Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

MELAKUKAN SETTING KONFIGURASI KOMUNIKASI WIRELESS

TIK.CS02.052.01

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………       1

 

BAB I     KONSEP PENILAIAN……………………………………………………….       2

1.1   Bagaimana Instruktur akan Menilai                                               2

1.2   Tipe Penilaian                                                                            2

 

BAB II    PELAKSANAAN PENILAIAN ……………………………………………..      4

               2.1  Kunci Jawaban Tugas Teori                                                          4

2.2   Penyelesaian untuk Soal Praktek                                                  8

2.3   Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik)                                                 11

            2.4   Check List Teori dan Praktek                                                      12

 

LEMBAR PENILAIAN………………………………………. ……………………………  13

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

Konsep Penilaian

 

1.1.          Bagaimana Instruktur akan Menilai

Dalam Sistem Berbasis Kompetensi, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan, pemahaman dan unjuk kerja tugas-tugas Anda dan sikap Anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan apakah Anda telah mencapai kompetensi sesuai dengan standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

Pada pelatihan berdasarkan kompetensi, pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah “Penilaian berdasarkan criteria/Criterion-Referenced Assessment”. Pendekatan ini mengukur unjuk kerja Anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

Penilaian juga dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah Anda telah mencapai hasil program belajar (contohnya pencapaian kompetensi dalam Unit). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

Penilaian dapat dilaksanakan di industri (ditempat kerja) atau dilembaga pelatihan (diluar tempat kerja). Jika memungkinkan, sebaiknya penilaian dilaksanakan ditempat kerja sehingga penilai dapat mengamati Anda melakukan kegiatan normal ditempat kerja.

 

1.2.          Tipe Penilaian  

Penilaian dilakukan dengan 2 jenis ujian, yaitu:

  1. Tes Tertulis

Test tertulis akan menilai pengetahuan Anda dan pemahaman konsep dan prinsip yang merupakan dasar unjuk kerja tugas-tugas Anda. Test tertulis biasanya berupa seri pertanyaan pilihan ganda atau beberapa bentuk test tertulis objectif lainnya, yaitu tes dimana setiap pertanyaan memiliki satu jawaban benar.

  1. Tes Unjuk Kerja

Test unjuk kerja akan menilai kompetensi Anda dalam menampilkan tugas-tugas elemen terhadap standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja. Oleh sebab itu Anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman Anda terhadap unjuk kerja tugas-tugas.

Penilai biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi Anda dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

2.1    Kunci Jawaban Tugas Teori

 

  1. Kombinasi protokol 802.11 yang dapat saling beroperasi adalah:

 

  1. d.   802.11 b dan g

 

2.    Protokol 802.11 meratifikasi mengenai teknologi?

       c. WiFi

 

3.    Dimana lokasi operasi paling optimal dari sebuah antena AP:

 

a. Paling tinggi

 

  1. Dari sisi kecepatan transfer data, manakah protokol yang nilainya paling tinggi?
    1. d.   802.11n

 

 

5.    Apa yang menyebabkan turunnya kecepatan transfer data dari protokol 802.11b dan g?

 

  1. d.   a,b,c benar

 

6.     Apa alasan protokol 802.11n memiliki kecepatan transfer data yang tinggi?

 

  1. a.   Konfigurasi antenna lebih banyak

 

  1. Apa yang membedakan AP dengan WR:
    1. d.   Semuanya benar

 

 

 

 

  1. Apa saja yang umumnya terdapat dalam paket penjualan AP?
    1. d.   Jawaban a dan b benar

 

 

  1. Dari jawaban dibawah, manakah yang memberikan keamanan tambahan dalam konteks perangkat WR?
    1. a.   Fitur router

 

  1. Interface WNA apa yang dapat digunakan pada PC:

d. Jawaban a dan b benar

 

  1. Aplikasi apa yang digunakan untuk melakukan pencarian terhadap keberadaan jaringan WLAN

a. NetStumbler


 

  1. Apa yang membedakan antara mode Adhoc dengan Infrastruktur:
    1. d.   Jawaban a dan b benar

 

  1. Dari mode operasi dibawah, manakah yang dapat meningkatkan jarak jangkau / cakupan WLAN:
  2. d.       Repeater

 

  1. Faktor apa saja yang patut dipertimbangkan dalam mengimplementasikan jaringan WiFi:

 

d. Semua benar


 

  1. Apa saja tiga perangkat penting dalam jaringan WLAN:

 

d. PC, AP, WNA

 

 

  1. Apakah kebutuhan minimal untuk mengimplementasikan WLAN dengan mode Adhoc?
    1. b.   2 WNA

 

  1. Enkripsi apa yang digunakan oleh fitur WPA?

a. TKIP

 

  1. Bagaimana cara mengembalikan kondisi konfigurasi AP ke kondisi awal dari pabrik?

b. Melalui tombol reset pada AP

 

  1. Bagaimana cara menghubungkan WLAN dengan internet?
    1. a.   Melalui modem dan WR

 

  1. Metode yang berguna untuk melakukan konfigurasi WLAN pada Windows dinamakan:

b. WZC

 

  1. Informasi apa saja yang dapat diperoleh dari icon WLAN pada system tray windows:

a. Kecepatan transfer data

 

  1. Informasi apa saja yang dapat diperoleh dari aplikasi NetStumbler:

 

       d. Semuanya benar


 

  1. Berapa jumlah channel yang dapat digunakan untuk WLAN:
    1. c.    11

 

 

 

  1. Parameter apa yang harus seragam pada konfigurasi AP dan WNA:
    1. a.   SSID

 

  1. Berapa jumlah maksimum karakter pada SSID:

c. 32


2.2        Penyelesaian untuk soal praktek

  1. Berikut tahapan untuk melakukan setting perangkat AP:
  1. Cek isi paket penjualan perangkat AP, harusnya mencakup:
    1.                                          i.    Perangkat AP
    2.                                         ii.    Perlengkapan, bisa berupa antena, kabel UTP, dll.
    3.                                        iii.    Adaptor atau power supply.
    4.                                        iv.    CD atau DVD, biasanya berisi softcopy buku petunjuk atau software untuk konfigurasi.
    5. Pasang semua perlengkapan pada AP.
    6. Posisikan AP pada lokasi yang tinggi dan dapat mencakup klien WLAN. Posisikan juga antena AP keatas atau posisi yang dapat mencakup klien WLAN.
    7. Hubungkan AP dengan switch atau hub yang terhubung dengan LAN melalui port ethernet menggunakan kabel UTP.
    8. Nyalakan power AP. Umumnya ditandai dengan nyalanya lampu indikator di panel depan AP.
    9. Masukkan CD atau DVD pada PC untuk melakukan konfigurasi AP. Pastikan bahwa PC tersebut terhubung ke LAN yang sama dengan AP. Biasanya di dalam CD atau DVD terdapat softcopy buku petunjuk yang berisi petunjuk instalasi, konfigurasi dan penggunaan AP.
    10. Masuk ke dalam fitur konfigurasi AP. Biasanya dapat langsung diakses pada waktu CD atau DVD dimasukkan kedalam drive. Apabila mode konfigurasi tidak dapat langsung diakses, maka harus diakses melalui windows explorer.
    11. Biasanya akan tampil window untuk memasukkan password dari AP. Password default AP dapat dilihat pada buku manual.
    12. Setelah memasukkan password, maka konfigurasi AP dapat mulai dilakukan. Berikut adalah poin yang perlu dikonfigurasikan:
      1.                                          i.    Nama AP

Secara default AP sudah diberi nama, apabila WLAN akan menggunakan lebih dari satu  AP sebaiknya nama AP diubah sesuai dengan kebutuhan. Contoh nama yang dapat digunakan adalah nama lokasi AP.

  1.                                         ii.    Password AP

Sama seperti nama AP, secara default password sudah diberikan. Untuk menambah keamanan sebaiknya password diubah.

  1.                                        iii.    IP address

IP address beserta subnet mask dan gateway harus disesuaikan dengan LAN. IP yang dimasukkan harus dalam cakupan private IP address.

  1.                                        iv.    SSID

Nama SSID sebuah WLAN harus seragam. Contoh nama yang dapat digunakan adalah nama lokasi jaringan WLAN. Maksimum karakter dalam SSID adalah 32. Nyalakan fitur SSID broadcast.

  1.                                         v.    Network Mode / Protokol 802.11

Protokol yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan protokol pada WNA. Ada baiknya menggunakan protokol campuran seperti 802.11 b/g.

  1.                                        vi.    Channel

Gunakan salah satu channel dalam 11 pilihan yang ada. Untuk lebih optimal, lakukan pengamatan apabila channel yang digunakan tidak berfungsi dengan baik dan ganti dengan channel yang lain. Harus seragam dengan AP lain dalam WLAN yang sama.

  1.                                      vii.    WEP atau WPA

Pilih WEP dengan enkripsi 128-bit. Catat isi key untuk disesuaikan dengan WNA.

  1.                                     viii.    Mode AP

Atur mode operasi ke AP.

  1. Cek keberadaan AP dengan menggunakan aplikasi NetStumbler pada PC yang dipasang dengan WNA. Apabila AP terdeteksi maka proses telah sukses.
  2. Cek isi paket penjualan perangkat WR, harusnya mencakup:
    1.                                          i.    Perangkat WR
    2.                                         ii.    Perlengkapan, bisa berupa antena, kabel UTP, dll.
    3.                                        iii.    Adaptor atau power supply.
    4.                                        iv.    CD atau DVD, biasanya berisi softcopy buku petunjuk atau software untuk konfigurasi.
    5. Pasang semua perlengkapan pada WR.
    6. Posisikan WR pada lokasi yang tinggi dan dapat mencakup klien WLAN. Posisikan juga antena WR keatas atau posisi yang dapat mencakup klien WLAN.
    7. Hubungkan WR dengan modem atau PC yang terhubung ke modem melalui port ethernet menggunakan kabel UTP.
    8. Nyalakan power WR. Umumnya ditandai dengan nyalanya lampu indikator di panel depan WR.
    9. Masukkan CD atau DVD pada PC untuk melakukan konfigurasi WR. Pastikan bahwa PC tersebut terhubung ke LAN yang sama dengan WR. Biasanya di dalam CD atau DVD terdapat softcopy buku petunjuk yang berisi petunjuk instalasi, konfigurasi dan penggunaan WR.
    10. Masuk ke dalam fitur konfigurasi WR. Biasanya dapat langsung diakses pada waktu CD atau DVD dimasukkan kedalam drive. Apabila mode konfigurasi tidak dapat langsung diakses, maka harus diakses melalui Windows explorer.
    11. Biasanya akan tampil window untuk memasukkan password dari WR. Password default WR dapat dilihat pada buku manual.
    12. Setelah memasukkan password, maka konfigurasi WR dapat mulai dilakukan. Berikut adalah poin yang perlu dikonfigurasikan:
      1.                                          i.    Nama WR
  1. Berikut tahapan untuk melakukan setting perangkat WR:

Secara default WR sudah diberi nama, apabila WLAN akan menggunakan lebih dari satu  WR atau AP sebaiknya nama WR diubah sesuai dengan kebutuhan. Contoh nama yang dapat digunakan adalah nama lokasi WR.

  1.                                         ii.    Password WR

Sama seperti nama WR, secara default password sudah diberikan. Untuk menambah keamanan sebaiknya password diubah.

  1.                                        iii.    IP address

IP address beserta subnet mask dan gateway harus disesuaikan dengan LAN. IP yang dimasukkan harus dalam cakupan private IP address.

  1.                                        iv.    SSID

Nama SSID sebuah WLAN harus seragam. Contoh nama yang dapat digunakan adalah nama lokasi jaringan WLAN. Maksimum karakter dalam SSID adalah 32. Nyalakan fitur SSID broadcast.

  1.                                         v.    Network Mode / Protokol 802.11

Protokol yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan protokol pada WNA. Ada baiknya menggunakan protokol campuran seperti 802.11 b/g.

  1.                                        vi.    Channel

Gunakan salah satu channel dalam 11 pilihan yang ada. Untuk lebih optimal, lakukan pengamatan apabila channel yang digunakan tidak berfungsi dengan baik dan ganti dengan channel yang lain. Harus seragam dengan WR lain dalam WLAN yang sama.

  1.                                      vii.    WEP atau WPA

Pilih WEP dengan enkripsi 128-bit. Catat isi key untuk disesuaikan dengan WNA.

  1.                                     viii.    Mode WR

Atur mode operasi ke AP.

  1.                                        ix.    DHCP server

Aktifkan DHCP server. Masukkan nilai starting IP address (harus dalam cakupan private IP address) dan jumlah pengguna yang tercakup DHCP (maksimum 40).

  1. Cek keberadaan WR dengan menggunakan aplikasi NetStumbler pada PC yang dipasang dengan WNA. Apabila WR terdeteksi maka proses telah sukses
  2. Cek isi paket penjualan perangkat WNA, harusnya mencakup:
    1.                                          i.    Perangkat WNA
    2.                                         ii.    Perlengkapan, bisa berupa antena, kabel UTP, kabel USB dll.
    3.                                        iii.    CD atau DVD, biasanya berisi softcopy buku petunjuk atau software untuk konfigurasi.
    4. Pastikan komputer yang akan dipasang WNA dalam keadaan mati. Pasang WNA pada konektor yang disediakan (misalnya bila menggunakan WNA PCI, pasang pada slot PCI).
    5. Pasang semua perlengkapan pada WNA.
    6. Nyalakan PC dan masukkan CD atau DVD pada drive.
    7. Lakukan instalasi driver WNA dengan mengikuti petunjuk pada layar atau buku manual, biasanya akan muncul autostart pada saat CD atau DVD dimasukkan ke drive. Apabila autostart tidak muncul, lakukan instalasi dengan mengakses CD atau DVD.
    8. Setelah melakukan instalasi driver, akan tampil icon pada system tray Windows. Ikuti petunjuk dibawah ini:
      1.                                          i.    klik kanan pada icon WLAN
      2.                                         ii.    Klik View Available Wireless Network à klik Change advanced settings pada Related Tasks à klik tab General.
      3.                                        iii.    Pilih Properties à klik tombol Configure (pada tab General) à tab Advanced.
      4.                                        iv.    Pilih Network Type pada box Property à Pilih Infrastructure pada box Value.
      5.                                         v.    Pilih SSID pada box Property à masukkan nama SSID dari AP yang dituju pada box Value.
      6.                                        vi.    Klik OK.
      7.                                      vii.    Klik View Available Wireless Network.
      8.                                     viii.    Apabila SSID dari AP diatur pada mode broadcast, maka SSID AP akan tampil pada kolom disebelah kanan. Pilih SSID yang diinginkan dan klik tombol Connect. Proses konfigurasi telah selesai, namun bila sebaliknya SSID tidak tampil, lanjutkan tahapan.
      9.                                        ix.    Apabila SSID dari AP tidak tampil pada kolom, maka klik Change advanced settings pada Related Tasks à klik tab Wireless Network.
      10.                                         x.    Pastikan kotak Use Windows to configure my wireless setting terisi.
      11.                                        xi.    Klik tombol Add
      12.                                      xii.    Atur konfigurasi sesuai dengan konfigurasi AP. Parameter yang harus di konfigurasi adalah SSID, Network authentication dan Data encryption. Bila menggunakan WEP maka masukkan juga Network key.
      13.                                     xiii.    Klik OK
      14.                                     xiv.    Tunggu hingga tampil icon
      15.                                      xv.    Klik OK
      16. Apabila konfigurasi yang dilakukan sudah benar maka pada system tray akan tampil icon
      17. Cek isi paket penjualan perangkat WNA, harusnya mencakup:
        1.                                          i.    Perangkat WNA
        2.                                         ii.    Perlengkapan, bisa berupa antena, kabel UTP, kabel USB dll.
        3.                                        iii.    CD atau DVD, biasanya berisi softcopy buku petunjuk atau software untuk konfigurasi.
        4. Pastikan komputer yang akan dipasang WNA dalam keadaan mati. Pasang WNA pada konektor yang disediakan (misalnya bila menggunakan WNA PCI, pasang pada slot PCI).
        5. Pasang semua perlengkapan pada WNA.
        6. Nyalakan PC dan masukkan CD atau DVD pada drive.
        7. Lakukan instalasi driver WNA dengan mengikuti petunjuk pada layar atau buku manual, biasanya akan muncul autostart pada saat CD atau DVD dimasukkan ke drive. Apabila autostart tidak muncul, lakukan instalasi dengan mengakses CD atau DVD.
        8. Setelah melakukan instalasi driver, akan tampil icon pada system tray Windows. Ikuti petunjuk dibawah ini:
          1.                                          i.    klik kanan pada icon WLAN
          2.                                         ii.    Klik View Available Wireless Network à klik Change advanced settings pada Related Tasks à klik tab General.
          3.                                        iii.    Pilih Properties à klik tombol Configure (pada tab General) à tab Advanced.
          4.                                        iv.    Pilih Network Type pada box Property à Pilih Adhoc pada box Value.
          5.                                         v.    Pilih SSID pada box Property à masukkan nama SSID dari AP yang dituju pada box Value.
          6.                                        vi.    Klik OK.
          7.                                      vii.    Klik View Available Wireless Network.
  1. Berikut tahapan untuk melakukan konfigurasi WNA untuk mode Infrastruktur:
  1. Berikut tahapan untuk melakukan konfigurasi WNA untuk mode Infrastruktur:

 

  1.                                     viii.    Apabila SSID dari WNA pertama tampil pada kolom disebelah kanan. Pilih SSID yang diinginkan dan klik tombol Connect. Proses konfigurasi telah selesai, namun bila sebaliknya SSID tidak tampil, lanjutkan tahapan.
  2.                                        ix.    Apabila SSID dari WNA tidak tampil pada kolom, maka klik Change advanced settings pada Related Tasks à klik tab Wireless Network.
  3.                                         x.    Pastikan kotak Use Windows to configure my wireless setting terisi.
  4.                                        xi.    Klik tombol Add
  5.                                      xii.    Atur konfigurasi sesuai dengan konfigurasi WNA pertama. Parameter yang harus di konfigurasi adalah SSID, Network authentication dan Data encryption. Bila menggunakan WEP maka masukkan juga Network key.
  6.                                     xiii.    Klik OK
  7.                                     xiv.    Tunggu hingga tampil icon
  8.                                      xv.    Klik OK
  9. Apabila konfigurasi yang dilakukan sudah benar maka pada system tray akan tampil icon
  10. Download aplikasi pada alamat www.netstumbler.com
  11. Setelah aplikasi selesai di download lakukan instalasi pada PC yang terpasang WNA.
  12. Setelah instalasi selesai dilakukan, jalankan aplikasi.
  13. Klik menu Device, aktifkan pilihan Use any suitable device.
  14. Klik menu File, pilih menu Export à Summary. Masukkan nama file yang diinginkan dan klik OK.
  1. Berikut tahapan penggunaan aplikasi NetStumbler:

 

2.3   Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik)

 

TUGAS – TUGAS YANG DITAMPILKAN

KOMPETEN

BELUM

KOMPETEN

TANGGAL

1 Mempersiapkan perangkat komunikasi wireless      
2 Melakukan instalasi dan setting konfigurasi perangkat komunikasi      
3 Pengujian komunikasi wireless      

2.4 Check List Teori dan Praktek

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani

 

Penguasaan Bahan

Ya

Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?  
Apakah peserta dapat melakukan identifikasi kebutuhan jaringan Wireless?  
Apakah peserta dapat melakukan identifikasi dan mengadakan perangkat jaringan Wireless?  
Apakah peserta dapat melakukan instalasi perangkat jaringan Wireless?  
Apakah peserta dapat melakukan konfigurasi perangkat AP?  
Apakah peserta dapat melakukan konfigurasi perangkat WR?  
Apakah peserta dapat melakukan konfigurasi perangkat WNA untuk mode Infrastruktur?  
Apakah peserta dapat melakukan konfigurasi perangkat WNA untuk mode Adhoc?  
Apakah peserta dapat membuat laporan dengan menggunakan aplikasi NetStumbler?  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENILAIAN

 

Tanggal : ……………………………….

 

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

Testimoni

Filed under : blog, tags: