Advertisement
loading...

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

 

MEMFASILITASI

PROSES PEMBELAJARAN

PLK.MP02.009.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————   1

DAFTAR ISI ———————————————————————————–   2

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-   4

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————-   4
  2. Unit Kompetensi Prasyarat —————————————————   8
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ——————————   9

BAB II   Memfasilitasi Proses Pembelajaran—————————————– 14

  1. Latar Belakang ——————————————————————  14
  2. Tujuan —————————————————————————  14
  3. Ruang Lingkup ——————————————————————  14
  4. Pengertian Istilah ————————————————————–  15
  5. Diagram Alir Unjuk Kerja Pencapaian Kompetensi ————————-  17
  6. Materi Pelatihan Memfasilitasi Proses Pembelajaran —————-  17
    1. Menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran——– 17
      1. Pengertian hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran 17
      2. Metoda Melatih ——————————————————–  18
      3. Prinsip Komunikasi Instruksional ————————————  26
      4. Tahapan Melatih ——————————————————-  30
      5. Tugas Instruktur dan Tugas Peserta Pelatihan ———————  35
      6. Ciri-ciri Lingkungan Pembelajaran yang Kondusif ——————  42
      7. Menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran—— 44
        1. Pengertian Bimbingan Pembelajaran——————————— 44
        2. Pedoman  mengidentifikasi  materi  bimbingan  sesuai  dengan situasi pembelajaran———————————————————– 44
        3. Cara menangani  peserta  pelatihan sesuai  dengan  tingkat kemampuannya                                                                                             45
        4. Pedoman melaksanakan proses pembelajaran simulasi———— 49
        5. Pedoman melaksanakan proses pembelajaran secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar ——————————————————–  50
      8. Memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran ———  54
        1. Pedoman mengidentifikasi proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran ———————————————————–  54
        2. Cara menilai tahapan pembelajaran———————————- 62
        3. Cara melaporkan hasil penilaian————————————– 62

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ————————————————  65

1. Daftar Pustaka —————————————————————  65

2. Buku Referensi —————————————————————  65

  1. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ——————————————  65
    1. Daftar Peralatan/Mesin—————————————————- 65
    2. Daftar Bahan—————————————————————- 66

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  1. A.      Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI)
  2. KODE UNIT

:

PLK.MPO2.009.01
  1. JUDUL UNIT

:

Memfasilitasi Proses Pembelajaran
  1. DESKRIPSI UNIT

:

Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam memfasilitasi proses pembelajaran

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

  1. Menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran
1.1   Hubungan kerja yang baik antar peserta pelatihan dalam proses pembelajaran diwujudkan dalam bentuk saling memahami peran masing-masing

1.2   Hubungan kerja yang baik antara peserta pelatihan dengan instruktur diwujudkan dalam bentuk saling memahami peran masing-masing

1.3   Hubungan yang harmonis  antara peserta pelatihan dan instruktur dengan situasi lingkungan pembelajaran, yang diwujudkan dalam bentuk saling memahami peran masing-masing

  1. Menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran
2.1   Materi bimbingan diidentifikasi sesuai dengan situasi pembelajaran

2.2   Proses pembelajaran simulasi dilaksanakan dengan lancar, tertib sesuai dengan rencana

2.3   Proses pembelajaran dilaksanakan secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar

  1. Memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran
3.1   Proses pembelajaran diidentifikasi sesuai dengan situasi pembelajaran

3.2   Proses fasilitasi bimbingan pembelajaran dimonitor

3.3   Proses fasilitasi bimbingan pembelajaran dilaporkan

  1. Batasan Variabel
    1. Konteks variabel :

Unit ini berlaku untuk menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran, menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran, memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran yang digunakan untuk memfasilitasi proses pembelajaran pada bidang metodologi pelatihan.

  1. Perlengkapan untuk memfasilitasi proses pembelajaran mencakup :

1)    Lesson plan/session plan.

2)    Alat bantu melatih.

3)    Alat peraga.

4)    Bahan pembelajaran (learning material).

5)    Buku literatur/referensi.

6)     Alat tulis kantor.

  1. Tugas pekerjaan untuk memfasilitasi proses pembelajaran meliputi :

1)     Mewujudkan hubungan kerja yang baik antara peserta dengan instruktur dalam bentuk saling memahami peran masing-masing.

2)     Membimbing peserta pelatihan oleh Instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran.

3)     Melaksanakan proses pembelajaran simulasi dengan lancar, tertib sesuai dengan rencana.

4)     Melaksanakan proses pembelajaran secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar.

5)     Memonitor proses fasilitasi bimbingan pembelajaran.

6)     Melaporkan proses fasilitasi bimbingan pembelajaran.

  1. Peraturan untuk menilai kebutuhan pelatihan sesuai situasi dan kondisi daerah sebagai bagian dari program pelatihan adalah :

1)     Pedoman mengelola kelas dan bengkel kerja (classroom and workshop management).

2)     Pedoman pelatihan berbasis kompetensi.

  1. Panduan Penilaian :
    1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1)      PLK.MP02.003.01         Merancang strategi dan penilaian pembelajaran

2)      PLK.MP02.007.01         Merancang dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif

3)      PLK.MP02.008.01         Merencanakan penyajian materi pembelajaran.

  1. Kondisi Penilaian :

1)       Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran, Menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran, memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran yang digunakan untuk memfasilitasi proses pembelajaran sebagai bagian dari program pelatihan.

2)       Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktik.

3)       Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan/atau di tempat kerja.

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

1)    Hubungan kerja yang baik antar peserta pelatihan dalam proses pembelajaran.

2)    Identifikasi materi bimbingan sesuai dengan situasi pembelajaran.

3)    Identifikasi urutan proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran.

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

1)    Mewujudkan hubungan kerja yang baik antara peserta dengan instruktur dalam bentuk saling memahami peran masing-masing.

2)    Membimbing peserta pelatihan oleh Instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran.

3)    Melaksanakan proses pembelajaran simulasi dengan lancar, tertib sesuai dengan rencana.

4)    Melaksanakan proses pembelajaran secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar.

5)    Memonitor proses fasilitasi bimbingan pembelajaran.

6)    Melaporkan proses fasilitasi bimbingan pembelajaran.

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja perlu diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

1)    Law enforcement di lingkungan/institusi pelatihan.

2)    Kompetensi dalam mengelola kelas dan bengkel kerja.

3)    Raw input peserta pelatihan.

  1. Kompetensi Kunci

 

No

Kompetensi Kunci dalam Unit ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

2

2

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

2

3

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

3

4

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

 

 

  1. B.      Unit Kompetensi Prasyarat

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Memfasilitasi Proses Pembelajaran peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

- PLK.MP02.003.01   Merancang strategi dan penilaian pembelajaran

- PLK.MP02.007.01   Merancang dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif

- PLK.MP02.008.01   Merencanakan penyajian materi pembelajaran

 

 

 

 

  1. C.      Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi

Judul Unit Kompetensi             :    Memfasilitasi Proses Pembelajaran

Kode Unit Kompetensi             :    PLK.MP02.009.01

Deskripsi Unit Kompetensi        :    Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menilai kebutuhan pelatihan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah

Prakiraan Waktu Pelatihan        :    24 Jp @ 45 Menit

Tabel Silabus Unit Kompetensi  :

 

Elemen Kompetensi

Kriteria

Unjuk Kerja

Indikator

Unjuk Kerja

Materi Pelatihan

Prakiraan

Waktu Pelatihan

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Keteram-pilan

  1. Menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran
1.1  Hubungan kerja yang baik antar peserta pela-tihan dalam proses pembe-lajaran diwujud-kan dalam bentuk saling memahami peran masing-masing – Dapat menjelaskan hubungan kerja yang baik antar peserta pelatihan dalam proses pembelajaran :

-   Macam-macam metode melatih

-   Prinsip komunikasi instruksional

-   Tahapan melatih

– Mampu mewujudkan hubungan kerja yang baik antar peserta pelatihan dalam proses pembelajaran dalam bentuk saling memahami peran masing-masing

– Harus sabar, ramah, simpatik, dan empatik

– Hubungan kerja yang baik antar peserta pelatihan dalam proses pembelajaran :

-   Macam-macam metode melatih

-   Prinsip komunikasi instruksional

-   Tahapan melatih

– Mewujudkan hubungan kerja yang baik antar peserta pelatihan dalam proses pembelajaran dalam bentuk saling memahami peran masing-masing – Sabar

– Ramah

– Simpatik

– Empatik

4

4

(10’ X 16 org)

  1.2  Hubungan kerja yang baik anta-ra peserta pela-tihan dengan instruktur diwu-judkan dalam bentuk saling memahami peran masing-masing – Dapat menjelaskan tugas instruktur dan peserta pelatihan

– Mampu mewujudkan hubungan kerja yang baik antara peserta dengan instruktur dalam bentuk saling memahami peran masing-masing

– Harus sabar, ramah, simpatik, dan empatik

– Sda.

– Tugas instruktur dan tugas peserta pelatihan

– Mewujudkan hubungan kerja yang baik antara peserta dengan instruktur dalam bentuk saling memahami peran masing-masing – Sabar

– Ramah

– Simpatik

– Empatik

   
  1.3  Hubungan yang harmonis  antara peserta pelatihan dan instruktur dengan situasi lingkungan pembelajaran, yang diwujudkan dalam bentuk saling memahami peran masing-masing – Dapat menjelaskan ciri-ciri lingkungan pembelajaran yang kondusif

– Mampu mewujudkan hubungan kerja yang baik antara peserta dengan instruktur dengan situasi lingkungan pembelajaran dalam bentuk saling memahami peran masing-masing

– Harus sabar, ramah, simpatik, dan empatik

– Sda.

– Ciri-ciri lingkungan pembelajaran yang kondusif

– Mewujudkan hubungan kerja yang baik antara peserta dengan instruktur dengan situasi lingkungan pembelajaran dalam bentuk saling memahami peran masing-masing – Sabar

– Ramah

– Simpatik

– Empatik

Asesmen

  1. Menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran
2.1  Materi bimbingan diidentifikasi sesuai dengan situasi pembelajaran – Dapat menjelaskan pedo-man mengidentifikasi materi bimbingan sesuai dengan situasi pembelajaran

– Dapat menjelaskan cara menangani peserta pelatihan sesuai dengan tingkat kemampuannya

– Mampu mengidentifikasi materi bimbingan sesuai dengan situasi pembelajaran

– Harus cermat, teliti, dan taat asas

– Pedoman mengidentifikasi materi bimbingan sesuai dengan situasi pembelajaran

– Cara menangani peserta pelatihan sesuai dengan tingkat kemampuannya

– Mengidentifikasi materi bimbingan sesuai dengan situasi pembelajaran – Cermat

– Teliti

– Taat asas

8

80

(5 jp X 16 org)

  2.2  Proses pembe-lajaran simulasi dilaksanakan dengan lancar, tertib sesuai dengan rencana – Dapat menjelaskan pedoman melaksanakan proses pembelajaran simulasi

– Mampu melaksanakan proses pembelajaran simulasi dengan lancar, tertib sesuai dengan rencana

– Harus sabar, ramah, simpatik, empatik, cermat, teliti, tegas, dan kreatif

– Pedoman melaksanakan proses pembelajaran simulasi – Melaksanakan proses pembelajaran simulasi dengan lancar, tertib sesuai dengan rencana – Sabar

– Ramah

– Simpatik

– Empatik

– Cermat

– Teliti

– Tegas

– Kreatif

  2.3  Proses pembelajaran dilaksanakan secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar – Dapat menjelaskan pedoman melaksanakan proses pembelajaran secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar

– Mampu melaksanakan proses pembelajaran secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar

– Harus sabar, ramah, simpatik, empatik, cermat, teliti, tegas, dan kreatif

– Pedoman melaksanakan proses pembelajaran secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar – Melaksanakan proses pembelajaran secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar – Sabar

– Ramah

– Simpatik

– Empatik

– Cermat

– Teliti

– Tegas

– Kreatif

Asesmen

  1. Memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran
3.1  Proses pembelajaran diidentifikasi sesuai dengan situasi pembelajaran – Dapat menjelaskan pedoman mengidentifikasi proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran

– Mampu mengidentifikasi proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran

– Harus cermat, teliti, dan taat asas

– Pedoman mengidentifikasi proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran – Mengidentifikasi proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran – Cermat

– Teliti

– Taat asas

2

6

  3.2  Proses fasilitasi bimbingan pembelajaran dimonitor – Dapat menjelaskan pedoman memonitor proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran

– Mampu memonitor proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran

– Harus cermat, teliti, tegas, dan obyektif

Pedoman memonitor proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran :

Cara menilai tahapan pembelajaran

– Memonitor proses fasilitasi bimbingan pembelajaran – Cermat

– Telti

– Tegas

– Obyektif

  3.3  Proses fasilitasi bimbingan pembelajaran dilaporkan – Dapat menjelaskan cara melaporkan hasil penilaian proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran

– Mampu melaporkan hasil penilaian proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran

– Harus cermat, teliti, tegas, dan obyektif

– Cara melaporkan hasil penilaian – Melaporkan proses fasilitasi bimbingan pembelajaran – Cermat

– Telti

– Tegas

– Obyektif

Asesmen

 

 

 

 

BAB II

MEMFASILITASI PROSES PEMBELAJARAN

 

 

  1. A.     Latar Belakang

Mengajar atau melatih merupakan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran terdapat komponen-komponen yang saling mempengaruhi, yaitu komponen tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, materi yang diajarkan, instruktur dan siswa yang harus memainkan peran masing-masing, serta sarana dan prasarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Pembelajaran adalah suatu proses terjadinya interaksi antara peserta pelatihan dan instruktur dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang berlangsung dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu pula.

Agar proses pembelajaran dapat bejalan dengan lancar, maka instruktur harus melaksanakan tugasnya dalam membantu siswa belajar sehingga siswa dapat belajar dengan mudah dan bersemangat. Untuk itulah materi pelatihan memfasilitasi proses pembelajaran’ ini diperlukan.

 

  1. B.     Tujuan

Adapun tujuan diadakan kegiatan memfasilitasi proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. agar instruktur mampu menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran;
  2. agar instruktur mampu menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran;
  3. agar instruktur mampu memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran yang benar dan tepat.

 

  1. C.     Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan memfasilitasi proses pembelajaran meliputi kegiatan menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran, menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran, memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran yang digunakan untuk memfasilitasi proses pembelajaran pada bidang metodologi pelatihan.

 

  1. D.     Pengertian Istilah
    1. Memfasilitasi

Yang dimaksudkan dengan memfasilitasi adalah menyediakan segala hal yang dapat memudahkan perkara (kelancaran tugas, dsb.); kemudahan.

  1. Proses

Proses adalah:

-     runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu

-     rangkaian tindakan, pembuatan, atau pengolahan yang menghasilkan produk.

  1. Pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu proses terjadinya interaksi antara peserta pelatihan dan instruktur dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang berlangsung dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu pula.

  1. Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu di mana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut di tempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri atas judul unit, deskripsi unit, elemen.

 

  1. Menganalisis

Menganalisis adalah menyelidiki dengan menguraikan bagian-bagiannya.

  1. Mengidentifikasi

Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas orang, benda, dsb.

  1. Program Pelatihan

Program pelatihan adalah suatu rumusan tertulis yang memuat secara sistematis tentang pemaketan unit-unit kompetensi sesuai dengan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi.

  1. Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/ pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.

  1. Pelatihan Berbasis Kompetensi (yang selanjutnya disebut PBK)

PBK adalah proses pelatihan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan pelatihan yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja.

  1. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.

  1. Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah angkatan kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti pelatihan tertentu dengan program pelatihan berbasis kompetensi.

  1. Instruktur

Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK atau di tempat kerja selama proses pelatihan.

  1. E.     Diagram Alir

 

 

 

 

  1. F.      Materi Pelatihan Memfasilitasi Proses Pembelajaran
    1. 1.   Menjalin Hubungan Kerja yang Baik pada Situasi Pembelajaran

Pengetahuan yang diperlukan dalam menjalin hubngan kerja yang baik pada situasi pembelajara adalah sebagai berikut:

  1. a.   Pengertian Hubungan Kerja yang Baik Pada Situasi Pembelajaran

Yang dimaksudkan dengan hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran adalah hubungan antara instruktur dan peserta pelatihan sedemikian rupa sehingga proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan lancar sampai mencapai tujuan pembelajaran seperti yang telah ditetapkan. Instruktur melaksanakan fungsinya yang baik sebagai komunikator dengan menerapkan ketentuan berkomunikasi yang efektif sehinggan peserta pelatihan dapat mengikuti materi pelatihan yang diajarkan dengan mudah dengan penuh semangat belajar.

 

  1. b.   Metoda Melatih

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai instruktur, salah satu yang harus dikuasi adalah memilih dan menerapkan metoda melatih. Ada pun macam-macam metoda melatih adalah sebagai berikut:

1)    Metoda Melatih yang Berpusat pada Instruktur

a)      Ceramah

(1)     Pengertian

Ceramah adalah metoda melatih dengan cara menyajikan/ menyampaikan informasi kepada peserta pelatihan melalui penggunaan kata-kata, isyarat, ekspresi wajah dan nada suara saja.

(2)     Penggunaan

(a)    Menjelaskan peraturan-peraturan, tata tertib dan ketentuan-ketentuan kepada peserta pelatihan;

(b)   Menyampaikan penjelasan umum dari suatu materi pelajaran;

(c)    Memberikan ikhtisar suatu pelajaran.

(3)     Keuntungan

(a)    Dapat digunakan untuk jumlah peserta pelatihan yang banyak;

(b)   Dapat disajikan banyak informasi dari berbagai sumber dalam waktu yang relatif singkat;

(c)    Dapat digunakan secara luas di kelas maupun kelompok-kelompok tertentu;

(d)   Tidak memerlukan banyak fasilitas.

(4)     Kerugian

(a)    Peserta pelatihan pasif dan pada umumnya komunikasi satu arah;

(b)   Peserta pelatihan cepat jenuh;

(c)    Hanya melibatkan dua indera saja, penglihatan dan pende-ngaran, yang dominan pendengaran;

(d)   Dibutuhkan keahlian instruktur agar ceramah dapat efektif.

 

b)     Ceramah Bergambar

(1)     Pengertian

Ceramah bergambar adalah metoda melatih dengan cara menyajikan informasi melalui penjelasan dan tampilan benda atau ilustrasi kepada peserta pelatihan sehingga kata-kata yang digunakan menjadi jelas dan mudah dimengerti.

(2)     Penggunaan

(a)    Menghubungakan kata-kata dengan benda;

(b)   Menjelaskan prosedur;

(c)    Menjelaskan pengetahuan.

(3)     Keuntungan

(a)    Indera yang dilibatkan lebih dari satu;

(b)   Dapat meningkatkan interaksi;

(c)    Dapat meningkatkan pemahaman peserta pelatihan;

(d)   Dapat memelihara minat peserta pelatihan.

(4)     Kerugian

(a)    Memerlukan lebih banyak waktu untuk persiapan;

(b)   Memerlukan lebih banyak fasilitas.

c)      Demonstrasi

(1)     Pengertian

Demonstrasi adalah metoda melatih dengan cara menyampaikan informasi melalui  penggunaan model/benda asli. Instruktur menjelaskan apa yang dilakukan dan bagaimana melakukannya, mengapa dilakukan, kapan dan di mana dilakukan. Waktu menggunakan metoda demonstrasi ini sering digunakan dengan metoda lainnya, misalnya ceramah bergambar, tanya-jawab, dsb.

(2)     Penggunaan

(a)    Untuk materi keterampilan/praktik;

(b)   Memperlihatkan cara melakukan suatu keterampilan;

(c)    Memperlihatkan urutan langkah-langkah dalam suatu proses atau prosedur;

(d)   Menggambarkan prinsip kerja dan konstruksi;

(e)    Memperlihatkan hubungan antara bagian dan unit.

(3)     Keuntungan

(a)    Melibatkan paling tidak dua indera;

(b)   Mengurangi kerusakan dan pemborosan dengan menunjuk-kan cara dan langkah yan tepat dalam mengoperasikan peralatan, dsb.;

(c)    Mempertinggi efisiensi penggunaan waktu latihan;

(d)   Meningkatkan partisipasi peserta pelatihan.

(4)     Kerugian

(a)    Dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk persiapan;

(b)   Dibutuhkan cukup banyak bahan dan peralatan;

(c)    Jumlah peserta pelatihan terbatas.

(5)     Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu menggunakan metoda demonstrasi:

(a)    Sebelum melaksanakan demonstrasi, instruktur harus meng-hayati betul-betul tujuan belajar dari materi yang diberikan. Instruktur harus tahu dengan pasti apa yang akan didemon-strasikan dari awal sampai akhir, untuk itu diperlukan rencana pelajaran.

(b)   Yakinkan materi dan waktu yang digunakan tidak terlalu banyak sehingga dapat menghindari kemungkinan lupanya peserta pelatihan terhadap materi yang didemonstrasikan.

(c)    Semua peralatan, bahan, dan keperluan lainnya harus sudah disiapkan secara lengkap sebelum memulai demonstrasi.

(d)   Yakinkan bahwa seluruh peserta dapat melihat setiap gerakan, dan dapat mendengarkan dengan jelas penjelasan instrukturl

(e)    Jangan mulai demonstrasi tanpa lebih dahulu menjelaskan apa yang akan didemonstrasikan dan menghubungkan dengan apa yang sudah diketahui atau telah dikerjakan peserta pelatihah.

(f)     Jika arah gerakan merupakan kunci kerja untuk melakukan suatu pekerjaan, atur posisi para peserta pelatihan sehingga sama dengan posisi instruktur dalam melakukan pekerjaan tersebut.

(g)   Lakukan demonstrasi selambat mungkin, sehingga para peserta pelatihan dapat mengikutinya secara lengkap.

(h)   Berhenti secara periodik, dan ajukan pertanyaan untuk memastikan apakah para peserta pelatihan betul-betul mengerti dan mengikuti demonstrasi.

(i)     Pastikan bahwa para peserta pelatihan berada dalam kedudukan fisik yang tepat agar perhatiannya tidak terganggu.

(j)     Yakinkan bahwa tidak ada hal yang mengganggu perhatian peserta pelatihan, misalnya suara mesin di tempat lain atau kegiatan-kegiatan peserta lainnya.

(k)    Pada akhir demonstrasi ulangi secara ringkas kunci kerja dan keselamatan kerja yang harus diperhatikan. Sediakan waktu yang cukup untuk tanya jawab.

2)    Metoda Melatih Berpusat pada Peserta Pelatihan

a)      Tanya-jawab

(1)     Pengertian

Tanya-jawab adalah metoda melatih dengan cara peserta pelatihan melengkap materi pelatihan yang telah dipelajari dengan memberikan jawaban dengan lisan atau tindakan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara langsung oleh instruktur dan sebaliknya. Pada waktu menggunakan metodal ini sering dikombinasikan dengan metoda lainnya, misalnya metoda ceramah bergambar, dsb.

(2)     Penggunaan

(a)    Menilai atau mencek kemampuan hasil belajar peserta;

(b)   Merangsang peserta pelatihan untuk lebih belajar;

(c)    Meningkatkan interaksi.

(3)     Keuntungan

(a)    Fasilitas tidak banyak dibutuhkan;

(b)   Sejumlah besar informasi dapat ditinjau kembali dalam periode waktu yang relatif singkat;

(c)    Dapat digunakan secara luas di berbagai ukuran kelompok;

(d)   Menimbulkan partisipasi aktif peserta pelatihan.

(4)     Kerugian

(a)    Hampir tidak ada informasi baru.

(5)     Prosedur bertanya secara lisan

(a)    Mengajukan pertanyaan yang ditujukan kepada seluruh peserta pelatihan;

(b)   Berhenti sebentar agar setiap peserta merasa bahwa pertanyaan ditujukan kepadanya, di samping diberi kesempatan untuk mencernak maksud pertanyaan;

(c)    Memanggil nama peserta pelatihan yang ditunjuk untuk menjawab pertanyaan yang telah diajukan;

(d)   Mendengarkan jawaban peserta pelatihan secara cermat;

(e)    Memberikan respon secara positif, berikan penguatan jawaban yang benar dan berikan koreksi pada jawaban yang salah.

Apabila ada peserta pelatihan yang tidak memperhatikan atau untuk mengembalikan suasana kelas agar peserta kembali memperhatikan pelajaran, prosedur di atas tidak dapat digunakan. Oleh sebab itu, gunakan prosedur sebagai berikut:

(a)    Panggil nama peserta yang kurang perhatian tersebut;

(b)   Pusatkan perhatian kepada peserta tersebut;

(c)    Ajukan pertanyaan;

(d)   Tunggulah jawaban yang diberikan. Biasanya peserta tersebut tidak bisa menjawab. Apabila terjadi seperti ini, berikan sebagian jawaban dan peserta diminta melanjutkan. Hindarkan/cegah peserta sering tidak bisa menjawab karena hal ini akan menyebabkan peserta frustrasi yang berdampak pada turunnya semangat belajar.

(6)     Hal-hal yang harus diperhatikan waktu mengajukan pertanyaan lisan

(a)    Pertanyaan yang akan diajukan agar disiapkan dengan matang;

(b)   Pertanyaan menggunakan kata tanya apa, bilamana, di mana, bagaimana, mengapa atau menggunakan kata-kata jelaskan, gambarkan, uraikan, berikan definisi tentang, bandingkan, tunjukkan perbedaan, dsb.;

(c)    Gunakan kata-kata yang sederhana agar mudah dimengerti;

(d)   Pertanyaan harus spesifik;

(e)    Ajukan pertanyaan yang bersifat pasti jawabannya;

(f)     Ajukan pertanyaan yang bersifat tantangan, tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit;

(g)   Ajukan pertanyaan dengan urutan yang teratur;

(h)   Hindarkan jawaban ’ya’ atau ’tidak’;

(i)     Bicaralah cukup keras agar dapat didengar dengan jelas;

(j)     Berikan waktu yang cukup kepada peserta pelatihan untuk berpikir.

b)     Diskusi

(1)     Pengertian

Diskusi adalah metoda melatih dengan cara menyampaikan topik tertentu sesuai dengan materi pelatihan yang sudah diajarkan melalui pembahasan lebih dalam dalam kelompok-kelompok peserta pelatihan. Peran instruktur terbatas pada pemilihan topik, mengawasi dan menjaga agar diskusi tetap pada materi dan merangsang seluruh peserta berperanaktif.

(2)     Penggunaan

(a)    Untuk mengulang kembali informasi/materi pelatihan yang sudah dipelajari;

(b)   Untuk latihan memecahkan masalah;

(c)    Untuk mengembangkan kemampuan dalam mengambil keputusan;

(d)   Mengembangkan cara berpikir.

(3)     Keuntungan

(a)    Keaktifan peserta pelatihan tinggi;

(b)   Para peserta pelatihan dapat saling tukar pengetahuan, pengalaman, kemampuan, dan pendapat;

(c)    Para peserta pelatihan dapat mengembangkan kemapuan mengemukakan pendapat dan mendengar pendapat orang lain;

(d)   Tidak memerlukan sumber khusus.

(4)     Kerugian

(a)    Hampir tidak ada informasi baru;

(b)   Waktu yang digunakan relatif banyak;

(c)    Umumnya sulit untuk menjaga agar diskusi tetap pada topik.

(5)     Kewajiban ketua kelompok diskusi

(a)    Membuka dan menutup diskusi tepat pada waktunya;

(b)   Mengatur lalu lintas pembicaraan;

(c)    Memimpin kegiatan kelompok, tetapi tidak dengan meme-rintah anggota kelompok;

(d)   Tidak memihak pada anggota kelompok tertentu;

(e)    Hati-hati dalam melakukan pengamatan secara logis, mengajukan usul dan menarik kesimpulan;

(f)     Selalu bersifat sabar;

(g)   Hindarkan perdebatan.

(6)     Kewajiban anggota kelompok diskusi

(a)    Selalu siap menyampaikan pendapatnya;

(b)   Menahan diri untuk berpendapat atau menonjolkan diri;

(c)    Memusatkan perhatian pada diskusi;

(d)   Harus bersifat sabar apabila hasil diperoleh secara lambat;

(e)    Hargai pendapat sesama anggota kelompok;

(f)     Hindarkan perdebatan;

(g)   Jangan memonopoli diskusi.

c)      Praktik

(1)     Pengertian

Praktik adalah metoda melatih yang memberikan kemungkinan pada peserta untuk menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari guna meningkatkan kemampuannya secara utuh dalam kompetensi.

(2)     Penggunaan

(a)    Semua jenis pelatihan keterapilan.

(3)     Keuntungan

(a)    Melibatkan lebih dari satu indera;

(b)   Meningkatkan keterampilan peserta pelatihan;

(c)    Menimbulkan motivasi belajar peserta pelatihan;

(d)   Pada umumnya menghasilkan benda kerja kecuali kegiatan yang bersifat jasa.

(4)     Kerugian

(a)    Waktu yang dibutuhkan relatif lama;

(b)   Fasilitas yang dibutuhkan relatif banyak;

(c)    Memerlukan pengawasan secara seksama setiap peserta pelatihan.

(5)     Pedoman dalam menggunakan metoda praktik

(a)    Metoda ini digunakan setelah materi pelatihan didemonstra-sikan instruktur secara mendalam;

(b)   Yakinkan bahwa semua peralatan dan bahan telah disiapkan;

(c)    Beritahu dengan jelas apa yang harus dilakukan oleh peserta pelatihan;

(d)   Sebelum peserta pelatihan melakukan praktik, tekankan keselamatan dan kunci kerja yang harus diperhatikan;

(e)    Atur tempat kerja setiap peserta pelatihan agar tidak saling terganggu;

(f)     Lakukan pengawasan yang seksama;

(g)   Berikan bantuan kepada peserta pelatihan yang mengalami kesulitan;

(h)   Bila peserta melakukan langkah yang salah, hentikan segera dan betulkan;

(i)     Bila perlu, demonstrasikan dan jelaskan kembali.

  1. c.    Prinsip Komunikasi Instruksional

Agar hubungan kerja tercipta dengan baik, seorang instruktur harus mema-hami prinsip berkomunikasi dalam proses belajar-mengajar. Proses belajar-mengajar merupakan serangkaian kegiatan yang harus direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Untuk itu, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang telah ditetapkan, maka  prinsip komunikasi instruksional harus diterapkan dalam melakukan pelatihan. Berikut ini disampaikan apa dan bagaimana prinsip komunikasi instruksional itu.

1)    Pengertian Komunikasi Instruksional

Secara definisi komunikasi adalah penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain. Dalam proses belajar-mengajar terjadi interaksi antara instruktur dan peserta pelatihan, instruktur menyampaikan materi pelatihan, sebagai informasi, kepada peserta pelatihan agar peserta pelatihan memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran.

Yang dimaksudkan dengan komunikasi instruksional adalah proses penyampaian materi pelatihan oleh seorang instruktur kepada peserta pelatihan berdasarkan ketentuan berkomunikasi dalam mengajar/melatih.

2)    Unsur-unsur Komunikasi

a)      Komunikator (pengirim informasi)

b)     Informasi/pesan

c)      Media/saluran

d)     Komunikan (penerima informasi)

e)      Efek/umpan balik.

3)    Macam-macam Komunikasi

a)      Berdasarkan Media Komunikasi

(1)     Komunikasi Verbal, menggunakan bahasa/ucapan;

(2)     Komunikasi Nonverbal, komunikasi dengan menggunakan gerak anggota tubuh atau signal.

b)     Berdasarkan Umpan-balik

(1)     Komunikasi Satu Arah, pengirim informasi tidak memperoleh umpan balik;

(2)     Komunikasi Dua Arah, pengirim informasi memperoleh umpan balik.

4)    Proses Komunikasi

a)      Pengertian

Proses komunikasi adalah suatu proses timbal-balik antara pengirim dan penerima informasi yang menciptakan pengertian dan penerimaan yang sama, serta menghasilkan suatu tindakan yang sama untuk mencapai tujuan.

b)     Gambar Bagan Proses Komunikasi

Gambar 1

Bagan Proses Komunikasi

 

 

5)    Penggunaan Suara dalam Berkomunikasi Instruksional

a)      Atur waktu sehingga peserta pelatihan mempunyai kesempatan untuk berpikir dan bertanya bila diperlukan;

b)     Berbicara dengan ucapan yang benar;

c)      Jangan berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat agar peserta dapat mengikuti dengan baik;

d)     Ucapkanlah kata-kata dengan jelas dan cukup keras untuk dapat didengar seluruh peserta pelatihan;

e)      Berbicaralah menghadap peserta sehingga seluruh peserta pelatihan merasa bahwa mereka diajak berbicara dan instruktur dapat mengontrol kelas;

f)       Jangan menyampaikan kata-kata pada waktu menulis di papan tulis, kertas chart atau alat peraga lainnya;

g)     Jangan berbicara dengan nada monoton karena dapat membosankan peserta pelatihan;

h)     Berikan tekanan pada nada ucapan informasi yang penting;

i)       Pada waktu berbicara bersikaplah sebagai instruktur yang baik agar tidak diremehkan peserta pelatihan;

j)       Pada waktu berbicara jangan melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu karena dapat menganggu perhatian/konsentrasi peserta pelatihan.

Untuk memperjelas penggunaan suara dalam berkomunikasi instruksional dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2

Penggunaan Suara dalam Berkomunikasi Instruksional

 

 

 

  1. d.   Tahapan Melatih

Setelah materi pelatihan yang akan diajarkan ditetapkan, instruktur merencanakan secara rinci tentang bagaimana cara terbaik yang akan ia lakukan dalam melatih atau membantu peserta pelatihan dalam belajar.

Agar berhasil dalam mengajar/melatih, rencana yang dibuat harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

1)    Tujuan pembelajaran

2)    Jenis materi pelatihan, pengetahuan atau keterampilan

3)    Metoda melatih yang tepat

4)    Lingkungan pembelajaran

5)    Bahan dan peralatan yang akan digunakan

6)    Perbedaan individu peserta pelatihan

7)    Faktor-faktor keefektifan belajar, antara lain motivasi, prinsip belajar, penggunaan panca indera.

Waktu melatih/mengajar materi pelatihan diajarkan secara bertahap yang biasa digunakan adalah ”Pola Empat Tahap dalam Mengajar” (The four step pattern of instruction) atau juga disebut ”The Standard Herbartian Lesson”.

Pola ini terdiri atas empat tahap secara berurutan, yaitu:

1)    Tahap Pendahuluan (Introduction/Preparation)

Tahap pendahuluan dibagi dua bagian:

a)      Persiapan instruktur untuk mengajar:

(1)      Mengatur ruangan (kelas/bengkel) seperti ventilasi, penerangan;

(2)      Menyiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan waktu mengajar;

(3)      Menentukan bahan dan alat yang akan digunakan peserta pelatihan;

(4)      Menyiapakan alat bantu mengajar seperti projektor, komputer, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan;

(5)      Menyiapkan evaluasi yang akan digunakan.

b)     Menyiapkan peserta pelatihan untuk menerima materi pelatihan:

(1)      Mencek kehadiran peserta pelatihan, dengan cara memanggil satu per satu atau menghitung jumlahnya kemudian dicocokkan dengan daftar hadir peserta dengan catatan jangan gunakan waktu terlalu lama untuk ini;

(2)      Memperkenalkan judul pelajaran, di samping diucapkan, juga dsampaikan secara tertulis. Kemudian lakukan diskusi singkat dengan peserta pelatihan tentang judul tersebut;

(3)      Melakukan apersepsi, menghubungkan materi yang akan disajikan dengan materi sebelumnya sehingga jelas kaitannya;

(4)      Mengecek pengetahuan peserta pelatihan, dengan melakukan tanya jawab singkat untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta sebelumnya tentang materi yang akan disajikan. Dengan demikian, pelajaran dapat dimulai dari apa yang sudah diketahui peserta pelatihan;

(5)      Menyampaikan tujuan belajar, agar para peserta pelatihan mengetahui dengan jelas kemampuan apa yang akan diperoleh setelah pelatihan selesai. Dalam hal ini juga disampaikan manfaat apa yang diperoleh termasuk arah yang akan dipelajari.

2)    Tahap Penyajian

Bila peserta pelatihan telah benar-benar siap menerima materi pelatihan, barulah instruktur menyajikan isi pelajaran. Penyampaian isi pelajaran, baik teori maupun praktik merupakan tahap penyajian. Instruktur menjelaskan dengan metoda yang tepat.

a)      Menjelaskan

Jika menjelaskan materi pelatihan, perhatikan hal-hal sebagai berikut:

(1)      Buatlah penjelasan itu sederhana, jelas dan masuk akal;

(2)      Jangan menggunakan kata-kata, istilah atau ucapan yang mungkin sulit dimengerti oleh peserta pelatihan;

(3)      Jelaskan perlahan-lahan, sesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta pelatihan;

(4)      Jangan menjelaskan terlalu banyak hal yang tidak yakin peserta akan dapat memahaminya.Jelaskan setahap demi setahap;

(5)      Ulangi penjelasan bila diperlukan.

b)     Melukiskan/menggambarkan

Bila menggunakan gambar/diagram, perhatikan hal-hal sebagai berikut:

(1)      Yakinkan bahwa peserta pelatihan dapat memahami dan menginterpretasikan gambar atau sket ke keadaan yang sebenarnya;

(2)      Ukurannya harus cukup besar sesuai dengan jumlah peserta sehingga seluruh peserta pelatihan dapat melihatnya dengan jelas.

c)      Mendemonstrasikan

Beberapa materi pelatihan khususnya materi keterampilan diajarkan dengan cara mendemonstrasikan dan peserta diminta untuk memperhatikan selagi kegiatan itu dilakukan instruktur.

Dalam hal ini perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

(1)      Atur peserta sedemikian rupa sehingga mereka berada pada posisi seperti kedudukan instruktur;

(2)      Lakukan perlahan-lahan agar para peserta dapat mengikuti dengan jelas;

(3)      Tekankan keselamatan dan kunci kerja melakukan pekerjaan tersebut;

(4)      Demonstrasikan secara bertahap, beri kesempatan peserta bertanya;

(5)      Bila diperlukan, ulangi demonstrasi.

d)     Bertanya

Pada waktu menyajikan pelajaran instruktur mengajukan pertanyaan lisan kepada peserta untuk mempertinggi keinginan belajar dan menjadikan peserta aktif dan terpusat pada apa yang sedang diajarkan/dijelaskan instruktur.

Bila mengajukan pertanyaan lisan lakukanlah dengan urutan sbb.:

(1)      Ajukan pertanyaan yang jelas kepada seluruh peserta;

(2)      Berhenti sebentar untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk memikirkan jawabannya;

(3)      Tunjuk salah seorang peserta untuk menjawabnya dengan cara menyebut namanya;

(4)      Dengarkan jawaban peserta;

(5)      Mintakan pendapat peserta lainnya;

(6)      Berikan pujian, betulkan bila ada kesalahan dan kuatkan jawaban yang benar.

Jangan mengajukan pertanyaan kepada peserta tertentu saja karena hal ini dapat mengakibatkan peserta lainnya merasa kurang diikut-sertakan yang akhirnya akan menurunkan semangat belajarnya atau mengurangi perhatiannya.

3)    Tahap Aplikasi

Pada tahap ini peserta diberi kesempatan untuk memperoleh pengalaman dengan melakukan sendiri apa yang sudah diajarkan. Aplikasi dilaksanakan dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan materi pelatihan.

a)      Untuk pelajaran teori

Dilakukan dengan memberikan tugas-tugas, pertanyaan-pertanyaan yang harus dikerjakan/dijawab, baik secara lisan maupun tulisan. Instruktur membetulkan jawaban yang salah, memberikan penguatan terhadap jawaban yang benar dan membeikan pujian. Bila peserta tidak dapat menjawab atau jawabannya kurang tepat, jangan memojokkan peserta karena akan menurunkan semangatnya.

Waktu peserta sudah menjawab, jangan buru-buru dikomentari, tetapi buatlah suasana persaingan dengan cara menanyakan pendapat peserta lain terhadap jawaban peserta terdahulu.

b)     Untuk pelajaran praktik

(1)      Sebelum dimulai tekankan kepada peserta tentang keselamatan kerja dan kunci kerja yang harus diperhatikan;

(2)      Atur tempat kerja setiap peserta agar tida saling terganggu;

(3)      Tunjukkan/bagikan/tentukan bahan dan alat yang akan digunakan oleh setiap peserta pelatihan;

(4)      Bagikan lembaran kerja (job sheet) bila itu diperlukan;

(5)      Lakukan pengawasan yang seksama;

(6)      Berikan bantuan bila diperlukan saja, jangan pilih kasih;

(7)      Bila peserta melakukan langkah yang salah, segera hentikan dan betulkan;

(8)      Bila diperlukan, demonstrasikan atau jelaskan kembali.

4)    Tahap Evaluasi

Tahap evaluasi merupakan tahap yang sangat membantu, baik untuk instruktur maupun peserta dalam penentuan tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran. Instruktur hendaknya menjelaskan pentingnya evaluasi dalam proses belajar-mengajar agar peserta tidak memandang evaluasi merupakan hal yang menakutkan. Evaluasi merupakan alat ukur dari proses belajar. Untuk itu, instruktur hendaknya tidak terlalu menekankan kepada peserta terhadap berhasil atau tidaknya, tetapi lebih pada proses capaian sudah sejauh mana sehingga peserta sendiri yang akan menilai dirinya tentang keberhasilan tersebut.

Pada tahap evaluasi ini isntruktur hanya mengawasi peserta agar tidak melakukan kerjasama. Instruktur tidak memberikan bantuan kepada peserta waktu mengerjakan evaluasi/tes.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap evaluasi ini adalah sbb.:

a)      Tempatkan peserta sedemikian rupa agar tidak bekerja sama;

b)     Bagikan lembaran evaluasi dengan caran ditelungkupkan supaya peserta tidak mendahului sebelum waktunya;

c)      Jelaskan prosedur evaluasi;

d)     Lakukan pengawasan dengan seksama, tetapi jangan sampai mengganggu konsentrasi peserta.

 

 

 

 

  1. e.   Tugas Instruktur dan Tugas Peserta Pelatihan

1)    Tugas Instruktur

Perilaku instruktur waktu mengajar, apakah cara berbicara, apakah cara bertindak, apakah cara bersikap sangat mempengaruhi kesuksesan peserta pelatihan dalam belajar. Keteladanan adalah hal yang dominan dalam pengembangan pengajaran agar peserta pelatihan mempunyai sikap yang diharapkan.

Instruktur mempunyai tugas dan tanggung jawab  untuk meletakkan pondasi sebagai dasar pengembangan karier peserta pelatihan. Oleh karena itu, instruktur harus mengetahui tugas dan tanggung jawabnya demi kesuksesan tugasnya termasuk mampu menilai diri sendiri melalui hasil penilaian peserta pelatihannya apakah ia termasuk instruktur yang diidam-idamkan karena sukses dalam mengajar.

Tugas dan tanggung jawab instruktur adalah sebagai berikut:

a)      Menentukan isi dan rencana pelajaran

(1)     Menganalisis pekerjaan;

(2)     Menafsirkan kurikulum dan silabus;

(3)     Menentukan tujuan pembelajaran;

(4)     Menentukan isi pelajaran;

(5)     Menyusun rencana pelajaran.

b)     Memilih dan mempersiapkan alat evaluasi

(1)     Menyusun evaluasi pelajaran teori;

(2)     Menyusun evaluasi pelajaran praktik;

(3)     Menguji ketepatan dan ketelitian alat evaluasi.

c)      Memilih metoda melatih

(1)     Memilih metoda melatih yang berpusat pada peserta pelatihan;

(2)     Memilih metoda melatih yang berpusat pada instruktur.

d)     Memilih dan mempersiapkan alat bantu mengajar

(1)     Memilih dan mempersiapkan alat bantu mengajar bahan cetakan

(2)     Memilih dan mempersiapkan alat bantu mengajar papan display;

(3)     Memilih dan mempersiapkan alat bantu mengajar chart;

(4)     Memilih dan mempersiapkan alat bantu mengajar gambar mati yang diproyeksikan;

(5)     Memilih dan mempersiapkan alat bantu mengajar gambar hidup yang diproyeksikan;

(6)     Memilih dan mempersiapkan alat bantu mengajar suara yang direkam;

(7)     Memilih dan mempersiapkan alat bantu mengajar benda/tiga dimensi.

e)      Mempersiapkan kebutuhan praktik

(1)     Mempersiapkan bahan praktik;

(2)     Mempersiapkan peralatan praktik.

f)       Menyampaikan pendahuluan pelajaran

(1)     Mempersiapakan ruangan kelas/bengkel;

(2)     Mempersiapkan peserta pelatihan;

(3)     Memperkenalkan pelajaran.

g)     Menyajikan isi pelajaran

(1)     Mengembangkan pelajaran;

(2)     Memelihara partisipasi peserta dalam belajar.

h)     Menerapkan isi pelajaran

(1)     Memberikan tugas kepada peserta pelatihan;

(2)     Mengawasi kemampuan dan membetulkan kesalahan-kesalahan peserta pelatihan.

i)       Mengevaluasi hasil belajar peserta pelatihan

(1)     Melaksanakan tes yang telah ditetapkan;

(2)     Menilai tugas/tes yang diberikan kepada peserta pelatihan;

(3)     Menyusun dan menafsirkan hasil belajar peserta pelatihan;

(4)     Membuat laporan hasil belajar peserta pelatihan.

j)       Menyiapkan fasilitas pelatihan

(1)     Mengatur lay-out peralatan;

(2)     Mengatur jadwal pemakaian fasilitas pelatihan.

k)      Melaksanakan dan mengawasi keselamatan kerja

(1)     Menyiapkan peralatan keselamatan kerja;

(2)     Menggunakan peralatan keselamatan kerja;

(3)     Memelihara peralatan keselamatan kerja.

l)       Menginventaris dan memelihara peralatan yang digunakan

(1)     Mengiventaris peralatan pelatihan;

(2)     Memelihara peralatan pelatihan;

(3)     Melaporkan kondisi peralatan pelatihan.

m)    Mengumpulkan dan menyimpan laporan dan surat-surat

(1)     Mengagenda surat-surat dan laporan hasil kegiatan pelatihan;

(2)     Menyimpan surat-surat dan hasil kegiatan pelatihan.

n)     Mempersiapkan kebutuhan bahan dan peralatan pelatihan

(1)     Memeriksa keadaan bahan dan peralatan yang tersedia;

(2)     Menyusun daftar kebutuhan bahan dan peralatan pelatihan;

(3)     Mengajukan daftar kebutuhan bahan dan alat pelatihan;

(4)     Menerima dan memeriksa bahan dan peralatan pelatihan yang dipesan.

  • o)     Memelihara kerjasama dengan semua pihak

(1)     Memelihara kerjasama di lingkungan kedinasan;

(2)     Memelihara kerjasama di luar kedinasan.

p)     Mengikuti dan melaksanakan kegiatan dinas

(1)     Mengikuti kegiatan upgrading, baik di dalam maupun di luar kantor;

(2)     Mengikuti rapat-rapat dinas.

q)     Meningkatkan kemampuan dengan cara belajar sendiri

(1)     Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan/kemajuan iptek;

(2)     Meningkatkan potensi-potensi kepemimpinan.

Ciri-ciri instruktur yang baik:

a)      Sehat jasmani dan rohani

b)     Sportif, obyektif, dan jujur

c)      Menguasai bidang keahliannya

d)     Menguasai metodologi pelatihan

e)      Menyenangi bidang pelatihan dan bersedia mengajar

f)       Dapat bekerja sama, baik dengan atasan, rekan sejawat, dan peserta pelatihan

g)     Mendahulukan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi

h)     Mempunyai wibawa

i)       Kreatif dan selalu menambah pengetahuan

j)       Mempunyai pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya

k)      Berdisiplin dan bertanggung jawab

l)       Sikap mental dan tingkah lakunya baik

m)    Mampu berkomunikasi dengan baik

n)     Bersedia menolong orang lain dan senang membantu peserta pelatihan belajar

  • o)     Ramah, simpatik, dan rapi/necis

p)     Mempunya sifat teladan

q)     Bersedia menerima kritik yang membangun

r)      Tidak pemarah

s)      Bersedia membantu kelemahan-kelemahan pesert pelatihan

t)      Cepat mengenal peserta pelatihannya

u)      Bekerja keras (serius, tekun, bersemangat)

v)      Memahami tugas dan tanggung jawabnya

w)    Mau memberikan pujian dan penghargaan

x)      Tidak memojokkan, mencemoohkan peserta pelatihan

y)      Tidak meminjam ide peserta pelatihan.

Instruktur menilai kemampuan diri sendiri dengan cara sebagai berikut:

a)      Kategori penilaian:

(1)     Nilai A     = kemampuan mengajarnya baik sekali

(2)     Nilai B     = kemampuan mengajarnya baik

(3)     Nilai C     = kemampuan mengajarnya cukup

(4)     Nilai D     = kemampuan mengajarnya sedang

(5)     Nilai E     = kemampuan mengajarnya kurang.

b)     Cara melaksanakan penilaian instruktur:

(1)     Siapkan lembaran angket sebanyak jumlah peserta pelatihan

(2)     Bagikan lembaran angket tersebut kepada setiap peserta selesai

mengajar dalam satu penyajian, satu unit kompetensi, atau secara periodik (mingguan, bulanan).

(3)     Jelaskan kepada peserta bahwa anda sebagai instruktur memer-lukan masukan untuk perbaikan mengajar

(4)     Peserta pelatihan tidak perlu mencantumkan nama mereka

(5)     Setiap item pada kolom penilaian diberi tanda silang (X) atau cek (Ö) di tengah-tengah, tidak boleh pada garis antara dua kolom

(6)     Kumpulkan semua lembaran angket sebanyak jumlah peserta

(7)     Hitung tanda silang atau cek pada setiap item sesuai dengan hasil penilaian.

(8)     Berikan bobot pada setiap nilai secara tingkatan, misalnya A=5, B=4, C=3, D=2, E=1.

(9)     Hitung nilai rata-rata dengan rumus sbb.:

Nri

=

S(ni X W)

p

Nri          : nilai rata-rata setiap item pertanyaan

ni : banyaknya tanda silang/cek setiap kategori

W : bobot kategori

P   : jumlah peserta pelatihan.

Tabel 1

Contoh Cara Menghitung Nilai Rata-rata Setiap Item

KATEGORI

ni1

W

ni X W

Baik Sekali

2

5

10

Baik

3

4

12

Cukup

8

3

24

Sedang

2

2

4

Kurang

1

1

1

Jumlah

16

-

51

 

Nilai rata-rata item 1 = 51 : 16 = 3,19

 

Tabel 2

Kategori Kualitas Instruktur Mengajar

N0.

KUALITAS

INDIKASI PADA INSTRUKTUR

1.

4,50 – 5,00

  • § Anda adalah instruktur yang diidamkan
  • § Baik sekali

2.

3,50 – 4,49

  • § Anda adalah instruktur yang mempu-nyai penampilan/kemampuan baik
  • § Tingkatkan kemampuan

3.

3,00 – 3,49

  • § Anda adalah instruktur yang mempu-nyai penampilan/kemampuan rata-rata (sedang)
  • § Buatlah suatu usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan

4.

2,00 – 2,99

  • § Anda adalah instruktur yang mempu-nyai potensi.
  • § Cobalah berbuat lebih baik lagi

5.

1,99 atau kurang

  • § Anda adalah instruktur yang belum berhasil dalam mengajar
  • § Anda perlu melipatgandakan usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan mengajar (banyak berkonsultansi dengan rekan instruktur)

Tabel 3

Angket Menilai Kualitas Instruktur

NO.

ITEM YANG DINILAI

KUALITAS INSTRUKTUR

A

B

C

D

E

1.

Menyajikan pelajaran dengan jelas dan mempergunakan istilah-istilah yang mudah dimengerti.          

2.

Menciptakan situasi yang menarik perhatian.          

3.

Mengadakan komunikasi dua arah antara instruktur dan siswa          

4.

Mendorong partisipasi siswa dalam diskusi, demonstrasi, menyelesaikan soal dan percobaan.          

5.

Mementingkan tugas membantu siswa belajar sebelum kepentingan diri sendiri.          

6.

Memberikan kepuasan pada siswa dalam belajar dan bukan menggunakan kekuasaan untuk kepentingannya.          

7.

Memberikan cara mengajar yang menarik.          

8.

Menguasai materi pelatihan yang diajarkan.          

9.

Memberikan pertanggungjawaban terhadap janji-janji dengan siswa.          

10.

Mau mendengarkan usul-usul individu dan kelompok.          

11.

Memberikan keramahan, kesimpatikan.          

12.

Memperlakukan siswa secara adil, tidak membeda-bedakan.          

13.

Mendengarkan dan memperhatikan pendapat siswa.          

14.

Mengontrol siswa dengan tabah.          

15.

Memperoleh kehormatan siswa secara tetap.          

16.

Menepati waktu pertemuan/janji.          

Nra

=

Nri1 + Nri2 + Nri3 + Nri4 + Nri5 + Nri6 + Nri7 + …………….Nri

i

i    = jumlah item pertanyaan

Nra= nilai rata-rata akhir = kualitas instruktur

 

Sepuluh petunjuk bagi instruktur dalam memperlakukan peserta pelatihan atau siswa, yaitu:

a)      Siswa adalah orang yang terpenting dalam pelaksanaan tugas melatih

b)     Siswa adalah tidak tergantung pada instruktur, tetapi instruktur yang tergantung pada siswa

c)      Siswa bukan perintang usaha instruktur, melainkan merupakan tujuan usaha instruktur

d)     Siswa merupakan keuntungan bagi instruktur bila mereka datang berkunjung, bukan sebaliknya

e)      Siswa adalah bagian dari usaha instruktur, mereka bukan orang luar

f)       Siswa juga manusia yang mempunyai pikiran dan perasaan seperti instruktur

g)     Siswa bukanlah lawan untuk bertengkar atau bertanding

h)     Siswa adalah seseorang yang menyampaiakan keinginannya, sedangkan instruktur yang mempunyai tugas untuk memenuhi keinginan tersebut

i)       Siswa sewajarnya mendapat pelayanan dan keramah-tamahan dari instruktur

j)       Siswa adalah urat nadi kehidupan usaha instruktur.

2)    Tugas Peserta Pelatihan

Pada dasarnya tugas peserta pelatihan adalah belajar. Untuk itu maka peserta pelatihan wajib:

a)      Mematuhi perintah instruktur dalam rangka proses belajar-mengajar (pembelajaran);

b)     Mematuhi tata tertib yang diberlakukan selama proses pembelajaran;

c)      Menanyakan materi pelatihan yang sedang dipelajari apabila dirasa belum dipahami sehingga betul-betul materi tersebut dapat dipahami/dikuasai;

d)     Memberikan saran/masukan kepada instruktur agar materi pelatihan dapat dipelajari dengan mudah;

e)      Ikut menjaga/memelihara suasana kelas agar kondusif untuk belajar apabila belajar secara kelas.

  1. f.     Ciri-ciri Lingkungan Pembelajaran yang Kondusif

Kondisi lingkungan pembelajaran sangat mempengaruhi moral dan tingkat motivasi belajar peserta pelatihan. Seorang peserta pelatihan tidak dapat dimotivasi dengan baik apabila ia merasa:

-      kedinginan atau kepanasan karena udara dalam ruangan tidak sesuai dengan suhu udara yang dibutuhkan,

-      garis pandang yang kurang tepat sehingga kurang jelas apa yang dia lihat;

-      tempat duduk yang kurang sesuai sehingga tidak nyaman,

-      penyinaran lampu yang menyilaukan atau kurang terang,

-      kebisingan yang mengganggu.

Oleh sebab itu, untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1)        Penerangan/cahaya

Cahaya penerangan harus cukup sehingga semua orang yang berada dalam ruangan kelas dapat melihat dengan jelas terutama terhadap cahaya yang menyebabkan silau, entah pantulan dari papan tulis atau kertas yang tulisannya sedang dibaca;

 

 

2)        Temperatur dan Ventilasi

Temperatur yang ideal untuk belajar berkisar 20°C – 25°C. Yakinkan bahwa tidak ada peserta pelatihan yang duduk pada aliran udara masuk karena bisa menyebabkan yang bersangkutan masuk angin atau tidak nyaman. Ventilasi penting untuk sirkulasi masuk-keluarnya udara supaya udara dalam ruang selalu segar, tidak pengap atau bau apek. Kalau ruangan ber-AC, agar diperhatikan pengharum ruangan.

3)        Sanitasi

Tersedia tempat cuci tangan, dan lain-lain seperti wastafel.

4)        Kebersihan dan Keindahan

Ruangan yang bersih tentunya akan membuat nyaman orang yang di dalam ruangan itu. Untuk perlu disediakan alat-alat untuk menunjang itu, seperti sapu, tempat sampah, bulu ayam, dsb.

5)        Warna dinding ruangan

Warna akan mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Oleh sebab itu, warna dinding harus dipilih warna yang membuat orang semangat untuk belajar. Ada tiga warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru. Merah berpengaruh untuk membakar semangat, kuning berpengaruh suasana kehangatan, dan biru menimbulkan kedamaian.

6)        Peragaan yang Menarik (interesting display)

Lengkapi ruangan dengan gambar-gambar, benda kerja, atau model-model yang berkaitan dengan materi pelatihan dipasang pada papan display atau lemari display.

Keterampilan yang diperlukan dalam menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran, yaitu:

  1. Mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimiliki peserta pelatihan tentang macam-macam metoda melatih;
  2. Mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimiliki peserta pelatihan tentang komunikasi instruksional;
  3. Mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimiliki peserta pelatihan tentang tahapan melatih.

Sikap kerja yang harus dilakukan dalam menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran, yaitu:

  1. Sabar, ramah, impatik, dan simpatik;
  2. Mematuhi pedoman atau cara-cara yang telah digariskan.
  3. 2.   Menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran

Pengetahuan yang diperlukan dalam menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. a.   Pengertian Bimbingan yang Tepat dalam Situasi Pembelajaran

Yang dimaksudkan dengan bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran adalah bimbingan yang dilakukan oleh instruktur sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi individu peserta pelatihan sehingga peserta pelatihan dapat dengan mudah mengikuti bimbingan tersebut.

  1. b.   Pedoman  mengidentifikasi  materi  bimbingan  sesuai  dengan situasi pembelajaran

Ada pun prinsip/pedoman mengidentifikasi materi bimbingan adalah sebagai berikut:

1)    Memilih materi bimbingan berdasarkan prioritasnya

Prioritas materi bimbingan terdiri atas:

a)      Harus diketahui (must know)

b)     Penting diketahui (should know)

c)      Sebaiknya diketahui (nice to know).

Dalam PBK, materi bimbingan berupa materi yang harus diketahui saja.

2)    Memilih materi bimbingan berdasarkan waktu

Pemilihan materi bimbingan harus didasarkan pada program pelatihan yang tercantum dalam silabus termasuk waktu/lama jampel yang diperlukan. Pengetahuan dan keterampilan yang akan diajarkan dibuat daftarnya, kemudian diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mengajarkannya dengan dasar pertimbangan kemampuan rata-rata peserta pelatihan dalam mempelajarinya. Apabila ternyata masih ada sisa waktu, materi bimbingan dapat diintensifkan pendalamannya.

 

 

3)    Memilih materi bimbingan berdasarkan nilai belajar

Materi bimbingan harus dipilih menurut tujuan pelatihan, tujuan pembelajaran, kebutuhan peserta pelatihan, dan prinsip-prinsip belajar. Penyelenggaraan pelatihan untuk proses pembelajaran, bukan untuk tujuan produksi.

4)    Memilih materi bimbingan berdasarkan fasilitas pelatihan

Pengetahuan dan keterampilan yang akan diajarkan dipilih atau disesuai-kan dengan kesediaan bahan dan peralatan pelatihan.

5)    Memilih materi bimbingan berdasarkan frekuensi penggunaan

Materi bimbingan harus diatur penyajiannya disesuaikan dengan materi mana yang sering digunakan dan materi mana yang jarang digunakan. Materi yang sering digunakan diajarkan terlebih dahulu, sementara yang jarang digunakan diajarkan setelah itu.

6)    Memilih materi bimbingan berdasarkan kemungkinan segera digunakan

Materi bimbingan yang segera akan digunakan diajarkan duluan karena tidak begitu ada gunanya kalau mengajarkan materi yang baru digunakan dalam waktu yang lama.

7)    Memilih materi bimbingan berdasarkan pada kekhususan

Pengetahuan dan keterampilan yang sangat penting dalam suatu kejuruan walaupun tidak begitu sering digunakan, harus termasuk dalam materi bimbingan.

  1. c.    Cara menangani  peserta  pelatihan sesuai  dengan  tingkat kemampuannya

1)    Faktor-faktor Penyebab Perbedaan Individu dan Pengaruhnya

a)      Kemampuan Mental

(1)     Ada beberapa peserta pelatihan mempelajari aspek-aspek pelatihan tertentu lebih mudah daripada peserta lain;

(2)     Ada beberapa peserta akan lebih mampu mempelajari jenis pengetahuan/keterampilan lain.

b)     Kondisi Fisik

(1)     Ukuran fisik (gemuk, kurus, tinggi, pendek)

(2)     Karakteristik fisik (kecekatan tangan, koordinasi mata-tangan, ketangkasan, kegesitan)

(3)     Kesehatan (sehat, sakit)

(4)     Persepsi indera (kemampuan indera menerima rangsangan)

(5)     Umur dan jenis kelamin.

c)      Lingkungan

Lingkungan banyak mempengaruhi pengalaman-pengalaman peserta pelatihan di masa lalu dan pengaruh lingkungan tersebut akan terlihat dalam pelatihan. Banyak peserta pelatihan, karena pengalamanya dipengaruhi oleh lingkungan mereka, mengakibatkan mereka sangat terampil menggunakan alat-alat pada permulaan pelatihan. Tetapi peserta pelatihan yang belum pernah menggunakan peralatan tersebut, mungkin amat janggal.

d)     Latar Belakang Kebudayaan

Perbedaan latar belakang kebudayaan menunjukkan perbedaan pada nilai-nilai kebudayaan kelompok. Nilai-nilai ini mungkin dipengaruhi oleh keadaan sosial dan kesukuannya.

Perbedaan kebiasaan makanan dan sikap terhadap pekerjaan, belajar, disiplin, ketepatan waktu, kehadiran dan lain-lain, dapat berasal dari pengaruh kebudayaan.

e)      Keadaan Emosional

Peserta pelatihan adalah manusia dan sebagai manusia mempunyai perasaan. Setiap orang akan berbeda dalam cara mengendalikan perasaan. Beberapa peserta akan lebih bersahabat dari yang lain, beberapa peserta akan lebih agresif, ada yang lebih periang, dan sebagainya.

Instruktur tidak perlu membentuk pribadinya suka atau tidak suka terhadap individu peserta pelatihan, tetapi lebih menerima apa adanya sesuai dengan karakternya masing-masing. Instruktur harus membantu untuk mengembangkan bentuk emosional, potensi dan nilai-nilai yang baik.

2)    Cara untuk mengatasi perbedaan individu dalam pengajaran

a)      Peserta pelatihan yang cepat dalam belajar

(1)     Instruktur menganjurkan, mendorong peserta tersebut untuk melaksanakan pekerjaan praktis agar lebih maju;

(2)     Instruktur menganjurkan, mendorong peserta tersebut untuk membaca buku-buku yang berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan;

(3)     Instruktur menyarankan agar peserta tersebut membantu peserta lain yang lambat belajarnya.

b)     Peserta pelatihan yang mempunyai kecepatan belajar sedang

(1)     Instruktur mengatur lebih banyak kegiatan pelatihan kepada peserta tersebut;

(2)     Instruktur merencanakan materi pelatihan sesuai dengan kemampuan peserta.

c)      Peserta yang lambat dalam belajar

(1)     Instruktur membimbing peserta tersebut secara individu sesuai dengan kemampuannya;

(2)     Instruktur memberikan pujian pada peserta tersebut bila diperlukan;

(3)     Instruktur menggunakan lembaran instruksi yang lebih jelas agar mudah dipahami;

(4)     Instruktur menganjurkan kepada peserta tersebut agar belajar lebih giat lagi dan selalu meningkatkan kemampuannya.

d)     Perbedaan fisik

(1)     Instruktur mengatur tempat belajar sedemikian rupa sehingga semua peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman;

(2)     Instruktur tidak boleh memberikan tugas kepada peserta terlalu berat di luar kemampuannya.

e)      Perbedaan emosional

(1)     Instruktur menghilangkan rasa malu, rasa takut dengan cara  memperlakukan dengan baik, sabar dan pengertian;

(2)     Instruktur menganjurkan peserta untuk mengembangkan disiplin sendiri;

(3)     Instruktur menangani peserta pelatihan yang nakal secara tepat dan sungguh-sungguh.

 

3)    Mengatasi sifat yang dimiliki peserta pelatihan secara umum:

a)      Sifat ingin diperlakukan secara dewasa

(1)     Bertindak dewasa dan perlakukan mereka sebagai orang dewasa;

(2)     Memberikan tingkat pekerjaan yang sesuai dengan orang dewasa.

b)     Sifat ingin sukses/berhasil

(1)     Menjelaskan secara hati-hati masalah-masalah yang terkandung dalam tugas sehingga peserta pelatihan apabila sudah memahaminya akan termotivasi untuk bekerja lebih keras untuk berhasil;

(2)     Menyajikan materi pelatihan dengan cara-cara yang lebih memudahkan bagi peserta untuk berhasil;

(3)     Memberikan pujian dan penghargaan bila pekerjaan berhasil.

c)      Mempunyai kemampuan menilai

(1)     Menyiapkan diri setiap saat

(2)     Bekerja secara sistematis

(3)     Mengatur tempat kerja dengan baik

(4)     Menunjukkan contoh yang baik dalam penampilan dan tingkah laku.

d)     Sifat keliru/khilaf peserta pelatihan

(1)     Mengulangi instruksi untuk menunjukkan di mana letak kesalahannya;

(2)     Mengarahkan peserta pelatihan untuk membetulkan kesalahan-kesalahannya sendiri;

(3)     Menunjukkan kepada peserta pelatihan cara kerja yang benar dan tepat;

(4)     Menjaga jangan sampai peserta mendapat malu;

(5)     Memberikan pembetulan-pembetulan dengan cepat dan tepat.

 

e)      Sifat ingin bersaing

(1)     Meningkata minat belajar peserta;

(2)     Mendapatkan partisipasi peserta yang lebih sungguh-sungguh dalam kegiatan belajar;

(3)     Menghasilkan kerjasama yang baik dalam belajar.

f)       Sifat ingin jujur/sportif

(1)     Tegas, jujur dan menegakkan disiplin yang layak;

(2)     Tidak mengkambinghitamkan peserta pelatihan;

(3)     Tidak memberikan ancaman kepada peserta;

(4)     Jujur dan layak dalam memberikan tugas-tugas;

(5)     Memakai kriteria yang sama untuk mengevaluasi hasil kerja/belajar peserta.

  1. d.   Pedoman melaksanakan proses pembelajaran simulasi

Simulasi adalah tiruan atau perbuatan yang hanya pura-pura saja. Proses pembelajaran simulasi merupakan proses belajar secara tiruan.

1)    Tujuan Simulasi

a)      Untuk melatih keterampilan tertentu;

b)     Untuk memperoleh pemahaman tentang suatu konsep atau prinsip;

c)      Untuk latihan memecahkan masalah.

2)    Prinsip Simulasi

a)      Semua peserta pelatihan harus terlibat langsung menurut peran masing-masing;

b)     Penentuan topik disesuaikan dengan kemampuan peserta pelatihan;

c)      Petunjuk simulasi diberikan terlebih dahulu;

d)     Dalam simulasi hendaknya digambarkan situasi secara lengkap dan menyeluruh;

e)      Hendaknya diusahakan terintegrasinya beberapa ilmu.

3)    Bentuk Simulasi

a)      Role playing

b)     Psikodrama

c)      Sosiodrama

d)     Permainan/game.

4)    Langkah-langkah Pelaksanaan Simulasi

a)      Menentukan topik dan tujuan simulasi;

b)     Memberikan gambaran secara garis besar tentang simulasi tersebut;

c)      Mengorganisasikan kebutuhan simulasi;

d)     Menunjuk/memilih peserta mana yang akan berperan;

e)      Menjelaskan kepada peserta yang sudah ditunjuk tentang peran yang akan dimainkan;

f)       Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempersiapkan diri;

g)     Menetapkan lokasi dan waktu simulasi;

h)     Melaksanakan simulasi;

i)       Melakukan evaluasi dan umpan-balik;

j)       Mengulang simulasi.

  1. e.   Pedoman melaksanakan proses pembelajaran secara individu, kelompok kecil dan kelompok besar

1)    Pengertian kelompok kecil, individu/perseorangan, dan kelompok besar

Proses pembelajaran kelompok kecil apabila instruktur melayani 3-8 orang peserta pelatihan, individu apabila peserta pelatihannya hanya satu orang, sedangkan selebihnya merupakan kelompok besar.

2)    Proses pembelajaran secara individu dan kelompok kecil

Pada dasarnya pembelajaran secara individu dan kelompok kecil yang harus diperhatikan seorang instruktur sama saja. Dalam hal ini ada empat keterampilan yang harus dikuasai oleh instruktur, yaitu:

a)      Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, misalnya:

(1)     Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan peserta pelatihan;

(2)     Memberikan respon positif terhadap pikiran peserta pelatihan;

(3)     Membangun hubungan saling mempercayai;

(4)     Menunjukkan kesiapan membantu;

(5)     Menjadi pendengar yang baik;

(6)     Menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian.

 

 

b)     Keterampilan mengorganisasi, misalnya:

(1)     Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, atau masalah yang akan dipecahkan;

(2)     Memvariasikan kegiatan;

(3)     Membentuk kelompok yang tepat;

(4)     Mengorganisasikan kegiatan;

(5)     Membagi-bagi perhatian sehingga siap membantu;

(6)     Mengakhiri kegiatan dengan kesimpulan, laporan.

c)      Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar, misalnya:

(1)     Memberikan penguatan;

(2)     Memberikan supervisi pada proses awal dan memberikan arahan dan bantuan jika diperlukan;

(3)     Melakukan proses lanjut dan melibatkan diri;

(4)     Mengadakan supervisi pemaduan guna rangkuman.

d)     Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, yaitu meliputi:

(1)     Membantu peserta menetapkan tujuan pembelajaran;

(2)     Merencanakan kegiatan belajar bersama peserta;

(3)     Berperan sebagai penasihat;

(4)     Membantu menilai pencapaian dan kemajuan sendiri.

Keterampilan mengajar kelompok kecil dan individual merupakan keterampilan yang cukup kompleks dan memerlukan penguasaan keterampilan-keterampilan sebelumnya, yakni keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, dan membimbing diskusi kelompok kecil. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh pengetahuan, kreativitas, serta hubungan antaran instruktur dengan peserta pelatihan, dan antar peserta pelatihan sendiri.

3)    Proses pembelajaran secara kelompok besar atau kelas

a)      Pengertian

Keterampilan mengelola kelas/kelompok besar merupakan keterampilan instruktur untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya ke kondisi yang optimal apabila terjadi gangguan, baik dengan cara mendisiplinkan ataupun melakukan kegiatan remedial.

b)     Prinsip mengelola kelas

(1)     Kehangatan dan keantusiasan;

(2)     Penggunaan bahan-bahan yang menantang menggairahkan semangat belajar peserta;

(3)     Perlu dipertimbangkan penggunaan variasi media, gaya mengajar, dan pola interaksi;

(4)     Diperlukan keluwesan tingkah laku instruktur dalam mengubah strategi mengajarnya untuk mencegah gangguan-gangguan yang timbul;

(5)     Penekanan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian peserta pada hal-hal yang negatif;

(6)     Mendorong peserta pelatihan untuk mengembangkan disiplin diri sendiri dengan cara memberi contoh dalam perbuatan instruktur sehari-hari.

4)    Pengajaran Mikro (Microteaching)

a)      Pengertian

Pengajaran mikro adalah metoda pelatihan penampilan yang dirancang secara jelas dengan jalan mengisolasi bagian-bagian komponen dari proses mengajar sehingga instruktur atau calon instruktur dapat menguasai setiap kompnen satu per satu dalam situasi mengajar yang disederhanakan. (Mc. Laughlin & Moulton)

b)     Ciri-ciri Pengajaran Mikro

(1)     Mikro dalam pengajaran mikro berarti dalam skala kecil. Skala kecil dapat berkaitan dengan ruang lingkup materi pelatihan, waktu, peserta pelatihan, dan keterampilannya;

(2)     Mikro dalam pengajaran mikro dapat disamakan dengan pengertian mikro pada mikroskop, artinya keterampilan mengajar yang kompleks akan dipelajari lebih mendalam dan teliti;

(3)     Pengajaran mikro adalah pengajaran yang sebenarnya. Calon instruktur harus membuat persiapan mengajar, melaksanakan pengajaran berdasarkan rencana yang telah dibuat, mengelola kelas, dsb.;

(4)     Pengajaran mikro juga berari belajar yang sesungguhnya. Ditinjau dari calon instruktur, dia belajar bagaimana mengajar, sedangkan dari peserta pelatihannya akan memperoleh atau belajar sesuatu sesuai dengan tujuan pengajaran yang dirumuskan oleh calon instruktur;

(5)     Pengajaran mikro bukanlah simulasi. Dalam situasi mengajar rekannya sendiri, calon instruktur harus memperlakukan mereka sebagaimana layaknya sebagai siswa;

(6)     Untuk mendapatkan hasil rekaman yang akurat, pengajaran mikro harus dilengkapi dengan alat-alat perekam video dan audio. Rekaman ini penting untuk dipelajari oleh calon instruktur.

c)      Perbedaan Pengajaran Mikro dan Pengajaran Makro

Perbedaan pengajaran mikro dan pengajaran makro dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4

Perbedaan Pengajaran Mikro dan Pengajaran Makro

HAL YANG DIBANDINGKAN

PENGAJARAN MAKRO

PENGAJARAN MIKRO

Banyaknya siswa 30-40 orang 5-10 orang
Waktu Mengajar 30-45 menit 10-15 menit
Materi Pelatihan luas Sempit/terbatas pada aspek yang sederhana
Fokus Keterampilan yang terin-tegrasi dengan materi pelatihan Terisolasi, yakni pada keterampilan dasar mengajar dan bukan pada materi pelatihan
Umpan Balik - Rekaman Video dan Audio, lembar observasi

Keterampilan yang dilakukan waktu menerapkan  bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran, yaitu:

  1. Mengidentifikasi  materi  bimbingan  sesuai  dengan situasi pembelajaran;
  2. Simulasi menangani  peserta  pelatihan sesuai  dengan  tingkat kemampuannya;
  3. Mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki tentang simulasi;
  4. Mengaplikasi pengetahuan yang dimiliki tentang pembelajaran secara individu, kelompok kecil, dan kelompok besar.

Sikap kerja yang harus dilakukan dalam menerapkan bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran, yaitu:

  1. Cermat, teliti, tegas, simpatik, sabar, ramah, dan kreatif;
  2. Mematuhi pedoman dan cara yang telah ditetapkan.
  3. 3.   Memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran

Pengetahuan yang diperlukan dalam memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran, yaitu:

  1. a.   Pedoman mengidentifikasi proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran

Adapun pedoman mengidentifikasi proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran sebagai berikut:

1)    Menyiapkan lembar penilaian proses pembelajaran seperti tabel 5;

2)    Menyiapkan kriteria penilaian seperti tabel 6;

3)    Melakukan penilaian proses pembelajaran sesuai dengan lembar penilaian yang sudah disiapkan berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan;

4)    Menghitung hasil penilaian;

5)    Mengidentifikasi item-item mana yang nilaianya masih kurang;

6)    Menyimpulkan hasil penilaian.

Tabel 5

Lembar Penilaian Proses Pembelajaran

NAMA :

PELATIHAN :

JURUSAN :

WAKTU SELESAI

:
HARI/TANGGAL :

MULAI

:
JUDUL :

JUMLAH

:
 

NO.

UNSUR-UNSUR YANG DINILAI

NILAI

A (x3)

B (X2)

C (X1)

D (X0)

I

PERSIAPAN/LEMBARAN RENCANA MENGAJAR

1.

Tujuan Belajar

2.

Alat Peraga

3.

Metoda Mengajar

4.

Empat Langkah Mengajar

II

PERSIAPAN DIRI/KELAS

1.

Persiapan Ruang

2.

Persiapan Alat Peraga

3.

Persiapan Alat dan Perkakas

4.

Persiapan Mental dan Fisik

III

LANGKAH I (PENDAHULUAN)

1.

Menyiapkan Peserta dan Absensi

2.

Apersepsi (Menghubungkan dengan pelajaran sebe-lumnya)

3.

Memperkenalkan Judul

4.

Menerangkan Manfaat Pelajaran

IV

LANGKAH II (PENYAJIAN)

1.

Sistematika Sesuai dengan Persiapan

2.

Suara

3.

Pandangan Mata

4.

Sikap Mengajar

5.

Penguasaan Bahan Pelajaran

6.

Kunci-kunci Pokok Pelajaran

7.

Pertanyaan untuk Memelihara Partisipasi

8.

Penggunaan Alat Peraga

9.

Kesempatan Bertanya kepada Peserta Pelatihan

10.

Penguasaan Kelas

11.

Kesimpulan

V

LANGKAH III (APLIKASI)

1.

Pemberian Tugas Sesuai dengan Persiapan

2.

Prosedur Pertanyaan

3.

Pembetulan Jawaban

4.

Persaingan Sehat

5.

Pengecekan Apakah Telah Dipahami oleh Semua Peserta Pelatihan

VI

LANGKAH IV (EVALUASI)

1.

Bahan/Materi Tes

2.

Syarat Tes

3.

Pencapaian Tujuan Instruksi dan Ketepatan Waktu

VII

TAMBAHAN

1.

Pemberian Tugas Rumah

2.

Pemberesan Kelas/Waktu

 

JUMLAH

 

 

 

Tabel 6

Kriteria Penilaian Proses Pembelajaran

I.

PERSIAPAN/LEMBAR RENCANA MENGAJAR    

1.

Tujuan Belajar a. Sesuai dengan judul, dapat dicapai, sesuai dengan waktu dan dapat diukur

A

 

  b. Sesuai dengan judul atau sesuai dengan waktu

B

 

  c. Asal ada

C

 

  d. Tidak ada

D

 

   

 

2.

Alat Peraga a. Lengkap sesuai dengan metode mengajar

A

 

  b. Sebagian ada dan sesuai dengan metode mengajar

B

 

  c. Papan tulis dengan kelengkapannya

C

 

  d. Tidak ada

D

 

   

 

3.

Metode Mengajar a. Lengkap sesuai dengan tujuan belajar

A

 

  b. Ada, tetapi tidak lengkap

B

 

  c. Ada, tetapi tidak sesuai

C

 

  d. Tidak ada

D

 

   

 

4.

Empat Langkah Mengajar a. Lengkap sesuai dengan tujuan belajar, waktu, susunan, dan sistematika

A

 

  b. Tidak lengkap

B

 

  c. Asal ada

C

 

  d. Tidak ada

D

 

   

 

II.

PERSIAPAN DIRI/KELAS

 

1.

Persiapan Ruangan a. Ada usaha menyiapkan

A

 

  b. Ada usaha sekedarnya

B

 

  c. Tidak ada usaha

C

 

  d. -

D

 

   

 

2.

Persiapan Alat Peraga a. Bahan presentasi sudah siap ditayangkan di layar, papan tulis bersih, tulisan rapi dan jelas dibaca

A

 

  b. Ada sebagian, tulisan rapi dan kurang jelas dibaca

B

 

  c. Ada sebagian, tulisan tidak rapi dan tidak jelas dibaca

C

 

  d. Tidak ada alat peraga

D

 

   

 

3.

Persiapan bahan dan kelengkap-an alat peraga lainnya a. Alat Penunjuk, penghapus, kapur tulis/spidol. dan bahan lain sesuai dengan persiapan

A

 

  b. Ada sebagian

B

 

  c. -

C

 

  d. Tidak ada

D

 

   

 

4.

Persiapan Mental-Fisik a. Cara berpakaian, rambut, dsb. rapi dan serasi sesuai dengan ketentuan diklat, tidak gugup

A

 

  b. Penampilan rapi, tetapi gugup

B

 

  c. Mental baik, penampilan tidak rapi

C

 

  d. Penampilan tidak rapi dan gugup

D

 

   

 

III

LANGKAH I (PENDAHULUAN)

 

1.

Mengecek kehadiran dan Menyiapkan Siwa a. Memanggil satu per satu, mengatur duduk, dan me- nanyakan kepada siswa sudah siap atau belum

A

 

  b. Tidak memanggil satu per satu, mengatur duduk, dan menanyakan kepada siwa sudah siap atau belum

B

 

  c. Memanggil satu per satu, tidak menyiapkan

C

 

  d. Tidak melakukan

D

 

   

 

2.

Apersepsi a. Dilakukan dan ada hubungannya dengan pelajaran sebelumnya

A

 

  b. Dilakukan, tetapi tidak mantap

B

 

  c. Dilakukan, tetapi tidak mengarah pada judul

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

3.

Memperkenalkan Judul a. Diucapkan dan didukung dengan tulisan disertai diskusi singkat

A

 

  b. Diucapkan saja atau ditulis saja disertai diskusi

B

 

  c. Diucapkan saja dan atau ditulis saja tanpa diskusi

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

4.

Menerangkan Manfaat Pelajaran a. Dilakukan sesuai dengan tujuan instruksional

A

 

  b. Dilakukan, tetapi tidak mantap

B

 

  c. Dilakukan, tetapi tidak sesuai

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

IV.

LANGKAH II (PENYAJIAN)

 

1.

Sistematika sesuai dengan persiapan a. Dilakukan semua dan sesuai urutannya

A

 

  b. Sama urutannya, tetapi tidak seluruhnya

B

 

  c. Dilakukan seluruhnya, tetapi urutan tidak sama

C

 

  d. Tidak sama urutannya dan tidak seluruhnya

D

 

   

 

2.

Suara a. Jelas ucapannya, terdengar sampai belakang, intonasi dan lagu kalimat tidak monoton

A

 

  b. Terlalu keras, tidak jelas (terlalu cepat), terputus-putus

B

 

  c. Terlalu pelan (tidak kedengaran sampai belakang)

C

 

  d. tidak bersuara

D

 

3.

Pandangan Mata a. Merata melihat ke seluruh siswa

A

 

  b. Melihat ke sebagian siswa

B

 

  c. Tidak melihat siswa, tetapi posisi badan meng-hadap siswa

C

 

  d. Membelakangi siswa, dominan melihat ke papan tulis/layar proyektor

D

 

   

 

4.

Sikap Mengajar a. Berwibawa, jujur, tidak pilih kasih, tidak ada gerakan yang tidak perlu

A

 

  b. Berwibawa, tidak pilih kasih, tidak ada gerakan yang tidak perlu, tetapi tidak jujur

B

 

  c. Banyak gerakan yang tidak perlu sehingga mengalihkan/mengundang perhatian siswa

C

 

  d. Tidak berwibawa

D

 

   

 

5.

Penguasaan Bahan Pelajaran a. Penyajian jelas, mudah dimengerti, dan terarah

A

 

  b. Jelas, mudah dimengerti, tetapi tidak terarah

B

 

  c. Penyajian tidak Jelas

C

 

  d. Penyajian sulit dimengerti

D

 

   

 

6.

Kunci-kunci/pokok kerja a. Lengkap dan jelas

A

 

  b. Tidak lengkap, tetapi jelas

B

 

  c. Tidak lengkap dan tidak jelas

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

7.

Pertanyaan untuk Memelihara Partisipasi a. Dilakukan secara periodik atau per sesi materi diajukan pertanyaan

A

 

  b. Kadang-kadang dilakukan (ada sesi yang lupa)

B

 

  c. Kurang dilakukan (banyak sesi yang lupa)

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

8.

Penggunaan Alat Peraga a. Digunakan selurh alat peraga yang disiapkan dengan tepat dan benar

A

 

  b. Digunakan semuanya, tetapi ada yang salah

B

 

  c. Digunakan sebagian walaupun tepat dan benar

C

 

  d. Tidak digunakan

D

 

   

 

9.

Memberikan Kesempatan kepada Siswa untuk Bertanya a. Dilakukan secara periodik dengan tepat (setiap akhir sesi memberikan kesempatan siswa untuk bertanya)

A

 

  b. Dilakukan secara periodik, tetapi tidak setiap akhir sesi materi pelatihan

B

 

  c. Dilakukan tidak secara periodik

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

10.

Penguasaan Kelas a. Membangkitkan minat/perhatian siswa, menertibkan siswa yang kurang perhatian

A

 

  b. Membangkitkan minat/perhatian siswa, tetapi kurang menertibkan siswa

B

 

  c. Kurang membangkitkan minat/perhatian siswa

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

11.

Kesimpulan a. Memberikan ikhtisar pelajaran sesuai dengan penyajian

A

 

  b. Memberikan ikhtisar sebagian sesuai dengan penyajian

B

 

  c. Memberikan ikhtisar tidak sesuai

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

V.

LANGKAH III (APLIKASI)  

 

1.

Pemberian Tugas Sesuai dengan Persiapan a. Dilakukan sesuai dengan persiapan

A

 

  b. Dilakukan sebagian sesuai dengan persiapan

B

 

  c. Dilakukan tidak sesuai dengan persiapan

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

2.

Prosedur Pertanyaan a. Dilakukan semua sesuai dengan prosedur bertanya

A

 

  b. Dilakukan sebagian sesuai dengan prosedur bertanya

B

 

  c. Dilakukan, tetapi tidak sesuai dengan prosedur bertanya

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

3.

Pembetulan Jawaban Siswa/ Penguat a. Dilakukan terhadap semua jawaban siswa

A

 

  b. Dilakukan sebagian

B

 

  c. Dilakukan, tetapi penguatan yang salah

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

4.

Persaingan Sehat a. Dilakukan terhadap semua siswa secara tepat

A

 

  b. Dilakukan terhadap sebagian siswa secara tepat

B

 

  c. Dilakukan terhadap sebagian siswa, tidak tepat

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

   

 

5.

Pengecekan apakah telah dipahami oleh semua siswa a. Dilakukan secara tepat

A

 

  b. Dilakukan sebagian dan tidak tepat

B

 

  c. Asal Dilakukan

C

 

  d. Tidak dilakukan

D

 

VI.

LANGKAH IV (EVALUASI)

1.

Materi Evaluasi a. Dilakukan semua sesuai dengan persiapan dan tujuan instruksional

A

  b. Dilakukan sebagian sesuai dengan persiapan dan tujuan instruksional

B

  c. Dilakukan sebagian dan tidak sesuai dengan tujuan instruksional

C

  d. Tidak dilakukan

D

   

2.

Syarat Materi Evaluasi a. Memenuhi prinsip dan teknik penyusunan materi evaluasi

A

  b. Kurang memenuhi syarat

B

  c. Tidak memenuhi syarat

C

  d. Tidak dilakukan

D

   

3.

Pencapaian Tujuan Instruksi a. Evaluasi dilaksanakan sesuai dengan persiapan

A

  b. Evaluasi dilakukan sebagian sesuai dengan persiapan

B

  c. Evaluasi dilakukan sebagian dan tidak sesuai dengan persiapan

C

  d. Tidak dilakukan

D

   

VII

TAMBAHAN  

1.

Pemberian Tugas Rumah a. Diberikan tugas dengan jelas

A

  b. Diberikan tugas tidak jelas

B

  c. -

C

  d. Tidak diberikan

D

   

2.

Pemberesan Kelas dan Waktu a. Alat peraga dan kelengkapannya telah dibe-reskan lagi dan dalam keadaan bersih, tepat waktu

A

  b. Alat peraga dan kelengkapannya telah dibereskan, tetapi waktunya toleransi 5 menit

B

  c. Alat peraga dan kelengkapannya telah dibereskan, tetapi waktu di bawah 10 menit

C

  d. Dibiarkan, tidak dibereskan lagi

D

 

 

 

  1. b.   Cara menilai tahapan pembelajaran

1)    Isi lembar penilaian dengan tanda cek (Ö) pada kolom nilai berdasarkan kriteria penilaian terhadap unjuk kerja instruktur dalam proses pembelajaran;

2)    Hitung tanda cek setiap kolom sehingga diperoleh banyaknya nilai A, B C, dan D;

3)    Kalikan banyaknya setiap kolom tersebut dengan bobot masing-masing;

4)    Hasil penjumlahan setiap kolom nilai merupakan nilai akhir;

5)    Tetapkan berhasil atau belum berhasil dengan cara membandingkan nilai akhir tersebut berdasarikan standar keberhasilan;

6)    Buat rekomendasi hasil penilaian item-item mana yang perlu diperbaiki atau belum sesuai dengan proses pembelajaran yang benar.

 

  1. c.    Cara melaporkan hasil penilaian

1)    Himpun/salin hasil penilaian tahapan pembelajaran;

2)    Buat lembar isian tabel laporan hasil penilaian tahapan pembelajaran seperti tabel 7;

3)    Isi lembar isian sesuai dengan hasil penilaian dan rekomendasinya.

 

Tabel 7

Laporan Hasil Penilaian Tahap Pembelajaran

NAMA :

 
PELATIHAN :

 
JURUSAN :

WAKTU SELESAI

:  
HARI/TANGGAL :

MULAI

:  
JUDUL :

JUMLAH

:  
 

 

NO.

UNSUR-UNSUR YANG DINILAI

HASIL PENILAIAN

REKOMENDASI

Benar

Salah

I

PERSIAPAN/LEMBARAN RENCANA MENGAJAR

1.

Tujuan Belajar

2.

Alat Peraga

3.

Metoda Mengajar

4.

Empat Langkah Mengajar

II

PERSIAPAN DIRI/KELAS

1.

Persiapan Ruang

2.

Persiapan Alat Peraga

3.

Persiapan Alat dan Perkakas

4.

Persiapan Mental dan Fisik

III

LANGKAH I (PENDAHULUAN)

1.

Menyiapkan Peserta dan Absensi

2.

Apersepsi (Menghubungkan dengan pelajaran sebe-lumnya)

3.

Memperkenalkan Judul

4.

Menerangkan Manfaat Pelajaran

IV

LANGKAH II (PENYAJIAN)

1.

Sistematika Sesuai dengan Persiapan

2.

Suara

3.

Pandangan Mata

4.

Sikap Mengajar

5.

Penguasaan Bahan Pelajaran

6.

Kunci-kunci Pokok Pelajaran

7.

Pertanyaan untuk Memelihara Partisipasi

8.

Penggunaan Alat Peraga

9.

Kesempatan Bertanya kepada Peserta Pelatihan

10.

Penguasaan Kelas

11.

Kesimpulan

V

LANGKAH III (APLIKASI)

1.

Pemberian Tugas Sesuai dengan Persiapan

2.

Prosedur Pertanyaan

3.

Pembetulan Jawaban

4.

Persaingan Sehat

5.

Pengecekan Apakah Telah Dipahami oleh Semua Peserta Pelatihan

VI

LANGKAH IV (EVALUASI)

1.

Bahan/Materi Tes

2.

Syarat Tes

3.

Pencapaian Tujuan Instruksi dan Ketepatan Waktu

VII

TAMBAHAN

1.

Pemberian Tugas Rumah

2.

Pemberesan Kelas/Waktu

NILAI AKHIR:
TANGGAPAN/KOMENTAR PENILAI:
 
 
 
 
 
 

Keterampilan yang dilakukan dalam memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran, yaitu:

  1. Mengidentifikasi proses pembelajaran sesuai dengan situasi pembelajaran;
  2. Menilai tahapan pembelajaran;
  3. Melaporkan hasil penilaian.

Sikap Kerja yang harus dilakukan dalam memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran, yaitu:

  1. Cermat, teliti, tegas, simpatik, sabar, ramah, dan kreatif;
  2. Mematuhi pedoman dan cara yang telah ditetapkan.

 

 

 

 

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 

 

 

  1. A.      SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

  1. Daftar Pustaka
    1. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Proses Instruksi, Modul ML 1, Jakarta, 1982
    2. ________, Prinsip Melatih dan Komunikasi, Jakarta, 1986-1987
    3. ________, Psikologi Pendidikan,  Jakarta, 1986-1987
    4. ________, Komunikasi, Jakarta, 1997-1998
    5. ________, Pedoman Pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi, Jakarta, 2006
    6. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1989
    7. Hasibuan, Drs, Dipl.Ed. dan Moedjiono, Drs., Proses Belajar Mengajar, Bandung, Remadja Karya, 1986

 

  1. Buku Referensi
    1. -

 

  1. B.      DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN     

 

  1. 1.   Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

1.

Laptop, infocus, laserpointer, layar Untuk di ruang teori

2.

Laptop Untuk setiap peserta

3.

Flash disk  

4.

Hechmachine/stapler  

5.

Peralatan praktik yang terkait Sesuai dengan topik

6.

Papan nama meja  

7.

Stop watch  

8.

Kalkulator  

9.

Printer Untuk ngeprint hasil tugas peserta

10.

Penjepit kertas  

11.

Stándar chart Untuk diskusi

12.

   

 

  1. 2.   Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

Modul Pelatihan (buku informasi, buku kerja, buku penilaian) Setiap peserta
Kertas HVS A4  
Spidol whiteboard  
Staples  
Bahan terkait dengan peralatan praktik  
Tinta printer  
   

 

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK