Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Melakukan Setting Untuk Optimasi System TIK.CS03.002.01

Feb
12
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MELAKUKAN SETTING UNTUK OPTIMASI SYSTEM

TIK.CS03.002.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………… ….     1

 

BAB I   PENGANTAR. 3

1.1       Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2         Penjelasan Modul 3

1.2.1  Desain Modul 3

1.2.2  Isi Modul 3

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3       Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 4

1.4       Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

 

BAB II             STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1       Peta Paket Pelatihan. 7

2.2       Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3       Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1 Kode dan Judul Unit 7

2.3.2 Deskripsi Unit 8

2.3.3  Elemen Kompetensi 8

2.3.4 Batasan Variabel 9

2.3.5 Panduan Penilaian. 9

2.3.6 Kompetensi Kunci 11

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1         Strategi Pelatihan. 12

3.2         Metode Pelatihan. 12

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI. 14

4.1       Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2       Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3       Mempersiapkan System Komputer 15

4.3.1 Daftar Kegiatan Pelaksanaan Setting Komputer Dipersiapkan ……………………………………………………………………………… …15

4.3.2 Komputer Dinyalakan dan Dipastikan Bekerja Dengan Baik……………………………………………………………………… 16

4.3.3 Kinerja Komputer Diperiksa Untuk Mengetahui Kondisi Yang Tidak Normal…………………………………………………… ……………. 17

4.4       Melakukan Setting Pada Setup BIOS. 22

4.4.1 Setting BIOS Dibuka dan Diperhatikan Halaman – Halaman Yang Berhubungan Dengan Konfigurasi System.. 23

4.4.2 Setting Memori Diperiksa Dan Dilakukan Beberapa Perubahan Seperlunya Untuk Peningkatan Kinerja. 29

4.4.3 Setting Peripheral Diperiksa dan Dilakukan Beberapa Perubahan 31

4.4.4 Setting Management Power Diubah Sesuai Dengan Spesifikasi Penggunaan Yang Ditentukan. 32

4.5       Melakukan Setting Pada Operating System.. 34

4.5.1 Kondisi Kerja Dari Operating System Diidentifikasi 34

4.5.2 Dilakukan Perubahan Setting Penggunaan Virtual Memory. 35

4.5.3 Dilakukan Setting Environment Variabel 37

4.5.4 Dilakukan Defragmentasi Harddisk Untuk Meningkatkan Kecepatan File Sistem. 38

4.6       Melakukan Setting Software Aplikasi Yang Terinstall Pada Komputer . ………………….. 41

4.6.1 Software – Software Aplikasi Yang Terinstall Pada Komputer Diperiksa Baik Penggunaannya, Memory Yang Terpakai, dan Penggunaan CPU. 41

4.6.2 Software – Software Aplikasi Yang Tidak Digunakan Dalam Interval Waktu Tertentu Dibuang. 42

4.6.3  Software – Software Yang Tidak Terlalu Penting Tetapi Menggunakan Resource Yang Besar Dibuang Untuk Melepaskan Resource Komputer 43

4.7       Melakukan Setting Pada Aplikasi 44

4.7.1  Hal –Hal Yang Berkaitan Dengan Software Aplikasi Dan Cara Melakukan Setting Konfigurasi Dibaca Untuk Mendapatkan Setting Yang Optimal 44

4.7.2 Setting Konfigurasi Aplikasi Dibuka dan Dibaca Untuk Dilihat Kemungkinan Perubahan. 45

4.7.3 Dilakukan Perubahan Setting Sesuai SOP. 46

 

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  ….  48

5.1       Sumber Daya Manusia. 48

5.2.      Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 48

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 49

 

DAFTAR PUSTAKA. 50

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2   Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1    Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2    Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3        Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1        Peta Paket Pelatihan

 

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS03.002.01     Melakukan Setting Untuk Optimasi Sistem

 

2.2        Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara melakukan invetarisasi software.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

 

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  • Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  • Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1.Kode dan Judul Unit

Kode Unit        : TIK.CS03.002.01

Judul Unit       : Melakukan Setting Untuk Optimasi Sistem

2.3.2.Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan melakukan setting untuk optimasi sistem pada komputer dalam kondisi normal. Setting ini mencakup: mempersiapkan system komputer, melakukan setting pada setup BIOS, melakukan setting pada Operating System, melakukan setting pada aplikasi.

2.3.3.Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

 

01     Mempersiapkan system komputer

 

1.1  Daftar kegiatan pelaksanaan setting komputer dipersiapkan.

 

1.2 Komputer dinyalakan dan dipastikan bekerja dengan baik.

 

1.3 Kinerja komputer diperiksa untuk mengetahui kondisi yang tidak normal.

 

 

02     Melakukan setting pada Setup BIOS

 

2.1  Setting BIOS dibuka dan diperhatikan halaman-halam yang berhubungan dengan konfigurasi sistem.

 

2.2  Setting memori diperiksa dan dilakukan beberapa perubahan seperlunya untuk peningkatan kinerja.

 

2.3   Setting peripheral diperiksa dan dilakukan beberapa perubahan, misalkan dilakukan pengubahan dari USB 1.0 ke USB 2.0.

 

2.3         Setting management power diubah sesuai dengan  spesifikasi penggunaan yang ditentukan.

 

 

03     Melakukan setting pada Operating System

 

3.1  Kondisi kerja dari operating system diidentifikasi,

misalkan dengan dilihat resource sistem

komputer.

 

3.2  Dilakukan perubahan setting penggunaan virtual

memory.

 

3.3  Dilakukan setting environment variable.

 

3.4  Dilakukan defragmantasi harddisk untuk

meningkatkan kecepatan file sistem.

 

 

04     Melakukan setting software aplikasi yang terinstall pada komputer

 

 

4.1  Software-software aplikasi yang terinstall pada komputer diperiksa baik penggunaannya, memory yang terpakai, dan penggunaan CPU.

 

4.2     Software-software aplikasi yang tidak digunakan dalam interval waktu tertentu dibuang.

 

4.3.  Software-software yang tidak terlalu penting

tetapi menggunakan resource yang besar

dibuang untuk melepaskan resource komputer.

 

 

05     Melakukan setting pada aplikasi

 

 

5.1  Hal-hal yang berkaitan dengan software aplikasi dan cara melakukan setting konfigurasi dibaca untuk mendapatkan setting yang optimal.

 

5.2 Setting konfigurasi aplikasi dibuka dan dibaca untuk dilihat kemungkinan perubahan.

 

5.3 Dilakukan pengubahan setting sesuai dengan SOP.

 

Tabel 1 Element Kompetensi

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya :

2.1            Perangkat komputer yang telah siap dioperasikan beserta Instruction Manualnya.

2.2      Paket instalasi Software Aplikasi yang akan diinstalasi.

2.3      Installation Manual software tersebut.

2.4      SOP yang berlaku di perusahaan.

2.5      Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan

2.6             Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit  kompetensi ini.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

 

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis .

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

 

1.2    Keterampilan dasar

1.2.1    Pengetahuan menyeluruh sektor industri

1.2.2    Pemahaman dokumen secara akurat

1.2.3    Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

2.       Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya. Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1      Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali

untuk  menentukan konsistensi kemampuan).

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lesan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

3.       Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian

akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi

kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai.

Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang

terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan padakonteks

yang dipilih. Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan

dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2   Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau

tender.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit

kompetensi yang berkaitan dengan:

                 4.1.1   TIK.CS03.003.01 Melakukan Perawatan Operating System

 

4.2         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini   perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum,  institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor       tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor       tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi       kebutuhan sektor tersebut.

 2.3.6 Kompetensi Kunci

            Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 


 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat melakukan setting untuk optimasi sistem secara baik dan benar.
  • Siswa dapat mempersiapkan komputer di-setting.
  • Siswa dapat melakukan setting pada setup BIOS.
  • Siswa dapat melakukan setting pada operating system.
  • Siswa dapat melakukan defragmentasi harddisk.
  • Siswa dapat membuang software –software yang tidak terpakai lagi.
  • Siswa dapat mengubah setting untuk mendapatkan setting yang optimal.

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

4.3    Mempersiapkan Komputer

Sebelum melakukan suatu setting untuk optimasi system, perlu dilakukan analisis terhadap komponen – komponen pendukung agar proses penyetingan dpat berjalan dengan normal dan baik pada perangkat komputer. Salah satu komponen pendukung tersebut adalah hardware yang sesuai yang akan disetting dan SOP penyetingan yang baik. SOP ini bertujuan supaya pekerjaan kita dapat berjalan dengan lancar. Selain itu diperlukan juga buku panduan mengenai cara – cara menyeting system yang baik agar nantinya penyetingan sesuai dengan yang diinginkan. Optimasi Sistem pada Windows Vista tidak berbeda jauh dengan Windows XP. Contoh yang digunakan di sini ialah : Windows Vista.

 

4.3.1 Daftar kegiatan pelaksanaan setting komputer dipersiapkan.

       

Yang diperlukan pertama kali dalam penyetingan komputer adalah menyiapkan daftar kegiatan pelaksanaan setting komputer dan dijelaskan keperluan masing – masing. Daftar ini dibuat untuk memudahkan kita melakukan penyetingan yang baik dan benar. Karena yang kita lakukan haruslah sesuai dengan yang ada didaftar agar komputer menjadi baik dan terhindar dari kesalahan penyetingan yang dapat berakibat fatal pada komputer tersebut.

Daftar pengujian tersebut adalah sebagai berikut :

 

No

Pekerjaan

Keperluan

1

Memeriksa kinerja komputer Hal ini dilakukan agar kita dapat mengetahui apa saja kinerja – kinerja komputer yang berkurang sehingga dapat dilakukan penyetingan agar optimal kembali.

2

Melakukan setiing pada BIOS Settingan di BIOS bertujuan untuk membuat optimal hal-hal yang berhubungan dengan hardware komputer, seperti memori, prosessor, vga dan lain sebagainya.

3

Melakukan setting pada operating system Setting pada operating system ini bertujuan untuk membuat optimal kembali operating system kita hingga menjadi seperti baru kembali, istilahnya adalah Tune – Up Windows.

4

Melakukan setting software aplikasi yang terisntall Software aplikasi perlu dilakukan penyetingan agar kita tidak membuang memori yang percuma buat aplikasi yang tidak dibutuhkan lagi, jadi pilihlah aplikasi yang bermanfaat saja.

5

Melakukan setting pada aplikasi Disini kita melakukan penyetingan agar aplikasi dapat berjalan dengan optimal.

 

4.3.2 Komputer dinyalakan dan diidentifikasi bekerja baik.

 

Setelah membuat daftar pengujian, maka langkah selanjutnya adalah melakukan apa saja yang ada pada daftar tersebut agar penyetinggan dapat berjalan dengan normal dan baik. Hal pertama yang akan kita lakukan adalah komputer yang akan kita setting dinyalakan dan diidentifikasi bekerja dengan baik. Caranya adalah :

 

  1. Pertama kita nyalakan komputer dengan SOP yang baik dengan benar.

 

  1. Kemudian kita lihat apakah loading masuk ke Windows berjalan dengan cepat atau lambat. Jika berlangsung dengan cepat maka komputer kita terbebas dari masalah, tetapi apabila sebaliknya, yaitu berjalan dengan lambat, maka kita harus mencurigai ada yang tidak beres dengan kinerja komputer kita.

 

  1. Setelah masuk Windows, yang kita lakukan adalah mengidentifikasi semua sistem bekerja dengan baik. Kita dapat mengecek performance komputer kita di :

Start >> Control Panel >> System and Maitnenance >> Administrative Tool >> Realibity and Performance Monitor

 

 

(Gambar 4.1 Performance komputer)

Disini kita dapat mengecek Performance dari system di komputer kita.

 

4.3.3 Kinerja komputer diperiksa untuk mengetahui kondisi yang tidak normal.

Untuk memeriksa kinerja komputer agar kita dapat mengetahui kondisi yang tidak normal pada komputer, kita haruslah melakukan langkah – langkah berikut ini :

 

  1. Scandisk : Sepeti yang tergambar pada namanya, ScanDisk berguna untuk memeriksa harddisk terhadap potongan file yang keliru letak dan daerah kerusakan fisik harddisk.

 

Caranya adalah :

 

Start >> Computer >> klik Kanan Harddisk yang akan kita check >> Properties >> Pada tab Tools klik check now

 

 

(Gambar 4.2 Tab Scandisk)

 

 

  1. System Monitor : Program kecil yang luar biasa ini membantu anda melacak banyak jenis parameter kinerja. Anda dapat melihat grafik real-time yang menampilkan RAM yang tersedia, memori virtual, penggunaan CPU dan statistik lainnya.

 

Caranya adalah :

 

Start >> Control Panel >> System and Maitenance >> Administrative Tool >> Realibity and Performance Monitor

 

 

(Gambar 4.3 System Monitor)

 

  1. System Information : Utility ini merupakan jembatan ke beberapa tool troubleshooting paling kuat di Windows.

 

Caranya adalah :

 

Start >> Accessories >> System Tools >> System Information

 

(Gambar 4.4 System Information)

 

  1. Memory Diagnostics Tools : Utility ini berguna untuk mengecek kondisi dari memori komputer kita.

 

Caranya adalah :

 

Start >> Control Panel >> System and Maintenance >> Administrative Tool >> Memory Diagnostic Tools

 

(Gambar 4.5 Memory Diagnostic Tools)

 

  1. Performance and Information Tools : Ini adalah Tools yang terdapat di Windows Vista yang berguna untuk mengecheck nilai based dari performance komputer kita. Dari Nilai yang ditampilkan itulah kita dapat mengetahui performance komputer kita yang sesungguhnya.

 

Caranya adalah :

 

Start >> Control Panel >> System and Maintenance >> Performance and Information Tools

 

(Gambar 4.6 Performance and Information Tools)

 

 

                  

4.4  Melakukan setting pada Setup BIOS

Pada saat booting awal BIOS (Basic Input Output System) akan mengambil alih untuk melakukan inisialisasi awal semua komponen yang ada di motherboard. BIOS akan melakukan POST (Power On Self Test) dengan mengenali CPU, FPU, chip RAM, IC Timer pada motherboard, DMA controller, IRQ controller, dll. Gunanya adalah untuk melakukan checking awal dan memastikan semua komponen terpasang dengan baik dan bekerja dengan normal.

(Gambar 4.7 POST)

                          Karena BIOS menyediakan interface antara sistem operasi dengan hardware yang terpasang pada PC, maka BIOS-pun harus sanggup mengendalikan secara otomatis apabila sistem operasi melakukan suatu proses input-output yang melibatkan salah satu komponen hardware didalamnya. Pentingnya keberadaan BIOS membuatnya menjadi faktor vital untuk menjaga kelangsungan seluruh aktivitas pada PC.

Maka untuk itulah kita dapat melakukan setting pada BIOS untuk optimasi system pada komputer.

4.4.1  Setting BIOS dibuka dan diperhatikan halaman-halaman yang berhubungan dengan konfigurasi sistem.

 

Untuk membuka menu utama dari BIOS, cukup tekan tombol (atau kombinasi tombol) yang disarankan kepada Anda untuk dimasukkan ketika PC melakukan start up. Masing – masing pembuat BIOS menggunakan tombol yang berbeda. Biasanya menggunakan tombol ‘Del’ , tetapi ada juga BIOS yang menggunakan tombol ‘F1’, atau ‘F10’. Biasanya tombol yang akan ditekan terlihat tombol mana yang harus ditekan.

       BIOS memiliki settingan hardware yang berlimpah, mulai dari yang terlihat nyata, seperti setting waktu di clock PC, sampai yang tidak kelihatan, seperti jumlah ‘wait states’ yang mengkoordinasikan aliran data antara RAM dan CPU. Pertama kali yang akan kita lakukan adalah memperhatikan halaman-halaman yang berhubungan dengan konfigurasi system.

          Halaman – halaman tersebut adalah :

1.    Menu Utama

Menu Utama ini adalah menu BIOS paling depan dengan tujuan mengakses menu – menu yang berhubungan dengan konfigurasi system. Untuk melihat daftar fungsi tombol BIOS, tekan tombol ‘F1’.

 

 

(Gambar 4.8 Menu Utama BIOS)

2.    Standard CMOS Features

Pada bagian ini kita dapat menyesuaikan tanggal dan jam di bagian atas layar. Berikutnya adalah bagian yang menampilkan pengaturan perangkat IDE yang terdeteksi secara otomatis dan tidak perlu diubah. Kemudian ada juga pengaturan floppy disk drive dan mode “Halt On”. Setting paling penting disini adalah pencatuman drive. Gunakan setting ‘None’ untuk port IDE yang tidak digunakan, PC akan melakukan booting lebih cepat.

 

 

(Gambar 4.9 Standard CMOS Features)

3.    Advanced BIOS Features

Dalam menu ini Anda dapat temukan setting dasar sistem dari pilihan booting hingga parameter prosessor yang rumit. Disini Anda dapat membuat perangkat booting pertama, kedua, dan ketiga. Untuk instalasi Windows, pastikan optical drive dipasang lebih dahulu sebelum harddisk drive agar sistem dapat booting dari CD. Disarankan untuk menonaktifkan fungsi ‘Boot Up Floppy Seek’ untuk meningkatkan kecepatan booting.

 

 

(Gambar 4.10 Advanced BIOS Features)

4.    Advanced Chipset Features

Pilihan – pilihan dalam menu ini mengijinkan Anda untuk melakukan tweaking pada motherboard. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja.

 

(Gambar 4.11 Advanced Chipset Features)

5.    Integrated Peripherals

Dalam menu ini Anda dapat mengendalikan fungsi perlengkapan yang terintegrasi pada board, termasuk port serial dan pararel. Non-aktifkan yang tak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.

 

 

(Gambar 4.12 Integrated Peripherals)

6.    Power Management Setup

Disini Anda dapat mengatur setting power management. Settingan yang tepat dapat menghemat energi sekaligus dapat menghemat pengeluaran uang Anda untuk membayar listrik.

 

 

(Gambar 4.13 Power Management Features)

7.    PNP/PCI Configurations

Menu ini menjelaskan tentang konfigurasi system PCI dan PnP (Plug n Play) Sebaiknya setting ‘Auto’ untuk semua pilihan kecuali bila USB atau graphic card bermasalah. Jika demikian berikan IRQ tersendiri untuk keduanya.

 

 

(Gambar 4.14 PNP/PCI Configuration)

8.    H/W Monitor

Menu ini menunjukkan PC Health Status yang dapat memantau suhu CPU dan sistem, serta kondisi tegangan Power Supply. Apabila tersedia alarm peringatan (untuk suhu dan tegangan), sebaiknya Anda gunakan karena itu dapat memberikan peringatan apabila terjadi masalah pada suhu dan tegangan.

 

 

(Gambar 4.15 H/W Monitor)

9.    Cell_Menu

Didalam menu ini Anda dapat melakukan settingan pada frequency/voltage control dan overclocking. Disini CPU dan RAM dapat ditingkatkan kecepatannya.

 

(Gambar 4.16 Cell_Menu)

           

4.4.2  Setting memori diperiksa dan dilakukan beberapa perubahan seperlunya untuk peningkatan kinerja.

 

Settingan Memori terdapat pada bagian ‘Advanced Chipset Menu’ dan ‘Cell Menu’ . Dibagian ‘Advanced Chipset Menu’ Anda dapat mengatur SPD (Serial Presence Detect) agar sesuai dengan kinerja yang Anda inginkan. SPD akan membaca informasi yang terdapat pada EEPROM (Electrically Ereseable Programmable Read Only Memory), antara lain memory type, size, speed, voltage interfaces, dan module bank. Secara default, kebanyakan motherboard akan memiliki setting BIOS dengan Auto atau By SPD (Manual) yang berarti kita dapat mengatur settingan SPD.

 

Semakin kecil settingan SPDnya berarti semakin cepat pula kinerja memori Anda dan berarti kinerja dari PC akan meningkat, tetapi sebelum melakukan setting SPD sebaiknya Anda harus mengenali kemampuan dari memori Anda, karena settingan tersebut sangat berpengaruh pada kestabilan sistem. Selama tidak ada masalah, setting By SPD sangatlah disarankan. Selama tidak ada masalah kestabilan, hal ini dapat terus dilakukan.

 

 

(Gambar 4.17 Setting SPD)

 

Sedangkan pada bagian ‘Cell Menu’ kita dapat menemukan menu ‘Adjust DDR Voltage’. Disini Anda dapat meningkatkan kecepatan memeori dengan mengubah settingan pada tegangan memori, tetapi Anda harus berhati – hati juga karena hal ini juga berpengaruh terhadap kestabilan memori. Jadi sebaiknya lakukan secara bertahap untuk dapat mengetahui perubahan terhadap kestabilan system.

 

 

(Gambar 4.18 Adjust DDR Voltage)

4.4.3  Setting peripheral diperiksa dan dilakukan beberapa perubahan, misalkan dilakukan pengubahan dari USB 1.0 ke USB 2.0.

 

                           Selanjutnya Anda dapat memeriksa settingan peripheral dan bila perlu dilakukan beberpa perubahan. Settingan peripheral ini terdapat pada bagian ‘Integrated Peripherals’. Menu ini digunakan untuk mengontrol peripheral yang ada pada PC anda termasuk Serial ATA, IDE, USB, jaringan, dan perangkat 1394 atau firewire. Disini Anda dapat melakukan settingan pada USB Controller supaya dapat mendeteksi semua perangkat yang menggunakan interface USB seperti mouse dan keyboard. Onboard LAN dan Audio juga dapat diatur pada bagian ini.

 

Apabila Anda menggunakan harddisk Serial-ATA, Anda dapat meng-enable kan fungsi Serial-ATA agar harddisk Anda dapat dikenal. Selain itu salah satu settingan yang berguna adalah settingan RAID. RAID (Redundant Array Independent Disk) adalah salah satu fungsi motherboard yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan harddisk serta juga dapat membuat keamanan data semakin meningkat. Fungsi RAID ini memerlukan sekurangnya dua buah harddisk agar dapat berfungsi dengan baik.

 

 

(Gambar 4.19 Setting SATA)

 

 

(Gambar 4.20 Setting RAID)

 

Namun, misalnya Anda masih mengandalkan perangkat dengan interface parallel ATA, dan tanpa memanfaatkan fungsi RAID atau SATA yang tersedia. Maka mengaktifkan fungsi – fungsi tersebut hanya akan memperlambat proses booting. Jika Anda perhatikan, saat mengaktifkan fungsi RAID. Setelah POST selesai dilakukan, terlihat fungsi serupa yang berjalan. Ini adalah proses BIOS dari RAID controller yang berjalan. Mematikan fungsi ini akan menghemat waktu booting Anda sekitar 2 detik, tergantung pada waktu delay untuk deteksi harddisk dengan interface yang bersangkutan.

 

4.4.4 Setting management power diubah sesuai dengan spesifikasi penggunaan yang ditentukan.

 

                 Langkah selanjutnya adalah Anda dapat melakukan settingan pada management power dan settingan harus disesuaikan dengan keinginan Anda agar dapat membuat kinerja system semakin optimal.

 

Sebenarnya ada 6 modus yang termasuk didalam ACPI (Advanced Configuration and Power Interface). Namun umumnya BIOS baru hanya menawarkan 2 modus, yaitu S1/POS (Power On Suspend) dan S3/STR (Suspend To RAM). Ringkasnya adalah dengan S1 PC Anda lebih cepat hidup kembali, karena hanya harddisk, CPU, dan monitor saja yang dimatikan. Sementara dengan S3, semua perangkat kecuali RAM dimatikan untuk menghemat energi.  Jadi Anda dapat mengubahnya sesuai dengan keinginan.

 

(Gambar 4.21 Settingan ACPI)

 

Didalam ‘Wakeup Event Setup’ Anda dapat juga dapat menggunakan perangkat lain untuk menghidupkan komputer Anda. Anda dapat menggunakan mouse, keyboard, alarm dll untuk membangunkan komputer Anda. Semua fungsi dapat Anda matikan saat tidak digunakan lagi.

 

 

(Gambar 4.22 Settingan Wakeup Event Setup)

 

4.5 Melakukan setting pada Operating System

Setelah melakukan settingan pada BIOS, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah melakukan penyetingan pada Operating System. Sebelum melakukan penyetingan, ada baiknya Anda harus mengidentifikasi Operating System apa yang Anda gunakan. Apakah Itu Windows 95,98,Me,2000,XP,Vista atau Anda menggunakan Linux dan Macintosh (Mac). Dalam modul kali ini akan dilakukan penyetinggan menggunakan Windows Vista Ultimate.

 

 4.5.1   Kondisi kerja dari operating system diidentifikasi, misalkan dengan dilihat resource system komputer.

 

Langkah pertama yang akan Anda lakukan dalam melakukan setting pada Operating System ini adalah melakukan kondisi kerja dari operating system yang Anda gunakan. Dari pengidentifikasian ini dapat diketahui seberapa optimalkah kinerja dari komputer Anda sehingga dapat diketahui langkah – langkah dalam melakukan setting untuk optimasi sistem.

 

Yang dapat Anda lakukan adalah memeriksa resource dari system komputer Anda. Caranya adalah dengan menekan tombol kombinasi

 

Ctrl + Alt + Del

 

Setelah menekan kombinasi tombol tersebut kemudian pilih Start Task Manager untuk masuk kedalam Task Manager. Disini kita dapat melihat Aplikasi yang sedang digunakan, Proses yang sedang berlangsung, Services, Performance dari komputer, Networking serta Users. Didalam tab Performance Anda dapat melihat penggunaan CPU dan Memory pada saat ini. Jadi kita dapat mendeteksi dengan membuka beberapa aplikasi berapa pula kebutuhan CPU serta memori. Hasil ini akan berbeda – beda tergantung aplikasi yang dibuka. Makin berat aplikasi maka makin banyak pula resource dari CPU dan memori dibutuhkan.

 

 

(Gambar 4.23 Task Manager)

 

                           Pada tab Performance juga kita dapat melihat Realibity and Performance Monitor dengan menekan tombol Resource Monitor. Disana Anda dapat melihat lebih jelas lagi tentang keadaan komputer Anda saat ini, apakah sudah cukup mampu untuk menjalankan aplikasi atau malah bekerja dengan over untuk menjalankan aplikasi. Hal ini juga berhubungan dengan kestabilan operating system tersebut.

 

4.5.2  Dilakukan perubahan setting penggunaan virtual  memory.

 

  Salah satu bentuk optimasi pada Operating System, khususnya Windows adalah dengan menambahkan space virtual memory. Secara default, setting virtual memory pada Windows adalah sebesar 1,5 kali dari besar RAM yang digunakan. Virtual memory menggunakan space yang ada pada harddisk. Jadi sebelum melakukan setting virtual memory, pastikan Anda mempunyai space yang besar untuk partisi sistem Windows Anda.

 

 

Cara melakukan perubahan setting pada virtual memory adalah dengan cara :

 

Start >> Control Panel >> System and Maintenance >> System >> Advanced System Settings >> Klik settings pada bagian Performance >> Pada Tab Performance pilih Change >> Kemudian Anda masuk pada bagian setting virtual memory

 

 

(Gambar 4.24 Virtual Memory)

 

  Ubah setting virtual memory pada drive yang digunakan untuk system, sebesar 2 – 3 kali besar memory Anda. Tekan SET untuk melakukan perubahan dilanjutkan dengan menekan tombol OK. Kemudian komputer akan melakukan restart untuk melakukan perubahan. Dan kemudian Anda dapat mengamati perubahannya.

 

Untuk Windows Vista, gunakan space minimal 10GB supaya sistem Anda tidak terlalu berpengaruh ketika Anda menginstall aplikasi – aplikasi yang banyak dan membutuhkan banyak ruang di harddisk.

 

Agar Windows memiliki ukuran file paging yang terbaik Anda dapat mengklik system managed size. Anda juga dapat menghapus file paging, yaitu dengan men-set initial size dan maximum size ke nol atau klik No Paging File. Namun Microsoft sangat menganjurkan Anda untuk tidak mematikan atau menghapus paging file.

                

4.5.3  Dilakukan setting environment variable.

 

                 Setelah melakukan penyetingan pada virtual memori, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan penyetingan pada environment variable. Environment variable disini adalah yang dibuat pada saat kita men-setup Windows atau menginstall programs. Sesudah melakukan penyetingan pada environtment variable komputer akan melakukan restart untuk kemudian ditulis dalam nilai registry. Alasan utama untuk menambah variable adalah untuk menyediakan data yang dibutuhkan untuk variabel yang akan digunakan. Seperti pada saat menginstall Java maka Anda perlu menambahkan variable agar dapat digunakan dikomputer Anda.

 

Cara untuk masuk ke dalam environment variable adalah :

 

Start >> Control Panel >> System and Maintenance >> System >> Advanced System Settings >> Klik Environment Variable

 

(Gambar 4.25 Environment Variable)

 

  Jika ingin menambah variable baru klik New, Edit untuk mengganti nama atau nilai dari variable dan Delete untuk menghapus. Dalam Modul ini contoh salah satu setting environtment variable adalah :

 

  1. Pada bagian ‘User variables for ‘. Klik 2x pada variable TEMP, ubah pathnya menjadi D:\Local Settings\Temp, lakukan juga pada variable TMP (ini hanya berpengaruh pada user yang sedang login)

 

  1. Pada bagian ‘System Variables’ cari dan klik 2x pada variable TEMP, ubah pathnya menjadi D:\Windows\TEMP. Lakukan juga pada variable TMP (ini berpengaruh pada seluruh sistem)

 

 

4.5.4  Dilakukan defragmantasi harddisk untuk meningkatkan kecepatan file sistem.

 

  Apakah maksudnya melakukan defragmentasi harddisk ? Ada 2 masalah utama kenapa harddisk bisa terfragmentasi atau isinya menjadi berantakan. Hal yang pertama adalah karena kebiasaan dari harddisk itu sendiri yang seringkali menulis data secara berantakan. Hal kedua adalah karena kegiatan menghapus data. Kedua hal tersebut dapat membuat data – data harddisk menjadi tersebar, sehingga untuk mencari data – data tersebut harddisk memerlukan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan suatu data, yang pada akhirnya akan memperlambat kinerja komputer Anda.

 

Maka untuk meningkatkan kecepatan file sistem maka lakukanlah defragmentasi pada komputer Anda minimal 3 bulan sekali untuk membuat data menjadi tersusun kembali serta meningkatkan peluang Anda memulihkan data jika drive tersebut mengalami crash/kerusakan. Caranya adalah :

 

Klik My Computer >> Pilih Drive harddisk yang akan kita cek >> Klik kanan Properties >>Kemudian pilih Tab Tools, Klik tombol Defragment Now pada kolom defragmentation. Selanjutnya akan terbuka kotak dialog defragmentasi. Pilih akan yang defragment now dan tunggu beberapa saat hingga selesai

 

 

(Gmbar 4.26 Pilih Drive Harddisk)

 

(Gambar 4.27 Klik Check Now)

(Gambar 4.28 Klik Defragment Now)

 

(Gambar 4.29 Proses Defragmentation)

  Tunggu sampai proses selesai. Jika sudah selesai, Klik OK.

 

Lakukan hal yang sama pada semua drive harddisk yang dimiliki. Proses ini biasanya akan berlangsung sangat lama, bisa seharian tergantung dari besarnya drive, isi – isi drive serta keruwetan data dalam cluster. Alternatif lain yang lebih cepat adalah Anda dapat menggunakan program Norton Speed Disk.

 

 

4.6 Melakukan setting software aplikasi yang terinstall pada komputer

4.6.1 Software-software aplikasi yang terinstall pada komputer diperiksa baik penggunaannya, memory yang terpakai, dan penggunaan CPU.

  Setelah Anda melakukan setting pada operating system, maka langkah selanjutnya yang sebaiknya Anda lakukan adalah melakukan setting software aplikasi yang terinstall pada komputer. Settingan ini ditujukan buat memaksimalkan fungsi software aplikasi yang terdapat pada komputer. Langkah pertama yang dilakukan adalah kita harus mengecek software aplikasi apa saja yang terinstall pada komputer Anda. Cara untuk mengeceknya adalah :

 

Start >> Control Panel >> Programs >> Program and Features

 

(Gambar 4.30 Program and Features)

 

Disana Anda dapat melihat software – software apa saja yang telah terintall di komputer. Lengkap dengan ukuran filenya segala. Jadi Anda dapat mengetahui software apa saja yang berukuran besar dan memakan banyak ruang di harddisk serta software – software kecil. Kemudian yang harus dilakukan adalah memeriksa penggunaan resources komputer (memori dan CPU) yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan resources ketika software aplikasi tersebut dijalankan. Cara untuk melihat resources komputer tadi adalah, Anda harus menjalankan software aplikasi yang ingin Anda periksa, setelah dijalankan Anda harus menekan kombinasi tombol

 

       Ctrl + Alt + Del

 

Setelah menekan kombinasi tombol tersebut kemudian pilih Start Task Manager untuk masuk kedalam Task Manager. Disini kita dapat melihat Aplikasi yang sedang digunakan, Proses yang sedang berlangsung, Services, Performance dari komputer, Networking serta Users. Didalam tab Performance Anda dapat melihat penggunaan CPU dan Memory pada saat ini. Anda dapat mencoba untuk membuka software aplikasi yang lain, ataupun membuka banyak software aplikasi agar Anda dapat mengetahui kemampuan maksimal dari komputer Anda.

 

4.6.2 Software-software aplikasi yang tidak digunakan dalam interval waktu tertentu dibuang.

 

  Jika setelah selesai melakukan pemeriksaan penggunaan resources komputer maka Anda dapat kembali ke bagian software aplikasi tadi :

 

Start >> Control Panel >> Programs >> Program and Features

 

Dibagian yang menampilkan semua software aplikasi yang terinstall pada komputer Anda, jika pada Windows XP Anda dapat melihat kapan terakhir software itu digunakan jadi Anda dapat mengetahui software yang tidak digunakan dalam interval waktu setahun misalnya. Namun pada Windows Vista hal ini tidak terdapat, sehingga Anda harus memperkirakan software – software apa saja yang jarang Anda gunakan sehingga aman untuk dibuang.

 

Setelah menentukan software – software aplikasi apa saja yang dibuang makan langkah selanjutnya adalah melakukan proses uninstall pada software tersebut. Caranya adalah klik kanan pada software yang ingin kita buang, kemudian tekan uninstall dan ikutin wizard yang ada. Lakukan itu pada semua software yang ingin Anda buang karena sudah jarang digunakan.

 

(Gambar 4.31 Cara Unistall)

 

4.6.3  Software-software yang tidak terlalu penting  tetapi menggunakan resource yang besar dibuang untuk melepaskan resource komputer.

 

            Masih pada bagian Program and Features, sekarang yang akan Anda lakukan adalah membuang software – software yang tidak terlalu penting tetapi menggunakan resource yang besar. Resource disini adalah penggunaan memori, CPU, dan harddisk. Yang Anda lakukan pertama kali adalah mengecek seberapa banyak software tersebut memakan ruang di harddisk Anda, Anda dapat memilih software – software yang memakan harddisk besar namun tidak terlalu penting. Klik saja pada Tab Size untuk mengurutkan software – software yang memakan ruang harddisk yang besar. Semakin kebawah, semakin sedikit pula memakan ruang harddisk.

 

 

(Gambar 4.32 Ukuran file di harddisk)

 

  Setelah dipilih software – software yang tidak terlalu penting namun memakan ruang harddisk banyak, Anda harus mengecek satu – satu penggunaan memori dan CPUnya dengan membuka Task Manager (kombinasi tombol Ctrl+Alt+Del). Setelah mengetahuinya barulah Anda dapat memutuskan software – software apa saja yang harus dibuang agar tidak menjadi beban dalam komputer Anda.

 

 

4.7 Melakukan setting pada aplikasi

4.7.1 Hal-hal yang berkaitan dengan software aplikasi dan cara melakukan setting konfigurasi dibaca untuk mendapatkan setting yang optimal.

 

  Setelah melakukan setting pada software aplikasi yang terinstall pada komputer maka Anda sekarang harus melakukan setting pada aplikasi. Hal yang pertama dilakukan adalah membaca cara melakukan setting konfigurasi untuk mendapatkan setting yang optimal. Anda dapat membaca pada menu helpnya ataupun pada sumber – sumber dari internet. Dalam modul kali ini akan diberikan contoh untuk melakukan setting pada Windows dengan cara melakukannya pada msconfig.

 

Kenapa harus dilakukan settingan pada msconfig? Karena beberapa software aplikasi ketika pertama kali diinstall menyediakan pilihan yaitu : icon ditambahkan pada Desktop dan ikon ditambahkan pada Taskbar Quick Launch. Sebaiknya tidak perlu meletakkan icon program tersebut dalam taskbar karena pertama kali sistem operasi bekerja (Start Up) maka akan membutuhkan waktu lama untuk mengaktifkan program tersebut. Memang secara sepintas akan memudahkan Anda menjalankan program tersebut karena tinggal mengklik iconnya dalam taskbar, namun sebenarnya menjadi beban pada sistem komputer karena harus menyediakan memori tersendiri.

 

Untuk itulah Anda harus melakukan penyetingan pada konfigurasi ini agar sistem dapat berjalan dengan optimal.

 

(Gambar 4.33 System Configuration Windows)

 

 

 

4.7.2  Setting konfigurasi aplikasi dibuka dan dibaca untuk dilihat kemungkinan perubahan.

 

            Langkah selanjutnya adalah Anda membuka settingan konfigurasi pada aplikasi dibuka untuk dilihat kemungkinan perubahannya. Cara membukanya berbeda – beda tergantung aplikasi apa yang ingin Anda rubah settingan konfigurasinya. Dalam contoh ini Anda akan mempelajari cara mebuka settingan konfigurasi pada Windows. Cara membukanya adalah :

 

Tekan Start kemudian ketik msconfig dan Anda akan masuk dalam sistem konfigurasinya Windows, disana ada 5 Tab yaitu General, Boot, Services, StartUp, dan Tools. Anda dapat membacanya dan mempelajarinya untuk dapat mengetahui apa saja efek – efek jika settingan tersebut dirubah. Settingan yang paling umum dirubah adalah pada bagian Services dan StartUp.

 

 

4.7.3  Dilakukan pengubahan setting sesuai dengan SOP.

 

Setelah settingan konfigurasi dibuka dan dibaca, sekarang seharusnya Anda dapat mengetahui apa saja settingan yang akan dirubah untuk meningkatkan kinerja dari komputer Anda. Pada bagian services Anda dapat melakukan beberapa pengubahan setting karena tidak setiap services dibutuhkan oleh Anda. Sedangkan setiap services yang berjalan, tentu saja akan memakan system resource yang dimiliki komputer Anda.

 

Maka, ada baiknya untuk mengoptimalkan services yang berjalan, tetapi sebaiknya Anda membuat system restore point untuk berjaga – jaga.

Caranya adalah :

 

Start >> All Programs >> Accessories >> System Tools >> System Restore

 

(Gambar 4.34 System Restore)

 

  Dalam hal optimalisasi ini Anda disarankan untuk membiarkan services berikut ini : Plug and Play, Remote Procedure Call (RPC), Shell Hardware Detection, Windows Audio, Windows Management Intrumentation dan Workstation. Karena serivices ini memegang peranan penting dalam system dan akan menjadi tidak nyaman kalau dimatikan (disable). Untuk services – serives yang lain Anda dapat membaca kegunaannya dan apabila tidak terlalu dibutuhkan dapat di-disable.

 

(Gambar 4.35 Tab Services)

 

  Untuk bagian startUp Anda dapat men-disable semuanya agar komputer dapat berjalan dengan cepat, karena startUp ini hanya memperlambat kinerja dari komputer Anda saja. Kemudian setelah semua settingan anda rubah lakukanlah restart pada komputer Anda dan rasakan perubahannya. Anda pasti dapat merasakan loading komputer akan semakin cepat dan berarti kerja Anda untuk melakukan setting optimasi system berlangsung dengan sukses.

 

 

(Gambar 4.36 Tab Startup)


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia yang dimaksud dalam pencapaian kompetesi ini adalah orang yang terlibat dalam pencapaian kompetensi, yang terdiri dari pelatih, penilai dan teman-teman sekerja lainnya.

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Melakukan Setting Untuk Optimasi System
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS03.002.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Melakukan Setting Untuk Optimasi System

TIK.CS03.002.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.

- PC dengan sistem operasi Windows.

- Keyboard, mouse, dan monitor.

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

 

- Software aplikasi yang akan di-Setting.

- Buku informasi atau manual tentang cara melakukan setting optimasi system pada Windows.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Melakukan Setting Untuk Optimasi System TIK.CS03.002.01

Wednesday 6 August 2014 | blog

Republik Indonesia Standar Dokumen Pengadaan Pengadaan Jasa Lainnya - Metoda Penunjukan Langsung bukan untuk penanganan darurat…

Friday 26 December 2014 | blog

                      PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI ADMINISTRASI…

Wednesday 18 June 2014 | blog

        PROPOSAL PENAWARAN SOLUSI EFISIENSI &  INOVASI TEPAT GUNA   KANTOR : Perumnas…

Saturday 9 May 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER     MENJELASKAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA…