Advertisement
loading...

 

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

MEMBUAT PROGRAM

APLIKASI MICROSOFT ACCESS

TIK.PR08.004.01

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi                                                                                                      Hal

 

BAB I       PENGANTAR                                                                                     4

1.1   Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi                                 4

1.2   Penjelasan Modul                                                                        4

1.2.1  Isi Modul                                                                          5

1.2.2  Pelaksanaan Modul                                                            6

1.3   Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)                                           6

1.4   Pengertian Istilah-istilah                                                             7

 

BAB II     STANDAR KOMPETENSI                                                                     9

2.1   Peta Paket Pelatihan                                                                   9

2.2   Pengertian Unit Standar                                                           10

2.3   Unit Kompetensi Yang Dipelajari                                                10

2.3.1  Kode dan Judul Unit                                                        10

2.3.2  Deskripsi Unit                                                                10

2.3.3  Elemen Kompetensi                                                        10

2.3.4  Batasan Variabel                                                             11

2.3.5  Panduan Penilaian                                                          11

2.3.6  Kompetensi Kunci                                                           14

 

BAB III    STRATEGI DAN METODE PELATIHAN                                                15

3.1   Strategi Pelatihan                                                                    15

3.2   Metode Pelatihan                                                                     16

 

BAB IV     MATERI UNIT KOMPETENSI                                                             17

4.1   Tujuan Instruksional Umum                                                       17

4.2   Tujuan Instruksional Khusus                                                      17

 

4.3   Sekilas Tentang Microsoft Access                                               18

4.4   Database Manajement System                                                   18

4.4.1  Konsep Normalisasi dan Entity Relationship                       18

4.4.2  Merancang Database                                                       23

4.4.3  Tipe Data                                                                      26

4.5   Data Definition Language                                                          27

4.6   Query                                                                                     28

4.7   Macro                                                                                     29

4.8   Reporting                                                                                31

4.9   Konetivitas Database                                                                31

BAB V      SUMBER-SUMBER YANG DIGUNAKAN UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI          34

5.1   Sumber Daya Manusia                                                               34

5.2   Literatur                                                                                  35

5.3   Lain-lain                                                                                  36

5.4   Daftar peralatan dan bahan yang digunakan                                36

 

DAFTAR PUSTAKA                                                                                         37

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1        Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

1.2        Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

 

 

 

 

                   1.2.1   Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

  1. Buku Informasi

Buku informasi merupakan sumber materi pelatihan bagi pelatih maupun pserta pelatihan.

  1. Buku Kerja

Buku kerja digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Konvensional maupun Pelatihan Individual/Mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

-      Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami materi/informasi yang disajikan.

-      Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memantau pencapaian ketrampilan peserta pelatihan.

-      Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

  1. Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

-      Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.

-      Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.

-      Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.

-      Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.

-      Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.

-      Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.2           Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3        Pengakuan Kompetensi Terkini

Pengakuan Kompetensi Terkini dikenal juga dengan RCC (Recognition of Current Competency). Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama, atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama, atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4        Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain :

  1. Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta ketrampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

  1. Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

  1. Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil dsn memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit,

 

elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

  1. Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

  1. Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian/uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1        Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR08.004.01     Membuat program aplikasi berbasis microsoft Access

 

2.2        Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari pemrograman data deskripsi lanjut untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada pelatihan mengenai pemrograman data deskripsi dasar sebelumnya.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3        Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1   Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.PR08.004.01

Judul Unit     : Membuat program aplikasi berbasis microsoft Access

 

2.3.2   Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk membuat progam aplikasi berbasis Access.

 

2.3.3   Elemen Kompetensi

 

1)    ELEMEN KOMPETENSI

Section 1.02KRITERIA UNJUK KERJA

01 Menjelaskan Database

Manajemen System

 

1.1      Konsep Normalisasi dan ERD Database dijelaskan.

 

1.2      Berbagai jenis batasan-batasan dalam pembuatan tabel dijelaskan.

 

1.3      Konsep tipe data dijelaskan.

 

 

02 Menjelaskan Data Definition  

    Language

 

2.1      Konsep bahasa yang digunakan untuk pembuatan object-object basis data (basis data, tabel, view, syarat) dijelaskan.
03 Menerapkan Query

 

 

 

3.1   Front end dibentuk dari suatu data.
04 Menerapkan Macro

 

4.1   Konsep dasar Macro dijelaskan.

4.2   Macro dengan Form dan obyek Access

        digabungkan.

 

05 Menerapkan Reporting 5.1   Laporan dihasilkan dengan penggunaan report dijelaskan.
06 Menjelaskan konektivitas

database

 

6.1   Interoperabilitas dari JDBC dan ODBC   dijelaskan.

 

2.3.4   Batasan Variabel

Batasan variabel unit kompetensi ini adalah sebagai berikut:

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  2. Membuat Program Berbasis Microsoft Access bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

 

Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut  ini :

.1        Pengetahuan dasar yang dibutuhkan :

.1.1       Konfigurasi umum perangkat komputer dan peripheral input/output standar (monitor, keyboard, mouse).

.1.2       Sistem basis data.

.1.3       Sistem informasi manajemen.

.1.4       Pemrograman data deskripsi (SQL).

 

  1. Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

  1. Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaianakan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhikebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai.Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih. Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1     Menjelaskan konsep normalisasi, ERD dan konsep tipe data.

3.2     Menjelaskan konsep bahasa yang digunakan untuk

menciptakan obyek-obyek basis data.

3.3         Menggunakan sintaks-sintaks query khusus yang terdapat

pada Access.

3.4         Menciptakan dan memanipulasi form untuk front end basis

Data.

3.5         Menggunakan perintah-perintah macro dengan baik dan mengaplikasikannya.

3.6         Menciptakan dan memanipulasi report dengan baik.

3.7         Menjelaskan konsep konektivitas basis data dengan JDBC & ODBC dan menerapkannya dalam beberapa aplikasi lainnya seperti VB, ASP, PHP, ODBC dan lain-lain.

 

  1. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1 TIK.PR02.002.01 Membuat algoritma pemrograman

lanjut

4.1.2 TIK.PR02.003.01 Membuat struktur data

4.1.3 TIK.PR02.008.01 Mengoperasikan

Pemrogramanterstruktur

4.1.4 TIK.PR02.020.01 Mengoperasikan aplikasi basis data

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1        Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan, menjelaskan, program aplikasi berbasis microsoft Access.
  • Siswa dapat menjalankan program aplikasi berbasis database dengan baik, dengan memahami dasar-dasar dari database.

 

4.2        Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti tentang konsep Normalisasi dan ERD Database dengan baik
  • Siswa dapat memahami dasar-dasar DDL (Data Definition Language) dan Query Language
  • Siswa mampu menggunakan Macro di dalam Microsoft Access
  • Siswa dapat membuat laporan dengan menggunakan Report
  • Siswa dapat menggunakan database dengan menghubungkan Microsoft Access dan JDBC atau ODBC

 

4.3        Sekilas Tentang Microsoft Access

Microsoft Access merupakan perangkat lunak sistem manajemen database relasional dan berorientasi visual, serta berbasis windows. Fungsi kinerja utamanya adalah digunakan untuk membuat dan memodifikasi tabel, formulir entri data, query, laporan dan database. Kemampuan memodifikasi keempat option database tersebut juga didukung oleh kekterkaitanya degan bahasa pemrograman yang lain, salah satunya yaitu Visual Basic.

4.4        Database Management System

Sistem manjemen database adalah piranti atau alat bantu bagi para pemrogram untuk menalar dan meng-capture realitas dunia bisnis menjadi suatu sistem informasi yang terstruktur dan terkelola.

Sistem manajemen database dapat diartikan sebagai berikut:

  1. Basis data (database) yaitu kumpulan dari sejumlah data yang tidak terbatas.
  2. Di sistemkan, yang berarti distrukturkan dan diatur keterkaitan antar data – data tersebut.
  3. Yang menstrukturkan dan mengaturnya adalah program piranti lunak.

 

Jadi sistem manAjemen database adalah struktur dan hubungan antar data yang diatur dan dikelola oleh sebuah program aplikasi database. Selanjutnya, program aplikasi inilah yang menjalankan proses database, yaitu dari proses memasukan, mengisi, menghapus, menganalisis dan melaporkan data. Misalnya, ada data mentah (data yang belum terorganisi, masih dalam secarik kertas) tentang beberapa produk susu dan spesifikasinya. Data tersebut tentu saja tidak terstruktur dan teratur. Oleh karena itu, apabila kita mengorganisikan dan mencatat seluruh data tersebut dalam sebuah buku, maka hasil catatan tersebut disebut database. Selanjutnya catatan tersebut distrukturkan dan diatur ke dalam klasifikasi misalnya barang, merk, rasa, dan kemasan, maka hasil pengolahannya disebut manajemen basis data. Sebagai contoh perhatikan tabel dibawah ini.

 

Barang Merk Rasa Kemasan
Susu Nestle Coklat Kaleng
Susu Frisian Flag Strawbery Box
Susu Indomilk Coklat Sachet

 

Kemudian, hasil manajemen database tersebut diatur dan dikelola, dari proses membaca sampai degan melaporkan datanya oleh sebuah program aplikasi disebut sebagai sistem manjemen database. Sistem manjemen data base ditujukan untuk menciptakan pengelolaan data yang berciri sebagai berikut :

  • Memudahkan pengaksesan data
  • Mengurangi redundansi dan inkonsistensi data
  • Mengisolasi data untuk distandardisasikan
  • Mudah digunakan oleh banyak pemakai
  • Mengamankan data
  • Menjaga integritas data
  • Menciptakan independensi data

 

4.4.1 Konsep Normalisasi dan Entity-Relationship

Hampir semua database modern tunduk pada apa yang disebut dengan model relasional. Inilah yang membuat database relasional atau relational database.

Normalisasi adalah proses penormalan sebuah form menjadi tabel tabel yang dapat digunakan sebagai database. Contoh : dari form yang ada di bank kita dapat mengetahui tabel tabel apa saja yang terdapat dalam data base mereka.

ERD dikenal sebagai Entity Relationship Diagram, adalah sebuah model data yang berupa grafik menjelaskan tentang entiti, atribut dari entiti tersebut dan hubungan entiti dengan entiti yang lain.

Beberapa konsep dan aturan untuk relational database yang harus anda kuasai untuk merancang tabel data yang efektif yang anda butuhkan.

 

Istilah Relational Database Istilah ACCESS Definisi
Entiti Tabel Orang,tempat, benda, atau konsep yang anda butuhkan unutk meyimpan informasi
Atribute Field Bagian dari informasi yang mendeskripsikan entiti
Relationship Relationship Hubungan antara dua entiti
Primary Key Primary Key Atribut atau kumpulan atribute yang mengidentifikasikan kejadian khusus pada entiti. Primary key mengidentifikasikan baris atau record khusus dalam tabel dan unik
Candidate Key Candidate Key Atribute atau kumpulan atribute yang dibutuhkan Primary Key. Tetapi tidak dapat digunakan sebagai primary key
Foreign Key Foreign Key Atribute atau kumpulan atribute yang mengidentifikasikan entiti yang di mana entiti lain dihubungkan
Aturan Bisnis Key Triggers Suatu kondisi di mana foreign key dapat diselipkan update atau dihapus
Domain   Definisi dari sebuah kolom atau atribute biasanya mendeskripsikan tipe data. Panjang, format, keunikan, dll

 

Relationship mempunyai tiga tipe. Tiap tipe menunjukan jumlah record dari setiap tabel yang dapat direlasikan ke record pada tabel lain. Ketiga tipe tersebut adalah sebagai berikut:

  • Hubungan satu ke satu (one to one)

Hubungan antara file pertama degan file kedua adalah satu berbanding satu. Dalam hubungan ini, tiap record dalam tabel A hanya memiliki satu record yang cocok dalam tabel B dan tiap record tabel B hanya memiliki satu record yang cocok dalam tabel A. Logika penalaran matematik dari one to one relationship adalah pemetaan degan “perkawanan satu – satu “.

Contoh : satu karyawan bekerja di dalam 1 departemen yang spesifik seperti contoh dibawah ini:

 

gambar 1

 

  • Hubungan satu ke banyak (one to many)

Hubungan antar file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding banyak. Dalam hubungan ini, tiap record dalam tabel A memiliki beberapa record yang cocok dalam tabel B dan tiap record dalam tabel Bhanya memiliki satu record yang cocok dalam tabel A. Logika penalaran matematik dari one to many relationship adalah pemetaan dengan “perkawanan satu – banyak”.

Contoh : 1 departemen dapat memiliki lebih dari 1 karyawan seperti contoh dibawah ini

 

gambar 2

 

  • Hubungan banyak ke banyak (many to many)

Hubungan antara file pertama degan file kedua adalah banyak berbanding banyak. Dalam hubungan ini, tiap record dalam tabel A memilki bebrapa record yang cocok dalam tabel B dan tiap record begitu pula dalam tabel B memilki beberapa record yang cocok dalam tabel A.logika penalaran matematinya adalah “perkawanan banyak – ke – banyak “

Contoh : produk mempunyai order dan banyak order mempunyai banyak produk. Hubungan many to many tidak dapat diimplementasikan ke dalam database relationship. Untuk hal tersebut, hubungan ini harus dipecah menjadi hubungan one to many.

 

 

gambar 3

4.4.2 Merancang Database

Database relational tunggal dapat berisi sejumlah tabel. Disain yang baik membuat database mudah dipakai dan menyediakan keluwesan untuk mendukung kebutuhan yang akan datang. Disain yang buruk memsaukan operasi select, project, join menjadikan database kaku dan sulit dipakai bersama.

Batasan batasan dalam disain database:

  • Menetukan materi utama data aplikasi

Setiap aplikasi melibatkan sejumlah besar kandungan yang properti dan relasinya mendasari aplikasi. Berikut adalah contohnya:

Sistem penjadwalan kuliah: para dosen, mahasiswa, ruang kuliah, dan kurikulum.

 

  • Membuat sebuah tabel untuk masing masing materi

Langkah berikutnya adalah membuat tabel untuk masing masing materi utama dalam aplikasi. Contohnya jika anda membuat sebuah tabel untuk mendefinisikan dan menguraikan produk yang dijual, anda mungkin menamainya dengan PRODUK.

 

  • Memilih sebuah kunci untuk masing masing materi

Setelah setiap tabel anda definisikan , tentukan satu atau lebih field yang secara unik akan mengenali setiap record dalam tabel. Ini akan menjadi kunci primer tabel. Kunci primer tidak boleh kosong, dan setiap record dalam tabel harus mempunyai kunci primer yang berlainan. Degan cara ini permintaan sebuah record menggunakan kunci primernya harus menghasilkan satu dan satu-satunya record. Contoh kode buku yang diambil dari ISBN-nya (Internatinal Standard Book Number).

 

  • Menambahkan atribut materi ke masing masing tabel materi utama

Untuk memulainya pikirkanlah informasi yang dibutuhkan aplikasi anda untuk mengetahui tentang masing-masing materi utama yang telah anda tentukan. Contoh Tabel pelanggan mungkin akan memilki field field bernama IDPlg, Nama perusahaan, Alamat, Kota, Propinsi, Kode pos, alamat email, telepon, no fax, dan seterusnya seperti gambar di bawah ini:

 

tabel pelanggan disertai dengan atribut daripada itu

 

  • Membuat tabel tambahan bagi atribut yang berulang

Ketika anda menambahkan atribut materi, mungkin anda menemukan sejumlah atribut yang terjadi lebih dari sekali untuk masing masing kunci utama. Dalam sistem penjualan sebagai contoh, anda dapat mempertimbangkan perekaman departemen degan menambahkan field dept ke tabel karyawan, anda mungkin menemukan bahwa bebrapa karyawan dimiliki lebih dari satu departemen misalnya. Solusi yang baik adalah membuat tabel karyawan yang berisi satu record untuk setiap karyawan pada setiap departemen. Tabel seperti ini mungkin akan mendapat kunci primer yang berisi dua field: EmpId dan DeptId

 

 

  • Memastikan setiap field adalah atribut yang benar untuk kunci utama

Untuk melengkapi tahap disain ini, anda perlu mengkaji ulang setiap field dalam setiap tabel dan memeriksa bahwa kunci primer tabel memberikan pencarian yang logis bagi field tersebut.

 

  • Mengkaji hubungan diantara tabel yang ada

Sebagai langkah terakhir, kaji ulang semua tabel dalam database yang anda rencanakan, tentukan semua yang telah memilki relasi nyata, dan pastikan anda telah mebuat cara untuk menggabungkannya. Ini berarti pemeriksaaan tabel-tabel yang anda butuhkan untuk digabungkan memiliki kesamaan field-field yang bisa anda pakai sebagai kuncinya. Anda dapat men-join tabel tabel berdasarkan field yang anda iginkan. Contohnya join hampir selalu diantara seperti field field : IDKry dalam satu tabel ke IDKry di tabel lain.

 

 

 

 

 

 

4.4.3 Tipe data

Tipe data adalah jenis data yang nantinya kan diinput dalam field field di dalam tabel. Di bawah ini Berbagai jenis tipe data:

 

 

Data Type Fungsi
Text Menuliskan Character
Number Menuliskan angka
Date/time Menuliskan waktu / tanggal
Currency Menuliskan harga berdasarkan format tertentu
Autonumber Penomoran otomatis
Yes/no Hanya dapat diisi dengan ia atau tidak

 

 


4.5        Data Definition Language

            Yang dimaksud dengan DDL adalah pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk membuat dan mengubah struktur tabel atau obyek di dalam basis data. DDL digunakan oleh SQL dalam access kita sangat jarang menggunakannya, karena kita tinggal menggunkan wizard.

 

-      Untuk membuat database, sintaknya adalah sebagai berikut:

CREATE DATABASE <DatabaseName>

-      Untuk membuat tabel, sintaknya adalah sebagai berikut:

CREATE TABLE <TableName>

(col_name1 type1 [NOT NULL|NULL],

col_name2 type2 [NOT NULL|NULL],

CONSTRAINT ConstraintName PRIMARY KEY (col_name),

CONSTRAINT C         onstraintName FOREIGN KEY (col_name)

REFERENCES TableName

ON DELETE CASCADE | ON DELETE SET NULL)

col_name adalah attribut dari tabel tersebut, dan untuk constraintName adalah nama untuk primary key.

-      Untuk membuat index (digunakan untuk mempercepat pelaksanaan SQL di dalam sebuah tabel), sintaknya adalah sebagai berikut:

CREATE INDEX IndexName ON  TableName(col_name);

-      Untuk membuat view (sebuah objek – users hanya dapat melihat isi daripadata database tersebut / tidak dapat diedit), sintaknya adalah sebagai berikut:

CREATE VIEW viewname AS

SELECT columnname, columnname

FROM tablename

WHERE columnname = expression list

GROUP BY grouping criteria

HAVING predicate;

 

Pernyataan-pernyataan diatas merupakan DDL yang selalu digunakan untuk membuat dan mengelola basis data.

  

4.6        Query

Query adalah memanipulasi data dan mengendalikan manipulasi data tersebut melalui sebuah bahasa. Yang umunya digunakan untuk memanipulasi data, record, dan field yang terletak dalam satu atau beberapa table dan/atau query. Secara lebih spesifik query dirancang untuk:

  • Merelasikan record, data dan field antara table table atau query query atau kombinasinya.
  • Menciptakan field baru beserta record dan data baru dalam query ini sendiri
  • Menyajikan bahan untuk dasar pembuatan form atau report.

 

Contoh tiga fungsi berikut untuk pengaksesan data.

  • SELECT

Menyajikan tampilan sebuah tabel yang menunjukkan hanya record record yang nilainya dicantumkan dalam field tertentu. Contohnya ”ambil semua record dari tabel karyawan di mana posisinya adalah manajer”

SELECT * FROM karyawan WHERE posisi = ’manager’;

  • PROJECT

Menyajikan tampilan tabel yang tidak berisis semau fieldnya. Perintah project mungkin bisa dikatakan ” ambil field IDKry dan nama saja dari tabel karyawan”

  • JOIN

Menyajikan tampilan gabungan dari dua tabel yang seolah olah satu tabel.

 

Contoh membuat query sederhana :

  • Pada jendela query, klik 2 kali create query using wizard. Cara yang lain adalah dengan mengklik tombol new sehingga kotak dialog new query muncul. Klik simple query wizard dan dklik OK.
  • Kotak dialog simple query wizard akan muncul.
  • Buka drop down table/queries dan pilih table (atau query) tempatkan memilih field field.
  • Dalam daftar available fields, pilih field yang igin anda masukan dalam form dan klik tombol > untuk memindahkannya ke daftar selected fields, jika ingin memindahkan semua field sekaligus, klik tombol >>.
  • Pilih table (atau query) yang lain dari daftar table/queries dan tambahkan beberapa field ke daftar selected fields sesuai yang anda inginkan. Setelah selsai menambahkan field klik next.
  • Kemudian anda akan ditanya apakah akan menggunakan query detail atau summary. Pilih sesuai keiginan; jika anda tidak yakin pilihlah detail(default). Jika anda memilih summary, akan tersedia tombol summary option yang dapat anda klik untuk membuka kotak dialog summary option. Klik tombol OK untuk mengakhiri kotak dialog summary option. Setelah selesai pilih next.
  • Masukan judul query pada kotak isian What Title Do You Want For Your Query?
  • Klik finish untuk melihat hasil query.

 

4.7        Macro

Macro adalah kumpulan perintah yang tersusun dalam sebuah daftar. Macro berisi sejumlah aksi dalam bentuk perintah yang dapat mengotomatisasikan operasi setiap kali bekerja dengan cara yang sama. Setelah macro dibuat dapat dijalankan dari form atau report melalui command button on click pada control property, tombol pada toolbar, kombinasi kunci, ataupun dari macro lain.

Cara membuat macro sederhana :

  1. klik tombol macro pada window access

 

  1. klik tombol NEW
  2. klik tanda panah untuk menampilkan aksi yang dapat dilakukan
  3. pilih aksi yang diiginkan dan beri nama
  4. ketik comment di kolom comment yang mendekskripsikan aksinya
  1. setelah selesai gunakan tombol save yang terdapat pada window untuk meyimpan macro
  2. untuk menjalankan macro tinggal meng klik tombol run di jendela macro

 

 

 

4.8        Reporting

Report digunakan untuk menampilkan dan/ atau mencetak informasi yang berasal dari tabel atau query. Report merupakan hasil akhir dalam pengolahan database yang menggunakan microsoft access, report hanya menampilkan isi isi tabel dan atau query query.

Cara melihat laporan yang sederhana :

  1. Dalam jendela database klik tombol object report
  2. Klik dua kali laporan yang igin kita lihat.
  3. Microsoft access membuka laporan dalam print preview

 

Cara mencetak laporan sederhana :

  1. Pada toolbar klik tombol print
  2. Pilih tombol ok untuk mencetak laporan

 

4.9        Konektivitas Database

ODBC adalah open database connectivity dengan mengunakan perintah     perintah SQL, ODBC adalah aplikasi programming interface yang standard untuk mengakses database.

JDBC adalah java database connectivity dengan menggunakan perintah     perintah SQL. Perbedaan antara ODBC dan JDBC adalah ODBC digunakan   diantara program, Sedangkan JDBC digunakan oleh programmer java untuk mengakses database. Akan tetapi dengan program kecil kamu dapat menggunakan JDBC sebagai interface untuk mengakses ODBC sebagai       database. JDBC mengijinkan database yang berbasis SQL dan mengijinkan    untuk melakukan manipulasi langsung.

Coding coding yang terdapat dalam java untuk menggunakan JDBC:

  • Mengimport JDBC.

//

// Program name: LecExample_1a.java

// Tujuan: seleksi basic degan menggunakan prepared statement

//

//Import packages

import java.sql.*;

//JDBC packages

import java.math.*;

import java.io.*;

import oracle.jdbc.driver.*;

 

  • Registering JDBC Drivers

class LecExample_1a {

public static void main (String args [])

throws SQLException {

// Load Oracle driver

DriverManager.registerDriver (new

oracle.jdbc.driver.OracleDriver());

 

  • Membuka koneksi kedalam database

String user;

String password;

User = readEntry(“username: “);

password = readEntry(“password: “);

// Connect to the local database

Connection conn =

DriverManager.getConnection

(“jdbc:oracle:thin:@aardvark:1526:teach”, user, password);

 

  • Membuat deklarasi objek

 

// Query table hotel untuk resort =

‘palma nova’

 

PreparedStatement pstmt =

conn.prepareStatement (“SELECT

hotelname, rating FROM hotels WHERE

trim(resort) = ?”);

pstmt.setString(1, “palma nova”);

 

  • Mengeksekusi query & membuat hasil result set

 

ResultSet rset = pstmt.executeQuery ();

// Print query results

while (rset.next ())

System.out.println (rset.getString

(1)+” “+ rset.getString(2));

 

  • Menutup result set, deklarasi objek dan menutup koneksi database

// close the result set, statement, and theconnection

rset.close();

pstmt.close();

conn.close();

}

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK

PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1        Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.
  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.

 

 

  1. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  2. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.
  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2        Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, videp, dan sebagainya.

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

5.3        Lain-lain

Untuk memahami penggunaan Microsoft access adalah dengan cara melakukan praktek yang tepat dan membutuhkan contoh – contoh penerapan langsung aplikasi microsoft access. Perintah-perintah dan fitur-fitur yang ditawarkan access lebih bervariasi dan mudah digunakan dan mudah diperoleh.

5.4         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Membuat Program Aplikasi Berbasis Microsoft Access.
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR08.004.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Membuat Program Aplikasi Berbasis Microsoft

TIK.PR08.004.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows XP

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

 

- CD installer Microsoft Office yang berisi Microsoft Access

- Peranti Lunak ODBC atau JDBC

 

-

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Pramana, Hengky W. Aplikasi Penjualan berbasis Access . Elex Media Komputindo Publishing
  • Campbell, Mary. Microsoft Access inside & outside. Osborne MCGraw Hill Publishing
  • Microsft Access2 step by step. Elex Media Komputindo Publishing
  • Microsoft Access, Reference Manual

Website:

  • http://www.w3schools.com/
  • http://msdn.microsoft.com/

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: