Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

MEMBUAT

APLIKASI WEB BERBASIS JSP

TIK.PR08.011.01

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………….. …….. 1

 

BAB I. 4

PENGANTAR. 4

1.1   Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 4

1.2   Penjelasan Modul 4

1.2.1  Desain Modul 4

1.2.2  Isi Modul 5

1.2.3  Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 6

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah. 6

 

BAB II. 8

STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1   Peta Paket Pelatihan. 8

2.2   Pengertian Unit Standar Kompetensi 8

2.3   Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 10

 

BAB III. 12

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1   Strategi Pelatihan. 12

3.2   Metode Pelatihan. 13

 

 

 

 

 

BAB IV. 14

MATERI UNIT KOMPETENSI. 14

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3 Sekilas Tentang Aplikasi Web. 15

4.4 Sekilas Mengenai JSP. 15

4.5. Kelebihan dan Kelemahan JSP. 17

4.6 Web Server 20

4.7. Elemen-Elemen JSP. 24

4.7.1. Directives 24

4.7.1.1. Page Directive. 24

4.7.1.2. Include Directive. 25

4.7.1.3. Taglib Directive. 25

4.7.2. Scripting Elements 26

4.7.2.1. Declarations 26

4.7.2.2. Scriptlets 26

4.7.2.3. Expression. 26

4.7.3. Action. 27

4.7.3.1. <JSP:useBean>. 27

4.7.3.2. <JSP:setProperty>. 28

4.7.3.3. <JSP:getProperty>. 28

4.7.3.4. <JSP:param>. 29

4.7.3.5. <JSP:include>. 29

4.7.3.6. <JSP:forward>. 29

4.7.3.6. <JSP:plugin>. 30

4.8.  Koneksi Database. 30

4.9. Objek Implisit, Cookies dan Session. 32

4.9.1 Cara Membuat Cookies dan Session. 43

4.9.2 Cara Menghapus Cookies dan Session. 43

 

 

 

BAB V. 44

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  44

5.1   Sumber Daya Manusia. 44

5.2. Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 44

5.3   Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 46

 

DAFTAR PUSTAKA. 47

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1    Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2  Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1  Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2  Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3    Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-  Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

 

 

 

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR08.011.01     Membuat Program Aplikasi Web Berbasis JSP

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara merancang dan menerapkan basis data.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.PR08.011.01

Judul Unit      : Membuat Program Aplikasi Web Berbasis JSP

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini untuk menentukan kompetensi yang diperlukan untuk membuat program aplikasi web berbasis JSP sesuai dengan spesifikasi dari JSP.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

 

KRITERIA UNJUK KERJA

01    Menjelaskan kebutuhan software 1.1       Persyaratan sistem operasi dan web server diidentifikasi.

 

1.2       Kalibrasi web server agar program scripting JSP berjalan optimal dengan web server dilakukan.

 

1.3       Pengujian web server untuk memeriksa apakah web server berjalan dengan optimal dilakukan.

 

02   Menjelaskan dasar-dasar JSP 2.1    Penggunaan JSP container dijelaskan.

 

2.2    Penggunaan JSP directives dijelaskan.

 

2.3    Implisit JSP Objects melalui variable request dan respon dijelaskan.

 

2.4    JSP actions dijelaskan.

 

2.5    JSP tag libraries (TagLibs, Servlets dan Development Components) dijelaskan.

 

03    Menyimpan kondisi ke dalam server dan client 3.1    Penyimpanan    suatu     kondisi melalui cookie, query dan sessions dilakukan.

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

  1. Membuat Program Aplikasi Web Berbasis JSP bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

 

1. Pengetahuan dan Ketrampilan Penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini  :

 

1.1         Pengetahuan dasar

1.1.1  Membuat algoritma pemrograman.

1.1.2  Membuat struktur data.

1.1.3    Menggunakan spesifikasi program.

1.1.4    Mengoperasikan bahasa pemrograman terstruktur.

 

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1  Mengoperasikan sistem komputer.

1.2.2  Mengoperasikan bahasa pemrograman.

 

2. Konteks Penilaian :

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3. Aspek Penting Penilaian :

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1         Kemampuan untuk mempersiapkan kebutuhan software dan hardware sistem dan melakukan optimasi.

3.2         Menjelaskan dasar-dasar perintah JSP.

3.3         Menjelaskan konsep penyimapan suatu kondisi di client dan server melalui cookie, query dan session.

 

4. Kaitan Dengan Unit-Unit Lain :

4.1         Unit ini mendukung di dalam membuat progam aplikasi web berbasis JSP. Contoh mencakup namun tidak terbatas pada  :

4.1.1    TIK.PR02.002.01 Membuat algoritma pemrograman.

4.1.2    TIK.PR02.003.01 Membuat struktur data.

4.1.3    TIK.PR02.004.01 Menggunakan spesifikasi program.

4.1.4    TIK.PR02.005.01 Menulis Program Dasar

4.1.5    TIK.PR02.006.01 Menulis program lanjut

4.1.6    TIK.PR02.008.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman terstruktur

4.1.7    TIK.PR02.009.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman berorientasi objek.

 

4.2         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

No

Kompetensi Kunci Dalam Unit ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menjelaskan kebutuhan software yang akan digunakan dalam pelatihan.
  • Siswa mampu menjelaskan dan menerapkan dasar-dasar JSP.
  • Siswa mampu menyimpan kondisi ke dalam server dan client.

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengidentifikasi sistem operasi dan web server.
  • Siswa mampu menguji web server apakah dapat bekerja secara optimal.
  • Siswa mampu menggunakan dan menerapkan JSP container.
  • Siswa mampu menggunakan dan menerapkan JSP directives.
  • Siswa mampu menggunakan variabel request dan response.
  • Siswa mampu menggunakan dan menerapkan JSP action.
  • Siswa menggunakan dan menerapkan JSP tag libraries.
  • Siswa mampu menggunakan session, cookies dan query.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Sekilas Tentang Aplikasi Web

Aplikasi web adalah suatu aplikasi yang dapat membentuk halaman-halaman web berdasarkan permintaan pemakai. Berbagai contoh aplikasi web:

  1. Mesin pencari / search engine.
  2. Toko online
  3. Lelang online
  4. Situs-situs berita
  5. Layanan akademis perguruan tinggi.
  6. Permainan interaktif
  7. Forum diskusi

 

Aplikasi web merupakan salah satu contoh aplikasi client-server. Client mewakili komputer yang digunakan oleh seseorang pemakai yang hendak menggunakan aplikasi sedangkan server mewakili komputer yang menyediakan layanan aplikasi. Dalam konteks ini, client dan server berhubungan melalui internet ataupun intranet. Yang menarik, model ini dapat melibatkan bermacam-macam platform.

 

Ciri khas yang lain pada penggunaan aplikasi web, pemakai menggunakan perangkat lunak yang dinamakan web browser atau sering disebut browser saja (misalnya Netscape Communicator, Internet Explorer, Mozilla Firefox, dan Opera) untuk mengakses aplikasi web.

 

Komputer yang bertindak sebagai server umumnya menyediakan database server, selain web server yang ditujukan untuk melayani permintaan pemakai yang hendak mengakses aplikasi web. Database server adalah server yang melayani akses terhadap database. Oracle, MySQL dan Microsoft SQL merupakan contoh dari database server yang sering banyak digunakan. Adapun contoh dari web server adalah Apache (sangat terkenal di lingkungan Linux), IIS (Internet Information Server), yang merupakan andalan Microsoft.

 

 

 

4.4 Sekilas Mengenai JSP

Java Server Pages (JSP) adalah bahasa scripting untuk web programming yang bersifat server side seperti halnya PHP dan ASP. JSP dapat berupa gabungan antara baris HTML dan fungsi-fungsi dari JSP itu sendiri. Berbeda dengan Servlet yang harus dikompilasi oleh USER menjadi class sebelum dijalankan, JSP tidak perlu dikompilasi oleh USER tapi SERVER yang akan melakukan tugas tersebut. Makanya pada saat user membuat pertama kali atau melakukan modifikasi halaman dan mengeksekusinya pada web browser akan memakan sedikit waktu sebelum ditampilkan.

 

Sebagai gambaran bagaimana JSP melalui masa hidupnya bisa dilihat pada gambar berikut:

 

Perangkat

*.JSP —-> Penterjemah —->*.JAVA—->*.CLASS—-> Proses perintah

| JSP |

| |

v v

diterjemahkan kompilasi

 

Seperti tipe aplikasi java lainnya (Servlet, Applet, Midlet dll), JSP juga bertipe Strong Type artinya penggunaan variable pada halaman tersebut harus dideklarasikan terlebih dahulu. Misalnya pada sintaks pengulangan berikut:

 

int i;

for (i=1; i<13; i++)

{

// statement

}

 

Hal ini harap diperhatikan bagi para developer yang terbiasa dengan PHP yang tidak memerlukan deklarasi variable yang akan digunakan.

 

JSP digunakan untuk mengembangkan aplikasi server side berbasis java. JSP bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan dan manajemen halaman web yang bersifat dinamis, dengan cara memisahkan konten dan presentasi. JSP merupakan halaman yang menggabungkan HTML dengan scripting tag dan program java. Pada saat JSP dipanggil client melalui browser, JSP tersebut akan di kompile terlebih dahulu menjadi servlet, dan kemudian hasilnya dikembalikan ke client. Sebagai ilustrasi diberikan pada gambar 2.1. sebagai berikut:

 

 

Berikut ini adalah gambar arsitektur JSP.

4.5. Kelebihan dan Kelemahan JSP

            Alasan-alasan (kelebihan) yang membuat JSP banyak digunakan oleh para pengembang aplikasi web :

  1. JSP menggunakan bahasa java yang memiliki kemampuan OOP (Object Oriented Programming) dan tingkat reusability yang tinggi. Bagi para pemrogram yang telah mengenal java, sangatlah mudah untuk membuat aplikasi web dengan JSP mengingat dasar JSP adalah bahasa java. Dengan demikian, mereka tidak perlu lagi untuk belajar bahasa baru.
  2. JSP mendukung multiplatform. Dalam hal ini JSP memang bukan satu-satunya perangkat lunak pembuat aplikasi web yang bersifat multiplatform. PHP misalnya, juga bersifat multiplatform. Keunggulan dari adanya dukungan multiplatform adalah memungkinkan kode dapat dipindah-pindahkan ke berabgai platform tanpa perlu melakukan perubahan apapun pada kode tersebut. Sebagai contoh, Anda bisa menulis kode JSP Anda yang pada awalnya ditujukan untuk dijalankan pada sistem operasi Windows, dan kemudian dipindahkan ke lingkungan lain, misal Linux.
  3. JSP cenderung memiliki performansi yang lebih baik, karena JSP dilakukan kompilasi terlebih dahulu menjadi servlet yang berupa bytecode.
  4. Dapat menggunakan java bean untuk mengenkapsulasi kode-kode java.

Kekurangan JSP adalah proses kompilasi terhadap halaman JSP mengakibatkan client harus menunggu lebih lama pada saat pertama kali melakukan loading. Hal ini tentu saja menyebabkan kecepatan proses JSP secara menyeluruh berkurang.

 

Listing Program 1.1.

<!– Nama file : helloWorld.JSP –>

<!– Diskripsi : Membuat Hello Word menggunakan JSP –>

<html>

<head>

<title>

Hello World Menggunakan JSP

</title>

</head>

<body>

<%= “Hello World JSP Sederhana”%>

</body>

</html>

 

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa halaman JSP akan dilakukan kompile menjadi servlet yang diberikan pada Listing program 1.2. sebagai berikut:

 

Listing Program 1.2.

package LatihJSP;

 

import javax.servlet.*;

import javax.servlet.http.*;

import javax.servlet.JSP.*;

public class helloWorld1_2 extends org.apache.jasper.runtime.HttpJSPBase {

static {

}

public helloWorld1_2( ) {

}

private boolean _JSPx_inited = false;

public final synchronized void _JSPx_init() throws org.apache.jasper.JasperException {

if (! _JSPx_inited) {

_JSPx_inited = true;

}

}

 

public void _JSPService(HttpServletRequest request, HttpServletResponse  response)

throws java.io.IOException, ServletException {

JSPFactory _JSPxFactory = null;

PageContext pageContext = null;

HttpSession session = null;

ServletContext application = null;

ServletConfig config = null;

JSPWriter out = null;

Object page = this;

String  _value = null;

try {

try {

 

_JSPx_init();

_JSPxFactory = JSPFactory.getDefaultFactory();

response.setContentType(“text/html;charset=ISO-8859-1″);

pageContext = _JSPxFactory.getPageContext(this, request, response,

“”, true, 8192, true);

 

application = pageContext.getServletContext();

config = pageContext.getServletConfig();

session = pageContext.getSession();

out = pageContext.getOut();

 

// HTML // begin [file=”D:\\jakarta-tomcat 3.3.1\\webapps\\ROOT\\latihJSP\\helloWorld1.JSP“; from=(0,0);to=(9,1)]

out.write(“<!– Nama file : helloWorld.JSP –>\r\n<!– Diskripsi : Membuat Hello Word menggunakan JSP –>\r\n<html>\r\n<head>\r\n\t<title>\r\n\t\tHello World Menggunakan JSP\r\n\t</title>\r\n</head>\r\n<body>\r\n\t”);

// end

//begin[file=”D:\\jakarta-tomcat-3.3.1\\webapps\\ROOT\\latihJSP\\helloWorld1.JSP“;from=(9,4);to=(9,32)]

out.print( “Hello World JSP Sederhana”);

// end

// HTML // begin [file=”D:\\jakarta-tomcat-3.3.1\\webapps\\ROOT\\latihJSP\\helloWorld1.JSP“;from=(9,34);to=(11,7)]

out.write(“\r\n</body>\r\n</html>”);

 

// end

 

} catch (Exception ex) {

if (out != null && out.getBufferSize() != 0)

out.clearBuffer();

if (pageContext != null) pageContext.handlePageException(ex);

} catch (Error error) {

throw error;

} catch (Throwable throwable) {

throw new ServletException(throwable);

}

} finally {

if (out instanceof org.apache.jasper.runtime.JSPWriterImpl) {

((org.apache.jasper.runtime.JSPWriterImpl)out).flushBuffer();

}

if (_JSPxFactory != null) _JSPxFactory.releasePageContext(pageContext);

}

}

}

Jika dijalankan pada browser dengan alamat URL:

http://localhost:8080/LatihJSP/helloWorld.JSP

 

Maka akan menampilkan tampilan sebagai berikut:

 

4.6 Web Server

                   JavaServlet dan Java Server Page merupakan solusi Java untuk pengembangan aplikasi berbasis Web. Untuk dapat bekerja, JavaServlet dan Java Server Page membutuhkan engine. Di antara engine yang tersedia sebagai open source adalah Tomcat. Tomcat dikembangkan sebagai bagian dari Project Jakarta yang bernaung di dalam Apache Software Foundation. Website tentang Tomcat dapat dijangkau melalui http://jakarta.apache.org

 

Untuk meng-install Java Development Kit dari installation file ber-format ZIP, Anda dapat meng-unzipnya. Misalkan di atas Linux, installation file yang Anda download bernama jakarta-tomcat-3.2.1.zip. Tentukan di mana Anda akan meng-install. Misalkan Anda akan meng-install ke directory /home/lab. Pindahkan file jakarta-tomcat-3.2.1.zip ke directory pilihan Anda tersebut, selanjutnya jalankan unzip melalui console dari directory tersebut.

 

$ unzip jakarta-tomcat-3.2.1.zip

Maka installation file akan di unzip:

Archive: jakarta-tomcat-3.2.1.zip

creating: jakarta-tomcat-3.2.1/

inflating: jakarta-tomcat-3.2.1/LICENSE

creating: jakarta-tomcat-3.2.1/webapps/

inflating: jakarta-tomcat-3.2.1/webapps/ROOT.war

inflating: jakarta-tomcat-3.2.1/webapps/test.war

inflating: jakarta-tomcat-3.2.1/webapps/examples.war

inflating: jakarta-tomcat-3.2.1/webapps/admin.war

sehingga akhir :

creating: jakarta-tomcat-3.2.1/src/org/apache/tomcat/startup/

inflating:

jakarta-tomcat-3.2.1/src/org/apache/tomcat/startup/EmbededTomcat.java

inflating:

jakarta-tomcat-3.2.1/src/org/apache/tomcat/startup/HostConfig.java

inflating:

jakarta-tomcat-3.2.1/src/org/apache/tomcat/startup/Tomcat.java

creating: jakarta-tomcat-3.2.1/logs/

Anda mendapatkan sebuah sub directory jakarta-tomcat-3.2.1 di bawah directory /home/lab.

Directory /home/lab/jakarta-tomcat-3.2.1 ini disebut TOMCAT_HOME.

 

Selesailah proses instalasi Tomcat, dan Anda siap bekerja dengan JavaServlet dan Java Server Pages.

 

Struktur Directory Di Bawah TOMCAT_HOME

Di dalam directory TOMCAT_HOME terdapat beberapa sub directory, di antaranya:

• bin, di mana script untuk menjalankan dan menghidupkan Tomcat berada.

• conf, di mana file-file konfigurasi berada.

• lib, di mana file-file library ber-extension .jar berada.

webapps, di mana, secara default, Anda dapat meletakkan JavaServlet dan JSP.

 

Proses Menjalankan Tomcat

Untuk menjalankan Tomcat:

1. Set variabel lingkungan PATH agar memuat directory dimana java berada

Misalnya:

$ export PATH=/home/lab/jdk1.3.1_01/bin:$PATH

 

2. Change directory ke TOMCAT_HOME/bin

Misalnya:

$ cd /home/lab/jakarta-tomcat-3.2.1/bin

 

3. Jalankan startup.bat

Misalnya:

$ ./startup.sh

4. Tomcat akan berjalan

Misalnya:

Guessing TOMCAT_HOME from tomcat.sh to ./..

Setting TOMCAT_HOME to ./..

Using classpath:

./../lib/ant.jar:./../lib/jasper.jar:./../lib/jaxp.jar:./../lib/

parser.jar:

./../lib/servlet.jar:./../lib/test:./../lib/webserver.jar:/home/

lab/jdk1.3.1_01/bin/../lib/tools.jar

[lab@localhost bin]$ 2002-06-03 09:57:41 – ContextManager: Adding

context Ctx( /examples )

2002-06-03 09:57:41 – ContextManager: Adding context Ctx( /admin )

Starting tomcat. Check logs/tomcat.log for error messages

2002-06-03 09:57:41 – ContextManager: Adding context Ctx( )

2002-06-03 09:57:41 – ContextManager: Adding context Ctx( /test )

2002-06-03 09:57:41 – PoolTcpConnector: Starting

HttpConnectionHandler on 8080

2002-06-03 09:57:41 – PoolTcpConnector: Starting

Ajp12ConnectionHandler on 8007

 

5. Uji melalui Web browser

Anda dapat melihat Tomcat dengan mem-browse ke http://localhost:8080

 

 

Proses Menghentikan Tomcat

Untuk menjalankan Tomcat:

1. Set variabel lingkungan PATH agar memuat directory di mana java berada.

Misalnya:

$ export PATH=/home/lab/jdk1.3.1_01/bin:$PATH

2. Change directory ke TOMCAT_HOME/bin

Misalnya:

$ cd /home/lab/jakarta-tomcat-3.2.1/bin

3. Jalankan startup.bat

Misalnya:

$ ./shutdown.sh

4. Tomcat akan berhenti

Misalnya:

Guessing TOMCAT_HOME from tomcat.sh to ./..

Setting TOMCAT_HOME to ./..

Using classpath:

./../lib/ant.jar:./../lib/jasper.jar:./../lib/jaxp.jar:./../lib/

parser.jar:

./../lib/servlet.jar:./../lib/test:./../lib/webserver.jar:/home/

lab/jdk1.3.1_01/bin/../lib/tools.jar

Stop tomcat

 

Troubleshot

Beberapa trouble yang lumrah terjadi saat menjalankan Tomcat:

Cannot find JAVA. Please set your PATH.

Anda perlu menge-set variabel lingkungan dengan benar agar memuat directory di mana java berada.

FATAL:java.net.BindException: Address already in use

java.net.BindException: Address already in use

at java.net.PlainSocketImpl.socketBind(Native Method)

at java.net.PlainSocketImpl.bind(PlainSocketImpl.java:405)

at java.net.ServerSocket.(ServerSocket.java:170)

at java.net.ServerSocket.(ServerSocket.java:121)

at org.apache.tomcat.net.DefaultServerSocketFactory.createSocket(Defau

ltServerSocketFactory.java:97)

at org.apache.tomcat.service.PoolTcpEndpoint.startEndpoint(PoolTcpEndp

oint.java:239)

at org.apache.tomcat.service.PoolTcpConnector.start(PoolTcpConnector.j

ava:188)

at org.apache.tomcat.core.ContextManager.start(ContextManager.java:527

)

at org.apache.tomcat.startup.Tomcat.execute(Tomcat.java:202)

at org.apache.tomcat.startup.Tomcat.main(Tomcat.java:235)

Sebuah aplikasi lain atau sebuah Tomcat sudah berjalan di port 8080. Anda dapat menghentikan aplikasi lain tsb, atau mengubah file konfigurasi server.xml di bawah directory TOMCAT_HOME/conf

 

4.7. Elemen-Elemen JSP

Struktur halaman JSP adalah penambahan program Java dalam tag <% %> pada suatu halaman HTML untuk membangkitkan content yang bersifat dinamik.

JSP memiliki tiga komponen utama, yaitu:

  1. Directives: merupakan suatu petunjuk bagi web container tentang sesuatu yang harus dilakukan pada saat container melakukan compile halaman JSP.
  2. Scripting Elements: tag untuk menuliskan program Java.
  3. Action: special tag yang memberikan pengaruh pada halaman JSP pada saat runtime.

 

4.7.1 Directives

Sintaks:

<%@ namaDirective attribute1=”value1” attribute2 =”value2” %>

Directives terdiri dari tiga bagian, yaitu :

  1. Page Directive
  2. Include Directive
  3. Taglib Directive

 

4.7.1.1 Page Directive

Untuk menentukan dan memanipulasi atribut-atribut pada halaman JSP serta memberikan informasi ke container untuk atribut-atribut yang memerlukan proses tertentu.

Sintaks:

<%@ page ATTRIBUTE %>

Attribute yang digunakan pada Page Directive diberikan pada tabel sebagai berikut:

Attribute

Keterangan

Default Nilai

Language Menentukan bahasa pemrograman yang digunakan “Java”
Extends Digunakan untuk men-generate superclass Tidak ada
Import Mengimport package atau class java, seperti halnya pada program Java Tidak ada
Session Menentukan apakah halaman JSP menggunakan HTTP session “true”
Buffer Menentukan model buffering untuk output stream ke client  
autoFlush Melakukan reset isi buffer jika sudah penuh “true”
isThreadSafe Mendefinisikan tingkat keamanan mengenai masalah threading halaman JSP. Jika “false” request akan diproses sebagai single Thread, berurutan sesuai urutan kedatangan request “true”
Info Mendefinisikan string informasi yang dapat diperoleh dari implementasi metode Servlet.getServletInfo() Tidak ada
errorPage Menentukan error page, sehingga jika terjadi error, maka halaman JSP ini akan ditampilkan Tidak ada
isErrorPage Memberikan indikasi apakah halaman JSP merupakan halaman error dari halaman JSP yang lain “false”
contentType Menentukan encoding karakter pada JSP dan tipe MIME untuk respons yang dihasilkan JSP.

 

MIME-TYPE text / html CHARSET ISO-8859-1

 

Contoh:

<%@ page language=”Java” import=”java.sql.*“ session=”true” buffer=”12kb” autoFlush=”true” errorPage=”myError.JSP” %>

 

4.7.1.2. Include Directive

Untuk menyisipkan isi file lain ke dalam file JSP

Sintaks:

<% include file=”namaFile” %>

 

Contoh:

<% include file=”myHeader.html” %>

 

4.7.1.3 Taglib Directive

Untuk penggunaan tag library atau tag tambahan.

 

Contoh:

<%@ taglib url=http://Latihan.com/tagKu prefix=”test” />

<test:proses>

</test:proses>

 

4.7.2. Scripting Elements

Terdiri dari tiga elemen, yaitu:

  1. Declarations
  2. Scriptlets
  3. Expression

 

4.7.2.1. Declarations

Declarations merupakan blok program Java yang digunakan untuk mendeklarasikan variable dan method yang akan digunakan dalam program. Variable yang dideklarasikan pada bagian ini akan berperan sebagai variable global pada servlet hasil kompile.

Sintaks:

<%! Deklarasi variable dan method %>

 

Contoh:

<%! int i = 10 ; double x = 5.0 ; %>

 

4.7.2.2. Scriptlets

Scriptlets merupakan blok program Java yang dieksekusi pada saat pemrosesan request. Scriptlets akan dijalankan sesuai dengan instruksi program yang diberikan.

Sintaks:

<% Sintaks Program Java %>

 

Contoh:

<% System.out.println(“Test Scriptlets”); %>

 

4.7.2.3. Expression

Expression merupakan cara untuk memperpendek penulisan scriptlets dan akan mengembalikan nilai String yang dikirim melalui output stream.

Sintaks:

<%= Ekspresi Java %>

 

Contoh:

<%

String  oAnalisa=oAnalisaReview.getAnalisa(oIDK);

%>

<br>

<fieldset style=”padding: 2″>

<legend>

<b>Hasil Analisa dan Review</b>

</legend>

<%=oAnalisa%> ————-> Expression

</fieldset>

 

4.7.3. Action

Action merupakan tag yang mempengaruhi perilaku halaman JSP pada saat runtime. JSP mengenal tag action standar dan custom tag. Tag standar adalah tag yang didefinisikan dalam spesifikasi JSP, sedangkan custom tag adalah tag baru yang dapat didefinisikan sendiri. Pada bagian ini hanya dibahas mengenai tag action standar.

 

Tag action standar JSP adalah sebagai berikut :

  1. <JSP:useBean>
  2. <JSP:setProperty>
  3. <JSP:getProperty>
  4. <JSP:param>
  5. <JSP:include>
  6. <JSP:forward>
  7. <JSP:plugin>

 

4.7.3.1 <JSP:useBean>

Action tag ini berfungsi untuk meng-instantiate suatu Java Object (Java Bean) agar kemudian dapat digunakan pada halaman JSP. Penggunaan bean ini merupakan salah satu cara untuk memisahkan antara logic dan presentation pada JSP. Logic yang digunakan pada JSP dapat diletakkan pada suatu bean, dan bean ini dapat digunakan untuk halaman JSP yang lain.

Sintaks:

<JSP:useBean id=”name” scope=”scopeName” beanDetail />

 

Untuk beanDetail berupa salah satu dibawah ini :

class =  “className”

class =  “className” type = “typeName”

beanName = “beanName” type = “typeName”

type = “typeName”

 

Atribut pada action tag dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

 

Atribut

Deskripsi

Default Nilai

Id Nama untuk mengindentifikasi bean yang akan di-instantiate Tidak ada
Scope Jangkauan reference terhadap bean. Nilai yang tersedia untuk scope antara lain : page, request, session, application “page”
Class Nama class bean yang akan digunakan Tidak ada
beanName Atribut khusus yang terkait dengan method instantiate() pada class java.beans.Beans Tidak ada
Type Menentukan tipe class Nilai dari atribut class

 

 

Contoh:

<JSP:useBean id=”oPenilaian” scope=”session“/>

 

4.7.3.2 <JSP:setProperty>

Action tag standar ini digunakan bersama dengan action tag <JSP:useBean>. Action tag ini berfungsi untuk men-set nilai properties yang terdapat pada bean.

Sintaks :

<JSP:setProperty name = ”beanName” propertyDetail />

 

Untuk propertyDetail adalah sebagai berikut :

property = “*”

property = “propertyName”

property = “propertyName” param = “parameterName”

property = “propertyName” value = “propertyValue”

 

Contoh:

<JSP:setProperty name=”oPenilaian” property=”tglMul” param=”tglMul”/>

 

4.7.3.3 <JSP:getProperty>

Action tag ini merupakan kebalikan dari action tag <JSP:setProperty>, dimana berfungsi untuk mengambil nilai property pada Java Bean.

Sintaks:

<JSP:getProperty name = ”beanName” property = “propertyName” />

 

Contoh:

<JSP:setProperty name=”oPenilaian” property=”tglMul” />

 

4.7.3.4 <JSP:param>

Action tag ini berfungsi untuk menset nilai-nilai parameter yang akan digunakan dalam halaman JSP.

Sintaks:

<JSP:param name = “parameterName” value = “parametervalue” />

 

Contoh:

<JSP:param name = “warna” value = “merah” />

 

4.7.3.5 <JSP:include>

Action tag ini memiliki fungsi yang serupa dengan directive <%@ include file = “fileName” %>. Tetapi memiliki perbedaan mendasar, yaitu waktu eksekusi. Untuk tag <JSP:incluce> dieksekusi pada saat request dan directive include dieksekusi pada saat kompile.

 

Hasil eksekusi dari keduanya adalah sama dan dapat digunakan untuk melakukan include halaman statis atau dinamis.

 

Action tag ini sebaiknya digunakan jika halaman yang di-include-kan sering mengalami perubahan secara dinamis, tetapi jika tidak mengalami perubahan sebaiknya digunkan directive include. Hal ini didasarkan pada proses kompile ulang halaman JSP. Pada directive jika halaman JSP yang meng-include halaman JSP lain tidak berubah, sedangkan halaman JSP yang di-include-kan mengalami perubahan, maka kompile ulang belum tentu dilakukan. Tetapi pada action tag kompile ulang pasti akan dilakukan karena proses include dilakukan pada saat melakukan proses terhadap request.

 

Sintaks:

<JSP:include page = “fileName” flush = “true/false” />

 

Contoh:

<JSP:include page = “myDynamic.JSP” flush = “true” />

 

4.7.3.6. <JSP:forward>

Action tag ini berfungsi untuk melakukan forward  ke suatu halaman lain, baik halaman HTML atau JSP.

Sintaks:

<JSP:forward page = “alamatURL” />

 

Contoh:

<JSP:forward page = “alamatURL.JSP” />

 

4.7.3.6. <JSP:plugin>

Action tag ini untuk menghasilkan kode-kode yang sesuai target browser dalam menyisipkan komponen Java bean atau applet secara otomatis.

 

4.8.    Koneksi Database

JSP sebagai teknologi untuk pembuatan aplikasi web memiliki kemampuan menangani database dengan menggunakan class dan interface Java Database Connectivity ( JDBC ) sebagai driver antara program JSP dan database server. Untuk masing-masing database memiliki JDBC driver sendiri-sendiri.

 

JDBC

JDBC adalah Application Programming Interface (API) yang dikembangkan oleh Sun Microsystem untuk menyediakan akses data universal dalam bahasa pemrograman Java. Inti JDBC adalah package java.sql dan javax.sql. JDBC menyediakan mekanisme untuk koneksi database, query database, dan traksaksi database. JDBC tidak melakukan standarisasi SQL, tetapi dapat mendukung sintaks SQL untuk masing-masing vendor database.

 

Untuk detail mengenai JDBC anda dapat mengunjungi situs :

http://java.sun.com./product/jdbc

 

Dan tutorial JDBC pada http://java.sun.com/docs/books/tutorial/jdbc.

 

JDBC bukan database server, tetapi merupakan penyedia mekanisme untuk berkomunikasi antara aplikasi Java dan database server. JDBC memiliki tujuh tahap standart untuk menangani database, yaitu:

  1. Melakukan Load Driver JDBC

 

Untuk database mySQL

Try{

// Load driver

Class.forName(“org.gjt.mm.mysql.Driver”);

}

catch(SQLException sqlexception){

System.out.println(sqlexception);

}

catch(Exception exception)

{

System.out.println(exception);

}

 

Untuk database SQL Server

Try{

// Load driver

Class.forName(“com.microsoft.jdbc.sqlserver.SQLServerDriver”);

}

catch(SQLException sqlexception){

System.out.println(sqlexception);

}

catch(Exception exception)

{

System.out.println(exception);

}

 

  1. Mendefinisikan URL

Untuk database mySQL

private String url = ” jdbc:mysql:3306//namaDatabase;

 

Untuk database SQL Server

private String url = “jdbc:microsoft:sqlserver://localhost:1433″;

 

  1. Koneksi database

Untuk database mySQL

private String username = “”;

private String password = “”;

private Connection con;

con = DriverManager.getConnection( “url?user=arispw&password=arispw” );

 

Untuk database SQL Server

private String username = “”;

private String password = “”;

private Connection con;

con = DriverManager.getConnection( url, “sa”, “informatika” );

 

  1. Membuat objek statement

Untuk database mySQL dan SQL Server

private Statement stmt;

private Connection con;

stmt = con.createStatement();

 

 

  1. Melakukan Query

Untuk database mySQL

private ResultSet rs;

String SQL = “select * from namaTabel”

rs = stmt.executeQuery(SQL);

 

Untuk database SQL Server

private ResultSet rs;

String SQL = “select * from namaDatabase..namaTabel”

rs = stmt.executeQuery(SQL);

 

 

  1. Memproses Hasil

Untuk database mySQL dan SQL Server

if(rs.next()){

idKaryw =  rs.getString(“idKaryw”);

}

 

 

  1. Menutup Koneksi

Untuk database mySQL dan SQL Server

stmt.close();

con.close();

 

4.9     Objek Implisit, Cookies dan Session

Biasanya pada Java objek dibuat dari class-nya. Pada JSP ada beberapa objek dimana user tidak perlu membuatnya secara manual dari class-nya yang disebut Objek Implisit. Objek-objek tersebut adalah:

• Objek request

• Objek response

• Objek pageContext

• Objek session

• Objek application

• Objek out

• Objek config

• Objek page

• Objek exception

 

Objek-objek ini hanya dapat digunakan di antara tag scriptlet dan ekspresi.

 

Objek request

Objek ini adalah hasil cetakan dari class javax.servlet.ServletRequest. Otomatis objek request akan memiliki properti dan method yang dimiliki oleh class ServletRequest. Berikut adalah aftar method-methodnya:

 

Method Summary

java.lang.Object

getAttribute(java.lang.String name) Returns the value of the named attribute as an Object, or null if no attribute of the given name exists.

java.util.Enumeration

getAttributeNames() Returns an Enumeration containing the names of the attributes available to this request.

java.lang.String

getCharacterEncoding() Returns the name of the character encoding used in the body of this request.

int

getContentLength() Returns the length, in bytes, of the request body and made available by the input stream, or -1 if the length is not known.

java.lang.String

getContentType() Returns the MIME type of the body of the request, or null if the type is not known.

ServletInputStream

getInputStream() Retrieves the body of the request as binary data using a ServletInputStream.

java.util.Locale

getLocale() Returns the preferred Locale that the client will accept content in, based on the Accept-Language header.

java.util.Enumeration

getLocales() Returns an Enumeration of Locale objects indicating, in decreasing order starting with the preferred locale, the locales that are acceptable to the client based on the Accept-Language header.

java.lang.String

getParameter(java.lang.String name) Returns the value of a request parameter as a String, or null if the parameter does not exist.

java.util.Map

getParameterMap() Returns a java.util.Map of the parameters of this request.

java.util.Enumeration

getParameterNames() Returns an Enumeration of String objects containing the names of the parameters contained in this request.

java.lang.String[]

getParameterValues(java.lang.String name) Returns an array of String objects containing all of the values the given request parameter has, or null if the parameter does not exist.

java.lang.String

getProtocol() Returns the name and version of the protocol the request uses in the form protocol/majorVersion.minorVersion, for example, HTTP/1.1.

java.io.BufferedReader

getReader() Retrieves the body of the request as character data using a BufferedReader.

java.lang.String

getRealPath(java.lang.String path) Deprecated. As of Version 2.1 of the Java Servlet API, use ServletContext.getRealPath(java.lang.String) instead.

java.lang.String

getRemoteAddr() Returns the Internet Protocol (IP) address of the client that sent the request.

java.lang.String

getRemoteHost() Returns the fully qualified name of the client that sent
  the request.

RequestDispatcher

getRequestDispatcher(java.lang.String path) Returns a RequestDispatcher object that acts as a wrapper for the resource located at the given path.

java.lang.String

getScheme() Returns the name of the scheme used to make this request, for example, http, https, or ftp.

java.lang.String

getServerName() Returns the host name of the server that received the request.

int

getServerPort() Returns the port number on which this request was received.

boolean

isSecure() Returns a boolean indicating whether this request was made using a secure channel, such as HTTPS.

void

removeAttribute(java.lang.String name) Removes an attribute from this request.

void

setAttribute(java.lang.String name, java.lang.Object o) Stores an attribute in this request.

void

setCharacterEncoding(java.lang.String env) Overrides the name of the character encoding used in the body of this request.
  Returns the actual buffer size used for the response.

java.lang.String

getCharacterEncoding() Returns the name of the charset used for the MIME body sent in this response.

java.util.Locale

getLocale() Returns the locale assigned to the response.

ServletOutputStream

getOutputStream() Returns a ServletOutputStream suitable for writing binary data in the response.

java.io.PrintWriter

getWriter() Returns a PrintWriter object that can send character text to the client.

boolean

isCommitted() Returns a boolean indicating if the response has been committed.

void

reset() Clears any data that exists in the buffer as well as the status code and headers.

void

resetBuffer() Clears the content of the underlying buffer in the response without clearing headers or status code.

void

setBufferSize(int size) Sets the preferred buffer size for the body of the response.

void

setContentLength(int len) Sets the length of the content body in the response In HTTP servlets, this method sets the HTTP Content-Length header.

void

setContentType(java.lang.String type) Sets the content type of the response being sent to the client.

void

setLocale(java.util.Locale loc) Sets the locale of the response, setting the headers (including the Content-Type’s charset) as appropriate.

 

static java.lang.String

CONFIG Name used to store ServletConfig in PageContext name table.

static java.lang.String

EXCEPTION Name used to store uncaught exception in ServletRequest attribute list and PageContext name table.

static java.lang.String

OUT Name used to store current JSPWriter in PageContext name table.

static java.lang.String

PAGE Name used to store the Servlet in this PageContext’s nametables.

static int

PAGE_SCOPE Page scope: (this is the default) the named reference remains available in this PageContext until the return from the current Servlet.service() invocation.

static java.lang.String

PAGECONTEXT Name used to store this PageContext in it’s own name table.

static java.lang.String

REQUEST Name used to store ServletRequest in PageContext name table.

static int

REQUEST_SCOPE Request scope: the named reference remains available from the ServletRequest associated with the Servlet until the current request is completed.

static java.lang.String

RESPONSE Name used to store ServletResponse in PageContext name table.

static java.lang.String

SESSION Name used to store HttpSession in PageContext name table.

static int

SESSION_SCOPE Session scope (only valid if this page participates in a session): the named reference remains available from the HttpSession (if any) associated with the Servlet until the HttpSession is invalidated.

 

  This method is used to re-direct, or “forward” the current ServletRequest and ServletResponse to another active component in the application.  
 

abstract java.lang.Object

getAttribute(java.lang.String name) Return the object associated with the name in the page scope or null if not found.  
 

abstract java.lang.Object

getAttribute(java.lang.String name, int scope) Return the object associated with the name in the specified scope or null if not found.  
 

abstract java.util.Enumeration

getAttributeNamesInScope(int scope) Enumerate all the attributes in a given scope  
 

abstract int

getAttributesScope(java.lang.String name) Get the scope where a given attribute is defined.  
 

abstract java.lang.Exception

getException() The current value of the exception object (an Exception).  
 

abstract JSPWriter

getOut() The current value of the out object (a JSPWriter).  
 

abstract java.lang.Object

getPage() The current value of the page object (a Servlet).  
 

abstract ServletRequest

getRequest() The current value of the request object (a ServletRequest).  
 

abstract ServletResponse

getResponse() The current value of the response object (a ServletResponse).  
 

abstract ServletConfig

getServletConfig() The ServletConfig instance.  
 

abstract ServletContext

getServletContext() The ServletContext instance.  
 

abstract HttpSession

getSession() The current value of the session object (an HttpSession).  
 

abstract void

handlePageException(java.lang.Exception e) This method is intended to process an unhandled “page” level exception by redirecting the exception to either the specified error page for this JSP, or if none was specified, to perform some implementation dependent action.  
 

abstract void

handlePageException(java.lang.Throwable t) This method is identical to the handlePageException(Exception), except that it accepts a Throwable.  
 

abstract void

include(java.lang.String relativeUrlPath) Causes the resource specified to be processed as part of the current ServletRequest and ServletResponse  
       
 

abstract void

initialize(Servlet servlet, ServletRequest request, ServletResponse response, java.lang.String errorPageURL, boolean needsSession, int bufferSize, boolean autoFlush) The initialize method is called to initialize an uninitialized PageContext so that it may be used by a JSP Implementation class to service an incoming request and response within it’s _JSPService() method.  
 

JSPWriter

popBody() Return the previous JSPWriter “out” saved by the matching pushBody(), and update the value of the “out” attribute in the page scope attribute namespace of the PageConxtext  
 

BodyContent

pushBody() Return a new BodyContent object, save the current “out” JSPWriter, and update the value of the “out” attribute in the page scope attribute namespace of the PageContext  
 

abstract void

release() This method shall “reset” the internal state of a PageContext, releasing all internal references, and preparing the PageContext for potential reuse by a later invocation of initialize().  
 

abstract void

removeAttribute(java.lang.String name) Remove the object reference associated with the given name, look in all scopes in the scope order.  
 

abstract void

removeAttribute(java.lang.String name, int scope) Remove the object reference associated with the specified name in the given scope.  
 

abstract void

setAttribute(java.lang.String name, java.lang.Object attribute) Register the name and object specified with page scope semantics.  
 

abstract void

setAttribute(java.lang.String name, java.lang.Object o, int scope) register the name and object specified with appropriate scope semantics  

java.lang.Object

getAttribute(java.lang.String name) Returns the object bound with the specified name in this session, or null if no object is bound under the name.  

java.util.Enumeration

getAttributeNames() Returns an Enumeration of String objects containing the names of all the objects bound to this session.  

long

getCreationTime() Returns the time when this session was created, measured in milliseconds since midnight January 1, 1970 GMT.  

java.lang.String

getId() Returns a string containing the unique identifier assigned to this session.  

long

getLastAccessedTime() Returns the last time the client sent a request associated with this session, as the number of milliseconds since midnight January 1, 1970 GMT, and marked by the time the container recieved the request.  

int

getMaxInactiveInterval() Returns the maximum time interval, in seconds, that the servlet container will keep this session open between client accesses.  

ServletContext

getServletContext() Returns the ServletContext to which this session belongs.  

HttpSessionContext

getSessionContext() Deprecated. As of Version 2.1, this method is deprecated and has no replacement. It will be removed in a future version of the Java Servlet API.  

java.lang.Object

getValue(java.lang.String name) Deprecated. As of Version 2.2, this method is replaced by getAttribute(java.lang.String).  

java.lang.String[]

getValueNames() Deprecated. As of Version 2.2, this method is replaced by getAttributeNames()  

void

invalidate() Invalidates this session then unbinds any objects bound to it.  

boolean

isNew() Returns true if the client does not yet know about the session or if the client chooses not to join the session.  

void

putValue(java.lang.String name, java.lang.Object value) Deprecated. As of Version 2.2, this method is replaced by setAttribute(java.lang.String, java.lang.Object)  

void

removeAttribute(java.lang.String name) Removes the object bound with the specified name from this session.  

void

removeValue(java.lang.String name) Deprecated. As of Version 2.2, this method is replaced by removeAttribute(java.lang.String)  

void

setAttribute(java.lang.String name, java.lang.Object value) Binds an object to this session, using the name specified.  

void

setMaxInactiveInterval(int interval) Specifies the time, in seconds, between client requests before the servlet container will invalidate this session.  

java.lang.String

getRealPath(java.lang.String path) Returns a String containing the real path for a given virtual path.  

RequestDispatcher

getRequestDispatcher(java.lang.String path) Returns a RequestDispatcher object that acts as a wrapper for the resource located at the given path.  

java.net.URL

getResource(java.lang.String path) Returns a URL to the resource that is mapped to a specified path.  

java.io.InputStream

getResourceAsStream(java.lang.String path) Returns the resource located at the named path as an InputStream object.  

java.util.Set

getResourcePaths(java.lang.String path) Returns a directory-like listing of all the paths to resources within the web application whose longest sub-path matches the supplied path argument.  

java.lang.String

getServerInfo() Returns the name and version of the servlet container on which the servlet is running.  

Servlet

getServlet(java.lang.String name) Deprecated. As of Java Servlet API 2.1, with no direct replacement.

This method was originally defined to retrieve a servlet from a ServletContext. In this version, this method always returns null and remains only to preserve binary compatibility. This method will be permanently removed in a future version of the Java Servlet API.

In lieu of this method, servlets can share information using the ServletContext class and can perform shared business logic by invoking methods on common non-servlet classes.

 

java.lang.String

getServletContextName() Returns the name of this web application correponding to this ServletContext as specified in the deployment descriptor for this web application by the display-name element.  

java.util.Enumeration

getServletNames() Deprecated. As of Java Servlet API 2.1, with no replacement.

This method was originally defined to return an Enumeration of all the servlet names known to this context. In this version, this method always returns an empty Enumeration and remains only to preserve binary compatibility. This method will be permanently removed in a future version of the Java Servlet API.

 

 java.util.Enumeration

getServlets() Deprecated. As of Java Servlet API 2.0, with no replacement.

This method was originally defined to return an Enumeration of all the servlets known to this servlet context. In this version, this method always returns an empty enumeration and remains only to preserve binary compatibility. This method will be permanently removed in a future version of the Java Servlet API.

 

void

log(java.lang.Exception exception, java.lang.String msg) Deprecated. As of Java Servlet API 2.1, use log(String message, Throwable throwable) instead.

This method was originally defined to write an exception’s stack trace and an explanatory error message to the servlet log file.

 

void

log(java.lang.String msg) Writes the specified message to a servlet log file, usually an event log.  

void

log(java.lang.String message, java.lang.Throwable throwable) Writes an explanatory message and a stack trace for a given Throwable exception to the servlet log file.  

void

removeAttribute(java.lang.String name) Removes the attribute with the given name from the servlet context.  

void

setAttribute(java.lang.String name, java.lang.Object object) Binds an object to a given attribute name in this servlet context.  

static int

NO_BUFFER constant indicating that the Writer is not buffering output

static int

UNBOUNDED_BUFFER constant indicating that the Writer is buffered and is unbounded; this is used in BodyContent
Terminate the current line by writing the line separator string.

abstract void

println(boolean x) Print a boolean value and then terminate the line.

abstract void

println(char x) Print a character and then terminate the line.

abstract void

println(char[] x) Print an array of characters and then terminate the line.

abstract void

println(double x) Print a double-precision floating-point number and then terminate the line.

abstract void

println(float x) Print a floating-point number and then terminate the line.

abstract void

println(int x) Print an integer and then terminate the line.

abstract void

println(long x) Print a long integer and then terminate the line.

abstract void

println(java.lang.Object x) Print an Object and then terminate the line.

abstract void

println(java.lang.String x) Print a String and then terminate the line.

 

Objek config

Objek ini di dibuat dari class javax.servlet.ServletConfig. Method-method yang dimilikinya adalah:

 

Method Summary

java.lang.String

getInitParameter(java.lang.String name) Returns a String containing the value of the named initialization parameter, or null if the parameter does not exist.

java.util.Enumeration

getInitParameterNames() Returns the names of the servlet’s initialization parameters as an Enumeration of String objects, or an empty Enumeration if the servlet has no initialization parameters.

ServletContext

getServletContext() Returns a reference to the ServletContext in which the caller is executing.

java.lang.String

getServletName() Returns the name of this servlet instance.

 

Objek page

Objek page dibuat dari class java.lang.Object.

Objek exception

Objek ini dibuat dari class java.langThrowable

 

4.9.1 Cara Membuat Cookies dan Session

            Format untuk membuat cookies adalah:

Cookies (String nama_cookies, String nilai_cookies)

Sedangkan format untuk menciptakan session adalah:

Session = request.getSession(true);

 

4.9.2 Cara Menghapus Cookies dan Session

         Untuk menghapus cookies, dapat memanggil metode setMaxAge() dan menyatakan argumen bernilai nol. Sedangkan data session bisa dihapus dengan menggunakan metode remove Attribute yang diterapkan pada variabel session.

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Membuat Program Aplikasi Web Berbasis JSP
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR08.011.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Membuat Program Aplikasi Web Dinamis Berbasis JSP

TIK.PR08.011.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.

- Sistem operasi Windows XP

- Keyboard dan mouse

- RAM dan harddisk dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

- Software untuk menerapkan pemrograman JSP

-Buku informasi membuat program aplikasi web berbasis JSP

 

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Kadir, Abdul.Dasar Pemrograman Web Dinamis dengan JSP (Java Server Pages). Andi, 2004.

 

Website:

http://www.ilmukomputer.com

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: