Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

MEMBUAT PROGRAM APLIKASI WEB BERBASIS ASP

TIK.PR08.010.01

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

 

DAFTAR ISI. 2

 

BAB I. 5

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 5

1.2 Penjelasan Modul 5

1.2.1 Desain Modul 5

1.2.2 Isi Modul 6

1.2.3 Pelaksanaan Modul 6

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 7

1.4 Pengertian Istilah-istilah. 7

 

BAB II. 9

2.1 Peta Paket Pelatihan. 9

2.2 Pengertian Unit Standar 9

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 10

2.3.1 Kode dan Judul Unit 10

2.3.2 Deskripsi Unit 10

2.3.3 Elemen Kompetensi 10

2.3.4 Batasan Variabel 11

2.3.5 Panduan Penilaian. 11

2.3.6 Kompetensi Kunci 13

 

BAB III. 14

3.1 Strategi Pelatihan. 14

3.2 Metode Pelatihan. 15

 

BAB IV. 16

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 16

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 16

4.3 Menjelaskan kebutuhan software. 17

4.3.1 Persyaratan sistem operasi (Windows) dan web server diidentifikasi   (PWS, IIS) 18

4.3.2 Kalibrasi web server agar program scripting ASP berjalan optimal dengan web server dilakukan  18

4.3.3 Pengujian web server untuk memeriksa apakah web server berjalan dengan optimal dilakukan  20

4.4 Menjelaskan elemen-elemen programming dalam ASP. 21

4.4.1 Control structures, fungsi-fungsi dan variabel-variabel diidentifikasi 21

4.4.2 Request data dari form GET dan POST dilakukan. 25

4.5 Melakukan koneksi dan manipulasi basis data. 26

4.5.1 Pengaksesan data menggunakan ADO (ActiveX Data Objects)       dilakukan. 27

4.6 Membuat Komponen. 30

4.6.1 Siklus pembuatan komponen untuk ASP dijelaskan. 30

4.6.2 Komponen dibuat 31

4.7 Penyimpanan status variabel 32

4.7.1 Data   disimpan  melalui session dan application objects 33

4.7.2 Cookie Digunakan. 35

4.8 Teknik-Teknik Meningkatkan Unjuk Kerja. 38

4.8.1 Teknik-teknik caching, refreshing, client-pull dan buffering digunakan untuk meningkatkan unjuk kerja. 39

4.9 Menggunakan XML dengan ASP. 40

4.9.1 Pemanfaatan XML pada ASP untuk meningkatkan performa dan kemudahan dalam mengembangkan situs dijelaskan. 41

4.10 Menjelaskan Teknik-Teknik Sekuritas 42

4.10.1 Konsep dan masalah sekuritas pada ASP, teknik otorisasi dan SSL dijelaskan  42

 

BAB V. 44

5.1 Sumber Daya Manusia. 44

5.2 Literatur 45

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan. 45

 

DAFTAR PUSTAKA. 46

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain:

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Standar Kompetensi

 

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR02.002.01 Membuat algoritma pemrograman
  2. TIK.PR02.003.01 Membuat struktur data
  3. TIK.PR02.004.01 Menggunakan spesifikasi program
  4. TIK.PR02.005.01 Menulis Program Dasar
  5. TIK.PR02.006.01 Menulis program lanjut
  6. TIK.PR02.008.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman terstruktur
  7. TIK.PR02.009.01 Mengoperasikan bahsa pemrograman berorientasi objek

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari mengenai  pedoman membuat program aplikasi web berbasis ASP.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan pembuatan pengelolaan, pemeliharaan dan konfigurasi aplikasi web berbasis ASP.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.PR08.010.01

Judul Unit     : Membuat Program Aplikasi Web Berbasis ASP

 

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk membuat program aplikasi web berbasis ASP dengan menjelaskan server side scripting, pemanfaatannya dengan HTML dan memanfaatkan berbagai macam komponen COM

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01   Menjelaskan kebutuhan software 1.1      Persyaratan sistem operasi (Windows) dan web server diidentifikasi (PWS, IIS).

 

1.2      Kalibrasi web server agar program scripting ASP berjalan optimal dengan web server dilakukan.

 

1.3      Pengujian web server untuk memeriksa apakah web server berjalan dengan optimal dilakukan.

 

02   Menjelaskan elemen-elemen programming dalam ASP 2.1    Control structures, fungsi-fungsi dan variabel-variabel diidentifikasi.

 

2.2    Request data dari form GET dan POST dilakukan.

 

03    Melakukan koneksi dan manipulasi basis data 3.1    Pengaksesan     data      menggunakan     ADO (ActiveX Data Objects) dilakukan.
04    Membuat components 4.1   Siklus     pembuatan   komponen    untuk    ASP dijelaskan.

4.2    Komponen dibuat.

05    Penyimpanan status variabel 5.1   Data   disimpan  melalui session dan application objects.

5.2    Cookie digunakan.

06   Teknik-teknik meningkatkan unjuk kerja 6.1  Teknik-teknik caching, refreshing, client-pull dan buffering digunakan untuk meningkatkan unjuk kerja.

 

07   Menggunakan XML dengan ASP 7.1 Pemanfaatan XML pada ASP untuk meningkatkan performa dan kemudahan dalam mengembangkan situs dijelaskan.
08   Menjelaskan teknik-teknik sekuritas 8.1  Konsep dan masalah sekuritas pada ASP, teknik otorisasi dan SSL dijelaskan

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi

2. Membuat Program Aplikasi Web Berbasis ASP bersifat internal pada bidang  teknologi informasi dan komunikasi

2.3.5 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari:

1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan       kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut ini:

1.1  Pengetahuan Dasar

1.1.1    Membuat algoritma pemrograman

1.1.2    Membuat struktur data

1.1.3    Menggunakan spesifikasi program

1.1.4    Mengoperasikan bahasa pemrograman terstruktur

 

1.2            Keterampilan Dasar

1.2.1    Mengoperasikan sistem komputer

1.2.2    Mengoperasikan bahasa pemrograman

 

2.  Konteks penilaian

Unit harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara teori dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1     Kemampuan untuk mempersiapkan kebutuhan software dan hardware sistem dan melakukan optimasi

3.2     Kemampuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen programming dalam ASP

3.3     Kemampuan untuk melakukan koneksi ke basis data dan memanipulasi data

3.4     Menjelaskan siklus pembuatan komponen untuk ASP

3.5     Menjelaskan konsep dari status variabel pada cookie dan session

3.6     Kemampuan untuk melakukan kalibrasi performa menggunakan teknik-teknik dalam ASP

3.7     Menjelaskan konsep penggunaan XML dengan ASP

3.8     Menjelaskan konsep, teknik dan masalah sekuritasi dalam ASP

 

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1 Unit ini tidak di dukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang lain.

4.1.1 TIK.PR02.002.01 Membuat algoritma pemrograman

4.1.2 TIK.PR02.003.01 Membuat struktur data

4.1.3 TIK.PR02.004.01 Menggunakan spesifikasi program

4.1.4 TIK.PR02.005.01 Menulis Program Dasar

4.1.5 TIK.PR02.006.01 Menulis program lanjut

4.1.6 TIK.PR02.008.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman terstruktur

4.1.7 TIK.PR02.009.01 Mengoperasikan bahsa pemrograman berorientasi objek

 

4.2  Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bisa terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

 NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

 

 

BAB III

Strategi dan Metode Pelatihan

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan konsep pemrograman berbasis ASP dengan tepat
  • Siswa dapat menuliskan algoritma pemograman ASP dengan baik.

 

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan pemrograman berbasis web
  • Siswa dapat menggolongkan perintah apa saja yang temasuk perintah ASP
  • Siswa mengerti dan mampu menerapkan control structures
  • Siswa dapat menggolongkan perintah apa saja yang termasuk HTML
  • Siswa dapat menjelaskan penggunaan Web server
  • Siswa mengerti apa yang dimaksud dengan request data post dan get
  • Siswa dapat membuat dan mengaplikasikan pengaksesan data ADO
  • Siswa mengerti apa yang dimaksud dengan komponen ASP
  • Siswa mengerti penerapan komponen ASP dalam pembuatan web
  • Siswa mampu menyebutkan jenis-jenis perintah dalam pemrograman web
  • Siswa mengerti apa yang dinamakan session dan application object
  • Siswa dapat mengelola dan mengoperasikan pemrograman web ASP dengan baik dan benar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Menjelaskan kebutuhan software

Sebelum mempelajari ASP, anda perlu memahami terlebih dahulu pengetahuan tentang bahasa pemrograman web HTML, karena semua response yang akan dikirim dari sisi server ke sisi client (browser) harus ditampilkan ke dalam bentyk struktur HTML.

 

Jadi itu sebabnya kenapa anda harus memahami terlebih dahulu mengenai dasar HTML. Cara membuat tabel, form, link, dan sebagainya. Selain itu, karena ASP menggunakan Vbscript dan VB, maka bila anda telah memounyai pengetahuan akan dasar-dasar VB, proses pembelajaran ASP akan menjadi lebih mudah.

 

File ASP pada dasarnya sama seperti file HTML, karena file ASP  dapat mengandung teks, HTML, XML, dan script. Script dalam suatu file ASP dijalankan di sisi server.

 

ASP berbeda dengan HTML, perbedaannya adalah ketika browser meminta suatu file HTML, server akan mengirim file tersebut, sedangkan ketika browser meminta suatu ASP file, IIS akan mengirimkan permintaan tersebut ke ASP engine, kemudian ASP engine akanmembaca ASP file, baris per baris, dan menjalankan script dalam file tersbeut, setelah itu hasil eksekusi akan dikirimkan di browser dan ditampilkan untuk user.

 

Keunggulan bahasa pemrograman web ASP dapat diuraikan sebagai berikut:

  • ASP dapat mengatur tampilan halaman web secara dinamis

 

  • Melakukan response terhadap permintaan dan data yang dikirim user melalui suatu form

 

  • Mampe mengakses data atau database dan mengirimkan hasilnya ke browser

 

  • Dapat mengatur tampilan halamn web yang lebih sesuai dengan kehendak user

 

  • Lebih cepat dan sederhana (dibandingkan dengan CGI dan Perl)

 

  • ASP lebih aman digunakan karena kode ASP tidak dapat ditampilkan oleh browser

 

  • Hasil dari file ASP compatible atau dapat ditampilkan oleh browser manapun

 

  • Menurunkan traffic network

 

 

4.3.1  Persyaratan sistem operasi (Windows) dan web server diidentifikasi (PWS, IIS)

ASP singkatan dari Active Server Pages, adalah suatu program yang berjalan di dalam IIS (Internet Information System). IIS sendiri merupakan free component yang ada pada Windows 2000 dan XP, serta merupakan bagian dari Windows NT 4.0 Option Pack. Sedangkan yang dimaksud dengan PWS adalah versi IIS yang lebih kecil. PWS dapat ditemukan pada Winfows 95/98 CD.

 

 

4.3.2  Kalibrasi web server agar program scripting ASP berjalan optimal dengan web server dilakukan

Berikut ini adalah cara untuk menginstall IIS dan menjalankan ASP pada Windows 2000 :

  • Pilih tombol Start, masuk ke Setting > Control Panel
  • Pada halaman Control Panel pilih Add/ Remove Program
  • Pada halaman Add/ Remove Program pilih Add/ Remove Windows Component
  • Pada halaman Wizard check list Internet Information Services, lalu klik OK
  • Sebuah Inetpub folder akan dibuat pada harddrive komputer
  • Buka Inetpub folder kemudian cari folder yang namanya wwwroot
  • Bikin sebuah folder baru, namakan apa saja, misalnya “Webku”, di dalam folder wwwroot
  • Gunakan program text editor untuk menuliskan beberapa kode pemrograman ASP, simpan file tersebut dengan ekstention .asp (seperti “test.asp”) dalam folder “Webku”
  • Untuk memastikan web server komputer berjalan – check apakah sebuah icon baru (simbol IIS) telah ditambahkan pada task bar. Clik icon tersebut dan tekan tombol Start pada halamna yang muncul.
  • Buka browser dan ketikkan alamat “http://localhost/Webku/test.asp” untuk melihat halaman ASP yang  tadi dibuat.

 

Berikut ini adalah cara untuk menginstall IIS dan menjalankan ASP pada Windows XP :

∞  Masukkan CD Windows XP Professional ke CD-Rom drive

∞  Tekan tombol Start, masuk ke Settings > Control Panel

∞  Pada halaman Control Panel pilih Add/ Remove Program

∞  Pada halaman Add/ Remove Program pilih Add/ Remove Windows Component

∞  Pada halaman Wizard, check list Internet Information System, klik OK

∞  Sebuah Inetpub folder akan dibuat pada harddrive

∞  Buka folder Inetpub, cari sebuah folder yang namanya wwwroot

∞  Buatlah sebuah folder baru, seperti “Webku” dalam folder wwwroot

∞  Gunakan program text editor untuk menuliskan beberapa kode pemrograman ASP, simpan file tersebut dengan ekstention .asp (seperti “test.asp”) dalam folder “Webku”

∞  Pastikan web server komputer berjalan – check apakah sebuah icon baru (simbol IIS) telah ditambahkan pada task bar. Clik icon tersebut dan tekan tombol Start pada halaman yang muncul.

∞  Buka browser dan ketikkan alamat “http://localhost/Webku/test.asp” untuk melihat halaman ASP yang  tadi dibuat

 

Berikut ini adalah gambar Windows Component Wizard untuk memilih IIS :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut ini adalah gambar Internet Information Services (IIS) yang sudah berjalan:

 

 

 

 

4.3.3 Pengujian web server untuk memeriksa apakah web server berjalan dengan optimal dilakukan

Untuk pengujian apakah IIS yang telah kita install dapat berjalan dengan normal atau tidak, hanya perlu membuka internet explorer dan menulis localhost pada kolom addressnya seperti ”http://localhost/” maka setelah penulisan address tersebut akan muncul dilayar seperti gambar dibawah ini:

 

 

 

 

4.4 Menjelaskan elemen-elemen programming dalam ASP

Penulisan bahasa pemrograman ASP terdiri dari elemen-elemen seperti tag HTML, script, dan teks. Untuk menandai script HTML, gunakan tanda baca <% dan %>. Tag-tag dan ketentuan HTML tidak berubah. Tanda baca  <% dan %> tujuannya untuk memberitahukan IIS bahwa baris tersebut adalah script dan bukan suatu HTML

 

 

4.4.1 Control structures, fungsi-fungsi dan variabel-variabel diidentifikasi

Alternatif lain untuk menuliskan skrip ASP adalah dengan menggunakan bentuk <%= perintah %>. Di belakang tanda <%=, kita bisa meletakkan suatu perintah. Dalam hal ini, nilai perintah itulah yang akan dikirimkan ke halaman web. Sebagai contoh, skrip berikut ini:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Contoh 2</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

1 + 1 =&nbsp<%= 1+1 %>

</BODY>

</HTML>

 

Pada contoh di atas, <%= 1+1%> merupakan skrip yang menampilkan hasil perintah 1+1. Maka hasil dari skrip diatas kan menampilkan sebagai berikut:

1 + 1 = 2

 

Variabel menyatakan suatu lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai dan nilai yang ada di dalamnya bisa diubah.

 

Variabel dibedakan menjadi dua, variabel varian dan variabel objek. Variabel varian adalah variabel yang dapat menampung tipe varian (dapat berupa bilangan, string, atau tanggal), sedangkan variabel objek digunakan untuk merefrensi ke suatu objek.

 

Suatu variabel dapat dideklerasikan dengan pernyataan Dim. Sebagai contoh:

 

Dim strUcapan

 

Merupakan pernyataan untuk mendeklarasikan variabel bernama strUcapan. Dan variabel yang telah dideklarasikan dapat diberi nilai dengan cara sebagai berikut:

 

strUcapan = ”Belajar ASP”

 

dengan cara diatas ini maka, strUcapan akan berisi string ”Belajar ASP”.

 

Berikut ini merupakan tipe-tipe variabel yang digunakan dalam ASP:

Tipe Keterangan
Boolean Menyatakan nilai true atau false. True identik dengan angka 1 dan false ekivalen dengan angka 0.
Byte Menyatakan bilangan bulat antara 0 sampai dengan 255.
Integer Menyatakan bilangan bulat antara -32768 sampai dengan 32767
Long Menyatakan bilangan bulat antara -2147483648 sampai dengan 2147483647.
Single Menyatakan bilangan real.

Untuk nilai negatif:-1.4E-45 s/d -3.4E38

Untuk nilai positif: 1.4E-45 s/d 3.4E38

Catatan: E menyatakan notasi sains. E-45 berati 10-45 dan E38 berati 1038.

Double Menyatakan bilangan real.

Untuk nilai negatif:-4.9E-324 s/d -1.8E308

Untuk nilai positif: 4.9E-324 s/d 1.8E308

Date Menyatakan tanggal
String Menyatakan data string (deretan karakter).

Karakter dapat berupa angka, huruf, atau simbol seperti + dan *

Object Menyatakan object
Error Menyatakan nilai suatu kesalahan
Empty Menyatakan variabel telah diciptakan, tetapi belum diberi nilai
Null Menyatakan belum berisi data. Pemogram harus memberikan nilai Null secara eksplisit untuk menyatakan Null

Konstanta adalah nilai yang diberi nama yang tidak berubah dalam skrip. Contoh penggunaannya:

 

<%

const PI =3.14

%>

 

Untuk operator dalam ASP hampir sama dengan semua opertator dalam bahasa pemograman, berikut ini adalah operator aritamtika yang digunakan dalam ASP:

 

+

Operator penjumlahan

-

Operator pengurangan

^

Operator perpangkatan

*

Operator perkalian

/

Operator pembagian menghasilkan nilai real

\

Operator pembagian menghasilkan nilai bulat

Mod

Operator sisa pembagian (cth: 5 Mod 2 maka hasilnya adalah 1).

 

Selain operator aritmatika ASP juga menggunakan operator pembanding. Berikut ini adalah operator pembanding dalam ASP:

 

=

Kesamaan

<>

Ketidaksamaan

>

Lebih dari

<

Kurang dari

>=

Lebih dari atau sama dengan

<=

Kurang dari atau sama dengan

 

Operator logika biasa digunakan untuk membentuk suatu keadaan logika berdasarkan sebuah atau dua buah ekspresi kondisi. Berikut adalah operatornya:

 

And

Dan

Or

Atau

Xor

Atau ekslusi

Eqv

Ekuivalensi

Imp

Implikasi

Not

Bukan

 

Pernyataan if merupakan suatu pernyataan yang berguna untuk melakukan pengambilan keputusan terhadap dua buah kemungkinan. Peryataan if sendiri pada dasarnya memiliki dua buaha bentuk, yaitu yang tidak mengandung else dan yang mengandung else. Betuk sederhana pernyataan if berupa:

 

If (kondisi) then

Peryataan

EndIf

Peryataan if disertakan dengan else:

If (kondisi) {

Peryataan_x

Else

Pernyataan_y

EndIf

 

Pernyataan select case memungkinkan untuk melakukan sejumlah tindakan. Berbeda terhadap sejumlah kemungkinan nilai. Bentuk perintah ini:

Select Case ekspresi

Case nilai_1

Pernyataan_1

Case nilai_2

Pernyataan_2

Case nilai_3

Pernyataan_3

Case Else

Pernyataan_n

End Select

 

Pernyataan pengulangan, pengulangan adalah suatu tindakan untuk melakukan hal yang serupa berkali-kali. Menampilkan tulisan ASP seratus kali merupakan contoh suatu pengulangan.menampilkan semua bilangan genap yang terletak antara 1 sampai 100 juga merupakan contoh suatu pengulangan. Untuk mendukung penulisan kode yang melibatkan pengulangan secara praktis, Vbscript menyediakan pernyataan pernyataan berikut:

  • Do While…Loop
  • Do…Loop While
  • Do Until…Loop
  • Do…Loop Until
  • For

 

 

4.4.2 Request data dari form GET dan POST dilakukan

Salah satu keungggulan penggunaan metode Post adalah bahwa request yang dikirimkan ke server tidak tercantum pada URL browser yang dapat berimplikasi pada masalah keamanan, di mana user dapat mempelajari bagaimana program melakukan request dan response yang dihasilkan.

 

Sebenarnya caranya sederhana dan mudah untuk membedakan. Jika suatu skrip ASP dipanggil melalui metode GET, data pada formulir yang memanggilnya dapat diakses dengan menggunakan Request.QueryString. Namun, jika yang digunakan adalah metode POST, kita perlu memakai Request.Form.

 

Berikut merupakan contoh sebuah skrip HTML yang menggunakan metode GET:

 

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Contoh GET</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<FORM ACTION = “infoget.asp” METHOD = “GET”>

Kode buku :

<INPUT TYPE = “TEXT” NAME = “kodebuku” SIZE = “8″

MAXLENGTH = “8″>

<BR>

Judul :

<INPUT TYPE = “TEXT” NAME = “judul” SIZE = “50″

MAXLENGTH = “50″>

<BR><BR>

<INPUT TYPE = “SUBMIT” VALUE = “Kirim”>

<INPUT TYPE = “RESET”  VALUE = “Kosongkan”>

</FORM>

</BODY>

</HTML>

 

Dan berikut ini merupakan skrip ASP untuk mengambil data dengan metode GET:

 

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Contoh Request.QueryString</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Kode buku: <%= Request.QueryString(“kodebuku”) %>

<BR>

Judul: <%= Request.QueryString(“judul”) %>

</BODY>

</HTML>

 

Sedangkan untuk skrip html untuk menggunakan POST, cukup mengganti method pada form yang ada diatas dari GET menjadi POST. Dan berikut ini merupakan skrip ASP untuk menggambil data dengan metode POST:

 

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Contoh Request.Form</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Kode buku: <%= Request.Form(“kodebuku”) %>

<BR>

Judul: <%= Request.Form(“judul”) %>

</BODY>

</HTML>

 

 

4.5 Melakukan koneksi dan manipulasi basis data

Objek Connection adalah objek ADO yang berfungsi untuk membentuk koneksi database secara eksplisit. Koneksi database merupakan suatu keharusan sebelum kita mengakses database.

 

Ketika kita memanggil Open pada objek recordset , sebenarnya kita juga membentuk koneksi ke database, tetapi secara implisit. Disebut implisit karena kita tidak menyadari kalau kita sesungguhnya juga membentuk koneksi ke database yang melibatkan objek Connection.

 

Berikut ini merupakan contoh membentuk koneksi, membuka tabel dan menutup koneksi:

 

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Contoh Objek Connection</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<%

’membuat koneksi

Dim koneksi

Set koneksi = Server.CreateObject(“ADODB.Connection”)

Koneksi.Open “DSN=DataBuku; uid=Delfi; pwd=xyz123″

’membuka tabel

Dim RSBuku

Set RSBuku = Server.CreateObject(“ADODB.recordset”)

RSBuku.Open “SELECT JUDUL FROM Buku ORDER BY JUDUL;”, koneksi

 

Do While Not RSBuku.Eof

Response.Write RSBuku(“JUDUL”) & “<BR>”  & vbCrLf

 

RSBuku.MoveNext

Loop

 

‘Tutup dan bebaskan objek recordset

RSBuku.Close

Set RSBuku = Nothing

 

‘Tutup dan bebaskan objek connection

koneksi.Close

Set koneksi = Nothing

%>

</BODY>

</HTML>

 

 

4.5.1 Pengaksesan     data      menggunakan     ADO (ActiveX Data Objects) dilakukan

ADO didesain untuk penggunaan database dalam koneksi yang tidak terputus, misalnya dalam LAN kita tidak perlu memutuskan koneksi saat selesai melakukan operasi database. Akan tetapi lain halnya dengan web dimana koneksi dengan database tidak bisa dilakukan terus menerus.

 

Maka kita membuat koneksi database, mengupdate database lalu memutuskan koneksi tersebut. Representasi Data ADO dalam memori menggunakan recordset. Pada ADO, Recordset merupakan Tabel tunggal dan Recordset terdiri atas banyak tabel database yang akan menggunakan join query untuk menghubungkan semua tabel database menjadi satu tabel tunggal.

Recordset pada ADO terdiri atas banyak baris data. Untuk mengakses data dalam setiap baris Recordset menggunakan method MoveNext. Pada ADO koneksi database dilakukan dengan pemanggilan ke OLE DB Provider.

Contoh berikut menunjukan cara menggunakan ADO untuk memproses peryataan SQL untuk menambahkan field:

 

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Contoh Pemakaian Objek Command</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<!–#include file=”../adovbs.inc” –>

<%

‘ Kalau ada kesalahan lanjutkan ke pernyataan berikutnya

On Error Resume Next

 

‘ Bentuk koneksi

Dim koneksi

Set koneksi = Server.CreateObject(“ADODB.Connection”)

koneksi.Open “DSN=DataBuku; uid=user; pwd=”

 

‘ Periksa kesalahan

Dim objError, i, terjadiError

 

If koneksi.Errors.Count > 0 Then

terjadiError = False

 

Set objError = Server.CreateObject(“ADODB.Error”)

For i=0 To koneksi.Errors.Count – 1

If koneksi.Errors(i).Number <> 0 Then

Response.Write “Error: ” & _

koneksi.Errors(i).Description & _

“<BR>” + vbCrLf

 

terjadiError = True

End If

Next

 

‘ Bebaskan objek Error

Set objError = nothing

 

If terjadiError = True Then

‘ Tutup dan bebaskan objek Connection

koneksi.Close

Set koneksi = nothing

 

Response.End

End If

End If

 

‘ Buat objek Command

Dim objCommand

 

Set objCommand = Server.CreateObject(“ADODB.Command”)

Set ObjCommand.ActiveConnection = koneksi

objCommand.CommandText = “ALTER TABLE Buku ADD FOTO CHAR(24)”

objCommand.CommandType = adCmdText

objCommand.Execute

 

‘ Periksa kesalahan

If koneksi.Errors.Count > 0 Then

terjadiError = False

 

Set objError = Server.CreateObject(“ADODB.Error”)

For i=0 To koneksi.Errors.Count – 1

If koneksi.Errors(i).Number <> 0 Then

Response.Write “Error: ” & _

koneksi.Errors(i).Description & _

“<BR>” + vbCrLf

 

terjadiError = True

End If

Next

 

‘ Bebaskan objek Error

Set objError = nothing

 

If terjadiError = True Then

‘ Tutup dan bebaskan objek Connection

koneksi.Close

Set koneksi = nothing

 

Response.End

End If

End If

 

Response.Write “Field baru telah ditambahkan”

 

‘ Tutup dan bebaskan objek Connection

koneksi.Close

Set koneksi = nothing

%>

</BODY>

</HTML>

 

 

4.6 Membuat Komponen

            Komponen adalah file class visual basic (karena kita menggunakan VB). Dengan menggunakan komponen, kita memiliki keunggulan keunggulan berikut:

  1. Komponen memberikan fasilitas pemisahan logika aplikasi dengan tampilan /presentasi.

 

  1. Meningkatkan kode reuse atau penggunaan ulang kode program yang sudah ada sehingga kita dapat menghemat banyak waktu dan usaha dalam membuat program baru.

 

  1. Komponen dikompilasi sehingga dapat mendistribusikan komponen tanpa perlu khawatir mengenai kode dapat dibaca oleh orang lain.

 

  1. Komponen dapat dibuat dengan berbagai bahasa yang mendukung .NET.

 

  1. Komponen dapat menghasilkan aplikasi web multitier.

 

 

4.6.1 Siklus pembuatan komponen untuk ASP dijelaskan

Siklus atau langkah langkah yang perlu dilakukan dalam membuat komponen adalah:

  1. Membuat defenisi class dalam file yang disimpan dengan ekstension.vb.

 

  1. Mengkompilasi file class tersebut dengan vbc (visual basic compiler) menjadi file dll.

 

  1. Meng-copy file class yang telah dikompilasi ke direktori /bin dari aplikasi web

 

 

4.6.2 Komponen dibuat

Hal yang pertama harus kita lakukan adalah buat class komponensederhana.vb berikut ini:

 

Imports System

 

Namespace belajar

 

Public Class Komponenku

Public Sub New()

EndSub

Public Function BilangHalo As String

Return “Halo, Saya Belajar ASP”

End Function

 

End Class

End Namespace

 

Simpan file ini sebagai komponensederhana.vb pada direktori c:\Inetpub\wwwroot.

Kita akan mengkompilasi file class ini dengan file compiler bernama vbc.exe yang disertakan pada .NET Framework. Kita dapat menemukan file ini pada direktori:

 

C:\WINDOWS\Microsoft.NET\Framework\v.1.0.3705

 

(Direktori ini bisa saja berbeda tergantung dari versi .NET framework kita). Supaya kita dapat mengakses vbc dari folder mana saja, kita perlu menambahkan path.

Pertama-tama kita masuk ke direktori c:\Inetpub\wwwroot kemudian cobalah memanggil vbc dengan menuliskan vbc pada consol lalu tekan Enter. Kita akan melihat pesan bahwa vbc tidak dikenali. Kemudian kita menset path ke direktori instalasi .NET Framework di mana vbc berada dengan perintah berikut:

 

C:\Inetpub\wwwroot>

 

Lalu ketikan:

 

Set

Path=c:\WINDOWS\Microsoft.NET\Framework\v.1.0.3705/:%PATH%

 

Maka apabila kita memanggil vbc dan menekan Enter, vbc akan dikenali dan tampak keterangan mengenai penggunaan vbc ini (VB Compiler).

 

Setelah vbc dikenali, kita membuat folder bin sebagai subfolder dalam c:\Inetpub\wwwroot dengan perintah berikut:

 

C:\Inetpub\wwwroot>mkdir bin

 

Setelah folder bin berhasil dibuat, kita mengkompilasi komponensederhana.vb menjadi komponensederhana.dll yang akan diletakkan dalam folder bin tersebut dengan perintah berikut:

 

C:\Inetpub\wwwroot>

 

Lalu ketikkan perntah berikut:

 

vbc /t:library /out:bin/komponensederhana.dll komponensederhana.vb

 

perintah tersebut akan menghasilkan komponensederhana.dll dalam folder bin.

Setelah komponen dibuat maka kita dapat mempergunakannya dalam ASP berikut ini cara mempergunakan komponen dalam ASP:

 

<%@ import Namespace=”belajar” %>

<script runat=”server”>

 

Sub Page_Load (s As Object, e As EventArgs)

Dim komponen1 As New komponenku()

Dim strtemp As String = komponen1.bilanghalo()

Label1.Text = strtemp

End Sub

</script>

<html>

<head>

</head>

<body>

<form runat=”server”>

<asp:label id=”label1” runat=”server”>

</asp:label>

</form>

</body>

</html>

 

 

4.7 Penyimpanan status variabel

Pengaksesan sebuah web merupakan salah satu interaksi klien dengan webserver. Agar interaksi tersebut dapat diketahui maka ada namanya session dan cookie. Yang mana session secara singkat merupakan data yang disimpan oleh server setiap klien mengakses server, sedangkan cookie merupakan data setiap server yang diakses oleh komputer klien. Pada umumnya variabel yang disimpan baik di session maupun di  cookie merupakan komputer id yang mempermudah dan mempercepat proses pengaksesan sebuah web.

 

 

4.7.1 Data   disimpan  melalui session dan application objects

Sebenarnya session diciptakan dengan sendirinya oleh ASP dalam bentuk cookie. Untuk mengetahui pengenal session, kita bisa melihat isi properti SessionId milik objek Session. Pemanggilan nya seperti berikut:

 

Session.SessionID

 

Untuk mengetahui berapa lama suatu session akan dipertahankan semenjak dibentuk , kita memeriksa isi property TimeOut milik objek session.

Variabel session dapat diciptakan melalui objek Session dengan memebentuk sebagai berikut:

 

Session(“namaVariabelSession”)=nilaiVariabelSession

 

Sedangkan untuk membaca isi variabel session, kita bisa memperolehnya dengan menggunakan skrip:

 

Session(“namaVariabelSession”)

 

Berikut ini contoh skrip penggunaan session:

 

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Membuat variabel Sesi</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<%

Session(“judul”) = “Pemrograman ASP”

Session(“pengarang”) = “Abdul Kadir”

 

Response.Write “Dua variabel sesi telah diciptakan”

%>

Judul : <%= Session(“judul”) %> <BR>

Pengarang : <%= Session(“pengarang”) %> <BR>

</BODY>

</HTML>

 

Objek Application antara lain berguna untuk mendefenisikan variabel yang berlingkup aplikasi. Dengan menggunakan koleksi bernama contents, kita bisa menciptakan variabel yang dapat diakses oleh semua skrip ASP. Pembuatan variabel seperti ini dilakukan pada berkas bernama global.asa. global.asa dapat kita buat dengan text editor dan perlu kita simpan pada direktori akar aplikasi web kita yaitu C:\Inetpub\wwroot\.

Pada berkas Global.asa ini kita bisa mendefenisikan empat buah subrutin dengan masing masing bernama Application_OnStart, Application_OnEnd, Session_OnStart, dan  Session_OnEnd. Berikut merupakan daftar subrutin pada global.asa:

 

Subrutin

Keterangan

Application_OnStart

Subrutin yang akan dijalankan begitu suatu aplikasi web dipanggil

Application_OnEnd

Subrutin yang akan dijalankan begitu suatu aplikasi web berakhir

Session_OnStart

Subrutin yang akan dijalankan begitu suatu session dimulai (session akan dijelaskan pada KUK 4.7.1)

Session_OnEnd

Subrutin yang akan dijalankan ketika suatu sesi berakhir

 

Berikut ini merupakan contoh yang menunjukkan pendeklarasian keempat subrutin yang disebutkan di atas, tetapi hanya Application_OnStart dan Appliacation_OnEnd yang dilengkapi dengan kode.

 

<SCRIPT LANGUAGE=”VBScript” RUNAT=”server”>

Sub Application_OnStart

Application.Contents(“string_koneksi”) = _

“DSN=DataBuku; uid=Delfi; pwd=xyz123″

Application.Contents(“perusahaan”) = “PT Karunia”

Application.Contents(“alamat”) = “Jl. Sukaria 23″

End Sub

 

Sub Application_OnEnd

Application.Contents(“string_koneksi”) = “”

Application.Contents(“perusahaan”) = “”

Application.Contents(“alamat”) = “”

End Sub

 

Sub Session_OnStart

‘ Kode Anda di sini

End Sub

 

 

Sub Session_OnEnd

‘ Kode Anda di sini

End Sub

</SCRIPT>

 

Pada Application_OnStart, pernyataan

Application.Contents(“string_koneksi”) = _

“DSN=DataBuku; uid=Delfi; pwd=xyz123″

 

Digunakan untuk membuat variabel bernama string_koneksi yang diisi dengan string.

 

“DSN=DataBuku; uid=Delfi; pwd=xyz123″

Berikutnya,

Application.Contents(“perusahaan”) = “PT Karunia”

Application.Contents(“alamat”) = “Jl. Sukaria 23″

 

Digunakan untuk membuat dua variabel, yaitu perusahaan dan alamat, yang secara berurutan diisi dengan string “PT Karunia” dan “jl.Sukaria 23”. Ketiga variabel itulah yang kelak bisa diakses pada semua skrip. Pada subrutin Application_OnEnd, ketiga variabel tersebut dikosongkan. Untuk menguji ketiga variabel didepan, kita bisa menuliskan skrip berikut:

 

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Menguji global.asa</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<%= Application.Contents(“perusahaan”) %>

<BR>

<%= Application.Contents(“alamat”) %>

<BR>

<%= Application.Contents(“string_koneksi”) %>

<BR>

</BODY>

</HTML>

 

 

4.7.2 Cookie Digunakan

Cookie sering digunakan untuk mengidentifikasi user. Sebuah cookie adalah file kecil yang ditanamkan pada komputer user, sehingga setiap kali computer yang sama melakukan permintaan terhadap suatu halaman dengan browser, maka cookie akan mengirim cookie tersbeut juga.

Untuk membuat cookie, gunakan perintah “Response.Cookies”. Ingat bahwa perintah Response.Cookies ini harus ditempatkan sebelum tag <html>.

Contoh, anda ingin membuat sebuah cookie dengan nama “idname” dan memberikan nilai sesuai dengan isi variable idname ke cookie tersebut:

 

<%

Response.Cookies(“idname”) = idname

Response.Cookies(“idname”).expires = DateAdd(“s”,360,now)

%>

 

Perintah Response.Cookies(“idname”).expires digunakan untuk mensetting kapan cookie tersbeut akan kadaluarsa.

Untuk mendapatkan/ mengambil nilai dari cookie, gunakan perintah “Request.cookie”. Perhatikan contoh berikut untuk mengambil nilai dari cookie yang bernama username dan password melalui sebuah bentuk form.

<%

Username = Request.Cookies(“Username”)

Password = Request.Cookies(“Password”)

%>

 

Berikut ini adalah form programAddLogin.ASP

 

 

Berikut ini adalah bahasa pemrograman ASP untuk memproses input atas form diatas:

 

<!–#include file=”mylib.asp”–>

<%

Dim ID

Call BukaKoneksi ()

If periksalogin() = 0 then

Reponse.Redirect(“index.asp”)

End If

Id = Request.Querystring(“Id”)

%>

<html>

<head>

<title> New Login</title>

</head>

<body>

<center>

<% if Id = “” then %>

<form method=”POST” action=”addlogin.asp?Id=1”>

<table border=”1” cellspacing=”0” style=”border-collapse: collapse”

Bordercolor=”#111111” width=”300” id=”Autonumber1”>

<tr>

<td width=”100%” colspan=”2”>

<p align=”left”>New Login</td>

</tr>

<tr>

<td width=”50%”>

<p align=”left”>Username</td>

<td width=”50%”>

<p align=”left”><input type-“text” name=”NewUsername”> size=”20”></td>

</tr>

<tr>

<td width=”50%”>

<p align=”left”>Password</td>

<td width=”50%”>

<p align=”left”><input type=”password name=”NewPassword” size=”20”></td>

</tr>

<tr>

<td width=”50%”>

<p align=”left”>Retype</td>

<td width=”50%”>

<p align=”left”><input type=”password name=”NewRetype” size=”20”></td>

</tr>

<tr>

<td width=”50%”>

<p align=”left”>&nbsp;</td>

<td width=”50%”>

<p align=”left”><input type=”submit” value=”Submit” name=”B1”><input type=”reset” value=”Reset”name=”B2”></td>

</tr>

</table>

</form>

<%

Else

Dim NewUsername

Dim NewPassword

Dim NewRetype

 

NewUsername = Request.form(“NewUsername”)

NewPassword = Request.form(“NewPassword”)

NewRetype = Request.form(“NewRetype”)

 

If NewPassword <> NewRetype then

Response.Write (“Password and Retype not match!!”)

Else

SSQL = “Insert Into Operator (Username, [Password]) Values (‘”& NewUsername &”’, ‘” & NewPassword & ‘’);”

Connection.Execute SSQL, Affected

 

If Afected > 0 then

Response.Write (“Sukses”)

Else

Response.Write (“Gagal”)

End If

End If

End If %>

</center>

</body>

</html>

 

<%

Call TutupKoneksi()

%>

 

 

4.8 Teknik-Teknik Meningkatkan Unjuk Kerja

Peningkatan untuk unjuk kerja bisa dilakukan dengan metode cache. Dimana metode ini sendiri banyak dilakukan untuk web statis terutama karena dengan cache maka penggunaan akan bandwith akan semakin kecil dan membuka halaman web yang sama secara berulang ulang tidak perlu untuk mengambil semua dari server hanya pengambilan untuk data yang berubah saja. Hal ini selain mempercepat juga mempermudah.

Berikut ini merupakan teknik yang meningkatkan unjuk kerja:

  1. Page Output Caching
  2. Page Data Caching
  3. Page Fragment Caching

 

 

4.8.1 Teknik-teknik caching, refreshing, client-pull dan buffering digunakan untuk meningkatkan unjuk kerja

Page Output Caching merupakan suatu proses dimana server menerima request halaman yang dicache, server akan mengirimkan cahce dari halaman yang direquest ke browser dan bukan mengeksekusi halaman tersebut. Misalkan kita menampilkan katalog produk atau halaman statis yang jarang diupdate sehingga dalam waktu tertentu pengunjung akan mendapati tampilan produk atau halaman yang sama.

 

Apabila tiap kali request halaman asp yang menampilkan katalog produk dari database atau halaman informasi statis selalu dieksekusi, maka akan memakan sumber daya server dan memerlukan waktu tertentu untuk menghasilkan response ke browser client. Dengan melakukan page output caching, kita dapat meningkatkan kecepatan response dan meningkatkan kerja server.

 

Untuk melakukan output caching dari suatu halaman, tambahkan direktif page berikut diawal halaman:

 

<%@ OutputCacheDuration=”70”VaryByParam=”none”%>

 

Direktif ini membuat halaman dicache selama 70 detik. Direktif ini mempengaruhi halaman statis maupun dinamis , sehinga kita harus bijak dalam menggunakannya. Apabila kita menampilkan data yang penting yang selalu ter-update dari database dalam waktu tertentu.kita perlu mengatur besar durasi yang sesuai sehingga user dapat melihat data yang terbaru.

 

Page Fragment Caching memiliki cara yang sama dengan Page Output Cache. Perbedaannya hanyalah kita menggunakan direktif ini pada user atau custom control. Kita dapat melihat contoh penggunaan direktif ini pada user control dan halaman asp berikut:

 

Listing program pagefragment.asp

<%@ Register TagPrefix=”kontrolku” TagName=”bodyku” src=”bodycache.asc” %>

<html>

<head><title>Page Fragment Caching</title>

</head>

<body>

Tanggal dan waktu halaman utama:

<%=Now() %>

<p>

<kontrolku:bodyku id=”cache1” Runat=”server” />

</body>

</html>

 

Listing program bodycache.asc

<%@ OutputCache Duration=”300” VaryByParam=”none” %>

Selamat Datang di www.diskusiweb.com

 

<br>

Tanggal dan waktu sekarang dari user control

<%=Now %>

<p>

Perhatikan perbedaan waktu dan tanggal!!

 

Apabila kita tampilkan, pagefragment.asp pertama kali akan menampilkan tanggal dan waktu yang sama, baik pada user control atau pada halaman utama. Setelah beberapa saat, coba reload kembali maka pagefragment.asp akan menampilkan tanggal dan waktu yang berbeda. Hal ini disebabkan proses page fragment caching, yaitu caching yang dilakukan pada user control.

 

Berbeda dengan dua mekanisme caching sebelumnya, yang melakukan cache seluruh halaman dan sebagian halaman, page data caching melakukan caching hanya pada data atau objek data. Misalnya kita dapat melakukan cache daftar produk atau pegawai dalam DataSet atau objek Array.

 

Proses page data caching melibatkan objek cache yang merupakan instance dari class cache. Tiap aplikasi ASP memiliki satu objek yang tetap ada sampai aplikasi restart. Berbeda dengan objek Application, dengan cache kita dapat menentukan expire dan dependency dari item yang di cach. Sedangkan data yang disimpan pada Application akan tetap ada sampai dihapus secara eksplisit atau aplikasi restart

 

 

4.9 Menggunakan XML dengan ASP

Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data. XML menggunakan markup tags seperti halnya HTML namun penggunaannya tidak terbatas pada tampilan halaman web saja.

 

XML dan HTML, keduanya dapat digunakan untuk aplikasi web dan pertukaran data. Lalu buat apa membuat bahasa baru untuk keperluan yang sama, apakah XML akan menggantikan HTML? Jawabannya tentu saja tidak. Meski kelihatannya mirip dengan HTML (HyperText Markup Language), kedua bahasa ini berbeda.

 

HTML menitikberatkan pada bagaimana format tampilan dari data, sedangkan XML menitikberatkan pada struktur dan konteksnya. XML dan HTML dibuat untuk tujuan yang berbeda dan keduanya saling melengkapi. Sebuah file HTML tersusun atas tag-tag yang mengatur bagaimana data dalam file itu akan ditampilkan, tetapi tidak ada informasi mengenai isi dari data tersebut. Didalam file XML, kandungan informasi berbentuk format yang terstruktur. Dengan XML data dan tampilannya dibuat terpisah.

 

Seperti halnya dengan html penggunaan skrip ASP pada XML tetaplah sama sehingga tidak ada perbedaan yang sangat mencolok untuk menggunakan skrip ASP dalam XM

 

 

4.9.1 Pemanfaatan XML pada ASP untuk meningkatkan performa dan kemudahan dalam mengembangkan situs dijelaskan

ASP dapat menyimpan dan mengirim data dalam bentuk XML yang merupakan format data universal di internet. Dengan demikian integrasi data antar platform lebih mudah dilakukan, selama platform tersebut mendukung XML. Representasi konsep ini adalah dataset, suatu cache data yang berbentuk XML dan dapat diakses dengan mudah. Sebuah data dapat diparsing antar tier aplikasi, baik dari database, middle tier, maupun aplikasi klien dalam format XML. Manipulasi format data dalam bentuk XML, .txt, maupun .rtf merupakan sesuatu yang menantang para programmer untuk membuat aplikasi lintas platform. Berikut ini merupakan contoh XML:

 

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>

 

<Resep nama=”roti” waktu_persiapan=”5 menit” waktu_masak=”3 jam”>

<judul>Roti tawar</judul>

<bahan jumlah=”3″ satuan=”cangkir”>Tepung</bahan>

<bahan jumlah=”0,25″ satuan=”ons”>Ragi</bahan>

<bahan jumlah=”1,5″ satuan=”cangkir”>Air hangat</bahan>

<bahan jumlah=”1″ satuan=”sendok teh”>Garam</bahan>

<Cara_membuat>

<langkah>Campur semua bahan dan uleni adonan sampai merata.</langkah>

<langkah>Tutup dengan kain lembab dan biarkan selama satu jam di ruangan yang hangat.</langkah>

<langkah>Ulangi lagi, letakkan di loyang dan panggang di oven.</langkah>

<langkah>Keluarkan, hidangkan</langkah>

</Cara_membuat>

</Resep>

 

 

4.10 Menjelaskan Teknik-Teknik Sekuritas

Bagaimana melakukan sekuritas dalam windows dengan menggunakan ASP. Authentikasi windows sesuai untuk intranet, tetapi tidak sesuai dengan situs web publik. Ada tiga metode authentikasi yang didukung oleh IIS:

  1. Integrated Windows Authentication
  2. Basic Authentication
  3. Digest Authentication

 

Apabila client menggunakan internet explorer. Kita dapat menggunakan IIS Integrated windows Authentication untuk melakukan autentikasi. Namun, apabila penggunaan browser tidak menggunakan IE, kita menggunakan basic authentication. Kelemahan basic authentication adalah factor keamanan yang kurang baik sehingga sebaiknya kita melakukan basic authentication pada SSL melalui HTTPS

 

 

4.10.1 Konsep dan masalah sekuritas pada ASP, teknik otorisasi dan SSL dijelaskan

Basic authentication adalah standar HTTP. Yang biasa digunakan untuk melakuakan sekuritas dalam ASP. Akan tetapi untuk menjamin keamanan dari data yang ditransfer dari klien ke server diperlukan SSL yang berarti Secure Socket Layer  yang didesain untuk mencegah intesepsi dari pihak lain pada saat pertukaran informasi penting seperti no kartu kredit atau username dan password. Dan untuk web yang mensupport penggunaan SSL pada umumnya tidak menggunakan HTTP, melainkan menggunakan HTTPS.

Untuk setiap system authentikasi yang mentransmisikan username dan password pada setiap request maka IIS akan memetakan username dan password ke account pada web server. Misalnya suatu direktori atau halaman diproteksi dengan authentikasi, maka apabila ada request, web server mengirimkan kode status 401 yang menunjukan bahwa autentikasi diperlukan. Selain itu juga mengirimkan header WWW-Authenticate yang mengidentifikasikan tipe authentikasi yang diterima. Berikut ini contoh respon yang dikirimkan oleh IIS 5.0 saat terjadi request yang memerlukan basic authentikasi:

 

HTTP/1.1 401 Access Denied

Server: Microsoft IIS-5.0

●●●

WWW-Authentcate:Basic realm=”Jupiter”

 

Kemudian apabila user mengisi dan menekan tombol, maka username dan password akan digabungkan kemudian terjadi encoding base-64 dan mengirimkan browser pada header Authorization pada request HTTP. Berikut ini cotoh header Authorization yang ditransmisikan oleh Internet Explorer 6 dengan user name “Jeff” dan password “imbatman”.

 

Authorization: Basic SmVmZjppbWJhdG1hbg==

Dan hasilnya setelah di-decode:

Jeff:imbatman

 

Setelah kita terautorisasi, browser akan mengirimkan header Authorization yang sama pada tiap request dari realm yang sama (realm adalah ruang lingkup security pada situs web). Basic authentication dapat berkerja pada hampir semua browser. Dan keamanan dapat ditingkat kan dengan penggunaan SSL

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK

PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan      :   Menginstalasi dan Mengkonfigurasi DHCP Server
    1. Kode Program Pelatihan  :   TIK.JK04.013.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Membuat Program Aplikasi Web Berbasis ASP

TIK.PR08.010.01

Komputer, Buku tentang ASP Satu paket buku panduan, software ASP,  cara instalasi dan konfigurasi ASP Aplikasi tambahan bersifat wajib.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: