Menu

Melakukan Inventarisasi Software TIK.CS01.009.01

Jul
13
2015
by : 2. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MELAKUKAN

INVENTARISASI SOFTWARE

TIK.CS01.009.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………….  1

 

 

BAB I. 4

PENGANTAR. 4

1.1  Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 4

1.2  Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4 Pengertian Istilah-istilah. 6

 

BAB II. 8

STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 10

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

 

BAB III. 13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1  Strategi Pelatihan. 13

3.2  Metode Pelatihan. 14

 

BAB IV. 15

MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3 Mempersiapkan Invetarisasi Software. 16

4.3.1   CD software original/legal yang akan dijadikan sebagai inventaris disiapkan  16

4.3.2 Peralatan tulis untuk identifikasi CD software disiapkan. 18

4.3.3 Tempat untuk penyimpanan CD software disiapkan. 21

4.3.4 Daftar nama CD software inventaris disiapkan. 23

4.4  Identifikasi CD Software. 24

4.4.1 CD software inventaris diberi kode/label 24

4.4.2 CD software inventaris dikelompokkan sesuai dengan nama dan jenis software  26

4.4.3   CD software inventaris didaftar sesuai dengan kode/label yang diberikan  27

4.4.4   CD software inventaris diidentifikasi sudah sesuai dengan kode/label yang diberikan  28

4.5 Mempersiapkan CD Software inventaris 29

4.5.1   Tempat penyimpanan CD software inventaris dibersihkan dan dikeringkan  29

4.5.2   Tempat penyimpanan CD software inventaris diberi kode/label untuk memudahkan pencarian. 31

4.5.3   Tempat penyimpanan CD software inventaris diberi bahan pengawet dan pengering untuk mencegah kerusakan CD software. 32

4.5.4   CD software inventaris disimpan pada tempat penyimpanan yang telah disediakan serta ditata secara rapi 34

 

BAB V. 36

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  36

5.1 Sumber Daya Manusia. 36

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 37

5.3  Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 38

 

DAFTAR PUSTAKA. 39

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1  Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain:

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS01.008.01     Mengepak dan melengkapi dengan user manual, kartu garansi dan CD driver

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara melakukan invetarisasi software.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.CS01.009.01

Judul Unit      : Melakukan Invetarisasi Software

 

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan melakukan invetarisasi software dalam kondisi normal. Invetarisasi mencakup: mempersiapkan invetarisasi, identifikasi CD software, mempersiapkan CD software.

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mempersiapkan inventarisasi software 1.1  CD software original/legal yang akan dijadikan sebagai inventaris disiapkan.

 

1.2. Peralatan tulis untuk identifikasi CD software disiapkan.

 

1.3. Tempat untuk penyimpanan CD software disiapkan.

 

1.4. Daftar nama CD software inventaris disiapkan.

 

02     Identifikasi CD Software 2.1  CD software inventaris diberi kode/label.

 

2.2. CD software inventaris dikelompokkan sesuai dengan nama dan jenis software.

 

2.3. CD software inventaris didaftar sesuai dengan kode/label yang diberikan.

 

2.4. CD software inventaris diidentifikasi sudah sesuai dengan kode/label yang diberikan.

 

03     Mempersiapkan CD Software inventaris 3.1 Tempat penyimpanan CD software inventaris dibersihkan dan dikeringkan.

 

3.2. Tempat penyimpanan CD sofware inventaris diberi kode/label untuk memudahkan pencarian.

 

3.3. Tempat penyimpanan CD software inventaris diberi bahan pengawet dan pengering untuk mencegah kerusakan CD software.

 

3.4. CD software inventaris disimpan pada tempat penyimpanan yang telah disediakan serta ditata secara rapi.

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1   Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2   Perangkat peripheral komputer.

2.3   Jumlah atau besar sistem.

2.4   Beban kerja tiap perangkat.

2.5   OS yang digunakan.

2.6   Tools yang digunakan

3.   Rincian biaya meliputi:

3.1  Waktu pelaksanaan.

3.2  Peralatan.

3.3  Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan.

3.4  Penyedian barang yang dapat dikonsumsi.

4.   Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1  Kesulitan teknis.

4.2  Pertimbangan hubungan industri.

4.3  Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4  Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.   Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1  Teknisi Perakitan Komputer.

5.2  Teknisi Perawatan Komputer.

5.3  Teknisi Perbaikan Komputer.

 

 

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini.

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1    Pengetahuan menyeluruh sektor industri

1.1.2 Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.3   Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1 Komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi, laporan tertulis .

1.2.2 Pemahaman dokumen secara akurat

 

 

2.  Konteks penilaian

          Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara teori dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

 

3.  Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1  Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan;

3.2  Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1   TIK.CS01.008.01   Mengepak dan Melengkapi Dengan User  Manual, Kartu Garansi dan CD Driver.

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

            Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

Tabel 1 Kompetensi Kunci

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

 

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat membuat suatu invetarisasi software yang sewaktu waktu diperlukan

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mempersiapkan invetarisasi software dengan baik dan benar.
  • Siswa dapat mengidentifikasi CD software yang akan diinvetarisasi.
  • Siswa dapat meyimpan dan menata CD software dengan baik dan rapi.
  • Siswa dapat mencegah kerusakan pada CD software.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Mempersiapkan Invetarisasi Software

Mempersiapkan Invetarisasi Software adalah suatu kegiatan awal dalam membuat daftar software yang Anda punyai. Pembuatan daftar ini bertujuan untuk membuat supaya Software terdata dengan rapi dan lebih mudah dalam pencariannya. Invetarisasi ini sebenarnya adalah sesuatu kegiatan yang sangat mudah untuk dilaksanakan, tetapi apabila Anda melakukannya denga n sembarangan atau tidak sesuai dengan prosedur, maka invetarisasi akan tidak efektif dan bisa jadi hal yang Anda kerjakan akan sia – sia. Untuk itulah maka diperlukan pemahaman, bagaimana membuat suatu invetarisasi software yang baik dan benar.

4.3.1 CD software original/legal yang akan dijadikan sebagai inventaris disiapkan

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan dalam membuat suatu invetarisasi terhadap software – software yang dimiliki adalah CD software original/legal yang akan dijadikan sebagai inventaris disiapkan. CD Software yang dibuat inventaris haruslah yang legal, karena dengan menggunakan CD yang bajakan atau tidak legal maka sama saja Anda melanggar Undang – Undang yang berlaku dan bisa dituntut secara hukum. Maka ada baiknya CD Software bajakan/tidak legal yang terlanjur Anda punyai tidak dimasukkan dalam pembuatan inventarisasi ini, pilihlah CD Software yang legal demi kenyamanan bersama dan terhindar dari tuntutan hukum. Lagipula dengan menggunakan CD Software original/legal Anda akan mendapat support penuh dari pembuat software, baik itu berupa updatenya ataupun bila terjadi masalah dengan software maka akan cepat diberi tahu solusinya.

 

CD Software yang disiapkan haruslah keseluruhan dari CD Software yang Anda punyai/miliki agar proses inventaris ini dapat berguna dan efektif bagi kenyamanan semuanya. Baik itu CD Software yang lama ataupun yang masih baru, karena Anda mungkin tidak akan mengira bahwa CD Software yang lama suatu saat dapat dipergunakan lagi. Persiapan ini hampir sama dengan kegiatan menginventaris buku di perpustakaan, namun bedanya yang Anda inventaris berbentuk CD Software yang tentunya lebih kecil dan lebih ringan daripada sebuah buku. Jadi bila buku di perpustakaan aja dapat dibuat inventarisnya dan disusun secara rapi, kenapa CD software tidak bisa?

 

Setelah dipersiapkan, CD Software – Software tersebut ada baiknya dibersihkan dulu dari segala macam kotoran, baik debu maupun kotoran lainnya. Karena debu dapat membuat tampilan CD Software Anda tidak menarik dan juga dapat membuat CD Software menjadi rusak atau tidak dapat terbaca lagi. Setelah dibersihkan dari segala macam kotoran, Anda dapat mencoba satu persatu CD Software yang Anda punyai, karena apabila CD tersebut sudah tersimpan dalam jangka waktu yang cukup lama maka kemungkinan CD tersebut untu rusak akan semakin besar. Jadi Anda harus meluangkan waktu beberapa saat untuk melakukan pengetesan, karena apabila CD Software tersebut rusak maka kegiatan inventaris ini akan sia – sia karena bila suatu saat dibutuhkan dan ternyata CD Software itu rusak Anda harus menggantinya dengan CD baru dan harus dibuat daftar yang baru lagi. Jadi perhatikan kondisi CD Software sebelum Anda melakukan inventarisasi.

 

Kegiatan ini mungkin akan sangat menyita waktu Anda, tapi Anda akan mendapat manfaatnya dikemudian hari, lagipula mengetahui kondisi dari CD Software Anda sejak dini adalah sebuah kegiatan yang bagus daripada waktu Anda membutuhkan Software tersebut, ternyata CD-nya rusak sehingga Anda harus membuang waktu untuk mencari CD penggantinya.

 

(Gambar 4.1 CD Software Original/legal)

(Gambar 4.2 CD Software Original/legal)

 

 

4.3.2 Peralatan tulis untuk identifikasi CD software disiapkan

Setelah Anda menyiapkan CD Software original/legal yang akan dibuat inventarisnya, maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan peralatan tulis yang dibutuhkan untuk melakukan identifikasi CD Software. Peralatan tulis ini dibutuhkan karena Anda melakukan inventarisasi dengan cara yang manual bukan dengan cara digital/menggunakan software sehingga peralatan tulis ini mutlak dibutuhkan.

 

Peralatan tulis yang dibutuhkan untuk proses inventaris ini adalah:

  1. Spidol hitam

Spidol Hitam ini dibutuhkan untuk menulis daftar nama dari CD Software yang sedang dibuat inventarisnya. Anda dapat menggunakan spidol yang tidak terlalu besar ukurannya agar tulisannya juga tidak terlalu besar sehingga kesan rapi akan muncul pada daftarnya.

 

(Gambar 4.3 Spidol kecil)

 

 

  1. Kertas kosong warna putih

Kertas kosong ini berguna sebagai media tempat penulisan daftar nama CD Softwarenya. Sebaiknya Anda menyiapkan Kertas yang cukup banyak tergantung dari jumlah CD Software yang Anda miliki.

 

(Gambar 4.4 Kertas putih kosong)

 

  1. Lem/selotip

Lem/Selotip disini berguna sebagai media perekat kertas/daftar nama software ke CD softwarenya. Selotipnya sebaiknya yang berwarna putih karena akan menambah dalam hal kerapihan dan keindahan.

 

(Gambar 4.5 Selotip)

 

  1. Gunting

 

Gunting dibutuhkan untuk membuat ukuran kertas/daftar nama software sesuai dengan yang Anda inginkan.

 

(Gambar 4.6 Gunting)

 

Persiapan peralatan tulis ini diperlukan agar dalam proses pembuatan inventarisasi selanjutnya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Karena Peralatan tulis disini memegang peranan yang cukup penting jadi sebaiknya Anda harus dapat mempersiapkannya dengan baik sebelum proses peng-inventarisasi dilaksanakan. Anda jug harus memastikan bahwa jumlah yang dibutuhkan haruslah cukup sesuai dengan jumlah software yang ingin Anda buat inventarisnya. Karena apabila ternyata tidak cukup, Anda dapat dibuat repot karena harus membeli/mempersiapkan lagi sehingga waktu Anda akan terbuang sia – sia.

 

 

4.3.3 Tempat untuk penyimpanan CD software disiapkan

  Setelah alat tulis selesai dipersiapkan, langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan tempat untuk penyimpanan CD Software. Tempat penyimpanan disini bisa didapat dengan membuat sendiri ataupun bisa dibeli di toko – toko yang menjual CD Software. Tempat penyimpanan bisa berupa/mirip dengan buku file yang hanya dapat meyimpan CD nya saja, tanpa menggunakan kotak CD nya, ataupun Anda dapat menggunakan tempat penyimpanan CD yang berbentuk kotak, bahannya bisa dari kayu, besi ataupun plastik tergantung selera dan kemampuan.

 

Masing – masing jenis tempat penyimpanan mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, apabila Anda menggunakan tempat penyimpanan CD yang berbentuk seperti buku file, tentu kelebihannya adalah tidak memakan tempat yang banyak sehingga Anda dapat menyimpan CD Software dalam jumlah yang banyak sampai tak terbatas, kemudian harganya juga terjangkau. Namun dibalik kelebihannya ada juga kekurangannya, yaitu CD akan cepat kotor karena CD dimasukkan tanpa menggunakan kotaknya, kemudian CD juga bisa baret – baret karena dalam proses memasukkan CD ke dalam tempat penyimpanannya akan ada gesekan yang dapat membuat CD terbaret – baret. Apabila Anda sering memakai CD Software tersebut disarankan untuk tidak menggunakan tempat penyimpanan jenis ini karena akan mempengaruhi keawetan dari CD Software yang Anda miliki.

 

Jenis berikutnya adalah tempat penyimpanan CD Software yang berbentuk kotak. Tempat penyimpanan ini mempunyai kelebihan akan daya tahannya karena biasanya mempunyai daya tahan bertahun – tahun, berbeda dengan jenis sebelumnya yang kurang begitu awet. Kelebihan yang lain adalah Anda dapat tetap menggunakan kotak CD nya sebagai tempat penyimpanan CD dan karena itulah CD Software yang Anda miliki akan semakin awet, karena kotoran yang ada akan sulit untu masuk kedalam kotak CD. Kekurangan yang dimiliki oleh tempat penyimpanan model seperti ini adalah, Anda haruslah mempunyai ruang untuk tempat penyimpanan yang lumayan besar, karena tempat penyimpanan ini akan banyak memakan tempat apalagi jika Anda memiliki CD Software yang begitu banyak, tentu akan sangat banyak memakan ruang. Kekurangan lainnya adalah biaya yang dibutuhkan cukup besar, karena harga tempat penyimpanan ini biasanya sekitar puluhan ribu, jadi untuk Anda yang memiliki dana yang sedikit sebaiknya tidak menggunakan tempat penyimpanan model ini.

 

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing – masing jenis/model tempat penyimpanan CD maka sekarang Anda dapat menentukan tempat penyimpanan mana yang cocok bagi Anda, apabila Anda tidak memiliki ruang yang besar ada baiknya memilih yang jenis pertama, tetapi apabila Anda memiliki ruang yang cukup lebih bagus untuk menggunakan model yang kedua karena CD Anda akan lebih awet.

 

(Gambar 4.7 Tampak atas tempat penyimpanan CD)

 

(Gambar 4.8 Tampak samping tempat penyimpanan CD)

 

 

4.3.4 Daftar nama CD software inventaris disiapkan

Setelah tempat penyimpanan CD Anda persiapkan, maka langkah berikutnya adalah Anda harus mempersiapkan daftar nama CD Software inventaris dipersiapkan. Daftar nama ini bisa diurutkan menurut jenis – jenis softwarenya agar Anda mudah dalam pemberian kode/label serta gampang dalam mencarinya. Daftar nama CD Software ini bisa berupa ceklist daftar CD yang Anda punyai sehingga bila CD Anda dipinjam oleh orang lain, Anda dapat membuat status CD Anda tersebut menjadi tidak tersedia. Anda harus membuat daftar nama ini dengan sebenar -  benarnya sehingga inventarisasi yang Anda lakukan akan semakin bagus.

 

Contoh dari daftar nama CD Software tersebut adalah:

 

No

Jenis

Kode

Nama Software

Status Tersedia

1

Antivirus ANT-001 Norton AntiVirus 2005

Y

2

  ANT-002 Norton Antivirus 2003

3

  ANT-003 F-Secure Antivirus

Y

4

Operating System OPS-001 Windows 98

Y

5

  OPS-002 Windows 2000

6

  OPS-003 Windows XP Professional

Y

7

  OPS-004 Windows Vista Ultimate

8

  OPS-005 Linux Red Hat

Y

9

Office OFF-001 Microsoft Office 2003

Y

10

  OFF-002 Microsoft Office 2007

11

  OFF-003 Open Office

Y

12

Game GAM-001 Winning Eleven 9

Y

13

  GAM-002 Warcraft DOTA

Y

14

  GAM-003 Counter Strike

Y

15

  GAM-004 Medal Of Honor

Y

16

  GAM-005 The SIMS 2

17

  GAM-006 Sim City

Y

18

  GAM-007 Age of Empire

Y

19

  GAM-008 Command and Conquer

Y

20

Multimedia MUL-001 Power DVD

Y

21

  MUL-002 Win DVD

22

  MUL-003 Winamp

23

  MUL-004 i-Tunes

Y

24

Design DES-001 Adobe Photoshop 7

Y

25

  DES-002 Adobe Photoshop CS

Y

26

  DES-003 Adobe Photoshop CS2

Y

27

  DES-004 Adobe Photoshop CS3

Y

 

  Daftar nama diatas hanyalah berupa contoh, Anda dapat merubahnya sesuai dengan keinginan Anda, baik dalam hal klasifikasi jenis software maupun dalam hal pembuatan kode. Namun ada baiknya sistematika pembuatan daftar namanya seperti diatas, karena akan membuat Anda mudah untuk mengetahui CD Software apa saja yang Anda punyai dan apakah CD Software tersebut tersedia dalam tempat penyimpanan CD Anda atau tidak.

 

 

4.4  Identifikasi CD Software

4.4.1 CD software inventaris diberi kode/label

Setelah semua persiapan dalam membuat inventarisasi software selesai dilakukan Anda harus mengecek kembali untuk memastikan kelengkapannya. Apabila telah selesai maka langkah berikutnya adalah membuat identifikasi CD Software. Mengidentifikasi sama dengan membuat tanda/nama agar CD tersebut dapat dikenali dengan mudah. Jadi, kode/label disini bukanlah pajangan untuk mempercantik CD software, tetapi berupa kode yang sebelumnya sudah Anda buat untuk memudahkan daftar pencarian CD Software apabila suatu saat dibutuhkan.Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat kode/label pada CD software inventaris.

 

Pemberian kode/label ini haruslah sesuai dengan kode/label yang terdapat pada daftar nama CD Software yang telah Anda buat tadi. Anda dapat mebuat kode/label dengan menggunakan Spidol hitam dan kertas putih. Anda cukup menulis misalnya ANT-001, ANT-002, OPS-001 pada kertas putih tersebut karena hanya itulah kode/label yang dibutuhkan. Jadi Anda tidak perlu menuliskan keseluruhan dari nama software yang Anda punyai karena hal itu akan membuat tidak efektif dan membuang – buang waktu saja. Kegiatan ini mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama, tergantung dari berapa banyak CD Software yang Anda miliki. Makin banyak jumlah CD Software Anda makin lama pula waktu yang Anda gunakan.

 

Dalam penulisan kode/label ini diperlukan kerapihan dan ketelitian agar kode/label menjadi enak untuk dilihat. Setelah kode/label ditulis langkah berikutnya adalah menggunting kode/label tadi sesuai dengan ukuran tulisan yang telah Anda buat tadi. Sebaiknya ukurannya harus pas, disini ketelitian juga diperlukan agar hasil guntingan menjadi rapi. Setelah selesai menggunting barulah kemudian Anda menempelkan kode/label tadi ke tempat CD Software Anda, Anda dapat menggunakan lem atau selotif tergantung selera Anda. Usahakan tempelan juga dibuat serapi mungkin agar enak dipandang oleh mata. Kegiatan ini juga akan menggunakan waktu yang cukup lama sehingga Anda dituntut untuk memiliki kesabaran dalam pengerjaannya. Untuk memastikan ukurannya rapi atau tidak Anda dapat membuat pengecekan sesudah selesai menempel semua kode/label tadi ke kotak CD Software yang Anda punyai. Apabila dalam pengecekan terdapat kekurangan, maka Anda dapat membuatnya kembali.

 

 

(Gambar 4.9 Kode/label yang dibutuhkan)

 

 

(Gambar 4.10 Pemberian kode/label pada CD Software)

 

(Gambar 4.11 Kode/label pada driver)

 

 

4.4.2 CD software inventaris dikelompokkan sesuai dengan nama dan jenis software

  Setelah Anda memberi kode/label pada CD Software, sekarang pastilah CD Software yang Anda miliki kelihatan tidak teratur dan tidak rapi, maka langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah mengelompokkan CD Software inventaris sesuai dengan nama dan jenis softwarenya. Kegiatan ini mungkin kelihatannya sangat mudah karena hanya memilih – milih software seusi dengan nama dan jenis software. Namun sebenarnya kegiatan ini membutuhkan kehati – hatian dan ketelitian yang cukup tinggi agar CD Software dapat Anda kelompokkan dengan benar.

 

Mengelompokkan CD Software inventaris ini sesuai dengan nama dan jenisnya bertujuan untuk mempermudah Anda dalam melakukan pencarian pada saat CD Software tersebut dibutuhkan. Pengelompokkan yang baik adalah pertama berdasarkan jenisnya, apakah CD Software tersebut Antivirus, Game, Multimedia, Operating System ataupun yang lainnya. Karena dengan mengelompokkan CD Software berdasarkan jenisnya maka pada saat Anda ingin mencari CD Software Antivirus Anda akan mencari pada kelompok Antivirus saja, Game pada kelompok game, Multimedia pada kelompok Multimedia dan begitu seterusnya, sehingga akan memudahkan dalam pencarian CD Software dan menghemat waktu dam tenaga dalam proses pencarian. Karena Anda tidak harus mencari CD Software tersebut dalam tumpukan CD Software yang Anda punyai karena hal itu hanya akan membuang waktu dan tenaga secara percuma atau sia – sia sehingga menjadi tidak efisien.

 

Pengelompokkan kedua adalah berdasarkan namanya, pengelompokkan berdasarkan nama ini bertujuan agar CD Software yang ingin Anda cari dapat dengan segera ditemukan hanya dengan mengingat namanya saja. Jadi misalnya Anda membutuhkan CD Software Windows XP, Anda cukup mencari huruf abjad W dan kemudian mencari CD Software tersebut. Jadi tidak harus mencari dengan cara mengurutkan dari awal lagi. Hal ini dapat juga menghemat waktu Anda. Kedua pengelompokkan tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri. Namun yang terbaik adalah pengelompokkan berdasarkan kombinasi dari kedua tipe tadi. Yang pertama adalah Anda mengelompokkan berdasarkan jenis software tersebut, barulah kemuadian didalam kelompok jenis tersebut Anda mengurutkan CD software berdasarkan nama atau abjad. Jadi pada saat Anda ingin mencari CD software yang Anda inginkan, Anda hanya cukup mengingat jenis CD Software-nya barulah Anda dapat memilih CD Software yang Anda inginkan. Pengelompokkan jenis ini lebih efektif daripada pengelompokkan berdasarkan nama karena Anda tidak harus susah payah mengingat namanya. Cukup jenis CD Software yang Anda inginkan. Pengelompokkan ini jenis ini juga bisa membuat Anda mendapat alternatif CD Software jenis yang sama, apabila yang Anda cari tidak ditemukan/tersedia.

                          

(Gambar 4.12 Pengelopmpokkan CD Software Driver)

 

 

4.4.3 CD software inventaris didaftar sesuai dengan kode/label yang diberikan

  Setelah Anda mengelompokkan CD Software sesuai jenis dan namanya, maka langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah CD Software inventaris didaftar sesuai dengan kode/label yang diberikan. Pendaftaran ini dilakukan untuk mengetahui CD Software apa saja yang Anda miliki dan siap untuk dibuat daftar inventarisnya. Pembuatan daftar ini bertujuan untuk mencegah kehilangan pada pada CD Software yang tidak diketahui dan juga untuk mengetahui stok/persediaan dari CD Software yang Anda miliki.

 

Pendaftaran ini dapat dilakukan dengan cara memilih CD Software yang dingin didaftar kemudian Anda memasukkan kedalam daftar yang telah Anda bikin. Pendaftaran ini haruslah sesuai dengan kode/label yang diberikan, karena apabila tidak sesuai maka Anda akan kerepotan dalam melakukan pencarian CD Software tersebut dan database inventaris akan kacau karena CD Software yang didaftar tidak sesuai dengan kode/label yang diberikan. Pekerjaan ini juga membutuhkan ketelitian dan kehati – hatian yang cukup tinggi, karena apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan daftar Anda harus mengulangi lagi dan Anda bisa saja membuat ulang daftar CD Software inventaris apabila kesalahan yang Anda lakukan berulang – ulang dan fatal akibatnya. Hal ini tentunya akan membuang waktu secara percuma, jadi lebih baik Anda melakukannya secara hati – hati daripada terburu – buru tetapi membuat banyak kesalahan.

 

Pendaftaran ini dapat dilakukan dengan melihat kode/label yang tercantum dalam CD Software kemudian Anda menuliskan dalam daftar yang sudah Anda buat, bahwa CD Software tersebut sudah dimasukkan kedalam daftar CD Software inventaris, kemudian Anda harus meletakkannya didalam tempat yang terpisah, untuk menghindari pencatatan daftar secara dobel/berulang. Apabila Anda tidak memisahkan letak CD Software yang sudah Anda daftar dengan yang belum Anda daftar, maka kemungkinan untuk terjadinya pencatatan daftar yang berulang semakin besar karena Anda tidak mengetahui mana CD Software yang telah Anda daftar dan mana yang belum Anda msukkan ke dalam daftar.

 

 

4.4.4  CD software inventaris diidentifikasi sudah sesuai dengan kode/label yang diberikan

Setelah CD Software inventaris didaftar sesuai dengan kode/label yang diberikan, maka langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah mengidentifikasi CD Software inventaris apakah sudah sesuai dengan kode/label yang diberikan atau belum. Kegiatan ini sama saja dengan melakukan pemeriksaan ulang terhadap CD Software yang telah Anda daftar untuk mencegah kesalahan pembuatan daftar, karena apabila kesalahan dalam pembuatan daftar tidak cepat diketahui, maka kemungkinan untuk adanya kesalahan berikutnya akan semakin besar, karena mungkin saja daftar yang Anda buat saling berhubungan antara CD Software yang satu dengan yang lainnya.

 

Cara pengidentifikasiannya bisa dengan cara Anda mengecek pada masing – masing kode/label yang diberikan, apakah CD Softwarenya sudah sesuai dengan kode/label yang diberikan atau belum. Apabila sudah sesuai dengan kode/label yang diberikan, maka Anda dapat berpindah ke kode/label berikutnya. Apabila yang berikutnya sudah sesuai juga maka Anda dapat terus ke kode/label selanjutnya, kegiatan ini harus dilakukan sampai seluruh kode/label selesai diperiksa kesesuainnya. Namun apabila ada yang tidak sesuai dengan kode/label yang diberikan maka Anda harus dapat mengetahui dimana letak kesalahnnya, apakah kesalahan terjadi pada kode/labelnya, kesalahan pada penempatan CD Software, kesalahan pada pengelompokkan maupun kesalahan pada penulisan kode/label.

 

Kegiatan ini juga membutuhkan kehati – hatian dan ketelitian yang cukup tinggi agar terhindar dari kesalahan pengidentifikasian. Anda juga harus dapat memperbaiki kesalahan – kesalahan yang terjadi, misalnya apabila kesalahan terdapat pada penempatan CD maka Anda harus dapat menempatakan CD Software terebut pada tempat yang benar, begitupula jika kesalahan terjadi pada saat pengelompokkan, maka Anda harus dapat memasukkannya kedalam kelompok yang sesuai agar menjadi benar dan tidak ada kesalahan lagi. Apabila pengidentifikasian ini telah selesai dilaksanakan dan CD Software inventaris sudah sesuai dengan kode/label yang diberikan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan tempat buat CD Software inventaris terebut.

         

 

4.5 Mempersiapkan CD Software inventaris

 4.5.1 Tempat penyimpanan CD software inventaris dibersihkan dan dikeringkan

Setelah seluruh kegiatan dalam Identifikasi CD Software selesai, maka yang harus Anda lakukan berikutnya adalah mempersiapkan CD Software Inventaris, dalam hal ini yang pertama kali Anda lakukan adalah membersihkan dan mengeringkan tempat penyimpanan CD Software. Apabila tempat penyimpanan CD Software baru Anda beli atau bikin maka hal ini tidak perlu Anda lakukan karena sudah terjamin bahwa tempat penyimpanan CD Software tersebut bersih, namun apabila Anda menggunakan tempat penyimpanan CD Software bekas atau punya Anda yang lama, maka kegiatan ini haruslah dilakukan, agar tempat CD Software inventaris menjadi bersih dan layan sebagai tempat penyimpanan. Lagipula kegiatan pembersihan ini baik bagi kesehatan Anda juga karena dapat menghilangkan kotoran – kotoran yang telah lama menempel dan bisa saja menjadi sumber penyakit.

 

Yang pertama Anda lakukan dalam proses pembersihan ini adalah, Anda harus mempersiapkan alat – alat yang dibutuhkan dalam proses pembersihan, alat – alat tersebut berupa kain lap, sabun, sikat gigi, dan tentu saja air bersih. Yang pertama Anda lakukan adalah Anda harus dapat memperhatikan seberapa kotor tempat penyimpanan CD Anda, apabila sangat kotor maka Anda dapat pula menggunakan cairan pembersih namun jika tidak Anda cukup menggunakan Air sabun saja untuk menghemat biaya.

 

Cara untuk membersihkan tempat penyimpanan CD Tersebut adalah pertama, Anda dapat mencuci tempat penyimpanan CD Software tersebut dengan air bersih, kemudian bagian – bagian yang kotor dilap dengan kain agar kotorannya dapat hilang, airnya tidak perlu terlalu banyak karena apabila tempat penyimpanan terbuat dari kayu maka hal itu dapat membuat kerusakan pada tempat penyimpanan. Apabila setelah dilap masih terdapat kotoran yang membandel, maka Anda perlu menambahkan cairan pembersih agar kotorannya dapat hilang. Sesudah kotorannya hilang/terangkat, maka Anda dapat membilasnya/mencucinya dengan air bersih agar sisa – sisa sabun/cairan pembersih dapat hilang juga. Setelah bersih Anda dapat mengelapnya dengan lap kering hingga kering. Apabila perlu Anda dapat meletakkannya dibawah sinar matahari/dijemur agar keringnya benar – benar sempurna. Namun Anda jangan menjemurnya terlalu lama karena hal itu dapat membuat kerusakan pada tempat penyimpanan CD Software dan juga dapat membuat warnanya menjadi pudar.

 

(Gambar 4.13 Kain Lap untuk pembersihan tempat penyimpanan CD)

(Gambar 4.14 Cairan pembersih untuk pembersihan tempat penyimpanan CD)

 

 

4.5.2  Tempat penyimpanan CD software inventaris diberi kode/label untuk memudahkan pencarian

Setelah tempat penyimpanan CD Software inventaris tersebut bersih dan selesai dikeringkan maka kegiatan selanjutnya yang menunggu Anda adalah memberi kode/label pada tempat penyimpanan CD software untuk memudahkan Anda dalam pencarian. Kode/label disini haruslah sesuai dengan kode/label pada CD Software agar tidak terjadi kesalahan dalam pembuatan inventaris jadi sebelum Anda membuat kode/label pada tempat penyimpanan CD Software inventaris maka ada baiknyalah Anda mengetahui kode/label yang telah dipasang pada CD Software inventaris.

 

Kegiatan pemberian kode/label pada tempat penyimpanan CD software ini hampir sama dengan dengan pemberian kode/label pada CD Software inventaris, jadi Anda dapat dengan mudah melakukan kegiatan ini karena sebelumnya Anda telah pernah mengerjakannya. Yang membedakannya apabila dahulu Anda melakukannya pada CD Software inventaris, sekarang akan mengerjakannya pada tempat penyimpanan CD Software inventaris. Yang tetap harus Anda perhatikan adalah ukuran dari kertas kode/labelnya haruslah sesuai dengan tempat penyimpanan CD Software inventaris, jangan kelebihan maupun kekurangan agar terlihat indah.

 

Perbedaan yang lain adalah apabila dahulu Anda menulis sampai detai nomornya (ANT 001, ANT 002, dan seterusnya ) maka sekarang Anda cukup menulis kode depannya saja, misalnya ANT, OPS, dan lain sebagainya. Karena apabila Anda menulis lengkap maka tampilan CD Software inventaris tidak lagi menarik karena dipenuhi oleh tempelan kode/label. Dengan hanya menulis kode depannya sajapun pencarian akan mudah untuk dilakukan. Apabila Anda telah selesai mengerjakan kegiatan ini, maka selanjutnya Anda dapat memberi bahan pengawet dan pengering untuk mencegah kerusakan CD Software pada tempat penyimpanan CD Software inventaris.

 

(Gambar 4.15 Pemberian kode/label pada tempat penyimpanan CD)

 

 

4.5.3  Tempat penyimpanan CD software inventaris diberi bahan pengawet dan pengering untuk mencegah kerusakan CD software

  Setelah tempat penyimpanan CD Software inventaris diberi kode/label untuk memudahkan pencarian maka langkah selanjutnya yang akan Anda lakukan Adalah tempat penyimpanan CD Software inventaris diberi bahan pengawet dan pengering untuk mencegah kerusakan CD Software. Tujuan dari pemberian bahan pengawet ini adalah untuk mencegah rayap – rayap atau binatang kecil lainnya yang dapat membuat CD Software inventaris Anda rusak. Jadi pemberian bahan pengawet dimaksudakan untuk mencegah kerusakan dari CD Software inventaris Anda sehingga CD Software Anda akan awet.

 

Bahan pengawet yang diberikan bisa berupa kamper atau kapur barus yang biasa diletakkan didalam lemari untuk mencegah kerusakan dari pakaian maupun lemarinya itu sendiri. Kapur barus merupakan bahan pengawet yang murah meriah dan daya tahannya juga cukup lama. Selain bertujuan untuk mencegah kerusakan pada CD Software, kapur barus ini juga bertujuan untuk memberikan pengharum terhadap CD Software agar tidak terjadi bau apek pada CD Software. Pemberian kapur barus ini harus dilakukan secara berkala, yaitu jika kapur barus yang telah diberikan habis, maka Anda harus menggantinya dengan kapur barus yang lain, karena sesuai dengan sifat kapur barus yaitu menyublim maka dalam jangka waktu tertentu kapur barus tersebut akan habis.

 

Pemberian kapur barus ini sebaiknya dilakukan secukupnya, sesuai dengan besarnya tempat penyimpanan CD Software inventaris. Karena bila Anda terlalu banyak memberi kapur barus maka hal itu akan membuat pemborosan pada kapur barus, begitu pula sebaliknya bila Anda memberinya hanya sedikit maka hal itu tidak akan efektif untuk mencegah kerusakan pada CD Software yang Anda miliki. Anda juga harus mengecek kondisi kapur barus Anda dan kondisi tempat penyimpanan CD secara berkala, karena apabila terjadi kerusakan pada CD Software dapat diketahui secara dini. Setelah melakukan kegiatan ini, Anda dapat menuju ke kegiatan terakhir, yaitu Menyimpan CD Software inventaris pada tempat penyimpanan yang telah disediakan dan ditata secara rapi.

 

(Gambar 4.16 Kapur Barus)

(Gambar 4.17 Pengharum)

 

 

4.5.4  CD software inventaris disimpan pada tempat penyimpanan yang telah disediakan serta ditata secara rapi

Langkah terakhir yang harus Anda lakukan dalak kegiatan kompetensi melakukan inventarisasi software ini adalah menyimpan CD Software inventaris pada tempat penyimpanan yang telah disediakan serta ditata secara rapi. Kegiatan ini bila dilihat sekilas kelihatannya emang mudah sekali untuk dikerjakan. Orang biasa pun pasti bisa mengerjakan pekerjaan ini, karena kita hanya menaruh CD pada tempat pentimpanan CD. Namun dibalik kemudahannya itu ternyata kegiatan ini juga menyimpan beberapa kesulitan, namun bila Anda mempelajari kompetensi ini dengan baik dari awal, maka kegiatan ini tentulah akan menjadi pekerjaan yang mudah bagi Anda sehingga akan cepat untuk diselesaikannya.

 

Yang harus Anda perhatikan dalam proses penyimpanan CD Software ke dalam tempat penyimpanan CD Software adalah Anda harus mencocokkan kode yang ada pada CD Software dengan kode yang berada pada tempat penyimpanan CD Software. Anda jangan sampai salah dalam melihat kode/labelnya, karena akan membuat kesalahan dalam penyimpanan yang berarti akan membuat kekacauan juga dalam database inventaris CD Software. Jika Anda sudah yakin kode/labelnya sesuai, maka barulah Anda memasukkan CD Software tersebut kedalam tempat penyimpanan CD Software. Peletakan CD Software pun haruslah ditata dengan rapi agar susunan CD Software Anda kelihatan rapi dan enak dipandang oleh mata.

 

Setelah semua CD Software yang Anda miliki tertata dengan rapi maka kegiatan yang Anda lakukan dalam melakukan inventarisasi software sudah selesai. Dan apabila Anda benar – benar mempelajari kompetensi ini dan mempraktekkan apa yang diajarkan pada modul ini, dijamin Anda akan dengan mudah untuk menguasai kompetensi ini.

 

(Gambar 4.18 Penyusunan CD Software secara rapi)

 

(Gambar 4.19 CD Software jenis operating system)

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Melakukan Invetarisasi Software
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS01.009.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Melakukan Invetarisasi Software

TIK.CS01.009.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.

- Spidol hitam,kertas kosong, selotip dan gunting.

- Kain Lap dan cairan pembersih.

- Kapur barus/kamper.

- CD Software original/legal.

- Buku informasi tentang cara melakukan inventarisasi software.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

artikel lainnya Melakukan Inventarisasi Software TIK.CS01.009.01

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Sunday 7 June 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI             MEMBUAT…

Saturday 9 August 2014 | blog

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP 1.1.2   Satuan Pendidikan           :  SMA WARGA SURAKARTA Mata Pelajaran                :  TIK…

Monday 18 August 2014 | blog

Penilaian Kompetensi Sikap melalui Teknik OBSERVASI Oleh. Mulyadi HP Widyaiswara Utama LPMP Jawa Tengah Penilaian Kompetensi…

Tuesday 23 June 2015 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN     MENGIDENTIFIKASI DAN MENGANALISIS STANDAR KOMPETENSI…