Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Membuat Rescue Disk TIK.CS02.046.01

Aug
18
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MEMBUAT RESCUE DISK

TIK.CS02.046.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………… ….     1

 

BAB I. 3

PENGANTAR. 3

1.1   Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2   Penjelasan Modul 3

1.2.1 Desain Modul 3

1.2.2 Isi Modul 4

1.2.3 Pelaksanaan Modul 4

1.3   Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.4   Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

 

BAB II. 7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1   Peta Paket Pelatihan. 7

2.2   Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3   Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1 Kode dan Judul Unit 8

2.3.2 Deskripsi Unit 8

2.3.3 Elemen Kompetensi 8

2.3.4 Batasan Variabel 9

2.3.5 Panduan Penilaian. 9

2.3.6 Kompetensi Kunci 11

 

BAB III. 12

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1   Strategi Pelatihan. 12

3.2   Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV. 14

MATERI UNIT KOMPETENSI. 14

4.1   Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2   Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3   Mempersiapkan untuk Membuat Rescue Disk. 15

4.3.1 Jenis virus diidentifikasi dan Software Anti Virus dijalankan. 15

4.3.2 SOP Installation Manual Software Anti Virus sudah disediakan dan dipelajari 20

4.3.3 Perangkat Komputer sudah Dinyalakan dengan Sistem Operasi dan Persyaratannya Sesuai dengan SOP Installation Manual 21

4.3.4 Log-sheet/report-sheet telah disiapkan. 21

4.4   Melaksanakan Untuk Instalasi Software Anti Virus Untuk membuat Rescue  Disk. 22

4.4.1 Menginstal Komputer dan Me-restart Komputer sebelum menginstal Software Anti Virus 26

4.4.2 Menutup Semua Program Lainnya Sebelum Menginstal Software Anti Virus Termasuk Program yang Ditampilkan pada Systray. 29

4.5   Mengecek Hasil Rescue Disk dengan Menjalankan Software Anti Virus Disertai dengan Melakukan Troubleshooting Secara Sederhana. 29

4.5.1 Software Anti Virus Dijalankan Tanpa Kesalahan. 29

4.5.2 Software Anti Virus Ditutup Tanpa Kesalahan. 29

4.5.3 Troubleshooting Dilakukan Secara SOP Installation Manual 30

4.6   Membuat Laporan Hasil Rescue Disk. 30

4.6.1 Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan (pada log-sheet/report-sheet) 31

 

BAB V. 33

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  33

5.1   Sumber Daya Manusia. 33

5.2   Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi) 34

5.3   Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 35

 

DAFTAR PUSTAKA. 36

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1  Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-   Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-   Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-   Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

-   Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-   Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-   Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-   Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-   Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

 

 

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.046.01     Membuat Rescue Disk

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara membuat Rescue Disk dalam hal ini menggunakan kaspersky versi 7.0 .

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.CS02.046.01

Judul Unit      : Membuat Rescue Disk

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan Rescue Disk yaitu merekam satu set duplikat file system strat up dan informasi partisi disk, dan menyimpan item-item penyelamat dan scanner virus pada antar disket atau pada sebuah drive network.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

 

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan untuk membuat Rescue Disk 1.1  Jenis virus diidentifikasi dan Software Anti Virus dijalankan.

 

1.2    SOP Installation Manual Software Anti Virus

sudah disediakan dan  dipelajari.

 

1.3    Perangkat komputer sudah dinyalakan, dengan

sistem operasi dan persyaratan nya sesuai

dengan SOP Installation Manual.

 

1.4    Log-sheet/report-sheet telah disiapkan.

 

02     Melaksanakan  untuk   instalasi Software Anti Virus untuk membuat Rescue Disk 2.1   Menginstal  komputer dan Me-restart computer

sebelum menginstal Software Anti Virus.

 

2.2   Menutup semua program lainnya sebelum

menginstal Software Anti Virus, termasuk

program yang ditampilkan pada Systray.

 

03     Mengecek hasil Rescue Disk dengan menjalankan Software Anti Virus disertai dengan melakukan troubleshooting secara sederhana 3.1    Software Anti Virus dijalankan tanpa kesalahan.

 

3.2.   Software Anti Virus ditutup tanpa kesalahan.

 

3.3.   Troubleshooting dilakukan sesuai SOP Installation Manual.

 

04     Membuat laporan hasil Rescue Disk 4.1  Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan (pada log-sheet/ report-sheet).

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya:

2.1     Perangkat komputer yang telah siap dioperasikan beserta    Instruction Manualnya.

2.2     Paket instalasi Software Anti Virus yang akan diinstalasi.

2.3     Installation Manual software tersebut.

2.4     SOP yang berlaku di perusahaan.

2.5     Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan.

2.6     Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan  tertulis.

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3  Manajemen projek.

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1   Kemampuan  menyeluruh sektor industri

1.2.2   Kemampuan menangani  dokumen secara akurat

1.2.3   Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

2.  Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lisan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

3. Aspek penting penilaian

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus

mempertimbangkan:

3.1 Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

3.2  Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.2.1  Pengoperasian Komputer.

3.2.2 Pengoperasian Sistem Operasi sesuai dengan Instruction Manual.

3.2.3  On-site training sesuai dengan software yang akan diinstalasi.

 

4. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dengan:

4.1.1  TIK.CS02.047.01  Membersihkan Virus Jaringan.

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

            Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

2

Tabel 1 Kompetensi Kunci

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

 

  • Siswa dapat membuat Rescue Disk sesuai dengan kebutuhannya.
  • Siswa dapat melakukan restore sistem dan mengatur pada saat sistem mangalami kerusakan.

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

 

  • User dapat mengerti bagaimana cara menginstal rescue disk.
  • User dapat mengetahui cara untuk membuat sebuah rescue disk.
  • User bisa lebih mengerti tentang virus dan kegunaan antivirus.
  • User dapat mengetahui cara-cara untuk menghindari sistem terinfeksi virus.
  • User dapat mengetahui fungsi-fungsi rescue disk.
  • User dapat mengetahui kompenen-kompenen yang diperlukan untuk membuat rescue disk.

 

4.3 Mempersiapkan untuk Membuat Rescue Disk

Sebelum melakukan pembuatan suatu rescue disk yang baru, perlu dilakukan analisis terhadap komponen-komponen pendukung agar proses pembuatan rescue disk yang baru tersebut dapat berjalan dengan normal dan baik pada perangkat komputer. Komponen pendukung tersebut adalah operating system Windows XP Service Pack 2 / Windows Vista yang telah diinstall pada komputer, CD installasi Windows XP Service Pack 2, PE Builder telah terinstall, CD-R / CD-RW yang kosong dan tempat harddisk yang dibutuhkan adalah 200 MB.

 

4.3.1 Jenis virus diidentifikasi dan Software Anti Virus dijalankan

Kemudian dari software, dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu: operating sistem dan application software sistem.

Di awal perkembangan komputer, sekitar tahun 1980-an, Fred Cohen, seorang ahli komputer yang memiliki dasar matematika, mengemukakan sebuah wacana bahwa dapat dibuat algoritma program yang dapat berkembang dengan sendirinya dan menumpang di program lain, ini adalah cikal bakal virus.

Kemudian di lab-nya Fred Cohen ini, bersama dengan ilmuwan-ilmuwan lain, dia membuat perangkat lunak yang dapat berkembang biak sendiri, mereka membuat ini untuk hiburan semata, namun karena berbagai hal yang tak terduga, source code program ini menyebar keluar dari lab.

Tak lama berselang, muncul virus yang bernama ‘Elk Cloner’ yang merupakan virus komputer yang pertama kali yang menyerang komputer ‘in the wild’-istilahnya untuk virus yang telah dilepas ke umum.

Setelah ‘Elk Cloner’, muncul virus lain yang bergelar (c)Brain, virus ini menyerang boot sektor di Disc Operating System alias DOS, virus ini menyebar dengan sangat cepat, karena pada saat itu belum ada teknologi anti virus, selain itu virus ini tidak memberikan efek langsung, tapi menunggu beberapa saat setelah infeksi–terinspirasi dari bom waktu, kemudian digunakan istilah ‘timebomb’. Setelah efeknya terasa, semua pengguna komputer, sadar akan pentingnya sebuah proteksi, akhirnya dibuatlah proteksi sejenis vaksin dan proteksi sejenis penjaga/guard, yang digunakan sampai sekarang ada proteksi jenis kedua, untuk jenis pertama sudah tidak umum.

Untuk cerita sejarah virusnya selese dulu, dalam dunia kriminal komputer, virus ini dimasukkan ke dalam jenis malware–software yang berkelakuan tidak benar dan sangat mengganggu pengguna komputer.

Untuk malware ini ada beberapa jenis:

  1. Virus
  2. Trojan
  3. Worm
  4. Adware/Advertisingware (software iklan sering kali menggangu dikarenakan pop-up yang bermunculan terus menerus)

Virus adalah suatu kode tertentu yang dibuat dengan suatu metode bahasa pemograman (umumnya bahasa C). Kode program ini biasa disebut Kode Jahat atau Kode Perusak (Malicious Code).

 

Kode jahat atau perusak (malicious codes atau disingkat malcodes) didefinisikan sebagai semua jenis program, makro atau script yang dapat diesekusi dan dibuat dengan tujuan untuk merusak sistem komputer. Oleh karena itu bug yang dibuat secara tidak sengaja oleh programmer tidak termasuk dalam kategori ini. Tetapi untuk bug yang benar-benar mengganggu, banyak orang mengkategorikannya sebagai malcode.

 

Malcode ini sengaja dibuat untuk menjangkiti atau menulari sebuah komputer dengan mempelajari suatu metode di sistem komputer, tujuannya untuk menggangu system tersebut. Setelah berhasil menulari sistem, virus akan berusaha untuk menempel pada bagian yang terinfeksi. Saat ini banyak sekali virus yang dapat mengelabui anti virus dan virus seakan-akan dapat berpikir sendiri. Menurut informasi dari Symantech sampai saat ini telah ditemukan sebanyak 600.000 an virus, worm dan kode jahat. Makanya dalam perkembangannya sampai pada akhirnya Malcodes disebut sebagai virus yang kerjanya membuat hidup orang tidak nyaman.

Varian

Dalam perkembangannya virus sangat cepat sekali, Kode perusak ini dapat digolongkan dalam 3 macam golongan: virus, worm dan Trojan Horses, serta beberapa program yang memiliki bug.

  • Virus

Seperti yang kita ketahui, sifatnya menyerupai virus dalam istilah biologis, dapat berkembang biak dan menempel/berparasit pada induk semangnya, namun induk semangnya dapat berjalan seperti normalnya, kecuali pada waktu-waktu tertentu.

Jadi program virus ini, akan menyerang program tertentu yang menjadi induk semangnya, dan akan menulari program-program lain setiap kali induk semangnya dijalankan. Program yang terinfeksi akan berubah sedikit strukturnya namun tetap dapat berjalan normal seperti biasanya sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Virus dapat dipasangi sebuah payload-yaitu sub program yang akan dijalankan pada saat kondisi tertentu, misalnya setiap tanggal 13, atau tanggal-tanggal tertentu. Payload ini bisa merusak (contoh: memformat hard disk atau menghapus semua file) ataupun bisa juga cuma hanya mengganggu saja.

Virus memiliki kemampuan jahat untuk mereproduksi diri mereka sendiri dan terdiri dari kumpulan kode yang dapat memodifikasi target kode yang sedang berjalan, ataupun memodifikasi struktur internal target kode, sehingga target kode sebelum berjalan dipaksa menjalankan virus. Virus sering menampilkan pesan yang tidak disukai, merusak tampilan display, menghapus memory C-MOS, merusak informasi dalam hard disk dll. Efek yang ditimbulkan virus mengalami perkembangan yang cukup serius akhir-akhir ini. Contoh virus: Brain, Ohe half, Die hard, XM atau Laroux, Win95 atau CIH.

 

  • Worm

Program ini menyaru sebagai program yang menarik juga, dan kadang menyaru seperti file gambar atau dokumen penting. Ciri-cirinya worm ini adalah dapat memperbanyak diri sampai tak terhingga pada sistem yang diinfeksinya, dia menduplikasikan dirinya sebanyak-banyaknya, contohnya brontok, dodol, dan iloveyou.vbs. worm ini merusak sistem, tidak menulari file-file tertentu, namun bisa menghapus atau menghilangkan file-file tertentu, seperti .mp3 atau file .doc.

Worm ini bisa juga memperbanyak diri dengan berbagai cara, misalnya lewat email, file-sharing, mirc, Messenger, atau P2P seperti Kazaa. selain itu worm juga dapat bersifat exploit, seperti yang dilakukan worm Codered atau Nimda. Semakin hari, varian worm semakin banyak, lebih lagi karena worm sangat mudah dibuat jika dibandingkan dengan virus. Kadang pembuat virus tidak suka terhadap pembuat worm, karena mereka menganggap pembuat worm adalah programmer yang newbie. namun semakin hari, pembuat worm dan pembuat virus-yang diistilahkan dengan coder, sudah tidak ada bedanya.

Worm ditujukan kepada program yang mengkopi dirinya sendiri ke memory komputer. Perbedaan mendasar dari worm dan virus adalah apakah menginfeksi target code atau tidak. Virus menginfeksi target code, tetapi worm tidak. Worm hanya tinggal di memory. Worm dapat dengan cepat memperbanyak diri dan biasanya dilakukan pada media LAN atau Internet. Resources jaringan yang terinfeksi akan habis karena bandwidthnya dibanjiri oleh worm yang akan mengakibatkan melambatnya aliran data. Contoh worm: I-Worm atau Happy99 (Ska), I-Worm atau ExploreZIP, Sobig, Nimda, Code Red, Sircam. Worm umumnya berbentuk file executable (berekstensi .EXE atau .SCR) yang terlampir (attachment) pada email. Namun demikian ada beberapa jenis worm yang berbentuk script yang ditulis dalam bahasa Visual Basic (VBScript).

 

  • Trojan Horse

Seperti namanya, berwujud seperti program-program yang menarik dan dibutuhkan, seperti archiver, image-viewer, ato game-game kecil, namun ketika program tersebut dijalankan maka akan menjalankan sub-program yang ada didalamnya, bayangkan kalo sub-programnya bisa mencuri data penting perusahaan, berbahaya kan? Untuk hal itu, dianjurkan untuk tidak main game atau men-download dan menjalankan program yang aneh-aneh di internet, apalagi dari situs-situs pembajak.

Trojan horse diproduksi dengan tujuan jahat. Konsep yang digunakan seperti pada zaman romawi kuno, berbeda dengan virus, Trojan Horse tidak dapat memproduksi diri sendiri. Pada umumnya, mereka dibawa oleh utility program lainnya. Utility program tersebut mengandung dirinya atau Trojan Horse itu sendiri ber”lagak” sebagai utility program. Contoh Trojan Horse: Win-Trojan atau Back Orifice, Win-Trojan atau SubSeven, Win- Trojan atau Ecokys (Korean).

 

Ciri-ciri terinfeksi Virus

Ada banyak sekali gejala-gejalanya, biasanya jika virus sudah menginfeksi dampak langsungnya adalah file kita yang rusak atau hilang entah kemana, virus dapat mengatur computer kita atau menggangu system operasi misalnya melakukan restart, sering terjadi crash atau hang, kinerja atau performa pc yang sangat lambat.

Kalau computer kita terkoneksi ke internet lewat jaringan LAN, maka koneksinya akan lambat sekali bahkan terputus. Jika kita memeriksa bandwidthnya maka akan terlihat anomaly bandwidth yang sedangkan kita tidak menggunakannya.

Tip Aman dari Virus

1. Pasang Anti Virus pada sistem anda Sebagai perlindungan di garis depan, penggunaan anti virus adalah wajib. Ada banyak anti virus yang beredar di pasaran saat ini. Beberapa yang cukup handal diantaranya adalah McAfree VirusScan (www.mcafee.com) dan Norton Anti Virus (www.symantec.com).

2. Update database program anti virus secara teratur, Ratusan virus baru muncul setiap bulannya. Usahakan untuk selalu meng-update database dari program anti virus yang anda gunakan. Database terbaru dapat dilihat pada website perusahaan pembuat program anti virus yang anda gunakan.

3. Pergunakan Firewall Personal, dengan menggunakan firewall maka akses yang akan keluar masuk ke system kita dapat diatur, apakah paket data disetujui atau ditolak.

4. Berhati-hati sebelum menjalankan file baru Lakukan scanning terlebih dahulu dengan anti virus sebelum menjalankan sebuah file yang didapat dari mendownload di internet atau mengkopi dari orang lain. Apabila anda biasa menggunakan sarana e-mail, berhati-hatilah setiap menerima attachment dalam bentuk file executable. Waspadai file-file yang berekstensi: *.COM, *.EXE, *.VBS, *.SCR, *.VB. Jangan terkecoh untuk langsung membukanya sebelum melakukan scanning dengan software anti virus.

5. Curigai apabila terjadi keanehan pada sistem anda, Menurunnya performa sistem secara drastis, khususnya saat melakukan operasi pembacaan/penulisan file di disk, serta munculnya masalah pada software saat dioperasikan bisa jadi merupakan indikasi bahwa sistem telah terinfeksi oleh virus. Berhati-hatilah!

6. Backup data anda secara teratur, Tips ini mungkin tidak secara langsung menyelamatkan data anda dari ancaman virus, namun demikian akan sangat berguna apabila suatu saat virus betul-betul menyerang dan merusak data di komputer yang anda gunakan. Setidaknya dalam kondisi tersebut, anda tidak akan kehilangan seluruh data yang telah anda backup sebelumnya.

7. Buat Policy / Kebijakan yang jelas, Perusahaan biasanya membuat sebuah policy / kebijakan untuk mencegah sistem perusahaan terjangkit virus atau kehilangan data karena virus ataupun ( corrupt data ).

Policy / kebijakan yang biasanya dibuat adalah:

  • Menginstall software antivirus yang bisa diandalkan.
  • Memastikan software antivirus berjalan dengan baik dan sistem telah dilindungi oleh antivirus.
  • Mengupdate database antivirus secara konsisten untuk mendukung supaya sistem antivirus berjalan dengan optimal.
  • Menghindari mengakses situs-situs yang tidak aman atau yang tidak mempunyai trusted certificates.
  • Menghindari mengdownload dari situs-situs yang file-filenya diragukan integritas keamanannya.
  • Mempunyai kebiasaan mengscan file-file sebelum mengdownload ataupun mengsave.

 

4.3.2 SOP Installation Manual Software Anti Virus sudah disediakan dan dipelajari

User bisa mengakses manual yang telah tersedia dengan mengklik tombol Help.

 

 

4.3.3 Perangkat Komputer sudah Dinyalakan dengan Sistem Operasi dan Persyaratannya Sesuai dengan SOP Installation Manual

Untuk Kaspersky Antivirus 7.0 bekerja dengan baik, computer harus memenuhi syarat-syarat sistem yaitu:

  • 50 MB free space di harddisk 
  • CD-ROM (untuk menginstall Kaspersky Anti-Virus 7.0 melalui CD)
  • Microsoft Internet Explorer 5.5 keatas (untuk mengupdate database antivirus dan aplikasi module-module melalui Internet)
  • Microsoft Windows Installer 2.0.  
  • Microsoft Windows 2000 Professional (Service Pack 4 atau lebih tinggi)
  • Microsoft Windows XP Home Edition (Service Pack 2 atau lebih tinggi)
  • Microsoft Windows XP Professional (Service Pack 2 atau lebih tinggi)
  • Microsoft Windows XP Professional x64 Edition
  • Intel Pentium processor 300 MHz atau lebih cepat (atau compatible)
  • 128 MB RAM
  • Microsoft Windows Vista Home Basic (32/64 bit)
  • Microsoft Windows Vista Home Premium (32/64 bit)
  • Microsoft Windows Vista Business (32/64 bit)
  • Microsoft Windows Vista Enterprise (32/64 bit)
  • Microsoft Windows Vista Ultimate (32/64 bit)
  • Intel Pentium processor 800 MHz 32-bit( x86 )/64-bit( x64 ) atau lebih cepat (atau compatible)
  • 512 MB RAM.

 

4.3.4 Log-sheet/report-sheet telah disiapkan

Tab Reports yang terdapat di Statistics window di Kaspersky Anti-Virus versi 7.0 menunjukan komponen-komponen dan tugas-tugas, status mereka, waktu dimana sebuah tugas atau komponen memulai atau menyelesaikan pekerjaannya di sesi yang sekarang, ukuran file report untuk sebuah komponen\tugas.

Right-click komponen yang diperlukan\tugas dari list, untuk menampilkan opsi-opsi tersebut:

  • Search – mencari sebuah komponen\tugas dari list dengan nama atau status, dll.
  • Copy – mengcopy semua informasi komponen-komponen atau tugas-tugas yang telah dipilih ke dalam clipboard.
  • Details – membuka Statistics window untuk komponen atau tugas yang dipilih.
  • Show report history – menunjukan semua report untuk komponen-komponen atau tugas-tugas untuk 30 hari yang terakhir.
  • Help – menampilkan referensi untuk tab Reports yang terdapat di Statistics window.
  • All reports – menampilkan tab Reports yang terdapat di Statistics window.
  • Save as – menyimpan semua report ke dalam sebuah file.

 

4.4 Melaksanakan Untuk Instalasi Software Anti Virus Untuk membuat Rescue Disk

Langkah-langkah untuk membuat rescue disk adalah sebagai berikut:

 

Langkah 1:

  • Membuka window aplikasi utama.
  • Klik Scan.
  • Di bagian kanan window aplikasi utama klik Create Rescue Disk.

 

 

 

 

Langkah 2:

  • Klik () di sebelah field Installed PE Builder folder. Di window yang telah terbuka, pilih folder dimana program PE Builder terinstall.
  • Klik () di sebelah field Output folder. Di window yang telah terbuka, pilih folder untuk menyimpan file-file yang diperlukan untuk membuat Rescue Disk. Folder ini harus disimpan di harddisk. Kalo sebelumnya udah ada disk image yang dibuat, hidupkan opsi Use previously saved files. Jika opsi ini dihidupkan Rescue Disk Creation Wizard akan menggunakan file-file sebelumnya.
  • Klik () di sebelah field Path to Windows XP Service Pack 2 installation CD. Di window yang telah terbuka, pilih CD/DVD-ROM drive dimana CD Windows telah dimasukan atau folder dimana file-file yang diperlukan disimpan.

Rescue Disk Wizard akan mengcopy file-file yang dibutuhkan.

 

 

Langkah 3:

  • Membuat sebuah ISO-file untuk membuat sebuah Rescue Disk. Masukan nama ISO yang baru atau tentukan tempat dimana file yang sudah dibuat dengan mengklik (). Di contoh ini nama ISO filenya adalah rescue-disk.iso.

 

 

 

 

Langkah 4:

  • Wizard akan mengkonfirmasikan untuk menulis data Rescue Disk. Di window yang terbuka pilih Burn now or Burn later, atau memilih CD-ROM drive yang akan digunakan untuk burn Rescue Disk. Klik Next untuk burn disknnya.

 

Klik Finish setelah Wizard telah selesai burn disknya.

 

4.4.1 Menginstal Komputer dan Me-restart Komputer sebelum menginstal Software Anti Virus

Langkah 1:

Jika user membeli Kaspersky Anti-Virus 7.0 di sebuah CD, proses instalasi akan mulai secara otomatis setelah CD dimasukan ke dalam drive CD-ROM. Jika user membeli produknya di E-Store user akan mendapat sebuah link executable setup file yang akan dihidupkan secara manual. Jika CD tidak berjalan secara otomatis user harus menghidupkan executable installation file secara manual. Pilih CDnya dan sebuah folder dimana terdapat Kaspersky Anti-Virus version 7.0 setup file dan double-click executable file tersebut. Setelah user menjalankan executable setup file, Setup Wizard Kaspersky Anti-Virus version 7.0 akan dijalankan. Click Next untuk melanjutkan.

Langkah 2:

Baca End user license agreement of Kaspersky Lab. Click I accept the terms of the license agreement untuk melanjutkan.

Langkah 3:

Pilih jenis setup yang diinginkan oleh user.

  • Custom installation – mengizinkan user untuk memilih program-program apa aja untuk diinstall.
  • Express installation – menginstall beberapa fitur anti-virus saja, tetapi protection parameters bisa diubah sewaktu installasi berlangsung.

Click icon Custom installation untuk melanjutkan.

Langkah 4:

Pilih folder dimana untuk menginstall Kaspersky Anti-Virus version 7.0. Folder yang default adalah C:\Program Files\Kaspersky Lab\Kaspersky Anti-Virus 7.0.

Click Browse untuk merubah folder tujuan. Click Disc usage untuk melihat free space yang terdapat di dalam hard disk. Click Next untuk melanjutkan.

Langkah 5:

Di dalam langkah ini user bisa memilih untuk menginstal komponen-komponen yang diinginkan yaitu sebagai berikut:

  • Virus Scan 
  • File Anti-Virus 
  • Mail Anti-Virus 
  • Web Anti-Virus
  • Proactive Defense 
  • Firewall (hanya terdapat di Kaspersky Internet Security 7.0)
  • Privacy Control (hanya terdapat di Kaspersky Internet Security 7.0)
  • Anti-Spam (hanya terdapat di Kaspersky Internet Security 7.0)
  • Parental Control (hanya terdapat di Kaspersky Internet Security 7.0)

Setelah user memilih komponen-komponen yang diinginkan. Click Next untuk melanjutkan.

Langkah 6:

Setup wizard siap mengcopy file-file yang diperlukan ke harddisk. User tidak dianjurkan mematikan opsi Enable Self-Defense seandainya computer terinfeksi dengan virus. Matikan opsinya jika user tidak menginginkan aplikasi self-defense sebelum installasi. Click Next.

Langkah 7:

Setelah file-file tercopy dan module-module telah diregistrasi , Setup Wizard menyarankan mengaktivasi Kaspersky Anti-Virus 7.0. Click Next untuk melanjutkan setelah aktivasi produk.

Langkah 8:

Setup Wizards mengkonfigurasi komponen Proactive defense.

Langkah 9:

Setup Wizard mengkonfigurasi database update.

Langkah 10:

Setup Wizard mengkonfigurasi area computer untuk discan.              

Langkah 11:

Di langkah ini Setup Wizard menawarkan untuk menjalankan program password protection. Check opsi Enable password protection, masukan password dan konfirmasi, pilih dimana password akan dijalankan dan click Next.

Langkah 12:

Di langkah ini user disarankan untuk mengrestart computer. Click finish untuk menyelesaikan installasi Kaspersky Anti-Virus 7.0.

 

4.4.2 Menutup Semua Program Lainnya Sebelum Menginstal Software Anti Virus Termasuk Program yang Ditampilkan pada Systray

Sebelum user menginstal Software Anti Virus, user dianjurkan untuk menutup semua program yang sedang berjalan dan semua program-program yang berada di system tray yang terdapat di dalam task bar.

 

4.5 Mengecek Hasil Rescue Disk dengan Menjalankan Software Anti Virus Disertai dengan Melakukan Troubleshooting Secara Sederhana

4.5.1 Software Anti Virus Dijalankan Tanpa Kesalahan

Berikut adalah tampilan pertama kali software antivirus tersebut dijalankan dan apabila software tersebut tidak menampilkan tampilan seperti ini maka proses instalasi software tersebut mengalami error dan disarankan untuk melakukan instalasi ulang tersebut atau melakukan proses instalasi reparasi.

 

 

4.5.2 Software Anti Virus Ditutup Tanpa Kesalahan

Jika software anti virus ditutup tanpa kesalahan maka tidak akan muncul pemberitahuan apapun.

 

4.5.3 Troubleshooting Dilakukan Secara SOP Installation Manual

List masalah-masalah Kaspersky Anti-Virus 7.0 adalah sebagai berikut:

  • Dalam kondisi tertentu advanced mode disinfection dapat meninggalkan link-link registry ke deleted infected files.
  • Di Microsoft Windows Vista program instalasi dapat freeze jika terdapat VPN connection yang tersambung. Untuk memperbaiki hal tersebut, kita mengrekomendasikan VPN connection dipecahkan untuk aplikasi install.
  • Jika SSL scans dihidupkan, akan timbul beberapa masalah pada saat berkomunikasi dengan site-site tertentu yang memerlukan verifikasi dari sebuah client certificate. Untuk mengatasi masalah ini, user direkomendasikan encrypted traffic dari aplikasi-aplikasi yang diperlukan ditambahkan ke exclusions.
  • Pada saat mengupdate Microsoft Windows XP ke Microsoft Windows Vista, aplikasi harus diremove sebelum mengupdate. Setelah itu user menginstall ulang update tersebut.
  • Pada saat mengupdate ke versi yang lebih tinggi dari Microsoft Windows Vista (contohnya, dari Home Basic to Ultimate), prosedur aplikasi restore harus dilakukan.
  • Membuat rescue disk ke sebuah DVD tidak didukung.
  • Terdapat beberapa masalah compatibility dengan HTTP tunneling. Sementara matikan Web Anti-Virus untuk menanggulanginnya.

 

4.6 Membuat Laporan Hasil Rescue Disk

  • Setelah semua langkah-langkah dilakukan dan semua proses telah selesai, akan muncul pemberitahuan Wizard Completion. User harus click Finish untuk menyelesaikan proses pembuatan rescue disk.
  • User bisa menggunakan Rescue Disk yang telah selesai dibuat untuk memperbaiki komputer yang mengalami kegagalan sistem ataupun memperbaiki sistem yang diakibatkan karena virus.
  • User juga bisa menggunkan Rescue Disk untuk mengembalikan data yang hilang atau rusak (corrupt) akibat virus.

 

Click Finish setelah membuat rescue disk.

 

4.6.1 Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan (pada log-sheet/report-sheet)

Setelah selesai mengscan komputer dengan menggunakan antivirus, akan muncul report No threats detected. User bisa melihat berbagai informasi yang dilampirkan di dalam log-sheet / report sheet. Setelah user selesai melihat report tersebut. User harus click Close untuk menutup log-sheet / report-sheet tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                         KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi)

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

5.3  Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Membuat Rescue Disk

 

  1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.046.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Membuat Rescue Disk

TIK.CS02.046.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.

- PC dengan sistem operasi Windows XP Service Pack 2 / Windows Vista

- Keyboard, mouse, dan monitor.

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

- CD Installer Windows Service Pack 2 / Windows Vista.

- CD Installer PE Builder.

- CD-R / CD-RW kosong.

- Harddisk dengan free space 200 MB.

- CD installer sistem operasi Windows XP Service Pack 2 / Windows Vista

- Buku informasi atau manual tentang cara pengoperasian Kaspersky Antivirus 7.0.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Testimoni

artikel lainnya Membuat Rescue Disk TIK.CS02.046.01

Thursday 23 July 2015 | blog

    MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI          …

Sunday 26 July 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT     MEMASANG MEMORY TIK.CS02.011.01…

Thursday 6 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA PERUSAHAAN BIDANG JASA ADMINITRASI PERKANTORAN      …

Friday 2 January 2015 | blog

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS BALAI BESAR LATIHAN KERJA…