Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

Advertisement

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MELAKUKAN PERAWATAN HARDDISK

TIK.CS02.033.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 1

 

BAB I  PENGANTAR   3

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4     Pengertian Istilah-Istilah. 5

 

BAB II  STANDAR KOMPETENSI   7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1   Kode dan Judul Unit 8

2.3.2   Deskripsi Unit 8

2.3.3   Elemen Kompetensi 8

2.3.4   Batasan Variabel 9

2.3.5   Panduan Penilaian. 9

2.3.6   Kompetensi Kunci 11

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN   12

3.1     Strategi Pelatihan. 12

3.2     Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV  MATERI UNIT KOMPETENSI   14

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3     Menyiapkan Peralatan Merawat Harddisk. 15

4.3.1   Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Perawatan Harddisk. 15

4.3.2   Alat Pembuka Casing CPU dan Harddisk disiapkan. 16

4.4     Merawat Fisik Harddisk. 17

4.4.1   Harddisk Dipasang Pada Tempatnya. 17

4.4.2   Harddisk Diberi Pelindung. 18

4.4.3   Komputer Dimatikan Sesuai SOP Sistem Operasi 18

4.4.4   Harddisk Dipasang Saat Komputer Mati 18

4.4.5   Identifikasi Suhu Komponen Termasuk Harddisk. 20

4.4.6   Rawat Fisik Harddisk Dengan ScanDisk. 21

4.5     Merawat Data Dalam Harddisk. 22

4.5.1   Drive Data dan Drive Program.. 22

4.5.2   Menjaga Kapasitas Harddisk. 25

4.5.3   Melakukan Defragmentasi Harddisk. 26

4.6     Membuat Laporan Perawatan Harddisk. 29

4.6.1   Catat Hasil Perawatan Secara Berkala. 29

4.6.2   Dokumentasi Kehandalan Komponen. 30

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI   32

5.1     Sumber Daya Manusia. 32

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 33

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 33

 

DAFTAR PUSTAKA. 34

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1      Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2      Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3      Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan:

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan:

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian Istilah-Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.005.01 Memilih Harddisk
  2. TIK.CS02.008.01 Memasang Harddisk
  3. TIK.CS02.016.01 Mengkonfigurasi Harddisk

 

 

2.2     Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan:

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara melakukan perawatan harddisk, dalam hal ini harddisk internal komputer.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan tingkat kompetensi Anda sesuai dengan tingkat yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1      Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.CS02.033.01

Judul Unit     : Melakukan Perawatan Harddisk

 

 

2.3.2      Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan melakukan perawatan harddisk dalam kondisi harddisk normal. Perawatan mencakup: menyiapkan peralatan merawat harddisk, merawat fisik harddisk, merawat data dalam harddisk, membuat laporan perawatan harddisk.

 

 

2.3.3      Elemen Kompetensi

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kriteria unjuk kerja (KUK) untuk masing-masing elemen:

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Menyiapkan peralatan merawat harddisk 1.1  Peralatan yang dibutuhkan untuk perawatan hard disk.

1.2. Alat-alat pembuka casing CPU dan harddisk disiapkan.

02     Merawat fisik harddisk 2.1  Harddisk dipasang pada tempatnya dan dibaut dengan kuat pada casing dilakukan dengan benar/tahan goncangan.

2.2. Harddisk dipasang dengan diberi pelindung dari kesalahan aliran listrik.

2.3. Komputer dimatikan sesuai SOP operating sistem.

2.4. Harddisk dipasang pada saat komputer mati.

2.5. Pengaturan suhu komponen-komponen komputer termasuk harddisk diidentifikasi tidak terlalu panas.

2.6. Rawat fisik harddisk dengan ScanDisk.

03     Merawat data dalam harddisk 3.1 Drive yang berisi data dengan drive program dipisahkan secara benar.

3.2. Isi harddisk yang tersisa dijaga tidak kurang dari seperdelapan.

3.3. File data dalam harddisk ditata ulang dengan  defragmenter.

04     Membuat laporan perawatan harddisk 4.1   Hasil perawatan secara berkala dicatat.

4.2. Kehandalan komponen secara keseluruhan, di dokumentasi.

 

2.3.4      Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1       Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2       Perangkat peripheral komputer.

2.3       Jumlah atau besar system.

2.4       Beban kerja tiap perangkat.

2.5       OS yang digunakan.

2.6       Tools yang digunakan.

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1     Waktu pelaksanaan

3.2     Peralatan

3.3     Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan

3.4     Penyedian barang yang dapat dikonsumsi.

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1     Kesulitan teknis

4.2     Pertimbangan hubungan industri.

4.3     Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4     Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1     Teknisi Perakitan Komputer.

5.2     Teknisi Perawatan Komputer.

5.3     Teknisi Perbaikan Komputer.

 

 

2.3.5      Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2        Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3        Manajemen proyek

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1   Pengetahuan menyeluruh sektor industri

1.2.2    Pemahaman dokumen secara akurat

1.2.3    Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat.

 

 

  1. 2.     Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lesan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

  1. 3.     Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel , yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih. Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1   Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan;

3.2   Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender

 

  1. 4.     Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1  Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya:

4.1.1    TIK.CS02.005.01   Memilih Harddisk.

4.1.2    TIK.CS02.008.01   Memasang Harddisk.

4.1.3    TIK.CS02.016.01   Mengkonfigurasi Harddisk.

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6      Kompetensi Kunci

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

 

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2     Metode Pelatihan

 

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat melakukan perawatan harddisk sesuai dengan kebutuhannya.

 

 

 

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat menyiapkan peralatan merawat harddisk dengan baik dan benar.
  • Siswa dapat merawat fisik harddisk.
  • Siswa dapat merawat data dalam harddisk.
  • Siswa dapat menata ulang data-data dalam harddisk dengan defragmenter.
  • Siswa dapat membuat laporan perawatan harddisk.
  • Siswa dapat mendokumentasi kehandalan komputer secara keseluruhan.

 

 

 

4.3    Menyiapkan Peralatan Merawat Harddisk

Sebelum melakukan perawatan suatu harddisk, perlu dilakukan persiapan alat – alat yang digunakan dalam proses tersebut agar kegiatan merawat harddisk dapat berjalan dengan normal dan baik. Alat – alat tersebut harus sesuai dengan kegunaannya dan kebutuhan dalam merawat harddisk. Selain itu diperlukan juga buku panduan mengenai cara melepas dan memasang harddisk agar nantinya proses dapat berjalan dengan lancar. Proses ini dinamakan persiapan.

 

 

4.3.1      Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Perawatan Harddisk

Peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan perawatan harddisk ini adalah:

  1. Obeng kembang kecil

Obeng kembang kecil ini dibutuhkan untuk membuka sekrup/baut yang ada pada drive tempat penyimpanan harddisk. Bentuknya terlihat pada gambar 4.1.

 

  1. Gelang listrik statis

Gelang listrik statis ini dibutuhkan sebagai pengamanan untuk menghindari muatan listrik yang dapat membahayakan teknisi. Bentuknya terlihat pada gambar 4.2.

 

 

Gambar 4.1 Obeng kembang kecil

 

 

Gambar 4.2 Gelang listrik statis

  1. Obeng pipih

Obeng pipih atau yang biasa kita sebut obeng min dibutuhkan untuk pembuka jumper atau sekrup/baut yang menggunakan kepala min. Bentuknya adalah seperti yang terlihat pada gambar 4.3 berikut ini.

 

Gambar 4.3 Obeng pipih

 

  1. Buku manual cara melepas dan memasang harddisk

Buku manual ini diperlukan agar teknisi menggunakan prosedur yang benar dalam melepas dan memasang harddisk. Namun apabila teknisi sudah berpengalaman buku ini dapat ditiadakan.

 

  1. Sekrup/baut

Benda kecil ini digunakan sebagai penguat harddisk didalam casing agar harddisk tidak bergoncang yang dapat merusak harddisk. Bentuknya terdapat pada gambar 4.4 berikut ini.

 

Gambar 4.4 Sekrup/Baut

  1. Komputer

Perangkat ini dibutuhkan untuk merawat data dalam harddisk.

 

Gambar 4.5 Perangkat Komputer

 

 

4.3.2      Alat Pembuka Casing CPU dan Harddisk disiapkan

Setelah mengetahui peralatan yang dibutuhkan dalam merawat harddisk, maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh teknisi adalah menyiapkan alat – alat pembuka casing CPU dan harddisk. Untuk alat pembuka casing peralatan yang dibutuhkan tergantung pada jenis casing-nya, ada casing yang berjenis tools free yang tidak membutuhkan alat apapun untuk membuka casing-nya, jenis casing berikutnya adalah casing yang menggunakan baut yang besar.

 

Baut ini dapat dibuka dengan menggunakan tangan kosong, sedangkan casing yang menggunakan baut plus/min sebagai kepalanya harus menggunakan alat bantu yaitu obeng min/plus untuk membukanya. Jadi pertama kali teknisi harus mempersiapkan obeng min/plus yang disesuaikan dengan besarnya baut agar dapat membuka casing dengan baik dan normal. Tidak lupa teknisi juga harus menyiapkan gelang listrik statis sebagai pengaman. Setelah menyiapkan alat pembuka casing CPU, teknisi juga harus menyiapkan alat pembuka harddisk yaitu berupa obeng kembang kecil yang ukurannya harus sesuai dengan besar baut/sekrup pada harddisk tersebut. Biasanya terdapat 4 -6 baut yang menahan harddisk agar dapat terpasang dengan rapi dan benar serta tidak terjadi goncangan. Setelah semua peralatan disiapkan maka proses perawatan harddisk dapat dilakukan.

 

 

4.4     Merawat Fisik Harddisk

4.4.1      Harddisk Dipasang Pada Tempatnya

Setelah peralatan yang dibutuhkan disiapkan, maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah memasang harddisk pada tempatnya dan dibaut dengat kuat pada casing.

 

Tindakan ini harus dilakukan dengan benar agar harddisk tersebut tahan terhadap goncangan yang dapat membuat kerusakan pada fisik dan data harddisk tersebut. Baut/sekrup yang digunakan adalah baut dengan kepala kembang kecil sehingga membutuhkan obeng kembang kecil untuk memasangnya dengan kuat. Baut/sekrup yang di pasang terlihat pada gambar 4.6 berikut ini.

 

Gambar 4.6 Baut/Sekrup harddisk

 

Perhatian: Jangan sekali – kali membuka casing harddisk apabila harddisk tersebut masih dalam masa garansi, karena hal itu dapat membuat garansi dari produsen harddisk menjadi hangus.

 

Gambar 4.7 Garansi harddisk

 

 

4.4.2      Harddisk Diberi Pelindung

Setelah harddisk dipasang maka agar harddisk tersebut terhindar dari kesalahan aliran listrik maka harddisk tersebut diberi pelindung dari kesalahan aliran listrik yang bisa menghindari masalah seperti kerusakan komponen / data harddisk oleh muatan listrik statis ataupun panas yang berlebihan.

 

Pencegahan kerusakan karena listrik statis dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen harddisk untuk membuang muatan statis.

 

  1. Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada harddisk.

 

 

4.4.3      Komputer Dimatikan Sesuai SOP Sistem Operasi

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah mematikan komputer sesuai dengan SOP operating system yaitu:

  1. Start dan pilih shutdown.
  2. Tekan shutdown dan kemudian tunggu beberapa saat hingga komputer mati.
  3. Setelah komputer mati maka barulah casing dibuka menggunakan alat – alat yang telah dipersiapkan sebelumya.
  4. Setelah casing dibuka, maka barulah harddisk dipasang pada komputer tersebut.

 

 

4.4.4      Harddisk Dipasang Saat Komputer Mati

Pada saat komputer mati maka langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah memasang harddisk dengan benar pada CPU. Prosedur yang dilakukan adalah:

  1. Teknisi harus melihat dan memastikan dulu tempat untuk meletakkan harddisk     agar harddisk dapat dipasang dengan baik dan benar. (Gambar 4.8)

 

Gambar 4.8 Tempat memasang harddisk

 

 

  1. Kemudian masukkan harddisk dari belakang dengan terlebih dahulu mengatur setting jumper ( sebagai master atau slave ) pada drive. Petunjuk master/slave ini biasanya terdapat pada label harddisk.

 

  1. Sesuaikan posisi lubang sekrup di harddisk dengan yang terdapat pada casing lalu pasang baut/sekrup penahan harddisk dengan kuat sampai dipastikan harddisk tersebut terpasang dengan kuat.

 

  1. Hubungkan konektor kabel IDE / SATA ke harddisk dan konektor di motherboard (apabila menngunakan konektor IDE maka konektor primary dipakai terlebih dahulu). Gambar 4.9 adalah bentuk – bentuk kabel yang dipakai.

 

Gambar 4.9 Bentuk – bentuk kabel yang dipakai

 

  1. Sambungkan kabel power dari power supply ke harddisk. (Gambar 4.10)

 

Gambar 4.10 colokan power supply

 

  1. Pemasangan harddisk selesai dan komputer siap untuk dinyalakan.

 

 

4.4.5      Identifikasi Suhu Komponen Termasuk Harddisk

Pada saat komputer menyala yang pertama kali dilakukan adalah masuk ke dalam BIOS untuk mengecek suhu – suhu komponen termasuk harddisk agar tidak terlalu panas yang dapat membuat kerusakan pada komponen harddisk. (Gambar 4.11).

 

Gambar 4.11 mengecek suhu komponen

Apabila komponen terlalu panas maka harus dipikirkan cara – cara untuk menguranginya, yaitu dapat dengan cara menambah putaran kipas atau menambah kipas pendingin/heatsink pada harddisk. Bisa juga pemasangan mengalami kesalahan sehingga menghambat aliran udara dalam casing. Semua itu harus dilakukan agar suhu dapat mencapai normal sehingga komponen – komponen komputer dapat berjalan dengan baik dan normal sehingga terhindar dari kerusakan. Jika suhu telah mencapai normal maka selanjutnya tinggalkan BIOS untuk masuk kedalam sistem.

 

 

4.4.6      Rawat Fisik Harddisk Dengan ScanDisk

Karena harddisk mempunyai bagian yang bergerak dan oleh karena itu dapat mengalami kesalahan, maka cepat atau lambat cluster – cluster harddisk dapat terkorupsi, bagian dari file dapat hilang dan sejumlah kesalahan lainnya dapat muncul sehingga diperlukanlah scandisk agar dapat terhindar dari hilangnya data pada masa yang akan datang.

 

Scandisk ditujukan untuk mengecek dan memperbaiki bagian – bagian pada harddisk yang error. Biasanya error disebabkan mati lampu, direstart secara paksa ( dengan menekan tombol restart ) atau komputer tidak di shutdown dengan sempurna dan benar. Cara mengecek harddisk adalah:

 

Klik My Computer atau Windows Explorer >> klik kanan Drive C: >> Properties >> Pada tab Tools, Klik tombol Check Now pada kolom Error Checking.

 

Beri ceklist pada:

Automatically FixFile System Errors

Scan for and Attempt recovery of bad sector

Klik tombol Start, tunggu samapai proses selesai. Kalo sudah selesai. Klik Ok

Gambar 4.12 Lokasi Menu Scandisk

Gambar 4.13 Proses Scandisk

 

 

Jika ada dialog:

“The disk check could not be performed because the disk check utility needs exclusive access to some Windows files on the disk. These files can be accessed by restarting Windows. Do you want to schedule the disk check to occur the next time you restart the computer?

 

Klik tombol Yes. Kemudian restart komputer. Checking disk akan dilakukan pada saat komputer direstart. Jangan menyentuh tombol apapun. Biarkan sampai proses start up komputer selesai.

 

Lakukan hal yang sama pada semua drive harddisk yang dimiliki. Misalnya pada drive D:, E: atau F: jika ada. Jika hal ini telah dilakukan maka apabila terdapat bagian – bagian harddisk yang error atau badsector maka hal tersebut dapat segera diketahui. Apabila hal itu terjadi maka sebaiknya data yang terdapat dalam harddisk agar kita mempunyai back up data.

 

 

4.5     Merawat Data Dalam Harddisk

4.5.1      Drive Data dan Drive Program

Memisahkan data dengan drive program didalam harddisk, sama istilahnya dengan membuat partisi pada harddisk. Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori pada harddisk. Setiap harddisk minimal harus dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan digunakan. Sebuah komputer menginstall lebih dari satu sistem operasi biasanya mempunyai beberapa partisi. Keuntungan dari partisi yang lebih dari satu antara lain dapat meminimalisir keruwetan pada sistem operasi, data dapat dibuat lebih aman, penggunaan ruang harddisk yang efisien, serta memudahkan back up data dan pencarian file. Sehingga apabila drive program atau sistem operasi menjadi crash/terganggu data yang terdapat menjadi aman.

 

Sebuah harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu :

  1. Partisi Primary

Partisi primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.

 

  1. Partisi Extended

Partisi extended juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakan nya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.

 

  1. Partisi Logical

Partisi logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data. Nah cara pembuatan partisi inilah yang akan kita bahas dalam modul ini.

 

Cara partisi ada beberapa macam yaitu menggunakan DOS program atau FDISK, menggunakan tools yang ada di windows dan yang terakhir menggunakan software program seperti Parttition Magic. Yang sekarang akan kita gunakan adalah menggunakan tools yang ada pada windows. Cara melakukan partisi adalah:

 

Klik Start >> Klik Control Panel >> System and Maintenance >> Administrative Tools >> Computer Management >> Storage >> Disk Management >> Kemudian Pilih Harddisk yang akan dipartisi >> Pilih New Volume dan Kemudian akan Muncul Wizard yang akan membantu kita.

 

Gambar 4.14  Lokasi system and maintenance

Gambar 4.15  Klik Computer Management

 

Gambar 4.16  Wizard Partisi Harddisk

 

Gambar 4.17  Pilih Volume yang diinginkan

 

Setelah kita mempartisi harddisk menjadi dua maka langkah selanjutnya adalah memindahkan data – data yang terdapat dalam drive C atau drive utama ke dalam drive yang baru kita buat. Sedangkan yang program kita biarkan saja di drive utamanya.

 

 

4.5.2      Menjaga Kapasitas Harddisk

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan dalam proses perawatan harddisk adalah menjaga agar isi dari harddisk yang tersisa dijaga tidak kurang dari seperdelapan.

 

Hal ini dilakukan agar harddisk tidak terlalu berat bekerja sehingga membuat loading data menjadi lama dan otomatis membuat sistem operasi berjalan lambat. Jadi misalnya kita mempunyai volume harddisk 80 GB maka isinya kita jaga supaya tidak kurang dari 10 GB. Cara mengecek volume harddisk yang tersisa adalah sebagai berikut :

Klik My Computer >> Pilih Drive harddisk yang akan kita cek >> Klik kanan Properties >>Kemudian pilih Tab General. Disana kita dapat melihat isi harddisk yang telah dipakai dan juga isi harddisk yang masing kosong.

 

Gambar 4.18 Check Isi Harddisk

 

Apabila isi harddisk kurang dari seperdelapan maka langkah pertama yang akan kita lakukan adalah melakukan disc clean up. Disc Clean Up maksudnya adalah membersihkan file–file sampah yang tidak diperlukan lagi dalam komputer kita. Caranya adalah pada tab General tadi kita klik tombol disc clean up. Kemudian pilih yang files from all users on this computer.

 

Gambar 4.19 Pilih Files from all users on this computer

 

Tunggu sampai proses selesai. Ceklis semua Pilihan yang ada. Klik Ok. Kemudian Klik Yes.

 

Gambar 4.20 Pilih Apa saja yang mau di Clean

 

Lakukan hal yang sama pada semua drive harddisk yang dimiliki. Apabila isi harddisk masih kurang dari seperdelapan, maka langkah yang harus dilakukan adalah menghapus data – data ataupun program yang tidak terpakai lagi secara manual.

 

 

4.5.3      Melakukan Defragmentasi Harddisk

Langkah berikutnya agar harddisk dapat awet adalah melakukan defragmenter pada harddisk. Apa itu defragmenter? Defragmenter pada harddisk berarti mengatur file – file dalam harddisk agar tersusun rapi sesuai dengan tempatnya, sehingga tidak terpecah – pecah lagi. Jika file – file telah disatukan berdasarkan clusternya, komputer akan berjalan lebih cepat. Kita harus mendefragmentasi harddisk paling sedikit sekali dalam 3 bulan untuk memastikan kinerja tetap maksimal. Ingat bahwa file disimpan pada cluster. Cepat atau lambat, dengan adanya file yang ditambah dan dihapus, cluster ini dapat berubah susunannya atau tersimpan dalam blok terpisah. Harddisk yang sangat terfragmentasi mempunyai kinerja yang rendah, karena drive perlu menyusun data yang tersimpan pada cluster tersebut pada waktu akan membuka suatu file.

Cara mendefrag harddisk juga hampir sama seperti diatas:

Klik My Computer >> Pilih Drive harddisk yang akan kita cek >> Klik kanan Properties >>Kemudian pilih Tab Tools, Klik tombol Defragment Now pada kolom defragmentation. Selanjutnya akan terbuka kotak dialog defragmentasi. Pilih akan yang defragment now dan tunggu beberapa saat hingga selesai.

 

Gambar 4.21 Pilih Properties

Gambar 4.22 Pilih Defragment Now

 

Gambar 4.23 Klik Defragment Now

Gambar 4.24 Proses Defragmentation

 

Tunggu sampai proses selesai. Jika sudah selesai, Klik OK.    Lakukan hal yang sama pada semua drive harddisk yang dimiliki. Proses ini biasanya akan berlangsung sangat lama, bisa seharian tergantung dari besarnya drive, isi – isi drive serta keruwetan data dalam cluster.

 

 

4.6     Membuat Laporan Perawatan Harddisk

4.6.1      Catat Hasil Perawatan Secara Berkala

Setelah kita melakukan perawatan harddisk, ada baiknya hasil perawatan secara berkala dicatat dan dicek secara rutin. Misalnya kita melakukan:

  1. Pembersihan harddisk dari debu = 3 bulan sekali.
  2. Melakukan ScanDisk = 1 bulan sekali.
  3. Melakukan cek isi harddisk supaya tidak penuh = 1 minggu sekali.
  4. Melakukan Defragmentasi harddisk = 3 bulan sekali.

 

Setiap kita melakukan perawatan dicatat dalam buku catatan harddisk sehingga harddisk kita bisa awet dan apabila ada kerusakan dapat diketahui secara dini sehingga dapat terhindar dari kehilangan data – data penting, dan juga membuat kinerja komputer menjadi sangat optimal.

 

Apabila dalam proses perawatan ternyata tidak ada masalah maka harddisk dapat digunakan terus, tetapi apabila harddisk terdapat masalah seperti badsector maka haruslah dipikirkan langkah selanjutnya, sepeti memperbaiki harddisk tersebut, memindahkan data, ataupun membeli harddisk baru.

 

4.6.2      Dokumentasi Kehandalan Komponen

Proses akhir dari melakukan perawatan harddisk ini adalah melakukan dokumentasi kehandalan komponen secara keseluruhan. Komponen yang dimaksud disini adalah komponen – komponen yang terdapat pada CPU, tertutama harddisk. Kita dapat menggunakan aplikasi untuk memonitoring kesehatan internal harddisk, termasuk suhu operasional dan lainnya. Kita dapat menggunakan aplikasi SisoftSandra yang menyediakan benchmark untuk kehandalan komponen serta menggunakan utiliti ActiveSMART yang menyediakan informasi buat harddisk.

 

Selain menggunakan software, di windows, juga tersedia tool yaitu sistem monitor. Program kecil yang luar biasa ini membantu anda melacak banyak jenis parameter kinerja. Anda dapat melihat grafik real-time yang menampilkan RAM yang tersedia, memori virtual, penggunaan CPU, dan statistik lainnya. System Monitor utamanya bagus untuk melacak sumber problem memori dan mengidentifikasi program mana yang menimbulkan masalah.

 

Caranya adalah :

Klik Start >> Control Panel >> System and Maitenance >> Administrative Tools >> Realibity and Performance Monitor >> Monitoring Tools.

 

Gambar 4.25 Realibity and Performance Monitoring

Gambar 4.26 Performance Monitoring

 

Gambar 4.27 Realibity Monitoring

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

 

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

 

 

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Melakukan Perawatan Harddisk

 

  1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.033.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Melakukan Perawatan Harddisk

TIK.CS02.033.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan Harddisk drive.

- Harddisk dengan interface ATA/SATA.

- Keyboard, mouse, dan monitor.

- Tools untuk perawatan harddisk (Obeng -/+, baut/sekrup)

- Gelang listrik statis untuk pengamanan

 

- Buku informasi atau manual tentang cara pe-masangan dan pengoperasian harddisk

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Website

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: