Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Melakukan Setting Bios TIK.CS02.015.01

Jul
29
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MELAKUKAN SETTING BIOS

TIK.CS02.015.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI 1

BAB I 3

PENGANTAR. 3

1.1  Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2  Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

BAB II 7

STANDAR KOMPETENSI 7

2.1 Peta Paket Pelatihan. 7

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 8

2.3.2 Kode Unit Kompetensi 8

2.3.3 Deskripsi Unit 8

2.3.4 Elemen Kompetensi 8

2.3.5 Batasan Variabel 9

2.3.6 Panduan Penilaian. 10

2.3.7 Kompetensi Kunci 11

BAB III 13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1 Strategi Pelatihan. 13

3.2 Metode Pelatihan. 14

BAB IV. 15

MATERI UNIT KOMPETENSI MELAKUKAN SETTING BIOS. 15

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3 Uraian Singkat Tentang Melakukan Setting Bios 15

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini 16

4.5 Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi 16

4.5.1   Menyalakan Komputer 16

4.5.2   Memasuki Setting BIOS. 17

4.5.3   Melihat Konfigurasi Utama. 18

4.5.4   Melihat Konfigurasi Periperal 26

4.5.5 Memasang pengamanan. 31

4.5.6   Mengambil Default setup. 32

4.5.7   Menyimpan atau membatalkan konfigurasi. 35

4.5.8   Melakukan restart dan memastikan konfigurasi benar 36

BAB V. 38

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI 38

5.1 Sumber Daya Manusia. 38

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 39

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 40

DAFTAR PUSTAKA. 41

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1    Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2  Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1  Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2  Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3   Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.014.01         Menguji Hasil Rakitan Secara Hardware

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara melakukan setting BIOS.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

Judul Unit        : Melakukan Setting BIOS

 

2.3.2 Kode Unit Kompetensi

Kode Unit       : TIK.CS02.015.01

2.3.3 Deskripsi Unit

Unit ini mendeskripsikan ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan dan mengatur konfigurasi komputer sebelum dapat digunakan.

 

2.3.4 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Menyalakan komputer 1.1    Sambungan komputer ke saluran listrik PLN diperiksa dan kemungkinan penggunaan perangkat bantu (UPS, AVR, soft start dan lainnya) juga diperiksa.

1.2    Perangkat bantu (UPS, AVR, soft start atau lainnya) dinyalakan dan diperiksa ketersediaan aliran listriknya.

1.3    Komputer dinyalakan dan diperhatikan indikator power dari komputer.

02     Memasuki setting BIOS 2.1  Tombol-tombol khusus untuk konfigurasi atau diagnosa komputer dijelaskan berdaasrkan jenis-jenis komputer yang ada.

2.2  Tombol untuk masuk ke setting BIOS ditekan saat komputer mulai restart.

2.3 Dipastikan telah memasuki menu setup.

03     Melihat konfigurasi utama 3.1  Konfigurasi utama atau halaman utama dari seting BIOS dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu.

3.2   Dilakukan setting konfigurasi pada halaman

utama sesuai dengan spesifikasi yang

diinginkan, meliputi jam, drive yang digunakan

dan sebagainya.

04     Melihat konfigurasi periperal 4.1  Halaman setting konfigurasi pheriperal dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu.

4.2    Dilakukan setting konfigurasi pada halaman konfigurasi pheriperal sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, meliputi pararel port, serial port, USB, infra red dan sebagainya.

05     Memasang pengamanan 5.1  Halaman setting pengamanan dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu.

5.2  Dilakukan setting pengamanan dan jenis pengamanan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

06     Mengambil default setup 6.1  Dijelaskan pengertian default setup dan dijelaskan pula kapan default setup dapat digunakan.

6.2    Tombol untuk mengambil default setup disebutkan jenis dan kegunaannya.

6.3   Tombol default setup ditekan untuk kembali ke setup awal sesuai dengan yang diinginkan.

07     Menyimpan atau membatalkan konfigurasi 7.1  Dijelaskan pengertian menyimpan atau membatalkan konfigurasi dan kapan harus dilakukan.

7.2  Tombol atau langkah untuk menyimpan atau membatalkan konfigurasi disebutkan.

7.3  Konfigurasi disimpan atau dibatalkan dan keluar dari setting BIOS.

08     Melakukan restart dan memastikan konfigurasi benar 8.1    Dilakukan restart komputer dengan cara keluar dari setting BIOS dan restart.

8.2    Diamati tanda-tanda atau tampilan-tampilan yang muncul saat restart untuk memastikan setting sesuai dengan yang diinginkan.

1.1.4           Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.5 Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1  Jenis komputer berdasar ROM BIOS yang digunakan.

2.2  Interface IDE yang ada pada motherboard.

2.3  Ukuran Hard disk.

2.4  OS yang digunakan.

2.5  Tools yang digunakan.

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1    Peralatan.

3.2    Tenaga kerja.

3.3    Penyediaan barang yang dapat dikonsumsi.

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1    Kesulitan teknis.

4.2    Pertimbangan hubungan industri.

4.3    Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4    Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer.

5.2     Teknisi Perawatan Komputer.

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer.

 

2.3.6 Panduan Penilaian

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti pengetahuan dan keterampilan di bidang berikut ini:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis .

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3  Pengamatan.

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1   Pengetahuan menyeluruh sektor industri

1.2.2   Kemampuan menangani  dokumen secara akurat

1.2.3   Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

2.  Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya. Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1      Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk  menentukan konsistensi kemampuan).

2.2   Studi kasus.

2.3   Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4   Menanyakan secara lesan/interview.

2.5   Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6   Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7   Bukti penilaian

 

3. Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel, yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih.

 

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2     Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

4. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1    TIK.CS02.014.01 Menguji Hasil Rakitan Secara Hardware

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bisa terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 2.3.7 Kompetensi Kunci

            Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2
2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2
4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2
5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2
6 Memecahkan masalah 2
7 Menggunakan teknologi 2

1.1.5           Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI MELAKUKAN SETTING BIOS

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat mempersiapkan dan mengatur konfigurasi komputer sebelum dapat digunakan.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mempersiapkan komputer untuk dapat digunakan.
  • Siswa dapat masuk ke dalam setting BIOS pada komputer.
  • Siswa dapat melakukan konfigurasi utama maupun periperal sesuai kebutuhan yang diinginkan.
  • Siswa dapat menggunakan setting pengaman dan jenis pengaman sesuai spesifikasi yangt diinginkan.
  • Siswa dapat mengambil default setup dan tau kapan untuk menggunakannya.
  • Siswa dapat membatalkan atau menyimpan konfigurasi BIOS.
  • Siswa dapat melakukan pengecekan kebenaran konfigurasi yang diinginkan.

 

4.3 Uraian Singkat Tentang Melakukan Setting Bios

 

BIOS memiliki banyak kepanjangan seperti Binary Output/Input System, Basic Integrated Operating System dan kadang-kadang Built In Operating System.  Kata BIOS merujuk kepada kode perangkat keras yang dijalankan oleh komputer ketika dinyalakan untuk pertama kalinya. Fungsi utama BIOS adalah untuk mengidentifikasi dan menginisialisasi komponen perangkat keras seperti (hard-drives, floppies dan CD). Hal ini bertujuan untuk menyiapkan mesin sehingga program perangkat lunak yang tersimpan dalam berbagai media dapat di-load, dieksekusi dan mengendalikan PC.

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini

Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

  • PC, adalah singkatan dari Personal Computer, biasa yang kita sebut sebagai komputer
  • Hard Drive, yaitu sebuah kotak yang dapat menyimpan data-data pada komputer

 

4.5 Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi

4.5.1  Menyalakan Komputer

1) Pengetahuan Kerja

 

Komputer adalah sebuah alat elektronik untuk menyimpan maupun memproses informasi. Komputer dapat memanipulasi data berdasarkan sederetan perintah yang mana membuatnya menjadi suatu contoh yang sangat tepat sebagai sistem untuk memproses data.

 

Sebagaimana kita tahu bahwa komputer adalah sebuah alat elektronik, maka kita perlu tahu bagaimana cara mengoperasikannya. Pertama-tama langkah yang perlu dilakukan untuk menyalakan komputer adalah dengan memastikan bahwa komputer tersambung dengan kabel-kabel yang sesuai dan power menyala pada plug socket (perlu diingat untuk tidak memasang kabel jika power menyala). Komputer perlu tersambung ke aliran listrik dari jaringan PLN atau alat-alat bantu seperti UPS(Uninterruptible Power Supply), AVR(Advanced Virtual RISC), soft start atau lainnya.

 

Perangkat bantu seperti UPS (Uninterruptible Power Supply) mempunyai baterai yang akan menyimpan aliran listrik untuk beberapa waktu apabila terjadi putus aliran listrik. Alat ini memungkinkan user untuk melakukan shut down pada komputernya semestinya dan menyimpan data-data penting sebelum pemutusan aliran listrik dari sumbernya. Apabila komputer tersambung pada alat-alat bantu seperti ini, maka kita haruis memsatikan bahwa alat-alat bantu ini memiliki ketersediaan aliran listrik.

 

Apabila sudah dipastikan bahwa komputer telah tersambung pada aliran listrik, langkah berikutnya adalahn menekan tombol power yang terletak didepan casing komputer. Hal ini cukup dilakukan sekali, tekan dengan seksama, kemudian lepaskan. Biasanya tombol power tersebut adalah tombol yang ukurannya lebih besar dari tombol lainnya.

 

Setelah tombol power ditekan kita perlu menunggu beberapa saat supaya komputer menyala dan menloading piranti lunak (Operating System) atu dikenal dengan istilah boot up. Prosedur ini juga menentukan alat-alat periperal apa yang terhubung ke komputer. Ada beberapa warna lampu yang dapat dijadikan indikator.

-   Warna Hijau menandakan bahwa power menyala dan peralatan tersebut bekerja dengan baik.

-   Warna oranye menandakan bahwa peralatan tersebut berada pada kadaan low-power atau sleep mode. Peralatan tersebut masih menyala tetapi tidak bekerja.

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Ketrampilan kerja yang perlu diasah sehingga mendukung pengetahuan kerja yang ada dapat ditempuh dengan berlatih baik dipandu oleh pelatih maupun tanpa panduan pelatih.

 

3) Sikap Kerja

 

Beberapa hal yang dilakukan dalam menyalakan komputer yaitu :

  • Memeriksa sambungan komputer ke saluran listrik PLN
  • Menyalakan perangkat pembatu seperti UPS, AVR, soft start dan sebagainya untuk diperiksa
  • Tahap terakhir yaitu menyalakan komputer dan memperhatikan indikator power pada komputer

 

4.5.2  Memasuki Setting BIOS

1) Pengetahuan Kerja

 

Sebelum setting BIOS dapat dilakukan, kita harus masuk kedalam BIOS Setup Utility. Sebagaimana komputer telah menjadi alat yang sangat hebat dan cepat maka proses boot up menjadi sangat cepat. Sebenarnya untuk saat ini Microsoft mempunyai suatu system yang disebut “Rapid Booting”  dimana systemnya bisA melakukan boot up hanya dalam beberapa detik.

 

Setiap pabrik memiliki desain dan pengaturan berbeda untuk BIOS Setup Utility. Jadi setiap komputer memiliki tombol-tombol berbeda untuk konfigurasi dan diagnosis komputer. Informasi-informasi ini tersedia pada buku manual motherboard. Tidak semua produsen menjelaskan fungsi dari BIOS ini dengan baik.

 

BIOS memang bervariasi. Hal ini disebabkan karena perbedaan pabrik yang memproduksi maupun dari versi BIOS itu sendiri. Tidak semua motherboard memiliki BIOS dan display menu yang sama, ada sedikkit perbedaan di sana-sini. Bahkan ada BIOS yang mendukung penggunaan mouse pada lingkungan BIOS.

 

BIOS Setup Utility dapat diakses ketika system sedang melakukan proses booting yaitu setelah komputer mulai restart. Proses untuk masuk kedalam BIOS Setup Utility dilakukan dengan menekan tombol yang tepat dengan cepat. Disini kita dapat menggunakan tombol Pause (terletak pada sebelah atas pojok kanan dari keyboard) sebagai alat bantu.

 

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah menemukan huruf atau tombol apa yang terdapat pada keyboard yang harus kita tekan pada waktu waktu yang tepat untuk dapat masuk kedalam BIOS. Karena setiap komputer dari pabrik yang berbeda memiliki tombol berbeda untuk melakukan hal ini. Tombol-tombol yang biasa digunakan adalah [Del], [F1], [F2], [Alt], [Ctrl], atau tombol lainnya. Informasi ini biasanya disediakan oleh produsen motherboard baik pada buku manual maupun situsnya.

 

Selama booting, halaman depan BIOS akan kelihatan sekilas untuk satu atau 2 detik di layer. Mungkin anda perlu melakukan boot up sekali atau dua kali supaya mempunya cukup waktu untuk melihat petunjuk mengenai tombol yang digunakan untuk masuk ke dalam BIOS. Biasanya informasi ini terletak dibagian kiri bawah. Setelah berhasil menemukan tombol yang diminta, kita dapat menekan tombol tersebut pada saat komputer booting-up untuk masuk ke dalam BIOS.

 

Setelah memasuki setting BIOS, halaman menu utama dari BIOS akan ditampilkan. Ini menunjukan bahwa kita telah berhasil memasuki menu setup dari BIOS. Apabila kita tidak melihat ada tampilan menu BIOS melainkan masuk kedalam Operating System seperti biasa, itu berarti kita gagal masuk ke dalam setting BIOS, hal ini mungkin disebabkan karena kita menekan tombol yang salah ataupun dalam kurun waktu yang terlambat.

 

Untuk bisa masuk ke dalam BIOS, kita dapat mengulangi langkah dari me-restart komputer kembali.

 

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Ketrampilan kerja yang perlu diasah sehingga mendukung pengetahuan kerja yang ada dapat ditempuh dengan berlatih baik dipandu oleh pelatih maupun tanpa panduan pelatih.

 

3) Sikap Kerja

 

Beberapa sikap kerja yang diperhatikan ketika komputer memasukki setting BIOS, yaitu :

  • Mempelajari dan mengetahui fungsi tombol-tombol khusus untuk konfigurasi atau diagnosa komputer
  • Memastikan tombol apa yang harus ditekan untuk memasuki setup BIOS

 

4.5.3   Melihat Konfigurasi Utama

1) Pengetahuan Kerja

 

Ada beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan ketika akan melakukan setting BIOS. Beberapa orang mungkin menggunakan setting BIOS untuk membuat sistem mereka bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Perlu diperhatikan ketika kita akan melakukan perubahan kita harus tahu arah dan tujuan yang ingin kita capai. Merupakan sesuatu yang lebih baik apabila salinan mengenai setting awal dicatat terlebih dahulu. Hal ini dapat digunakan sewaktu-waktu ketika kita mengalami masalah dalam melakukan setting BIOS sehingga mempermudah kita untuk kembali pada setting yang sebelumnya.

Tetapi untuk konfigurasi BIOS yang pertama kali kita dapat mengambil pendekatan konservatif.

Ada banyak option didalam BIOS pada umumnya dibagi dalam beberapa kategori. Misalnya: Standard CMOS, BIOS Features, Power Management, Integrated Systems, dll.

Setelah masuk ke dalam menu utama BIOS kita akan melihat tampilan seperti berikut ini.

Atau tampilan seperti ini

Setiap motherboard memiliki tampilan BIOS berbeda-beda tergantung dari pabrik yang memproduksinya. Tampilan BIOS juga berbeda-beda sesuai dengan versi BIOS itu sendiri.

Saat ini BIOS yang paling banyak digunakan adalah AWARD BIOS dan AMI BIOS. Masing-masing BIOS mempunyai pengaturan menu dan konfigurasi yang belum tentu sama, namun sebagian besar memiliki fungsi yang sama, hanya mungkin berbeda istilah saja. Untuk itu sangatlah penting membaca dan memahami dahulu petunjuk pada buku manual motherboard yang digunakan.

Diatas adalah salah satu contoh display dari menu BIOS Setup. Masuk ke dalam display BIOS kita akan mendapatkan tampilan PC seperti pada masa DOS dimana GUI (Graphical User Interface) belum dikenal.

Ada beberapa konfigurasi yang tersedia pada halaman utama dari setting BIOS.

 

Istilah BIOS dan CMOS(Complementary Metal Oxide Semiconductor) sering dicampuradukkan, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Di mana BIOS sebetulnya adalah software low level, sedangkan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah memory yang digunakan untuk semua setting BIOS.

Semua informasi mengenai BIOS, interrupt handler, identitas dan konfigurasi hardware yang terpasang disimpan dalam suatu chip Complementary Metal Oxide Semiconductor (CMOS). Setup BIOS menyediakan informasi detail mengenai sistem dan dapat dimodifikasi jika diperlukan. Untuk menjaga agar informasi tetap tersimpan, chip CMOS membutuhkan daya listrik yang diambil dari sebuah baterai yang biasanya terdapat pada motherboard (umumnya CR2032).

Pada menu utama Kita dapat mengatur jam tanggal. Dibawah pengaturan jam dan tanggal, kita dapat menspesifikasikan hard drives dan media penyimpanan lain yang terpasang pada PC. Setiap kali PC dinyalakan biasanya PC akan melakukan auto-detect dan menentukan storage devices apa saja yang ter-instal pada sistem. Ketika BIOS melakukan pencarian drives yang tidak ada, maka tombol Skip dapat ditekan jika kita mau mengacuhkannya. Jika tidak kita dapat menunggu sampai BIOS selesai mencari.

Sementara untuk kebanyakan sistem proses ini berlangsung kira-kira sedetik atau dua detik, kita dapat menetukan dengan spesifik media apa saja yang perlu di deteksi sehingga waktu boot-up akan jauh lebih cepat.

Untuk melakukan ini, pilihlah drive yang ditentukan, yaitu dengan menandainya dan menekan tombol Enter. Kemudian tulislah nilai yang sedang ditampilkan  untuk Cylinders, Heads, Sectors, dan LBA. Untuk beberapa BIOS, kita juga punya pilihan untuk Block Mode dan 32-Bit Transfer Mode. Rubah tipe drive dari AUTO ke USER. Kemudian cocokanlah nomor-nomor dan pilihan-pilihan sesuai dengan yang ditampilkan. Kebanyakan untuk komputer modern, user biasanya menginginkan LBA Mode, Block Mode, dan 32-bit Transfer Mode untuk diatur ON pada drive hard disk, meskipun sebelumnya tidak.

Jika tidak ada alat yang tersambung dari salah satu kombinasi 4 lokasi drive yang mungkin, maka pilihlah NONE. Sebagai contoh, jika terdapat satu hard drive yang dikonfigurasi sebagai Primary Master dan CD-RW dikonfigurasi sebagai Secondary Master, pastikan bahwa Primary dan Seconday Slave option di atur NONE.

Jika kita membiarkannya tersetting AUTO dimana tidak ada alat yang terhubung, maka komputer akan terus mencari jika ada alat yang tersambung di lokasi tersebut setiap kali komputer dinyalakan. Dengan merubahnya menjadi NONE, maka komputer akan melakukan booting lebih cepat.

Beberapa kategori lain yang tersedia pada setting BIOS antara lain:

-   Advanced BIOS Features

Konfigurasi untuk tingkat lanjutan seperti Virus warning, CPU internal

Cache, External Cache, Quick Power On Self Test, Boot Sequences, dll

 

 

Didalam Advance BIOS Features terdapat beberapa pilihan pengaturan yang dapat di set Enabled maupun Disabled. Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan proses start-up.

  • The Virus Program

Akan melakukan scan pada hard drive pada saat start-up dan akan memberikan peringatan apabila ada masalah. Dapat diatur menjadi Enabled (dimampukan) untuk memproteksi data ketika kita melakukan booting melalui floopy disk atau CD ROM yang terinfeksi virus. Pilihan Disabled ( tidak dimampukan) akan bekerja dengan sebaliknya, yakni tidak melakukan proteksi apa-apa terhadap data ketika melakukan booting melalui media yang terinfeksi virus.

  • Cache

Pilihan yang direkomendasikan adalah Enabled; dan apabila tersedia dapat dipilih option Enable juga pada ECC Error Checking.

  • Quick Post

Membuat BIOS melakukan booting lebih cepat dengan cara meloncati beberapa tes. Rekomendasi pemilihan option apabila komputer sering dibiarkan menyala adalah Disabled dan option Enabled apabila sebaliknya.

  • Boot Sequence

Mengatur urutan informasi untuk melakukan booting yang antara lain dapat diperoleh dari CD instalasi Operating System melaluin CD-ROM maupun dari floopy disk. Apabila ada kita tidak menginginkan melakukan boot dari satu atau beberapa boot device, maka dapat di set pilihan Disabled.

  • Swap Floopy Drives
  • Fast A-20 Gate

Dapat dibiarkan sebagai default yaitu di set FAST.

  • Typematic Rate Setting

Fitur ini menentukan berapa lama keyboard menunggu ketika kita mengetikan karakterter sampai terjadi pengulangan, dan seberapa cepat hal itu terjadi.

  • Boot Numlock

Fitur ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemakai. Beberapa orang lebih suka apabila Numlock pada keyboard diaktifkan ketika Windows dimulai dimana Enabled menjadi pilihan.

  • CPU Serial Number

Mengidentifikasikan serial number dari CPU (central Processing Unit) pada CPU-CPU Intel.

 

-   Advanced Chipset Setting

Option untuk mengoptimalkan bagi yang expert dan professional, terdapat DRAM timing, CAS Latency, SDRAM cycle length, AGP aperture, AGV mode.

 

 

 

-   Power Management Setup

Semakin canggih mekanisme penghematan energi, semakin membingungkan pilihannya manajemen power-nya. Setting yang tepat dapat menghemat listrik.

 

 

-   Integrated Peripherals

Mengendalikan fungsi-fungsi tambahan pada motherboard seperti port serial maupun paralel. Nonaktifkan (Disabled) saja yang tidak dibutuhkan untuk dapat membebaskan IRQ. Ini akan dibahas lebuh lanjut pada sub bab berikutnya.

 

 

-   PnP/PCI Configurations

Digunakan untuk mengontrol aspek “Plug and Play” dan PCI Bus. Sebaiknya pilih semua konfigurasi pada pilihan AUTO, kecuali port USB atau grafik 3D yang sering membuat masalah. Bila demikian berikan interrupt tersendiri.

 

 

-   Load BIOS Default & Load SETUP

Default untuk mengembalikan fungsi secara standar sebelum diubah-ubah.

 

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Ketrampilan kerja yang perlu diasah sehingga mendukung pengetahuan kerja yang ada dapat ditempuh dengan berlatih baik dipandu oleh pelatih maupun tanpa panduan pelatih.

 

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang perlu diperhatikan ketika melihat konfigurasi utama yaitu :

  • Mempelajari tentang konfigurasi utama dari setting BIOS
  • Melakukan setting konfigurasi sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan

4.5.4   Melihat Konfigurasi Periperal

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Setting untuk mengontrol port yang tersedia pada motherboard, onboard/onchip device seperti integrated audio, video, dan LAN controller.

Port-port yang tidak dipergunakan dapat di set Disabled untuk mengurangi pemborosan resources.

Konfigurasi-konfigurasi yang tersedia disini adalah:

  • Primary VGA BIOS.

Fitur ini hanya digunakan apabila ada dua video card (VGA) yang ter-install pada PC; AGP(accelerated graphics port) dan  PCI (peripheral component interconnect). Sistem perlu tahu card mana yang akan diinisiasi pertama kali dan dijadikan sebagai “main” card. Jika hanya ada satu VGA, kemungkinan besar adalah AGP. Tetapi jika terdapat dua VGA, maka pilihlah VGA yang akan dijadikan “main” atau primary card.

 

  • USB Controllers

Fitur ini digunakan untuk membatasi kegunaan pengaturan Universal Serial Bus (USB) pada system. Kebanyakan system mengatur ini untuk USB 1.1 dan 2.0 untuk memaksimalkan kegunaannya.

 

  • USB Legacy Support & Mouse Support

Fitur ini harus dimampukan apabila PC mempunyai keyboard USB dan user ingin menggunakan keyboard ini baik dalam lingkungan DOS ataupun sebelum OS di-load. Jika pengaturan ini tidak dimampukan, maka proses booting melalui floopy disk atau CD-ROM akan membuat keyboard tidak dapat digunakan.

Hati-hati apabila memampukan fitur ini karena akan mengakibatkan masalah ketika akan mengaktifkan komputer dari menu Standby atau Hibernate dan juga dapat menyebabkan komputer tidak ter-shut down dengan sempurna.

 

  • Onboard AC97 Audio Controller

Fitur ini digunakan untuk mengatur pemanfaatan sound card. Apabila tidak terdapat terdapat speaker pada komputer, fitur ini dapat di set Disabled untuk menghemat resource yang ada.

 

  • Onboard AC97 Modem Controller

Fitur ini digunakan untuk mengatur pemanfaatan dial-up modem.

Dapat di set Enabled apabila digunakan ataupun Disabled apabila sebaliknya sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

 

  • Onboard LAN

Fitur ini mengatur pemanfaatan Network Interface Card (NIC). Terdapat pilihan Auto maupun Disabled. NIC sangat berguna bagi orang-orang yang ingin menggunakan PC mereka sebagai router untuk berbagi koneksi internet broadband berkecepatan tinggi.

 

  • Onboard 1394 Device (Firewire)

Fitur ini digunakan untuk mengatur pemanfaatan port IEEE E1394 (Firewire) pada PC. Jika sistem tidak memiliki Firewire devices, atau penghubung Firewire tidak disambungkan ke motherboard, maka fitur ini dapat diatur Disabled untuk membebaskan resource yang berguna.

 

  • Floppy Disk Access Controller

Fitur ini untuk mengatur pemanfaatan floopy disk. Dapat di set Enabled apabila floopy disk drive digunakan ataupun Disabled apabila sebaliknya.

  • Onboard Serial Port 1, Onboard serial Port 2

Serial Port digunakan untuk menghubungkan external peripherals, tetapi kebanyakan PC sekarang telah menggantikannya dengan USB. Jika serial port tidak digunakan maka fitur ini dapat di set Disabled, tetapi jika serial port digunakan maka pilihan dapat di set menjadi 3F8/IRQ4; 2F8/IRQ3.

 

  • UART2 Use As

UART (Universal Asynchronous Receiver/Transmitter) adalah sebuah chip yang menerima dan mengirim data secara berturut-turut (serial); setiap serial port memiliki satu, walaupun mungkin untuk beberapa bisa digabungkan dalam satu chip.

 

  • Onboard Parallel Port

Fitur ini digunakan untuk mengatur pemanfaatan parallel port. Dapat di set Enabled apabila parallel port digunakan ataupun Disabled apabila sebaliknya.

  • Parallel Port Mode

Fitur ini dapat dimanfaatkan apabila parallel port terpasang. Pilihan EPP (enhanced parallel port) mode dapat digunakan apabila system hanya memiliki satu parallel port. ECP (enhanced capabilities port) mode dapat digunakan apabila terdapat lebih dari satu parallel port (contohnya parallel port untuk Zip drive, scanner, printer).

  • Onboard Game Port

Jika onboard game port digunakan seperti untuk joystick, MIDI devices ataupun yang lainnya maka default setting 201 dapat menjadi pilihan.

  • Onboard MIDI I/O

Musical Instrument Digital Interface (MIDI) menentukan standar yang mengijinkan musical instruments, computer hardware, dan software untuk berkomunikasi.

Jika komputer tidak digunakan untuk membuat atau memainkan musik MIDI, maka konfigurasi dapat di set Disabled. Tetapi apabila sebaliknya maka konfigurasi dapat di set default 300.

2) Ketrampilan Kerja

 

Ketrampilan kerja yang perlu diasah sehingga mendukung pengetahuan kerja yang ada dapat ditempuh dengan berlatih baik dipandu oleh pelatih maupun tanpa panduan pelatih.

 

3) Sikap Kerja

 

Yang harus diperhatikan ketika memperhatikan konfigurasi periperal adalah :

  • Mempelajari halaman setting konfigurasi pheriperal
  • Melakukan setting konfigurasi pheriperal sesuai dengan spesifikasi yang diingkan seperti pararel port, serial port, USB, infra red dan sebagainya.

 

4.5.5 Memasang pengamanan

1) Pengetahuan Kerja

Setting pengaman

Bagian setting pengaman pada BIOS digunakan untuk menghindari orang-orang yang tidak berkepentingan untuk membuat perubahan pada BIOS. Dikarenakan setting pada BIOS sangat  berhubungan dengan pengoperasian PC sebagaimana mestinya.

 

 

  • Security Option

Fitur ini meberikan kemampuan pada user untuk mengatur password guna melindungi BIOS dari orang-orang yang tidak berkepentingan untuk mengadakan perubahan. Opsi ini juga dapat diatur untuk mewajibkan user untuk memasukkan password untuk menyalakan PC (melakukan boot-up). Pilihan yang tersedia adalah Setup dan System. Setting ini mengatur pilihan untuk parameter-parameter berikut.

 

  • Set Supervisor Password

Jika supervisor password dipilih maka untuk memasuki BIOS diperlukan password setelah kita memilih Setup seperti yang dijelaskan diatas. Jika kita memilih System seperti yang dijelaskan diatas, maka password juga diperlukan untuk cold-booting.

 

  • Set User Password

Sebuah password yang berbeda diberikan kepada user untuk bisa mem-boot PC, dan jika Supervisor Password juga telah dipilih maka user hanya diijinkan untuk mengatur jam dan tanggal pada BIOS.

Sangat berhati-hatilah dengan pengaturan keamanan. Bila melupakan password, Anda terpaksa mereset jumper motherboard atau mencopot baterai CMOS, yang akan menyebabkan Anda kehilangan semua setting, atau Anda bahkan harus membeli motherboard baru.

2) Ketrampilan Kerja

 

Ketrampilan kerja yang perlu diasah sehingga mendukung pengetahuan kerja yang ada dapat ditempuh dengan berlatih baik dipandu oleh pelatih maupun tanpa panduan pelatih.

3) Sikap Kerja

Sikap kerja yang perlu diperhatikan ketika memasang pengamanan di BIOS yaitu :

  • Mempelajari setting pengamanan
  • Melakukan setting pengamanan yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

 

4.5.6  Mengambil Default setup

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Default setup adalah setup yang digunakan untuk mengembalikan konfigurasi BIOS ke pengaturan awal (standar) dimana belum ada perubahan sama sekali pada pengaturannya.

Default Setup dapat dipilih apabila pada saat kita akan melakukan perubahan konfigurasi, kita lupa setting awal sebelum dirubah dan ragu-ragu untuk melakukan perubahan lainnya. Penyebab lainnya kita memilih untuk kembali ke default setup adalah karena tweaking BIOS salah, pengaturan BIOS kurang tepat sehingga kinerja yang tinggi dan stabilitas komputer tidak tercapai (PC malfunction).

Dibanyak versi BIOS beberapa klik akan mengatur semua defautlt setting secara otomatis tanpa perlu membuat kita masuk ke dalam setiap setting. Beberapa versi juga menyediakan “Fail-safe” defaults dan “Optimizeddefaults.

  • Load fail Safe Defaults

Jika tweaking BIOS salah, pilih fungsi ini untuk kembali ke konfigurasi semula. Tweaking BIOS tidak hanya bertujuan semata-mata hanya untuk meningkatkan kecepatan. Meski siapapun pasti akan merasa senang jika memiliki PC yang berjalan dengan cepat dan lancar juga stabil. Power management dapat membuat PC Anda lebih hemat energi, dan secara tidak langsung ramah lingkungan juga menghemat MTBF komponen yang ada di dalamnya. Mengatur boot sequence memberikan kendali untuk mengurutkan urutan device yang akan di-boot jika membutuhkan boot dari CD ataupun floppy

 

  • Load Optimized Defaults

Untuk mengembalikan sistem ke default.

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Ketrampilan kerja yang perlu diasah sehingga mendukung pengetahuan kerja yang ada dapat ditempuh dengan berlatih baik dipandu oleh pelatih maupun tanpa panduan pelatih.

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang ditempuh ketika melakukan default-setup yaitu :

  • Mempelajari tentang default setup sehingga diketahui kapan harus digunakan default setup
  • Berlatih menggunakan tombol untuk default setup

 

 

4.5.7  Menyimpan atau membatalkan konfigurasi.

Menyimpan konfigurasi BIOS berarti kita telah menyetujui perubahan-perubahan yang kita lakukan pada semua setting BIOS sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan kita.

Menyimpan konfigurasi BIOS dapat dilakukan dengan sangat mudah, yaitu dengan memilih opsi Save and Exit BIOS. Biasanya dengan menekan tombol F10 atau tombol lainnya sesuai dengan tombol pada display BIOS yang ada.

Selain menyimpan konfigurasi yang telah kita atur sebelumnya, kita juga dapat membatalkannya. Dengan membatalkan konfigurasi itu maka berarti setiap perubahan yang kita lakukan pada setting BIOS tidak akan disimpan.

Untuk membatalkan konfigurasi dan keluar dari BIOS kita dapat memilih opsi Exit Without Saving dengan menekan tombol Esc.

 

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Ketrampilan kerja yang perlu diasah sehingga mendukung pengetahuan kerja yang ada dapat ditempuh dengan berlatih baik dipandu oleh pelatih maupun tanpa panduan pelatih.

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang perlu diperhatikan ketika menyimpan atau membatalkan konfigurasi, yaitu :

  • Mempelajari cara menyimpan atau membatalkan konfigurasi
  • Mengetahui tombol mana yang digunakan untuk menyimpan atau membatalkan konfigurasi

 

 

4.5.8  Melakukan restart dan memastikan konfigurasi benar

Setelah konfigurasi selesai dan keluar dari BIOS, kita dapat melakukan restart untuk memastikan bahwa setiap setting yang kita rubah berjalan baik sehingga sistem kita dapat berjalan dengan normal.

Setelah melakukan restart, kita dapat melihat apakah setting yang kita inginkan seudah sesuai dengan spesifikasi yang kita tentukan dengan melihat tanda-tanda atau tampilan-tampilan yang muncul pada layar saat restart. Salah satu cara atau trik untuk melihat display yang ada pada monitor pada saat restart dimana hanya satu atau dua detik adalah dengan menekan tombol pause yang terletak pada pojok atas kiri keyboard.

 

 

2) Ketrampilan Kerja

 

Ketrampilan kerja yang perlu diasah sehingga mendukung pengetahuan kerja yang ada dapat ditempuh dengan berlatih baik dipandu oleh pelatih maupun tanpa panduan pelatih.

3) Sikap Kerja

Dalam melakukan restart harus diperhatikan sikap  kerja yang mendukung seperti :

  • Melakukan restart komputer dengan keluar dari setting BIOS
  • Mengamati tanda-tanda atau tampilan yang muncul saat restart sehingga dapat memastikan setting BIOS sudah sesuai yang diinginkan

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Melakukan Setting BIOS
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.015.01

 

NO UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN KETERANGAN
1. Melakukan Setting BIOS TIK.CS02.003.01 - Unit PC (Personal Computer)

- Keyboard, mouse, dan monitor.

 

- Buku informasi atau manual tentang cara melakukan setting BIOS

- Daftar spesifikasi yang diinginkan untuk perubahan konfigurasi.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Melakukan Setting Bios TIK.CS02.015.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Wednesday 15 July 2015 | blog

    MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI          …

Sunday 29 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR MULTIMEDIA     MEMPERBAIK, MERAWAT, DAN MENGUBAH EFEK…

Friday 27 February 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI     MENDESAIN…

Saturday 20 February 2016 | blog

Koperasi Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta (KOPMA UNS) merupakan salah satu koperasi yang mempunyai potensi dan…