Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MEMBACA DAN MENAFSIRKAN NASKAH

TIK.MM02.004.01

 

 

 

 

 

 

BUKU KERJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

 

DAFTAR ISI. 2

BAB I. 3

STANDAR KOMPETENSI. 3

1.1   Unit Kompetensi Yang Dipelajari 3

1.1.1   Kode dan Judul Unit 3

1.1.2   Deskripsi Unit 3

1.1.3   Elemen Kompetensi 3

1.1.4   BATASAN VARIABEL. 5

1.1.5   PANDUAN PENILAIAN. 6

1.1.6   Kompetensi Kunci 8

BAB  II. 9

TAHAPAN   BELAJAR. 9

2.1. Langkah-langkah / Tahapan Belajar. 9

2.2.  Indikator Kerja. 9

BAB III. 15

TUGAS TEORI, UNJUK KERJA  DAN SIKAP KERJA. 15

3.1.  TUGAS  TERTULIS  : 15

3.2.  Tugas Unjuk Kerja : 21

3.3 Tugas Sikap Kerja (  Seri  A  ). 23

3.4 Daftar Cek Unjuk Kerja. 33

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

STANDAR KOMPETENSI

 

1.1     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

          1.1.1  Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.MM02.004.01

Judul Unit     : Membaca dan Menafsirkan Naskah

 

          1.1.2  Deskripsi Unit

Unit ini menjelaskan ketrampilan yang diperlukan untuk memperbaharui informasi pada website dalam industri seni.

 

1.1.3   Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

 

KRITERIA UNJUK KERJA

01  Membaca dan menganalisa naskah untuk merencanakan realisasi produksi 1.1   Visi karya tersebut diidentifikasi dengan              mempertimbangkan visi penulis dan sutradara.

 

1.2   Penentuan kebutuhan penulisan kembali dan   pengorganisasian penulisan ulang dikolaborasikan dengan penulis.

 

1.3    Hubungan antara elemen visual dan dramatik naskah diidenifikasi dan didokumentasi untuk mengambil pendekatan naratif.

 

1.4    Fungsi karya tersebut dianalisa, dengan   melaksanakan tujuan dan mengekplorasi secara visual segala cara agar tujuan tersebut tercapai.

 

1.5  Sumber untuk menghasilkan dan mencatat ide tak terbatas digunakan dalam visualisasi naskah dan rencana pengambilan gambar.

 

1.6   Ide-ide yang terpilih  yang merefleksikan   viabilitas ide untuk proyek tersebut dipertimbangkan.

 

1.7              Semua ide berdasarkan refleksi             terdahulu dievaluasi dan semua ide untuk             dampak narasi visual dinilai.

 

02  Menciptakan rencana pengambilan gambar untuk merealisasi visualisasi narasi 2.1.  Naskah dalam unit adegan dibagikan dan elemen dramatisnya dalam setiap unit adegan ditentukan.

 

2.2.  Elemen dramatis dalam setiap adegan dianalisa dan hubungan antara narasi tulis dengan visualisasi ditentukan.

 

2.3.  Keseluruhan narasi dan adegan dipertimbangkan untuk menentukan lokasi, karakter, dan elemen lainnya dalam setiap shot.

 

2.4.  Shot plan dan realisasi hubungan antara aspek visual dan naratif naskah dibuat dan dipertimbangkan elemen berikut ini:

2.4.1        Keseluruhan narasi

2.4.2        Konteks setiap adegan dalam keseluruhan

narasi

2.4.3        Scene by scene 

2.4.4        Pementasan di panggung

2.4.5        Ukuran shot

2.4.6        Pilihan lensa

2.4.7        Angle kamera

2.4.8        Nilai kualitas foto setiap shot dari efek  setiap adegan

2.4.9        Shot plan yang membuat narasi dapat     dikontrol dan diangkat ke dalam produksi secara keseluruhan

 

2.5   Shot plan untuk menerjemahkan naskah dari bentuk tulis menjadi visual digunakan.

 

 

1.1.4 BATASAN VARIABEL

 

1.       Jenis produksi meliputi:

1.1.    Feature

1.2.    Dokumenter

1.3.    Film cerita

1.4.    Animasi

1.5.    Serial TV

1.6.    Iklan

1.7.    Video training

1.8.    Multimedia Interaktif

1.9.    Promotional presentations

2.       Sumber yang dibutuhkan meliputi:

2.1.    Riset lokasi

2.2.    Riset karakter

2.3.    Inspirasi

2.4.    Imajinasi

2.5.    Pengalaman hidup

2.6.    Kejadian nyata

2.7.    Materi dramatik

2.8.    Media massa

2.9.    Kejadian sejarah

2.10.  Photo

2.11.  Lukisan

2.12.  Sketsa

2.13.  Film

2.14.  Catatan pribadi / observasi

2.15.  Diskusi dengan personel lainnya

3.       Kebutuhan produksi meliputi :

3.1     Desain produksi

3.2     Pengarah artistik

3.3     Desain suara

3.4     Durasi

3.5     Jenis produksi (misal metode, approach, mode, cara mempresentasikan sesuatu)

3.6     Isi

3.7     Anggaran

3.8     Tenggat waktu

3.9     Lokasi

3.10   Tujuan

3.11   Perjanjian

3.12   HAKI

3.13   Jadwal

3.14   Kode etik

4.       Satu unit adegan diartikan:

4.1.    Akting

4.2.    Sekuen dramatik

4.3.    Scenes

5.       Elemen dramatis meliputi:

5.1.    Alur

5.2.    Cerita

5.3.    Gaya (metode, pendekatan, mode, cara presentasi)

5.4.    Lokasi

5.5.    Struktur dan struktur tiga adegan atau struktur lainnya

5.6.    Karakter

5.7.    Adegan (action)

5.8.    Klimaks – anti klimaks

5.9.    Beat atau perpindahan adegan

5.10.  Konflik

6.       Komponen teknis yang diperlukan:

6.1.    Lokasi

6.2.    Waktu / hari

6.3.    Interior atau exterior

6.4.    Iklim dan cuaca

7.       Personel yang terlibat meliputi:

7.1.    Produser

7.2.    Sutradara

7.3.    Penulis naskah

7.4.    Pengarah fotografi

7.5.    Pemain

7.6.    Kepala bagian

7.7.    Staf teknis lainnya

7.8.    Staf spesialis lainnya

 

 

1.1.5 PANDUAN PENILAIAN

 

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus menyertakan bukti pengetahuan dan keahlian berikut ini ;

1.1.  Kemampuan menempatkan dan menggunakan sumber yang ada untuk memperluas pengalaman kreatif.

1.2.  Kemampuan mendemontrasikan pendekatan originalitas dan inovatif pada proses penyutradaraan kreatif.

1.3.  Kemampuan bereksperimen dengan konvensi naratif dan elemen untuk mengembangkan suara dan memperluas praktik penyutradaraan.

1.4.  Kemampuan memperluas batasan kreatif.

1.5.  Kemampuan mendemontrasikan pendekatan orsinil dan inovatif dalam penggunaan dan pengorganisasian elemen narasi visual.

1.6.  Kemampuan menghasilkan ide dan mengembangkannya.

1.7.  Pengetahuan dan pemahaman konvensi dan praktek penyutradaraan.

1.8.  Pengetahuan akan konvensi naratif yang digunakan dalam sejarah pembuatan film.

1.9.  Pengetahuan akan teknik yang digunakan dalam merealisasikan narasi visual dari narasi tulis.

1.10. Kemampuan menentukan bagaiman cerita dapat diangkat dari satu adegan ke adegan dalam keseluruhan proses produksi.

1.11. Pengetahuan akan berbagai teknik penceritaan secara visual.

1.12. Pengetahuan akan konvensi film dan literatur.

1.13. Pemahaman akan keahlian penulis naskah.

1.14. Pemahaman akan keahlian akting.

1.15. Pemahaman akan kealhian sinematografi.

1.16. Pemahaman akan kealhian editing.

1.17. Pemahaman akan kealhian desain suara.

1.18. Pemahaman akan keahlian desain produksi.

1.19. Membaca dan menginterpretasi bentuk dokumentasi dan narasi.

1.20. Kemampuan dalam melaukan riset dan mendokumentasi informasi.

1.21. Pengetahuan akan kebutuhan keselamatan dan kesehatan kerja organisasi.

1.22. Pengetahuan teknik komunikasi efektif termasuk mendengarkan, bertanya dan non verbal komunikasi yang efektif.

 

2.       Konteks penilaian

2.1.  Penilaian dapat dilakukan on the job, off the job atau campuran keduanya.

2.2.  Penilaian off the job harus dilaksanakan dalam suatu simulasi lingkungan tempat kerja. Penilaian dapat memasukkan suatu metode untuk menilai pertunjukan dan aplikasi pengetahuan keterampilan yang meliputi:

2.2.1. Demonstrasi praktek (observasi langsung dapat dilakukan lebih dari satu kesempatan untuk mendapatkan konsistensi pertunjukan

2.2.2. Role play

2.2.3. Studi kasus

2.2.4. Sampel kerja atau simulasi aktifitas tempat kerja

2.2.5. Pertanyaan lisan/wawancara dengan tujuan evaluasi proses yang digunakan dalam mengembangkan dan merealisasikan konsep kreatif

2.2.6. Proyek / laporan / logbook

2.2.7. Laporan pihak ketiga dan hasil otentik

2.2.8. Portofolio bukti yang menunjukkan proses yang digunakan         dalam mengembangkan dan merealisasikan konsep kreatif.

 

3.       Aspek penting penilaian

3.1     Unit kompetensi ini mengaplikasi sektor industri. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri di mana pertunjukan tersebut dinilai. Penilaian harus berdasarkan variabel yang telah ditetapkan dalam statemen variabel, yang akan digunakan pada konteks yang telah ditetapkan.

3.2     Berikut ini hal penting untuk penilain kompetensi unit ini ;

3.2.1.         Perkembangan kemampuan untuk menghasilkan ide asli dan mengembangkannya dari konsep menjadi hasil produksi

3.2.2.         Pengetahuan dan pemahaman konvensi dan praktek penyutradaraan dan perannya dalam mengangkat cerita menjadi sebuah hasil produksi

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Keterkaitan unit kompetensi untuk penilaian akan bervariasi dengan project atau skenario tertentu. Unit ini penting untuk suatu range pelayanan teknologi Informasi dan oleh karena itu harus dinilai secara keseluruhan dengan unit technical / support.

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

1.1.6 Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

1

 


BAB  II

TAHAPAN   BELAJAR

 

2.1.    Langkah-langkah / Tahapan Belajar.

 

  • Penyajian materi,  pengajaran /  pelatihan  kerja, peserta pelatihan dan  penilai / asesor harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam unit komoetensi dari standar kompetensi kerja nasional Indonesia.
  • Isi perencanaan dari buku kerja ini merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja

 

2.2.    Indikator Kerja

 

Merupakan  pernyataan persyaratan tingkat standar kriteria kinerja pelaksanaan tugas pekerjaan ( task ) / unit kompetensi untuk mencapai  mencapai kompetensi dari setiap kegiatan atau langkah kerja ( aktivitas ) / elemen kompetensi  yang terukur pada masing-masing kriteria unjuk kerja dengan persyaratan yang dibutuhkan ( domain K, S, A ) pada kategori  jenis perilaku dan kemampuan internal setiap individu peserta pelatihan kerja, yaitu :

 

  1. Pengetahuan / Knowledge ( Kognitif ).

 

  1. Pada umumnya digunakan kata  : “ Dapat.
  2. Jenis kategori perilaku :

2.1.   Pengetahuan, Pemahaman.

-  Kemampuan internal : Dapat  mengetahui, memahami,……….dll.

-  Tahapan Belajar        : Pengetahuan, Pemahaman,…….dst.

2.2.   Penerapan, Analisa , dst..

 

  1. Keterampilan / Skill  ( Psikomotorik ).

 

  1. Pada umumnya digunakan  kata :  “ Mampu.”
  2. Jenis kategori perilaku :

Persepsi, Kesiapan, Gerakan terbimbing, Gerakan Biasa,

- Kemampuan internal  : Mampu menyiapkan, melakukan, ….. dll.

- Tahapan Berlatih       : Kesiapan, Gerakan biasa, ………dst.

Gerakan Komplek,  Penyesuaian Pola Gerakan, dst..

 

  1. Sikap Kerja  / Attitude  ( Affektif ).

 

  1. Pada umumnya digunakan  kata :  “ Harus.”
  2. Jenis kategori perilaku :

2.1. Penerimaan, Partisipasi, Tanggung Jawab, Ketelitian, Kecermatan, dst.

-  Kemampuan internal  : Harus menunjukkan, bertanggung jawab,

-  Kemampuan safety   : Harus Teliti, Cermat, Ramah, Sabar………..dll.

-  Tahapan Berlatih       :  Sikap,

2.2. Penentuan sikap / Penilaian,  dst..

 

 

Tabel  Indikator Kerja :

Tabel indikator kerja, terdiri atas Nomor, KUK,  indikator, tahapan berlajar dan sumber belajar. Pada Unit Kompetensi TIK.MM02.004.01 ,  meliputi 2 (dua) elemen kompetensi dan  12 (dua belas) Kriteria Unjuk Kerja, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

 

 

No

K U K

Indikator Kerja

Tahapan Belajar

Sumber

1. Membaca dan menganalisa naskah untuk merencanakan realisasi produksi
1.

 

 

 

 

 

Visi karya tersebut diidentifikasi dengan              mempertimbangkan visi penulis dan sutradara

1.1 Dapatmengidentifikasi visi karya

 

1.2Mampu

mempertimbangkan visi penulis

 

1.3 Harus dapat mengerti visi karya penulis.

 

 

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
 

  • Internet

 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur)
2

 

 

 

 

Penentuan kebutuhan penulisan kembali dan   pengorganisasian penulisan ulang dikolaborasikan dengan penulis. 2.1 Dapat menentukan kebutuhan penulis

 

2.2 Mampu mengorganisasikan naskah

 

2.3 Harus bisa mengkolaborasikan naskah dengan penulis

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

  • SOP/SPM
3 Hubungan antara elemen visual dan dramatik naskah diidenifikasi dan didokumentasi untuk mengambil pendekatan naratif. 3.1Dapat

mengerti hubungan elemen visual dan dramatik naskah

 

3.2Mampu mengidentifikasi makna dramatik naskah

 

3.3 Harus melakukan mendokumentasikan untuk mengambil pendekatan naratif

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

 

 

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

 

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

 

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur)
4 Fungsi karya tersebut dianalisa, dengan   melaksanakan tujuan dan mengekplorasi secara visual segala cara agar tujuan tersebut tercapai.

 

4.1 Dapat mengerti fungsi karya

 

4.2 Mampu menganalisis fungsi karya

 

4.3 Harus bisa mengekplorasi secara visual

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur)
5 Sumber untuk menghasilkan dan mencatat ide tak terbatas digunakan dalam visualisasi naskah dan rencana pengambilan gambar.

 

5.1 Dapat mencatat ide

 

5.2Mampu menvisualisasikan ide

 

5.3 Harus merencanakan pengambilan gambar

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur)
6 Ide-ide yang terpilih  yang merefleksikan   viabilitas ide untuk proyek tersebut dipertimbangkan. 6.1 Dapat menangkap ide naskah

 

6.2 Mampu merefleksikan viabilitas ide

 

6.3 Harus bisa mempertimbangkan ide-ide itu

 

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur)
7 Semua ide berdasarkan refleksi terdahulu dievaluasi dan semua ide untuk dampak narasi visual dinilai.

 

7.1 Dapat mengevaluasi ide

 

7.2 Mampu menrefleksikan ide

 

7.3 Harus bisa menilai narasi visual

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
 

  • Internet

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur)
2. Menciptakan rencana pengambilan gambar untuk merealisasi visualisasi narasi
1. Naskah dalam unit adegan dibagikan dan elemen dramatisnya dalam setiap unit adegan ditentukan.

 

1.1 Dapat membagi adengan menjadi perunit

 

1.2 Mampu

mendramatisir adengan

 

1.3 harus menentukan elemen dramatis

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

 

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur
2 Elemen dramatis dalam setiap adegan dianalisa dan hubungan antara narasi tulis dengan visualisasi ditentukan.

 

2.1 Dapat menanalisis elemen dramatis

 

2.2 Mampu

menghubungkan elemen tersebut dengan narasi

 

2.3 harus menghubukan kedalam visualisasi

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur
3 Keseluruhan narasi dan adegan dipertimbangkan untuk menentukan lokasi, karakter, dan elemen lainnya dalam setiap shot. 3.1 Dapat menanalisis elemen dramatis

 

3.2 Mampu

menghubungkan elemen tersebut dengan narasi

 

3.3 Harus menghubukan kedalam visualisasi

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

 

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

 

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur
4 Shot plan dan realisasi hubungan antara aspek visual dan naratif naskah dibuat dan dipertimbangkan elemen yang tertera pada elemen kompetensi

 

4.1 Dapat mempertimbangkan shot plan

 

4.2 Mampu

menganalisis hubungan elemen

 

4.3 Harus bisa mengerti semua aspek visual

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur
5 Shot plan untuk menerjemahkan naskah dari bentuk tulis menjadi visual digunakan. 5.1 Dapat menanalisis naskah secara visual

 

5.2 Mampu

menerjemahkan naskah

 

5.3 Harus bisa mengubah bentuk naskah ke dalam visual

  • Tahapan belajar : pengetahuan

 

  • Tahapan berlatih : persepsi

 

 

  • Tahapan sikap : partisipasi
  • Internet
 

 

 

  • Referensi dari daftar pustaka

 

 

  • SOP (Standar Operasional Prosedur

 

 

 

 


BAB III

TUGAS TEORI, UNJUK KERJA  DAN SIKAP KERJA

 

 

 

TUGAS TEORI , UNJUK KERJA DAN  SIKAP  KERJA :   

 

Berlaku untuk setiap elemen kompetensi dan krteria unjuk kerja dalam level Unit Kompetensi TIK.MM02.004.01, Membaca dan Menafsirkan Naskah dan  jumlah nilai tingkat gradasi kompetensi kunci yang terindikasi pada 7 (tujuh) kompetensi kunci.

 

Tugas teori dan tugas unjuk kerja dalam Bab III  pada  Buku Kerja ini, meliputi :

 

3.1   Tugas Tertulis :

  • Tugas tertulis untuk  menilai pengetahuan ( Knowledge ) seseorang dalam menampilkan elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja.
  • Dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi penilaian unjuk kerja dan unjuk sikap kerja.
  • Didukung  aspek pengetahuan yang dibutuhkan dalam panduan penilaian yang terindikasi pada kiteria unjuk kerja  dan kompetensi kunci.
  • Dapat dimasukkan penilaian pengetahuan sikap kerja.

 

3.2   Tugas  Unjuk Kerja :

  • Tugas unjuk kerja untuk menilai keterampilan ( Skill ) seseorang dalam menampilkan elemen komptensi dan kriteria unjuk kerja.
  • Didukung  aspek keterampilan  yang dibutuhkan dalam panduan penilaian yang terindikasi pada kriteria unjuk kerja dan kompetensi kunci.

 

3.3   Tugas  Sikap  Kerja :

  • Tugas unjuk sikap kerja untuk menilai sikap ( Attitude ) seseorang dalam menampilkan elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja.
  • Didukung aspek kritis atau penyikapan kerja  dalam panduan penilaian yang terindikasi pada kriteria unjuk kerja dan kompetensi kunci.

 

3.1.    TUGAS  TERTULIS  :

 

3.1.1.  Memiliki tingkatan kesulitan :

  1. Soal mudah.
  2. Soal sedang.
  3. Soal sulit.

Kisi-kisi  soal dan jumlah soal dibedakan pada setiap level unit kompetensi.

3.2.2.  Bentuk tugas tertulis adalah Obyektive Test., terdiri atas :

  1. Pilihan Ganda  (Multiple Choice).
  2. Menjodohkan (Matching).
  3. Jawaban Singkat (Short Answer)

 

              Penilaian dengan menggunakan satu atau lebih dari satu pertanyaan untuk setiap elemen kompetensi,   jika penilai   kurang puas   dengan   kesiapan anda   dalam melakukan  penilaian unjuk kerja dan sikap kerja anda,   maka rencana pelatihan unjuk kerja dan sikap kerja  ulang / remidial akan dibicarakan antara anda dengan penilai.

 

       PILIHAN GANDA :

( Seri  A ).

 

  1. Selesaikan semua tugas tertulis sesuai pertanyaan masing-masing dengan mengacu pada bentuk soal pilihan ganda (Muliple Choice), seri A.
  2. Waktu tersedia 25 menit, jumlah soal 25 pertanyaan.

 

Tugas :  Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda  X pada  huruf a, b, c dan d yang anda pilih.

 

  1. Teks drama adalah : (KUK 1.1)
    1. karangan atau tulisan yang berisi nama-nama tokoh, dialog yang diucapkan, latar panggung yang dibutuhkan, dan pelengkap lainnya.
    2. Rangkaian ilustrasi
    3. seseorang pada mental dirinya.
    4. B dan C benar

 

  1. Dalam Teks drama yang diutamakan adalah :  (KUK 1.1)
    1. Tingkah laku
    2. dialog
    3. tingkah laku dan dialog
    4. penghayatan

 

 

 

  1. Amanat dalam karya sastra ditulis secara : (KUK 1.1)
    1. eksplisit
    2. implicit
    3. naratif
    4. eksentris

 

 

 

 

  1. Setelah sebuah naskah tersusun maka tahap berikutnya adalah: (KUK 1.2)
    1. mempelajari pasar lalu meresponnya dengan baik
    2. mengorganisasikan penulisan ulang dari naskah yang telah ditentukan itu
    3. menulis tema sesuai dengan kebutuhan
    4. menangkap inti dari sebuah naskah yang sedang didalamin itu.

 

 

  1. kebutuhan utama seorang penulis dalam membuat naskah adalah : (KUK 1.2)
    1. ide
    2. pemain
    3. karakteristik
    4. Rasio

 

 

 

  1. Elemen visual dalam suatu naskah berupah: (KUK 1.3)
    1. Suara
    2. Teks
    3. gerakan
    4. Bloking

 

 

 

  1. Bloking adalah  : (KUK 1.3)
  2. phisical arrangement pemain dan gerakan-gerakannya dari acting area yang satu ke acting area yang lain.
  3. persiapan seseorang pada mental dirinya
  4. cara untuk mengontrol atau mengendalikan imajinasi
  5. jawaban a,b,c salah

 

  1. Salah satu fungsi bloking adalah : (KUK 1.3)
    1. Fungsi dramatis Sebagai alat untuk menentukan pola adegan dan sarana untuk mengembangkan kejadian, emosi, gerakan, ucapan, tempo dan klimaks
    2. Fungsi teknis Menciptakan komposisi panggung yang baik dari hasil penciptaan pola dan pengaturan bentuk visual di atas pentas/panggung
    3. menyampaikan pesan non verbal sebaik gambar bergerak
    4. jawaban a dan b benar

 

  1. Salah satu cara yang efektif dalam melakukan dialog dengan alam bawah sadar kita adalah : (KUK 1.4)
    1. Hipoteis
    2. hipnotis
    3. guided imagery
    4. imagery

 

  1. Guided imagery dengan metode self-hypnosis digunakan untuk : (KUK 1.5)
  2. menentukan pola adegan dan sarana untuk mengembangkan kejadian, emosi, gerakan, ucapan, tempo dan klimaks.
  3. Menciptakan komposisi panggung yang baik dari hasil penciptaan pola dan pengaturan bentuk visual di atas pentas/panggung
  4. memahami dan menghayati diri anda sendiri
  5. menguasai panggung

 

 

 

 

  1. Dalam bedah naskah penulis skenario tentu harus menjelaskan ide dengan: (KUK 1.6)
    1. transparan penuh kejujuran, kalau ide itu buatan sendiri diakui sebagai karya asli
    2. keyakinan dan percaya diri yang kuat
    3. bagus dan luas
    4. jawaban b dan c benar

 

 

  1. Ide yang berasal dari naskah karya orang lain harus : ( KUK 1.6)
    1. menyebutkan sebagai saduran
    2. seizin dengan pengarang asli
    3. jawaban a dan b salah

 

 

d. jawaban a dan b benar

 

 

  1. Tujuan dari mengevaluasi ide-ide yang telah di refleksi adalah : (KUK 1.7)
  2. untuk bisa mendapatkan nilai dari segi implisif
  3. untuk bisa mendapatkan nilai dari segi bahasa
  4. untuk bisa mendapatkan nilai dari segi eksentrik
  5. untuk bisa mendapatkan nilai dari segi narasi visual

 

 

 

 

 

  1. Bentuk komik adalah : (KUK 1.7)
    1. deskripsi visual
    2. persuatif

 

 

  1. narasi
  2. narasi visual
    1. Leica Reel adalah : (elemen kompetensi 2)
      1. rangkaian ilustrasi
      2. rangkaian peristiwa yang membangun cerita dan konflik-konflik yang menyertainya
      3. ada catatan-catatan kecil di sekitar gambar entah untuk diperbaiki atau dipertimbangkan
      4. kumpulan storyboard yang direkam dengan kamera

 

 

  1. Alasan diadakannya Leica Reel: (elemen kompetensi 2 )
    1. memperbaiki storyboard
    2. karena gambar yang bagus terlihat di atas kertas, belum tentu bagus di layar bioskop
    3. mengubah gambar2 pada storyboard
    4. mengulangi gambar pada storyboard

 

  1. Yang bukan jenis Penokohan dalam cerita : (KUK 2.1)
    1. Tokoh Protagonis
    2. Tokoh Antagonis
    3. Tokoh Utama
    4. Tokoh Gray (Abu-abu)

 

  1. Karakter adalah Langkah penting dalam membuat tokoh adalah kepribadian. Tujuannya adalah :

(KUK 2.1)

  1. Menangkap isu terbesar yang dirasakan
  2. untuk menciptakan unsur drama
  3. mengimprove bakat
  4. Semuanya benar

 

  1. Di bawah ini ada langkah-langkah clue yang membantu :
    1. concept statement
    2. slogan crafting
    3. campaign idea to convey
    4. biggest issue against the brand.

Susunlah langkah-langkah nya menjadi bener :  (KUK 2.2)

  1. 4,2,1,3
  2. 1,2,3,4
  3. 4,1,2,3
  4. 1,2,4,3

 

  1. Suatu pesan yang akan kita sampaikan kepada audiens ketika mereka nanti menonton atau membaca karya kita:

(KUK 2.3)

  1. Where and When
  2. tema
  3. who
  4. how
  1. Akhir episode digantung tetapi disambung ke episode berikutnya adalah : (KUK 2.4.1)
    1. sinopsis
    2. film drama

 

 

c. Cliff hanger

d. Results

 

  1. Yang bukan faktor yang harus di perhatikan di panggung adalah : (KUK 2.4.4)
    1.  make up seperlunya saja
    2.  emosi atau perasaan harus ekstreem
    3. pengucapan vokal harus sangat kuat
    4. adegan dari awal hingga akhir penampilan atau show harus sempurna

 

 

 

  1. Satu shot bermakna : (KUK 2.4.5)
    1. dua rekaman video bermula dari butang record ditekan hinggalah butang stop atau pause ditekan.
    2. satu rakaman video bermula dari butang record ditekan hinggalah butang stop atau pause ditekan
    3. satu rakaman video berakhir dari butang record ditekan hinggalah butang stop atau pause ditekan
    4. dua rakaman video berakhir dari butang record ditekan hinggalah butang stop atau pause ditekan

 

 

  1. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengeditan, yaitu:  (KUK 2.4.9)

 

  1. Jumlah halaman tidak harus beraturan
  2. Pemberian efek suara
  3. Mulailah tiap bagian/judul pada halaman baru
  4. Buatlah tabel atau figur gambar pada beberapa halaman

 

  1. Tahap perekaman merupakan : (KUK 2.5)
    1. hasil transfer materi ke dalam aplikasi pengolah video atau yang dikenal dengan istilah capture
    2. hasil transfer materi ke dalam aplikasi visual
    3. hasil pengolahan gambar
    4. semua jawaban salah

 

Lembar Pemeriksaan Peserta  untuk Tugas Tertulis :

(  Seri   A  )

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum ditandatangani.

 

No.

Uraian Pertanyaan Tugas Tertulis Seri A.

Benar

Salah

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21

22

23

24

25

 

 

Apakah pertanyaan No.1 sampai No.25  Seri  A, telah di jawab dengan benar ?

Keterangan

 

 

 

 

Total  waktu

25 menit.

 

1. Nama Peserta pelatihan :   ……………………………

 

Tanda tangan Peserta     :   ……………………………

 

2. Nama Penilai                   :    ……………………………

 

Tanda tangan Penilai       :   ……………………………

 

 

Catatan Penilai :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2.  Tugas Unjuk Kerja :

( Seri A ).

 

  1. Selesaikan semua tugas unjuk kerja  sesuai instruksi unjuk kerja  masing-masing sesuai instruksi kerja dengan batasan pada indikator kerja dan mengacu pada standar kriteria masing-masing, seri A.
  2. Waktu tersedia 20  menit, jumlah soal  2 Instruksi Kerja..

 

Tugas 1 :  Menjelaskan jenis dari Angle kamera.

 

a. Waktu                      :    10  menit.

 

b. Alat                         :    Alat Tulis

c. Bahan                      :    Buku catatan

 

d. Indikator Kerja         :    Mampu menjelaskan angle kamera

 

e. Standar Kriteria        :    Point-point inti terjawab dengan baik dan benar

 

f. Instruksi Kerja          :   Sebutkan dan jelaskan tentang Angle kamera. (KUK 2.4.7)

 

Tugas 2 :  menjelaskan plot dasar yang umumnya digunakan.

a. Waktu                     :    10  menit.

 

b. Alat                        :    Alat Tulis

c. Bahan                      :    Buku catatan

 

d. Indikator Kerja         :    Mampu menjelaskan Plot dasar

 

e. Standar Kriteria        :    Point-point inti terjawab dengan baik dan benar

 

f. Instruksi Kerja          :    Jelaskan definisi dan jenis dari plot dasar!(KUK 2.3)

 

 

Lembar Pemeriksaan Peserta untuk Tugas Unjuk  Kerja :

       (  Seri  A  )

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum ditandatangani.

No.

Uraian Pertanyaan Tugas Unjuk Kerja, seri A

Benar

Salah

1.

2.

 

 

Apakah pertanyaan No.1 sampai No.2, Seri A  telah di jawab dengan benar ?

Keterangan

 

 

Total waktu

20  menit.

 

1. Nama Peserta pelatihan :   ……………………………

 

Tanda tangan Peserta     :   ……………………………

 

2. Nama Penilai                   :    ……………………………

 

Tanda tangan Penilai       :   ……………………………

 

 

Catatan Penilai :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3 Tugas Sikap Kerja (  Seri  A  ).

 

  1. a.   Selesaikan semua tugas unjuk kerja  sesuai instruksi sikap  kerja  masing-masing sesuai instruksi kerja dengan batasan pada indikator kerja dan mengacu pada standar kriteria masing-masing, seri A.
  2. b.   Waktu tersedia 25  menit, jumlah soal  3  Instruksi Sikap Kerja..

 

 

Tugas 1 :  Melakukan latihan self-hypnotis untuk introspeksi diri

a. Waktu                      :   10  menit.

 

b. Alat                         :    Komputer

c. Bahan                      :    Buku text

 

d. Indikator Kerja         :    Mampu melakukan self-hypnotis

e. Standar Kriteria        :    menampilkan latihan self hypnotis

 

 

f. Instruksi Sikap                    :    latihan self hypnotis

 

 

 

Tugas 2 :  Membaca naskah berikut ini :

 

NASKAH DRAMA:
BADAI SEPANJANG MALAM

Karya MAX ARIFIN

 

Para Pelaku:

1.Jamil, seorang guru SD di Klaulan,Lombok Selatan,berumur 24 tahun
2.Saenah,istri Jamil berusia 23 tahun

3.Kepala Desa,suara pada flashback
Setting :

Ruangan depan sebuah rumah desa pada malam hari.Di dinding ada lampu
minyak menyala.Ada sebuah meja tulis tua. Diatasnya ada beberapa buku
besar.Kursi tamu dari rotan sudah agak tua.Dekat dinding ada balai balai. Sebuah radio transistor juga nampak di atas meja.

 

Suara :

Suara jangkerik.suara burung malam.gonggongan anjing di kejauhan.Suara Adzan subuh.

 

Musik:
Sayup sayup terdengar lagu Asmaradahana,lewat suara sendu seruling

Note:
Kedua suami istri memperlihatkan pola kehidupan kota.dengan kata lain,mereka berdua memang berasal dari kota.tampak pada cara dan bahan pakaian yang mereka kenakan pada malam hari itu.mereka juga memperlihatkan sebagai orang yang baik baik.hanya idelisme yang menyala nyala yang menyebabkan mereka berada di desa terpencil itu.

01.Begitu layar tersingkap, nampak jamil sedang asyik membaca.Kaki nya ditelusurkan ke atas kursi di depannya.Sekali sekali ia memijit mijit keningnya dan membaca lagi.Kemudian ia mengangkat mukanya,memandang jauh ke depan,merenung dan kembali lagi pada bacaannya.Di kejauhan terdengar salak anjing melengking sedih.Jangkerik juga menghiasi suasana malam itu. Di kejauhan terdengar seruling pilu membawakan Asmaradahana.Jamil menyambar rokok di atas meja dan menyulutnya.Asap berekepul ke atas.Pada saat itu istrinya muncul dari balik pintu kamar.
02.Saenah :
Kau belum tidur juga?kukira sudah larut malam.Beristirahatlah,besok kan hari kerja?

03.Jamil:
Sebentar,Saenah.Seluruh tubuhku memang sudah lelah,tapi pikiranku masih saja mengambang ke sana kemari.Biasa, kan aku begini malam malam.

04.saenah:
Baiklah.tapi apa boleh aku ketahui apa yang kaupikirkan malam ini?
05.jamil:
Semuanya,semua apa yang kupikirkan selama ini sudah kurekam dalam buku harianku,Saenah.Perjalanan hidup seorang guru muda-yang ditempatkan di suatu desa terpencil-seperti Klulan ini kini merupakan lembaran lembaran terbuka bagi semua orang.
06.Saenah:
Kenapa kini baru kau beritahukan hal itu padaku?Kau seakan akan menyimpan suatu rahasia.Atau memang rahasia?
07.Jamil:
Sama sekali bukan rahasia ,sayangku! Malam malam di tempat terpencil seakan memanggil aku untuk diajak merenungkan sesuatu.Dan jika aku tak bisa memenuhi ajakannya aku akan mengalami semacam frustasi.Memang pernah sekali,suatu malam yang mencekam,ketika aku sudah tidur dengan nyenyak,aku tiba pada suatu persimpangan jalan di mana aku tidak boleh memilih.Pasrah saja.Apa yang bisa kaulakukan di tempat yang sesunyi ini?[Dia menyambar buku hariannya yang terletak di atas meja dan membalik balikkannya] Coba kaubaca catatanku tertanggal…[sambil masih membolak balik]..ini tanggal 2 oktober 1977.

08.Saenah:
[Membaca] “Sudah setahun aku bertugas di Klaulan.Suatu tempat yang terpacak tegak seperti karang di tengah lautan,sejak desa ini tertera dalam peta bumi.Dari jauh dia angker,tidak bersahabat:panas dan debu melecut tubuh.Ia kering kerontang,gersang.Apakah aku akan menjadi bagian dari alam yang tidak bersahabat ini?Menjadi penonton yang diombangkan ambingkan oleh…barang tontonannya.Setahun telah lewat dan selama itu manusia ditelan oleh alam”.[Pause dan Saenah mengeluh;memandang sesaat pada Jamil sebelum membaca lagi].”Aku belum menemukan kejantanan di sini.Orang orang seperti sulit berbicara tentang hubungan dirinya dengan alam.Sampai di mana kebisuan ini bisa diderita?Dan apakah akan diteruskan oleh generasi generasi yang setiap pagi kuhadapai?Apakah di sini tidak dapat dikatakan adanya kekejaman.”[Saenah berhenti membaca dan langsung menatap pada Jamil]

09.Jamil:
Kenapa kau berhenti?jangan tatap aku seperti itu,Saenah.
10.Saenah:
Apakah tulisan ini tidak keterlaluan?Bisakah ditemukan kejujuran di dalamnya?

11.Jamil:
Kejujuran kupertaruhkan di dalamnya,Saenah.Aku bisa mengatakan,kita kadang-kadang dihinggapi oleh sikap sikap munafik dalam suatu pergaulan hidup.Ada ikatan ikatan yang mengharuskan kita berkata “Ya!” terhadap apa pun,sekalipun dalam hati kecil kita berkata”Tidak”.Kejujuranku mendorong aku berkata,”Tidak”,karena aku melatih diri menjadi orang yang setia kepada nuraninya.Aku juga tahu, masa kini yang dicari adalah orang orang yang mau berkata”Ya”.Yang berkata “Tidak” akan disisihkan.[Pause] Memang sulit,Saenah.Tapi itulah hidup yang sebenarnya terjadi.Kecuali kalau kita mau melihat hidup ini indah di luar,bobrok di dalam.Itulah masalahnya.[Pause.Suasana itu menjadi hening sekali.Di kejauhan terdengar salak anjing berkepanjangan.
12.Saenah:
Aku tidak berpikir sampai ke sana. Pikiranku sederhana saja.kau masih ingat tentunya,ketika kita pertama kali tiba di sini,ya setahun yang lalu.Tekadmu untuk berdiri di depan kelas,mengajar generasi muda itu agar menjadi pandai.Idealismemu menyala nyala.Waktu itu kita disambut oleh Kepala Desa dengan pidato selamat datangnya.[S aenah lari masuk.Jamil terkejut.tetapi sekejap mata Saenah muncul sambil membawa tape recorder!] Ini putarlah tape ini.Kaurekam peristiwa itu.[Saenah memutar tape itu,kemudian terdengarlah suara Kepala Desa]’…Kami ucapkan selamat datang kepada Saudara Jamil dan istri.Inilah tempat kami.Kami harap saudara betah menjadi guru di sini.Untuk tempat saudara berlindung dari panas dan angin,kami telah menyediakan pondok yang barangkali tidak terlalu baik bagi saudara.Dan apabila Anda memandang bangunan SD yang cuma tiga kelas itu.Dindingnya telah robek,daun pintunya telah copot,lemari lemari sudah reyot,lonceng sekolah bekas pacul tua yang telah tak terpakai lagi.Semunya,semuanya menjadi tantangan bagi kita bersama.Selain itu,kami perkenalkan dua orang guru lainnya yang sudah lima tahun bekerja di sini.Yang ini adalah Saudara Sahli,sedang yang berkaca mata itu adalah Saudara Hasan.Kedatangan Saudara ini akan memperkuat tekad kami untuk membina generasi muda di sini.Harapan seperti ini menjadi harapan Saudara Sahli dan Saudara Hasan tentunya.”[Saenah mematikan tape.Pause,agak lama.Jamil menunduk,sedang Saenah memandang pada Jamil.Pelan pelan Jamil mengangkat mukanya.Mereka berpandangan.
13.Saenah:
Semua bicara baik-baik saja waktu itu dan semuanya berjalan wajar.

14.Jamil:
Apakah ada yang tidak wajar pada diriku sekarang ini ?
15.Saenah:
Kini aku yang bertanya:jujurkah pada nuranimu sendiri?Penilaian terakhir ada pada hatimu.dan mampukah kau membuat semacam pengadilan yang tidak memihak kepada nuranimu sendiri?Karena bukan mustahil sikap keras kepala yang berdiri di belakang semuanya itu.Terus terang dari hari ke hari kita seperti terdesak dalam masyarakat yang kecil ini.

16.Jamil:
Apakah masih harus kukatakan bahwa aku telah berusaha berbuat jujur dalam semua tindakanku?Kau menyalahkan aku karena aku terlalu banyak bilang”Tidak” dalam setiap dialog dengan sekitarku.Tapi itulah hatiku yang ikhlas untuk ikut gerak langkah masyarakatku.Tidak,Saenah.Mental masyarakat seperti katamu itu tidak terbatas di desa saja, tapi juga berada di kota

17.Saenah:
Kau tidak memahami masyarakatmu.
18.Jamil:
Masyarakat itulah yang tidak memahami aku.
19.saenah:
siapa yang salah dalam hal ini.
20.Jamil:
Masyarakat.

21.Saenah:
Yang menang ?

22.Jamil:
Aku

23.Saenah:
Lalu ?
24.Jamil:
Aku mau pindah dari sini.[Pause. Lama sekali mereka berpandangan.

25.Saenah:
[Dengan suara rendah]Aku kira itu bukan suatu penyelesaian.
26.Jamil:
[Keras] Sementara memang itulah penyelesaiannya.
27.Saenah:
[Keras]Tidak! Mesti ada sesuatu yang hilang antara kau dengan masyarakatmu.Selama ini kau membanggakan dirimu sebagai seorang idealis.Idealis sejati,malah.Apalah arti kata itu bila kau sendiri tidak bisa dan tidak mampu bergaul akrab dengan masyarakatmu.[Pause]
[Lemah diucapkan]Aku terkenang masa itu,ketika kau membujuk aku agar aku mu datang kemari[Flashback dengan mengubah warn cahaya pelan pelan.Memakai potentiometer.Bisa hijau muda atau warna lainnya yang agak kontras dengan warna semula.Musik sendu mengalun]
28.Jamil:
Aku mau hidup jauh dari kebisingan,Saenah.Aku tertarik dengan kehidupan sunyi di desa,dengan penduduknya yang polos dan sederhana.Di sana aku ingin melihat manusia seutuhnya.Manusia yang belum dipoles sikap sikap munafik dan pulasan belaka.Aku harap kau menyambut keinginanku ini dengan gembira,dan kita bersama sama kesana.Di sana tenagaku lebih diperlukan dari pada di kota.Dan tentu banyak yang dapat aku lakukan.
29.Saenah:
Sudah kaupikirkan baik baik? Perjuangan di sana berarti di luar jangkauan perhatian.

30.Jamil:
Aku bukan orang yang membutuhkan perhatian dan publikasi.Kepergianku ke sana bukan dengan harapan untuk menjadi guru teladan.Coba bayangkan,siapa pejabat yang bisa memikirkan kesulitan seorang guru yang bertugas di Sembalun,umpamanya?Betul mereka menerima gaji tiap bulan.Tapi dari hari ke hari dicekam kesunyian,dengan senyum secercah terbayang di bibirnya bila menghadapi anak bangsanya.dengan alat alat serba kurang mungkin kehabisan kapur,namun hatinya tetap di sana.Aku bukan orang yang membutuhkan publikasi,tapi ukuran ukuran dan nilai nilai seorang guru di desa perlu direnungkan kembali.Ini bukan ilusi atau igauan di malam sepi,Saenah.Sedang teman teman di kota mempunyai kesempatan untuk hal hal yang sebaliknya dari kita ini.Itulah yang mendorong aku,mendorong hatiku untuk melamar bertugas di desa ini.

31.Saenah:
Baiklah, Sayang.Ketika aku melangkahkan kaki memasuki gerbang perkawinan kita,aku sudah tahu macam suami yang kupilih itu.Aku bersedia mendampingimu.Aku tahu,apa tugas utamaku disamping sebagai seorang ibu rumah tangga.Yaitu menghayati tugas suami dan menjadi pendorong utama karirnya.Aku bersedia meninggalkan kota yang ramai dan aku sudah siap mental menghadapi kesunyian dan kesepian macam apa pun.Kau tak perlu sangsi.[Pause senbentar.Pelan pelan lampu kembali pada cahaya semula]

32.Saenah:
Kini aku menjadi sangsi terhadap dirimu.Mana idealisme yang dulu itu? Tengoklah ke kanan.apakah jejeran buku-buku itu belum bisa memberikan jawaban pada keadaan yang kauhadapi sekarang?Di sana ada jawaban yang diberikan oleh Leon Iris,Erich Fromm,Emerson atau Alvin Toffler.Ya,malam malam aku sering melihat kau membuka-buka buku-buku Erich Fromm yang berjudul The Sane Society atau Future Shock nya Alvin Toffler itu.

33.Jamil:
Apa yang kau kauketahui tentang Eric Fromm dengan bukunya itu? Atau Toffler?

34.Saenah:
Tidak banyak.Tapi yang kuketahui ada orang-orang yang mencari kekuatan pada buku-bukunya.Dan dia tidak akan mundur walau kehidupan pahit macam apa pun dosodorkan kepadanya.karena ia mempunyaai integritas diri lebih tinggi dri orang-orang yng menyebabkan kepahitan hidupnya.apakah kau menyerah dalam hal ini?Ketika kau melangkahkan kakimu memasuki desa ini terlalu bnyak yang akan kausumbngkan padanya,ini harsus kauakui.Tapi kini-akuilah-kau menganggap desa ini terlalu banyak meminta dirimu.Inilah resiko hidup di desa.Seluruh aspek kehidupan kita disorot.Smpai sampai soal pribadi kita dijadikan ukuran mampu tidaknya kita bertugas.Dan aku tahu hal itu.Karena aku kenal kau.[Suasana menjadi hening sekali.Pause]
Aku sama sekali tak menyalahkan kau.malah dim diam menghargai kau, dan hal itu sudah sepantasnya.Aku tidak ingin kau tenggelam begitu saja dalam suatu msyarakat atau dalam suatu sistem yang jelek namun telah membudaya dalam masyarakat itu.Di mana pun kau berda.juga sekiranya kau bekerja di kantor.Kau pernah dengan penuh semangat menceritakan bagaimana novel karya Leon Uris yang berjudul QB VII.Di sana Uris menulis,katamu bahwa seorang manusia harus sadar kemanusiaannya dan berdiri tegak antara batas kegilaan lingkungannya dan kekuatan moral yang seharusnya menjadi pendukungnya.Betapapun kecil kekuatan itu.Di sanalah manusia itu diuji.Ini bukan kuliah.Aku tak menyetujui bila kau bicara soal kalah menang dalam hal ini.Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang.Dialog yang masih kurang.

34.Jamil:
Aku mungkin mulai menyadari apa benda yang hilang yang kaukatakan tadi.generasi sekarang mengalami kesulitan dalam masalah hubungan.Hubungan antar sesama manusia.Mereka mengalami apa yang disebut kegaguan intelektual.kita makin cemas,kita seakan akan mengalami kemiskinan artikulasi.Disementara sekolah di banyak sekolah malah,mengarang pun bukanlah menjadi pelajaran utama lagi,sementara makin banyak gagasan yang harus diberitahukan ke segala sudut.Pertukaran pikiran makin dibutuhkan.

35.Saenah:
Ya,seperti pertukaran pikiran malam ini.Kita harus yakin akan manfaat pertukaran .Ada gejala dalam masyarakat di mana orang kuat dan berkuasa segan bertukar pikiran.Untuk apa ,kata mereka.Kan aku berkuasa.

36.Jamil;
Padahal nasib suatu masyarakat tergantung pada hal-hal itu.Dan kita jangan melupakan kenyataan bahwa masyarakat itu bukan saja berada dalam konflik dengan orang-orang yang mempunyai sikap yang tidak sosial tetapi sering pula konflik dengan sifat sifat manusia yang paling dibutuhkan,yang justru ditekan oleh masyarakat itu sendiri.
37.Saenah:
Itu kan Erich Fromm yang bilang.
38.Jamil:
Memang aku mengutip dia.[Dari kejauhan terdengar suara bedug subuh kemudian adzan]
39.Saenah:
Aduh,kiranya sudah subuh.Pagi ini anak-anak menunggumu,generasi muda yang sangat membutuhkan kau.

40.Jamil:
Aku akan tetap berada di desa ini,sayangku.
41.Saenah:
Aku akan tetap bersamamu.Yakinlah.[Jamil menuntun istrinya ke kamar tidur.Musik melengking keras lalu pelan pelan,sendu dan akhirnya berhenti].

 

a. Waktu                     :    20  menit.

 

b. Alat                        :    Komputer

c. Bahan                      :    Buku teks

 

d. Indikator Kerja         :    Mampu membaca naskah drama

e. Standar Kriteria        :    Naskah terbaca dengan penuh penghayatan

 

 

f. Instruksi Sikap                   :   membaca dan menafsirkan arti dari naskah

 

 

Lembar Pemeriksaan Peserta untuk Tugas  Sikap   Kerja :

( Seri  A )

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum ditandatangani.

 

No. Uraian Pertanyaan Tugas  Sikap  Kerja, Seri  A. Benar Salah

1.

2.

 

 

 

Apakah pertanyaan No.1 sampai No.2, Seri A  telah di jawab dengan benar ?

Keterangan

 

 

Total  waktu

30  menit.

 

1. Nama Peserta pelatihan :   ……………………………

 

Tanda tangan Peserta     :   ……………………………

 

2. Nama Penilai                   :    ……………………………

 

Tanda tangan Penilai       :   ……………………………

 

Catatan Penilai :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan :

 

A.  Buku Manual

  -

 

B. Data Buku Pendukung Teori.

 

- Lihat pada Modul Buku Informasi Membaca dan menafsirkan naskah

 

C. Website Yang Dapat Dikunjungi.

 

 


-           

3.4 Daftar Cek Unjuk Kerja

Demonstrasikan validitas perencanaan berkaitan komponen standar kompetensi

 

Kode unit

: TIK.MM02.004.01

Judul Unit

: Membaca dan menafsirkan naskah

Nomor Elemen

Ya

Tidak

KUK

Ya

Tidak

01 Membaca dan menganalisa naskah untuk merencanakan realisasi produksi     1.1     Visi karya tersebut diidentifikasi dengan              mempertimbangkan visi penulis dan sutradara.

 

      1.2   Penentuan kebutuhan penulisan kembali dan pengorganisasian penulisan ulang dikolaborasikan dengan penulis.

 

      1.3   Hubungan antara elemen visual dan dramatik naskah diidenifikasi dan didokumentasi untuk mengambil pendekatan naratif.

 

      1.4   Fungsi karya tersebut dianalisa, dengan   melaksanakan tujuan dan mengekplorasi secara visual segala cara agar tujuan tersebut tercapai

      1.5  Sumber untuk menghasilkan dan mencatat ide tak terbatas digunakan dalam visualisasi naskah dan rencana pengambilan gambar.

 

      1.6   Ide-ide yang terpilih  yang merefleksikan   riabilitas ide untuk proyek tersebut dipertimbangkan.

 

      1.7   Semua ide berdasarkan refleksi              terdahulu dievaluasi dan semua ide untuk             dampak narasi visual dinilai.

 

2. Menciptakan rencana pengambilan gambar untuk merealisasi visualisasi narasi     2.1. Naskah dalam unit adegan dibagikan dan elemen dramatisnya dalam setiap unit adegan ditentukan.

 

      2.2. Elemen dramatis dalam setiap adegan dianalisa dan hubungan antara narasi tulis dengan visualisasi ditentukan.

 

      2.3. Keseluruhan narasi dan adegan dipertimbangkan untuk menentukan lokasi, karakter, dan elemen lainnya dalam setiap shot.

 

      2.4. Shot plan dan realisasi hubungan antara aspek visual dan naratif naskah dibuat dan dipertimbangkan elemen berikut ini:

2.4.1       Keseluruhan narasi

2.4.2       Konteks setiap adegan dalam keseluruhan

narasi

2.4.3       Scene by scene 

2.4.4       Pementasan di panggung

2.4.5       Ukuran shot

2.4.6       Pilihan lensa

2.4.7       Angle kamera

2.4.8       Nilai kualitas foto setiap shot dari efek

setiap adegan

2.4.9       Shot plan yang membuat narasi dapat          dikontrol dan diangkat ke dalam produksi                secara keseluruhan

 

      2.5 Shot plan untuk menerjemahkan naskah dari bentuk tulis menjadi visual digunakan.

 

Kondisi Unjuk Kerja

Penunjang Ketrampilan dan Pengetahuan

Aspek – aspek penting dalam Pengujian

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: