Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Melakukan Pembentukan Sikap Instruktur PLK.MP03.002.01

Nov
16
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

MELAKUKAN

PEMBENTUKAN SIKAP INSTRUKTUR

PLK.MP03.002.01  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 

KATA PENGANTAR

 

Dalam rangka mewujudkan pelatihan kerja yang efektif dan efesien dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja diperlukan suatu sistem pelatihan yang sama. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional yang mengamanatkan bahwa pelatihan kerja berbasis kompetensi.

Dalam rangka menerapkan pelatihan berbasis kompetensi tersebut diperlukan adanya standar kompetensi kerja sebagai acuan yang diuraikan lebih rinci ke dalam program, kurikulum dan silabus serta modul pelatihan.

Untuk memenuhi salah satu komponen dalam proses pelatihan tersebut maka disusunlah modul pelatihan berbasis kompetensi Melakukan Pembentukan Sikap Instruktur yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial, Budaya dan Perorangan Sub Sektor jasa Kegiatan Lainnya Bidang Jasa Lainnya Sub Bidang Metodologi Pelatihan Kerja yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. Nomor KEP.140/MEN/VI/2008.

Modul pelatihan berbasis kompetensi ini, terdiri dari 3 buku yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian. Ketiga buku tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh, dimana buku yang satu dengan yang lainnya saling mengisi dan melengkapi, sehingga dapat digunakan untuk membantu pelatih dan peserta pelatihan untuk saling berinteraksi.

Demikian modul pelatihan berbasis kompetensi ini kami susun, semoga bermanfaat untuk menunjang proses pelaksanaan pelatihan di lembaga pelatihan kerja.

 

Jakarta,     Desember 2009

Direktur

Standardisasi Kompetensi

dan Program Pelatihan

Drs. Djoko Mulyanto, MM

NIP. 19540125 197903 1 002
DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————   1

DAFTAR ISI ———————————————————————————–   2

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————   3

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————-   3
  2. Unit Kompetensi Prasyarat —————————————————-   6
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ——————————-   7

BAB II    MATERI PELATIHAN MELAKUKAN PEMBENTUKAN SIKAP INSTRUKTUR       10

  1. Latar Belakang ——————————————————————  10
  2. Tujuan —————————————————————————  10
  3. Ruang Lingkup ——————————————————————  11
  4. Pengertian Istilah ————————————————————–  11
  5. Diagram Alir melakukan pembentukan sikap instruktur——————– 14
  6. Melakukan pembentukan sikap instruktur ———————————–  14
  7. Penyampaian laporan

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ————————————————  40

1. Daftar Pustaka —————————————————————  40

2. Buku Referensi —————————————————————  40

  1. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ——————————————  41
    1. Daftar Peralatan/Mesin————————————————— 41
    2. Daftar Bahan————————————————————— 41

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  1. A.       STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)
KODE UNIT       : PLK.MP03.002.01  
JUDUL UNIT : Melakukan pembentukan sikap instruktur
DESKRIPSI UNIT : Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam melakukan pembentukan sikap instruktur

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

  1. Membentuk jiwa pengemban misi pelatihan kerja
1.1.   Jiwa pengemban misi diidentifikasi

1.2.   Jiwa pengemban misi dibentuk sesuai dengan misi pelatihan kerja

  1. Membentuk sikap membimbing dan menyuluh

 

2.1.  Teknik bimbingan dan penyuluhan diidentifikasi

2.2.  Sikap pembimbing dan penyuluhan dibentuk dengan kesabaran sesuai dengan iklim pelatihan kerja.

  1. Memelihara konsistensi profesi Instruktur

 

3.1.  Jiwa keinstrukturan diidentifikasi

3.2.  Jiwa Instruktur dibentuk dengan kelembutan hati sesuai dengan profesi teknis dan metodologis

  1. Meningkatkan kompetensi diri sesuai perkembangan iptek

 

4.1.  Peningkatan kompetensi diri diidentifikasi sesuai dengan perkembangan iptek.

4.2.  Peningkatan kompetensi diri diaktualisasikan dengan cermat sesuai dengan perkembangan iptek

 

 

BATASAN VARIABEL

1.  Konteks variabel :

Unit ini berlaku untuk Membentuk jiwa pengemban misi pelatihan kerja, Membentuk sikap membimbing dan menyuluh, Memelihara konsistensi profesi Instruktur, Meningkatkan kompetensi diri sesuai perkembangan iptek yang digunakan melakukan pembentukan sikap instruktur pada Bidang Metodologi pelatihan.

 

2.   Perlengkapan (alat dan bahan) untuk melakukan pembentukan sikap instruktur mencakup :

2.1.     Format daftar hadir peserta pelatihan.

2.2.     Format daftar hadir (DJMI) instruktur.

2.3.     Learning material.

2.4.     Alat bantu melatih.

2.5.     Alat peraga.

2.6.     Buku literatur/ referensi.

2.7.     Alat tulis kantor.

 

  1. Tugas pekerjaan untuk melakukan pembentukan sikap instruktur sebagai bagian dari program pelatihan meliputi :

3.1      Membentuk jiwa pengemban misi sesuai dengan misi pelatihan kerja.

3.2      Membentuk sikap pembimbing dan penyuluhan sesuai dengan iklim pelatihan kerja.

3.3      Membentuk jiwa Instruktur sesuai dengan profesi teknis dan metodologis.

3.4      Mengaktualisasikan peningkatan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan iptek.

 

  1. Peraturan untuk melakukan pembentukan sikap instruktur sebagai bagian dari program pelatihan adalah :

4.1      Pedoman pelatihan berbasis kompetensi

4.2      Kode etik instruktur

 

PANDUAN PENILAIAN :

 

  1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1.1.   PLK.MP02.003.01       Merancang strategi dan penilaian pembelajaran.

1.2.  PLK.MP02.009.01        Memfasilitasi proses pembelajaran.

1.3.  PLK.MP03.001.01        Memimpin kegiatan  pembelajaran.

 

  1. Kondisi Penilaian :

2.1     Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan Membentuk sikap membimbing dan menyuluh, Memelihara konsistensi profesi Instruktur, Meningkatkan kompetensi diri sesuai perkembangan iptek yang digunakan melakukan pembentukan sikap instruktur sebagai bagian dari program pelatihan.

2.2     Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/ praktik.

2.3     Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan/atau di tempat kerja.

 

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

3.1     Identifikasi jiwa pengemban misi.

3.2     Identifikasi teknik bimbingan dan penyuluhan.

3.3     Identifikasi jiwa keinstrukturan.

3.4     Identifikasi peningkatan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan iptek.

 

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

4.1     Membentuk jiwa pengemban misi sesuai dengan misi pelatihan kerja.

4.2     Membentuk sikap pembimbing dan penyuluhan sesuai dengan iklim pelatihan kerja.

4.3     Membentuk jiwa Instruktur sesuai dengan profesi teknis dan metodologis.

4.4     Mengaktualisasikan peningkatan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan iptek.

 

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

5.1     Perbedaan persepsi.

5.2     Gaya kepemimpinan yang bervariasi.

5.3     Kesabaran.

5.4     Kemampuan adaptasi.

 

 

KOMPETENSI KUNCI

 

No

Kompetensi Kunci dalam Unit Ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

1

2

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

3

3

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

3

4

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

3

5

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

3

6

Pemecahan masalah

3

7

Penggunaan teknologi

3

 

 

  1. B.       UNIT KOMPETENSI PRASYARAT

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Melakukan pembentukan sikap instruktur ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

1.1.  PLK.MP02.003.01    Merancang strategi dan penilaian pembelajaran.

1.2.  PLK.MP02.009.01    Memfasilitasi proses pembelajaran.

1.3.  PLK.MP03.001.01    Memimpin kegiatan  pembelajaran.

 

 

  1. C.       SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

Judul Unit Kompetensi             :    Melakukan Pembentukan Sikap Instruktur

Kode Unit Kompetensi             :    PLK.MP03.002.01

Deskripsi Unit Kompetensi        :    Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam melakukan pembentukan sikap instruktur

Prakiraan Waktu Pelatihan        :    24 jampel @ 45 menit

Tabel Silabus Unit Kompetensi  :

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

JAM PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

1. Membentuk jiwa pengemban misi pelatihan kerja 1.1   Jiwa pengemban misi diidentifikasi

 

 

 

 

 

1.2   Jiwa pengemban misi dibentuk sesuai dengan misi pelatihan kerja

– Dapat menjelaskan mengapa individu memasuki kelompok

– Dapat menyatakan pengertian sikap/moral

– Dapat menjelaskan misi pelatihan kerja

– Mampu mengidentifikasi jiwa pengemban misi

– Harus cermat, teliti, taat asas, dan proaktif

 

– Dapat menyatakan pengertian kompetensi

– Dapat menyatakan pengertian CBT/PBK

– Dapat menjelaskan sislatkernas

– Dapat menjelaskan sistem standarisasi dan sertifikasi

– Dapat menjelaskan keterkaitan individu dengan lembaga

– Mampu membentuk jiwa pengemban misi sesuai dengan misi pelatihan kerja

– Harus taat asas

– Mengapa individu memasuki kelompok

– Pengertian sikap/moral

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Pengertian kompetensi

– Pengertian CBT/PBK

– Pengertian misi pelatihan kerja

– Sislatkernas

– Sistem standarisasi dan sertifikasi

– Keterkaitan kelembagaan

 

– Mengidentifikasi jiwa pengemban misi

 

 

 

 

 

 

 

– Membentuk jiwa pengemban misi sesuai dengan misi pelatihan kerja

– Cermat

– Teliti

– Taat asas

– Proaktif

 

 

 

 

 

 

 

 

– Taat asas

– Loyal

– Dedikasi

2

4

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

JAM PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

  1. Membentuk sikap membimbing dan menyuluh
2.1  Teknik bimbingan dan penyuluhan diidentifikasi

 

 

 

 

 

2.2  Sikap pembimbing dan penyuluhan dibentuk dengan kesabaran sesuai dengan iklim pelatihan kerja

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan peranan instruktur

– Dapat menjelaskan teknik bimbingan dan konseling

– Mampu mengidentifikasi teknik bimbingan dan konseling

– Harus teliti, cermat, tekun, sabar, proaktif

 

– Dapat menjelaskan tentang pedoman membentuk sikap pembimbing dan konseling

– Mampu membentuk sikap pembimbing dan konseling

– Harus teliti, cermat, tekun, sabar, dan proaktif

– Peranan instruktur

– Teknik bimbingan dan konseling

 

 

 

 

 

 

 

 

– Pedoman membentuk sikap pembimbing dan konseling

– Mengidentifikasi teknik bimbingan dan konseling

 

 

 

 

 

 

– Membentuk sikap pembimbing dan konseling

– Teliti

– Cermat

– tekun

– Sabar

– Proaktif

 

 

 

 

 

 

– Teliti

– Cermat

– tekun

– Sabar

– Proaktif

2

4

  1. Memelihara konsistensi profesi Instruktur
3.1  Jiwa keinstrukturan diidentifikasi

 

 

 

 

 

– Dapat menjelaskan siapa instruktur itu

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan persyaratan instruktur

– Mampu mengidentifikasi jiwa keinstrukturan

– Harus cermat dan teliti

– Siapa instruktur

– Persyaratan instruktur

 

 

– Mengidentifikasi jiwa keinstrukturan

 

 

– Cermat

– Teliti

 

2

4

  3.2  Jiwa Instruktur dibentuk dengan kelembutan hati sesuai dengan profesi teknis dan metodologis – Dapat menjelaskan profesi instruktur

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan ciri-ciri Instruktur yang baik

– Mampu membentuk sikap instruktur profesional

– Harus taat asas dan sabar

– Profesi instruktur

– Ciri-ciri instruktur yang baik

–

– Membentuk sikap instruktur profesional – Taat asas

– Sabar

  1. Meningkatkan kompetensi diri sesuai perkembangan iptek
4.1  Peningkatan kompetensi diri diidentifikasi sesuai dengan perkembangan iptek

 

 

 

 

 

4.2  Peningkatan kompetensi diri diaktualisasikan dengan cermat sesuai dengan perkembangan iptek

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan tugas intruktur

– Dapat menjelaskan tentang imtak dan iptek

– Dapat menjelaskan potensi diri

– Mampu mengidentifikasi peningkatan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan iptek

– Harus teliti dan cermat

 

– Dapat menjelaskan tentang kerjasama tim

– Dapat menjelaskan tentang tim sinergi

– Dapat menjelaskan hukum team work

– Dapat menjelaskan mengapa manusia tidak produktif

– Dapat menjelaskan jenjang karier instruktur

– Mampu Mengaktulisasikan peningkatan kompetensi diri

– Harus taat asas dan proaktif

– Tugas instruktur

– Imtak dan iptek

– Potensi diri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Kerjasama tim

– Tim sinergi

– Hukum team work

– Mengapa manusia tidak produktif

– Jenjang karier instruktur

– Mengidentifikasi peningkatan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan iptek

 

 

 

 

 

– Mengaktulisasikan peningkatan kompetensi diri

 

– Teliti

– Cermat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Taat asas

– proaktif

2

4

 

 

BAB II

MATERI PELATIHAN

MELAKUKAN PEMBENTUKAN SIKAP INSTRUKTUR

 

  1. A.      Latar Belakang

Sikap instruktur merupakan ciri khas suatu keahlian baik dalam bidang metodologi mengajar maupun dalam bidang teknik kejuruan. Sikap instruktur dalam implementasinya dilakukan baik dalam suatu ruangan kelas/bengkel sehingga peran dan fungsinya menjadi pengajar/ pelatih, pelayan pelatihan atau fasilitator pengawas atau superfisor/penyelia sekaligus sebagai penguji atau asesor. Dengan berbagai peranan dan fungsi dimaksud, pembentukan sikap instruktur perlu dilakukan secara bertahap, berjenjang dan berkesinambungan.

  1. B.      Tujuan

Tujuan modul melakukan pembentukan sikap instruktur adalah untuk membentuk jiwa pengemban misi pelatihan kerja, memelihara konsistensi fungsi profesi serta meningkatkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. C.      Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan dalam melakukan pembentukan sikap instruktur dalam unit kompetensi ini meliputi kegiatan persiapan membentuk jiwa pengemban misi pelatihan kerja. Kemudian melaporkan hasil dari proses pembentukan sikap instruktur.

 

  1. D.     Pengertian-pengertian
    1. Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

  1. Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu di mana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut di tempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri atas judul unit, deskripsi unit, elemen.

  1. Menganalisis

Menganalisis adalah menyelidiki dengan menguraikan bagian-bagiannya.

  1. Mengidentifikasi

Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas orang, benda, dsb.

  1. Kebutuhan pelatihan

Kebutuhan pelatihan adalah kesenjangan antara kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatu jabatan dengan kompetensi yang dimiliki calon peserta pelatihan.

  1. Program Pelatihan

Program pelatihan adalah suatu rumusan tertulis yang memuat secara sistematis tentang pemaketan unit-unit kompetensi sesuai dengan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi.

  1. Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/ pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.

 

  1. Pelatihan Berbasis Kompetensi (yang selanjutnya disebut PBK)

PBK adalah proses pelatihan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan pelatihan yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja.

  1. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.

  1. Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah angkatan kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti pelatihan tertentu dengan program pelatihan berbasis kompetensi.

  1. Instruktur

Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK atau di tempat kerja selama proses pelatihan.

  1. Kualifikasi jabatan

Kualifikasi jabatan adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dipersyaratkan jabatan (job performance requirements) yang diperoleh dari analisis jabatan.

  1. Analisis jabatan

Analisis jabatan adalah proses pengumpulan fakta, data, dan keterangan pekerjaan, mengolahnya dan menyajikan dalam bentuk gambaran jabatan yang tersusun secara sistematis, akurat, dan jelas.

  1. Present Performance

Present performance atau kompetensi saat ini adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki tenaga kerja saat ini.

  1. Formasi Lapangan Pekerjaan

Formasi lapangan pekerjaan adalah kesempatan/lowongan pekerjaan yang tersedia pada lapangan pekerjaan.

 

  1. Kebijaksanaan Daerah

Kebijaksanaan atau kebijakan daerah adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak tata pemerintahan daerah.

 

 

  1. E.      Diagram Alir Melakukan Pembentukan Sikap Instruktur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.      MELAKUKAN PEMBENTUKAN SIKAP INSTRUKTUR

1. Membentuk Jiwa Pengemban Misi Pelatihan Kerja

  1. Pengetahuan

1)   Mengapa individu memasuki kelompok

Sikap dalam prestasi kerja

 

 

 

2)   Pengertian sikap/moral

- Pengertian sikap

—  Sikap

kecenderungan untuk bertindak atau kesediaan beraksi terhadap suatu hal

—  Sikap Kerja

kecenderungan untuk bertindak atau kesediaan  bekerja dengan orang lain

 

  • Membentuk Sikap Kerja

menjadikan seseorang agar memiliki kecenderungan bertindak atau kesediaan bekerja dengan orang lain dalam lingkungan kerja

Sikap Seseorang Merupakan Pencerminan Mental Dan Moral Seseorang yang merupakan kemauan/ketersediaan bekerja dengan orang lain

Sikap yang nampak dari seseorang adalah moral yang berkaitan dengan nilai akhlak, sedangkan sikap yang tidak nampak dari seseorang disebut MENTAL seseorang yang berkaitan dengan nilai ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pembinaan sikap terhadap peserta pelatihan berarti pembinaan yang diarahkan agar seseorang/peserta pelatihan memiliki MENTAL YANG KUAT dan MORAL YANG TINGGI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manusia mendapat rangsangan-rangsangan dari luar dirinya, sehingga menimbulkan adanya tujuan-tujuan, selanjutnya manusia mempunyai niat / kehendak untuk mencapai atau memenuhi kebutuhan / keinginan / kesenangan tersebut dan pads saat itulah muncul Sikap manusia tersebut yang berupa Sikap Mental (tidak nampak) dan Sikap Moralnya/perilaku (nampak).

Namun dalam usaha mencapai tujuanya tersebut, manusia juga dihadapkan pada keterbatasan-keterbatasan, halangan-halangan, sehingga akan timbul rasa puas / tidak puas dsb.

Oleh karena hal tersebut, manusia mengalami gangguan-gangguan pads dirinya yang dapat berupa :

- Gangguan tingkah laku ( Moral)

- Gangguan Jasmani dan (Phisik)

- Gangguan Rokhani / Emosi / Rasa (Mental)

 

 

 

 

 

 

 

 

-  Sikap Manusia Pada Umumnya

ü  Tingkah laku seseorang ditentukan oleh kebiasaan dan emosinya

ü  Manusia itu berbeda-beda, mereka ingin diperlakukan secara individual

ü  Seseorang akan bekerja sebaik mungkin, bila ia tahu bahwa pemimpinnya memperhatikan

ü  Seseorang akan bekerja lebih baik, bila ia dianggap penting dan bukan karena takut

ü  Orang akan menentang segala perubahan yang mendadak, maka perlu sosialisasi sebelumnya

ü  Seseorang mencoba untuk memenuhi harapan atasan`nya

ü  Orang sering meniru atasannya dalam melakukan sesuatu

ü  Orang ingin memperoleh perintah yang sederhana dan jelas, sehingga mudah dimengerti serta faham keinginan atasannya dan dilaksanakan sebaik-baiknya

ü  Orang akan bekerja sebaik-baiknya untuk atasan yang mereka percayai dan mereka hormati

ü  Orang akan bekerja sebaik mungkin, bila merasa menjadi bagian dari organisasi-nya

ü  Jika perlu orang akan menerima tegoran atau hukuman yang pada tempatnya

ü  Orang tidak senang, bila menerima kritik atau tegoran dimuka umum, mereka tidak mau dipermalukan

ü  Orang akan bekerja lebih baik, bila ada perangsang ( pujian, hadiah, masa-depan yang terjamin dsb.)

ü  Apabila bersalah, orang ingin diberi tahu dengan cara yang tepat dan bagaimana yang benar

ü  Orang ingin dimengerti dan tahu posisinya

 

Sikap Dalam Kerja

ü  Setiap tugas merupakan mata-rantai dari keseluruhan usaha

ü  Mencintai tugas dan tabah

ü  Mengetahui,menguasai dan bertanggung- jawab akan tugasnya

ü  Ingin tugasnya terlaksana sebaik mungkin

ü  Tugas dapat terlaksana melalui kerjasama

ü  Disamping tugas sendiri, tugas orang lainpun penting

ü  Disamping tugas sendiri, tugas orang lainpun penting

ü  Bekerjadenganbaik,menguntung-kan diri sendiri, teman sekerja, organisasi, masyarakat dan Negara

ü  Selalu ingin menambah pengetahuan, untuk keberhasilan tugas

ü  Membina kader-kader calon pengganti yang lebih baik

ü  Memelihara,meningkatkan kondisi tempat kerja sebaik mungkin

ü  Bekerja seproduktif dan sehemat mungkin

ü  Menjalin hubungan kerja yang sebaik mungkin

ü  Pisahkan urusan pribadi dengan urusan kerja / dinas

ü  Jujur,adil dan Asah-Asih-Asuh

ü  Kepentingan Negara lebih penting dari pada kepentingan pribadi atau golongan

 

-  Iklim (suasana) kerja ditentukan oleh :

ü  Hubungan antara manusia dengan pekerjaanya

ü  Hubungan antara manusia satu dengan manusia lainya

ü  Rekrutmen, seleksi dan penempatanya

ü  Kesediaan dan kemampuan berprestasi

 

Sikap Dan Prestasi Kerja

Di dalam bekerja, setiap individu melakukan interaksi yang dipengaruhi oleh iklim (suasana) kerja yang antara lain ditentukan oleh 4 (empat) hal sebagai berikut

ü  Hubungan antar Manusia dengan Pekerjaannya

ü  Hubungan antar Manusia satu dengan Manusia yang lainnya

ü  Rekruitmen, seleksi dan penempatannya

ü  Kesediaan dan Kemampuan berprestasi pars pekerjanya

Sikap merupakan salah satu faktor yang menentukan PRESTASI INDIVIDU yang selanjutnya bila didukung dengan sarana peralatan / Mesin yang disediakan oleh Organisasi/Unit Kerja, maka akan terwujudlah PRESTASI ORGANISASI/UNIT KERJA.

 

 

 

 

 

 

   4 Dimensi Sikap Dan Etika

 

- Sikap & Etika terhadap ATASAN

  1. Cari waktu yang tepat
  2. Hargai wewenangnya
  3. Jangan mendahului atasan, tentang perkembangan hal-hal baru dan hal-hal yang membutuhkan keputusanya
  4. Bicarakan hal-hal yang berkaitan denganpekerjaan
  5. Usahakan agar selalu memperoleh informasi baru
  6. Tunjukan kerja yang baik dan jujur
  7. Jangan menjelek-jelekan rekan sekerja
  8. Jangan mengritik didepan umum, kecuali atas permintaanya
  9. Jangan suka mengambil muka
  10. Jangan menolak apa yang menjadi tanggung jawabnya

 

- Sikap & Etika terhadap REKAN SETINGKAT

  1. Saling membantu, bekerjasama, berkoordinasi
  2. Hindarkan : Ingin maju tanpa pandang cara ; Iri hati dan buruk sangka
  3. Jangan menjelek-jelekan pribadinya
  4. Jangan membicarakan kelemahanya
  5. Jangan menggunakan bahasa/kata-kata yang tidak pantas
  6. Jangan bertengkar didepan bawahan atau orang luar
  7. Jangan menahan informasi penting secara sengaja
  8. Jangan membentuk atau memasuki suatu KLIK

 

Sikap & Etika terhadap BAWAHAN

  1. Bekerjasama
  2. Jaga perasaanya
  3. Bersedia menerima / menampung pengaduan / keluhan-keluhanya
  4. Siap menghadapi oposisinya
  5. Berikan teladan
  6. Bijak dalam mengawasi
  7. Jangan terlalu resmi / formil / kaku
  8. Jangan sampai berhutang budi
  9. Jangan terlalu erat
  10. Jangan menjanjikan sesuatu yang sulit dipenuhi
  11. Hindari pilih kasih / diskriminasi
  12. Jangan suka membual
  13. Jangan mempekerjakan famili dilingkungan sendiri
  14. Jangan ambisius melakukan sesuatu yang hebat
  15. Jangan mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan

 

Sikap &Etika terhadap ORANG LUAR

  1. Berikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan keramahan
  2. Hindari birokrasi yang negatif
  3. Nasib kita juga tergantung padanya
  4. Terima pengaduanya dan anggap sebagai masukan yang berguna
  5. Penuhi permintaanya sesuai dengan harapanya
  6. Berikan empati dan bantuan dan pelayanan terhadap orang-orang yang sakit, mendapat musibah, penganggur dll.
  7. Jaga rahasia organisasi/perusahaan
  8. Jangan ikut menyebar luaskan isyu yang tidak benar

Jangan membicarakan masalah perusahaan diluar jam-kerja,kecuali bersifat penting dan konstruktif

 

3)   Pengertian kompetensi

pengetian kompetensi

kompetensi adalah:

  • kemampuan melaksanakan tugas-tugas pekerjaan sesuai   dengan standar yang dipersyaratkan           (versi inggris, msc 1988)
  • spesifikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta penerapannya dalam suatu pekerjaan sesuai standar yang dipersyaratkan (national trainng board, australia 1992)
  • uraian tentang sesuatu yang harus dapat dilakukan seseorang dalam lingkup jabatan yang diembannya (national council for vocational qualification, 1995)
  • tindakan, perilaku dan hasil akhir karakteristik pokok yang mendukung kinerja yang sempurna dalam pekerjaan (schroder, dkk, versi amerika)

 

Cakupan Keterampilan Dalam Kompetensi

  • Keterampilan melaksanakan pekerjaan (task skill)
  •  Keterampilan mengelola pekerjaan (Task management skill).
  •  Keterampilan mengantisipasi kemungkinan (Contigency  Management Skill).
  •  Keterampilan mengelola lingkungan (Job/Role Environment Skill).
  •  Keterampilan beradaptasi (Transfer Skill).

Kompetensi kita bagi menjadi 4, yaitu :

  1. Kompetensi teknis
  2. Kompetensi sosial
  3. Kompetensi managerial
  4. Kompetensi intelektual/strategi

Dari uraian diatas kompetensi berkembang menjadi :

  1. Kerjasama tim
  2. Komunikasi
  3. Adaptasi
  4. Kepuasan pelanggan/pelayanan
  5. Pemecahan masalah
  6. Kepemimpinan
  7. Pencapaian tujuan
  8. Tujuan operasional
  9. Efektifitas pribadi

 

tiga pilar utama pengembangan sdm berbasis kompetensi

 

 

 

4)   Pengertian CBT/PBK

Pelatihan Berbasis Kompetensi adalah suatu pendekatan dalam pelatihan dan asesmen yang diarahkan oleh luaran yang spesifik. Pendekatan ini membantu individu untuk menguasai keterampilan, penqetahuan dan sikap  sehingga mereka mampu beruniuk keria sesuai standar dan persyaratan yang ditentukan.

 

 

Manfaat PBK

  • Membuat Job Description
  • Mengorganisasikan struktur kerja
  • Seleksi dan penerimaan pegawai
  • Menentukan Kebutuhan Training
  • Mengembangkan Program Pelatihan
  • Penilaian Kinerja/ Appraisal

 

5)   Pengertian misi pelatihan kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a)  Kualifikasi instruktur harus memiliki :

  1. Jiwa pengemban misi organisasi
  2. Jiwa membimbing dan konseling
  3. Ketrampilan metodologi mengajar/ melatih
  4. Kemampuan pengetahuan dan ketrampilan teknis kejuruan

 

 

 

Jiwa pengemban misi organisasi/misi pelatihan kerja

 

Dalam mengemban misi pelatihan kerja akan berkaitan dengan peraturan keterkaitan kelembagaan serta kebijakan organisasi. Instruktur dalam melaksanakan tugas selalu merasa memiliki/terkait dengan misi unit kerjanya yang tertuang dalam rencana strategi  (renstra)

 

6)   Sislatkernas

 

7)   Sistem standarisasi dan sertifikasi

SISTEM ADMINISTRASI DAN SERTIFIKASI PROFESI

 

8)   Keterkaitan kelembagaan

 

 

 

 

 

 

PENYUSUNAN RESTRA INSTANSIONAL

Landasan Hukum Penyusunan Renstra Instansional

  • Tap MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara

yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

  • Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan

Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

  • Inpres No.7 Tahun 1999 Tentang akuntanbilitas kinerja Instansil pemerintah.
  • Pedoman Penyusunan pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
  • Program pembangunan Nasional (Propenas) dan atau poldas

 

Muatan Renstra

  • Memuat secara jelas arah masa depan yang hendak dituju (where do we want to be)? (Visi, Tujuan dan Sasaran)
  • Renstra mempertimbangkan kondisi saat ini (where are we now)? (Nilai-nilai, SWOT analysis dan misi organisasi)
  • Memuat cara-cara mencapai tujuan dan sasaran (how to get there)? (Kebijakan, Program dan Kegiatan)
  • Memuat ukuran keberhasilan (how do we measure our progress)? (Indikator kinerja)

 

 

 

Pengertian Renstra

ü  Berdasarkan sistem AKIP (INPRES 7/1999)

ü  Langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah

ü  Integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk menjawab perkembangan lingkungan strategik, nasional dan global, serta tetap pada tatanan sistem manajemen nasional

ü  Instrumen pertanggung jawaban

ü  Merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 s/d 5 tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul

ü  Mengadung unsur unsur visi misi tujuan dan sasaran, serta cara mencapainya (strategi) yang meliputi : kebijaksanaan, program, dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan

 

Manfaat Restra

ü  Organisasi dapat menyiapkan perubahan secara proaktif, tidak sekedar bereaksi terhadap perubahan keadaan sekitar

ü  Organisasi dapat mengelola keberhasilan

ü  Organisasi dapat lebih berorientasi ke masa depan

ü  Organisasi dapat lebih adaptif

ü  Organisasi dapat memberikan pelayanan prima

ü  Komunikasi dalam organisasi akan meningkat

 

 

 

 

Unsur unsur RESTRA

Instansi        : Ditjen Binalattas

Tahun           : 2006-2009

Visi     : Membangun dayan saing tenaga kerja melalui peningkatan kualitas dan produktifitas guna mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluargannya

No Misi Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Program Kegiatan
1 Memperkuat peraturan perundangan dan kebijakan di bidang pelatihan dan produktifitas Penanggulangan pengangguran Meningkatkan kesadaran pemahaman artii pentingnya kompetensi dan produktifitas Penguatan Peraturan perundangan di bidang pelatihan dan produktifitas Penguatan dan penyelarasan regulasi dan kebijakan pembinaan pelatihan dan produktifitas Peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja ü Administrasi umum

ü Penyelenggaraan kegiatan yang dibiayai PNBP

ü Peningkatan keahlian dan keterampilan tenaga kerja indonesia

 

Cara Mengidentifikasi Jiwa Pengemban Misi

ü    Mengidentifikasi sikap

ü    Mengidentifikasi kompetensi

ü    Mengidentifikasi jabatan

ü   Mengidentifikasi Misi

 

Cara Membentuk jiwa pengemban misi pelatihan kerja

ü  Memberikan pemahaman tentang sikap, tugas pokok sesuai dengan kualifikasi instruktur

Memberikan pemahaman terhadap misi pelatihan kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b.     Keterampilan

1). Mengidentifikasi jiwa pengemban misi

 

N0

ASPEK

KONDISI PENILAIAN

HASIL

TANGGAPAN

S TS

1

Sikap

ü Pengertian sikap

ü Sikap Manusia Pada Umumnya

ü Sikap dan prestasi kerja

     

2

Sikap & Etika

ü terhadap ATASAN

ü terhadap bawahan

ü terhadap orang setingkat

ü terhadap orang luar

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

N0

ASPEK

TANGGAPAN

Rumusan Hasil

REKOMENDASI

1

Sikap

     

2

Sikap & Etika

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2). Membentuk jiwa pengemban misi sesuai dengan misi pelatihan kerja

 

N0

ASPEK

KONDISI PENILAIAN

HASIL

TANGGAPAN

S TS

1

Renstra

Fisi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan unit organisasi      

2

Kompetensi

Pengertian kompetensi

 

CBT/PBK

     

3

Pelatihan kerja

Sislatkernas

Sistem adm, dan SP

Keterkaitan kelembagaan

KKNI

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

N0

ASPEK

TANGGAPAN

Rumusan Hasil

REKOMENDASI

1

Renstra

     

2

Kompetensi

     

3

Pelatihan kerja

     

 

 

 

 

c. Sikap

1). Mengidentifikasi jiwa pengemban misi harus dilakukan secara cermat, teliti, taat asas, proaktif

 

2). Membentuk jiwa pengemban misi sesuai dengan misi pelatihan kerja harus dilakukan secara taat asas, loyal,  dedikasi.

 

 

2.  Membentuk Sikap Membimbing Dan Menyuluh

a. Pengetahuan

1). Peranan Instruktur

  • Sebagai pembimbing

Instruktur sebagai seorang pembimbing dalam proses belajar-mengajar. Untuk itu dia harus memiliki kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) membimbing peserta untuk mencapai tujuan.

Instruktur harus tahu dan sadar akan kesulitan sebagai pembimbing:

      a. Instruktur tahu akibat-akibat buruk dari pengajaran yang  tidak baik  untuk  dirinya sendiri maupun bagi peserta pelatihan.

      b. Instruktur tahu akibat-akibat yang merugikan dan hilangnya tujuan dan makna.

c. Instruktur tahu akan perasaan yang hampir mendekati putus asa karena kurangnya kepandaian dan gaya yang diperlukan dalam mengajar/melatih.

Instruktur tahu apa yang boleh dilakukan dan bagaimana sikap-nya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik:

  • Instruktur merencanakan sasaran program.
  • Instruktur mengusahakan peserta benar-benar melakukan pengajaran.
  • Instruktur membuat proses belajar-mengajar itu benar-benar bermakna.
  • Instruktur mengadakan pemikiran terhadap proses belajar-mengajar

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Instruktur Dalam Melakukan Bimbingan

  • Mampu memahami tingkat kesulitan yang dihadapi siswa
  • Mampu melakukan diagnosis kesulitan siswa
  • Bersedia melakukan pengajaran remedial dan melakukan penilaian/asesmen pada waktunya
  • Sebagai pengajar/pelatih

Instruktur membantu peserta mempelajari hal-hal yang bermakna, peserta sendirilah yang harus belajar.

Instruktur menggunakan metoda-metoda, peralatan untuk mem-permudah terjadinya proses belajar-mengajar yang efektif.

Instruktur menjelaskan, memberitahu, mendemonstrasikan kemampuannya yang diperlukan peserta pelatihan.

Instruktur memahami syarat-syarat belajar bagi siswa:

  • Motivasi dan kesediaan belajar
  • Tingkat perkembangan emosi dan akal dalam hubungannya dengan tugas yang harus dipelajari
  • Hubungan dengan instruktur
  • Kemampuan untuk belajar dengan perantaraan kata-kata
  • Tingkat kebebasan dari ketakutan
  • Kemampuan instruktur dalam menyampaikan potensinya.

 

  • Sebagai panutan

Peran dan tugas instruktur yang paling mendasar adalah menjadi panutan/teladan bagi peserta pelatihan dan bagi semua yang memandangnya sebagai instruktur.

  • Keteladanan adalah aspek penting dalam pengajaran dan pelajaran. Oleh sebab itu, tidak seorang pun instruktur dapat mengelak dari tuntutan ini.
  • Apabila seorang instruktur menolak untuk memenuhi tuntutan keteladanan, maka ia akan mengurangi efektivitas dalam mengajar/melatih.
  • Mutu dan kekuatan keteladanan seseorang instruktur tergantung dari cerminan kegiatan dia sehari-hari.
  • Sikap-sikap dasar yang positif.
  • Ucapan-ucapan yang baik dan benar.
  • Kebiasaan baik dalam bekerja.
  • Sikap menghadapi pengalaman dan kesalahan.
  • Pakaian yang pantas dan layak.
  • Pendekatan hubungan antar manusia yang manusiawi.
  • Kerangka berpikir yang rasional dalam menghadapi masalah.
  • Stabilitas emosional.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Gaya hidup yang sehat dan bermanfaat.
  • Sebagai peneliti

Instruktur yang ingin berkembang selalu ingin mencari kebenaran dan pemahaman. Yang penting untuk dipahami:

F saya tahu bahwa saya tahu

F saya tahu bahwa saya tidak tahu

F saya tidak tahu bahwa saya tahu

F saya tidak tahu bahwa saya tidak tahu

F setiap manusia mempunyai kebutuhan untuk tahu.

Instruktur sebagai peneliti adalah peneliti sejati, artinya ia benar-benar mencari kebenaran alamiah sebagai pengetahuan yang digunakan dalam melaksanakan tugasnya.

Instruktur sebagai pengembang pengetahuan dan keterampilan dalam keahliannya.

 

 

  • Sebagai penasehat

Instruktur merupakan penasehat bagi peserta pelatihan dan untuk itu, mau tidak mau suka tidak suka, dia harus siap menjadi penasehat.

 

Ruang lingkup nasehat meliputi:

- kesulitan belajar

- masalah keluarga peserta pelatihan

- masalah lingkungan

- masalah psikologis.

 

  • Sebagai innovator

Instruktur sekaligus merupakan inovator dan perang-sang daya cipta orang lain. Daya cipta bisa terjadi di mana saja. Untuk itu dia harus memiliki daya emulasi.

(Bermula dari lingkungan pelatihan, instruktur telah memberikan dorongan kepada peserta dalam pengem-bangan daya ciptanya, yaitu mengembangkan a.l. cara kerja baru dan hal-hal baru lainnya.)

 

  • Sebagai orang yang berwibawa

Untuk berwibawa seorang instruktur harus jujur, katakan tidak tahu kalau memang tidak tahu karena bagaimana pun sebagai manusia ada keterbatasan, tetapi jangan sering mengatakan tidak tahu.

 

Untuk berwibawa seorang instruktur harus rendah hati sekalipun dia tahu karena “di atas langit masih ada langit”. Oleh sebab itu, dia harus belajar terus.

Seorang instruktur harus yakin dan berani dalam menyampaikan kemampuannya. Untuk itu dia harus tahu lebih banyak daripada pesertanya.

 

Ke-tahu-annya itu harus bisa menjadi contoh bagi peserta pelatihan akan pengetahuan dan keterampilan yang peserta ingin memilikinya.

 

  • Sebagai inspirator bagi orang lain

Instruktur memberikan gagasan kepada peserta dan kemudian memberikan kebebasan peserta mengembang-kan gagasan itu.

Instruktur menyampaikan tujuan apa yang hendak dicapai sehingga peserta dapat memaknai gagasan tersebut. Dengan demikian, peserta tidak akan lelah/frustrasi dalam mengembangkan gagasan tersebut.

Instruktur memberikan pandangan tentang kebesaran dan potensi manusia seperti daya imajinasi yang dinamis, perasaan simpati, cintan dan lain-lain.

Instruktur yang menghargai dan menyenangi tugasnya akan efektif dalam melakukan kegiatannya dan akan selalu ceria.

 

 

  • Sebagai penilai/asesor

Instruktur selalu menilai hasil belajar peserta secara obyektif

Penilaian instruktur terhadap hasil belajar, peserta bukanlah hal yang dirahasiakan

Penilaian hasil belajar peserta bermanfaat bila disampaikan secara bijaksana untuk memotivasinya.

 

  • Sebagai konsultan/penyuluh pelatihan

Peranan instruktur dalam pasar kerja sebagai konsultan

pelatihan a.l.:

  • Menjelaskan kondisi pasar kerja di wilayahnya bahkan secara nasional.
  • Menjelaskan arti pentingnya pelatihan untuk membentuk manusia terampil, handal, dan siap bekerja.
  • Menjelaskan jenis dan tingkatan pelatihan.
  • Menjelaskan prospek potensi daerah dalam kaitannya dengan kebutuhan tenaga kerja terampil.
  • Menjelaskan prosedur dan mekanisme penyelenggaraan pelatihan kerja di LPK.
  • Memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat untuk memilih pelatihan mana yang sesuai dengan bakat dan minat.

 

 

2). Teknik bimbingan dan konseling

 

 

 

 

Azas-Azas Bimbingan Dan Konseling

  1. Kerahasiaan

Asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang konseli yang menjadi sasaran pelayanan yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain.

  1. Kesukarelaan

Azas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli mengikuti pelayanan yang diperlukan baginya.

  1. Keterbukaan

Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar koseli yang menjadi sasaran pelayanan bersifat terbuka. Instruktur berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli. Agar konseli dapat terbuka, Instruktur terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura

  1. Kegiatan

Asas yang menghendaki agar konseli berpartisipasi aktif dalam kegiatan bimbingan. Instruktur mendorong konseli untuk aktif dalam bimbingan yang diperuntukkan baginya

  1. Kemandirian

Asas bimbingan yang diharapkan agar konseli-konseli dapat mandiri dengan ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri

  1. Kekinian

Asas bimbingan agar sasaran bimbingan adalah permasalahan konseli dalam kondsinya sekarang. Instruktur memberikan bimbingan yang berkenaan dengan masa depan dan masa lalu dengan melihat dampak atau kaitanya dengan apa yang diperbuat sekarang

  1. Kedinamisan

Asas bimbingan yang diharapkan agar pelayanan terhadap konseli selalu bergerak maju, tidak monoton dan terus berkembang.

  1. Keterpaduan

Asas bimbingan dimana berbagai pelayanan bimbingan baik dari pembimbing atau pihak lain saling menunjang, harmonis dan terpadu

Instruktur dan pihak lain bekerja sama untuk pelayanan dengan sebaik-baiknya

  1. Keharmonisan

Asas bimbingan yang menghendaki agar pelayanan berdasar pada nilai dan norma yang ada yaitu agama, hukum, adat istiadat dan kebiasan yang berlaku. Dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan konseli untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai dan norma tersebut

10. Keahlian

Asas bimbingan yang diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Para pelaksana bimbingan (Instruktur) harus merupakan tenaga yang benar-benar ahli dalam bimbingan dan konseling

11. Alih tangan kasus

Asas bimbingan yang menghendaki agar pihak yang tidak mampu menyelenggarakan bimbingan atas suatu permasalahan konseli mengalih tangankan kepihak yang lebih ahli. Instruktur dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua atau ahli lain. Demikian juga sebaliknya

 

 

 

­Prinsip Bimbingan Konseling

  1. Untuk semua konseli

Bimbingan diberikan kepada semua konseli, baik yang tidak bermasalah atau bermasalah, dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perorangan

  1. Sebagai proses individuasi

Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikan tersebut. Prinsip ini Juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli

3.  Menekankan hal yang positif

Bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan,karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri

4.  Merupakan usaha bersama

Bimbingan bukan hanya tugas dan tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas pembimbing lainnya, seperti guru-guru dan kepala sekolah/madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.

 

  1. Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial

Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan

 

  1. 6.   Berlangsung dalam berbagai setting/adegan kehidupan

Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di tempat pelatihan, di sekolah/madrasah, tetapi juga lingkungan keluarga  dan masyarakat pada umumnya. Bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan dan pekerjaan

 

Fungsi Bimbingan Konseling

  1. Pemahaman

Fungsi bimbingan yang membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan dan norma agama

  1. Preventif

Fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk selalu mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya supaya tidak di alami oleh konseli.

  1. Pengembangan

Fungsi bimbingan dimana koselor berupaya untuk menciptakan lingkingan belajar yang kondusif intuk perkembangan konseli.

  1. Penyembuhan

Fungsi bimbingan dan konseli yang bersifat kuratif,yaitu berkaitan dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang mengalami masalah baik pribadi sosial belajar maupun karier.

  1. Penyaluran

Fungsi bimbingan dan konseling,yang membantu konseli memilih kegiatan,jurusan, pemantapan karier  atau jabatan yang sesuai dengan minat,bakat dan keahlian serta ciri ciri kepribadian lainnya.

  1. Adaptasi

Fungsi membantu para pelaksana pendidikan untuk menyasuaikan program pelatihan terhadap latar belakang pendidikan ,minat,kemampuan dan kebutuhan konseli.

  1. Penyesuaian diri

Fungsi bimbingan dan konseling, dalam membamtu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis.

  1. Perbaikan

Fungsi bimbingan untuk membantu konseli agar dapat memperbaiki kekeliruan dalam berpikir,berperasaan dan bertindak

  1. Fasilitasi

Memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan yang optimal serasi selaras seimbang,seluruh aspek dalam diri konseli.

  1. Pemeliharaan

Fungsi bimbingan untuk membantu konseli agar dapat menjaga diri dan situasi kondusif yang telah tercipta di dalam dirinya. Ini bermaksud agar tidak terjadi penurunan produktifitas diri.

 

Cara / Teknik Bimbingan Konseling

  • Instruktur sebagai seorang pembimbing dalam proses belajar-mengajar. Untuk itu dia harus memiliki kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) membimbing peserta untuk mencapai tujuan.
  • Instruktur harus tahu dan sadar akan kesulitan sebagai pembimbing:
    • Instruktur tahu akibat-akibat buruk dari pengajaran yang  tidak baik  untuk dirinya sendiri maupun bagi peserta pelatihan.
    • Instruktur tahu akibat-akibat yang merugikan dan hilangnya tujuan dan makna.
    • Instruktur tahu akan perasaan yang hampir mendekati putus asa karena kurangnya kepandaian dan gaya yang diperlukan dalam mengajar/melatih.
    • Instruktur tahu apa yang boleh dilakukan dan bagaimana sikap-nya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik:
      • Instruktur merencanakan sasaran program.
      • Instruktur mengusahakan peserta benar-benar melakukan pengajaran.
      • Instruktur membuat proses belajar-mengajar itu benar-benar bermakna.
      • Instruktur mengadakan pemikiran terhadap proses belajar-mengajar

Oleh sebab itu instruktur harus :

ü  Melaksanakan bimbingan studi

  • Mengenali kesulitan belajar peserta dan cara pemecahannya
  • Mengenali bakat peserta dan membantu mengembangkannya
  • Memberi pelayanan khusus kepada peserta tentang materi pembelajaran
  • Memberikan pelayanan informasi kepada peserta

ü  Melaksanakan pembinaan sikap

  • Menumbuhkan kebiasaan peserta berpikir secara sistematis,cermat, dan obyektif
  • Mengembangkan kebiasaan berpikir aplikatif
  • Menumbuhkan sikap disiplin pada diri sendiri
  • Menumbuhkan sikap sosian dan kerja sama yang baik

 

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Instruktur Dalam Melakukan Bimbingan

  • Mampu memahami tingkat kesulitan yang dihadapi siswa
  • Mampu melakukan diagnosis kesulitan siswa
  • Bersedia melakukan pengajaran remedial dan melakukan penilaian/asesmen pada waktunya

 

 

3). Pedoman membentuk sikap pembimbing dan konseling

Persyaratan umum

—  Pendidikan

latar belakang pendidikan dari psikologi pendidikan dan bimbingan atau konseling

—  Memiliki pengalaman meliputi:

  • Psikologis
  • Metodologis
  • Teknis kejuruan
  • Sosial kemasyarakatan

—  Mengikuti diklat/bimtek bimbingan dan konseling

—  Memiliki sifat-sifat sebagai pembimbing antara lain

  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  • Mempunyai sifat keteladanan/panutan
  • Tidak pemarah

 

Syarat Pembimbing Yang Baik

Pembimbing perlu membina dan memiliki hal-hal

ini melalui proses pelatihan:

• Kemauan untuk belajar dari pengalaman

• Kemauan untuk berempati dan menerima orang lain sebagaimana adanya

• Kemauan untuk melakukan pendekatan secara fenomenologis

  • Mampu menjadi pendengar yang baik dan pendengar aktif
  • Sanggup menghadapi prasangka terhadap klien, termasuk perasaan tidak menyukai klien
  • Tidak sebarang memotong pembicaraan klien
  • Dapat mengidentifikasi hal yang bermakna dari problem klien
  • Dapat menginterpretasi perasaan dan emosi klien
  • Bersikap wajar
  • Dapat mengenal yang tersurat dan yang tersirat dari pembicaraan klien
  • Dapat berbicara secara nyaman dan sensitif tentang soal yang sangat pribadi / intim (mis.kehidupan seks) dari klien
  • Mampu dan ingin menguji asumsi/hipotesisnya
  • Bersifat optimis
  • Tidak menghakimi, mampu dan trampil membantu orang mengambil keputusan
  • Mampu dan trampil memberi dukungan
  • Mampu membina hubungan saling percaya
  • Mampu memberi informasi
  • Mampu mengerti / menghayati perasaan /keprihatinan orang lain
  • Mengetahui keterbatasan diri sendiri

 

 

Kriteria Konseling

  • Fokus pada masalah klien
  • Percakapan dua arah.
  • Terstruktur: menyambut, membahas, membantu, menetapkan pilihan, mengingatkan.
  • Bertujuan membantu klien untuk mengenal dirinya, memahami permasalahannya, melihat peluang dan mencari alternatif penyelesaiannya.
  • Memerlukan kemampuan melakukan komunikasi interpersonal.Dilakukan dalam suasana yang menjamin rasa aman dan nyaman.

Cara Membentuk Sikap Membimbing Dan Menyuluh:

ü  Memberikan pemahaman tentang peranan dan fungsi instruktur sebagai pembimbing dan penyuluh

ü  Memberikan pemahaman terhadap syarat dan kriteria pembimbing dan penyuluh

ü  Memberikan pemahaman terhadap teknik/cara membimbing dan menyuluh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b. Keterampilan

1). Mengidentifikasi teknik bimbingan dan konseling

Tabel indentifikasi teknik bimbingan dan konseling

 

N0

ASPEK

KONDISI

HASIL

TANGGAPAN

S TS  
1 Dasar bimbingan dan penyuluhan Azas-Azas,  Prinsip, Fungsi

 

     
2 Kriteria Fokus, terstruktur, bantuan terhadap klien, komunikasi      
3 Persyaratan Umum dan khusus      
4 Cara / Teknik Bimbingan Konseling Bimbingan studi

Pembinaan sikap

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2). Membentuk sikap pembimbing dan konseling

 

N0

ASPEK

TANGGAPAN

Rumusan Hasil

REKOMENDASI

1

Dasar bimbingan dan penyuluhan      

2

Kriteria      

3

Persyaratan      

4

Cara / Teknik Bimbingan Konseling      

 

 

c. sikap

1). Mengidentifikasi teknik bimbingan dan konseling harus dilakukan secara teliti, cermat, tekun, sabar, proaktif

 

2). Membentuk sikap pembimbing dan konseling harus dilakukan secara teliti, cermat, tekun, sabar, proaktif

 

3. Memelihara Konsistensi Profesi Instruktur

a. Pengetahuan

1). Siapa instruktur

Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK dan/atau di tempat kerja selama proses pelatihan

 

2). Persyaratan instruktur

  • Memiliki pengetahuan & kete- rampilan kejuruan
  • Memiliki kemampuan mentransfer pengeta-huan/keterampilannya kepada orang lain
  • Memiliki sikap-sikap yang baik dan bertanggung jawab atas keberhasilan misi

DASAR HUKUM

1. Keppres Nomor 16 Tahun 2000

2. Kepmempan Nomor : 36/M.PAN/ /3/2003

3. SKB Menakertrans dan Kepala BKN

Nomor : Kep-188/MEN/2003 dan Nomor: 25 A Tahun 2003

 

3). Profesi Instruktur

a) Pengertian dan ciri ciri profesi

Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memwerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia

Pandangan lain menganggap bahwa hingga sekarang tidak ada definisi yang memuaskan tentang profesi yang diperoleh dari regulasi dan buku maka digunakan pendekatan lain dengan menggunakan ciri profesi

Ciri ciri profesi :

ü  Terlatih

ü  Memberi jasa untuk umum

ü  Besertifikat

ü  Anggota organisasi profesi

 

b) Sertifikasi profesi adalah:

ü  Sertifikasi terhadap kompetensi profesi dilakukan oleh lembaga sertifikasi personil/profesi, berlaku apabila masih kompeten

ü  Sertifikasi untuk mendapat status profesi dilakukan organisasi profesi biasa disebut juga lisensi/regristrasi profesi

ü  Sertifikat pelatihan oleh lembaga pelatihan, biasa disebut juga certificate of attainment, berlaku selamanya

 

Profesi instruktur yang paling menonjol dan merupakan ciri khas instruktur adalah profesi bidang metodologi pelatihan dan teknik sesuai dengan kejuruannya

Profesi bidang metodologi

 

 

 

 

 

 

 

 

Profesi bidang teknik kejuruan

 

 

4). Ciri ciri instruktur yang baik

  1. sehat jasmani & rokhani.
  2. sportif, obyektif dan jujur.
  3. menguasai bidang kejuruanya.
  4. menguasai metodologi pelatihan.
  5. menyenangi bidang pelatihan.
  6. dapat bekerjasama dengan baik terhadap : atasan ; rekan sekerja dan peserta pelatihan.
  7. mendahulukan kepentingan dinas dari pada kepentingan pribadi.
  8. berwibawa.
  9. kreatif & selalu menambah ilmu pengetahuanya

10. bersikap mental & moral yang  baik.

11. disiplin & bertanggung jawab.

12. mampu berkomunikasi verbal dengan baik

13. bersedia dan senang membantu orang lain / peserta pelatihan belajar.

14. ramah, simpatik dan rapi.

15. mempunyai sifat teladan.

16. bersedia menerima kritik.

17. tidak pemarah (sabar).

18. bersedia membantu kelemahan peserta pelatihan.

19. cepat mengenal peserta pelatihanya.

20. bekerja keras, serius,tekun dan bersemangat.

21. memahami tugas & tanggung jawabnya.

22. tidak pelit memberikan pujian & penghargaan kepada pesertanya

23. tidak mencemooh / memojokkan peserta pelatihanya.

24. tidak meminjam ide peserta pelatihanya.

 

 

Kode etik instruktur

Aspek aspek etika yang perlu dipedomani seorang instruktur dalam nenjalankan tugas dan fungsinya dengan baik antara lain mencakp etika pribadi, etika terhadap teman sejawat, etika bermasyarakat dan etika berprofesi

  • Etika pribadi

ü  Menjaga kesehatan jasmani

ü  Bersikat jujur dan terbuka

-   Memberikan informasi yang benar, sehingga tidajk menyesatkan

-   Menyampaikan kompetensinya secara proporsional

-   Idak menahan tau menyembunyikan informasi yang menjadi hak orang lain

ü  Bertindak dengan penuh kesungguhan dan ketulusan

-   Senang membantu orang lain/peserta pelatihan

-   Memberikan pelayanan kepada orang yang mebutuhkan yanpa pamrih

ü  Tidak melakukan kegiatan kegiatan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan

-   Peduli kepada kepentingan orang lain (care)

-   Empati terhadap orang lain (share)

-   Adil terhadap diri sendiri dan orang lain (Fair)

ü  Selalu berusaha untuk menigkatkan kepentingan pribadi

-   Menjalankan imadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing masing

-   Berusaha mengendalikan diri dan emosi

ü  Memiliki etos kerja yang tinggi

-   Dalam bekerja tidak sekedar mengharapkan jasa atau imbalan materi,  namun dikaitkan sebagai suatu ibadah

-   Tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan

ü  Menjunjung tinggi harkat dan martabat instruktur

-   Tidak melakukan hal hal yang dapat menurunkan harkat, martabat instruktur

-   Saling mengingatkan terhadap tindakan tindakan yang beretika

  • Etika terhadap teman sejawat

ü  Saling menghormati dan menghargai sesame instruktur dan teman sejawat sesame instruktur dan teman sejawat baik secara vertical maupun horizontal dalam suatu unit kerja, antar instansi maupun lembaga pelatihan.

ü  Memelihara rasa persatuan dan kesatun sesama instruktur

-   Mengutamakan dasar dar professional dengan idak memanipulasi untuk kepentingan pribadi

-   Menjaga kerukunan antar instruktur

ü  meghargai perbedaan pendapat dan bersedia menerima kritik yang bersifat membangun

ü  Menjaga dan menjalin kesetiakawanan sesama instruktur

-   Menghargai dan menghormati hak hak pribadi rekan seprofesi

-   Berusaha membantu dan mendorong usaha usaha peningkatankompetensi rekan seprofesi

-   Mengembangkan sikap salingtolong menolong dalam mengatasi kesulitan

-   Tidak melakukan perbuatan perbuatan yang dapat merugikan teman sejawat

ü  Berhimpun dalam suau organiasi profesi yang menjamin terwujudnya solidaritas sesame instruktur dalam mengembangakan profesionalisme dan dalam memperjuangkan hah hak nya

  • Etika bermasyarakat

ü  Menerapkan pola sederhana

-   Berperilku santun dalam bersikap dan betindak sebagai teladan terhadap masyarakat lingkungannya, sesuai kaidah yang berlaku di masyarakat

-   Tidak berpenampilan berlebihan, namun sopan dan rapi

ü  Tanggap terhadap lingkungan masyarakat

-   Berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosian kemasyarakatan

-   Menjalin komunikasi dan edukasiuntuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat

ü  Dapat bersinergi dalam organisasikemasyarakatan atau organisasi politik sepanjang dibenarkan oleh peraturan yang berlaku

ü  Selalu berusaha untuk meningkatkan kompetensi sosial

  • Etika profesi

ü  Instruktur berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya

-   Instruktur berusaha mencari dan memahami informasi yang terkait dengan tugas dan fungsi serta wewenangnya

-   Instruktur berusaha melaksanakan tugas dan fungsi sesuai wewenangnya

ü  Menjaga informasi yang karena sifatnya harus dirahasiakan

-   Informasi tentang peserta, lembaga dan program pelatihan

-   Informasi yang hanya dapat diperoleh, digunakan, diperbanyak oleh yang berwenang

ü  Taat dalam melaksanakan tugas sesuai kebijakan pemerintah dan/atau lembaga pelatihan

-   Instruktur berusaha mencari informasi dan memahami kebijakan pemerinah dan/atau lembaga pelatihan

-   Instruktur berusaha melaksanakan tugasnya sesuai dengan kebijakan pemerinah dan/ atau lembaga pelatihan

ü  Membangun etos kerja untuk meningkatkan kinerja organisasi

-   Instruktur baik secara mandiri maupun berkelompok berusaha mengembangkan profesinya

-   Instruktur baik secara mandiri Maupin berkelompok meningkatkan pengabdiannya

-   Instruktur dersama dengan angota organisasi yang lain berusaha membangun sinergi dan solidaritas organisasi

ü  Berpartisipasi dalam organisasi guna menjalin kerjasama dengaunit kerja terkait dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi

ü  Menjalin kerja sama denga profesi lain yang terkait dalam mendukungpenegmbangan profesi

ü  Professional dalam melaksanakan tugas

-   Memahami batas batas  kualifikasi kompetensi teknis dan metodologis yang dimiliki

-   Memahami standar kompetensi terkait

-   Memelihara kualifikasi kompetensi secara berkelanjutan

ü  Taat terhadap standar operasional dan tata kerja

-   Standar operasional yang tercantum dalam setiap komponen yang berlaku

-   Taat kerja esuai peraturan yang berlaku

ü  Mengembangkan pemikiran secara kreatif dan inofatif dalam rangka penigkatan kinerja organisasi

-   Instruktur baik secara mandiri maupun berkelompok berusaha maningkatkan kemampuan berfikir, memperluas wawasan dan rsa ingin tahu (curiousity)

-   Instruktur baik secara mandiri maupun berkelompok berusaha menemukan hal hal yang baru yang menunjang kinerja organisasi

ü  Berorientasi pada upaya penigkatan kualitas kerja

-   Instruktur baik secara mandiri maupun berkelompok berusaha maningkatkan kualittas pelayanan secara prima

-   Memberikan pelayanan sesuai dengan bidang nya pada siapapun yang membutuhkan tanpa diskriminasi

-   Menjunjung tinggi akuntabilitas keilmuan dan kompetensinya

-   Berupaya mengembangkan dan/atau memperbaiki system dan prosedur kerja

ü  Menghargai karya/hak kekayaan intelektual (HAKI) orang lain

-   Memahami etika dalam penyampaian terhadap hak cipta orang lain, baik secara lisan aupun tulisan

-   Pantang melakukan plagiat dan menjiplak ilmu pengetahuan atau teknologi hak cipta orang lain yang diakuisebagai ciptaanya

 

 

 

Cara memelihara Konsistensi Profesi Instruktur

ü  Konsisten dalam melaksanakan tugas pokok instruktur khususnya profesi bidang metodologi dan teknik kejuruan

ü  Konsisten dalam bersikap/berperilaku sesuai dengan ciri ciri instruktur yang baik

ü  Konsisten dalam menjaga/memelihara kode etik instruktur

 

  1. Keterampilan

1). Mengidentifikasi jiwa keinstrukturan

 

N0

ASPEK

KONDISI PENILAIAN

HASIL

TANGGAPAN

S TS  
1 Kode etik Etika pribadi, teman sejawat, bermasyarakat, profesi      
2 Ciri ciri Instruktur yang baik 24 ciri instruktur      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

N0

ASPEK

TANGGAPAN

RUMUSAN HASIL

REKOMENDASI

1 Kode etik      
2 Ciri ciri Instruktur yang baik      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2). Membentuk sikap instruktur profesional

N0

ASPEK

KONDISI PENILAIAN

HASIL

TANGGAPAN

S TS  
1 Persyaratan instruktur Teknis kejuruan, transfer, sikap/ tanggung jawab      
2 Tugas pokok Instruktur Sesuai kepmenpan no.36 tahun 2003      
3 Profesi bidang metodologi Metodologi pelatihan      
4 Profesi bidang teknik kejuruan Sesuai kejuruan      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

N0

ASPEK

TANGGAPAN

RUMUSAN HASIL

REKOMENDASI

1 Persyaratan instruktur      
2 Tugas pokok Instruktur      
3 bidang metodologi      
4 bidang teknik kejuruan      
  1. Sikap

1). Mengidentifikasi jiwa keinstrukturan harus dilakukan secara cermat dan teliti

2). Membentuk sikap instruktur profesional harus dilakukan secara taat asas dan sabar

 

 

4. Meningkatkan Kompetensi Diri Sesuai Dengan Perkembangan Iptek

a. Pengetahuan

1) Tugas instruktur

Tugas pokok instruktur meliputi

v  Menyusun training needs analisis

v  Menyusun program pelatihan

v  Menyusun kurikulum dan silabus pelatihan

v  Menyusun jobshet dan modul pelatihan

v  Mengajar dan melatih praktek pada pelatihan tingkat dasar, menengah  dan lanjutan, bagi pencari kerja, pekerja, instruktur

v  Memberikan penyuluhan pelatatihan dan produktivitas

v  Melakukan uji keterampilan.

v  Melakukan pengukuran produktivitas

2) Imtak dan iptek

Manusia sejak dilahirkan telah dikaruniai /mempunyai RASA, RASIO dan RELIGI, selanjutnya manusia mempelajari ILMU dan AGAMA. Ilmu digunakan untuk penggal alat pendalaman pengertian dan merasionalisasikan penjelasan-penjelasan.

Manusia yang dalam mempelajari Agama menggunakan Rasio, Rasa dan Religinya, akan mempunyai cara berfikir yang modern / maju, sedangkan jika hanya menggunakan Rasa dan religinya tanpa Rasio, maka akan mempunyai cara berfikir yang kolot/tradisional

 

 

Manusia dalam hidupnya mempunyai rasa, rasio dan religi akan selalu dalam kendali taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga sikap yang didirikan atas rasa rasio dan religi akan memiliki moral yang tinggi dan mental yang kuat sehingga manusia akan hidup selamat, sejahtera dan bahagia dunia dan akhirat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3)   Potensi diri

CIRI-CIRI INDIVIDU:

-          Malas

-          Lamban

-         Tidak punya minat

-          Tidak rasional

-          Rasa kecewa

-          Merasa paling benar

-          Egois

-          Rasa rendah-diri

-          Rasa humor

-          Pesimis

-          Optimis

-         Tidak punya tanggung jawab

-          Tidak dapat dipercaya

-          Dll.

 

TINGKAH LAKU INDIVIDU

Manusia sekaligus jugs merupakan Individu dan Manusia yang mempunyai cirri-ciri sikap per individu yang berbeda.

Adapun ciri-ciri individu antara lain : malas, lamban,tidak punya minat, tidak rasional, rasa kecewa, merasa paling benar, egois, rasa rendah diri, rasa humor, pesimis, optimis, tidak punya tanggung jawab, tidak dapat dipercaya dan lain-lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tingkah Laku Individu Terhadap Individu Lain

  1. Perasaan iri
  2. Ingin bersaing
  3. Ingin menonjol / mendominasi
  4. Ingin bekerjasama
  5. Rasa benci / dendam
  6. Ingin mencampuri urusan orng lain
  7. Ingin mempengaruhi
  8. Rasa saling tergantung

 

TINGKAH LAKU INDIVIDU DALAM KELOMPOK

  1. Mempunyai rasa loyal (setia) dan mengabdi / berpartisipasi
  2. Mempunyai rasa bangga / ikatan
  3. Ingin membela / maju
  4. Ingin dihargai / diakui
  5. Ingin mendapat jaminan

 

 

TINGKAH LAKU INDIVIDU DALAM KELOMPOK TERHADAP KELOMPOK LAIN

  1. Ingin mempertahankan reputasi kelompok
  2. Ingin bersaing
  3. Ingin berkenalan / bergaul
  4. Mempunyai semangat-korsa (kelompok)

 

REAKSI INDIVIDU

1 Tidak malu/segan malu/segan
2 Berpengaruh Tidak terpengaruh
3 Berprakarsa Pasif/ malas
4 Mandiri Tergantung
5 Diterima orang Ditolak orang
6 Sosial Asosial
7 Bersahabat Tidak bersahabat
8 Menarik Tidak menarik
9 Bersaing Tidak bersaing
10 Agresif Tidak agresif
11 Sadar diri Tidak sadar diri
12 Memamerkan diri Tidak memamerkan diri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengembangan potensi diri

Pengembangan artinya suatu proses perubahan kearah yang lebih baik, maju, atau lebih dewasa secara fisik dan umur.

Potensi artinya kekuatan (dalam bahasa jawa)

Jadi pengembangan potensi diri secara umum adalah kekuatan dalam diri untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik

Potensi diri antara antara lain :

  •  Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensia, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap
  •  Sikap kerja seperti tekun, ketelitian, tempo kerja, dan daya tahan terhadap stress
  •  Kepribadian yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang baik yang jasmania, mental, rohani, emosional maupun sosial yang semuanya telah ditata dalam cara khas dibawah aneka pengaruh luas.

 

Menurut Prof. DR. Buchori Zainun,MPA : potensi adalah daya.

Daya dapat bersifat positif berupa kekuatan (power) dan bersifat negatif berupa kelemahan (weakness).

 

 

 

Dari uraian pada pengertian diatas, maka yang dimaksud dgn pengembangan potensi diri adalah suatu usaha atau proses yang terus menerus kearah personal mastery (penguasaan pribadi), sehingga dapat mendorong dan meningkatkan pertubuhan pribadi demi kemauan belajar, yang akhirnya membentuk pribadi yang mantap dan sukses. Pribadi yang mantap dalam arti meuju kepada kedewasaan mental, sedangkanng sukses dalam artian pribadi yang mampu tampil sebagai pemenang dgn mengalahkan semua unsur negatif dalam diri kita.

 

Manfaat :

Berdasarkan 3 teori yaitu :

  •  Teori Nature : Teori ini beranggapan bahwa kepribadian manusia terbentuk dari bawaan waktu lahir.
  •  Teori Nurture : Teori ini beranggapan bahwa kepribadian manuasi terbentuk oleh seberapa jauh lingkungan membentuk kepribadian manusia tersebut.
  •  Teori Konvergensi atau Keterpaduan : kepribadian manusia terbentuk sebagai hasil interaksi dari nature dan nurture

Tujuan akhir dari pengembangan potensi diri

adalah mampu berperan sesuai dgn perannya masing-masing baik sebagai mahluk individu, makhluk sosial maupun mahluk tuhan yang bertaqwa

 

Teknik pengembangan potensi diri

Teknik Pengembangan potensi diri adalah suatu proses yang sistematis dan bertahap. Dengan tahapan : pengenalan diri, pengukuran potensi diri, mengenal konsep diri, melihat hambatan-hambatan pengembangan potensi diri dan aktualisasi diri.

 

 

 

 

4) Kerjasama tim

5)

Tim yang belum bersinergi

Di dalam sebuah kelompok selalu ada pemikiran-pemikiran yang yang berbeda, dikarenakan semua individu mempunyai keinginan untuk dihargai sehingga sering ingin menang atau kedepan sebagai individu yang benar, untuk itu perlu seorang yang dituakan di dalam kelompok.

 

Tim sinergi

Pola pikir individu yang sudah bersinergi

Ini menunjukkan individu sudah berpikir bahwa untuk mencapai satu tujuan akan lebih baik berkelompok.  akan menghasil kan hal yang lebih baik.

 

Tim yang bersinergi

Di dalam sebuah kelompok dimana pemikiran-pemikiran yang yang sudah saling mendukung, karenakan semua individu mempunyai keinginan untuk mencapai suatu tujuan bersama sesuai dengan kesepakatan yang sudah ditetapkan bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6) Hukum team work

  • HUKUM NILAI KERJASAMA, satu terlalu sedikit untuk mencapai kebesaran
  • HUKUM GAMBARAN BESAR, sasarannya lebih penting daripada perannya
  • HUKUM POSISI YANG TEPAT, semua pemain memiliki tempat yang tepat dalam …
  • HUKUM GUNUNG EVEREST, semakin tinggi sasarannya semakin diperlukan kerjasama
  • HUKUM MATA RANTAI, kekuatan tim dipengaruhi rantai yang paling lemah
  • HUKUM KATALISATOR, tim yang hebat memiliki pemain yang segalanya terlaksana
  • HUKUM KOMPAS, visi memberikan arah dan percaya diri kepada para anggota tim
  • HUKUM APEL BUSUK, sikap-sikap busuk akan merusak tim
  • HUKUM KETERANDALAN, sesama anggota tim harus bisa saling mengandalkan
  • HUKUM BANDROL HARGA, tim akan gagal mencapai tujuan kalau tidak mau membayar
  • HUKUM PAPAN ANGKA, tim akan bisa melakukan penyesuaian kalau tahu posisinya
  • HUKUM PEMAIN CADANGAN, tim yang hebat memiliki kedalaman
  • HUKUM IDENTITAS, yang mengidentifikasikan tim adalah nilai-nilai yang dijunjung bersama
  • HUKUM KOMUNIKASI, interaksi mendorong diambilnya tindakan
  • HUKUM KEUNGGULAN, perbedaan antara dua tim yang sekualitas adalah pemimpinnya
  • HUKUM MORAL YANG TINGGI, kalau anda menang, yang kalah tidak merasakan sakit
  • HUKUM HASIL INVESTASI, investasi dalam tim akan berkembang dengan berjalannya waktu

 

 

7) Mengapa manusia tidak produktif

Setiap orang berpotensi menajdi produktif, hanya tinggal memolesnya menjadi pribadi yang produktif di segala bidang kehidupan. Beberapa kriteria manusia produktif yaitu :

  • Berorientasi pada prestasi, baik kualitas maupun kuantitasnya

Ketika kita melakukan sesuatu, penting diperlukan orientasi dari apa yang akan kita lakukan. Jika kapal tidak memiliki arah tujuan maka hingga kapanpun ia akan tetap berlabuh di lautan. Begitu pula jika setiap amalan yang kita lakukan tidak memiliki arah dan tujuan akan mendapatkan kesia-siaan belaka.

  • Menekan potensi negatif yang ada dalam diri dengan kekuatan yang Allah berikan

Potensi negatif adalah segala sesuatu yang jika kita lakukan memberikan keburukan kepada kita bahkan kepada orang

  • Fokus dan penuh motivasi

Fokus berarti melakukan sesuatu sesuai dengan targetan yang telah ditetapkan sedangkan motivasi merupakan hal penting yang harus dimiliki seseorang dalam melakukan sesuatu. Tanpa motivasi kita tidak akan kuat untuk menjalankan amanah hingga tuntas. Perlunya motivasi ini agar selalu menjadi penyemangat dalam setiap tindakan kita.

  • Memiliki kesehatan mental yang prima dalam kepribadiannya

Potensi negatif perlu ditekan bahkan dihilangkan dari diri setiap manusia agar kehidupannya selalu berada dalam kebaikan. Potensi negatif yang paling tinggi adalah penyakit hati sehingga membuat sifat seseorang mudah sensitif. Pecahnya ummat muslim adalah karena sebagian muslim lain tidak mampu menjaga dan membersihkan hatinya dari penyakit hati. Prasangka yang buruk terkadang membuat banyak kesalahpahaman antara sesama muslim. Oleh karena itu, pentingnya untuk selalu mendekat kepada Allah swt sehingga bisa menekan potensi negatif yang ada di dalam diri kita.

8) Jenjang karier instruktur

PERUBAHAN MENDASAR DARI  KEPMENPAN NOMOR :

24 /MENPAN/1990 KE  KEPMENPAN NOMOR : 36/M.PAN/2003

A Nama jabatan    
  Instruktur latihan kerja   Instruktur
B Lingkup pemberlakuan    
  Depnakertrans Nasional
C Tugas setiap jenjang jabatan    
  Beberapa jenjang memiliki kelompok tugas Setiap jenjang memiliki sekelompok tugas yang berbeda yang membutuhkan kompetensi yang berbeda

 

D Kewenangan Pengangkatan, Pemindahan,  Pemberhentian Sementara,  Pemberhentian dari Jabatan fungsional
  Menteri Tenaga Kerja Pejabat Pembina kepegawai-

an sesuai PP 9 Tahun 2003:

- Menteri/Kepala LPND

- Gubernur

- Bupati/Walikota.

 

 

 

 

 


STANDAR KOMPETENSI INSTRUKTUR

 

Pengembangan SDM sesuai iptek, melalui :

Pembekalan /coaching

Sesuai misi visi tupoksi

On the job treaning

Peningkatan ketrampilan

Internship

Tugas belajar

Apprenticeship

Magang

Of the job treaning

Diklat khusus terkait isu aktual perkembangan iptek

q Semiloka

Pengembangan/peningkatan wawasan, pengayaan/penajaman konsep pada topik tertentu

 

Meningkatkan kompetensi  diri sesuai dengan perkembangan IPTEK

 

 

 

 

 

KARIR INSTRUKTUR

Karir Instruktur adalah merupakan jenjang jabatan dan kepangkatan bag setup PNS yang memangku jabatan fungsional Instruktur,, sehingga terdar)e kepastian/jaminan bahwa seorang Instruktur dalam pengabdiannya pads jabatan tersebut dapat meniti karirnya dari jenjang jabatan dan pangkat yang terendan sampai jenjang jabatan dan pangkat yang tertinggi.

Kedudukan, tugas pokok dan fungsi Instruktur sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : KER36/ KEP/M.PAN/2004 tentang Jabatan Fungsional Instruktur dan Angka Kreditnya

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara meningkatkan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan IPTEK

ü  Memberikan pemahaman tentang individu, potensi diri dan pengembangannya

ü  Konsisten dalam menjalankan tugas sebagai instruktur sesuai dengan jenjang karir dan sistem pengembangan sumber daya manusia

 

 

Keterampilan

1). Mengidentifikasi peningkatan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan iptek

N0

ASPEK

KONDISI PENILAIAN

HASIL

TANGGAPAN

S TS  
1 Peningkatan kesadaran

terhadap visi dan misi

tupoksi unit organisasi

       
2 Peningkatan kompetensi

dalam melaksankan

Bimbingan dan koseling

       
3 Peningkatan kompetensi

Dan Bidang metodologi

Pelatihan kerja

       
4 Peningkatan kompetensi

Bidang teknis kejuruan

       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

N0

ASPEK

TANGGAPAN

RUMUSAN HASIL

REKOMENDASI

1 Peningkatan kesadaran

terhadap visi dan misi

tupoksi unit organisasi

     
2 Peningkatan kompetensi

dalam melaksankan

Bimbingan dan koseling

     
3 Peningkatan kompetensi

Dan Bidang metodologi

Pelatihan kerja

     
4 Peningkatan kompetensi

Bidang teknis kejuruan

     

 

 

2). Mengaktulisasikan peningkatan kompetensi diri

 

 

Sebagai implementasi dari pengetahuan tentang pembekalan sikap kerja sebagai instruktur, tolong Anda tuliskan apa yang akan anda lakukan nanti kalau Anda melaksanakan tugas sebagai instruktur berdasarkan materi Pembentukan Sikap Instruktur yang telah Anda terima.

 

3) Sikap

1). Mengidentifikasi peningkatan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan iptek harus dilakukan secara cermat dan teliti

2). Mengaktulisasikan peningkatan kompetensi diri harus dilakukan secara taat asas dan proaktif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 

 

 

  1. A.      SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

  1. Daftar Pustaka

Sistim latihan nasional.1988. Buku Pedoman Latihan Trainers Of Training. Jakarta: DepnakerRI

Nasution, Thomas. 1992. Metodologi Pendidikan. Jakarta: Bintang

Gibson R.L & Mitchel M.H. (1986). Introduction to Counceling and Gudance. New York: MacMilan Publishing Company

Suprapti, Wahyu.2001. Pengembangan Potensi diri. Jakarta : LAN RI

 

  1. Buku Referensi

Akhmad Sudrajad FUNGSI BIMBINGAN KONSELING

 

  1. B.      DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN     

 

  1. Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

1.1 Laptop Untuk di ruang teori
2 Peralatan game (meteran kayu lipat, bangku kecil, pentagon) Untuk setiap peserta

 

  1. Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

1

-    Buku Kerja Setiap peserta

2

-    Balon Setiap peserta

3

-    Isolasi kertas besar Setiap peserta

4

-    Spidol besar Setiap peserta

5

-    Modul (buku informasi, buku penilaian) Setiap peserta

6

-    Materi test Setiap peserta

7

-    Kertas HVS A4 Setiap peserta

 

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

 

Testimoni

artikel lainnya Melakukan Pembentukan Sikap Instruktur PLK.MP03.002.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Monday 4 May 2015 | blog

HARGA BUAT KARTU NAMA BROSUR PERCETAKAN Harga cetak kartu nama dalam jumlah banyak akan jauh lebih…

Saturday 9 June 2012 | blog

Kami di SMA Warga Surakarta Selalu Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Didik Kami diantaranya dengan :…

Wednesday 12 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA PERUSAHAAN   BIDANG JASA ADMINISTRASI PERKANTORAN    …

Saturday 29 December 2012 | blog

Bob Sadino Words ‏@bobsadinoWords Orang sukses menjadikan aktivitas yang tidak disukai sebagai kebiasaannya 12 Nov Bob…