Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MEMBUAT STORYBOARD UNTUK ANIMASI

TIK.MM02.011.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi                                                                                                        1

BAB I  4

PENGANTAR  4

1.1    Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2    Penjelasan Modul 4

1.2.1  Desain Modul 4

1.2.2  Isi Modul 5

1.2.3  Pelaksanaan Modul 5

1.3    Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4    Pengertian Istilah-istilah  6

BAB II  8

STANDAR KOMPETENSI  8

2.1    Peta Paket Pelatihan  8

2.2    Pengertian Unit Standar 8

2.3    Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2  Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian  11

2.3.6 Kompetensi Kunci 13

 

BAB III  14

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN  14

3.1    Strategi Pelatihan  14

3.2    Metode Pelatihan  15

BAB IV  16

MATERI UNTI KOMPETENSI MEMBUAT STORYBOARD UNTUK ANIMASI  16

4.1    Tujuan Instruksional Umum   16

4.2    Tujuan Instruksional Khusus 16

4.3    Uraian Singkat Materi : 17

4.4    Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi ini : 18

4.5    Informasi masing-masing elemen kompetensi 18

4.5.1 Menentukan syarat-syarat storyboard  18

4.5.2 Membuat storyboard  34

 

BAB V  54

SUMBER- SUMBER YANG DIPERLUKAN  54

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI  54

5.1    Sumber Daya Manusia  54

5.2    Literatur 55

5.3    Daftar Peralatan dan Bahan  56

DAFTAR PUSTAKA  57

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1  Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1      Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2      Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3      Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain :

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta ketrampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.MM02.011.01    Membuat Storyboard untuk Animasi

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari tentang pembuatan storyboard untuk animasi.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan persiapan identifikasi, mengidentifikasi dan memeriksa identifikasi dari perangkat penyusun komputer.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.MM02.011.01

Judul Unit     : Membuat Storyboard untuk Animasi

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit kompentensi ini mendeskripsikan ketrampilan dan pengetahuan untuk menginterpretasikan naskah kreatif, mengembangkan dan memproduksi storyboard untuk produksi animasi dalam industri budaya.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01 Menentukan syarat-syarat storyboard 1.1   Orang yang terkait dikoordinasikan untuk menginterpretasikan dan memastikan syarat-syarat animasi sehingga syarat-syarat teknis, produksi atau skrip / teks terefleksi dalam storyboard.

 

1.2   Ikut dalam pertemuan konsep awal agar syarat-syarat produk animasi dapat dibahas.

 

1.3   Anggaran yang ada untuk produksi,  diidentifikasi.

 

1.4   Batas tanggal produksi dari storyboard ditentukan.

 

1.5   Cakupan storyboard direncanakan dalam:

  • Outline rincian naskah.
  • Detail grafik dan visual dalam naskah.
  • Batasan produksi.

 

1.6   Syarat-syarat dan standarisasi storyboard disepakati dengan personil yang sesuai.

 

02 Membuat storyboard 2.1   Semua detail dimuat dalam storyboard dan bahwa storyboard mengikuti batasan produksi.

 

2.2   Penggambaran visualisasi dilakukan dengan akurat pada naskah / teks dalam storyboard.

 

2.3   Kesepakatan dilakukan dari personil terkait atas perubahan pada spesifikasi storyboard dan / atau syarat-syarat sebelum pembuatan storyboard selesai.

 

2.4   Storyboard jelas, dapat dibaca dan menunjukkan detail yang cukup untuk membuat elemen produksi animasi lain berdasarkan storyboard.

 

2.5   Copy storyboard untuk personil terkait, dibuat bila diperlukan.

 

2.6   Storyboard diidentifikasi dengan jelas, disimpan dan diamankan serta dibuat back-up copy.

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel unit kompetensi ini adalah sebagai berikut:

  1. Storyboard mencerminkan serangkaian gaya yang dianimasikan, yang meliputi:

1.1          Gambar

1.2          Pengadeganan (puppetry)

1.3          Digital imaging

1.4          Gaya dan teknik grafik dengan ragam yang luas

 

  1. Produksi mungkin melibatkan satu atau lebih media:

2.1          Gambar

2.2          Pengadeganan (puppetry)

2.3          Digital imaging

 

3. Jenis-jenis produksi mencakup:

3.1.         Feature film

3.2          Film pendek

3.3          Iklan

3.4          Video musik

3.5          Program televisi

 

4.  Personil relevan mencakup:

4.1          Desainer produksi

4.2          Pelukis grafis

4.3          Supervisor

4.4          Kepala bagian

4.5          Pengarah fotografi

4.6          Sutradara

4.7          Produser

4.8          Pengarah teknik

4.9          Staf teknik lain

4.10        Staf spesialis lain

4.11        Desainer

4.12        Manager studio

4.13        Personil produksi animasi

 

5.  Elemen-elemen yang dianimasikan meliputi:

5.1          Karakter

5.2          Latar

5.3          Property seperti furniture

 

2.3.5 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pengetahuan utama dari ketrampilan dalam bidang-bidang berikut :

1.1          Visualisasi dan intepretasi konsep kreatif.

1.2                   Intepretasi skrip, spesifikasi dan instruksi.

1.3.         Intepretasikan dan komunikasikan spesifikasi produksi

1.4.         Prinsip dan teknik produksi animasi.

1.5.         Gambar dengan skala.

1.6.         Tulisan laporan.

1.7.         Prinsip dan teknik komunikasi.

1.8.         Prinsip dan teknik animasi.

1.9.         Komposisi dan pembuatan film.

1.10.       Memahami elemen artistic produksi.

1.11.       Mengenali metode dan teknik animasi terakhir.

1.12.       Memelihara integritas design.

1.13.       Teori pewarnaan, garis, dimensi, kedalaman dan aplikasi pada layar.

1.14.       Perlakuan berbagai materi, penyelesaian, teknik melukis dan pewarnaan dengan cahaya.

1.15.       Kegunaan dan sifat materi yang digunakan dalam animasi.

1.16.       Bekerja dengan materi khusus.

1.17.       Menyajikan infomasi untuk pelanggan dalam dan luar.

 

  1. 2.   Konteks penilaian

2.1.         Penilaian dapat terjadi pada tempat kerja, di luar kerja atau pada campuran keduanya. Penilaian diluar tempat kerja harus dilakukan dengan lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati tempat kerja.

2.2.         Penilaian dapat menggunakan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan penting yang mendukung, dan mungkin meliputi:

2.2.1.      Contoh-contoh kerja atau kegiatan kerja yang disimulasikan.

2.2.2.      Pertanyaan lisan / wawancara yang djukan untuk mengevaluasi proses yang digunakan untuk mengembangkan dan mewujudkan konsep kreatif.

2.2.3.      Proyek / laporan / buku catatan kemajuan.

2.2.4.      Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.2.5.      Bukti penilaian yang menggambarkan proses yang digunakan dalam mengembangkan dan mewujudkan konsep kreatif.

 

  1. 3.   Aspek penting penilaian

Bukti berikut ini penting untuk menilai kompetensi dalam unit ini:

Konsep intepretasi kreatif animasi yang memenuhi syarat-syarat praktis yang meliputi jenis produksi dan batasan sumber:

3.1.         Komunikasi lisan dan tulisan efektif dengan beberapa individu / organisasi.

3.2.         Keterampilan presentasi.

 

  1. 4.   Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1          Keterkaitan unit kompetensi untuk penilaian akan bervariasi dengan projekatau skenario tertentu. Unit ini penting untuk suatu range pelayanan teknologi Informasi dan oleh karena itu harus dinilai secara keseluruhan dengan unit technical / support.

4.2          Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

3

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk datang bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNTI KOMPETENSI

MEMBUAT STORYBOARD UNTUK ANIMASI

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan tentang pembuatan storyboard
  • Siswa dapat  membuat storyboard secara kreatif

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat menjelaskan persiapan untuk membuat storyboard
  • Siswa mengerti ketrampilan yang diperlukan untuk membuat storyboard
  • Siswa mengetahui dan mampu menggunakan pengetahuan untuk memproduksi sebuah storyboard untuk produk animasi
  • Siswa dapat menuangkan seluruh kreatifitas mereka dalam membuat sebuah storyboard
  • Siswa dapat menghasilkan storyboard sesuai dengan yang diinginkan

 

4.3 Uraian Singkat Materi :

Membuat Storyboard untuk Animasi

 

Membuat film animasi 3d, biasanya dimulai dari ide ingin membuat cerita tentang apa. Jika ide telah didapat maka akan dibuat menjadi skenario dan kemudian dibuat sketsa model karakternya, peralatan dan latar yang dipakai dalam skenarionya. Storyboard harus juga dibuat dikarenakan sangat penting sebagai panduan dalam pembuatan animasinya. Jika mengerjakan semuanya sendirian atau pekerja yang dimiliki sedikit, maka akan terasa repot untuk membuat storyboard karena pembuatan storyboard memerlukan waktu dan proses yang cukup panjang. Jika di dunia profesional atau studio tingkat menengah, tahap storyboard ini tidak dilewatkan dan harus dibuat.

Setiap sequence/babak ada scene/adegannya. Kemudian tiap scene itu merupakan beberapa gabungan dari shot yang telah digabungkan. Setiap eleman seperti shot size, shot angle, lighting dan lain-lain harus dijelaskan dalam storyboard sehingga dapat menjelaskan sebuah adegan.

Setiap storyboard harus dikerjakan dengan cermat dan teliti sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam pelaksanaan pengambilan gambar baik untuk film animasi maupun iklan. Dengan adanya storyboard sebagai panduan, diharapkan semua kru-kru yang ikut bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam pembuatan sebuah animasi dapat mengerjakannya sesuai dengan keinginan penulis naskah atau client yang meminta.

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi ini :

 

Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

 

a. Animasi, adalah sebuah jenis ilusi optik yang melibatkan tampilan gerakan yang didapatkan dari penampilan gambar tidak bergerak satu per satu.

b. Scene, adalah adegan dari yang dilakukan yang didalamnya dapat terdiri dari beberapa dialog ataupun gerakan.

c. Cel Animation : Gambar dibuat pada lembar transparan (celluloid) yang akan diletakkan satu di atas lembar lainnya untuk menggabungkan karakter dan latarnya.

d. Stop Motion Animation : Sebuah model atau boneka (boneka bayangan digunakan pada awal stop motion) direkam pada sebuah frame pada satu waktu, dengan sedikit perubahan posisi dibuat diantara tiap frame.

e.  Computer Animation : Komputer digunakan membuat gambar keseluruhan dan warna dari gerak animasi yang menggunakan sekumpulan kode matematis atau dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dari karakter yang digambar dengan tangan.

f.   Storyboard  adalah penyusun grafik seperti sekumpulan ilustrasi atau gambar yang ditampilkan secara berurutan untuk tujuan visualisasi grafik bergerak atau urutan media interaktif, termasuk interativitas website.

g. Tweening, adalah proses yang menghasilkan frame di pertengahan pergantian dua frame yang cepat sehingga menghasilkan suatu gerakan yang secara tidak langsung menghasilkan animasi

h.  Motion, adalah gerakan dari suatu animasi

i.   Frame, adalah bingkai/kotak dari tiap scene/adegan yang digambarkan. Frame biasanya berisi satu adegan tidak bergerak dan jika digabungkan maka dapat menghasilkan suatu gerakan animasi.

 

4.5 Informasi masing-masing elemen kompetensi

4.5.1 Menentukan syarat-syarat storyboard

1)  Pengetahuan kerja

 

Sekilas Tentang Definisi Animasi

Animasi berarti, secara literal, memasukkan kehidupan ke dalam sesuatu. Dalam bahasa, animasi kebanyakan dihubungkan dengan pekerjaan pembuat film. Ilustrator menciptakan gerakan dari sekumpulan gambar dan kita mendapat ilusi benda itu hidup.

 

Animasi adalah sebuah jenis ilusi optik yang melibatkan tampilan gerakan yang didapatkan dari penampilan gambar tidak bergerak satu per satu. Seringkali animasi digunakan untuk tujuan entertainment (hiburan). Animasi juga dimasukkan sebagai sebuah bentuk seni dan juga digunakan untuk tujuan pendidikan.

 

Animasi kartun sering dianggap sebagai animasi bentuk klasik. Kartun animasi membuat tampilan pertamanya pada awal abad 20an dan menggunakan 24 gambar berbeda tiap detik. Pada kartun animasi tradisional, frames digambar dengan tangan.

 

Animasi bersifat memakan waktu dan sekaligus mahal untuk diproduksi. Untuk alasan inilah kebanyakan animasi untuk televisi dan film telah diproduksi oleh studio professional. Pada kenyataannya, terdapat banyak sumber, seperti program animasi harga rendah dan jaringan distribusi, sehingga hal itu membuat kerja animator lebih mudah daripada jaman dulu. Ada tiga jenis animasi yaitu:

  1. Cel Animation : Gambar dibuat pada lembar transparan (celluloid) yang akan diletakkan satu di atas lembar lainnya untuk menggabungkan karakter dan latarnya.

 

 

  1. Stop Motion Animation : Sebuah model atau boneka (boneka bayangan digunakan pada awal stop motion) direkam pada sebuah frame pada satu waktu, dengan sedikit perubahan posisi dibuat diantara tiap frame.

 

  1. Computer Animation : Komputer digunakan membuat gambar keseluruhan dan warna dari gerak animasi yang menggunakan sekumpulan kode matematis atau dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dari karakter yang digambar dengan tangan.

 

Keuntungan menggunakan animasi ialah:

  • Menarik dan menahan perhatian
  • Memperlihatkan gerakan tak terlihat atau proses fisik
  • Meningkatkan kesan dan ingatan
  • Mengembangkan visualisasi dari konsep yang dibayangkan, objek dan hubungan diantaranya.

 

Kekurangan jika memakai animasi ialah:

  • Memerlukan memori yang besar dan tempat penyimpanan yang besar
  • Memerlukan peralatan khusus untuk presentasi yang berkualitas
  • Tidak dapat dibandingkan dengan sifat nyata pada video atau foto yang nyata.

 

Pengertian Storyboard

          Storyboard adalah penyusun grafik seperti sekumpulan ilustrasi atau gambar yang ditampilkan secara berurutan untuk tujuan visualisasi grafik bergerak atau urutan media interaktif, termasuk interativitas website.

 

Sejarah Storyboard

          Proses membuat storyboard, pertamanya dikembangkan oleh studio Walt Disney pada awal 1930, setelah beberapa tahun dari proses yang sama digunakan di Walt Disney dan studio animasi lainnya.

 

Menurut John Canemaker, storyboard pertama di Disney berasal dari buku komik seperti sketsa cerita yang diciptakan pada tahun 1920 untuk mengilustrasikan konsep untuk subjek pendek kartun animasi.

 

Tetapi menurut Christopher Finch, Disney meminta animator Webb Smith dengan menciptakan ide menggambar scene pada lembar kertas yang terpisah dan meggantungkannya pada papan buletin untuk menceritakan sebuah cerita secara berurutan, dan akhirnya memunculkan storyboard yang pertama.

 

Storyboard sekarang lebih banyak digunakan untuk membuat kerangka pembuatan websites dan proyek media interaktif lainnya seperti iklan, film pendek atau games ketika dalam tahap perancangan/desain.

 

Penggunaan Storyboard

 

Film

Sebuah storyboard film adalah bagian penting dalam film sebelum diproduksi untuk membantu sutradara, sinematografer dan klien iklan komersial televisi memvisualisasi scene  dan mencari masalah potensial sebelum terjadi.

 

Dalam membuat sebuah gambar bergerak, sebuah storybard menyediakan tampilan visual dari kejadian yang akan terlihat melalui lensa kamera. Dalam proses membuat storyboard, kebanyakan detail teknis dimasukkan dalam merangkai film atau proyek media interaktif yang dapat secara efisien dijelaskan dalam gambar atau teks tambahan.

 

Animatics

Dalam pekerjaan animasi dan efek khusus, tahap membuat storyboard mungkin diikuti istilah sederhana yang disebut “animatics” untuk memberikan ide yang lebih bagus tentang bagaimana sebuah scene terlihat dengan gerakan dan timing (waktu). Secara sederhana, sebuah animatic adalah serangkaian gambar tidak bergerak yang diletakkan bersama dan ditampilkan secara berurutan.  Seringkali storyboards dianimasikan dengan pembesaran sederhana dan disesuaikan untuk mensimulasikan gerakan kamera (biasanya menggunakan perangkat lunak non-linear editing).

 

Bisnis

          Storyboard diadaptasi dari industri film ke bisnis, diawali oleh Howard Hughes dari Hughes Aircraft. Sekarang digunakan oleh industri untuk merencanakan kampanye, komersial, sebuah proposal atau proyek lain yang digunakan untuk meyakinkan atau dimungkinkan untuk dilakukan.

 

Media Interaktif

Baru-baru ini istilah “storyboard” telah digunakan dibidang pengembangan web, pengembangan perangkat lunak dan perancangan instruksi untuk mempresentasikan dan menjelaskan kejadian interaktif seperti suara dan gerakan biasanya pada antarmuka pengguna, halaman elektronik dan layar presentasi. Sebuah storyboard media interaktif dapat digunakan dalam antarmuka grafik pengguna untuk rancangan rencana desain sebuah website atau proyek interaktif sebagaimana alat visual untuk perencanaan isi. Sebaliknya, sebuah site map (peta) atau flow chart (diagram alur) dapat lebih bagus digunakan untuk merencanakan arsitektur informasi, navigasi, links, organisasi dan pengalaman pengguna, terutama urutan kejadian yang susah diramalkan atau pertukaran audiovisual kejadian menjadi kepentingan desain yang belum menyeluruh.

 

Kelebihan Storyboard

Salah satu keuntungan menggunakan storyboard adalah dapat membuat pengguna untuk mengalami perubahan dalam alur cerita untuk memicu reaksi atau ketertarikan yang lebih dalam. Kilas balik, secara cepat menjadi hasil dari pengaturan storyboard secara kronologis untuk membangun rasa penasaran dan ketertarikan.

Proses dari pemikiran dan perencanaan visual membuat sekelompok orang untuk merevisi bersama, meletakkan ide mereka pada storyboard dan kemudian mengaturnya pada didinding. Hal ini memicu lebih banyak ide dalam kelompok tersebut.

 

Storyboard Animasi

            Storyboard animasi adalah gambaran pertama tentang seperti bagaimana sebuah kartun atau animasi akan terlihat. Storyboard animasi kelihatan seperti serangkaian jalur komik, dengan gambar individual dari alur cerita, scene, karakter dan emosi mereka dan bagian utama dari film. Gambar akan merefleksikan ide awal tentang bagaimana sebuah karakter akan terlihat, bagaimana latar belakangnya dan dialog, emosi dan sebuah kesan umum dari proses animasi.

 

Gambar 1 Contoh storyboard (Menentukan syarat Storyboard)

            Storyboard sangatlah penting, karena mereka membentuk dasar dari pekerjaan yang akan diwujudkan ke film, menjelaskan sebagian besar keadaan plot dan perkembangannya. Storyboard animasi juga mengkoordinasi jalannya film, menggantikan naskah dan membiarkan tim bekerja pada aspek dan scene yang berbeda di film.

 

Film yang telah selesai tidak selalu mencakup semua aspek dari storyboard, tetapi akan mendokumentasikan pengembangan awal yang juga sering merupakan langkah awal dari proses animasi.

 

2) Ketrampilan kerja

- dijelaskan dari tiap KUK, yaitu :

 

2.1     Orang yang terkait dikoordinasikan untuk menginterpretasikan dan memastikan syarat-syarat animasi sehingga syarat-syarat teknis, produksi atau skrip / teks terefleksi dalam storyboard.

 

Sekilas Tentang Pembuat Storyboard

Pembuat storyboard menginterpretasikan dan mensketsa idenya untuk membuat storyboard. Mereka bekerja dekat dengan sutradara, dan mungkin juga dengan penulis naskah, produser, klien atau supervisor storyboard untuk memvisualisasikan dan menceritakan ceritanya. Seorang pembuat storyboard adalah sebuah profesi yang khusus di bidang pembuatan storyboard untuk agen periklanan dan produksi film. Seorang pembuat storyboard mampu memvisualisasikan cerita apapun dengan sketsa singkat pada kertas kapanpun dengan gambaran pensil dan spidol warna yang merupakan teknik tradisional, meskipun sekarang ini Flash, Photoshop dan aplikasi storyboard lainnya telah menggantikan hal ini. Aplikasi storyboard yang paling sering digunakan adalah Corel Painter dan Adobe Photoshop. Beberapa pembuat storyboard sekarang ini memulai dan menyelesaikan kerja mereka di komputer dengan perangkat lunak menggambar dan pensil digital seperti Wacom (Graphic tablet) yang juga menghemat waktu dimana hal ini juga merupakan suatu prioritas bagi seorang pembuat storyboard.

 

Pembuat storyboard mempunyai metode dan target yang berbeda:

  • Di periklanan, pembuat storyboard tidak hanya harus menciptakan representasi yang akurat bagaimana iklan TV akan terlihat tetapi juga membuat seni jual yang dapat menarik klien untuk membeli konsep tersebut.

 

  • Biasanya, ketika seorang pembuat storyboard direkrut oleh perusahaan film, pembuat storyboard harus memisahkan scene untuk diambil gambarnya sehingga dapat difilmkan. Oleh karena itu, pembuat storyboard harus mengetahui semua teknologi mengenali pembuatan film sebagaimana menjadi seorang seniman yang baik.

 

  • Kadang-kadang, perusahaan perfilman akan merekrut seorang pembuat storyboard untuk membuat pekerjaan seni yang indah yang dapat digunakan oleh produser eksekutif untuk mendapat nilai jutaan dolar/ Pada kasus ini, pembuat storyboard haruslah seorang seniman atau ilustrator komersial. Latar belakang pembuatan film tidaklah penting.

 

  • Dan beberapa pembuat storyboard juga harus mampu menciptakan storyboard yang sepenuhnya akurat dengan frame/bingkai untuk perencanaan tepat pada pengambilan gerakan gambar. Kasus ini gambar 2D masih kurang bagus. Pembuat storyboard harus mampu bekerja dengan perangkat lunak animasi 3D atau program visualisasi awal 3D yang khusus dirancang untuk simulasi gambar bergerak kamera pada set gambar model 3D. Di keadaan ini, pembuat storyboard mungkin tidak akan menggambar apapun tetapi lebih menggunakan program 3D untuk mengerjakan semua penggambaran.

 

Tanggung Jawab

Pembuat storyboard mengilustrasikan narasi, rencana pengambilan gambar, dan mengambar panel untuk mendemonstrasikan gerakan dan menjaga kelanjutan antara tiap scene. Mereka akan perlu merevisi dan meng-update kerja mereka untuk merefleksikan perubahan naskah atau komentar dari sutradara, produser, klien dan yang lainnya.

 

Pembuat storyboard mungkin perlu untuk mempersiapkan storyboard untuk produksi, termasuk indikasi dari dialog, penampilan karakter dan gerakan kamera dan akan diminta untuk mengerjakan gambaran kasar atau detail, tergantung keperluan dari produksi biasa. Pembuat storyboard harus memperhatikan teknik yang berhubungan atau pembatasan budget yang berhubungan dengan produksi dan mereka akan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya sesuai dengan jadwal.

 

Ketrampilan

Seorang pembuat storyboard harus mampu menceritakan sebuah cerita yang bagus. Untuk mencapainya, mereka harus mengetahui berbagai film, dengan pengertian tampilan yang bagus, komposisi, gambaran berurut dan editing. Mereka harus mampu untuk bekerja secara sendiri atau dalam sebuah bagian tiam. Mereka harus mampu menerima arahan dan juga bersiap membuat perubahan terhadap hasil kerja mereka.

 

Untuk proyek tertentu, pembuat storyboard memerlukan ketrampilan menggambar yang bagus dan kemampuan beradaptasi terhadap gaya yang bermacam. Mereka harus mampu untuk mengikuti desain yang telah dikeluarkan dan menghasilkan kerja konsisten, yang digambar pada model.

 

Ketrampilan komunikasi dan presentasi yang bagus sangatlah penting. Bergantung pada proyeknya, kemampuan menggunakan komputer dasar dan mengenal perangkat lunak yang berhubungan dengan storyboard mungkin diperlukan.

 

Kualifikasi/Pengalaman

Pembuat storyboard berasal dari berbagai latar belakang dan bakatnya sangat alamiah. Beberapa mungkin lulus dari kursus animasi dimana mereka memperoleh pengertian dasar tentang teori perfilman dimana karir mereka akan dikembangkan.

 

Semua pelajaran animasi, juga teknik spesialis, akan memasukkan pembuatan storyboard sebagai bagian dari silabus, dan seorang siswa akan mengerti dengan menghasilkan sebuah storyboard untuk perseorangan atau kelulusan pelajaran.

 

Tidak semuanya lulusan baru akan mendapatkan kerja segera sebagai seorang pembuat storyboard; tetapi lebih mungkin bekerja sebagai bagian dari sistem studio animasi.

 

Pekerjaan Dalam Produksi Animasi

 

Profesi dan Persyaratannya

Animator adalah sebutan untuk orang yang terlibat di dalam proses pembuatan animasi. Mereka menggunakan gambar-gambar bergerak untuk menyampaikan maksud sebuah cerita. Bagaimana orang tersebut pada akhirnya menghasilkan sebuah animasi bergantung pada bidang di mana dia bekerja. Beberapa bidang yang tengah berkembang pesat dan banyak membutuhkan tenaga animator di antaranya adalah motion picture, televisi, video game, internet, dan advertising.

Seperti layaknya ilustrator, tugas utama seorang animator adalah menggambar. Bedanya, media gambar mereka tidak lagi hanya berupa kertas lusuh di atas meja dengan penerang seadanya. Hampir seluruh proses kerja animator di masa sekarang, mulai dari  membuat sketsa, memberi tekstur warna atau merangkai adegan, dilakukan dengan komputer. Peranti komputer dengan spesifikasi terbaru memang menjadi salah satu senjata seorang animator. Namun selain penguasaan teknikal berupa  software animasi, kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh semua animator yaitu dapat membuat ilusi pergerakan. Kemampuan ini memang lebih cenderung bergantung pada bakat artistik sang animator. Atau dapat juga diasah melalui jam terbang, yaitu dengan semakin banyak berlatih sehingga bisa mendapatkan feel yang sesuai.

Kunci lain untuk memasuki dunia animasi yang kompetitif adalah dengan memiliki show reel atau portfolio yang menarik hati. Show reel adalah rekaman film animasi pendek hasil karya sendiri yang bisa ditunjukkan kepada perusahaan musik, stasiun televisi, komisi animasi, atau agen periklanan. Meskipun dapat ditawarkan ke berbagai perusahaan yang bergerak di bidang animasi, namun lebih baik jika target sesuai dengan animasi yang ditunjukkan dalam show reel. Dan pastikan juga prototype animasi ini tidak terlalu panjang dan langsung ‘menonjok’. Maksudnya, lima detik pertama harus digunakan sebaik-baiknya sehingga perusahaan bisa segera membuat keputusan setelah menonton selama satu menit.

Selain bakat yang pastinya tercermin pada show reel, kandidat animator yang potensial juga akan dinilai berdasarkan communication skill yang baik, jaringan yang dimiliki, dan komitmen terhadap proyek yang dapat dilihat dari pengalaman kerjanya. Keikutsertaan dalam festival atau kompetisi animasi juga akan menjadi nilai tambah. Animator biasanya juga dituntut dapat flexibel untuk menangani beberapa proyek sekaligus.

Seorang animator ada yang bekerja dengan animasi 2D (misalnya film kartun), animasi 3D yang lebih spesifik untuk membuat model, dan animasi computer generated. Animator juga terbagi menjadi dua kategori spesialisasi, yaitu:

 

1. Character Animator

Animator karakter memiliki spesialisasi tugas dalam hal pergerakan karakter sehingga tokoh yang dibuat tampak benar-benar hidup dan bernyawa. Sebagai pelengkap, animator juga membuat dialog untuk proses pengisian suara. Animasi karakter merupakan bidang yang sangat unik jika dibandingkan dengan bidang animasi lainnya. Di sini animator tidak hanya membuat pergerakan fisik, tetapi juga harus mampu menampilkan emosi dan pikiran tokoh yang dilukisnya.

 

2. Special Effects Animator

Jika animasi hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam cerita, tentu film yang kita tonton akan terasa aneh atau membosankan. Nah, di sinilah special effect animator berperan. Segala sesuatu yang bergerak, selain tokoh cerita, dalam sebuah film animasi menjadi tanggung jawab para animator ini. Tugas mereka misalnya membuat animasi mobil, kereta, mesin, atau fenomena-fenomena alam seperti hujan, salju, dan air. Dalam membuat efek spesial, animator tidak melulu hanya menggambar atau rendering. Mereka juga dapat melakukan teknik lain seperti memanipulasi video hasil syuting langsung menjadi elemen yangmereka butuhkan. Walaupun komputer memiliki banyak variasi efek, beberapa studio animasi enggan meninggalkan efek-efek yang digambar dengan tangan. Keuntungan efek yang masih digambar dengan tangan adalah dimungkinkannya stylization efek, yaitu gambaran efek-efek yang bisa disesuaikan dengan gaya artistik arahan sutradara atau art director film tersebut.

 

Tim dan Susunannya

Dalam proses pengerjaan sebuah animasi, animator tentu saja tidak bekerja sendirian, bahkan orang-orang yang dilibatkan tidak sedikit jumlahnya. Mereka bekerja sama dalam sebuah tim. Ada dua departemen besar dalam pembuatan animasi, yaitu departemen animasi dan departemen clean-up. Di bawah ini merupakan hierarki/jabatan dalam dunia animasi. Animator pemula biasanya ditempatkan sebagai inbetweener.

 

1. Director/Sutradara

Sutradara bertanggung jawab untuk mengawasi seluruh proses pembuatan animasi dari awal hingga akhir. Jadi seorang sutradara tidak hanya harus bekerja dengan aktor dan aktris pengisi suara, penulis cerita, penggubah lagu, layout artist, animator, cleanup staff, ink and paint staff, serta musisi, tetapi juga mengawasi setiap frame dari animasi yang akan diproduksinya. Sutradara juga berhak dan bertanggung jawab dalam pembuatan tiap adegan dan menyetujui atau tidak sketsa awal (biasanya masih berupa sketsa pensil) yang memuat keseluruhan gambar sebelum dianimasikan.

 

2. Pembuat Storyboard/ Storyboard Artist

Storyboard artist adalah orang yang bertugas membuat panel-panel adegan (storyboard) berdasarkan skrip cerita. Storyboard ini akan membantu penyusunan konsep dan alur gambar-gambar dalam animasi. Biasanya storyboard dapat dibuat seperti cerita bergambar atau komik sederhana.

Storyboard artist memang membuat adegan berdasarkan skrip cerita awal, tetapi juga berhak membuat perubahan-perubahan yang perlu dilakukan sehingga gambar-gambar tersebut memiliki nilai hiburan yang lebih tinggi. Jadi ide-ide seperti lelucon yang lucu atau adegan dramatis sebagian besar dimulai dari sini.

 

3. Pembuat Layout / Layout Artist

Setelah storyboard selesai, layout artist menerjemahkan setiap panel menjadi adegan-adegan yang menarik termasuk komposisi dan pencahayaan yang sesuai. Mereka juga menyusun hubungan antar karakter dan membangun lingkungan cerita melalui background serta properti-properti pendukung lainnya. Layout artist juga bertanggung jawab menentukan ukuran bidang (dalam hal ini area yang dilihat oleh kamera/angle kamera) dan perubahannya dalam sebuah adegan. Ketika animasi kasar telah selesai, tim ini kemudian menyiapkan sketsa background yang akan dipercantik oleh background painter.

 

4. Editorial

Tim ini bertanggung jawab memutuskan frame awal dan akhir dalam sebuah adegan sebelum adegan tersebut memasuki proses produksi. Bidang editorial juga bertugas membaca dialog-dialog para tokoh untuk menentukan musik yang perlu disisipkan pada sebuah adegan. Staf editorial bekerja dengan adegan-adegan yang masih terpisah sampai menjadi sebuah film. Untuk mensinkronisasikan soundtrack, mereka harus menghitung panjang setiap adegan dan waktu transisinya.

 

Departemen Animasi

 

1. Lead/Supervising Animator

Supervising animator diangkat oleh sutradara dan merupakan tingkatan tertinggi dalam urusan ‘gambar dan animasi’. Dia bertugas merancang karakter, yang bisa dibuat sesuai style-nya, tetapi juga harus disesuaikan dengan bentuk film yang diinginkan oleh sutradara dan, jika ada, art director. Supervising animator dapat memberi masukan untuk cerita dan proses layout, terutama mengenai bagaimana langkah terbaik membangun sebuah adegan serta bagaimana karakternya harus dilukiskan. Perhatian utama seorang supervising animator biasanya diarahkan untuk memelihara kualitas gambar secara konsisten baik dalam hal akting maupun hasil jadi yang diproduksi oleh unitnya, melatih animator yang belum berpengalaman, dan membantu pekerjaan yang berhubungan dengan tingkat kemampuan animator.

 

2. Animator

Animator bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengaturan tempo untuk adegan-adegan yang diserahkan kepadanya. Gayanya beranimasi harus sesuai dengan karakter yang telah dibuat oleh supervising animator, dengan konteks cerita, dan gaya film secara keseluruhan. Hasil animasinya harus cocok dengan background, serta harus digambar dengan sangat jelas sehingga tidak membingungkan bagian yang menangani hasil kerja mereka selanjutnya dan maksud yang ingin disampaikan melalui gambar-gambar dapat dimengerti.

 

3. Ruff Inbetweener

Ruff inbetweener adalah orang yang bertugas membantu animator dengan melengkapi aksi-aksi untuk memperhalus animasi, dan dengan tingkat kesulitan yang lebih mudah. Hal ini dikarenakan animator perlu berkonsentrasi penuh terhadap tugas spesialisasi mereka, seperti karakter atau efek spesial. Gambar-gambar yang dihasilkan oleh ruff inbetweener harus sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh animator.

 

Departemen Clean-up

 

1. Clean-up Artist

Jabatan ini memiliki nama yang terus berubah. Seperti sekarang, cleanup artist lebih populer disebut sebagai final animator. Cleanup artist merupakan bagian utama yang menangani hasil animasi yang telah diselesaikan oleh animator. Para pekerja di bagian ini membutuhkan kemampuan menggambar secara konstruksional yang baik dan cukup kemampuan membuat animasi untuk menjaga kualitas hasil kerja animator selagi mereka memperindah gambar-gambar tersebut dengan beraneka warna. Memeriksa animasi untuk setiap adegan dan menambahkan elemen yang terlupakan oleh animator bukanlah tanggung jawab mereka. Seorang cleanup artist yang baik bisa membuat adegan terlihat sungguh-sungguh bagus dan menarik hati.

 

2. Key Assistant

Senior artist ini bertugas memastikan karakter-karakter dalam animasi tampak konsisten di sepanjang film. Biasanya satu orang lead key assistant bertanggung jawab penuh terhadap satu karakter. Mereka membetulkan gambar yang kurang sesuai dengan desain awal (karena dikerjakan oleh beberapa animator) serta menjaga keutuhan animasi. Lead key assistant harus mampu bekerja dengan bermacam-macam gaya menggambar (line style). Mereka bekerja sama dengan lead animator dan sutradara untuk mendesain karakter-karakter dalam animasi. Tentu saja mereka juga yang mengkoordinir staf clean-up yang bekerja di bawah mereka, serta menyiapkan dan mendistribusikan hasil kerja mereka kepada key assistant.

 

3. Key Assistant

Key assistant akan mengambil adegan dari lead key assistant dan menyiapkannya untuk assistant animator. Mereka bertugas membuat garis kunci dari sketsa kasar yang telah dibuat oleh animator menurut model karakter dan kualitas garis yang telah ditetapkan. Key assistant harus memiliki keampuan membuat animasi yang cukup baik untuk meniru gambar supaya dapat mengikuti perubahan model, jika ada, yang ditentukan oleh lead key assistant, sekaligus menyesuaikannya juga dengan penempatan, pengaturan tempo, dan akting yang dibuat oleh animator.

 

4. Assistant Animator

Tugas utama assistant animator adalah menyelesaikan model karater yang telah dibuat oleh animator dengan selalu memperhatikan konsistensi.

 

5. Breakdown Artist

Breakdown artist bertugas mengikuti rencana dan jarak yang telah dibuat oleh animator. Mereka merupakan satu dari dua bidang yang mengerjakan finishing sebuah animasi. Breakdown artist memiliki cukup kemampuan untuk mengikuti jejak dari gambar yang telah dibuat oleh animator dengan jarak yang terbatas selagi menjaga konsistensi dalam konstruksi gambar dan kualitas garis.

 

6. Inbetweener

            Inbetweener bertanggung jawab untuk membuat gambar final yang menghaluskan aksi para karakter yang telah dilukis oleh animator. Pekerjaan ini bukan merupakan tugas yang mudah. Satu kesalahan kecil saja dapat merusak sebuah adegan secara keseluruhan dan yang tentu mempengaruhi kualitas produk jadinya nanti. Inbetweener merupakan posisi awal bagi orang yang ingin berkecimpung di dalam dunia ini. Secara umum, mereka tidak perlu terlalu berpengalaman dalam menggambar. Para inbetweener hanya perlu terus belajar dalam mengikuti jejak gambar serta kualitas garis sebelum bisa naik pangkat menjadi assistant animator atau key assistant.

 

2.2         Ikut dalam pertemuan konsep awal agar syarat-syarat produk animasi dapat dibahas.

 

Sebelum memulai suatu proyek, hendaklah dibuat suatu pertemuan menggambarkan konsep awal sehingga produk animasi yang ingin dibuat dapat dibahas bersama sehingga tercapai syarat yang diinginkan.

 

Membuat konsep awal

Apa, Kenapa dan Bagaimana. Beberapa aturan yang harus diikuti :

  1. Mengumpulkan ide sebanyak-banyaknya tanpa kritik dan penilaian.
  2. Mengembangkan ide dari pendapat orang lain.
  3. Tulislah ide di papan sehingga tim kerja semua dapat melihat.
  4. Atur batas waktu untuk pengenalan konsep awal misalnya 30 menit.

Tahap awal konsep untuk Automobile

  • Mengembangkan pelatihan kursus automobiles. Apa yang harus difokuskan pada isi?
  • Tipe mobil, bagian mobil, pembuatan mobil, jenis mobil, bagaimana cara kerja mobil
  • Biarkan tiap orang membacakan idenya satu persatu dan dituliskan semua di papan

 

Membuat pemilihan akhir

  • Setelah semua ide ditulis, kombinasikan tetapi dengan persetujuan pemberi ide. Misalnya tipe mobil dan jenis mobil artinya sama jadi jenis mobil dihilangkan.
  • Tiap anggota tim memberi suara untuk ide yang ada

 

Mendaftar peran masing-masing anggota tim

Dianjurkan membuat daftar tiap tugas anggota tim dan mengkoordinasikan tim sesuai dengan peranan. Seorang pemimpin tim harus mampu menjaga keharmonisan tim dan dapat menjaga komunikasi dengan anggota-anggotanya.

 

 

2.3         Anggaran yang ada untuk produksi,  diidentifikasi.

 

Pengeluaran Produksi

Pengeluaran untuk produksi haruslah diperhatikan karena merupakan hal yang terpenting dalam sebuah proyek. Contoh daftar:

  • Akuntan [$20/jam]
  • Ahli Komputer [$30/jam]
  • Sutradara [$65/jam berdasar standar per hari]
  • Dokumenter [$30/jam]
  • Musisi [$15/jam berdasar standar per hari]
  • Narator [$10/jam berdasar standar per har]
  • Perencana [$30/jam]
  • Produser [$65/jam berdasar standar per har]
  • Editor Produk [$100/jam]
  • Ahli Rekam [$30/jam]
  • Koordinator Tempat [$20/jam]
  • Teks Editor [$20/jam]
  • Penulis [$30/jam]
  • Termasuk beberapa peralatan atau bahan lainnya

Perencanaan Keuangan

Ketika kita sedang mengerjakan proyek profesional ataupun pribadi, maka sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya produksi. Dalam proyek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan perusahaan. Tanpa anggaran biaya yang terencana, dan hanya mengandalkan spekulasi, maka persentase kerugian akan menjadi besar. Rencana anggaran biaya meliputi gaji untuk kita, rekan kerja, aktor dan talent lainnya (jika pada produksi video, film atau iklan :effect specialist, graphics designer, musisi, narator, dan animal trainers), begitu pula dengan pembelian kaset DV, biaya sewa lokasi, kostum, properties, sewa peralatan, catering dan yang lainnya.

 

Contoh :

Title: “Understanding Your Automobile” Date: 2/2/07
Producer: Jane Crankshaft Type: Preliminary

 

  Qty Hrs Unit Total Cost
Concept/Scriptwriting:
Producer 1 80 65 5,200
RFP 10 1,740
Content Writing 15 900
Production:
Director 1 65 65 4,225
Accountant 1 8 20 160
Artist 2 50 30 1,500
Narrator 1 4 10 40
Administrative/Miscellaneous:
Equipment Rental 30 430
Consulting Fees 3 12 40 480

Total…

  $14,675

 

2.4         Batas tanggal produksi dari storyboard ditentukan.

 

Buatlah Batas Waktu untuk Proyek

Perencanaan akan sangat penting untuk keberhasilan penyelesaian proyek. Ketika tahap pertama dimulai, alur waktu harus selalu dijaga dan dipantau untuk perencanaan lanjut. Disarankan yang direncanakan dapat diselesaikan lebih cepat dari yang dijadwalkan. Kemudian buatlah jurnal singkat tentang rencana dan yang telah dicapai.

 

 

Contoh bagan yang untuk penjadwalan:

Aktivitas Februari 2007 Maret 2007
…… 21 22 23 24 ,..   30 1 2 3 4 5 6    
Narasi                                
Menggambar animasi                                
…..                                
…….                                

 

 

Contoh jurnal :

Minggu pertama, 22 Januari 2007
  • Rapat pertama
  • Pengembangan konsep
  • Tema dan topik
Minggu kedua, 29 Januari 2007
 
Minggu ketiga, 5 Februari 2007
 
Minggu keempat, 12 Februari 2007
  • Menjual konsep, menulis proposal diajukan ke studio dan presentasi
  • (tidak diperlukan jika bukan untuk diterbitkan umum)
Minggu kelima, 19 Februari 2007
 
Minggu keenam, 26 Februari 2007
 
Minggu ketujuh, 4 Maret 2007
  • Tahap produksi, jika memakai studio harus membawa dan memperlihatkan semua dokumentasi dan staf studio akan membantu dalam pemilihan dan perencanaan kedepannya
Minggu kedelapan,11 Maret 2007
 
Minggu kesembilan, 18 Maret 2007
 
Minggu kesepuluh, 25 Maret 2007
 
Minggu kesebelas, 1 April 2007
 
Minggu keduabelas, 8 April 2007
 
Minggu ketigabelas, 15 April 2007
 
Minggu keempatbelas, 22 April 2007
 
Minggu kelimabelas, 29 April 2007
 
Minggu keenambelas, 6 April 2007
  • Dirilis

 

2.5         Cakupan storyboard direncanakan dalam:

  • Outline rincian naskah.
  • Detail grafik dan visual dalam naskah.
  • Batasan produksi.

 

Rincian dapat dimulai dengan menuangkan ide dikertas kemudian dirangkai dan dibuat menjadi flowchart.

Membuat flowchart awal (dari contoh membuat iklan automobile)

 

Beberapa detail dan visualisasi dari ide ditulis sehingga diingat dan dapat dikembangkan lagi pada tahap selanjutnya. Terakhir batasan produksi dijabarkan untuk menetapkan lingkup produksi apa yang ingin dilakukan, film, animasi, iklan, kartun dan lain sebagainya.

2.6 Syarat-syarat dan standarisasi storyboard disepakati dengan personil yang sesuai.

Dengan adanya standar maka dapat dicapai keseragaman dalam produksi sehingga memudahkan kerja sama dan penghasilan tujuan yang ideal.

 

3) Sikap kerja

- ditetapkan dari KUK yaitu :

1.  mengumpulkan orang-orang terkait untuk menghasilkan ide-ide awal.

2. mengikuti pertemuan awal untuk menetapkan konsep awal sesuai dengan syarat animasi storyboard.

3. memperkirakan biaya pengeluaran dan membuat anggaran keuangan

4.  ide-ide awal digambarkan singkat dan jelas, kemudian detail ditambahkan

5. menetapkan standar dan standar untuk storyboard sehingga semua format sama.

 

 

4.5.2 Membuat storyboard

 

1)  Pengetahuan kerja

 

Membuat Storyboard

Sebelum membuat storyboard, disarankan untuk membuat cakupan storyboard terlebih dahulu dalam bentuk rincian naskah yang kemudian akan dituangkan detail grafik dan visual untuk mempertegas dan memperjelas tema. Batasan produksi terakhir akan dijelaskan supaya sesuai dengan jenis produksi yang ditentukan, misalnya storyboard akan digunakan untuk film, iklan, kartun ataupun video lain.

 

Untuk mempermudah membuat proyek, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan. Outline dapat disusun dengan rekan kerja atau dengan klien kita, supaya kita dapat menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat. Dengan menggunakan outline saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai tahapan pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya. Apabila kurang cukup dengan outline dan skenario, maka kita dapat pula menyertakan storyboard dalam rangkaian perencanaan proses produksi kita. Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi nantinya.

 

Format apapun yang dipilih untuk storyboard, informasi berikut harus dicantumkan:

  1. Sketsa atau gambaran layar, halaman atau frame.
  2. Warna, penempatan dan ukuran grafik, jika perlu
  3. Teks asli, jika ditampilkan pada halaman atau layar
  4. Warna, ukuran dan tipe font  jika ada teks
  5. Narasi jika ada
  6. Animasi jika ada
  7. Video, jika ada
  8. Audio, jika ada
  9. Interaksi dengan penonton, jika ada
  10. 10.  Dan hal-hal yang perlu diketahui oleh staf produksi

 

Daftar cek storyboard :

  • Harus ada storyboard untuk tiap halaman, layar atau frame.
  • Tiap storyboard harus dinomori.
    • Setiap detail yang berhubungan (warna, grafik, suara, tulisan, interativitas, visual dicantumkan).
    • Setiap teks atau narasi dimasukkan dan diperiksa sesuai dengan nomor storyboard yang berhubungan.

Setiap anggota produksi harus mempunyai salinan atau akses yang mudah ke storyboard.

 

2) Ketrampilan kerja

- jelaskan dari tiap KUK, yaitu :

 

2.1 Semua detail dimuat dalam storyboard dan bahwa storyboard mengikuti batasan produksi.

 

Contoh template storyboard :

 

Multimedia Storyboard
…………………………………………………………………………………
project:

date:
…………………………………………………………………………………
screen: ___ of ___

links from screens:

links to screens:

screen description: …………………………………………………………………………………
functionality/interactivity:

background:

color schemes:

text attributes:

audio:

video:

stills:

…………………………………………………………………………………

 

Contoh gambaran kasar storyboard untuk tampilan layar :

 

 

Atau untuk tampilan layar komputer :

 

 

 

Narasi/teks

Judul:

  Understanding Your Automobile
Storyboard   Narasi

#1

  Tidak ada

#2

  Tidak ada

#3

  Tidak ada

#4

  Tidak ada

#5

  Tidak ada

#6

  Hi! Saya Camry Toyota. Dapat dipanggil Cam untuk singkatnya. Senang sekali anda dapat bergabung dengan saya untuk tur mesin saya di mobil.

 

 

Hal yang juga harus diperhatikan dalam produksi storyboard adalah batas tanggal produksinya. Dikarenakan semua produksi animasi pasti memiliki deadline, disarankan ketika membuat penjadwalan untuk tiap tahap proses produksi memiliki sedikit selang hari sehingga bisa memperbaiki kembali bagian yang kurang, tidak terkecuali untuk tahap produksi animasi juga. Hal ini dapat mencegah terjadinya ketidaksesuaian pendapat antara klien dan sutradara karena jika klien tidak setuju dengan ide cerita atau storyboard yang sudah digambarkan, akan masih ada waktu untuk memperbaikinya sehingga akan tercapai kesepakatan dan hasil yang terbaik yang kemudian akan dilanjutkan ke produksi animasi.

 

2.2 Penggambaran visualisasi dilakukan dengan akurat pada naskah / teks dalam storyboard.

Visualisasi seperti dari sudut mana terlihat, penerangan yang diperlukan, kontras warna, jenis tulisan,dan lain sebagainya dituangkah dalam naskah storyboard untuk memudahkan kru terkait lain memahami yang diinginkan pembuat animasi.

 

2.3 Kesepakatan dilakukan dari personil terkait atas perubahan pada spesifikasi storyboard dan / atau syarat-syarat sebelum pembuatan storyboard selesai.

 

Sebelum dimulai, terlebih dahulu dibuat kesepakatan oleh pihak terkait yang dapat menjamin keadaan pengembangan animasi dan storyboardnya sehingga dilakukan perubahan sesuai yang diinginkan sebelum pembuatan storyboard yang dibuat selesai.

 

2.4 Storyboard jelas, dapat dibaca dan menunjukkan detail yang cukup untuk membuat elemen produksi animasi lain berdasarkan storyboard.

 

Detail storyboard

 

 

Area 1 :  Menggambarkan layar monitor. Area ini memperlihatkan bagaimana sebuah layar akan terlihat oleh pembuat. Semua informasi (baik teks ataupun grafik) akan muncul pada layar yang diperlihatkan.

 

Area 2 :  Ruang ini diperuntukkan untuk instruksi khusus. Dapat berupa warna latar, warna teks, komentar mengenai animasi, segmen audio atau video, resolusi layar yang diinginkan atau informasi lain yang akan menjelaskan bagaimana layar ingin terlihat.

 

Area 3 :  Ruang ini digunakan untuk menjelaskan layar mana yang akan muncul berikutnya.

 

Area 4 :  Area ini digunakan untuk menulis naskah suara yang nanti akan dipergunakan oleh seorang narator.

 

Area 5 :  Area ini digunakan untuk mengidentifikasi nama dari produksi dan nomor yang digunakan untuk mengurutkan layar.

 

Contoh lain yang hampir sama (tema tentang memarkir mobil secara paralel) :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5 Copy storyboard untuk personil terkait, dibuat bila diperlukan.

 

Dokumentasi

Dokumentasi dapat berfungsi sebagai alat pemasaran dan harus bersifat menjual kepada penonton. Serta sebagai informasi tentang keuntungan dasar yang didapatkan juga mengenai peralatan, perangkat lunak atau perangkat keras yang diperlukan. Contoh:

  • “ Memahami Automobile Anda” menyediakan lingkungan interaktif bagi orang-orang untuk mengenal apa yang ada didalam mobil anda. Khusus dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam mendianogsa dan memperbaiki masalah pada mobil. Pria dan wanita tanpa batasan umur yang merasa diintimidasi oleh semua kabel dan besi dalam mboil akan memperoleh kelebihan mengikuti “Memahami Automobile Anda”

 

  • “Memahami Automobile Anda” memerlukan perangkat lunak dan perangkat keras berikut:
    • Komputer yang memiliki sistem operasi Macintosh 680×0 atau yang lebih baru dan harddisk dengan 8.0 MB kosong.
    • Sedikitnya 8 MB RAM, monitor berwarna dan speaker.

 

  • Instruksi bagaimana menggunakan
    • Untuk memulai silakan klik dua kali pada gambar “Memahami Automobile Anda”. Kemudian klik “Start” untuk memulai.
    • Untuk menggerakan mobilnya silakan klik dan drag untuk memindahkan ke tempat yang diinginkan di layar.
    • Pada segmen pertama, anda akan belajar tentang apa yang ada pada mesin anda. Dan di akhir segmen akan ada latihan dan pembahasan ulang tentang yang dipelajari.
    • Ingat jika anda ingin mengulang, anda dapat mengklik tombol “previous” untuk mengingat kembali apa yang sudah dilihat.
    • Jika terjadi masalah silahkah lihat bagian “troubleshooting”. Perhatikan jika anda telah mengklik ke gambar yang benar.

 

Dalam sebuah produksi, mungkin saja akan terdapat ratusan layar dengan media elemen yang spesifik seperti foto, ilustrasi dan suara. Tetapi untuk beberapa hal, tidak semuanya dapat mengingat detail-detail rinci yang ada di dalam satu program. Tanpa dokumentasi yang jelas dan akurat, tidak akan terdapat jalan lain untuk memperbaiki produksi di kemudian hari.

.

2.6 Storyboard diidentifikasi dengan jelas, disimpan dan diamankan serta dibuat back-up copy.

 

Selain hal di atas, hal lain yang juga penting untuk diperhatikan ialah proses pendokumentasian produksi. Dokumentasi dapat dilakukan dengan softcopy (dalam bentuk CD atau disimpan dalam harddisk komputer) dan hardcopy (dalam bentuk tulisan, gambar tangan atau print out). Setiap anggota produksi diharus mendapat salinan atau dokumentasi produksi sehingga jika ada dokumentasi yang hilang dapat dibuat salinannya kembali.

 

3) Sikap kerja

- dijelaskan menurut KUK yaitu :

1. menuliskan detail ke dalam storyboard

2. menggambarkan visualisasi dengan benar dalam naskah storyboard

3. membuat kesepakatan dengan kru-kru terkait atas syarat-syarat pembuatan storyboard animasi sebelum produksi selesai.

4. Membuat copy untuk personel terkait sebagai panduan

5. Mendokumentasikan storyboard dan menyimpannya dengan benar

 

 

BAB V

SUMBER- SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, video, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Membuat Storyboard untuk Animasi
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.MM02.011.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

Membuat Storyboard untuk animasi

TIK.MM02.011.01

-     Peralatan tulis

-     Komputer untuk mengakses informasi di website

-     Perangkat komputer berupa 1 unit PC (Personal Computer) dengan CD Drive dan Floppy Disk, mouse dan keyboard

-     Peralatan menggambar

-     Peralatan tulis

-     CD untuk meng-copy salinan hasil kerja

-     Buku manual atau buku informasi

-     Buku kerja

-     Buku Penilaian

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  • Vaughan, Tay. (2003). Multimedia: Making It Work. 6. McGraw-Hill Internat.
  • McGloughlin, Stephen. (2001). Multimedia: Concepts and Practice. Prentice Hall Intern.
  • Hofstetter, Fred T. (2001). Multimedia Literacy. 3. McGraw-Hill Internat.
  • Dastbaz, Mohammed. (2003). Designing Interactive Multimedia Systems. McGraw-Hill Internat.
  • England, Elaine dan Andy Finney. (1999). Managing Multimedia: Project Management for Interactive Media. 2. Addison Wesley.

 

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: