Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Memasang Harddisk TIK.CS02.008.01

Jul
24
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

MEMASANG HARDDISK

TIK.CS02.008.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I  PENGANTAR   3

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4     Pengertian Istilah-Istilah. 5

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI   7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1   Kode dan Judul Unit 8

2.3.2   Deskripsi Unit 8

2.3.3   Elemen Kompetensi 8

2.3.4   Batasan Variabel 9

2.3.5   Panduan Penilaian. 9

2.3.6   Kompetensi Kunci 10

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN   11

3.1     Strategi Pelatihan. 11

3.2     Metode Pelatihan. 12

 

BAB IV  MATERI UNIT KOMPETENSI   13

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 13

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 13

4.3     Sekilas Tentang Memasang Harddisk. 14

4.4     Mempersiapkan Alat Bantu Dalam Pemasangan Harddisk. 15

4.5     Trend Perkembangan Harddisk. 17

4.6     Mempersiapkan dan Mengkonfigurasi Harddisk. 20

4.7     Membedakan Jenis-Jenis Konektor IDE. 21

4.8     Langkah-Langkah Memasang Harddisk. 22

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI   27

5.1     Sumber Daya Manusia. 27

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 28

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 28

 

DAFTAR PUSTAKA. 29

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

 

1.2.1    Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2    Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3    Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian Istilah-Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. a.    TIK.CS02.008.01 Memasang Harddisk
  2. TIK.CS02.005.01 Memilih Harddisk
  3. c.    TIK.CS03.012.01 Memperbaiki Fisik Harddisk

 

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan:

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara memasang Hardisk yang baik dan benar.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan tingkat kompetensi Anda sesuai dengan tingkat yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.

 

 

  1. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1      Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.008.01

Judul Unit     : Memasang Harddisk

 

 

2.3.2      Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan Pemasangan hardisk dan aspek-aspek yang harus diperhatikan selama proses pemasangan.

 

 

2.3.3      Elemen Kompetensi

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kriteria unjuk kerja (KUK) untuk masing-masing elemen:

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Memperhatikan keselamatan kerja 1.1  Peralatan Bantu kerja diidentifikasi berdasarkan kegunaannya.

1.2  Peralatan Bantu disiapkan sesuai dengan keperluan.

02     Membedakan antara harddisk 2,5” dan 3,5” 2.1  Harddisk diidentifikasi jenis-jenis dan ukurannya.
03     Mempersiapkan harddisk 3.1   Konfigurasi harddisk didefinisikan sesuai dengan keperluan.

3.2  Harddisk disetting sesuai dengan konfigurasi yang telah ditentukan.

04     Memilih slot konektor IDE yang sesuai 4.1   Jenis-jenis konektor yang tersedia pada komputer diidentifikasi sesuai dengan penggunaannya.

4.2  Jenis konektor yang sesuai dengan harddisk yang digunakan diidentifikasi.

05     Memasang kabel konektor harddisk 5.1    Jenis-jenis kabel penghubung Diidentifikasi sesuai dengan penggunaannya.

5.2  Bentuk konektor dan bentuknya serta tanda-tanda pada kabel diidentifikasi.

5.3   Kabel konektor dipasang antara konektor IDE dan harddisk

06     Memasang catu daya hardisk 6.1   Konektor catu-daya komputer diidentifikasi.

6.2  Bentuk konektor dan bentuknya serta tanda-tanda pada kabel diidentifikasi.

6.3   Konektor catu-daya dipasang pada harddisk

 

07     Memeriksa hasil pemasangan 7.1   Konektor sambungan ke harddisk diperiksa untuk memastikan pemasangan dilakukan dengan benar.
08     Memasang harddisk pada casing 8.1   Tempat-tempat yang tersedia pada box komputer diidentifikasi Penggunaan.

8.2  Harddisk dipasang pada box.

09     Mengencangkan card dengan skrup 9.1   Baut penguat harddisk dipasang pada harddisk dan box.

 

 

2.3.4      Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya:

2.1   Berbagai jenis harddisk yang tersedia

2.2   SOP yang berlaku di perusahaan.

2.3         Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan.

2.4  Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini

 

 

2.3.5      Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari:

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2        Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3        Pengamatan

 

 

  1. 2.     Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2     Studi kasus.

 

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lesan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

 

  1. 3.     Aspek penting penilaian

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan: Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.1   Pengoperasian Komputer.

3.2 Pengoperasian Sistem Operasi sesuai dengan Instruction Manual.

3.3   On-site training sesuai dengan software yang akan diinstalasi

 

 

  1. 4.     Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

4.1.1    TIK.CS02.005.01   Memilih Harddisk.

4.1.2    TIK.CS03.012.01   Memperbaiki Fisik Harddisk.

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6      Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2     Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu memperhatikan keselamatan kerja.
  • Siswa mampu membedakan jenis-jenis harddisk.
  • Siswa mampu mempersiapkan hal yang diperlukan dalam pemasangan harddisk.
  • Siswa mampu memilih konektor yang sesuai dengan IDE.
  • Siswa mampu memasang kabel konektor ke harddisk.
  • Siswa mampu memasang catu daya ke harddisk.
  • Siswa mampu memriksa hasil pemasangan.
  • Siswa mampu memasang harddisk pada casing.
  • Siswa mampu mengencangkan baut pada harddisk.

 

 

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat menyiapkan peralatan bantu yang dibutuhkan.
  • Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan jenis harddisk berdasakan tipe.
  • Siswa dapat mengkonfigurasi harddisk sesuai kebutuhan.
  • Siswa dapat mengidentifikasi jenis konektor yang ada pada harddisk.
  • Siswa dapat mengidentifikasi jenis kabel konektor.
  • Siswa dapat mengidentifikasi konektor catu daya.
  • Siswa dapat memasang catu daya listrik.
  • Siswa dapat mengecek konektor-konektor pada harddisk apakah sudah terpasang dengan benar.
  • Siswa dapat mengidentifikasi tempat-tempat pada box casing.
  • Siswa dapat mengencangkan baut pada harddisk di box casing.

 

 

4.3    Sekilas Tentang Memasang Harddisk

Harddisk adalah komponen yang berjenis IDE seperti halnya drive CD/DVD. Kabel data yang digunakan pun sama seperti yang dipakai untuk memasang drive CD/DVD.

 

Harddisk merupakan salah satu media penyimpan data pada komputer yang terdiri dari kumpulan piringan magnetis yang keras dan berputar, serta komponen-komponen elektronik lainnya. Harddisk menggunakan piringan datar yang disebut dengan platter, yang pada kedua sisinya dilapisi dengan suatu material yang dirancang agar bisa menyimpan informasi secara magnetis. Platter-platter tersebut disusun dengan melubangi tengahnya dan disusun pada suatu spindle. Platter berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi yang dikendalikan oleh spindle motor yang terhubung pada spindle. Alat elektromagnetik baca tulis khusus yang bernama head terpasang pada slider dan digunakan untuk menyimpan informasi ke dalam piringan atau membacanya. Slider terpasang di atas arm, yang kesemuanya terhubung secara mekanis pada suatu kumpulan tunggal dan tersambung pada permukaan piringan melalui suatu alat yang disebut dengan actuator. Selain itu ada juga logic board mengatur aktifitas komponen-komponen lain dan berkomunikasi dengan PC.

 

Setiap permukaan pada satu platter bisa menampung sekitar sepuluh milyar bit data yang diorganisasikan pada suatu “potongan” yang lebih besar dengan alasan kemudahan, dan memungkinkan pengaksesan informasi dengan lebih mudah dan cepat. Setiap platter memiliki dua head, satu di atas dan satu lagi di bawah, sehingga harddisk dengan dua platter memiliki empat permukaan dan empat head. Setiap platter menyimpan informasi dalam lingkaran-lingkaran yang disebut dengan track. Kemudian tiap track “dipotong-potong” lagi menjadi beberapa bagian yang disebut dengan sector, yang mana masing-masing sector menampung informasi sebesar 512 bytes.

 

Seluruh harddisk harus dibuat dengan tingkat presisi yang sangat tinggi karena komponen-komponennya berukuran sangat kecil. Bagian terpenting dari harddisk harus ditempatkan pada suatu tempat yang tidak bisa dimasuki udara untuk memastikan tidak ada benda asing yang masuk dan menempel pada permukaan platter yang bisa menyebabkan kerusakan head.

 

 

 

4.4     Mempersiapkan Alat Bantu Dalam Pemasangan Harddisk

Dalam memasang harddisk, kita membutuhkan beberapa alat sebagai berikut:

  1. Obeng

 

 

 

Obeng adalah perllengkapan untuk memutar sekrup yang digunakan sebagai pengencang maupun pengendur berbagai komponen, seperti casing, motherboard dan kartu espansi. Ada banyak jenis obeng yang umum digunakan, namun yang sering digunakan dalam perakitan adalah obeng minus dan plus. Obeng puls atau biasa disebut blimbing berfungsi memutar skrup atau baut yang beralur plus.

 

Obeng minus atau biasa disebut obeng gepeng digunakan untuk memutar skrup yang beralur minus. Bisa juga anda menyiapkan berbagai macam ukuran obeng untuk jaga-jaga apabila ada komponen komputer yang memiliki jenis skrup yang unik dan juga bisa menggunakan mur kecil yang memiliki sifat magnet untuk memudahkan mur atau mouter ketika hendak melepasnya atau memasangnya.

 

  1. Meja

Dalam proses perakitan, sangat penting anda meletakan peralatan dan komponen komputer anda pada tempat yang baik. Jangan meletakan komponen di lantai karena bias terinjak atau hilang tersandung kaki. Sebaiknya anda menggunakan meja yang datar agar komponen-komponenkomputer ataupun peralatan yang terletak di atasnya tidak terjatuh atau menggelinding.

 

Meja yang bersifat isolator agar tidak menyalurkan aliran listrik, untuk menjaga adanya kejutan listrik. Meja dari plastic atau kayu akan cocok. Gunakan meja yang berukuran agak lebar agar casing maupun komponen-komponen tertampung diatasnya. Jika saat merakit ditemani minuman, lebih baik pisahkan tempat minuman anda untuk memperkecil kemungkinan air mengenai elektronik komputer.posisi merakit terbaik adalah dengan berdiri karena lebih ergonomis dan tidak mudah lelah. Tinggi meja seharusnya setinggi pinggul agar tidak terlalu membungkuk.

 

  1. Anti listrik statis

 

 

 

Komponen elektronik komputer sangat sensitive dan bias rusak karena adanya efek electo static discharge (ESD). ESD adalah adanya penyaluran arus listrik secara tiba-tiba antara dua objek yang memiliki energy listrik potensial yang berbeda.

 

Ketika anda membuka komputer atau memegang komponen dengan tangan, ada kemungkinan komponen komputer tersebut rawan terkena efek listrik statis yang bias merusakkan komponen tersebut. Salah satu alat untuk mencegah efek kerusakan listrik statis ke komputer adalah menggunakan wrist strap atau lengkapnya disebut ESD wrist strap. Alat anti listrik statis selain wrist strap juga bias berupa alas anti static. Dengan menggunakan anti static mat, tangan bebas bergerak selama proses perakitan.

 

  1. Wadah

Wadah digunakan untuk mengelompokan barang-barang kecil seperti sekrup, mounter, dan lainya agar tidak tercecer. Wadah juga digunakan untuk melindungi komponen agar tidak kotor atau rusak. Gunakanlah wadah plastic yang transparan untuk meletakan kaberl-kabel maupun komponen komputer yang berjenis kabel. Untuk komponen elektronik yang rentan terhadap listrik statis ESD, bias menggunakan plastic pembungkus anti static. Untuk mur, skrup atau mounter, silakan letakkan pada wadah plastic tertentu agar tidak kesulitan ketika mencarinya kembali.

 

  1. Tang

Tang adalah komponen penjepit yang bias jadi diperlukan dalam proses perakitan komputer. Tang bias membantu anda menjepit dan mencatut komponen-komponen casing yang harus disingkirkan namun tidak bisa disingkirkan secara manual menggunakan obeng atau tangan.

 

  1. Pinset

Pinset adalah komponen yang berguna menjepit atau mengambil komponen-komponen kecil seperti kabel dimotherboard, kepala jumper di harddisk atau drive optic atau motherboard

 

 

 

 

Tanpa pinset bisa dipastikan akan sangat sulit buntuk mengambil kepala jumper dibelakang harddisk atau drive optic karena ukurnanya sangat kecil dan tidak bisa dengan menggunakan tangan kosong saja.

 

 

4.5     Trend Perkembangan Harddisk

Kita dapat membedakan harddisk berdasarkan tipenya, yaitu seperti tabel dibawah ini:

 

Nama Standar

Ketebalan

Kapasitas Penampungan

Platters (Max)

5.25″ FH 146 mm 47 GB 14
5.25″ HH 146 mm 19.3 GB 4
3.5″ 102 mm 1.2 TB 5
2.5″ 69.9 mm 250 GB 3
1.8″ (PCMCIA) 54 mm 100 GB  
1.8″ (ATA-7 LIF) 53.8 mm    

 

Ukuran dari platter adalah hal utama yang menentukan ukuran hard disk secara keseluruhan, yang juga sering disebut dengan form factor. Setiap harddisk diproduksi dengan berbagai jenis form factor yang standar, diantaranya 5.25-inchi, 3.5-inchi, 2.5-inchi, PC Card dan CompactFlash.

 

Jika seseorang membicarakan tentang “harddisk 3.5-inchi”, sesungguhnya itu mengacu pada form factor disk tersebut, dan biasanya form factor diberi nama berdasarkan ukuran dari platter. Tabel berikut menginformasikan tentang ukuran platter yang biasanya digunakan pada hard disk untuk PC.

 

 

Secara logika, dengan memperbesar ukuran platter ukuran harddisk juga akan semakin besar. Namun pada kenyataannya malah sebaliknya, semakin lama ukuran platter malah semakin kecil, tapi kapasitasnya semakin besar. Kira-kira kenapa hal ini bisa terjadi? Berikut ini ada beberapa alasan mengapa ukuran platter bisa semakin kecil:

  • Enhanced Rigidity: Kepadatan suatu platter mengacu pada seberapa keras platter tersebut. Platter yang keras sangat tahan terhadap goncangan dan getaran, dan sangat cocok dipasangkan pada spindle berkecepatan tinggi dan komponen berkecepatan tinggi lainnya. Mengurangi ukuran platter setengahnya akan menghasilkan kerapatan empat kali lipat.

 

  • Manufacturing Ease: Keseragaman dan kerataan suatu platter sangat menentukan kualitasnya. Idealnya platter harus datar (flat) dan konsisten. Platter yang kurang sempurna dalam pembuatannya akan menyebabkan resiko kehilangan data dikarenakan head akan menyentuh permukaan yang tidak rata pada platter tersebut. Dengan platter yang lebih kecil, resiko kegagalan dalam pembuatannya juga bisa diperkecil.

 

  • Mass Reduction: Agar lebih cepat, spindle hard disk ditambah kecepatannya. Platter yang lebih kecil lebih mudah diputar dan membutuhkan motor yang tidak terlalu besar. Dan juga lebih cepat diputar ketika posisi platter sedang berhenti.

 

  • Power Conservation: Daya yang diperlukan suatu PC benar-benar sangat diperhatikan saat ini, terutama pada komputer portabel. Harddisk yang lebih kecil membutuhkan lebih sedikit daya daripada yang besar.

 

  • Noise and Head Reduction: Dengan adanya enhanced regidity, manufacturing ease, mass reduction dan power conservation, menyebabkan ukuran head dan suara bising harddisk menjadi berkurang.

 

  • Improve Seek Performance: Mengurangi ukuran platter berarti mengurangi jarak yang diperlukan actuator untuk menggerakkan head pada setiap sisi ketika melakukan pencarian lokasi secara acak, sehingga meningkatkan seek time serta proses penulisan dan pembacaan secara acak pun menjadi lebih cepat.

 

Harddisk 3.5”                                                 Harddisk 2.5”

 

4.6     Mempersiapkan dan Mengkonfigurasi Harddisk

Jika anda rasa satu harddisk tidak mencukupi, maka anda boleh tambah satu lagi. Jika anda ingin menambah harddisk baru, maka jadikan harddisk baru tersebut sebagai primary slave.

 

Keluarkan harddisk kedua anda. Dengan melakukan  ‘jumper setting’, tetapkan jumper harddisk kedua ini sebagai slave. Masukkannya pada ‘harddisk bay’ yang masih kosong pada ATX casing dan kencangkan bautnya.

Sambungkan soket kosong (yang terletak di tengah kabel IDE primary) pada IDE Connector harddisk kedua tadi. Akhir sekali, ambil kabel soket power supply unit dan sambungkannya pada Power Connector di harddisk kedua ini.

-   harddisk pertama disambungkan pada primary connector pada tetapan master.

-   harddisk kedua disambungkan pada primary connector pada tetapan slave.

 

Maka konfigurasi sambungan pada sistem ini sekarang adalah:

-   harddisk pertama merupakan device primary master

-   harddisk kedua merupakan device primary slave

4.7     Membedakan Jenis-Jenis Konektor IDE

IDE merupakan interface yang digunakan untuk menyambung harddisk dan optical drive (CD-ROM, DVD-ROM, CD writer dan sebagainya). Ini karena hanya harddisk dan optical drive saja yang mempunyai IDE Connector pada device, dan ia disambung pada motherboard yang juga mempunyai IDE Connector dengan menggunakan kabel IDE (lihat gambar di bawah).
Di motherboard, terdapat dua IDE Connector. IDE Connector yang pertama, dinamakan sebagai Primary IDE Connector, atau hanya ‘Primary Connector’. IDE Connector kedua dinamakan sebagai ‘Secondary IDE Connector’, atau hanya ‘Secondary Connector’. Pada harddisk dan CD-ROM terdapat hanya satu IDE connector, dan IDE connector pada device ini (harddisk dan CD-ROM) disambungkan sama ada ke Primary Connector atau Secondary Connector di motherboard dengan menggunakan kabel IDE.

Gambar IDE Connector pada motherboard

Terdapat tiga buah soket yang sama bentuk pada kabel IDE (seperti gambar kabel IDE di atas). Satu soket di ujung kabel (No 1, jaraknya jauh sedikit dibanding dengan soket sebelahnya) akan disambungkan pada IDE Connector di motherboard dan selebihnya disambungkan pada IDE Connector yang terdapat pada device IDE (device IDE = harddisk dan optical drive). Karena terdapat dua soket (tidak termasuk soket  No 1 yang disambungkan pada motherboard) , maka hanya dua device IDE dapat disambungkan pada satu kabel. Soket No 1 pula disambungkan ke IDE Connector yang terdapat pada motherboard. Dengan kata lain, ada tiga soket IDE pada satu kabel. Satu soket untuk disambung pada motherboard. Dua soket masing-masing untuk satu optical drive atau hard disk.

 

Contohnya,
Soket 1 = sambung ke motherboard

Soket 2 = sambung ke CD-ROM

Soket 3 = sambung ke harddisk

Jadi oleh karena ada dua IDE Connector pada motherboard (primary dan slave), maka anda dapat masukkan maksimum empat device IDE ( 2 device satu kabel x 2 kabel IDE) pada satu sistem komputer.

4.8     Langkah-Langkah Memasang Harddisk

Pertama-tama buka bungkus harddisk, lalu lihat dibagian punggung harddisk untuk melihat spesifikasi harddisk tersebut. Di punggung harddisk juga lazim terdapat informasi mengenai konfigurasi jumper dan cara instalasi harddisk tersebut menurut versi pembuatnya.

 

Pastikan lokasi IDE connector pada motherboard, seperti dalam gambar IDE Connector pada motherboard di atas. Pastikan yang satu Primary IDE Connector dan Secondary IDE Connector.

 

Pada satu bagian tepi harddisk, anda akan dapati tiga bagian (lihat gambar di bawah).

Paling kiri adalah IDE Connector , ini disambungkan pada kabel IDE, slot pin di tengah disebut sebagai ‘Drive Mode Select Jumpers’: (atau  ‘jumper pins’). Paling kanan adalah DC Input, atau Power Connector (connector ini akan disambungkan ke power supply unit).

 

IDE Connector: Harddisk (dan optical drive) disambungkan ke motherboard melalui kabel IDE. Drive Mode Select Jumpers atau ‘jumper pins’. Di bagian jumper pins ini terdapat sebuah pin kecil yang bisa dicopot. Pin ini disebut sebagai ‘jumper’.

Gambar menunjukkan jumper yang bisa dicopot

Jika anda lihat pada bagian atas harddisk, anda akan lihat satu keterangan dalam bentuk diagram mengenai ‘jumper setting’ harddisk tersebut. Diagram itu merupakan panduan tentang kedudukan ‘jumper’ pada jumper pins, dan ada Master atau Slave. Anda akan diberitahu apa itu Master dan Slave kemudian. Buat sementara waktu, anda hanya perlu tahu bahwa harddisk (dan juga optical drive) boleh dijadikan sebagai Master atau Slave dengan mengubah jumper yang terdapat padanya.

Saya akan menunjukkan contoh untuk menukarkan jumper mengikuti diagram yang diberi dengan bantuan ketiga-tiga gambar di bawah. Katakan diagram yang terdapat pada harddisk saya adalah seperti gambar kiri di bawah, maka kedudukan jumper pada Slave adalah seperti gambar tengah (yaitu pasangan pin yang keempat dari kiri) dan bagi Master, tiada pin diperlukan seperti gambar kanan.

Kedudukan jumper pada tetapan Slave yaitu pasangan pin keempat dari kiri. Atau tanpa jumper untuk Master.

 

Power Connector: Atau DC Input (‘Direct Current’). Di sinilah tempat elektrik yang diperlukan harddisk (dan juga optical drive) disalurkan. Ia disambungkan ke Power Supply Unit.
Sekarang, untuk mulai memasang hard disk, saya hendak anda memastikan harddisk anda pada konfigurasi  ‘master’. (PERHATIAN: silahkan perhatikan panduan ‘jumper setting’ yang ada pada harddisk anda. Karena setiap harddisk mempunyai ‘jumper setting’-nya sendiri.

 

 

Harddisk anda mungkin mempunyai ‘jumper setting’ yang berlainan dengan apa yang saya gunakan dalam tutorial ini). Setelah menetapkan kedudukan jumper sebagai master, masukkan harddisk pada ‘hard disk bay’ di ATX casing.

Pastikan kedudukan lubang skru pada harddisk sesuai dengan ruang pada ATX casing, seperti gambar kiri di bawah. Kemudian kencangkan baut tersebut pada ruang yang disediakan pada kedua sisi ATX casing.

Pastikan lubang sekrup pada harddisk drive dan ATX casing sesuai sebelum disekrupkan. Keluarkan kabel IDE dari kotak motherboard (Kabel IDE  terdapat dalam kotak motherboard dan dalam kotak optical device). Masukkan soket kabel IDE No 1 seperti gambar di muka sebelum ini ke primary connector pada motherboard.

 

Terakhir, ambil kabel soket power supply unit yang berbentuk seperti gambar di bawah dan sambungkannya pada power connector harddisk.

Pastikan semua sambungan kabel sudah kuat dan kencang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

 

 

 

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memasang Harddisk
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.008.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memasang Harddisk

TIK.CS02.008.01

- Seperangkat PC

-Sebuah Harddisk

- Peralatan bantu dalam merakit PC (obeng kembang & minus, pinset dll)

 

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Website

  • http://searchstorage.techtarget.com/
  • http://en.wikipedia.org/
  • http://www.geeks.netindonesia.net/

 

Testimoni

artikel lainnya Memasang Harddisk TIK.CS02.008.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tuesday 9 December 2014 | blog

Saya disini bicara apa adanya, berbisnis online itu bukannya mudah ya kawan, tetapi mudah bangets ...…

Saturday 10 January 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR OPERATOR KOMPUTER       MENGOPERASIKAN PIRANTI LUNAK…

Tuesday 28 August 2012 | blog

Disini saya tuliskan 1000 Alamat Email Remaja sebagai target market anda, Silahkan di manfaatkan tapi hormati…

Tuesday 13 January 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR OPERATOR KOMPUTER   MENGOPERASIKAN PIRANTI LUNAK PRESENTASE…