Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

MEMBUAT PROGRAM UNTUK MEMBANGKITKAN DATA DASAR

TIK.PR03.004.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

 

 

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………..1

BAB I ………………………………………………………………………………………………….3

PENGANTAR …………………………………………………………………………………………3

   1.1    Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) ……………………………….3

   1.2    Penjelasan Modul ………………………………………………………………………..3

           1.2.1 Desain Modul ………………………………………………………………………4

           1.2.2 Isi Modul ……………………………………………………………………………4

           1.2.3 Pelaksanaan Modul ………………………………………………………………5

           1.1 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) …………………………………………5

           1.2 Pengertian-Pengertian / Istilah ………………………………………………….6

BAB II ………………………………………………………………………………………………..8

STANDAR KOMPETENSI ………………………………………………………………………….8

   2.1 Peta Paket Pelatihan ………………………………………………………………………8

   2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi ………………………………………………….8

   2.3 Unit Kompetensi yang dipelajari ………………………………………………………..9

              2.3.1 Kode dan Judul Unit ………………………………………………………….9

              2.3.2 Deskripsi Unit ………………………………………………………………….9

              2.3.3 Elemen Kompetensi …………………………………………………………10

              2.3.4 Batasan Variabel …………………………………………………………….10

              2.3.5 Panduan Penilaian …………………………………………………………..11

              2.3.6 Kompetensi Kunci …………………………………………………………..12

BAB III ……………………………………………………………………………………………..14

   STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ………………………………………………………14

      3.1    Strategi Pelatihan ……………………………………………………………………..14

      3.2    Metode Pelatihan ……………………………………………………………………..14

  BAB IV ………………………………………………………………………………………………16

  MATERI UNIT KOMPETENSI …………………………………………………………………..16

      4.1 Tujuan Instruksional Umum ………………………………………………………….16

      4.2 Tujuan Instruksional Khusus …………………………………………………………16

4.3 Sekilas Tentang Database …………………………………………………………………..17

              4.3.1         Data modelling …………………………………………………………………18

              4.3.2 DBMS …………………………………………………………………………….19

      4.4    Mempersiapkan Data …………………………………………………………………21

              4.4.1 Mengidentifikasi Data …………………………………………………………21

              4.4.2 Tipe Data yang Digunakan ………………………………………………….25

              4.4.3 Batasan Data …………………………………………………………………..26

      4.5    Menentukan Formula Pembentukan Data ………………………………………26

              4.5.1 Merumuskan Data Sesuai Kaidah Matematika ………………………….26

      4.6    Menentukan Alur/Proses Pembangkitan Data ………………………………….28

              4.6.1 Menurunkan Alur Algoritma …………………………………………………28

              4.6.2 Algoritma Pembangkitan Data Dibuat …………………………………….32

              4.6.3 Mendefinisikan Diagram Alur Algoritma ………………………………….34

      4.7    Menulis Kode Program Pembangkitan Data …………………………………….36

              4.7.1 Kode Program Dikompilasi …………………………………………………..43

              4.7.2 Kode Program Dikompilasi Menjadi Paket Program ……………………43

      4.8    Membuat Arsip Program …………………………………………………………….45

              4.8.1 Dokumentasi Program ……………………………………………………….45

              4.8.2 Menyimpan Kode Program …………………………………………………45

              4.8.3 Menyimpan Program Exe …………………………………………………..45

BAB V ……………………………………………………………………………………………..46

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI………46

    5.1   Sumber Daya Manusia …………………………………………………………….46

    5.2   Sumber-Sumber Kepustakaan (Buku Informasi) ……………………………47

    5.3   Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan ……………………………….48

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………..49

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

1.2.1    Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2    Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3    Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.1 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.2 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. a.   TIK.PR03.004.01     Membuat Program Untuk Membangkitkan Data Dasar

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara membuat program untuk membangkitkan data dasar. Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para programmer, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.PR03.004.01

Judul Unit      : Membuat program untuk membangkitkan data dasar

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   membuat program untuk membangkitkan data dasar. Standar bahasa untuk pembangkitan data dasar yang digunakan adalah SQL. Selain itu, juga akan dijelaskan persiapan data yang akan dibangkitkan, menentukan formula pembentukan data, menentukan alur pembangkitan data, menulis kode program pembangkitan data, dan mengarsipkan program.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

Elemen Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

01  Mempersiapkan data 1.1  Identifikasi bentuk data yang akan    dibangkitkan.

1.2  Data yang dibangkitkan merupakan satu tipe data, berupa sinyal atau teks atau frekuensi.

 

 

02  Menentukan formula pembentukan data

 

2.2  Data dirumuskan sesuai kaidah matematikan dan terurai dengan sederhana

2.3  Rumus data yang dibangkitkan tidak terkait dengan waktu (bukan domain waktu).

 

 

03  Menentukan alur pembentukan data

 

3.1  Prosedur / alur algoritma pembangkitan data diturunkan sesuai formulasi/rumus matematika yang telah dibuat.

 

3.2  Algoritma data yang dibangkitkan untuk pengaturan proses pembangkitan data dan bentuk keluaran yang diharapkan.

 

3.3  Diagram alur program pembangkitan data didefinisi.

 

 

04  Menulis kode program pembangkitan data

 

 

4.1 Kode program ditulis berdasarkan diagram program pembangkitan data sesuai dengan bahasa yang digunakan.

4.2  Kode program dikompilasi dan dicari kesalahan sintak atau penulisan kode program.

4.3 Kode program dikompilasi menjadi paket program (executable file).

 

 

05  Mengarsipkan program

 

5.1 Rumusan dan diagram alur program (algoritma program) didokumentasikan.

5.2  Kode program yang dibuat disimpan pada direktori yang telah ditentukan.

5.3  Program exe yang dihasilkan disimpan pada direktori yang telah ditentukan.

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk sektor pemrograman database.

2. Membuat program untuk membangkitkan data sederhana bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

 

1.       Pengetahuan dan keterampilan penunjang

 

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

 

1.1   Pengetahuan dasar yang di butuhkan :

1.1.1 Kaidah matematika dasar, deret dan logika.

1.1.2 Teori digital.

1.1.3 Konsep gelombang.

1.2   Keterampilan dasar yang di butuhkan

1.2.1  Mengoperasikan sistem komputer.

1.2.2  Mengoperasikan bahasa pemrograman.

 

 

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau tempat lain secara teori dan praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.       Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

3.1 Mempersiapkan perangkat lunak yang akan digunakan.

3.2 Kemampuan mengenali fungsi-fungsi pengolahan table, view, membuat table dan table view.

 

 

4. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini di dikung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan dasar-dasar teknologi informasi :

4.1.1  TIK.PR02.002.01Membuat algoritma pemrograman lanjut.

4.1.2  TIK.PR02.006.01Menulis program lanjut.

 

4.1.3  TIK.PR02.008.01Mengoperasikan pemrograman terstruktur.

 

4.2     Unit ini mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan :

 

4.2.1  Bidang pengembangan program.

4.2.2  Konfogurasi pengelolaan program.

 

4.2.3  Quality assurance.

 

4.2.4  Mengoperasikan aplikasi pengolahan kata.

 

4.3     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisisir, dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan mengunakan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik informatika

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan bagaimana membuat program untuk membangkitkan data dasar, termasuk menyiapkan data dan pemodelan data sebelum program dibuat.
  • Siswa dapat membuat alur algoritma program pembangkitan data dasar.
  • Siswa dapat menentukan alur pembangkitan data

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan pembangkitan data dasar.
  • Siswa dapat mengidentifikasi data yang dibutuhkan.
  • Siswa dapat merumuskan data sesuai kaidah matematika.
  • Siswa dapat membuat alur algoritma program.
  • Siswa dapat membuat diagram alur algoritma
  • Siswa dapat membuat program untuk membangkitkan data.
  • Siswa dapat mendeteksi kesalahan sintak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Sekilas Tentang Database

 

Database adalah sebuah kumpulan data yang secara logika saling berhubungan, dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari organisasi. Database adalah sebuah tempat penyimpanan data yang digunakan secara simultan oleh beberapa departemen dan pengguna (user). Semua item data diintegrasikan dengan jumlah duplikasi yang minimal. Database tidak hanya menimpan data operasional tapi juga deskripsi dari data. Deskripsi dari data dikenal sebagai sistem catalog (atau data dictionary atau meta-data (‘data tentang data’).

Pendekatan yang diambil dengan sistem database, di mana definisi dari data terpisah dari program aplikasi, adalah sama dengan pendekatan yang diambil dalam pengembangan software modern, di mana terdapat sebuah definisi internal dari sebuah objek dan sebuah definisi eksternal yang terpisah.

Pengguna dari sebuah objek hanya melihat definisi eksternal dan tidak mengetahui bagaimana objek didefinisikan dan bagaimana fungsi dari objek. Satu keuntungan dari pendekatan ini, yang dikenal sebagai abstraksi data, adalah bahwa kita dapat mengubah definisi internal dari sebuah objek tanpa mempengaruhi pengguna dari objek. Dengan cara yang sama, pendekatan database memisahkan struktur dari data dari program aplikasi dan menyimpannya dalam database.

Jika sebuah struktur data yang baru ditambahkan, atau struktur yang ada dimodifikasi, maka program aplikasinya tidak terpengaruh. Bagaimanapun, jika kita menghapuskan sebuah field dari sebuah file yang digunakan sebuah program aplikasi, meke profram aplikasi tersebut terpengaruh oleh perubahan ini dan harus dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.

 

 

 

 

 

4.3.1 Data modelling

Ketika kita menganalisa kebutuhan informasi dari sebuah organisasi, kita perlu mengidentifikasikan entitas, atribut, dan relationship. Sebuah entitas adalah sebuah objek yang unik (orang, tempat, sesuatu, konsep, atau sebuah kejadian) dalam organisasi yang direpresentasikan dalam database. Sebuah atribut adalah sebuah properti yang mendeskripsikan beberapa aspek dari objek yang ingin kita record, dan sebuah relationship adalah sebuah hubungan anatara entitas.

Contoh diagram Entity Relationship (ER):

 

 

  • Enam entitas: Cabang, Staff, Pemilik, Property, Sewa, Client.
  • Tujuh relationship
    • Enam atribut, satu untuk setiap entitas: NoCabang, NoStaff, NoPemilik, NoProperty, Nosewa, NoClient.

 

Database merepresentasikan entitas, atribut, dan hubungan logika antara entitas(relationship). Dengan kata lain, database menyimpan data yang secara logika berhubungan.

 

 

4.3.2 DBMS

Program yang selanjutnya akan kita paparkan merupakan DBMS. DBMS adalah sebuah sistem software yang memungkinkan user untuk mendefinisikan, mencipatakan, me-maintain, dan menontrol akses terhadap database.

DBMS adalah software yang berinteraksi dengan program aplikasi user dan database. Biasanya, sebuah DBMS memiliki fasilitas seperti di bawah ini:

  • Memungkinkan user untuk mendefinisikan database, biasanya melalui sebuah Data Definition Language (DDL). DDL memungkinkan user untuk menspesifikasikan tipe data dan struktur dan constraints pada data yang akan disimpan dalam database.
  • Memungkinkan user untuk memasukkan, menghapus, dan mengambil data dari database, biasanya melalui sebuah Data Manipulation Language (DML). Dengan adanya tempat penyimpanan data yang terpusat untuk semua data dan deskripsi data memungkinkan DML untuk menyediakan sebuah fasilitas pemrosesan data, yang disebut query language. Query language yang paling terkenal adalah Structured Query Language (SQL), yang merupakan bahasa standard untuk DBMS relasional.
  • Menyediakan akses yang terkontrol terhadap database. Misalnya, memungkinkan:

-                Keamanan sistem, yang mencegah user yang tidak berkepentingan untuk mengakses database;

-                Sistem integritas, yang mempertahankan konsistensi dari data yang disimpan;

-                Sistem kontrol konkurensi, yang memungkinkan akses yang terbagi dari database;

-                Sistem control pemulihan, yang menyimpan database ke status sebelumnya yang konsisten untuk menghadapi kesalahan hardware maupun software;

-                Catalog pengaksesan, yang berisi deskripsi dari data yang ada dalam database.

Komponen dari lingkungan DBMS

  1. Hardware

DBMS dan program aplikasi memerlukan hardware untuk menjalankannya. Hardware dapat berupa personal komputer, mainframe, jaringan komputer. Hardware yang digunakan tergantung pada kebutuhan organisasi dan DBMS yang digunakan. Beberapa DBMS hanya berjalan pada sistem operasi dan hardware tertentu, sementara yang lainnya berjalan pada sistem operasi dan hardware yang bervariasi.

  1. Software

Komponen software meliputi software DBMS itu sendiri dan program aplikasi, bersama dengan sistem operasi, termasuk software jaringan jika DBMS digunakan dalam sebuah jaringan. Biasanya, program aplikasi ditulis dalam bahasa pemrograman 3GL, seperti ‘C’, C++, Java, Visual Basic, COBOL, Fortran, Ada, atau Pascal, atau menggunakan bahasa pemrograman 4GL, seperti SQL, yang ditempelkan dalam bahasa pemrograman 3GL.

  1. Data

Komponen terpenting dari lingkungan DBMS adalah data. Data berperan sebagai jembatan antara komponen mesin dan komponen manusia. Database berisi data operasional dan meta-data. Struktur dari database disebut skema.

  1. Prosedur

Prosedur adalah instruksi dan aturan yang mengatur dan menggunakan database. Pengguna sistem dan staff yang mengatur database memerlukan prosedur yang terdokumenatsi tentang bagaimana menggunakan atau menjalankan sistem.

 

 

 

 

4.4 Mempersiapkan Data

 

4.4.1 Mengidentifikasi Data

 

Data apa yang akan di-record harus diidentifikasikan terlebih dahulu. Misalnya data tentang entitas Customer, dll. Data yang diidentifikasi merupakan hasil dari analisa kebutuhan perusahaan melalui system definition hingga serangkaian tahapan analisis.

 

Dalam merancang database, metodologi yang perlu diterapkan adalah membuat rancangan database konseptual, logical, dan physical.

Rancangan database konseptual adalah proses membuat sebuah model informasi yang digunakan dalam sebuah perusahaan.

Rancangan database logical adalah proses membuat sebuah model informasi yang digunakan dalam sebuah perusahaan berdasarkan data model tertentu. Rancangan database logical memetakan model konseptual ke dalam sebuah model logical, yang dipengaruhi oleh data model untuk database yang akan dibuat.

Rancangan database physical adalah proses produksi sebuah deskripsi implementasi database pada media penyimpanan; mendeskripsikan table, file organisasi, dan indeks yang digunakan untuk mendapatkan akses terhadap data, dan pertimbangan keamanan dan integrity constraints. Rancangan database physical memungkinkan user mengambil keputusan tentang bagaimana database diimplementasikan. Maka itu, rancangan physical berhubungan dengan DBMS yang spesifik. Ada timbal balik antara rancangan physical dan rancangan logical, karena keputusan yang diambil dalam rancangan physical untuk meningkatkan kinerja mungkin akan mempengaruhi logical data model.

 

Dalam mengidentifikasikan data, ada beberapa tahapan:

1. Identifikasi entitas

Identifikasi entitas dapat dilakukan dengan cara mempelajari spesifikasi kebutuhan user. Dari spesifikasi, kita mengidentifikasikan kata benda yang disebutkan (contohnya, nomor staff, nama staff, nomor property, alamat). Kita juga memperhatikan objek utama seperti orang, tempat, atau konsep. Contohnya, kita dapat mengelompokkan nomor staff dan nama staff dengan sebuah objek atau entitas yang disebut staff.

Terkadang tidak selalu jelas terlihat apakah sebuah objek adalah sebuah entitas, sebuah relationship, atau sebuah atribut. Perancangan adalah hal yang subjektif dan desainer yang berbeda mungkin akan menghasilkan interpretasi yang berbeda, walaupun keduanya valid. Desainer database harus mengambil sudut pandang yang selektif tentang dunia dan mengkategorikan hal-hal yang mereka observasi di dalam konteks organisasi.

2. Identifikasi relationship (hubungan)

Kita menggunakan diagram Entity-Relationship (ER) untuk merepresentasikan entitas dan bagaimana mereka berhubungan satu dengan yang lainnya.

Dalam merancang database yang akan dibuat, diagram ER dibuat melalui CASE tools.

Komputer-Aided Software Engineering (CASE) tools meliputi:

  • Data dictionary untuk menyimpan informasi tentang data aplikasi
  • Design tools untuk mendukung analisis data
    • Tool yang memungkinkan pengembangan dari model data perusahaan, dan model data konseptual dan logical
    • Tool yang memungkinkan prototyping dari aplikasi.

 

CASE tools terbagi menjadi tiga kategori: upper-CASE, lower-CASE, dan integrated-CASE. Upper-CASE tools mendukung tahap inisialisasi dari daur hidup aplikasi database, dari perencanaaan sampai perancangan database. Lower-CASE tools mendukung tahapan selanjutnya dari daur hidup, dari implementasi sampai pengujian/ testing. Integrated CASE tools mendukung semua tahap dari daur hidup dan mendukung fungsionalitas dari upper-CASE dan lower-CASE dalam satu tool.

 

Database Design

Application Design

Prototyping

Implementation

Data Conversion and Loading

Testing

Operational Maintenance

 

 

 

 

 

 

 

Upper-CASE

 

 

 

Integrated-

CASE

 

 

 

 

Gambar 1 Aplikasi dari CASE tools

 

 

 

Keuntungan dari CASE tools

Penggunaan CASE tools akan meningkatkan produktifitas dari pengembangan sebuah aplikasi database. Kita dapat menggunakan istilah ‘produktifitas’ untuk menghubungkan antara efisiensi dari proses pengembangan dan efektifitas dari sistem yang dikembangkan. Efisiensi dinilai dari waktu dan uang yang dikeluarkan. CASE tools bertujuan untuk mendukung dan meng-automatisasi tugas-tugas dan meningkatkan efisiensi. Keefektifan dinilai dari isi dari sistem yang memenuhi kebutuhan informsai user.

 

Contoh dari CASE tools adalah software Microsoft Visio 200 yang menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language) yang merupakan standar yang digunakan dalam perancangan sistem.

 

Dari pemodelan yang dilakukan, setelah itu dilakukan konversi dari model tersebut ke dalam program database dan program aplikasi.

 

Contoh CASE tools

 

Gambar 2 Microsoft Visio

 

Gambar 3 Diagram ER dari MySQL

 

4.4.2 Tipe Data yang Digunakan

Tipe data yang umumnya dapat digunakan dalam database server adalah:

1. Text

Teks atau teks/nomor. Juga berupa nomor yang tidak memerlukan kalkulasi/ perhitungan, seperti nomor telepon.

2. Number

Data numeric yang digunakan untuk kalkulasi matematika, kecuali kalkulasi yang melibatkan uang (menggunakan tipe currency).

3. Date/Time

Tanggal dan waktu.

4. Currency

Nilai kurensi.

5. Autonumber

Nomor sekuensial (berurutan) atau nomor acak yang secara otomatis dimasukkan ketika sebuah record ditambahkan.

 

 

4.4.3 Batasan Data

Data dibuat dengan memberikan batasan (constraint) yang telah diatur. Constraint berfungsi untuk menjaga integritas data yang dimasukkan. Data dibatasi nilai minimal, maksimal, dan jumlahnya. Contoh constraint: kode pegawai pemasaran suatu perusahaan X dimulai dengan huruf K dan diikuti nomor urut pegawai.

 

4.5 Menentukan Formula Pembentukan Data

 

4.5.1 Merumuskan Data Sesuai Kaidah Matematika

Model relasional adalah berdasarkan konsep matematika dari sebuah relasi, yang secara fisik disebut table. Data dirumuskan menjadi relasi atau table dengan konsep matematika. Berikut ini konsep matematika untuk membentuk relasi/ table.

Misalkan kita memiliki 2 set data, D1 dan D2, di mana D1={2,4} dan D2={1,3,5}. Cartesian product dari 2 set data , yang ditulis dalam D1*D2, adalah sekumpulan pasangan di mana elemen pertama adalah anggota dari D1 dan elemen kedua adalah anggota dari D2.

Cara lain untuk mengekspresikan hal ini adalah mencari semua kombinasi elemen dengan elemen pertama dari D1 dan elemen kedua dari D2. Dalam kasus kita, kita memiliki:

D1*D2 = { (2,1) , (2,3) , (2,5) , (4,1) , (4,3) , (4,5) }

Subset lain dari Cartesian product adalah sebuah relasi. Contohnya, kita dapat menghasilkan sebuah Relasi R seperti:

R = {(2, 1), (4, 1)}

Kita dapat menspesifikasikan pasangan urutan yang mana yang ada dalam relasi dengan memberikan beberapa kondisi dalam seleksi datanya. Contohnya, jika kita mengobservasi bahwa R meliputi semua pasangan urutan di mana elemen keduanya adalah 1, maka kita dapat menulis R sebagai berikut:

R = { (x , y) | x E D1, y E D2, dan y  =  1 }

Dengan menggunakan kumpulan yang sama, kita dapat membentuk relasi S di mana elemen pertama selalu dua kali nilai elemen kedua. Maka, kita dapat menulis relasi S sebagai berikut:

S = {(x, y) | x E D1, y E D2, dan x  =  2y}

Atau, contohnya,

S = {(2, 1)}

karena hanya ada satu urutan pasangan dalam Cartesian product yang memenuhi kondisi ini.

Kita dapat dengan mudah memperluas notion dari relasi menjadi tiga set. Maka akan ada D1, D2, dan D3. Cartesian product D1*D2*D3 dari ketiga set ini adalah kumpulan 3 buah data yang terurut di mana elemen pertama adalah dari D1, elemen kedua adalah dari D2, dan elemen ketiga adalah dari D3. Subset dari Cartesian product ini adalah sebuah relasi. Contohnya, anggap kita memiliki:

 

D1={1,3}

D2={2,4}

D3={5,6}

 

D1*D2*D3 = {(1,2,5),(1,2,6),(1,4,5),(1,4,6),(3,2,5),(3,2,6),(3,4,5),(3,4,6)}

 

Subset lainnya dari tiga data ini adalah relasi. Kita dapat memperluas tiga set ini dan mendefinisikan sebuah relasi umum terhadap domain n. Biarkan D1, D2,………., Dn menjadi n set. Cartesian product yang didefinisikan adalah sebagai berikut:

 

D1*D2*……..*Dn = { (d1,d2,……..dn) | d1 E D1, d2 E D2,…..dn E Dn }

 

Setiap set dari n-tuples dari Cartesian product ini adalah sebuah relasi dari n set. Perhatikan bahwa dalam mendefinisikan relasi-relasi ini kita harus menspesifikasikan set, atau domain, dari di mana kita memilih nilai.

 

Rumus data untuk dibangkitkan (di-generate) tidak terkait dengan domain waktu, karena ini adalah data dasar, bukan data transaksional yang berkaitan dengan waktu.

 

 

4.6 Menentukan Alur/Proses Pembangkitan data

 

4.6.1 Menurunkan Alur Algoritma

Algoritma adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Yang ditekankan adalah urutan langkah logis, yang berarti algoritma harus mengikuti suatu urutan tertentu, tidak boleh melompat-lompat. Alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dituangkan secara tertulis. Yang ditekankan pertama adalah alur pikiran, sehingga algoritma seseorang dapat juga berbeda dari algoritma orang lain. Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis, yang artinya dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu

Algoritma dapat dianggap sebagai instruksi mendetail untuk menjalankan suatu operasi. Dalam program komputer, instruksi-instruksi ini berbentuk pernyataan program.

Dalam bidang komputer, algoritma sangat diperlukan dalam menyelesaikan berbagai masalah pemrograman, terutama dalam komputasi numerik. Tanpa algoritma yang dirancang baik maka proses pemrograman akan menjadi salah, rusak, atau lambat dan tidak efisien. Pelaksana algoritma adalah Komputer.

Manusia dan komputer berkomunikasi dengan cara: manusia memberikan perintah-perintah kepada komputer berupa instruksi-instruksi yang disebut program.  Alat yang digunakan untuk membuat program tersebut adalah bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman sangat bermacam-macam: C, C++, Pascal, Java, C#, Basic, Perl, PHP, ASP, JSP, J#, J++ dan masih banyak bahasa lainnya. Dari berbagai bahasa pemrograman cara memberikan instruksinya berbeda-beda namun bertujuan menghasilkan output yang sama.

 

Kriteria Algoritma Menurut Donald E. Knuth

1. Input: algoritma dapat memiliki nol atau lebih inputan dari luar.

2. Output: algoritma harus memiliki minimal satu buah output keluaran.

3. Definiteness (pasti): algoritma memiliki instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu.

4. Finiteness (ada batas): algoritma harus memiliki titik berhenti (stopping role).

5. Effectiveness (tepat dan efisien): algoritma sebisa mungkin harus dapat dilaksanakan dan efektif.

Contoh instruksi yang tidak efektif adalah: A = A + 0 atau A = A * 1

Namun ada beberapa program yang memang dirancang untuk unterminatable: contoh Sistem Operasi

 

Jenis Proses Algoritma

1. Sequence Process: instruksi dikerjakan secara sekuensial, berurutan.

2. Selection Process: instruksi dikerjakan jika memenuhi kriteria tertentu

3. Iteration Process: instruksi dikerjakan selama memenuhi suatu kondisi tertentu.

4. Concurrent Process: beberapa instruksi dikerjakan secara bersama.

 

Contoh Algoritma

Algoritma menghitung luas persegi panjang:

1. Masukkan panjang (P)

2. Masukkan lebar (L)

3. L ← P * L

4. Tulis L

 

Dalam Algoritma, tidak dipakai simbol-simbol / sintaks dari suatu bahasa pemrograman tertentu, melainkan bersifat umum dan tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman apapun juga. Notasi-notasi algoritma dapat digunakan untuk seluruh bahasa pemrograman manapun.

 

Definisi Pseudo-code

Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan pejelasan cara menyelesaikan suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan algoritma.

 

Problem: mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang di-input-kan

Contoh Pseudo-code:

1. Masukkan bilangan pertama

2. Masukkan bilangan kedua

3. Jika bilangan pertama > bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak, kerjakan langkah 5.

4. Tampilkan bilangan pertama

5. Tampilkan bilangan kedua

 

Contoh Algoritma

1. Masukkan bilangan pertama (a)

2. Masukkan bilangan kedua (b)

3. If a > b then kerjakan langkah 4

4. Print a

5. Print b

 

 

Langkah-langkah dalam pemrograman komputer

1. Mendefinisikan masalah

Ini merupakan langkah pertama yang sering dilupakan orang. Menurut hukum Murphy (oleh Henry Ledgard): “Semakin cepat menulis program, akan semakin lama kita dapat   menyelesaikannya”. Hal tersebut  berlaku   untuk   permasalahan yang kompleks. Tentukan masalahnya, apa saja yang harus dipecahkan dengan menggunakan komputer, dan apa input serta output-nya.

2. Menemukan solusi

Setelah masalah didefinisikan, maka langkah berikutnya adalah menentukan solusi. Jika masalah terlalu kompleks, maka ada baiknya masalah tersebut dipecah menjadi modul-modul kecil agar lebih mudah diselesaikan. Contohnya masalah invers matriks, maka kita dapat membagi menjadi beberapa modul:

a. meminta masukkan berupa matriks bujur sangkar

b. mencari invers matriks

c. menampilkan hasil kepada pengguna

Dengan penggunaan modul tersebut program utama akan menjadi lebih singkat dan mudah dilihat.

3. Memilih algoritma

Pilihlah algoritma yang benar-benar sesuai dan efisien untuk permasalahan tersebut

4. Menulis program

Pilihlah bahasa yang mudah dipelajari, mudah digunakan, dan lebih baik lagi jika sudah dikuasai, memiliki tingkat kompatibilitas tinggi dengan perangkat keras dan platform lainnya.

5. Menguji program

Setelah program jadi, silahkan uji program tersebut dengan segala macam kemungkinan yang ada, termasuk error-handlingnya sehingga program tersebut akan benar-benar handal dan layak digunakan.

6. Menulis dokumentasi

Menulis dokumentasi sangat penting agar pada suatu saat jika kita akan melakukan perubahan atau membaca source code yang sudah kita tulis dapat kita ingat-ingat lagi dan kita akan mudah membacanya. Caranya adalah dengan menuliskan komentar- komentar kecil tentang apa maksud kode tersebut, untuk apa, variabel apa saja yang digunakan, untuk apa, dan parameter-parameter yang ada pada suatu prosedur dan fungsi.

7. Merawat program

Program yang sudah jadi perlu dirawat untuk mencegah munculnya bug yang sebelumnya tidak terdeteksi. Atau mungkin juga pengguna membutuhkan fasilitas baru yang dulu tidak ada.

 

 

4.6.2 Algoritma Pembangkitan Data Dibuat

Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma. Algoritma bukanlah program yang harus mengikuti aturan-aturan tertentu. Meski demikian, algoritma dituliskan mendekati gaya bahasa pemrograman umumnya. Misal, tulis nilai X dan Y, dituliskan dalam algoritma sebagai write(X,Y). Perhatikan dalam notasi write(X,Y) ini hanya memerintahkan penyajian nilai X ke piranti keluaran (output). Dalam notasi itu juga tidak memasalahkan format ataupun bentuk-bentuk tampilan lainnya, seperti dicetak dalam satu baris X dan Y, pemakaian pemisah antara X dan Y menggunakan koma atau spasi. Hal-hal yang bersifat teknis ini baru dipikirkan waktu penulisan program. Algoritma adalah bebas bahasa pemrograman.

Teks Algoritma

Mengikuti alur konsep pemrograman procedural, suatu teks algoritma disusun dalam tiga bagian, yaitu:

  1. Bagian kepala algoritma,
  2. Bagian deklarasi, dan
  3. Bagian deskripsi.

Setiap bagian disertai dengan penjelasan atau dokumentasi tentang maksud pembuatan teks. Bagian penjelasan diawali dan diakhiri dengan symbol ({) dan (}). Algoritma NAMA_ALGORITMA {penjelasan tentang algoritma yang menguraikan secara singkat hal-hal yang dilakukan oleh algoritma} DEKLARASI {semuan nama yang digunakan, meliputi nama-nama tipe, konstanta, variable. Juga nama sub-program} DESKRIPSI {semua langkah atau aksi algoritma dituliskan di sini}

Contoh:

1.) Kepala Algoritma : Algoritma Generate_Database {Mengambil data dari database dan melakukan generate terhadap database}

2.) Deklarasi algoritma

{nama peubah}

Char data1;

Char data2;

Char datan;

{nama sub program}

Procedure GENERATE

{Melakukan koneksi ke program database}

{Membaca data dari database}

{Memilih data yang akan di-generate}

{Me-generate database}

3.) Deskripsi algoritma

{Buat koneksi ke database yang diinginkan. Tampilkan data yang diinginkan.}

baca(data);

dengan menggunakan peubah yang ada dalam program, update data di dalam database sesuai yang terdapat di layar;

jika peubah != prosedur then tulis (“Data tidak sesuai prosedur”)

selain itu update database;

 

4.6.3  Mendefinisikan diagram alur program

Dalam merancang program, ada beberapa tahap umum yang dilakukan, yaitu:

  1. Membuat user interface dari program
  2. Menyiapkan komponen kode program
  3. Menghubungkan (koneksi) program aplikasi ke program database
    1. Menulis pernyataan SQL ke dalam coding program sesuai dengan model yang telah dibuat
    2. Mengkompilasi aplikasi program
    3. Jika terdapat pesan kesalahan, perbaiki error tersebut.
    4. Setelah program sukses, jalankan program sesuai kebutuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.7 Menulis Kode Program Pembangkitan Data

Dalam menulis kode program untuk membangkitkan data dasar, tidak terlepas dari query untuk membentuk data. SQL yang digunakan dalam program disebut embedded SQL statements. SQL memungkinkan pernyataannya ditempelkan ke dalam bahasa procedural tingkat tinggi. Dalam pendekatan ini, alur control dapat diperoleh dari struktur yang tersedia dalam bahasa pemrograman. Dalam banyak kasus, bahasa SQL identik satu sama lainnya, walaupun pernyataan SELECT, khususnya, memerlukan perlakuan yang ekstensif dalam embedded SQL.

Kita dapat membedakan antara 2 tipe pemrograman SQL:

  • Embedded SQL statements

Pernyataan SQL ditempelkan secara langsung ke dalam coding program dan dikombinasikan dengan pernyataan dari program itu sendiri. Pendekatan ini memungkinkan user untuk menulis program yang mengakses database secara langsung.

  • Application Programming Interface (API)

Teknik alternatif adalah dengan menyediakan sebuah kumpulan fungsi standar yang dapat dijalankan dari software. Sebuah API dapat menyediakan beberapa fungsi yang sama dengan pernyataan yang embedded. Dapat dikatakan bahwa pendekatan ini memberikan sebuah interface yang lebih jelas dan menghasilkan lebih banyak coding yang dapat diatur. API yang terkenal adalah standar Open Database Conectivity (ODBC).

 

Kebanyakan DBMS menediakan beberapa bentuk dari embedded SQL, termasuk Oracle, INGRES, Informix, dan DB2; Oracle juga menyediakan API; Access hanya menyediakan API (disebut juga ADO-Active Data Objects-sebuah layer di atas ODBC).

 

Ada 2 tipe dari embedded SQL: Static embedded SQL, di mana seluruh pernyataan SQl dikenal ketika program ditulis, dan dynamic embedded SQL , yang memungkinkan seluruh atau sebagian pernyataan SQL dispesifikasikan pada saat program berjalan. Dynamic SQL memberikan fleksibilitas.

 

Embedded SQL

Simple embedded SQL Statements

Bentuk paling sederhana dari pernyataan embedded SQL adalah yang tidak menghasilkan hasil query apapun: yaitu pernyataan non-SELECT, seperti INSERT, UPDATE, DELETE.

 

Kita dapat membuat table viewing secara interaktif di dalam Oracle dengan menggunakan pernyataan SQL sebagai berikut:

 

CREATE TABLE

Viewing

( propertyNo VARCHAR2(5)       NOT NULL,

clientNo     VARCHAR2(5)       NOT NULL,

viewDate   DATE                    NOT NULL,

   comments  VARCHAR2(40)

);

 

Dalam program C, berikut ini adalah contoh coding program C yang ditempeli pernyataan SQL:

 

 

 

/*Program to create the Viewing Table*/

#include <stdio.h>

#include <stdlib.h>

EXEX SQL INCLUDE sqlca;

Main()

{

EXEC SQL BEGIN DECLARE SECTION;

Char *username = “Manager/Manager”;

Char *connectString = “DreamHome”;

EXEC SQL END DECLARE SECTION;

 

/*connect to database*/

EXEC SQL CONNECT :username USING :connectString;

if  (sqlca.sqlcode<0) exit(-1);

 

/*Display message for user and create the table*/

printf(“Creating Viewing Table\n”);

EXEC SQL

CREATE TABLE

Viewing

( propertyNo VARCHAR2(5)       NOT NULL,

clientNo     VARCHAR2(5)       NOT NULL,

viewDate   DATE                    NOT NULL,

   comments  VARCHAR2(40)

)

if (sqlca.sqlcode>=0)

printf(“Creation successful\n”);

else

printf(“Creation UNseccesful\n”);

 

/*Commit the transaction and disconnect from database*/

EXEC SQL COMMIT WORK RELEASE;

 

}

 

 

 

Ini adalah contoh dari program embedded SQL, tetapi sangat berguna untuk mengilustrasikan beberapa konsep dasar:

  • Pernyataan embedded SQL dimulai dengan  identifier yang biasanya adalah keyword EXEC SQL, seperti yang didefinisikan dalam standar ISO (‘@SQL’ di dalam MUMPS). Identifier ini mengidentifikasikan bahwa pernyataan ini adalah pernyataan embedded SQL.
  • Pernyataan embedded SQL diakhiri diakhiri dengan sebuah terminator yang bergantung pada host language (bahasa program aplikasi). Dalam Ada, ‘C’, dan PLP/I terminatornya adalah semicolon (;); dalam COBOL, terminator yang digunakan adalah keyword END-EXEC; dalam Fortran, pernyataan embedded diakhiri ketika tidak ada lagi baris yang bersambung.
  • Pernyataan embedded SQL dapat lebih dari satu baris, dengan menggunakan penanda dari host language.
  • Sebuah pernyataan embedded SQL dapat muncul di manapun bersama dengan host language.
  • Pernyataan embedded (CONNECT, CREATE TABLE, dan COMMIT) sama fungsinya dengan ketika dimasukkan secara interaktif.

 

Dalam Oracle, kita tidak perlu mengikuti sebuah pernyataan definisi data dengan sebuah pernyataan COMMIT karena pernyataan definisi data mengeluarkan sebuah COMMIT yang otomatis sebelum dan setelah ekseskusi. Maka itu, pernyataan COMMIT dalam contoh program ini dalam dengan aman dihilangkan. Sebagai tambahan, pilihan RELEASE dari pernyataan COMMIT menyebabkan sistem melepaskan semua sumber daya (resource) Oracle, seperti lock dan cursor, dan untuk menghapuskan koneksi ke database.

 

Host language Variables

 

Sebuah variable host language adalah sebuah variable program yang dideklarasikan didalam host language. Variabel host language dapat digunakan di dalam menempelkan pernyataan SQL untuk mentransfer data dari database ke dalam program, dan sebaliknya. Variabel-variabel tersebut dapat digunakan di dalam pernyataan WHERE dan SELECT. Pada kenyataannya, mereka dapat digunakan di manapun di mana ada sebuah konstanta. Bagaimanapun, variable-variabel tersebut tidak dapat digunakan untuk merepresentasikan objek-objek database, seperti nama table atau nama kolom. Untuk menggunakan sebuah host variable dalam sebuah pernyataan embedded SQL, nama variable diawali oleh sebuah colon (:). Contohnya, anggap kita memiliki sebuah variable program , increment, yang merepresentasikan peningkatan gaji untuk staff yang memiliki kode staff SL21, kemudian kita dapat meng-update gaji member dengan menggunakan pernyataan:

EXEC SQL UPDATE Staff SET salary = salary + :increment

WHERE staffNo = ‘SL21’

 

Variabel host language harus dideklarasikan pada SQL sama seperti deklarasinya pada host language. Semua variable host language harus dideklarasikan pada SQL dalam blok.

BEGIN DECLARE SECTION….END DECLARE SECTION. Blok ini harus muncul sebelum variable ini digunakan dalam pernyataan SQL. Dengan menggunakan contoh sebelumnya, kita harus melibatkan sebuah deklarasi dari bentuk berikut ke tempat yang tepat sebelum digunakan:

 EXEC SQL BEGIN DECLARE SECTION;

float  increment;

EXEC SQL END DECLARE SECTION;

 

Sebuah varibel host language harus sesuai dengan nilai SQL yang ia representasikan.  Tabel berikut menampilkan beberapa tipe data utama SQL Oracle dan tipe data dalam ‘C’.

 

Oracle SQL Type

C’ Type

CHAR char
CHAR(N), VARCHAR2() char[n+1]
NUMBER(6) int
NUMBER(10) long int
NUMBER(6,2) float
DATE char[10]

Pemetaan ini mungkin berbeda dari produk satu ke produk lainnya, yang tentunya membuat menulis embedded SQL cukup sulit.

 

Indicator Variables

Kebanyakan bahasa pemrograman tidak mendukung nilai yang hilang atau nilai yang tidak dikenal, seperti direpresentasikan di dalam sebagai null dalam model relasional. Hal ini menyebabkan masalah ketika sebuah null harus dimasukkan atau diambil dari table. Embedded SQL menyediakan variable indicator untuk menyelesaikan masalah ini. Setiap host variable memiliki sebuah variable indicator yang dapat diatur.  Arti dari variable indicator adalah sebagai berikut:

  • Sebuah nilai indicator nol berarti bahwa varibel host berisi sebuah nilai yang valid.
  • Sebuah nilai -1 berarti bahwa variable host harus diasumsikan berisi sebuah null (niali aslinya tidak relevan).
  • Sebuah nilai indicator positif berarti bahwa variable host tersebut berisi nilai yang valid (yaitu, varibel host tidak cukup besar untuk menampung nilai yang di-return).

 

Dalam pernyataan SQL, variable indicator digunakan mengikuti variable host dengan sebuah colon (:) yang memisahkan kedua varibel. Contohnya, untuk men-set kolom address dari pemilik C021 menjadi NULL, kita dapat menggunakan segmen kode seperti berikut:

EXEC SQL BEGIN DECLARE SECTION;

char    address[51];

short addressInd;

EXEC SQL END DECLARE SECTION;

addressInd = -1;

EXEC SQL UPDATE PrivateOwner SET address = :address :addressInd

WHERE ownerNo = ‘C021’;

 

Sebuah varibel indicator adalah sebuah variable dua byte, jadi kita mendeklarasikan addressInd sebagai tipe short di dalam BEGIN DECLARE SECTION. Kita mengatur addressInd menjadi -1 untuk mengindikasikan bahwa variable yang bersangkutan, address, harus diinterpretasikan sebagain NULL. Variabel indicator kemudian diletakkan di dalam pernyataan UPDATE yang mengikuti variable host, address.

 

Jika kita mengambil data dari database dan dan mungkin saja dalam satu kolom berisi nilai NULL, maka kita harus menggunakan varibel indikator untuk kolom tersebut; atau, DBMS akan menghasilkan kesalahan.

 

 

4.7.1 Kode Program Dikompilasi

Setelah program selesai, silahkan uji program tersebut dengan segala macam kemungkinan yang ada, termasuk error-handlingnya sehingga program tersebut akan benar-benar handal dan layak digunakan.

Error yang mungkin akan terjadi adalah error yang muncul karena kesalahan huruf besar dan kecil dalam penamaan table atau database bagi program yang case sensitive.

 

4.7.3 Kode Program Dikompilasi Menjadi Paket Program (Executable File)

 

Compiler adalah aplikasi komputer yang berfungsi untuk merubah file berisi bahasa komputer tertentu (source) menjadi bahasa komputer yang lain (target).  Source bisa berisi bahasa pemrograman c#, VB.NET, Delphi, Cobol, C++ dan lain-lain.  Nah target hasil terjemahan si compiler biasanya berisi bahasa asembly atau bahasa mesin.

Tujuan dari kompilasi yang dilakukan compiler adalah menghasilkan file executable yang bisa dijalankan oleh komputer.

Dalam contoh source code yang paparkan di atas, program yang diberikan adalah ‘C’.

Compiling dan Linking

Sumber

( *.c)

Compiler Miracle C

.EXE

.MAP

 

.LIB

 

 

 

 

 

.OBJ lainnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Compiling

Standarnya adalah source.c, akan menghasilkan .obj

Linking

Standarnya adalah   source.obj,    akan menghasilkan file executable

Juga akan dihasilkan file .map

Extention File

.OBJ   :        Merupakan object file, formatnya adalah binary file

.MAP  :         Merupakan file yang menjelaskan tentang pemakaian alamat dan ukuran register segment  yang digunakan oleh program sumber ketika running.

.EXE   :        Merupakan file executable yang siap di-run

 

4.8 Membuat Arsip Program

 

4.8.1 Dokumentasi Program

Tujuan dari dokumentasi:

  • Untuk memastikan kualitas program yang telah dibuat.
    • Untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian dengan prosedur dan instruksi.
    • Untuk menginvestigasi penyebab kesalahan software / program dan digunakan untuk mencegah kesalahan.

Dokumentasi source code dapat dilakukan dengan menggunkan software KDevelop IDE.

Proyek KDevelop didirikan tahun 1998 bertujuan untuk membuat IDE (Integrated Development Environment) yang mudah digunakan dan mudah dimengerti untuk KDE. Sejak saat itu, KDevelop IDE telah tersedia dalam naungan lisensi GPL dan bantuan dari banyak bahasa pemrograman.

 

4.8.2 Menyimpan Kode Program

Untuk upaya maintenance, kode program harus disimpan pada direktori tertentu, dan hal ini merupakan bagian dari dokumentasi. Mengingat begitu pentingnya rumusan program, maka penting  baginya untuk disimpan dalam beberapa tempat.

4.8.3 Menyimpan program exe

Program exe yang telah dikompilasi sebelumnya disimpan pada direktori tertentu untuk memudahkan user dalam menggunakan program yang telah jadi.

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN  KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan    :   Membuat Program untuk Membangkitkan Data Dasar
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR03.004.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Membuat Program untuk Membangkitkan Data Dasar

TIK.PR03.004.01

- Unit PC (Personal Komputer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

 

- Buku informasi tentang database.

-Software database.

-software pengembangan aplikasi.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: