Advertisement
loading...

 

 

Advertisement

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

MEMBUAT PROGRAM BASIS DATA BERBASIS MYSQL/POSTGRESQL

TIK.PR08.007.01

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi                                                                                            Hal

 

BAB I       PENGANTAR                                                                         4

1.1.   Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi                     4

1.2.   Penjelasan Modul                                                            4

1.2.1     Isi Modul                                                           4

1.2.2     Pelaksanaan Modul                                             6

1.3.   Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)                               6

1.4.   Pengertian-pengertian Istilah                                           7

 

BAB II     STANDAR KOMPETENSI                                                         9

2.1.   Peta Paket Pelatihan                                                       9

2.2.   Pengertian Unit Standar                                                  8

2.3.   Unit Kompetensi yang Dipelajari                                      10

2.3.1.      Judul Unit                                                          10

2.3.2.      Kode Unit                                                          10

2.3.3.      Deskripsi Unit                                                    10

2.3.4.      Elemen Kompetensi                                            10

2.3.5.      Batasan Variabel                                                 12

2.3.6.      Panduan Penilaian                                              12

2.3.7.      Kompetensi Kunci                                               13

 

BAB III    STRATEGI DAN METODE PELATIHAN                                      14

3.1.   Strategi Pelatihan                                                           14

3.2.   Metode Pelatihan                                                            15

 

BAB IV     MATERI UNIT KOMPETENSI                                                    17

4.1     Melakukan Instalasi MySQL                                              18

4.2     Melakukan Instalasi PostgreSQL                                       20

4.3     Identifikasi Database yang Dibutuhkan                              32

4.4     Membuat dan Menjalankan Database                                32

4.5     Memberikan privileges dan akses level                              33

4.5.1        Table-Level Privileges                                          34

4.5.2        Column-Level Privileges                                       35

4.5.3        Type-Level Privileges                                          37

4.5.4        Routine-Level Privilege                                        39

4.5.5        Privilege pada View                                            33

4.5.6        Memberi hak pada Linux                                      41

4.5.7        Membuat User                                                    41

4.5.8        Membuat Group                                                  42

4.6     Sintaks-sintaks pada MySQL/PostgreSQL                           43

4.6.1        Membuat Tabel                                                   43

4.6.2        Menghapus Tabel                                                44

4.6.3        Memasukkan Data ke Dalam Tabel                        44

4.6.4        Melihat Isi Tabel                                                 45

4.6.5        Mengubah Isi Tabel                                             46

4.6.6        Menghapus Isi Tabel                                           47

4.6.7        Menggunakan Logical Operator                            48

4.6.8        Menggunakan Keyword Distinct                            49

4.6.9        Menggunakan Fungsi Aggregat                             49

4.6.10     Menggunakan Fungsi Matematikal                         51

4.6.11     Operasi pada Kolom Tipe Date                             52

4.6.12     Hubungan Antar Tabel                                        53

4.6.13     Tipe-tipe Data pada Database                              55

4.7     Inisialisasi dan Terminasi Koneksi Database                       57

4.8     Persistent dan non-persistent connection                          62

 

BAB V      SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI        63

5.1.   Sumber Daya Manusia                                                     63

5.2.   Sumber-sumber Perpustakaan                                          64

5.3.   Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan                                    65

 

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1.      Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2    Penjelasan Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Isi Modul

a.       Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

 

b.       Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

c.       Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

 

1.2.2  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3        Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4        Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1.      Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

 

2.1.1.     TIK.PR08.007.01 Membuat Program Basis Data Berbasis MySQL/PostgreSQL

2.1.2.     Konfigurasi umum perangkat komputer dan peripheral input/output standar (monitor, keyboard, mouse).

2.1.3.     Sistem basis data.

2.1.4.     Sistem informasi manajemen.

2.1.5.     Pemrograman data deskripsi (SQL).

 

 

2.2.      Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan diajarkan untuk menginstal modem secara umum.

 

 

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu satu sampai dua hari. Pelatihan ini ditujukan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan jaringan seperti staff support dan staff admin jaringan.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.      Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 JUDUL UNIT          :        Membuat Program Basis Data Berbasis MySQL/PostgreSQL

 

2.3.2 KODE UNIT           :        TIK.PR08.007.01

 

          2.3.3 DESKRIPSI UNIT   :       Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk pemrograman basis data berbasis MySQL/PostgreSQL.

 

 

          2.3.4 ELEMEN KOMPETENSI

 

ELEMEN KOMPETENSI

 

KRITERIA UNJUK KERJA

 

01    Menjelaskan kebutuhan software 1.1       Persyaratan sistem operasi (Linux, Windows) diindefitikasi.

 

1.2       Kalibrasi database agar berjalan secara optimal dilakukan.

 

1.3       Pengujian database apakah database berjalan dengan optimal dilakukan.

 

02   Mempersiapkan security 2.1      Persiapan privileges dan access level baik untuk groups, users, databases dan tables dilakukan.

 

03    Menggunakan sintaks-sintaks khusus MySQL/PostgreSQL 3.1       Sintaks-sintaks di MySQL/PostgreSQL secara efektif digunakan.

 

 

04    Melakukan pengaksesan database 4.1       Konsep dari inisialisasi dan terminasi koneksi database dijelaskan.

 

4.2       Persistent dan non-persistent connection dimanfaatkan secara optimal.

 

 

 

2.3.5 BATASAN VARIABEL

 

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  2. Program Basis Data Berbasis MySQL/PostgreSQL bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

2.3.6 PANDUAN PENILAIAN

 

1.       Pengetahuan dan Ketrampilan Penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini  :

 

1.1         Pengetahuan dasar

1.1.1  Konfigurasi umum perangkat komputer dan peripheral input/output standar (monitor, keyboard, mouse).

1.1.2  Sistem basis data.

1.1.3    Sistem informasi manajemen.

1.1.4    Pemrograman data deskripsi (SQL).

 

2.       Konteks Penilaian :

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.       Aspek Penting Penilaian :

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1         Kemampuan menganalisa kebutuhan software dan hardware serta melakukan optimasi agar sistem berjalan dengan sempurna.

3.2         Menjelaskan konsep security serta mengaplikasikannya ke dalam sistem.

3.3         Menggunakan sintaks-sintaks khusus yang terdapat pada MySQL/PostgreSQL.

3.4         Menjelaskan konsep persistent connection dan menerapkannya dalam beberapa aplikasi web programming seperti PHP, ASP atau JSP.

 

4.       Kaitan Dengan Unit-Unit Lain :

4.1         Unit ini mendukung di dalam membuat progam untuk mengakses basis data. Contoh mencakup namun tidak terbatas pada  :

4.1.1    TIK.PR02.002.01 Membuat algoritma pemrograman lanjut.

4.1.2    TIK.PR02.003.01 Membuat struktur data.

4.1.3    TIK.PR02.008.01 Mengoperasikan pemrograman terstruktur

4.1.4    TIK.PR02.020.01 Mengoperasikan aplikasi basis data.

 

4.2         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.7 KOMPETENSI KUNCI

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MEMBUAT PROGRAM BASIS DATA

BERBASIS MYSQL/POSTGRESQL

 

Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa memahami konsep pemrograman berbasis data
  • Siswa mampu menjelaskan dan menjalankan program basis data

 

Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mampu melakukan instalasi MySQL / PostgreSQL
  • Siswa mampu memahami konsep pemrograman basis data berbasis MySQL/PostgreSQL
  • Siswa mampu membangun database sesuai dengan kebutuhan sistem
  • Siswa memahami konsep privilege dan hak akses dalam MySQL/PostgreSQL
  • Siswa dapat memberikan privileges yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna
  • Siswa mengetahui syntax-syntax yang umum digunakan pada MySQL/PostgreSQL
  • Siswa mampu melakukan modifikasi dan mengoptimalkan pencarian pada database untuk mendapatkan informasi sesuai kebutuhan
  • Siswa mampu melakukan koneksi yang persistent dan non-persistent ke database yang telah dibuat


4.1     Melakukan Instalasi MySQL

 

Instalasi pada Windows

 

  1. Buat direktori sementara dengan nama mysqlItem
  2. Unzip file instalasi ke direktori tersebut
  3. Setelah unzip selesai, jalankan file dengan nama “setup.exe”
  4. Tutup semua program yang sedang dijalankan
  5. Klik Start – Run lalu browse file setup di mysqlItem
  6. Klik “OK” untuk memulai proses
  7. Program setup berjalan dan meng-guide selama proses instalasi
  8. Pilih instalasi “Typical” yang akan menginstal kebutuhan yang paling banyak digunakan
  9. MySQL akan diinstal di folder c:\mysql (kecuali folder dispesifik ke direktori tertentu)
  10. Re-start komputer
  11. Masuk ke MS-DOS lalu lakukan migrasi ke c:\mysql\bin
  12. Ketik pada windows prompt seperti di bawah ini :

mysqld-shareware –standalone

      OR (in later versions)

      mysqld

Perintah tersebut untuk menjalankan SQL server.

 

  1. Ketik mysql pada DOS prompt
  2. Prompt akan berubah menjadi “mysql” prompt
  3. Lalu akan tampil berikut ini :

+——————-+

 | Database       |

+——————-+

 | mysql             |

 | test                  |

+——————-+

2 rows in set (0.00 sec)

 

Jika terlihat tampilan di atas, maka anda telah berhasil meng-instal MySQL pada komputer anda.

  1. 16.  Ketik “quit” pada mysql prompt

17. Untuk mematikan MySQL server, ketik perintah berikut :

mysqladmin -u root shutdown

Instalasi pada Linux

  1. Pastikan anda menggunakan account superuser dengan mengetik “su” pada prompt lalu masukkan password root
  2. Ubah direktori ke direktori yang memiliki RPM download
  3. Ketik perintah berikut ke prompt :

     rpm –inv “mysql_file_name.rpm”

  1. Set password untuk user root dengan perintah berikut :

     mysqladmin –u root password mysqldata

mysqldata merupakan password untuk user root, anda dapat mengganti password tersebut

  1. Untuk mengetahui apakah mysql sudah terinstal, ketik perintah berikut pada prompt untuk menjalankan program mysql client :

     Mysql –u root -p

  1. Sistem akan menanyakan password. Masukkan root password (mysqldata)
  2. Jika tidak diminta password, mungkin karena MySQL Server tidak aktif. Untuk menjalankan server, ubah ke direktori /etc/rc.d/init.d/ dan ketik perintah ./mysql start (tergantung pada PATH sistem komputer anda). Kemudian jalankan kembali program mysql client
  3. setelah MySQL client aktif, akan tampil prompt mysql>. Ketik perintah berikut :

     show databases;

  1. Maka akan tampil sebagai berikut :

+—————-+

| Database      |

+—————-+

| mysql           |

| test              |

+—————-+

2 rows in set (0.00 sec)

  1. Jika anda telah melihat tampilan di atas, maka anda berhasil meng-instal MySQL pada komputer anda

 

4.2    Melakukan Instalasi PostgreSQL

      

Instalasi pada windows

 

  • Pilihan Bahasa

Pilih bahasa untuk memulai proses instalasi, hanya berdampak selama proses instalasi, untuk selanjutnya PostgreSQL dapat di set bahasa sesuai dengan kebutuhan user.

 

Anda juga dapat memilih untuk membuat log selama proses instalasi. Log file tersebut akan mencakup baik sevice user dan database superuser password jika di-create selama instalasi.

  • Halaman Intro

Halaman pesan yang menganjurkan untuk menutup semua widows yang aktif sebelum memulai proses instalasi. Klik ‘Next’ untuk memulai proses instalasi.

 

  • Halaman Instruksi

Silahkan membaca instruksi yang tertera sebelum melanjutkan proses instalasi. Untuk melanjutkan, klik ‘Next’.

  • Seleksi Fitur

Pilih fitur yang ingin di install. Server hanya tersedia pada platform berbasis NT. Perhatikan pilihan “Data Directory” hanya dapat diinstal pada partisi NTFS. Jika ingin diinstal di partisi dengan tipe lain, Anda harus menjalankan initdb.exe secara manual setelah proses instalasi.

 

Direktori instalasi dapat diubah setelah instalasi dengan memilih fitur PostgreSQL dan Klik “Browse” untuk memilih direktori yang baru. Anda dapat memilih fitur individual (seperti server atau halaman admin) dengan memilih fitur tersebut dan klik Browse.

  • Instalasi servis

Pilih apakah PostgreSQL ingin diinstal sebagai servis, dan pilih juga account spesifik yang akan digunakan. Account tersebut akan diberi hak Logon On as a Service jika diperlukan.

  • Initdb

Pilih database cluster ingin di-inisialisasi ke dalam database atau tidak. Jika ya, pilih karakter set dan encoding untuk database, dan spesifikan detil login untuk database superuser. Anda juga dapat mengeset non-default port number untuk mengaktifkan server, dan OPT untuk menyambungan koneksi ke semua alamat IP pada sistem.

 

Pilihan ini hanya dapat digunakan bila memilih install PostgreSQL sebagai servis.

 

  • Bahasa prosedur

Pilih bahasa prosedur yang ingin digunakan pada template1. Semua file bahasa prosedur pasti terinstal. Langkah ini hanya untuk mengaktifkan default untuk seluruh database.

 

Dialog box hanya akan muncul jika memilih PostgreSQL sebagai servis dan pilih inisialisasi cluster database.

 

PL/perl memerlukan ActiveState Perl 5.8 untuk diinstal.

PL/python memerlukan Python 2.4 untuk diinstal.

PL/tcl memerlukan ActiveState Tcl 8.4 untuk diinstal.

PL/java memerlukan Sun Java Runtime Environment yang valid untuk instalasi.

 

  • Modul Contrib

Pilih modul contrib untuk mengaktifkan template1. Semua file contrib. akan diinstal, langkah ini hanya untuk mengaktifkan default pada seluruh database.

 

Dialog ini hanya tersedia jika memilih PostgreSQL sebagai servis, dan pilih inisialisasi cluster database.

 

Modul Admin81 terinstal secara otomatis karena halaman admin berguna untuk fungsi lebih maksimal. Dapat dihapus jika tidak ingin diinstal ke seluruh database.

 

 

  • PostGIS

Pilih jika ingin mengaktifkan PostGIS template1. Jika tidak dipilih, dapat diaktifkan dalam masing-masing database kemudian.

Dialog ini tersedia bila memilih ekstensi PostGIS Spatial.

  • Siap Install

Klik Next untuk memulai proses instalasi.

 

  • Proses Instalasi

Progress bar akan terlihat selama proses instalasi.

 

 

  • Finish

Proses instalasi selesai. Anda dapat mencoba hasil instalasi dan Klik “Finish” untuk menyelesaikan seluruh proses instalasi.

 

Instalasi pada Linux

(Ket: Lambang # menandakan user root, $ menandakan user biasa)

 

  1. Login sebagai root dengan mengetik perintah berikut:

# cd /usr/src

# mkdir pgsql

# chown postgres:postgres pgsql

# cd /usr/local

# mkdir pgsql

# chown postgres:postgres pgsql

 

  1. Login dengan user postgres dengan mengetik perintah berikut:

$ cd /usr/src/pgsql

$ tar xfzv postgresql-6.5.1.tar.gz

$ mv postgresql-6.5.1/* .

$ rmdir postgresql-6.5.1

$ cd /usr/src/pgsql/src

$ ./configure

$ cd /usr/src/pgsql/doc

$ make install

$ cd /usr/src/pgsql/src

$ make all > make.log &

 

  1. Untuk melihat proses kompilasi, ketik perintah berikut :

$ tail -f make.log

 

  1. Selanjutnya install source yang telah dikompilasi dengan login sebagai root :

# cd /usr/src/pgsql/src

# make install > make.install.log &

 

  1. untuk melihat proses instalasi, jalankan perintah berikut :

$ tail -f make.install.log        

 

  1. Tambahkan library ke dalam file dengan mengetik :

/etc/ld.so.conf.

/usr/local/pgsql/lib

 

  1. Jalankan IdConfig untuk melihat perubahan :

     # /sbin/ldconfig

 

  1. Tambahkan baris berikut ke dalam file /etc/profile :

PATH=$PATH:/usr/local/pgsql/bin

LD_LIBRARY_PATH=/usr/local/pgsql/lib

MANPATH=$MANPATH:/usr/local/pgsql/man

PGLIB=/usr/local/pgsql/lib

PGDATA=/usr/local/pgsql/data

export PATH LD_LIBRARY_PATH MANPATH PGLIB PGDATA

 

  1. Buat database bernama test lalu login sebagai user postgre

$ initdb      

 

  1. Jalankan server

$ nohup postmaster -i > pgserver.log 2>&1 & 

 

  1. Kemudian ketik perintah berikut :

$ psql -u test

Username: postgres

Password: <ENTER>

test=> SELECT NOW();

 


now

————————

2000-09-08 11:34:50+07

(1 row)

 

test=> \q  

 

  1. Konfigurasi untuk autostartup dengan login sebagai root :

# cp /usr/src/pgsql/contrib/linux/postgres.init.sh/etc/rc.d/init.d/postgres

# cd /etc/rc.d/rc5.d

# ln -s ../init.d/postgres S98postgres

 

  1. Tambahkan option –i ke /etc/rc.d/init.d/postgres pada bagian PGOPTS agar bisa diakses remotely

PGOPTS=”-o -F -i -D/usr/local/pgsql/data”     

 

  1. Restart postgre dengan perintah berikut:

# /etc/rc.d/init.d/postgres stop

# /etc/rc.d/init.d/postgres start

  1. Dalam postgre telah tersedia program test secara menyeluruh dengan login sebagai postgre dan mengetik perintah :

$ cd /usr/src/pgsql/src/test/regress

$ make all runtest

 

  1. Setelah selesai menjalankan test, hapuslah database regression dan file lainnya yang sudah tidak digunakan

$ destroydb regression

$ cd /usr/src/pgsql/src/test/regress

$ make clean

 

4.3    Identifikasi Database yang Dibutuhkan

                                                                         

Database dalam definisi paling sederhana yakni tempat penyimpanan data-data dimana data tersebut dapat ditambahkan, diubah, dan dihapus.

 

Penyimpanan data-data tersebut menjadi penting karena kita dapat menganalisa data-data tersebut untuk kemudian menghasilkan suatu informasi.

 

Untuk membuat database baru, kita memerlukan informasi berikut ini :

Server          : localhost

Database      : test

Username     : admin

Password      : admin

 

Nama database, username, dan password dapat diubah sesuai keinginan user. Sedangkan nama server merupakan tempat server dimana kita ingin melakukan koneksi, sesuaikan dengan direktori dimana anda meng-install server.

      

4.4    Membuat dan Menjalankan Database

      

Untuk membuat database baru ketik perintah :

 

CREATE DATABASE [nama_database]

 

Contoh:

CREATE DATABASE test;

 

Untuk melihat database yang telah dibuat, ketik perintah :

Show databases;


 

4.5    Memberikan privileges dan akses level

 

Untuk memberi akses ke database test oleh semua pengguna, maka perlu di set permission dengan perintah berikut :

 

  • Connect privilege

Memberi hak dasar pada pengguna untuk melakukan query dan memodifikasi tabel.

  • User dapat melakukan perintah SELECT, INSERT, UPDATE dan DELETE
  • Membuat View dan melakukan query pada View tersebut.
  • Membuat tabel temporary (sementara) dan menciptakan index untuk tabel temporary tersebut.

 

Untuk memberi hak akses ke database, maka harus diberi akses ke publik terlebih dahulu. Atau dapat juga diberikan hak akses hanya kepada satu user tertentu saja.

 

  • Resource privilege

Resource privileges memberi hak yang sama dengan connect privileges. Sebagai tambahan, pengguna dapat :

  • Membuat tabel permanen baru
  • Menciptakan index dan mengalokasikan disk space yang digunakan secara permanen.

 

  • Database-administrator privilege

Biasanya digunakan oleh database administrator. Pemegang akses DBA dapat :

  • Melakukan perintah DROP DATABASE, START DATABASE, dan ROLLFORWARD DATABASE
  • Melakukan DROP atau ALTER object manapun dari siapapun penggunanya
  • Menciptakan tabel, view dan index yang dimiliki oleh pengguna lain
  • Memberi database privileges ke pengguna lain.

 

4.5.1 Table-Level Privileges

 

Terdapat tujuh privileges yang memungkinkan non-pengguna mempunyai hak yang sama dengan pengguna. Empat di antaranya adalah SELECT, INSERT, DELETE dan UPDATE yang mengatur akses DML (Database Modelling Language) ke database. Index privileges memungkinkan mengatur penciptaan dari index. Alter privileges memberi hak untuk mengubah definisi tabel. References privilege memberi hak untuk menunjuk constraint spesifik dari suatu tabel.

 

Under Privileges untuk Typed Tables (IDS)

 

Anda dapat memberi atau mencabut Underprivilege untuk mengatur pengguna mana yang dapat menggunakan suatu tabel sebagai supertabel atas hirarki inheritance.

 

Under privilege diberikan ke PUBLIC secara otomatis saat tabel diciptakan. Untuk membatasi pengguna mana yang dapat menggunakan tabel sebagai supertabel, anda perlu mencabut terlebih dahulu Under privilege untuk PUBLIC dan men-spesifik untuk pengguna yang ingin diberi under privilege.

 

Contoh:

 

REVOKE UNDER ON pegawai

FROM PUBLIC;

 

GRANT UNDER ON pegawai

TO andi, budi;

 

Privileges pada Table Fragments (IDS)

 

Gunakan GRANT FRAGMENT statement untuk memberi hak INSERT, UPDATE, dan DELETE pada individual fragment pada table fragmented. Misalnya table konsumen dengan tiga fragment, menjadi dbspaces dbsp1, dbsp2, dan dbsp3. Perintah berikut ini memperlihatkan bagaimana memberikan privileges ke 2 fragment yang pertama saja untuk pengguna Andi dan Budi.

 

GRANT FRAGMENT INSERT ON customer (dbsp1, dbsp2)

TO andi, budi;

 

 

4.5.2 Column-Level Privileges

 

Anda dapat memberi hak akses SELECT, UPDATE dan REFERENCES dengan menggunakan nama kolom tertentu. Menamakan kolom spesifik, memungkinkan untuk memberi hak akses spesifik ke suatu tabel. Anda dapat memberi hak kepada pengguna hanya sebagian kolom saja atau meng-update kolom tertentu saja.

 

Digunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk memberi atau mencabut hak akses pada suatu tabel data. Fitur ini memecahkan masalah jika ada sebagian pengguna saja yang berhak melihat gaji, kinerja pegawai atau data-data rahasia lainnya.

 

 

Contoh:

 

Tabel pegawai mempunyai data id_pegawai, nama_pegawai, divisi, tgl_masuk, gaji, kinerja, ket_kinerja. Karena mengandung data konfidential, maka segera lakukan perintah berikut:

 

REVOKE ALL ON pegawai FROM PUBLIC;

 

Namun untuk orang di divisi HRD ataupun level manager, lakukan perintah berikut:

 

GRANT SELECT ON pegawai TO alex;

 

Misal:  disini alex adalah manager.

 

Untuk memberikan hak kepada manager untuk memasukkan hasil evaluasi kinerja pegawai, lakukan perintah berikut :

 

GRANT UPDATE (kinerja, ket_kinerja)

ON pegawai TO alex;

 

Untuk memberikan hak kepada bagian HRD untuk melakukan update gaji, maka tulislah perintah berikut :

 

GRANT UPDATE (gaji) ON pegawai TO william;

 

Misal: bagian HRD adalah Willliam.

 

Sementara untuk bagian lainnya yang ingin melihat isi tabel dapat dibuat perintah sebagai berikut :

 

GRANT UPDATE (id_pegawai, nama_pegawai, divisi, tgl_masuk)

ON pegawai TO irma;

 

4.5.3 Type-Level Privileges

 

Dynamic Server mendukung tipe data user-defined (UDTs). Saat data user-defined diciptakan, hanya DBA dan pemilik dari tipe data tersebut yang dapat memberi atau mencabut type-level privileges untuk mengontrol siapa yang dapat menggunakan UDT.

 

Dynamic server mendukung type-level privileges berikut ini :

  • Usage privilege, memberi hak untuk menggunakan tipe data user-defined
  • Under privilege, memberi hak untuk menjelaskan suatu ROW type sebagai supertype pada hirarki inheritance

 

Usage Privileges Untuk User-Defined Types

 

Untuk mengatur siapa yang dapat menggunakan opaque type, distinct type, atau named row type, spesifikan Usage privilege pada tipe data. Usage privilege memungkinkan DBA atau pemilik dari tipe untuk membatasi kemampuan pengguna memberi tipe data pada kolom atau variabel.

 

Usage privileges diberikan secara otomatis kepada PUBLIC saat type-data diciptakan. Untuk membatasi siapa yang dapat menggunakan opaque, distinct, atau penamaan row type, perlu dilakukan pencabutan usage privilege dari public dan spesifikan nama dari pengguna yang ingin diberi Usage privilege.

 

 

Contoh:

 

REVOKE USAGE ON tes

   FROM PUBLIC;

 

GRANT USAGE ON tes

   TO terry, ami, anna;

 

 

Under Privileges Untuk Penamaan Row Types

 

Untuk penamaan row type, anda dapat memberi atau mencabut Under privilege, dimana dapat mengatur pengguna mana yang dapat mengalokasi row type sebagai supertype dari row type lainnya dalam suatu hirarki inheritance.

 

Under privilege diberikan secara otomatis kepada PUBLIC saat pertama kali row-type diciptakan. Untuk membatasi kemmpuan pengguna tertentu, maka pertama-tama dilakukan REVOKE Under privilege dari PUBLIC, lalu spesifikkan nama pengguna yang ingin diberi Under privilege.

 

Contoh:

 

REVOKE UNDER ON person

   FROM PUBLIC;

 

GRANT UNDER ON person

   TO john, abi;

 

 


4.5.4 Routine-Level Privilege

 

Anda dapat memberi Execute Privilege pada User-Define Routine (UDR) untuk memberi ijin kepada non-pemilik untuk mengeksekusi UDR. Default dari routine-level privilege adalah PUBLIC. Maka untuk memberikan execute privilege kepada pengguna tertentu, harus di REVOKE terlebih dahulu dari PUBLIC.

 

Contoh:

 

REVOKE EXECUTE ON tes

   FROM PUBLIC;

 

GRANT EXECUTE ON tes TO adam;

 

 

4.5.5 Privilege pada View

 

Database server akan melakukan pengujian untuk memastikan semua privilege tersedia untuk menjalankan perintah SELECT pada definisi View. Jika tidak lengkap, database server tidak akan membuat View.

 

Setelah Anda membuat View, database server akan memberi hak Anda setidaknya SELECT privilege. Database server akan mengecek apakah View dapat dimodifikasi. Jika ya, database server akan memberikan hak untuk INSERT, DELETE, dan UPDATE pada View. Pada View, Alter dan Index privilege tidak diberikan karena tidak dapat dilakukan alter ataupun index pada View.

 

Untuk membuat View dimana pengguna tertentu hanya dapat melihat data non-sensitif, maka perintahnya sebagai berikut:

 

 

CREATE VIEW data_pegawai AS

SELECT id_pegawai, nama_pegawai, divisi, tgl_masuk

FROM pegawai;

 

Pengguna diberi Select privilege untuk melihat data non-sensitif dan tidak dapat melakukan perubahan. Untuk bagian HRD yang memerlukan untuk memasukkan data baru, maka harus dibuat View seperti berikut :

 

CREATE VIEW entry_pegawai AS

SELECT id_pegawai, nama_pegawai, divisi, tgl_masuk

FROM pegawai;

 

Pengguna tersebut diberikan Select dan Insert Privileges untuk View.

 

Sedangkan untuk manager yang perlu mengakses semua kolom dan memiliki kemampuan untuk melakukan update pada data kinerja pegawai divisinya saja, maka diperlukan View dengan kriteria yang mencakup id_pegawai dan divisi tiap pegawai. View berikut memperlihatkan pegawai yang bekerja di divisi tertentu :

 

CREATE VIEW tes_manager_data AS

SELECT * FROM pegawai

WHERE divisi = (SELECT divisi FROM pegawai

                                WHERE id_pegawai = USER)

  AND NOT id_pegawai = USER;

 

Akhirnya, manager memerlukan akses ke semua kolom dan mempunyai kempampuan untuk melakukan update untuk kolom tertentu, maka perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :

 

GRANT SELECT, UPDATE (kinerja, ket_kinerja)

ON tes_manager_data TO alex;

 

4.5.6 Memberi hak pada Linux

GRANT ALL ON test.* TO admin@localhost IDENTIFIED BY “admin”

 

Perintah tersebut memberi akses ke username “admin” (admin@localhost) dan men-set password menjadi “admin”. Username dan password dapat diganti sesuai dengan yang anda miliki.

 

4.5.7 Membuat User

 

Untuk membuat user baru, digunakan perintah berikut :

 

CREATE USER username

[ WITH

[ SYSID uid ]

[ PASSWORDpassword’ ] ]

[ CREATEDB | NOCREATEDB ] [ CREATEUSER | NOCREATEUSER ]

[ IN GROUP groupname [, ...] ]

[ VALID UNTIL ’abstime’ ]

 

Contoh:

Membuat user: aminah dengan password: ami

CREATE USER aminah WITH PASSWORD “ami” CREATEDB;

 

Membuat user: aminah2 dan memasukkan ke group: staff

CREATE USER aminah2 PASSWORD “ami” IN GROUP staff;

 

Mengubah password user

ALTER USER aminah WITH PASSWORD “password”;

 

 

4.5.8 Membuat Group

 

User group adalah kumpulan user. Pengelompokan ini berguna untuk kemudahan pemberian otoritas (GRANT/REVOKE).

 

Contoh:

 

Untuk membuat group staff

CREATE GROUP staff;

 

Memasukkan user dalam suatu grup

ALTER GROUP staff ADD USER aminah, aminah2;

 

Menghapus user dari suatu grup

ALTER GROUP staff DROP USER aminah2;

 

Ketika tabel dibuat, hanya pemiliknya yang dapat menggunakan. Agar user lain dapat menggunakan, maka harus diberikan GRANT(Hak akses). Hak akses yang dapat diberikan adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, dan RULE.

 

Contoh:

GRANT SELECT ON pegawai TO aminah;

 

Bila di-GRANT ke grup:

GRANT ALL ON pegawai TO GROUP staff;

 

ALL berarti seluruh hak akses diperbolehkan. Untuk mencabutnya, gunakan REVOKE.

 

Contoh:

REVOKE ALL ON pegawai FROM GROUP staff;

 

Gunakan user PUBLIC jika Anda bermaksud meng-GRANT / REVOKE suatu tabel bagi seluruh user.

 

Contoh:

GRANT SELECT ON pegawai TO PUBLIC;

 

 

4.6    Sintaks-sintaks pada MySQL/PostgreSQL

 

Database menyimpan data di dalam tabel-tabel. Tiap kolom terdiri dari data berdasarkan klasifikasi tertentu. Baris terdiri dari record individual.

 

Contoh :

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Jabatan

1

amir

pria

manager

2

budi

pria

staff

3

cika

wanita

staff

 

 

4.6.1 Membuat Tabel

 

Perintah untuk membuat tabel di atas sebagai berikut :

CREATE TABLE pegawai

{

id                   unsigned not null auto_increment primary key,

nama             varchar(100),

jenis_kelamin      varchar(50),

jabatan         varchar(50)

};

 

 

Unsigned           : nomor merupakan integer positif.

Not null             : nilai tidak boleh kosong, harus terisi.

Auto_increment : nilai di-generate langsung dengan menambahkan angka terakhir dengan satu nilai lebih tinggi.

Primary_key       :membantu memberi index setiap kolom untuk mempercepat pencarian. Tiap nilai harus unik, tidak ada yang sama.

 

Untuk melihat tabel yang telah dibuat :

Pada MySQL       : SHOW TABLES;

Pada Postgre     : \dt

 

Untuk melihat deskripsi tabel :

Pada MySQL       : DESCRIBE pegawai_data;

Pada Postgre     : \d pegawai

 

 

4.6.2 Menghapus Tabel

 

Perintah untuk menghapus tabel di atas :

 

DROP TABLE pegawai;

 

 

4.6.3 Memasukkan Data ke Dalam Tabel

 

Format Syntax:

INSERT INTO [nama_tabel] (nama_kolom1, nama_kolom2, …dst)

VALUES (“isi_kolom1”, “isi_kolom2”, …dst);

 

 

Untuk memasukkan nilai ke dalam tabel, ketik perintah berikut :

 

INSERT INTO pegawai (nama, jenis_kelamin, jabatan)

VALUES (“Amir”, ”pria”, “manager”);

 

Lakukan berulang untuk memasukkan setiap data ke dalam tabel.

 

 

4.6.4 Melihat Isi Tabel

 

Format syntax:

SELECT [nama_kolom1, nama_kolom2,....]

FROM [nama_tabel]

WHERE [kondisi...]

GROUP BY [nama_kolom]

ORDER BY [nama_kolom] ASC/DESC;

 

Untuk melihat seluruh isi tabel ketik perintah :

 

SELECT * FROM pegawai;

 

Hasil :

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Jabatan

1

amir

pria

manager

2

budi

pria

staff

3

cika

wanita

staff

 

Untuk melihat kolom ‘nama’ saja, maka ketik perintah :

 

SELECT nama FROM pegawai;

 

 

Hasil:

Nama

Amir

Budi

Cika

 

Melihat isi tabel dengan kondisi tertentu misalkan ingin melihat karyawan pria saja :

 

SELECT nama, jenis_kelamin

FROM pegawai

WHERE jenis_kelamin = “pria”

ORDER BY nama;

 

 

Hasil:

Nama

Jenis_Kelamin

Amir

Pria

Budi

Pria

Cika

Wanita

 

 

4.6.5 Mengubah Isi Tabel

 

Format Syntax:

UPDATE [nama_tabel]

SET [nama_kolom] = “(isi_kolom)”

WHERE [kondisi];

 

 

Untuk mengubah isi tabel digunakan perintah UPDATE. Contoh :

 

UPDATE pegawai

SET jabatan = “supervisor”

WHERE nama = “budi”;

 

Hasil:

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Jabatan

1

Amir

pria

manager

2

Budi

pria

supervisor

3

Cika

wanita

staff

 

 

4.6.6 Menghapus Isi Tabel

 

Format Syntax:

DELETE FROM [nama_tabel]

WHERE [kondisi];

 

Untuk menghapus record pada tabel :

 

DELETE FROM pegawai

WHERE nama = “cika”;

 

Maka record dengan nama “cika” akan terhapus dan isi tabel yang tersisa adalah :

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Jabatan

1

Amir

pria

manager

2

Budi

pria

supervisor

 

 


4.6.7 Menggunakan Logical Operator

 

Tabel pegawai yang kita gunakan :

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Jabatan

1

amir

pria

manager

2

budi

pria

supervisor

3

cika

wanita

staff

 

Logical Operator pada SQL terdiri dari 3, yakni :

  • AND
  • OR
  • NOT

 

SELECT * FROM pegawai

WHERE jenis_kelamin = “pria” AND jabatan = “manager”;

 

Hasil:

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Jabatan

1

amir

pria

manager

 

 

SELECT * FROM pegawai

WHERE jenis_kelamin = “pria” OR jabatan = “manager”;

 

Hasil :

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Jabatan

1

amir

pria

manager

2

budi

pria

supervisor

 

 

SELECT * FROM pegawai

WHERE jenis_kelamin NOT “pria”;

 

Hasil:

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Jabatan

3

cika

wanita

staff

 

 

4.6.8 Menggunakan Keyword Distinct

 

SELECT DISTINCT(jenis_kelamin) FROM pegawai;

 

Hasil:

Jenis_Kelamin

pria

wanita

 

 

4.6.9 Menggunakan Fungsi Aggregat

 

Fungsi aggregat dalam SQL terdiri dari :

  • MIN() : Nilai minimum
  • MAX(): Nilai maximum
  • SUM(): Hasil penjumlahan nilai-nilai
  • AVG(): Nilai rata-rata
  • COUNT(): Hitung jumlah entry

 

Tabel yang kita gunakan :

Id

Nama

Jenis_Kelamin

Gaji

1

amir

pria

10000

2

budi

pria

5000

3

cika

wanita

3000

 


SELECT MIN(gaji) FROM pegawai;

 

Hasil:

min(gaji)

3000

 

SELECT MAX(gaji) FROM pegawai;

 

Hasil:

max(gaji)

10000

 

SELECT SUM(gaji) FROM pegawai;

 

Hasil:

sum(gaji)

18000

 

SELECT AVG(gaji) FROM pegawai;

 

Hasil:

avg(gaji)

6000

 

SELECT COUNT(gaji) AS hitung FROM pegawai;

 

Hasil:

hitung

3

 

 


4.6.10 Menggunakan Fungsi Matematikal

 

Fungsi matematikal dasar pada SQL yakni :

  • Penjumlahan (+)
  • Pengurangan (-)
  • Perkalian (*)
  • Pembagian (/)
  • Moduluss (%)

 

SELECT 6+3;

 

Hasil:

6+3

9

 

SELECT 6-3;

 

Hasil:

6-3

3

 

SELECT 6*3;

 

Hasil:

6*3

18

 

SELECT 6/3;

 

Hasil:

6/3

2

 

SELECT 7%3;

 

Hasil:

7%3

1

 

 

4.6.11 Operasi pada Kolom Tipe Date

 

Format tanggal yang biasanya digunakan yakni YYYY-MM-DD. YYYY menunjukkan tahun sebanyak 4 digit, MM menunjukkan bulan sebanyak 2 digit, dan DD menunjukkan tanggal sebanyak 2 digit.

 

Contoh tabel data:

Id

Nama

Tgl_lahir

1

Amir

1978-03-05

2

Budi

1977-10-23

3

Cika

1980-05-04

4

Dina

1977-05-19

5

Riko

1980-12-07

 

Menggunakan operator <= dan >=

 

SELECT * FROM data

WHERE tgl_lahir >= ’1978-01-01′;

 

Hasil:

Id

Nama

Tgl_lahir

1

Amir

1978-03-05

3

Cika

1980-05-04

5

Riko

1980-12-07

 

Menggunakan perintah BETWEEN

 

SELECT *FROM data

WHERE tgl_lahir BETWEEN ’1970-01-01′ AND ’1978-01-01′;

 

Hasil:

Id

Nama

Tgl_lahir

2

Budi

1977-10-23

4

Dina

1977-05-19

 

4.6.12 Hubungan Antar Tabel

 

Misalkan kita mempunyai dua tabel pegawai dan anak, seperti berikut :

 

Tabel pegawai

Id

Nm_depan

Nm_belakang

Jabatan

1

amir

sukandi

manager

2

budi

perdana

supervisor

3

cika

wibisono

staff

4

dina

budiman

staff

5

riko

firmansyah

staff

 

Tabel anak

Id_pegawai

Nm_anak

Jns_kelamin

1

miranda

wanita

1

desi

wanita

2

anton

pria

4

ratna

wanita

4

bayu

pria

 

 

Menggabungkan Isi Tabel

 

SELECT pegawai.id, CONCAT (anak.nm_anak, “ “, pegawai.nm_belakang) AS nama_lengkap_anak

FROM pegawai, anak

WHERE pegawai.id = anak.id;

 

Hasil:

Id_pegawai

Nama_lengkap_anak

1

miranda sukandi

1

desi sukandi

2

anton perdana

4

ratna budiman

4

bayu budiman

 

SELECT P.id, P.nm_depan AS orang_tua, A.nm_anak, A.jns_kelamin

FROM pegawai P, anak A

WHERE p.id = a.id_pegawai;

 

Hasil:

Id

Orang_tua

Nm_anak

Jns_kelamin

1

amir

miranda

Wanita

1

amir

desi

Wanita

2

budi

anton

Pria

4

dina

ratna

Wanita

4

dina

bayu

Pria

 

 

Menghitung Jumlah Anak

 

SELECT P.id, P.nm_depan, COUNT(*)

FROM pegawai P, anak A

WHERE P.id = A.anak

GROUP BY P.id, P.nm_depan;

 

Hasil:

Id

Nm_depan

Count

1

amir

2

2

budi

1

4

dina

2

 

 

4.6.13 Tipe-tipe Data pada Database

 

Terdapat tiga tipe yang umum digunakan dalam database, yaitu:

  • Integer
  • Text
  • Date

 

Tipe data numerik

 

Sebagai tambahan dari int (tipe data integer), terdapat juga tipe-tipe berikut ini:

  • TINYINT: angka sangat kecil, cocok untuk umur ataupun jumlah anak. Terdiri dari angka 0 to 255 jika kondisi UNSIGNED. Namun jangkauannya antara -128 sampai 127
  • SMALLINT: cocok untuk angka antara 0 sampai 65535 (kondisi UNSIGNED). Jangkauannya dari -32768 sampai 32767
  • MEDIUMINT: 0 to 16777215 dalam kondisi UNSIGNED. Namun jangkauannya dari -8388608 sampai 8388607
  • INT: dalam kondisi UNSIGNED, integer mencakup 0 sampai 4294967295. Namun kapasitasnya dari -2147683648 sampai 2147683647
  • BIGINT: memiliki jangkauan yang besar dari angka                                 -9223372036854775808 sampai 9223372036854775807
  • FLOAT: memiliki angka di belakang koma (1 angka)
  • DOUBLE: memiliki angka di belakang koma (2 angka)
  • DECIMAL: memiliki angka di belakang koma yang diset menjadi string

Tipe data date/tanggal

 

  • DATE: YYYY-MM-DD (4 digit tahun diikuti dengan 2 digit bulan dan 2 digit tanggal)
  • TIME: hh:mm:ss (Hours:Minutes:Seconds atau Jam:menit:detik)
  • DATETIME: YYYY-MM-DD hh:mm:ss (tanggal dan waktu dipisahkan dengan menggunakan spasi)
  • TIMESTAMP: YYYYMMDDhhmmss (tanggal dan waktu digabung)
  • YEAR: YYYY (4 digit year)

 

Tipe data text

  • CHAR(x): x dapat diisi dari 1 sampai 255
  • VARCHAR(x): jangkauan x dari 1 sampai 255
  • TINYTEXT: text kecil dan sedikit, case insensitive
  • TEXT: text lebih panjang, case insensitive
  • MEDIUMTEXT: kapasitas text medium, case insensitive
  • LONGTEXT: text sangat pangjang, case insensitive
  • TINYBLOB: Blob berarti Binary Large OBject. Blobs dapat digunakan untuk pencarian case sensitive
  • BLOB: blob yang lebih besar, case sensitive
  • MEDIUMBLOB: blob medium, case sensitive
  • LONGBLOB: blob sangat besar, case sensitive
  • ENUM: tipe data Enumeration mempunyai nilai fix dan kolom hanya dapat memiliki hanya 1 nilai dari set yang diberikan
  • SET: perluasan dari ENUM. Nilai fix, ditempatkan setelah deklarasi SET

 

 

4.7    Inisialisasi dan Terminasi Koneksi Database

 

Beberapa cara untuk membuat inisialisasi koneksi pada MySQL:

  • Pada prompt ketik :

mysql -u [..DBUSERNAME..] -h [..DBSERVER..] -p [..DBNAME..]

 

Contoh:

Mysql –u admin –h localhost –p test

 

  • Untuk koneksi dari PHP :

<?

mysql_connect(“DBYOURDOMAIN”, “DBUSERNAME”,”DBPASSWORD”) or die(mysql_error());

mysql_select_db(“DBNAME”) or die (mysql_error());

?>

 

Contoh:

<?

mysql_connect(“localhost“, “admin”, “admin”) or die(mysql_error());

mysql_select_db(“employee”) or die(mysql_error());

?>

 

  • Untuk koneksi dari Perl :

#!/usr/bin/perl

use DBI;

 

$database = “DBNAME”;

$hostname = “db.YOURDOMAIN”;

$port = “3306″;

$username = “DBUSERNAME”;

$password = ‘DBPASSWORD’;

 

$dsn = “DBI:mysql:database=$database;host=$hostname;port=$port”;

 

$dbh = DBI->connect($dsn, $username, $password) or die(“Could not connect!”);

 

$sql = “SELECT * FROM mytable”;

 

$sth = $dbh->prepare($sql);

$sth->execute;

 

while(($column1, $column2) = $sth->fetchrow_array)

{

print “C1 = $column1, C2 = $column2n”;

}

 

$dbh->disconnect;

 

DBNAME, DBUSERNAME, dan DBPASSWORD adalah nama database Anda, database username dan database password. YOURDOMAIN adalah alamat domain site dimana tidak ditulis www. di bagian depan.

 


Membuat terminasi koneksi pada MySQL:

 

Syntax yang digunakan :

 

mysql_close();

 

mysql_close([resource $link_identifier]);

 

Keterangan :

 

Mysql_close() mematikan koneksi non-persisten pada MySQL server yang terasosiasi dengan sejumlah link identifier yang spesifik. Jika link_identifier tidak dispesifik, maka yang digunakan adalah link yang terakhir kali dibuka.

 

Link yang non-persistent biasanya langsung ditutup setelah suatu skrip dieksekusi.

 

Contoh :

 

<?php

$link = mysql_connect(‘..[server_host]..’, ‘..[user]..’, ‘..[password]..’);

if (!$link) {

die(‘Could not connect: ‘ . mysql_error());

}

echo ‘Koneksi berhasil’;

 

mysql_close($link);

?>

 

Hasil : Koneksi berhasil

 

 


Membuat inisialisasi koneksi pada PostgreSQL:

 

Sebelum menggunakan PostgreSQL, sebelumnya harus membuat DSN terlebih dahulu. Informasi yang diperlukan untuk membuat DSN yakni ODBC untuk membuat sambungan ke database yang diinginkan. Pili nama server, database dan username/password.

 

 

Jika meng-klik tombol Driver, akan muncul pilihan seperti pada gambar di bawah ini.

Syntax untuk melakukan koneksi ke PostgreSQL:

 

connect([dbname], [host], [port], [opt], [tty], [user], [passwd])

 

Keterangan:

 

Connect        : untuk membuka koneksi ke database

Dbname        : nama dari database

Host             : nama dari host server

Port             : port yang digunakan oleh host server

Opt              : opsi/pilihan dari server

Tty               : file atau tty untuk pilihan keluaran debug dari back-end

User             : pengguna dari PostgreSQL

Passwd         : password untuk pengguna

 

Contoh:

 

import pg

con1 = pg.connect(‘test’, ‘localhost’, 5432, None, None, ‘admin’, ‘admin’)

con2 = pg.connect(dbname=’test’, host=’localhost’, user=’admin’, password=’admin’)

 

Membuat terminasi koneksi pada PostgreSQL:

 

Syntax yang digunakan:

postgreSQL.connection.close (connectionRef)

 

Keterangan:

 

connectionRef : menunjuk kepada koneksi yang dikembalikan dengan postgreSQL.connection.open.


 

4.8    Persistent dan non-persistent connection

 

Persistent connection adalah link-link yang tidak ditutup setelah skrip berhasil dieksekusi. Saat koneksi persisten dipanggil, maka akan dicek apakah ada koneksi persisten yang identik yang sudah dipanggil sebelumnya, jika ada, maka akan digunakan koneksi tersebut. Koneksi yang identik adalah koneksi yang dijalankan dengan host sama, username yang sama, serta password yang sama.

 

Persistent connection digunakan karena alasan efisiensi. Persistent connection bagus jika biaya pembuatan link pada server tinggi. Tingginya biaya tergantung dari banyak faktor yang berbeda. Intinya persistent connection dapat membantu karena dapat membuat koneksi sekali untuk seluruh siklus, dibandingkan jika setiap kali halaman diproses memerlukan koneksi ke server.

 

Persistent connection didisain untuk one-to-one mapping untuk koneksi yang umum. Artinya anda selalu dapat menggantikan persistent connection dengan non-persistent connection dan hal itu tidak akan mengubah cara kerja dari skrip, namun mungkin dapat merubah efisiensi dari skrip.

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1.      Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
    1. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
    2. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
    3. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
    4. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
      1. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.


 

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.          Sumber-sumber Perpustakaan

           

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

5.3.          Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan

Judul/Nama Pelatihan        : Membuat Program Basis Data Berbasis Mysql/Postgresql

Kode Program Pelatihan    : TIK PR08.007.01

 

No

Unit Kompetensi

Kode Unit

Daftar Peralatan

Daftar Bahan

Keterangan

1 Membuat Program Basis Data Berbasis Mysql/Postgresql TIK PR08.

007.01

- Hardware Optimal : CPU Pentium IV, RAM 512MB, Hardisk 80GB, Monitor 15”

 

-CD Software MySQL atau PostgreSQL

- CD Software OS: Microsoft Windows XP atau Linux Redhat

-

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Diktat :
    • Sugiana, Owo. SQL dengan Postgres

 

  • Website :
    • http://www.tizag.com/mysqlTutorial/
    • http://www.webdevelopersnotes.com/tutorials/sql/index.php3
    • http://pginstaller.projects.postgresql.org/
    • http://www.modwest.com/help/kb6-60.html –> connectMySQL
    • http://doc.powerdns.com/configuring-db-connection.html
    • http://publib.boulder.ibm.com/infocenter/idshelp/v10/index.jsp?topic=/com.ibm.ddi.doc/ddi114.htm
    • http://pgsqld.active-venture.com/pygresql-connect.html
    • http://www.php5.idv.tw/modules.php?mod=books&act=show&shid=1804
    • http://id.php.net/mysql-close

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: