Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MELAKUKAN

MIGRASI OPERATING SYSTEM

TIK.CS03.005.01

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

Daftar Isi ………………………………………………………………………………….. ….    1

BAB I 3

PENGANTAR. 3

1.1    Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2    Penjelasan Modul 3

1.2.1     Desain Modul 4

1.2.2     Isi Modul 4

1.2.3     Pelaksanaan Modul 5

1.1 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 6

1.2 Pengertian-Pengertian / Istilah. 6

BAB II 8

STANDAR KOMPETENSI 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 9

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 10

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 11

2.3.6 Kompetensi Kunci 13

BAB III 14

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 14

3.1    Strategi Pelatihan. 14

3.2    Metode Pelatihan. 15

BAB IV. 17

MATERI UNIT KOMPETENSI 17

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 17

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 17

4.3 Sekilas Tentang Migrasi Operating System.. 18

4.4 Sekilas Perbandingan Antara Windows dan Linux. 18

4.5 Mempersiapkan Migrasi Operating System.. 19

4.6 Identifikasi Operating System Lama. 20

4.7 Identifikasi Operating System Baru. 21

4.8 Menyiapkan Operating System yang Baru. 22

4.9 Menyiapkan Manajemen Harddisk. 23

4.9.1 Identifikasi Kebutuhan Type Partisi Harddisk. 23

4.9.2 Lakukan Partisi Harddisk Untuk Operating System Baru. 24

4.10  Melakukan Migrasi Operating System.. 30

4.10.1  Instalasi Operating System Baru. 30

4.10.2 Mengecek Hasil Instalasi 47

4.11  Konfigurasi atau Instal Ulang Aplikasi 48

4.11.1 Diagnosa Aplikasi Operating System Baru. 48

4.11.2 Konfigurasi Perbaikan Aplikasi 49

4.11.3 Instal Ulang Paket Aplikasi Yang Gagal 49

BAB V. 53

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI 53

5.1 Sumber Daya Manusia. 53

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 54

5.3    Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 55

DAFTAR PUSTAKA. 56

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

1.2.1    Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

1.2.2    Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada buku kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada buku kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian ketrampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3    Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan buku informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan buku kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan buku informasi  sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada buku kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan buku informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku kerja.
  • Memberikan jawaban pada buku kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada buku kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.1 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah:

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

1.2 Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS03.005.01     Melakukan Migrasi Operating System

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara melakukan migrasi operating system, dalam hal ini migrasi dari Windows ke Linux.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.CS03.005.01

Judul Unit      : Melakukan migrasi operating system

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   melakukan migrasi operating system. Migrasi operating system yang dibahas dalam unit ini adalah migrasi dari Windows ke Linux. Operating system yang mewakili Windows adalah Windows XP dan dari Linux RedHat Linux 9.0. Unit bukan hanya membahas tentang migrasi semata, tetapi membahas apa-apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan migrasi operating system, menyiapkan manajemen harddisk untuk operating system yang baru dan mengkonfigurasi atau menginstall ulang aplikasi apabila terjadi kegagalan sesudah dilakukan migrasi.

 

 

 

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan  Migrasi Operating system 1.1  Identifikasi Operating system yang dibutuhkan.

 

1.2.   Siapkan Operating system yang diinginkan.

 

02     Menyiapkan manajemen harddisk 2.1  Identifikasi kebutuhan tipe partisi harddisk diketahui.

 

2.2. Lakukan partisi harddisk sesuai dengan migrasi Operating system yang dimaksud.

 

03     Melakukan Migrasi Operating system 3.1   Instalasi Operating system sesuai dengan SOP.

 

3.2.   Pastikan Operating system hasil migrasi berjalan normal dan baik.

 

04     Mengkonfigurasi atau menginstall ulang aplikasi. 4.1   Diagnosa aplikasi yang ada apakah berjalan baik atau tidak.

 

4.2.   Konfigurasi ulang paket aplikasi yang tidak normal dilakukan.

 

4.3.   Paket aplikasi yang tidak bisa dijalankan diinstal ulang.

 

Tabel 1Elemen Kompetensi

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya :

2.1      Perangkat komputer yang telah siap dioperasikan beserta Instruction  Manual-nya

2.2      Paket instalasi Software Aplikasi yang akan diinstall.

2.3      Installation Manual Software tersebut.

2.4      SOP yang berlaku di perusahaan.

2.5      Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan.

2.6      Peralatan yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

 

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini.

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1    Pengetahuan menyeluruh sektor industri.

1.2.2    Pemahaman dokumen secara akurat.

1.2.3    Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat.

 

  1. 2.   Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya. Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk  menentukan konsistensi kemampuan).

2.2   Studi kasus.

2.3   Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4   Menanyakan secara lisan/interview.

2.5   Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6   Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7   Bukti penilaian

3.  Aspek penting penilaian

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus

mempertimbangkan:

3.1     Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara

simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

3.2     Pengetahuan yang dibutuhkan yaitu pengoperasian Komputer  dan training sesuai dengan software yang akan diinstalasi

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

 

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1         TIK.CS03.003.01 Melakukan Perawatan Operating System

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bisa terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

2.3.6 Kompetensi Kunci

          Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
    1. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
    2. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

           Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

 

 

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan bagaimana melakukan migrasi operating system dari Windows ke Linux secara konseptual, termasuk kebutuhan-kebutuhan (requirement) yang perlu diperhatikan.
  • Siswa dapat melakukan migrasi operating system dengan baik, dengan memperhatikan identifikasi antara operating system lama dan yang baru.
  • Siswa dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul pada saat terjadi kegagalan instalasi operating sistem baru.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan migrasi operating system.
  • Siswa dapat mengidentifikasi operating system lama dan operating system yang dibutuhkan.
  • Siswa dapat menentukan tipe partisi yang diperlukan untuk operating system yang baru
  • Siswa dapat melakukan partisi harddisk terhadap operating system yang baru.
  • Siswa dapat melakukan instalasi operating system yang dibutuhkan.
  • Siswa mampu menganalisa aplikasi yang sudah diinstal apakah berjalan dengan baik.
  • Siswa dapat melakukan konfigurasi ulang pada aplikasi-aplikasi yang tidak berjalan dengan baik.

 

 

 

 

4.3 Sekilas Tentang Migrasi Operating System

 

Sebelum membahas tentang bagaimana melakukan migrasi operating system, terlebih dahulu diketahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan operating system dan migrasi.

Secara sederhana operating system merupakan suatu perangkat lunak yang menjalankan komputer. Sebagai contoh sederhana, membuat direktori baru, menghapus file, menyimpan file, menjalankan suatu aplikasi, dan lain-lain merupakan pekerjaan dari operating system. Tanpa adanya operating system, komputer akan menjadi sebuah barang yang tidak berguna yang tidak dapat melakukan apa-apa.

Sedangkan migrasi dalam pengertian yang sangat sederhana adalah berpindah. Dalam bahasan ini berpindah dari satu operating system ke operating system yang lain.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa migrasi operating system yang paling populer saat ini adalah migrasi dari Windows ke Linux. Oleh karena itu, dalam unit ini peserta kompetensi akan mempelajari tentang migrasi dari Windows ke Linux. Sebelum melakukan migrasi peserta harus mengetahui hal-hal fundamental yang dimiliki oleh Linux dam Windows.

 

4.4 Sekilas Perbandingan Antara Windows dan Linux

Operating system Windows merupakan operating system yang sangat popular untuk PC dan perusahaan-perusahaan yang kecil. Hal ini dikarenakan Windows merupakan operating system yang berbasis Desktop, yang memberi kemudahan dalam pengoperasiannya. Sedangkan Linux merupakan operating system yang stabil dan kuat, sehingga sangat cocok untuk digunakan untuk keperluan-keperluan yang besar, seperti membuat server yang tangguh. Selain itu juga Linux merupakan operating system yang open source. Perbandingan antara Windows dan Linux dapat dibaca pada keterangan di bawah ini.

 

 

  1. Windows

Perbedaan yang sangat jelas antara Windows dengan Linux adalah dari segi biaya (cost), Windows merupakan operating system yang bisa dikatakan mahal, karena apabila kita menggunakan Windows, maka kita harus terlebih dahulu membeli license, bahkan pada server yang menggunakan Windows, setiap komputer yang terhubung dengan server tersebut harus dibayar lisence-nya. Dari segi file system secara default Windows XP menggunakan NTFS.

  1. Linux

Berbeda dengan Windows, Linux merupakan operating system yang boleh dikatakan hemat biaya. Kita dapat membeli tipe komersial Linux dengan biaya yang jauh lebih murah dari Windows, bahkan kita dapat men-download beberapa versi terbaru Linux lewat internet. Selain itu kita dapat menggunakan copy-an dari Linux untuk di-install ke komputer-komputer lain tanpa harus memikiran lisence. Linux juga merupakan operating system yang kuat dan stabil. Dari segi file system secara default RedHat Linux menggunakan ext2.

4.5 Mempersiapkan Migrasi Operating System

Sebelum Anda mulai melakukan migrasi dari operating system lama ke operating system baru, kita harus terlebih dahulu mempertimbangkan operating system apa sebenarnya yang kita pilih sebagai operating system baru yang akan kita instal. Pertimbangan ini meliputi banyak hal, baik masalah biaya (cost), kebutuhan, sumber daya yang ada, dan lain-lain. Sebelum kita melakukan migrasi kita juga harus memilih metode instalasi yang dilakukan, yaitu:

  1. Disket setup (setup floppy disk)
  2. CD – ROM
  3. Melalui jaringan (network)

Setelah kita mengetahui operating system baru yang akan kita instal, kita dapat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan apa saja yang tersedia pada operating system lama. Selain itu, kita dapat mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja yang perlu kita tambahkan untuk memenuhi kebutuhan sistem yang baru. Pengidentifikasian operating system pada opearting system lama dan baru dapat menyangkut kebutuhan hardware (HW), driver, dan aplikasi.

4.6 Identifikasi Operating System Lama

Pengidentifikasian operating system lama dilakukan bertujuan untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan yang tersedia yang dapat digunakan kembali (reuse) untuk instalasi operating system yang baru. Melalui kebutuhan yang tersedia kita dapat memilah-milah kebutuhan-kebutuhan apa saja yang harus ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan operating system yang baru. Hal-hal yang perlu kita identifikasi pada operating system, adalah:

 

  1. Apakah hardware (HW) yang tersedia cocok atau mendukung Linux?

Kecocokan hardware yang tersedia penting diperhatikan. RedHat Linux 9 sangat cocok dengan hardware yang masa produksinya 2 tahun terakhir. Hal ini perlu diperhatikan untuk memperoleh hasil instalasi yang maksimal. Walaupun demikian spesifikasi hardware selalu berubah tiap hari, jadi kita dapat mengambil referensi dari situs-situs perkembangan hardware, seperti http://hardware.redhat.com/hcl/

 

  1. Aplikasi-aplikasi apa saja yang tersedia pada operating system yang lama, yang mempunyai kesamaan dengan aplikasi-aplikasi operating system yang baru. Kesamaan aplikasi ini perlu diperhatikan terutama apabila kita menghapus operating system yang lama (non dual boot).

 

  1. Berapa memori kosong yang masih bisa digunakan untuk operating system baru. Anda harus membandingkannya dengan ukuran memori yang dibutuhkan oleh operating system baru. Perbandingan itu dapat dilihat pada daftar di bawah ini.
    1. Personal Desktop

Personal Desktop dengan menginstall graphical desktop environment membutuhkan paling sedikit 1.7 GB memori kosong. Apabila GNOME dan KDE diinstal juga, maka diperlukan palaing sedikit 1.8 GB memori kosong.

    1. Workstation

Instalasi workstation termasuk graphical desktop environment dan aplikasi pengembangan (software development tools), membutuhkan paling sedikit 2.1 GB memori kosong. Apabila GNOME dan KDE di-install juga, maka diperlukan palaing sedikit 2.2 GB memori kosong.

    1. Server

Instalasi server membutuhkan 850 MB untuk kebutuhan minimum tanpa X (graphical environment), 1.5 GB untuk semua paket diluar X, dan paling sedikit 5.0 GB memori kosong untuk mengistal semua paket termasuk GNOME dan KDE.

    1. Custom

Instalasi custom membutuhkan 475 MB untuk kebutuhan minimum dan 5.0 GB untuk setiap paket yang dipilih.

 

4.7 Identifikasi Operating System Baru

Setelah kita mengidentifikasi operating system lama, kita akan tahu kebutuhan-kebutuhan apa saja yang masih bisa digunakan untuk menginstal operating system baru. Dari hasil identifikasi operating system lama, kita dapat mengetahui hal-hal berikut, yaitu:

  1. Apabila salah satu hardware tidak cocok dengan operating system baru, dalam contoh ini Linux, maka kita dapat menggantinya.
  2. Aplikasi-aplikasi yang perlu diinstal yang mempunyai kesamaan dengan operating system lama. Di bawah ini dapat dilihat contoh aplikasi antara Windows dan Linux
    1. Pada Windows dikenal dengan Microsoft Office, sedangkan pada Linux dikenal dengan Open Office.
      1.                                                  i.        Ms Word                   à Open Office
      2.                                                 ii.        Spreadsheets            à Open Office Calc
      3.                                                iii.        Ms Power Point         à Open Office Impress
      4. Pada Windows dikenal dengan Photoshop, sedangkan pada Linux dikenal dengan GIMP
      5. Apabila memori yang tersedia untuk menginstal operating system yang baru masih kurang, Anda dapat menambahkan memori lagi.

 

4.8 Menyiapkan Operating System yang Baru

 

Bahasan ini lebih terarah pada persiapan perangkat keras (hardware) komputer yang perlu disediakan untuk mendukung pelaksanaan instalasi yang disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan perangkat lunak yang akan diinstal. Setelah kita mengidentifikasi operating system yang baru, kita akan mengetahui perangkat keras apa saja yang harus dipersiapkan baik dalam hal driver, spesifikasi kebutuhan operating system.

Kita dapat mengambil contoh spesifikasi kebutuhan untuk Professional Edition adalah Pentium II 400 MHz atau prosesor yang lebih cepat, RAM 28 Megabytes, 1.3 Gigabytes untuk space harddrive, mouse dan CD-ROM. Sedangkan Personal Edition dapat diinstal pada komputer Pentium II, Processor 200 MHz, dan RAM hanya dengan 64 Megabytes. Tetapi tentu saja dengan kebutuhan minimum tersebut, cara kerja komputer lambat. Jadi untuk hasil yang lumayan baik dapat digunakan komputer Pentium III dengan kecepatan processor 500 MHz, RAM 128 megabytes , dan harddrive dengan space 5 Gigabytes.

Kebutuhan di atas merupakan kebutuhan minimum. Bagaimana jika kita menginstall banyak aplikasi di dalamnya? Berarti kita harus menghitung penambahan memori yang bisa menampung semua aplikasi, dan tanpa memperlambat cara kerja computer.

4.9 Menyiapkan Manajemen Harddisk

 

            Manajemen harddisk dilakukan dengan partisi harddisk. Sebelum mempelajari tentang partisi lebih lanjut, kita terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksud dengan partisi harddisk. Partisi berarti membagi hard drive ke dalam beberapa segment yang dapat digunakan (logical drive). Partisi merupakan blok-blok yang bersebelahan dalam drive yang diperlakukan sebagai sebuah disk yang bebas.

4.9.1 Identifikasi Kebutuhan Type Partisi Harddisk

Hard drive paling sedikit memiliki satu partisi utama. Partisi utama ini merupakan titik pangkal ketika komputer dinyalakan. Partisi ini disebut dengan root partition. Hard drive juga harus memiliki swap partition yang merupakan sebuah segment kecil dalam harddrive yang merupakan cadangan dari memori komputer. Cara kerja partisi swap sangat sederhana, ketika kita membuka suatu progRAM, progRAM akan diisi ke dalam memori, dan apabila kita membuka banyak progRAM berarti memori akan terpakai semua, sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk progRAM yang lain. Pada saat progRAM mengganggur untuk sementara, progRAM akan dipindahkan ke file swap dan ketika kita mengaktivasi progRAM tersebut, progRAM tersebut akan diambil dari file swap harddrive dan dikembalikan ke dalam memori. Dengan menempatkannya ke dalam segment khusus akan mempercepat pengisian kembali ke dalam memori dibandingkan jika pengambilan dari partisi hard drive. Ukuran minimum untuk partisi SWAP adalah 1 X ukuran memori (sama dengan ukuran memori). Sedangkan ukuran maximum untuk partisi SWAP adalah 2.5 X ukuran memori.

Sebelum melakukan partisi kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi tipe partisi apa yang kita butuhkan atau tepatnya partisi apa yang dibutuhkan.

  1. Untuk Boot Drive : Jika kita hendak melakukan booting operating system dari drive yang akan dipartisi, maka dibutuhkan :
    1.                                                                  i.        Sebuah partisi utama (Primary Partition)
    2.                                                                 ii.        Satu atau beberapa partisi swap
    3.                                                                iii.        Nol atau beberapa partisi primary/logical
    4. Untuk drive yang lain :
      1.                                                                iv.        Nol atau beberapa partisi primary/logical
      2.                                                                 v.        Nol atau beberapa partisi swap

4.9.2 Lakukan Partisi Harddisk Untuk Operating System Baru

Setiap operating system mempunyai cara yang berbeda-beda dalam melakukan partisi hard drive. Partisi hard drive yang kita bahas adalah partisi pada operating system Windows yaitu Windows 2000/XP dan operating system Linux (lebih mendalam dibahas).

  1. Operating system Windows

Hal yang harus diperhatikan dalam partisi operating system ini adalah drive harddisk eksternal tidak dapat bekerja dengan tipe disk dinamic. Jangan meng-upgrade harddisk eksternal ke tipe disk dinamic, tetapi selalu gunakan tipe disk basic.

Cara partisi pada operating system Windows, adalah:

i.Untuk mempartisi harddisk eksternal, terlebih dahulu pasang drive tersebut dan pastikan harddisk tersebut dikenali, kemudian:

  1. Windows 2000 : Klik Start à Settings à Control Panel à Administrative Tools à Computer Management à form Computer Management ditampilkan
  2. Windows XP : Klik Start à Control Panel à Performance and Maintenance à Administrative Tools à Computer Management à form Computer Management ditampilkan

ii.Form Computer Management terbagi dalam dua kolom besar, sebelah kiri dan kanan. Pada sebelah kiri ada Storage, klik kemudian di bawahnya ada Disk Management, kemudian klik Disk Management dan akan menampilkan di kolom sebelah kanan semua drive disk yang terhubung. Cari Disk # yang menandakan drive harddisk eksternal. Sebagai contoh namanya Disk 1, dan di sebelah kanannya terdapat status partisi pada drive tersebut, kita dapat membuat dan menghapus partisi dengan klik kanan pada area tersebut.

  1. Windows 2000 : Windows akan segera start up Write Signature and Upgrade Disk Wizard. Kita dapat menggunakan wizard ini untuk menginisialisasi drive harddisk menjadi tipe Basic dan dapat membuat partisi pada drive tersebut.
  2. Windows XP : Klik kanan tanda Stop dan klik Initialize Disk untuk menginisialisasi drive harddisk ke basic dan dapat membuat partisi pada drive tersebut.

i.Jika tipe drive harddisk eksternal maka harus diubah ke Basic, caranya klik kanan disk # kemudian klik Reverse to Basic Disk.

ii.Klik kanan bagian yang di kanan dari disk #, kemudian klik Create Partition. Muncul form Create Partition Wizard, klik Next

iii.Pilih Primary Partition, klik Next

iv.Spesifikasikan ukuran disk, klik Next

v.Muncul drive letter, gunakan saja default-nya, klik Next

  1.                                                vi.    Pilih Format This Partition with the following settings, pilih file System. Plih Perform A Quick Format dan klik Next

vii.Klik Finish

  1. Operating system Linux

Dalam melakukan partisi di Linux dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Partisi otomatis. Anda bisa memilih opsi ini jika tidak bermaksud menjadikan komputer Anda komputer dual booting. Dalam partisi ini diberikan tiga opsi, yaitu:
    1.                                                  i.    Remove all Linux partition on this system, apabila kita memilih opsi ini maka semua partisi Linux yang sudah ada sebelumnya akan dihapus.
    2.                                                 ii.    Remove all partition on this system, apabila kita memilih opsi ini maka semua partisi yang ada termasuk partisi operating system lain (contoh: Windows) akan dihapus.
    3.                                                iii.    Keep All Partitions and use existing free space, apabila kita memilih opsi ini maka semua partisi yang ada tidak dihapus. Jadi instalasi akan menggunakan memori kosong yang masih cukup.

Setelah opsi dipilih klik Next, maka partisi akan dilakukan. Untuk melihat hasil partisi apakah sesuai dengan yang kita harapkan, pilih check box Review. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 1Automatic Partition

  1. Use Disk Druid. Disk Druid merupakan suatu progRAM mempartisi disk yang didesain khusus untuk Linux.

Dalam instalasi ini, digunakan cara partisi Disk Druid. Ketika yang dipilih adalah Disk Druid, maka akan ditampilkan form yang menunjukkan partisi yang sudah ada. Dalam partisi ini ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Apakah komputer Anda bukan ditujukan untuk dual boot? Apabila komputer Anda bukan ditujukan untuk dual boot (mempunyai beberapa operating system di dalamnya), maka lebih baik menyorot satu persatu dan menghapusnya, kemudian Anda dapat membuat yang baru. Kemudian Anda bisa mengklik tombol New, yang akan menampilkan form dialog baru untuk mengeset paRAMeter untuk drive yang baru.
  2. Apabila komputer ditujukan untuk dual boot, sebagai contoh Anda menginstal Linux pada komputer yang sudah mempunyai operating system Windows sebelumnya. Maka Anda tidak akan menghapus semua partisi yang ada karena sebagian partisi digunakan operating system Windows. Maka Anda bisa menghapus partisi yang tidak digunakan oleh Windows. Satu hal yang harus diingat adalah bahwa partisi harus mengabaikan partisi Windows. Jadi Anda harus mengetahui yang mana partisi yang dimiliki oleh Windows? Linux dan Disk Druid mengidentifikasi partisi berbeda dengan yang dilakukan Windows, tetapi keduanya, Disk Druid dan Windows mendaftar ukuran partisi. Trik yang paling tepat adalah menyalakan komputer sebelum melakukan intalasi dan pergunakan My Computer untuk melihat ukuran partisi yang diinginkan untuk Linux.

 

Satu masalah yang penting diingat dalam partisi Disk Druid adalah kita tidak dapat mengatur ulang ukuran partisi (resize). Jika komputer anda sudah mempunyai dua partisi dengan ukuran yang benar untuk Windows dan Linux, berarti tidak ada masalah. Tetapi jika tidak, akan mendatangkan masalah, kita dapat menggunakan aplikasi lain untuk menghadapi masalah ini yaitu dengan Partition Magic, instal pada Windows, dan lakukan kembali pengaturan ukuran yang menurut Anda sudah tepat. Kemudian ketika Anda reboot dan install Linux, partisi akan diatur. Cara lain untuk melakukan partisi ulang drive, adalah dengan FDisk, seperti yang telah diutarakan sebelumnya. Dalam pembahasan ini, diasumsikan komputer yang ada tidak ditujukan untuk system dual boot, jadi kita dapat menggunakan partisi Disk Druid, yang akan membentuk hanya dua partisi yaitu partisi swap dan satu partisi yang besar untuk operating system. Partisi Disk Druid merupakan partisi yang lebih sederhana dan dianjurkan untuk para pemula dalam dunia Linux. Pada saat kita sudah menentukan pilihan pada partisi Disk Druid, Anda tinggal klik Next dan partisi akan dilakukan. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Dalam gambar beberapa tombol, yaitu:

  1. New, untuk membuat partisi baru.
  2. Edit, untuk melakukan perubahan pada pertisi yang sudah ada sebelumnya.
  3. Delete, untuk menghapus partisi yang sudah ada sebelumnya sesuai dengan partisi lama yang kita sorot.
  4. Reset, untuk mengembalikan nilai partisi ke partisi awal.
  5. RAID, digunakan jika Anda mengerti tentang RAID.
  6. LVM, untuk membuat volume logical LVM (Logical Volume Manager).

 

Gambar 2 Disk Setup

  1. FDisk, merupakan suatu progRAM partisi yang tidak asing juga bagi pengguna Windows, karena cara partisi ini digunakan untuk mempartisi komputer dengan operating system Windows. FDisk tidak memperbolehkan Anda melakukan pengaturan ulang ukuran partisi, tetapi memperbolehkan penghapusan satu partisi dan membuat satu atau beberapa partisi dari space yang kosong.

 

4.10  Melakukan Migrasi Operating System

              Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, dalam bahasan ini operating system yang kita pakai sebagai contoh adalah migrasi dari operating system Windows ke Linux. Dalam bahasan ini operating system Linux yang kita gunakan adalah RedHat Linux, yaitu 9.0 untuk Personal Edition.

4.10.1    Instalasi Operating System Baru

 

              Instalasi operating system merupakan hal yang sangat penting. Cara menginstal operating system dan  opsi-opsi yang dipilih selama penginstalan akan menentukan komponen-komponen yang dimiliki oleh operating system. Walaupun dalam bahasan ini kita menggunakan RedHat Linux 9.0 Personal Edition, tetapi penginstalan Linux untuk distribusi lain, seperti SuSe atau Mandrake mempunyai banyak persamaan. Sebelum melakukan instalasi RedHat 9.0, kita harus memastikan bahwa sistem yang ada mendukung untuk RedHat 9.0 Personal Edition. Spesifikasi minimum hardware untuk menjalankan suatu paket sistem operasi berhubungan dengan kebutuhan sistem, yang biasanya ditentukan oleh vendor operating system.

Di bawah ini dijelaskan bagaimana instalasi Linux. Kebanyakan komputer sekarang dapat boot dari CD-ROM, yang berarti apabila kita memasukkan CD instalasi RedHat ke dalam CD Drive dan reboot (restart) komputer, maka otomatis komputer akan melakukan instalasi. Tetapi ada juga komputer yang tidak boot dari CD Drive, jadi instalasi bisa dilakukan melalui floppy, yang dijelaskan di bawah ini, karena semua komputer mendukung floppy. Langkah-langkah intalasinya adalah:

  1. Pertama-tama masukkan CD Instalasi RedHat ke dalam CD Drive, kemudian masukkan floppy kosong ke dalam floopy drive. Buka Windows explorer untuk CD dan cari folder \dosutils\rawritewin. Tampilan akan seperti gambar di bawah ini.

 

Gambar 3 Folder CD Instalasi

 

  1. Double click file rawwritewin.exe yang akan membuat floppy kosong menjadi boot disk untuk Linux. Rawwritewin merupakan paket Windows untuk operating system Unix/Linux yang disebut rawwrite yang digunakan untuk menulis materi ke dalam disk. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4 Folder RawWrite

  1. Dengan beracuan pada gambar di atas, klik tombol browse yang berada di sebelah kanan Image File pada tab (bagian) Write. Untuk gambar yang ingin disimpan di disk. Form dialog akan ditampilkan yang memberikan pilihan file dalam file .img, masing-masing file ini digunakan untuk tipe boot yang berbeda-beda. Pilih file bootdisk.img, kalau file ini tidak ada cari file dengan nama boot.img, karena tidak semua distribusi Linux yang menggunakan bootdisk.img.

Gambar 5 Folder Images

  1. Setelah klik open, kembali lagi ke form dialog Write. Pada bagian bawah terdapat tombol Write, klik tombol tersebut maka boot disk akan terbentuk yaitu bootable disk. Disk ini yang akan melakukan boot buat PC dan melakukan instalasi. Disket ini akan boot komputer dan memulai proses intalasi. CD Instalasi dan disket boot secara bergantian ambil bagian dalam instalasi. Pertama, masukkan CD instalasi ke dalam CD-ROM dan  disket boot ke dalam floopy disk komputer yang akan diinstal. Kemudian reboot komputer dan proses instalasi dimulai.
  2. Ketika instalasi ada banyak opsi-opsi yang ditawarkan. Opsi Install in Graphical Mode, hanya bisa dipilih apabila komputer yang ada memenuhi kebutuhan minimum, yaitu Pentium II, kecepatan Processor 233MHz dan memori 64 Megabytes. Jika komputer Anda tidak memenuhi kebutuhan minimum tersebut maka, komputer tidak mendukung instalasi mode graphical dan pasti tidak mendukung produk-produk grafik Linux, seperti KDE*, GNOME, GIMP, dan Open Office.
  3. Pada layar berikutnya, ditampilkan pengenalan singkat tentang Linux. Sebelum meng-klik tombol Next, Anda boleh membaca bagian ini apalagi Anda masih baru dalam dunia Linux.
  4. Kemudian ditampilkan form dialog Language Selection, yang menyajikan berbagai pilihan bahasa. Anda boleh memilih bahasa yang lebih Anda mengerti, contohnya English.
  5. Berikutnya form dialog Keyboard Configuration, yang menyajikan tipe layout keyboard, contoh U.S. English.
  6. Kemudian ditampilkan form dialog Mouse Configuration, yang menanyakan tipe mouse yang akan dipakai. Jika Anda tidak menemukan tipe mouse yang Anda miliki, pilihlah 2 button Mouse (PS/2). Tetapi ada juga check box “Emulate a three Button Mouse” yang dicek secara default. Anda bebas mengecek atau tidak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah, termasuk gambar tipe mouse.

 

Gambar 6 Mouse Configuration

 

  1. Jika sebelumnya pada komputer Anda sudah pernah diinstal versi Linux sebelumnya, kemudian dimunculkan form dialog yang menanyakan apakah Anda menghapus konfigurasi install secara lengkap atau upgrade.

 

Gambar 7 Upgrade Examine

 

  1. Langkah berikutnya adalah pemilihan paket yang akan diinstal. Paket merupakan pengelompokan logical dari sejumlah aplikasi yang terpisah, yang memudahkan Anda untuk memilih aplikasi yang dibutuhkan. Pemilihan paket akan menentukan aplikasi apa yang akan diinstal pada komputer. Opsi yang ada, adalah:
    1. Personal Desktop
    2. Workstation
    3. Server
    4. Custom

Paket-paket ini didesain berdasarkan tipe user. Pada tabel di bawah ini, Anda dapat membaca isi dan tujuan masing-masing paket secara singkat.

 

Paket Isi/Tujuan
Personal Desktop Isi berupa aplikasi yang bisaa diperlukan bagi pengguna di rumah, termasuk aplikasi Internet, seperti Web Browser, pogRAM, dan permainan.
Workstation Digunakan untuk bisnis, berisi aplikasi pendukung seperti Open Office.
Server Digunakan khusus untuk server, yang menginstal Web Server, FTP Server, E-mail Server, dan aplikasi server lain.
Custom Memungkinkan Anda untuk memilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan Anda.

Tabel 3 Paket Aplikasi

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 8 Installation Type

  1. Langkah selanjutnya adalah melakukan partisi disk. Bagian ini merupakan langkah yang penting dan paling rumit pada saat menginstal. Oleh karena itu dibuat terpisah dari modul ini.
  2. Melakukan Partisi
  3. Setelah proses partisi selesai, kembali lagi pada proses instalasi. Form dialog ditampilkan yang menunjukkan daftar operating system yang terdapat pada komputer Anda. Jika komputer anda bukan dual boot system, berarti yang ditampilkan hanya satu yaitu Linux, tetapi jika komputer dual boot system, akan ditampilkan beberapa operating system, dan Anda boleh memilih operating system yang menjadi default.
  4. Langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi pada Network Adapter, yang disebut juga dengan NIC (Network Interface Card). Jika komputer Anda Stand Alone, atau tidak terhubung ke komputer lain, Anda dapat mengabaikan form ini. Tetapi apabila komputer Anda terhubung pada komputer lain atau terhubung ke internet, maka Anda harus mengeset IP Address.

 

Gambar 9 Network Configuration

  1. Sesudah melakukan konfigurasi Network Adapter, Ada dapat melakukan konfigurasi firewall

 

Gambar 10 Firewall Configuration

 

  1. Setelah Anda melakukan konfigurasi firewall, form dialog ditampilkan yang menanyakan bahasa tambahan yang akan diinginkan untuk diinstal.
  2. Form dialog berikutnya adalah Time Zone Selection, untuk memilih zona waktu yang digunakan. Jika kita salah memilih pada saat instalasi, tidak perlu kuatir, karena sama halnya dengan konfigurasi network, kita dapat melakukan pengesetan ulang pada saat operating system sudah jalan. Anda dapat melihat gambar Time Zone Selection di bawah ini.

Gambar 11 Time Zone Selection

 

  1. Langkah berikutnya adalah sederhana tetapi penting, pengesetan password root dan menambahkan account user.

Gambar 12 Set Root Password

              Pembuatan password harus benar-benar diperhatikan, apalagi password root. Dalam Unix/Linux, root sama artinya dengan administrator pada operating system Windows. Jadi setiap pengguna yang Login dengan password root, berarti dapat mengakses dan melakukan apa saja pada komputer. Ini berarti Anda harus memilih password yang terjamin keamanannya. Password semestinya paling sedikit delapan karakter dengan campuran huruf dan angka. Pada bagian ini Anda juga dapat melakukan penambahan account user lain dengan hak aksesnya masing-masing, memberikan akses pada user sesuai dengan apa yang Anda ingin mereka hanya bisa lakukan. Pada bagian ini Anda harus mengeset password root, tetapi untuk penambahan user account bisa Anda lakukan kapan Anda mau, baik pada waktu Linux sudah benar-benar diinstal pada komputer Anda.

  1. Langkah berikut merupakan langkah yang lebih rumit yaitu Authentication Configuration. Pada bagian ini, Anda dapat mengeset enkripsi yang berbeda-beda pada komputer Anda. Jika Anda tidak mengerti tentang berbagai metodologi enkripsi, Anda dapat mengabaikan bagian ini.

 

Gambar 13 Authentication Configuration

  1. Langkah berikutnya adalah pemilihan paket.

Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, pemilihan paket merupakan hal yang sangat penting, bahkan paling penting dalam proses instalasi.  Ada beberapa paket yang dapat dipilih, dengan tujuan yang berbeda-beda. Paket-paket akan dibahas pada bagian di bawah ini.

 

Gambar 14 Package Group Selection

  1. Desktops

Linux dapat dijalankan pada command-line yang sederhana, yang disebut juga sheel mode. Ini berarti Anda mengetik segala sesuatu pada sutu layer hitam. Bagi Anda yang sebelumnya pengguna Windows tentu saja hal ini sangat tidak nyaman. Tapi jangan kuatir, Linux juga menyediakan graphical interface (antarmuka grafis) yang mudah digunakan. Pada bagian ini ada tiga paket yang disajikan, yaitu: X Windows System, GNOME (GNU Object Model Environment), dan KDE (K Desktop Environment). Ketiga paket ini merupakan jendela (window) antarmuka grafis.

  1. Applications

Bagian ini merupakan bagian yang penting. Di bawah ini ada daftar aplikasi Linux yang dapat diinstal.

 

Paket Tujuan/Fungsi
Editors Paket ini menyediakan berbagai editor teks, seperti Notepad.
Engineering and Scientific Paket ini berisi sejumlah pemogRAMan untuk para pemogRAM.
Graphical Internet Paket ini menyediakan fasilitas yang berhubungan dengan Internet, seperti web browser
Text-Based Internet Paket ini dibutuhkan pada saat system tidak berjalan pada antarmuka grafis. Paket ini digunakan untuk mengeck email atau aktivitas internet lainnya.
Office Paket ini meliputi pemroses kata (word processor), spreadsheets, alat-alat presentasi, dan lain-lain.
Sound and Video Paket yang berhubungan dengan suara, video.
Authoring and Publishing Paket ini digunakan untuk publishing Desktop dan pengembangan Web (web development)
Graphics Paket ini berguna untuk manipulasi gambar, seperti Adobe Photoshop.
Games and Entertainment Paket ini menyajikan berbagai permainan yang disediakan Linux.

Tabel 4 Paket Aplikasi

 

 

 

 

 

  1. Servers

 

Paket Tujuan/Fungsi
Server dan Configuration Tools Paket ini sangat vital karena berisi berbagai alat untuk mengkonfigurasi server.
Web Server Paket ini berisi aplikasi yang dibutuhkan untuk menjadikan komputer kita menjadi web server
Windows File Server Paket ini berisi aplikasi yang memperbolehkan Anda untuk berbagi file dengan komputer yang menjalankan Windows. Jika komputer Linux berinteraksi dengan jaringan yang mempunyai beberapa operating system, Anda akan membutuhkan paket ini.
DNS Name Server Jika server Linux Anda menjadi DNS Server untuk sebuah jaringan, Anda akan membutuhkan paket ini.
FTP Server Paket ini akan memperbolehkan Anda untuk meng-upload dan meng-download file dari komputer Anda lewat jaringan.
SQL Database Server Paket ini berguna untuk database server.
News Server Paket ini memperbolehkan Anda untuk melakukan grup diskusi dalam komputer Anda.
Network Servers Paket ini merupakan berbagai aplikasi yang digunakan dalam menjalankan sebuah network server.

Tabel 5 Paket Server

  1. Development

Paket ini sangat tepat bagi para progRAMmer. Linux menyediakan berbagai alat pengembangan yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Paket Tujuan/Fungsi
Development Tools Paket ini menyajikan alat pengembangan untuk membuat progRAM, seperti C, C++,Lisp, Java, dan lain-lain.
Kernel Development Paket ini berisi alat dan kode untuk kernel Linux. Jika Anda seorang progRAMmer dan ingin merubah operating system Linux, Anda bisa melakukan dengan menggunakan paket ini.
X Software Development Paket ini dikhususkan untuk mengembangkan aplikasi yang berjalan dengan System Window X.
GNOME Software Development Paket ini berisi semua yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi yang berjalan dengan GNOME.
KDE Software Development Paket ini berisi semua yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi yang berjalan dengan KDE.

Tabel 6 Paket Development

 

  1. System

Berbagai paket system digunakan untuk menata PC Linux, disarankan untuk menginstal semua dari tiga paket ini, yaitu: Administrative Tools, System Tools, dan printing support.

 

4.10.2 Mengecek Hasil Instalasi

Setelah Anda selesai menginstal Linux, Anda harus memeriksa apakah instalasi tersebut berhasil secara sempurna. Di bawah ada beberapa masalah yang sering timbul setelah instalasi selesai, yaitu:

  1. Login

Jika Anda tidak membuat account pengguna pada saat instalasi, maka Anda harus menggunakan password root untuk Login. Apabila Anda lupa pada password root, Anda harus boot system sebagai linux single. Apabila Anda menggunakan GRUB, segera sesudah layar boot GRUB muncul, ketik e untuk edit. Akan ditampilkan daftar item dalam file konfigurasi, pilih kernel dan ketik e untuk mengedit masukan boot. Pada bagian akhir baris kernel, tambahkan single

Tekan enter untuk mengakhiri pengeditan. Segera setelah layar GRUB kembali, ketik b untuk boot sebagai single.

  1. Apakah RAM berfungsi dengan baik?

Untuk mengecek apakah kernel mendukung RAM, Anda dapat mengecek dengan perintah:

cat /proc/meminfo

Perhatikan apakah jumlah yang ditampilkan sama dengan jumlah RAM yang pada system. Jika tidak sama, tambahkan baris kode di bawah ini pada /boot/grub/grub.conf

Mem=xxM, dimana xx adalah jumlah dari RAM

Untuk lebih jelasnya,akan terlihat seperti potongan kode di bawah ini.

kernel /vmlinuz-2.4.20-2.47.1 ro root= /dev/hda3 mem=128M

Setelah system reboot kembali, perubahan tersebut sudah disimpan.

  1. Printer tidak berfungsi.

Apabila printer tidak dapat berjalan dengan baik, Anda dapat menggunakan Printer Configuration Tool. Ketik pada sheel prompt perintah redhat-config-printer, maka akan ditampilkan Printer Configuration Tool.

4.11  Konfigurasi atau Instal Ulang Aplikasi

            Setelah melakukan instalasi operating system yang baru, ada kalanya aplikasi yang sudah dipilih pada saat instalasi tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kita harus mendiagnosa semua aplikasi dengan baik. Setelah kita mengetahui tingkat kegagalan aplikasi, dapat ditentukan apakah aplikasi hanya perlu dikonfigurasi untuk perbaikan atau instal ulang paket aplikasi tersebut.

4.11.1 Diagnosa Aplikasi Operating System Baru

            Setelah Anda selesai melakukan migrasi hingga ke tahap instalasi, Anda belum bisa berhenti sampai pada tahap itu. Tetapi Anda harus mendiagnosa operating system baru Anda yang dalam bahasan ini RedHat Linux 9.0. Pertama- tama Anda boleh menjalankan operating system baru dengan account yang sudah dibuat pada saat instalasi. Tetapi disarankan, ada baiknya jika Anda Login sebagai root, supaya apabila ada perbaikan Anda bisa langsung mengatasinya. Karena dengan Login sebagai root, seperti yang dikatakan sebelumnya, Anda mempunyai kuasa penuh terhadap system.

Diagnosa aplikasi satu persatu, apakah berjalan dengan baik. Diagnosa berarti menjalankan aplikasi, memperhatikan apakah aplikasi itu berjalan dengan baik. Jika aplikasi tidak berjalan dengan baik, cari apa penyebabnya. Sebagai contoh, Anda boleh membuka semua aplikasi open office, melakukan aksi terhadap aplikasi tersebut (mengetik, men-delete, menyimpan, dan lain-lain). Atau Anda boleh mencoba apakah peralatan audio system Anda berjalan dengan baik atau tidak. Jika system Anda terhubung dengan Internet, periksa layanan Apache atau sendMail, apakah berjalan dengan baik. Untuk memastikan bahwa migrasi operating system berjalan dengan baik.

Anda harus mendiagnosa semua aplikasi yang ada, jika Anda benar-benar ingin memiliki lingkungan operating system baru yang baik dan nyaman.

4.11.2 Konfigurasi Perbaikan Aplikasi

Jika dalam tahap diagnosa aplikasi, ternyata Anda menemukan aplikasi yang berjalan tidak normal, Anda tidak perlu kuatir. Anda boleh mengkonfigurasi ulang aplikasi, jika kegagalan fungsi tidak terlalu banyak. Di bawah ini ada beberapa contoh aplikasi yang tidak berjalan normal dan bagaimana mengkonfigurasi ulang aplikasi, yaitu:

  1. Layanan Apache atau Sendmail tidak berjalan dengan baik.

Jika Anda mendapat masalah pada layanan Apache atau Sendmail, Anda dapat memperbaikinya dengan mengetik data di bawah ini pada file /etc/hosts, yaitu:

127.0.0.1 localhost.localdomain        localhost

  1. Sound tidak mengeluarkan suara.

Pada saat Anda hendak mendengarkan musik, dan idak ada suara apa-apa, berarti ada masalah dengan konfigurasi suara yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk memperbaikinya, Anda dapat menggunakan Sound Card Configuration Tool (redhat-config-soundcard). Untuk menggunakan Sound Card Configuration Tool, buka Main Menu à System Settings à Soundcard Detection. Kemudian akan dimunculkan form yang meminta password root.

4.11.3 Instal Ulang Paket Aplikasi Yang Gagal

Jika suatu aplikasi yang sudah Anda instal sebelumnya benar-benar tidak berjalan dengan baik, Anda boleh menguninstal aplikasi tersebut dan menginstal kembali. Dalam bahasan ini yang dibahas hanya bagaimana cara menginstal aplikasi openOffice. Sebagai tambahan untuk memperoleh versi openOffice, kita dapat men-download dari http://www.openoffice.org. Tipe instalasi ada 3, yaitu Mac OS X Instalation, Multi-user installation, dan single-user installation. Yang dijelaskan di bawah ini tipe single-user installation. Pilihan ini cocok untuk Anda yang tidak terlalu nyaman dengan instalasi Administrator atau root. Tipe instalasi ini juga mendukung Windows, Solaris. Di bawah ini diterangkan langkah-langkah menginstal openOffice.org 1.1.0, yaitu:

 

  1. Jalankan progRAM setup

Buka direktori instalan pada komputer Anda. Kemudian cari file setup dan jalankan.

 

Gambar 15 Folder openOffice.org

 

  1. Setelah Anda mengklik file setup akan muncul form dialog yang menampilkan informasi tentang openOffice. Klik Next.
  2. Kemudian form dialog Lisence Aggrement ditampilkan. Pilih check box yang ada di bagian bawah, kemudian klik Next.
  3. Kemudian form dialog Enter User Data ditampilkan. Tetapi Anda tidak harus mengisi data ini.

Kemudian akan ditampilkan form dialog yang menampilkan pilihan tipe instalasi yang akan Anda lakukan. Anda boleh memilih opsi Standard Installation. Kemudian klik Next.

  1. Kemudian akan dimunculkan form dialog yang menyakan folder instalasi.

 

 

Gambar 16 form Dialog Yes/No OpenOffice

  1. Klik Yes, kemudian dimunculkan form instalasi. Klik Install.

 

 

Gambar 17 Start Copying

 

  1. Satu hal yang harus diketahui dalam menginstal openOffice adalah bahwa sebagian fungsi-fungsi dalam openOffice tergantung pada Java Runtime Environment (JRE). Jadi apabila JRE ini tidak ada, beberapa fungsi openoffice tidak berjalan, walaupun sebenarnya itu tidak terlalu menjadi masalah. Jadi setelah Anda klik tombol instal akan dimunculkan form Dialog Java.

 

Gambar 18 Java Setup

 

  1. Klik OK, maka instalasi akan dimulai dalam beberapa menit. Kemudian muncul form Installation Complete. Klik tombol Complete untuk mengakhiri instalasi.

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan progRAM pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. DiagRAM-diagRAM, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Melakukan Migrasi Operating System
  2. Kode ProgRAM Pelatihan   :    TIK.CS03.005.01

 

NO.

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Melakukan Migrasi Operating System

TIK.CS03.005.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows XP

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

- CD Installation RedHat Linux 9.0.

- Disk kosong untuk boot disk.

 

- CD installer sistem operasi RedHat Linux 9.0.

- Buku informasi atau manual installation RedHat Linux 9.0.

- Buku informasi tentang partisi operating system.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: