Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Membuat Disain Jaringan Berbasis Luas (WAN) TIK.JK02.002.01

Feb
22
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

a

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MEMBUAT DISAIN

JARINGAN BERBASIS LUAS (WAN)

TIK.JK02.002.01

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan


DAFTAR ISI

 

BAB I PENGANTAR. 4

1.1.    Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2     Desain Modul 4

1.2.1  Isi Modul 4

1.2.2 Pelaksanaan Modul 5

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 6

1.4     Pengertian-pengertian Istilah. 6

BAB II STANDAR KOMPETENSI 9

2.1.    Peta Paket Pelatihan. 9

2.2.    Pengertian Unit Standar Kompetensi 9

2.3.    Unit Kompetensi yang Dipelajari 10

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 15

3.1.    Strategi Pelatihan. 15

3.2.    Metode Pelatihan. 16

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI 17

4.1     Pengenalan jaringan. 17

4.3 Topologi Jaringan. 27

4.3.1 Topologi WAN. 27

4.4  Pemilihan Topologi 29

4.5  Jenis Konektifitas Jaringan WAN. 30

4.6  Prosedur dalam jaringan WAN. 38

4.7 Perancangan jaringan WAN. 44

4.7.1  Contoh Desain Jaringan WAN. 44

4.7.4  Penempatan Alat-Alat Jaringan WAN. 46

4.7.5  Penempatan Workstation. 47

4.7.6 Pengkabelan. 47

4.7.7 Proses Instalasi WAN. 47

 

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN. 49

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 49

5.1.    Sumber Daya Manusia. 49

5.2.    Sumber-sumber Perpustakaan. 50

5.3.    Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan. 51

 


BAB I

PENGANTAR

 

1.1.          Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda komnopeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Desain Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.1  Isi Modul

a.       Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

 

 

 

b.       Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.

  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

c.       Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.2  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
    • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
    • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3        Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4        Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1.      Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

TIK.JK01.009.01  Melakukan survei kebutuhan pelanggan

TIK.JK01.007.01  Memberikan petunjuk teknis kepada klien

TIK.JK02.001.01  Membuat desain jaringan lokal (LAN)

TIK.JK02.004.01  Mendesain sistem keamanan jaringan

2.2.      Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan diajarkan untuk mendesain LAN secara umum.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tiga sampai lima hari. Pelatihan ini dijutukan bagi semua user terutama yang tugasnya berkaitan dengan jaringan seperti staff support dan staff admin jaringan.

 

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.      Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

KODE UNIT          :         TIK.JK02.002.01

 

JUDUL UNIT         :        Membuat Disain Jaringan Berbasis Luas (WAN)

DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan kemampuan  yang diperlukan untuk Disain jaringan luas (Wide Area network – WAN). Disain WAN yang dibangun minimal melibatkan beberapa komponen jaringan yang terpasang untuk keperluan organisasi.

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mengidentifikasi persyaratan WAN 1.1  Segmen-segmen dari WAN yang diusulkan diidentifikasi.

 

1.2  Kebutuhan Segmen WAN ditentukan menggunakan analisis fungsional.

 

1.3  Kandungan dan volume lalu lintas diperkirakan sesuai harapan penggunaan organisasi.

02     Mengidentifikasi spesifikasi WAN 2.1  Kebutuhan sumber daya diidentifikasi untuk masing-masing segmen WAN.

 

2.2  Fitur-fitur lingkungan fisik WAN dipertimbangkan sebagai efek dari disain WAN.

 

2.3  Pilihan topologi WAN dihitung harganya berdasarkan pertimbangan batasan biaya.

 

2.4  Pilihan-pilihan topologi dipertimbangkan dengan mengacu pada sumber daya yang tersedia dan fungsional WAN.

 

2.5  Topologi WAN yang sesuai dipilih berdasarkan kebutuhan organisasi dan batasan biaya.

 

03     Membuat disain awal jaringan WAN 3.1  Persyaratan pengguna ditinjau ulang dan persyaratan jaringan WAN diidentifikasi.

 

3.2  Diagram jaringan fisik WAN dikembangkan  sesuai persyaratan pengguna.

 

3.3  Tipe-tipe terminal dan penempatannya prosesor-prosesor, protokol yang diperlukan dan arsitektur jaringan ditentukan berdasarkan spesifikasi teknik dan persyaratan pengguna.

 

04     Mengevaluasi lalulintas jaringan 4.1  Jalur lalu lintas serta pengaruhnya terhadap piranti masukan dan keluaran serta pengaruhnya pada prosesor diprediksi dari persyaratan saat ini dan masa yang akan datang.

 

4.2    Mengevaluasi lalu lintas jaringan. Disain diukur berdasarkan volume lalu lintas yang diharapkan.

 

4.3    Profil kinerja WAN (baik/buruk) diidentifikasi dan pengaruh pada sistem lain ditinjau ulang.

 

05     Menyelesaikan disain jaringan 5.1  Ukuran dan persyaratan ditinjau  ulang dan disain akhir diusulkan.

 

5.2  Dukungan dan persyaratan-persyaratan pelatihan ditentukan dan ditambahkan ke persyaratan.

 

5.3  Spesifikasi teknis dan harga terbaru diperoleh dengan menghubungi vendor.

 

5.4    Disain WAN dilaporkan.

 

 

BATASAN VARIABEL  

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:

2.1          Informasi kebutuhan LAN, jumlah pengguna, ukuran / rata rata transaksi, aplikasi dan transfer datanya.

2.2    Fitur fitur jaringan yang diinginkan,  perkabelan, protokol, server, dan tingkat keamanan yang akan digunakan.

2.3          Sistem komputer.

2.4          Organisasi atau perusahaan.

 

 

 

PANDUAN PENILAIAN

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

 

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Pengetahuan dasar mengenai organisasi dan bisnis organisasi

1.1.2  Pengetahuan konsep jaringan komputer : protokol jaringan, arsitektur jaringan, dsb.

1.1.3  Pengetahui mengenai produk perangkat keras dan perangkat lunak dari vendor.

1.1.4  Spesifiksi dan karakteristik WAN, gateway, router, dsb.

 

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1  Mengoperasikan sistem operasi jaringan.

1.2.2  Penggunaan Protokol jaringan.

1.2.3  Kemampuan untuk menganalisis, merancang, mengevaluasi

pengembangan system berdasarkan fungsi organisasi dan bisnis organisasi.

 

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara teori dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.       Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1     Kemampuan untuk menganalisis kebutuhan bisnis organisasi.

3.2     Kemampuan untuk  menganalisis kebutuhan sistem jaringan WAN.

3.3     Kemampuan untuk  menetapkan arsitektur jaringan WAN yang tepat.

3.4     Kemampuan untuk mengembangkan jaringan komputer WAN berdasarkan Komponen Jaringan.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1  TIK.JK01.009.01  Melakukan survei kebutuhan pelanggan

4.1.2  TIK.JK01.007.01  Memberikan petunjuk teknis kepada klien

4.1.3  TIK.JK02.001.01  Membuat desain jaringan lokal (LAN)

4.1.4  TIK.JK02.004.01  Mendesain sistem keamanan jaringan

 

4.2 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

Kompetensi Kunci

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

3

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

3

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

 

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.      Metode Pelatihan         

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

Membuat Disain Jaringan Berbasis Luas (WAN)

 

 

pilih Tujuan Instruksional Umum

Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan proses membuat disain jaringan berbasis luas (WAN)

Siswa mampu secara mandiri untuk melakukan desain dan implementasi WAN secara sederhana

 

Tujuan Instruksional Khusus

Siswa mampu menyebutkan komponen-komponen WAN

Siswa mampu menjelaskan beberapa komponen jaringan

Siswa mampu menjelaskan keperluan dalam pembuatan jaringan WAN

Siswa mampu menjelaskan mengenai topologi jaringan

Siswa mampu memilih topologi jaringan yang sesuai

Siswa mampu menyebutkan perangkat yang diperlukan dalam jaringan WAN

Siswa mampu melakukan subnetting

Siswa mampu melakukan pemberian alamat IP

 

4.1     Pengenalan jaringan

 

Jaringan / network adalah suatu mekanisme yang memungkinkan berbagai komputer terhubung dan para penggunanya dapat berkomunikasi dan share resources satu sama. Informasi dan data bergerak melalui media transmisi jaringan sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer untuk saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware / software yang terhubung dengan jaringan.

 

Saat ini kita mengenal beberapa jenis jaringan pada umumnya yatu jaringan data dan internet.

 

Jaringan data adalah sebuah jaringan yang memungkinkan komputer-komputer yang ada saling bertukar data. Contoh yang paling sederhana adalah dari jaringan data adalah dua buah PC terhubung melalui sebuah kabel. Akan tetapi rata-rata jaringan data menghubungkan banyak alat.

 

Jaringan internet adalah sekumpulan jaringan-jaringan yang saling terhubung oleh alat jaringan dan akan menjadikan jaringan-jaringan tersebut sebagai satu jaringan yang besar. Public Internet adalah contoh yang paling mudah dikenali sebagai jaringan tunggal yang menghubungkan jutaan komputer.

 

4.2     Arsitektur Jaringan

 

Ada 3 jenis arsitektur jaringan data :

  1. LAN (Local Area Network)

Jaringan ini beroperasi dalam area yang jaraknya terbatas(kurang dari 10 kilometer).Biasanya jaringan ini bersifat tertutup karena hanya digunakan oleh sekumpulan orang dan memberikan akses bandwith yang tinggi dalam lingkup kelompok yang menggunakannya.Alat yang biasa digunakan adalah Switch dan Hub.

 

  1. WAN (Wide Area Network)

Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas dari LAN.Biasanya jaringan WAN berfungsi untuk menghubungkan LAN yang berada terpisah secara geografis. Biasanya digunakan juga untuk fulltime/partime connectivity antar daerah dan juga untuk public services seperti email. Alat yang biasa digunakan di jaringan ini adalah Router.

 

  1. MAN (Metropolitan Area Network )

Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas secara geografis.Biasanya menghubungkan jaringan WAN yang terpisah sehingga memungkinkan untuk terjadinya pertukaran informasi dan sharing data dan devices. Alat yang digunakan adala kumpulan dari Router dan Gateway.

Jaringan yang pertama kali dikenalkan adalah LAN. WAN diperkenalkan sebagai jaringan yang menghubungkan LAN-LAN yang ada sehingga user juga dapat membagi informasi dan mengakses alat-alat yang ada.Di sini yang akan kita bahas lebih lanjut adalah mengenai WAN.

 

Saat kita akan membahas lebih dalam mengenai jaringan ada 2 konsep yang penting yaitu:

 

  1. Protocol

 

Protocol banyak digunakan untuk proses komunikasi diantara entiti pada sistem yang berbeda-beda. Istilah entiti merujuk pada program-program aplikasi user sedangkan sistem lebih pada komputer dan terminal.

Elemen-elemen kunci untuk sebuah protocol adalah sebagai berikut :

  • Syntax

Meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan format data dan level-level sinyal

  • Semantics

Meliputi informasi kontrol untuk koordinasi dan pengendalian kesalahan

  • Timing

Meliputi kesesuaian urutan dan kecepatan

 

  1. Arsitektur komunikasi komputer

 

Ada 2 arsitektur protocol yang digunakan sebagai dasar bagi pengembangan standar-standar:

1.Model TCP/IP

 

Model dan protokol TCP/IP merupakan open standard yang merupakan standar teknis dan historis dari internet. Pada tahun 1973, Bob Kahn dan Vint Cerf mengerjakan proyek yang nantinya disebut TCP/IP. Selanjutnya, model TCP/IP dikembangkan Departemen Pertahanan USA (DoD) pada tahun 1981 (cisco.netacad.net, ch9, s1) dengan tujuan ingin menciptakan suatu jaringan yang dapat bertahan dalam segala kondisi. TCP/IP adalah jenis protokol pertama yang digunakan dalam hubungan internet, sehingga banyak istilah dan konsep yang dipakai dalam hubungan internet berasal dari istilah dan konsep yang dipakai oleh protokol TCP/IP. Perkembangan TCP/IP menciptakan suatu standar de facto, yaitu suatu standar yang diterima oleh kalangan pemakai dengan sendirinya karena pemakaian yang luas. Beberapa layer pada model TCP/IP mempunyai nama yang sama dengan model OSI. Gambar 2.2 dibawah ini merupakan gambaran dari model TCP/IP dimana dapat dilihat bahwa model TCP/IP juga dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian networks dan protocols.

 

Gambar 1  Model TCP/IP

Arsitektur atau model dari TCP/IP dibagi menjadi 4 lapisan yang antara lain adalah sebagai berikut:

 

Application Layer

 

Application layer pada model TCP / IP menangani protokol tingkat tinggi yang berhubungan dengan representasi, encoding dan dialog control. Protokol TCP/IP menggabungkan seluruh hal yang berhubungan dengan aplikasi ke dalam satu lapisan dan menjamin data dipaketkan dengan benar sebelum masuk ke lapisan berikutnya. Beberapa program berjalan pada lapisan ini, menyediakan layanan langsung kepada user. Program – program ini dan protokol yang berhubungan meliputi HTTP (The World Wide Web), FTP, TFTP (File Transport),  SMTP (Email), Telnet, SSH (Secure remote login), dan DNS (Name management).

 

Transport Layer

 

Transport layer menyediakan layanan transportasi dari host sumber ke host tujuan. Layer transport merupakan suatu koneksi logical diantara endpoints dari suatu jaringan, yaitu sending host dan receiving host. Transport protokol membuat segmen dan mengumpulkan kembali lapisan aplikasi diatasnya menjadi data stream yang sama diantara endpoints. Data stream transport layer menyediakan layanan transportasi end-to-end. Protokol – protokol yang berfungsi pada lapisan ini adalah :

 

  • Transmission Control Protocol (TCP)

 

TCP berfungsi untuk mengubah suatu blok data yang besar menjadi segmen-segmen yang dinomori dan disusun secara berurutan agar si penerima dapat menyusun kembali segmen-segmen tersebut seperti waktu pengiriman. TCP ini adalah jenis protocol connection oriented yang memberikan layanan bergaransi.

 

 

 

  • User Datagram Protokol (UDP)

 

UDP adalah jenis protocol connectionless oriented. UDP bergantung pada lapisan atas untuk mengontrol kebutuhan data. Oleh karena penggunaan bandwidth yang efektif, UDP banyak dipergunakan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak peka terhadap gangguan jaringan seperti SNMP dan TFTP.  UDP pada VoIP digunakan untuk mengirimkan audio stream yang dikrimkan secara terus menerus. UDP digunakan pada VoIP karena pada pengiriman audio streaming yang berlangsung terus menerus lebih mementingkan kecepatan pengiriman data agar tiba di tujuan tanpa memperhatikan adanya paket yang hilang walaupun mencapai 50% dari jumlah paket yang dikirimkan. Karena UDP mampu mengirimkan data streaming dengan cepat dalam teknologi VoIP, UDP merupakan salah satu protokol penting yang digunakan sebagai header pada pengiriman data selain RTP dan IP. Untuk mengurangi jumlah paket yang hilang saat pengiriman data (karena tidak terdapat mekanisme pengiriman ulang) maka pada teknologi VoIP pengiriman data banyak dilakukan pada private network.

 

Internet Layer

 

Tujuan dari lapisan internet adalah untuk memilih jalur / path terbaik bagi paket-paket data di dalam jaringan. Protokol utama yang berfungsi pada lapisan ini adalah Internet Protocol (IP) serta di lapisan ini terjadi penentuan jalur terbaik dan packet switching . Protokol – protokol yang berfungsi pada layer ini antara lain adalah IP, ARP, RARP, BOOTP, DHCP, ICMP.

  • IP merupakan protokol yang memberikan alamat atau identitas logika untuk peralatan di jaringan komputer. IP mempunyai tiga fungsi utama, yaitu servis yang tidak bergaransi (connectionless oriented), pemecahan (fragmentation) dan penyatuan paket-paket, serta fungsi meneruskan paket (routing).
  • Address Resolution Protocol (ARP) adalah protokol yang mengadakan translasi dari IP address yang diketahui menjadi alamat hardware atau MAC address. ARP ini termasuk jenis protokol broadcast.
  • Reverse Address Resolution Protocol (RARP) adalah protokol yang berguna mengadakan translasi MAC address yang diketahui menjadi IP address. Router menggunakan protokol RARP ini untuk mendapatkan IP address dari suatu MAC address yang diketahuinya.
  • Bootstrap Protocol (BOOTP) adalah protokol yang digunakan untuk proses boot diskless workstation. Dengan protokol ini, suatu IP address dapat diberikan ke suatu peralatan di jaringan berdasarkan MAC address-nya.
  • Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan kelanjutan protokol bootstrap yang dapat memberikan IP address secara otomatis ke suatu workstation yang menggunakan protocol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server.
  • Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah protokol yang berguna untuk melaporkan jika terjadi suatu masalah dalam pengiriman data.

 

Network Access Layer

 

Network access layer disebut juga host-to-network layer. Lapisan ini berkaitan dengan hal-hal yang paket IP  perlukan untuk membuat hubungan fisik dengan media jaringan. Driver untuk software aplikasi, modem, dan alat lainya beroperasi pada layer ini. Network access layer berfungsi memetakan IP address ke alamat fisik hardware dan enkapsulasi dari paket-paket IP menjadi frame-frame. Protokol – protokol yang berfungsi pada lapisan ini adalah EthernetToken Ring, dan  FDDI.

 

 

 

 

 

2.Model OSI Layer

 

Protokol OSI (Open Systems Interconnection) dan modelnya dikeluarkan pada tahun 1982 oleh ISO (International Organization for Standardization).  Open Systems Interconnection Reference Model (Model OSI) merupakan suatu deskripsi abstrak layering untuk rancangan jaringan komputer dan komunikasi, yang dikembangkan sebagai bagian dari Open Systems Interconnect  . Model OSI ini lebih sering disebut sebagai seven OSI layers model. Model OSI membagi fungsi – fungsi dari suatu protokol menjadi beberapa lapisan. Setiap lapisan mempunyai properti yang menggunakan fungsi lapisan dibawahnya, memproses data pada lapisan tersebut, lalu mengirim ke lapisan yang selanjutnya. Berikut pada gambar 2.1 dibawah ini merupakan tujuh lapisan dari model OSI beserta dengan fungsinya masing – masing pada setiap lapisan. Lapisan pada model OSI dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu media layer dan host layer.

Gambar  2  Seven OSI Layer

 

Model OSI dibagi menjadi 7 bagian, yakni:

 

Layer 1 : Physical Layer  (Lapisan Fisik)

 

Lapisan ini berhubungan langsung dengan hardware. Physical layer mendefinisikan semua spesifikasi fisik dan elektris untuk semua peralatan meliputi level tegangan, spesifikasi kabel, tipe konektor dan timing. Fungsi utama dari lapisan ini adalah bertanggung jawab atas transmisi bit stream (binary transmission), pengaktifan dan pengaturan  physical interface dari jaringan komputer, dan memodulasi data digital antara peralatan yang digunakan user dengan signal yang berhubungan. Beberapa contoh peralatan yang bekerja pada physical layer adalah kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel Shielded Twisted Pair (STP), kabel coaxial, kabel fiber optic, hub, dan repeater.

 

Layer 2: Data link layer  (Lapisan Datalink)

 

Lapisan ini menyediakan layanan pertukaran informasi melalui physical link dengan mengirim blok data (frame) yang memerlukan proses sinkronisasi, error control/penanganan kesalahan, dan fungsi flow control. Lapisan ini menerima, mengenali dan menangani transmisi ethernet message. Lapisan ini menggunakan physical addressing (Media Access Control address/MAC) sebagai pengenal. Lapisan ini menggunakan media ethernet, token ring, Fiber Distributed Data Interface (FDDI). Contoh peralatan yang bekerja pada datalink layer adalah switch, bridge, dan Network Interface Card (NIC).

 

Layer 3 : Network Layer  (Lapisan Jaringan)

 

Network layer menyediakan prosedur dalam mentransfer data dari suatu sumber ke suatu tujuan melalui satu atau lebih jaringan (path selection) dengan memperhatikan quality of service yang diperlukan oleh transport layer. Network layer bertanggung jawab dalam network routing, addressing dan logical protocol. Lapisan ini juga menentukan pemilihan jalur terbaik (path determination) untuk mengirim suatu data dari tempat asal ke tempat tujuan dengan cara routing / switching. Lapisan ini menggunakan IP address sebagai identifikasi. Contoh peralatan yang bekerja di network layer ini adalah router.

 

Layer 4 : Transport Layer (Lapisan Transport)

 

Transport layer mensegmentasi data dari pengirim dan merakit kembali data ke dalam sebuah data stream pada komputer penerima. Selain memastikan bahwa data dapat diterima sampai ke tujuan (end to end delivery), lapisan ini menyediakan transfer data secara transparan antar end-system, pengecekan error, bertanggung jawab melakukan error recovery apabila terjadi kesalahan, dan kontrol aliran data (flow control). Beberapa contoh protokol yang bekerja di lapisan ini adalah protokol TCP yang bersifat connection oriented, dan UDP yang bersifat connectionless.

 

Layer 5 : Session Layer (Lapisan Sesi)

 

Sesuai dengan namanya, lapisan ini berfungsi untuk menyelenggarakan, mengatur dan memutuskan sesi komunikasi. Session layer menyediakan service kepada presentation layer. Lapisan ini juga mensinkronisasi dialog diantara dua host presentation layer dan mengontrol komunikasi dengan cara membuka, mengelola, dan memutus hubungan antar aplikasi yang berkaitan.

 

Layer 6 : Presentation Layer (Lapisan Presentasi)

 

Lapisan ini mengelola informasi yang disediakan oleh lapisan aplikasi (application layer) supaya informasi yang dikirimkan dapat dibaca oleh lapisan aplikasi pada sistem lain. Di lapisan ini dilakukan proses enkripsi, dekripsi dan kompresi data yang ditujukan untuk keamanan proses komunikasi. Contoh operasinya adalah proses konversi dari teks Extended Binary Coded Decimal Interchange Code (EBCDIC) ke teks American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

 

Layer 7 : Application Layer

 

Lapisan ini adalah lapisan yang paling dekat dengan user / pengguna, lapisan ini menjalankan aplikasi-aplikasi untuk user, menyediakan layanan jaringan untuk aplikasi user. Aplikasi pada lapisan ini terbagi menjadi 2, yaitu aplikasi client-server dan aplikasi non client-server. Contoh dari aplikasi client-server adalah FTP, HTTP, POP3, dan SMTP. Contoh dari aplikasi non client-server adalah redirector (misal : map network drive) dan peer-to-peer.

 

4.3 Topologi Jaringan

 

Setelah kita mengetahui komponen untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah merancang jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk bintang (star), lingkaran (ring), dan sebagainya. Hal tersebut dinamakan dengan topologi jaringan.

 

4.3.1 Topologi WAN

 

Topologi WAN menggambarkan cara fasilitas transmisi digunakan berdasarkan lokasi – lokasi yang terhubung. Banyak topologi yang memungkinkan, masing – masing mempunyai perbedaan cost, performance dan scalability sendiri – sendiri. Topologi – topologi yang sering digunakan antara lain ring, star, full-mesh, partial-mesh yang memiliki bentuk topologi yang sama dengan LAN, dan multi-tiered meliputi two-tiered dan three-tiered yang tidak terdapat pada LAN. Berikut pada gambar 2.11 adalah contoh dari topologi tiered.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3 Topologi three tier

  • Topologi Ring

Topologi ini menghubungkan satu node ke node berikutnya dan node terakhir terhubung ke node awal. Hal ini tentunya membuat bentuk yang menyerupai lingkaran.

Gambar 4 Topologi Ring

  • Topologi Star

Topologi ini menghubungkan semua kabel pada sebuah titik sentral terkonsentrasi.

Gambar 5 Topologi Star

  • Topologi Mesh

 

Topologi mesh diimplementasikan untuk menyediakan perlindungan sebanyak mungkin yang diinginkan dari interupsi pada network service. Penggunaan dari topologi mesh pada sistem jaringan terkontrol dari pembangkit tenaga nuklir adalah sebuah contoh yang sangat sesuai. Seperti sudah diperlihatkan pada gambar dibawah ini, setiap host memiliki koneksi dengan host lain.

 

Meskipun internet memiliki banyak hubungan ke setiap lokasi, internet tidak mengadopsi topologi ini secara penuh. Meskipun internet memiliki banyak hubungan ke setiap lokasi, internet tidak mengadopsi topologi ini secara penuh. Hal ini dikarenakan oleh biaya dan bandwidth yang dibutuhkan untuk menghubungkan setiap node sangatlah besar dan hampir tidak mungkin untuk dilakukan.

 

4.4  Pemilihan Topologi

 

Pada saat pemilihan topologi jaringan, cukup banyak pertimbangan yang harus diambil tergantung pada kebutuhan. Faktor-faktor yang perlu mendapatkan pertimbangan antara lain adalah sebagai berikut:

 

Biaya, sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan organisasi

Kecepatan, sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan oleh sistem

Lingkungan, mis: listrik, adakah faktor lingkungan yang berpengaruh

Ukuran (skalabilitas), berapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file server atau sejumlah server khusus.

Konektivitas, apakah pemakai yang lain perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.

4.5  Jenis Konektifitas Jaringan WAN

Ada beberapa jenis konektifitas dalam WAN,yaitu :

 

  1. Leased Line

 

Biasanya disebut sebagai koneksi point-to-point atau dedicated koneksi. Leased Line jalur komunikasi WAN yang dibangun dari CPE melalui DCE switch, menuju remote site CPE memperbolehkan jairngan DTE untuk berkomunikasi kapan saja dengan tanpa prosedur settingan sebelum mentransmisikan data.Ketika biaya bukan masalah,ini adalah pilihan yang terbaik.Leased Line menggunakan synchronous serial lines sampai dengan 45Mbps. Enkapsulasi HDLC dan PPP seringkali digunakan dalam leased line.

PPP

PPP (Point-to-Point Protocol) merupakan protocol data-link yang bsia digunakan melalui media asynchronous (dial-up) ataupun synchronous (ISDN) dan menggunakan  LCP (Link Control Protocol) untuk membangun dan menjaga koneksi yang ada.

 

  1. Circuit Switching

 

Ketika kita mendengar istilah circuit switching yang akan terpikirkan adalah panggilan telepon.Keuntungan terbesar adalah biaya.Kita hanya membayar untuk waktu yang kita gunakan.Tidak ada data yang akan dikirim sebelum koneksi dibangun atau dijalankan. Circuit switching menggunakan dial-up modems atau  ISDN, dan biasa digunakan untuk pengiriman data pada bandwith yang kecil.

 

ISDN

ISDN adalah layanan telekomunikasi seluruh dunia yang menggunakan transmisi digital dan teknologi switching untuk mendukung komunikasi data digital dan suara.

Ada 2 macam ISDN yaitu ISDN BRI dan PRI.

ISDN BRI (Basic Rate Interface) terdiri dari 2 B channels dan 1 D channel. Channel B BRI bekerja pada  64Kbps dan membawa data. Channel D BRI bekerja pada 16Kbps dan biasanya membawa kontrol dan informasi pensinyalan. BRI juga menyediakan kontrol framing dengan jumlah total bit rate mencapai 144Kbps.

ISDN Primary Rate Interface (PRI) terdiri dari 23 B channels dan satu 64Kbps D channel di Amerika Utara dan Jepangdengan total bit rate mencapai  1.544Mbps.

 

  1. Packet Switching

 

Ini adalah metode switching WAN yang memungkinkan perusahaan kita untuk berbagi bandwidth dengan perusahaan  untuk menghemat biaya. Packet switching bisa dianalogikan mirip dengan leased line tetapi biaya yang diperlukan hanya sebesar ketika kita menggunakan model circuit switching. Sekarang yang menjadi pertimbangan apakah diperlukan pengiriman data secara konstan? Apabila iya, maka pilihan ini kurang tepat. Contoh dari Packet Switching adalah Frame Relay dan X.25. Kecepatan akses berkisar anatara 56Kbps sampai T3 (45 Mbps).

 

 

 

Frame Relay

Frame Relay merupakan bentuk packet switching yang didasarkan atas pengunaan frame lapisan jalur dengan panjang variabel.Tidak terdapat lapisan jaringan, dan beberapa fungsi dsar telah dipersingkat atau dikurangi agar menampilkan laju penyelesaian yang lebih besar.

Frame Relay dirancang untuk mengeliminasi banyaknya overhead pada sistem ujung pemakai dan pada jaringan packet-switching. Pada Frame Relay, sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan dan sebuah balasan yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di dalam frame.Kekurangan dari frame relay adalah tidak adanya kemampuan untuk menampilkan flow control dan kontrol kesalahan jalur demi jalur.Kelebihan dari Frame Relay adalah proses komunikasi yang ringan dan meningkatnya keandalan fasilitas transmisi dan switching

 

4.6  Komponen dalam Jaringan WAN

 

WAN menghubungkan LAN-LAN yang terpisah secara geografis (lebih dari 100 meter) sehingga secara otomati komponen yang terdapat dalam LAN juga terdapat dalam WAN.

  1. Router

Router adalah penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan routing protocol tertentu. Router bukanlah perangkat fisikal, melainkan logikal. Misalnya sebuah IP router dapat membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP adress tertentu yang dapat mengalir dari suatu segmen ke segmen lainnya.

 

Router memiliki 2 interface (port) yaitu interface serial dan ethernet.Interface Serial biasanya menggunakan kabel DTE/DCE dan seringkali digunakan untuk koneksi WAN atau internet.Sedangkan interface ethernet seringkali digunakan koneksi ke LAN.Rata-rata router saat ini sudah memiliki interface Fast Ethernet (100 BaseT) bahkan ada beberapa yang sudah memiliki interface Gigabit Ethernet (1000Base T).

 

Router menggunakan routing protocol untuk bertukar informasi routing. Routing protocol memungkinkan router untuk mengetahui informasi dari router lain yang berada di jaringan sehingga data bisa dikirim pada tujuan yang tepat.

Perlu diingat bahwa dua router yang berkomunikasi satu sama lain harus menggunakan routing protocol yang sama atau mereka tidak bisa bertukar informasi.

 

Routing protocol yang banyak digunakan :

  • RIP v1
  • RIP v2
  • IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
  • EIGRP (Exterior Gateway Routing Protocol)
  • OSPF (Open Shortest Path First)
  • IS-IS
  • BGP (Border Gateway Protocol)
  • Static Route

Gambar 6 Router

  1. Switch

Switch dikenal juga dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari bridge. Ada dua buah arsitektur switch, sebagai berikut:

v  Cut through

Kelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan, karena pada saat sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

 

v  Store and forward

Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya k etujuan dan untuknya memerlukan waktu.

 

Keuntungan menggunakan switch apabila bila switch tersebut merupakan base Ethernet adalah karena setiap segmen jaringan memiliki bandwith 10 Mbps penuh,dan 100 Mbps apabila base Fast Ethernet dan  tidak terbagi seperti pada hub.

Gambar 7 Switch

  1. Hub

 

Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Hub akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga akan membentuk suatu jaringan dengan topologi star[1]. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan komputer Server. Sementara itu port yang lain digunakan untuk menghubungkan hub dengan node-node.

 

Penggunaan hub dapat dikembangkan dengan mengaitkan suatu hub ke hub lainnya. Sedangkan dari segi pengelolaannya, HUB dibagi menjadi dua jenis, sebagai berikut:

Hub manageable

Hub jenis ini bisa dikelola dengan software yang ada di bawahnya.

 

Hub non-managable

Hub jenis ini pengelolaannya dilakukan secara manual.

 

Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama. Pada jaringan tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 unit komputer. Jika semua komputer tersambung ke jaringan secara bersamaan, maka bandwith yang dapat digunakan oleh masing-masing user rata-rata adalah 1 Mbps.

Gambar 8 Hub

 

  1. Kabel

 

Kabel yang digunakan dalam jaringan WAN ada 2 jenis.

1.Kabel UTP

Ada dua buah jenis kabel UTP yakni shielded dan unshielded. Shielded adalah kabel yang memiliki selubung pembungkus. Sedangkan unshielded tidak memiliki selubung pembungkus. Untuk koneksinya digunakan konektor RJ11 atau RJ-45.

 

 

Gambar 9 Konektor RJ-45

 

UTP cocok untuk jaringan dengan skala dari kecil hingga besar. Dengan menggunakan UTP, jaringan disusun berdasarkan topologi star dengan hub sebagai pusatnya. Kabel ini umumnya lebih reliable dibandingkan dengan kabel koaksial.

 

Ada beberapa kategori dari kabel UTP. Yang paling baik adalah kategori 5. Ada dua jenis kabel, yakni straight-through dan crossed. Kabel Straight-through dipakai untuk menghubungkan komputer ke Hub, komputer ke Switch atau Switch ke Switch. Sedangkan kabel crossed digunakan untuk menghubungkan Hub ke Hub atau Router ke Router. Untuk kabel kategori 5, ada 8 buah kabel kecil di dalamnya yang masing-masing memiliki kode warna. Akan tetapi hanya kabel 1,2,3,6. Walaupun demikian, ke delapan kabel tersebut semuanya terhubung dengan jack.

 

Untuk kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada suatu ujung juga di kabel 1,2,3, dan 6 pada ujung lainnya. Sedangkan untuk kabel crossed, ujung yang satu adalah kebalikan dari ujung yang lain ( 1 menjadi 3 dan 2 menjadi 6).

 

 

Gambar 10 Kabel UTP

 

2.Kabel DTE/DCE

Kabel DTE (Data Termination Equipment) digunakan untuk menghubungkan antara Router dengan Router atau Router dengan modem .

 

 

Gambar 11 kabel DTE

 

Sedangkan kabel DCE (Data Termination Equipment) digunakan untuk menghubungkan antara modem dengan device komunikasi internet.

 

 

 

Gambar 12 kabel DCE

 

4.6  Prosedur dalam jaringan WAN

  1. Pengalamatan IP
  1. 1.   IP Address

 

IP address adalah alamat logika yang diberikan ke peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri dari 32 bit angka binari, yang ditulis dalam empat kelompok terdiri atas 8 bit (oktat) yang dipisah oleh tanda titik. Contohnya adalah : 11000000.00010000.00001010.00000001 atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka desimal (0-255) misalnya 192.16.10.1. IP address yang terdiri atas 32 bit angka dikenal sebagai IP versi 4 (IPv4).

 

TCP/IP melihat semua IP address sebagai dua bagian jaringan, yaitu network ID dan host ID. Network ID menentukan alamat jaringan sedangkan host ID menentukan alamat host atau komputer. Oleh sebab itu, IP address memberikan alamat lengkap suatu komputer berupa gabungan alamat jaringan dan host. Jumlah kelompok angka yang termasuk network ID dan  host ID tergantung pada kelas IP address yang dipakai.

 

 

 

 

2.   Kelas – Kelas IP Address

 

IP address dapat dibedakan menjadi lima kelas, yaitu A, B, C, D, dan E (Mansfield, 2002, p134). Dalam hal ini kelas A, B, dan C digunakan untuk address biasa. Sedangkan kelas D digunakan untuk multicasting ( 224.0.0.0 – 239.255.255.255 ) dan kelas E ( 240.0.0.0 – 247.255.255.255 )  dicadangkan dan belum digunakan. Agar peralatan dapat mengetahui kelas suatu IP address, maka setiap IP harus memiliki subnet mask. Dengan memperhatikan default subnet mask yang diberikan, kelas suatu IP address dapat diketahui. Berikut pada tabel 2.1 dijelaskan mengenai pengelompokan kelas – kelas IP address beserta dengan jumlah jaringan dan jumlah host per jaringan yang dapat digunakan beserta default subnet mask-nya.

 

Tabel 2  Kelas – kelas IP address

Kelas

IP

address

Kelompok oktat pertama Network ID Host ID Jumlah jaringan Jumlah host per jaringan Default subnet

mask

A 1 – 126 w. x.y.z 128 16.777.216 255.0.0.0
B 128 – 191 w.x y.z 16.384 65.536 255.255.0.0
C 192 – 223 w.x.y z 2.097.152 256 255.255.255.0

 

 

Dalam penggunaan IP address ada peraturan tambahan yang harus diketahui, yaitu :

  • Angka 127 pada oktat pertama digunakan untuk loopback
  • Network ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1
  • Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1

 

Jika host ID berupa angka binari 0, IP address ini merupakan network ID jaringannya. Jika host ID semuanya berupa angkan binari 1, IP address ini biasanya digunakan untuk broadcast  ke semua host dalam jaringan lokal.

 

3.   Private IP address

Internet Assigned Number Authority (IANA) yang merupakan badan internasional, yang mengatur masalah pemberian IP address untuk digunakan dalam internet, menyediakan kelompok-kelompok IP address yang dapat dipakai tanpa pendaftaran yang disebut private IP address. Private address atau non-routable ini dialokasikan untuk digunakan pada jaringan yang tidak terkoneksi ke internet.

 

RFC 1918 bertemakan “Address Allocation for Private Internets” membahas tentang penggunaan jaringan / operasional jaringan menggunakan TCP/IP. Penggunaan IP publik dan private juga menjadi masalah yang dicermati berkenaan dengan global address space yang semakin berkurang setiap harinya. Berikut ini adalah set IP private yang direkomendasikan dalam RFC 1918.

 

Gambar 13 Rekomendasi IP private dalam RFC 1918

 

2. Subnet Masks

 

Agar skema  Subnet Address bisa berjalan, setiap mesin dalam jaringan harus mengetahui host address mana yang digunakan sebagai subnet address. Sebuah Subnet Mask besarnya 32 bit yang memungkinkan penerima packet IP untuk membedakan antara Network ID dengan host ID.

 

Administrator jaringan menciptakan 32-bit Subnet Mask yang terdiri dari angka 1 dan 0. Angka 1 dalam Subnet mask melambangkan posisi yang menunjuk pada alamat network atau subnet .Tidak semua jaringan memerlukan subnet,artinya mereka bisa menggunakan default Subnet Mask .Pada gambar di bawah ini menunjukan Subnet untuk setiap class IP. Standar ini tidak bisa diubah.Dengan kata lain, Class B tidak bisa membaca subnet Class A yaitu 255.0.0.0. untuk Class A, kita bisa mengubah standarnya.Class A harus membaca paling sedikit 255.0.0.0.

 

 

Gambar 14 Pembagian Class Subnet Mask

3. Classless Inter-Domain Routing (CIDR)

 

Istilah lain yang harus dikenali dalam IP Address adalah Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk mudahnya ini adalah metode yang digunakan ISP untuk mengalokasi sejumlah alamat untuk perusahaan ,rumah dan konsumen.

 

Mereka menyediakan alamat dalam bentuk blok tertentu, Ketika kita menerima sebuah blok alamat dari ISP yang akan kita lihat adalah sebagai berikut.: 192.168.10.32/28. Hal inilah yang memberitahu kita subnet manakah yang kita miliki.Tanda slash (“/”) menunjukan berapa banyak bit yang diubah menjadi angka 1.Jumlah maksimum angka 1 hanyalah 32 karena 1 byte adalah 8 bits dan ada 4 bytes dalam IP Address (4 ×8 = 32).Tetapi perlu diinget bahwa subnet mask terbesar hanya sampai /30 karena kita harus menyisakan setidaknya 2 bits untuk bit host.

 

Tabel 3 CIDR

Subnet Mask

CIDR Value

255.0.0.0

/8

255.128.0.0

/9

255.192.0.0

/10

255.224.0.0

/11

255.240.0.0

/12

255.248.0.0

/13

255.252.0.0

/14

255.254.0.0

/15

255.255.0.0

/16

255.255.128.0

/17

255.255.192.0

/18

255.255.224.0

/19

255.255.240.0

/20

255.255.248.0

/21

255.255.252.0

/22

255.255.254.0

/23

255.255.255.0

/24

255.255.255.128

/25

255.255.255.192

/26

255.255.255.224

/27

255.255.255.240

/28

255.255.255.248

/29

255.255.255.252

/30

 

 

 

 

 

4. Routing

 

Routing adalah proses yang dilakukan oleh router untuk menentukan jalur terbaik baik dari sisi cost maupun waktu.Router menyimpan informasi routing yang dilakukannya dalam routing table.Jadi secara umum routing table berisi :

  • Bagaimana jalur menuju jaringan telah diketahui atau disimpan.Misal : Statik atau menggunakan routing protocol.
  • Alamat jaringan daripada router di mana jalur menuju jaringan telah diketahui. Misal :Router pernah mengirim informasi ke dalam jaringan yahoo.Jaringan Yahoo mempunyai alamat jaringan 120.190.318.075.Maka Router akan menyimpan alamat ini untuk digunakan pada saat pengiriman data selanjutnya.
  • Port di mana jaringan tersebut bisa dituju.Misal: Pengiriman data keluar melalui  internet melalui interface serial 0, sedangkan untuk pengiriman data ke server dalam jaringan WAN melalui interface serial 1.
  • Metrik dari sebuah route (jalur).Metrik adalah suatu ukuran seperti jumlah path(lajur)yang ditempuh oleh  sebuah router , yang biasa menjadi salah satu ukuran dalam penentuan jalur terbaik.


4.7 Perancangan jaringan WAN

4.7.1  Contoh Desain Jaringan WAN

 

 

Gambar 15  Topologi Star Jaringan WAN

Seperti yang terlihat dalam gambar di atas, Jaringan di atas menggunakan menggunakan topologi star. Untuk koneksi ke setiap lokasi menggunakan router sebagai media gateway. Routing protocol yang digunakan bisa beraneka ragam. Bisa mengunakan OSPF, EIGRP, IGRP, RIP dan lain-lain. Pemilihan routing protocol biasanya berdasarkan kebutuhan, keadaan dari WAN dan setingan yang digunakan oleh ISP WAN. Setiap user (PC) pada setiap lokasi saling terhubung melalui sebuah switch menggunakan kabel UTP (koneksi UTP ini bisa menggunakan ethernet,fast ethernet dan gigabit ethernet ) dan switch tersambung ke router mengunaan kabel UTP (dengan pilihan media yang sama seperti PC) sehingga user pada setiap lokasi yang berbeda dapat saling terhubung dan berbagi informasi. Bahkan bisa melakukan akses ke dalam database sharing maupun printer sharing bila ada fasilitas printer sharing.

 

Gambar di atas memanfaatkan koneksi Leased Line untuk konektifitas WAN,sehingga menggunakan kabel DTE untuk koneksi serial. Koneksi kabel DTE ini biasanya masuk ke dalam modem yang telah disediakan oleh ISP WAN. Perlu diingat bahwa kabel yang digunakan dari router ke dalam modem ISP WAN tidak selalu serial(DTE), bisa saja hanya menggunakan kabel UTP. Tergantung bentuk keluaran dari modem ISP.

Untuk koneksi Switch dan Router tidak terbatas pada koneksi Ethernet, saat ini sudah bisa mencapai pada gigabit ethernet yaitu 1000BaseT.

Dari contoh di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dalam membuat perancangan jaringan WAN, harus disesuaikan dengan beberapa faktor seperti  kondisi WAN, bentuk konektifitas yang dipilih dari ISP, bentuk kabel dari modem ISP,konfigurasi routing protocol dan konektifitas dari router ke switch.

 

4.7.2      Persiapan

Persiapan yang dimaksudkan di sini adalah menyiapkan dan menyediakan semua hal yang dibutuhkan untuk instalasi, termasuk pemilihan konektifitas(ISDN,Leased Line,Frame Relay dan lain-lain),hubungan dengan ISP WAN ,pemilihan router juga setting pada masing-masing alat beserta serta pada kabel.

 

4.7.3           Prosedur Instalasi

Prosedur instalasi yang wajib ada :

  1. Periksa apakah koneksi kabel yang digunakan sudah cocok. Pemasangan kabel dari router ke switch apakah kabel UTP yang digunakan berjalan dengan baik dan benar dipasangnya.Begitu pula dengan kabel yang digunakan dari router ke dalam modem ISP WAN. Diperiksa terlebih dahulu apakah kabel yang digunakan sudah tepat  dan benar dalam pemasangannya. Diberikan label pada kabel supaya mudah dalam melakukan pemeriksaan atau dokumentasi jaringan sehingga mudah untuk melacak posisi kabel yang ingin  diperiksa.
  2. Pastikan setiap device yang ada sudah dilakukan proses grounding.Hal ini ditujukan agar menghilangkan listrik statik.
  3. Buatlah desain setingan konfigurasi terlebih dahulu sebelum melakukan pada alat-alat yang ada (Router dan Switch) misalnya IP Address yang akan dipasang, Routing protocol yang akan digunakan, user dan password login untuk administrator serta settingan yang harus disamakan dengan ISP WAN yang dipilih.
  4. Catat dan dokumentasikan setiap langkah konfigurasi serta contact person dari tim instalasi.Baik dari tim yang ada maupun tim dari ISP.Hal ini berguna apabila terjadi permasalahan di kemudian hari sehingga mudah dalam melakukan pengecekan permasalahan.

 

4.7.4  Penempatan Alat-Alat Jaringan WAN

Ruangan yang digunakan untuk menyimpan atau menempatkan alat-alat jaringan seperti server ,switch dan router sebaiknya dipasangi pendingin udara (AC). Selain itu,sebaiknya diletakkan di tempat yang aman, dan tidak mudah dijangkau oleh orang yang tidak memiliki hak atau mengerti tentang jaringan.

Switch atau Hub sebaiknya diletakkan dekat Server, bahkan jika mungkin dibuatkan rak agar rapi. Modem harus disimpan berdekatan dengan server dan jalur telepon.

Berikut ini adalah komponen yang harus berada di ruangan server:

Komputer Server

Switch atau Hub

Modem ADSL atau Modem DialUp

Router

 

 

 

 

 

4.7.5  Penempatan Workstation

Pengaturan komputer yang digunakan sebagai workstation atau client tidak terlalu ketat seperti halnya penempatan server. Komputer workstation dapat diletakkan sesuai dengan kebutuhannya.

 

4.7.6 Pengkabelan

Sebelum melakukan instalasi atau pemasangan kabel, dilakukan pemeriksaan terhadap kabel yang akan dipasang. Pemeriksaan ini dilakukan baik untuk kabel DTE maupun kabel UTP. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kabel yang tidak dapat digunakan (mis: karena isinya terputus).

Setelah kabel dipasang, gunakan pipa penutup agar rapi. Pemberian tanda pada kabel sebaiknya diterapkan agar memudahkan pengawasan ataupun perbaikan jika terjadi suatu kerusakan.

Setelah komputer diletakkan di masing-masing lokasi, maka langkah selanjutnya adalah menarik kabel, memasang kartu jaringan, memasang konektor RJ45, dan sebagainya.

Dalam membangun jaringan ini sebaiknya melibatkan ahli teknik atau bangunan. Perhatikan pula fakotr petir di lingkungan tersebut, Dan sebaiknya memasang grounding di komputer server

 

4.7.7 Proses Instalasi WAN

Sebelum dilakukan instalasi perlu dibuat sebuah jadwal pekerjaan yang baik agar proses instalasi berjalan dengan lancar. Jadwal tersebut secara sekuensial (urut) meliputi hal-hal berikut:

Membuat desain jaringan di atas kertas sesuai dengan kondisi nyata di lapangan

Melakukan pembongkaran dan pembenahan infrastruktur lapangan,

Melakukan pemasangan peralatan jaringan secara menyeluruh

Melakukan konfigurasi peralatan jaringan secara menyeluruh

Menguji konektivitas semua node dalam jaringan

 

  1. a.     Tim Instalasi

Tim instalasi adalah orang-orang yang terlibat dalam melaksanakan instalasi suatu jaringan WAN. Orang-orang ini hendaknya bukanlah orang-orang sembarangan, melainkan memiliki pengalaman dalam bidang jaringan komputer, khususnya pengalaman dalam melakukan instalasi jaringan.

Dalam menentukan jumlah anggota tim yang efisien sesuai dalam melakukan instalasi jaringan harus memperhatikan beberapa faktor sebagai berikut:

Luas lokasi instalasi

Kapasitas user jaringan yang diperlukan

Besar biaya yang akan dikeluarkan untuk proses penginstalan jaringan

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1.      Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.      Sumber-sumber Perpustakaan       

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Sumber-sumber bacaan yang dapat digunakan :

Judul

Pengarang

Penerbit

 

:

:

:

 

 

Panduan Membangun Jaringan Komputer

Rahmat Rafiudin

Elex media Komputindo

 

 

 

 

 

 

5.3.      Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan         

  • Identifikasi kebutuhan pengalamatan IP yang akan diberikan.

Judul/Nama Pelatihan        :        Membuat Disain Jaringan Berbasis Luas (WAN)

 

Kode Program Pelatihan    :    TIK.JK02.002.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Membuat Disain Jaringan Berbasis Luas (WAN)

 

TIK.JK02.002.01

-Crimping Tools.

- Network Tester

- Tang

- Cutter

-Router

-Switch

-Laptop

 

- Kabel UTP

-Konektor RJ-45

-WAN interface card

-Kabel DTE

-modem ISP

-

 

 

 

 

 

 

 

 

5.4.          DAFTAR PUSTAKA

 

 


 

Testimoni

artikel lainnya Membuat Disain Jaringan Berbasis Luas (WAN) TIK.JK02.002.01

Saturday 13 December 2014 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA       MEMVALIDASI PROGRAM PELATIHAN…

Monday 9 March 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI    …

Friday 8 August 2014 | blog

PANDUAN PENGISIAN FORMULIR PERMOHONAN MEREK Panduan pengisian formulir pendaftaran Merek ini bertujuan untuk memfasilitasi pengisian formulir…

Saturday 10 October 2015 | blog

Kompetensi I Ringkasan Materi 1. Mengenal PowerPoint Microsoft PowerPoint merupakan software produk Microsoft® yang dikhususkan untuk…