Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Memberi Petunjuk Atau Saran Permasalahan Jaringan TIK.JK05.006.01

Mar
09
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MEMBERI PETUNJUK ATAU SARAN

PERMASALAHAN JARINGAN

TIK.JK05.006.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

Hal

Daftar Isi……………………………………………………………………………………….. 2

 

BAB I    PENGANTAR ……………………………………………………………………….. 4

 

1.1.           Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi ……………………………….. 4

1.2.           Desain Modul……………………………………………………………………….. 4

1.3.           Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)………………………………………….. 6

1.4.           Pengertian-pengertian Istilah……………………………………………………. 6

 

BAB II   STANDAR KOMPETENSI………………………………………………………….. 9

 

2.1.           Peta Paket Pelatihan ……………………………………………………………… 9

2.2.           Pengertian Unit Standar …………………………………………………………. 9

2.3.           Unit Kompetensi yang Dipelajari ……………………………………………….. 10

2.3.1.      Kode Unit          …………………………………………………………………… 10

2.3.2.      Judul Unit          …………………………………………………………………… 10

2.3.3.      Deskripsi Unit    …………………………………………………………………… 10

2.3.4.      Elemen Kompetensi ……………………………………………………………….. 11

2.3.5.      Kriteria Unjuk Kerja ……………………………………………………………….. 11

2.3.6.      Batasan Variabel …………………………………………………………………… 13

2.3.7.      Panduan Penilaian …………………………………………………………………. 14

2.3.8.      Kompetensi Kunci …………………………………………………………………. 16

 

BAB III  STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ………………………………………… 17

3.1.           Strategi Pelatihan …………………………………………………………………. 17

3.2.           Metode Pelatihan ………………………………………………………………….. 18

 

BAB IV  MATERI UNIT KOMPETENSI …………………………………………………….. 19

4.1       Tujuan Instruksional Umum.. 19

4.2       Tujuan Instruksional Khusus 19

4.3       Menganalisis Permasalahan Dukungan Terhadap Klien……….………………….19

4.4       Memberikan Saran Dalam Masalah Perangkat Lunak  ………….…………………24

4.5       Memberikan Saran Dalam Masalah Perangkat Keras Dan Jaringan  ………. 29

4.6       Memperoleh Umpan Balik Dari Klien     ……………………………….……………….35

 

BAB V   SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI .      38

 

5.1.           Sumber Daya Manusia ……………………………………………………………. 38

5.2.           Sumber-sumber Perpustakaan ………………………………………………….. 39

5.3.           Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan …………………………………………….. 39

 

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………. 40

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1.      Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2       Desain Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.1. Isi Modul

a.       Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

 

 

b.       Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

c.       Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.1.    Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

 

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3    Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

 

 

1.4    Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1.      Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

2.1.1.      TIK.JK05.003.01   Menentukan Dan Menyelesaikan Masalah Komputasi Pada Klien

2.1.2.      TIK.JK05.005.01   Membuat desain jaringan lokal (LAN)

2.1.3.      TIK.JK05.006.01   Memberi Petunjuk atau Saran Permasalahan Jaringan

 

2.2.      Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan diajarkan untuk mendesain LAN secara umum.

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tiga sampai lima hari. Pelatihan ini dijutukan bagi semua user terutama yang tugasnya berkaitan dengan jaringan seperti staff support dan staff admin jaringan.


Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.      Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

KODE UNIT          :        TIK.JK05.006.01

 

JUDUL UNIT         :        Memberi Petunjuk Atau Saran Permasalahan Jaringan

 

DESKRIPSI UNIT :        Unit ini menjelaskan kemampuan yang diperlukan untuk meningkatkan informasi teknis kepada klien.

 

 

 

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Menganalisis permasalahan dukungan terhadap klien 1.1  Permintaan yang tercatat dalam log ditanggapi sesuai dengan petunjuk organisasi.

 

1.2    Permasalahan dukungan terhadap klien diinvestigasi dan didokumentasi berdasarkan petunjuk organisasi.

 

1.3    Log sebelumnya diperiksa apabila terdapat permasalahan yang sama dengan klien yang lain.

 

02     Memberikan saran dalam masalah perangkat lunak 2.1  Kebutuhan klien dikonfirmasi.

 

2.2  Saran dibuat dan disampaikan, atau masalah klien diserahkan kepada teknisi yang lebih ahli.

 

2.3    Saran untuk mengatasi masalah perangkat lunak diberikan pada klien sesuai petunjuk organisasi.

 

2.4    Dokumen manual dan petunjuk disediakan untuk klien.

 

2.5  Petunjuk untuk kelompok atau untuk individu diberikan sesuai dengan permintaan.

 

2.6 Kebutuhan untuk up-grade atau kebutuhan perangkat lunak baru didokumentasikan, dan rekomendasi disampaikan kepada pengawas / manajemen.

03     Memberikan saran untuk masalah perangkat keras 3.1  Kebutuhan klien diidentifikasi dari dokumentasi.

 

3.2    Saran dibuat dan disampaikan, atau masalah klien diserahkan kepada teknisi yang lebih ahli.

 

3.3.   Saran untuk mengatasi masalah perangkat keras diberikan pada klien sesuai petunjuk organisasi.

 

 

  3.4    Dokumen manual dan petunjuk disediakan untuk klien.

 

3.5    Petunjuk untuk kelompok atau untuk individu diberikan sesuai dengan permintaan.

 

3.6    Permintaan lebih lanjut, misalnya kebutuhan peralatan baru, didokumentasikan, dan rekomendasi diserahkan kepada pengawas / manajemen.

 

04     Memberikan saran untuk masalah jaringan 4.1  Kebutuhan klien diidentifikasi dari dokumentasi.

 

4.2  Saran dibuat dan disampaikan, atau masalah klien diserahkan kepada teknisi yang lebih ahli.

 

4.3 Saran untuk mengatasi masalah jaring-an diberikan pada klien sesuai petunjuk organisasi.

 

4.4    Dokumen manual dan petunjuk disediakan untuk klien.

 

4.5  Petunjuk untuk kelompok atau untuk individu diberikan sesuai dengan permintaan.

 

4.6   Permintaan lebih lanjut  didokumentasikan, dan rekomendasi diserahkan kepada pengawas / manajemen.

 

05     Memperoleh umpan balik dari klien 5.1   Evaluasi dan umpan balik dari klien didapatkan

untuk menjamin kebutuhan klien terpenuhi.

 

5.2   Fungsi-fungsi sesuai dengan instruksi dilakukan

oleh klien tanpa bantuan.

 

 

BATASAN VARIABEL

1.       Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.       Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:

2.1   Sistem operasi, sistem komputer, dan sistem jaringan komputer.

2.2   Dokumentasi sistem (jaringan dan workstation).

2.3   Saran dan dukungan dapat berupa dokumen manual, pelatihan,

dokumen vendor, dsb.

2.4   Perangkat lunak komersial yang dipakai organisasi.

 

 


PANDUAN PENILAIAN

 

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini:

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Pengetahuan mengenai sistem operasional.

1.1.2  Pengetahuan mengenai fitur dan fungsi perangkat lunak

terbaru.

1.1.3  Pengetahuan mengenai sumber informasi.

1.1.4  Pengetahuan mengenai perangkat keras, perangkat lunak,

dan jaringan.

 

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1  Keahlian menulis makro dan membuat template.

1.2.2  Keahlian memberikan petunjuk langsung atau pelatihan.

1.2.3  Keahlian bekerja sama dengan tim.

 

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.       Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1     Kemampuan untuk menentukan masalah dari klien.

3.2     Kemampuan untuk  memberikan saran terhadap masalah pada perangkat lunak, perangkat keras, dan jaringan.

3.3     Kemampuan untuk  mendapatkan umpan balik dari klien.

 

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1  TIK.JK05.003.01  Menentukan dan menyelesaikan masalah

komputasi pada klien

4.1.2  TIK.JK05.005.01  Melakukan deteksi dan mengatasi masalah di

jaringan

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1  Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menentukan jenis masalah yang ada pada klien dimana opsi-opsi permasalahannya dijabarkan dalam materi.
  • Siswa mampu menentukan jenis dukungan yang harus diberikan terhadap suatu masalah tertentu.
  • Siswa mengetahui fungsi dari umpan balik yang diberikan ke klien.

 

4.2  Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mampu menentukan jenis dukungan berdasarkan hasil log.
  • Siswa mampu menentukan dan menjabarkan jenis-jenis permasalahan pada perangkat lunak.
  • Siswa mampu menentukan dan menjabarkan jenis-jenis permasalahan pada perangkat keras.
  • Siswa mampu menentukan dan menjabarkan jenis-jenis permasalahan pada jaringan.
  • Siswa dapat memberikan respon kepada klien sesuai dengan permasalahan yang sudah diidentifikasi.
  • Siswa mengetahui fungsi dari dokumentasi dan mengerti apa saja yang harus ada dalam suatu dokumentasi.

 

4.3   Menganalisis Permasalahan Dukungan Terhadap Klien

Permasalahan yang dilaporkan oleh klien harus diproses berdasarkan prosedur yang telah disetujui sebelumnya untuk mengetahui apakah penanganan permasalahan ini merupakan ruang lingkup yang harus kita kerjakan atau diluar ruang lingkup dari yang telah disetujui sebelumnya dalam perjanjian kontrak kerja.

Dalam perjanjian kontrak kerja ada berbagai jenis layanan support yang ditawarkan untuk proses penanganan masalah. Layanan yang ditawarkan dapat berupa sebagai berikut:

  • Cakupan jam kerja normal (Senin sampai Jumat 08:00 – 17:00 WIB)

Customer Service Center dan Support Engineer akan merespon dan mengambil tindakan yang perlu dalam rentang waktu jam kerja normal, Senin sampai Jumat 08:00 – 17:00 WIB. Kantor dan Layanan dari tutup selama Hari Libur Nasional.

  • Dokumentasi perangkat Jaringan dibawah Support Maintenance

Support Engineer akan memberikan dokumentasi dari Perangkat Jaringan yang ditanggung dalam Layanan Support Maintenance. Dokumentasi meliputi diagram logical jaringan, konfigurasi terakhir. Perubahan yang dibuat oleh pelanggan tidak ditanggung dalam Layanan Support Maintenance.

  • Layanan Call Back dalam Satu Jam

Support Engineer akan melakukan call back ke pelanggan dalam waktu satu jam setelah kasus dicatat oleh sistem. Tindakan yang perlu diambil dapat didiskusikan antara Support Engineer dengan Pelanggan.

  • On-Site Support Engineer untuk area cakupan tertentu

Pelanggan dan Suppor Engineer akan menentukan apakah on-site support di lokasi pelanggan diperlukan. Pelanggan bertanggung jawab untuk menyediakan remote-access untuk Engineer. Support Engineer tidak dapat dikirim tanpa troubleshooting secara remote.

Apabila diperlukan support on-site, Support Engineer akan dikirim ke lokasi pelanggan pada hari berikutnya atau dalam rentang waktu yang disetujui dengan pelanggan. On-site support engineer akan memperbaiki status operasional jaringan yang didokumentasikan pada langkah kedua.

Support on-site (jika perlu) untuk cakupan daerah tertentu tersedia untuk pelanggan di dalam cakupan waktu selama periode kontrak. Support on-site untuk lokasi diluar cakupan daerah yang tertera pada kontrak kerja akan dikenakan biaya per on-call.

Pelanggan bertanggung jawab untuk biaya akomodasi dan transportasi sebagai tambahan biaya on-call jika engineer diminta untuk menyediakan support on-site untuk masalah yang tidak berhubungan dengan kerusakan perangkat atau tidak dalam tanggung jawab dalam kontrak kerja.

Layanan diluar cakupan waktu akan dikenakan biaya per on-call.

  • Penggantian Perangkat tingkat advance

Bila terjadi kerusakan perangkat, pihak vendor akan memberikan kepada pelanggan Penggantian Perangkat tinggat Advance. Bila tidak tersedia perangkat pengganti, vendor akan mengirim perangkat pengganti sementara untuk memperbaiki jaringan pelanggan ke status operasional yang didokumentasikan dalam langkah kedua.

Vendor akan mengirim Penggantian Perangkat Sementara pada hari berikutnya atau pada waktu yang disetujui selama dalam cakupan waktu.

Transportasi dan biaya pengiriman untuk Penggantian Perangkat Sementara sudah termasuk.

Vendor akan mengirim Penggantian Perangkat Sementara dari Kantor Pusat vendor pada hari berikutnya ke forwarder.

Layanan diluar cakupan waktu akan dikenakan biaya per on-call.

  • Penggantian Perangkat selama periode kontrak

Pelanggan dapat mengganti Perangkat rusak selama periode kontrak. Transportasi dan biaya pengiriman sudah ditanggung untuk wilayah cakupan yang ada dalam kontrak kerja saja.

  • 7. Waktu pemecahan masalah (untuk permintaan dalam waktu cakupan Senin sampai Jumat 08:00 – 17:00 WIB)
Jabotabek Hari berikutnya
Kota besar di Jawa (tidak termasuk Jabotabek), Bali dan Sumatra 2 hari
Kota besar di Sulawesi dan Kalimantan 3 hari
Kota besar di Maluku dan Irian Jaya 4 hari

 

Catatan:

Permintaan diluar jam kerja akan dilayani hari berikutnya.

Permintaan setelah jam 13:00 WIB akan dilayani hari berikutnya.

Kondisi tersebut bergantung pada ketersediaan transportasi umum ke lokasi dalam kontrak maintenance.

 

Layanan tidak termasuk:

  • Akomodasi –jika diperlukan- (minimal hotel bintang 3 dan makan) dan biaya transportasi untuk support on-site diluar daerah cakupan.
  • Maintainance untuk peralatan lain yang terhubung ke perangkat yang ditanggung maintenance seperti kabel, PC, Server dan modem.
  • Maintenance dikarenakan kerusakan kabel/koneksi seperti: kabel rusak/terputus atau modem rusak.
  • Maintenance yang tidak berhubungan dengan kerusakan perangkat.
  • Maintenance yang dikarenakan perubahan konfigurasi atau salah konfigurasi.

Log Sebelumnya Diperiksa Apabila Terdapat Permasalahan Yang Sama Dengan Klien Lain

Langkah awal yang paling tepat untuk memudahkan kita dalam mencari sumber permasalahan yang dilaporkan klien adalah dengan mencocokannya dengan kasus-kasus yang telah pernah ada. Log yang paling efektif adalah dengan mendokumentasikan setiap permasalahan yang dapat berupa soft copy maupun hard copy. Setiap permasalahan yang dilaporkan dapat langsung dibuatkan dokumentasinya sampai pengerjaan masalah tersebut tuntas.

Setiap permasalahan yang dilaporkan klien harus dicocokkan terhadap log yang telah dibuat untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga dapat menghemat sejumlah biaya yang dibutuhkan untuk menanganinya. Setelah log yang sama ditemui, maka pengerjaan pun dapat langsung dilakukan.

Perlu diingat disini bahwa kesamaan masalah terhadap log yang pernah ada bukanlah sesuatu yang baku. Persepsi mengenai kesamaan masalah dengan log yang pernah ada belum tentu dapat menyelesaikan masalah tersebut. Banyak sekali kejadian di dalam dunia teknologi informasi yang memiliki gejala awal yang sama namun berbeda dalam inti permasalahannya. Ini sering sekali ditemui dalam masalah perangkat keras atau hardware.

Adapun beberapa format atau komponen minimum dalam mencatat suatu log yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

  • Kode permasalahan
  • Kode klien dan nama klien
  • Tanggal permasalahan muncul
  • Tanggal permasalahan selesai
  • Isi permasalahan yang disampaikan klien
  • Jenis permasalahan (software, hardware, jaringan, lain-lain)
  • Status permasalahan (selesai, dalam pengerjaan, pending, tidak terselesaikan)
  • Langkah-langkah yang telah dilakukan
  • Person in charge atau orang yang menangani masalah tersebut

 

4.4   Memberikan Saran Dalam Masalah Perangkat Lunak

 

Kebutuhan Klien Dikonfirmasi

Untuk mengetahui permasalahan yang dilaporkan klien dan berusaha memecahkannya, dibutuhkan suatu informasi yang cukup oleh pihak vendor. Informasi ini sangat penting dalam usaha memecahkan masalah tersebut, entah dengan cara remote ataupun dibutuhkan engineer yang datang ke tempat klien.

Biasanya masalah dalam perangkat lunak dapat dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

  • Bug

Bug adalah masalah dari suatu perangkat lunak yang paling sering dihadapi oleh klien. Biasanya bug terjadi dalam masa awal dari percobaan suatu perangkat lunak yang diberikan oleh vendor, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bug dapat terjadi dalam masa setelah selesai kontrak. Jika bug diketahui setelah masa kontrak, maka klien harus melakukan suatu pembukaan kontrak baru untuk membetulkan bug tersebut. Tetapi jika bug terjadi dalam masa percobaan ataupun masa kontrak, maka pihak vendor harus langsung membetulkannya. Bug biasa terjadi karena kesalahan coding maupun kurangnya trial yang dilakukan oleh pembuat program. Bug dapat sekali menggangu aktivitas dari klien dan juga kadang-kadang sulit ditemui pada masa pembuatan program. Manusia tidak akan begitu sempurna sehingga dapat menghasilkan suatu piranti lunak yang tidak memiliki bug. Semakin besar cakupan program tersebut, semakin besar pula bug yang mungkin akan ditemui dan dibutuhkan banyak sekali usaha untuk membetulkannya.

  • Kesalahan input dari pengguna piranti lunak

Ini berkaitan dengan edukasi dari pembuat piranti lunak kepada klien. Mungkin saja klien tidak sepenuhnya mengerti semua fitur-fitur yang diberikan oleh vendor piranti lunak tersebut. Alhasil klien mencoba-coba fitur-fitur tersebut dan memasukkan data yang dapat mengubah data lainnya secara tidak sengaja. Untuk mengatasinya, dibutuhkan suatu pelatihan oleh vendor yang cukup mendalam terhadap program tersebut, apa yang dapat dilakukan perangkat lunak tersebut dan apa yang tidak dapat dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Cara lain yang dapat dilakukan vendor untuk meminimalisasi kesalah user tersebut adalah dengan menaruh peringatan atau warning kepada setiap eksekusi program yang dilakukan. Dengan ini user akan memberikan perhatian lebih atas apa yang dikerjakannya. Tetapi warning tersebut bisa saja mengganggu user yang terbiasa menggunakan suatu fitur. Maka dari itu pihak vendor maupun klien harus sama-sama tahu apa yang terkandung dalam program tersebut agar tidak terjadi ketidakpuasan klien.

  • Ketidakcocokan dengan perangkat keras lainnya

Masalah ini sering terjadi dalam hubungan piranti lunak dengan perangkat keras yang digunakannya. Entah perangkat lunak itu adalah system operasi dari klien, printer, scanner, ataupun perangkat-perangkat keras lainnya. Ketidakcocokan perangkat keras yang paling sering dialami oleh klien adalah printer. Printer dari pihak klien dapat sangat bervariasi atau bahkan printer yang digunakan setiap tahunnya pun dapat saja berbeda. Untuk itu, pihak klien harus memberitahu secara detil apa perangkat keras yang digunakannya, pihak vendor pun harus secara ketat mencari tahu perangkat keras apa saja yang digunakan oleh klien. Maka dari itu kedua pihak harus saling bekerja sama untuk menyelesaikan masalah terhadap perangkat keras. Jika perangkat keras tersebut sudah diketahui oleh vendor, maka adalah kewajiban vendor untuk menyesuaikan perangkat lunaknya terhadap perangkat keras tersebut. Segala hal yang tidak dapat diatasi oleh vendor dalam kecocokan terhadap perangkat keras dari klien harus segera diberitahu kepada klien dan dikonfirmasi oleh klien agar tidak terjadi kesalahpahaman pada kemudian hari.

  • Klien ingin menambah fitur perangkat lunak

Masalah ini juga termasuk salah satu dari masalah yang dilaporkan oleh klien. Sebenarnya ini bukan merupakan suatu masalah tetapi merupakan suatu omset tambahan yang mungkin saja dapat diperoleh oleh vendor. Jika penambahan ini tidak termasuk kedalam kontrak yang dibuat sebelumnya, maka pihak vendor dapat menolak penambahan fitur tersebut. Entah pihak vendor dapat menolak begitu saja ataupun membuka kontrak baru untuk penambahan fitur tersebut. Pihak klien biasanya tidak begitu senang mengenai hal ini, dan maka dari itu pihak vendor harus secara ketat mengawasi permintaan klien. Klien harus mengetahui cakupan dari pengerjaan tersebut dan tidak bisa secara sembarangan menambah fitur-fitur. Kejelasan mengenai kontrak kerja disini sangat berpengaruh terhadap penyelesaian masalah ini.

 

Jika masalah sudah diketahui dan didefinisikan secara jelas oleh klien kepada vendor, maka pihak vendor dapat segera mengidentifikasi pemecahan yang dapat dilakukan. Sekali lagi pihak klien harus mau bekerja sama terhadap informasi apa saja yang vendor ingin ketahui untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pihak klien tidak boleh hanya mengatakan jika perangkat lunak tersebut bermasalah atau tidak bisa jalan dengan benar, tetapi pihak klien harus secara mendetail memberitahu apa yang tidak berjalan pada piranti lunak tersebut dan memberitahu pesan warning yang diberikan oleh program. Apa yang telah dilakukan oleh klien juga harus disampaikan kepada vendor untuk segera menyelesaikan permasalahannya. Semakin detil informasi yang diberikan, semakin cepat pula pemecahan yang dapat dihasilkan oleh pihak vendor.

Jika permasalah sudah dikonfirmasi oleh pihak vendor dan pihak vendor merasa informasi yang dibutuhkan adalah cukup, maka pihak vendor harus dapat memutuskan opsi-opsi pemecahan sebagai berikut:

  • Remote

Pemecahan secara remote dapat memiliki beberapa arti. Arti yang pertama adalah jika klien memiliki koneksi internet yang berhubungan dengan piranti lunak dan dapat diakses oleh pihak vendor, maka pihak vendor dapat mengupdate piranti lunak tersebut dari kantornya. Arti yang kedua adalah dengan memberikan saran-saran via telepon ataupun email. Saran-saran ini dapat berupa langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengembalikan ke keadaan normal dan juga dapat sebagai suatu bentuk dokumentasi tambahan yang diperoleh klien. Pemecahan dengan telepon ataupun email biasanya dapat diperoleh klien dengan segera.

  • On-site engineer

Jika vendor mengidentifikasi bahwa masalah tersebut membutuhkan seorang engineer yang harus datang ke pihak klien entah untuk mencari informasi tambahan ataupun untuk melakukan update terhadap piranti lunak tersebut, maka ini dapat dilakukan sesuai dengan kontrak kerja yang pada awal telah didefinisikan apakah klien tersebut mendapatkan on-site support atau tidak. Jika pada kontrak kerja tidak memiliki on-site support, maka pemecahan tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat. Biaya yang dikeluarkan untuk on-site support ini juga didefinisikan dalam kontrak kerja apakah diberikan oleh klien ataupun didukung sepenuhnya oleh vendor. Biasanya on-site support dilakukan terhadap masalah yang fatal dan dibutuhkan pemecahan secepat mungkin.

 

Dokumentasi

Dokumentasi merupakan suatu hal yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan oleh pihak vendor. Dengan adanya dokumentasi yang memadai dapat meminimalisasi usaha yang dilakukan oleh pihak klien maupun pihak vendor dalam mengatasi segala masalah. Dokumentasi yang diberikan vendor juga harus lengkap mencakup berbagai hal dibawah ini:

  • Konfigurasi piranti lunak
  • Konfigurasi perangkat keras
  • Konfigurasi sistem operasi
  • Ketidakcocokan dengan piranti tertentu
  • Diagram ataupun flowchart dari apa yang dibuat vendor
  • Langkah-langkah pengidentifikasi masalah
  • Langkah-langkah pemecahan masalah sesuai masalah yang didefinisikan diatas
  • Ringkasan apa yang telah dilakukan
  • Halaman persetujuan vendor dank lien
  • Alamat maupun nomor yang dapat dikontak oleh klien

Jika keseluruhan hal tersebut dapat ditaruh di dalam dokumentasi, maka usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah akan berkurang. Pihak klien diharapkan untuk mereview dokumentasi terlebih dahulu sebelum langsung berkontak dengan vendor. Jika permasalah tidak terdapat di dalam dokumentasi, maka pihak vendor wajib melakukan support terhadap masalah tersebut sesuai dengan di kontrak, entah dengan remote ataupun on-site support. Dokumentasi biasanya diberikan setelah klien melakukan uji coba kelayakan dari apa yang dilakukan oleh klien. Segala masalah yang ada setelah dokumentasi diberikan akan termasuk kedalam layanan maintenance yang diberikan oleh vendor kepada klien.

 

Kebutuhan untuk upgrade

Klien biasanya membutuhkan suatu upgrade terhadap piranti lunak seiring berkembangnya bisnis yang dilakukan oleh klien. Upgrade biasanya tidak termasuk kedalam kontrak kerja yang telah didefinisikan pada awal pengerjaan proyek. Kedua belah pihak harus mengetahui secara pasti apa saja cakupan dari proyek tersebut dan tidak boleh melakukan hal diluar dari apa yang telah diperjanjikan sebelumnya. Kebutuhan untuk upgrade disampaikan oleh klien dan harus didokumentasikan oleh pihak vendor. Pengerjaan upgrade biasanya bukan merupakan cakupan dari kontrak kerja dan solusi yang diberikan oleh pihak vendor harus disampaikan kepada pihak pengawas atau manajemen dari klien. Sebuah Request For Proposal (RFP) harus disampaikan ke vendor dan kemudian pihak vendor akan memberikan rancangan proposal dan desain yang akan disetujui oleh klien.

Pada umumnya pihak klien akan menjadwalkan suatu meeting terlebih dahulu terhadap vendor untuk mendiskusikan apa yang akan dilakukan dan kemungkinan penambahan tersebut dikonfirmasi oleh pihak vendor beberapa hari setelah meeting tersebut. Proposal dari klien harus diberikan dan diperjelas pada meeting tersebut dan pihak vendor harus mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terhadap apa yang akan dilakukan dengan menganggap kebutuhan untuk upgrade adalah suatu proyek baru.

 

4.5   Memberikan Saran Dalam Masalah Perangkat Keras Dan Jaringan

 

Kebutuhan Klien Dikonfirmasi

Untuk mengetahui permasalahan yang dilaporkan klien dan berusaha memecahkannya, dibutuhkan suatu informasi yang cukup oleh pihak vendor. Informasi ini sangat penting dalam usaha memecahkan masalah tersebut, entah dengan cara remote ataupun dibutuhkan engineer yang datang ke tempat klien.

Biasanya masalah dalam perangkat keras dapat dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

  • Masalah perangkat keras

Masalah perangkat keras disini dapat bervariasi sekali. Ada berbagai jenis permasalahan perangkat keras yang diantaranya dapat saja bukan merupakan perangkat keras yang dikerjakan oleh pihak vendor. Perangkat keras pihak klien dapat juga menyebabkan masalah terhadap perangkat keras yang sudah vendor kerjakan. Sebagai contoh dari masalah ini adalah masalah kabel. Jika kabel yang digunakan untuk menghubungkan listrik ataupun menghubungkan perangkat lunak vendor ke perangkat lunak dari klien rusak, maka ini termasuk ke dalamnya. Pihak klien mungkin saja tida menyadari ini. Untuk itu perlu adanya edukasi khusus mengenai cara penanganan masalah pada perangkat keras. Masalah perangkat keras lainnya adalah rusaknya perangkat keras entah karena produk yang dihasilkan tidak bagus ataupun dapat saja rusak oleh kesalahan klien secara sengaja ataupun tidak sengaja. Untuk menangani ini, pihak klien dan vendor harus kembali kedalam kontrak kerja yang telah dibuat pada awal pengerjaan, apakah kesalahan tersebut didukung atau tidak dalam proses maintenance. Kerusakan oleh alam juga dapat saja terjadi seperti tersambar petir, cuaca yang tidak sesuai dengan kondisi perangkat keras, ataupun tegangan listrik yang selalu berubah dan membuat perangkat keras tersebut bekerja tidak pada stabiiitas yang benar.

 

  • Perubahan konfigurasi oleh klien

Perubahan konfigurasi pada klien juga merupakan hal yang sering ditemui dalam penanganan masalah perangkat keras. Pihak klien belum tentu tahu cara menggunakan perangkat keras yang diberikan oleh vendor. Pihak klien ingin merubah konfigurasi dari perangkat keras yang ada untuk mendukung kebutuhan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh klien tanpa harus melibatkan atau merepotkan pihak vendor dan untuk mempercepat proses. Tetapi hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah pada perangkat lunak yaitu kesalahan konfigurasi yang sangat fatal dan mengakibatkan kehilangan produktivitas dari sisi klien. Pada umumnya klien akan langsung mengkontak pihak vendor jika ini terjadi dan pihak klien harus memberitahu apa saja konfigurasi yang dirubah oleh klien kepada vendor. Dengan ini pihak vendor dapat segera memberikan masukan terhadap masalah yang diberikan.

  • Ketidakcocokan dengan perangkat keras lainnya

Pihak klien tentu saja tidak hanya memiliki perangkat keras dari satu vendor saja. Biasanya pihak klien memiliki banyak perangkat keras dari berbagai vendor atau dapat disebut multi-vendor. Setiap vendor perangkat keras tentu saja memiliki konfigurasi yang berbeda dan untuk membuatnya saling berhubungan dibutuhkan parameter-parameter yang cocok untuk kedua pihak perangkat keras. Untuk permasalahan ini biasanya ditemui pada saat uji kelayakan perangkat keras setelah diimplementasikan oleh vendor.

  • Kinerja perangkat keras yang kurang memuaskan

Permasalahan ini biasanya terjadi jika pihak klien kurang memahami perangkat keras yang digunakan ataupun saja pihak vendor salah menginformasikan pihak klien mengenai detil dari perangkat keras yang ditawarkan ke klien. Untuk itu pihak klien maupun vendor harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap perangkat keras tersebut. Dari sisi vendor, pihak representative untuk solusi harus mampu menjelaskan dengan baik dan dari sisi klien, pihak IT manajemen dari klien harus dapat menelaah secara keseluruhan apa yang terkandung di dalam perangkat lunak tersebut.

 

Jika masalah sudah diketahui dan didefinisikan secara jelas oleh klien kepada vendor, maka pihak vendor dapat segera mengidentifikasi pemecahan yang dapat dilakukan. Sekali lagi pihak klien harus mau bekerja sama terhadap informasi apa saja yang vendor ingin ketahui untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pihak klien tidak boleh hanya mengatakan jika perangkat keras tersebut bermasalah atau tidak bisa jalan dengan benar, tetapi pihak klien harus secara mendetail memberitahu apa yang tidak berjalan pada perangkat keras tersebut dan memberitahu pesan warning yang diberikan oleh perangkat keras tersebut. Apa yang telah dilakukan oleh klien juga harus disampaikan kepada vendor untuk segera menyelesaikan permasalahannya. Semakin detil informasi yang diberikan, semakin cepat pula pemecahan yang dapat dihasilkan oleh pihak vendor.

Jika permasalah sudah dikonfirmasi oleh pihak vendor dan pihak vendor merasa informasi yang dibutuhkan adalah cukup, maka pihak vendor harus dapat memutuskan opsi-opsi pemecahan sebagai berikut:

  • Remote

Pemecahan secara remote dapat memiliki beberapa arti. Arti yang pertama adalah jika klien memiliki koneksi internet yang berhubungan dengan perangkat keras dan dapat diakses oleh pihak vendor, maka pihak vendor dapat mengupdate perangkat keras tersebut dari kantornya. Arti yang kedua adalah dengan memberikan saran-saran via telepon ataupun email. Saran-saran ini dapat berupa langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengembalikan ke keadaan normal dan juga dapat sebagai suatu bentuk dokumentasi tambahan yang diperoleh klien. Pemecahan dengan telepon ataupun email biasanya dapat diperoleh klien dengan segera.

  • On-site engineer

Jika vendor mengidentifikasi bahwa masalah tersebut membutuhkan seorang engineer yang harus datang ke pihak klien entah untuk mencari informasi tambahan ataupun untuk melakukan update terhadap perangkat keras tersebut, maka ini dapat dilakukan sesuai dengan kontrak kerja yang pada awal telah didefinisikan apakah klien tersebut mendapatkan on-site support atau tidak. Jika pada kontrak kerja tidak memiliki on-site support, maka pemecahan tidak dapat dilakukan dalam waktu cepat. Biaya yang dikeluarkan untuk on-site support ini juga didefinisikan dalam kontrak kerja apakah diberikan oleh klien ataupun didukung sepenuhnya oleh vendor. Biasanya on-site support dilakukan terhadap masalah yang fatal dan dibutuhkan pemecahan secepat mungkin.

 

Pemecahan masalah secara remote sebelum melakukan on-site support dapat dikonfirmasi terlebih dahulu dengan panduan sebagai berikut:

  • Cek terlebih dahulu mengenai masalah listrik. Apakah listrik yang mengalir ke perangkat keras tersebut sudah dalam kondisi baik atau tidak. Apakah kabel listrik menuju perangkat keras sudah terpasang dengan baik atau tidak terpasang.
  • Cek mengenai masalah kabel, apakah kabel yang menghubungkan perangkat keras tersebut masih dalam kondisi baik. Apakah kabel tersebut terkelupas ataupun terputus karena tidak sengaja seperti karena binatang tikus. Apakah kabel tersebut mengalami interverensi dengan kabel-kabel dan frekuensi-frekuensi lainnya seperti yang banyak dialami jika membelit semua kabel dalam satu gulungan.
  • Cek apakah perangkat keras tersebut menyala.
  • Cek apakah perangkat keras tersebut hang. Kemudian jika hang ataupun tidak, cobalah untuk me-restart perangkat keras tersebut dan tunggu beberapa saat hingga kondisi menjadi normal kembali atau tidak.
  • Cek apakah perangkat keras tersebut pernah bekerja sebelumnya.
  • Cek apakah perangkat keras tersebut bekerja pada PC lainnya.
  • Cek apakah ada konfigurasi yang dilakukan sebelumnya oleh klien

Informasi-informasi tersebut sangat berguna bagi pihak klien untuk segera memperbaiki kondisi perangkat keras tersebut. Jika hal-hal diatas masih tidak memperbaiki perangkat keras, maka on-site support harus dilakukan sesuai dengan perjanjian kontrak kerja yang pernah dibuat.

 


Dokumentasi

Dokumentasi merupakan suatu hal yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan oleh pihak vendor. Dengan adanya dokumentasi yang memadai dapat meminimalisasi usaha yang dilakukan oleh pihak klien maupun pihak vendor dalam mengatasi segala masalah. Dokumentasi yang diberikan vendor juga harus lengkap mencakup berbagai hal dibawah ini:

  • Konfigurasi piranti lunak
  • Konfigurasi perangkat keras
  • Konfigurasi sistem operasi
  • Ketidakcocokan dengan piranti tertentu
  • Diagram ataupun flowchart dari apa yang dibuat vendor
  • Langkah-langkah pengidentifikasi masalah
  • Langkah-langkah pemecahan masalah sesuai masalah yang didefinisikan diatas
  • Ringkasan apa yang telah dilakukan
  • Halaman persetujuan vendor dan klien
  • Alamat maupun nomor yang dapat dikontak oleh klien

Jika keseluruhan hal tersebut dapat ditaruh di dalam dokumentasi, maka usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah akan berkurang. Pihak klien diharapkan untuk mereview dokumentasi terlebih dahulu sebelum langsung berkontak dengan vendor. Jika permasalah tidak terdapat di dalam dokumentasi, maka pihak vendor wajib melakukan support terhadap masalah tersebut sesuai dengan di kontrak, entah dengan remote ataupun on-site support. Dokumentasi biasanya diberikan setelah klien melakukan uji coba kelayakan dari apa yang dilakukan oleh klien. Segala masalah yang ada setelah dokumentasi diberikan akan termasuk kedalam layanan maintenance yang diberikan oleh vendor kepada klien.

 

Permintaan Lebih Lanjut

Klien biasanya membutuhkan suatu perubahan terhadap perangkat keras seiring berkembangnya bisnis yang dilakukan oleh klien. Perubahan biasanya tidak termasuk kedalam kontrak kerja yang telah didefinisikan pada awal pengerjaan proyek. Kedua belah pihak harus mengetahui secara pasti apa saja cakupan dari proyek tersebut dan tidak boleh melakukan hal diluar dari apa yang telah diperjanjikan sebelumnya. Kebutuhan untuk perubahan disampaikan oleh klien dan harus didokumentasikan oleh pihak vendor. Pengerjaan perubahan konfigurasi biasanya bukan merupakan cakupan dari kontrak kerja dan solusi yang diberikan oleh pihak vendor harus disampaikan kepada pihak pengawas atau manajemen dari klien. Sebuah Request For Proposal (RFP) harus disampaikan ke vendor dan kemudian pihak vendor akan memberikan rancangan proposal dan desain yang akan disetujui oleh klien.

Pada umumnya pihak klien akan menjadwalkan suatu meeting terlebih dahulu terhadap vendor untuk mendiskusikan apa yang akan dilakukan dan kemungkinan penambahan tersebut dikonfirmasi oleh pihak vendor beberapa hari setelah meeting tersebut. Proposal dari klien harus diberikan dan diperjelas pada meeting tersebut dan pihak vendor harus mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terhadap apa yang akan dilakukan dengan menganggap kebutuhan untuk upgrade adalah suatu proyek baru.

 

 

4.6   Memperoleh Umpan Balik Dari Klien

 

Pengerjaan pihak vendor tentunya harus disepakati oleh klien. Untuk itu perlu adanya hal-hal berikut ini:

  • User Acceptance Test (UAT)

UAT adalah salah satu contoh uji kelayakan oleh klien. Dalam UAT pihak klien menjalankan aplikasi maupun perangkat keras dan menganggapnya sebagai suatu sistem yang telah berjalan dengan baik. Dari proses ini dapat diketahui apakah pekerjaan pihak vendor telah berhasil dengan baik atau tidak. Jika pengerjaan tersebut masih memiliki kekurangan, maka pihak vendor wajib memperbaikinya dan kemudian UAT akan dilakukan pada kemudian hari setelah pembenahan dilakukan. Biasanya UAT dilakukan pada akhir proyek sebelum pembayaran penuh kepada vendor.

  • Training atau Transfer Knowledge

Pihak vendor dalam proposalnya harus menyertakan training atau transfer knowledge kepada pihak klien. Dalam proses ini, segala konfigurasi dan pengetahuan tentang perangkat lunak maupun perangkat keras yang dikerjakan oleh vendor harus diberikan kepada klien agar klien dapat mengatasi masalahnya sendiri. Dalam training ini, diharapkan kedua belah pihak dapat saling berkolaborasi sehingga tidak memicu adanya kesalahpahaman terhadap produk yang disampaikan.

  • Dokumentasi

Salah satu hal yang sangat penting dalam penutupan sebuah proyek adalah dokumentasi. Dokumentasi diberikan ke klien dalam bentuk soft copy maupun hard copy dan harus ditandatangani oleh klien maupun vendor. Dokumentasi membantu klien untuk melakukan perubahan maupun dalam masalah penangangan masalah (troubleshooting).

  • Evaluasi berupa kuisioner

Pihak manajemen dari vendor biasanya akan memberikan suatu kuisioner kepada klien untuk mengevaluasi hasil kerja dari pihak engineer. Kuisioner ini juga mengevaluasi servis yang diberikan dari sisi manajemen dan keuangan. Kuisioner ini sangat penting untuk pihak vendor sehingga pada masa yang akan datang pihak vendor akan lebih memperhatikan dan memperbaiki keuangan beserta mempertahankan kelebihan yang sudah ada. Maka dari itu pihak klien dimohon untuk tidak sembarangan mengisi kuisioner ini.

  • Closing

Closing atau penutupan merupakan suatu tanda akhir dari suatu pengerjaan proyek. Segala dokumen yang terkait harus sudah diserahkan pada tahap ini. Setelah closing, kewajiban pihak vendor adalah dalam masalah maintenance jika pada kontrak kerja disebutkan bahwa klien tersebut membeli servis untuk maintenance vendor.

 

Fungsi-fungsi sesuai instruksi dilakukan klien tanpa bantuan

Untuk menjamin bahwa klien dapat menggunakan perangkat lunak maupun perangkat kerasnya secara mandiri, maka dibutuhkan pengawasan terhadap klien ketika mereka menggunakan perangkat-perangkat tersebut. Training dan transfer knowledge juga merupakan elemen kunci dari proses ini. Dengan adanya training dan transfer knowledge, diharapkan pihak IT maupun pihak yang terkait dari klien dapat memahami cara untuk melakukan perubahan maupun cara untuk menangani masalah mulai dari yang kecil sampai yang paling rumit.

Support maintenance juga diberikan sesuai kontrak kerja untuk menjamin klien dapat mengoperasikan sendiri perangkat-perangkat yang diberikan oleh vendor.

 

 

 


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1.      Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.          Sumber-sumber Perpustakaan     

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.


5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan       :  Memberi Petunjuk Atau Saran Permasalahan Jaringan
  2. Kode Program Pelatihan   :  TIK.JK05.006.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memberi Petunjuk Atau Saran Permasalahan Jaringan

TIK.JK05.006.01

- Microsoft Office Word

- Microsoft Office Excel

- Microsoft Office Project

-

-

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

  • Website:
    • http://www.techrepublic.com/
    • http://en.wikipedia.org/
    • http://www.cisco.com/
    • http://www.sda-indo.com/

 

Testimoni

artikel lainnya Memberi Petunjuk Atau Saran Permasalahan Jaringan TIK.JK05.006.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Sunday 28 June 2015 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA       MEMVALIDASI PROGRAM PELATIHAN…

Friday 30 January 2015 | blog

Standar Kompetensi 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang Kompetensi Dasar 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan 2.2…

Wednesday 6 August 2014 | blog

PROPOSAL PENAWARAN LATAR BELAKANG Berkaitan dengan didirikannya nDayu Park sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah dibidang…

Saturday 4 April 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR OPERATOR KOMPUTER       MENGOPERASIKAN PRINTER TIK.OP02.002.01…