Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Advertisement

 

 

 

 

 

MEMILIH MONITOR

TIK.CS02.004.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I  PENGANTAR   3

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4     Pengertian Istilah-Istilah. 5

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI   7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1   Kode dan Judul Unit 8

2.3.2   Deskripsi Unit 8

2.3.3   Elemen Kompetensi 8

2.3.4   Batasan Variabel 9

2.3.5   Panduan Penilaian. 9

2.3.6   Kompetensi Kunci 11

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN   12

3.1     Strategi Pelatihan. 12

3.2     Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI 14

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3     Sekilas Mengenai Monitor dan Sejarahnya. 15

4.3.1   Pembagian Monitor Berdasarkan Jenis 16

4.3.2   Pembagian Monitor Berdasarkan Teknologi 18

4.3.3   Pembagian Monitor Berdasarkan Adapter  Video. 21

4.3.4   Resolusi dan Dot Pitch. 22

4.3.5   VerticalScan Rate(Refresh Rate) & Horizontal Scan Rate. 22

4.3.6   Teknologi Chip Monitor 23

4.3.7   Teknologi RAM Monitor 24

4.3.8   Teknologi Bus 25

4.4     Mempersiapkan Hal-Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Pemilihan Monitor 26

4.4.1   Menentukan Besarnya Tempat Untuk Monitor 26

4.4.2   Menentukan Penempatan Posisi Untuk Monitor 27

4.4.3   Menentukan Spesifikasi Monitor 28

4.4.4   Menentukan Macam-Macam Tegangan Pada Monitor 29

4.5     Sekilas Cara Memilih Monitor 29

4.6     Memeriksa Kelengkapan Monitor 30

4.6.1   Pengetesan Monitor 30

4.6.2   Penyimpanan Monitor 30

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI   31

5.1     Sumber Daya Manusia. 31

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 32

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 32

 

DAFTAR PUSTAKA. 33

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1      Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2      Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3      Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian Istilah-Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. a.    TIK.CS02.004.01 Memilih Monitor
  2. b.    TIK.CS03.013.01 Memperbaiki Monitor

 

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan memilih monitor yang terdiri dari persiapan dalam memilih monitor, memilih monitor dan memeriksa kelengkapan monitor. Unit kompetensi ini diperlukan untuk menghindari kesalahan terhadap pemilihan monitor yang tidek sesuai dengan kebutuhan.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan tingkat kompetensi Anda sesuai dengan tingkat yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.

 

  1. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1      Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.004.01

Judul Unit     : Memilih Monitor

 

 

2.3.2      Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan memilih monitor yang terdiri dari persiapan dalam memilih monitor, memilih monitor dan memeriksa kelengkapan monitor. Unit kompetensi ini diperlukan untuk menghindari kesalahan terhadap pemilihan monitor yang tidek sesuai dengan kebutuhan.

 

 

2.3.3      Elemen Kompetensi

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kriteria unjuk kerja (KUK) untuk masing-masing elemen :

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan hal – hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan monitor 1.1  Besarnya tempat untuk monitor sudah ditentukan.

1.2  Penempatan posisi dari monitor sudah ditentukan.

1.3  Spesifikasi monitor (Resolusi, type sinkronisasi, ukuran tabung, jenis tabung, dll) sudah ditentukan.

1.4  Aplikasi dari monitor (untuk desain grafis, teks, program, dll) sudah ditentukan.

1.5  Besarnya daya atau range tegangan yang dibutuhkan sudah diketahui

02     Memilih Monitor 2.1  Buku manual monitor sudah dibaca dan dipelajari.

2.2  Monitor sesuai dengan spesifikasi dan aplikasi yang telah ditentukan sudah dipilih.

2.3  Besar ukuran monitor sudah dipilih.

03     Memeriksa kelengkapan monitor 3.1   Kelengkapan perangkat monitor sudah diperiksa dan tidak ada kekurangan atau kerusakan.

3.2  Monitor sudah dites dan tidak ada error.

3.3  Monitor sudah disimpan dalam tempat yang aman.

 

2.3.4      Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1       Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2       Perangkat peripheral computer.

2.3       Jumlah atau besar system.

2.4       Beban kerja tiap perangkat.

2.5       OS yang digunakan.

2.6       Tools yang digunakan.

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1     Waktu pelaksanaan

3.2     Peralatan

3.3     Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan

3.4     Penyedian barang yang dapat dikonsumsi.

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1     Kesulitan teknis

4.2     Pertimbangan hubungan industri.

4.3     Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4     Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer.

5.2     Teknisi Perawatan Komputer.

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer.

 

 

2.3.5      Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2        Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3        Pengamatan

1.1.4        Managemen proyek

 

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1   Pengetahuan menyeluruh sektor industri

1.2.2    Pemahaman dokumen secara akurat

1.2.3    Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat.

 

  1. 2.     Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lesan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

 

  1. 3.     Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih. Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan;

3.2   Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender

 

 

  1. 4.     Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

4.1.1    TIK.CS03.013.01   Memperbaiki Monitor

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6      Kompetensi Kunci

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

 

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2     Metode Pelatihan

 

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

 

  • Siswa mampu mempersiapkan hal – hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan monitor
  • Siswa dapat memilih monitor
  • Siswa dapat memeriksa kelengkapan monitor

 

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

 

  • Siswa dapat menentukan Besarnya tempat untuk monitor.
  • Siswa dapat menentukan Penempatan posisi dari monitor.
  • Siswa dapat menentukan Spesifikasi monitor (Resolusi, type sinkronisasi, ukuran tabung, jenis tabung, dll).
  • Siswa dapat menentukan aplikasi dari monitor(untuk desain grafis, teks, program dll).
  • Siswa dapat mengetahui besarnya daya atau range tegangan yang dibutuhkan.

 

 

4.3    Sekilas Mengenai Monitor dan Sejarahnya

 

Monitor komputer adalah sebuah piranti output yang menampilkan gambar atau image, baik diam atau bergerak yang dijalankan oleh komputer dan diproses oleh kartu grafis.

 

Tampilan komputer peribadi yang terawal merupakan Monitor monokrom yang digunakan untuk pemproses kata dan sistem komputer berdasarkan teks pada dekade 1970-an. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan sistem tampilan Penyesuai Grafik Warna (CGA). Sistem tampilan ini berupaya memberikan empat warna, dan mempunyai resolusi maksimum 320 piksels datar dan 200 piksel tegak. Walaupun CGA mencukupi untuk kegunaan permainan komputer yang mudah seperti permainan solitaire dan permainan dam, ia tidak mencukupi untuk pemprosesan kata, penerbitan atas meja ataupun penggunaan grafik yang canggih.

 

Pada tahun 1984, IBM memperkenalkan sistem tampilan Penyesuai Grafik Bertingkat (EGA) yang dapat memberikan sehingga 16 warna yang berlainan dan resolusi sehingga 640 x 350. Ini memperbaiki penamilpannya dibanding tampilan yang lebih awal, dan memungkinan pembacaan teks dengan mudah. Bagaimanapun, EGA tidak memberikan ukuran imej yang mencukupi untuk kegunaan-kegunaan tahap tinggi seperti mengedit bentuk grafik. Model ini kini sudah usang, walaupun ia kadang masih boleh didapati di pemprosesan lama dan komputer peribadi.

 

Pada tahun 1987, IBM memperkenalkan sistem tampilan Tatasusunan Grafik Video (VGA). Kini, jenis ini telah menjadi standar minimum yang dapat diterima untuk komputer peribadi. Resolusi maksimum tergantung kepada bilangan warna yang dipaparkan. Pengguna boleh memilih antara enam belas warna pada 640 x 480, ataupun 256 warna pada 320 x 200.

 

Pada tahun 1990, IBM memperkenalkan sistem tampilan Tatasusunan Grafik Terluas (XGA) sebagai waris untuk tampilan 8514/A. Versi yang berikut, iaitu XGS-2, memberikan resolusi 800 x 600 piksel dalam warna yang benar (16 juta warna) dan resolusi 1024 x 768 dalam 65,536 warna. Kedua-dua tahap resolusi imej ini mungkin merupakan jenis yang terpopular di kalangan individu dan perusahaan kecil pada hari ini.

 

Persatuan Pengusaha Elektronik Video (VESA) telah mengasaskan antara muka pengaturcaraan piawai untuk tampilan Tatasusunan Grafik Video Super (SVGA) yang digelarkan Sambungan BIOS VESA (“VESA BIOS Extension“). Lazimnya, tampilan SVGA dapat mendukung palet sehingga 16 juta warna, tergantung kepada jumlah memory  video yang tersedia dalam sebuah komputer. Spesifikasi resolusi imej berbeda-beda. Pada umumnya, lebih besar skrin Monitor SVGA, lebih banyak piksel dapat ditampilkan secara datar dan tegak.

 

Baru-baru ini, spefikasi-spefikasi baru telah muncul. Ini termasuk Tatasusunan Grafik Terluas Super (SXGA) dan Tatasusunan Grafik Terluas Ultra (UXGA). Spesifikasi SXGA biasa digunakan untuk merujuk kepada skrin-skrin yang mempunyai resolusi 1280 x 1024; UXGA merujuk kepada resolusi 1600 x 1200. Pada hari ini, spesifikasi yang lama (VGA and SVGA) sering digunakan untuk rujukan kepada keupayaan resolusi tipikal.

 

 

4.3.1      Pembagian Monitor Berdasarkan Jenis

Pada dasarnya monitor terbagi 3 kelompok yaitu:

  1. Monitor digital

Monitor digital adalah monitor yang menggunakan sinyal digital dalam pengiriman data dari video card ke monitor. Sinyal digital ini adalah sinyal yang diwakili oleh data 0 dan 1. Yang termasuk monitor jenis ini adalah monitor Monochrome Display Adapter (MDA), Color Graphic  Adapter (CGA) dan Enhanced Graphic Adapter (EGA). Monitor monochrome mendukung hanya modus 7 (teks 80×25). Ukuran characternya 9×14, jumlah scan line 350 baris dan nomor portnya 3B0 Hex sampai 3BB Hex.

 

 

Monitor CGA diperkenalkan tahun 1981 (IBM PC) mendukung modus grafik 4 warna dan modus teks 16 warna. Jumlah scan line 200 baris, ukuran character-nya 8×8, dan nomor portnya 3D0 hex sampai 3DF Hex. Modus layar yang didukung CGA sebagai berikut:

 

 

Monitor EGA memiliki resolusi maksimum 640×480 dengan 2 warna. Memiliki nomor port 3C0 Hex sampai 3CF Hex dan jumlah scan line 350 baris sehingga dapat menampilkan character dalam ukuran 8×14. Modus yang didukung EGA sebagai berikut:

 

 

 

  1. Monitor analog

Monitor analog adalah monitor yang menggunakan sinyal analog dalam pengiriman datanya. Sinyal analog adalah sinyal yang dapat berisi sembarang nilai antara nilai maksimum dan minimum. Contoh monitor analog adalah Video graphic Array Adapter (VGA) yang dikenalkan pada IBM PS/2. Nomor portnya sama dengan EGA, scan line 400 baris sehingga dapat membentuk ukuran character 9×16. Resolusi maksimum adalah 640×480 dengan 16 warna. Modus yang didukung VGA sebagai berikut:

 

 

  1. Monitor multiscanning

 

Monitor Multiscanning adalah monitor yang dapat menerima dua bentuk sinyal, digital ataupun analog. Monitor ini menggabungkan kemampuan yang dimiliki monitor analog dan monitor digital, sehingga dapat dipasangkan dengan video card yang bermacam-macam. Mendukung modus Super VGA, modus yang lebih tinggi dari modus yang dimiliki VGA.

 

 

4.3.2      Pembagian Monitor Berdasarkan Teknologi

Berdasarkan teknologinya, monitor dapat dibagi atas:

  1. Monitor Super VGA

Monitor Super VGA lebih baik dari VGA, memiliki Dot Pitch lebih kecil dari VGA dan mendukung resolusi yang lebih tinggi. Tidak ada standar untuk monitor Super VGA sehingga tidak jarang dijumpai 2 monitor Super VGA yang tidak sama resolusinya. Beberapa modus yang umum sebagai berikut:

 

 

 

 

Tidak standarnya monitor Super VGA diikuti oleh tidak standarnya video card yang mendukung Super VGA, seperti : TSeng ET-4000, Trident, Oak Technology dan lain-lain. Masing-masing card mempunyai nomor modus tersendiri dan tidak seragam seperti halnya modus monochrome hingga VGA. Untuk mengatasi hal ini maka dibuatlah standar VESA (Video Electronic Standards Association).

 

  1. Monitor Low-Radiation

Tidak semua elektron yang ditembakkan tabung monitor dapat diserap oleh lapisan phospor yang terdapat pada monitor tersebut. Sebagian ada yang berhasil lolos keluar dari monitor. Elektron yang keluar tersebut membangkitkan medan magnet disekitar bagian depan monitor. Hal ini berbahaya bagi kesehatan mata.

 

Disamping umumnya jarak monitor dengan mata kurang dari 1 meter. Untuk mencegah hal ini, dibuat monitor dengan daya magnetisasi yang kecil. Beberapa contoh monitor Low Radiation adalah SPC CM-1200V, SamSung Syncmaster 3, Philips 4CM2799.

 

 

  1. Green Monitor

Green monitor adalah monitor yang memiliki sifat-sifat hemat energi pemakaian listrik dan memakai bahan-bahan yang dapat didaur ulang. Monitor demikian dirancang dengan memakai komponen hemat listrik dan memiliki kemampuan untuk auto-off, yang dapat mati sendiri jika setelah beberapa saat tidak digunakan. Bahan-bahan yang digunakan membuat monitornya menggunakan bahan yang dapat didaur ulang, terutama bahan dari plastik.

 

 

  1. Monitor Multifungsi

Monitor multi fungsi adalah monitor yang dapat digunakan untuk tujuan lain, selain untuk menampilkan output dari komputer, misalnya monitor yang dapat berfungsi juga sebagai televisi, penayangan video dan lain-lain. Dewasa ini monitor demikian banyak digunakan untuk multimedia dimana sebuah komputer dapat dihubungkan dengan berbagai macam peralatan lain seperti pengolah data, teks, grafik, animasi, audio dan video, CD player, sound card, laser disc dan lain-lain.

 

 

 

 

4.3.3      Pembagian Monitor Berdasarkan Adapter  Video

Perkembangan adapter video mulai dari yang pertama monitor monochrome dan berlanjut dengan diciptakan adapter video untuk monitor XVGD(Extended Video Graphics Display) hingga kini mengalami beberapa tahapan sebagai berikut:

 

1.   Monochrome Display Adapter (MDA)

MDA merupakan suatu adapter video untuk jenis 1 warna (biasanya hijau) dan hanya mempunyai resolusi 80 kolom x 25 baris saja, dan hanya dapat mengolah data teks tidak dapat mengolah grafik. Di peta memori komputer PC, memori MDA terletak pada segmen B000 Hex, sebesar 4 KB.

 

2.   Color Graphics Adapter (CGA)

CGA dikembangkan sejak tahun 1981. CGA mendukung modus grafik dan dapat menampilkan warna, baik pada modus teks ataupun modus grafik. Resolusi tertinggi 640×200 baris. Di peta memori komputer PC, memori CGA terletak pada segmen B800 Hex, sebesar 16 KB.

 

3.   Hercules Graphics Card (HGC)

HGC merupakan adapter video untuk jenis monitor monochrome. Adapter ini merupakan penyempurnaan MDA, karena dapat menampilkan grafik. HGC dirancang oleh Van Suwannukul dari Hercules Computer Technology. Resolusi tertinggi adalah 720×348 pixel. Di peta memori komputer PC, letak memori HGC sama dengan untuk MDA.

 

4.   Enhanced Graphic Adapter (EGA)

EGA merupakan pengembangan dari CGA dengan resolusi dan tata warna yang lebih baik. Awalnya card EGA IBM memiliki memori 64 KB, kemudian diperluas menjadi 128 KB dan terakhir menjadi 256 KB. Jadi ada 3 macam adapter card EGA. Resolusi tertinggi yang dapat ditampikan adalah 640×350 pixel. Di peta memori komputer PC, memori EGA terletak pada segmen A000 Hex.

 

5.   Professional Graphics Adapter (PGA)

Pada saat yang sama dikeluarkan EGA, IBM memperkenalkan PGA. PGA memiliki kemampuan untuk menampilkan grafik 3 dimensi. Adapter ini dapat menjalankan 60 bingkai animasi per detik. Resolusi maksimumnya adalah 640×480 pixel. PGA merupakan adapter khusus untuk aplikasi CAD/CAM. Selanjutnya PGA tidak diproduksi karena harganya mahal dan tergolong lambat.

 

6.   Multi Color Graphics Array (MCGA)

MCGA merupakan adapter video untuk komputer PS/2 model 25 dan 30. Pada resolusi 320×200 pixel, warna yang dapat ditampilkan adalah 256 warna dari 262.144 palet warna yang tersedia.

 

7.   Video Graphics Array (VGA)

VGA dikenalkan tahun 1987, dan sekarang menjadi standar monitor. Awalnya VGA dibuat untuk komputer PS/2, tetapi dalam perkembangan selanjutnya dapat digunakan pada komputer PC/XT dan PC/AT. Resolusi maksimumnya adalah 720×400 pixel dalam 2 warna sedangkan pada resolusi 640×480 pixel dapat ditampilkan 256 warna.

 

8.   8514 Display Adapter

Adapter ini dibuat untuk PS/2 dan mempunyai resolusi yang lebih tinggi dari VGA, dapat menampilkan 256 warna pada resolusi maksimum 1024×768  pixel pada modus grafik, sedangkan pada modus teks dapat ditampilkan 146 kolom x 51 baris.

 

9.   Super video Graphics Array (SVGA)

SVGA pada dasarnya sama dengan 8514, tetapi SVGA biasa disebut pada adapter non IBM. SVGA dapat digunakan pada PC/XT/AT, bukan untuk PS/2. Resolusi maksimum SVGA yang umum adalah 1024×768 pixel dengan 256 warna.

 

10.     Extended Graphics Adapter (XGA)

XGA merupakan adapter keluaran terakhir yang memiliki resolusi yang paling tinggi (lebih dari 1024×768 pixel).

 

 

4.3.4      Resolusi dan Dot Pitch

Resolusi adalah ukuran yang menyatakan jumlah pixel yang dapat ditampilkan di layar. Semakin tinggi resolusi suatu monitor akan semakin halus pula gambar yang ditampilkannya.

 

Dot Pitch adalah jarak antara 2 kesatuan phospor merah-hijau-biru, atau jarak antara 1 titik pixel dengan titik pixel lainnya. Dot Pitch ditentukan dalam ukuran seperseratus milimeter.

 

 

4.3.5      VerticalScan Rate(Refresh Rate) & Horizontal Scan Rate

Refresh rate merupakan satuan berapa banyak sinaran/pancaran elektron kembali memulai dari posisi awalnya dari kiri atas monitor tiap detik. Standar refresh rate monitor VESA sebagai berikut:

 

 

 

Refresh rate mempunyai 2 macam jenis, yaitu Interlaced dan Non Interlaced. Pada sistem Interlaced, proses scanning akan dilakukan dalam 2 kali lewatan, baris ganjil dulu kemudian baris genap. Sedangkan pada sistem Non Interlaced, proses scanning dilakukan dalam sekali lewatan saja, baris ganjil, baris genap, baris ganjil dan seterusnya. Pada umumnya sistem Interlaced akan menghasilkan cukup banyak flicker dan biasanya diterapkan pada monitor yang lebih murah pada resolusi 1024×768.

 

Flicker adalah suatu proses yang terjadi dimana jika frekwensi penembakan elektron terlalu sedikit, maka ketika penembakan berikutnya tiba, bayangan sinar yang sebelumnya masih belum hilang secara sempurna sehingga diperoleh efek berkedip. Horizontal Scan Rate dihitung dengan cara mengalikan jumlah baris perlayar dengan besarnya refresh rate. Misal : sebuah monitor dengan resolusi 640×480 dengan refresh rate 60 Hz, maka diperlukan 28.800 scan per detik. Disamping itu ada waktu yang hilang saat antara scanning berhenti di suatu baris dan sinaran dihentikan untuk pindah ke baris berikutnya dan proses dimulai lagi dari awal, besarnya sekitar 10 %. sehingga secara keseluruhan Horizontal scan rate adalah 28.800 +(28.800*10%) = 31.700 scan per detik (31,7 KHz). Pada resolusi 800×600 dengan refresh rate 72 Hz, diperlukan monitor yang mampu memberikan Horizontal scan rate sebesar 47,5 KHz. Pada resolusi 1024×768 dengan refresh rate 72 Hz, Horizontal scan rate yang diperlukan 59 KHz.

 

 

4.3.6      Teknologi Chip Monitor

Pada saat ini, adapter video menggunakan 3 jenis chip yaitu: Frame Buffer, Fixed Function Accelarator dan Programmable Coprocessor.

 

  1. Frame Buffer

Frame buffer merupakan rancangan chip yang paling tua dan sederhana. Memerlukan bantuan CPU untuk menghitung data untuk tiap pixel di layar dan yang akan dikirim pada adapter videonya. Biasanya frame buffer digunakan untuk aplikasi-aplikasi DOS.

 

 

  1. Fixed Function Accelarator

Adapter video yang menggunakan teknologi ini lebih cepat dari pada frame buffer. Teknologi ini tidak melibatkan CPU dalam penanganan dan pengolahan video, sehingga waktu yang diperlukan untuk transfer data dari CPU ke adapter video menjadi lebih singkat. Biasanya digunakan bersama dengan program driver-nya. Chip accelerator cocok digunakan untuk aplikasi-aplikasi Windows.

 

  1. Programmable Coprocessor

Adapter video yang menggunakan teknologi ini adalah yang paling fleksibel karena chip yang digunakan dapat dikendalikan dan diprogram melalui program driver-nya, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan software tertentu. Cocok jika digunakan untuk program aplikasi grafik seperti CAD.

 

 

4.3.7      Teknologi RAM Monitor

Adapter video yang menggunakan DRAM lebih murah daripada yang mengunakan VRAM, karena DRAM menggunakan  sistem penyaluran data satu demi satu, yaitu data I/O port, baik dalam mengirim/menerima data dari CPU dan juga dalam menerima data dari adapter video. Karena hanya 1 port yang digunakan, kerja DRAM menjadi lambat.

 

VRAM bekerja secara simultan, menggunakan 2 saluran data sekaligus (2port) yaitu Random Access port dan Serial Read port. Masing-masing mempunyai tugas sendiri. Random access port bertugas menangani lintas data antara memori dan CPU, sedang serial read port bertugas menangani lintas data antara adapter video dengan monitor. Kinerja VRAM akan memberikan pengaruh besar apabila digunakan untuk beban video resolusi tinggi (640×480 pixel dengan 64 k warna atau 16 M warna dan pada 1024×768 pixel dengan 16 warna atau 256 warna).

 

 

 

 

4.3.8      Teknologi Bus

Pada saat ini terdapat beberapa jenis standar bus yaitu : ISA, EISA, Micro Channel dan VL-Bus (Local Bus). VL-Bus lebih cepat dari ISA atau EISA karena VL-Bus mengambil jalan pintas dalam proses pengolahan sinyal yang akan dikirimkan ke layar monitor, dengan jalan mengambil langsung dari memori (tidak melewati jalur bus yang biasa). Sehingga proses terjadinya tampilan di layar akan secepat proses yang terjadi di memori. VL-Bus, EISA dan Micro Channel beroperasi pada lebar data 32 Bit. Micro Channel dan EISA memiliki siklus clock 8-10 MHz sedangkan VL-Bus pada 40 MHz. Bus ISA memiliki lebar data 16 Bit dan beroperasi pada siklus clock 8,33 MHz.

 

Berdasarkan teknologi tersebut diatas, dapat diberikan contoh monitor yang menggunakan teknologi tersebut antara lain:

  1. Cirrus Logic GD5422 menggunakan teknologi frame buffer dan ISA bus.

 

 

  1. TSeng ET-4000/W32 menggunakan teknologi accelerator dan VL-Bus.
  2. Texas Instrument TI TMS34020 menggunakan teknologi programmable coprocessor.
  3. Weitek Corporation Weitek-Power-9000 menggunakan teknologi accelerator dan VL-Bus.
  4. Western Digital WD-90C31-LR.
  5. ATI Mach 32.

 

 

4.4     Mempersiapkan Hal-Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Pemilihan Monitor

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika memilih monitor. Kita harus sudah tahu besarnya tampat untuk menenpatkan monitor sebesar apa. Maka pilihlah meja yang sesuai dengan besar monitor tersebut. Setelah itu kita harus menentukan penempatan posisi untuk monitor, agar posisinya pas dan tidak melelahkan kita pada saat menggunakan monitor. Selanjutnya kita pilih spesifikasi monitor yang digunakan.

 

 

4.4.1      Menentukan Besarnya Tempat Untuk Monitor

Dalam menentukan besarnya tempat untuk monitor, kita harus menentukan jenis monitor apa yang kita gunakan. Jika kita menggunakan monitor tipe CRT atau tube sinar katoda, maka tempat yang digunakan cukup lebar, mengingat bentuk monitor tipe ini memiliki dimensi yang agak besar. Dan bentuknya tebal.

 

Sedangkan tipe LCD atau liquid crystal display, tempat atau mejanya tidak terlalu besar, karena bentuk monitor ini tipis dan langsing. Sehingga meja tidak perlu terlalu besar. Dibawah ini adalah contoh gambar jenis monitor CRT dan LCD :

 

                             Monitor CRT                              Monitor LCD

 

 

 

4.4.2      Menentukan Penempatan Posisi Untuk Monitor

          Dalam menentukan penempatan posisi untuk monitor, kita harus memperhatikan beberapa faktor, antara lain; letak pandangan mata kita terhadap monitor dan posisi tubuh kita terhadap monitor.

 

Untuk mengurangi keluhan pada mata, saran berikut ini akan sangat berrnanfaat bagi operator komputer dan juga para manajer dalam menata ruang kerja yang nyaman, yaitu:

 

Letakkan layar monitor sedemikian rupa sehingga tidak ada pantulan cahaya dari sumber cahaya lain seperti lampu ruang kerja dan jendela yang dapat menyebabkan kesilauan pada mata.

 

Agar mata dapat membaca dengan nyaman, letakkan layar komputer lebih rendah dari garis horizontal mata dengan membentuk sudut hurang lebih 30 derjat. Keadaan ini dapat dicapai bila pusat layar monitor terlettak sekitar 25 cm dari garis horizontal mata sehingga mata akan mengarah ke bawah (ke layar monitor). Jarak layar monitor dengan mata sekitar 40 cm. Posisi demikian akan sangat mengurangi kelelahan pada mata.

 

Ukuran meja dan kursi komputer ideal

Buatlah cahaya latar layar komputer dengan warna yang dingin, misalnya putih keabu-abuan dengan warna huruf yang kontras. Hindari penggunaan font huruf yang terlalu kecil (kecuali terpaksa). Font huruf yang termasuk norrnal adalah font 12, lebih kecil dari ini mengakibatkan mata akan cepat lelah membacanya. Resolusi layar monitor sudah barang tentu sangat berpengaruh terhadap ketajaman huruf maupun gambar. Layar monitor SVGA akan jauh lebih baik dari pada layar monitor VGA apalagi dengan yang monokrom.

 

 

 

 

Agar mata tidak kering, sering-seringlah berkedip dan sesekali pindahkan arah pandangan mata ke luar ruangan. Bila perlu usaplah kelopak mata secara lembut (memijit ringan bola mata).

 

 

4.4.3      Menentukan Spesifikasi Monitor

Jika kita ingin komputer anda digunakan untuk menjalankan tugas-tugas yang berhubungan dengan grafik, maka kita harus memilih monitor yang beresolusi tinggi dan memiliki kualitas pewarnaan yang baik. Monitor LCD adalah pilihan yang tepat.

 

Sedangkan jika kita menggunakan monitor hanya untuk pekerjaan untuk mengolah data dan teks saja, maka tidak usah menggunakan monitor dengan resolusi yang tinggi, tetapi cukup dengan monitor CRT biasa saja.

 

Monitor LCD  itu lebih ringan, menghemat ruang, bentuk yang elegan serta lebih menghemat listrik tetapi harganya agak mahal. Barangkali kerana teknologinya masih baru. Terdapat beberapa jenis monitor LCD seperti STN, DSTN dan TFT. TFT adalah jenis yang popular bagi monitor LCD.

 

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah jenis penghubung monitor anda. Anda harus melihat display card anda sebelum membeli monitor. Terdapat beberapa jenis penghubung monitor seperti BNC, DVI dan D-sub.

 

Penyambung BNC biasanya tidak digunakan pada komputer peribadi kerana agak kompleks dan mahal sedangkan DVI biasanya digunakan pada monitor LCD kerana menggunakan teknologi digital. Lalu D-sub banyak digunakan pada monitor CRT.

 

Berikut adalah gambar macam-macam konektor :

           kabel d-sub                                        kabel DVI

 

 

Namun, ada juga monitor LCD yang menggunakan port D-sub. Biasanya monitor LCD yang kurang bagus. Juga terdapat monitor CRT yang menggunakan DVI untuk meningkatkan kualitasnya.

 

 

4.4.4      Menentukan Macam-Macam Tegangan Pada Monitor

Dengan menggunakan clamp amperemeter, kita bisa mengetahui bahwa monitor CRT rata-rata memakai arus listrik sebanyak 0,52A, sedangkan monitor LCD hanya 0,16A.

 

Dengan tegangan 220V, maka monitor CRT mengkonsumsi daya sebesar 0,52A * 220V = 114W. Sedangkan monitor LCD  mengkonsumsi 0.16A * 220V = 35W.

 

Anggap kedua monitor tersebut dinyalakan 8 jam/hari dalam 20 hari/bulan. Maka monitor CRT mengkonsumsi energi sebesar 114W * 8 * 20 jam = 18,24 kWh. Sedangkan monitor LCD mengkonsumsi energi sebesar 35W * 8 * 20 jam = 5,6 kWh.

 

Dengan harga penggunaan energi listrik menurut TDL perumahan kategori 2 sebesar Rp 560/kWh, maka monitor CRT membutuhkan biaya Rp 18,24 * 560 = Rp 10.214/bulan dan monitor LCD membutuhkan biaya Rp 5,6 * 560 = Rp 3.136. Artinya, mengganti monitor dari CRT ke LCD milik saya hanya menghemat biaya Rp 10.214 – Rp 3.136 = Rp 7.078/bulan.

 

Kesimpulannya? Monitor LCD memang jauh lebih irit, tetapi bagi pengguna rumahan, penghematan energi monitor LCD dibandingkan monitor CRT tidak terasa terlalu signifikan. Kecuali mungkin jika utilisasi listrik anda mendekati batas yang diizinkan, menggunakan monitor LCD bisa menghindari keharusan untuk melakukan upgrade layanan listrik ke tingkat yang lebih mahal. Berbeda dengan pengguna perusahaan yang menggunakan monitor dalam jumlah banyak, mengganti monitor CRT ke LCD mungkin bisa menjadi penghematan yang cukup signifikan.

 

 

 

4.5     Sekilas Cara Memilih Monitor

Sesudah kita memilih sebuah monitor, hendaknya kita membaca buku panduan tentang monitor tersebut dan mengerti isinya. Baca buku panduannya tentang bagaimana cara menyambungkan monitor ke CPU, lalu cara mengkonfigurasi monitor tersebut agar sesuai dengan pandangan anda. Monitor yang dipilh haruslah sesuai dengan spesifikasi yang kita gunakan dan aplikasi yang akan kita gunakan. Seperti jika kita ingin menggunakan monitor hanya unutk mengolah teks saja, tentu tidak perlu monitor dengan resolusi besar.

 

 

Sedangkan untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan grafik, maka monitor yang dipilh adalah monitor yang memiliki resolusi yang tinggi serta pewarnaan yang bagus.

 

 

4.6     Memeriksa Kelengkapan Monitor

Setelah membeli sebuah monitor, kita harus memeriksa kelengkapan isinya. Diantaranya antara lain:

  1. Sebuah monitor.
  2. Buku panduan pemasangan.
  3. Sebuah kabel power.
  4. Sebuah kabel penghubung monitor dengan CPU.

Jika barang yang disebutkan ada semua, berarti semua lengkap. Dan monitor bisa kita tes.

4.6.1      Pengetesan Monitor

Selanjutnya kita haruslah mengetes monitor yang sudah kita beli tersebut. Tes yang kita lakukan adalah tes fisik, yaitu memeriksa kondisi monitor tersebut apakah bisa menyala atau tidak. Jika sudah, maka sambungkan monitor tersebut ke PC anda, jika monitor tersebut tersambung dan bisa menampilkan proses komputer, maka monitor siap digunakan untuk bekerja.

 

 

4.6.2      Penyimpanan Monitor

Ada baiknya jika kita menyimpan monitor ditempat yang jauh dari air, karena monitor adalah barang elektrik, dimana barang tersebut sangat mudah rusak jika terkena air. Dan pastikan diatas monitor tidak ditaruh sesuatu barang apapun, karena bisa menimbulkan kerusakan pada monitor. Selain itu jauhkanlah monitor dari benda-benda yang mempunyai medan magnet, karena magnet dapat membuat layar pada monitor menjadi buram dan lama-kelamaan dapat menjadi rusak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

 

 

 

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memilih Monitor
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.004.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memilih Monitor

TIK.CS02.004.01

- Monitor disesuaikan dengan PC

- Kabel monitor

- CD installer untuk monitor

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Website

  • http://www.infokomputer.com/
  • http://www.bhinneka.com/

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: