Menu

Melakukan Upgrade Hardware TIK.CS02.036.01

Aug
13
2015
by : 2. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

MELAKUKAN UPGRADE HARDWARE

TIK.CS02.036.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI. 2

 

BAB I. PENGANTAR. 4

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2 Penjelasan Modul 5

1.2.1 Desain Modul 5

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 6

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 7

1.4 Pengertian Istilah-istilah. 7

 

BAB II. STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar 9

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 9

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 10

2.3.4 Batasan Variabel 12

2.3.5 Panduan Penilaian. 13

2.3.6 Kompetensi Kunci 14

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 16

3.1 Strategi Pelatihan. 16

3.2 Metode Pelatihan. 17

 

BAB IV. MATERI UNIT KOMPETENSI. 18

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 18

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 18

4.3 Mengindetifikasi Hardware yang Bisa Di-Upgrade. 19

4.3.1 Identifikasi dan catat semua komponen yang mungkin di-upgrade. 19

4.3.2 Identifikasi dan catat alternatif – alternatif upgrade komponen yang ada di pasaran  21

4.3.3 Pemeriksaan status/log sheet/history komponen yang telah di-upgrade sebelumnya (jika ada) 21

4.4 Meng-upgrade Prosesor 22

4.4.1 Alasan-alasan upgrading prosesor baik dari aspek kinerja teknis mau pun aspek ekonomis dapat diidentifikasi 22

4.4.2 Jenis socket atau slot prosesor di motherboard diidentifikasi 23

4.4.3 Jenis heatsink yang sesuai dengan jenis prosesor diidentifikasi 23

4.4.4 Alternatif jenis prosesor yang bisa dipakai untuk di-upgrade ditentukan sesuai dengan jenis socket-nya. 24

4.4.5 Prosesor yang di-upgrade dipasang dengan benar 24

4.4.6 Heatsink dapat dipasang dengan benar dan optimum, baik dengan menggunakan fan dengan arah pendinginan yang tepat dan pemakaian bahan interface thermal yang ditempatkan di antara prosesor dan   heatsink. 27

4.4.7 Dokumentasi upgrading Prosesor dapat dilakukan dengan baik. 29

4.5 Meng-upgrade BIOS. 29

4.5.1 Alasan-alasan upgrading BIOS dapat diidentifikasi dengan baik. 29

4.5.2 Jenis ROM BIOS yang sesuai dengan motherboard dan prosesor terpasang dapat diidentifikasikan. 30

4.5.3 Alat bantu pemasangan ROM BIOS dapat diidentifikasikan. 31

4.5.4 Utility untuk memeriksa kompatibilitas dengan fitur-fitur BIOS terkenal diidentifikasi 31

4.5.5 Lokasi download BIOS yang sudah di-update dari manufaktur motherboard dapat diidentifikasi 32

4.5.6 Cara me-load program BIOS sesuai jenis flash ROM-nya diidentifikasi 32

4.5.7 Setting BIOS sesuai dengan konfigurasi hardware-nya dapat dilakukan baik secara otomatis mau pun manual 33

4.5.8 Dokumentasi upgrade BIOS dapat dilakukan dengan rapi 33

4.6 Meng-upgrade RAM. 33

4.6.1 Alasan teknis dan ekonomis upgrading RAM dapat dijelaskan. 33

4.6.2 Jenis socket RAM yang ada di motherboard dapat diidentifikasi 34

4.6.3 Maksimum memori yang bisa dipasang diidentifikasi 34

4.6.4 Kesesuaian troughput bus memori dan bus prosesor (yang ditentukan oleh bus width dan bus speed) dapat diindentifikasi 34

4.6.5 Alat untuk mengganti RAM diidentifikasi 35

4.6.6 Pemasangan RAM dapat menghindari terjadinya listrik statis 35

4.6.7 Modul memori dapat didudukkan dengan tepat 36

4.6.8 Setting konfigurasi memori dapat disesuaikan dengan setup BIOS. 37

4.6.9 Dokumentasi upgrade RAM dapat dilakukan dengan rapi 37

4.7 Meng-upgrade Motherboard. 37

4.7.1 Alasan-alasan upgrading motherboard baik dari aspek kinerja teknis mau pun aspek ekonomis dapat diidentifikasi 38

4.7.2 Jenis motherboard, yang kompatibel dengan form factor motherboard sebelumnya dan sesuai dengan chasing yang ada diidentifikasi 38

4.7.3 Alat-alat untuk upgrade motherboard diidentifikasi 39

4.7.4 Semua periferal yang ada dapat dipasang dengan baik. 39

4.7.5 Fungsi sistem komputer dapat yang berfungsi dengan baik dapat ditunjukkan  41

4.7.6 Konflik resources (misalnya soundcard, modem, card jaringan, alat bantu video, adapter SCSI)  dapat diidentifikasi dan diselesaikan. 41

4.7.7 Dokumentasi upgrade motherboard dapat dilakukan dengan rapi 42

 

BAB V. SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI . 43

5.1 Sumber Daya Manusia. 43

5.2 Literatur 44

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan. 44

 

DAFTAR PUSTAKA. 45

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain:

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Standar Kompetensi

 

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.011.01     Memasang Memory
  2. TIK.CS02.012.01     Memasang Prosesor

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari upgrade hardware yang meliputi mengidentifikasi komponen hardware yang bisa di-upgrade, meng-upgrade Prosesor, meng-upgrade BIOS, meng-upgrade RAM, meng-upgrade Motherboard.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan pengelolaan, pemeliharaan dan perancangan Website.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.036.01

Judul Unit     : Melakukan Upgrade Hardware

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan melakukan upgrade hardware meliputi mengidentifikasi komponen hardware yang bisa di-upgrade, meng-upgrade Prosesor, meng-upgrade BIOS, meng-upgrade RAM, meng-upgrade Motherboard.

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01 Mengidentifikasi komponen hardware yang bisa di-upgrade 1.1     Identifikasi dan catat semua komponen yang mungkin di-upgrade

 

1.2     Identifikasi dan catat alternatif-alternatif upgrade komponen yang ada di pasaran

 

1.3     Pemeriksaan status/log sheet/history komponen yang telah di-upgrade sebelumnya (jika ada)

 

 

02 Meng-upgrade Prosesor 2.1  Alasan-alasan upgrading prosesor baik dari aspek kinerja teknis maupun aspek ekonomis dapat diidentifikasi

 

2.2  Jenis socket atau slot prosesor di motherboard diidentifikasi

 

2.3  Jenis heatsink yang sesuai dengan jenis prosesor diidentifikasi

 

2.4  Alternatif jenis prosesor yang bisa dipakai untuk di-upgrade ditentukan sesuai dengan jenis socket-nya

 

2.5  Prosesor yang di-upgrade dipasang dengan benar

 

2.6  Heatsink dapat dipasang dengan benar dan optimum, baik dengan menggunakan fan dengan arah pendinginan yang tepat dan pemakaian bahan interface thermal yang ditempatkan di antara prosesor dan heatsink

 

2.7  Dokumentasi upgrading Prosesor dapat dilakukan dengan baik

 

03 Meng-upgrade BIOS
3.1  Alasan-alasan upgrading BIOS dapat diidentifikasi dengan baik

 

3.2  Jenis ROM BIOS yang sesuai dengan motherboard dan prosesor terpasang dapat diidentifikasikan

 

3.3  Alat bantu pemasangan ROM BIOS dapat diidentifikasikan

 

3.4  Utility untuk memeriksa kompatibilitas dengan fitur-fitur BIOS terkenal diidentifikasi

 

3.5  Lokasi download BIOS yang sudah di-update dari manufaktur motherboard dapat diidentifikasi

 

3.6  Cara me-load program BIOS sesuai jenis flash ROM-nya diidentifikasi

 

3.7  Setting BIOS sesuai dengan konfigurasi hardware-nya dapat dilakukan baik secara otomatis mau pun manual

 

3.8  Dokumentasi upgrade BIOS dapat dilakukan dengan rapi

 

04 Meng-upgrade RAM 4.1 Alasan teknis dan ekonomis upgrading RAM dapat dijelaskan

4.2  Jenis socket RAM yang ada di motherboard dapat diidentifikasi

4.3  Maksimum memori yang bisa dipasang diidentifikasi

4.4  Kesesuaian troughput bus memori dan bus prosesor (yang ditentukan oleh bus width dan bus speed) dapat diindentifikasi

4.5  Alat untuk mengganti RAM diidentifikasi

4.6  Pemasangan RAM dapat menghindari terjadinya listrik statis

4.7  Modul memori dapat didudukkan dengan tepat

4.8  Setting konfigurasi memori dapat disesuaikan dengan setup BIOS

4.9  Dokumentasi upgrade RAM dapat dilakukan dengan rapi

 

05 Meng-upgrade Motherboard 5.1 Alasan-alasan upgrading motherboard baik dari aspek kinerja teknis mau pun aspek ekonomis dapat diidentifikasi

 

5.2 Jenis motherboard, yang kompatibel dengan form factor motherboard sebelumnya dan sesuai dengan chasing yang ada diidentifikasi

 

5.3  Alat-alat untuk upgrade motherboard diidentifikasi

 

5.4  Semua periferal yang ada dapat dipasang dengan baik

 

5.5  Fungsi sistem komputer dapat yang berfungsi dengan baik dapat ditunjukkan

 

5.6  Konflik resources (misalnya soundcard, modem, card jaringan, alat bantu video, adapter SCSI)  dapat diidentifikasi dan diselesaikan

 

5.7  Dokumentasi upgrade motherboard dapat dilakukan dengan rapi

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi

 

2. Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1           Jenis komputer dan spesifikasi komputer

2.2  Perangkat peripheral komputer

2.3            Jumlah atau besar sistem

2.4  Beban kerja tiap perangkat

2.5  OS yang digunakan

2.6  Tools yang digunakan

 

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1  Waktu pelaksanaan

3.2  Peralatan

3.3  Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan

3.4  Penyediaan barang yang dapat dikonsumsi

 

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1  Kesulitan teknis

4.2  Pertimbangan hubungan industri

4.3  Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian

4.4  Hal-hal lain yang terkait dengan sektor

 

  1. Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer

5.2     Teknisi Perawatan Komputer

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer

2.3.5 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari:

1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut ini:

1.1            Pengetahuan dasar

1.1.1      Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan  tertulis

1.1.2      Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi  informasi

1.1.3      Manajemen proyek

 

1.2            Keterampilan dasar

1.2.1      Kemampuan  menyeluruh sektor industri

1.2.2      Kemampuan menangani  dokumen secara akurat

1.2.3      Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

 

2.  Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1         Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali  untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2         Studi kasus

2.3         Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja

2.4         Menanyakan secara lisan/interview

2.5         Proyek/laporan/buku catatan kemajuan

2.6         Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya

2.7         Bukti penilaian

 

 

  1. 3.   Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai.

Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel, yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih.

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1     Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan

3.2     Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit ini di dukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang lain.

4.1.1           TIK.CS02.011.01   Memasang Memory

4.1.2  TIK.CS02.012.01   Memasang Prosesor

 

4.2  Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut

 

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

 NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

BAB III

Strategi dan Metode Pelatihan

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan cara melakukan upgrade hardware
  • Siswa dapat memahami penjelasan alasan-alasan di balik upgrading hardware

 

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan upgrade prosesor
  • Siswa dapat menggolongkan jenis socket prosesor motherboard
  • Siswa dapat menjelaskan cara melakukan upgrade BIOS
  • Siswa dapat menjelaskan cara melakukan upgrade RAM
  • Siswa dapat mengerti tata cara melakukan dokumentasi upgrade hardware
  • Siswa dapat menjelaskan cara melakukan upgrade motherboard
  • Siswa dapat menjelaskan alat-alat untuk melakukan upgrade
  • Siswa mengerti apa yang dimaksud setting konfigurasi
  • Siswa mengerti penerapan alternative upgrade komponen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Mengindetifikasi Hardware yang Bisa Di-Upgrade

Sebelum melakukan upgrade pada komputer yang kita gunakan ada baiknya kita mendata terlebih dahulu apa saja yang ada dalam komputer yang kita gunakan. Hal-hal yang harus di data adalah:

  1. Processor
  2. Memory (RAM)
  3. Motherboard
  4. Hardisk
  5. VGA card, dan komponen lainnya

 

Pendataan pada komponen komputer sebelum melakukan upgrade mempermudah proses upgrade komputer.

 

4.3.1 Identifikasi dan catat semua komponen yang mungkin di-upgrade

Identifikasi semua item yang ada dalam satu unit komputer kedalam satu tabel yang dapat mempermudah untuk penggantiannya seperti:

Prosesor Pentium 4 HT 2.0 Ghz FSB 800Mhz socket 478
Memory 2 unit 512 MB pc 2100 DDR
Motherboard Intel Desktop Boards D845EPT2
VGA Onboard
Sound card Onboard
Harddisk 40 GB ATA 100 IDE Seagate IV
Power supply 300watt

 

Dari tabel yang ada diatas ini mempermudah untuk indentifikasi hal hal yang perlu diganti atau ditambahkan.

 

 

Dari tabel diatas hal yang mungkin diupgrade harus dilihat sama halnya pada vga card. Contohnya:

  1. Prosesor

Untuk mengupgrade prosesor pastikan slotnya terlebih dahulu lalu  apakah dengan slot yang ada pada motherboard tersebut memungkinkan untuk mendapatkan prosesor yang lebih cepat dari yang kita gunakan. Misalnya sekarang ini mengunakan kecepatan 2.0Ghz apabila ada dipasaran sengan socket yang sama dan kecepatan mencapai lebih cepat dari yang kita gunakan maka prosesor dapat kita upgrade

 

  1. Memory

Untuk meng-upgradenya kita harus lihat jumlah slot yang disediakan karena apa bila jumlah slot yang disediakan telah penuh terpakai maka kita harus membuang salah satu untuk memperbesar jumlah memorynya. Dan harus diingat kita juga harus mengetahui kapasitas maksimum kemampuan motherboard tersebut menampung

 

  1. Motherboard

Biasanya ini disarankan untuk paling akhir dalam mengupgrade komputer karena dengan mengupgrade motherboard bisa terjadi kita mengupgrade hampir semua item dalam komputer

 

  1. VGA

Biasanya vga sangat dibutuhkan untuk para pengguna komputer untuk desain atau gamer. Vga yang menggunakan chip yang lebih baik memiliki tampilan gambar yang lebih halus dan pemrosesan gambar yang lebih cepat

 

  1. Hardisk

biasanya pengupgradean harddisk dilakukan apa bila kapasitas harddisk yang digunakan sudah hampir penuh. Dan untuk harddisk juga tetap bisa menggunakan yang lama sehingga hanya perlu penambahan apabila masih ada tempat pada slot ide nya yang biasanya hanya tersedia 4 tempat

 

  1. Power Supply

untuk power suplly ini biasanya akan dilakukan upgrade menajadi 500watt atau lebih tergantung penggunaan seperti banyak alat tambahan seperti cd-rw, harddisk, dvd-rom dst. Dengan alat tambahan yang banyak maka biasanya power supply harus di upgrade

 

Selain itu banyak hal lain yang bisa diupgrade seperti halnya penambahan LAN card atau penambahan WIFI atau penambahan SCSI banyak hal lain yang bisa saja ditambahkan atau di upgrade dan semua ini harus berdasarkan kebutuhan

 

 

4.3.2 Identifikasi dan catat alternatif – alternatif upgrade komponen yang ada di pasaran

Upgrade pada komponen lain kita harus melihat sesuai dengan kebutuhan karena sesuai dengan perkemabang komputer saat ini banyak sekali komponen yang ada dipasaran dengan bebagai merek.

 

Oleh karena itu untuk mengupgrade komputer harus diperhatikan merek juga. Karena merek juga mendukung kompabilitas suatu hardware.

 

 

4.3.3  Pemeriksaan status/log sheet/history komponen yang telah di-upgrade sebelumnya (jika ada)

Setiap penambahan item baik penggantian item harus di sertakan dalam tabel komputer sehingga mempermudah dalam dokumentasi, dan apabila mau melakukan upgrade kembali pada komputer yang digunakan seperti tabel di bawah ini:

 

   

UPGRADE

Prosesor Pentium 4 HT 2.0 Ghz FSB 800Mhz socket 478 Pentium D 2.3 GHz FSB 800Mhz L2cahce 2MB socket 478
Memory 2 unit 512 MB pc 2100 DDR

-

Motherboard Intel Desktop Boards D845EPT2

-

VGA Onboard Nvidia 5500 mx 128 DDR AGP
Sound card Onboard  
Harddisk 40 GB ATA 100 IDE Seagate IV 120 GB ATA 133 IDE MAXTOR
Power supply 300watt  
Tambahan

-

DVD-RW 8x

 

 

4.4 Meng-upgrade Prosesor

Sebelum kita membeli perangkat dan merakit komputer terlebih dahulu kita harus merancang atau menetukan konfigurasi komputer yang akan dirakit sesuai dengan kebutuhan kita. Dengan kata lain komputer yang kita rakit yang dibutuhkan umpamanya komputer dipakai untuk aplikasi pengolah kata, disain grafis, multi media, dan untuk aplikasi data base kepegawaian atau perkantoran perusahaan dll.

 

Karena masing-masing akan membutuhkan perangkat keras yang berbeda. Kemudian juga harus dipertimbangkan kemungkinan untuk meningkatkan kemampuan komputer atau upgrade.

 

Central Prosesor Unit CPU adalah merupakan otak dari komputer, semakin tinggi kecepatan prosesor semakin tinggi kecepatan kerjanya, sedangkan memori merupakan tempat atau ruang pengolahan data serta tempat menjalankan sistem aplikasi, semakin besar kapasitas memori akan semakin besar pula data yang dapat diolah dan semakin banyak sistim aplikasi yang mampu dijalankan oleh komputer.

 

Jadi prosesor dijadikan sebagai ukuran kecanggihan komputer yang akan kita rakit.

 

 

4.4.1 Alasan-alasan upgrading prosesor baik dari aspek kinerja teknis mau pun aspek ekonomis dapat diidentifikasi

Alasan secara teknis mengapa harus mengupgrade prosesor hal ini kadang disebabkan oleh tuntutan software sekarang ini yang menuntut kinerja prosesor yang lebih baik karena beratnya system yang digunakan, selain itu juga untuk meningkatkan kinerja pengguna komputer tersebut agar pemrosesan data oleh komputer lebih cepat sehingga meningkatkan tingkat efisien.

 

Sedangkan untuk alasan secara ekonomis, upgrade prosesor merupakan salah satu option yang murah bila dibandingkan dengan membeli satu unit komputer yang baru.

 

 

4.4.2 Jenis socket atau slot prosesor di motherboard diidentifikasi

  Jenis socket yang ada sekarang ini adalah:

1. Untuk prosesor Intel:

  • socket 478
  • socket LGA775
  • socket LGA771

 

2. Untuk prosesor AMD:

  • socket 754
  • socket 939
  • socket AM2
  • socket F

 

Untuk semua socket yang diatas hanya merupakan socket prosesor yang diguanakan saat ini.

 

 

4.4.3  Jenis heatsink yang sesuai dengan jenis prosesor diidentifikasi

Untuk jenis heatsink biasanya pada saat pembelian prosesor langsung diikut sertakan dalam paket pembelian. Akan tetapi untuk pengguna komputer yang menaikan kapasitas yang dimiliki oleh prosesor (overclock).

 

Biasanya membeli heatsink yang berbeda dengan yang dipaketkan. Karena memerlukan heatsink yang lebih bagus, agar proses overclock tidak merusak prosesor.

 

Untuk heatsink sendiri sekarang memiliki jenis yang berbeda-beda, bahkan untuk sekarang ini ada jenis heatsink yang memanfaatkan air sebagai cooler.

 

 

4.4.4  Alternatif jenis prosesor yang bisa dipakai untuk di-upgrade ditentukan sesuai dengan jenis socket-nya

Alternative pilihan prosesor untuk jenis socket biasanya lebih dilihat dari segi kecepatan nya saja selama socket nya sama dan kecepatannya berbeda maka prosesor boleh untuk diupgrade.

 

Berikut ini jenis socket dan prosesor yang menggunakan socket tersebut:

1. Untuk processor Intel:

  • Socket 478: intel Celeron; intel Pentium 4; intel Pentium 4 HT
  • Socket LGA775: intel Celeron; intel Celeron D; intel Pentium 4 HT; intel Pentium D; intel Pentium E; intel Core 2 Duo; intel Core 2 Extreme; intel Core 2 Quad; intel Xeon.
  • Socket LGA771: intel Xeon.

 

  1. untuk prosesor AMD:
  • Socket 754: Thunderbird; Duron
  • Socket AM2: Sempron; Athlon FX; Athlon 64; Athlon 64 x2
  • Socket 939: Athlon FX; Athlon 64; Athlon 64 x2
  • Socket F: Opetron

 

 

4.4.5   Prosesor yang di-upgrade dipasang dengan benar

Cara memasang prosesor yang benar adalah memperhatikan bentuk socketnya terlebih dahulu. Berikut ini adalah cara pemasangan  untuk motherboard dengan menggunakan socket AM2 dan socket LGA775.

 

Pemasangan prosesor pada socket AM2:

1. Temukan letak socket seperti gambar di bawah pada motherboard.

 

 

2. Lepaskan kuci pada socket AM2 dengan cara tekan tuas yang ada disamping lalu naikan hingga sudut 90⁰ – 100⁰.  Dan pastikan tuas sudah terangkat hingga sudut 90⁰ – 100⁰ agar pin pada prosesor dapat masuk sesuai pada soket.

 

 

3. Taruh prosesor pada posisi diatas socket AM2 dan pastikan segitiga emas pada prosesor diposisikan sama dengan segitiga kecil pada socket karena posisi yang salah dapat membuat pin pada prosesor tidak dapat masuk

 

 

4. Pada saat prosesor sudah pada socketnya, tekan kebawah tuas socket untuk mengunci prosesor pada tempatnya. Pastikan tuas sudah terkuci dengan sisi samping socket

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemasangan prosesor pada socket LGA775:

1. Temukan letak socket seperti gambar di bawah pada motherboard.

 

 

 

2. Tekan tuas ke arah bawah dengan jari (A) lalu pindahkan tuas ke arah  kiri (B) hingga tuas terlepas dari penahannya

 

 

 

3. Angkat tuas ke arah atas hingga sudut 135⁰

 

 

 

4. Angkat load plate dengan jari hingga sudut 100⁰ (A). lalu dorong   tutup pnp hingga terlepas dari load plate (B)

 

 

5. Taruh prosesor pada posisi diatas socket LGA775 dan pastikan segitiga emas pada prosesor diposisikan sama dengan segitiga kecil pada socket karena posisi yang salah dapat membuat pin pada prosesor tidak dapat masuk

 

 

6. Tutup load plate (A), lalu tekan tuas ke arah bawah (B) hingga tuas tertahan oleh penahannya

 

 

 

4.4.6   Heatsink dapat dipasang dengan benar dan optimum, baik dengan menggunakan fan dengan arah pendinginan yang tepat dan pemakaian bahan interface thermal yang ditempatkan di antara prosesor dan heatsink

Cara pemasangan heatsink yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Tempatkan heatsink diatas prosesor dan pastikan ke-4 buah pengencang sesuai pada tempatnya pada lubang yang ada di motherboard

 

 

  1. Pastikan ke-4 buah pengencang mengarah keluar, seperti gambar diatas

 

  1. Tekan secara diagonal 2 buah pengencang secara bergantian untuk mengamankan heatsink dan kipas tidak terlepas

 

 

 

  1. sambungkan konektor kabel listrik kipas prosesor ke motherboard

 

Contoh pemasangan heatsink diatas adalah pemasangan untuk prosesor intel Pentium, untuk pemasangan prosesor AMD tidak jauh berbeda dengan intel yang membuat berbeda hanya pengencangnya saja.

 

 

 

 

 

4.4.7  Dokumentasi upgrading Prosesor dapat dilakukan dengan baik

Pendataan atas pengupgrade-an prosesor harus dilakukan agar kita memiliki history prosesor sebelumnya yang telah kita gunakan sama seperti pada gambar tabel di bab 4.3.3

 

4.5 Meng-upgrade BIOS

BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:

  1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
  2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
  3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
  4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.

 

Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM).

 

Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut “IBMBIO.COM” (IBM PC-DOS) atau “IO.SYS” (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.

 

 

4.5.1 Alasan-alasan upgrading BIOS dapat diidentifikasi dengan baik

Melakukan upgrade pada BIOS hal ini biasa dilakukan karena kemampuan hardware yang sebenarnya belum digunakan secara optimal dikarenakan hal ini juga terkadang disebabkan oleh waktu.

 

Misalnya pada saat usb pertama kali keluar mensupport usb1.0 akan tetapi sejalan dengan waktu usb 2.0 telah dapat digunakan, dan hardware motherboard ada yang sudah mendukung (tidak semua motherbord dengan usb 1.0 bisa diupdate BIOSnya menjadi usb2.0) tapi karena belum melakukan update maka masi hanya mensupport usb 1.0

 

 

4.5.2 Jenis ROM BIOS yang sesuai dengan motherboard dan prosesor terpasang dapat diidentifikasikan

BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama).

 

BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS.

 

Tipe ROM Cara penulisan Dapat dihapus Jenis BIOS
Mask ROM Photolithography Tidak ROM BIOS
Programmable ROM (PROM) PROM Writer Tidak ROM BIOS
Erasable PROM EPROM/PROM Writer Ya, dengan menggunakan EPROM Rewriter atau menyinarinya dengan sinar ultraviolet tepat pada lubang kuarsa bening. ROM BIOS
Electricly EPROM EEPROM/EPROM/PROM Writer Ya, dengan menggunakan EEPROM Rewriter, atau secara langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. ROM BIOS
Flash ROM EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak Flash BIOS Programmer. Flash BIOS

 

 

4.5.3   Alat bantu pemasangan ROM BIOS dapat diidentifikasikan

Mengupdate BIOS mudah, tetapi Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Biasanya kita hanya perlu alat menjalankan program kecil dari floppy disk saja.

 

Namun bila terjadi masalah, Anda hanya bisa meratapi motherboard yang tidak bisa lagi Anda gunakan. Jadi pastikan bahwa sebelumnya Anda telah membaca semua instruksi di file readme BIOS update. Dan selalu lakukan persis seperti apa yang petunjuk-petunjuk itu katakan

 

 

4.5.4   Utility untuk memeriksa kompatibilitas dengan fitur-fitur BIOS terkenal diidentifikasi

Karena utiliti Setup dibuat oleh pembuat BIOS dan berada dalam chip yang sama dengan BIOS, ini sering disebut utiliti BIOS Setup. Dan karena utiliti ini menyimpan settingnya di chip clock/calendar — chip complementary metal-oxide semiconductor, atau CMOS — maka sering pula disebut sebagai program Setup CMOS. (Chip CMOS memiliki batere sendiri untuk memelihara setting chip sekalipun PC dimatikan.)

 

Utiliti Setup memiliki setting hardware yang berlimpah, mulai dari yang terlihat nyata, seperti setting waktu di clock PC, sampai yang tidak kelihatan, seperti jumlah “wait states” yang mengkoordinasi aliran data antara RAM dan CPU.

 

 

4.5.5   Lokasi download BIOS yang sudah di-update dari manufaktur motherboard dapat diidentifikasi

Setiap manufaktur motherboard memiliki website untuk men-support setiap customernya. Misalnya kita ambil contoh untuk motherbord ASUS, kita dapat mendownload langsung di http://www.asus.com .

 

Dan untuk semua update BIOS sekarang ini banyak menggunakan flash update dan memiliki file extension *.exe sehingga program ini dapat langsung diklik di windows

 

 

4.5.6   Cara me-load program BIOS sesuai jenis flash ROM-nya diidentifikasi

BIOS kadang-kadang juga disebut sebagai firmware karena merupakan sebuah perangkat lunak yang disimpan dalam media penyimpanan yang bersifat hanya-baca. Hal ini benar adanya, karena memang sebelum tahun 1995, BIOS selalu disimpan dalam media penyimpanan yang tidak dapat diubah.

 

Seiring dengan semakin kompleksnya sebuah sistem komputer , maka BIOS pun kemudian disimpan dalam EEPROM atau Flash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk mendukung prosesor yang baru muncul, adanya bug yang mengganggu kinerja atau alasan lainnya).

 

Meskipun demikian, proses update BIOS yang tidak benar (akibat dieksekusi secara tidak benar atau ada hal yang mengganggu saat proses upgrade dilaksanakan) dapat mengakibatkan motherboard mati mendadak, sehingga komputer pun tidak dapat digunakan karena perangkat yang mampu melakukan proses booting (BIOS) sudah tidak ada atau mengalami kerusakan.

 

Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan (korupsi) terhadap BIOS, beberapa motherboard memiliki BIOS cadangan . Selain itu, kebanyakan BIOS juga memiliki sebuah region dalam EEPROM/Flash memory yang tidak dapat di-upgrade, yang disebut sebagai “Boot Block”.

 

Boot block selalu dieksekusi pertama kali pada saat komputer dinyalakan. Kode ini dapat melakukan verifikasi terhadap BIOS, bahwa kode BIOS keseluruhan masih berada dalam keadaan baik-baik saja (dengan menggunakan metode pengecekan kesalahan seperti checksum, CRC, hash dan lainnya) sebelum mengeksekusi BIOS.

 

Jika boot block mendeteksi bahwa BIOS ternyata rusak, maka boot block akan meminta pengguna untuk melakukan pemrograman BIOS kembali dengan menggunakan floppy disk yang berisi program flash memory programmer dan image BIOS yang sama atau lebih baik. Pembuat motherboard sering merilis update BIOS untuk menambah kemampuan produk mereka atau menghilangkan beberapa bug yang mengganggu.

 

 

4.5.7   Setting BIOS sesuai dengan konfigurasi hardware-nya dapat dilakukan baik secara otomatis mau pun manual

Dalam BIOS ada pilihan untuk melakukan setting secara otomatis terhadap hardware hardware yang pada umumnya digunakan seperti untuk harddisk dan lain lain. Dan selain itu kita tetap saja bisa melakukan setting secara manual untuk meningkatkan kineraja dari pada komputer.

 

Seperti bios pada umumnya menggunakan sistem udma untuk harddisk akan tetapi bila kita memiliki harddisk minimal 2 dan motherboard mendukung proses raid maka hal seperti ini tetap harus melakukan setting secara manual

 

 

4.5.8  Dokumentasi upgrade BIOS dapat dilakukan dengan rapi

Dokumentasi untuk mengupgrade bios biasa dilakukan dengan mencatat versi yang telah diupgrade dan mencatat segala kompabilitas yang ada pada bios tersebut

 

 

4.6 Meng-upgrade RAM

            Memori berfungsi menyimpan sistim aplikasi, sistem pengendalian, dan data yang sedang beroperasi atau diolah. Semakin besar kapasitas memori akan meningkatkan kemapuan komputer tersebut.

 

Memori diukur dengan KB atau MB. Semakin besar RAM yang digunakan semakin banyak aplikasi yang dapat berjalan. Oleh karena itu pengupgrade ram sangat dianjurkan untuk meningkatkan kinerja suatu komputer.

 

4.6.1 Alasan teknis dan ekonomis upgrading RAM dapat dijelaskan

Yang menjadi alasan teknis kenapa harus mengupgrade ram adalah komputer yang ditingkatkan kapasitasz memori menunjukkan kemampuan yang lebih baik. Membuka aplikasi atau memproses data akan menjadi lebih cepat.

 

Sedangkan untuk alasan ekonomis adalah dengan melakukan upgrade pada RAM biasanya kita tidak perlu melakukan pembuangan terhadap hardware lama karena pada umumnya slot di motherboard masi tersedia untuk upgrade memory. Akan tetapi hal ini terlepas dari kompabilitas

 

 

4.6.2 Jenis socket RAM yang ada di motherboard dapat diidentifikasi

Jenis socket pada RAM ada bermacam-macam, sebagai berikut:

  1. EDO RAM.
  2. SDRAM.
  3. RDRAM
  4. DDR RAM
  5. DDR2 RAM
  6. SODIMM (RAM untuk laptop/notebook)

 

Untuk sekarang ini penggunaan RAM banyak menggunakan DDR RAM dan DDR2 RAM.

 

 

4.6.3   Maksimum memori yang bisa dipasang diidentifikasi

Pada umumnya untuk kapasitas maksimum pemasangan RAM pada satu komputer tergantung dari vendor motherboard yang digunakan, yang berarti pada saat pembelian motherboard biasanya ada pemberitahuan kapasitas pemasangan memory maksimum pada motherboard tersebut.

 

Misalnya untuk motherboard yang menggunakan Pentium 4 pada umumnya mereka memiliki kapasitas hingga 2 Giga byte (ada juga yang lebih).

 

 

4.6.4   Kesesuaian troughput bus memori dan bus prosesor (yang ditentukan oleh bus width dan bus speed) dapat diindentifikasi

Penggunaan memori yang memiliki speed yang berbeda beda menyebabkan kurang optimal nya kerja memory karena memory akan mengikuti speed yang terendah hal ini merugikan memory karena tidak menggunakan secara maksimal oleh karena itu setiap pembelian memori untuk upgrade harus disesuaikan dengan memori yang ada dan disesuaikan dengan kemampuan dari motherboard

 

 

 

4.6.5   Alat untuk mengganti RAM diidentifikasi

Alat untuk mengganti RAM hanya perlu menghindar dari listrik statis. Dan harus memastikan slot yang digunakan motherbord adalah sesuai dengan memori yang di beli. Karena penggunaan slot yang tidak sesuai dapat merusak memori dan motherboard. Dan komputer tidak bisa beroperasi dengan penggunaan memori yang salah.

 

 

4.6.6   Pemasangan RAM dapat menghindari terjadinya listrik statis

Menghidari terjadi nya listrik statis agar tidak merusak RAM yang akan di pasang maupun motherboard adalah mencabut power listrik yang terpasang pada komputer.

 

Jadi sebelum pemasangan RAM pastikan terlebih dahulu baik kabel monitor, kabel power atau kabel usb yang terpasang menggunakan listrik juga seperti pinter untuk dilepaskan terlebih dahulu dari motherboard agar mencegah kerusakan baik pada RAM maupun pada motherboard.

 

Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:

  • Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
  • Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen

 

 

 

 

 

4.6.7   Modul memori dapat didudukkan dengan tepat

Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard. Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.

 

Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut:

Jenis SIMM

  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

 

 

 

 

 

Jenis DIMM dan RIMM

Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan

  1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
  2. Sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
  3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.

 

 

 

 

 

4.6.8   Setting konfigurasi memori dapat disesuaikan dengan setup BIOS

Konfigurasi memori disesuaikan dengan bios agar kecepatan memory dapat digunakan secara optimal karena BIOS secara otomatis menset speed memory yang terkecil. Untuk itu perlu secara manual untuk melakukan setting memory.

 

 

4.6.9   Dokumentasi upgrade RAM dapat dilakukan dengan rapi

Dokumentasi untuk mengupgrade RAM biasa dilakukan dengan mencatat besar memori sekarang yang telah diupgrade dan mencatat jumlah slot sisa yang tersedia. Dan juga mencatat speed memory yang digunakan

 

 

4.7 Meng-upgrade Motherboard

Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan.

 

Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE. Dengan melakukan upgrade motherboard ini hampir bisa terjadi dengan mengupgrade komputer secara keseluruhan.

 

 

 

 

4.7.1  Alasan-alasan upgrading motherboard baik dari aspek kinerja teknis mau pun aspek ekonomis dapat diidentifikasi

Secara teknis upgrade motherboard jarang dilakukan, hal ini dilakukan lebih dikarenakan motherboard telah rusak atau ingin mempercepat kinerja komputer dengan mengganti chip pada motherboard.

 

Sedangkan alasan ekonomis, hal ini juga termasuk merugikan karena upgrade pada mother board dapat meyebabkan mengganti hampir semua komponen, kecuali motherboard masi mendukung komponen yang lama

 

 

4.7.2   Jenis motherboard, yang kompatibel dengan form factor motherboard sebelumnya dan sesuai dengan chasing yang ada diidentifikasi

Pengindentifikasi bentuk motherboard biasanya pada saat pembelian ada pada colorbox motherboard yang memberitahukan jenis motherboard ini adalah jenis ATX, uATX atau Micro ATX.

 

Untuk jenis casing ATX tetap bisa menggunakan motherboard Micro ATX karena posisi penempatan dalam casing nya hanya menggunakan setengah bagian dari ATX. Sedangkan untuk casing Micro ATX tidak bisa menggunakan motherboard ATX.

 

Dan untuk jenis uATX memiliki kesamaan dalam jenis ATX hanya yang membedakan adalah perlunya converter untuk power supply dari ATX ke uATX.

 

 

4.7.3   Alat-alat untuk upgrade motherboard diidentifikasi

Alat untuk mengupgrade motherboard hanya harus memastikan motherboard yang baru sesuai dengan casing yang digunakan. Lalu barang yang perlu disiapkan hanyalah sebuah obeng dengan baut untuk mengikat motherboard pada casing yang digunakan.

 

 

4.7.4   Semua periferal yang ada dapat dipasang dengan baik

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:

  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

 

 

 

Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.

 

  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

4.7.5   Fungsi sistem komputer dapat yang berfungsi dengan baik dapat ditunjukkan

Fungsi komputer dapat berjalan dapat kita lihat dengan os dapat menditeksi semua hardware yang tepasang pada komputer, dan komputer berjalan sebagaimana mestinya.

 

Ada juga software yang dapat menditeksi semua sistem berjalan dengan baik atau tidak seperti sisoft sandra, dengan software ini kita bahkan dapat mengetahui sistem apa yang berjalan kurang bagus karena program ini melakukan perbandingan dengan hardware lain, sehingga program ini juga mempermudah kita apa bila kita ingin melakukan proses upgrade

 

 

4.7.6   Konflik resources (misalnya soundcard, modem, card jaringan, alat bantu video, adapter SCSI)  dapat diidentifikasi dan diselesaikan

Untuk konflik resources harus dapat dilihat dari pembagian IRQ, apabila penggunaan IRQ yang tidak secara benar maka dapat terjadi konflik dan hal ini bisa diset secara manual melalui BIOS. Tapi pada umumnya setiap BIOS sudah melakukan setting secara otomatis untuk menghindar dari terjadinya konflik.

Apabila konflik bukan karena IRQ pastikan item yang dipasang merupakan item yang disupport oleh motherboard.

 

Selain itu konflik bisa terjadi seperti pemasangan soundcard, pastikan motherboard tidak memiliki soundcard atau apabila memiliki pasti kan souncard yang ada dimotherboard di set off.

 

 

4.7.7   Dokumentasi upgrade motherboard dapat dilakukan dengan rapi

Pencatatan untuk dokumentasi motherboard banyak hal yang harus di perhatikan selain jenis casing yang digunakan, adalah:

1. slot prosesor

2. slot memory dan jumlah slotnya.

3. slot vga card( agp atau pci express)

4. slot pci jumlahnya

5. fasilitas onboard( vga, soundcard, Ethernet dsb).

 

Dengan mengetahui semua yang ada pada motherboard mempermudah pengupgrade pada lain waktu.

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK

PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan      :   Melakukan Upgrade Hardware

 

  1. Kode Program Pelatihan  :   TIK.CS02.036.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Melakukan Upgrade Hardware

TIK.CS02.036.01

Perangkat hardware Buku panduan upgrading hardware Aplikasi tambahan bersifat wajib.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

artikel lainnya Melakukan Upgrade Hardware TIK.CS02.036.01

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tuesday 14 August 2012 | blog

Berikut saya jelaskan Jenis order di percetakan ada banyak macamnya dintaranya undangan, buku tulis, kop surat,…

Wednesday 20 May 2015 | blog

http://ads.finderonly.net http://ads.finderonly.net/kontak-jodoh/12 http://akhsaliem.blogspot.com/ http://informasi-alazhar.blogspot.com/ http://jkt48school.blogspot.com http://jkt48school.blogspot.com/2013/05/cara-buat-idc-jkt48-versi-river_21.html http://ika28041997.blogspot.com/ http://ika28041997.blogspot.com/ http://collection27.blogspot.com/ http://collection27.blogspot.com/2012/01/kisah-mimpi-imam-al-ghazali-muslim.html http://bloggerjelek.web.id http://bloggerjelek.web.id/2012-11/download-theme-chelsea-fc-untuk-android.html http://caradroid.com/ http://www.caradroid.com/search/label/Android%20Apps?m=1 http://nur-punya-blog.blogspot.com/2012/08/8-orang-dengan-bentuk-wajah-teraneh-di.html http://aryjanoe10.blogspot.com…

Tuesday 11 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA PERUSAHAAN BIDANG JASA ADMINISTRASI PERKANTORAN     MELAKUKAN…

Wednesday 20 May 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER     MEMBUAT PROGRAM APLIKASI…