Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Memilih Sumberdaya Pelatihan Untuk Penyusunan Program Pelatihan PLK.MP02.001.01

Jul
05
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

MEMILIH SUMBERDAYA

PELATIHAN UNTUK PENYUSUNAN PROGRAM PELATIHAN

PLK.MP02.001.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————   1

DAFTAR ISI ———————————————————————————–   2

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-   3

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————-   3
  2. Unit Kompetensi Prasyarat —————————————————-   6
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ——————————-   7

BAB II   MERUMUSKAN PERMASALAHAN PELATIHAN DI DAERAH ——————–  10

  1. Latar Belakang ——————————————————————  10
  2. Tujuan —————————————————————————  10
  3. Ruang Lingkup ——————————————————————  11
  4. Pengertian Istilah ————————————————————–  11
  5. Diagram Alir Unjuk Kerja Pencapaian Kompetensi ————————-  14
  6. Materi Pelatihan Memilih Sumber Daya Pelatihan Untuk Penyusunan Program Pelatihan ————————————————————————————  15
    1. Mengidentifikasi persyaratan penyelenggaraan program pelatihan  15

a) Mengidentifikasi persyaratan penyelenggaraan program pelatihan secara komprehensif ——————————————————— 15

1)     Pokok-pokok program pelatihan ————————–   15

2)     Identifikasi kompetensi dan profile yang dapat dikembangkan Kedalam program pelatihan (membaca standar kompetensi dan persyaratannya) —————– 17

3)     Identifikasi karakteristik dari target populasi ————- 18

4)     Mengidentifikasi sumber-sumber tersedia dan permasalahan untuk didisain dalam penyampaian suatu program —————————————————-  18

5)     Mengidentifikasi hambatan pelatihan yang akan dilaksanakan  ———————————————— 18

 

 

2.  Memilih Sumber Daya Pelatihan yang sesuai (SDP) —————– 22

a) Mengidentifikasi sumber daya pelatihan yang diperlukan untuk

kelancaran penyelenggaraan program pelatihan secara teliti dan

tuntas ——————————————————————- 22

a) Metode survey —————————————————– 23

b) Aspek-aspek yang dipilih secara layak ————————– 24

c) Manajemen SDP —————————————————- 29

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ————————————————  32

1. Daftar Pustaka —————————————————————  32

2. Buku Referensi —————————————————————  32

  1. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ——————————————  32
    1. Daftar Peralatan/Mesin————————————————— 32
    2. Daftar Bahan————————————————————— 33

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  1. A.      Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI)
1. KODE UNIT : PLK.MP02.001.01
2. JUDUL UNIT : Memilih Sumber Daya Pelatihan untuk Penyusunan Program Pelatihan
3. DESKRIPSI UNIT : Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam memilih sumber daya pelatihan untuk penyusunan program pelatihan

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

  1. Mengidentifikasi persyaratan  penyelenggaraan program pelatihan
1.1. Persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan yang baik diididentifkasi secara komprehensif.

1.2. Persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan ditetapkan secara tepat.

2.  Memilih sumber daya pelatihan yang sesuai.

2.1. Sumber daya yang diperlukan untuk kelancaran penyelenggaraan progam pelatihan dengan baik diidentifikasi secara teliti dan tuntas.

2.2. Sumber daya  pelatihan dipilih sesuai dengan kelayakan.

 

 

4.  Batasan Variabel:

  1. Konteks variabel :

Unit ini berlaku untuk mengidentifikasi persyaratan  penyelenggaraan program pelatihan dan memilih sumber daya pelatihan yang sesuai yang akan digunakan dalam mencapai tujuan pelatihan yang digunakan memilih sumber daya pelatihan untuk menyusun program pelatihan pada bidang metodologi pelatihan.

  1. Perlengkapan untuk memilih sumber daya pelatihan untuk menyusun program pelatihan mencakup :

1)  Data SDP

2)  Data penyusunan Program pelatihan

3)   Buku referensi/literatur.

4)   Alat tulis kantor.

  1. Tugas pekerjaan untuk memilih sumber daya pelatihan untuk menyusun program  pelatihan meliputi :

1)   Menetapkan persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan secara tepat.

2)   Memilih sumber daya  pelatihan sesuai dengan kelayakan.

  1. Peraturan untuk memilih sumber daya pelatihan untuk menyusun program pelatihan adalah :

1)   Standar Operating Procedure (SOP)

2)   Panduan Penyelenggaran Pelatihan

 

PANDUAN PENILAIAN :

 

  1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan, dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1.    PLK.MP02.001.01

 

  1. Kondisi Penilaian :

1)   Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan mengidentifikasi persyaratan  penyelenggaraan program pelatihan dan memilih sumber daya pelatihan yang sesuai yang akan digunakan dalam mencapai tujuan pelatihan yang akan digunakan dalam mencapai tujuan pelatihan.

2)   Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktik.

3)   Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan atau di tempat kerja.

 

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut:

1)   Mengidentifikasi persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan yang baik secara komprehensif.

2)   Mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan untuk kelancaran penyelenggaraan progam pelatihan dengan baik diidentifikasi secara teliti dan tuntas.

3)   Mengidentifikasi jenis sumber daya pelatihan.

4)   Mengidetifikasi model-model pelatihan.

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut:

1)   Menetapkan persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan secara tepat.

2)   Memilih sumber daya  pelatihan sesuai dengan kelayakan

 

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

1)   Perbedaan persepsi.

2)   SDP yang variatif.

3)   Homogenitas Raw input peserta pelatihan

 

KOMPETENSI KUNCI

 

No

Kompetensi Kunci dalam Unit ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

  1. B.      Unit Kompetensi Prasyarat

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Memilih Sumberdaya Pelatihan untuk Penyusunan Program Pelatihan ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

- Tidak ada.

 

 

 

  1. C.      Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)

 

Judul Unit Kompetensi             :    Memilih Sumber Daya Pelatihan Untuk Penyusunan Program Pelatihan

Kode Unit Kompetensi             :    PLK.MP02.001.01

Deskripsi Unit Kompetensi        :    Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam memilih sumber daya pelatihan untuk menyusun program pelatihan

Perkiraan Waktu Pelatihan        :    24 Jp @ 45 Menit

Tabel Silabus Unit Kompetensi  :

 

Elemen Kompetensi

Kriteria

Unjuk Kerja

Indikator

Unjuk Kerja

Materi Pelatihan

Perakiraan

Waktu Pelatihan

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Keteram-pilan

  1. Mengidentifikasi  persyaratan penyelenggaraan program pelatihan
1.1  Persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan yang baik diidentifikasi secara komprehensif.

 

 

 

 

–Dapat  menjelaskan cara mengidentifikasi persyaratan penyelenggaraan program pelatihan secara komprehensif

–Mampu mengidentifikasi persyaratan penyelenggaraan program pelatihan  secara komprehensif.

–Harus perfikir analitis, sintesis, dan evaluatif secara cermat, efektif, komprehensif.

 

–Cara mengidentifikasi persyaratan penyelenggaraan program pelatihan secara komprehensif.

 

 

 

–

–Mengidentifikasi persyaratan penyelenggaraan program pelatihan secara komprehensif

 

 

– Berfikir analitis, sintesis dan evaluatif

– Cermat

– Efektif

– Konsisten dan komprehensif

 

2

6

   

1.2  Persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan progrm pelatihan ditetapkan secara tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

–Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman menetapkan persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan.

 

–Mampu menetapkan persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan.

 

–Harus berfikir analitis, sintesis, evaluatif, cermat, teliti dan taat asas.

 

 

 

 

–Pedoman penetapan persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan

 

 

– Menetapkan persyaratan-persyaratan untuk penyelenggaraan program pelatihan secara tepat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Berfikir analitis, sintesis dan evaluatif

– Cermat

– Teliti

– Taat asas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Elemen Kompetensi

Kriteria

Unjuk Kerja

Indikator

Unjuk Kerja

Materi Pelatihan

Prakiraan

Waktu Pelatihan

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Keteram-pilan

  1. Memilih sumber daya pelatihan yang sesuai
2.1. Sumber daya yang diperlukan untuk kelancaran penyelenggaraan program pelatihan dengan baik diidentifikasi secara teliti dan tuntas.

 

 

 

2.2. Sumber daya pelatihan dipilih sesuai dengan kelayakan.

 

 

 

 

 

 

 

–Dapat menjelaskan jenis-jenis sumber daya pelatihan yang dapat didayagunakan.

–Dapat menyebutkan dan menjelaskan model-model pelatihan

–Dapat menjelaskan pengaruh terhadap pemilihan model pelatihan.

–Mampu memilih sumber daya pelatihan sesuai dengan model pelatihan

–Harus cermat dan teliti

 

 

–Dapat menyebutkan dan menjelaskan kriteria sumber daya pelatihan sesuai dengan tujuan pembelajaran

–Mampu memilih sumber daya pelatihan sesuai dengan model pelatihan

–Harus cermat, teliti dan taat asas.

 

 

– Jenis-jenis sumber daya pelatihan yang dapat didayagunakan

– Model-model pelatihan dan pembelajaran

– Pengaruh terhadap pemilihan model pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

–Kriteria pemilihan sumber daya pelatihan sesuai dengan tujuan pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

–Memilih sumber daya pelatihan sesuai dengan model pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

–Memilih sumber daya pelatihan sesuai dengan model pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

– Cermat

– Teliti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Cermat

– Teliti

– Taat asas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

12

 

 

 

BAB II

MATERI PELATIHAN MEMILIH SUMBER DAYA PELATIHAN UNTUK PENYUSUNAN PROGRAM PELATIHAN

 

 

  1. A.      Latar Belakang

Terciptanya program pelatihan yang serasi sesuai keinginan kebutuhan pelatihan yang diminta akan bergatung pada sumber daya yang diperlukan guna memenuhi tuntutan pelatihan yang ada. Hal ini akan terlaksana bila identifikasi rencana pelatihan yang akan dielenggarakan sepenuhnya memenuhi sumber daya pelatihan yang tersedia sehingga penyelenggaraan program pelatihan tertentu dapat berjalan sesuai keinginan peserta pelatihan.

Pedoman penyusunan program pelatihan haruslah berdasarkan permintaan  pasar kerja sehingga kebutuhan akan tenaga kerja dapat diserap dalam dunia kerja hal ini tidak akan terpenuhi apabila sumber daya yang ada tidak mampu untuk memenuhi semua aspek yang berkaitan dengan permintaan tenaga kerja, kelemahan itu bisa saja timbul dari kualitas tenaga kerja yang rendah disebabkan out put pelatihan yang tidak cocok dikarenakan salah memilih program pelatihan yang berkaitan dengan sumber daya pelatihan.

Oleh karena itu pemilihan sumber daya yang cocok dan tepat dengan suatu program pelatihan adalah penting agar memiliki nilai kompetensi yang kuat dalam bidang pelatihan  sehingga tercipta tenaga pelatihan yang kompeten yang mempunyai kualitas  tinggi untuk dapat bersaing di dunia kerja hal ini akan  dapat mengatasi pengangguran yang ada, dengan kata lain program pelatihan akan dapat berjalan dengan baik bila didukung oleh sumber daya yang handal.

 

  1. B.      Tujuan

Adapun tujuan untuk memilih sumber daya pelatihan untuk penyusunan program pelatihan  adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menentukan jenis-jenis persyaratan yang dapat dipakai dalam menentukan program pelatihan yang sesuai.
  2. Untuk menetapkan agar sumber daya yang tersedia sesuai dengan kebutuhan program pelatihan yang diminta.
  3. Sumber daya dan progam pelatihan untuk menghaslkan out put yang kompeten.

 

  1. C.      Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan memilih sumber daya pelatihan untuk penyusunan program pelatihan  dalam unit kompetensi ini meliputi kegiatan mengidentifikasi komponen sumber daya pelatihan seperti: tenaga kepelatihan, instruktur, mesin dan peralatan, hardware/software, siswa dll, agar dapat bersinerji dengan program yang disusun berdasarkan kompetensi dan kebutuhan tenaga kerja yang ada sehingga kesesuaian antara program pelatihan dengan sumber daya  pelatihan berhubungan langsung dengan situasi dan kondisi permintaan pasar kerja.

 

  1. D.     Pengertian-pengertian
    1. Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

  1. Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu di mana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut di tempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri atas judul unit, deskripsi unit, elemen.

  1. Mengidentifikasi

Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas orang, benda, dsb.

  1. Kebutuhan pelatihan

Kebutuhan pelatihan adalah kesenjangan antara kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatu jabatan dengan kompetensi yang dimiliki calon peserta pelatihan.

  1. Program Pelatihan

Program pelatihan adalah suatu rumusan tertulis yang memuat secara sistematis tentang pemaketan unit-unit kompetensi sesuai dengan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi.

  1. Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/ pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.

  1. Pelatihan Berbasis Kompetensi (yang selanjutnya disebut PBK)

PBK adalah proses pelatihan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan pelatihan yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja.

  1. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.

  1. Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah angkatan kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti pelatihan tertentu dengan program pelatihan berbasis kompetensi.

 

 

  1. Instruktur

Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK atau di tempat kerja selama proses pelatihan.

 

  1. Formasi Lapangan Pekerjaan

Formasi lapangan pekerjaan adalah kesempatan/lowongan pekerjaan yang tersedia pada lapangan pekerjaan.

 

 

 

 

  1. E.      Diagram Alir

 


  1. F.      Materi Pelatihan Memilih Sumber Daya Pelatihan Untuk Penyusunan Program Pelatihan

1. Mengidentifikasi persyaratan  penyelenggaraan program pelatihan

a)    Mengidentifikasi persyaratan penyelenggaraan program pelatihan secara komprehensif.

Pengetahuan yang diperlukan untuk mengidentifikasi persyaratan penyelenggaraan program pelatihan secara konfrehensif adalah:

1)   Pokok-pokok program pelatihan

a)    Pengertian program pelatihan

Program pelatihan adalah keseluruhan isi pelatihan yang tersusun secara sistimatis dan memuat tentang kompetensi kerja yang ingin dicapai, materi pelatihan teori dan praktek, jangka wktu pelatihan, metode dan sarana pelatihan, persyaratan peserta dan tenaga kepelatihan serta evaluasi dan pemempatan kelulusan peserta pelatihan.

b)   Struktur program pelatihan

Standar Latihan Kerja (SLK) merupakan pokok-pokok isi program pelatihan yang dilakukan untuk dipakai sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pelatihan untuk jabatan pekerjaan tertentu.

Didalam menyusun SLK setiap program pelatihan harus memuat struktur berikut ini :

1)    Nama pelatihan

2)    Kode unit kompetensi

3)    Lama pelatihan

4)    Uraian tugas jabatan

5)    Tujuan pelatihan

6)    Kualifikasi/unit kompetensi yang hendak dicapai

7)    Persyaratan peserta

8)    Kualifikasi instruktur

9)    Metode pelatihan

10) Kurikulum dan silabus

11) Evaluasi

1. Nama pelatihan

Nama pelatihan diambil dari Kerangka Kualifikasi Indonesia (KKNI) atau disesuaikan dengan pelatihan yang hendak diselenggarakan

2. Kode unit kompetensi

Kode yang diambil dari standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

3. Lama pelatihan

Lama pelatihan merupakan jumlah jam pelatihan yang harus ditempuh dialokasikan dalam satu paket pelatihan. 1 (satu) jam teori atau praktek setara dengan 45 menit.

4. Uraian tugas jabatan

Uraian tugas memuat rincian tugas yang harus dikerjakan dalam jabatan tertentu.

5. Tujuan pelatihan

Tujuan pelatihan merupakan sasaran pelatihan yang hendak dicapai yang menyangkut pemberian dan atau peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta pelatihan agar mampu mengisi jabatan pekerjaan tertentu dimulai dengan persyaratan yang telah ditetapkan

6. Kualifikasi/unit kompetensi yang hendak dicapai

Merupakan sejumlah kualifikasi/unit kompetensi yang hendak dicapai peserta pelatihan setelah selesai mengikuti pelatihan

7. Persyaratan peserta

Peryaratan peserta pelatihan adalah batasan tertentu, kualifikasi atau ketentuan minimum yang harus dicapai oleh siswa

8. Kualifikasi instruktur

Merupakan persyaratan kemampuan minimal yang harus dimiliki instruktur yang akan menjadi pengajar/fasilitator dalam program pelatihan tersebut.

 

 

9. Metode pelatihan

Pelatihan yang dapat dilakukan secara institusional, non institusional, OJT, Magang dan lain-lain.

10.Kurikulum dan silabus

Kurikulum dan silabus merupakan daftar unit kompetensi, elemen kopetensi, kriteria unjuk kerja, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diharapkan dikuasai oleh peserta pelatihan setelah selesai mngikuti program pelatihan yang bersangkutan.

11.Evaluasi pelatihan

Evaluasi Pelatihan merupakan kegiatan yang direncanakan untuk menilai mutu penyelenggraan pelatihan secara keseluruhan, kemajuan belajar peserta pelatihan dan pencapaiaan tujuan pelatihan, dengan memperhatikan masukan (input) proses dan keluaran out put.

 

2)   Identifikasi kompetensi dan profile yang dapat dikembangkan kedalam program pelatihan (membaca standar kompetensi dan persyaratannya)

 

3)   Identifikasi karakteristik dari target populasi meliputi:

a)    Cara membuat data siswa berisi pendidikan, usia, pengalaman, jenis   kelamin.

b)   Informasi kapasitas daya tampung peserta pelatihan menurut kejuruan

c)    Kesamaan pandang (proximity) masyarakat dimana pelatihan tersebut akan dilakukan

d)   Geografis dari peserta yang akan dilakukan

e)    Kesediaan peserta, waktu, biaya, dalam mengikuti seluruh pelatihan

f)     Kemampuan peserta dalam mengakses teknologi informasi(IT)

4)   Mengidentifikasi sumber-sumber tersedia dan permasalahan untuk didisain dalam penyampaian suatu program.

a)    Ketersediaan instruktur yang kompeten baik metodologi dan teknis . Termasuk didalamnya jenis pelatihan dan kejuruannya serta kemampuan mengakses teknologi informasi (ICT)

b)   Ketersediaan pengelola pelatihan, teknisi dan kesediaan untuk   membantu pelaksaaan pelatihan

c)    Ketersediaan bahan pelatihan

d)   Ketersediaan pembiayaan pelatihan

e)    Ketersediaan informasi dan dokumentasi pelatihan

      5) Mengidentifikasi hambatan pelatihan yang akan dilaksanakan terhadap:

a)    Peserta pelatihan

b)   Sumber daya Instruktur dan tenaga pelatihan

c)    Sumber daya bahan dan pembiayaan

d)   Sumber daya informasi dan dokumentasi

- Keterampilan

Adanya ketersediaan form data untuk melakukan kegiatan berikut:

1)  Mengidentifikasi kompetensi dan profile yang dapat dikembangkan kedalam program pelatihan (membaca standar kompetensi dan persyaratannya

 

2) Mengidentifikasi karakteristik dari target populasi

a)  Mengidentifikasi data siswa berisi pendidikan, usia, pengalaman, jenis kelamin

b) Informasi kapsitas daya tampung peserta pelatihan menurut kejuruan

c) Kesamaan pandang (proximity) masyarakat dimana pelatihan tersebut akan dilakukan

d)  Geografis dari peserta pelatihan yang akan dilatih

e)  Kesediaan peserta, waktu, biaya dalam mengikuti seluruh pelatihan

f)  Kemampuan peserta dalam  mengakses teknologi informasi(ICT)

3) Mengidentifikasi sumber-sumber tersedia dan permasalahan untuk didisain dalam penyampaian suatu program.

a) Ketersediaan instruktur yang kompeten baik metodologi dan teknis. Termasuk didalamnya jenis pelatihan dan kejuruannya serta kemampuan mengakses teknologi informasi (ICT)

b) Ketersediaan pengelola pelatihan, teknisi dan kesediaan untuk membantu pelaksaaan pelatihan

c)  Ketersediaan bahan pelatihan

d) Ketersediaan pembiayaan pelatihan

e) Ketersediaan informasi dan dokumentasi pelatihan

4) Mengidentifikasi hambatan pelatihan yang akan dilaksanakan terhadap:

a) Peserta pelatihan

b) Sumber daya instruktur dan tenaga pelatihan

c) Sumber daya bahan dan pembiayaan

d) Sumber daya informasi dan dokumentasi

 

 

 

 

 

 

Format data untuk mengidentifikasi suatu program pelatihan.

Lembar perencanaan program pelatihan

Nama program  
Sasaran program  
Jumlah target populasi  
Syarat-syarat recruitment  
Lokasi  
Waktu  
Biaya program pelatihan  
Penanggungjawab program  
Metode  program pelatihan  

a)    Nama program

Menunjukkan suatu jenis program pelatihan tertentu yang diambil berdasrkan identifikasi kompetensi pesrta atau kelompok tertentu yang disesuaikan dengan program yang diambil berdasarkan kebutuhan jabatan yang ada serta level/tingkat program pelatihan yang dilaksanakan.

b)   Sasaran program

Kompeten terhadap program yang diminta sesuai kebutuhan yang ada untuk pencapaian level tertentu.

c)    Jumlah target populasi

Jumlah dari peserta pelatihan yang akan dilatih per group untuk menentukkan pengelompokkan program yang akan dilaksanakan untuk periode tertentu juga menentukkan jumlah peserta dengan permintaan job yang ada,menentukkan kesesuain anatara jumlah peserta dengan daya tampung dan kemampuan sarana dan fasilitas yang ada, menentukkan kesesuaian gradasi program pelatihan dengan anggaran pelatihan perangkat modul material pembelajaran baik teori maupun praktik.

 

 

d)   Persyaratan seleksi

Menentukkan kondisi yang ada dengan paket program yang tersedia data-data input peserta,port folio, kompetensi terkini, pengalaman sebelum mengikuti program pelatihan jenjang pendidikan dan riwayat hidup, umur, jenis kelamin dll.

e)    Lokasi

Adanya ketersediaan alat dan perlengkapan pelatihan mesin dan alat ditempat latihan untuk memudahkan transportasi dan akomodasi peserta dan pelatih yang memadai selama berlangsungnya program pelatihan ditempat tersebut antara lain: fasilitas bengkel,ruang belajar teori, laboraturium, asrama, dll

f)     Periode dan waktu yang diperlukan untuk pnyelenggaraan suatu progam pelatihan, penjadualan pelatihan jumlah jam yang di alokasikan selama pelatihan mulai awal hingga akhir pelatihan

g)   Biaya

Biaya yang timbul untuk menyelenggarakan suatu program termasuk sistim pembiayaan dan strategi pengalokasian dana yang efektif dan terinci sesuai struktur yang ada misalnya biaya-biaya untuk: manajemen, tenaga kepelatihan, administrasi, resiko biaya selama berlatih, biaya konsumable, mesin/alat,lpengurusan dokumen,listrik dll

h)   Penanggung jawab program

Kepengurusan program pelatihan yang akan dilaksanakan yang terstruktur mulai dari penanggung jawab program, personal untuk pengurusan administrasi, pendukung kegiatan program pelatihan, mulai pelaksanaan sampai berakhirnya pelatihan.

i)     Metode program pelatihan

Jenis program yang dipilih MTU (mobile Training Unit), Institusional, pemagangan, tailor made dll

-      S i k a p

Sikap kerja yang harus dilakukan pada waktu melakukan identifikasi penyelenggaraan program pelatihan haruslah bersikap sopan dan santun pengumpulan data dan sumber yang terkait haruslah teliti, lembar pengumpulan data dan program haruslah bersih dan rapih serta berpedoman kepada prosedur yang sudah standar

2.    Memilih Sumber Daya Pelatihan yang sesuai (SDP)

 a) Mengidentifikasi sumber daya pelatihan yang diperlukan untuk kelancaran penyelenggaraan program pelatihan secara teliti dan tuntas

Pengetahuan.

Aspek pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi sumber daya pelatihan demi kelancaran program pelatihaan diawali dengan memahami tiga dimensi sumber daya pelatihan yang  ada yaitu:

Regional

Identifikasi sumber daya dari wilayah dimana suatu program pelatihan akan  di targetkan ,permasalahan wilayah dan solusinya adakah potensi wilayah terhadap penyerapan tenaga kerja yang paling dominan di wilayah tersebut.Expansi sumber daya pelatihan dan kebijakan politik suatu wilayah terhadap pasar kerja yang hendak dicapai.

Organisasi

Identifikasi aspek organisasi, perusahaan atau pihak swasta yang mendukung terselenggaranya program pelatihan yang dilaksanakan, informasi akan adanya posisi atau jabatan tertentu yang mendorong timbulnya permintaan tenaga kerja baik secara kuantitas maupun kualitas yang akan dipenuhi . hal ini penting untuk menentukan sumber daya dan program pelatihan yang akan disusun berdasarkan skala prioritas. Sisi yang diidentifikasi meliputi: adanya proyek/proses produksi yang baru dan dikembangkan, penggunaan teknologi yang terkini yang menuntut adanya pola dan sistim program pelatihan yang baru, perubahan kebijakan organisasi atau perusahaan.

Individu

Indentifikasi karakteristik individu misalnya; pencaker, karyawan, pelatihan berjenjang, teknisi, korban PHK dll  kesesuaiannya terhadap program pelatihan tertentu, untuk pengembangan karir atau remunerasi yang lebih baik terhadap posisi atau jabatan tertentu sehingga perlu di upgrade

Metode pemilihan sumber daya

Metode pemilihan sumber daya pelatihan dihimpun dari berbagai sumber yang ada hubungannya dengan program pelatihan yang akan di ambil metode pemilihan sangat diperlukan untuk menghimpun semua data dan informasi pendukung pelatihan sehingga output dari program yang dikerjakan dapat behasil sesuai rancangan pemilihan program pelatihan.Dibawah ini terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan rujukan antara lain:

a)   Metode survey

1)   Survey lewat questionnaire

Adalah salah satu metode pengumpulan data yang akurat untuk memperoleh sejumlah data penting yang langsung di diterima dari data kuesioner yang diisi oleh peserta atau orang yang terlibat langsung dengan suatu program pelatihan.

 

2)   Survey lewat interview

Data-data yang diperoleh langsung berhubungan dengan orang yang di wawancarai pewawancara bisa langsung memperoleh data yang akurat dan penjelasan yang diperoleh secara luas dan tidak terbatas hanya pada point-poin tertentu yang tertulis saja tetapi penjabaran dan uraian yang rinci dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara bisa diperoleh dari orang yang diwawancarai.

 

 

3)   Survey lewat literatur

Survey literatur adalah survey yang menitikberatkan pada informasi yang bersumber dari media cetak maupun elektronik dan internet dimana data yang diperoleh hanya bertumpu pada sumber-sumber tertulis yang belum teruji keakuratannya karena berdasarkan informasi tertulis bukan pada objek atau pelaku yang sebenarnya.

 

 

  b) Aspek-aspek yang dipilih secara layak

1)  Sistim dan metode

Sistim dan metode memperhatikan efektifitas dan efesiensi agar  program pelatihan dapat terlaksana dengan tuntas menghasilkan outcome yang kompeten oleh karena itu pemilihan jenis program sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelatihan dengan berorientasi kepada lingkungan yang ada. Sistem yang dipakai dalam program pelatihan yang ada di BLK antara lain:

e)     Sistem Pemagangan

Sistim ini merupakan gabungan antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan On the job training di perusahaan dengan pola 4-7-1. Untuk tahun pertama yang berarti 4 bulan di lembaga pelatihan, 7 bulan di perusahaan dan 1 bulan review dan testing di lembaga pelatihan.Sistem pemagangan ini untuk kejuruan tertentu, dikembangkan secara berjenjang selama 3 tahun, dimana dari tahun pertama, kedua dan ketiga alokasi waktu pelatihan dilembaga pelatihan diperkecil. Hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan tenaga terampil dan komplek pada tingkat teknisi utama.

b)   Sistem Institusional

Sistem ini merupaka sistem pelatihan yang konvensional dimana seluruh pelatihan dilaksanakan di BLK. Dengan demikian pelatihan dapat diselenggarakan secara intensif. Namun demikian sistem institusional ada pula kelemahannya yaitu siswa tidak mengetahui secara langsung lingkungan dan kondisi kerja yang sebenarnya.

Untuk mengatasi kelemahan tersebut dibuat komposisi dimana 25% dari pelatihan dilakukan secara On the job training diperusahaan.Sistim institusional dikembangkan di BLK yang tidak banyak industrinya atau untuk program yang sifatnya non standar.

c)  Sistim Pelatihan Keliling (mobile training unit)

Sistem pelatihan keliling diselenggarakan secara berpindah-pindah dari suatu lokasi ke lokasi yang memerlukan pelatihan. Untuk itu diperlukan unit pelatihan keliling (mobile Training unit) yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak serta instruktur yang memadai.

Sistem pelatihan keliling dikembangkan di BLK yang lingkungan sosial ekonominya bersifat pedesaan dan mobilitas penduduknya masih terbatas sasarannya adalah peningkatan produktivitas dan penghasilan penduduk desa sehingga dimungkinkan terjadi kesempatan kerja di desa yang bersangkutan, selanjutnya diharapkan dapat ditekan/dihindari terjadi urbanisasi.

 

d)  Sistem pelatihan teknisi

Sistem ini merupakan kerja sama triparti antara BLK, Perguruan Tinggi/Politeknik dan Industri. Sistem ini dirancang untukmengahsilkan tenaga kerja tingkat teknisi dengan sertifikat diploma III.

Program disusun untuk jangka waktu 3 tahun dengan perbandingan teori praktek antara 40/60 atau 50/50. Pelatihan akademik diberikan oleh dosen politeknik, pelatihan teknisi/keterampilan diberikan oleh instruktur BLK dan praktek lapangan oleh tentor instruktur. Sistem pelatihan teknisi dikembangkan di BLK tertentu yang potensial.

e)    Sistem Pelatihan Off the job training

Pelatihan yang dirancang dan dilaksanakan bukan pada tempat kerja yang sesungguhnya.

2)  Pembiayaan

Penyelenggaraan pelatihan oleh berbagai sektor tidak terlepas dari sektor pendanaan, sumber-sumber pendanaan diperoleh dari : Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara(APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD), Masyarakat umum(Swadana), Perusahaan swasta atau BUMN.

3) Jenis-jenis Pelatihan

a) Competency Based Training (Pelatihan Berbasis Kompetensi)

Pelatihan yang program dan kurikulum disusun berdasarkan kompetensi yang hendak dicapai.

b) Community Based Training (Pelatihan Berbasis Komunitas)

Pelatihan yang program dan kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat atau dikenal juga dengan pelatihan berbasis masyarakat(PBM)

c) Module Training System (Sistem Pelatihan Berdasarkan Modul)

Pelatihan dengan program yang sudah disusun berdasarkan modul yang sudah ada.

 

d) Tailor Made (Pelatihan Berdasarkan Pesanan)

Pelatihan yang program dan kurikulum disusun berdasarkan permintaan masyarakat industri

4)   Menurut lamanya program pelatihan

Jenis pelatihan menurut jangka waktu maka pelaksanaannya dapat dilaksanakan dengan:

a) Jangka waktu yang singkat misalnya pelatihan yang waktunya hanya 2 atau 3 hari saja ini untuk program-program singakat.

b) Jangka waktu yang panjang, jenis pelatihan ini membutuhkan waktu yang lama contohnya pada program pelatihan teknisi/diploma

5)  Menurut kualifikasi peserta

Jenis pelatihan disesuaikan dengan kualifikasi dan jenisnya dimana program disusun mengacu kepada standar keterampilan Nasional, khusus atau Internasional sesuai kejuruan masing-masing guna memenuhi kebutuhan pasar kerja di dalam maupun di luar negeri.

6) Sumber Daya Manusia

a)  Instruktur

Instruktur (latihan kerja) adalah personil yang berperan menyampaikan/menyajikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan baik dalam bentuk teori maupun praktek serta mengevaluasi kemajuan belajar peserta pelatihan

b)  Tenaga Kepelatihan

Tenaga pelatihan adalah personil yang mempunyai tugas membantu mempersiapkan sarana pelatihan agar pelaksanaan pelatihan dapat berlangsung dengan tertib, biasanya sebaian besar kegiatannya bersifat teknis operasional.

c)  Tenaga Administrasi.

Tenaga admisitrasi adalah personil yang bertugas menyelenggarakan peñata usahaan dari seluruh kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan program pelatihan, sehingga seluruh kegiatan tersebut tercatat dan didokumentasikan dengan tertib.

d)  Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah personil yang mempunyai kewajiban untuk mengikuti kegiatan intra maupun ekstra kurikuler dengan tekun, rajin dan bersungguh-sungguh, sehingga setelah selesai mengikuti pelatihan mempunyai kualifikasi sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang telah ditetapkan dalam tujuan instruksional.

7) Fasilitas Pelatihan

Didalam pelaksanaan program pelatihan salah satu sumber daya yang diperlukan adalah sarana dan prasarana pelatihan. Fasilitas pelatihan dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a)    Gedung

Gedung dalam hal ini adalah suatu bangunan yang dikonstruksi sedemikian rupa sehingga seluruh kegiatan dalam rangka  pelaksanaan program pelatihan dapat dilaksanakan dengan aman, tertib dan menyenangkan sehingga dapat dicapai kinerja dan aktifitas yang maksimal.

b)   Peralatan

Peralatan adalah suatu perangkat yang diperlukan oleh personil yang melakukan kegiatan dimana tanpa peralatan tersebut tidak mungkin dicapai hasil kegiatan yang baik dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

c)    Mesin

Mesin adalah suatu perangkat yang berfungsi disamping sarana Bantu untuk membuat suatu produk juga berperan sebagai simulator, sehingga khusus bagi peserta pelatihan akan memiliki kemampuan/kebiasaan dalam mengoperasikan suatu mesin tidak asing lagi apabila mengoperasikan mesin yang ada perusahaan/industri.

d)   Alat Bantu melatih

Alat Bantu melatih merupakan alat yang mempunyai fungsi khusus bagi instruktur yakni benda yang dipergunakan instruktur sebagai sarana melatih sehingga materi instruktusional yang disajikan selama proses belajar mengajar dapat dimengerti dan dipahami semaksimal mungkin oleh peserta pelatihan dalam rangka mencapai tjuan latihan (belajar)yang telah ditetapkan.

e)    Perabot ruangan

Perabot ruangan merupakan perlengkapan yang ditetapkan dalam suatu ruangan, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar, efektif dan efisien. Perabot ruangan tersebut biasanya dirancang dengan bentuk, warna, konstruksi sedemikian rupa dan ditata fungsional serta memperhatikan estetika.

c) Manajemen SDP

Manajemen SDP meliputi: Program, Metode, Personol, Fasilitas, Bahan dan Pendanaan. Agar pelaksanaan suatu kegiatan  dapat mencapai tujuan secara efektif maka diperlukan manajemen SDP yaitu:

a)   Perencanaan, antara lain:

  • Meramalkan (forecasting)
  • Menetapkan maksud dan tujuan
  • Memprogramkan
  • Menyusun tata waktu
  • Menyusun anggaran belanja

 

b)    Pengorganisasian antara lain:

  • Membentuk bagian-bagian
  • Mendelgasikan wewenang kepada bawahan
  • Menetapkan jalur wewenang dan komunikasi
  • Mengkoordinasikan kerja bawahan

c)    Penyusunan staff antara lain:

  • Penentuan kualifikasi personil
  • Rekruitman
  • Seleksi
  • Penempatan
  • Menentukan standar kerja

 

d)    Pengarahan antara lain:

  • Motivasi kerja
  • Meningkatkan kualitas moral karyawan
  • Menciptakan suasana kerja yang kondusif dan harmonis

e)    Pengawasan antara lain:

  • Pengecekan hasil kerja
  • Melakukan tindakan koreksi

- Keterampilan

Rencana pengidentifikasian suatu kebutuhan sumber daya disusun dengan menggunakan lembar penilaian identifikasi suatu program mulai dari identifikasi sumber daya pelatihan suatu wilayah tertentu, menyiapkan rencana identifikasi lewat metode survey yang ada, adakan hipotesa jika perlu selama pengambilan data survey

a)    Lembar survey pengidefikasian

Bentuk survey Metode dan aksi Hasil survey
Bentuk dan macam informasi yang dibutuhkan Dimana dan bagaimana informasi tersebut diperoleh Informasi yang diperoleh

Rekomendasi

Ringkasan yang berisikan informasi yang penting untuk menghipotesis program pelatihan tentang apa yang akan dilakukan, selama proses dan hasil akhir

 

b)  Diskusi grup

Pengelompokan hasil survey dengan memperhatikan kondisi wilayah dan potensii sumber daya maka perlu memahami lembar survey, kapan dan macam sumber daya yang akan dipakai apakah penting atau sangat penting untuk gunakan. Verifikasi hipotesis dari kebutuhan sumber daya tersebut  up date data terbarukan  rencana nyata kegiatan. Penjabaran dari kegiatan diskusi group meliputi:

1)   Mengerti tugas dari data dan informasi yang akan disurvey

2)   Identifikasi lewat hipotesis awal yang akan membentuk suatu suatu program pelatiha lewat sumber daya yang tersedia yang dianggap penting

3)   Agar hipotesis mendekati kebenaran , bentuk rencana yang nyata tentang bagaimana menghimpun informasi lewat metode pengidentifikasian yang telah digunakan

4)   Data dan informasi yang dihimpun diuji kuantitas dan prioritas dalam kelompok diskusi.

5)   Ringkaskan indormasi dari data penting yang diambil untuk membandingkan dengan hipotesis yang anda gunakan lewat penggunaan metode yang anda pilih meliputi poin 3 dan 4.

Langkah-langkah untuk mengidentifikasi sumber daya

Langkah Kegiatan
  Identifikasi kebutuhan sumber daya
  Prioritaskan sumber daya dari program yang diambil
  Pilih wilayah program
  Pilih dan evaluasi kondisi terkini
  Tetapkan program prioritas
  Jelajahi dan katagorikan solusi yang digunakan
  Adakan penilaian dan tetapkan solusinya

 

-         S i k a p

Sikap kerja yang harus dilakukan pada waktu memilih sumber daya yang diperlukan adalah  bersikap sopan dan santun terhadap orang yang akan dilakukan pengumpulan data serta sumber dan informasi yang terkait haruslah teliti, lembar pengumpulan data termasuk laporan-laporan dan lembar kerja  haruslah bersih dan rapih serta berpedoman kepada prosedur yang sudah standar.

 

 

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 

 

 

  1. A.      SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

Semua sumber kepustakaan yang terkait dengan pemilihan sumber daya pelatihan dan dapat dipertanggungjawabkan secara sahih dan benar guna peningkatan kompetensi peserta pelatihan antara lain:

  1. Memilih Sumber Daya Pelatihan untuk Penyusunan Program Pelatihan, Materi pembelajaran bidang metodologi pelatihan Ditjen Bina Lattas, Direktorat Bina Intala, 2006.
  2. Pedoman Penyusunan SKKNI, Dtjen Bina Lattas, Direktorat Stankomproglat, 2006.
  3. Modul CBT Training, ITC-ILO Turin new edition 2009.
  4. Modul-modul CBT Training Inwent (Germany), Sivat(Korea), new edition 2009.

 

B.   BUKU REFERENSI

Buku referensi yang terkait dengan pencapaian kompetensi pelatihan misalnya: Peraturan-peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, textbook, modul, jurnal, majalah, CD,memory steak, dll.

 

  1. Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

Laptop, infocus, laserpointer Untuk di ruang teori
Laptop Untuk setiap peserta
Fasilitas internet, komunikasi telepon  
Kalkulator Untuk setiap peserta
Printer  
Hechmachine (stapler/penjepret) 24 dan 10  
Pelubang kertas  
Penjepit kertas ukuran kecil dan sedang  
Standar chart dan kelengkapannya  

 

 

 

  1. Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

Modul Pelatihan (buku informasi, buku kerja, buku penilaian) Setiap peserta
RPJM Daerah  
Data daerah dalam angka yang relevan  
Kertas bergaris  
Kertas HVS A4  
Spidol whiteboard  
Spidol marker  
CD (writer dan CD-R)  
Kertas chart (flip chart)  
  1. 10.
Tinta printer  
  1. 11.
ATK siswa Setiap peserta

 

 

 

 

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

 

Testimoni

artikel lainnya Memilih Sumberdaya Pelatihan Untuk Penyusunan Program Pelatihan PLK.MP02.001.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tuesday 24 June 2014 | blog

Sebuah data dari kantor utama cv kama menunjukan mengenai perkembangan omtani yang kian membaik, walaupun perkembangan…

Thursday 4 June 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI           Menanamkan…

Friday 9 November 2012 | blog

Perihal :  Sragen Techno Park (STP) Operation Manual - Draft Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan…

Wednesday 5 November 2014 | blog

No. DE-128/II/13 6 Februari 2013 Ir. Turido Broto Senior Project Manager PT Bina Reka Nusa Rasuna…