasi mengenai partisi kembali posisi bad sector pada hard disk.
  • Melakukan partisi kembali posisi bad sector pada hard disk.

Perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector dapat dilakukan dengan Software

  • Mengumpulkan informasi mengenai perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector.
  • Mencari referensi tentang perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector.

 

 

3) Sikap Kerja

Sikap kerja ditunjukkan pada saat praktek di lingkungan kerja.

1. Menggunakan Low Level Format (LLF) untuk perbaikan hard disk bad sector.

2. Melakukan partisi hard disk dengan satu partisi.

3. Memeriksa dan mengidentifikasi bad sector pada hard disk

4. Melakukan perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector dengan software.

 

4.5.3 Menguji perbaikan hard disk bad sector

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Pada bagian ini dijelaskan tentang bagaimana menguji perbaikan hard disk bad sector, yaitu memastikan terlebih dahulu kondisi platter hard disk yang rusak menjadi bersih seperti saat pertama digunakan.

Pastikan terlebih dahulu kondisi platter hard disk yang rusak menjadi bersih seperti saat pertama digunakan.

          Platter merupakan piringan datar yang pada kedua sisinya dilapisi dengan suatu material yang dirancang agar bisa menyimpan informasi secara magnetis. Platter-platter tersebut disusun dengan melubangi tengahnya dan disusun pada suatu spindle. Platter berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi yang dikendalikan oleh spindle motor yang terhubung pada spindle. Alat elektromagnetik baca tulis khusus yang bernama head terpasang pada slider dan digunakan untuk menyimpan informasi ke dalam piringan atau membacanya. Slider terpasang di atas arm, yang kesemuanya terhubung secara mekanis pada suatu kumpulan tunggal dan tersambung pada permukaan piringan melalui suatu alat yang disebut dengan actuator. Selain itu ada juga logic board mengatur aktifitas komponen-komponen lain dan berkomunikasi dengan PC.

 

Platter terdiri dari dua bahan: benda padat yang membentuk platter itu sendiri dan zat magnetis yang membungkus platter, yang digunakan untuk menyimpan data.

 

Ukuran dari platter adalah hal utama yang menentukan ukuran hard disk secara keseluruhan, yang juga sering disebut dengan form factor. Setiap hard disk diproduksi dengan berbagai jenis form factor yang standar, di antaranya, yaitu:

  • 5.25-inchi
  • 3.5-inchi
  • 2.5-inchi
  • PC Card
  • CompactFlash

 

Jika seseorang membicarakan tentang hard disk 3.5-inchi, sesungguhnya itu mengacu pada form factor disk tersebut, dan biasanya form factor diberi nama berdasarkan ukuran dari platter. Tabel berikut menginformasikan tentang ukuran platter yang biasanya digunakan pada hard disk untuk PC.

 

Dikarenakan platter adalah bagian yang digunakan untuk menyimpan data, maka kualitasnya harus benar-benar baik. Tiap permukaan platter benar-benar dibuat dan diperlakukan dengan sangat tepat (melalui mesin tentunya) untuk menghindari cacat, dan juga untuk memelihara kebersihan hard disk. Kebersihan hard disk perlu dijaga untuk menghindari partikel-partikel asing menempel pada platter pada saat pembuatannya. Jadi untuk memastikan kebersihan hard disk sebaiknya hard disk disimpan pada ruangan atau tempat yang bersih.

 

Platter dibagi-bagi menjadi beberapa track (jumlahnya ribuan) yang membentuk melingkar. Jadi paltter ini merupakan bagian yang penting dalam hard disk. Anda dapat memastikan kondisi platter hard disk yang rusak menjadi bersih dengan memasang kembali hard disk yang rusak tersebut dan mencobanya apakah bisa berfungsi dengan baik.

 

Gambar Track dan Sector Pada Platter Hard Disk

 

Pada gambar di atas lingkaran yang berwarna kuning merupakan gambar dari track, sedangkan lingkaran yang berwarna biru merupakan sector.

      

Pastikan partisi hard disk dengan satu partisi berhasil dengan baik.

                 Partisi berarti membagi hard drive ke dalam beberapa segment yang dapat digunakan (logical drive). Partisi merupakan blok-blok yang bersebelahan dalam drive yang diperlakukan sebagai sebuah disk yang bebas. Dalam melakukan perbaikan terhadap hard disk bad sector, langkah yang kita lakukan dalam bagian ini adalah melakukan partisi hard disk dengan satu partisi. Partisi hard disk dengan satu partisi dapat kita lakukan dengan menggunakan FDISK. FDisk, merupakan suatu program partisi yang tidak asing juga bagi pengguna Windows, karena cara partisi ini digunakan untuk mempartisi komputer dengan operating system Windows. FDisk tidak memperbolehkan Anda melakukan pengaturan ulang ukuran partisi, tetapi memperbolehkan penghapusan satu partisi dan membuat satu atau beberapa partisi dari space yang kosong. Setelah melakukan partisi hard disk dengan satu partisi, Anda dapat memastikan apakah pembagian partisi yang diharapkan sebelumnya sudah berhasil. Seperti sifat FDISK, kita dapat menghapus partisi hard disk yang sudah terkena bad sector dan membuat partisi baru. Hasil partisi yang baru dapat dilihat pada folder My Computer.

 

Pemetaan hard disk yang bad sector dapat diidentifikasi dengan baik

          Untuk mengecek bahwa pemetaan hard disk yang bad sector sudah benar, pasang kembali hard disk yang sudah diperbaiki. Untuk mengecek, mendeteksi dan menandai hard disk yang masih belum mapping boleh menggunakan CHKDSK utility. Selama scanning permukaan hard disk, CHKDSK utility berusaha untuk menulis data dan membacanya kembali. Jika keduanya tidak sama, maka hard disk tersebut akan ditandai sebagai bad sector. Operating system akan menandai sector ini dan menghindari penulisan data ke area disk tersebut. Sesudah itu, bad sector akan dipetakan ke suatu sektor khusus di dalam drive yang merupakan cadangan yang sudah disiapkan untuk tujuan tersebut. Untuk mengidentifikasi dan memperbaiki pemetaan hard  disk ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

 

  • Windows 98, ME Users
  1. Klik Starts – Programs
  2. Klik Accessories – System Tools dan Pilih ScanDisk
  3. Pilih opsi Thorough dan klik Automatically Fix Errors
  4. Pilih Start

 

  • XP/2000
  1. 1.   Pada Desktop kik dua kali My Computer
  2. 2.   Klik kanan dan pilih Properties pada drive yang salah
  3. 3.   Buka tab Tool
  4. 4.   Pilih Check Now di bawah Error Checking

 

 

 

 

 

 

 

 

                

 

  1. 5.   Pilih opsi Automatic Fix File System Errors dan Scan For And Attempt Recovery For Bad Sectors

 

                

 

CHKDSK menyediakan 2 tipe scanning, yaitu:

  • Error Checking
    Tipe ini scan file dan folder yang ada dalam komputer. Scan ini mencari dan memperbaiki beberapa file-file yang korup yang minor.
  • Surface Scan
    Tipe ini scan setiap sektor pada disk dan mengidentifikasi adanya bad sector. Ketika bad sector dideteksi, CHKDSK secara otomatis akan menandainya sebagai bad sector dan sistem akan menahan aksi untuk menulis sector ini lebih jauh lagi. Bad sector kemudian akan dipetakan dengan pekerjaan yang satu lagi pada disk.
  1. Klik Start

 

Data dapat disimpan dalam hard disk dengan baik.

Untuk memastikan bahwa hard disk yang awalnya rusak karena adanya bad sector sudah berfungsi dengan baik, maka Anda harus memasang kembali hard disk yang sudah diperbaiki tersebut. Coba Anda menyimpan suatu file di dalamnya. Cotohnya dengan membuat suatu data dalam Microsoft Office dan menyimpannya ke dalam hard disk yang bad sector tersebut. Setelah Anda menyimpan file tersebut, coba Anda membuka file. Jika file yang Anda simpan tersebut bisa dibaca oleh hard disk dan ditampilkan kepada Anda dengan baik dan benar, maka Hard disk Anda sudah dapat berfungsi kembali dengan baik sebagaimana mestinya. Namun jika file tersebut tidak dapat dibaca dan ditampilkan kepada Anda dengan baik dan benar, itu menandakan bahwa hard disk tersebut masih belum bagus, dan harus dicoba kembali untuk memperbaikinya. Satu hal yang perlu diperhatikan dan diingat untuk uji coba penyimpanan suatu data pada hard disk yag baru diperbaiki karena bad sector, maka data tersebut bukan data yang penting tapi Anda dapat membuat data main-main.

 

Komputer tidak sering terjadi hang dapat diidentifikasi.

Untuk mengidentifikasi dan memastikan bahwa komputer tidak sering hang lagi karena pengaruh hard disk yang bad sector tentu saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar, setelah kita memasang kembali hard disk yang sudah diperbaiki dari bad sector ke dalam komputer kita. Karena kita harus memakai komputer dengan waktu yang agak lama bukan seperti menyimpan data dan kemudian membukanya apakah data sudah benar disimpan dan ditampilkan dan bisa diakses. Apabila tidak terjadi hang setelah kita menyalakan dan memakai komputer dalam waktu yang agak lama, berarti hard disk sudah dapat berfungsi lagi dengan baik. Tapi itu belum memastikan 100 %, karena kita harus memperhatikan ke hari-hari selanjutnya. Namun jika pada hari-hari selanjutnya tidak juga terjadi hang pada komputer kita, maka dipastikan kalau hard disk kita sudah benar-benar berfungsi dengan baik.

Namun jika sebaliknya komputer masih hang dan bahkan frekuensi kejadiannya sering, maka hard disk harus diindentifikasi kembali dengan lebih teliti dan dilakukan perbaikan ulang seperti yang telah diutarakan sebelumnya.

 

2) Ketrampilan Kerja

Pastikan terlebih dahulu kondisi platter hard disk yang rusak menjadi bersih seperti saat pertama digunakan.

  • Mengumpulkan informasi mengenai kondisi platter hard disk yang rusak menjadi bersih seperti saat pertama.
  • Mencari referensi tentang kondisi platter hard disk yang rusak menjadi bersih seperti saat pertama.

Pastikan partisi hard disk dengan satu partisi berhasil dengan baik.

  • Mengumpulkan informasi mengenai memastikan partisi hard disk dengan satu partisi.
  • Memastikan partisi hard disk dengan satu partisi.

 

Pemetaan hard disk yang bad sector dapat diidentifikasi dengan baik.

  • Mengumpulkan informasi mengenai pemetaan hard disk yang bad sector.
  • Memetakan hard disk yang bad sector.

Data dapat disimpan dalam hard disk dengan baik.

  • Memastikan bahwa data disimpan dalam hard disk dengan baik.

Komputer tidak sering terjadi hang dapat diidentifikasi.

  • Mengumpulkan informasi mengenai komputer tidak sering terjadi hang.
  • Mengidentifikasi komputer tidak sering terjadi hang.

 

3) Sikap Kerja

Sikap kerja ditunjukkan pada saat praktek di lingkungan kerja.

1. Memastikan partisi hard disk dengan satu partisi.

2. Memetakan hard disk yang bad sector.

3. Memastikan bahwa data disimpan dalam hard disk dengan baik.

4. Mengidentifikasi komputer tidak sering terjadi hang.

4.5.4 Membuat laporan perbaikan hard disk bad sector

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang pencatatan penyebab kerusakan hard disk bad sector dan pencatatan hasil perbaikan kerusakan hard disk bad sector tersebut.

Catat penyebab kerusakan hard disk bad sector.

Pendokumentasian atau pelaporan suatu pekerjaan adalah hal yang penting dalam dunia IT, di mana dalam pembahasan kita dalam modul ini adalah perbaikan hard disk yang bad sector. Membuat laporan harus menyertakan data yang benar-benar lengkap. Membuat laporan perbaikan hard disk bad sector harus mencakup semua aktifitas, yaitu:

  1. Cara-cara mengidentifikasi bahwa hard disk komputer kita terkena bad sector
  2. Mencatat semua penyebab terjadinya bad sector pada hard disk
  3. Memperbaiki kerusakan hard disk bad sector, yang menyangkut berbagai cara, yaitu:
  • Low Level Format(LLF) pada hard disk bad sector dilakukan agar harddisk bersih dan berada pada kondisi seperti awal dipakai.

 

  • Partisi hard disk dengan satu partisi dilakukan.

 

  • Periksa bad sector dengan format/c untuk mencatat posisi bad sector.

 

  • Partisi ulang sesuai dengan prosentase bad sector pada hard disk dilakukan.

 

  • Posisi bad sector pada hard disk dilakukan partisi kembali sesuai dengan catatan kerusakan yang terjadi.

 

  • Perbaikan kerusakan pada hard disk bad sector dapat dilakukan secara software seperti HDD Regenerator, Norton Utility (software utility) dll.

 

Cara-cara perbaikan hard disk bad sector yang kita lakukan harus   diterangkan secara jelas.

 

Catat hasil perbaikan kerusakan hard disk bad sector

Dalam langkah ini, setelah kita mengetahui semua kerusakan-kerusakan yang terjadi pada hard disk bad sector dan memperbaikinya, kita harus mencatat hal-hal di bawah ini secara detail:

  1. Bagian-bagian apa saja yang mengalami kerusakan karena adanya kerusakan hard disk bad sector.
  2. Peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk mermperbaiki kerusakan hard disk bad sector.
  3. Bagaimana keadaan hard disk setelah dilakukan perbaikan, bagaimana keadaan data yang sebelumnya terkena hard disk bad sector.

 

Membuat laporan suatu kegiatan apalagi yang berhubungan dengan sesuatu yang kritikal atau penting adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan, karena mempunyai manfaat yang begitu banyak, yaitu:

  1. Dalam dunia perusahaan, membuat laporan adalah merupakan suatu bukti tanggung jawab pekerjaan yang kita lakukan
  2. Dengan membuat laporan akan memudahkan bagian yang bersangkutan untuk mengalokasikan dana yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut yang dalam hal ini perbaikan hard disk bad sector.
  3. Apabila pada waktu mendatang, terjadi hal yang sama yaitu bad sector pada hard disk, maka sudah lebih mudah memperbaikinya karena sudah ada buku petunjuk.
  4. Laporan ini bisa menjadi suatu sumber pengetahuan pada orang lain.

 

 

2) Ketrampilan Kerja

Catat penyebab kerusakan hard disk bad sector.

  • Mengumpulkan informasi mengenai bagaimana mencatat penyebab kerusakan hard disk bad sector.
  • Mencari referensi tentang bagaimana mencatat penyebab kerusakan hard disk bad sector.

 

Catat hasil perbaikan kerusakan hard disk bad sector

  • Mengumpulkan informasi mengenai bagaimana mencatat hasil perbaikan kerusakan hard disk bad sector.
  • Mencari referensi tentang bagaimana mencatat hasil perbaikan kerusakan hard disk bad sector.

 

 

 


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

 

Sumber daya manusia yang dimaksud dalam pencapaian kompetesi ini adalah orang yang terlibat dalam pencapaian kompetensi, yang terdiri dari pelatih, penilai dan teman-teman sekerja lainnya.

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

 

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber kepustakaan (Buku Informasi) adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.
  6. Dengan melakukan browsing untuk mencari bahan-bahan pelatihan di Internet.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memperbaiki Hard Disk Yang bad Sector
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.038.01

 

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memperbaiki Hard Disk Yang Bad Sector.

TIK.CS02.038.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan hard disk yang bad sector.

- Software untuk mengidentifikasi bad sector.

- Software untuk memperbaiki bad sector.

 

- Buku manual penggunaan software pengidentifikasi bad sector.

- Buku manual tentang penggunaan software untuk memperbaiki hard disk yang bad sector.

- Buku informasi tentang masalah-masalah bad sector pada harddisk.

- Panduan tentang partisi yang dilakukan juga dalam perbaikan bad sector.

- Buku-buku yang berisi soal-soal atau kasus-kasus tentang bad sector pada hard disk.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK