Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

 

MEMBUAT PROGRAM

UNTUK AKSES BASIS DATA

TIK.PR02.023.01

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

Daftar Isi………………………………………………………………………. 2

 

BAB I   PENGANTAR ………………………………………………………….. 5

 

1.1.       Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi …………………… 5

1.2.       Penjelasan Modul ……………………………………………………. 5

1.2.1   Disian Modul………………………………………… 6

1.2.2    Isi Modul …………………………………………… 6

1.2.3    Pelaksanaan Modul  ………………………………. 7

1.3.       Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)  ……………………………. 8

1.4.       Pengertian-pengertian Istilah  …………………………………….. 8

 

BAB II STANDAR KOMPETENSI  ……………………………………………. 10

 

2.1.       Peta Paket Pelatihan  ……………………………………………….. 10

2.2.       Pengertian Unit Standar  …………………………………………… 10

2.3.       Unit Kompetensi yang Dipelajari ………………………………….. 11

2.3.1.   Judul Unit ……………………………………………………………..         11

2.3.2.   Kode Unit  ……………………………………………………………. 11

2.3.3.   Deskripsi Unit                                                                   … 11

2.3.4.   Elemen Kompetensi …………………………………………………. 12

2.3.5.   Batasan Variabel …………………………………………………….. 14

2.3.6.   Panduan Penilaian …………………………………………………… 14

2.3.7.   Kompetensi Kunci ……………………………………………………. 15

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN …………………………….. 16

 

3.1.       Strategi Pelatihan …………………………………………………… 16

3.2.       Metode Pelatihan ……………………………………………………. 17

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI ………………………………………… 18

 

4.1      Pengertian Basis Data ……………………………………… 19

4.2      Sistem Basis Data ………………………………………….. 19

4.2.1.  Komponen Sistem Basis Data …………………….. 19

4.2.2.  Keuntungan & Kerugian Penggunaan Basis Data . 23

4.2.3.  Independensi Data Program ……………………… 24

4.3      Bentuk Struktur Data ………………………………………. 25

4.3.1.  Tingkatan Struktur Data ………………………….. 25

4.3.2.  Kamus Data …………………………………………. 27

4.4      Arsitektur Basis Data ………………………………………. 27

4.4.1.  Pandangan Eksternal ……………………………… 27

4.4.2.  Pandangan Konseptual ……………………………. 28

4.4.3.  Pandangan Internal ……………………………….. 28

4.4.4.  Struktur Penyimpanan Basis Data ……………….. 29

4.5      Bahasa dalam Sistem Managemen Basis Data …………… 30

4.6      Model – Model Basis Data …………………………………. 32

4.6.1.  Pendekatan Hirarki ………………………………… 32

4.6.2.  Pendekatan Relasional ……………………………. 33

4.6.3.  Pendekatan Jaringan ……………………………… 33

4.7      Pendekatan Basis Data Relasional ……………………….. 35

4.7.1.  Normalisasi …………………………………………. 36

4.7.2.  Kamus Bahasa Struktur Query  …………………… 41

4.7.2.1 Pembentukan Tabel Relasi ……………… 41

4.7.2.2 Insert, Update, Delete, Drop,AlterTable      45

4.7.2.3 Pencarian Data/Access Data  …………… 48

4.7.2.4 Operator Data  …………………………… 52

4.7.2.5 Union, Join ……………………………….. 54

4.7.2.6 View, Grant dan Revoke  ……………….. 57

4.8      Lingkungan Basis Data …………………………………….. 61

4.8.1.  Recovery ……………………………………………. 61

4.8.2.  Concurrency  ……………………………………….. 62

4.8.3.  Security dan PassWord ……………………………. 62

4.8.4.  Integrity  …………………………………………… 63

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI                 64

 

5.1.       Sumber Daya Manusia ………………………………………………. 65

5.2.       Sumber-sumber Perpustakaan  …………………………………….. 65

5.3.       Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ………………………………… 66

 

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………. 67


BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1.    Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2.    Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1. Desian Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2. Isi Modul

a. Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

 

b. Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

c. Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.2.  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4     Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian/uji kompetensi.

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1.    Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

 

2.1.1.  TIK.PR02.023.01 Membuat Program Untuk Akses Basis Data

 

2.2.    Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Dalam Unit Kompetensi ini, anda akan diajarkan cara untuk membuat program untuk mengakses suatu basis data.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat diselesaikan dalam waktu maksimal empat minggu, tentunya dengan proses belajar yang intensif. Pelatihan ini ditujukan bagi semua pengguna, karena keperluan akan akses dari suatu basis data saat ini semakin meningkat.

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.    Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1.  JUDUL UNIT       :   Membuat Program Untuk Akses Basis Data

 

2.3.2.  KODE UNIT         :   TIK.PR02.023.01

 

2.3.3.  DESKRIPSI UNIT    :       Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan         untuk pembuatan program untuk mengakses basis         data dari sistem manajemen basis data dan menampilkan ke standar output (seperti monitor/printer).

 

 

 

 

 

        2.3.4. ELEMEN KOMPETENSI

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

 

01 Mengidentifikasi basis data

 

1.1      Kebutuhan sistem dipenuhi sesuai lingkupan dan fungsi dari basis data.

 

1.2      Bentuk struktur data, bentuk query, bentuk tampilan, bentuk laporan (cetak) disesuaikan dengan table yang telah dibuat.

 

1.3      Sekuriti dan metode akses pada basis data digunakan sesuai perancangan.

 

 

02  Membuat program basis data

 

2.1      Struktur data dibangun pada bahasa pemrograman sesuai dengan disain yang telah dibuat. Struktur data diimplementasikan dalam bentuk table dan view, mengikuti disain yang telah dibuat.

 

2.2      Basis data dinormalisasikan untuk penyederhanaan relasi table dan memperkokoh relasi table.

2.3      Query, tampilan dan laporan (cetak) dibangun menurut bahasa pemrograman yang sesuai dengan disain. Query dapat diimplementasikan dengan prosedur, fungsi maupun trigger. Tampilan dan laporan akan berisikan data agar table atau view ditampilkan

03 Membuat koneksi dan      sekuriti basis data 3.1    Pengguna dan password dibangun disesuaikan dengan disain yang dibuat. Pengguna dan password dapat diimplementasikan pada DBMS atau dalam bahasa pemrograman sehingga basis data dapat diakses.

 

3.2    Privilage setiap pengguna terhadap basis data dibangun disesuaikan dengan disain yang dibuat. Privilage pengguna terhadap basis data dapat diimplementasikan pada DBMS.

 

3.3    Sedangkan privilege untuk akses tampilan dan laporan diimplementasikan pada bahasa pemrograman.

 

 

04 Menguji program basis data

 

4.1     Data uji dan skenario uji disiapkan. Data uji sebagai data dimasukkan     ke dalam sistem. Sedangkan skenario uji sebagai urutan/langkah pengujian.

 

4.2     Logika program basis data diperiksa dan dikoreksi. Program basis data dikompilasi dan dijalankan.Jika ditemukan kesalahan, kesalahan tersebut dibetulkan. Program basis data dapat dikompilasi dan dijalankan.

 

4.3     Data uji disimpan dan ditampilkan sesuai kebutuhan. Laporan dapat dicetak sesuai kebutuhan. Kesalahan yang ditemukan pada tampilan dan laporan diperiksa dan dikoreksi.

 

4.4     Program basis data sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Hasil pengujian harus sesuai terhadap kebutuhan/spesifikasi program.

 

 

2.3.5. BATASAN VARIABEL

  • Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  • Memahami sistem informasi manajemen bersifat internal pada bidang teknologi informasi komunikasi.

 

2.3.6. PANDUAN PENILAIAN

1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut  ini :

Pengetahuan Dasar yang dibutuhkan :

1.1.1    Konfigurasi umum perangkat komputer dan peripheral input/output     standar (monitor, keyboard, mouse).

1.1.2    Sistem basis data.

1.1.3    Sistem informasi manajemen.

1.1.4    Pemrograman data diskripsi (SQL).

 

2.  Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau tempat lain secara praktek komputer dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1 Mengidentifikasi lingkupan, fungsi, struktur data, sekuriti dan metoda akses.

3.2   Kemampuan membuat program sesuai dengan disain yang telah dibuat.

3.3   Kemampuan membuat sekuriti (ID dan password) sesuai dengan disain.

3.4   Kemampuan di dalam pengujian sesuai dengan skenario pengujian.

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1         Unit ini mendukung di dalam mengoperasikan aplikasi basis data. Contoh mencakup namun tidak terbatas pada seluruh unit pemrograman basis data.

4.2         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.7. KOMPETENSI KUNCI

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

3

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1.    Strategi Pelatihan   

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.       Metode Pelatihan  

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

Membuat Program untuk Akses Basis Data

 

Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mengerti tentang sistem management basis data
  • Siswa mampu mengakses basis data

 

Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengetahui kebutuhan sistem dari basis data.
  • Siswa mengerti tentang bentuk struktur data dan tingkatannya.
  • Siswa mengenal bentuk query dan laporan cetak.
  • Siswa mengetahui bentuk tabel dan view.
  • Siswa mampu melakukan normalisasi dari tabel-tabel.
  • Siswa mampu membuat struktur bahasa query.
  • Siswa mengerti tentang keamanan dari Basis data.
  • Siswa mampu membuat program, menjalankannya
  • Siswa mampu mengetahui serta memperbaiki apabila ada kesalahan.

 

4.1   Pengertian Basis Data

 

Sistem Basis Data sebenarnya sistem penyimpanan data/record secara komputer. Basis Data sendiri dapat kita gambarkan sebagai sebuah kotak file yang berisi berbagai kumpulan file-file data yang terkomputerisasi. Sebagai pemilik dari data-data tersebut, tentunya kita dapat melakukan berbagai macam hal kepada data tersebut, seperti:

 

-     Menambah file baru.(Adding)

-     Menambah data dari file yang sudah ada.(Inserting)

-     Mengambil data dari file yang ada.(Retrieving)

-     Mengupdate/memperbaharui data dari file yang ada.(Updating)

-     Penghapusan data dari file yang ada.(Deleting)

-     Menghapus file yang tidak lagi dibutuhkan(Removing)

 

4.2   Sistem Basis Data

 

Sistem Basis Data pada dewasa ini sudah bisa dikembangkan baik pada mesin-mesin mikro komputer maupun sampai dengan komputer main frame. Tujuannya antara lain adalah untuk melakukan perawatan informasi dan menyajikannya kapan saja data tersebut dibutuhkan oleh pengguna.

 

4.2.1. Komponen Sistem Basis Data

 

Komponen Sistem Basis Data terdiri dari beberapa komponen penting yaitu:

 

-     Data

Data dalam Basis Data memiliki tingkat kekompleksitasan yang berbeda-beda. Pada suatu saat, konfigurasi sistem dapat membuat Basis Data bersifat single user, sedangkan di saat lain, ia bisa menjadi bersifat multi user. Single user berarti data itu hanya akan diakses oleh satu orang, sedangkan multi user berarti satu atau lebih pengguna bisa menggunakan data yang terintegrasi tersebut.

 

Untuk keperluan multi User, Basis Data harus terintegrasi. Maksudnya adalah bahwa basis data dipandang sebagai sebagai kumpulan file yang saling terhubung dan dengan sebagian atau seluruh redudansi yang ada diantaranya dihilangkan. Pengertian multi user sendiri dapat kita artikan bahwa setiap potong data yang ada dapat digunakan oleh oleh lebih dari satu pengguna untuk penggunaan yang kemungkinan berbeda. Maksudnya adalah bahwa keperluan setiap orang dan hak-nya mungkin berbeda, sehingga ia hanya perlu dan berkenan untuk melihat subset data tertentu saja.

 

Data operasional Basis Data adalah kumpulan penyimpanan data operasional yang dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu enterprise (organisasi, universitas, perusahaan, departemen pemerintahan, dan sebagainya). Enterprise disini berarti lembaga yang bergerak dalam bidang bisnis, teknis, ilmu pengetahuan, dan sebagainya.

 

Contoh Data Operasional:

 

  • Universitas     :  Data mahasiswa, Data Dosen, Data Nilai.
  • Pemerintah    :  Data perencanaan, Data karyawan, Data keuangan.
  • Rumah Sakit   : Data pasien, Data dokter, Data Obat, Data Penyakit.
  • Bank             :  Data nasabah, Data kredit, Data Deposito.

 

Obyek yang akan di presentasikan sebagai data operasional dalam basis data disebut sebagai entity. Dalam basis data yang sangat menonjol adalah perlu adanya keterkaitan antara berbagai data. Misal, antara data mata kuliah dengan data dosen, antara data dokter dengan data pasien, antara data mata kuliah dengan data mahasiswa, dan sebagainya. Keterkaitan antara entity ini disebut dengan konsep entity Relationship.

 

-     Hardware

Piranti keras yang biasanya dibutuhkan untuk manajemen basis data biasanya masih berupa mesin standar yang ada dalam arti tidak ada syarat tertentu. Yang paling menentukan adalah kapasistas media penyimpanan data (Hard Disk), yang akan menentukan berapa banyak data yang bisa disimpan. Selain itu tinggal memikirkan piranti keras yang bisa mendukung akses data dengan cepat.

 

-     Software

Antara fisik basis data (tempat basis data sesungguhnya tersimpan) dengan pengguna terdapat suatu piranti lunak yang disebut sistem manajemen basis data. Semua kebutuhan akses basis data oleh penguna akan melalui piranti lunak ini, misalnya untuk membuat file (Create), untuk melakukan penambahan data (Insert), penghapusan (delete/drop), dan berbagai macam operasi lain yang bisa dilakukan untuk memanipulasi data.

 

-     Pengguna/users

Kita dapat mengelompokan pengguna basis data menjadi tiga, yaitu:

 

  • Programer Aplikasi, yaitu orang-orang yang bertanggung jawab untuk menulis program aplikasi biasanya menggunakan berbagai bahasa pemrograman seperti cobol, pascal, dan lain sebagainya.
  • Pengguna Akhir/End User, yaitu adalah orang yang menggunakan data di dalam basis data untuk kebutuhan tugas sesuai dengan fungsinya. Pengguna ini dapat mengakses basis data secara online dengan memanfaatkan bahasa query (structure query language/SQL) maupun dengan cara batch menggunakan program aplikasi yang telah disediakan oleh programer sebelumnya.
  • Administrator basis Data/DBA, yaitu orang yang bertanggung jawab pada keseluruhan sistem basis data. Basis data administrator mempunyai fungsi yang meliputi berbagai kegiatan seperti pengaturan penempatan data, pengamanan data, recovery prosedur, backup prosedur. Jadi secara lebih jelas dapat dikatakan basis data administrator adalah seorang atau grup personil pengolahan data yang bertanggung jawab terhadap kontrol keseluruhan basis data.

Berikut ini adalah fungsi dari Basis data Administrator:

 

  • Menentukan Isi Informasi Basis Data.
  • Menentukan Struktur Penyimpanan dan strategi Akses.
  • Penghubung antar pengguna.
  • Menentukan prosedur cek otorisasi dan validasi.
  • Menentukan strategi Back Up dan Recover.
  • Memonitor penampilan dan memberikan respon terhadap permintaan perubahan oleh pengguna/end user.

 

4.2.2. Keuntungan & Kerugian Penggunaan Basis Data

 

Berbagai keuntungan dan kerugian bisa diperoleh dari hasil penerapan manajemen basis data pada suatu enterprise. Beberapa keuntungan diantaranya:

 

  • Kontrol pusat data operasional.
  • Redudansi data dapat dikurangi dan dikontrol.
  • Ketidak konsistenan data dapat dihindari.
  • Data dapat dipakai secara bersama.
  • Penerapan standarisasi untuk seluruhnya.
  • Penerapan security atau keamanan.
  • Integritas data dapat dijaga.
  • Kebutuhan yang berbeda-beda dapat di sesuaikan.
  • Independensi data dari program.

 

Selain berbagai keuntungan diatas, basis data memiliki beberapa kerugian yang perlu kita cermati, seperti:

 

  • Sistem basis Data cenderung mahal, karena membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membangun piranti keras maupun lunaknya, serta untuk melatih brainware yang mampu memanfaatkan basis data.
  • Tingkat Kompleksitas yang tinggi, karena keterbatasan penguasaan akan piranti lunak, akan menyebabkan sulitnya memenuhi beberapa kebutuhan dari basis data yang sudah rumit.

 

4.2.3. Independensi Data Program

 

Independensi data adalah suatu kondisi dimana antara program aplikasi dengan data merupakan dua hal yang terpisah. Sehingga apabila terjadi perubahan aplikasi, struktur data, metoda access, tidak akan mempengaruhi program-program aplikasi yang telah dibuat.

 

Coba bayangkan apabila setelah anda membangun suatu basis data dengan menggunakan program tertentu, ternyata tidak bisa diakses dari program lain. Hal itu tentunya akan sangat merugikan, karena piranti lunak akan terus berkembang. Apabila kita harus terus membuat ulang basis data kita apabila program yang kita gunakan berganti, hal ini akan sangat membuang resource. Oleh karena itu, basis data harus bersifat independen dari program aplikasi.

 

Depedensi/ketergantungan biasanya ada pada sistem basis data traditional yang menggunakan sistem aplikasi program dengan bahasa generasi ketiga, contohnya bahasa Cobol. Depedensi ini sangat tidak diinginkan karena:

 

  • Aplikasi yang berbeda biasanya akan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap data yang sama.
  • Basis data Administrator/DBA harus dapat melakukan perubahan, seperti Struktur penyimpanan dan Strategi akses.

 

Data Independence menjadi suatu kebutuhan mendasar dari suatu basis data karena adanya sifat imunitas aplikasi terhadap perubahan, baik itu perubahan struktur, cara akses, maupun penyimpanannya.

 

4.3   Bentuk Struktur Data

 

Dalam basis data, kita akan membaginya menjadi beberapa tingkatan data.

 

4.3.1. Tingkatan Struktur Data

 

Tingkatan dalam Basis data terdiri dari Field(Kolom) , Record (Baris), File (Tabel), dan Basis Data (Kumpulan File dengan hubungan relasional).

 

Field atau kolom adalah unit terkecil daripada data record yang terimpan dalam basis data. Basis data berisi occurences/instance dari berbagai macam tipe field yang tersimpan.

 

Sebagai contoh:

 

  • Field  “Nomor Induk Mahasiswa/NIM”

Occurences field yang tersimpan misalnya:

0800235771

0800635472

0800725861

…dan seterusnya…

  • Field  “Nama Karyawan”

Occurences field yang tersimpan misalnya:

“Andi”

“Ratih”

“Linda”

…dan seterusnya…

 

Record atau baris adalah nama untuk kumpulan field yang saling terkait, membentuk data yang memiliki arti. Occurence dari record akan berisi dari occurence field yang telah tersimpan yang saling berkaitan.

 

Sebagai contoh:

 

  • Record  “Staff”

Tipe Field yang tersimpan dalam Record:

KodeStaff, NamaStaff, AlamatStaff, JKStaff

Occurences dari Record “Staff”

ST001, Linda, Jalan Palmerah Barat, P

ST002, Julius, Jalan Kebayoran Lama, L

File adalah nama untuk kumpulan seluruh occurence dari suatu tipe record yang tersimpan. Seluruh record yang memiliki nama sama akan dikumpulkan menjadi suatu file/tabel. Misal disebut sebagai file MsStaff. Seluruh Record yang sama itu akan disusun sedemikian sehingga menjadi satu kesatuan. Biasanya File ini identik dengan tabel, kumpulan record yang bertipe sama.

 

Basis Data adalah kumpulan terintegrasi dari occurence file/tabel yang merupakan representasi data dari suatu model enterprise. Misalnya Basis Data Karyawan dan Jabatan. Secara sederhana dapat dibayangkan sebagai kumpulan tabel-tabel yang memiliki hubungan relasional.

4.3.2. Kamus Data

 

Kamus data atau disebut sebagai data dictionary merupakan alat penting bagi DBA untuk mejalankan fungsinya, yang berisi suatu deskripsi dari suatu data. Misalnya berisi penjelasan tentang arti dari field KodeStaff, pemakaiannya dalam sistem, tipe data, panjang, dan sebagainya.

 

4.4     Arsitektur Basis Data

 

Dalam melihat suatu sistem basis data bila dikaitkan pada penggunaannya, maka pandangan terhadap suatu basis data dapat kita kelompokan menjadi tiga, yaitu:

  • Pandangan Eksternal
  • Pandangan Konseptual.
  • Pandangan Internal.

 

4.4.1. Pandangan Eksternal

 

Pandangan Eksternal merupakan pandangan dari setiap individu pengakses basis data akhir/end user, seperti manajer enterprise, operator, programer, dan lain lain. Di level ini merupakan bentuk yang paling dekat dengan logika yang ada pada pandangan masing-masing pengguna terhadap data yang disimpan dalam basis data.

 

Pengguna pada level eksternal biasanya hanya berkepentingan pada hanya sebagian data di dalam basis data. Contoh, pengguna pada bagian kepegawaian hanya pada data record “karyawan” dan “bagian”, dia mungkin tidak perlu bagian “customer” atau lainnya yang tidak sesuai dengan kewenangannya. Oleh karena lingkup penglihatan atau view dari pengguna eksternal akan dibatasi sesuai dengan keperluannya saja.

 

4.4.2. Pandangan Konseptual

 

Pandangan konseptual merupakan pandangan dari masyarakat basis data yang merupakan pandangan basis data secara keseluruhan. Tingkat dimana pandangan masing-masing pengguna digabungkan menjadi suatu konsep yang terintegrasi sehingga merupakan gambaran keseluruhan dari basis data. Yang paling berkepentingan pada level ini adalah Basis Data Administrator. Ia harus dapat mengerti seluruh isi file yang ada, karena ia akan bertanggung jawab terhadap pengelolaan basis data. Skema konseptual informasi basis data merupakan representasi dari seluruh informasi basis data secara utuh, seperti:

 

  • Pandangan Konseptual (abstrak dari data seluruhnya).
  • Tidak sama dengan data fisik yang tersimpan pada media storage.
  • Schema konseptual biasanya terdiri atas, definisi dari berbagai tipe record yang ada, disusun dengan menggunakan Bahasa DDL, dan memiliki independensi data.
  • Pandangan terhadap isi basis data disebut conceptual view.
  • Obyektif ideal dari Conceptual view adalah harus dapat memberikan gambaran keseluruhan dari enterprise.

 

4.4.3. Pandangan Internal

 

Merupakan pandangan dari penyimpanan mendekati pada tingkat pandangan basis data dalam penyimpanan fisik. Disini diperlihatkan cara data disimpan dalam media penyimpanan harddisk, seperti berbagai hal semacam indexing, pembagian cluster, paging, dan lain sebagainya.

 

Madia komputer yang banyak dipakai dalam basis data adalah media akses langsung seperti hard disk, disket, Flash Disk, dan sebagainya. Pada teknologi saat ini , terutama sekali pengguna hard disk memegang peranan paling utama. Akan tetapi media lainnyapun masih digunakan untuk kepentingan Back Up, karena media storage cukup rentan terhadap resiko bad sector dan untuk itulah proses recovery sangat penting.

 

Salah satu kendala pada media hard disk adalah kecepatan yang relatif sangat rendah bia dibandingkan dengan kecepatan memory dijamannya, sehingga penempatan file yang salah dapat memperburuk kecepatan kinerja dari basis data.

 

4.4.4. Struktur Penyimpanan Basis Data

 

Struktur penyimpanan menjelaskan organisasi data di dalam storage sekunder dalam media akses langsung (direct access) seperti harddisk, dan sebagainya. Media akses sequential tidak dibahas mengingat banyaknya keterbatasan untuk dipakai dalam sistem Basis Data. Media sekunder biasanya hanya digunakan untuk kepentingan Back Up.

 

Operasi pengguna terhadap basis data dilakukan via DML dengan terminologi record secara eksternal (pandangan end user). Untuk selanjutnya metoda akses akan melakukan konversi dari tingkat internal ke tingkat fisik basis data. Metode akses terdiri dari sejumlah fungsi untuk menyembunyikan detil-detil device dependent terhadap DBMS (Data Base Management System) dan memberikan antar muka/interface. Dengan demikian maka, antar muka record tersimpan memungkinkan DBMS melihat struktur penyimpanan sebagai kumpulan file tersimpan.

DBMS dapat mengetahui:

  • File tersimpan yang ada.
  • Struktur dari record yang tersimpan.
  • Field tersimpan.
  • Field tersimpan sebagai kunci akses langsung.

 

DBMS tidak mengetahui :

  • Record fisik pada media storage.
  • Hubungan antar field tersimpan dengan record tersimpan.
  • Bagaimana urutan record dalam media fisik, seperti indexing, rantai pointer, dan lain sebagainya.
    • Bagaimana melakukan direct langsung.

 

Stored Record Address adalah alamat yang diberikan oleh metode akses pada waktu record dibentuk dan disimpan. Alamat ini harus unik. Konsepsi SRA memungkinkan DBMS untuk membentuk mekanisme akses sendiri diatas tingkat yang dikerjakan oleh metode akses.

 

4.5     Bahasa dalam Sistem Managemen Basis Data

 

Dengan adanya berbagai macam tingkatan pandangan dari satu basis data, maka untuk mengakomodasi masing-masing pengguna maka dalam suatu piranti lunak manajemen basis dara, biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sublanguage. Data Sublanguage (DSL), adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaannya biasanya dapat ditempelkan pada bahasa tuan rumah, seperti cobol atau lainnya. Secara umum maka setiap pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dalam basis data secara umum dikenal dua bahasa, yaitu:

  • Data Definition Language (DDL) adalah bahasa yang dipakai untuk menjelaskan objek basis data seperti yang terlihat oleh pengguna (DBA, programer, end user). DDL dipakai untuk mendefinisikan kerangka basis data (Berorientasi pada tipe dari objek basis data).
  • Data Manipulation Language (DML), adalah bahasa yang dipakai untuk memanipulasi (memasukan, merubah data, menghapus) objek data dari basis data. DML dipakai untuk melakukan operasi terhadap basis data, jadi berorientasi pada occurence basis data.

 

Secara khusus, pengguna menggunakan berbagai macam bahasa, programer menggunakan bahasa seperti Cobol, yang akan ditempelkan/embeded dengan bahasa yang dipakan dalam query/ seperti SQL. Pada bagian selanjutnya kita akan membahas Bahasa Query yang berfungsi untuk mengakses basis data lebih lanjut. DML akan digunakan oleh End User, sementara DDL kan digunakan oleh DBA.

 

Secara urutan kegiatan yang terjadi adalah:

  • Pengguna akan menyatakan permintaan untuk mengakses data menggunakan DML.
  • DBMS akan menangkap dan mengintepretasikannya.
  • DBMS mencari:
    • External/conceptual mapping.
    • Conceptual Schema
    • Conceptual/internal mapping.
    • Internal schema.
    • DBMS melaksanakan operasi yang diminta terhadap basis data.

 

Proses pertama sampai dengan yang keempat dapat dijalankan secara interaktif maupun dicompile terlebih dahulu.

4.6     Model – Model Basis Data

Menurut struktur datanya maka pada banyak sistem yang ada pandangan eksternal mirip dengan pandangan konseptual. Struktur data pada tingkat pegguna (end user), merupakan faktor yang paling menentukan pada komponen keseluruhan sistem. Kategori sistem basis data dengan pendekatan struktur data meliputi:

 

  • Pendekatan hirarki.
  • Pendekatan jaringan.
  • Pendekatan Relasional

 

4.6.1. Pendekatan Hirarki

 

Pada Basis data hirarki maka strutur data dinyatakan dalam bentuk hubungan parent-child atau ayah dan anak. Suatu tree dapat mempunyai beberapa tingkat dependen. Hubungan antar Root dan dependent disebut link yang merepresentasikan Asosiasi. Dalam pandangan dependen, hirarki suatu occurence hanya bemakna bila berdiri dalam konteks dependen, yang artinya tidak dapat ada bila tidak memiliki atasan/parent. Terlihat dalam model hirarki ini kehilangan simetri dalam struktur data dalam basis data merupakan kelemahan terbesar teruatam bila tipe rekord yang ada makin besar.

 

Dalam model hirarki maka hubungan many-to-many sukar untuk direpresentasikan. Hubungan One to many, menjadi sangat cocok untuk hubungan seperti ini

Animali akan muncul terhadap operasi dasar karena adanya fakta bahwa hubungan many-to-many sulit dilakukan, seperti:

 

  • Animali insert, tidak dapat dikerjakan tanpa adanya record superior.
  • Anomali delete, karena suatu data terdapat pada tipe record tertentu, maka untuk menghapusnya tidak ada jalan lain kecuali menghapus data record bersangkutan, maka akibatnya akan kehilangan informasi secara keseluruhan. HAl itu akan sangat merugi.
  • Anomali update, adalah perubahan satu fakta dalam enterprise, karena kesalahan rancangan basis data, maka perlu melakukan perubahan data pada banyak file.

 

4.6.2. Pendekatan Jaringan

 

Dalam model basis data dengan model jaringan sebetulnya agak mirip dengan konsep hirarki. Dalam hal ini data direpresentasikan dengan bentuk Record dan Link (Set). Perbedaan pokok terhadap bentuk hirarki bahwa dalam bentuk jaringan suatu occurence dapat dimiliki lebih dari satu parent langsung sehingga memungkinkan adanyua hubungan many-to-many. Contoh hubungan jaringan pada obyek Mahasiswa, matakuliah, dan daftar nilai.

 

Tipe record Daftar nilai tersebut dapat merupakan representasi dari asosiasi mahasiswa dengan matakuliah. Model jaringan ini memecahkan problem hubungan many-to-many akibat record seperti mahasiswa dan matakuliah, namun akibatnya struktur data menjadi lebih kompleks dan rumit. Problem anomali yang ada pada model hirarki akhirnya dapat dihilangkan.

 

4.6.3. Pendekatan Relasional

 

Model data Relasional adalah model yang akan kita gunakan pada umumnya. Dalam model basis data relasional maka data diorganisir dalam bentuk tabel dua dimensi . Organisasi data dalam bentuk tabel atau juga disebut relation, terdiri atas baris/row/tuple. Yang merepresentasikan record, dan kolom/column yang mereprenstasikan field/atribut.

 

Sebelum kita melihat model relasional, maka kita perlu mengerti konsepsi tentang domain. Domain dapat didefinisikan sebagai kumpulan nilai yang valid yang muncul pada suatu kolom. Misalnya domain untuk kolom jenis kelamin adalah laki-laki dan perempuan, atau domain untuk atribut nama maksimal adalah 26 karakter dan tidak boleh mengandung data numerik. Domain itu sendiri dalam basis data, meskipun secara eksplisit tidak direkam dalam implementasinya, tetap harus didefinisikan dalam schema.

 

Berbagai keuntungan yang dimiliki oleh basis data secara relational:

 

  • Bentuknya sederhana sehingga mudah untuk dimengerti.
  • Bentuknya alami, mudah bagi pengguna untuk melakukan berbagai macam operasi.

 

Contoh berbagai bentuk operasi:

 

  • SELECT, operasi ini akan mengambil baris-baris dalam tabel yang memenuhi kondisi yang anda syaratkan.
  • INSERT, operasi ini akan memasukan data kedalam tabel anda, berupa sebuah record/tuple.
  • DELETE, operasi ini berfungsi untuk menghapus suatu record.
  • UPDATE, operasi ini berfungsi untuk melakukan pembaharuan data.

 

Tabel relation contohnya adalah representasi dari suatu set atribut dalam bentuk tabel dua dimensi.

Contoh: Tabel MasterStaff

 

 

 

Tabel MasterStaff

 

Tabel relation pada contoh diatas mempunyai 5 atribut (Kolom) disebut sebagai relation berderajat 6. Setiap baris dalam tabel adalah representasi dari satu tuple.

 

4.7     Pendekatan Basis Data Relasional

 

Sebetulnya sampai dengan tahun 1974 Basis data Relational belum diimplementasikan di industri komputer. Namun dalam perkembangannya, hampir semua produk sistem basis data saat ini menggunakan model pendekatan relasional. Sebagian besar produk yang ada tidak hanya model relasional tetapi juga secara spesifik menggunakan pedekatan Strutured Query language (SQL) sebagai bahasa dasarnya, yang merupakan bahasa khusus untuk membentuk relasi dasar dari bentuk relasional. SQL mualnya disebut SEQUEL yang dikembangkan oleh Chamberlin dan teman-temannya dilaboratorium penelitian IBM di san jose California. Impelementasi dari prototype produk piranti lunak dinamakan dengan system-R. Dari hasil pengembangan selanjutnya, berbagai produk mulai muncul dengan nama-nama terkeanl seperti SQL Server, Oracle, dan sebagainya.

 

Basis data memeiliki berbagai macam kemampuan, seperti:

 

  • Fasilitas Basis data Relasional
  • Manajemen Recovery Basis Data.
  • Kontrol Konkurensi otomatis
  • Mekanisme otorisasi yang fleksibel
  • Indepedensi data
  • Definisi basis data yang dinamis
  • Kemampuan penyesuaian dalam penggunaan.
  • Dapat bekerja pada mesin IBM berbagai tipe.
  • Access data dilakukan melalui SQL.

 

Keuntungan utama dari sistem managemen basis data relasional adalah cara penggunaannya yang jauh lebih mudah dibandingkan dengan basis data konvensional. Yaitu dengan menyajikan data kepada pengguna dalam bentuk yang sangat dikenal seperti tabel.

 

Selain mudah untuk digunakan, maka DBMS relasional harus berfungsi sebagaimana yang semestinya suatu basis data, namum ia harus pula memberikan fleksibilitas yang tinggi tanpa harus mengurangi kinerja sistem. Sementara pengguna melihat data sebagai suatu tabel, maka DBMS melakukan cara penyimpanan data dan tehnik akses yang harus sempurna untuk mendapatkan penampilan yang optimum. Menurut definisi basis data relasional adalah basis data yang dalam gambaran penggunanya, merupakan kumpulan tabel-tabel. Tabel tersebut dalam bentuk flat dua dimensi yang terbentuk dari baris dan kolom.

 

4.7.1. Normalisasi

 

Untuk mempelajari pembuatan program dengan bahasa Query, kita terlebih dulu harus mengerti tentang konsep pembuatan hubungan relasional antar tabel. Setiap hubungan yang ada antar tabel harus dapat dinormalisasikan untuk mengurangi redudansi yang ada.

 

Pada bagian ini kita akan melihat bagaimana kta menempatkan field dalam tabel. Suatu desain basis data harus memenuhi kondisi tidak ada anomali, yaitu kejanggalan yang terjadi pada tabel maupun antar tabel.

 

Oleh karena itu, untuk menghindari hal ini, sebelum kita merancang suatu hubungan relasional, kita harus melakukan normalisasi dari hubungan relasional yang ada. Dari beberapa literatur, terdapat beberapa tipe normalisasi, seperti:

 

  • Un Normalized Form (UNF)
  • Normalisasi Data 1 (1NF)
  • Normalisasi Data 2 (2NF)
  • Normalisasi Data 3 (3NF)
  • Normalisasi data Boyce-Codd3 (BCNF)
  • Normalisasi Data 4 (4NF)
  • Normalisasi Data 5 (5NF)
  • Normalisasi data Domain Key (DK NF)
  • Normalisasi data Join Project (JP NF)

 

Pada kesempatan kali ini kita hanya akan mempelajari sampai dengan 3NF, karena diharapkan sampai tahap itu, relasi antar tabel sudah cukup bagus dan terhindar dari anomali. Selain itu nomalisasi dari tahap selanjutnya bisa dikatakan cukup kompleks.

 

Satu hal yang perlu dimengerti adalah hasil normalisasi dari suatu tabel akan berbeda setiap orangnya. Hal ini dikarenakan setiap orang akan mempunyai persepsi yang berbeda-beda akan relasi tersebut. Akan tetapi diharapkan setiap orang akan mencapai suatu kondisi tanpa anomali/kejanggalan.

 

Sebagai contoh, kita akan menormalisasikan tabel berikut ini:

 

Contoh Tabel yang akan Dinormalisasi

 

Un Normalized Form (UNF) merupakan bentuk tabel yang belum dinormalisasikan. {} akan melambangkan bahwa pada field itu akan terjadi perulangan.

 

Dari Faktur tersebut kita bisa menuliskan bentuk UNF nya adalah sebagai berikut :

 

No Faktur + Asal + Tujuan + Nama Customer +

{ KodePenerbangan + JenisPesawat + TglBerangkat + JamBerangkat + Qty + Harga + Total } + grandtotal + NamaKaryawan + KdKaryawan

 

Selanjutnya, 1NF merupakan langkah yang bertujuan untuk:

 

  • menghilangkan semua perulangan
  • menghilangkan perhitungan
  • menentukan primary key

 

maka dari itu bentuk dari Normalisasi Data 1-nya adalah:

 

@NoFaktur + Asal + Tujuan + NamaCustomer + @KodePenerbangan + JenisPesawat + TglBerangkat + JamBerangkat + Qty + Harga + NamaKaryawan + KdKaryawan

 

Pada Langkah itu, kita memberikan tanda @ sebagai tanda bahwa field itu adalah primary key (suatu field yang menjadi kunci dari record). Primary key harus unik, dan tidak boleh ada satupun yang sama. Oleh karena No Faktur dan Kodekeberangkatan akan berbeda satu sama lain, maka kedua data ini dapat kita jadikan Primary key.

 

Selain itu tanda {} juga dihilangkan karena ia melambangkan perulangan.  Field seperti GrandTotal, Total juga dihilangkan karena merupakan sebuah perhitungan.

 

Normalisasi data 2 bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan Penuh (Full Depedency).

 

Bentuk dari 2NF dari Faktur tersebut adalah sebagai berikut:

 

Header     :

@NoFaktur + Asal + Tujuan + NamaCustomer + NamaKaryawan + KdKaryawan

 

Detail       :

@NoFaktur + @KodePenerbangan + TglBerangkat + JamBerangkat + Qty

 

Ms_Penerbangan:

@KodePenerbangan + JenisPesawat + Harga

 

Pada bagian ini kita telah membagi faktur tersebut menjadi beberapa tabel. Tabel utama, tabel detail, dan tabel Ms_Penerbangan.

 

Tahap selanjutnya kita akan melakukan normalisasi terakhir, yaitu 3NF yang bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan sebagian/transitif Depedency.

Bentuk dari Normalisasi Data ke3 itu adalah sebagai berikut:

 

Header     :

@NoFaktur + Asal + Tujuan + NamaCustomer+ KdKaryawan

 

Detail       :

@NoFaktur + @KodePenerbangan + TglBerangkat + JamBerangkat + Qty

 

Ms_Penerbangan:

@KodePenerbangan + JenisPesawat + Harga

 

Ms_Karyawan:

@KdKaryawan + NamaKaryawan

 

Sekali lagi diingatkan bahwa normalisasi ini akan berkembang sesuai dengan kondisi yang ada, dan ada kemungkinan hasilnya berbeda antar orang. Hasil akhir yang benar adalah tidak terdapat anomali lagi.

 

4.7.2. Kamus Bahasa Struktur Query

 

Kamus data berisi penjelasan dan keterangan tentang data. Kamus Data ini penting dan harus ada sebagai fasilitas di dalam DBMS karena berbagai macam alasan sebagai berikut.

 

  • Pengguna harus dapat menggunakan nama, definisi, arti dan pemilik suatu data yang akan diproses.
  • Programer harus dapat mengetahui nama yang benar dari suatu entity, karakteristik penggunanya, dan strukturnya.
  • Perancang sistem dapat lebih nyaman dalam merancang keamanan.
  • Administrator basis data harus dapat mengontrol dan memonitor setiap kewenangan dari pengakses basis data.

 

4.7.2.1 Pembentukan Tabel Relasi

 

Setelah kita melakukan normalisasi dari tabel-tabel yang ada, kita harus dapat melakukan pembuatan tabel yang ada. Dalam bahasa SQL DDL, CREATE TABLE mempunyai struktur sebagai berikut:

CREATE TABLE “table name”

(

field1_name datatype (field_size),

field2_name datatype (field_size),

field3_name datatype (field_size),

…..

PRIMARY KEY (field_name),

FOREIGN KEY (field_name) REFERENCES “table_name”

)

 

Primary key merupakan pernyataan yang menetapkan bahwa atribut tersebut merupakan record key dari tabel yang bersangkutan. Biasanya primary key tersebut merupakan suatu field atau kombinasi beberapa field sekaligus. Sekali lagi ditekankan bahwa Primary key haruslah unik.

 

Foreign key merupakan suatu atribut dalam suatu tabel yang di dalam tabel lain merupakan suatu primary key, sehingga menjelaskan isi dari atribut tersebut lebih lengkap.

 

Untuk meningkatkan pemahaman selama mempelajari berbagai bahasa akses basis data dengan Query language, kita akan menggunakan beberapa contoh.

 

Sebagai contoh pertama kita akan membuat tabel dengan relasi sebagai berikut:

 

 

 

Yang memiliki beberapa persyaratan seperti:

 

Nama Tabel : MsStaff

Primary key : KdStaff

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

KdStaff Char 5 Harus isi dan panjang =5, harus diawali dengan ‘SC’ dan 3 digit terakhirnya berupa angka.
NamaStaff Varchar 20 -
AlamatStaff Varchar 35 -
TelpStaff Varchar 10 -
Gaji Numeric - -

 

 

 

 

 

Nama Tabel : MsJenisCustomer

Primary key : KdJenisCust

Nama Field

Tipe Data

Length

Keterangan

KdJenisCust Char 2 Harus isi dan panjang = 2, harus ‘RG’ atau ‘PL’ atau ‘GL’ atau ‘SL’
JenisCust Varchar 20 -
Disc Varchar 3 -

 

Untuk membuat kedua tabel diatas maka perintah yang kita gunakan:

create table msstaff

(

kdstaff char(5) primary key,

namastaff varchar(20),

alamatstaff varchar(35),

telpstaff varchar(10),

gaji numeric,

constraint c check(len(kdstaff)=5),

constraint d check(kdstaff like ‘SC[0-9][0-9][0-9]‘)

)

 

create table msjeniscustomer

(

kdjeniscust char(2) primary key,

jeniscust varchar(20),

disc varchar(3),

constraint e check(len(kdjeniscust)=2),

constraint f check

(

kdjeniscust like ‘RG’ or

kdjeniscust like ‘PL’ or

kdjeniscust like ‘GL’ or

kdjeniscust like ‘Sl’

)

)

 

Constraint merupakan sebuah syarat yang kita masukan kedalam field dan tidak boleh memiliki nama yang sama. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya ketidak konsistenan. Akan sangat buruk apabila data yang ada tidak memiliki template yang sama. Misalnya untuk kodestaff, rekord pertama berisi ST001 tapi record berikutnya DA01, maka hal itu kelak akan menyulitkan proses pengaksesan.

 

4.7.2.2 Insert, Update, Delete, Drop, Alter Table

 

Pada Bagian ini kita akan mempelajari beberapa fungsi untuk memanipulasi data.

 

Insert merupakan perintah untuk memasukan data. Update merupakan perintah untuk memperbaharui data, Delete untuk menghapus data, Drop untuk membuang table, dan alter tabel untuk menambah atau menghapus kolom tertentu dari tabel yang sudah ada.

 

Perintah-perintahnya adalah sebagai berikut:

 

Insert Into
INSERT INTO  table_name  ( field1_name ,  field2_name , …)
VALUES ( value1 ,  value2 , …)

Update
UPDATE  table_name
SET  field1_name  = [new value]
WHERE {condition}

Delete From
DELETE FROM  table_name
WHERE {condition}

 

Drop Table
DROP TABLE  table_name

 

Alter Table

ALTER TABLE table_name
ADD column_name datatype
ALTER TABLE table_name

DROP COLUMN column_name

 

Sebagai contoh, untuk menginput data sebagai berikut kedalam table MsStaff:

 

 

 

Table MsStaff

 

Kita akan menggunakan perintah:

 

INSERT INTO MsStaff VALUES (‘SC001′, ‘Lydia’, ‘Jl.Greenville No.402′, ’12345678′, ’525000′)

 

INSERT INTO MsStaff VALUES (‘SC002′, ‘Iriana’, ‘Jl. Citra Land No.06′, ’98745632′, ’600000′)

 

INSERT INTO MsStaff VALUES (‘SC003′, ‘Johan’, ‘Jl. Kelapa Gading No.107′, ’10000005′, ’575000′)

 

INSERT INTO MsStaff VALUES (‘SC004′, ‘Wilfried’, ‘Jl. Roxy Raya No.111′, ’15975312′, ’625000′)

 

INSERT INTO MsStaff VALUES (‘SC005′, ‘Felik’, ‘Jl.Taman Anggrek No.897′, NULL, ’550000′)

INSERT INTO MsStaff VALUES (‘SC006′, ‘Hendra’, ‘Jl. Puri Indah No.1′, NULL, ’650000′)

 

Untuk melakukan update telpStaff dari MsStaff, yang memiliki KdStaff ‘SC005’ menjadi ‘47474747’:

 

UPDATE MsStaff

SET TelpStaff=’47474747′

WHERE KdStaff=’SC005′

 

Untuk menghapus record dengan kdstaff ’SC005’ dari tabel MsStaff

 

DELETE FROM MsStaff

WHERE KdStaff=’SC005’

 

 

Untuk menghapus tabel MsStaff

 

DROP TABLE MsStaff

 

Untuk menambah kolom, tambahkan kolom THR pada table MsStaff.

 

ALTER TABLE MsStaff

ADD THR INT

 

Itu adalah beberapa perintah dalam bahasa Query yang akan sangat berguna untuk melakukan berbagai manipulasi data. Selanjutnya kita akan mempelajari cara mengakses data yang telah kita buat tadi.

 

 

 

4.7.2.3 Pencarian Data/Access Data

 

Salah satu hal yang paling penting adalah mengeluarkan informasi yang kita butuhkan dari basis data yang kita miliki. Oleh karena itu proses pencarian informasi/ data menjadi sangat penting pada basis data. Kita harus bisa mengeluarkan data-data yang kita butuhkan saja, karena apabila tidak kita akan berhadapan dengan basis data yang sangat besar dan kompleks.

 

Oleh karena itu dalam bahasa Query, kita akan mengenal beberapa perintah yang berfungsi untuk mengeluarkan informasi yang kita butuhkan.

 

 

Perintah-perintah tersebut adalah sebagai berikut:

 

Select
SELECT “field_name” FROM  table_name

 

Distinct
SELECT DISTINCT “field_name” FROM  table_name

 

Where
SELECT “field_name”

FROM table_name

WHERE {condition}

 

Between
SELECT “field_name”

FROM table_name

WHERE “field_name” BETWEEN ‘value1′ AND ‘value2′

 

Like
SELECT “field_name”

FROM table_name

WHERE “field_name” LIKE {PATTERN}

 

SELECT merupakan perintah untuk mengeluarkan data yang kita inginkan. DISTINCT berfungsi sama dengan SELECT, hanya distinct akan mencegah terjadi perulangan data yang ditampilkan. WHERE merupakan perintah untuk memberikan syarat dari proses SELECT. Hanya data-data yang memenuhi kondisi pada WHERE yang akan ditampilkan kepada user. BETWEEN merupakan perintah untuk melambangkan diantara. LIKE merupakan perintah yang berfungsi sebagai kata ‘seperti’.

 

Selain perintah-perintah diatas Query memiliki berbagai macam perintah lain seperti: between, cast, right, top, day, distinct, convert, alias, rtrim, is null, left, not like, datediff, substring, charindex, len, upper, like, dateadd, datepart, datename, weekday. Hal itu tidak akan saya bahas satu persatu disini. Yang perlu diketahui adalah bahwa Perintah dalam bahasa Query memiliki arti seperti bahasa sehari-hari. Anda bisa mengartikan kata-kata dalam bahasa inggris tersebut untuk mengetahui artinya. Sementara untuk mengetahui pengunaannya lebih jauh, anda bisa membuka Help dari aplikasi bahasa Query anda.

Sebagai Contoh untuk penggunaan perintah pencarian data, kita akan melakukan pencarian data tabel relasi yang telah ada pada gambar sebelumnya,

 

Untuk menampilkan kode staff, nama staff, alamat staff, gaji, phone (apabila telepon customernya kosong maka diganti dengan ’77777777′) dimana jumlah dari digit terakhir kode staff dan digit terakhir alamat staff adalah bilangan genap.

 

Maka kita bisa menggunakan perintah:

 

SELECT

KdStaff, NamaStaff, AlamatStaff, Gaji,

IsNull (TelpStaff,77777777) as Phone

FROM    MsStaff

WHERE

(cast(right(KdStaff,1)as int)

+ cast(right(alamatstaff,1)as int) )%2 = 0

 

Untuk menampilkan kode customer, kode jenis customer, dan nama customer dimana Qty-nya antara 4 dan 15 serta digit terakhir dari kode ice creamnya adalah ganjil.

 

Maka kita bisa menggunakan perintah:

 

SELECT

c.KdCust , KdJenisCust , NamaCust

FROM

MsCustomer c, TransJualHeader h,

TransJualDetail d

WHERE

Qty between 4 and 15

and cast(right(KdIceCream,1)as int)%2=1

and c.KdCust = h.KdCust

and d.KdTrans = h.KdTrans

Pada contoh kedua, primary key dan foreign key harus dihubungkan pada bagian WHERE.

 

Untuk menampilkan data dari tabel MsIceCream dimana tanggal transaksi pembelian ice cream tersebut antara tanggal 3 dan 6. Tampilkan juga subtotal dari Harga ice cream dikelompokkan berdasarkan ukurannya

 

Perintah yang digunakan adalah:

 

select

KdCust, NamaCust, JenisCust

From

MsCustomerLv c, MsJenisCustomerlv j

Where

c.KdJenisCust=j.KdJenisCust

and exists

(

select *

from

TransJualHeaderLv h

where

h.KdCust=c.KdCust

and

KdStaff in

(

Select

KdStaff

from

MsStaffLv

Where

right(NamaStaff,1)=’a’

and

JenisCust = ‘Platinum’

)

)

 

4.7.2.4 Operator Data

 

Pada bagian Normalisasi, kita telah menghilangkan seluruh proses perhitungan dari tabel. Hal itu menyebabkan semua kolom total, grand total, atau apapun itu yang berhubungan dengan operasi perhitungan akan otomatis hilang. Hal ini dikarenaka bahasa Query memiliki fasilitas perhitungan.

 

Perintah-peritnah dalam bahasa Query yang bertujuan untuk melakukan proses perhitungan disebut dengan agregate function. Agregate function tersebut adalah:

 

Max untuk mencari nilai maksimum dari data yang diseleksi.

Min untuk mencari nilai minimum dari data yang diseleksi

Avg untuk mencari nilai rata-rata dari data yang dipilih

Count untuk menghitung banyaknya data.

Sum untuk menghitung/mentotal data yang bersifat numeric/integer.

 

Sebagai Contoh:

 

Untuk menampilkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh setiap customer dimana kode jenis customer adalah ‘PL’. Kemudian tampilkan total jumlah transaksi tersebut sebagai TotalTransaksi.

 

Maka kita harus menggunakan perintah:

 

SELECT sum(cnt) as ‘TotalTransaksi’

FROM    (

SELECT count(KdCust) as cnt

FROM TransJualHeader

WHERE KdCust in

(

SELECT      KdCust

FROM MsCustomer

WHERE      KdJenisCust=’PL’

)

) as A

 

Untuk menampilkan kode ice cream, nama ice cream, ukuran, dan Persentasi, dimana Persentasi didapatkan dari ((harga*stok)/TotalModal)*100. TotalModal adalah sum dari (harga*stok) yang didapat melalui alias subquery. Tampilkan juga jumlah persentasi untuk setiap ukuran.

 

Maka perintah yang kita gunakan adalah:

 

SELECT

KdIceCream, NamaIceCream, ukuran,

((Harga*Stok)/TotalModal)*100 as Persentasi

FROM

(

SELECT

sum(Harga*Stok) as TotalModal

FROM

MsIceCream

) as A, MsIceCream

ORDER BY

ukuran ASC

COMPUTE

sum(((Harga*Stok)/TotalModal)*100)

BY

ukuran

 

Apabila perhitungan rumit dan kompleks, tidak ada salahnya untuk tetap menyimpan field perhitungan pada proses normalisasi, hal ini bertujuan untuk mempercepat kinerja akses basis data. Akan tetapi teknologi saat ini sudah cukup maju, sehingga proses perhitungan rata-rata dapat dilakukan dengan cepat.

 

4.7.2.5 Union, Join

 

Union merupakan cara untuk menggabungkan dua seleksi yang berbeda, sementara Join berfungsi untuk menggabungkan dua tabel yang berbeda.

 

Sebagai Contoh:

 

Untuk menampilkan kode jenis customer, jenis customer, dan jumlah qty customer melakukan transaksi sebagai Juml Qty, dimana panjang nama customer lebih dari 5. Kemudian gabungkan dengan menggunakan union hasil query staff yang melayani transaksi dimana memiliki kolom StaffId, nama staff,  dan Juml Stok dimana nama ice cream yang dibeli mengandung kata ‘chocolate’. StaffId merupakan 4 karakter mulai dari index ke-2 dari kode staff. Juml Stok merupakan jumlah stok dari ice cream yang dibeli.

Maka Perintah yang harus kita gunakan adalah:

 

SELECT

A.KdJenisCust, JenisCust,

sum(qty) as ‘Jumlah Qty’

FROM

MsJenisCustomer A

join MsCustomer B on A.KdJenisCust = B.KdJenisCust

join TransJualHeader C on B.KdCust = C.KdCust

join TransJualDetail D on C.KdTrans = D.KdTrans

WHERE

len(NamaCust)>5

GROUP BY

A.KdJenisCust, JenisCust

UNION

SELECT

substring(A.KdStaff,2,4),

NamaStaff, sum(stok)

FROM

MsStaff A

join TransJualHeader B on A.KdStaff = B.KdStaff

join TransJualDetail C on B.KdTrans = C.KdTrans

join MsIceCream D on C.KdIceCream = D.KdIceCream

WHERE

NamaIceCream like ‘%chocolate%’

GROUP BY

A.KdStaff, NamaStaff

Untuk menampilkan nama ice cream, ukuran, harga, StaffPhone, New Stok, dan Tgl Transaksi dimana panjang nama ice cream lebih dari 15, nama ice cream tidak mengandung kata ‘vanilla’, dan bulan transaksi adalah 1. StaffPhone merupakan no telepon staff dimana digantikan dengan string ‘none’ jika staff tersebut tidak memiliki no telepon. New Stok merupakan digit terakhir kode ice cream yang dikalikan dengan stok. Tgl Transaksi merupakan tanggal transaksi yang telah diubah menjadi format style Jepang. Hitunglah rata-rata New Stok dan nilai maksimum harga yang dihitung berdasarkan ukuran.

 

 

 

Maka perintah yang harus digunakan adalah:

 

SELECT

NamaIceCream, Ukuran, Harga,

isnull(TelpStaff,’none’) as ‘Staff Phone’,

cast(right(rtrim(A.KdIceCream),1)as int)

*Stok as ‘New Stok’,

convert(varchar,TglTrans,111)as’TglTransaksi’

FROM

MsIceCream A

left join TransJualDetail B on A.KdIceCream = B.KdIceCream

left join TransJualHeader C on B.KdTrans = C.KdTrans

left Join MsStaff D on C.Kdstaff = D.KdStaff

WHERE

len(NamaIceCream)>15

and

NamaIceCream not like ‘%vanilla%’

and

month(tgltrans)=1

ORDER BY

Ukuran

COMPUTE

avg(cast(right(rtrim(A.KdIceCream),1)

as int)*Stok), max(Harga)

BY

Ukuran

 

4.7.2.6 View, Grant dan Revoke

 

Sebagai suatu basis data yang bisa diakses oleh multiple user, maka keamanan merupakan suatu hal yang sangat penting. Kita harus dapat membuat definisi yang berbeda untuk masing-masing User. Coba bayangkan misalnya setiap staff dapat melihat gaji karyawan lain yang seharusnya hanya boleh dilihat oleh bagian keuangan. Hal itu akan sangat menggangu. Oleh karena itu dalam bahasa query kita menciptakan dua hal untuk membatasi akses dari user atau pengguna. Yang pertama adalah View. View merupakan tampilan khusus untuk user tertentu. Apabila kita membuat suatu view, maka user hanya akan melihat data-data yang kita ijinkan ada pada view tersebut. Ia tidak dapat mengakses data lain yang tidak ada pada view yang ia miliki. Hal ini dapat dikatakan cukup efektif selama ini. Karena kita bisa menyembunyikan nama field asli kita. Dalam dunia basis data, apabila nama field tabel atau apapun itu yang asli diketahui, maka hal itu sudah menjadi celah tersendiri bagi seorang hacker.

 

Selain view, pada bahasa Query juga terdapat grant dan Revoke. Grant dan Revoke berfungsi untuk memberikan hak akses terhadap seseorang. Misalnya kita ingin membuat MsStaff bisa diakses hanya oleh Top Level Management, maka kita bisa menggunakan perintah GRANT. Perintah ini akan membuat pengguna lain yang tidak diijinkan tidak bisa mengakses data tersebut. REVOKE berfungsi untuk mencabut hak akses seseorang.

 

Sebagai contoh penggunaan perintah ini:

Untuk membuat view FamousCustomer yang menampilkan kode customer dan nama customer. View ini merupakan hasil Union antara 2 buah tabel. Tabel pertama merupakan hasil query dimana customer pernah bertransaksi dengan qty lebih dari 10 dan transaksi dilakukan pada bulan pertama. Tabel ke-dua merupakan hasil query dimana panjang nama customer lebih dari 10 karakter.

 

Maka perintah yang digunakan adalah:

 

CREATE view FamousCustomer

as

SELECT

KdCust, NamaCust

FROM

MsCustomer A

WHERE

KdCust in

(

SELECT KdCust

FROM

TransJualHeader A, TransJualDetail b

WHERE

A.Kdtrans=B.KDtrans

and

month(tgltrans)=1

and qty>10

)

UNION

SELECT

KdCust,NamaCust

FROM

MsCustomer

WHERE

len(NamaCust)>10

 

Untuk membuat view DaftarNama yang menampilkan Kode, Nama, dan Terlibat. View DaftarNama ini merupakan hasil UNION dari 2 tabel query. Pada tabel pertama query kode staff, nama staff, dan jumlah staff melayani transaksi pada TransJualHeader. Tabel ke-dua query kode customer, nama customer, dan jumlah customer melakukan transaksi pada TransJualHeader.

Perintah yang digunakan adalah:

 

create view DaftarNama

as

select

h.KdStaff, NamaStaff, count(h.KdStaff)

from

MsStaffLv s join TransJualHeaderLv h on s.KdStaff = h.KdStaff

group by

h.KdStaff,NamaStaff

union

select

he.KdCust, NamaCust, count(he.KdCust)

from

MsCustomerLv c join TransJualHeaderLv he on c.KdCust = he.KdCust

group by

he.KdCust,NamaCust

 

Dengan menggunakan sintaks GRANT dan REVOKE, kita bisa:

 

  1. Berikan hak select dan insert pada tabel MsStaff untuk semua user.
  2. Berikan semua hak akses pada semua tabel untuk user 0800777762.
  3. Cabut kembali hak select dan insert pada tabel MsStaff dari semua user.
  4. Cabut kembali semua hak akses pada semua tabel dari user 0800777762.

                           

Untuk itu kita bisa menggunakan perintah:

 

  1. grant select,insert on MsStaffLv to public
  2. grant all to 0800777762
  3. revoke select,insert on MsStaffLv from public
  4. revoke all from 0800777762

 

4.8     Lingkungan Basis Data

Seperti dijelaskan sebelumnya, bentuk pengolahan data kita bersifat multi user. Oleh karena itu diperlukan proteksi/kontrol dari data agar basis data terhindar dari berbagai macam kemungkinan ancaman baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Pengendalian tersebut melalui berbagai hal seperti berikut:

 

  • Recovery
  • Concurrency
  • Security
  • Integrity

 

4.8.1. Recovery

 

Tidak ada sesuatu yang bekerja sempurna 100% sepanjang waktu, oleh karena itu dalam desain selalu menyertakan berbagai cek dan kontrol untuk mengurangi kemungkinan kesalahan, dan terlebih lagi dibutuhkan pula suatu prosedur untuk pemulihan kembali basis data dari kemungkinan kesalahan yang terjadi diluar kontrol.

 

Oleh karena itu pemulihan basis data menjadi suatu proses yang penting dan perlu dipikirkan dari awal. Satu kesalahan bisa menghancurkan basis data yang telah dibangun dengan susah payah.

 

4.8.2. Concurrency

 

Kemampuan untuk pengendalian basis data adalah untuk menghindari terjadinya tabrakan dua atau lebih transaksi terhadpa suatu objek basis adta yang sama.

 

Kegunaan fundamental basis data adalah untuk melakukan transaksi, yaitu berupa perubahan data.

 

Untuk memudahkan pemakaian biasanya ada bentuk-bentuk antar muka yang berbentuk pesan, menerima masukan.

 

4.8.3. Security dan Password

 

Security dalam suatu konteks basis data diartikan sebagai perlindungan basis data terhadap pembacaan, perubahan, atau perusakan dari orang-orang yang tidak berwenang.

 

Untuk bagian Security ini, baik SQL, Oracle, atau bahkan Microsoft Access, semuanya menyediakan fitur password. Fitur ini bertujuan untuk mencegah orang yang tidak berwenang untuk membuka file basis data anda. Untuk melakukannya, anda harus melakukan setting user name dan password dari basis data anda. Apabila hal ini telah dilakukan, maka apabila anda ingin menjalankan basis data anda, maka yang pertama kali terjadi adalah DBMS akan meminta anda memasukan Password.

 

 

4.8.4. Integrity

 

Integrity merupakan konteks basis data yang mempunyai arti ketelitian, kebenaran dan validitas. Integrity juga berarti konsistensi, tapi pengertian ini lebiih cenderung berkait dengan dua atau lebih nilai suatu data.

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1.    Sumber Daya Manusia

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk     :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.       Sumber-sumber Perpustakaan           

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan.
  2. Lembar kerja.
  3. Gambar.
  4. Contoh tugas kerja.
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Sumber-sumber bacaan yang dapat digunakan :

 

 

 

 

5.3.       Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan

Judul/Nama Pelatihan        :        Membuat Program Untuk Akses Basis Data

Kode Program Pelatihan     :        TIK.PR02.023.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Membuat Program Untuk Akses Basis Data

TIK.PR02.023.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive

- PC dengan sistem operasi Windows XP

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

 

- Piranti Lunak Basis Data

 

-

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: