Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR MULTIMEDIA

 

 

MEMPERBAIK, MERAWAT, DAN MENGUBAH EFEK KHUSUS

TIK.MM03.006.01

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI  1

BAB I                   2

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 2

1.2 Penjelasan Modul 2

1.2.1    Desain Modul 2

1.2.2    Isi Modul 3

1.2.3    Pelaksanaan Modul 3

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 4

1.4 Pengertian Istilah-Istilah. 4

BAB II                  6

2.1 Peta Paket Pelatihan. 6

2.2 Pengertian Unit Standar 6

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 6

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 7

2.3.2 Kode Unit Kompetensi : 7

2.3.3 Deskripsi Unit : 7

2.3.4 Elemen Kompetensi 7

2.3.5                                                                                                  Batasan Variabel 8

2.3.6                                                                                               Panduan Penilaian. 12

BAB III                  15

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN              15

3.1 Strategi Pelatihan. 15

3.2 Metode Pelatihan. 16

BAB IV                        17

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 17

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 17

4.3 Uraian Singkat Materi : 18

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini : 18

4.5 Informasi masing-masing Elemen Kopetensi 18

4.5.1 Mengidentifikasikan noda atau tanda dan merawat efek khusus 18

4.5.2 Memeriksa dan memperbaiki artikel efek khusus 1) Pengetahuan Kerja. 19

4.5.3 Membuat perubahan pada efek khusus 39

BAB V                        40

SUMBER- SUMBER YANG DIPERLUKAN              40

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI            40

5.1 Sumber Daya Manusia. 40

5.2 Literatur 41

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan. 42

DAFTAR PUSTAKA                    43

BAB I

 

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

 

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1      Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2      Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3      Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian Istilah-Istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain :

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.MM03.006.01     Memperbaiki, Merawat dan Mengubah Efek khusus

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari unit Kompetensi ini?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana melakukan perbaikan dan perubahan efek khusus pada multimedia.

 

 Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

Memperbaiki, Merawat, dan Mengubah Efek Khusus.

 

2.3.2 Kode Unit Kompetensi :

TIK.MM03.006.01

 

2.3.3 Deskripsi Unit :

Unit ini mendeskripsikan tentang keahlian dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membersihkan, memperbaiki dan merubah artikel efek khusus yang sudah dikonstruksikan, memastikan bahwa mereka terjaga dengan baik dan beroperasi setiap saat.

 

2.3.4 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mengidentifikasikan noda atau tanda dan merawat efek khusus 1.1. Artikel efek khusus diperiksa dan diidentifikasi dari segala kotoran, noda atau bercak-bercak.

 

1.2. Semua artikel efek khusus dibersihkan dan dipastikan bahwa kesulitan atau masalah bahan dapat diselesaikan dengan baik.

 

 

1.3. Cat baru dipoleskan atau finishing lain pada bidang artikel efek khusus yang membutuhkan atau mengacu pada orang-orang yang relevan, dalam kesesuaiannya dengan tanggung jawab level individu.

 

1.4. Efek khusus dipastikan selalu diberi label, kode dan disimpan secara akurat dan tepat.

 

02     Memeriksa dan memperbaiki artikel efek khusus 2.1. Segala kesalahan, robekan atau kerusakan diidentifikasi, dan perbaikan minor pada artikel efek khusus dilengkapi atau diacukan pada orang-orang yang relevan, dalam kesesuaiannya dengan tanggung jawab level individu.

 

2.2. Dokumen dilengkapi sesuai dengan prosedur perusahaan.

 

03     Membuat perubahan pada efek khusus 3.1. Hubungan dilakukan dengan orang-orang yang relevan untuk mengidentifikasikan perubahan yang diperlukan.

 

3.2. Semua instruksi untuk perubahan-perubahan yang diperlukan dibaca dan diinterpretasi.

 

3.3. Perubahan efek khusus dilengkapi atau diacukan pada orang-orang yang relevan, dalam kesesuaiannya dengan tanggung jawab level individu.

 

3.4. Dokumentasi yang sesuai dengan prosedur perusahaan dilengkapi.

 

2.3.5   Batasan Variabel

 

1.  Dokumentasi berupa:

                        1.1.         Hasil komputer

     1.2.         Tulisan manual

     1.3.         Perjanjian sewa

     1.4.         Konfirmasi tanda terima dan catatan-catatan pengiriman

     1.5.         Catatan instruksi

     1.6.         Deskriptif daftar efek khusus

     1.7.         Laporan kesalahan

     1.8.         Laporan persediaan

     1.9.         Order persediaan

     1.10.       Penganggaran

     1.11.       Desain efek khusus

     1.12.       Naskah

     1.13.       Jadwal produksi

     1.14.       Lembar laporan terus menerus

     1.15.       Jadwal / rencana konstruksi efek khusus

     1.16.       Daftar perincian efek khusus

     1.17.       Tabel pengukuran

     1.18.       Rencana operasional/ proyek

     1.19.       Jadwal pembuatan

     1.20.       Spesifikasi / instruksi pabrik

     1.21.       Teknik menggambar

     1.22.       Sketsa

     1.23.       Tabel warna

                        1.24.       Formula warna cat

 

2.  Lingkungan di mana efek khusus dapat digunakan atau diperbaiki, meliputi:

2.1.         Di workshop / bengkel

2.2.         Di studio

2.3.         Di dalam ruangan

2.4.         Di luar ruangan

2.5.         Di luar pemancar radio

2.6.         Pagi hari

2.7.         Malam hari

 

3.  Tipe produksi meliputi:

                        3.1.         Film roman

                        3.2.         Film dokumenter

                        3.3.         Film pendek

     3.4.         Produksi animasi

                        3.5.         Komersial / iklan

     3.6.         Peristiwa atau penampilan yang difilmkan

     3.7.         Video musik

     3.8.         Program televisi: musik, drama, komedi, variety show, olah raga

                        3.9.         Siaran langsung atau produksi pra-rekaman televisi

 

4.  Orang yang terkait, meliputi:

4.1.         Perancang produksi

4.2.         Pemain

4.3.         Personel bagian efek khusus

4.4.         Supervisor / manajer efek khusus

4.5.         Personel produksi efek khusus

4.6.         Perancang perlengkapan ahli

4.7.         Orang-orang dengan kemampuan ahli dalam produksi dan pelaksanaan efek khusus

4.8.         Dokter

4.9.         Petugas kebakaran dan keselamatan

4.10.       Kepala  bagian

4.11.       Pengarah fotografi

4.12.       Sutradara

4.13.       Produser

4.14.       Pengarah teknis

4.15.       Staf teknis yang lain

4.16.       Staf ahli yang lain

4.17.       Manajer fraksi

 

5.  Artikel efek khusus dapat dikonstruksikan dari:

     5.1.         Peti-peti, kotak-kotak, krat-krat untuk penyimpanan dan transportasi

5.2.         Model dan miniatur:

5.3.         Tipe demonstrasi

5.4.         Tipe yang sesungguhnya

5.5.         Gambar

5.6.         Pemandangan

5.7.         Bangunan

5.8.         Efek dasar

5.9.         Efek cuaca

5.10.       Api dan asap

5.11.       Keruntuhan dan destruksi

5.12.       Air

5.13.       Benturan

5.14.       Sistem kontrol gerak

5.15.       Perangkat keras elektronik

5.16.       Patung manusia, binatang, animasi

5.17.       Pembuatan petasan

5.18.       Bahan peledak

5.19.       Hulu ledak

5.20.       Petasan / kembang api

5.21.       Asap

5.22.       Bahan pengempis

5.23.       Pekerjaan api

5.24.       Animatronik dan makhluk

5.25.       Angin

5.26.       Mesin derek elektrik dan mekanik

5.27.       Perlengkapan / kontrol otomatis dan animatronik

5.28.       Kabel

5.29.       Perlengkapan elektronik

5.30.       Perlengkapan elektro mekanik

5.31.       Perlengkapan yang dikontrol komputer

5.32.       Paket tenaga

5.33.       Sistem/ kontrol elektronik gerak

5.34.       Peralatan elektronik kilasan dan waktu

 

6.  Bahan yang digunakan untuk produksi efek khusus meliputi:

6.1.         Kayu

6.2.         Produk kayu, contohnya: plywood, particle board, craftwood

6.3.         Masonite

6.4.         Produk logam

6.5.         Cetakan atau campuran logam

6.6.         Serat gelas

6.7.         Plastik

6.8.         Kanvas

6.9.         Bahan tenun

6.10.       Kulit

6.11.       Produk kertas

6.12.       Tanah liat

6.13.       Resin

6.14.       Lateks

6.15.       Busa

6.16.       Gips

6.17.       Bahan yang dapat dicetak

6.18.       Termoplastik

6.19.       Polistiren

6.20.       Pengencang

6.21.       Perekat

 

7.  Tehnik yang digunakan meliputi:

7.1.         Konstruksi kayu

7.2.         Fabrikasi

7.3.         Bahan cetakan

7.4.         Pengecatan dan penyelesaian

7.5.         Memahat dan metode pembentukan lainnya

7.6.         Perekatan dan penyemenan

7.7.         Pekerjaan logam, contohnya: pemotongan, mengelas,   mengebraz

7.8.         Pekerjaan kayu

 

8.  Persyaratan legislatif kesehatan dan keselamatan tempat kerja dan umum meliputi:

8.1.         Peraturan kesehatan dan keselamatan kerja di persemakmuran, negara bagian dan lingkungan kerja

8.2.         Peraturan dan konstruksi legislasi yang relevan dengan pemerintah setempat

 

2.3.6Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

1.  Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus meliputi fakta esensial pengetahuan dan keahlian pada bidang di bawah ini:

1.1.         Menginterpretasikan spesifikasi dan instruksi konstruksi lisan dan tertulis.

1.2.         Menginterpretasikan skala penggambaran.

1.3.         Menginterpretasikan ukuran.

1.4.         Bekerja sebagai bagian dari sebuah tim.

1.5.         Penanganan aman atas bahan-bahan yang berbahaya.

1.6.         Merawat lingkungan kerja yang bersih dan aman.

1.7.         Pengertian atas desain dan proses konstruksi efek khusus.

1.8.         Menggunakan ruang lingkup perlengkapan dalam konstruksi efek khusus – peralatan tangan dan tenaga, seperti dibutuhkan.

1.9.         Keahlian yang berkaitan dengan kayu, seperti dibutuhkan.

1.10.       Keahlian yang berkaitan dengan elektronik.

 

2.  Konteks penilaian

2.1.         Penilaian dapat mengambil tempat di dalam pekerjaan, di luar pekerjaan atau merupakan gabungan dari keduanya. Bagaimanapun juga, penilaian dari unit ini akan lebih efektif bila diambil dalam persyaratan lingkungan tempat kerja yang spesifik.

2.2.         Penilaian di luar pekerjaan harus diambil dalam kedekatannya dengan keadaan lingkungan tempat kerja yang disimulasikan.

2.3.         Ruang lingkup metode untuk menambah aplikasi dari esensial pengetahuan dasar harus mendukung hal ini dan meliputi:

2.3.1. Role play.

2.3.2. Contoh pekerjaan atau aktifitas tempat kerja yang disimulasikan.

2.3.3. Pertanyaan lisan / wawancara.

2.3.4. Proyek-proyek / laporan.

2.3.5. Laporan pihak ketiga dan hasil utama yang didapat .

2.3.6. Laporan fakta.

 

 

 

3. Aspek penting penilaian

3.1.         Unit ini berkompeten diaplikasikan pada ruang lingkup sektor industri. Fokus dari Penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus memenuhi kebutuhan dari sektor tertentu yang mana penampilannya akan ditambahkan. Penilaian harus diperuntukkan pada variabel keadaan sekitar yang terdafatar dalam ruang lingkup pernyataan variabel yang diaplikasikan pada konteks yang dipilih.

3.2.         Perhatian harus diambil untuk mengembangkan pelatihan untuk memenuhi persyaratan unit ini. Fokus spesifik pelatihan ini akan bergantung pada keahlian bidang efek khusus yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan pelatihan pra vokasional, organisasi harus menyediakan pelatihan yang mnyediakan peserta pengetahuan efek khusus dan keahlian, meliputi ruang lingkup bidang spesialisasi.

3.3.         Fakta di bawah ini kritis menilai kompetensi unit ini:

3.3.1.      Penanganan yang aman atas bahan-bahan dan perlengkapan yang berbahaya.

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1          Unit ini tidak didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit           kompetensi yang lain

 

4.2          Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.


Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1 Strategi Pelatihan

 

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. a.   Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. b.     Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. c.      Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. d.     Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MELAKUKAN KOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

 

  • Siswa mengenal jenis-jenis paket noda yang ada dalam image
  • Siswa mengetahui beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan noda dalam image
  • Siswa mengerti proses pemberian label dan penyimpanan secara akurat

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis noda dalam image berdasarkan sebab-akibat terjadinya noda
  • Siswa mengetahui cara-cara apa yang bisa dilakukan untuk menghilangkan noda dengan menggunakan Photoshop
  • Siswa dapat memahami cara menghilangkan noda dengan Blur Tool, Eyedropper, Brush,Clonning Tool
  • Siswa dapat mengetahui format-format penting yang ada pada Photoshop
  • Siswa mampu mengenal Adope Bridge
  • Siswa mampu mengelola File dengan menggunakan Adope Bridge

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Uraian Singkat Materi :

 

Noda Dalam Image

Mempunyai koleksi foto-foto atau image tua memang merupakan kebanggaan tersendiri. Namun, foto atau image yang sudah dimakan usia tersebut ternoda oleh bercak bercak akibat jamur atau noda-noda yang lain yang mungkin ada, atau pencahayaan foto atau image yang kurang baik yang dapat mengakibatkan foto atau image menjadi buram, kurang terang dan sebagainya,  selain itu beberapa cacat yang mungkin ada pada suatu foto atau image kita yang berharga, semua itu dapat diperbaiki melalu photoshop. Bab ini berisi latihan untuk memperbaiki noda-noda pada foto atau image dengan berbagai tehnik dan penggunaan tool editing yang ada di dalam software photoshop.

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini :

Beberapa Pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

 

  1. a.           Foto, adalah sebuah gambar yang dihasilkan dari sebuah foto
  2. b.           Noda, adalah hal-hal yang membuat suatu gambar atau foto menjadi kurang serpurna dan terliahat tidak bagus
  3. c.            Blur Tool : slah satu Tool yang ada didalam Photoshop yang berfungsi sebagai alat gambar dengan berbagai ukuran kuas.
  4. d.           Eyedropper Tool : berfungsi untuk  mengambil warna sekitar noda
  5. e.           Brush Tool : Tool yang biasanya digunakan sebagai alat mengecat dengan warna sama dengan sekelilingnya.
  6. f.             Tehnik Clonning Tool : Tool yang dapat mengambil sampel warna pada suatu area untuk  kemudian dipakai untuk memperbaiki foto atau image yang cacat pada suatu sisinya .
  7. g.           Efek Red Eye : Noda yang terjadi akibat pencahayaan yang tidak benar pada kamera digital.

 

 

4.5 Informasi masing-masing Elemen Kopetensi

4.5.1 Mengidentifikasikan noda atau tanda dan merawat efek khusus

1) Pengetahuan Kerja

 

Jenis Noda Dalam Image

 

Noda dalam foto atau image dapat kita spesifikasikan menjadi beberapa jenis menurut sebab akibat yang ditimbulkan, diantaranya adalah:

 

  1. a.           Pencahayaan Yang Kurang Baik

Kadang – kadang kita mendapatkan sebuah foto atau image yang kurang ideal, diakibatkan pencahayaan yang tidak tepat pada saat pembuatan foto atau image, akibatnya foto atau image menjadi kurang terang, terlalu gelap, kurang cerah atau terlalu buram.

 

  1. b.           Umur Foto atau Image Yang telalu tua

Kadang – kadang umur dari foto atau image yang terlalu tua, berpotensi besar ternoda oleh bercak – bercak noda akibat jamur, cuaca, ataupun noda lainnya. Akibatnya foto atau image sering kali menjadi rusak ataupun kotor akibat perawatan yang baik.

 

  1. c.                            Pemotretan yang kurang sempurna

Sering kali pemotretan yang dilakukan oleh orang yang masih amatiran dalam memotret tidak memikirkan kesempurnaan objek yang akan dipotret, ataupun menentukan objek apa yang bagus untuk di potret, sehingga hasil pemotretan menjadi kurang bagus, contohnya seperti lipatan baju pada orang yang dipotret  yang mengakibatkan  pemotretan menjadi kurang sempurna, ataupun warna baju yang terlau mencook yang mengakibatkan hasil pemotretan kurang enak untuk dipandang.

 

2) Ketrampilan Kerja

Ketrampilan kerja yang lebih detail dijelaskan pada sub bab berikut.

 

3) Sikap Kerja

Beberapa sikap kerja yang perlu diperhatikan yaitu :

1) Memeriksa noda

2) Noda dibersihkan kemudian efek khusus diberi label

3) Di simpan secara tepat dan akurat

 

4.5.2 Memeriksa dan memperbaiki artikel efek khusus
1) Pengetahuan Kerja

 

Tehnik Menghilangkan Noda

Ada beberapa tehnik yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan noda, tehnik – tehnik tersebut bisa kita sesuiakan menurut jenis noda yang hendak kita hilangkan, seperti diantaranya adalah:

 

  1. a.           Menghilangkan Noda Dengan Blur Tool

Blur Tool merupakan salah satu Tool dari sekian banyak Tool yang ada didalam software photoshop, fungsi umumnya adalah membuat atau merubah gambar dengan berbagai jenis dan ukuran kuas, yang dilengkapi dengan beberapa atribut didalamnya. Teknik dengan menggunakan Blur Tool mempunyai banyak manfaat diantaranya dapat menghilagkan berbagai macam noda, seperti noda akibat jamur, pencahaan yang kurang sempurna, ataupun menghilangkan lipatan pada baju menjadi terlihat lebih rapi, dan masih banyak lagi kelebihan kelebihan yang bisa dilakukan dengan menggunakan Blur Tool ini.

 

b.       Menghilangkan Noda Dengan Eyedropper Dan Brush

Penggunaan Eyedropper dan Brush sebagai alat penghilang noda ini hanya akan tepat apabila noda – noda yang ingin kita hilangkan berada pada  sekitar area yang memiliki warna yang sama. Sebagai contoh foto yang menampilkan seorang laki – laki yang berpakaian berwarna putih dan terdapat noda berwarna coklat diantara baju berwarna putih tersebut.

Eyedropper Tool berfungsi untuk  mengambil warna sekitar noda (dan menjadikan warna foreground aktif pada Toolbox). Brush Tool akan menguaskan warna tersebut untuk menimpa noda yang akan dihapus. Jadi bukannya menghapus, tetapi mengecet dengan warna sama dengan sekelilingnya.

 

c.       Mengatur Adjusment Level & Curve

Fasilitas Adjusment & Curve akan sangat memudahkan kita untuk memperbaiki sebuah foto atau image yang memiliki kekurangan dalam pencahayaannya seperti kurang terang , terlalu gelap, kurang cerah ataupun terlalu buram. Dengan Adjusment Level & Curve kita dapat dengan mudah mengatur pencahaayan pada foto atau image sehingga menjadi lebih baik lagi.        

 

d.       Teknik Clonning Tool

Clonning Tool dapat membantu kita dalam mengambil sampel warna pada suatu area untuk  kemudian dipakai untuk memperbaiki foto atau image yang cacat pada suatu sisinya

 

e.        Dan lain lain

Masih banyak teknik – tehnik yang bisa kita gunakan untuk menghilangkan noda-noda yang ada pada foto atau image. Tinggal tergantung dari kita mau menggunakan semua itu  atau tidak, semua itu dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan yang ada. Mana yang kita angggap sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita maka itulah tehnik yang akan kita gunakan.

 

2) Keterampilan kerja

A.  Menghilangkan Noda Dengan Photoshop

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada beberapa tehnik yang bisa kita gunakan dalam menghilangkan noda dalam foto atau image dan semuanya itu dapat kita didalm software Photoshop. Sekarang akan saya jelaskan beberapa contoh tahapan-tahapan menghilangkan noda dengan menggunakan Tool Tool yang ada dalam photoshop.

 

a.       Menghilangkan Noda dengan Blur Tool

Sebelum saya menjelaskan tentang bagaimana menghilangkan noda dengan mengunakan Blur Tool saya akan mencoba menjelaskan persiapan bagaimana cara membuka Photoshop secara langsung dengan menggunakan Open With, dan menjelaskan bagaimana merubah foto yang terlihat kusam dan kekuningan menjadi lebih cerah, tajam dan bersih secara otomatis dengan mengunakan Auto Contras dan Auto Level.

 

1. Bukalah foto tua yang hendak diperbaiki. Pada contoh ini  menampilan sebuah foto hitam putih zaman perang tempo dulu yang di scan dengan resolusi tingkat tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Foto Jaman Perang

 

2. Masukkan foto yang hendak kita perbaiki ke dalam software Photoshop, memasukkan foto yang hendak diperbaiki kedalam Photoshop dapat dilakukan dengan menggunakan Open With caranya klik kanan (pada foto yang hendak kita perbaiki ) – >Open With ->  choose Program -> Adope PhotoShop CS2  -> bila sudah klik OK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Pilihan Pada Open With

 

Bila sudah maka hasilnya secara otomatis foto siap untuk di perbaiki dengan menggunakan Photoshop.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Foto dalam Photoshop

3. Agar foto yang tampak berwarna kusam dan kekuningan ini menjadi lebih cerah, gunakan menu Image -> Adjust -> Auto Contrast

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Merubah warna secara automatis dengan Auto Contrast

 

  1. Hasilnya akan nampak lebih terang, tetapi masih nampak kekuningan. Kali ini gunakan menu Image -> Adjust -> Auto Level sehingga kini image menjadi semakin tajam dan bersih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 5 . Gambar menjadi lebih terang

5. Pada bagian kanan gambar terdapat noda yang tampak jelas mengotori  bagian baju prajurit berbaju putih, untuk menghilangkan noda ini kita akan menggunakan Blur Tool.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 6. terlihat Noda dalam Image

 

Aktifkan Blur Tool yang ada dalam Tool Box pada samping kiri tampilan Photoshop

 

 

 

 

 

 

6.  Pada Option Bar lakukan pengaturan sebagai berikut. Aturlah ukuran Brush seukuran dengan bintik-bintik noda yang akan dihilangkan disini saya mengunakan ukuran Brush sebesar 13 px. Untuk menghilangkan noda berwrna putih (lebih terang dari warna sekelilingnya) pada kotak mode, pilih blending mode Darken, sedangkan untuk menghilangkan noda berwarna hitam (lebih gelap dari warna sekelilingnya)pada kotak mode, pilih blending mode Lighten, Strength ubah menjadi 100% dengan menyeretkan slider maksimum ke kanan, aktifkan ckeck box Sample All Layer.

 

 

 

 

7.  Perbesar tampilan layar, dengan menggunakan Zoom Tool yang ada dalam Tool Box pada samping kiri Photoshop, jika perlu perbesar hingga di atas 100% untuk memperjelas secara detailnya.

 

8. Mulailah menghapus noda dengan klik dan tahan Blur Tool pada noda, semakin lama atau semakin sering anda mengulang, maka noda akan semakin kabur dan menurun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7. Menghapus Noda Dengan Blur Tool

9.  Lanjutkan pada bagian-bagian yang lain pada baju yang  bernoda bintik-bintik hitam. Sehingga baju yang dikenakan terlihat lebih bersih  dan putih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8. Noda pada Foto Hilang dan Foto Terlihat Bersih

 

10. Sebagai tambahan informasi teknik mengunakan Blur Tool ini tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan noda bintik-bintik, tetapi juga dapat menghilangkan noda yang di akibatkan oleh lipatan baju dan lain-lain. Dan jangan lupa untuk selalu  menyimpan gambar yang telah dirubah setiap kali melakukan perubahan pada gambar, agar tidak terjadi sesuatu masalah yang tidak diinginkan seperti mati lampu pada saat gambar telah selesai di-edit dan masalah yang lainnya yang mungkin terjadi. Tehnik penyimpanan yang baik akan dijelaskan pada bab lainnya.

 

b.       Mengatur Adjusment Level & Curve

Kadang-kadang kita mendapatkan sebuah gambar yang kurang ideal seperti kurang terang, terlalu gelap, kurang cerah atau terlalu buram. Untuk mengatasi dan memperbaiki itu semua disediakan fasilitas Adjusment. Dengan cara Image -> Adjusment.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 9. Fasilitas Adjusment

 

Disitu terlihat fasilitas yang Auto dan Manual seperti yang telah kita gunakan sebelum ini. Untuk  mengatur kondisi gelap atau terang secara manual kita gunakan Level dengan melakukan Klik Image -> Adjusment -> Level.  Untuk melihat kondisi Level maka Klik Windows    -> Histograf. Maka secara otomatis windows akan menampilkan Histograf di samping kanan layar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 10. Mengatur gelap terangnya Image

 

Atur Blackpoint dan Whitepoint pada saat grafiknya menaik, kemudian letakkan yang ditengah agar benar –benar seimbang. Sehingga penyebaran warna pada image menjadi benar-benar rata.

 

c.       Mengoreksi Foto Dengan Clone Stamp Tool

Sebuah foto tua dari tiga kakak beradik. Sayang karena jamur membuat sebagian gambar dibadan kakak menjadi bercak-bercak putih. Untuk mengatasi noda ini, kita coba pergunakan Clone Stamp Tool. Langkahnya sebagai berikut

1.  Bukalah file yang akan diperbaiki.

 

 

 

Gambar 11. Foto tua yang memiliki noda-noda akibat jamur

2.  Bukalah sebuah layer baru dan berilah nama penghilang noda.

3.  Buatlah Zoom in di daerah yang akan kita perbaiki

 

           

Gambar 12. Noda yang akan kita hilangkan

 

4.  Klik Clone Stamp Tool, kemudian pada Option Bar aturlah settingnya dengan memilih Blending Mode tetap normal, opacity 100%, flow 100%, aktifkan check box Use All Layer.

5.  Bawalah pointer menuju area yang tidak berisi noda. Gunakan Alt+klik untuk mengambil daerah tersebut, lalu klik kan ke daerah noda, maka daerah tersebut akan tertutup oleh warna daerah yang tidak bernoda yang anda ambil tadi, jika warna yang menutup masih kurang cukup, ulangi langkah tersebut sehingga seluruh noda tertutup dengan warna yang sesuai dengan daerah sekelilingnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 13. Foto terlihat bersih

 

Foto terlihat menjadi lebih bersih dan noda-noda jamur yang ada tidak terlihat lagi karena tertutup oleh warna lainnya yang bersih dari jamur.

 

d.       Menghilangkan Efek Red Eye

Pencahayaan yang tidak benar dalam kamera digital akan menyebabkan efek merah pada kornea mata. Sehingga perlu di perbaiki.

 

Gambar 14. Noda Efek Red Eye yang akan kita hilangkan

 

Tahapan yang harus kita lakukan adalah

 

  1. pilih Color Replacement Tool

 

 

 

 

  1. Ubah warna Foreground dengan warna yang paling dekat dengan warna merah di mata.
  2. Sapukan Color Replcement Tool pada mata yang merah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 15. Warna mata terlihat menjadi lebih indah

 

B.  Menyimpan File Dan Memilih Format File Dalam Photoshop

Ketika hendak menyimpan hasil kerja anda di Photoshop, anda akan menentukan format apa yang akan dipilih. Photoshop memiliki format utama yang di sebut sebagai Native Format dengan ekstensi .PSD. Namun, didalam menyelesaikan proyek , tidak semuanya dapat diselesaikan hanya menggunakan satu format saja. Hal ini tergantung akan digunakan untuk apa file image hasil kerja anda di Photoshop.

 

a.       Menyimpan  File Hasil Kerja

Untuk menyimpan file hasil kerja, anda akan menggunakan perintah melalui Menu -> File -> Save As. Bisa juga anda menggunakan menu File -> Save As Copy. Pada kotak dialog yang akan muncul, anda dapat memilih format file melalui menu Drop Down dibawah kotak format.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 16. Pilihan format yang terdapat di kotak dialog Save As

 

  1. b.              Format-Format Penting Yang Harus Dikenali

Begitu banyak format file image yang ada. Semuanya memiliki penggunaan yang spesifik dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-m masing. Berikut ini beberapa format penting yang sering kita pergunakan dalam Photoshop.

 

a.      Photoshop (.psd):

Ini adalah pilihan yang dijadikan difault karena merupakan format yang secara optimum  mampu mencatat seluruh data file ini bila anda masih akan bekerja dengan Photoshop. Artinya, kelak jika anda membuka file ini, maka akan terbuka dalam keadaan lengkap seperti ketika anda menutup terakir kali. Apa bila anda menyimpan dengan format lain, maka keseluruhan image anda akan menjadi satu layer saja.

Format file .PSD ini akan menyimpan lengkap dengan informasi mengenai layer yang dimiliki. Blending option serta data lain yang anda simpan selama anda membentuk hasil terakir file tersebut. Namun, apabila anda telah menyelesaikan image yang akan digarap dan akan dipakai misalnya untuk WEB page, maka format ini terlalu besar, selain itu format .PSD hanya akan dapat dibuka melalui Photoshop dan Adope Illustrator saja. Oleh karenanya, untuk keperluan berbeda, anda harus memilih format yang berbeda pula.

  1. c.            Bitmap (.bmp):

Ini adalah format yang dapat diterima diseluruh program yang beroprasi dibawah sistem Operasi Windows. Image Photoshop yang disimpan dalam format ini menajadi tinggal satu layer saja, anda dapat membuka secara langsung file ini pada semua program pengolah Bitmap serta diimpor pada hampir semua program lain di bawah Windows.

 

  1. d.           EPS (.eps):

Format EPS kependekan dari Encapsulation Postscript file merupakan pilihan utama apabila anda hendak menginpor file ke program berbasis vektor ataupun program page layout.

 

  1. e.           Compu serve GIF (.gif):

GIF atau graphics Interchange Format merupakan salah satu pilihan terbaik apabila anda ingin menggunakan image anda pada WEB. Format GIF umumnya juga untuk men-display indexed-color graphics dan Image pada document Hypertext Markup language (HTML) di world wide web serta document online lainnya. Format GIF juga merupakan format LZW-Compressed  yang di disain untuk meminimalisir ukuran file serta mempercepat transfer apabila diperlukan penggunaan lintas document. Selain itu , anda dapat menggunakan format GIF ini apabila ingin mempertahankan back-ground yang transparan dari image yang anda simpan. Contoh gambar dibawah ini memperlihatkan file yang memiliki back-ground yang transparan hingga pada saat diletakkan di depan suatu objek lain (dalam contoh ini di depan text), hanya akan memperlihatkan objeknya saja, sedangkan contoh lainnya di bawahnya adalah format yang tidak mampu menampilkan back-ground transparan sehingga ruang kosong pada objek menutup objek di bawahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 17. Opsi yang dapat dipilih bila anda mengexport file Photoshop anda ke dalam format GIF

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 18. Perbedaan format yang mampu menampilkan background tidak transparan dan yang transparan

  1. f.             TIFF (.tif):

TIFF merupakan format file untuk bitmap yang di dukung oleh hampir seluruh program paint, image-editing maupun page layout

  1. g.           JPEG (.jpg):

JPEG adalah kependekan dari Joint Photographic Expert  yaitu format yang biasa digunakan untuk  menampilkan foto dan format raster lain didalam document HTML. File berformat JPEG mendukung mode warna CMYK, RGB, san Grayscale, tetapi tidak mendukung Alfa Channels. Berbeda dengan format GIF, JPEG mempertahankan semua informasi warna pada image RGB, tetapi hanya melakukan kompresi data tertentu saja di dalam file.

Image JPEG secara otomatis akan di-de-kompresi ketika file dibuka . semakin kecil kualitas image ( dpi rendah ), maka semakin besar kemampuan untuk di kompresi.

 

  1. h.           Photoshop (.pdf):

Portable Document Format (PDF) adalah format file yang fleksibel serta memiliki kemampuan untuk Cross-Flatform, yaitu dapat diterima, baik pada sistem windows maupun Macintosh. File PDF menampilkan secara akurat font maupun page layout dan graphics, baik vector maupun image, format ini dapat dibuka dengan Adope Acrobat.

 

C.  Mengelola File Melalui Adope Bridge

Mengelola materi untuk dikerjakan dalam sebuah proyek grafis adalah suatu hal yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini dikarenakan dalam menggarap suatu grafis tidak jarang melibatkan banyak image, pilihan foto, dan bahan lainnya. Oleh karenanya, bahan bahan yang diperlukan dalam proyek atau pun bahan bahan yang berkaitan dengan proyek tersebut harus mudah untuk bisa kita temukan pada saat kita butuhkan. Adope Creative Suite 2 memiliki fasilitas baru Adope Bridge yang menggantikan file browse pada Creative Suite 1. Dan untuk fungsi yang lebih luas lagi tersedia Version Cue CS2.

 

a.       Mengenal Adope Bridge

            Anda pasti telah mengenal Window Explorer , komponen program dari Microsoft Windows yang berfungsi mengelola isi di seluruh disk maupun dalam jaringan. Adope Bridge fungsinya sedikit banyak mirip dengan Windows Explorer. Bedanya Adope Bridge bekerja secara spesifik memberikan kemudahan dalam bekerja di dalam lingkungan produk Adope yang terpadu dalam Creative Suite 2. jelas ini akan sangat membantu anda dalam mengorganisir,melakukan browse serta mencari aset yang diperlukan dalam mengerjakan suatu proyek grafis maupun layout desain. Keistimewaan dari fasilitas ini mampu membaca dan menampilkan file-file yang berhubungan dengan paket Creative Suite, jauh lebih baik jika dibandingkan dengan fasilitas file Browser.

 

b.       Mengenal Bidang Kerja Dari Adope Bridge

Bidang kerja dari Adope Bridge merupakan sebuah windows atau jendela yang terbagi dalam beberapa bidang panel  atau area untuk menampilkan isi suatu folder.

Look In Menu : melalui kotak ini ditampilkan daftar folder secara berjenjang . Di dalamnya juga temaksud Favorite (folder yang sering kita buka) serta Recent Folder (susunan folder-folder yang sedang terbuka saat ini). Melalui Look In Menu anda akan dapat mencari dan menemukan item yang akan di-display melalui Content Area.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 20. Tampilan layar Adope Bridge

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 19. Tampilan Look In Menu yang SedangTerbuka

 

Folder Panel : Berpasangan dengan Look In Menu, Folder Panel ini juga merupakan sarana untuk mencari folder yang berisi file yang kita cari. Anda dapat mencari salah satu dari kedua fasilitas yang saling mendukung ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 21. Tampilan Panel Folder

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 22. Tampilan Panel favorites

 

Conten Area : Adalah bidang untuk menampilkan isi suatu folder yang aktif/terpilih saat itu. Anda dapat mengendalikan apa saja yang ditampilkan pada area ini melalui Menu View dimana terdapat pilihan Show All File untuk menampilkan segala jenis file, Show Graphic Only, untuk menampilkan file-file grafik saja. Show Camera Raw Only untuk menampilkan file foto-foto dari kamera yang belum diolah, dan Show Vectore File Only  untuk menampilkan file vektor saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 23. Menu View Menentukan Apa saja Yang Ditampilkan Di Layar Bridge

Setelah menemukan image yang diperlukan, tinggal klik ganda maka image akan aktif pada program pengolah image Photoshop. Selain itu anda juga dapat memilih file dibuka dengan program apa. Caranya klik kanan pada image sehingga muncul menu ShortCut. Pilih Open With sehingga file ini dapat dibuka dengan program apa saja yang sesuai.

 

c.       Memberi Label Pada Image

Dengan koleksi image, baik itu Bitmap maupun Vektor yang jumlahnya sangat banyak dan terdapat pada lokasi yang berbeda beda folder atau directory, maka anda dapat menandai atau mengelompokkan image sesuai dengan kriteria yang ada inginkan. Misal sesuai dengan thema, sesuai dengan jenis imagenya, atau sesuai dengan siapa artis-nya. Adope Bridge menyediakan sarana pemberian label melalui menu Label -> Red atau Blue atau yang lainnya dari banyak pilihan yang ada. Selain menu tersebut, dapat pula dengan melakukan klik kanan pada Thumbnail sehingga muncul Contex Sensitive Menu lalu pilih label dan tentukan warnanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 24. Menu Shortcut yang muncul saat klik kanan pada gambar. Plihan label ada 6 buah

d.       Memberikan tanda Rating

Tanda Rating atau mengklasifikasikan image gambar sesuia tingkat bagus tidaknya menurut penilaian anda. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan tanda dengan bintang.Di sana terdapat 5 buah bintang. Bintang yang ke 5 artinya paling bagus, sedangkan bintang yang ke 1 artinya buruk. Untuk menandai koleksi image anda dengan tanda rating dapat dilakukan dengan memilih image tersebut lalu gunakan menu Label -> pilih tanda ratingnya.

 

 

Gambar 25. Memberi tanda rating pada dengan Menu pada Adope Bridge

Selain itu juga dapat dilakukan dengan memilih thumbnail pada Area Content kemudian seretkan mouse untuk memberikan tanda bintang pada tanda titik-titik di bawah thumbnail.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 26. Memberi tanda Rating dengan menyeretkan mouse

4.5.5  Menyaring Tampilan Image

Setelah anda mengklasifikasikan semua image koleksi anda, guna mempermudah pencarian suatu image sesuai dengan klasifikasi tersebut. Anda menggunakan Filter yang terletak pada Toolbar Adope Bridge. Dengan mengklik tanda selector, maka akan terbuka menunya sehingga anda dapat memilih file-file dengan klasifikasi apa yang akan ditampilkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 27. Menu Filter untuk menentukan file dengan klasifikasi apa yang akan di tampilkan

 

3)  Sikap Kerja

Beberapa sikap kerja yang perlu diperlihatkan dalam lingkungan kerja, yaitu :

1.       Mencoba untuk menentukan Noda yang ada dalam Image

2.       Mencoba untuk menentukan Tehnik yang digunakan untuk menghilangkan noda

3.       Mencoba untuk menjalankan contoh yang ada yang telah ada

4.       Mencoba untuk tidak mudah putus asa

 

4.5.3 Membuat perubahan pada efek khusus

1) Pengetahuan Kerja

Pengetahuan Kerja pada elemen kompetensi ini telah dibahas pada sub bab yang terdahulu.

 

2) Ketrampilan Kerja

Beberapa Ketrampilan Kerja pada elemen kompetensi ini telah dibahas pada sub bab yang terdahulu.

 

3) Sikap Kerja

Beberapa sikap kerja yang perlu diperlihatkan dalam lingkungan kerja, yaitu :

1.       Berdiskusi tentang perubahan yang dilakukan dengan pihak terkait

2.       Instruksi perubahan diikuti dan diamati

3.       Membuat dokumentasi sesuai prosedur perusahaan

BAB V

SUMBER- SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, video, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memperbaiki, Merawat, dan Mengubah Efek                    Khusus
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.MM02.011.01

 

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memperbaiki, Merawat,dan Mengubah Efek Khusus

TIK.MM03.006.01

Satu unit komputer dengan spesifikasi standar Satu paket aplikasi perkantoran Adope Photoshop CS2

Dan Adope Bridge

Aplikasi tambahan bersifat opsional.

 

 

 

 

 

Aplikasi tambahan lainnya seperti Adobe PDF, dll

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Adi Kusrianto. 2007. Panduan Lengkap Memakai Adope Photoshop CS2 .Elex Media Komputindo

 

 

Website

  • http://www.Ilmukomputer.com
  • http://www.binusmaya.ac.id

 

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: