Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

Melakukan

Restore Operating Sistem

TIK.CS03.006.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.CS03.006.01

Judul Unit      : Melakukan Restore Operating system

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   melakukan Restore operating system. Restore operating system yang dibahas dalam unit ini adalah Restore operating system pada windows. Operating system yang mewakili Windows adalah Windows XP dan dari Linux RedHat Linux 9.0. Unit bukan hanya membahas tentang restore OS semata, tetapi membahas apa-apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan Restore operating system, menyiapkan manajemen harddisk , melakukan Restore operating system dan mengkonfigurasi atau menginstall ulang aplikasi apabila terjadi kegagalan sesudah dilakukan restore.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01      Mengidentifikasi jenis Operating system 1.1   Dilakukan identifikasi jenis operating system yang digunakan.

 

1.2. Kemampuan Operating system untuk melakukan direstore diidentifikasi.

 

02      Menyiapkan fasilitas Restore operating system 2.1   Media disk booting disiapkan.

 

2.2. Disk booting dibuat sebagai Restore operating system.

 

03      Melakukan Restore operating system 3.1  Disk Booting untuk Restore operating system disiapkan.

 

3.2.   Restore operating system dilakukan sesuai dengan SOP.

 

3.3.   Pastikan hasil Restore operating system berjalan baik.

 

04      Mengkonfigurasi atau menginstall ulang aplikasi. 4.1   Diagnosa aplikasi yang ada apakah berjalan baik atau tidak.

 

4.2.   Konfigurasi ulang paket aplikasi yang tidak normal dilakukan.

 

4.3.   Paket aplikasi yang tidak bisa dijalankan karena terhapus tidak mampu direstore

 

Tabel 1Element Kompetensi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan bagaimana melakukan Restore operating system dari Windows  secara konseptual, termasuk kebutuhan-kebutuhan (requirement) yang perlu diperhatikan.
  • Siswa dapat melakukan Restore operating system dengan baik, dengan memperhatikan identifikasi operating system yang akan dilakukan di restore.
  • Siswa dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul pada saat terjadi kegagalan, dengan mengkonfigurasi atau menginstall ulang aplikasi.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan Restore operating system.
  • Siswa dapat mengidentifikasi operating system yang digunakan.
  • Siswa dapat mengidentifikasi kemampuan operating system untuk di restore.
  • Siswa dapat melakukan Restore operating system  yang dilakukan sesuai SOP.
  • Siswa mampu mendiagnosa aplikasi yang sudah ada apakah berjalan dengan baik.
  • Siswa dapat melakukan konfigurasi ulang pada aplikasi-aplikasi yang tidak berjalan dengan baik.

 

 

 

 

     4.3 Sekilas Tentang System Restore

 

Sebelum membahas tentang bagaimana melakukan Restore operating system, terlebih dahulu diketahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan Restore operating system.

System Restore bukan fitur baru dalam Windows XP. Bukan juga fitur yang sangat lama. System Restore sudah mulai diperkenalkan sejak Windows Me diluncurkan. System Restore memungkinkan seorang adiministrator untuk mengembalikan system pada kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang diberikan/terjadi pada sistem membuat sistem menjadi tidak stabil atau menjadi tidak sebagaimana mestinya.

System restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada system. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Sehingga Anda dapat mengetahui kapan saja perubahan pada sistem Anda terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, system restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan restore checkpoint.

Restore checkpoint adalah titik di mana pemeriksaan dilakukan oleh komputer. Atau dapat juga dikatakan titik waktu di mana komputer melakukan capture terhadap system.

Anda dapat mengembalikan kondisi system pada kondisi-kondisi sebelumnya di mana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore point juga dapat Anda lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.

System restore tidak hanya melakukan restorasi terhadap partisi harddisk yang digunakan untuk operating system saja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab bisa saja Anda menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan letak operating system Anda.

 4.4 Identifikasi Operating system yang digunakan

Sebelum Anda mulai melakukan Restore operating system, kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi operating system yang digunakan. Pada pokok bahasan ini operating system yang kita pergunakan adalah operating system pada windows. Setelah anda mengidentifikasi operating system yang digunakan dan kini langkah selanjutnya adalah mempersiapkan Aktivasi system restore. Langkah mengaktifkan system restore sebenarnya secara standar, system restore akan aktif dengan otomatis, segera setelah Windows berhasil diinstal. Aktifnya system restore membutuhkan minimal 200 MB pada setiap partisi. Jika ruang yang ada tidak mencukupi, maka secara otomatis pula system restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi.    

         4.5 Identifikasi Kemampuan operating system untuk direstore

Pada bagian ini kita akan membahas mengenai kemampuan Operating system untuk direstore, dimana Pada windows kita dapat mengkontrol system computer termasuk system restore. Kita dapat mengaktifkan atau mematikan system restore.

Proses kontrol ini dapat dilakukan secara manual, bila Anda inginkan. Caranya ikuti langkah berikut:

1.Pilih [Start] atau [My Computer] (lihat gambar di bawah)

  1. Klik [View system information]
  1. Pilih Tabulasi [System Restore]
  1. Aktifkan Checkbox [Turn off System Restore on all drives] dengan klik pada kotak kosong dan klik tombol [Apply]

 

  1. Anda akan dikonfirmasi untuk menonaktifkan System Restore. Klik tombol [Yes]

 

 

 

  1. [Drive settings] akan berubah menjadi abu-abu (menjadi nonaktif). Klik tombol [OK]

 

  1. System Restore Windows XP telah anda nonaktifkan

 

 

 

 

 

 

 

 

4.6 Menyiapkan Fasilitas Restore operating system

 

Bahasan ini lebih terarah pada persiapan dalam me-Restore operating system. Dimana sebelumnya jika anda belum pernah melakukan Restore operating system , anda harus terlebih dahulu membuat restore checkpoint-nya.

Caranya ikuti langkah berikut:

1. Klik [Start] [All Programs] [Accessories] [System Tools] [System Restore]. Lalu pilih atau klik pada opsi yang terletak disebelah kanan, terdapat 2 pilihan antara setting computer anda ke settingan awal atau andfa memilih membuat sebuah restore point anda sendiri. Selanjutnya tekan tombol next.

  1. Pada saat anda mengklik bagian “restore my computer to an earlier time”, maka tampilan halaman ini akan terbuka dan pada kolom kalender yang terdapat di sisi kiri akan terlihat tanggal – tanggal yang di – Bold atau tercetak tebal. Dan pada sebelah kanan kalender terdapat keterangan yang menunjukkan restore point yang tersedia pada tanggal – tanggal tebal tersebut bilamana di klik. Selanjutnya tekan tombol Next.

  1. Setelah itu akan tampil halaman “confirm restore point selection”. Dimana akan menampilkan point yang telah kita buat dan kita pilih sebagai restore point. Dan ketika anda tekan tombol next maka computer akan menshutdown sendiri dan jika system telah siap maka computer akan restart dengan sendirinya.

  1. Ketika anda memilih untuk “Create a restore point” sewaktu di halaman system restore, Anda hanya cukup untuk menuliskan deskripsi dari restore point yang anda buat pada kotak “Restore point Description”. Kemudian klik create dan proses segera dimulai.

       4.6.1 Menyiapkan Media disk booting

Selagi menyiapkan fasilitas restorasi, anda akan menyiapkan media disk booting untuk melakukan restore OS ini. Media disk booting akan dengan sendirinya dijalankan oleh windows ketika kita melakukan Restore operating system.

Kapasitas system restore tidak dapat dikecilkan. Namun bisa diperpesar tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restore terus bertambah, maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk.

Bila ingin mengatur ruang untuk system restore Anda dapat melakukannya pada System Restore setting yang ada dalam Properties My Computer (perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya:
1. Pilih partisi (dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system restore-nya.
2. Kemudian tekan tombol Setting. Setelah itu tentukan persentase kapasitas yang diinginkan.

 

4.6.2 Disk booting dibuat sebagai Restore operating system

Pada saat melakuakan Restore operating system maka computer akan melakukan reboot. Kerja system restore tidak dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri. System restore tidak berkerja non-stop secara terus menerus. Ia hanya membutuhkan waktu beebrapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan (idle).

Sebagai catatan. Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan system restore.

Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja.

System restore akan mengerjakan restorasi sesuai perintah, tetapi tidak semua file direstorasi. Yang direstorasi oleh system restore hanya sistem dan file sistem saja. Selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal.

Meskipun demikian, bukan berarti system anda kembali menjadi nol atau ter-reset. Misalnya saja password pada Windows yang tidak akan ikut terrestorasi. Begitu pula password yang ada pada cache memory Internet Explorer Anda.

Namun, lain halnya dengan password yang ada pada program-program. Misalnya password untuk login ke Yahoo!. Umumnya Anda yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password Anda masih tertulis di sana, kolom password ini akan kosong.

Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini umumnya disimpan pada server di luar komputer Anda, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Cukup masukan login dan password yang sama, Anda pun dapat mengakses kembali Yahoo! Messenger Anda.

Berikut adalah data lain yang direstorasi oleh system restore:
- Perubahan yang ada dalam registry
- Profi l local)
- COM+ DB
- WFP.dll cache
- WMI DB
- IIS Metabase

Dan berikut adalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore:
- Setting pada DRM
- Seting pada WPA
- Data pada folder redirect program

 

4.7 Melakukan Restore operating system

     4.7.1   Restore OS sesuai SOP

  Pada bab ini anda akan belajar Bagaimana menjalankan system restore.
System restore dapat digunakan baik dalam modul normal atau Safe Mode. Untuk mengakses system restore dari modul normal:
1. Klik [Start], [All Programs], [Accessories], [System Tools], [System Restore].
2. Setelah itu pada opsi di kanan atas pilih Restore my computer to an earlier time. Tekan Next.
3. Tentukan waktu di mana system ingin dikembalikan.
4. Jika sudah yakin tekan terus Next, sampai kemudian system restore akan berjalan.
5. Setelah selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan.

Untuk menjalankan system restore pada halaman safe mode, Anda dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam Safe Mode. System restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal.
Sekarang Anda sudah mengetahui apa manfaat system restore. Tidak ada salahnya lagi menggunakan system restore ini, dari pada harus berkali-kali menggunakan opsi repair atau perbaikan yang ada pada Windows. Proses system restore hanya makan waktu sebentar. Setelah system restore dijalankan, komputer akan me-restart dan login dalam modul biasa. Bila sudah seperti ini, maka komputer sudah dapat digunakan kembali.

4.7.2  Memastikan hasil berjalan dengan baik

Setelah anda melakukan Restore operating system sesuai SOP maka langkah selanjutnya adalah anda harus memastikan hasilnya berjalan dengan baik. Dalam konteks komputer anda telah kembali ke settingan awal sesuai dengan restore checkpoint yang telah anda tunjuk dan anda inginkan.

Berbeda dengan back-up system restore hanya mempengaruhi sistem komputer Anda saja, selebihnya tidak. System restore sangat dapat menjadi jalan alternatif ketika sistem pada komputer bermasalah.

Aplikasi yang sudah diinstal tidak akan diuninstall oleh system restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memang tidak dimonitor oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda meng-uninstall terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkan, kemudian lakukan system restore.

Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan apliaksi tersebut.

Ingatlah bahwa system restore berbeda dengan back-up
Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang system restore tidak mengamati file-file seperti itu (.doc, .jpeg, dan seterusnya).

4.8 Konfigurasi atau Instal Ulang Aplikasi

     Setelah melakukan instalasi aplikasi yang baru, ada kalanya aplikasi yang sudah dipilih pada saat instalasi tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kita harus mendiagnosa semua aplikasi dengan baik. Setelah kita mengetahui tingkat kegagalan aplikasi, dapat ditentukan apakah aplikasi hanya perlu dikonfigurasi untuk perbaikan atau install ulang paket aplikasi tersebut.

4.8.1 Diagnosa Aplikasi setelah melakukan restorasi

     Setelah Anda selesai melakukan restorasi pada computer anda hingga kembali ke settingan awal, Anda belum bisa berhenti sampai pada tahap itu. Tetapi Anda harus mendiagnosa operating system Anda yang dalam bahasan ini masih tetap pada windows. Pertama- tama Anda boleh menyalakan computer anda kembali setelah ter-shutdown karena proses Restore operating system. Kemudian anda re-check kondisi settingan, program serta aplikasi pada computer anda apakah telah sesuai dengan restore check point yang anda tunjuk.

Diagnosa aplikasi satu persatu, apakah berjalan dengan baik. Diagnosa berarti menjalankan aplikasi, memperhatikan apakah apliaksi itu berjalan dengan baik. Jika aplikasi tidak berjalan dengan baik, cari apa penyebabnya. Sebagai contoh, anda boleh melakukan install aplikasi baru lagi sehingga anda dapat mengetahui apakah system restorasi ini berjalan dengan baik atau tidak. System restore seperti yang telah dibahas pada bab – bab sebelumnya, system restore hanya mengembalikan kondisi computer sesuai kemauan anda. Bukan berarti dengan merestore computer anda lantas anda terbebas dari masalah yang mungkin telah ada sebelumnya pada PC anda.     Anda harus mendiagnosa semua aplikasi yang ada, jika Anda benar-benar ingin memiliki operating system yang baik dan nyaman.

4.8.2 Konfigurasi Perbaikan Aplikasi

Jika dalam tahap diagnosa aplikasi, ternyata Anda menemukan aplikasi yang berjalan tidak normal, Anda tidak perlu kuatir. Anda boleh mengkonfigurasi ulang aplikasi, jika kegagalan fungsi terjadi anda hanya cukup merestore ulang kembali PC anda ke settingan yang sudah anda buat restore checkpointnya. Di bawah ini adalah contoh aplikasi yang tidak berjalan normal dan bagaimana mengkonfigurasi ulang aplikasi, yaitu:

  1. Klik [Starts] à [All Programs] à [Accessories] à [System Tools] à [System Restore]
  2. Setelah masuk ke tampilan system restore klik Restore my computer to an earlier time.

 

 

  1. lalu klik [Next].
  2. Lalu akan muncul tampilan kalender lantas pilih tanggak atau restores check point terakhir yang anda inginkan.

 

  1. lalu klik [Next]
  2. maka computer akan merestore ulang kembali PC anda secara otomatis dan tershutdown.

4.8.3 Instal Ulang Paket Aplikasi Yang Gagal

Jika suatu restore check point yang sudah Anda buat sebelumnya benar-benar tidak berjalan dengan baik, Anda boleh me-restore atau mendelete restore check point tersebut dan membuat restore check point yang baru kembali. Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali Anda menonaktifkan system restore–penonaktifan akan membuat restore point hilang semuanya. Klik kanan partisi di mana restore point ingin dihapus, lalu pilih Properties. Kemudian tekan tombol Disk Cleanup dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up…

  Catatan:
Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya Anda mereset system restore Anda. Agar pada saat system restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset system restore adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan segera.

Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka akan kembali terrestorasi begitu system restore dijalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika Anda terfi kir untuk menjalankan system restore.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: