Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Memasang Prosesor TIK.CS02.012.01

Jul
27
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MEMASANG PROSESOR

TIK.CS02.012.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I  PENGANTAR   3

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4     Pengertian Istilah-Istilah. 5

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI   7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1   Kode dan Judul Unit 8

2.3.2   Deskripsi Unit 8

2.3.3   Elemen Kompetensi 8

2.3.4   Batasan Variabel 9

2.3.5   Panduan Penilaian. 9

2.3.6   Kompetensi Kunci 11

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN   12

3.1     Strategi Pelatihan. 12

3.2     Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV  MATERI UNIT KOMPETENSI    14

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3     Sekilas Tentang Prosesor 15

4.4     Mempersiapkan Alat-Alat Bantu Dalam Merakit PC dan Memasang Prosesor 16

4.5     Jenis-Jenis Prosesor Yang Umum Ada Di Pasaran. 19

4.6     Tipe Motherboard Untuk Jenis Prosesor Yang Sesuai 24

4.7     Langkah-langkah Memasang Prosesor 27

4.8     Memeriksa Pemasangan Prosesor 29

4.9     Memasang Kipas Pendingin Prosesor 30

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI   33

5.1     Sumber Daya Manusia. 33

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 34

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 34

 

DAFTAR PUSTAKA. 35

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1      Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2      Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3      Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian Istilah-Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. a.    TIK.CS02.012.01   Memasang Prosesor
    1. b.     TIK.CS02.002.01  Merancang Spesifikasi Sesuai Dengan Fungsi dan Kebutuhan Pengguna

 

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Unit kompetensi ini berkaitan dengan Pemasangan Prosesor dan aspek-aspek yang harus diperhatikan selama proses pemasangan.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan tingkat kompetensi Anda sesuai dengan tingkat yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1      Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.012.01

Judul Unit     : Memasang Prosesor

 

 

2.3.2      Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan Pemasangan Prosesor dan aspek-aspek yang harus diperhatikan selama proses pemasangan.

 

 

2.3.3      Elemen Kompetensi

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kriteria unjuk kerja (KUK) untuk masing-masing elemen :

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Memperhatikan keselamatan kerja 1.1   Peralatan Bantu kerja diidentifikasi berdasarkan kegunaannya.

1.2   Peralatan Bantu disiapkan sesuai dengan keperluan.

02     Mengetahui fasilitas prosesor yang dapat dipasang pada motherboard 2.1   Jenis-jenis prosesor disebutkan sesuai dengan prosesor yang ada saat itu bersadarkan tipe prosesor maupun kecepatannya.

2.2   Disebutkan kemampuan motherboard untuk menerima jenis-jenis prosesor apa saja.

2.3   Jenis prosesor dipilih sesuai dengan kebutuhan dan motherboard yang tersedia

03     Memilih jenis prosesor yang sesuai 3.1   Jenis prosesor dipilih berdasarkan kebutuhan & kemampuan motherboard.
04     Menunjukkan letak soket prosesor 4.1   Soket-soket yang tersedia pada motherboard ditunjukkan dan disebutkan kegunannya.

4.2   Soket untuk prosesor ditunjukkan.

05     Memasang prosesor 5.1   Posisi pemasangan prosesor pada soket atau tanda-tanda pada soket ditunjukkan untuk menghindari kesalahan pemasangan.

5.2   Prosesor dipasang pada soket prosesor yang tersedia.

5.3     Soket prosesor dikunci

 

 

06     Memeriksa hasil pemasangan 6.1    Prosesor diperiksa pemasangannya pada soket sehingga tidak terjadi kesalahan pemasangan.

6.2   Pengunci soket prosesor diperiksa sampai prosesor terkunci kuat pada soket.

07     Memasang kipas pendingin untuk prosesor 7.1    Kipas pendingin beserta aluminium pendingin untuk prosesor diidentifikasi.

7.2   Kipas pendingin dipasangkan di atas prosesor.

 

 

2.3.4      Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya:

2.1   Perangkat komputer yang telah siap dioperasikan beserta Instruction Manualnya.

2.2   Paket instalasi Software Aplikasi yang akan diinstalasi.

2.3   Installation Manual software tersebut.

2.4   SOP yang berlaku di perusahaan.

2.5         Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan.

2.6  Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini

 

 

2.3.5      Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2        Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3        Pengamatan

 

 

  1. 2.     Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya. Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lesan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

 

  1. 3.     Aspek penting penilaian

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan: Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.1   Pengoperasian Komputer.

3.2 Pengoperasian Sistem Operasi sesuai dengan Instruction Manual.

3.3   On-site training sesuai dengan software yang akan diinstalasi

 

 

  1. 4.     Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

4.1.1  TIK.CS02.002.01 Merancang Spesifikasi sesuai dengan Fungsi dan Kebutuhan Pengguna

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6      Kompetensi Kunci

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

 

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2     Metode Pelatihan

 

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu memperhatikan pengaman kerja.
  • Siswa mampu membedakan jenis-jenis prosesor berdasar motherboard yang dipakai.
  • Siswa mampu memilih jenis prosesor yang sesuai.
  • Siswa mampu menentukan letak soket prosesor.
  • Siswa mampu memasang prosesor.
  • Siswa mampu memeriksa hasil pemasangan.
  • Siswa mampu memasang kipas prosesor.

 

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat menyiapkan peralatan bantu yang dibutuhkan.
  • Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan jenis prosesor berdasar motherboard yang digunakan.
  • Siswa dapat memilih prosesor yang sesuai.
  • Siswa dapat menunjukan letak soket prosesor dan menjelaskannya.
  • Siswa mampu memasang prosesor dengan tepat tanpa ada kesalahan.
  • Siswa dapat memasang kipas pendingin prosesor.

 

 

 

4.3    Sekilas Tentang Prosesor

Prosesor atau lebih tepatnya disebut mikroprosesror adalah otak dari komputer. Secara teknis, mikroprosesor adalah komponen elektornik digital yang memiliki fungsi sebagai unit pemrosesan pusat. Bentuknya berupa IC tunggal, bersifat semikonduktor.

 

Perkembangan prosesor sangat cepat dan dikenal dengan hukum Moore. Hukum ini menyatakan bahwa performa sebuah prosesor akan meningkat dua kali lipatnya tiap dua tahun. Hukum Moore cenderung tepat sejak awal 1970-an.

 

Arsitektur prosesor 32-bit adalah yang paling lazim digunakan di komputer semenjak tahun 1985 hingga 2003. Prosesor yang paling terkenal di periode ini untuk PC desktop dan Laptop adalah yang memiliki arsitektur x86-32 bit.

 

 

Karena penggunanya banyak, maka biaya produksi untuk arsitektur ini semakin murah dan teknologinya pun semakin canggih. Intel, pembuat arsitektur x86 pun kemudian melisensikan arsitektur ini ke perusahaan lain, sperti AMD dan Cyrix.

 

Dibandingkan pada awal penggunaan arsitektur x86, kemampuan prosesor x86 hampir mencapai seribu kali lipat di akhir periode penggunaannya.

 

Prosesor yang sekarang mulai banya digunakan adalah 64-bit. Prosesor ini sebenarnya telah ada di pasaran sejak awal tahun 1990-an, namun penggunanya masih terbatas di kalangan tertentu saja.

 

Penggunaan prosesor 64-bit diperkenalkanke komputer PC sejak tahun 2003 dengan kemunculan prosesor AMD 64bit IA-32 bernama AMD64. Diikuti dengan prosesor x86-64 milik Intel. Dengan menggunakan system operasi yang support ke 64-bit, program aplikasi yang berjalan di system tersebut akan mengalami penigkatan performa secara signifikan.

 

Cara lain untuk mengingkatkan performa komputer adalah dengan menambah kan prosesor tambahan, sepertihalnya dalam teknik symmetric multiprocessing yang popular digunakan di komputer di awal tahun 1990-an.

 

Multi-core merupakan teknologi yang saat ini menjadi jalan keluar bagi para produsen prosesor untuk meningkatkan performa secara kontinu, mengingat teknologi fiskik pembuatan prosesor sudah hamper mendekati jenuh. Sebuah prosesor multi-core sebarnya hanyalah chip prosesor yang mengandung lebih dari satu core mikroprosesor.

 

Beberapa pabrikan terkenal untuk prosesor PC yang pertama adalah Intel. Intel adalah perusahaan semikonduktor terbesar dan merupakan penemu mikriprosesor dengan arsitektur x86 yang lazim ditemui di komputer diseluruh dunia. Kantor pusat perusahaan ini terletak di Santa Carla, California, Amerika Serikat.

 

Advanced Micro Devices (AMD): Sama seperti Intel, AMD adalah pembuat IC yang berbasis di Sunnyvale, California. AMD adalah pembuat chip x86 terbesar kedua didunia. AMD juga kini melebarkan lini produksinya dengan mengakuisisi ATI pada tahun 2006.

 

VIA Technologies : jika dua perusahaan sebelumnya merupakan perusahaan AS, VIA Technologies merupakan perushaan Taiwan, walaupun didirikan pertama kali di Silicon Valley.

 

 

4.4     Mempersiapkan Alat-Alat Bantu Dalam Merakit PC dan Memasang Prosesor

Berikut adalah alat-alat bantu dalam merakit PC dan memasang prosesor:

  1. Obeng

 

 

 

Obeng adalah perllengkapan untuk memutar sekrup yang digunakan sebagai pengencang maupun pengendur berbagai komponen, seperti casing, motherboard dan kartu espansi. Ada banyak jenis obeng yang umum digunakan, namun yang sering digunakan dalam perakitan adalah obeng minus dan plus. Obeng puls atau biasa disebut blimbing berfungsi memutar skrup atau baut yang beralur plus.

 

Obeng minus atau biasa disebut obeng gepeng digunakan untuk memutar skrup yang beralur minus. Bisa juga anda menyiapkan berbagai macam ukuran obeng untuk jaga-jaga apabila ada komponen komputer yang memiliki jenis skrup yang unik dan juga bisa menggunakan mur kecil yang memiliki sifat magnet untuk memudahkan mur atau mouter ketika hendak melepasnya atau memasangnya.

 

  1. Meja

Dalam proses perakitan, sangat penting anda meletakan peralatan dan komponen komputer anda pada tempat yang baik. Jangan meletakan komponen di lantai karena bias terinjak atau hilang tersandung kaki. Sebaiknya anda menggunakan meja yang datar agar komponen-komponenkomputer ataupun peralatan yang terletak di atasnya tidak terjatuh atau menggelinding.

 

Meja yang bersifat isolator agar tidak menyalurkan aliran listrik, untuk menjaga adanya kejutan listrik. Meja dari plastic atau kayu akan cocok. Gunakan meja yang berukuran agak lebar agar casing maupun komponen-komponen tertampung diatasnya. Jika saat merakit ditemani minuman, lebih baik pisahkan tempat minuman anda untuk memperkecil kemungkinan air mengenai elektronik komputer.posisi merakit terbaik adalah dengan berdiri karena lebih ergonomis dan tidak mudah lelah. Tinggi meja seharusnya setinggi pinggul agar tidak terlalu membungkuk.

 

  1. Anti listrik statis

 

 

 

Komponen elektronik komputer sangat sensitive dan bias rusak karena adanya efek electo static discharge (ESD). ESD adalah adanya penyaluran arus listrik secara tiba-tiba antara dua objek yang memiliki energy listrik potensial yang berbeda.

 

Ketika anda membuka komputer atau memegang komponen dengan tangan, ada kemungkinan komponen komputer tersebut rawan terkena efek listrik statis yang bias merusakkan komponen tersebut. Salah satu alat untuk mencegah efek kerusakan listrik statis ke komputer adalah menggunakan wrist strap atau lengkapnya disebut ESD wrist strap. Alat anti listrik statis selain wrist strap juga bias berupa alas anti static. Dengan menggunakan anti static mat, tangan bebas bergerak selama proses perakitan.

 

  1. Wadah

Wadah digunakan untuk mengelompokan barang-barang kecil seperti sekrup, mounter, dan lainya agar tidak tercecer. Wadah juga digunakan untuk melindungi komponen agar tidak kotor atau rusak. Gunakanlah wadah plastic yang transparan untuk meletakan kaberl-kabel maupun komponen komputer yang berjenis kabel. Untuk komponen elektronik yang rentan terhadap listrik statis ESD, bias menggunakan plastic pembungkus anti static. Untuk mur, skrup atau mounter, silakan letakkan pada wadah plastic tertentu agar tidak kesulitan ketika mencarinya kembali.

 

  1. Tang

Tang adalah komponen penjepit yang bias jadi diperlukan dalam proses perakitan komputer. Tang bias membantu anda menjepit dan mencatut komponen-komponen casing yang harus disingkirkan namun tidak bisa disingkirkan secara manual menggunakan obeng atau tangan.

 

  1. Pinset

Pinset adalah komponen yang berguna menjepit atau mengambil komponen-komponen kecil seperti kabel dimotherboard, kepala jumper di harddisk atau drive optic atau motherboard

 

 

 

 

Tanpa pinset bisa dipastikan akan sangat sulit buntuk mengambil kepala jumper dibelakang harddisk atau drive optic karena ukurnanya sangat kecil dan tidak bisa dengan menggunakan tangan kosong saja.

 

Dalam memasang sebuah prosesor, kita memerlukan Anti listrik statis Komponen elektronik komputer sangat sensitive dan bias rusak karena adanya efek electo static discharge (ESD). ESD adalah adanya penyaluran arus listrik secara tiba-tiba antara dua objek yang memiliki energy listrik potensial yang berbeda. Ketika anda membuka komputer atau memegang komponen dengan tangan, ada kemungkinan komponen komputer tersebut rawan terkena efek listrik statis yang bias merusakkan komponen tersebut. Salah satu alat untuk mencegah efek kerusakan listrik statis ke komputer adalah menggunakan wrist strap atau lengkapnya disebut ESD wrist strap. Alat anti listrik statis selain wrist strap juga bias berupa alas anti static. Degnan menggunakan anti static mat, tangan bebas bergerak selama proses perakitan.

 

Dan tentunya sebuah prosesor dan motherboard untuk tempat prosesor dipasang. Dan pastinya komputer dalam keadaan mati dan kabel power dicabut, agar tidak tersengat listrik.

 

Gambar Wrist strap

4.5     Jenis-Jenis Prosesor Yang Umum Ada Di Pasaran

Hal-hal yang perlu anda ketahui mengenai prosesor adalah kecocokan antara jenis prosesor dan soket di motherboard. Gunakan prosesor yang memakai soket yang didukung oleh motherboard anda atau bisa juga sebaliknya memilih motherboard yang sesuai dengan jenis prosesor yang ingin anda gunakan.

 

Intel Pentium 4 Family

Biasa disebut Pentium 4. Meski dalam satu keluarga namun memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan socket yang digunakan. Versi terbanyak yang digunakan Pentium 4 adalah menggunakan socket 478. Pada versi terbarunya telah menggunakan socket LGA 775 untuk mendukung beberapa motherboard keluaran terbaru.

 

Soket  LGA  775

 

Soket 478 untuk Intel Pentium4

 

Gambar Prosesor Intel Pentium 4

 

Prescott

Merupakan generasi pertama Pentium 4 yang memiliki 1 MB L2 cache dan memiliki kecepatan 3,8 GHz. Namun, pada prosesor ini memiliki kendala yang cukup signifikan, yaitu memiliki panas yang cukup tinggi. Dan prosesor ini belum mendukung operating system dan aplikasi 64-bit. Segi baiknya, prosesor ini memang memiliki kinerja yang baik untuk menunjang kebutuhan multiaplikasi dan gaming.

Gambar Intel Pentium 4 Prescott

Pentium 4 Extreme Edition

Merupakan jajaran prosesor premium dari Intel, untuk CPU desktop PC. Yang terbaru juga telah menggunakan socket LGA 775 dan berjalan di atas 3,46 GHz dengan fitur 512 K L2 cache ditambah dengan 2 MB L3 cache dan FSB sebesar 1066 MHz. Ia juga tersedia dalam versi 64-bit CPU.

Gambar prosesor Intel Pentium 4 Extreme


Pentium D

Keluarga CPU Intel yang memiliki arsitektur dual-core. Beberapa seri yang sudah tersedia, di antaranya Pentium D 840, 830, dan 820 yang memiliki clock dari 2,80 sampai 3,20 GHz dengan FSB 800 MHz. Dengan L2 cache yang dimilikinya 2×1 Mb. Dengan dual-core, diharapkan mampu melakukan pemrosesan data dengan waktu yang lebih singkat. Selain itu, prosesor ini telah dilengkapi dengan EMT64T (Extended Memory 64 Technology) yang mendukung operating system dan aplikasi 64-bit. Jika Anda tertarik untuk membeli prosesor keluaran Intel, agaknya jajaran prosesor Pentium D adalah pilihan ideal. Dual-core dan dukungan 64-bit menjadi alasan utama. Karena ke depannya semua aplikasi dan operating system akan menggunakan 64-bit. Di samping harga jual prosesor ini terbilang cukup relevan, yaitu sekitar US$279.

 

Gambar prosesor Intel Pentium D

 

 

Core 2 Duo

Core 2 Duo merupakan prosesor yang sanggup melaksanakan eksekusi 128bit SSE dan SSE2 serta instruksi SSE3 seluruhnya hanya dalam satu waktu. Intel E4300 merupakan varian Core 2 Duo yang dibuat dengan core Allendale dengan harga lebih rendah dari Conroe. Prosesor Conroe diperkirakan menghabiskan biaya produksi lebih besar hingga 60% untuk menggunakan L2 cache sebesar 4MB. Berbeda dengan Allendale, selain menggunakan cache yang lebih rendah juga meniadakan fitur virtualisasi pada prosesor Core 2 Duo.

 

Core Allendalle menempati FSB 800MHz dan Conroe pada 1066MHz sehingga terdapat perbedaan pada bandwidth yang dimiliki masing-masing prosesor 8.5GB/sec untuk Conroe dan 6.4GB Allendale. Saat overclock dilakukan prosesor E4300 mampu melewati batas kecepatan FSB yang digunakan hingga 1066MHz. Core 2 Duo E4300 memiliki L2 cache 2MB dengan kecepatan 1.8GHz (9.0x200MHz) pada FSB 800MHz.

 

Allendale melanjutkan tradisi prosesor overclock dengan penggunaan multiplier 9.0 pada E4300 yang disiapkan untuk pengguna yang menyukai overclock. Dalam keadaan overclock Core 2 Duo E4300 mampu meningkatkan kecepatannya dan mengungguli Core 2 Extreme X6800 saat dilakukan benchmark.

 

Selain memiliki multiplier tinggi E4300 ditawarkan dengan harga lebih murah dibandingkan Core 2 Duo E6300. Fitur virtualisasi yang tidak tersedia pada E4300 membuat prosesor tersebut sangat tepat jika digunakan pada komputer desktop. Virtualisasi digunakan untuk melakukan monitoring beberapa sistem operasi berbeda dalam satu mesin. Teknologi tersebut sangat bermanfaat pada sistem server dengan host yang menggunakan sistem operasi berbeda dan jarang digunakan pada komputer desktop.

 

Pada penggunaan standar tanpa dilakukan overclock dengan L2 chace hanya sebesar 2MB prosesor E4300 tetap handal dan mampu memberikan kinerja terbaiknya. Game 3D dapat ditampilkan menggunakan resolusi tinggi pada 1280×1024 maupun 1600×1200 dan peran kartu grafis sangat berpengaruh dalam menampilkan game 3D yang lebih realistik.

 

Penggemar fanatik prosesor Intel dan para gamer dengan dana terbatas sangat diuntungkan dengan terjadinya peralihan arsitektur prosesor Intel dari Netburst menjadi Core 2 Duo sehingga Prosesor E4300 dengan kinerja yang luar biasa dapat dimiliki tanpa harus membayar lebih mahal.

Gambar prosesor Intel Core 2 Duo

 

AMD Athlon 64 Family

AMD memiliki tiga jenis prosesor dengan performa yang berbeda. Yaitu, Athlon 64 dan FX Series, juga Sempron. Meski dari ketiganya memiliki basic teknologi yang sama, namun beberapa fitur dan harga yang ditawarkan memiliki perbedaan yang cukup berarti.

 

Pada dasarnya, prosesor AMD Athlon 64 mampu menghasilkan kecepatan yang tinggi terhadap aplikasi yang menggunakan banyak floating point dan kebutuhan bandwidth yang besar. Mengapa demikian?
AMD Athlon 64

Pada prosesor ini memiliki dua versi. Versi yang pertama yang masih menggunakan memory single-channel. Yaitu Athlon 64 yang menggunakan socket 75. Sedangkan yang kedua menggunakan socket 939 dan sudah memiliki teknologi memory dual-channel. Untuk harga, sudah barang tentu Athlon 64 754 memiliki harga yang lebih murah dibanding 939. Keduanya memiliki L2 cache sebesar 1 MB, sedangkan untuk kecepatan yang ditawarkan beragam, mulai dari 2,4 GHz sampai dengan 3,0 GHz.

Gambar prosesor AMD Athlon X2

Athlon 64 FX
Prosesor ini merupakan prosesor yang paling tepat untuk menunjang para gamer, karena selain dilengkapi dengan L2 cache sebesar 1 MB dengan kecepatan terendah yang ditawarkan sebesar 2,6 GHz. Pada prosesor keluaran AMD baik Athlon 64 ataupun Athlon 64 FX sudah mendukung aplikasi dan operating system 64-bit. Dan kini AMD telah mengeluarkan prosesor dualcore, yaitu AMD Athlon 64 X2, masih menggunakan socket 939.

 

Gambar prosesor AMD Athlon FX

 

 

4.6     Tipe Motherboard Untuk Jenis Prosesor Yang Sesuai

Untuk memasang prosesor tersebut, maka anda harus mengetahui jenis motherboard yang sesuai dengan tipe prosesor tersebut, karena tiap motherboard menggunakan tipe prosesor yang berbeda satu sama lainnya. Untuk itu lah anda harus bisa menentukan tipe motherboard yang akan digunakan. Berikut ini adalah beberapa tipe motherboard yang sesuai dengan tipe prosesor yang disebut di bagian sebelumnya:

 

1.   IBM Pentium 4 (Intel 865G) Motherboard

IBM Motherboard Socket 478 untuk Pentium 4 atau celeron

 

 

 

2.   M215X server board Intel LGA775 Socket Prosesor.

Mendukung Intel® Xeon® prosesor 3000 series, Pentium® 4, Pentium® D, Core 2 Duo, Core 2 Extreme dan Celeron™ D prosesors.

 

 

 

 

3.   Soyo SY-P4I845GVISA PLUS

Intel Socket 478 Pentium 4 Motherboard with 3 ISA slots, on-board audio, video and LAN

 

 

 

4.   Asus M2N-MX+AMDx2 4000 2.1G CPU + 1GB DDR2 Combo

[M2N-MX+4K+1G]

 

 

 

5.   BFG NForce 590 SLI AM2 Motherboard

BFG  new NForce 590 SLI motherboard mendukung soket AM2 untuk AMD Athlon 64 FX, Athlon 64 X2 dan Athlon 64

 

 

6.   IMBA-9454

Industrial ATX Motherboard Intel® LGA 775 Core 2 Duo, Pentium® D/ Pentium® 4/ Celeron® D Prosesor FSB 533/800/1066MHz, PCIe x16 , PCIe GbE, SATA II dan Audio

 

 

 

7.   Asus A7S8X-MX Socket Motherboard  dan Prosesor AMD Sempron 3000+

 

 

 

 

4.7     Langkah-langkah Memasang Prosesor

Prosesor adalah otak komputer. Oleh karena itu biasanya dipasang paling duluan walaupun sebenarnya tidak apa-apa seandainya tidak dipasang paling awal.

 

 

Mulai sekarang anda mungkin memerlukan bantuan gambar pada buku manual (selain pada gambar di dalam tutorial ini) jika anda menggunakan model motherboard yang lain dari yang saya gunakan. Ini  memudahkan anda mengenal pasti lokasi beberapa bagian pada motherboard anda.

 

Di sini saya akan tunjukkan cara memasang CPU Pentium 4 (cara yang sama juga untuk memasang CPU AMD). Kenali lokasi soket CPU pada motherboard anda, berbentuk segi empat dan bewarna putih. Silakan rujuk gambar atau pada buku manual motherboard anda. Alihkan tuil soket ke atas sepenuhnya seperti yang ditujukkan pada gambar.

 

 

Gambar menunjukkan tuas pada soket.

Keluarkan CPU dari kotak, dan masukkannya pada soket. Pastikan anda memasukkan CPU pada posisi yang sebenar, ambil perhatian pada tanda segi tiga tembaga pada salah satu bucu CPU. Dengan berpandukan segi tiga tersebut, masukkan CPU ke dalam soket seperti dalam gambar di bawah.

 

Kencangkan CPU anda dengan mengembalikan tuil pada posisi asal.

Alihkan tuil kembali pada posisi asal.

 

 

4.8     Memeriksa Pemasangan Prosesor

Pastikan anda memasang prosesor dengan tepat. Apakah pengaitnya sudah dipasang dengan benar. Setelah pengaitnya diperiksa, maka pastikan bahwa prosesor sudah mantap di posisinya dan tidak bisa dicabut kembali. Setelah pasti bahwa prosesor sudah dipasang dengan mantap maka saatnya untuk memasang kipas pendingin. CPU menghasilkan hawa pada suhu yang tinggi apabila beroperasi. Maka sistem pendingin yang sesuai adalah perlu bagi setiap CPU. Sistem pendingin standar yang digunakan untuk melindungi CPU terdiri dari sebuah kipas dan sirip pendingin, yang lebih dikenali sebagai ‘heatsink’. Sebuh heatsink disertakan pada setiap paket CPU yang dibeli.

 

4.9     Memasang Kipas Pendingin Prosesor

Keluarkan heatsink dari kotak CPU. Bagi pengguna AMD, biasannya disertakan sekali dengan sebuah gel yang dipanggil “thermal paste”. Jika thermal paste ada disertakan, maka sapukan sedikit pada bagian atas CPU sebelum memasang heatsink. Jika tidak disertakan (terutamanya CPU jenama Intel) mungkin ia telah sedia diletakkkan di bagian bawah heatsink [Catatan: Thermal paste  juga bertindak sebagai agen pendinginan CPU]

 

Gambar heatsink CPU Intel Pentium 4.

 

Oleskan thermal paste ke prosesor lalu lakukan langkah selanjutnya.

 

Terdapat sedikit perbedaan dalam memasang heatsink CPU Intel dan AMD. Di dalam tutorial ini saya akan menujukkan cara memasang heatsink untuk Pentium 4. Bagi pengguna CPU AMD, cara pemasangan heatsink sedikit berbeda dan boleh didapati pada panduan yang terdapat bersama-sama paket tersebut.

 

Letakkan heatsink dengan hati-hati di atas soket CPU, pastikan heatsink ada pada posisi yang betul dan sepadan dengan pemegangnnya pada motherboard (lihatgambar).

 

Letakkan heatsink pada soket CPU. Kemudian, pasang klip pengait pada heatsink (biasanya klip pengait ini telah siap dipasang pada paket heatsink).Tetapkan posisi heatsink dengan menyambungkan kait pengaman pada setiap empat bucu heat sink.

 

Pasangkan klip pengait. Pasangkan pengait pada setiap empat penjuru heatsink ke kait di soket CPU. Seterusnya, kencangkan dengan mengalihkan dua klip pengaman yang terdapat pada bagian atas heatsink.

 

Alihkan klip pengaman untuk menetapkan posisi heatsink.
Terakhir, sambungkan kabel kipas heatsink pada ‘pin header’ yang terdapat dekat dengan soket CPU pada motherboard (posisi pin ini berbeda-beda mengikut motherboard. Rujuk gambar panduan pada buku manual motherboard anda jika anda menggunakan motherboard lain dari apa yang sayagunakan).

Gambar langkah demi langkah memasang kabel kipas heatsink pada pin header di motherboard.

Setelah kipas heatsink atau kipas pendingin prosesor terpasang, maka pastika bahwa kipas pendingin tersebut telah terpasang dengan benar. Tidak longgar dan kuat pemasangannya. Karena jika kipas pemasang tidak terpasang dengan kuat atau kencang, maka bisa dipastikan prosesor bisa kepanasan dan kemungkinan bisa rusak.

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

 

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

 

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memasang Prosesor
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.012.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memasang Prosesor

TIK.CS02.012.01

-   Unit motherboard

-   Sebuah prosesor

-   Sebuah kipas pendingin prosesor

-   Alat wrist static strap

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Website

  • http://www.geeks.netindonesia.net
  • http://technet2.microsoft.com
  • http://en.wikipedia.org/
  • http://www.microsoft.com

 

Testimoni

artikel lainnya Memasang Prosesor TIK.CS02.012.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Sunday 11 October 2015 | blog

Pengenalan Ms. Excel 2003 Microsoft excel 2003 merupakan versi setelah Microsoft excel 2000, Merupakan suatu program…

Tuesday 28 July 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT   MEMASANG PERLENGKAPAN KOMPUTER…

Sunday 11 October 2015 | blog

A. Konsep Kerja Konsep Kerja Pengurus dan Pengawas KOPMA UNS adalah kerangka berpikir bagi Pengurus dan…

Saturday 22 November 2014 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR GARMEN SUB SEKTOR CUSTOM-MADE WANITA       MEMELIHARA ALAT JAHIT…