Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Advertisement

 

 

 

 

 

MEMILIH CASING DAN

POWER SUPPLY

TIK.CS02.003.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI                                                                                                    2

BAB I  4

PENGANTAR   4

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2 Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4 Pengertian Istilah-istilah  6

 

BAB II  8

STANDAR KOMPETENSI  8

2.1 Peta Paket Pelatihan  8

2.2 Pengertian Unit Standar  8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 9

2.3.1 Kode dan Judul Unit  9

2.3.2 Deskripsi Unit  9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian  11

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

 

BAB III  13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN   13

3.1 Strategi Pelatihan  13

3.2 Metode Pelatihan  14

 

BAB IV   15

MATERI UNIT KOMPETENSI  15

4.3  Mempersiapkan Hal – Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Pemilihan Casing Dan Power Supply  16

4.3.1 Pertimbangan Pemilihan Casing  16

4.3.2 Pertimbangan Pemilihan Power Supply  17

4.4 Memilih Casing Dan Power Supply  20

4.4.1 Pemilihan Casing  20

4.4.2 Pemilihan Daya Power Supply  22

4.5 Memeriksa Kelengkapan Perangkat Casing Dan Power Supply  24

4.5.1 Kelengkapan Perangkat Casing  24

4.5.3 Kelengkapan Perangkat Power Supply  25

4.5.4 Pengetesan Power Supply  26

4.5.5 Penempatan Casing Dan Power Supply  27

 

BAB V   32

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK  

PENCAPAIAN KOMPETENSI  32

5.1 Sumber Daya Manusia  32

5.2 Literatur  33

5.3 Daftar Peralatan Dan Bahan Yang Digunakan  34

 

DAFTAR PUSTAKA   35

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1  Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / Mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan:

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan:

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain :

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta ketrampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil dsn memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit,

elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian/uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.002.01  Merancang Spesifikasi sesuai dengan Fungsi dan Kebutuhan Pengguna

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana memperbaiki sistem jaringan komputer untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada pelatihan mengenai instalasi dan konfigurasi sistem jaringan komputer sebelumnya.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan perakitan, pemeliharaan dan perbaikan komputer seperti IT Administrator, Teknisi Perakitan Komputer, Teknisi Perawatan Komputer, Teknisi Perbaikan Komputer dan IT Support.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.003.01

Judul Unit     : Memilih Casing dan Power Supply

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan memilih casing dan power supply yang terdiri dari persiapan hal – hal yang perlu dipertimbangkan, memilih casing dan power supply serta memeriksa kelengkapan casing dan power supply. Unit kompetensi ini diperlukan untuk menghindari kesalahan terhadap pemilihan casing dan power supply yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan hal – hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan casing dan power supply 1.1  Penempatan posisi dari komputer nantinya ditentukan.

 

1.2 Jumlah drive bays yang akan diperlukan dihitung dan ditentukan.

 

1.3 Banyaknya perangkat komputer yang digunakan ditentukan.

 

1.4  Besarnya daya yang dibutuhkan diketahui dan dihitung.

02     Memilih casing dan power supply 2.1  Casing dan power supply sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dipilih.

 

2.2 Warna dan model casing sesuai dengan spesifikasi dan keinginan pemakai dipilih.

 

2.3   Power supply yang mempunyai daya sama atau lebih besar dari daya yang dibutuhkan dipilih.

 

2.4 Buku manual casing dan power supply dibaca dan dipelajari.

 

03     Memeriksa kelengkapan perangkat casing dan power supply 3.1 Kelengkapan perangkat casing dan power supply diperiksa dan tidak ada kekurangan atau kerusakan.

 

3.2  Power supply dites dan diidentifikasi tidak ada kerusakan atau error.

 

3.3 Casing dan power supply disimpan dalam tempat yang aman.

 

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel unit kompetensi ini adalah sebagai berikut:

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

 

  1. Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1 Jenis komputer dan spesifikasi komputer

2.2 Perangkat peripheral komputer

2.3 SOP jumlah atau besar sistem

2.4 Beban kerja tiap perangkat

2.5 OS yang digunakan

2.6 Tools yang digunakan

 

3.  Rincian biaya meliputi :

3.1 Waktu pelaksanaan

3.2 Peralatan

3.3 Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan

3.4 Penyediaan barang yang dapat dikonsumsi

 

4.  Kemungkinan – kemungkinan itu meliputi:

4.1 Kesulitan teknis

4.2 Pertimbangan hubungan industri

4.3 Sakit/kecelakaan/kejadian – kejadian

4.4 Hal – hal lain yang terkait dengan sektor

 

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1 Teknisi Perakitan Komputer

 

2.3.5 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, diperlukan bukti pengetahuan dibidang berikut  ini :

1.1     Pengetahuan dasar yang dibutuhkan :

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi, laporan tertulis.

1.1.2    Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3    Pengamatan.

1.1.4    Manajemen proyek.

 

1.2  Keterampilan dasar

1.2.1 Pengetahuan menyeluruh sektor industri.

1.2.2 Pemahaman dokumen secara akurat.

1.2.3 Format penyajian proposal/ tender efektif yang tepat.

 

  1. 2.   Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup :

2.1     Demonstrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali  untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lisan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

  1. 3.   Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih. Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1  Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.2   Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.1.1  Pengoperasian Komputer.

3.1.2  Pengoperasian Sistem Operasi sesuai dengan Instruction Manual.

3.1.3 On-site training sesuai dengan software yang akan diinstalasi.

 

  1. 4.   Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1    Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dengan:

4.1.1  TIK.CS02.002.01   Merancang Spesifikasi sesuai dengan Fungsi dan Kebutuhan Pengguna.

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bisa terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

1

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1        Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu memilih casing yang sesuai dengan kebutuhan
  • Siswa mampu memilih power supply yang sesuai dengan kebutuhan

 

 

4.2        Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengidentifikasi dimana lokasi atau posisi komputer akan diletakkan
  • Siswa dapat menghitung dan menentukan jumlah drive bays yang akan diperlukan dalam perakitan komputer
  • Siswa dapat menentukan banyaknya perangkat komputer yang akan digunakan
  • Siswa dapat menghitung besarnya daya yang dibutuhkan dalam perakitan komputer
  • Siswa dapat memilih casing dan power supply sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan
  • Siswa mampu memeriksa kelengkapan perangkat casing dan power supply
  • Siswa dapat mengidentifikasi tidak ada kerusakan atau error pada power supply

 

4.3  Mempersiapkan Hal – Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Pemilihan Casing Dan Power Supply

4.3.1 Pertimbangan Pemilihan Casing

       Casing merupakan perkakas untuk meletakkan berbagai perkakas lainnya seperti motherboard, modem, VGA card dan sebagainya.

 

Umumnya casing terdiri dari dua jenis:

  1. Tower, terdiri dari full tower, mid tower (medium), midi tower dan mini tower.
  2. Desktop, terdiri dari desktop dan slimline.

 

Sebelum memilih casing,  ada baiknya kita tentukan apakah kedepannya kita memerlukan ruangan lebih untuk menempatkan berbagai peralatan tambahan atau tidak.

Gambar 1 Jenis – Jenis Casing

4.3.1.1 Jumlah Drive Bays

     Jumlah drive bays yang disediakan casing juga merupakan faktor utama yang harus diperhatikan ketika memilih casing.

Berikut tabelnya:

 

Jenis

Casing

Ukuran

Eksternal

Bays

Internal

Bays

Sistem

Pendingin

Power

Supply

(Watt)

Harga

Full Tower

Tinggi

2 + 4

atau lebih

2 hingga 5

atau lebih

Amat

Baik

250 hingga 375

atau lebih

Sangat

Mahal

Mid Tower

Sedang

2 + 3

2 hingga 4

Sangat

Baik

200 hingga 300

Mahal

Midi Tower

Sedang

hingga

kecil

2 + 2

atau

2 + 3

2 hingga 4

Sangat

Baik

170 hingga 300

Sedang

Mini Tower

Kecil

2 + 2

2 atau 3

Baik

170 hingga 250

Murah

Desktop

Kecil

2 + 2

1 atau 2

OK

150 hingga 230

Murah

Slimline

Kecil dan tipis

1 + 2

1 atau 2

Kurang

Baik

90 hingga 200

Sedang

 

 

4.3.2 Pertimbangan Pemilihan Power Supply

4.3.2.1 Daya Yang Dibutuhkan

       Power supply memliki tingkat VA yang berbeda-beda. Tingkat VA adalah jumlah maksimal Volt Amps yang dapat dihasilkan. Tingkat VA tidak sama dengan tingkat power drain (dalam Watt) pada suatu peralatan. (Mungkin saja benar jika aliran sirkuit daya ialah DC). Umumnya faktor daya (PF – Power Factor : Watts/VA) untuk beberapa komputer mungkin lebih rendah dari 0.6, yang berarti jika terjadi pengosongan daya sebanyak 100 Watts, maka dibutuhkan tingkat VA sebesar 167. Beberapa literatur menyatakan bahwa angka 0.7 lebih tepat, tetapi itu semua tergantung dari peralatan elektronik. Lebih lanjut, tidak ada jalan lain untuk menemukan angka PF yang tepat selain mengukurnya (Beberapa power supply dapat tetap menyediakan daya meski tingkat VA terlampaui, hal ini tidak berlaku pada saat daya masih tersedia. Beberapa lainnya, tidak dapat menyediakannya sama sekali, bahkan beberapa lainnya akan sangat membahayakan bila tetap dipaksakan).

Cara menentukan tingkat VA yang dibutuhkan oleh peralatan yakni :

  1. Pengukuran Langsung

Dapat dihasilkan dengan mengukur peralatan secara langsung. Jika memiliki dana yang cukup besar, dapat membeli suatu peralatan pengukur yang bernama “Kill A Watt”, suatu alat yang dapat memonitor penggunaan daya yang diproduksi oleh P3 International.

 

  1. Pembandingan

Dengan membandingkan peralatan milik orang lain yang mendekati. Dari situ, kita akan mendapatkan informasi tingkat maksimum VA mereka, dan kemudian dijadikan dasar untuk penentuan VA.

 

  1. Penggunaan Tabel

Banyak vendor yang dapat membantu untuk peralatan yang umum. Bila peralatan yang dimiliki memiliki pengaturan yang tidak umum ataupun jenis peralatan yang dimiliki cukup beragam, hal ini akan mempersulit penghitungan.

 

  1. Menggunakan Tingkat Peralatan

Kebanyakan peralatan komputer mencantumkan tingkat daya pada panel belakang yakni dekat dengan kabel power yang akan dipasangkan pada chassis. Angka tersebut biasanya benar, karena perusahaan pembuat tidak mau memasangkan informasi yang salah yang akan berdampak buruk pada kualitas produknya. Juga, biasanya angka ini umumnya menggambarkan total daya paling besar yang dibutuhkan, meski kenyataannya daya yang dibutuhkan akan lebih kecil dari yang tercantum.

 

Cara yang pertama untuk saat ini ialah yang terbaik, cara yang kedua dan ketiga dapat dipertimbangkan, cara yang keempat sangat riskan. Intinya ialah menyediakan power supply dengan tingkat VA yang setara atau lebih besar dari jumlah semua tingkat daya yang dibutuhkan sudah cukup.

 

Di satu sisi, jika menyediakan power supply berlebih, maka akan menjadi suatu pemborosan, meskipun peralatan elektronik menjadi lebih lama dapat digunakan jika terjadi pemutusan arus daya. Dan disisi lainnya, bila menyediakan power supply yang kurang, maka peralatan menjadi tidak terlindung.

 

4.3.1.2 Lama Penggantian Daya Yang Dibutuhkan

Selain hal diatas, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kebutuhan waktu atau lamanya penggantian daya yang diinginkan. Pada beberapa lokasi dimana cuaca sangat mendukung dan jaringan listrik memiliki kemampuan yang baik, kebutuhan lama penggantian daya biasanya dibutuhkan hanya kurang dari lima menit saja. Pada kasus seperti ini, maka tingkat VA yang dibutuhkan ialah yang mendekati tingkat peralatan anda tanpa dibutuhkan adanya baterai tambahan.

 

Jika lokasi anda, dalam penyambungan kembali aliran listrik yang terputus membutuhkan waktu yang cukup lama, antara setengah sampai satu jam, maka anda sebaiknya menyediakan power supply dengan tingkat VA yang lebih tinggi, dikarenakan jika melebihkan tingkat VA maka waktu penggantian daya akan semakin bertambah, atau dapat juga membeli baterai tambahan untuk power supply.

 

Tabel berikut di bawah menyajikan tingkat VA yang dbutuhkan dibandingkan terhadap lama penggantian daya dalam menit.

 

 

4.4 Memilih Casing Dan Power Supply

4.4.1 Pemilihan Casing

Casing komputer tidak melakukan pekerjaan komputansi secara langsung seperti bagian komputer lain lakukan, tetapi tetap sangatlah penting, dikarenakan casing melindungi semua komponen elektronik komputer di dalamnya dan juga sebagai ventilasi yang cukup untuk menghindari panas berlebih. Casing yang baik ialah casing yang cukup ramping sehingga bisa pas ditempatkan dimana saja sekaligus cukup luas sehingga memiliki tempat lebih untuk dapat menempatkan perangkat keras baru bila dibutuhkan. Beberapa casing hanya memiliki satu atau dua bays tambahan, hal ini tentunya tidak sesuai jika anda berencana menempatkan banyak drive pada computer anda. Selain bays, casing juga harus memiliki beberapa slot tambahan pada bagian belakang untuk menambah beberapa card. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, casing memiliki beberapa ukuran, yang masing-masing dibuat untuk menempatkan ukuran motherboard yang berbeda-beda. Kebanyakan komputer memiliki casing dan motherboard ukuran ATX.

 

Selain itu juga terdapat casing yang lebih kecil yakni casing mikro ATX dengan motherboard seukuran mikro ATX. Banyak casing moderen yang dibuat untuk dapat menampung baik ATX, mikro ATX, maupun model AT lama secara pas dan aman. Casing computer terkecil berbentuk datar sehingga monitor pun dapat ditempatkan diatasnya. Casing jenis lainnya, misalnya Mid-ATX dibuat dalam posisi berdiri, seperti gambar berikut:

    

 

Gambar casing diatas menunjukkan panel depan casing ukuran Mid-ATX memiliki dua drive 3.5 inchi dan empat drive 5.25 inchi. Kebanyakan panel depan memiliki tombol untuk menghidupkan dan mematikan komputer, dan juga memiliki tombol untuk melakukan reset yang digunakan untuk me-restart komputer ketika komputer hang. Kebanyakan panel depan pun memiliki lampu indikator power dan lampu aktivitas hard drive. Case untuk speaker biasanya terletak di belakang panel depan. Banyak komputer yang juga memiliki sistem speaker internal, yang hanya membuat satu atau dua nada saja. Tetapi ada juga komputer yang memiliki speaker untuk seluruh nada, biasanya ditempatkan pada panel depan casing. Beberapa panel depan casing juga memiliki port USB, audio serial, dan/ atau port game di bagian depan untuk memudahkan pengaksesan.

 

 

 

Gambar ini menunjukan panel belakang dari casing komputer. Pada gambar diatas anda dapat melihat banyaknya katup terbuka pada bagian belakang casing komputer. Pada bagian kiri adalah port input/output (port I/O) untuk motherboard. Pada pojok kiri atas anda dapat melihat plug kabel power untuk power supply. Di bagian bawahnya adalah tombol untuk menghidupkan atau mematikan power supply yang biasanya dimiliki oleh power supply. Tapi tidak semua power supply memiliki tombol ini. Diantara tombol power dan tempat dimana kabel power akan ditempatkan, terdapat tombol kecil yang digunakan untuk memilih berbagai jenis tegangan, dikarenakan setiap negara memiliki besar tegangan yang berbeda-beda. Di bagian kanan setelah tombol menghidup-matikan dan kabel power ialah kipas dari power supply, yang mencegah power supply tidak terlalu panas. Lubang-lubang kecil pada bagian kanan berfungsi sebagai aliran udara untuk menjaga komputer agar tidak terlalu panas. Kipas tambahan untuk meningkatkan sirkulasi udara dapat ditempatkan di sini. Di dekat bagian bawah, pada bagian kiri dari panel casing terdapat tujuh cover slot tambahan. Strip metal untuk slot tambahan dapat ditempatkan disini.

 

 

Gambar ini ialah gambar sistem speaker internal dari motherboard, yang dipasang pada bagian dalam casing. Kabelnya akan dipasang pada motherboard. Kita hanya mendengar speaker casing ini beberapa kali saja dikarenakan penghasil suara terbesar ialah speaker eksternal. Kadangkala, anda mungkin mendengar nada peringatan atau bunyi error dari speaker sistem, terutama ketika menggunakan BIOS.

 

4.4.2 Pemilihan Daya Power Supply

Komputer (PC) memiliki komponen yang cukup banyak. Salah satunya adalah power supply. Sesuai dengan namanya, power supply unit (PSU) berfungsi untuk memasok daya ke komponen lain pada PC. Semua komponen PC (selain power supply) akan memperoleh pasokan daya dari power supply tersebut. Spesifikasi yang sering dicantumkan adalah daya maksimum total dan daya maksimum masing-masing tegangan (bisa juga arus maksimum). Nilai-nilai ini sebaiknya dicermati. Adapun tegangan yang umum disediakan oleh power supply adalah +3,3V, +5V, +12V, -5V, -12V, dan +5VSB (Standby).

 

4.4.2.1 Jenis – Jenis Power Supply

Dahulu jenis power supply yang sering digunakan adalah model AT. Pada model ini, kita harus menekan tombol ON/OFF pada CPU jika ingin mematikan komputer. Tapi saat ini, jenis power supply yang banyak digunakan adalah ATX karena model ini memberikan kemudahan mematikan CPU tanpa harus menekan tombol ON/OFF pada CPU, cukup dengan mengklik shutdown.

 

4.4.2.2 Keuntungan Penggunaan Power Supply

Power supply memiliki baterai untuk menjamin bahwa daya akan tetap tersedia meskipun sumber daya berhenti menyediakan daya. Tentu saja, power supply hanya menyuplai daya untuk waktu tertentu saja, biasanya hanya beberapa menit saja, tapi tetap cukup untuk melakukan tahapan untuk menyelamatkan data, melakukan shutdown pada peralatan elektronik dan lainnya.

 

Beberapa keuntungan penggunaan power supply :

  1. Kerja komputer tidak langsung terhenti bila daya terputus.
  2. User tidak terganggu dengan masalah shutdown komputer.
  3. Peralatan elektronik tidak mengalami beban yang berat oleh siklus daya yang terputus.
  4. Data tidak hilang karena mesin dapat melakukan shutdown dan dapat melaksanakan sinkronisasi data.
  5. Memperlancar arus daya.
  6. Beberapa power supply memiliki fitur:
    1. Secara otomatis melakukan shutdown pada peralatan selama terjadinya pemutusan arus daya.
    2. Mengawasi dan me-log status power supply.
    3. Menampilkan penggunaan daya/ tegangan saat ini untuk setiap peralatan.
    4. Melakukan restart pada peralatan pada saat arus daya terhubung kembali.
    5. Menampilkan tegangan yang terpakai saat ini.
    6. Menyediakan fungsi alarm pada kondisi error tertentu.
    7. Menyediakan perlindungan terhadap arus pendek.

 

4.4.2.3 Buku Manual Power Supply

Buku manual power supply yaitu buku manual yang berisi bagaimana kita memasang power supply dan memeliharanya, biasanya buku manual berisi seperti dibawah ini:

 

  1. Pasanglah power supply di tempat aman yang bebas dari debu dan yang memiliki sirkulasi udara yang memadai. Jangan menggunakan power supply di tempat yang suhu udara dan kelembabannya di luar ambang batas yang aman.

 

  1. Dengan baterai terisi penuh, tempatkan power supply di tempat sejuk dan kering, dan tertutup. Sebelum disimpan biarkan power supply terhubung dengan listrik paling tidak selama beberapa jam. Kabel-kabel yang tersambung dengan komputer interface dicabut untuk menghindari penghabisan tenaga baterai yang tidak perlu.

 

 

4.5 Memeriksa Kelengkapan Perangkat Casing Dan Power Supply

4.5.1 Kelengkapan Perangkat Casing

Tidak ada yang lebih buruk dari casing komputer yang buruk.  Apa yang orang inginkan dari suatu casing sangatlah subyektif. Mungkin anda memiliki cukup banyak dana untuk melakukan pengecatan pada casing anda, atau anda dapat mengrafir casing anda sesuai bentuk yang anda inginkan.

 

Tapi itu semua tidaklah diperlukan jika anda telah menemukan bentuk casing yang sesuai dengan kebutuhan anda. Berikut yang perlu anda pertimbangkan ketika membeli casing.

 

Ketika anda membeli casing, pastikan casing memiliki cukup banyak ruang untuk peng-upgrade-an, tidaklah perlu untuk membeli ukuran yang tinggi yang memiliki  sepuluh drive bays jika yang anda akan gunakan hanyalah dua.

 

Tidak peduli seberapa besar casing tersebut, yang terpenting ialah casing berventilasi cukup, yang memiliki lubang udara yang cukup dan ruangan yang cukup untuk menempatkan kipas. Bagian dalamnya pun harus bebas dari debu-debu halus, kotoran, atau lainnya. Bahan aluminium ialah bahan yang baik untuk menjaga temperatur perlatan didalamnya karena aluminium bukanlah penghantar panas yang aik. Selain itu, aluminium cukup ringan dibanding casing yang terbuat dari besi misalnya. Selain itu aluminium juga tidak dapat berkarat.

 

Hal penting lainnya ialah sistem pendingin. Anda pastinya tidak menginginkan komputer anda berbunyi seperti pesawat jet.

 

 

4.5.3 Kelengkapan Perangkat Power Supply

Beberapa kelengkapan perangkat power supply yang perlu diperhatikan :

  1. Garansi

Power supply yang tidak memiliki merek memang lebih ekonomis, tapi dengan menggunakan power supply yang memiliki merek, anda akan mendapatan garansi apabila terjadi kerusakan. Beberapa power supply yang canggih dan berharga cukup tinggi menyediakan penyaluran daya yang lebih stabil.

 

  1. Kipas

Power supply yang memiliki dua kipas (satu mengipaskan udara dari bawah, yang satunya memompa udara keluar) sangat berpengaruh dalam pengaturan aliran udara. Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa udara yang hangat baik untuk meningkatkan kinerja power supply. Beberapa power supply memiliki kemampuan untuk pengaturan kecepatan kipas untuk mengurangi kebisingan ketika pendinginan maksimal tidak dibutuhkan; yang lainnya menggunakan kipas yang sangat tenang untuk semakin mengurangi sebisingan.

 

  1. Kabel dan koneksi

Jika anda menggunakan ATA hard drive, carilah power supply terbaru yang memiliki stopkontak. Dan pastikan panjang kabel, terlebih jika anda menggunakan tower dengan tinggi tiga kaki.

 

  1. Sinusoidal power output.

Umumnya, semakin dekat output AC power supply ke aliran inti, maka akan semakin baik dampaknya terhadap peralatan anda. Kebanyakan jenis power supply, terutama yang harganya murah, tidak memperhatikan sinusoidal output.

 

  1. Manual bypass switch.

Jika power supply rusak atau sedang diperbaiki, maka sangatlah penting untuk memastikan bahwa daya tetap dapat tersedia bila arus normal terputus, maka manual bypass switch akan sangat dibutuhkan.

 

4.5.4 Pengetesan Power Supply

4.5.4.1 Pemasangan Power Supply

Sebelum kita dapat melakukan pengetesan pada power supply, maka lebih baik terlebih dahulu kita memasang power supply.

 

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:

  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.

 

  1. Hubungkan konektor daya dari power supply ke motherboard. Konektor daya jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor daya motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

4.5.5 Penempatan Casing Dan Power Supply

4.5.5.1 Penempatan Power Supply

Sebaiknya komputer (PC) digunakan ditempat yang dingin/ber-AC dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hal ini agar komputer kita tidak cepat panas. PSU juga membantu agar komputer tidak cepat panas karena salah satu komponen pada PSU adalah kipas/fan. Permasalahannya adalah seringkali PSU tidak dirawat dengan baik sehingga sering masuk debu dan kotoran lainnya. Dibawah ini merupakan cara merawat dan membersihkan power supply:

 

4.5.5.1.1 Membersihkan Kipas Power Supply

Hilangkan debu yang menempel pada kipas, atau ganti kipas bila memang diperlukan. Kipas PSU (Power Supply Unit) yang tak berputar normal dapat menyebabkan PC hang. Terlalu banyak debu yang menempel bisa menjadi penyebab kipas susah berputar. Lebih parah lagi bila kipas ternyata benar-benar mati, sehingga PSU menjadi panas sekali dan PC ngadat. Rajin-rajinlah membersihkan kipas PSU, tapi kalau memang sudah rusak maka perlu diganti kipasnya dengan yang baru.

 

4.5.5.1.2 Langkah-Langkah Membersihkan Power
                 Supply

 

Langkah 1

Matikan PC, lalu bersihkan kipas PSU dari luar. Gunakan kuas untuk membersihkannya melalui lubang di belakang PC. Untuk hasil terbaik, gunakan vacuum cleaner atau penyemprot udara bertekanan. Setelah bersih, coba hidupkan lagi PC Anda.

Langkah 2

Apabila kipas benar-benar mati, coba lepaskan kabel daya dan kabel monitor dari PC. Tentu PC juga harus dimatikan. Buka case PC, lalu copot semua konektor daya yang tertancap ke motherboard dan ke komponen lain. Lepaskan baut yang mengaitkan PSU dengan case PC.

 

 

Langkah 3

Keluarkan PSU dari dudukannya di case PC dan pastikan tanganmu sigap menahannya agar tak jatuh.

Langkah 4

Bongkar kotak atau case PSU. Gunakan obeng untuk membuka empat baut pengait yang ada di sisi atas case.

Langkah 5

Setelah terbuka, bersihkan debu yang menempel di papan sirkuit elektronik dan kipas dengan menggunakan vacuum cleaner atau penyemprot udara bertekanan.

 

Langkah 6

Kalau Anda berniat mengganti kipas tersebut, lepaskan empat baut kipas PSU dengan menggunakan obeng, lalu copot kipas dari case PSU.

Langkah 7

Buka pula keempat baut pengunci sirkuit elektronik, lalu keluarkan dari case. Bersihkan debu yang masih menempel bila memang ada.

Langkah 8

Panaskan solder, lalu lelehkan timah di sisi bawah sirkuit tersebut, tepat pada kabel power kipas. Copot kedua kabel positif dan negatif dari lubang pada sirkuit. Solder kedua kabel kipas baru ke lubang tadi. Pastikan posisi kabel tidak terbalik.

 

Langkah 9

Pasang kembali sirkuit elektronik dan kipas ke tempatnya semula. Kunci dengan menggunakan baut, lalu kencangkan.

Langkah 10

Tutup case PSU dan kencangkan baut kecil di keempat sudutnya. Setelah selesai, pasang PSU ke case PC dan hubungkan kembali konektor power ke motherboard dan komponen lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK

PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, video, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3 Daftar Peralatan Dan Bahan Yang Digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memilih Casing dan Power supply
    1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.003.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memilih Casing dan Power Supply

TIK.CS02.003.01

-  Unit PC (Personal Computer)

-  Power Supply yang dibutuhkan

-  Casing PC yang dibutuhkan

 

 

- Buku informasi atau manual

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: