Menu

Memasang Kabel Utp Dan Bnc Pada Jaringan TIK.JK02.005.01

Feb
23
2015
by : 3. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MEMASANG KABEL

UTP DAN BNC PADA JARINGAN

TIK.JK02.005.01

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

Daftar Isi……………………………………………………………………………………….. Hal

 

BAB I    PENGANTAR ……………………………………………………………………….. 4

 

1.1.           Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi ……………………………….. 4

1.2.           Penjelasan Modul…………………………………………………………………… 4

1.3.           Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)………………………………………….. 6

1.4.           Pengertian-pengertian Istilah……………………………………………………. 7

 

BAB II   STANDAR KOMPETENSI………………………………………………………….. 9

 

2.1.           Peta Paket Pelatihan ……………………………………………………………… 9

2.2.           Pengertian Unit Standar …………………………………………………………. 9

2.3.           Unit Kompetensi yang Dipelajari ……………………………………………….. 10

2.3.1.      Judul Unit …………………………………………………………………………….. 10

2.3.2.      Kode Unit …………………………………………………………………………….. 10

2.3.3.      Deskripsi Unit ……………………………………………………………………….. 10

2.3.4.      Elemen Kompetensi ……………………………………………………………….. 11

2.3.5.      Kriteria Unjuk Kerja ……………………………………………………………….. 11

2.3.6.      Batasan Variabel …………………………………………………………………… 12

2.3.7.      Panduan Penilaian …………………………………………………………………. 13

2.3.8.      Kompetensi Kunci …………………………………………………………………. 14

 

BAB III  STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ………………………………………… 15

 

3.1.           Strategi Pelatihan …………………………………………………………………. 15

3.2.           Metode Pelatihan ………………………………………………………………….. 16

 

BAB IV………………………………………………………………………………………………………… 17

MATERI UNIT KOMPETENSI ……………………………………………………………………….… 17

4.1 Tujuan Instruksional Umum……………………………………………………………… 17

4.2 Tujuan Instruksional Khusus ……………..…………….…………………………………….. 17

4.3 Jaringan Komputer Pada Saat Ini …………………..………………………..…….……….. 18

4.4 Bahan dan peralatan yang perlu dipersiapkan untuk memasang

Kabel UTP…..…………………………………………………………………………………………. 30

4.2 Bahan dan peralatan yang perlu dipersiapkan untuk memasang

Kabel coaxial…………………………………………………………………………………………. 36

4.2 Memasang Desain Kabel Sesuai dengan Jaringan ………………………..……………. 40

4.2 Memasang Konektor Pada Kabel Jaringan ………………………………..………………. 48

4.2 Menguji konektivitas kabel …………………………………………………………..…………. 52

 

BAB V   SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI …………      55

 

5.1.           Sumber Daya Manusia ……………………………………………………………. 55

5.2.           Sumber-sumber Perpustakaan ………………………………………………….. 56

5.3.           Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan …………………………………………….. 57

5.4.           Daftar Pustaka……..…………………………………………………………………………..58

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1.      Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2       Desain Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.1. Isi Modul

a.       Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

b.       Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.

  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

c.       Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.1.    Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3    Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4    Pengertian-pengertian Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1.      Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

2.1.1    TIK.JK02.006.01  Memasang kabel serat optik

2.1.2    TIK.JK02.007.01  Memasang jaringan nirkabel

 

2.2.      Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan diajarkan untuk mendesain LAN secara umum.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tiga sampai lima hari. Pelatihan ini dijutukan bagi semua user terutama yang tugasnya berkaitan dengan jaringan seperti staff support dan staff admin jaringan.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.      Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

KODE UNIT           : TIK.JK02.005.01

 

JUDUL UNIT         : Memasang Kabel UTP dan BNC Pada Jaringan

 

DESKRIPSI UNIT :        Unit ini menjelaskan kompetensi yang diperlukan untuk memasang kabel jaringan komputer dan konektor nya serta menguji konektivitasnya pada sistem jaringan.  Kabel jaringan komputer yang dimaksud adalah kabel UTP atau kabel koaksial berikut konektornya.

 

 

 

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan 1.1  Spesifikasi jaringan diidentifikasi.

 

1.2  Bahan-bahan yang diperlukan disiapkan sesuai spesifikasi.

 

1.3  Peralatan yang sesuai disiapkan.

 

1.4    Alat ukur untuk pengujian disiapkan.

02     Memasang kabel sesuai disain jaringan 2.1  Kabel dipilih berdasarkan spesifikasi, ukuran, tipe, dan  lingkup jaringan.

 

2.2  Kabel dipasang sesuai dengan tata letak bangunan.

 

2.3  Kabel jaringan dilindungi dari gangguan fisik  lingkungan.

 

03     Memasang konektor pada kabel jaringan 3.1  Kabel dipotong sesuai keperluan dan panjang maksimum yang diperbolehkan harus dipertimbangkan.

 

3.2  Kabel dikupas sesuai dengan ukuran konektor.

 

3.3  Konektor dipasang pada kabel sesuai dengan urutan warna jika ada.

 

 

3.4  Urutan warna kabel (jika ada warna) dipastikan sudah sesuai standar.

 

3.5  Bagian kabel yang telah dikupas ditempatkan ke dalam konektor.

 

04     Menguji koneksi kabel 4.1  Alat ukur digunakan untuk menguji konektivitas antar pin pada kedua konektor yang berada di ujung kabel.

 

4.2  Kabel diuji konektifitas.

 

4.3  Kedua konektor diujung kabel dihubungkan kedua sumber daya yang sesuai.

 

4.4  Hubungan antar sumber daya diuji untuk memastikan konektivitas pada jaringan.

 

 

 

BATASAN VARIABEL

 

1.       Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.       Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:

2.1     Sistem jaringan komputer.

2.2     Sistem Komputer / resource pada sistem jaringan.

2.3     Kabel jaringan dan konektor yang akan dipasangkan.

2.4     SOP yang berlaku pada perusahaan.

2.5     Peralatan lain untuk pemasangan dan pengujian kabel jaringan.

 

 

PANDUAN PENILAIAN

 

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

 

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Pengetahuan sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak).

1.1.2  Pengetahuan sistem jaringan komputer.

 

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1  Kemampuan untuk mengoperasikan sistem operasi jaringan.

 

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.       Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1     Kemampuan untuk mengukur kebutuhan kabel, memotong kabel, dan memasang konektor pada kabel.

3.2     Kemampuan untuk  menguji kontinuitas / konektivitas kabel yang telah dipasang konektor.

3.3     Kemampuan untuk  memasang kabel pada jaringan komputer.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1    TIK.JK02.006.01  Memasang kabel serat optik

4.1.2    TIK.JK02.007.01  Memasang jaringan nirkabel

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MEMASANG KABEL UTP DAN BNC PADA JARINGAN

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan proses memasang kabel UTP dan BNC pada jaringan

Siswa mampu melakukan pemilihan media yang tepat pada jaringan sederhana

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

Siswa mampu mengidentifikasikan spesifikasi jaringan

Siswa mampu menjelaskan beberapa komponen  yang dibutuhkan untuk memasang kabel jaringan

Siswa mampu membedakan jenis-jenis kabel

Siswa mampu memilih kabel sesuai dengan kebutuhannya.

Siswa mampu menjelaskan mengenai topologi jaringan

Siswa mampu memilih topologi jaringan yang sesuai

Siswa mampu mengatur kabel pada instalasi jaringan

Siswa mampu memasang konektor pada kabel jaringan

Siswa mampu melakukan pengecekan pada kabel jaringan

 

 

 

 

4.3 Jaringan Komputer Pada Saat Ini

Pada zaman teknologi informasi yang telah maju seperti saat ini, jaringan komputer merupakan sebuah hal yang sudah umum digunakan oleh banyak orang, bahkan mungkin dapat dikatakan bahwa jaringan komputer merupakan sebuah hal yang telah menjadi keharusan bagi sebagian besar bagi para pengguna komputer. Jaringan komputer yang ada pada saat ini pada umumnya lebih banyak menggunakan media kabel (wired) daripada menggunakan media nirkabel (wireless). Hal ini dikarenakan beberapa kelebihan dari media kabel bila dibandingkan dengan media nirkabel, yaitu dalam hal kecepatan transmisi data serta keamanan dari data yang dikirimkan. Pada saat ini terdapat beberapa media yang diklasifikasikan sebagai media kabel (wired) dalam arsitektur network, antara lain :

 

  • Kabel Coaxial

 

 

 

 

 

  • Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
  • Kabel STP ( Shielded Twisted Pair)

 

  • Kabel SSTP (Screened Shielded Twisted Pair)

 

 

 

 

  • Kabel FO (Fiber Optic)

 

 

 

Dari semua media yang telah disebutkan di atas, hanya terdapat 2 media yang sangat lazim digunakan pada jaringan komputer saat ini, yaitu menggunakan media kabel coaxial serta kabel UTP sebagai penghubung antara komputer yang satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk suatu jaringan yang saling menghubungkan antara komputer yang satu dengan yang lainnya.Jika dilihat secara lebih mendalam, sebenarnya antara UTP, STP dan SSTP memiliki kesamaan dari jenis kabelnya, yaitu sama-sama terdiri atas 4 pasang kabel yang terdiri atas warna putih orange, orange, putih hijau, hijau, putih biru, biru dan putih coklat, coklat.

 

Yang membedakan dari ketiga media tersebut hanyalah pada bagian pelindungnya, dimana UTP tidak memliki pelindung sama sekali, sedangkan STP memiliki pelindung berupa lapisan isolator yang terdiri dari serabut-serabut kabel berlapiskan perak pada bagian kabelnya dan SSTP pada dasarnya memiliki isolator yang sama halnya dengan STP tetapi ditambah lagi dengan isolator pada setiap pasang pilinan kabelnya. Semua isolator tersebut berguna untuk menghindari terjadinya interferensi elektromagnetik, namun dengan adanya isolator tersebut maka akibatnya harga dari kabel tersebut menjadi lebih mahal bila dibandingkan dengan UTP sehingga banyak orang lebih menggunakan UTP daripada STP atau SSTP. Sedangkan kabel fiber optic jarang digunakan dengan alasan konektor yang tidak terlalu universal dan biayanya sangat mahal sekali bila dibandingkan dengan media lainnya, menyebabkan kabel fiber optic sangat jarang digunakan dan lebih sering digunakan hanya sebagai kabel untuk backbone dikarenakan kecepatan transmisi datanya yang sangar cepat dan terbebas dari gangguan interferensi elektromagnetik.  Atas dasar hal tersebut, modul ini akan difokuskan untuk membahas lebih dalam lagi mengenai 2 jenis media yang lebih umum digunakan tersebut, yaitu kabel coaxial dan kabel UTP.

 

 

Kabel Coaxial

 

 

Kabel coaxial pada awalnya banyak dikenal orang sebagai kabel untuk digunakan pada kalangan radio amatir serta banyak digunakan pula sebagai kabel televisi. Kabel coaxial merupakan media kabel yang digunakan pertama kali dalam jaringan komputer sehingga pada saat ini kabel coaxial semakin jarang digunakan dan telah tergantikan oleh kabel UTP, tetapi masih banyak pula jaringan komputer yang menggunakan kabel coaxial sebagai media untuk transmisi data di dalam jaringan komputer, terutama jaringan yang masih menggunakan topologi jaringan berupa linier/bus dan ring. Yang perlu diingat adalah bahwa kabel coaxial sudah tidak digunakan lagi sebagai standar bagi media kabel dalam jaringan komputer.  Kabel coaxial memiliki konektor bernama BNC yang merupakan singkatan dari British Naval Connector.

 

 

Kabel coaxial terdiri dari :

- sebuah konduktor yang terbuat tembaga

- lapisan pembungkus dengan sebuah kawat yang berfungsi sebagai ground  bagi kabel

- sebuah lapisan yang terbuat dari karet yang berfungsi sebagai lapisan paling luar dari kabel coaxial

 

Saat ini terdapat dua kategori kabel coaxial yang digunakan sebagai media bagi jaringan komputer, yaitu kabel thin coaxial (10 Base 2) dan kabel thick coaxial (10 Base 5), berikut adalah perbedaan antara kabel thin coaxial dengan kabel thick coaxial :

 

 

Kabel  thin coaxial

Kabel thin coaxial (RG/U-58) ini merupakan jenis kabel yang banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Agar dapat dipergunakan sebagai perangkat jaringan maka kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat yang terhubung pada jaringan komputer dihubungkan dengan konektor BNC T. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.

 

Kabel coaxial jenis ini, jika diimplementasikan dengan konektor T dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:

- Pada setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm. (diharapkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar)

- Panjang maksimal kabel adalah 185 meter per segment.

- Pada setiap segment maksimum koneksi terhadap perangkat jaringan adalah  30 perangkat.

- Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.

- Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain.

- Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.

- Panjang minimum antar T-Connector adalah 0.5 meter.

- Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 555 meter.

 

 

Kabel Thick coaxial

Kabel thick coaxial (RG/U-8) merupakan kabel yang dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuma disebut sebagai yellow cable.

 

Kabel Coaxial ini  jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:

- Pada setiap ujung diberi terminator 50-ohm (diharapkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).

- Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung atau berupa populated segments.

- Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan.

- Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.

- Maksimum panjang kabel per segment adalah  sekitar 500 meter.

- Maksimum jarak antar segment adalahsekitar 1500 meter.

- Setiap segment harus diberi ground.

- Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat adalah sekitar 5 meter.

- Jarak minimum antar tap adalah sekitar 2,5 meter.

 

Kabel  thin coaxial digunakan untuk menggantikan keberadaan kabel thick coaxial (thick coaxial tidak digunakan lagi untuk LAN modern). Kabel thin coaxial tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.

 

Keuntungan dari kabel coaxial :

- Tidak membutuhkan support dari peralatan elektronik lainnya (tidak membutuhkan hub/switch, dll)

- Kecil dan fleksibel sehingga memudahkan untuk dipasang

 

Kerugian dari kabel coaxial :

- Harganya mahal

- Sulit untuk melakukan perubahan jika telah terpasang pada jaringan

- Sulit untuk melakukan diagnosa permasalahan

- Jika satu komputer mengalami down, maka semua jaringan akan mengalami down pula, hal ini dikarenakan topologi jaringan yang digunakan oleh kabel coaxial adalah topologi bus/linier dan ring

- Tidak tahan lama

 

Bila dibandingkan antara kabel coaxial dan kabel UTP, maka terdapat perbedaan, yaitu :

- Hanya dapat berjarak maksimum 185 meter anatara komputer yang pertama dan terakhir

- Hanya dapat menampung maksimum 30 komputer pada sebuah segmen

- Harga dari kabelnya lebih mahal

 

Kabel UTP

 

Pada saat ini, kabel UTP (Unshielded Twisted Pair ) merupakan salah satu jenis kabel yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer. Sesuai dengan namanya, kabel ini  merupakan sebuah kabel yang berisi empat pasang kabel tembaga yang tiap pasangnya dipilin. Tujuan dari kabel yang terpilin tersebut adalah untuk mengurangi kelemahan yang ada pada kabel UTP terhadap gangguan (noise) elektris, baik itu yang berasal dari dalam kabel yaitu pengaruh interferensi antar kabel (crosstalk) dan dari luar kabel yaitu interferensi elektromagnetik (EMI) dan interferensi frekuensi radio (RFI). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshielded) seperti yang ada pada STP atau SSTP.  Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator.  Kode kabel UTP adalah 10 Base T atau 100 Base T.

 

Hingga saat ini terdapat tujuh kategori kabel UTP yang umum digunakan, yaitu kabel UTP kategori satu sampai dengan kategori tujuh seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini :

 

 

 

Kategori yang diberikan kepada setiap UTP merupakan spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga untuk konektor pada masing-masing ujung kabel tersebut. Masing-masing seri merupakan revisi dari seri UTP yang telah ada sebelumnya. Revisi tersebut merupakan perbaikan atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas pilinan untuk masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besarnya frekuensi yang dapat melewati kabel tersebut, dan juga kualitas isolatorsehingga dapat menekan efek induksi antar kabel (noise dapat ditekan seminimal mungkin).

 

Kabel UTP CAT1 dan CAT2 tidak digunakan dalam jaringan komputer karena kemampuan transfer datanya sangat rendah. Kabel UTP CAT1 dan CAT2 ini banyak digunakan untuk komunikasi telepon, atau berfungsi sebagai kabel telepon pada umumnya. Sedangkan untuk jaringan komputer digunakan kabel UTP CAT3 sampai CAT7. Kabel UTP CAT3 dapat digunakan untuk komunikasi dengan kecepatan hingga mencapai 10 Mbps. Kabel UTP CAT5 dapat dipergunakan untuk jaringan dengan kecepatan hingga mencapai 100 Mbps dan oleh sebab itulah kabel UTP jenis ini merupakan kabel yang paling umum serta banyak digunakan pada jaringan komputer yang menggunakan kabel UTP. Spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced (CAT5e) mempunyai standar industri yang sama, namun pada CAT5e telah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e dapat digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.

 

UTP CAT5 / CAT5e

 

 

Pasangan kabel pertama adalah : putih biru – biru

Pasangan kabel kedua adalah : putih orange- orange

Pasangan kabel ketiga adalah : putih hijau – hijau

Pasangan kabel keempat adalah : putih coklat – coklat

 

Konektor yang digunakan untuk kabel UTP CAT5 adalah  RJ-45. (Terlihat pada gambar di bawah)

 

 

 

 

Untuk digunakan  dalam jaringan, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu kabel straight, kabel crossover dan kabel rollover. Setiap jenis koneksi ini memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain, straight cable digunakan untuk menghubungkan antara client dan hub/switch/router  atau hub/switch dan router (pada intinya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan peralatan yang berbeda jenisnya) . Crossover cable digunakan untuk menghubungkan antara client dan client atau digunakan untuk menghubungkan hub/switch dan hub/switch (pada intinya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan peralatan yang sama jenisnya).

 

Kabel Straight

Untuk jenis kabel straight, pada intinya adalah menghubungkan kabel dengan warna yang sama antara ujung yang satu dengan yang lainnya (misalnya biru disambungkan dengan biru, putih orange disambungkan dengan putih orange), tetapi ada standard yang biasa dipakai di asia yaitu EIA/TIA-568B.

 

Seperti yang terlihat pada gambar :

  • Pin nomor 1 merupakan kabel berwarna putih orange
  • Pin nomor 2 merupakan kabel berwarna orange
  • Pin nomor 3 merupakan kabel berwarna putih hijau
  • Pin nomor 4 merupakan kabel berwarna biru
  • Pin nomor 5 merupakan kabel berwarna putih biru
  • Pin nomor 6 merupakan kabel berwarna hijau
  • Pin nomor 7 merupakan kabel berwarna putih coklat
  • Pin nomor 8 merupakan kabel berwarna coklat

 

Jadi, untuk membuat koneksi kabel straight sesuai standar yang ada, maka pada kedua ujung kabel sama-sama menggunakan urutan EIA/TIA-568B untuk urutan pengkabelannya.

 

Kabel crossover

Untuk jenis kabel crossover,  ada standard yang biasa dipakai di asia yaitu EIA/TIA-568A.  Standard EIA/TIA-568A membalikkan koneksi pasangan kabel berwana orange dan hijau yang ada pada EIA/TIA-568B , sehingga pasangan kabel berwarna biru dan orange menjadi 4 pin yang berada di tengah.

 

Seperti yang terlihat pada gambar :

  • Pin nomor 1 merupakan kabel berwarna putih hijau
  • Pin nomor 2 merupakan kabel berwarna hijau
  • Pin nomor 3 merupakan kabel berwarna putih orange
  • Pin nomor 4 merupakan kabel berwarna biru
  • Pin nomor 5 merupakan kabel berwarna putih biru
  • Pin nomor 6 merupakan kabel berwarna orange
  • Pin nomor 7 merupakan kabel berwarna putih coklat
  • Pin nomor 8 merupakan kabel berwarna coklat

 

Jadi, untuk membuat koneksi kabel cross sesuai standar yang ada, maka pada sebuah ujung kabel menggunakan urutan EIA/TIA-568B untuk urutan pengkabelannya dan pada ujung yang lainnya menggunakan urutan EIA/TIA-568A untuk urutan pengkabelannya

 

Kelebihan dari kabel UTP :

-    Teknologi yang paling umum digunakan sehingga banyak orang mengetahuinya

-    Menggunakan kabel yang sangat murah bila dibandingkan dengan media kabel lainnya

-    Mudah untuk melakukan penginstalasian

-    Tidak terjadi gangguan pada komputer lain dalam jaringan jika terdapat satu komputer yang mengalami permasalahan, hal ini disebabkan oleh topologi jaringan yang digunakan oleh UTP berbentuk star (bintang).

 

Kekurangan dari kabel UTP :

-    Dapat terkena interferensi elektromagnetik maupun interferensi frekuensi radio

-    Memiliki keterbatasan jarak

 

Bila dibandingkan antara kabel  UTP dan kabel coaxial, maka terdapat perbedaan, yaitu :

-    Panjang maksimal kabel UTP untuk dapat bekerja secara optimal adalah kurang dari 100 meter dan panjang minimal kabel UTP untuk dapat bekerja secara optimal adalah lebih dari 2 meter.

-    Harga dari kabel UTP lebih murah daripada kabel coaxial

-    Jaringan yang menggunakan kabel UTP harus menggunakan hub/switch sedangkan dengan menggunakan kabel coaxial, hal tersebut tidak perlu dilakukan karena terdapat BNC Tee)

 

4.4  Bahan dan peralatan yang perlu dipersiapkan untuk memasang kabel UTP

  1. Crimping Tool

 

 

Crimping Tool 1

 

Crimping Tool 2

 

Crimping Tool 3

Crimping Tool 4

     

          Crimping tool merupakan alat yang berfungsi untuk memasang konektor RJ-45 pada kabel UTP. Pada beberapa crimping tool, selain digunakan untuk memasang konektor RJ-45, dapat pula digunakan untuk memasang konektor RJ-11 maupun RJ-22. Crimping tool yang ada saat ini memiliki bentuk yang bermacam-macam mulai dari yang kecil (hanya memiliki fungsi untuk mengcrimping RJ-45) hingga yang besar (dapat memotong, mengupas kabel dan mengcrimping berbagai jenis konektor). Seperti terlihat pada gambar ada beberapa contoh dari crimping tool, namun yang umum digunakan di Indonesia adalah crimping tool yang pertama dan yang ketiga. Disarankan untuk menggunakan crimping tool yang cara kerja crimpingnya adalah menekan (seperti pada crimping tool yang ketiga dan keempat) karena memiliki hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan crimping tool yang cara kerjanya seperti tang (crimping tool yang pertama dan kedua).

 

  1.  Network Tester

                       

Network Tool 1

                       

                       

Network Tool 2

 

 

Network Tool 3

 

Network tester adalah alat yang digunakan untuk mengecek konektivitas kabel utp yang telah berhasil dicrimping atau kabel coaxial yang telah dipasangi oleh konektor bnc. Untuk kabel utp, terdapat 2 network tester, yaitu network tester yang dapat untuk dipisah (pada umumnya digunakan untuk mengecek konektivitas kabel yang jauh atau kabel yang telah terpasang) dan network tester yang tidak dapat dipisah (digunakan untuk mengecek wiring map kabel yang baru dibuat). Network tester yang dapat dipisah umumnya menggunakan lampu led untuk mengecek konektivitas tiap kabel yang terpasang sedangkan network tester yang tidak dapat dipisah umumnya menggunakan sistem digital dalam pengecekannya. Pada gambar di atas, network tester yang dapat dipisah tampak pada gambar nomor 1 dan 2, sedangkan network tester yang tidak dapat dipisah tampak pada gambar nomor 3.

 

  1. Tone Generator

 

Tone Generator 1

 

 

Tone Generator 2

 

          Tone generator adalah alat yang digunakan untuk melakukan tracing (pendeteksian) pada posisi manakah kabel LAN tersebut putus, alat ini sangat berguna pada kabel-kabel yang telah terpasang sehingga tidak perlu melakukan penggantian pada seluruh kabel hanya perlu melakukan penggantian pada sebagian atau penyambungan ulang pada kabel yang putus tersebut.

 

  1. Konektor RJ-45

 

 

Konektor RJ-45 berfungsi untuk menghubungkan antara kabel LAN (CAT 5e atau CAT 6) dengan LAN Card. Pada umumnya konektor RJ-45 ini bermerk AMP. Pada ujung konektor ini terdapat tembaga yang berfungsi sebagai konduktor antara inti kabel dengan konduktor pada LAN Card.

 

  1. Kabel UTP

 

 

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair ) merupakan salah satu media koneksi antara satu peralatan dengan peralatan lainnya dengan menggunakan perantara media kabel tembaga. Misalnya antara komputer dengan switch atau antar switch. Penjelasan lebih lanjut mengenai kabel UTP terdapat pada bagian atas dari modul ini.

 

  1. LAN Card UTP

                       

 

 

LAN card ( disebut juga NIC – Network Interface Card ) merupakan salah satu perangkat keras yang dibutuhkan komputer agar komputer dapat terhubung dengan jaringan. LAN card dapat berupa perangkat yang terpisah dari motherboard atau dapat juga sudah tergabung di motherboard ( built in ). LAN card didesain sedemikian sehingga mempunyai MAC address yang unik, artinya tidak ada dua LAN card yang mempunyai MAC address yang sama.LAN card yang paling sering digunakan pada saat ini  adalah LAN card UTP. LAN card UTP adalah perangkat keras komputer yang digunakan sebagai media perantara untuk menghubungkan kabel UTP dengan komputer. Dengan memasukan ujung kabel UTP (yang telah dibungkus oleh konektor RJ – 45) ke dalam LAN card, komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan sehingga memungkinkan untuk berkomunikasi dengan komputer lain yang ada dalam jaringan tersebut.

 

4.5        Bahan dan peralatan yang perlu dipersiapkan untuk memasang kabel coaxial

 

  1. Konektor BNC

 

 

 

 

Konektor BNC adalah konektor yang digunakan sebagai terminal dari kabel coaxial. Konektor BNC ini digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial dengan LAN card yang mendukung adanya konektor BNC.

 

 

 

 

  1. BNC Terminator 50 Ohm

 

 

 

 

 

 

 

BNC Terminator 50 Ohm berfungsi sebagai terminal penutup dalam rangkaian jaringan yang menggunakan kabel coaxial. Alat ini digunakan untuk menutup port dari passive hub yang tidak digunakan, passive hub adalah konektor dengan 4 port menggunakan konektor jenis BNC, yang digunakan sebagai pusat perkabelan yang datang dari workstation. Port yang tidak terpakai harus di terminate.

 

  1. Konektor T (Tee) BNC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konektor TEE BNC merupakan gabungan dari 3 konektor BNC. Konektor ini mempunyai bentuk menyerupai huruf T. Konektor BNC bisa berupa gabungan 3 konektor BNC yang sejenis ( female maupun male ) ataupun kombinasi antara konektor BNC male dan female. Pada gambar di samping, dicontohkan konektor BNC dengan kombinasi 2 konektor BNC female ( terdapat pada ujung kanan dan kiri ) dan satu konektor BNC male ( terdapat pada tengah – tengah). Kegunaan dari konektor TEE BNC ini adalah sebagai terminal dari kabel coaxial dengan daya tampung yang lebih banyak daripada konektor BNC biasa. Digunakan untuk menghubungkan antar kabel coaxial dan menghubungkan kabel coaxial dengan LAN card BNC

 

  1. Kabel Coaxial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kabel coaxial terdiri dari dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dibalut dengan sekat dan dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwidth tinggi.  Berdasarkan ukuranya, kabel coaxial terdiri dari dua jenis :

 

  • Kabel coaxial gemuk ( thick coaxial cable )

Kabel coaxial gemuk biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet ( disingkat : ThickNet ). Kabel ini mempunyai diameter sekitar 12 mm dan biasa diberi warna kuning. Karena warnanya yang kuning ,maka kabel ini juga disebut yellow cable. Pada ujung kabel ini diterminasi dengan BNC terminator 50 ohm. ThickNet dapat menjangkau sejauh 500 meter. Thicknet menggunakan spesifikasi Ethernet 10 base 5.

Kelebihan      :

  • Interferensi noise kecil
  • Jangkauan lebih luas
  • Mampu menampung sampai 100 jaringan ( termasuk repeater )

 

Kekurangan :

Mahal dan sulit penginstalannya

 

  • Kabel coaxial kurus ( thin coaxial cable )

Kabel ini banyak dipergunakan pada radio amatir. Akan tetapi dapat juga digunakan dalam jaringan dengan syarat memenuhi standard IEEE 802.3 10 base 2. Diameter kabel ini kira – kira 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Kabel ini juga disebut sebagai thin Ethernet atau ThinNet. Setiap ujung kabel diberi terminator 50 ohm. ThinNet hanya dapat menjangkau sampai 185 meter.

Kelebihan :

Murah dan mudah dalam instalasinya

 

Kekurangan :

  • Interferensi noise besar
  • Jangkauan sempit
  • Hanya dapat menampung 30 komputer

 

 

 

 

  1. BNC Network Tester

 

 

 

 

 

Network tester adalah alat yang digunakan untuk mengecek konektivitas kabel utp yang telah berhasil dicrimping atau kabel coaxial yang telah dipasangi oleh konektor bnc. Untuk kabel coaxial, hanya terdapat 1 jenis network tester, yaitu network tester yang dapat dipisah (pada umumnya digunakan untuk mengecek konektivitas kabel yang jauh atau kabel yang telah terpasang). Network tester yang dapat dipisah umumnya menggunakan lampu led untuk mengecek konektivitas kabel yang terpasang. Pada gambar di atas, tampak gambar BNC network tester yang dapat dipisah

 

  1. Lan Card dengan konektor BNC

 

 

 

 

 

 

LAN card BNC mempunyai komponen yang sama dengan LAN card UTP. Perbedaan utamanya, LAN card UTP dia menghubungkan kabel UTP dengan komputer sedangkan LAN card BNC menghubungkan kabel coaxial dengan komputer. Dengan perbedaan kabel tersebut, maka penghubung yang ada pada kedua LAN card itu menjadi berbeda pula. LAN card UTP mempunyai lubang dengan bentuk yang kompatibel dengan RJ45 sedangkan LAN card BNC menggunakan konektor BNC yang memang kompatibel dengan kabel coaxial. Dengan memasukan ujung kabel coaxial yang telah diberi konektor BNC ke dalam konektor BNC pada LAN card maka komputer akan dapat terhubung dalam suatu jaringan sehingga memungkinkan untuk berkomunikasi dengan komputer lain yang ada dalam jaringan tersebut.

 

4.6  Memasang Desain Kabel Sesuai dengan Jaringan

Pemilihan jenis kabel

Dalam perancangan suatu jaringan, pemilihan jenis kabel merupakan hal yang sangat krusial karena kabel merupakan komponen utama dari suatu jaringan. Kabel yang ada dalam jaringan biasanya tertanam dan jarang diangkat atau dipindahkan kecuali terpaksa. Maka, jaringan yang dibangun diharapkan mampu berjalan baik selama 10 tahun atau lebih.

 

Topologi jaringan ada banyak macam, namun ada tiga yang utama yaitu linear bus, star dan ring.  Selain dari jarak dan kecepatan akses, jenis topologi jaringan juga mempengaruhi jenis kabel yang dipakai. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis kabel yang dipakai, sekiranya perlu memperhatikan jenis topologi dari jaringan yang akan dibangun.

 

Topologi Linear Bus

Jenis topologi ini menggunakan prinsip penggunaan media secara bersama – sama.Artinya semua node terhubung dalam media komunikasi data yang sama.  Topologi ini menggunakan metode broadcast ke jaringan untuk komunikasi data dari node ke node. Maksudnya jika node A ingin mengirim suatu data pada node B di dalam topologi linear bus yang terdiri dari node A,B,C,D maka data dari A itu akan dikirim ke semua node. Setiap node akan menerima data dari broadcast A . Jika data itu bukan ditujukan untuk node itu maka data itu akan diabaikan oleh node tersebut. Dalam kasus ini, B,C,D akan menerima data dari A. Namun yang akan benar – benar menerima data adalah B. C dan D mengabaikan data tersebut karena memang tidak ditujukan untuk mereka. Broadcast yang berlebihan akan mengurangi kinerja dari jaringan. Oleh karena itu perlu adanya metode switching untuk mengurangi broadcast.

 

Topologi bus ini merupakan topologi yang banyak digunakan di awal penggunaan jaringan komputer karena topologi yang paling sederhana dibandingkan dengan topologi lainnya. Jika komputer dihubungkan antara satu dengan lainnya dengan membentuk seperti barisan melalui satu single kabel maka sudah bisa disebut menggunakan topologi bus.

 

Dalam topologi ini dalam satu saat, hanya satu komputer yang dapat mengirimkan data yang berupa sinyal elektronik ke semua komputer dalam jaringan tersebut dan hanya akan diterima oleh komputer yang dituju. Karena hanya satu komputer saja yang dapat mengirimkan data dalam satu saat maka jumlah komputer sangat berpengaruh dalam unjuk kerja karena semakin banyak jumlah komputer, semakin banyak komputer akan menunggu giliran untuk bisa mengirim data dan efeknya unjuk kerja jaringan akan menjadi lambat. Sinyal yang dikirimkan oleh satu komputer akan dikirim ke seluruh jaringan dari ujung satu sampai ujung lainnya.
Jika sinyal diperbolehkan untuk terus menerus tanpa bisa di interrupt atau dihentikan dalam arti jika sinyal sudah sampai di ujung maka dia akan berbalik arah, hal ini akan mencegah komputer lain untuk bisa mengirim data, karena untuk bisa mengirim data jaringan bus mesti bebas dari sinyal-sinyal. Untuk mencegah sinyal bisa terus menerus aktif (bouncing) diperlukana adanya terminator, di mana ujung dari kabel yang menghubungkan komputer-komputer tersebut harus di-terminate untuk menghentikan sinyal dari bouncing (berbalik) dan menyerap (absorb) sinyal bebas sehingga membersihkan kabel tersebut dari sinyal-sinyal bebas dan komputer lain bisa mengirim data.
Dalam topologi bus ada satu kelemahan yang sangat menganggu kerja dari semua komputer yaitu jika terjadi masalah dengan kabel dalam satu komputer (ingat topologi bus menggunakan satu kabel menghubungkan komputer) misalnya kabel putus maka semua jaringan komputer akan terganggu dan tidak bisa berkomunikasi antar satu dengan lainnya atau istilahnya ‘down’. Begitu pula jika salah satu ujung tidak diterminasi, sinyal akan berbalik (bounce) dan seluruh jaringan akan terpengaruh meskipun masing-masing komputer masih dapat berdiri sendiri (stand alone) tetapi tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.

 

 

Jenis kabel yang digunakan pada topologi ini adalah kabel coaxial. Perangkat jaringan dihubungkan dengan menggunakan TEE connector. Pada ujung network diterminasi dengan terminator 50 ohm. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial ini adalah sulit untuk mengukur kabel coaxial  agar cocok. Kalau tidak diukur dengan benar maka akibatnya dapat merusak NIC yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak optimal. Topologi ini juga bisa menggunakan kabel fiber optic.

 

Kelebihan topologi linear bus :

-          Mudah untuk menambahkan komputer atau peralatan lain ke jaringan

-          Memerlukan kabel yang lebih sedikit dibandingkan dengan topologi star

 

Kekurangan :

-          Seluruh jaringan akan tidak dapat berjalan jika ada kerusakan pada kabel utama

-          Terminator diperlukan pada kedua ujung dari kabel backbone

-          Jika terlalu jauh maka diperlukan repeater untuk menguatkan sinyal

 

Topologi Star

Secara fisik, topologi ini berbentuk seperti bintang di mana pusatnya berupa konsentrator ( hub atau switch ). Semua node yang tergabung harus terhubung dengan konsentrator tersebut. Metode komunikasi  yang digunakan sama dengan metode pada topologi bus yaitu broadcast. Jika menggunakan hub maka data akan dikirim ke semua node dan node yang bukan tujuan akan mengabaikan data tersebut. Jika menggunakan switch maka broadcast akan dihilangkan  dan data akan dikirim hanya pada node tujuan saja.

Topologi ini paling banyak digunakan dalam jaringan komputer saat ini. Topologi ini awalnya digunakan dalam sistem mainframe. Jaringan star memberikan manajemen sumber daya (resource) secara sentral, namun dibandingkan dengan jenis bus, star ini memerlukan lebih banyak kabel karena tiap komputer dihubungkan ke hub, semakin banyak jumlah komputer yang akan dihubungkan ke jaringan maka semakin banyak pula kabel dan port yang ada di hub.
Kelemahan dari star ini juga adalah jika terjadi masalah dengan hub maka seluruh aktivitas jaringan akan ikut terganggu. Namun jika salah satu kabel terputus yang menghubungkan komputer dengan hub, maka yang mengalami masalah hanyalah pada komputer tersebut saja, komputer lain tetap dapat saling berkirim data (bandingkan dengan bentuk bus di atas).

 

 

 

Jenis kabel yang digunakan pada topologi ini adalah kabel UTP ( biasanya CAT5). Namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan kabel coaxial ataupun fiber optik.

 

Kelebihan :

-          Mudah dibangun

-          Dapat menambah atau mengurangi peralatan ( device ) tanpa mengganggu jaringan yang sudah ada

-          Mudah untuk mendeteksi bagian kerusakan yang ada

 

Kekurangan :

-          Memerlukan kabel yang lebih panjang dibandingkan dengan topologi linear bus

-          Jika konsentrator ( hub atau switch ) mengalami kerusakan maka node yang tergabung dalam konsentrator tersebut tidak dapat berfungsi

-          Lebih mahal dikarenakan biaya penambahan pada konsentrator

-          Kabel dipasang sesuai dengan beberapa peraturan, antara lain jarak minimal dengan kabel listrik, jarak minimal kabel, diameter gulungan, dll

-          Kabel jaringan dilindungi dari gangguan fisik lingkungan , antara lain menggunakan ducking, dll

 

Topologi Ring

Topologi ring menghubungkan komputer dalam satu bentuk lingkaran kabel. Sinyal yang dikirim akan berkeliling dalam satu arah dan melalui tiap komputer. Tiap komputer dalam topologi ring ini akan berfungsi juga sebagai repeater (penguat sinyal) dan mengirimkan sinyal ke komputer di sebelahnya. Karena tiap sinyal melalui tiap komputer, maka jika satu komputer mengalami masalah dapat berpengaruh ke seluruh jaringan.
Metode yang digunakan dalam mengirim data dalam ring dinamakan “token passing”. Token ini dikirim dari komputer satu ke yang lain sampai ke komputer yang dituju. Komputer yang mengirimkan token akan memodifikasi token tersebut, menambahkan alamat pada data dan mengirimkannya. Komputer yang dituju atau yang menerima akan mengirimkan pesan bahwa data telah diterima setelah diverifikasi dengan membuat token baru dan dikirim ke jaringan.
Terlihat proses pengiriman token ini akan memakan waktu yang lama, sebenarnya tidak, karena token ini bekerja dengan kecepatan cahaya. Sebuah token dapat berkeliling lingkaran (ring) sejauh 200 meter sebanyak 10,000 kali dalam satu detik.

 

 

 

Jenis kabel yang digunakan pada topologi ini adalah kabel coaxial. Perangkat jaringan dihubungkan dengan menggunakan TEE connector. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial ini adalah sulit untuk mengukur kabel coaxial  agar cocok. Kalau tidak diukur dengan benar maka akibatnya dapat merusak NIC yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak optimal. Topologi ini juga bisa menggunakan kabel fiber optic

 

Kelebihan :

-          Mudah untuk menambahkan komputer atau peralatan lain ke jaringan

-          Memerlukan kabel yang lebih sedikit dibandingkan dengan topologi star

 

Kekurangan :

-          Seluruh jaringan akan tidak dapat berjalan jika ada kerusakan pada kabel utama

-          Terminator diperlukan pada kedua ujung dari kabel backbone

 

Peraturan untuk pemasangan kabel :

  1. Hindarilah pemasangan kabel jaringan yang sejajar (atau berdekatan) dengan kabel listrik.
  2. Hindarilah pembengkokan kabel secara berlebih dan untuk penggulungan kabel memiliki diameter minimal 30cm
  3. Jika akan melakukan penggabungan kabel menggunakan kabel pengikat, janganlah mengikat terlalu kencang sehingga menyebabkan deformasi pada kabel
  4. Jauhkan kabel dengan perangkat yang dapat menyebabkan noise semisal mesin fotokopi, pemanas air, speaker, microwave, telepon, dll.
  5. Hindarilah menarik kabel dengan terlalu kencang
  6. Hindarilah pemasangan kabel UTP pada luar gedung karena rentan terhadap sambaran petir.

 

Sebelum melakukan instalasi atau pemasangan kabel, dilakukan pemeriksaan terhadap kabel yang akan dipasang. Pemeriksaan ini dilakukan baik untuk kabel coaxial maupun kabel UTP. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kabel yang tidak dapat digunakan (mis: karena isinya terputus). Setelah kabel dipasang, gunakan pipa penutup agar rapi (ducking). Pemberian tanda pada kabel sebaiknya diterapkan agar memudahkan pengawasan ataupun perbaikan jika terjadi suatu kerusakan.

Dapat diketahui bahwa sistem pengkabelan di Indonesia belum terdesain dengan baik, hal ini terbukti karena kabel-kabel jaringan yang terinstal tidak berada dalam suatu dinding atau tembok dan berkeliaran bebas hingga dapat mengganggu aktivitas harian.

 

Untuk memasang kabel, harus berangkat dari ruangan server. Dengan kata lain, semua ujung kabel diratakan di ruangan server dekat dengan Hub. Misalkan memasang dan menarik kabel untuk 20 unit PC dan sisanya untuk server dan workstation di ruangan server. Tarik satu per satu kabel dan sesuaikan dengan keinginan, dengan perincian sebagai berikut:

Panjang kabel UTP dari Hub ke Server maksimal 8 meter

Panjang kabel UTP dari Hub ke Workstation di ruangan server maksimal 12 meter

Panjang kabel UTP dari Hub ke Workstation di ruangan lainnya maksimal 100 meter.

 

4.7  Memasang Konektor Pada Kabel Jaringan

Pemasangan Konektor pada kabel UTP

Seseorang yang ingin memasang konektor harus mengetahui susunan kabel yang akan dipasang. Asal sama ujung ke ujung bisa saja, akan tetapi cara ini tidak tepat. Harus diperhatikan warna-warnanya. Untuk lebih jelasnya ikuti langkah-langkah berikut ini:

Potong kabel UTP dengan menggunakan tang pemotong disesuaikan dengan panjang yang dibutuhkan untuk menyambungkan dua buah peralatan yang akan disambungkan (komputer dengan switch atau switch dengan switch, dll) serta disesuaikan pula dengan ketentuan yang berlaku mengenai panjang kabel maksimal (lihat catatan di atas)

Kupas bagian luar dari kedua ujung kabel UTP tersebut sepanjang kurang lebih 2 cm.

Lepasakan pilinan yang ada pada setiap pasang kabel tersebut dan luruskan masing-masing kabel tersebut hingga mudah untuk disusun

Susun urutan warna sesuai dengan ketentuan berikut (untuk keterangan mengenai penggunaan straight atau throught silahkan melihat catatan pada bagian awal modul ini).

Untuk kabel straight through, maka posisi warnanya untuk satu konektor  ke konektor lain ditampilkan pada tabel berikut:

 

Putih Orange   Putih Orange
Orange   Orange
Putih Hijau   Putih Hijau
Biru   Biru
Putih Biru   Putih Biru
Hijau   Hijau
Putih Coklat   Putih Coklat
Coklat   Coklat

 

Untuk kabel cross, maka posisi warnanya untuk satu konektor  ke konektor lain ditampilkan pada tabel berikut:

 

Putih Orange   Putih Hijau
Orange   Hijau
Putih Hijau   Putih Orange
Biru   Biru
Putih Biru   Putih Biru
Hijau   Orange
Putih Coklat   Putih Coklat
Coklat   Coklat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Siapkan konektor RJ-45 dan masukkan kabel. Setiap ujung konektor posisinya harus sama. Selain itu, bagian luar atau pembungkus kabel harus tejenpit agar kokoh dan tidak goyang.

Setelah kabel masuk dan rata sampai ujung konektor, masukkan konektor dan jepit dengan tang crimping.

Lakukan dengan hati-hati agar tidak ada konektor yang berpindah pada pin yang lain.

Lakukan hal yang sama untuk ujung kabel. Ingat ketentuan warnanya

 

Pemasangan Konektor pada kabel coaxial

  1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang pada kedua ujung kabel sepanjang kurang lebih 4 cm.
  2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
  3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
  4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi hubungan pendek (short) pada ujung konektor tersebut.
  5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser. Test kemungkinan terjadinya arus pendek (short) dengan multimeter
  6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
  7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah), atau isolasi 3 M. Lapisi juga dengan silicon gel
  8. Tutup seluruh permukaan dengan isolator karet bakar untuk mencegah air
  9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali

10. Konektor terbaik adalah model hexa (crimp) tanpa solderan dan drat (screw) sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet.

  1. 4.           Menguji konektivitas kabel

Pengujian konektivitas kabel UTP

Setelah pemasangan konektor RJ-45 pada kabel UTP telah selesai dilakukan maka hendaknya dilakukan pengujian atas kabel tersebut. Pengujian tersebut dilakukan bertujuan untuk mengecek mengenai konektivitas pada setiap pasang kabel tersebut serta untuk menghindari terjadi kesalahan pemasangan kabel pada posisi pin yang salah. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan pengecekan konektivitas kabel tersebut adalah :

  1. Siapkan perangkat network tester (untuk keterangan lebih detail mengenai network tester silahkan lihat pada bagian atas modul ini)

 

Network Tester

  1. Siapkan kabel yang akan dilakukan pengetesan
  2. Hubungkan kedua ujung kabel tersebut pada konektor yang terdapat pada masing-masing port kabel tester.
  3. Nyalakan network tester dan perhatikan pada lampu yang menyala, apakah lampu yang menyala sudah sesuai dengan pasangan konektivitas kabel (straight through ataupun crossover)
  4. Jika ada lampu yang seharusnya menyala tetapi tidak menyala atau jika ada pasangan lampu yang salah nyalanya, berarti kabel yang telah dibuat tersebut salah dan harus diulang lagi pembuatannya yaitu dengan cara mengulangi kembali langkah-langkah pemasangan konektor UTP seperti yang dituliskan pada bagian atas modul ini.

Pengujian konektivitas kabel coaxial

Setelah pemasangan konektor BNC pada kabel coaxial telah selesai dilakukan maka hendaknya dilakukan pengujian atas kabel tersebut. Pengujian tersebut dilakukan bertujuan untuk mengecek mengenai konektivitas pada kabel coaxial tersebut apakah telah tersambung dengan optimal. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan pengecekan konektivitas kabel tersebut adalah :

  1. Siapkan perangkat network tester (untuk keterangan lebih detail mengenai network tester silahkan lihat pada bagian atas modul ini)

 

Network Tester

  1. Siapkan kabel yang akan dilakukan pengetesan
  2. Hubungkan kedua ujung kabel tersebut pada konektor yang terdapat pada masing-masing port kabel tester.
  3. Nyalakan network tester dan perhatikan pada lampu yang menyala, apakah lampu yang menyala sudah sesuai dengan pasangan konektivitas kabel
  4. Jika lampu yang seharusnya menyala tetapi tidak menyala, berarti kabel yang telah dibuat tersebut salah dan harus diulang lagi pembuatannya yaitu dengan cara membuka konektor tersebut dan mencari kemungkinan mengenai adanya pemasangan antara konektor dengan kabel yang kendor atau mengulangi kembali langkah-langkah pemasangan konektor UTP seperti yang dituliskan pada bagian atas modul ini.

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1.      Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.          Sumber-sumber Perpustakaan     

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.3.          Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan       

  • Identifikasi kebutuhan kabel jaringan yang akan digunakan

 

Judul/Nama Pelatihan        :    Memasang Kabel UTP dan BNC Pada Jaringan

Kode Program Pelatihan    :    TIK.JK02.001.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memasang Kabel UTP dan BNC Pada Jaringan

TIK.JK02.001.01

-Crimping Tools.

- Network Tester

- Tang

- Cutter

 

- Kabel UTP

- Kabel Coaxial

- Konektor RJ-45

- BNC Connector

- Buku informasi tentang panduan memasang kabel UTP dan BNC.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.4.          DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

artikel lainnya Memasang Kabel Utp Dan Bnc Pada Jaringan TIK.JK02.005.01

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Thursday 13 August 2015 | blog

DAFTAR ISIAN KEBUTUHAN WORKSHOP & RANCANGAN ANGGARAN BIAYA Nama Workshop : ILC – (TOEFL/TOEIC Preparation) Koordinator…

Sunday 12 April 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR OPERATOR KOMPUTER       MENGOPERASIKAN PIRANTI…

Thursday 20 June 2013 | blog

Lihat disini ulasan luar biasa tentang facebook. log in di Facebook; datang ke tempat-tempat tertentu tidak…

Sunday 12 July 2015 | blog

MODUL 3 EXCEL 2003 Mengubah Baris menjadi Kolom Anda bisa mengubah baris menjadi kolom (dan kolom…