Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Advertisement

 

 

 

 

 

MEMASANG DRIVE OPTIK

TIK.CS02.009.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I  PENGANTAR   3

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4     Pengertian Istilah-Istilah. 5

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI   7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1   Kode dan Judul Unit 8

2.3.2   Deskripsi Unit 8

2.3.3   Elemen Kompetensi 8

2.3.4   Batasan Variabel 9

2.3.5   Panduan Penilaian. 9

2.3.6   Kompetensi Kunci 10

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN   11

3.1     Strategi Pelatihan. 11

3.2     Metode Pelatihan. 12

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI 13

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 13

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 13

4.3     Memperhatikan Keselamatan Kerja. 14

4.3.1   Identifikasi Peralatan Bantu Kerja. 14

4.4     Mempersiapkan Drive Optik. 15

4.4.1   Konfigurasi Drive Optik. 15

4.4.2   Setting Drive Optik Sesuai Konfigurasi 16

4.5     Memilih Slot Konektor IDE Yang Sesuai 18

4.5.1   Identifikasi Jenis-Jenis Konektor 18

4.5.2   Setting Harddisk Sesuai Konfigurasi 20

4.6     Memasang Kabel Konektor Drive Optik. 20

4.6.1   Jenis Kabel Penghubung. 20

4.6.2   Identifikasi Bentuk Konektor dan Tanda Pada Kabel 22

4.6.3   Pemasangan Kabel Konektor 23

4.7     Memasang Catu Daya Drive Optik. 24

4.7.1   Identifikasi Konektor Catu Daya Komputer 24

4.7.2   Bentuk Konektor dan Warna Kabel 25

4.7.3   Pemasangan Konektor Catu Daya. 25

4.8     Memeriksa Hasil Pemasangan. 26

4.8.1   Memeriksa Konektor Sambungan Ke Drive Optik. 27

4.9     Memasang Drive Optik Pada Casing. 28

4.9.1   Identifikasi Ruang Yang Tersedia Pada Box Komputer 28

4.9.2   Memasang Drive Optik Pada Box. 29

4.10  Mengencangkan Drive Optik dengan Sekrup. 31

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI   33

5.1     Sumber Daya Manusia. 33

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 34

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 34

 

DAFTAR PUSTAKA. 35

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1      Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2      Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3      Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian Istilah-Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.009.01 Memasang Drive Optik

 

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara memasang drive optik pada komputer.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan tingkat kompetensi Anda sesuai dengan tingkat yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1      Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.009.01

Judul Unit     : Memasang Drive Optik

 

 

2.3.2      Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan Pemasangan drive optik dan aspek-aspek yang harus diperhatikan selama proses pemasangan.

 

 

2.3.3      Elemen Kompetensi

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kriteria unjuk kerja (KUK) untuk masing-masing elemen :

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Memperhatikan keselamatan kerja 1.1  Peralatan Bantu kerja diidentifikasi berdasarkan kegunaannya.

1.2  Peralatan Bantu disiapkan sesuai dengan keperluan.

02     Mempersiapkan drive optik 2.1  Konfigurasi drive optik didefinisikan sesuai dengan keperluan.

2.2  Drive optik disetting sesuai dengan konfigurasi yang telah ditentukan

03     Memilih slot konektor IDE yang sesuai 3.1  Jenis-jenis konektor yang tersedia pada komputer diidentifikasi sesuai dengan penggunaannya.

3.2  HardDisk disetting sesuai dengan konfigurasi yang telah ditentukan.

04     Memasang kabel konektor drive optik 4.1  Jenis-jenis kabel penghubung diidentifikasi sesuai dengan penggunaannya.

4.2  Bentuk konektor dan bentuknya serta tanda-tanda pada kabel diidentifikasi.

4.3  Kabel konektor dipasang antara konektor IDE dan drive optik

05     Memasang catu daya drive optik 5.1  Konektor catu-daya komputer diidentifikasi.

5.2  Bentuk konektor dan warna kabel diidentifikasi penggunaannya.

5.3  Konektor catu-daya dipasang pada drive optic.

06     Memeriksa hasil pemasangan 6.1  Konektor sambungan ke drive optik diperiksa untuk memastikan pemasangan dilakukan dengan benar.
07     Memasang drive optik pada casing 7.1  Tempat-tempat yang tersedia pada box komputer diidentifikasi penggunaannya.

7.2  Drive optik dipasang pada box

08     Mengencangkan drive optik dengan skrup 8.1  Baut penguat harddisk dipasang pada drive optik  dan box.

 

 

2.3.4      Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya:

2.1   Berbagai jenis drive optik yang tersedia

2.2   SOP yang berlaku di perusahaan.

2.3         Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan.

2.4  Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini

 

 

2.3.5      Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2        Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3        Pengamatan

 

 

  1. 2.     Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lesan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

 

  1. 3.     Aspek penting penilaian

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan: Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.1   Pengoperasian Komputer.

3.2 Pengoperasian Sistem Operasi sesuai dengan Instruction Manual.

3.3   On-site training sesuai dengan software yang akan diinstalasi

 

 

  1. 4.     Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

4.1.1                            TIK.CS02.002.01  Merancang Spesifikasi Sesuai Dengan Fungsi dan Kebutuhan Pengguna.

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6      Kompetensi Kunci

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

 

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2     Metode Pelatihan

 

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

 

  • Siswa dapat melakukan pemasangan drive optik dengan baik dan benar.
  • Siswa dapat mengetahui konfigurasi drive optik yang tepat dan benar.

 

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

 

  • Siswa mempersiapkan drive optik yang akan dipasangkan.
  • Siswa dapat mengkonfigurasi drive optik sesuai keperluan.
  • Siswa dapat mengetahui slot konektor IDE yang sesuai.
  • Siswa dapat melakukan pemasangan kabel konektor drive optik.
  • Siswa dapat melakukan pemasangan catu daya drive optik.
  • Siswa dapat melakukan pemasangan drive optik pada casing.

 

 

4.3    Memperhatikan Keselamatan Kerja

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemasangan drive optik agar pemasangan dapat dilakukan dengan baik, benar dan aman. Hal yang benar-benar harus diperhatikan agar terhindar dari kecelakaan yang fatal sebelum melakukan pemasangan drive optik, adalah memastikan bahwa komputer yang akan dipasangkan drive optik tersebut sudah dalam keadaan mati (powered off) dan tidak tersambung dengan stop kontak. Kemudian pastikan bahwa casing dan power supply komputer yang akan dipasangkan drive optik masih LAYAK digunakan.

 

Berikut beberapa hal lain yang harus diperhatikan :

  • Hindarkan terjatuhnya drive optik pada permukaan keras yang dapat menyebabkan kerusakan dan drive optik menjadi tidak berfungsi.
  • Hindarkan drive optik dari temperatur yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Hindarkan drive optik dari lingkungan yang lembab.

Sebelum memasang drive optik, pelajari buku manual, garansi, dan sebagainya.

 

 

4.3.1      Identifikasi Peralatan Bantu Kerja

Beberapa peralatan bantu kerja yang wajib pada pemasangan drive optik, yaitu:

 

  1. obeng plus (+), obeng minus (-), dan beberapa sekrup
  2. 1 unit PC yang terdiri dari:
  3. Casing

Disebut juga box komputer, yang digunakan untuk meletakkan seluruh peripheral komputer.

  1. Motherboard

Disebut juga mainboard yaitu board utama, yang digunakan untuk menghubungkan seluruh peripheral komputer.

  1. Processor

Dengan kata lain disebut juga sebagai otak komputer, karena seluruh proses data dilakukan oleh prosesor.

  1. Memory (RAM)

Memory digunakan untuk mengakses data.

  1. VGA Display Adapter

Display Adapter digunakan untuk menampilkan gambar.

  1. Hard Disk

Sebagai tempat penyimpanan data secara permanen.

  1. Drive optik dan floppy drive

Untuk melakukan akses data, penyimpanan data, dan sebagainya.

  1. Monitor, keyboard, dan mouse yang compatible

Sebagai I/O (Input / Output) devices.

 

 

4.4     Mempersiapkan Drive Optik

Drive Optik merupakan kebutuhan untuk menyimpan data atau membaca data dari disk atau storage eksternal. Terdapat banyak sekali keragaman drive optik di pasaran. Drive optik yang beredar tersebut adalah DVD-ROM, DVD-RW, CD-ROM, dan CD-RW dengan vendor, kecepatan dan tentu saja harga yang berbeda-beda. Untuk memilih drive optik harus diperhatikan kompatibilitasnya dengan sistem operasi, speed dan kualitas. Kecepatan satuan “X” pada drive optik (pada umumnya) sebenarnya mengacu pada kecepatan baca dari CD/DVD tersebut di track terluar (track terluar yang dimaksudkan adalah CD/DVD-nya penuh). Sedangkan kecepatan baca di track terdalamnya jauh lebih lambat. Dengan demikian, semakin tinggi speed drive optik, tentu saja semakin cepat membaca suatu data yang tersimpan dalam disk atau storage eksternal, dan tentu saja semakin tinggi harga suatu drive optik.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 Drive Optik (Tampak Belakang)

 

  1. Digital Output Terminal

Terminal 2-pin ini dapat menghubungkan sound card atau MPEG card yang mendukung Digital Output Terminal dengan drive optik.

 

  1. Sound Output Terminal

Terminal 4-pin ini menghubungkan sound card dengan drive optik.

 

  1. Master/Slave Select Terminal

Digunakan untuk mengkonfigurasi drive optik menjadi Master atau sebagai Slave. (konfigurasi default yaitu meletakkan jumper sesuai no. 3).

 

  1. Interface Terminal

Merupakan terminal I/O yang digunakan untuk menghubungkan 40-pin kabel IDE.

 

  1. Power Terminal

Merupakan terminal catu daya drive optik. (A : +5 V DC ; B : +12 V DC)

 

 

4.4.1      Konfigurasi Drive Optik

Dalam melakukan konfigurasi pada drive optik, dapat dipertimbangkan keperluan drive optik tersebut. Konfigurasi drive optik dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu mengkonfigurasi jumper pada :

  1. MA (MASTER). Drive optik berfungsi pada mode Master (Default configuration). (a)
  2. SL (SLAVE). Drive optik berfungsi pada mode Slave. (b)
  3. CS (CABLE SELECT). Dapat mengatur drive optik dengan menggunakan host interface signal. (c)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2  Konfigurasi Jumper Drive Optik

 

Dalam mengkonfigurasi drive optik ada beberapa hal berikut yang harus diperhatikan dalam konfigurasi drive optik :

  1. Drive optik dan hard drive (Hard Disk) menggunakan 1 buah kabel IDE.
  2. Drive optik dan hard drive (Hard Disk) menggunakan kabel IDE masing-masing (2 buah kabel IDE).
  3. 2 buah drive optik menggunakan 1 buah kabel IDE.

 

 

4.4.2      Setting Drive Optik Sesuai Konfigurasi

Untuk melakukan konfigurasi drive optik yaitu dengan memindahkan jumper pada Master / Slave Terminal. Berikut ada beberapa cara konfigurasi drive optik:

 

  1. Drive optik dan hard drive (Hard Disk) menggunakan 1 buah kabel IDE. Apabila pemasangan drive optik dan hard drive dilakukan pada sebuah kabel IDE (seperti yang diilustrasikan pada Gambar 3), maka harus dilakukan konfigurasi / memindahkan jumper menjadi pada SL (SLAVE).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3 Konfigurasi 1

 

  1. Drive optik dan hard drive (Hard Disk) menggunakan kabel IDE masing-masing (2 buah kabel konektor IDE). Apabila pemasangan drive optik hanya dengan menggunakan kabel IDE yang tidak terhubung dengan drive lainnya (seperti yang diilustrasikan pada Gambar 4), maka harus dilakukan konfigurasi / memindahkan jumper menjadi pada MA (MASTER)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4 Konfigurasi 2

 

 

  1. 2 buah drive optik menggunakan 1 kabel IDE. Apabila pemasangan drive optik dilakukan pada PC yang telah memiliki drive optik (atau melakukan pemasangan 2 buah drive optik) yang hanya dengan menggunakan sebuah kabel IDE (seperti yang diilustrasikan pada Gambar 5), maka harus dilakukan konfigurasi / memindahkan jumper pada drive optik 1 menjadi pada MA (MASTER), dan dilakukan konfigurasi / memindahkan jumper pada drive optik 2 menjadi pada SL (SLAVE).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 5 Konfigurasi 3

 

 

4.5     Memilih Slot Konektor IDE Yang Sesuai

Setelah mengetahui konfigurasi yang dilakukan pada drive optik, kemudian perlu diketahui juga slot konektor IDE yang sesuai dengan drive optik. Slot konektor IDE yang dimaksud adalah slot konektor untuk menghubungkan drive optik dengan motherboard. Slot konektor IDE tersebut terdapat paa motherboard. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai slot konektor IDE yang sesuai terdapat pada 4.5.1 dan 4.5.2.

 

 

4.5.1      Identifikasi Jenis-Jenis Konektor

Berikut beberapa konektor yang tersedia pada komputer untuk dihubungkan dengan drive optik:

 

  1. IDE Connector

Konektor IDE digunakan sebagai penghubung drive dengan motherboard. Drive yang dimaksudkan adalah hard drive dan drive optik. Pada umumnya terdapat 2 slot Konektor IDE pada motherboard, namun telah banyak sekali motherboard yang beredar pada saat ini yang hanya memiliki 1 slot Konektor IDE. Hal tersebut dikarenakan hard drive yang bertipe Paralel (P-ATA) dengan menggunakan kabel IDE untuk dihubungkan ke Konektor IDE tidak lagi sering digunakan oleh masyarakat. Hard drive dengan tipe Serial (S-ATA) lebih sering digunakan oleh masyarakat dengan mempertimbangkan kecepatan akses S-ATA yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan P-ATA.

 

Pada motherboard yang terdapat dua buah Konektor IDE, yang satu berwarna biru dan yang satu lagi berwarna hitam (gambar 6), sedangkan motherboard yang hanya terdapat satu buah Konektor IDE, umumnya adalah berwarna hitam. Pada pembahasan ini, diasumsikan menggunakan motherboard yang mempunyai 2 buah konektor IDE. Konektor IDE warna biru umumnya adalah merupakan Konektor IDE Utama (Primary IDE), sedangkan Konektor IDE warna hitam merupakan Konektor IDE Kedua (Secondary IDE). Konektor IDE terdapat pada motherboard.

 

Gambar 6 Konektor IDE

 

  1. Internal Audio Connectors

Konektor Audio Internal memungkinkan Anda untuk dapat menerima stereo audio input dari sumber suara dari drive optik, TV tuner, dan sebagainya. Konektor ini terdapat pada Sound Card dan motherboard yang memiliki Sound Card On Board.

 

Gambar 7 Internal Audio Connectors Motherboard

Gambar 8 Internal Audio Connectors pada Sound Card

 

  1. Digital Output Connector (Sound Card)

Konektor Digital Output hanya terdapat pada Sound Card yang mendukung Digital Output. Penggunaan Digital Output adalah untuk mendapatkan kualitas suara yang lebih jernih.

 

 

4.5.2      Setting Harddisk Sesuai Konfigurasi

Setelah mengetahui slot Konektor IDE, lakukan pengaturan hard drive (Hard Disk) sesuai dengan konfigurasi yang telah ditentukan (pembahasan 4.4.2). Dalah hal ini, hard drive yang digunakan adalah hard drive bertipe P-ATA dimana hard drive dikonfigurasi pada MA (MASTER) dan dihubungkan dengan kabel IDE pada slot Konektor IDE Utama (Primary IDE_1)

 

 

4.6     Memasang Kabel Konektor Drive Optik

Untuk melakukan pemasangan kabel konektor pada drive optik dan pada konektor, perlu sekali mengetahui konektor-konektor yang berhubungan dengan pemasangan drive optik. Langkah selanjutnya adalah mengetahui kabel-kabel konektor yang digunakan untuk dihubungkan dengan konektor-konektor agar drive optik dapat berfungsi dengan baik dan benar.

 

 

4.6.1      Jenis Kabel Penghubung

  1. 2-pin Digital Cable

 

 

 

 

Gambar 9 2-pin Digital Cable

 

 

 

 

  1. 4-pin Audio Cable

 

 

 

 

Gambar 10 4-pin Audio Cable

 

  1. IDE Cable

Pada kabel IDE mempunyai 3 buah slot yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, yaitu untuk device Master, device Slave, dan untuk dihubungkan. Pada saat pembelian motherboard, umumnya telah disertakan Konektor IDE (a) untuk digunakan pada hard drive yang disambungkan pada motherboard (untuk mengidentifikasi bahwa biru adalah konektor IDE hard drive). Sedangkan untuk Konektor IDE (b) disertakan pada pembelian drive optik. Tidak ada perbedaan signifikan pada Konektor IDE (a) dan (b), yang membedakan hanyalah warna pada slot Konektor IDE tersebut.

 

Gambar 11 IDE Cable

 

 

  1. Power Cable

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 12 Power Cable

 

 

 

 

 

4.6.2      Identifikasi Bentuk Konektor dan Tanda Pada Kabel

Dalam melakukan pemasangan kabel penghubung ke konektor, perlu sekali mengidentifikasi dan mengenali bentuk-bentuk kabel penghubung dan bentuk konektor yang akan dipasangkan agar terhindar dari pemasangan yang salah. Perhatikan tanda-tanda yang harus diperhatikan (diberikan lingakaran bulat berwarna biru) pada masing-masing kabel dan konektor tersebut.

 

  1. 2-pin Digital Cable dan Connectors

 

 

 

 

 

 

Gambar 13 2-pin Digital Cable (a) Connectors (b)

 

  1. 4-pin Audio Cable dan Connectors

 

 

 

 

 

Gambar 14 4-pin Audio Cable (a) Connectors (b)

 

  1. IDE Cable dan Connectors

 

 

 

 

 

Gambar 15 IDE Cable (a) Connectors (b)

 

  1. Power Cable dan Connectors

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 16 Power Cable dan Connectors

 

 

4.6.3      Pemasangan Kabel Konektor

Perhatian: Sebelum melakukan pemasangan, diingatkan bahwa agar komputer dalam keadaan mati (turned off) dan komputer tidak terhubung dengan stop kontak manapun. Pemasangan kabel IDE, seperti yang telah diketahui sebelumnya, setiap kabel penghubung dan konektor-konektor mempunyai bentuk dan tanda-tanda tertentu. Tanpa memperhatikan bentuk dan tanda-tanda tersebut, akan menyebabkan pemasangan yang salah yang dapat mengakibatkan kerusakan pin-pin pada konektor ataupun kabel penghubung.

 

Persiapan:

  • Motherboard
  • Drive optik, dan
  • Kabel konektor IDE.

 

Pemasangan:

  1. Perhatikan bentuk pada kabel penghubung, dan bentuk konektor pada drive optik (bulatan biru).

 

  1. Bentuk pada kabel penghubung dan bentuk konektor pada drive optik disesuaikan.

Pasangkan Kabel konektor IDE pada drive optik dengan menekan kedua sisi kabel IDE. (Gambar 17)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 17 Pemasangan kabel  IDE  pada drive optik

 

  1. Perhatikan bentuk pada kabel penghubung, dan bentuk konektor pada Motherboard (bulatan biru).

 

  1. Bentuk pada kabel konektor dan bentuk konektor pada Motherboard disesuaikan.

 

  1. Pasangkan kabel konektor IDE pada konektor pada Motherboard dengan menekan kedua sisi kabel IDE. (Gambar 18)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 18 Pemasangan kabel IDE pada Motherboard

 

  1. Pastikan kabel konektor IDE terpasang dengan benar pada Motherboard dan pada drive optik.

 

 

4.7     Memasang Catu Daya Drive Optik

Pemasangan catu daya pada drive optik adalah agar drive optik dapat beroperasi. Catu daya tersebut berasal dari power supply (sumber catu daya) yang biasanya sudah termasuk dalam pembelian casing komputer. Power supply yang umum digunakan adalah sebesar 350 Watt, penggunaan power supply disesuaikan dengan keperluan, beberapa user membutuhkan power supply yang lebih dari 350 Watt untuk mendukung suatu unit PC yang disesuaikan dengan banyaknya fan (kipas), hard drive, drive optik, dan sebagainya. Pemasangan catu daya pada drive optik sangat diperlukan, karena tanpa catu daya, drive optik tidak akan beroperasi, pemasangan catu daya yang tidak sesuai juga dapat mempengaruhi umur dari drive optik tersebut, sehingga hal tersebut harus diperhatikan.

 

 

4.7.1      Identifikasi Konektor Catu Daya Komputer

Konektor catu daya drive optik harus diidentifikasi bentuk dan tanda-tandanya. Konektor catu daya pada drive optik adalah male plug (colokan laki-laki) dan umumnya terletak paling kanan apabila dilihat dari belakang drive optik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

  Gambar 19 Konektor male plug pada drive optik

 

 

4.7.2      Bentuk Konektor dan Warna Kabel

Pemasangan catu daya harus memperhatikan bentuk konektor catudaya pada drive optik, dimana pada kedua sisi atas konektor tersebut mempunyai bentuk seperti yang terlihat pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

Gambar 20 Bentuk konektor catu daya  pada drive optik

 

Kabel catu daya (kabel power) yang digunakan adalah kabel catu daya yang berasal dari power supply. Kabel catu daya ini mempunyai 4 buah kabel yaitu masing-masing kabel merah, kabel hitam, kabel hitam dan kabel kuning. Kabel merah adalah kabel plus +12V, kabel hitam adalah kabel ground, dan kabel kuning adalah kabel plus +5V. Untuk lebih jelasnya perhatikan bentuk konektor dan kabel catu daya (sebelah kiri) dan identifikasi warna kabel (sebelah kanan) pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 21      Bentuk konektor dan bentuk kabel catu daya (kiri) dan identifikasi kabel catu daya (kanan)

 

 

4.7.3      Pemasangan Konektor Catu Daya

Perhatian: Sebelum melakukan pemasangan, diingatkan bahwa agar komputer dalam keadaan mati (turned off) dan komputer tidak terhubung dengan stop kontak manapun. Pemasangan kabel catu daya (kabel power) seperti yang telah diketahui sebelumnya, setiap kabel penghubung dan konektor-konektor mempunyai bentuk dan tanda-tanda tertentu. Tanpa memperhatikan bentuk dan tanda-tanda tersebut, akan menyebabkan pemasangan yang salah yang dapat mengakibatkan kerusakan pin-pin pada konektor ataupun kabel penghubung.

 

Persiapan:

  • Power supply
  • Drive optik, dan
  • Kabel catu daya (dari power supply)

 

Pemasangan:

  1. Perhatikan bentuk pada kabel catu daya, dan bentuk konektor catu daya pada drive optik (bulatan biru).

 

  1. Bentuk pada kabel catu daya dan bentuk konektor catu daya pada drive optik disesuaikan.

 

  1. Pasangkan kabel catu daya pada drive optik dengan menekan kedua sisi kabel catu daya. (Gambar 22)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 22 Pemasangan kabel catu daya pada drive optik

 

  1. Pastikan kabel catu daya terpasang dengan benar pada drive optik.

 

 

4.8     Memeriksa Hasil Pemasangan

Setelah pemasangan dilakukan dengan benar, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memeriksa hasil pemasangan. Walaupun langkah terakhir pada pemasangan kabel IDE pada drive optik dan pemasangan kabel catu daya pada drive optik adalah memperhatikan kabel IDE ataupun kabel catu daya telah terpasang dengan benar, namun pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan terakhir sebelum PC dihubungkan dengan stop kontak dan kemudian dioperasikan.

 

Pemeriksaan ini sangat diperlukan, karena selain untuk memastikan drive optik mendapat aliran listrik, juga agar dapat mengoperasikan drive optik tersebut, sehingga drive optik dapat melakukan pembacaan data, atau penulisan data pada disk.

 

 

4.8.1      Memeriksa Konektor Sambungan Ke Drive Optik

Pemeriksaan yang dilakukan adalah pada kabel penghubung yang dipasang pada drive optik. Berikut beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan:

  • Memastikan kabel IDE terpasang dengan benar yaitu sesuai dengan bentuk atau tandanya. (bukan terpasang karena dilakukan pemaksaan yang tidak sesuai dengan bentuk kabel IDE dengan konektor yang menyebabkan kerusakan pada pin konektor, ataupun kerusakan pada kabel IDE).

 

  • Memastikan kabel IDE yang terpasang tidak miring (biasanya pemasangan tersebut kurang tertancap, seperti satu sisi belum tertancap dengan benar).

 

  • Memastikan kabel IDE yang terpasang pada konfigurasi yang benar (yaitu ujung pada sisi yang lebih pendek untuk MA (Master), yang tengah untuk SL (Slave) dan ujung pada sisi yang lebih panjang untuk dihubungkan ke konektor Motherboard).

 

  • Memastikan kabel catu daya terpasang dengan benar (kabel catu daya yang langsung berasal dari power supply, seandainya kabel catu daya adalah sambungan dari kabel catu daya yang lain, pastikan bahwa kabel catu daya yang lain tersebut terhubung dengan power supply, misalnya power supplyfandrive optik).

Pemasangan yang telah dilakukan dengan benar dapat diilustrasikan pada gambar berikut.

 

Gambar 23  Pemeriksaan pemasangan kabel penghubung drive optik

 

4.9    Memasang Drive Optik Pada Casing

Selain mengetahui kabel penghubung pada pemasangan drive optik, harus juga mengetahui pemasangan drive optik pada ruang yang akan digunakan pada casing. Memasang drive optik pada casing disarankan harus dilakukan, karena dengan demikian drive optik yang terpasang pada casing akan mudah digunakan oleh user. Tanpa memasang drive optik pada casing, drive optik tetap dapat beroperasi apabila seluruh pemasangan kabel konektor telah benar.

 

Namun ada beberapa kerugian yang akan ditimbulkan apabila tidak memasang drive optik pada casing, yaitu kesulitan user untuk mengoperasikan atau menggunakan drive optik, meningkatnya tingkat kerusakan pada drive optik dari terjatuh dan panas, adanya kemungkinan terlepasnya kabel konektor yang telah terpasang, dan lain sebagainya.

 

 

4.9.1      Identifikasi Ruang Yang Tersedia Pada Box Komputer

Langkah selanjutnya mengidentifikasi tempat yang tersedia pada casing untuk meletakkan atau memasang drive optik. Ukuran drive optik adalah sebesar 5,25 inci, dengan demikian drive optik harus dipasangkan pada tempat pada casing yang sebesar kurang lebih 5,25 inci. Umumnya pada casing yang beredar saat ini menyediakan 2-4 ruang dengan ukuran sekitar 5,25 inci tergantung dari casing yang dipilih.

Gambar 24 Ruang 5,25 inci untuk pemasangan drive optik

 

Terdapat dua jenis casing, yaitu casing jenis desktop dan casing jenis tower. Umumnya casing yang digunakan saat ini adalah casing jenis tower. Casing disebut juga sebagai box komputer yang digunakan untuk menyimpan piranti keras (hardware) komputer agar komputer dapat  digunakan, dan piranti keras komputer diatur dengan rapi dan terawat dengan baik. Pada casing jenis tower, ruang yang berukuran 5,25 inci untuk menempatkan piranti keras komputer ini terdapat pada bagian atas depan, pada umumnya tiap ruang tersebut mempunyai penutup yang mengidentifikasikan satu tempat 5,25 inci. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar.

 

Gambar 25 Penutup identifikasi ruang 5,25 inci pada casing depan

 

 

4.9.2      Memasang Drive Optik Pada Box

Perhatian: Sebelum melakukan pemasangan, diingatkan bahwa agar komputer dalam keadaan mati (turned off) dan komputer tidak terhubung dengan stop kontak manapun. Pemasangan drive optik pada casing harus dilakukan dengan benar. Pemasangan yang salah akan mengakibatkan kerusakan pada drive optik secara fisik, drive optik tidak masuk pada casing, dan sebagainya.

 

Persiapan:

  • Casing
  • Drive optik

 

Pemasangan:

  1. Perhatikan dan tentukan ruang yang akan digunakan untuk memasangkan drive optik.

 

  1. Lepaskan penutup identifikasi ruang 5,25 inci pada ruang yang telah ditentukan. (Gambar 26)

 

Gambar 26 Melepas penutup identifikasi ruang 5,25 inci pada casing depan

 

  1. Pasangkan drive optik dari casing depan (bukan dari dalam casing) pada ruang yang telah ditentukan setelah melepaskan penutup identifikasi ruang 5,25 inci (Gambar 27)

 

Gambar 27 Pemasangan drive optik melalui casing depan

 

 

  1. Memastikan drive optik telah terpasang dengan benar. (Gambar 28)

 

Gambar 28 Memastikan drive optik terpasang dengan benar

 

 

4.10 Mengencangkan Drive Optik Pada Casing

Setelah melakukan pemasangan drive optik pada casing, maka untuk melengkapi pemasangan yang telah dilakukan adalah dengan mengencangkan drive optik pada casing dengan menggunakan sekrup. Pada umumnya sekrup yang digunakan adalah sekrup berbentuk plus (+) dengan ukuran berdiameter 2 mm dan panjang 5 mm. Sekrup tersebut pada umumnya disertakan pada saat pembelian casing maupun pembelian drive optik.

 

Mengencangkan drive optik adalah agar drive optik tidak bergerak pada saat beroperasi. Tanpa mengencangkan drive optik akan mengakibatkan drive optik terjatuh, drive optik tidak dapat berfungsi atau tidak beroperasi secara maksimal yang disebabkan oleh bergeraknya drive optik pada saat beroperasi, dan sebagainya.

 

Perhatian: Sebelum melakukan pemasangan, diingatkan agar komputer dalam keadaan mati (turned off) dan komputer tidak terhubung dengan stop kontak manapun.

 

Pemasangan sekrup (batut penguat) harus memperhatikan bentuk dan ukuran sekrup tersebut. Dengan menggunakan sekrup yang tidak sesuai akan mengakibatkan kerusakan lubang sekrup pada drive optik. Selain itu juga prosedur yang salah pada pemasangan sekrup juga dapat mengakibatkan drive optik tidak dapat berfungsi atau tidak beroperasi dengan baik.

 

Persiapan:

  • Obeng plus dan Sekrup.

 

Pemasangan:

  1. Perhatikan sekrup yang akan digunakan sebelum melakukan pemasangan.
  2. Pasangkan sekrup (untuk mengencangkan bagian dalam casing dan drive optik).
  3. Kencangkan sekrup dengan menggunakan obeng plus (+). (Gambar 29)

 

Gambar 29 Pemasangan kabel catu daya pada drive optik

 

  1. Ulangi langkah 2 dan 3 hingga semua sekrup terpasang pada lubang sekrup pada drive optik.

Perhatian! Cukup kencangkan sekrup dengan kondisi sekrup telah terpasang dengan baik. Jangan mengencangkan lagi sekrup yang telah terpasang dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

 

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

 

 

 

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Memasang Drive Optik
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.009.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Memasang Drive Optik

TIK.CS02.009.01

- Motherboard

- Memory (RAM)

- Hard disk

- Sound card

- Drive optik

- Keyboard, mouse, dan monitor

- Casing komputer

- Obeng plus (+), obeng minus (-), dan sekrup

 

- CD driver dari drive optik

- Buku informasi atau manual tentang cara pemasangan dan pengoperasian drive optik.

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Tutang dan Prana, A.A. (1997). Merakit Komputer Sendiri. PT. Cipta Adi Pustaka, Bogor.

 

Samsung Optical Drive Manual Book

 

 

Website

Anonim, (2007), Modul Interaktif,

          http://nixel.us.to/~antix/artikel/e-learning/merakit/

 

Anonim, (2007), HarrySufehmi.com – My Writings, http://www.harrysufehmi.com/phpwiki/index.php/MyWritings

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK