Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MEMBERSIHKAN VIRUS JARINGAN

TIK.CS02.047.01

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………… ….     2

 

BAB I PENGANTAR. 4

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2 Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4 Pengertian Istilah-istilah. 6

 

BAB II STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 11

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1 Strategi Pelatihan. 13

3.2 Metode Pelatihan. 14

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3 Menghubungkan Komputer Jaringan dengan Kabel Jaringan. 16

4.3.1   Alat – Alat Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mulai Merakit Kabel 17

4.3.2 Cara merakit dan menguji kabel jaringan. 18

4.4 Menginstal Anti Virus ke Dalam Komputer 19

4.5 Cara Scan Komputer 23

4.6 Cara Membersihkan Komputer yang Terserang Virus 26

4.6.1   Prosedur membersihkan virus 26

4.7 Cara Mengupdate Anti Virus 27

4.8 Cara Mencegah Virus Menyerang Komputer 28

4.9 Hal-Hal Keamanan dalam Komputer 29

 

BAB V. SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI. 35

5.1 Sumber Daya Manusia. 35

5.2 Literatur 36

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 37

 

DAFTAR PUSTAKA. 38

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain:

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

 

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.043.01     Melakukan Instalasi Software Anti Virus

 

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara membersihkan virus komputer,terutama pada komputer jaringan.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan pengelolaan, pemeliharaan dan perbaikan system jaringan komputer seperti IT Administrator, Teknisi Perakitan Komputer, Teknisi Perawatan Komputer, Teknisi Perbaikan Komputer dan IT Support.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.CS02.047.01

Judul Unit      : Membersihkan Virus Jaringan

 

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan membersihkan virus jaringan meliputi menyiapkan komputer, menyiapkan scanning komputer dan melakukan scanning komputer. Unit kompetensi ini diperlukan untuk melindungi komputer jaringan dari serangan virus jaringan.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Menyiapkan Komputer Jaringan 1.1  Semua komputer jaringan dihubungkan pada peralatan jaringan komputer/Hub dengan menggunakan kabel jaringan.

 

1.2     Semua komputer jaringan dihubungkan dengan catu daya listrik (stavolt).

 

1.3     Semua komputer jaringan (server dan client) dinyalakan dan diidentifikasi tidak ada error.

 

1.4    CD software anti virus disiapkan.

 

02     Menyiapkan scanning komputer jaringan 2.1  Software anti virus diinstal pada semua komputer jaringan

 

2.2. Software anti virus dibuka dan diupdate

 

2.3 Komputer yang terinfeksi virus jaringan diidentifikasi dan diberi tanda atau dicatat

 

03     Melakukan scanning virus komputer jaringan 3.1  Software antivirus yang sudah diupdate dibuka pada semua jaringan komputer.

 

3.2.   Scanning virus dilakukan pada semua computer yang terinfeksi oleh virus jaringan.

 

3.3.   Scanning ditunggu hingga selesai dan diidentifikasi virus sudah terdeteksi dan terhapus.

 

3.4     Proteksi terhadap virus dilakukan dengan cara melakukan update antivirus pada tiap komputer jaringan.

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1     Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2     Perangkat peripheral komputer.

2.3     Jumlah atau besar sistem.

2.4     Beban kerja tiap perangkat.

2.5     OS yang digunakan.

2.6     Tools yang digunakan

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1       Waktu pelaksanaan.

3.2       Peralatan.

3.3       Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan.

3.4       Penyediaan barang yang dapat dikonsumsi.

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1        Kesulitan teknis.

4.2        Pertimbangan hubungan industri.

4.3        Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4        Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer.

5.2     Teknisi Perawatan Komputer.

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

1.  Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini.

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan  tertulis.

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi  informasi.

1.1.3  Manajemen projek.

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1   Kemampuan  menyeluruh sektor industri.

1.2.2   Kemampuan menangani  dokumen secara akurat.

1.2.3   Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat.

 

 

2.  Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

 

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

 

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lisan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

 

3.  Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai.

 

Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel, yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih.

 

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2  Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

 

4. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dengan:

4.1.1  TIK.CS02.043.01  Melakukan Instalasi Software Anti Virus.

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

       Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat Menyiapkan Komputer Jaringan.
  • Siswa diharapkan dapat menginstal anti virus pada komputer jaringan.
  • Siswa dapat Melakukan scanning virus komputer jaringan.

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat menghubungkan komputer jaringan dengan peralatan komputer jaringan/hub dengan menggunakan kabel jaringan.
  • Siswa dapat menginstal software antivirus pada komputer jaringan.
  • Siswa dapat mencatat dan mengidentifikasi komputer yang terkena virus.
  • Siswa dapat melakukan scanning virus pada komputer jaringan.
  • Siswa dapat menemukan jenis virus dan dapat membersihkannya dari komputer.
  • Siswa dapat menjaga keamanan komputer jaringan dengan melakukan update dan scanning software secara berkala dan mengetahui karakteristik virus.

 

 

 

4.3 Menghubungkan Komputer Jaringan dengan Kabel Jaringan

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau peripheral yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah system jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

 

Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu:

  1. Local Area Network (LAN)
  2. Metropolitan Area Network (MAN)
  3. Wide Area Network (WAN)
  4. Internet
  5. Jaringan Tanpa Kabel

 

Dalam unit ini peserta kompetensi akan mempelajari tentang jaringan komputer yang terhubung melalui kabel.

 

 

 

Sebuah Konsentrator / Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi Bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub. Hub mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju.

 

Ciri-ciri yang dimiliki Konsentrator adalah:

  • Biasanya terdiri dari 8, 12, atau 24 port RJ-45
  • Digunakan pada topologi Bintang/Star
  • Biasanya di jual dengan aplikasi khusus yaitu aplikasi yang mengatur manjemen port tersebut.
  • Biasanya disebut hub.

Biasanya di pasang pada rak khusus, yang didalamnya ada Bridges, router.

 

Ada tiga jenis kabel jaringan (juga dikenal sebagai “media”). Pertama, twisted-pair—standar industri dalam instalasi baru. Kabel ini datang dengan beberapa standar, Unshielded Twisted Pair (UTP), Category 3 yang sering kali digunakan untuk saluran telepon, dan UTP Category 5 yang merupakan standar jaringan sekarang ini. Kedua, coaxial—mirip dengan cable televisi. Terakhir, fiber optic—biasanya digunakan untuk koneksi antarperangkat “backbone” dalam jaringan besar. Kabel fiber optic merupakan kabel yang paling reliable tetapi juga paling mahal.

Hati-hati dalam memilih kabel untuk kantor dan gedung Anda. Pastikan kabel tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk upgrade yang akan dilakukan beberapa tahun mendatang. Sebagai contoh, Giga Ethernet memerlukan paling tidak UTP Category 6. Oleh karena itu, semua instalasi kabel menggunakan Category 6. Anda mungkin ingin mencoba kabel plenum yang dapat dipasang melalui berbagai jenis saluran pemanas dan pendingin dalam atap. Tanyakan kepada arsitek atau kontraktor Anda untuk memastikan proses ini sesuai dengan standar pemadam kebakaran.

 

Dalam pelatihan ini kita akan merakit kabel jaringan sendiri Kabel Network terdiri atas 2 jenis yaitu Straight-through Cable dan Crossover Cable. Tujuan dan penggunaannya sama, hanya berbeda pada orientasinya saja, Straight Cable digunakan untuk menghubungkan beberapa client dengan menggunakan bantuan Hub  atas Switch sebagai network manager. Sedangkan Crossover Cable, dapat digunakan untuk menghubungkan 2 unit client secara langsung, ataupun menghubungkan single computer dengan router.

 

 

4.3.1  Alat – Alat Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mulai Merakit Kabel

Sebelum memulai merakit, kita perlu mempersiapkan beberapa item berikut ini:

  1. UTP Cable: Sudah pasti kita membutuhkan item ini J. Pastikan jenisnya CAT5 atau CAT6 yang merupakan standar internasional untuk kabel jaringan.

 

  1. Konektor RJ-45 : RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Untuk kabel telepon biasanya menggunakan RJ-11, dan untuk kabel network tipenya RJ45.

 

  1. Crimping Tool: Ini merupakan senjata kita dalam merakit kabel, karena dia punya kemampuan menyatukan dan menjepit kabel dengan konektor selain juga bisa dipakai untuk memotong kabel.

 

  1. Cutter: Digunakan untuk memotong dan merapikan kabel agar lebih mudah dimasukkan kedalam lubang connector RJ-45.

 

  1. Cable Tester: Ini digunakan setelah kita selesai merakit kabel, berfungsi untuk mengetes apakah kabel sudah dirakit dan berfungsi dengan benar. Tanpa ini, kita akan sedikit repot untuk mengetesnya langsung pada instalasi jaringan.

 

 

4.3.2 Cara merakit dan menguji kabel jaringan

  1. Siapkan kabel UTP sepanjang yang kita ingin gunakan misalnya 10 meter, atau lebih dengan catatan: panjang maksimum disarankan tidak lebih dari 100 meter karena semakin jauh jaraknya, maka tingkat LOS (Loss of Signal) akan semakin tinggi

 

  1. Ukur sekitar 1 cm dari ujung kabel dan potonglah bagian luar dari kabel perlahan secara memutar. Dalam proses ini berhati-hatilah karena kesalahan sedikit saja dapat membuat kabel kabel tipis 8 warna yang ada dibagian dalam kabel dapat putus, yang berarti kita harus mengulang lagi untuk memotong bagian luarnya

 

  1. Setelah bagian luarnya kita potong, susunlah kabel-kabel warna warni tersebut dengan urutan sebagai berikut:

(catatan: urutan kabel pada Straight-through Cable sama untuk kedua ujungnya dengan urutan [Putih Orange – Orange – Putih Hijau – Biru – Putih Biru – Hijau – Putih Coklat – Coklat], sedangkan pada Crossover Cable, ujung yang satu memiliki urutan yang berbeda, [Putih Orange – Orange – Putih Hijau – Biru – Putih Biru – Hijau – Putih Coklat – Coklat] dan pada ujung yang satu lagi, [Putih Hijau – Hijau – Putih Orang – Putih Coklat – Coklat – Orange – Biru – Putih Biru]).

Perhatikan gambar dibawah ini

 

  1. Setelah menyusunnya dengan rapi dan memastikan kalau ujung dari semua kabel rata (untuk memudahkan ketika memasukkannya kedalam konektor RJ-45, potonglah jika semua ujung belum rata), ambil konektor RJ-45-nya kemudian masukkan semua ujung kabel yang telah di susun dengan hati – hati kedalam lubang yang terdapat pada konektor RJ-45 tersebut. Pastikan semua kabel rata pada tiap ujung lempengan yang ada di dalam port. Karena satu saja dari kaki-kaki kabel tidak menyentuh pada lempengan tersebut maka kabel tidak akan berfungsi.

 

  1. Kemudian, masukkanlah konektor RJ-45 yang telah disatukan dengan kabel tersebut pada Crimping Tool dan tekan dengan penekanan yang cukup kuat, dan tahan beberapa detik untuk memastikan kaki pengunci pada konektor telah mengunci kabel dengan baik sehingga tidak goyang atau lepas. Lakukan hal yang sama pada ujung satu lagi.

 

  1. Jika telah selesai, sekarang kita akan menggunakan network cable tester untuk menguji apakah kabel kita telah berfungsi dengan baik. Masukkan kedua ujung konektor pada masing – masing port untuk RJ-45 pada tester, kemudian hidupkan testernya, perhatikan kedua bagian lampu indikator (yang biasanya masing-masing berjumlah 8 lampu plus 1 lampu indikator untuk grounding). Jika kabel dalam status yang bagus, lampu-lampu tersebut akan hidup berurutan sesuai dengan urutan nomornya (kecuali jika sedang menguji kabel cross dimana urutannya berbeda – lihat langkah #3).

 

 

4.4 Menginstal Anti Virus ke Dalam Komputer

Setelah semua komputer dapat dioperasikan dan tidak ada masalah,kemudian kita siapkan cd software anti virus dan kita akan menginstalnya kedalam komputer. Dalam hal ini kita akan menginstal software McAfee Virus Scan 8.

 

Cara menginstall anti virus MCAFEE virus scan 8 (Updater Otomatis)

  1. Silahkan masukan cd anti virus McAfee VirusScan 8
  2. Klik 2X pada file Setup.exe
  3. Pada tampilan informasi McAfee VirusScan Enterprise, klik Next.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pada tampilan License Agreement, Klik I accept the term in the license agreement, lalu klik Ok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pada tampilan Select Setup Type, pilih Typical, kemudian klik Next.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pada tampilan Ready to Install, klik Install, dan silahkan tunggu beberapa saat sampai proses instalasi selesai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Agar program antivirus McAfee VirusScan dapat melalukan update otomatis, maka pada Instal Successfully, pilih Update Now dan Run On-Demand Scan, kemudian klik Finish.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tunggu beberapa saat sampai proses update antivirus berhasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.5 Cara Scan Komputer

1.  Dalam proses scanning ini kami menggunakan contoh dari program AVG Free Edition

 

 

2.  Dalam scanning ada 2 macam pilihan yaitu scan computer secara keseluruhan dan scan selected area untuk scan directory tertentu.

 

 

3.  Setelah kita pilih scan selected area maka akan ditampilkan window status scan, dan jika terdeteksi virus akan dimunculkan dalam window.

 

4.  Setelah proses scan secara keseluruhan dan ditemukan virus maka akan segera dibersihkan.

 

 

5.  Setelah selesai dan virus dinyatakan hilang coba scan lagi untuk memastikan.

 

 

6.  Setelah selesai scan dan tidak ditemukan virus maka komputer telah bersih dari virus.

 

 

 

4.6 Cara Membersihkan Komputer yang Terserang Virus

Membersihkan virus dapat beresiko terhadap sistem operasi komputer kita bahkan sampai harus menginstal ulang komputer kita segala. Cara-cara menghilangkan virus dari komputer kita kadang berbeda antara satu virus dengan virus yang lainnya. Namun berikut ini akan saya berikan cara-cara membersihkan virus secara umum.

 

 

4.6.1  Prosedur membersihkan virus

1.  Pastikan anda sudah memiliki backup data (walau terinfeksi virus) ini untuk menjaga-jaga bila proses pembersihan virus anda malah data anda ikut terhapus/ hilang. Dan pastikan anda sudah mempunyai emergency boot disk sistem anda.

 

2.  Cari tahu virus apa yang menyerang komputer anda.

2.1. Instal program anti virus jika di komputer anda belum terinstal antivirus. Cari antivirus yang menurut ada bagus dan manjur untuk jenis virus yang telah menyerang. (alangkah baiknya cari tau dan baca-baca tentang virus dan antivirusnya)

 

2.2. Pastikan virus definition yang paling Up date. Cari di internet dari webs site pembuat anti virus tersebut.

 

2.3. Usahakan setingan antivirus dalam mode hanya mendeteksi saja. Lebih baik jangan langsung menghapus file yang terinfeksi virus, kadang kala ada file system yang terinfeksi, dan file ini digunakan oleh OS untuk berjalan. Kalau file ini terhapus atau ter karantina bisa menyebakan sistem kacau atau malah tak jalan.

 

2.4. Scan virus tapi jangan menghapus nya terlebih dahulu. Catatan: beberapa virus bisa menghentikan program anti virus yang sedang berjalan di komputer. Untuk kasus ini bisa diakali dengan men-scan komputer tersebut lewat jaringan, dengan cara share drive yang akan di scan. Cara yang terakhir adalah dengan melepas harddisk dan di pasang di komputer yang akan digunakan untuk men-scan-nya.

 

3.  Pelajari virus yang menjangkiti komputer anda dan cara menghapus-nya. Banyak web site yang menyediakan informasi ini. Seperti Symantec security response site contoh yang menyediakan informasi tentang virus dan cara membersihkan suatu virus tertentu.

 

4.  Hilangkan virus

4.1.  Beberapa virus memiliki tool removal tersendiri untuk membersihkan-nya. Jika virus tersebut memiliki tool removal tersendiri download dan gunakan tool tersebut.

 

4.2. Jika tidak terdapat tool removal, pelajari dan lakukan cara pembersihan secara manual sesuai instruksi untuk jenis virus tersebut. Kamu mungkin harus menghapus secara manual file virus dan mengedit registry tertentu. Petunjuk penghapusan yang didapat dari sumber terpercaya akan menuntun kamu untuk melakukan step demi step untuk pembersihan virus tersebut.

 

4.3. Jika ada petunjuk untuk menggunakan scanning dari program antivirus untuk membersihkan virus tertentu, kemudian lakukan dengan men-scan dengan konfigurasi untuk menghapus (delete atau karantina) virus tersebut.

 

 

4.7 Cara Mengupdate Anti Virus

1.  Cara untuk mengupdate antivirus adalah dengan memilih check for update.

 

2.  Kemudian muncul window pilihan update melalui internet atau dari folder.

 

 

 

4.8 Cara Mencegah Virus Menyerang Komputer

Penyebaran virus atau worm umumnya adalah melalui e-mail dan floppy disk. Petunjuk berikut ini adalah beberapa hal yang seyogyanya kita lakukan untuk mencegah berjangkitnya virus di komputer kita.

 

1. E-mail attachment jangan dibuka secara otomatis. Jika anda menggunakan Outlook Express, Outlook, Eudora, Netscape, dsb set program e-mail tersebut agar attachment tidak membuka secara otomatis.

 

2. Hanya buka e-mail attachment dari pengirim yang anda kenal. Sebelum membuka attachment, scan terlebih dahulu. Hal ini juga berlaku bagi pengguna web-mail seperti yahoo, hotmail, dsb.

 

3. Jangan membuka attachment e-mail yang anda curigai mengandung virus walaupun e-mail tersebut berasal dari orang yang anda kenal. Cek terlebih dahulu dengan si pengirim sebelum anda membukanya.

 

4. Jangan membuka attachment dengan ekstensi VBS, SHS, atau PIF. Ekstensi tersebut umumnya digunakan oleh virus dan worms.

 

5.  Jangan membuka attachment dengan ekstensi ganda, seperti nama_file.BMP.EXE atau nama_file.TXT.VBS.

 

6. Apabila menerima e-mail berupa iklan, jangan membuka attachmentnya ataupun membuka/mengikuti web link yang mereka sertakan.

 

7. Jangan membuka attachment dengan nama file yang sensual. E-mail bervirus sering mengunakan nama file yang menggoda.

 

8. Jangan mempercayai ikon yang disertakan dalam attachment. Worm sering mengirimkan file bervirus dengan ikon yang mirip dengan ikon gambar, teks, ataupun file.

 

9. Hindari membuka attachment dari orang tak dikenal pada saat chatting dengan menggunakan IRC, ICQ atau Instant Messenger.

 

10.Hindari men-download file dari newsgroup publik yang tidak dikenal karena media tersebut sering digunakan oleh pencipta virus untuk mendistribusikan virusnya. Termasuk didalamnya adalah freeware (program gratis), screensavers, game, dan berbagai program yang bisa dieksekusi (biasanya menggunakan ekstensi .EXE atau .COM).

 

11.Apabila harus mendownload file dari Internet, pastikan bahwa anda melakukan scanning terlebih dahulu sebelum membuka program tersebut. Download semua file dalam satu folder, kemudian lakukan scanning atas folder tersebut.

 

12.Jangan share folder komputer anda. Apabila harus melakukan sharing, jangan share keseluruhan drive (misal seluruh drive C) atau directory Windows – dan lindungi sharing folder tersebut dengan password.

 

13.Install software anti-virus dan selalu update data anti-virus anda.

 

14.Konfigurasikan agar program anti-virus anda bekerja setiap kali komputer melakukan booting dan bekerja setiap saat (perhatikan ikon V-shield harus muncul di tray desktop komputer anda).

 

15.Selalu scan floppy disk sebelum menggunakannya.

 

16.Jangan melakukan booting dari floppy disk, karena floppy disk merupakan salah satu media penularan virus. Untuk menghindari booting dari floppy disk secara tidak sengaja, selalu keluarkan floppy disk dari disk drive setiap kali anda selesai bekerja dengan floppy disk.

 

4.9 Hal-Hal Keamanan dalam Komputer

Dalam Menjalankan Komputer kita hendaknya perlu memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keamanan Komputer.Agar Komputer kita dapat selalu beroperasi dengan baik tanpa mengalami gangguan dalam menjalankannya.

 

Ada 4 hal yang harus dipertimbangkan dalam soal keamanan ini:

1. Anti-Virus

Apakah Anda memakai koneksi dial-up, kabel, DSL atau satelit, proteksi minimum yang harus ada adalah anti-virus dan firewall. Anti virus adalah program yang dapat menangkap, mengidentifikasi dan menghancurkan virus. Program antivirus terbagi 3, yaitu:

a. Fix

Sebuah program yang dapat mendeteksi dan menghancurkan hanya satu virus. Harus dijalankan terlebih dahulu kemudian program akan mencari dan menghapus virus tertentu. Contohnya : Fixnimda (dari NAV), FixCodered (dari NAV), dll.

 

b. Antidot

Sebuah program yang dapat menangkap, mendeteksi beberapa jenis virus dan menghapusnya. Sama seperti program fix, harus dijalankan terlebih dahulu kemudian akan mencari file yang terinfeksi maupun file virus tertentu Contohnya : Wedash Anti Dot 2004.

 

c. Antivirus

Sebuah program yang dapat menangkap, mendeteksi dan menghapus banyak jenis virus. Dapat otomatis menangkap file yang terinfeksi dan menghapusnya. Contohnya : Norton Antivirus, McAfee Antivirus.

 

Berikut ini beberapa daftar program anti-virus utama, yang memungkinkan monitoring secara online (mengecek transfer file & email/attachment). Updatelah anti-virus Anda secara reguler.

 

AVG

http://www.grisoft.com/us/us_avg_index.php

Versi gratis:

http://free.grisoft.com/freeweb.php/doc/2/

Versi PRO harus bayar $30.

 

AntiVir

http://www.free-av.com/

Panda http://www.pandasoftware.com/home/default.asp

6 bulan bayar: $35 ; 1 tahun: $70

 

Kaspersky

http://www.kaspersky.com

Basic: $50 Pro: $80

 

Trend Micro

http://www.trendmicro.com/en/products/desktop/pccillin/evaluate/overview.htm

Sekitar $50

NOTE: Setelah menginstall salah satu program di atas, scan SEMUA isi komputer Anda!

 

2. Firewalls

Ibarat sebuah rumah yang memiliki pagar sebagai pelindungnya, baik dari kayu, tembok beton, kawat berduri ataupun kombinasi beberapa jenis pagar, maka tak pula mengherankan apabila sebuah komputer yang merupakan sebuah tempat vital dalam komunikasi data yang layaknya sebuah rumah yang menyimpan semua harta dan benda yang kita miliki didalamnya juga patut kita lindungi.

Tetapi, apapula jenis pagar yang akan kita pakai untuk membentengi komputer/jaringan pribadi kita terhadap semua ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan khususnya dari luar terhadap semua properti pribadi kita yang terdapat didalamnya.

Firewall merupakan suatu cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware , software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya.

Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN) anda.

Konfigurasi sederhananya:
pc (jaringan local) <==> firewall <==> internet (jaringan lain)

Firewall untuk komputer, pertama kali dilakukan dengan menggunakan prinsip “non-routing” pada sebuah Unix host yang menggunakan 2 buah network interface card, network interface card yang pertama di hubungkan ke internet (jaringan lain) sedangkan yang lainnya dihubungkan ke pc (jaringan lokal)(dengan catatan tidak terjadi “route” antara kedua network interface card di pc ini).

Untuk dapat terkoneksi dengan Internet(jaringan lain) maka harus memasuki server firewall (bias secara remote, atau langsung), kemudian menggunakan resource yang ada pada komputer ini untuk berhubungan dengan Internet(jaringan lain), apabila perlu untuk menyimpan file/data maka dapat menaruhnya sementara di pc firewall anda, kemudian mengkopikannya ke pc(jaringan lokal). Sehingga internet(jaringan luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan pc(jaringan lokal) .

Terlalu banyak kekurangan dari metoda ini, sehingga dikembangkan berbagai bentuk, konfigurasi dan jenis firewall dengan berbagai policy(aturan) didalamnya.

Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :
1.  Mesin/komputer
     Setiap individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.

2.  Jaringan
     Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.

Karakteristik Firewall
1.  Seluruh kegiatan yang melalui jaringan dari dalam ke luar , harus melewati firewall. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memblok atau membatasi baik secara fisik semua akses terhadap jaringan lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan yang memungkinkan.

2.  Hanya kegiatan yang terdaftar atau dikenal yang dapat mempunyai akses jaringan ke luar atau ke dalam. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan lokal. Banyak sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis policy yang ditawarkan.

3.  Firewall itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap serangan atau kelemahan. Hal ini berarti penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan dengan Operating system yang relatif aman.

 

Sederhananya, firewall dipakai untuk memblokade penjahat agar tidak bisa mengakses komputer Anda dari Internet. Bayangkan itu seperti pintu depan rumah Anda. Anda hanya membukanya untuk orang-orang yang boleh masuk saja. Firewall bisa menangkal segala metode untuk membobol komputer tanpa ijin, mencegah hacker, worm, trojan dan biasanya memblokir spyware (yang mungkin sudah ada di PC Anda) agar tidak menghubungi si mata-mata. Dan ditambah dengan NAT (Network Address Translation) dan dengan bantuan dari proxy, ia bisa membuat Anda tak terlihat (seperti “siluman”).

 

Ada beberapa jenis firewall baik software maupun hardware.

Sofware firewall:

Zone Alarm http://www.zonelabs.com/

Kerio http://www.kerio.com/us/kpf_home.html

Sygate http://www.sygate.com/

Visnetic http://www.deerfield.com/download/visnetic-firewall/

 

Hardware firewalls (untuk pengguna Broadband):

NetGear FR114P 4-Port Cable/DSL: $80

Linksys BEFSX41 4-Port Cable/DSL: $65

Saafnet International AlphaShield Cable/DSL: $120

 

Sebenarnya ada banyak hardware, namun inilah yang cukup familier dan harganya masih terjangkau utk kebanyakan orang!

 

3. Spyware

Program antivirus dan firewall adalah prioritas utama dan akan mengamankan PC Anda dari kejahatan, namun spyware masih dapat menyusup ke system (meskipun sudah banyak berkurang). Ada yang melalui cookie dan diembed (disusupkan) dalam banner iklan, yang dapat dihindari dengan mengganti

Setting untuk boleh/tidaknya cookie (di Internet Explorer : klik Tools > Internet Options > Privacy > Settings > tombol Advance). Tapi masih saja surfing, download, install dll bisa menyebabkan adanya spyware, yang hanya bisa dideteksi oleh program pencari spyware. Spyware sangat berbahaya karena bisa mengambil password Anda dengan keyloggers yang mencatat tombol keyboard mana yang ditekan.

 

Spy BotSearch & Destroy

http://www.safernetworking.org/en/download/index.html

 

AdAware

http://www.lavasoftusa.com/software/adaware/

 

Spysweeper

http://www.webroot.com/wb/products/spysweeper/sweepera.php

Harga: $30

 

The Cleaner Professional

http://www.moosoft.com/

Harga: $50

 

SpywareEliminator http://www.aluriasoftware.com/homeproducts/spyware/

Harga: $30

 

Anti-Spy

http://www.omniquad.com/downloads.htm

Harga: $30

 

4. Online Self-checks

Adalah fasilitas untuk mengecek kekuatan firewall dan spyware anda secara on-line antara lain adalah:

Port Scanners:

Shields Up

https://www.grc.com/x/ne.dll?bh0bkyd2

 

HackerWhacker

http://www.hackerwhacker.com

 

Sygate Online

http://www.vulnerabilities.org/nessusfreehtml.html

http://www.sygatetech.com/prestealthscan.html

 

Panda Active Scan

http://www.pandasoftware.com/activescan/com/activescan_principal.htm

 

Trend-Micro HouseCall

http://housecall.trendmicro.com/

 

GFI Trojan Scanner

http://www.windowsecurity.com/trojanscan/

 

McAfee

http://vil.nai.com/vil/stinger/

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Membersihkan Virus Jaringan

 

  1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.047.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Membersihkan Virus Jaringan

TIK.CS02.047.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.

- PC dengan sistem operasi Windows XP

- Keyboard, mouse, dan monitor.

-  Hub/Switch, kabel Lan, Crimping Tool, Cable Tester.

- CD Antivirus Mc Afee dan AVG Free Edition.

- CD Antivirus Mc Afee dan AVG Free Edition.

-

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: