Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Advertisement

 

 

 

 

 

 

MEMILIH MOTHERBOARD

TIK.CS02.006.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I  PENGANTAR   3

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 4

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 5

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4     Pengertian Istilah-Istilah. 5

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI   8

2.1     Peta Paket Pelatihan. 8

2.2     Pengertian Unit Standar 8

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1   Kode dan Judul Unit 9

2.3.2   Deskripsi Unit 9

2.3.3   Elemen Kompetensi 9

2.3.4   Batasan Variabel 10

2.3.5   Panduan Penilaian. 10

2.3.6   Kompetensi Kunci 12

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN   13

3.1     Strategi Pelatihan. 13

3.2     Metode Pelatihan. 14

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI 15

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3     Sekilas Tentang Motherboard. 16

4.4     Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Motherboard. 16

4.4.1   Memilih Jenis Casing Yang Akan Digunakan. 17

4.4.2   Memilih Prosesor Yang Digunakan. 18

4.4.3   Memilih Chipset 20

4.4.4   Memilih Memori Yang Sesuai 23

4.5     Memilih Motherboard. 23

4.6     Memeriksa Kelengkapan Motherboard. 24

4.6.1   Paket Dalam Motherboard. 24

4.6.2   Mengidentifikasi Motherboard Berdasarkan Buku Manual 26

4.6.3   Mengecek Label Garansi Pada Motherboard. 28

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI   29

5.1     Sumber Daya Manusia. 29

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 30

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 30

 

DAFTAR PUSTAKA. 31

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1      Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2      Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3      Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian Istilah-Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. a.    TIK.CS02.006.01 Memilih Motherboard
  2. b.    TIK.CS03.016.01 Memperbaiki Power Supply

 

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara memilih motherboard yang sesuai.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan tingkat kompetensi Anda sesuai dengan tingkat yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1      Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.006.01

Judul Unit     : Memilih Motherboard

 

 

2.3.2      Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan  memilih Motherboard yang terdiri dari persiapan dalam memilih Motherboard, memilih  Motherboard dan memeriksa kelengkapan Motherboard. Unit kompetensi ini diperlukan untuk menghindari kesalahan terhadap pemilihan Motherboard yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan.

 

 

2.3.3      Elemen Kompetensi

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kriteria unjuk kerja (KUK) untuk masing-masing elemen:

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan hal – hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan Motherboard 1.1  Jenis casing (casing TA atau ATX) yang dipakai sebagai tempat Motherboard ditentukan.

1.2  Prosesor dan chipset yang digunakan sudah dipertimbangkan dan ditentukan.

1.3  Banyaknya Bus slot yang diperlukan ditentukanditentukan.

1.4  Motherboard yang akan digunakan diperiksa memiliki buku manual, kartu garansi dan CD driver.

1.5.   Penggunaan memori pada Motherboard

dipertimbangkan.

02     Memilih Motherboard 2.1  Semua bahan pertimbangan tentang spesifikasi Motherboard diidentifikasi.

2.2  Motherboard yang sesuai dengan spesifikasi casing dipilih.

2.3  Motherboard yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi dipilih.

03     Mengidentifikasi kelengkapan Motherboard 3.1    Kelengkapan Motherboard (buku manual, CD driver dan kartu garansi) diperiksa dan tidak ada kekurangan atau kerusakan.

3.2  Motherboard diidentifikasi sudah sesuai dengan buku manual.

3.3  Label garansi pada Motherboard diperiksa dan diidentifikasi sudah terpasang

 

 

2.3.4      Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1       Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2       Perangkat peripheral computer.

2.3       Jumlah atau besar system.

2.4       Beban kerja tiap perangkat.

2.5       OS yang digunakan.

2.6       Tools yang digunakan.

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1     Waktu pelaksanaan

3.2     Peralatan

3.3     Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan

3.4     Penyedian barang yang dapat dikonsumsi.

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1     Kesulitan teknis

4.2     Pertimbangan hubungan industri.

4.3     Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4     Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer.

5.2     Teknisi Perawatan Komputer.

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer.

 

 

2.3.5      Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2        Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3        Pengamatan

1.1.4        Managemen proyek

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1   Pengetahuan menyeluruh sektor industri

1.2.2    Pemahaman dokumen secara akurat

1.2.3    Memilih tipe motherboard yang sesuai.

 

 

  1. 2.     Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lesan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

 

  1. 3.     Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih. Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan;

3.2   Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender

 

 

  1. 4.     Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

4.1.1    TIK.CS03.016.01   Memperbaiki Power Supply

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6      Kompetensi Kunci

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

 

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2     Metode Pelatihan

 

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam memilih Motherboard
  • Siswa mampu memilih Motherboard
  • Siswa mampu Mengidentifikasi kelengkapan Motherboard

 

 

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mampu menetukan jenis casing yang akan dipakai.
  • Siswa mampu menentukan jenis prosesor yang akan dipakai.
  • Siswa mampu memeriksa kelengkapan Motherboard.
  • Siswa mampu mempertimbangkan kebutuhan memori.

 

 

4.3    Sekilas Tentang Motherboard

Sebelum membahas tentang bagaimana cara memilih Motherboard, ada baiknya kita mengetahui apa itu motherboard. Motherboard  adalah pusat dari papan sirkuit yang terdiri dari sistem elektronik yang kompleks. Motherboard juga dikenal dengan nama mainboard, baseboard, system board atau pada komputer apple disebut logic board.

 

Gambar Motherboard

 

Sebuah Motherboard desktop terdiri dari PCB yang besar. PCB mengandung komponen elektronik seperti konektor fisikal(soket, slot dan header) dimana komponen komputer lainnya dapat dipasang.

 

Sebuah Motherboard biasanya terdapat:

  • soket yang berguna untuk memasang microprosesor (CPU).
  • slot yang berguna untuk memasang memory (RAM,SDRAM dll).
  • Sebuah chipset, memory inti dan macam-macam bus.
  • Chip non-volatile memory (pada Motherboard sekarang biasanya flash ROM) yang berisi sistem BIOS.
  • Sebuah clock generator yang membuat sinya clock untuk mensinkronisasi bermacam-macam komponen.
  • Slot untuk card tambahan
  • Sambungan power dan sirkuit, yang berguna untuk menangkap listrik dari power supply komputer dan mendistribusikannya ke CPU, chipset, main memory dan card tambahan.

 

 

4.4     Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Motherboard

Sebelum memilih Motherboard, kita harus mempertimbangkan segala hal yang berhubungan dengan Motherboard, diantaranya: Casing yang kita gunakan, prosesor dan chipset-nya dan jenis memori yang akan digunakan.

 

 

4.4.1       Memilih Jenis Casing Yang Akan Digunakan

Casing adalah wadah atau tempat melindungi Motherboard, control board, power supply disk drive dan komponen-kompenen lainnya. Jenis Casing komputer adalah berdasarkan bentuknya, yaitu:

1.    Casing desktop

Casing desktop adalah Casing yang berbentuk seperti kotak yang memiliki ukuran lebar kira-kira 30-40 cm dan panjangnya kira-kira 50-60 cm. Umumnya Casing desktop dijadikan tumpuan monitor. Casing desktop kosong yang dipasarkan saat ini umumnya sudah dilengkapi dengan power supply unit (PSU), speaker, lampu untuk harddisk, lampu power, lampu turbo, dan kabel-kabel lampu.

 

2.    Casing tower

saat ini komputer 80486 ke atas menggunakan Casing tower, selain memakan sedikit tempat sebagai pijakan, ruangan di dalam Casing komputer lebih luas, sehingga suhu dalam Casing komputer tidak cepat panas dan juga lebih mudah dalam menambah komponen lainnya. Casing komputer jenis tower terdiri dari:

a.  Mini tower

Casing Mini tower, Middle tower, dan tower pada dasarnya hampir sama. Yang membedakan dari jenis jenis tersebut adalah ukuran, baik tinggi, lebar atau panjangnya.

 

b.  Middle tower

Casing tower dipasaran juga sudah dilengkapi dengan power supply unit (PSU), lampu power, lampu turbo, dan kabel-kabel lampu.

 

Berikut adalah perincian dari macam-macam Casing dan gambarnya:

 

Jenis Casing Ukuran External Bays Internal Bays Sistem Pendingin Power Supply (Watt)
Full Tower Tinggi 2 + 4 atau lebih 3 hingga 5 atau lebih Tersangat baik 250 hingga 375 atau lebih
Mid Tower Pertengahan 2 + 3 2 hingga 4 Sangat baik 200 hingga 300
Midi Tower Pertengahan sehingga kecil 2 + 2 atau
2 + 3
2 hingga 4 Sangat baik 170 hingga 300
Mini Tower Kecil 2 + 2 2 atau 3 Baik 170 hingga 250
Desktop Kecil 2 + 2 1 atau 2 OK 150 hingga 230
Slimline Kecil dan nipis 1 + 2 1 atau 2 Kurang baik 90 hingga 200

 

 

4.4.2      Memilih Prosesor Yang Digunakan

Meski di pasaran ada banyak merk prosesor yang banyak beredar, namun kami mencoba menyempitkan pilihannya dengan membaginya menjadi dua bagian. Hal ini berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan. Bagian yang pertama adalah prosesor Intel Pentium 4 family dan yang kedua AMD Athlon64Family.

 

Kedua merk prosesor tersebut merupakan merk yang paling banyak dicari dan digunakan oleh kebanyakan orang dan keduanya memiliki beberapa fitur yang cukup berbeda. Di antaranya adalah Intel menggunakan long instruction pipelines yang didesain menghasilkan skala kecepatan clock supertinggi. Sedangkan pada AMD sendiri tidak menggunakan fitur tersebut, melainkan lebih menggunakan fitur shorter Instruction pipelines yang menghasilkan efisiensi yang baik namun sayangnya tidak bisa menghasilkan skala kecepatan yang tinggi. Untuk kalangan umum pastinya kedua hal tersebut akan membingungkan, karenanya kami akan mencoba menjelaskan bagaimana kelebihan dan kerurangan dari masing-masing merk prosesor.

 

Intel Pentium 4 Family

Biasa disebut Pentium 4. Meski dalam satu keluarga namun memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan socket yang digunakan. Versi terbanyak yang digunakan Pentium 4 adalah menggunakan socket 478. Pada versi terbarunya telah menggunakan socket LGA 775 untuk mendukung beberapa motherboard keluaran terbaru.

Prescott

Merupakan generasi pertama Pentium 4 yang memiliki 1 MB L2 cache dan memiliki kecepatan 3,8 GHz. Namun, pada prosesor ini memiliki kendala yang cukup signifikan, yaitu memiliki panas yang cukup tinggi. Dan prosesor ini belum mendukung operating system dan aplikasi 64-bit. Segi baiknya, prosesor ini memang memiliki kinerja yang baik untuk menunjang kebutuhan multiaplikasi dan gaming.

 

Pentium 4 Extreme Edition

Merupakan jajaran prosesor premium dari Intel, untuk CPU desktop PC. Yang terbaru juga telah menggunakan socket LGA 775 dan berjalan di atas 3,46 GHz dengan fitur 512 K L2 cache ditambah dengan 2 MB L3 cache dan FSB sebesar 1066 MHz. Ia juga tersedia dalam versi 64-bit CPU.

Pentium D

Keluarga CPU Intel yang memiliki arsitektur dual-core. Beberapa seri yang sudah tersedia, di antaranya Pentium D 840, 830, dan 820 yang memiliki clock dari 2,80 sampai 3,20 GHz dengan FSB 800 MHz. Dengan L2 cache yang dimilikinya 2×1 Mb. Dengan dual-core, diharapkan mampu melakukan pemrosesan data dengan waktu yang lebih singkat. Selain itu, prosesor ini telah dilengkapi dengan EMT64T (Extended Memory 64 Technology) yang mendukung operating system dan aplikasi 64-bit. Jika Anda tertarik untuk membeli prosesor keluaran Intel, agaknya jajaran prosesor Pentium D adalah pilihan ideal. Dual-core dan dukungan 64-bit menjadi alasan utama. Karena ke depannya semua aplikasi dan operating system akan menggunakan 64-bit. Di samping harga jual prosesor ini terbilang cukup relevan, yaitu sekitar US$279.

  

 

AMD Athlon 64 Family

AMD memiliki tiga jenis prosesor dengan performa yang berbeda. Yaitu, Athlon 64 dan FX Series, juga Sempron. Meski dari ketiganya memiliki basic teknologi yang sama, namun beberapa fitur dan harga yang ditawarkan memiliki perbedaan yang cukup berarti.

 

Pada dasarnya, prosesor AMD Athlon 64 mampu menghasilkan kecepatan yang tinggi terhadap aplikasi yang menggunakan banyak floating point dan kebutuhan bandwidth yang besar. Mengapa demikian?
AMD Athlon 64

Pada prosesor ini memiliki dua versi. Versi yang pertama yang masih menggunakan memory single-channel. Yaitu Athlon 64 yang menggunakan socket 75. Sedangkan yang kedua menggunakan socket 939 dan sudah memiliki teknologi memory dual-channel. Untuk harga, sudah barang tentu Athlon 64 754 memiliki harga yang lebih murah dibanding 939. Keduanya memiliki L2 cache sebesar 1 MB, sedangkan untuk kecepatan yang ditawarkan beragam, mulai dari 2,4 GHz sampai dengan 3,0 GHz.

 


Athlon 64 FX

Prosesor ini merupakan prosesor yang paling tepat untuk menunjang para gamer, karena selain dilengkapi dengan L2 cache sebesar 1 MB dengan kecepatan terendah yang ditawarkan sebesar 2,6 GHz. Pada prosesor keluaran AMD baik Athlon 64 ataupun Athlon 64 FX sudah mendukung aplikasi dan operating system 64-bit. Dan kini AMD telah mengeluarkan prosesor dualcore, yaitu AMD Athlon 64 X2, masih menggunakan socket 939.

 

 

4.4.3      Memilih Chipset

Seperti yang telah disebutkan di awal, salah satu bagian untuk memilih Motherboard selain menentukan prosesor yang digunakan, core logic chipset juga bagian yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan. Mengapa demikian?

 

Jika diumpamakan sebuah Motherboard adalah kota, maka core logic chipset merupakan pemerintah local yang melakukan pengaturan alur informasi. Chipset memiliki tugas yang amat vital. Ia akan memerintahkan apa yang harus dilakukan oleh port USB, juga menentukan seberapa cepat sistem mengakses memori. Dengan demikian fungsi dari core logic chipset sangatlah penting untuk menunjang kinerja komputer.

 

Sekarang ini, beberapa Motherboard menggunakan dua skenario yang cukup berbeda. Skenario pertama adalah Motherboard yang didesain untuk prosesor Intel Pentium 4. Masih mengadopsi cara lama, yaitu menggunakan memory controller yang tertanam di dalam chipset nortbridge.

 

Pada skenario ini, chipset pada Motherboard bertugas sekaligus sebagai memory controller yang merupakan mesin pengontrol untuk mengatur semua kebutuhan yang ada. Memory controller terletak di dalam chipset northbridge yang berada dengan jarak yang relatif tidak terlalu jauh dari prosesor. Tujuannya untuk menghasilkan bus bandwidth memory yang besar.

 

Skenario yang kedua adalah Motherboard untuk AMD Athlon 64, Athlon 64 FX dan Athlon 64 X2 yang memiliki perbedaan jauh dengan Intel. Pada Motherboard AMD Athlon 64, memory controller tidak lagi terdapat pada nortbridge chipset, melainkan dipindahkan ke dalam prosesor. Pada kondisi ini, bus memory controller bisa sama cepat dengan kecepatan core prosesor. Dengan demikian, menjadikan sebuah pasangan gigahertz yang cepat sehingga mampu menghasilkan kinerja yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan skenario yang pertama.

 

Namun,ini bukan merupakan kemenangan secara mutlak, karena besarnya performa yang dimiliki oleh AMD memiliki kekurangan dalam fleksibilitas. Intel memang memiliki fleksibilitas yang cukup baik. Contohnya jika Anda sekarang membeli prosesor Intel Pentium 4, Anda bisa menggunakan prosesor tersebut pada Motherboard yang menggunakan DDR400. Demikian juga untuk Motherboard DDR2/800 bahkan untuk Motherboard DDR3, yang akan segera diluncurkan.

 

Hal tersebut tidak terjadi jika Anda menggunakan prosesor AMD Athlon 64 ataupun 64 FX karena controller-nya terikat pada satu teknologi memory saja. Sehingga Anda harus menyesuaikan memori yang Anda gunakan sesuai dengan controller yang terdapat secara terintegrasi di dalam prosesor.

 

Itulah salah satu alasan kenapa sampai sekarang ini AMD masih mengadopsi teknologi memori DDR 400. Karena selain ingin tetap memberikan fleksibilitas terhadap konsumennya, AMD juga beranggapan kemampuan bandwith memory yang dihasilkan DDR 400 masih mampu menangani semua kebutuhan proses computing saat ini.

 

Meskipun semua chipset mengacu pada memory controller, namun core logic chipset sendiri memiliki beberapa fungsi yang sangat penting. Yaitu performa USB, harddisk, dan seberapa cepat PCI dan VGA slot (AGP atau PCIe x16) dapat mentransfer data.

 

                   Perkembangan Chipset Terakhir

Intel

Untuk Intel sekarang ini telah meluncurkan Motherboard dengan chipset 955X dan 945P yang mendukung DDR2/667, dan secara tegas meninggalkan DDR400. Namun pada chipset ini, hal yang paling diunggulkan adalah kemampuan chipset mendukung fitur dual-core prosesor.

nVIDIA

Setelah sebelumnya sempat berseberangan dengan Intel, kini chipset nVIDIA bisa bersanding dengan prosesor Intel. Dengan mencoba mengeluarkan chipset terbarunya yaitu nVIDIA nForce4 Intel Edition. Chipset serupa sebelumnya hadir untuk basis Athlon 64. Pada chipset tersebut telah mendukung teknologi SLI dan dilengkapi dengan SATA 3 GB juga Firewall. Namun sayangnya, belum ada kepastian dari nVIDIA, mengenai dukungan chipset tersebut untuk dual-core prosesor.

VIA

Meski produsen yang satu ini terbilang lambat mengembangkan teknologi dibandingkan kedua produsen yang telah kami sebutkan di atas, namun VIA telah mengeluarkan VIA PT984 Pro. Keunikan chipset ini adalah dapat menjalankan video card PCI Express x16 juga AGP 8x. Keduanya dapat berjalan secara simultan dan mendukung dual monitor. Namun, hal tersebut berbeda dengan SLI. Karena pada konfigurasi SLI, mampu membagi bandwidth data dari dua buah vIDEo card. Selain itu, VIA memberikan dua pilihan memory yaitu DDR400 dan DDR2 667 sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya.

 

Setelah sebelumnya kami berikan beberapa tip untuk memilih prosesor, maka kami akan memberikan juga kepada Anda bagaimana memilih chipset yang tepat.

- Hal pertama yang Anda harus perhatikan adalah jenis chipset yang digunakan. Jangan terkecoh dengan nama-nama produk yang unik. Beberapa produsen sengaja menggunakan nama yang unik untuk menarik pembeli. Namun tidak jarang hasil dan kinerja yang dimilikinya kurang sesuai dengan namanya.

 

- Perhatikan kecepatan interkoneksi antara chipset northbridge dengan southbridge. Kecepatannya Minimal menggunakan 133 MB/s. Beberapa produk terbaru sudah bisa mencapai 2 GB/s. Mana yang harus dibutuhkan, itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit. Untuk kebutuhan? normal? 800 MB/s hingga 1 GB/s terbilang cukup memadai. Anda juga butuh pertimbangan untuk konfigurasi chipset jika ada 4 PCI Express X1 dalam sebuah southbridge, Anda akan membutuhkan 1-2 GB/s koneksi untuk mendukung bandwidth yang sesuai, namun jika hanya ada X1 jalur yang terhubung langsung ke northbridge, maka interkoneksi tersebut belum Anda butuhkan.

-  Perhatikan chipset southbrigde, produsen Motherboard dapat dengan mudah menukar chipset tersebut dengan chipset yang lain. Dan jika hal tersebut terjadi, maka beberapa fitur yang dimiliki akan lebih sedikit dan terbatas. Karenanya Anda harus memperhatikan dengan benar.

 

- Sama halnya dengan memilih Motherboard, untuk memilih chipset yang tepat Anda juga membutuhkan second opinion untuk memberikan referensi yang tepat. Karenanya Anda bisa mendapatkan dari beberapa review pada media tentang chipset tersebut agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

 

 

4.4.4      Memilih Memori Yang Sesuai

Jika anda menggunakan Motherboard  jenis baru, biasanya slot memory yang digunakan adalah tipe DDR2. Dan jika anda menginginkan komputer anda bekerja secara cepat, maka memory yang digunakan haruslah besar. Minimal memory yang digunakan pada komputer desktop sekarang yaitu 1GB. Dikarenakan harga untuk memory sekarang sudah turun, dan banyak sekali variannya. Baik dari segi merk, maupun kapasitas memory yang disediakan. Besar sebuah memory antara lain:

  1. 2 GB(giga byte).
  2. 1 GB.
  3. 512 MB.
  4. 256 MB.
  5. 128 MB.

 

Semakin kecil ukuran sebuah memori, maka semakin murah harganya. Dan semakin besar ukuran memori, maka semakin mahal juga harganya.

 

 

4.5     Memilih Motherboard

Pemilihan jenis Motherboard adalah proses yang berkaitan dengan proses lainya, yaitu pemilihan prosesor. Karena prosesor memiliki  slot atau soket sendiri yang tidak kompatibel dengan slot atau soket prosesor lainya.

 

Pemilihan VGA card juga mempengaruhi pemilihan Motherboard, misalnya bagi mereka yang ingin menggunakan VGA card PCI-Express tentu harus membeli Motherboard yang memiliki dukungan terhadap PCI-Express.

 

Pemilihan Motherboard juga perlu pertimbangan jenos RAM yang akan digunakan karena sebuah Motherboard pada umumnya hanya mengakomodasi tipe RAM tertentu saja. Sebuah Motherboard misalnya mengakomodasi SDRAM saja atau DDR, atau mungkin juga kedua-duanya. Pada umumnya slot memory DDR berwarna biru, dan SDRAM berwarna hitam atau coklat.

 

Faktor bentuk dari Casing juga harus dipertimbangkan , apakah ingin ATX tower, micro ATX, atau baby ATX. Tiap-tiap bentuk tersebut menggunakan jenis Motherboard yang ukurannya cocok dengannya.

 

Bagi mereka yang ingin menggunakan komputer untuk jaringan, bisa juga dijadikan bahan pertimbangan untuk memilih Motherboard yan sudah memiliki Ethernet card yang embedded agar lebih menghemat biaya. Selain itu ada lagi faktor penghematan dan kepraktisan. Beberapa Motherboard modern memiliki fasilitas on-board yang memaketkan sound card, USB slot, network adapter langsung ke dalam Motherboard. Tipe Motherboard seperti ini adalah yang paling memberikan penghematan bagi anda.

 

 

4.6     Memeriksa Kelengkapan Motherboard

Setelah kita membeli sebuah Motherboard, kita harus lah memeriksa kelengkapan isinya. Biasanya Motherboard dilengkapi dengan CD installation, buku panduan, kabel IDE dan sebuah interface.

 

4.6.1      Paket Dalam Motherboard

Dalam sebuah paket pembelian Motherboard biasanya terdapat beberapa item didalamnya, yaitu:

 

  1. Motherboard  itu sendiri.

 

  1. CD Instalasi

 

 

CD instalasi ini berguna untuk mengaktifkan Motherboard anda. Jika CD ini tidak di instal maka Motherboard anda tidak bekerja secara optimal. CD ini biasanya berisi driver-driver untuk komponen yang ada pada Motherboard tersebut, seperti driver untuk USB, driver untuk sound card on-board yang ada di Motherboard, driver chipset yang ada pada Motherboard tersebut dan driver lainya yang komponennya ada dalam Motherboard.

 

  1. Buku Panduan atau Manual

Buku panduan ini berguna dalam pemasangan Motherboard. Buku manual ini berisi hal-hal penting yang yang harus anda perhatikan untuk mengoperasionalkan komponen-komponen yang terpasang dalam Motherboard, selain itu juga untuk menghindarkan diri dari kerusakan.Buku manual mencantumkan cara konfigurasi komponen saat instalasi atau hendak mengubah pengaturan.

 

 

  1. Kabel IDE dan Kabel Floppy Disk

 

Kabel IDE adalah kabel yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah harddisk ataupun optical drive ke Motherboard. Dan kabel floppy disk yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah floppy disk ke Motherboard.

 

  1. Sebuah lempengan interface untuk pemasangan di Casing

Lempengan interface ini dipasang pada bagian belakang Casing, agar bagian belakang Casing tertutup rapat.

 

 

  1. Baut

Baut ini digunakan ketika kita memasang Motherboard pada Casing.

 

 

 

 

 

4.6.2      Mengidentifikasi Motherboard Berdasarkan Buku Manual

Sebuah buku manual Motherboard biasanya berisi tentang cara-cara pemasangan Motherboard, layout atau tampilan atau gambar Motherboard beserta keterangan tentang Motherboard tersebut.

 

Gambar Layout Motherboard pada buku manual

 

Dalam buku manual juga dijelaskan tentang spesifikasi apa saja yang terdapat pada sebuah Motherboard. Seperti:

  1. Spesifikasi CPU,

Menjelaskan CPU apa saja yang bisa digunakan pada Motherboard tersebut, dan menjelaskan kemampuan menampung kecepatan prosesor sampai berapa.

 

  1. Chipset yang ada di Motherboard,

Disini menjelaskan chipset apa saja yang terdapat pada sebuah mother board tersebut.

 

  1. Penggunaan memori,

Disini menjelaskan jenis memory apa saja yang bisa digunakan pada sebuah Motherboard, juga daya tampung memory sampai batas berapa.

 

  1. Slot yang terdapat di Motherboard,

Disini menjelaskan slot yang tersedia pada sebuah Motherboard apa saja, sperti slot untuk VGA, apakah menggunakan AGP(accelerated graphic port) atau menggunakan PCI-e. Biasanya Motherboard jenis baru sudah menggunakan slot VGA yang PCI-e. Selain slot untuk VGA, ada juga slot PCI biasa, untuk memasang card-card lainya.

 

  1. Onboard IDE,

Menjelaskan berapa banyak perangkat IDE yang dapat disambungkan ke Motherboard tersebut.

 

  1. Onboard peripherals,

Menjelaskan perangkat-perangkat yang sudah tersedia pada sebuah Motherboard tersebut.

 

  1.  Audio,

Menjelasakan perangkat audio apa yang terdapat pada sebuah Motherboard. Tetapi ada juga beberapa Motherboard yang tidak menyediakan perangkat audio, dan ini membutuhkan card audio khusus yang dipasangkan pada slot PCI.

 

  1. LAN,

Menjelaskan jenis perangkat LAN yang terdapat pada sebuah Motherboard tersebut.

 

  1. BIOS,

Menjelasakan tentang BIOS yang digunakan pada Motherboard tersebut.

 

  1. Dimensi Motherboard

Menjelaskan ukuran Motherboard tersebut, apakah dia menggunakan Casing micro ATX atau yang lainya.

 

  1. Dan skrup yang di gunakan.

Menjelaskan berapa byanyak skrup yang digunakan dalam memasang Motherboard.

 

Instruksi-instruksi tentang pemasangan prosesor, CPU fan, RAM dan lainya juga disertakan dalam sebuah buku manual ini. Dan juga tentang pemakaian RAM yang sesuai dengan Motherboard juga biasanya disertakan di dalam buku manual, serta daftar tipe-tipe RAM yang sesuai juga di jelaskan disini. Sesudah anda memeriksa buku manual tersebut, maka periksakan juga pada Motherboard  anda, apakah sudah sesuai dengan buku manual tersebut atau tidak.

 

 

4.6.3      Mengecek Label Garansi Pada Motherboard

Pada sebuah Motherboard, pastikan anda memeriksa label garansi yang ada pada Motherboard tersebut, apakah terpasang atau tidak. Jika tidak terpasang, maka jika kita mengalami kerusakan pada Motherboard kita tidak bisa melakukan complain. Maka dari itu, ada baiknya jika kita membeli sebuah Motherboard kita herus memriksa label garansi terlebih dahulu. Biasanya letak label garasni pada sebuah Motherboard, terpasang di bagian belakang Motherboard. Seperti terlihat pada gambar berikut ini.

 

Label garansi pada sebuah Motherboard

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

 

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memilih Motherboard
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.006.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memilih Motherboard

TIK.CS02.006.01

   

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Website

  • http://technet2.microsoft.com
  • http://www.microsoft.com
  • http://www.geeks.netindonesia.net
  • http://en.wikipedia.org

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: